Gubernur Zul  Harapkan Kantor Jadi Tempat yang Dirindukan

Indikator menjadikan kantor sebagai tempat teraman dan nyaman tidak sesulit yang dibayangkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Lingkungan kerja yang nyaman menciptakan hubungan yang baik, sehingga  lingkungan kerja atau kantor menjadi ladang beribadah dan mengabdi, tempat yang dirindukan semua orang.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu usai olahraga bersama ASN Sekretariat Daerah Provinsi NTB di lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (10/07/20).

“Kita bisa merubah suasana kantor sesuai selera kita. Menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi semua. Sehingga ada kerinduan bagi kita,” imbuh Dr. Zul sapaan akrab Gubernur dihadapan ratusan ASN.

Menurut Bang Zul, kalau itu mampu dilakukan, maka seluruh ASN tidak bisa lagi membedakan hari libur dan hari kerja.

Indikator menjadikan kantor sebagai tempat teraman dan nyaman tidak sesulit yang dibayangkan.

Sehingga setiap Minggu malam ada getaran jiwa yang dirasakan oleh ASN untuk segera berjumpa dengan hari Senin dan segera ingin cepat bekerja kembali.

“Ada rindu yang tak tertahankan bahwa ingin cepat masuk kerja, bukan malah sebaliknya. Karena itu, mari sama-sama kita ciptakan tempat kerja sebagai tempat yang dirindukan,” kata Bang Zul.

Berlibur bersama

Para pimpinan di Sekretariat Daerah (Setda) dianjurkan bisa  berlibur bersama para staf di tempat-tempat wisata. Jangan hanya orang lain yang bisa menikmati keindahan alam NTB.

Padahal berlibur sesuatu yang sangat mudah. Untuk itu, sesekali adakan libur bersama biar hubungan sesama tetap akrab. Sehingga rasa senang antar sesama akan semakin kuat.

“Kita ini lucu, banyak tempat-tempat wisata yang kita bangun, alamnya yang sangat indah. Di sisi lain, kita ingin menghadirkan turis-turis asing untuk menikmati keindahan icon pariwisata di NTB. Tapi kita sendiri tidak pernah menikmatinya,” tutur Bang Zul.

Menjaga hubungan silahturahmi merupakan faktor penting untuk menghadirkan rasa bahagia dalam bekerja.

Bahagia menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas serta inovasi dalam bekerja. Terutama menjadi pelayan masyarakat yang berintegritas demi terwujudnya NTB gemilang.

“Kalau bahagia dapat kita tingkatkan, maka otomatis produktivitas dan inovasi akan tercipta dengan sendirinya” tutup Gubernur Zul.

Silahturahmi dengan para ASN merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh gubernur setelah mengunjungi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB selama satu bulan penuh.

Silaturahmi sekaligus pembinaan ini upaya mendorong seluruh ASN agar tetap menjaga keharmonisan dalam bekerja.

Turut mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut, Sekda Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, serta beberapa Kepala Dinas dan Biro di ligkungan kerja Pemerintah Provinsi NTB.

AYA/Diskominfotik




Bakohumas Akan Gelar Kompetisi ‘Sebar Berita Baik’

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) NTB akan menggelar aneka kompetisi dalam rangka kampanye sebar berita baik jelang new normal di NTB, untuk menggugah kesadaran masyarakat menerapkan protokol Covid-19.

Untuk mematangkan konsep lomba tersebut Bakohumas NTB menggelar pertemuan,Kamis (09/07/20) di Mataram.

Selain Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM, juga hadir Humas-humas lembaga lain yang tergabung dalam Bakohumas NTB, seperti Humas Kejati NTB, Humas Polda NTB, Kapenrem 162/WB, Bakesbangpoldagri, Dinas Perindustrian, serta Dinas Perdagangan.

Najamuddin Amy mengatakan, dalam waktu dekat akan ada tiga kompetisi utama yaitu  Festival Lomba Kampung Sehat yang diinisiasi dan inovasi Polda NTB bekerjasama dengan Pemprov NTB, Lomba Penyiaran Publik dan PPID Competition.

“Dalam item Lomba Penyiaran Publik ini kita akan kerjasama dengan KPID NTB dan lembaga penyiaran di dalamnya. Temanya adalah ‘NTB Nurut Tatanan Baru’ serta tema kedua ‘Industrialisasi di Masa Pandemi’. Adapun PPID Competition kita akan kerjasama dengan Komisi Informasi atau KI NTB,” kata Bang Najam, sapaan akrabnya.

Selain melalui media, semua lomba dan ketentuannya akan dipublikasi juga melalui medsos masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bang Najam juga menyampaikan instruksi Wakil Gubernur NTB terkait penanganan Covid-19 terutama di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, karena kasus positif baru masih terus ditemukan.

“Dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan dengan Babinsa dan Babinkamtibmas. Teman-teman Humas di tingkat kabupaten/kota juga akan kita hadirkan untuk kesamaan visi dan frekuensi dalam penanganan Covid ini,” katanya.

Karo Humas juga menyampaikan rencana peluncuran program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III pada tanggal 13 Juli mendatang.

“Kita harapkan kehadiran Forkopimda dalam kegiatan tersebut,” ujar Najam.

Menurutnya, pertemuan-pertemuan Bakohumas seperti ini  sangat penting karena peran Bakohumas sangat strategis untuk memback up berbagai kegiatan dan mempererat sinergi dan kekompakan.

AYA/HmsNTB




Peluncuran Kampung Tangguh di Desa Kembang Kuning

Kapori dan Pangima TNI serentak meluncur 7.024 Kampung Tangguh Nusantara

LOTIM.lombokjournal.com — Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si serta Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P meluncurkan Kampung Tangguh secara virtual di Desa Wisata Kembang Kuning,  Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (09/07/20).

Kampung Tangguh merupakan program khusus Kapolri dan Panglima TNI dalam penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, keamanan dan sosial ekonomi itu. Di NTB, kampung tangguh tersebut bernama Kampung Sehat (Steril,Ekonomi Produktif, Harmonis, Asri, Tangguh).

Peluncuran Kampung Tangguh di Desa Kembang Kuning itu serentak dengan peluncuran 7.024 Kampung Tangguh Nusantara yang diakukan Kapolri dan Panglima TNI.

Hadir saat peluncuran tersebut Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,SH.,M.Han, Bupati Lombok Timur H.Sukiman Azmi, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB.

Melibatkan masyarakat

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si mengawali peluncuran itu berdialog terkait progres serta dampak adanya Kampung Tangguh Nusantara yang dibentuk di provinsi seuruh Indonesia.

Diharapkan. kampung tangguh yang dilaunching banyak melibatkan masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19.

“Harapan kita, seluruh masyarakat hingga ke tingkat RT/RW ikut berpartisipasi dalam mencegah penularan Covid-19. Kita optimis, jika di tingkat RT sudah tangguh. Maka, Indonesia tangguh,” ujar Kapolri.

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya mengatakan, panen raya yang digelar hari ini menjadi bukti kesungguhan TNI/Polri mendukung pemerintah dalam rangka ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita semua merasakan dampaknya. Kita semua dituntut untuk terus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Panglima.

Sesuai Instruksi Presiden, pihaknya diminta turut membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan. Pasalnya, stabilitas pangan berkaitan erat dengan kondisi sosial Indonesia.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, TNI/Polri serta masyarakat luas atas dukungannya terhadap Kampung Tangguh Nusantara yang di launching hari ini,” tutupnya.

Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH mengatakan, di era pandemi Covid-19 ini ketahanan pangan  menjadi faktor penentu.

Masyarakat harus tetap bisa makan, perekonomian masyarakat pun kita harap terus menggeliat. Tapi, di sisi lain protokol kesehatan harus tetap dijalankan oleh seluruh masyarakat.

“Kita bangga di tempat ini kita sudah siap panen ikan lele, ikan nila dan padi, jumlahnya pun cukup besar. Ini semua kita persembahkan untuk mendukung ketahanan ekonomi yang ada di Lombok Timur, khususnya di desa wisata Kembang Kuning. Kita bersyukur, di tengah pandemi Covid-19 ini , perekonomian di NTB tetap survive,” kata Kapolda.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bersyukur Provinsi NTB diberikan Kapolda dan Danrem seperti Pol. M. Iqbal dan Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang sangat aktif dan kompak di masa pandemi ini.

“Kita syukuri, di tengah masa sulit ini, kebersamaan antara pemerintah dan jajaran TNI/Polri tetap terjaga. Alhamdulillah, ini anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Mari kita jaga kebersamaan ini hingga masa mendatang,” ujar Wagub.

Menurutnya, berkat kekompakan semua pihak, perekonomian NTB di masa pandemi ini semakin membaik.

Namun demikian, “pekerjaan rumah” berupa edukasi terus menerus kepada masyarakat terkait dengan penerapan protokol Covid-19 harus terus dilakukan.

“Faktor paling sulit adalah mengedukasi masyarakat. Dalam edukasi pun perlu cara-cara dan lompatan-lompatan baru, kampung sehat ini salah satu cara terbaik mengedukasi masyarakat dalam mencegah penularan covid-19,” ujar wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Dikatakan, dengan adanya peluncuran Kampung Tangguh Nusantara dengan mengambil lokasi di NTB menjadi penyemangat baru di tengah pandemi Covid-19.

Sektor pertanian dan peternakan akan terus digeliatkan untuk mendukung daya tahan ekonomi.

“Alhamdulillah pertanian kita di NTB masih bagus, peternakan terus berjalan, aspek-aspek perekonomian pun terus meningkat di masa sulit seperti saat ini. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memudahkan seluruh ikhtiar kita semua,” kata Umi Rohmi.

Desa wisata Kembang Kuning

Di bagian akhir kegiatan, Wakil Gubernur didampingi Kapolda NTB, Danrem, Bupati Lombok Timur memakai topi, sepatu hingga sarung tangan untuk melakukan panen raya padi, panen ikan  dan melihat Industri kreatif UMKM desa wisata Kembang Kuning.

Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu desa wisata andalan Provinsi NTB.

Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini memiliki sejuta keindahan yang memesona. Tak hanya indah, keramahan masyarakat, kekompakan pemuda serta aktivitas masyarakat yang masih tradisional melengkapi keindahan desa tersebut.

Tak heran kemudian di tahun 2019 lalu, desa dengan jumlah penduduk 2.122 jiwa (610 KK) ini berhasil menjadi juara pertama lomba Desa Wisata Tingkat Nasional kategori desa berkembang.

Di tengah pandemi Covid-19 ini pun, desa wisata Kembang Kuning semakin berbenah. Tempat cuci tangan sangat mudah ditemukan. Bahkan, desa ini menjadi kawasan wajib masker.

Prestasi yang membangggakan itulah yang membuat desa wisata Kembang Kuning menjadi lokasi launching Kampung Tangguh Nusantara.

AYA/HmsNTB




Danrem 162/WB Pantau Protokol Covid-19 Di Pasar Pagutan

Kegiatan ini juga dilakukan oleh Kodim dan Koramil jajaran Korem 162/WB sesuai dengan instruksi dan petunjuk dari Pimpinan

MATARAM.lmbokjournal.com – Penyebaran covid-19 di wilayah Kota Mataram  cenderung mengalami peningkatan angka positif yang cukup tinggi.

Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Provinsi NTB memberi perhatian khusus untuk Kota Mataram. Khususnya dalam penerapan protokol kesehatan, agar dilakukan lebih serius dan ketat.

Terkait itu, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, melakukan gowes sekaligus memantau dan mengecek penerapan Protokol kesehatan covid-19 di Pasar Pagutan Kota Mataram, Rabu (08/07/20).

Danrem 162/WB didampingi Dandim 1606/Lobar dan Kapolresta Mataram mengecek pelaksanaan penerapan Protokol Covid-19 bagi masyarakat berbelanja atau pedagang.

Mulai dari penyiapan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, pengaturan jarak pedagang maupun pembeli, penggunaan masker dan pelaksanaan sosialisasi melalui alat pengeras suara.

Di sela-sela kegiatan Brigjen Rizal Ramdhani mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka membantu Pemerintah prov NTB, khususnya Pemkot Mataram, untuk menekan penyebaran covid-19 di kota Mataram. Agar kasus positif tidak terus meningkat.

Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat kota Mataram dari covid-19 melalui pendisiplinan penerapan protokol covid-19.

“Sampai saat ini kota Mataram masih zona merah, maka kita harus terus menggugah kesadaran masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan, sehingga berlahan bisa menjadi kuning ataupun hijau,” pungkas Danrem.

Menurutnya, jika masyarakat sudah disiplin, insyaAllah pada era new normal nanti masyarakat kita akan tetap aman dari Covid-19,  selanjutnya pembangunan di segala bidang menuju NTB Gemilang dapat terwujud.

Brigjen Rizal Ramdhani juga mengatakan, kegiatan ini juga dilakukan oleh Kodim dan Koramil jajaran Korem 162/WB sesuai dengan instruksi dan petunjuk dari Pimpinan. Untuk melakukan pendisiplinan terhadap masyarakat guna membantu Pemerintah Daerah mencegah penyebaran Covid-19.

AYA




Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Lalu Dirjaharta, Tutup Usia

Kata Sekda, banyak kolega, sahabat yang pasti merasa kehilangan dengan kepulangan Almarhum yang sangat menghargai makna persahabatan

MATARAM .lombokjournal.com —  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Dirjaharta, M.Si tutup usia.

Meninggalnya Kepala Kesbangpoldagri ini, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si, atas nama Pemerintah provinsi NTB dan pribadi sangat berduka dan merasa kehilangan.

Sekda menuturkan, atas nama pemerintah provinsi NTB dan secara pribadi, kami sangat kehilangan, seorang sahabat yang sangat baik dan  sangat setia.

Banyak kolega, sahabat yang pasti merasa kehilangan dengan kepulangan Almarhum yang kami nilai sangat menghargai makna persahabatan.

“Sebagai keluarga saya sangat mengenal almarhum,” ujarnya, Selasa 7 Juli 2020.

Sebagai sesama ASN lanjutnya, ia sangat mengenalnya secara intens cukup lama. Sejak 27 tahun lalu ketika kami sama-sama ikut diklat SEPADA Angkatan XV tahun 1993.

“Kami juga sama-sama mengikuti pendidikan pasca sarjana Magister Administrasi Publik (MAP) di UGM Jogjakarta tahun 2000-2001, bahkan kami sekamar di SKIP jogja,” kenangnya.

Menurutnya, Almarhum adalah sosok yang low profile, banyak senyum, senang bercanda dan terbuka serta berprinsip.

Di berbagai penugasan baik di Biro Ekonomi, Dinas PU, Inspektorat, Kepala TU Pimpinan, Kepala Biro Kerjasama, Kepala Biro Pemerintahan, Kasatpol PP dan terakhir sebagai Kepala Badan Kesbangpoldagri, kinerja almarhum sangat baik.

“Tidak banyak merepotkan pimpinan dan selalu mencari solusi masalah yang dihadapi,” tuturnya.

Selain itu, pada saat sebagai Kasat Pol PP, almarhum pernah mengemban amanah  sebagai ketua Pol PP se-Indonesia, dan sukses menyelenggarakan pertemuan Rapat Kerja Nasional Pol PP yang dihadiri ribuan pejabat dan anggota Satpol PP se-Indonesia.

“Selamat jalan sanak, selamat jalan saudaraku, Alfatehah,” tutupnya.

AYA/Humas NTB




Taman Nasional Gunung Rinjani Hari Ini Buka Pendakian Rinjani 

Wisatawan diwajibkan menggunakan masker, membawa handsanitizer atau hand wash, kresek sampah, menjaga jarak minimal satu meter, dan membawa surat keterangan bebas covid-19 bagi wisatawan yang berasal dari luar NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Sejak diberlakukannya pembatasan dan ditutup karena pandemi Covid-19, kini Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali dibuka untuk wisatawan lokal dan mancanegara.

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merupakan salah satu destinasi wisata primadona di NTB. Setelah sebelumnya terdampak gempa di tahun 2018 dan kebakaran hutan tahun 2019, TNGR kembali ditempa dampak Pandemi Covid-19.

Namun, angin segar sedikit berhembus di pertengahan tahun 2020 ini.

Dari 13 destinasi wisata non pendakian dan 5 wisata pendakian di tiga kabupaten (Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah), hanya 8 destinasi wisata non pendakian yang dibuka. 

“Taman Nasional Gunung Rinjani mulai hari ini resmi membuka 8 destinasi wisata non pendakian.” Kata Kepala Balai TNGR Dedy Asriady saat melakukan jumpa pers di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Senin (06/07/20).

 Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Perlindungan Hutan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas LHK NTB Mursal, dan Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbul Wadi.

Ke delapan destinasi wisata non pendakian tersebut meliputi, Otak Kokok Joben (Joben Eco Park) dengan kuota maksimal 227 pengunjung per hari. Telaga Biru dengan maksimal kuota 84 pengunjung perhari. Air terjun Jerul Manis dengan kuota maksimal 180 pengunjung per hari.

Gunung Kukus dengan kuota maksimal 90 pengunjung perhari. Timbanuh dengan objek daya tarik wisara berupa Air Terjun Mayung  Polak dengan kuota maksimal 60 pengunjung per hari. Savana Propok dengan maksimal kuota 150 pengunjung perhari. Dan Air Terjun Mangku Sakti dengan kuota maksimal 90 pengunjung per hari.

TNGR akan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat terhadap wisatawan, baik dari mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat keluar pintu wisata.

 Wisatawan diwajibkan menggunakan masker, membawa handsanitizer atau hand wash, kresek sampah, menjaga jarak minimal satu meter, dan membawa surat keterangan bebas covid-19 bagi wisatawan yang berasal dari luar NTB.

Atau bebas gejala influenza (influenza-like illness) untuk yang berasal dari Pulau Lombok. Jam kunjungan pun dimulai dari pukul 09.00 – 15. 00.

“Pengunjung hanya boleh melakukan one day trip atau satu hari perjalanan tanpa menginap, serta jumlah pengunjung hanya boleh 30% dari  jumlah pengunjung maksimal,” jelas Dedy Asriady.

Untuk menjaga agar seluruh peraturan dibukanya destinasi wisata tersebut, Balai TNGR telah membentuk Tim Pengawasan dan Pengendalian Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap untuk kunjungan Wisata Alam pada Kawasan TNGR.

Nantinya wisatawan yang melanggar aturan akan ditindak lanjuti.

Lebih jauh Dedy Asriady menjelaskan, dibukanya destinasi wiaata TNGR merupakan langkah awal. Nantinya pelaksanaan reaktivasi tahap Iini akan dievaluasi secara berkala. Jika berjalan dengan tertib, wisata pendakian bisa dibuka juga pada tahap II nanti.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Perlindungan Hutan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas LHK NTB, Mursal, juga menghimbau masyarakat untuk dapat sama-sama menjaga kebersihan dan keamanan destinasi wisata yang dikunjungi. Masyarakat diingatkan untuk tidak membakar hutan untuk membuka lahan dan tidak membakar sampah sembarangan atau tidak beh melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran hutan.

“Merawat Taman Nasional Gunung rinjani adalah kewajiban kita bersama. Bukan hanya tugas Balai TNGR, Dinas LHK, atau Dinas Pariwisata. Jangan sampai kebakaran tahun 2019 yang lalu terulang kembali,” pesan Mursal.

@diskominfotikntb




Mengintip Gerakan Politisi Muda di Gelaran Pilkada Serentak di NTB

Para politisi muda berperan signifikan dalam “pemanasan mesin” di Pilkada serentak tahun ini

lombokjournal.com —

MATARAM:  Dinamika politik daerah kian menghangat menyongsong  Pilkada Serentak di tujuh Kabupaten/Kota di NTB, yang diprediksi berlangsung 9 Desember 2020 mendatang,

Dinamika itu menghanngat di kantong-kantong Pilkada serentak, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima.

Isu bongkar pasang pasangan calon, hingga saling telikung menggapai kendaraan Parpol. Dibumbui dengan psi-war di jejaring media sosial, menjadi upaya prakondisi membuka mata publik, masyarakat calon pemilih.

Para politisi muda berperan signifikan dalam “pemanasan mesin” di Pilkada serentak tahun ini.

Mereka bergerak di berbagai lini, sebagai delegasi “penyedia kendaraan”, penggerak narasi, hingga ada juga yang terjun sebagai calon Kada.

Peran politisi muda sangat strategis menentukan arah dan irama dinamika Pilkada serentak di NTB tahun ini.

Penilaian itu diungkapkan Lembaga Kajian Politik M16, yang dalam waktu dekat menggelar diskusi publik, mengintip gerak Politisi Muda di Pilkada serentak di NTB.

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, SH mengatakan, Diskusi Kamisan merupakan wadah sharing dan diskusi terbuka yang kerap digelar Mi6 semenjak medio Oktober 2012 hingga saat ini.

“Kali ini Diskusi Kamisan isunya tentang Pilkada Serentak, dan tema kita yang menakar peran politisi muda di Pilkada Seretak NTB,” kata Didu, sapaan akrab Bambang Mei. Sat itu Didu didampingi Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fathulah, Senin (06/07/62).

Terkait diskusi, Sekretaris Mi6, Lalu Athari  menjelaskan, diskusi kamisan tentang Pilkada ini merupakan gagasan joint bareng dengan  PW Pemuda NW NTB, dan Persatuan Gerakan Kebangsaan (PGK) NTB.

Mengangkat tema besar “Kiprah Politisi Muda dalam Pusaran Pilkada Serentak di NTB”: Pemenangan, Logistik, dan Mobilisasi.

Kegiatan ini akan digelar pada Kamis Minggu ini (09/07)  atau paling telat Kamis (16/07/20) di Resto Dasker, Lombok Barat. Dimulai dari pukul 10.00 Wita hingga selesai.

Ketua Dewan Pembina PGK NTB,Karman BM menambahkan, diskusi publik ini dilaksanakan untuk mendorong proses berdemokrasi dalam pesta pilkada lima tahunan.

Selain itu, ini langkah awal agar masyarakat pemilih sadar hak politik mereka dan ujungnya mau berpartisipasi aktif meningkatkan angka partisipasi pemilu pilkada di NTB.

“Pilkada Serentak di NTB menarik dijadikan diskursus dan bahan kajian, karena ada fenomena politik yang  unik terkait konfigurasi politik para kontestan, yang mencerminkan determinasi  kuat melawan  hegemoni petahana,” urai Karman.

Di lain sisi, Ketua Pemuda NW NTB, M Zainul Pahmi mengatakan, peran politisi muda dalam Pilkada Serentak di NTB kali ini sangat strategis. Sejak awal kiprah mereka sudah nampak.

“Apalagi di saat pandemi corona dan menuju new normal saat ini. Tentu Pilkada akan berubah dinamika dan praktik di lapangan,” katanya.

Menurutnya, banyak politisi muda yang menjabat Ketua Parpol di tingkat DPC dan ranting. Banyak juga yang berlatar belakang aktivis, pengusaha, dan pelaku industri IKM.

Kemampuan mereka mengelola jargon yang bakal diusung tentu beragam dan menarik untuk dibedah.

“Beberapa calon di Pilkada kita juga, dari generasi angkatan muda. Tentu ini menjadi menarik,” katanya.

Ia menegaskan, diskusi Kamisan tentu akan menarik dan menghasilkan cara pandang baru menyongsong Pilkada Serentak di NTB.

Mi6 merupakan organisasi Nirlaba yang independen  digagas dan didirikan, 4  oktober 2012 oleh Muchlis Dj. Tolomundu, mantan wartawan senior Majalah Tempo dan Matra, yang juga Pendiri Setara Institute – Jakarta bersama Aktivis Pro demokrasi,  Hendardi.

Me




Diskusi Publik; Jelang Dua Tahun Zul-Rohmi, Apa Sih Prestasinya?

Banyak program yang ditelurkan masih standar dan belum ada langkah-langkah khusus saat kondisi luar biasa atau ekstra ordinary

LOBAR.lombokjournal.com — Dua tahun kepimpinan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, menghadapi berbagai ujian bencana alam gempa bumi dan bencana non alam pandemi Covid-19.

Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) NTB menggelar diskusi publik bertama “Jelang Dua Tahun Zul-Rohmi, Apa Sih Prestasinya?” Diskusi digelar di Resto Dasker, Dasan Ketujur Dasker, Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Sabtu (04/07/20).

Pembina PGK NTB, Karman BM, mengatakan tema diskusi diangkat karena PGK NTB fokus pada isu nasionalisme dan kebangsaan, sehingga isu kepemimpinan menjadi hal rutin dikupas.

“Tema ini diangkat karena sebagai masyarakat sipil PGK mengusung ideologi kebangsaan. Isu seputar nasionalisme dan kebangsaan. Isu kepemimpinan bagian isu kebangsaan. Makanya kita angkat jelang dua tahun kepemimpinan Zul-Rohmi,” katanya.

Soal prestasi pemerintah, tidak boleh masyarakat hanya dihidangkan narasi yang dibangun oleh penguasa, sehingga melalui diskusi menjadi sebuah kritik maupun saran terhadap kepemimpinan Zul-Rohmi, yang masih tersisa cukup panjang.

“Apa sih prestasi yang sudah dilakukan Zul-Rohmi. Harus dibangun persepsi berbeda, tidak boleh narasi dibangun oleh penguasa,” imbuhnya.

Karmann BM mengatakan, saat pandemi Covid-19 kita ingin tahu apa kiat program revolusionernya.

Bagaimana treatment yang dilakukan Pemerintah NTB kita ingin dengar. Forum ini tidak untuk mencaci maki kepemimpinan Zul-Rohmi?

Moderator dialog Lalu Atharifathullah, memantik diskusi dengan memberikan ruang beberapa narasumber.

Di awal diskusi dipertanyakan, apa prestasi dua doktor di tengah badai pandemi saat ini.

“NTB paska rehabilitasi gempa kepemimpinan Zul-Rohmi diterpa musibah pandemi yang membuat sedikit menghambat kinerja. Namun banyak hal di luar yang sudah dilakukan dua doktor ini. Apa prestasi Zul-Rohmi di tengah badai global ini?” ujarnya.

Akademisi Unram, Doktor Asrin mengapresiasi media yang terus mengawal roda pemerintahan Zul-Rohmi.

Ia mengatakan, media telah berhasil membuka ruang agar masyarakat dapat mengawal dinamika pembangunan di NTB.

“Media punya kontribusi tinggi dalam membangun dinamika pembangunan di NTB ini,” kataya.

Menjadi kritik adalah soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB. Doktor Asrin mempertanyakan sejauh mana pembangunan IPM dengan berbagai bidang lainnya.

Masalah IPM merupakan salah satu kritik. Seanjutnya, menyusul pertanyaa lainnya, misalya pembangunan manusia ini seperti apa. Daya saing kita dari sisi SDM bagaimana, pendidikan bagaimana, dari sisi kesehatan?

“Apa yang menjadi fokus pembangunan NTB ke depan untuk mengingatkan pendidikan, kesehatan. Pendidikan kita rendah otomatis berdampak pada produktivitas baik daya ekonomi maupun kemampuan berpikir,” sambung Dosen Unram ini.

Ia mengatakan, meskipun angka harapan hidup di NTB meningkat, namun banyak PR yang harus dituntaskan. Misalnya, masalah kesejahteraan.

Meskipun angka harapan hidup di NTB sudah naik. Ketimbang dulu, kalau mau pendek umurnya hidup di NTB.

“Meskipun angka prestasi kasar kita naik tapi mentalitas masyarakat di NTB masih dalam taraf kultur bekerja lebih senang ke Malaysia. Mentalitas ini harusnya kita kikis. Kita siapkan tenaga profesional. Jangan sampai orang NTB bekerja di Malaysia hanya menjadi tenaga kasar, ini image yang harus kita lepas,” jelasnya.

Industrialisasi Pertanian Sebagai Sabuk Pengaman

Doktor Asrin mengatakan, pemerintah saat ini tengah sibuk dengan sektor pariwisata. Recovery terus dilakukan untuk kembali membangkitkan gairah wisata pasca gempa, meskipun saat ini kembali diterpa pandemi.

Namun katanya, pemerintah Zul-Rohmi telah melupakan industrialisasi pertanian. Padahal sektor pertanian dapat menopang NTB saat terjadi bencana.

“Pertanian kita bagaimana ketika semua digunakan ke pariwisata. Ketika bencana datang benar-benar terpuruk. Kalau industrialisasi pertanian sudah mapan, ini luar biasa. Sehingga kita memiliki sabuk pengaman,” katanya.

Industrialisasi pertanian yang dimaksud adalah industrialisasi pertanian moderen.

“Sebagai negara agraris, sebagian besar masyarakat kita petani. Jika pertanian kita tidak siap, kita akan kolaps. Bukan pertanian konvensional tetapi industrialisasi pertanian,” katanya.

Moderator sekaligus Stafsus Gubernur, Athar, menyambung diskusi dengan mengatakan masalah IPM sedang ditangani Zul-Rohmi dengan berbagai program sektor pendidikan, salah satunya pengiriman pelajar ke luar negeri.

“Selama ini tantangan kita IPM, artinya lambat laun memang naik dengan perlu mengejar lebih tinggi lagi. Ada singkron dengan program yang digalangkan dua doktor ini. Program beasiswa ke luar negeri. Industrialisasi pertanian menjadi catatan dan masukkan,” ungkapnya.

Sisi Positif Negatif

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, mengatakan kemenangan Zul-Rohmi di Pilgub NTB 2018 lalu belum merealisasikan program yang sesuai dengan janji kampanye, sehingga tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

“Dengan kemenangan Zul-Rohmi di Pilgub ada ekspektasi masyarakat NTB terhadap program pembangunan yang akan dijalankan sesuai kampanye. Dari RPJMD ketika menang, tapi paska dilantik NTB ada bencana gempa, pandemi,” katanya.

Pria ramah yang akrab disapa Didu ini mengatakan, banyak tantangan di era Zul-Rohmi.

“Paket Zul-Rohmi banyak tantangan atau hambatan padahal kemenangan dia menjadi era baru dalam kontestasi di NTB, bagaimana masyarakat Sumbawa menjadi pemimpin, begitu juga kaum perempuan pertamakali memimpin,” ujar Bambang.

Banyak program yang ditelurkan masih standar dan belum ada langkah-langkah khusus saat kondisi luar biasa atau ekstra ordinary.

“Kepemimpinan belum menunjukkan prestasi yang menggembirakan karena saya melihat apa yang dilakukan kepemimpinan Zul-Rohmi biasa saja atau standar. Tidak ada langkah-langkah misalnya dalam kondisi ekstra ordinary,” tegasnya.

Ia melihat ada kegalauan di pemerintahan Zul-Rohmi. Itu terbukti hingga saat ini pemerintahan Zul-Rohmi telah melakukan 14 kali mutasi.

“Saya melihat ada kecenderungan tidak ada satu aja yang menjadi marcusuar program berkesinambungan misalnya isu industrialisasi apa sih kebijakan dalam memajukan. Kedua saya melihat Zul-Rohmi ada kegalauan dalam memimpin dalam setahun sudah 14 kali mutasi. Ini bentuk kebingungan. Per 1,5 bulan ada mutasi,” ungkapnya.

Namun selain sisi lemah pemerintahan dua doktor itu, ada juga sisi positif. Kebebasan berekspresi di massa Zul-Rohmi terjamin. Pemerintah mereka tidak “Baper” dengan menjaga iklim demokrasi yang lebih bebas.

“Selain sisi lemah ada sisi baik, demokrasi jalan di NTB. Kebebasan orang bersuara boleh, tidak ada sekat boleh apapun ngomong tanpa perasaan ditekan,” ujarnya.

Selain itu, Zul-Rohmi dikatakan mengakomodir banyak orang. Itu terbukti dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang mengakomodir UKM/IKM lokal di NTB.

“Sisi lain saya lihat mengakomodir banyak orang untuk terlibat program dia, contohnya JPS. Tapi setelah selesai what’s next jangan sampai hanya semacam menjadi jargon saja,” katanya.

Wasekjend PB HMI, Saiful Hadi, menyoroti program beasiswa Zul-Rohmi. Menurutnya, itu belum kongkrit sesuai kebutuhan NTB. Ia mempertanyakan apa hasil akhir nanti ketika program tersebut finish.

“Bicara tentang isu kekinian memang cukup kompleks. Sangat menonjol hari ini Zul-Rohmi apa sih prestasi banyak hal, banyak hal juga menjadi beban,” katanya.

“Industrialisasi sangat relevan buat masyarakat NTB. Kok Zul-Rohmi belum perjelas output beasiswa. Terus didengungkan di media apa ending dari program ini. Karena ketika mereka pulang dari luar negeri mereka ngapain?”

Ia meminta agar Zulkieflimansyah lebih fokus bekerjasama dengan perguruan tinggi swasta menelurkan mahasiwa berprestasi yang ke depan dapat berkonstribusi membangun NTB.

Ia juga mengkritisi sektor pariwisata Mandalika yang katanya belum berjalalan sesuai ekspektasi.

“Sektor pariwisata sampai detik ini belum ada terlihat di KEK Mandalika. Kek begitu saja, kemarin saya makan bersama di sana ternyata banyak lahan yang mangkrak dan tidak diurus. Kata Pak Gub akan menyelesaikan secara adat, namun persoalan sengketa tanah jangan sampai pemuda di sana diusir. Kalau tidak mampu dikelola, kita anggap birokrasi sudah menjadi otoriter,” ujarnya.

Aktivis sekaligus Calon Ketua Umum PB PMII, Daud Azhari, mengungkapkan Gubernur NTB kurang aktif menemui mahasiswa NTB di Jakarta. Padahal banyak saran dan masukan dari mahasiswa untuk pembangunan NTB.

“Kalau bicara konteks SDM NTB sangat luar biasa. Zul-Rohmi hari ini kurang ramah lingkungan, setiap beliau ke Jakarta sangat sudah ditemui dan berdiskusi dengan teman aktivis di Jakarta,” selorohnya.

“Beasiswa saya pikir tidak usah terlalu berlebih-lebihan dalam menyiapkan SDM. Tinggal urus aja mahasiswa di luar daerah,” katanya.

Moderator Athar menetralkan diskusi dengan mengungkap masalah KEK Mandalika kini tengah dibentuk panitia penyelesaian sengketa. Ia membangun optimis persoalan lahan lokasi MotoGP tersebut dapat tuntas.

“Kek Mandalika sudah berbenah di akhir ini sengketa lahan sudah dibentuk panitia sengketa dengan menyelesaikan persoalan di lahan Mandalika,” sebutnya.

Ketua PGK NTB, Masyadi, di penghujung diskusi kembali menekankan apa prestasi Zul-Rohmi jelang dua tahun kepemimpinannya. Ia mengatakan berbagai program masih standar dan belum ada yang dapat diberi tepukan tangan.

“Prestasi dalam pemerintahan bukan prestasi tapi standar prosedur yang dijalankan. Kalau saya lihat yang dimaksud terkait otoritas legal.Tidak ada yang kita temukan tadi tidak muncul sampai saat ini. Rehabilitasi pasca gempa sampai sekarang belum selesai. Kemudian, birokrasi yang bersih, ternyata di lapangan banyak kita temukan oknum,” kata Masyadi.

Me




Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda di NTB Ikut Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila

Memeras Pancasila menjadi Trisila, lalu diperas lagi menjadi Ekasila,  adalah tindakan penodaan terhadap ideologi Pancasila yang selama ini menjadi landasan bernegara

MATARAM.lombokjournal.com —  Gaung penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) tak hanya terdengar di Jakarta.

Di NTB, penolakan senada juga disampaikan oleh berbagai kalangan, termasuk Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, TGH Hazmi Hamzar dan Pemuda Muhammadiyah Lombok Barat, melalui Ketuanya Muhsan, S.Pd.

Kepada LombokJornal.com, Hazmi menyampaikan bahwa keputusan MUI NTB sudah final yakni meminta pembahasan RUU HIP tidak dilanjutkan.

Disampaikan Hazmi yang juga anggota Komisi V DPRD NTB, RUU tersebut berindikasi memunculkan kembali luka sejarah bangsa Indonesia.

Selain ITU, Pancasila merupakan kesepakatan bersama para pendiri bangsa sebagai landasan ideologi Negara.

“Kita berharap dari daftar legislasi (RUU HIP) itu dikeluarkan. Karena (Pancasila) itu sudah keputusan bersama para pendiri bangsa ini,” katanya. Jum’at, (03/07/20).

Senada dengan Hazmi, Pemuda Muhammadiyah Lombok Barat melalui Ketuanya Muhsan, S.Pd menyampaikan penolakan terhadap RUU HIP.

Selain sebagai bentuk dukungan kepada putusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, juga melihat banyaknya dampak buruk yang akan terjadi jika nantinya RUU HIP disahkan menjadi Undang-Undang.

Ia juga menyitir berapa pasal yang tercantum dalam RUU HIP seperti memeras Pancasila menjadi Trisila, lalu diperas lagi menjadi Ekasila,  adalah tindakan penodaan terhadap ideologi Pancasila yang selama ini menjadi landasan bernegara.

Hal itu pada akhirnya bisa memicu gejolak di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

“Kita melihat riak yang dimunculkan RUU ini akan berdampak pada sosial di masyarakat. Ada gejolak yang muncul,” katanya.

Selain Muhsan, beberapa tokoh organisasi kemasyarakatan sebelumnya juga menyampaikan penolakan terhadap RUU HIP. Di antaranya anggota DPRD NTB dari Partai Demokrat TGH Mahally Fikri.

Di DPR RI sendiri, pembahasan RUU HIP tersebut sedang ditunda karena banyaknya penolakan dari masyarakat, termasuk dengan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di depan gedung DPR RI Senayan Jakarta beberapa waktu lalu.

Agar diketahui dalam Catatan Rapat Badan Legislasi Pengambilan Keputusan atas Penyusunan Rancangan Undang-Undang Tentang Haluan Ideologi Pancasila, 22 April 2020, RUU HIP merupakan usulan DPR RI dan ditetapkan dalam Prolegnas RUU Prioritas 2020.

RUU HIP diusulkan dilatar belakangi belum adanya landasan hukum yang mengatur HIP sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, yang paling banyak menjadi sorotan para penolak RUU ini adalah konsep Trisila dan Ekasila yang terdapat dalam Bab II pasal 7 pada RUU HIP. Bunyinya sebagai berikut:

  • Ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.
  • Ciri pokok pancasila berupa trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan.
  • Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong.

Ast




Paket Herbal untuk Nakes Pejuang Covid-19 NTB

MATARAM.lombokjrnal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima bantuan 600 paket herbal dari kegiatan Proyek Forest Investment Program (FIP)  II yang diselenggarakan di Balai KPH Rinjani Barat Dinas LHK Provinsi NTB.

Bantuan itu atas dukungan dana hibah dari Bank Dunia melalui Kementrian LH Jakarta.

Bantuan tersebut, diterima secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di ruang kerjanya, Kamis (02/07/20).

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan kepada tim medis yang selama ini berjibaku memerangi covid-19 di ranah terdepan.

Bantuan berisi ramuan herbal untuk kesehatan seperti minyak kayu putih dan jamu-jamuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan stamina para tenaga medis.

“Terimakasih atas perhatiannya terhadap tenaga medis yang telah berjuang melawan covid-19,” ujar mantan Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur tersebut.

Kadis LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, BScF., M. Si berjanji akan menyalurkan bantuan tersebut kepada tenaga medis yang membutuhkan.

“Bantuan ini merupakan dukungan Dana Hibah dari Bank Dunia Melalui Kementrian LH Jakarta. Semoga bermanfaat untuk tenaha medis kita,” harapnya.

@diskominfotikntb