Prabowo Tanda-tangani SK Dukungan Partai Gerindra Untuk Pilkada NTB

Prabowo Subianto juga menyampaikan salam hormat kepada para Cakada Partai Gerindra se Provinsi NTB

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Pemetaan kekuatan politik dan siapa saja calon yang bakal maju dalam Pilkada di tujuh daerah Kab/Kota di NTB semakin terlihat jelas.

Apalagi setelah Partai besutan Prabowo Subianto itu, yaitu Partai Gerindra telah memutuskan arah dukungannya di tujuh Pilkada NTB.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menyampaikan,  Ketum/KDP Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah menyetujui dan menanda-tangani tujuh Surat Keputusan (SK) tentang calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yang akan didukung dan diusung Partai Gerindra dalam tujuh Pilkada Kab/Kota di Provinsi NTB.

HBK mengatakan, tujuh SK tersebut sudah diterima pihaknya, Kamis (16/07/20) malam, dan rencananya akan diserahkan ke masing-masing Cakada pekan depan.

HBK bersama istri, Ny Hj Dian Bambang Kristiono

“Alhamdulillah, pada hari Kamis malam, 7 (tujuh) SK tentang siapa-siapa yang didukung dan diusung Partai Gerindra di Pilkada Kab/Kota se Provinsi NTB sudah saya terima langsung dari Bapak Ketum/KDP Partai Gerindra, Bapak H. Prabowo Subianto. Ins yaa Allah dalam minggu depan SK2 tersebut sudah bisa diserah-terimakan kepada para Cakadanya,” kata H. Bambang Kristiono (HBK), yang didampingi isteri tercintanya Hj Dian BK,  Jum’at (17/07/20) melalui keterangan pers tertulisnya di Jakarta.

HBK mengatakan, Ketum/KDP Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto juga menyampaikan salam hormat kepada para Cakada Partai Gerindra se Prov. NTB.

Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan itu menitipkan pesan agar para Cakada yang akan berkompetisi merebut suara dan kepercayaan rakyat terus turun ke bawah, mendengarkan aspirasi masyarakat pemilih, dan merealisasikannya setelah terpilih nantinya.

“Dengan telah keluarnya SK2 Pilkada ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih serta penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh Partai Koalisi Pendukung, yang telah menjatuhkan pilihannya untuk berjuang bersama-sama Partai Gerindra. Mudah-mudahan kita bisa bekerj-asama dengan baik, mampu menjaga soliditas dan kekompakan, sehingga mampu memenangkan perhelatan Pilkada2 iini,” tegasnya.

Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok ini menjelaskan, seluruh SK untuk tujuh Cakada di tujuh Kab/Kota di NTB ini sudah sesuai dengan rekomendasi Desk Pilkada DPD Partai Gerindra Provinsi NTB yang disampaikan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tugas saya untuk satu tahap ini sudah selesai, mengawal dan memastikan bahwa apa yang menjadi aspirasi dan suara arus bawah, berupa hasil seleksi Desk Pilkada Partai Gerindra Prov. NTB, semuanya diterima oleh DPP Partai Gerindra, tidak ada satupun yang berubah,” tutur HBK

HBK juga mengungkapkan, kecuali di Kab. Lombok Tengah, calon Wakil Bupati yang sebelumnya Ferdy berubah menjadi H. Nursiah, karena Ferdy belakangan mundur dari pencalonan.

Sehingga Cakada yang diusung Partai Gerindra adalah H. Lalu Pathul Bahri (petahana/ Wabup Kab. Loteng) dan H Nursiah (Sekda Kab. Loteng).

Menurut HBK, untuk Pilkada Kabupaten Lombok Tengah, sampai saat ini, yang sudah berkomitmen untuk berjuang bersama Partai Gerindra adalah PKB, Nasdem dan Partai Berkarya.

“Sudah cukup satu perahu, dengan jumlah kursi 17. Dan saya juga mendengar, in syaa Allah, dalam beberapa hari ke depan ada Partai-partai lain yang akan ikut memperkuat barisan. Tapi paling tidak, posisi saat ini calon yg didukung/diusung Partai Gerindra bersama Partai koalisinya, untuk Kab. Loteng ini sudah aman,” ujarnya.

Sementara itu untuk Pilkada Kab. Sumbawa Besar, kuat dugaan Partai Gerindra berkoalisi ramping dengan PAN. Konon SK Rekomendasi dari PAN untuk Kab. Sumbawa Besar  sudah terbit.

Me




Penyaluran JPS Gemilang Tahap III, Disambut Antusias Masyarakat Dompu

Program JPS Gemilang tak hanya membantu masyarakat kecil yang terdampak, tetapi juga memberdayakan IKM dan UMKM lokal

DOMPU.lombokjournal.com — Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III hari ini disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Dompu, Kamis (16/07/20).

Masyarakat Kabupaten Dompu sangat antusias dengan diterimanya JPS Gemilang tahap ketiga ini, karena sangat membantu mereka dalam meringankan kebutuhan sehari-hari.

Berpusat di Kantor Desa masing-masing, Program JPS Gemilang tak hanya membantu masyarakat kecil yang terdampak, tetapi juga memberdayakan IKM dan UMKM lokal yang sempat menurun penghasilannya karena Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Hj. Sri Susana mengungkapkan,  Pemeritah Kabupaten Dompu selalu memberikan pelatihan kepada pelaku IKM dan UMKM agar produk yang dihasilkan terjamin.

Ia juga sangat mengapresiasi program JPS Gemilang, karena program ini merupakan salah satu keberkahan bagi masyarakat Dompu yang sempat mengalami penurunan pemasukan di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Dengan kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi ini, kami mencoba merangkul teman-teman IKM dan UMKM di Kabupaten Dompu ini, untuk diberdayakan sambil kami memberikan pembinaan-pembinaan sesuai dengan kriteria agar produk dari usaha mereka dari segi higienis, mutu dapat terjamin,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi NTB melalui JPS Gemilang ini, lanjutnya, ikut membantu memasarkan produk lokal unggulan kabupaten/kota di NTB.

“Harapan kami ke depan program ini dapat berlanjut, karena masyarakat masih sangat membutuhkan. Dengan program JPS Gemilang ini, mudah-mudahan kabupaten/kota juga dapat mengikuti program cerdas ini sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita,” tutupnya.

Sekretaris Desa Matua, Kecamatan Woja mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah menyalurkan bantuan JPS Gemilang dari tahap awal hingga ketiga ini. Besar harapannya akan ada bantuan-bantuan lainnya yang diberikan Pemerintah kepada masyarakat setelah ini.

“Sekali lagi kami atas nama Pemerintah dan Masyarakat Desa Matua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Nursina, salah seorang warga yang telah merintis usaha kuenya selama 5 tahun, mengaku sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Setelah adanya bantuan dari pemerintah untuk ikut terlibat dalam menyediakan sembako dalam program JPS Gemilang. Menurutnya, JPS Gemilang sangat membantu usahanya yang sempat menurun.

“Saya sangat terbantu sekali, karena pandemi ini saya sempat mengeluarkan satu pegawai saya. Saya berharap program ini dapat berlanjut dan melibatkan kami dalam program JPS Gemilang ini,” jelasnya.

Senada dengan itu, pemilik IKM “Ori Coffee”, Ori Muhdar mengatakan dengan adanya program JPS Gemilang ini sangat membantu dan bermanfaat karena dapat membangkitkan IKM dan UMKM. Selain itu juga dapat menarik kembali pekerja harian yang sebelumnya dirumahkan karena pandemi Covid-19.

“Kami sangat terbantu karena produk-produk kami seperti kopi ini diakomodir dalam produk JPS Gemilang dan didistribusikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Fitriani, salah seorang warga penerima bantuan JPS Gemilang mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTB atas bantuan serta perhatian yang diberikan pemerintah selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Dompu yang telah memberikan bantuan ini, semoga ini bermanfaat bagi kami dan keluarga,” katanya

AYA/HmsNTB

 




Bakohumas Ajak Awak Media di Sumbawa Sampaikan Kabar Baik

Kabar baik di masa pandemi ini sangat perlu dikabarkan kepada masyarakat

SUMBAWA.lombokjournal.com – Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Nusa Teggara Barat  menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan konferensi pers terkait Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III di Kabupaten Sumbawa, Kamis (16/07/20.

Rakor tersebut diikuti Awak Media dan Lembaga Penyiaran Kab.Sunbawa, perwakilan dari TNI dan Polri,  para admin web dan medsos Diskominfotik, Bagian Humas Protokol Setda Kab.Sumbawa, serta unsur Camat dan Forum Kepala Desa setempat.

Kegiatan ini sebagai dukungan terhadap Gugus Tugas Covid-19 di NTB.

Rakor dan konferensi pers itu juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan Berita Baik untuk Nusa Tenggara menuju New Normal.

“Kabar kabar baik itu harus kita saling mengabarkan, kabar baik itu dapat meningkatkan imun kita,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol NTB, Najamuddin, S. Sos., MM, saat memberi sambutan di Rakor tersebut.

Najamuddin menjelaskan, kata-kata baik, kabar-kabar baik merupakan penyembuh serta bentuk kasih sayang kita terhadap orang lain. Karenanya, kabar baik terutama di masa pandemi ini sangat perlu dikabarkan kepada masyarakat.

Berita berita baik untuk kenormalan baru NTB ini telah dikampanyekan selama sebulan terakhir. Najamudin mengaku, ini pertama kampanye ini dilakukan di Pulau Sumbawa.

Kegiatan yang terselenggara di Aula Madilaoe ADT lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini, Ia mengutarakan rasa bahagianya dapat berjumpa langsung dengan para awak media di Sumbawa.

Tidak hanya itu, Najamuddin juga meminta agar sinergi antar pemerintah dengan media dapat terus berjalan terutama dalam mengkampanye berita-berita baik di NTB.

“Salah satu yang menjadi tugas kita bersama itu adalah bagaimana Sumbawa ini bisa bercerita atau bicara baik tentang kabar kabar yang harus disampaikan terkait dengan penanganan Covid-19 di Sumbawa maupun di Provinsi,” jelasnya.

Najamuddin berharap agar silaturahmi tersebut menjadi peningkat imunitas. Dan menjadi berkah bagi semua, menjadi peningkat imunitas dan menambah kasih sayang di antara semua pihak.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak keluar memberikan solusi kepada masyarakat melalui berita berita baik terkait dengan penangan Covid-19 di tempat kita masing masing.  Terima kasih atas kebersamaan TNI dan Polri, Forkopimda Provinsi dan Kabuparen, juga semua pihak termasuk awak media yangg turut sukseskan penyaluran JPS tahap I dan II,”  katanya.

Meningkatkan imun masyarakat

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori menyampaikan, memberikan kabar kabar baik bagi masyarakat ini sangat perlu dalam meningkatkan imun masyarakat.

“Pak karo ini sosok yang luarbiasa, saya kagum sekali dengan beliau, sepak terjangnya beliau dari organisasi sampai dengan di pemerintahan,” ujarnya.

Dalam penanganan Covid-19, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah memiliki standar yang sama.

“Kami di Sumbawa, penanganan ini sudah melaksanakan dengan serius,”ungkapnya.

Terkait dengan, JPS Gemilang, stabilitas ekonomi, pihaknya telah mendeteksi semua pelaku ekonomi yang terpapar Covid-19 di Sumbawa.

Ia mengajak seluruh rekan rekan media bersama menyatukan frekuensi dalam mengabarkan kabar baik kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Yusron Saudi mengapresiasi upaya yang dilakukan Biro Humas dan Protokol Prov. NTB.

“Ini kali pertama yang dilakukan dengan mengajak KPID KPID NTB untuk menyapa bersama teman teman media, kami antusias sekali,” ungkapnya.

Pihaknya juga kini sedang mengadakan lomba yang menarik yakni, bagaimana kita berupaya bersama untuk mengabarkan berita baik ke masyarakat. Ia mengajak rekan rekan media turut berpartisipasi dalam giat itu.

AYA/HmsNTB




Aksi Massa AIR Di Kantor Gubernur, Tuntut Pemprov Perhatikan Nasib Petani

Mendesak Pemprov NTB memberikan langkah kongkrit untuk membantu petani agar tidak terjadi gagal panen

MATARAM.lombokjournal.com — Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Indonseia Raya (AIR) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur NTB, Rabu (15/07/20).

Ketua AIR NTB, Hamzanwadi  memaparkan tuntutannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang hingga saat ini dinilai kurang memperhatikan Nasib petani yang ada di Provinsi NTB.

Terlebih disaat musim kemarau sudah banyak petani yang gagal panen, karena kurangnya Pasokan Air untuk pertanian .

“Kami menggelar aksi ini tujuannya agar pemprov NTB bis mendengarkan keluhan yang para petani rasakan selama ini,” tegasnya

Hamzanwadi minta Pemprov NTB memberikan langkah kongkrit untuk membantu petani agar tidak terjadi gagal panen.

“Kalau bisa dari Pulau Sumbawa sampai ke Lombok  pemerintah membangun Dam, Embung dan lain sebagainya, untuk menamoung air saat musim kemarau terjadi agar para petani tidak mengalami kerugian lagi,”  tegasnya

Ia menegaskan, bila Pemprov tidak merespon tuntutan Aliansi indonesia Raya (AIR) maka pihaknya meminta agar Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk  mundur dari jabatannya .

“Sudah mundur saja karena gagal  menciptakn suAsana yang baik  bagi petani, begitu juga bagi ekonomi  di NTB ini,” katanya.

Menurut Hamzanwadi, hingga saat ini Sudah ada petani yang dirugikan ada bebrapa puluh hektare yang lahan teramcam gagal.

“Jika pemprov tidak bertindak akan terjadi banyak petani yang mengalami gagal panen,”cetusnya

Sementara itu Asisten l Bidang Pemerintahan  Provinsi NTB, Hj. Bq.Eva Nurcahyaningsih menjelaskan akan meminta kepada stakeholder terkaif agar memberikan solusi untuk.menangani masalah yang dihadapi para petani ini.

“Nanti saya komuniksikan dengan dinas Pertanian yang berhak menjawab  karena pihak pertanian yang lebih paham atas kejadian ini,” katanya.




Demo di Tengah Pandemi, Massa Kesal Tak Ditemui Anggota DPRD NTB

Selain meminta pencabutan RUU HIP dari Prolegnas, mereka juga menghimbau anggota DPR fokus laksanakan tugas dan fungsi melayani rakyat sebagaimana amanat Undang-Undang

MATARAM.lombokJournal.com — Di Tengah Pandemi virus Corona, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi NTB Menolak Rancangan Undang-Undang Ideologi Pancasila  (RUU HIP), melangsungkan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD NTB tanpa ditemui satu pun anggota parlemen Udayana. Senin, (13/07/20).

Merekapun menyesalkan sikap anggota dewan, dengan menyebutnya tak menjalankan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat seperti yang diamanatkan undang-undang.

“Sering kami melaksanakan aksi di sini, kami tidak pernah yang namanya ketemu sama anggota DPRD itu. Sedangkan tuntutan kami harus didengar oleh pihak DPR itu,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap), Raden Riko Agustian.

Dijelaskan, anggota DPRD selaku wakil rakyat harusnya menjembatani semua lapisan masyarakat menyuarakan aspirasinya ke pemerintah.

Tetapi selama ini, Riko menyebut DPRD tidak peduli dengan hal itu. Hal tersebut semakin terbukti dengan tak hadirnya satu pun dari anggota parlemen untuk menemui mereka.

Padahal menurutnya, tujuan utama digelarnya aksi agar bisa menyampaikan tuntutan secara langsung ke anggota DPRD NTB.

“Sedihnya, kan tujuan kita Ketua DPR,” terangnya.

Dalam tuntutan aksi yang diserahkan perwakilan aksi ke Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, SH., MH disebutkan, selain meminta pencabutan RUU HIP dari Prolegnas, mereka juga menghimbau anggota DPR fokus laksanakan tugas dan fungsi melayani rakyat sebagaimana amanat Undang-Undang.

Menanggapi hal itu, Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, SH., MH selaku perwakilan DPRD NTB menyampaikan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sekretariat DPRD NTB tidak memiliki tugas dan fungsi lain, selain melayani kepentingan anggota DPRD NTB.

Pihaknya menyatakan akan menjembatani para mahasiswa dalam menyampaikan tuntutan mereka ke Ketua DPRD NTB.

“Menyambung lidah adek-adek semua kepada pimpinan dan anggota dewan,” kata Mahdi.

Mahdi juga menjelaskan bahwa apa pun yang menjadi aspirasi mahasiswa akan tetap didengar oleh Ketua DPRD NTB.

Untuk diketahui, dari pantauan lombokjournal.com di gedung DPRD NTB jalan Udayana, tak satu pun terlihat kendaraan anggota dewan terparkir.

Selain itu, hingga aksi demonstrasi berakhir tak satu pun dari anggota DPRD NTB terlihat memasuki kawasan gedung parlemen NTB tersebut.

Ast




Program JPS Gemilang Diapresiasi Masyarakat

Kepala Desa Loyok mengaku senang Desa Loyok dapat dijadikan lokasi peluncuran JPS Gemilang Tahap III

LOTIM.lombokjournal.com — Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III hari ini resmi diluncurkan.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meluncurkan paket JPS Gemilang Tahap III tersebut di Kantor Desa Loyok Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Senin (13/07/20).

JPS Gemilang Tahap III ini pun menjadi penutup pemberian bantuan terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Namun, Pemprov NTB berjanji akan terus memberikan bantuan stimulus lainnya kepada masyarakat.

Setelah JPS Gemilang Tahap III disalurkan, Pemprov akan fokus mengembangkan UKM/IKM agar semakin maju dan berkembang.

Penyaluran JPS Gemilang dari Tahap I hingga Tahap III juga mendapat respon beragam dari masyarakat.

UKM/IKM yang merasakan dampak perekonomian yang diakibatkan pandemi Covid-19 dapat terbantu berkat terobosan dari Pemprov NTB.

Perbaikan kualitas serta data penerima menjadi acuan bahwa penyaluran JPS Gemilang berjalan lancar dan sukses.

Begitu pula yang dirasakan oleh masyarakat Desa Loyok. Warga penerima bantuan mengapresiasi seluruh jajaran Pemprov dalam penyaluran JPS Gemilang hingga sampai ke Tahap III tersebut.

Kepala Desa Loyok, M. Rosyidi, S. Sos.I mengaku senang Desa Loyok dapat dijadikan lokasi launching JPS Gemilang Tahap III. Mewakili warganya, Ia berterima kasih atas kunjungan jajaran Pemprov ke Desa Loyok hari ini.

“Harapan kami kepada masyarakat, semoga dengan JPS Gemilang ini semangat untuk hidup, semangat untuk kerja bisa ditingkatkan,” ucapnya.

Kunjungan Wagub Ummi Rohmi juga dinilai telah memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih, mudah-mudahan bisa kembali ke desa kami dalam rangka memberikan motivasi, semangat bagi para pengrajin kami di Desa Loyok,” tambahnya.

Winda Safitri, salah seorang warga penerima bantuan JPS Gemilang mengucapkan terima kasih kepada Pemprov atas bantuan serta perhatian yang diberikan selama masa pandemi Covid-19.

“Saya Winda Safitri penerima JPS Gemilang tahap III, mengucapkan terima kasih banyak-banyak kepada Pemerintah Provinsi NTB dan kepada Wakil Gubernur yang telah hadir langsung ke Desa Loyok, semoga ini bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Hal yang sama diucapkan oleh Badaruddin, yang mengaku senang dapat berjumpa langsung dengan Wakil Gubernur di desanya sendiri.

Ke depan, Ia berharap kunjungan seperti ini akan lebih sering dilakukan.

“Terima kasih kepada Ibu Wakil Gubernur, yang telah hadir ke Loyok semoga menjadi penyemangat kami semua disini,” tuturnya.

Sebelumnya, Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengajak masyarakat untuk mencintai dan menghargai produk lokal buatan NTB. Sehingga, UKM/IKM selepas pandemi Covid-19 usai dapat mandiri dan maju dalam memasarkan produk-produknya.

“Mari kita tingkatkan produktifitas, tingkatkan kualitas dari produk-produk ini, supaya tidak sampai di sini saja kita beli produk kita, tapi seterusnya orang NTB harus membeli produk NTB sendiri,” pintanya.

Penyaluran bantuan JPS Gemilang ini pun diawali dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian esok hari, Selasa (14/07/2020) disusul oleh Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

BACA JUGA:

Wagub Minta Masyarakat Cintai Produk Lokal, JPS Gemilang Tahap III Diluncurkan Di Loyok

Jumlah penerima JPS Gemilang Tahap III yakni sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS. Sedangkan barang dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UKM/IKM dan juga kelompok usaha lainnya.

AYA/HmsNTB




Wagub Minta Masyarakat Cintai Produk Lokal, JPS Gemilang Tahap III Diluncurkan Di Loyok

Jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS

LOTIM.lombokjournal.com —  Masyarakat diajak mencintai dan menghargai produk lokal buatan Nusa Tenggara Barat.

Jika masyarakat menghargai produk lokal, maka para pelaku usaha IKM/UKM juga akan semakin berkembang.

Sehingga para pelaku usaha dalam daerah setelah pandemi Covid-19 berlalu, dapat mandiri dan maju dalam memasarkan produk-produknya.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan itu saat  meluncurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III di Desa Loyok, Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Senin (13/07/20).

Wagub mengharapkan adanya peningkatan produktifitas.

“Tingkatkan kualitas dari produk-produk ini, supaya tidak sampai di sini saja kita beli produk kita. Tapi seterusnya orang NTB harus membeli produk NTB sendiri,” kata wagub.

Dikatakan, paket dalam JPS Gemilang III berisi produk-produk yang dibuat oleh UKM dan IKM lokal. Hal ini dilakukan untuk mendorong UKM/IKM lokal agar terus berkembang di tengah pandemi.

“PR berikutnya, ke depan harus kita ciptakan pasar, kita harus kerja keras agar kualitas semakin bagus dan harga semakin bersaing,” kata Umi Rohmi.

Wagub kembali mengingatkan pentingnya masyarakat menjaga kesehatan.

Modal kesehatan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi masyarakat. Desa wisata seperti Desa Loyok, kata Wagub, harus bebas dari Covid.

Sebab Desa Loyok menjadi salah satu desa wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kita harus bisa menjaga desa kita agar tetap sehat, tidak ada yang kena Covid-19, dengan begitu, jika masyarakat di desa sehat maka orang tidak akan takut dan merasa aman untuk datang ke desa ini,” kata Ummi Rohmi.

Ditekankan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan ketat agar masyarakat desa Loyok terhidar dari wabah Covid-19.

Agar masyarakat memahami pentingnya protokol kesehatan, aparat desa diminta terus melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan ini.

“Kita tidak boleh lengah, kita harus disiplin, kalau mau sehat kita ikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tutur wagub.

Disampaikan terimakasih seluruh pihak yang ikut serta menangani pandemi dan dampak yang ditimbulkan baik dari Pemda, Pemerintah Desa, Forkompinda dan pihak terkait lainnya.

Menghidupkan UKM/IKM Lotim

Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi mengatakan, JPS Gemilang dari Pemprov NTB ini sangat membantu Kabupaten Lombok Timur dalam menangani dampak pandemi.

Program ini bukan hanya memberikan bantuan dalam bentuk sembako, namun juga telah menghidupkan UKM/IKM yang ada di Lombok Timur.

“Terimakasih kepada pemerintah provinsi yang telah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Lombok Timur ini,” tuturnya.

Ia berharap Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB pada umumnya segera pulih agar kondisi sosial dan perekonomian masyarakat dapat normal kembali.

Untuk diketahui, jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS.

Sedangkan produk-produk yang ada dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UMKM/IKM/kelompok usaha.

Untuk penerima manfaat di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM yang terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967.

BACA JUGA: Program JPS Gemilang Diapresiasi Masyarakat

Di Pulau Sumbawa sebanyak 36. 724 PKM, terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat 2.639, Kabupaten Sumbawa 7.106, Kabupaten Dompu 8.696, Kabupaten Bima 16.093 dan Kota Bima 2.187.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Tahap III Mulai Didistribusikan Hari Senin, 13 Juli 2020, Libatkan 4.673 UMKM/IKM

Penerima manfaat, di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM, terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah akan meluncurkan paket JPS Gemilang Tahap III, hari Senin tanggal13 Juli 2020, di Kantor Desa Loyok Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.

Pemprov NTB akan menyalurkan paket bantuan tersebut ke kabupaten/kota se-NTB.

Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III telah rampung dipersiapkan oleh pemerintah Provinsi NTB.

Ini juga komitmen Pemprov untuk menyalurkan bantuan tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas paket bantuan serta pemberdayaan atau pelibatan IKM/UMKM sebanyak mungkin.

Asisten II Setda Provinsi NTB Ir. H. Ridwansyah, MM, M. TP, mengatakan persiapan penyaluran paket bantuan itu sudah rampung 100 persen dan siap untuk disalurkan ke masyarakat.

“Persiapan JPS Gemilang tahap III sudah 100 persen,” ungkapnya.

  1. Ridwansyah menyampaikan, penyaluran bantuan JPS Gemilang tersebut diawali dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian Selasa 14 Juli 2020, disusul oleh Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu Bima dan Kota Bima.

Jumlah penerima tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS. Sedangkan barang dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UMKM/IKM/kelompok usaha.

Penerima manfaat, di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM, terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967.

Di Pulau Sumbawa sebanyak 36. 724 PKM, terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat 2.639, Kabupaten Sumbawa 7.106, Kabupaten Dompu 8.696, Kabupaten Bima 16.093 dan Kota Bima 2.187.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan semangat pemberdayaan IKM/UMKM  dalam produk JPS yang disediakan Pemerintah Provinsi NTB dalam Program JPS Gemilang, tetap menjadi konsep penyediaannya pada tahap ketiga tersebut.

Gubernur Zul menekankan, agar produk-produk yang disediakan dalam JPS Gemilang tahap III tersebut merupakan produk yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kita jangan terlena dengan tahapan penyelenggaraan JPS tahap I dan II, tetapi harus mengawal tahap III lebih baik,” kata Gubernur Zul didampingi Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat Rapat Evaluasi JPS tahap II dan persiapan JPS III di Mataram belum lama ini.

Gubernur Bang Zul juga meminta agar melibatkan banyak UMKM dan IKM lokal di NTB. Sehingga produk yang diberikan juga lebih bervariasi dengan hasil produk yang banyak melibatkan masyarakat untuk bekerja.

Keterlibatan UMKM dan IKM  di JPS Gemilang tahap I dan II, dinilainya, sudah mampu melatih mereka untuk terus menyiapkan produk yang berstandar untuk dipasarkan secara umum.

Gubernur menekankan JPS Gemilang Tahap III harus detail dan dipastikan tidak ada masalah. JPS Gemilang lanjutnya tidak hanya memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat di masa pandemi. Akan tetapi sekaligus langkah untuk membangkitkan UMKM dan IKM agar berkembang.

Meski yang terakhir, baginya JPS tahap III justru merupakan awal kebangkitan pertumbuhan ekonomi NTB.

“Ini menandai mulainya stimulus stimulus ekonomi,” tuturnya.

Bantuan JPS diharapkan menjadi pemicu peningkatan kualitas produk UMKM dan IKM. Dengan produksi skala lebih besar bisa menekan harga dan siap melebarkan sayap pemasarannya.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menegaskan semangat awal pemberdayaan UMKM dan IKM merupakan roh dari JPS Gemilang ini.

“Tentunya UMKM maupun IKM ini yang akan banyak melibatkan masyarakat untuk menggerakan ekonomi kita,” kata Wagub Rohmi.

Pandemi Covid-19 memberikan sisi positif kepada masyarakat kita. Disamping mengajarkan untuk terapkan berperilaku sehat, namun membangkitkan pemberdayaan UMKM/IKM di sisi ekonomi. “Ini yang harus benar-benar dimanfaatkan,” tuturnya.

Wagub mememinta agar penyaluran JPS Gemilang tahap III, dipersiapkan dan direncanakan dengan matang sebelum disalurkan kepada masyarakatlumnya juga, Assisten II Setda Provinsi NTB, H. Ridwan Syah memaparkan tentang penyaluran JPS tahap II yang sudah berjalan lancar.

Pembagian wilayah kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal dan bertanggungjawab terhadap penyaluran JPS di Kabupaten/Kota se-NTB telah berjalan lancar dan efektif, sehingga semua persoalan dan kendala dapat dihindari.

“Rencananya melihat kebutuhan masyarakat, ada beberapa produk yang nantinya diganti, namun akan dilihat situasi dan keadaan produk tersebut, baik itu ketersediaan dan kebutuhan masyarakat, sehingga lebih bervariasi,” tutupnya.

Persiapan tahapan proses JPS Gemilang tahap III akan terus dikoordinasikan dengan berbagai rakor dan evaluasi, sehingga menghasilkan keputusan yang matang sebelum didistribusikan.

Keberhasilan penyaluran JPS tahap II ini tentu berkat kerjasama yang baik antara OPD Lingkup Pemprov, Kab/Kota, TNI, Polri dan Kejaksaan, termasuk juga dengan para Mitra dan UMKM/IKM serta para pihak lainnya.

AYA/HmsNTB




Dukung Kampung Sehat, Sekda KLU dan Forkopimda Panen Raya Padi di Jenggala

Diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, jika sudah dikonversi menjadi beras djumlahnya sekitar 35082 ton

TANJUNG.lombokjournal.com — Pemerintah Daerah Lmbok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar panen raya padi Cherang di Dusun Montong Gedeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Kamis, (09/07/20)..

Panen raya padi Cherang,  selain bertujuan penyediaan kebutuhan pangan kegiatan ini untuk mendukung dan mewujudkan kampung sehat di Kabupaten Lombok Utara menyongsong tatanan New Normal.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) KLU Drs. H. Suardi, MH, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, S.Sos, MT, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Kepala OPD, Camat Tanjung Samsul Bahri, dan Kepala Desa Jenggala Fahrudin.

Sekda H Suardi bersama Frkopimda

Usai memanen, Sekda H. Suardi menyampaikan, komoditi padi yang dipanen cukup bagus seraya mengharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya dalam situasi pandemi Covid-19.

Panen padi itu merupakan gerakan yang mengajak semua lapisan masyarakat guna menata kampung sehat. Konsep kampung sehat diluncurkan untuk menciptakan tatanan lingkungan steril dari corona dan tumbuhnya ekonomi yang produktif di kampung-kampung.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengajak para petani untuk menanam komoditi tanaman yang mampu menunjang ekonomi seperti padi dan tanaman lainnya.

“Padi di Lombok Utara khususnya di Desa Jenggala ini hasilnya bagus dan bisa mencukupi kesediaan pangan. Insya Allah kita tidak bergantung suplai pangan dari luar,” kata Sekda, H Suardi.

Diterangkan Sekda, menanam komoditi tanaman yang ramah lingkungan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan alam. Membuat suasana batin menjadi tenang, sehat, imunitas kuat, dan penyebaran Covid-19 dapat terkendali.

“Dengan kampung sehat, lingkungan kampung kita jadi asri dan tangguh dalam berbagai persoalan yang dihadapi. Saya berpesan mari bersama-sama mewujudkan kampung kita menjadi sehat, asri dan tangguh,” pesan Suardi.

Tidak mengkhawatirkan pangan

Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan mengungkapkan, pada intinya pertahanan itu bukan saja identik dengan ketahanan terhadap musuh.

Tapi, salah satu bentuknya juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat tidak mengkhawatirkan pangan, lantaran dapat tercukupi untuk beberapa bulan dijamin tidak kekurangan pangan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah menuturkan tujuan jangka pendek kampung sehat adalah mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Penyebaran wabah Covid -19 bisa dicegah ketika kondisi masyarakat bersih, sehat, tangguh, dan siap secara fisik.

“Kesiapan masyarakat secara fisik terlihat jika pangan terpenuhi, sehingga gizi dan imunitas mereka naik dan potensi terkena virus pun rendah,” kata Kapolres

Dalam jangka panjang, masih kata Ferry, kampung sehat bisa dilanjutkan kelangsungannya kendati Covid-19 berakhir.

“Keberlangsungan program kampung sehat ini bisa dilanjutkan nantinya tidak semata-mata antisipasi penyebaran Covid, tapi untuk ketahanan pangan agar tetap asri, harmoni dan keamanan masyarakat terjamin,” terang Kapolres AKBP Ferry Jaya.

Ditambahkan Kapolres, kampung sehat saat ini tengah memasuki akselerasi kesiapan masing-masing desa, dengan tolak ukur memiliki pos kesehatan, memiliki rumah isolasi mandiri, dan pola penyelesaian permasalahan secara musyawarah.

Di lain pihak, Plt. Kepala DKPP KLU Ir. Hermato menjelaskan, ketersediaan pangan di Lombok Utara merujuk data beras hasil panen padi bulan Apri sampai Juli sekitar 9800 H.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, jika sudah dikonversi menjadi beras djumlahnya sekitar 35082 ton.

“Mengacu jumlah penduduk Lombok Utara sekitar 239 ribu jiwa disandingkan dengan hasil panen pada periode April-Juli, maka kebutuhan pangan kita bisa tercukupi,” pungkasnya.

sid




Gubernur Zul Ingatkan, JPS Gemilang III Upaya Membangkitkan IKM dan UMKM

Ditekankan,  penyaluran JPS Gemilang tahap III Harus detail dan dipastikan tidak ada masalah

MATARAM.lombokjournal.com —  Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang telah siap memasuki tahap III. Penyaluran akan dimulai pada pekan depan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pada rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan peluncuran JPS Gemilang tahap III menyampaikan, tahap III atau tahapan terakhir ini harus benar-benar dipersiapkan.

“Kekurangan pada JPS I bisa diperbaiki dan kita punya prestasi JPS II ini nyaris tanpa cacat. JPS III ini harus hati hati,” ujar Gubernur Zul saat  rakor di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur NTB, Jumat (10/07/20). .

Ditekankan,  penyaluran JPS Gemilang tahap III ini tidak perlu terburu buru. Harus detail dan dipastikan tidak ada masalah.

Gubernur Zul mengingatkan, hadirnya JPS Gemilang ini tidak hanya memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat di masa pandemi.

“JPS Gemilang merupakan suatu langkah membangkitkan UMKM dan IKM, agar dapat berlari dan berkembang,” katanya.

Lebih jauh, Gubernur Zul menerangkan,  JPS Gemilang tahap III ini bukan akhir melainkan awal kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi di NTB.

“Ini menandai mulainya stimulus stimulus ekonomi,” tuturnya.

Diharapkan JPS Gemilang ini menjadi pemicu awal dan perbaikan dan peningkatan kualitas produk UMKM dan IKM.

Agarsaat berproduksi dalam skala lebih besar, dapat menekan harga dan siap melebarkan sayap pemasarannya hingga nasional dan internasional.

Semua item produk lokal

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, JPS Gemilang termasuk skala nasional menjadi beda dengan tempat lain. Sebab semua item bantuan merupakan  produk lokal.

Wagub menekankan, apa yang diinisiasi  Gubernur ini, Wagub memin Zul diminta berkelanjutan. .

“Bagaimana menindaklanjuti, harus lebih dipersiapkan, koordinasi seluruh OPD OPD penyedia, agar proses ini dapat berjalan seterusnya, UMKM, IKM kita bisa terus berproduksi, ketersediaan marketnya, baik nasional maupun internasional,” pinta Wagub.

Ditambahkan, situs i-Shop NTB yang menjual produk produk unggulan NTB dapat benar benar diseriusi, baik konten maupun sistem harus yang memudahkan pengguna.

“Ini harus betul-betul diseriusi, baik konten maupun sistem yang memudahkan, bagaimana ini bisa seterkenal online shop lainnya,” ujar Ummi Rohmi.

Tantangan ke depan, bagaimana perekonomian ini dapat stabil, tidak hanya saat JPS Gemilang saja, tapi dapat terus berproduksi.

Wagub mengapresiasi kerja keras dan sinergi Gugus Pemulihan Sosial Ekonomi Dampak Covid-19 Provinsi NTB.

jumlah penerima pada JPS Gemilang tahap III ini sebanyak 120.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yakni dengan uraian 110.130 DTKS dan 9.870 Non DTKS.

Barang yang akan disalurkan dalam JPS Gemilang III, menggunakan produk yang berasal dari 4.673 UKM/IKM/Kelompok.

Hal itu disampaikan Asisten II Setda NTB , H. Ridwansyah, yang menjadi moderator rakor itu. Menurutnya, persiapan JPS Gemilang tahap III berjalan hampir 100 persen.

AYA/HmsNTB