Wagub Tegaskan, Data Miskin Berkorelasi Dengan Angka Kemiskinan di NTB

Dari data BPS, ternyata masyarakat penerima bantuan masih banyak yang salah sasaran

MATARAM.lombokjournal.com – “Validasi data ini sangat sangatlah penting, untuk merapikan data miskin kita, dan korelasinya sangat berhubungan dengan angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ucap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah.

Wagub Hj Sitti Rohmi menyampaikan itu saat menyampaikan paparan pada telekonferensi, dari Pendopo Wakil Gubernur NTB, Rabu (22/07/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Wagub membenarkan, NTB meminta khusus pada Kementerian Sosial bagaimana NTB benar benar melakukan pemutakhiran data terpadu.

“Seperti apa yang selama ini diprogramkan tetapi aktualnya belum bisa berjalan dengan semestinya,” tambahnya.

Menurutnya, harus dipahami permasalahan serta ujung tombak data ini, ada di Desa.

Karena itu, peran Kota/Kabupaten dan Provinsi untuk memfasilitasi  validasi data ini perlu, sehingga dapat dilaksanakan empat kali dalam satu tahun dan dapat menjadi suatu sistem di NTB.

“Kalau ini sudah bisa kita lakukan, tersistem betul empat kali dalam satu tahun kita bisa memperbaiki data miskin kita. Tidak akan ada lagi masalah dalam pendistribusian program, baik itu dari Dinas Sosial maupun dinas-dinas lain. Karena ke depan, program program yang diluncurkan harus merujuk kepada data miskin yang ada di Dinas Sosial yang memang tersistem secara nasional,” ucapnya.

Wagub menekankan keseriusan segala pihak, sehingga dengan validasi data empat kali dalam satu tahun ini, akan memudahkan kita dalam mengukur penurunan angka kemiskinan di NTB.

Diharapan, agar Bupati serta Sekda beserta jajarannya sungguh-sungguh memandang ini sebagai satu hal yang penting dalam menyelesaikan masalah kemiskinan di NTB.

Dari data BPS, ternyata masyarakat penerima bantuan masih banyak yang salah sasaran. Karena itu,  ke depan di NTB tidak boleh lagi terjadi hal yang serupa, sehingga seluruh program-program yang diluncurkan oleh Pemerintah baik itu Nasional, Provinsi maupun Kabupaten/Kota benar-benar tepat sasaran.

“Sesungguhnya kalau kita melihat jumlah dari pada bantuan ini seharusnya tidak ada kata kurang, karena kalau kita merujuk kepada data BPS seharusnya bantuan-bantuan ini jumlahnya sudah lebih dari pada yang kita butuhkan tetapi memang permasalahannya adalah ketepatan sasaran inilah, sehingga perlu sungguh-sungguh kita seriusi hal ini,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Wagub menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Lombok Timur atas respon yang luar biasa terhadap validasi data.

“Terus terang dari Lombok Timur sendiri sebelumnya juga sudah memberikan masukan-masukan juga kepada kami dan kami sangat apresiasi itu,” terang Wagub.

Setelah mendengar paparan dari 10 Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTB Wagub mengapresiasi respon dan capaian dari masing masing wilayah tersebut.

“Saya mengapresiasi tadi Kabupaten Lombok Timur sudah melakukan, kemudian juga Lombok Tengah yang hasilnya juga luar biasa. Kemudian Kota Mataram juga sudah berjalan dan Kabupaten Sumbawa juga sudah melakukan, artinya semua kita ini sedang melakukan. Hanya satu yang saya tangkap tadi yang belum, Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Wagub berharap, agar kesempatan ini dipergunakan dengan sebaik baiknya dan berharap tidak ada data yang harus diperbarui di Kabupaten Bima, akan tetapi kalaupun ada maka dapat segera diselesaikan.

“Sekali lagi terima kasih Bapak Bupati Lombok Timur yang setia sampai dengan akhir, juga bapak bupati Dompu Bupati KSB dan Bapak Sekda dan seluruh hadirin. Saya sangat berharap nanti di akhir bulan ini data yang ada di NTB ini, sudah tervalidasi sesuai dengan aktualnya sesuai dengan kondisi realnya, sesuai dengan kondisi yang seharusnya dari warga warga kita yang mendapat bantuan,” tutup Wagub.

Validasi data, kewajiban daerah

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Halik yang memantau berlangsungnya telekonferensi menyampaikan, sesuai dengan kewenangan pada undang-undang nomor 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin, bahwa untuk pendataan khususnya untuk verifikasi dan validasi data adalah kewajiban daerah.

“Kita harus aktif melakukan pendataan. Pemerintah Pusat memberikan ruang kepada kita dalam 1 tahun itu 4 kali untuk melakukan validasi data. Khususa NTB, Agustus ini diberikan waktu untuk melakukan perbaikan,” terangnya.

Sejak menerima surat dari Gubernur NTB pada tanggal 30 Juni, yang meminta kepada Kabupaten/Kota untuk melakukan verifikasi dan validasi data, pihaknya langsung melakukannya.

Ahsaul minta agar kesempatan yang diberikan ini dapat dipergunakan sebaiknya serta memperkuat sinergitas.

Dalam telekonferensi itu, Wagub didampingi oleh Asisten I Setda Prov NTB, Kepala BPMPD Prov.NTB dan Kepala Diskominfotik NTB.

AYA/HmsNTB




Bupati Najmul Akhyar Jelaskan Penanganan Pandemi Covid-19, Saat Sidang Paripurna Istimewa

Diterapkannya era kenormalan baru, masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas rutin sembari menerapkan protokol kesehatan sebagai gaya hidup baru

TANJUNG.lombokjournal.com – Dalam Sidang Paripurna Istimewa, guna Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Lombok Utara, di ruang sidang sementara DPRD KLU, Senin (20/07/20), Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, menjelaskan penanganan pandemic Covid-19.

Dalam  Sidang Paripurna Istimewa yang dibuka Ketua DPRD Lombok Utara, Nasrudin, SH itu, Bupati menjelaskan,  Lombok Utara tidak hanya diuji bencana alam, namun juga bencana non-alam pandemi Covid-19 yang penyebarannya sungguh cepat, serta menimpa sebagian besar masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Lombok utara pun, kata Najmul, tidak luput dari serangan wabah global tersebut.

Pada momentum bersejarah bagi KLU itu, Sekjen APKASI ini menyampaikan sejumlah upaya dan langkah nyata yang dilakukan secara berkala oleh pemerintah daerah bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran pandemi corona di KLU.

Dimulai dari penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum wilayah Lombok Utara, pengamanan dan pengecekan suhu tubuh pelintas jalan pada 3 kawasan perbatasan Pusuk Pas, Klui Malaka dan Sambik Elen Bayan.

Melaksanakan monitoring pelabuhan Bangsal dengan mengawasi keluar masuknya masyarakat lokal dan wisatawan asing yang hendak menyeberang ke tiga gili.

Selain itu, Gugus Tuga Covid-19 KLU juga memberikan imbauan tetap menjaga kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Mematuhi protokol kesehatan Covid-19, seperti menjaga jarak sehat, mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun, dan wajib menggunakan masker ketika hendak bepergian.

Selanjutnya pengamanan dan penataan jarak lapak antar-pedagang di pasar-pasar dalam wilayah KLU, membagi masker, sosialisasi serta mengimbau seluruh lapisan masyarakat terkait pentingnya upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Selain itu, memberi layanan kepada pasien positif Covid-19 dan ODP suspek reaktif di Unit Layanan Karantina secara teratur baik layanan medis, layanan tempat, dan layanan kuliner bagi yang terdampak covid-19.

Berikutnya memberi bantuan sembako kepada warga KLU sesuai ketentuan yang berlaku. Bantuan diberikan juga kepada keluarga pasien yang berstatus reaktif serta positif Covid-19 melalui jaring pengaman sosial dan lainnya.

New normal atau kenormalan baru

Dalam kesempatan sidang paripurna istumewa itu, bupati sarat prestasi itu menuturkan, saat ini KLU tengah bersiap menjalani fase kenormalan baru.

Pemerintah Daerah Lombok Utara pun kini sedang mempersiapkan segala hal untuk menyambut penerapan tatanan baru tersebut.

“Pendekatan yang perlu kita biasakan yaitu menanamkan semangat saling menguatkan dan saling menjaga satu dengan lainnya. Insya allah kita dapat melewati masa sulit ini dan siap menuju era kenormalan baru dengan prinsip utama penyesuaian pola hidup sehari-hari,” kata Bupati Najmul mengingatkan.

Dengan diterapkannya era kenormalan baru, masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas rutin sembari menerapkan protokol kesehatan sebagai gaya hidup baru.

Bupati Najmul mengajak semua pihak berdamai dan hidup berdampingan dengan virus Corona dengan tetap menerapkan sejumlah hal untuk menciptakan rasa aman dan nyaman saat melakukan aktivitas.

“Segenap pemangku daerah telah bersinergi dengan baik dalam menggerakkan pembangunan. Dengan segenap daya, energi yang kita miliki, dan kemitraan yang simultan untuk mencapai target pembangunan. Alhamdulillah telah menunjukkan perkembangan yang baik dan hasil-hasil pembangunan dapat kita raih,” tegasnya.

Meskipun dua tahun terakhir, dijelaskannya, warga Lombok Utara diuji oleh badai bencana, tapi tidak menghalangi spirit pengabdian para pemangku pemeeintahan untuk terus mendorong semangat dan upaya nyata dalam membangun daerah.

“Berkat sinergi dan kemitraan yang baik itu pula, pada kurun empat tahun terakhir (2016-2020), Lombok Utara menorehkan pencapaian pembangunan yang baik dan cukup progresif, dengan mencatat sejumlah 31 penghargaan tingkat lokal, nasional serta tingkat internasional,” jelas bupati.

Orang nomor satu di KLU ini juga menyampaikan sekelumit ukiran capaian yang telah dilaksanakan Pemda Lombok Utara 2020, kendatipun dirundung wabah Covid-19.

Capaian itu antara lain penanganan RTG yang progresif lantaran bisa dicapai dalam waktu relatif singkat. Dalam tempo 1 tahun 10 bulan penanganan gempa bumi, imbuh bupati, pemerintah daerah telah membangun sebanyak 35.417 unit dari 55.710 unit atau sekitar 63 persen.

“Digenapi dengan pemberian penghargaan oleh koran sindo dan sindonews.com sebagai daerah dengan manajemen penanganan bencana berkategori baik dan responsif. Kita dapat penghargaan inovasi dalam rehabilitasi penanganan bencana gempa bumi.  Masih pada tahun yang sama, KLU kembali mendapat opini WTP 6 (enam) kali berturut-turut dari BPK RI dalam rentang waktu 2014-2019,” tutup Bupati Najmul.

BACA JUGA;

Sidang Paripurna Istimewa HUT KLU Ke-12, Bupati Jelaskan Penanganan Gempa 

Sidang Paripurna Istimewa yang berlangsung khidmat dan diapresiasi sejumlah kalangan itu dihadiri Ketua DPR Nasrudin, SHI, Wakil Ketua II H. Burhan M. Nur, SH, Wakil Ketua III Mariadi, S.Ag, para anggota DPRD KLU, Anggota DPRD Kota Sukabumi Jawa Barat, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH, para asisten, staf Ahli, Kepala OPD serta undangan lainnya.

api




Sidang Paripurna Istimewa HUT KLU Ke-12, Bupati Jelaskan Penanganan Gempa  

Rumah Tahan Gempa (RTG) selesai terbangun 100 persen mencapai 35.417 unit, hanya dalam tempo satu tahun 10 bulan

TANJUNG.lombokjournal.com — Menjelang 12 tahun Kabupaten Lombok Utara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menggelar Sidang Paripurna Istimewa, guna Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Lombok Utara, di ruang sidang sementara DPRD KLU, Senin (20/07/20).

Bupat Najmul Akhyar

Sidang Paripurna dibuka Ketua DPRD Lombok Utara, Nasrudin, SH. Menurutnya, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, makna hari jadi Kabupaten Lombok Utara terus dijunjung dengan nilai-nilai positif dan semangat tak pernah luntur, dengan mematuhi standar protokol kesehatan di masa pandemi virus Corona.

“Jauh hari sudah dikoordinasikan bersama Tim Gugus Covid-19, sehingga kita dapat hadir dan melaksanakan rapat paripurna istimewa. Kita dapat berkumpul bersama di tempat ini untuk mengingat kembali hari bersejarah terbentuknya Kabupaten Lombok Utara, tanggal 21 Juli 2020,” ungkap Nasrudin.

Makna khusus

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dalam pidatonya menyampaikan, perjuangan pembentukan daerah otonomi sebagaimana diharapkan seluruh masyarakat Lombok Utara terwujud dengan pembentukan Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menjadi tonggak sejarah penting bagi keberlangsungan KLU sebagai pelaksanaan dari UU Nomor 26 Tahun 2008.

Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-12 memiliki makna khusus bagi dirinya bersama Wakil Bupati Lombok Utara. Pasalnya, tahun 2020 merupakan masa terakhir periode perkhidmatan pemimpin Lombok Utara.

Tahun penuntasan pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2016-2021.

“Syukur alhamdulillah, kita bisa menjadi pemangku amanah  pembangunan yang memiliki semangat kebersamaan dan terus berjibaku membangun segenap aspek pembangunan pasca didera musibah, mulai bencana alam gempa bumi tahun 2018, disusul bencana non-alam Covid-19 tahun 2020,” tuturnya.

Cobaan dan ujian ini tidak mengendorkan semangat juang semua pemangku pemerintahan untuk merajut kembali asa masa depan yang lebih baik.

Dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat serta menorehkan pencapaian-pencapaian yang baik untuk daerah.

Bupati Najmul menegaskan, Sidang Paripurna Istimewa menyambut usia 12 tahun adalah penyelenggaraan ketiga sejak daerah otonomi di NTB ini terbentuk pada 2008 silam.

“Peringatan HUT KLU yang akan dilaksanakan pada 21 Juli 2020 bukan hajatan seremonial semata, tapi kilas balik sejarah berotonomi dan refleksi atas apa yang telah, sedang, dan yang akan kita kerjakan untuk membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara,” terang Bupati Najmul.

Dikatakan, manifestasi nyata dari kesungguhan dan komitmen seluruh pemangku, bersatu membangun daerah melalui sinergi yang simetris antara multi-stakeholder.

Penanganan bencana gempa

Bupati Najmul mengatakan, upaya Pemerintah Lombok Utara dalam menangani dampak bencana gempa dua tahun silam dapat dilihat dari data kerusakan, progres rehabilitasi serta rekonstruksi.

Total pemukiman warga yang rusak baik berat, sedang dan rusak ringan berjumlah 75.741 unit. Dan, total infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak sejumlah 85 unit. Kerusakan dalam dua aspek itu ternyata terbanyak di NTB.

Pada fasilitas pendidikan, jumlah yang rusak sejumlah 294 unit, fasilitas kesehatan bangunan yang rusak meliputi 1 unit RSUD, 8 unit Puskesmas, 30 unit Pustu, dan 45 unit Poskesdes/polindes.

Kerusakan tempat ibadah sebanyak 405 unit, serta kerusakan pada fasilitas perekonomian meliputi pasar tradisional sejumlah 25 unit disusul hotel 105 unit.

Bupati mengungkapkan data perkembangan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di Lombok Utara, berdasarkan data terbaru BPBD KLU  per 14 Juli 2020, terdiri dari rekapitulasi jumlah rumah tahan gempa (RTG) sebanyal 55.170 unit.

BACA JUGA:

Bupati Najmul Akhyar Jelaskan Penanganan Pandemi Covid-19, Saat Sidang Paripurna Istimewa

Dari jumlah itu, RTG selesai terbangun 100 persen mencapai 35.417 unit, hanya dalam tempo satu tahun 10 bulan. Sedangkan RTG (on progres) ada 7.484 unit, dan RTG belum terbangun (segera dibangun) sebanyak 12.269 unit.

Api




Sama-sama Berkeras Jadi Calon Bupati, Paket Suriade-Habib di Pilbup Loteng Akhirnya Bubar

Mengingat dua kandidat tersebut sama-sama mendaftar ke PKS, maka partai terebut meminta agar Surade dan Habib kembali mengajukan calon pasangannya

MATARAM.lombokjournal.com —  Partai Bulan Bintang (PBB) memberikan surat persetujuan prinsip untuk  TGH Habib Ziady Tohir sebagai Calon Bupati pada Pilbup Lombok Tengah (Loteng) 2020,  membuat paket bakal pasangan bakalcalon (Bapaslon)  Suriade-Habib berujung bubar. Selasa, (21/07/20).

Pasalnya, Tim Pemenangan Pemilu dan Pilkada Wilayah (TPPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB, Yek Agil,  bersikeras bahwa pihaknya tetap menginginkan  kesepakatan awal untuk mengusung H.  Lalu Suriade sebagai calon bupati.

Karena pihak PBB , dalam hal ini TGH Habib Ziady, menginginkan posisi yang sama dengan Suriade, maka rencana mengusung paket Suriade-Habib di Pilbup Loteng, tidak dilanjutkan.

“Otomatis (bubar) karena secara personal Habib tidak ingin jadi nomor dua. Juga tidak elok rasanya kalau pak Suriade sudah jadi nomor satu kemudian jadi nomor dua,” kata Yek Agil.

Mengingat dua kandidat tersebut telah sama-sama mendaftar ke PKS, pihaknya lantas meminta agar Surade dan Habib kembali mengajukan calon pasangannya.

Mereka diberi tenggat waktu sampai hari Rabu (22/07/20).

“Kita minta cari pasangan sampai hari rabu,” ujarnya.

Jika sampai waktu yang ditetapkan dua kandidat tersebut tidak kunjung menemukan pasangan sebagai Bapaslon, maka PKS tidak akan melanjutkan proses dukungannya.

“Kalau sampai Rabu nggak ada, kita anggap personal dari paket yang dulu, itu tidak bisa jadi paket pasangan,  sehingga tidak akan dilanjutkan prosesnya,” terangnya.

Ast




Wagub Hadiri Penandatanganan Kerjasama Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Dengan PLN

Wagub mengatakan, pihaknya sungguh-sungguh dalam melaksanakan program Zero Waste dan memelihara lingkungan

LOBAR.lombokjournal.com — Pemprov NTB sangat serius dengan upaya-upaya pengolahan sampah menjadi bahan bakar substitusi batubara di PLTU Jeranjang, Lombok Barat (Lobar).

Untuk memperkuat kerjasama Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan sampah menjadi energi melalui co-firing PLTU Jeranjang menggunakan pellet RDF (Refuse Derived Fuel) ini dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemprov NTB dan para pihak, Selasa (21/07/2020).

Wagub, Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri secara langsung acara penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dengan PT Indonesia Power.

Dan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi NTB dengan Yayasan ICLEI Indonesia yang bertempat diKantor PLTU Jeranjang.

“Hari ini merupakan hari bersejarah. Kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Provinsi dengan PLN ini mungkin terlihat sederhana tetapi sesungguhnya memliki makna yang luar biasa,” kata Wagub saat memberikan sambutan.

Wagub mengatakan, pihaknya sungguh-sungguh dalam melaksanakan program Zero Waste dan memelihara lingkungan.

“Jika tidak sungguh-sungguh dipelihara, maka akan pupus dengan sendirinya. Kami seluruh jajaran Pemprov bertekad untuk memelihara alam NTB ini, salah satunya adalah dengan mengelola sampah dan menanami hutan yang gundul, sesuai dengan visi misi kita, NTB Hijau dan NTB Bersih,”, ungkap Wagub.

Ia mengatakan, pengolahan sampah memang harus dilakukan dari hulu ke hilir. Pemprov NTB berupaya bagaimana sampah bisa menjadi berkah, bukan jadi musibah, caranya yaitu harus ada teknologi dan usaha yang lebih keras.

“Hal ini merupakan langkah baru dan terus dilakukan penelitian atau riset untuk ke depan dan benar-benar menjadi solusi pengelolaan sampah di NTB dan Indonesia,” katanya.

Melalui riset ini juga diharapkan nantinya aktivitas pengolahan sampah anorganik bisa dilakukan secara optimal sehingga memberi kebaikan bagi lingkungan sekitar.

“Saya juga sangat yakin improvement dari anorganik bisa terus kita perjuangkan, supaya solusi dari pengolahan sampah bisa kita selesaikan bersama”, tutur Wagub.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada PT Indonesia Power selaku anak perusahaan PLN yang mengelola PLTU Jeranjang dan saat ini bekerjasama dengan Pemprov NTB dalam hal pengolahan sampah menjadi pellet bahan bakar.

“Nggak ada artinya pabrik berdiri tanpa maintenance, sehingga itulah yang menyebabkan alat tidak terawat”, ucapnya.

Wagub berharap agar kerjasama ini bisa terus ditingkatkan dan menjadi contoh untuk Indonesia dan membawa berkah bagi semua masyarakat.

Tidak lanjut MoU Gubernur dan PLN

Kepala Dinas LHK NTB, Madani Mukarom B.Sc,F, M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU Gubernur dengan PLN terkait penelitian dan pengembangan sampah menjadi energi.

Selanjutnya, GM PLN UIW NTB yang saat itu diwakili oleh Senior Manajer Pembangkitan, Edison Raja Gukguk menyampaikan ucapan terimakasih atas penandatanganan kerjasama ini.

Menurutnya, PLTU Jeranjang ini teknologinya dari waktu ke waktu selalu diupgrade dan semakin baik. Terbukti dengan adanya kontrol dalam hal kinerja.

Demikian juga dengan rencana kedepan untuk memanfaatkan sampah olahan yang bisa digunakan menjadi bahan bakar.

Turut hadir dalam acara tersebut, Manager Unit PLTU Jeranjang Melky Victor Bursalino, Kadis ESDM NTB M. Husni Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah.

AYA/HmsNTB




“Mawar Emas”, Takmir Masjid di Pulau Lombok Diberi Pelatihan

Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  “Masjid bukan hanya tempat untuk membahas masa depan di akhirat, namun juga sebagai tempat menyelesaikan permasalahannya di dunia,”  kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Gubernur Zulkieflimansyah

Hal itu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat membuka Pelatihan Program ‘Mawar Emas’ bagi Takmir Masjid se-Pulau Lombok di Aula Islamic Center NTB, Selasa (21 Juli 2020.

Program ini melibatkan beberapa instansi dengan tujuan utama mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan masjid.

Memberantas rentenir

Berawal dari keprihatinan masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan idenya untuk memberantas hal tersebut dengan merancang suatu program pembiayaan yang berbasis syariah.

Maka lahirlah program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) yang terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah, BI NTB, Permodalan Nasional Madani (PNM), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB selaku garda terdepan dalam program Mawar Emas ini, untuk membuat sistem yang tidak mempersulit masyarakat untuk mengakses program ini.

“Masyarakat kita tahu betul risiko meminjam di rentenir ini, untuk itu program ini harus lebih praktis, lebih mudah mekanismenya bagi masyarakat,” ungkap Bang Zul.

Ia meminta kepada para takmir masjid yang menjadi peserta pelatihan ini untuk serius mengikuti proses pelatihan agar semua ilmu yang didapatkan dari tempat ini bisa diamalkan di lingkungan masjid masing-masing.

“Mudah-mudahan training ini membekas pada diri kita dan hasilnya bisa kita terapkan di tempat kita masing-masing, mudah-mudah Program ini menjadi kado dari NTB untuk Indonesia,” tuturnya.

Senada dengan Gubernur, Asisten Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, H. Lalu Syafi’i mengatakan, pelatihan untuk takmir masjid ini adalah salah satu perwujudan visi-misi NTB Gemilang yakni NTB Sejahtera dan Mandiri.

Ia menginformasikan ,  acara ini diikuti oleh 55 takmir dari masjid – masjid di Pulau Lombok dan materi pelatihan diisi oleh Kepala OJK NTB, Direktur Bank NTB Syariah, Ketua MES NTB serta beberapa akademisi lainnya.

Ketua MES NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah mengukapkan, Program Mawar Emas ini didesain bersama untuk melaksanakan pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.

Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa masjid adalah tempat untuk melakukan berbagai kegiatan selain untuk kegiatan ibadah.

“Memberikan pemahaman bahwa masjid tidak hanya berfungsi untuk ibadah, namun juga sebagai pusat peradaban, pusat perekonomian, serta pusat pengembangan umat,” terangnya.

Rektor UNU NTB ini juga menyampaikan, Bank NTB Syariah dan PNM menyiapkan modal untuk dikelola oleh masyarakat tanpa dikenakan bunga.

Misalnya Bank NTB Syariah menyiapkan dana 1 juta per orang. Setiap orang yang meminjam dana harus berkelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari 20 orang. Berbeda dengan Bank NTB Syariah, PNM menyiapkan Rp 2 juta per orang dengan sistem yang sama.

Ia mengatakan, semua orang yang terlibat dalam program Mawar Emas ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mensejahterakan masyarakat, mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir, serta untuk memberikan pengetahuan tentang ekonomi syariah.

“Pada intinya semua memiliki tujuan yang sama, MES dengan gerakannya memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Antara Syafruddin dan IDP, Nasdem Kabupaten Bima Tunggu Hasil Survey

Sudah menjadi prinsip partai Nasdem Kabupaten Bima untuk tetap mengutamakan dukungan terhadap figur yang memiliki peluang menang lebih banyak

MATARAM.lombokJournal.com — Dukungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nasdem Kabupaten Bima untuk Bakal Calon (Balon) Bupati untuk Indah Damayanti Putri (IDP) dalam Pilkada Kabupaten Bima masih menunggu hasil survey ulang.

“Kita survei ulang. Dilakukan dua lembaga survei,” ujar Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bima Raihan Anwar, SE.,MM kepada wartawan, Sabtu, (18/07/20).

Dijelaskan, berdasar hasil survei elektoral sebelumnya, Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Nasdem NTB telah memberi dukungan untuk IDP.

Tetapi Syafruddin selaku Ketua Dewan Pertimbangan DPD Nasdem Kabupaten Bima menggugat keputusan itu, dengan dalih hasil survei yang dilakukan polltrakcing di mana IDP Unggul secara elekroral pada bulan Maret lalu, dianggap telah kadaluarsa.

Sehingga tidak lagi bisa dijadikan rujukan untuk Pilkada bulan Desember nanti.

“Dia (Syafruddin) minta dilakukan survei ulang,” kata Raihan.

Raihan juga menyatakan, pihaknya menerima gugatan Syafruddin tersebut karena menghormati posisinya selaku kader Nasdem.

Kendati demikian, pihaknya menolak jika Nasdem Kabupaten Bima disebut mengutamakan kader ketimbang figur lain.

Menurutnya, hal tersebut harus dilihat sebagai penghormatan partai kepada kader yang masih ingin menguji ulang nilai elektoral teranyar.

“Tidak ada ketentuan harus mengusung kader. Ketentuannya adalah menang kalah yang dilihat dari hasil survei,” papar Raihan.

Diterangkan, sudah menjadi prinsip partai Nasdem Kabupaten Bima untuk tetap mengutamakan dukungan terhadap figur yang memiliki peluang menang lebih banyak.

Selain sebagai mekanisme politik partai, hal tersebut sebagai upaya partai mengakomodasi kehendak mayoritas masyarakat di Kabupaten Bima.

“Jika mau dukung kader, untuk apa ada survey. Langsung tunjuk saja,” katanya.

Ast




Alumni ITS Diajak Wagub Mengakselerasi Pembangunan NTB

Peluang dari program pembangunan NTB begitu banyak yang dapat diekspos oleh alumni ITS untuk mensuport di semua lini pembangunan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak para alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, khususya asal NTB, ikut mengakselerasikan program-program pembangunan di Provinsi NTB.

“Banyak sekali program unggulan yang sedang kita perjuangkan. Maka sangat mungkin dilakukan oleh teman-teman alumni ITS untuk membantu kita,” ajak Wagub saat membuka Webinar dengan tema “Peluang dan Tantangan Investasi di NTB untuk alumni ITS Serta Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”, di pendopo Wagub, Jumat (17/07/20).

Alumni ITS yang berasal dari NTB sudah banyak. Mereka memiliki keahlian sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing.

Sehingga dinilai sangat tepat untuk membantu pemerintah dalam mempercepat terwujudnya Visi-Misi NTB Gemilang.

Wagub menjelaskan, salah satu program unggulan yang sedang diperkuat oleh Pemerintah NTB yaitu program industrialisasi.

Program ini telah terbukti mampu dilakukan oleh anak-anak NTB. Hal itu dapat dilihat dari potensi mereka yang berhasil menciptakan berbagai bentuk produk-produk lokal. Seperti pembuatan motor listrik, sepeda listrik dan masih banyak lagi karya-karya hebat lainnya.

“Itulah mengapa kita sangat konsen serta optimis agar bagaimana proses nilai tambah dapat dilakukan oleh kita sendiri melalui program industrialisasi,” jelas Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Wagub juga mengatakan bahwa produk pertanian, perikanan dan lain-lainnya semaksimal mungkin akan diolah terlebih dahulu di NTB sebelum diekspor ke daerah lain.

Artinya bukan bahan baku atau barang mentah yang dibawa ke luar, tetapi sudah dalam bentuk kemasan yang sudah melewati proses olahan. Sehingga nilai tambah yang didapatkan memiliki dampak yang luar biasa bagi masyarakat itu sendiri.

Peluang-peluang dari program pembangunan NTB begitu banyak yang dapat diekspos oleh alumni ITS untuk mensuport di semua lini pembangunan di NTB.

“Kami ingin menghargai hasil-hasil yang diberikan oleh anak-anak NTB. Karena potensi yang mereka miliki sangat luar biasa,” puji Wagub NTB

Banyaknya program unggulan NTB saat ini, tentu sangat membutuhkan bantuan dari semua stakeholder untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah alumni ITS dengan bidang keilmuannya masing-masing.

“Peran Alumni ITS kami harapkan dalam pendampingan serta kerja sama dengan pemerintah Provinsi NTB untuk bisa mensukseskan program-program unggulan ini,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan webinar tersebut diantaranya, Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Muhammad Rum, MT, Kepala SDG ITS, Dr. Agnes Tuti, Msc serta puluhan alumni ITS NTB lainnya.

AYA/HmsNTB




Di Sumbawa Barat,  Bunda Niken Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

 Semua pihak diajak bersama-sama membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM

 KSB.lombokjournal.com – – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE,M. membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kediaman Bupati KSB, Jum’at (17/07/20) siang itu, Ketua TP-PKK yang akrab disapa Bunda Niken ini menyampaikan apresiasinya kepada Pemda KSB dalam upayanya menurunkan angka Covid-19.

“Kami sampaikan salam dari Bapak Gubernur. Tentu saja kondisi saat ini merupakan  sebuah hasil dari segala upaya yang sungguh-sungguh” jelasnya.

Dampak dari Covid-19 tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi berdampak juga ada ekonomi masyarakat.

TP-PKK ikut menyalurkan bantuan untuk membantu masyarakat terutama di kalangan ibu-ibu di tengah pandemi.

Bantuan tidak hanya disalurkan melalui TP-PKK, tapi juga melalui Lasqi dan Dekranasda.

Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak dan dukungan terhadap ibu-ibu di NTB.

“Kami menyalurkan beberapa bantuan untuk menanggulangi dampak ekonomi dari Covid itu. Kami atas nama Pemerintah Provinsi memberika bantuan untuk ibu ibu,” imbuhnya.

Bantuan yang diberikan berupa paket gemarikan sebanyak 150 paket, paket bantuan sosial Lasqi sebanyak 80 paket untuk pelaku seni, paket bantuan sosial Dekranasda sebanyak 141 paket dan bantuan unggas untuk 7 keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil yang memiliki masalah gizi.

Dalam kesempatan tersebut Bunda Niken mengajak semua pihak untuk bersama-sama membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM di NTB.

“Kami juga berharap agar Pemda KSB terus memberikan perhatiannya kepada pelaku usaha kecil dan menengah sehingga mereka terus berkembang,” katanya.

Membantu UMKM dan IKM lokal

Bupati KSB, Dr. H. W. Musyafirin, mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh TP-PKK Provinsi NTB maupun TP-PKK KSB dalam rangka menanggulangi dampak ekonomi akibat Covid ini.

Ia juga meminta agar semua pihak turut bekerja dan membantu aktivitas UMKM dan IKM lokal agar terus berkembang di masa pandemi ini.

“Saya minta tolong ini bagaimana kita kembangkan, karena terbukti hanya UMKM yang mampu bertahan dari cobaan apapun,” pintanya.

Menurutnya, menggeliatnya UMKM dan IKM nantinya akan berdampak juga pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu andalan NTB.

“Melalui momentum ini, saya ingin bagaimana Dekranasda dengan produk-produk unggulannya itu bisa kita kembangkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengemukan bahwa KSB memilki beberapa program bantuan pada masyarakat yang terdampak pandemi.

“Jadi berapapun paket itu, kita akan tambah dia. Sama halnya dengan JPS Gemilang senilai dengan 250 ribu, kita subsidi dia lagi 350 ribu sehingga menjadi nilainya menjadi 600 ribu,” ucapnya.

Jadi semua paket yang diterima oleh masyarakat KSB yang terdampak Covid bernilai Rp 600 ribu.

Sementara itu Ketua TP-PKK KSB Hj. Hanipah Musyafirin, S.IP  melaporkan bahwa TP-PKK KSB dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini terus mendampingi dan melakukan kegiatan yang meningkatkan semangat ibu-ibu di daerah ini.

Pemberian sembako juga disalurkan oleh TP-PKK KSB dan secara langsung turun ke pusat-pusat keramaian untuk memberikan edukasi terkait protokol Covid-19.

“Kami juga sudah membagikan 500 paket sembako ke 8 kecamatan dan 2.000 masker ke 8 kecamatan. Begitu juga kecamatan-kecamatan dan kelurahan meneruskan hal ini dengan membuat masker sendiri dan membagi kepada Masyarakat,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Ini Strategi Calon Bupati Idola, H Masrun Wujudkan Lombok Tengah Mendunia

CaBup Idola,  H. Masrun Prioritaskan Peningkatan Ekonomi dan SDM Kepariwisataan LoTeng

lombokjournal.com

LOTENG ;    Visi menjadikan Lombok Tengah mendunia bukan hal yang mustahil jika digarap serius dengan partisipasi semua pihak termasuk masyarakatnya.

Bakal Calon Bupati Lombok Tengah Idola, H Masrun, SH menilai Lombok Tengah sudah memiliki modal utama  mewujudkan cita-cita mendunia, yakni potensi pariwisata didukung keindahan panorama alam maupun wisata kulturalnya.

Sehingga tidak salah jika  kawasan The Mandalika telah ditetapkan  sebagai salah satu dari lima destinasi superprioritas di Indonesia.

“Potensi sumber daya alam kita luar biasa. Keindahan alam yang dipadukan oleh ragam kekayaan seni dan budaya, maka sangat pantas dikenal dunia, ” kata Masrun sembari menambahkan kawasan The Mandalika  sedang ditata dan  dikembangkan menjadi pintu masuknya, Jumat (17/07/20).

Ia mengatakan, pesona  alam dan ragam kekayaan seni budaya Lombok Tengah sudah menjadikan daerah ini tujuan destinasi wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan, bahkan jauh sebelum KEK Mandalika dikembangkan.

Saat ini keberadaan The Mandalika semakin membuka peluang bagi daerah ini untuk lebih maju di sektor kepariwisataannya.

Masrun menambahkan, peningkatan kapasitas masyarakat seiring dengan pembenahan destinasi lain di lingkar KEK Mandalika akan membuat kesempatan berkembangnya perekonomian masyarakat semakin terbuka luas.

Apalagi sejatinya, masih banyak bentangan pantai lainnya yang tak kalah indah di sekitar KEK Mandalika.

“Mandalika bisa menjadi core ikon pariwisata Lombok Tengah, di mana investasi bisa berkembang di kawasan wisata berkelas internasional itu. Sementara kawasan penyangga akan menjadi pelejit peningkatan ekonomi masyarakat, dan bisa membuka kesempatan investasi bagi pengusaha domestik dan lokal yang ada,” bebernya .

Ia mencontohkan, bagaimana Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur yang saat ini sudah mampu melejitkan potensi pariwisatanya.

“10 tahun lalu, Banyuwangi seolah bukan apa-apa. Tapi coba lihat sekarang, daerah ini punya lebih dari 100 agenda atraksi wisata tiap tahun yang mampu mengundang ribuan wisatawan untuk datang. Ini sangat inspiratif,” ujarnya

Desa Wisata Modern

Masrun bertekad membangun dan mengembangkan kawasan penyangga KEK Mandalika sebagai destinasi-destinasi alternatif dengan konsep Desa Wisata modern.

Setiap Desa akan memiliki sarana amenitas berupa homestay, dan masyarakatnya akan menyuguhkan atraksi seni budaya sesuai potensi masing-masing Desa.

“Tugas kita sebagai pemerintah mengundang investor untuk membangun proyek dan investasi besar, sementara di lain sisi kita mensupport pembangunan di tingkat Desa secara optimal. Saya pikir konsep ini akan lebih baik dan tepat sasaran,” katanya.

Ke depan dengan adanya The Mandalika dan terbangunnya banyak destinasi alternatif, maka Lombok Tengah juga bisa mulai berkreasi membangun wisata buatan dan atraksi yang banyak seperti Banyuwangi di Jawa Timur.

Menurut Calon Bupati yang didukung PKB ini,  dengan pembangunan pariwisata maka sektor lain pun akan tergenjot naik. Misalnya sektor pertanian.

Ia mengurai kebutuhan bahan baku makanan di perhotelan akan membutuhkan banyak suplai yang membuka peluang bagi pertanian dan peternakan juga perikanan di Lombok Tengah.

“Kalau pariwisata terbangun optimal, wisatawan banyak datang, hotel membutuhkan banyak suplai bahan makanan, maka pertanian, peternakan dan perikanan kita akan bisa memanfaatkan peluang itu. Karena masalah kita selama ini kan ketersediaan pasar,” katanya.

Selain itu, sektor jasa dan perdagangan lainnya juga akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Jasa transportasi, travel agent, dan penyedia kuliner dan kerajinan juga akan turut bertumbuh.

“Jadi slogan Lombok Tengah mendunia ini bukan visi yang utopia.  Semua potensi untuk meraih itu kita miliki, tinggal bagaimana melakukannya dengan program dan tahapan-tahapan yang tepat dan terukur,” tegasnya.

Me