Seleksi CAT CPNS Tahun 2019, Berlangsung SepTember dan Oktober

Peserta yang positif Covid-19, gugur dengan sendirinya

MATARAM.lombokjournal.com —  Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) dengan CAT CPNS tahun 2019 yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, akan berlangsung antara bulan September dan Oktober tahun ini.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB menegaskan, jika ada peserta yang positif Covid-19 dengan terpaksa ia gugur dengan sendirinya. Peserta tersebut tidak diperkenankan untuk mengikuti SKB.

“Yang positif Covid-19 dan belum sembuh resikonya gugur,” tegas Kepala BKD NTB, Muhammad Nasir menyamapaikan aturan saat Jumpa Pers di Mataram, Rabu (29/07/20).

SKB akan berlangsung sekitar tujuh hari. Jika nanti ada peserta yang positif Covid-19 tetapi sembuh pada hari ketujuh itu dia ada kelonggaran bisa mengikuti SKB yaitu hari ke delapan.

Begitupun misalnya sembuh saat hari keenam maka peserta itu bisa mengikuti SKB di hari ketujuh itu. Pantia menyiapkan satu hari cadangan untuk bisa memfasilitasi peserta tersebut.

“Kalau belum juga sembuh sampai hari kedelapan maka gugur,” katanya.

Jumlah keseluruhan peserta yang akan mengikuti SKB untuk sepuluh kabupaten kota se NTB sebanyak 6.984, dan khusus untuk peserta SKB mengambil formasi lingkup Pemprov sendiri ada 942 orang.

Berdasarkan hasil rapat dengan panitia pusat yaitu BKN regional X Denpasar daerah diminta untuk menyiapkan ruangan CAT dan diberi jarak menurut ketentuan protokol Covid-19.

Untuk Pemrov sendiri dari isi CAT satu ruangan sebanyak 100 komputer yang boleh dipakai hanya 60 komputer, itu pun juga akan disediakan 10 ruangan.

“Pelaksanaan SKB sangat ketat. SKB mengikuti protokol Covid-19,” ujarnya.

Dijelaskannya juga sejumlah aturan yang akan diikuti peserta yaitu diharuskan memakai masker, memaki sarung tangan dan face shield.

Untuk sarung tangan sendiri akan disediakan oleh panitia. Sementara itu panitia daerah juga diminta menyiapkan tempat cuci tangan.

“Peserta tidak boleh ditunggu oleh keluarganya. Kalau sudah mengantar harus pulang,” jelasnya.

Sebelum masuk ruangan peserta di cek suhunya. Suhu peserta tidak boleh lebih dari 37,3 derajat Celsius.

Kalau lebih panitia nantinya akan memberikan waktu istirahat lima menit lalu dites lagi. Jika masih saja diatas suhu tersebut peserta akan ditempatkan di ruangan isolasi.

Hal yang juga perlu disiapkan yaitu hasil rapid test non reaktif yang akan dibawa dan diserahkan kepada panitia. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan peserta diminta melakukan isolasi diri selama 14 hari sebelum hari test berlangsung.

“Sebagai persiapan peserta harus mengisolasi diri,” terangnya.

Peserta yang di luar daerah NTB sangat memungkinkan untuk melakukan tes di daerahnya tetapi sebelumnya harus melaporkan jauh jauh hari kepada panitia.

Sehingga nantinya akan dikoordinasi dengan BKD daerah setempat. Sama halnya dengan peserta CPNS kementerian yang harus ke Jakarta, dia bisa tes di daerah sendiri asal melaporkan ke kantor BKN perwakilan di provinsi.

“Peserta dari luar daerah dimungkinkan bisa tes diluar daerah,” katanya.

BKD juga menyampaikan sejumlah persiapan sebelum SKB berlangsung diantaranya untuk daerah melakukan verifikasi akhir data kelulusan SKD (3 kali formasi) antara data BKN dsngan pengumuman instansi vertikal dilengkapi dengan SPTJM ketua Pansel paling lambat 28 Juli.

Mengunggah SPTJM dan mengisi link pengumuman hasil SKD melakaui SSCN Admin dan melakuakan entry lokaia ujian (Mandiri atau Cost Sharing jika ada) paling lambat 29 Juli.

“Sedangkan untuk peserta sendiri memilih lokasi test maksimal tiga kali pilih lokasi sebelum tanggal 7 Agustus. Mencetak kartu ujian SKB mulai tanggal 8 Agustus,” pungkasnya

AYA




Suhu Terasa Dingin di NTB, Ini Penjelasan BMKG

Jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin

MATARAM.lombokjournal.com —  Akhir-akhir ini suhu udara di Nusa Tenggara Barat terasa dingin khususnya pada malam hari.

BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin beberapa hari belakangan ini.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana mengatakan, salah satu penyebabnya adanya angin Monsun yang terjadi, akibat perbedaan suhu udara dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara.

Peredaan ini disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari.

“Justru suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan, hal ini karena beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” katanya, Rabu (29/07/20).

Angin dari Australia tersebut membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” ujarnya.

Ia mengatakan cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan.

Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan diibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” ujarnya.

Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin.

AYA




HBK Bentuk Pusat Informasi Dan Pengaduan Untuk Mahasiswa NTB Di Jakarta

Dalam pertemuan tersebut dibentuk Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP), yang dipimpin oleh  Memet Setiawan, wartawan senior asal P. Lombok yang biasa melakukan peliputan di DPR RI Senayan

lombokjournal.com —

JAKARTA – Mahasiswa bisa menjadi contoh dan tauladan yang baik bagi masyarakat dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau New Normal.

Para mahasiswa juga diharapkan tetap menjaga spirit dan ketekunan, dalam menempuh pendidikannya meski banyak menghadapi keterbatasan dan kesulitan akibat pandemi Covid19.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI H. Bambang Kristiono (HBK), saat bersilaturahmi dan bertatap muka dengan puluhan mahasiswa asal NTB yang tengah menimba ilmu di Ibu Kota Jakarta, Selasa (28/07/20), di Rumah Makan Ayam Goreng Suharti, Jalan Tendean, Jakarta Selatan.

Pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 30 pimpinan organisasi2 mahasiswa NTB yang sedang melakukan perkuliahan di Ibu Kota tersebut, yang datang hadir tidak hanya pimpinan organisasi mahasiswa yang berasal dari P. Lombok saja, tetapi juga yang berasal dari P. Sumbawa.

Silaturahmi dan tatap muka ini digelar HBK dalam rangka kegiatan Reses-IV DPR-RI, untuk menyerap aspirasi, saran dan masukan, sampai dengan keluh kesah dari pimpinan organisasi2 mahasiswa yang berasal dari NTB tersebut.

Pada pertemuan dan silaturahmi itu juga, HBK berpesan kepada para mahasiswa NTB untuk tetap semangat dan tekun menjalani perkuliahan agar dapat meraih keberhasilan.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa semuanya tetap semangat, serta tekun dalam menjalani perkuliahan walaupun dalam situasi sulit akibat wabah pandemi Covid19. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. In syaa Allah, dengan tetap menjaga semangat dan ketekunan, adik2 akan memperoleh keberhasilan nanti,”  kata HBK memotivasi para pimpinan organisasi2 mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tsb.

Anggota DPR RI yang juga petinggi Partai Gerindra ini berharap, para mahasiswa bisa menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, jaga kebersihan, sering mencuci tangan, dan selalu menggunakan masker. Hal ini diharapkan bisa menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat, dalam menuju adaptasi kebiasaan baru atau New Normal.

“Lakukan yang sederhana saja, seperti dengan terus menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak. Mahasiswa harus bisa menjadi contoh dan tauladan dalam menerapkan pola hidup sehat menuju adaptasi kebiasaan baru atau New Normal,”  ujarnya.

HBK berusaha untuk mendengar dan menyerap aspirasi, sampai dengan keluh kesah para mahasiswa NTB yang kuliah di Jakarts. Tidak lupa, HBK juga memberikan bantuan dana untuk menunjang kegiatan organisasi kemahasiswaan, sebagai wadah silaturahmi dan berkumpulnya para mahasiswa NTB yang kuliah di Jakarta.

Ia juga memberi inspirasi bahwa pemuda-pemuda NTB juga bisa sukses dalam segala bidang, maju di kancah nasional, apabila sanggup bekerja keras dengan tekun belajar.

“NTB kaya akan sumber daya alam, baik itu pertanian, peternakan, maupun perikanan. Semua SDA itu butuh orang yang pintar dan tangguh untuk mampu mengelola dan mengembangkannya. Adik-adik mahasiswa inilah yang akan menjadi garda terdepan dalam pembangunan NTB kedepan. Jadi, tetaplah semangat dan buktikan bahwa kita bisa. Saya tegaskan, anak2 NTB tidak kalah hebat dengan anak2 lainnya di Indonesia,” kata HBK.

Kedatangan HBK pada pertemuan tersebut, disambut hangat dan antusias oleh para mahasiswa yang hadir. Apalagi HBK merupakan salah satu anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB, yaitu P. Lombok.

Para mahasiswa mengapresiasi atensi dan kepedulian HBK, yang mau memperhatikan mereka di Jakarta. Mereka juga sama2 berdo’a agar kesehatan dan kelimpakan selalu bersama HBK, sehingga kiprah dan kinerjanya bisa memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat NTB, dimanapun mereka berada.

Para mahasiswa dengan sangat lugas dan terbuka, menyampaikan harapan2 dan uneg2nya langsung kepada HBK. Banyak saran dan masukan yang disampaikan, langsung direspon dengan cepat oleh HBK.

“Dengan hadirnya Pak HBK ditengah-tengah kami, kami merasa punya orang-tua disini, tempat kami mengadu apabila kami ada persoalan dan kesulitan. Terima kasih pak HBK, sudah memperhatikan kami2”, ungkap Raja Agung Nusantara, mahasiswa Universitas Ganesha yang berasal dari KLU.

Salah satu yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah dibentuknya Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP), yang dipimpin oleh  Memet Setiawan, wartawan senior asal P. Lombok yang biasa melakukan peliputan di DPR RI Senayan.

“Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP) ini, dibentuk dalam rangka menjembatani permasalahan2 yang mungkin timbul kepada para mahasiswa asal NTB yang mengalami emergency dan kesulitan, padahal mereka jauh dari orang tua dan keluarga,” tukas Memet Setiawan.

Tambahnya, dengan adanya Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP) ini, maka pak HBK bisa terjun langsung dan memberikan bantuan secara cepat, kepada adik-adik mahasiswa yang membutuhkan.




Bang Zul Dorong Lahirnya Inovasi Baru untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

Kehadiran inovasi dibutuhkan, sehingga daerah mampu memiliki daya saing di berbagai sektor

MATARAM.lombokjournal.com —  Munculnya inovasi demi inovasi merupakan salah satu syarat dari terwujudnya bangsa yang maju. Ide dan terobosan baru dibutuhkan dalam menghadapi tantangan di tengah masyarakat.

Namun, inovasi merupakan suatu proses dan perjalanan panjang yang tentunya butuh pengorbanan. Inovasi juga suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat menjadi pembicara pada Webinar Nasional Manajemen Inovasi (SEMAI) Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa, Senin (27/07/20).

Mengangkat tema “Peran Inovasi Berbasis Riset dalam Pembangunan Daerah Yang Inklusif dan Berkelanjutan”, Bang Zul memberikan arahan dan juga nasihatnya dalam webinar kali ini.

“Inovasi ini kata yang gampang diucapkan, gampang disampaikan, tapi sebenarnya tidak banyak yang memahami dengan benar,” ucap Bang Zul.

Kehadiran inovasi dibutuhkan, sehingga daerah mampu memiliki daya saing di berbagai sektor. Menurut Bang Zul, ada tiga hal yang dapat mewakili daya saing yakni, Cheaper (lebih murah), Faster (lebih cepat) dan Better (lebih baik).

“Kita harus punya produk yang lebih baik (better), yang lebih murah (cheaper) dan pelayanannya lebih cepat (faster),” sambungnya.

Keterlibatan teknologi kemudian menjadi hal yang disoroti Bang Zul. Inovasi dinilai begitu identik dengan hadirnya teknologi.

Teknologi ini tentunya akan memudahkan berbagai proses bisnis dan produksi, terutama di era moderen seperti sekarang.

“Oleh karena itu, salah satu syarat untuk mencicipi kesejahteraan dan sukses dalam ekonomi yang terbuka adalah menghadirkan teknologi sebagai aktor utama dalam pembangunan,” jelasnya.

Inovasi di tiap sektor juga berbeda-beda. Untuk itu, Ia menekankan bahwa manajemen inovasi di masing-masing sektor haruslah dikelola dan direncanakan dengan sebaik-baiknya.

Terakhir, Bang Zul menuturkan bahwa inovasi memang selalu diawali dengan ketidakpuasan, kegaduhan bahkan kegagalan.

Namun, dari kesalahan-kesalahan tersebut ada proses pembelajaran di dalamnya atau yang biasa disebut “learning by doing“.

“Saya sering mengatakan, bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Inovasi itu adalah sebuah perjalanan panjang dan oleh karena itu, untuk melakukan inovasi dibutuhkan suatu keberanian ekstra untuk berani melangkahkan kaki atau langkah yang pertama itu,” kata Bang Zul.

Paa kesempatan sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI ) Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa yang juga ditunjuk sebagai pembicara memberikan motivasi, khususnya kepada Perguruan Tinggi di NTB.

Menurutya, inovasi di lingkungan kerja Civitas Akademika berbasis manajemen harus ditumbuhkan mulai dari sekarang, sehingga inovasi demi inovasi dapat terus dihadirkan.

“Kita harus melakukan inovasi tiada henti, sekecil apa pun, sesederhana apa pun, inovasi itu yang penting ada nilai gunanya,” tuturnya.

Anak-anak muda pun diminta agar terus inovatif, progresif dan tentunya produktif. Terutama di zaman sekarang, anak muda diwajibkan mampu mengikuti arus perkembangan zaman.

“Jadi kalau anak muda tidak inovatif, kreatif dan produktif nanti digilas oleh zaman,” tambah Dasi Astawa.

Ia kemudian mengajak setiap Perguruan tinggi agar dapat menjadi inovator, inisiator, fasilitator, mediator, komunikator, motivator dan juga promotor. Perguruan tinggi juga diharapkan dapat menjadi kiblat dari masyarakat dalam berinovasi.

Webinar iakan berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 27 dan 28 Juli 2020. Berbagai tokoh dan dosen turut pula dihadirkan sebagai pembicara.

AYA/HmsNTB




Pelaksanaan Sholat Iedul Adha di Tengah Covid-19

Pihak pengelola Islamic Center memang tidak membatasi, namun dihimbau masyarakat tidak semuanya sholat di masjid Hubbul Wathan, maksimal 30 persen dari kapasitas yang diperbolehkan

MATARAM.lombokjournal.com – Masjid Hubbul Wathan Islamic Center tetap akan dibuka untuk pelaksanaan Sholat Idul Adha, pada Jumat mendatang, dengan tetap menerapkan protokol Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepala UPTD pengelola destinasi wisata unggulan Islamic Center, Muhammad Ilham,  memaparkan akan tetap membuka, Senin (27/07/20).

“Shalat ied kita tetap melaksanakannya sesuai protokol Kesehatan, bawa sajadah sendiri, peralatan salat sendiri, jaga jarak, cuci tangan dan sebagainya pinynya sama seperti sholat jumat, ” ujarnya.

Ilham menjelaskan, meskipun protokol Covid-19 tetap dilaksanakan, namun pada saat melaksanakan sholat Ied nanti ada pembagian tempat untuk jamaah pria dan wanita.

“Kita sudah buat lay out-nya salat Ied itu seperti ini, di Masjid lantai atas satu dan dua untuk jamaah Pria, sedangkan untuk jamaah Wanita ada di atas bagian kanan,” terangnya.

Dalam penjagaan  protokol Covid pihaknya menurunkan petugas dari Dinas Kesehatan.

“Kita juga akan minta bantuan Dinas Kesehatan juga nanti untuk termogannya termasuk di pintu masuk nanti kita pasang,” katanya.

Adapun suhu yang saat dicek termogen yang boleh masuk sekitar 37.5.

“Kalau di atas itu kita minta nunggu sebentar baru di cek lagi 5 menit kemudian, kalau masih ya enggak boleh lah, dipermaklumankan aja kalau lebih dari angka itu,” ujarnya.

Ilham sendiri tidak membatasi jumlah jamaah yang ingin sholat di Islmic Center.

Pihak pengelola Islamic Center memang tidak membatasi, namun dihimbau masyarakat tidak semuanya sholat di masjid Hubbul Wathan. Karena maksimal 30 persen dari kapasitas yang diperbolehkan.

Seperti diketahui kapasitas jamaah yang ditampung di masjud Hubbul Wathan Islamic Center mencapai 4 ribu orang.

AYA

 




Gubernur Zul Tegaskan, Teknologi Merupakan Aktor Utama Dalam Inovasi

Jalan untuk mewujudkan sebuah inovasi itu panjang dan berliku

MATARAM.lombokjournal.com — Inovasi menjadi kunci pembangunan daerah dan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk menghadirkan inovasi diperlukan kemajuan teknologi di dalamnya. Teknologi menjadi aktor utama dalam proses inovasi pembangunan.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menyampaikan itu saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Manajemen Inovasi (SEMAI) 2020 di Ruang Kerja Gubernur, Senin (27/07/20).

Seminar itu diselenggarakan secara daring oleh  Prodi Magister Manajemen Inovasi Universitas Teknologi Sumbawa, bertajuk “Peran Inovasi Berbasis Riset Dalam Pembangunan Daerah Yang Inklusif Dan Berkelanjutan”.

“Tidak mungkin ada inovasi tanpa keterlibatan teknologi. Teknologi ini aktor utama dalam inovasi,” jelas Bang Zul.

Gubernur kelahiran Sumbawa Besar tersebut menjelaskan, bangsa Indonesia menerapkan sistem ekonomi terbuka.

Dalam artian, perekonomian yang melibatkan diri dalam perdagangan internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa serta modal dengan negara-negara lain.

Karena sitemnya terbuka ini, daerah dan bangsa harus memiliki daya saing dan inovasi yang tinggi untuk mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Bang Zul melanjutkan, diperlukan tiga kata kunci dalam menghasilkan sebuah inovasi. Kata kunci tersebut adalah menciptakan produk dengan kualitas yang lebih baik, harga lebih murah, dan memberikan layanan yang lebih cepat.

Be better, be cheaper, be faster!” seru Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Lebih jauh Bang Zul mengatakan, Universitas atau Perguruan Tinggi memiliki peran yang besar sebagai wadah riset dalam mengembangkan teknologi dan inovasi.

Universitas harus memberikan kontribusinya sebagai lembaga dalam penyelesaian masalah mendasar pembangunan Nasional. Karena di dalam Universitas memiliki berbagai bidang riset, maka inovasi yang bisa disumbangkan juga akan beragam sehingga dapat memperkaya warna pembangunan.

Di akhir materi, alumni Universitas Strathclyde Skotlandia tersebut menyampaikan, jalan untuk mewujudkan sebuah inovasi itu panjang dan berliku.

Namun, sepanjang apapun jalan tersebut dibutuhkan langkah pertama untuk memulainya. Dan untuk memulai langkah pertama dibutuhkan pengorbanan yang besar.

“Keberanian ekstra dibutuhkan untuk menjalankan langkah pertama. Inovasi hadir dengan kegaduhan messy at the beginning, tapi jika sudah dilalui pasti akan sukses,” tutup Gubernur.

Selain Gubernur NTB, webinar tersebut juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu, Prof.Dr.I Nengah Dasi Astawa selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, dan Chairul Hudaya, Ph.D selaku Rektor Universitas Teknologi Sumbawa.

Webinar yang dibuka untuk umum ini turut diikuti oleh mahasiswa pasca sarjana ITS.

Novita, diskominfotikntb




Gubernur Bangga, JPS Gemilang Tahap Tiga Tersalur 100 Persen

Penyaluran JPS Gemilang yang menggunakan produk-produk lokal mendapat apresiasi dan pujian dari pemerintah pusat

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah penyaluran program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap tiga diluncurkan pada tanggal 13 Juli 2020 lalu di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), distribusi paket bantuan tersebut kini sudah tuntas 100 persen.

Sebanyak 120.000  KK di NTB yang namanya masuk sebagai penerima bantuan JPS tahap tiga ini sudah mendapatkan paket tersebut.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, dengan tuntasnya distribusi JPS Gemilang tahap tiga ini dirinya merasa terharu sekaligus bangga dengan sinergi semua pihak.

“Alhamdulillah JPS Gemilang tahap tiga sudah tersalurkan 100 persen di semua kabupaten/kota se NTB. Terima kasih pada teman-teman di lingkungan Pemda Provinsi NTB yang bekerja keras tak mengenal lelah dengan team work yang hebat! Benar-benar terharu dan membanggakan,” kata Gubernur, Sabtu (25/07/20), seiring dengan telah tuntasnya penyaluran JPS pada tanggal 25 Juli pukul 18.00 Wita.

Gubernur juga memberikan ucapan terimakasih kepada Forkopimda dan  semua pihak yang ikut serta mensukseskan distribusi paket bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19 ini.

“Terima kasih juga pada pemda kabupaten/kota yang tak kalah kerasnya membantu, bersinergi menjadi Tim NTB yg luar biasa! Terima kasih para tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, lurah, kepala lingkungan, Tagana, GNE, teman-teman TNI, Polri, Kejaksaan, BPKP, BPK, dan teman-teman semua yang tak bisa kami sebutkan satu persatu,” ujar Bang Zul sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, dengan bekerja dan bersinergi bersama, maka beban yang berat menjadi terasa ringan karena dipikul bersama.

Penyaluran JPS Gemilang yang menggunakan produk-produk lokal mendapat apresiasi dan pujian dari pemerintah pusat.

Presiden Puji Pemprov NTB

Gubernur NTB saat menghadiri  pertemuan dengan Presiden membahas serapan APBD tahun 2020 di Istana Bogor pertengahan Juli lalu mengatakan, Presiden memuji langkah Pemerintah Provinsi NTB karena berhasil memberdayakan dan menggunakan produk-produk IKM/UKM lokal untuk paket bantuan sosial pada Program JPS Gemilang.

“Khusus JPS Gemilang NTB yang menggunakan produk-produk lokal, disebutkan khusus oleh presiden untuk diikuti dan dicontoh oleh provinsi-provinsi lain.” ujar Gubernur.

Terlebih jumlah IKM/UMKM yang dilibatkan sejak penyaluran tahap satu hingga tahap tiga selalu bertambah.

Salah satu stakeholder yang berperan penting ikut membantu pendampingan program JPS Gemilang adalah TNI.

Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos mengatakan, Satgas Gugus Korem 162/WB sampai ke tingkat Babinsa Kodim semenjak bergulirnya  program JPS Gemilang maupun program bantuan lain dari pemerintah pusat, termasuk pemda, pemdes selalu melakukan pendampingan bersama stakeholder terkait.

Pendampingan mulai dari  pendataan hingga penyaluran untuk memperkecil timbulnya permasalahan di tengah masyarakat.

“Pendampingan diharapkan dapat membantu mengurangi timbulnya permasalahan yang semestinya tidak perlu terjadi. Manakala semua pihak dapat berkoordinasi dengan baik, maka penyaluran dapat sesuai tujuan, tepat sasaran,tepat waktu serta bernilai manfaat dalam membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid -19,” terang Mayor Dahlan.

Menurutnya, dalam kondisi seperti saat ini saat ini semua pihak harus prihatin dan memiliki empati. TNI juga ikut berupaya semaksimal mungkin untuk menghindari munculnya permasalahan di lapangan agar energi tidak terkuras sia sia,

“Sementara kita dihadapkan dalam situasi harus kita  satukan kekuatan dalam melawan pandemi Covid agar kita dapat segera keluar dalam situasi sulit bencana ini,” terangnya.

Program JPS Gemilang dari tahap satu hingga tahap tiga bagi pelaku IKM/UMKM sangat berarti di masa pandemi ini.

Di saat usaha mereka terpuruk, program dari Pemprov NTB menjadi angin segar. Salah satu IKM yang mendapat manfaat dari program ini adalah Putri Rinjani dari Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah (Loteng).

Hj. Zaenab selaku Penggerak IKM Putri Rinjani mengaku mendapatkan pengadaan 11 ribuan bungkus abon ikan. Dari belasan ribu bungkus tersebut dibagi ke 27 kelompok usaha. Setiap kelompok memiliki pekerja sebanyak 12-15 orang. Artinya program ini telah membantu banyak keluarga.

“Dari 11 ribuan paket itu, saya hanya ambil tiga ribu. Selebihnya kami bagi ke kelompok lain. Program ini sangat membantu kami. Artinya program ini tidak dimonopoli oleh satu kelompok usaha tertentu, namun IKM seperti kami juga dilirik,” katanya.

IKM Putri Rinjani selama ini memproduksi aneka makanan ringan serta sambal khas Lombok yang dikirim hingga ke sejumlah daerah di Indonesia. Namun setelah pandemi, produksinya turun drastis hingga 90 persen.

“Penurunan produksi sampai 90 persen selama pandemi. Paling yang kami lakukan hanya membuat kerupuk, tortilla dalam sekala kecil, sekitar 5 kilo per hari yang dijual secara keliling di area terbatas atau menunggu pesanan,” katanya.

Ia mengatakan, selama pandemi ini, penjualan tortilla ke luar daerah sudah mulai dilakukan, namun demikian waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke daerah tujuan sangat lama. “Dengan adanya JPS ini kami merasa terbantu,” terangnya.

Untuk diketahui, jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS. Sedangkan produk-produk yang ada dalam JPS Gemilang tahap tiga menggunakan produk dari 4.673 UMKM/IKM/kelompok usaha.

Untuk penerima manfaat di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM yang terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967.

Di Pulau Sumbawa sebanyak 36. 724 PKM, terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat 2.639, Kabupaten Sumbawa 7.106, Kabupaten Dompu 8.696, Kabupaten Bima 16.093 dan Kota Bima 2.187.

AYA/HmsNTB

 




Calon Bupati Idola, Akan Perjuangkan Petani Tembakau Lombok Tengah

Tata kelola kemitraan dengan swasta, serta tata kelola sistem perniagaan tembakau masih belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat petani tembakau, termasuk di Lombok Tengah

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH;  Tembakau virginia bisa dibilang emas hijau dari pulau Lombok.

Mengisi lebih dari 75 persen kebutuhan tembakau virginia nasional, tembakau Lombok juga kesohor sebagai produk tembakau virginia terbaik kedua setelah negeri samba, Brazil.

“Selain itu beberapa penelitian sudah membuktikan, Lombok ini, tembakau virginia bisa tumbuh subur dalam budidaya. Ini menunjukan bahwa tanah Lombok sangat berkah,” kata Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun, Kamis ( 23/07/20 ).

Lombok salah satu dari sangat sedikit tempat yang menjadi lahan tembakau jenis Virginia. Karena itu,  Lombok memiliki potensi luar biasa.

Lombok Timur dan Lombok Tengah menjadi dua wilayah terbesar penghasil tembakau virginia.

Disebut emas hijau, karena selain bernilai ekonomis tinggi, proses budidaya tembakau virginia juga membuka banyak lapangan kerja.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB menyebutkan, komoditas ini mampu menyerap 400 Hari Kerja Orang (HKO) dalam setiap hektar lahan tanam.

Para petani bekerja sejak proses pembibitan, pengolahan,  panen, hingga pascapanen (penjualan).

Dalam semusim tanam, komoditas tembakau virginia bisa menjadi rezeki bagi tak kurang dari 36 ribu keluarga petani di NTB khususnya pulau Lombok.

Selain itu, kontribusi tembakau virginia terhadap perekonomian daerah di NTB cukup besar. Dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12, NTB mendapatkan sekitar Rp295 Miliar lebih sebagai daerah penghasil tembakau.

Dana itu kemudian didistribusi ke daerah Kabupaten/Kota sesuai porsi produksi masing-masing.

Tata kelola tak memihak petani

Hanya saja, menurut Masrun, emas hijau tembakau virginia belum seindah namanya bagi para petani dan buruh tani di sektor ini.

Tata kelola kemitraan dengan swasta, serta tata kelola sistem perniagaan tembakau masih belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat petani tembakau, termasuk di Lombok Tengah.

Hal ini yang membuat para petani tembakau seolah tengah mengadu “nasib baik” setiap kali musim tanam tiba.

Sesekali harga sangat tinggi, namun saat ditanam dalam jumlah banyak, terjadi over produksi dan harga terjun bebas alias anjlok.

Untung bisa dalam sekejab, demikian juga rugi. Bisa dalam hitungan singkat.

“Maka tak heran kalau dari dulu banyak kisah Haji Mako atau yang Alhamdulillah bisa berhaji dengan hasil tembakau. Tapi ada juga kisah tragis petani seteres dan berupaya bunuh diri karena merugi,” kata Masrun.

Karena itulah  Calon Bupati yang didukung PKB ini  menilai,  perlu dilakukan perbaikan dan pembenahan tata kelola pertembakauan di NTB, termasuk di Lombok Tengah.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB menyebutkan, luas areal tanam rata-rata di NTB tercatat 22 ribu – 25 ribu hektare. Lombok Tengah termasuk daerah kedua terbesar setelah Lombok Timur.

Pemasaran hasil produksi juga sangat terbuka karena sejumlah perusahaan produsen rokok nasional dan mancanegara mengambil produk ini. Belasan di antaranya dengan pola kemitraan dengan petani, dan sebagian lainnya membeli lepasan.

Jadi penengah perusahaan dan petani

Haji Masrun mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani pemerintah daerah harus bisa berinovasi dengan program dan kebijakan yang menjadi penengah kebutuhan perusahaan swasta dan petani tembakau.

Selain merumuskan harga dasar tembakau setiap masa panen, juga bisa mengatur aturan bagi perusahaan swasta untuk melindungi petani.

“Sehingga kita tidak terlalu khawatir over produksi. Kalau perusahaan mitra tak membeli melebihi kuotanya, petani bisa jual ke perusahaan lain yang tidak bermitra langsung dengan petani,” ujarnya.

Haji Masrun menilai, pembagian alokasi dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) di Lombok Tengah juga kurang maksimal.

Data menyebutkan, dari jumlah DBH-CHT yang diteria Provinsi NTB sebesar Rp295 Miliar. Sebagian besar masuk ke Pemprov NTB sebanyak Rp88,6 miliar.

Sisanya untuk Lombok Timur Rp54,3 miliar, Lombok Tengah Rp48,2 miliar,  Lombok Barat Rp15,5 miliar, dan daerah lain seperti Bima Rp9,7 miliar, Dompu Rp5,2 miliar,  Kota Bima Rp2 miliar dan Sumbawa Barat Rp3 miliar.

Dana yang masuk ke daerah Lombok Tengah juga tidak seluruhnya disalurkan kembali untuk pembinaan dan kesejahteraan petani tembakau. Namun dialokasikan juga untuk kebutuhan daerah lainnya.

“Ke depan masalah DBH-CHT ini harus kita perjuangkan. Karena amanah dalam permen itu jelas, sekitar 60 persen harus kembali ke petani,” tegasnya.

Pembinaan untuk petani dan kelompok tani menurut Masrun sangat penting. Sebab, tembakau merupakan tanaman semusim. Sehingga para petani bisa mengelola keuangan mereka dari hasil panen musim ini, sambil menyisihkan untuk kebutuhan musim tanam selanjutnya.

“Jangan sampai emas hijau ini, justru memiskinkan petani,” imbuhnya.

Tembakau Virginia Ikon Mendunia

Calon Bupati Idola  dengan slogan Lombok Tengah Mendunia ini menilai, komoditas tembakau virginia bisa menjadi ikon ekowisata dan eduwisata yang menarik jika digarap dan dikemas apik.

Para wisatawan bisa menikmati hamparan tembakau dan berinteraksi dengan petani, saat musim tembakau tiba sejak Juni hingga akhir tahun.

Ini pengalaman mahal bagi para wisatawan yang menikmati rokok, namun belum pernah melihat langsung bagaimana tembakau dihasilkan dari tangan-tangan petani Lombok Tengah.

Akan muncul kreativitas ekonomi misalnya dengan memproduksi miniatur rokok bermerk sebagai oleh-oleh kerajinan dari Lombok Tengah.

“Semua butuh inovasi dan kreasi. Tembakau virginia ini bisa membuat Lombok Tengah makin mendunia. Ke depan bisa seperti Brazil, dimana perkebunan tembakau menjadi destinasi wisata khusus, untuk eduwisata dan ekowisata. Tidak ada yang mustahil,” tukasnya

Yang terpenting bagi Haji Masrun, adalah bahwa segala potensi yang ada di daerah Lombok Tengah harus benar-benar dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Terkait up date Konstelasi Pilkada Serentak Lombok Tengah , rumors yang beredar yakni telah terjadi komunikasi intensif dan masiv antara petinggi PKB NTB dengan orang kuat PKS NTB. Hal ini terkait rencana beberapa partai lainnya yang masuk dalam aliansi taktis ini.

Me




Penanganan  Rehab-Rekon Gempa 2018 Sudah 96 Persen

Ke depan, fokus penanganannya pada rusak berat, sedangkan, untuk rusak sedang dan rusak ringan masyarakat akan diberikan bantuan 100 persen untuk dikerjakan mandiri

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturrahim dari Deputi BNPB Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB, Ir. Rifai MBA.

Kedatangan Deputi BNPB tersebut dalam rangka melihat secara langsung progres pembangunan rumah tahan gempa di Provinsi NTB.

“Kedatangan kami ini memenuhi undangan bapak gubernur, sekaligus melihat secara langsung progres pembangun rumah rekon yang ada di NTB,” ujar Rifai saat silaturrahim di ruang kerja Gubernur NTB pada Rabu (22/07/20).

Menurut  Rifai, NTB dalam perkembangan penanganan perbaikan, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di NTB, sudah sampai 96 persen.

“Ini sangat menarik, karena kekuatan dan koordinasi daerah sudah sangat baik. Semoga terus disempurnakan,” ucapnya.

Ia mengaku bersyukur, tenaga fasilitator juga sudah mulai diangkat. Menurutnya, itu semua bisa mempercepat pembangunan. Tidak hanya itu, pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi covid-19 juga tetap ada.

“Alhamdulillah sesuai usulan BNPB provinsi NTB untuk mengaktifkan kembali tenaga fasilitator sudah dilakukan, diperbanyak juga tidak masalah,” tambahnya

Namun sesuai aturan yang telah ditentukan pemerintah, fasilitator tetap diberikan ruang untuk bekerja, dengan memperhatikan protokol Covid-19, menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan media, menjaga jarak.

“Dasarnya sudah jelas sesuai dengan kepres nomor 59 tentang gugus tugas, protokol dari kementerian PUPR nomor 2 tentang tentang memperhatikan protokol covid-19,” jelasnya.

Ke depan, fokus penanganannya pada rusak berat, sedangkan, untuk rusak sedang dan rusak ringan masyarakat akan diberikan bantuan 100 persen untuk dikerjakan mandiri.

“Kita fokus di rusak berat, banyak rusak sedang dan ringan sudah ditempati, kita kasih masyarakat bantuan 100 persen dan tugas kita memantau,” katanya.

Fokus yang rusak berat

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan terimakasih kepada Deputi BNPR RI tersebut, dan usulan pengerjaan terfokus pada rusak berat tersebut perlu secepatnya ditindaklanjuti BPBD Provinsi NTB.

“Secepatnya ditindaklanjuti, kita fokus kerjakan yang rusak berat, untuk yang sedang dan ringan kita berikan pendanaannya 100 persen ke masyarakat, kita percaya, masyarakat bisa memperbaiki, tugas kita memantau,” kata Gubernur.

Gubernur pun menegaskan, perlunya menuntaskan berbagai pekerjaan rumah yang tersisa dari gempa tahun 2018 tersebut. Ia mengaku prihatin melihat masyarakat NTB masih ada yang rumahnya belum selesai dibangun.

Karenanya, ia menyerukan kecepatan bertindak. Menurutnya, setiap pengambil kebijakan harus tetap hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apapun.

“Apapun kita lakukan, fasilitator juga silahkan ditambah. Kita ingin, rumah ini selesai semuanya, paling telat bulan September,” ungkap gubernur sembari memerintahkan BPBD Provinsi NTB untuk mempercepat seluruh kendala dalam proses pembangunan tersebut.

AYA/HmsNTB




Wismaningsih: Pekerja yang Dirumahkan Sebagian Mulai Bekerja

Walaupun ada pontensi peningkatan angka penanggurang yang tercatat hingga Agustus mendatang, persentasinya tidak akan terlalu tinggi

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Disnakertrans NTB, T. Wismaningsih Drajadia menerangkan, pihaknya mencatat setidaknya 15.000 pekerja sektor pariwisata dan 1.450 pekerja sektor lainnya yang sebelumnya dirumahkan, bahkan beberapa terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), sebagian  kembali bekerja.

Menurutnya, kembalinya pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan sudah mulai berjalan.

Hal itu mengikuti beroperasinya kembali perusahaan setelah sempat tutup karena dampak pandemi Covid-19.

“Itu sebagian sudah ada yang mulai bekerja lagi. Jadi ini baru, kita masih mendata kegiatan-kegiatan (yang mulai aktif) itu,” jelas Wismaningsih saat dikonfirmasi, Rabu (22/7) di Mataram.

Menurutnya, penyerapan kembali pekerja yang dirumahkan memang belum merata. Terutama untuk sektor pariwisata.

Ia menjelaskan, penyerapan kembali pekerja terutama dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang mulai beroperasi. Seperti hotel-hotel yang kembali buka setelah sempat tutup.

“Itu sudah mulai menerima pekerja lagi, tapi kalau persentasenya sampai 50 persen dengan (jumlah pekerja) pariwisata (yang dirumahkan) itu belum bsia. Kalau sektor non-pariwisata rata-rata sudah bekerja lagi,” jelas Wismaningsih.

Peningkatan pengangguran tidak tinggi

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyiapkan penghitungan tingkat penganggurang NTB periode 2019-2020 Agustus mendatang.

Mengikuti situasi saat ini, angka pengangguran tersebut diproyeksi tidak akan mengalami peningkatan signifikan.

“Kita lihat di Agustus, apakah dilihat dari ekonomi ini akan membaik, tapi ketika corona baik ekonominya ditarik mundur. Kalaupun tidak, ya tetap diatur lagi. Kalau Corona-nya sudah melandai, aktivitas ekonomi mulai digerakkan,” ujar Kepala BPS NTB, Suntono.

Menurutnya, walaupun ada pontensi peningkatan angka penanggurang yang tercatat hingga Agustus mendatang, persentasinya tidak akan terlalu tinggi.

Pasalnya, walaupun banyak sektor usaha yang tutup dan merumahkan karyawan, namun sektor usaha umum dan mandiri justru berkembang.

“Kalau aktivitas ekonominya belum semuanya pulih, dan yang dilaporkan sekian ribu di PHK dan dirumahkan itu pasti terdampak. Walaupun di teori ketenaga kerjaan orang itu kan ingin tetap hidup. Tidak mungkin kan tidak ada upaya,” jelasnya.

Dicontohkannya, dengan pekerja hotel di NTB yang sebagian besar dirumahkan. Pekerja-pekerja tersebut banyak yang memulai membuka usaha secara mandiri atau bergeser menjadi pekerja di sektor lain yang masih aktif di tengah pandemi yang berlangsung.

“Biasanya begitu. Tadinya pekerja sektor di akomodasi itu sekian, tapi saat pandemi ini terkena PHK, dia bergeser ke sektor informal yang lain. Jadi tukang batu, entah mau jadi pedagang, atau buka usaha itu sangat mungkin,” ujar Suntono.

Menurutnya, NTB secara umum tergolong dalam kategori yang cukup baik terkait tingkat penangguran, dengan persentase 3,6 – 3,7 persen. Artinya, dari 100 angkatan kerja hanya 3 – 4 orang yang dilaporkan masih menganggur.

AYA