Geopark dan Cagar Biosfer Dunia; Wagub Ajak Semua Pihak Serius Kelola Rinjani

Keseriusan dari TNGR serta kolaborasi dengan pemerintah menjadi kunci dalam memelihara kelestarian Rinjani

MATARAM.lombokjourna.com — Kawasan Rinjani yang telah tercatat sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) menjadi salah satu kebanggaan Provinsi NTB.

Dengan Rinjani di Pulau Lombok dan Tambora di Pulau Sumbawa, NTB berhasil menunjukan keeksotisan alamnya di kancah internasional.

Hal ini tentu harus dapat dijaga dan dirawat oleh pengelola serta pihak terkait agar kekayaan alam NTB dapat terus lestari untuk waktu yang lama.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak pengurus Taman Nasional Geopark Rinjani (TNGR) serta pemangku kepentingan terkait,  agar optimal dalam mengelola Rinjani.

Hal ini disampaikannya saat memimpin rapat virtual di Ruang Kerjanya, Kamis (06/08/20).

Rapat virtual ini diikuti, antara lain oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Kepala Balai TNGR dan juga pengurus Geopark Rinjani.

“Kita ketahui bahwa Rinjani adalah selain sebagai Geopark juga sebagai cagar biosfer dunia, sehingga tentunya yang kita inginkan ke depan adalah kita sungguh-sungguh serius didalam mengelola Rinjani ini,” ujar Wagub.

Wagub yang juga kerap disapa Umi Rohmi ini menilai keseriusan dari TNGR serta kolaborasi dengan pemerintah menjadi kunci dalam memelihara kelestarian Rinjani.

Dengan ini pula, Rinjani yang dinobatkan sebagai Geopark dan cagar biosfer dunia dapat benar-benar terealisasi faktanya di lapangan.

“Ini harus betul-betul secara komprehensif kita pikirkan betul secara serius, saya tidak mau usaha kita untuk memelihara Rinjani ini tidak serius,” tegasnya.

Selain sebagai objek wisata dan cagar biosfer, Ia juga berharap Rinjani dapat menjadi tempat pemberdayaan masyarakat, tempat edukasi dan fungsi-fungsi positif lainnya.

TNGR dan stakeholder terkait diminta agar profesional, mempunyai target dan perencanaan yang jelas. Keterlibatan masyarakat dalam hal ini juga turut menjadi bagian yang sangat penting.

“Apalagi dengan adanya Tim Geopark, disini ada TNGR, ini kita harapkan sungguh-sungguh bisa menjadi garda terdepan didalam bagaimana menjaga agar Rinjani ini betul-betul bisa menjadi harapan dan hajat hidup masyarakat di Lombok. Begitu juga dengan di Tambora, di Pulau Sumbawa,” jelas Umi Rohmi.

Wagub berharap Rinjani, dapat memberikan inspirasi dan dapat menjadi contoh bukan hanya di Indonesia saja, melainkan ke seluruh dunia. Ia yakin, dengan tekad dan kerjasama yang padu, hal tersebut dapat terwujud.

“Ini yang harus kita ikhtiarkan bersama, mari kita serius, agar Rinjani ini kelestarian alamnya terjaga, bisa menjadi tempat pemberdayaan, menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lombok, dan tentunya sebagai tempat riset, edukasi, fungsi-fungsinya itu bisa berfungsi dengan sebaik-baiknya,” ujar  Umi Rohmi.

Hal yang sama juga diserukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi. Ia meminta setiap OPD yang berkaitan dengan pemeliharaan Geopark Rinjani dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik mungkin.

“Ini harus terus menerus kita sinergi dan komunikasikan,” tutur Lalu Gita.

Ia kemudian meminta TNGR dan juga pengurus Geopark Rinjani, agar dapat segera menghubungi Pemprov apabila terjadi kendala dan juga masalah.

Dengan hal ini, pemeliharaan Rinjani dapat berjalan dengan baik dari waktu ke waktu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal  menyoroti revalidasi standar Geopark Rinjani oleh UNESCO.

Revalidasi dinilai penting karena validasi Geopark Rinjani sudah dilakukan tiga tahun lalu. Perubahan situasi dan kondisi yang mungkin terjadi dalam kurun tersebut menjadi alasan utama harus dilakukannya revalidasi.

Adapun kebutuhan revalidasi UNESCO tahun 2021 yang wajib dipenuhi. Antara lain, pemenuhan rekomendasi UNESCO, penguatan situs Geopark dalam hal ini terkait aksesibilitas, visibilitas dan amenitas, penguatan kajian dan edukasi, penguatan jaringan dan kelembagaan, penguatan Pokja & ekonomi masyarakat, serta penguatan konservasi alam dan budaya.

“Yang paling penting hari ini adalah kita melakukan sesegera mungkin revalidasi terhadap apa-apa yang menjadi standar Geopark kita ketika masuk menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp),” sebutnya.

Selain itu, Faozal juga turut memaparkan arah pengembangan Geopark Rinjani. Pengembangan tersebut berupa Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Gunung Rinjani dan sekitarnya, sebagai destinasi wisata alam dengan keragaman sumber daya geologis, kekhasan dan keunikan budaya serta kekayaan sumber daya alam dan hayati secara berkelanjutan.

Disamping itu juga, pengembangan tersebut harus berbasis pada budaya serta pemberdayaan masyarakat.

“Kira-kira inilah aktivitas pariwisata yang bisa kita lakukan pengembangannya di kawasan ini,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom menyampaikan, ada enam pengelola kawasan Rinjani.

Bahkan keenam lembaga pengelola kawasan ini telah memiliki rencana kerja yang telah disahkan Kementerian Lingkungan Hidup selama 10 tahun.

“Jadi dari rencana pengelolaan jangka panjang itu sudah ada rencana-rencana action dari teman-teman pengelola kawasan. Termasuk Taman Nasional Gunung Rinjani, untuk melakukan aktivitas mulai dari pola tata hutan, rencana pengelolaan, terus rehabilitasi den reklamasi termasuk pemanfaatan dari kawasan tersebut,” jelas Madani.

Kepala Balai TNGR, Dedy Asriady menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program pembangunan Provinsi NTB. Ia pun sangat menyadari bahwa Rinjani telah menjadi salah satu bagian penting dalam menyukseskan hal tersebut.

“Kami akan senantiasa siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan semua elemen stakeholder yang ada di Provinsi NTB,” kata Dedy.

Dedy kemudian mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB yang hingga saat ini disebutnya selalu memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan dan pelestarian Rinjani.

“Saya melihat bahwa dukungan pemerintah dan stakeholder di Provinsi NTB terhadap keberadaan Gunung Rinjani, khususnya Geopark dan cagar biosfer itu sangat nyata program dan implementasi dukungannya,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Setelah beredar  Video Dugem, BTNGR Tutup Savana Provok

Aksi dugem remaja  itu itu telah melanggar SOP pariwisata, yakni tidak menerapkan protokol Covid-19 seperti tidak menjaga jarak/tidak menggunakan masker, serta mecoreng etika berwisata

MATARAM.lombokjournal.com — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup bukit savana Provok di Desa Bebidas, Kabupaten Lombok Timur.

Penutupan dilakukan menyusul adanya aksi dugem massal yang viral di media social, beberapa waktu lalu.

“Penutupan bukit Savana Provok yang merupakan lokasi camping tersebut karena dinilai telah melanggar SOP pariwisata serta dinilai telah mencoreng pariwisata Lombok Timur,” ujar Kepala BTNGR Dedy Asriady saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Kamis (6/8/2020).

Menurut Dedy, aksi sekumpulan remaja yang diduga melakukan  dugem di lokasi camping tersebut memancing reaksi masyarakat.

Mereka mengecam hingga mendorong pihak pengelola mem-blacklist pengunjung yang terdapat di video tersebut.

“Menanggapi video dugem massal yang beredar di media sosial tersebut   Kami dari BTNGR langsung melakukan tindakan tegas dengan menutup lokasi tersebut hingga waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Menurutnya, penutupan lokasi tersebut karena dinilai telah melanggar SOP pariwisata yakni tidak menerapkan protokol covid-19 seperti tidak menjaga jarak/tidak menggunakan masker serta mencoreng etika berwisata.

Lebih lanjut Dedy menegaskan dengan adanya insiden tersebut pihaknya saat ini akan fokus membenahi SOP pendakian.

Bagi sekelompok pemuda yang melakukan aksi dugem di bukit savana provok tersebut pihak BTNGR tidak memberikan hukuman bagi mereka. Melainkan memberikan edukasi agar sewaktu waktu tidak mengulangi lagi perbuatannya serta menjadi pembelajaran bagi pendaki lainnya.

AYA




Gerakan Pramuka Ikut Bumikan Program Zero Waste

Dengan sosialisasi yang diadakan ini dapat membumikan zero waste, Dimulai dari anggota pramuka dan ditularkan di keluarga serta lingkungan masing-masing

MATARAM.lombokjournal.com —  Gerakan Pramuka Kwatir Daerah NTB ikut mensukseskan misi NTB Hijau dengan menggaungkan semangat Zero Waste.

Dimulai dari para anggota Pramuka SMA se-Kota Mataram, Gerakan Pramuka Kwatir Provinsi NTB menggelar Sosialisasi Program Zero Waste,  di Aula Pusdiklatda Kwarda NTB di Mataram, Kamis (06/08/20).

Sosialisasi tersebut dirangkai dengan praktek pembuatan pupuk cair organik dari sampah buah dan pestisida nabati, pembuatan ecobric, pembuatan kerajinan dari sampah plastik, serta acara clean up bersama di Desa Karang Pule keesokan harinya.

“Dengan menerapkan gaya hidup zero waste kita tidak hanya membantu pemerintah dengan program unggulannya tapi dengan tujuan yang lebih besar yaitu sama-sama menjaga kelestarian bumi dari kerusakan,” jelas Mulyadi Gunawan,  Tim Pengolah Sampah Satgas Zero Waste, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, selaku pemateri.

Selain menghadirkan pemateri dari Dinas LHK, Gerakan Pramuka Kwatir Daerah NTB juga mengundang Wirawan Holi dari Komunitas Nol Sampah Surabaya untuk membawakan materi Diet Plastik Sekali Pakai.

Wirawan Holi mengajarkan  fakta-fakta bahaya sampah plastik seperti styrofoam, sedotan plastik, botol plastik, dan tas kresek yang banyak beredar di masyarakat.

“Kita harus tahu dosa-dosa tas kresek yang banyak beredar di masyarakat. Sehingga kita bisa bijak dalam menggunakannya,” ungkapnya.

Lebih jauh Wirawan Holi menjelaskan tas kresek adalah barang sekali pakai yang butuh 100-500 tahun untuk bisa terurai di alam.

Jika tercecer di tanah akan merusak lingkungan menghambat peresapan air, menyebabkan banjir, dan merusak kesuburan tanah.

Dalam produksinya sendiri, dibutuhkan 11 barel minyak untuk memproduksi 1 ton plastik.

Sementara dibutuhkan 12 juta barel minyak yang akan menghasilkan emisi gas rumah kaca cukup besae dan menyebabkan pemanasan global.

Yudistira latif Pradana, Ketua Panitia acara tersebut sekaligus Ketua Sangga kerja Hari pramuka berharap,  dengan sosialisasi yang diadakan ini dapat membumikan zero waste.

Dimulai dari anggota pramuka dan dapat ditularkan di keluarga serta lingkungan masing-masing.

“Inginnya Pramuka di NTB bisa menciptakan membuat pemahaman sistem pengolahan sampah yang bagus utk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” tandasnya.

diskominfotikntb




Kota Mataram Bersih, Ini Gagasan Selly-Manan Untuk Pengembangan Wisata Pantai

Menggagas  pengembangan wisata pantai yang bersih dan nyaman di Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com — Kota Mataram nyaris tak punya ikon pariwisata alam yang wow, seperti di daerah Kabupaten lainnya di NTB.

Kawasan pantai di sekitar Loang Baloq hingga pantai Gading, Kecamatan Sekarbela, pun menjadi satu-satunya tumpuan pariwisata pantai di ibukota NTB ini.

Meski sudah mulai berkembang sebagai pusat kuliner ikan bakar dan seafood, namun penataan ruang, kebersihan, dan kelengkapan sarana penunjang di kawasan pantai ini masih sangat kurang.

Salah satunya adalah sulitnya menemukan fasilitas toilet umum di pantai ini, dan juga ruas jalan dimana banyak kedai kuliner berjajar.

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan H Abdul Manan berencana menggagas pengembangan wisata pantai yang bersih dan nyaman di Kota Mataram.

Karena itu, pasangan kuat yang diusung koalisi PDIP dan PKS ini akan memulainya dengan melengkapi sarana toilet portable di kawasan pantai tersebut.

“Kami turun ke lapangan, melihat bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak dengan potensi kuliner ikannya di pantai ini. Tapi ada keterbatasan toilet yang seringkali menjadi keluhan pengunjung. Nah, kami Selly-Manan akan berbuat dengan melengkapi sarana toilet portable, secara bertahap,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani , Rabu (05/08/20).

Menurutnya, unit toilet portable akan disalurkan ke kelompok nelayan atau kelompok usaha masyarakat di kawasan pantai dan juga ruas jalan sepanjang Loang Balog hingga Pantai Gading.

Unit toilet portable itu nantinya  akan dikelola oleh kelompok masyarakat sebagai toilet umum bagi pengunjung atau wisatawan yang datang.

Pengunjung bisa dikenai biaya Rp2000 untuk mengunakan toilet, uang yang terkumpul bisa digunakan kelompok pengelola untuk pemeliharaan.

Selly mengatakan, hal ini dilakukan bukan sekadar untuk menyediakan fasilitas kebersihan untuk wisatawan, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesadaran pola hidup bersih di tengah masyarakat pesisir.

“Sehingga pengunjung dan wisatawan yang datang untuk menikmati kuliner ikan, juga bisa nyaman. Sebab kadang kala tidak enak juga saat ingin ke toilet, tapi fasilitasnya tidak tersedia, ini bisa mengurangi kesan,” tukasnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini mengatakan, potensi wisata di Kota Mataram memang hanya bisa dikembangkan dengan konsep pariwisata buatan, atau pariwisata alam yang benar-benar digenjot kelengkapannya.

Jika tidak, tentu Kota ini akan terus kalah bersaing dalam menarik minat wisatawan dengan Kabupaten/Kota lainnya di NTB.

Me




NTB Zero Waste, Kurangi Sampah dengan Tong Komposter

Program Zero Waste yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB adalah upaya pengelolaan dan pengurangan sampah

LOBAR.lombokjournal.com  – – Ratusan Kepala Keluarga di komplek perumahan Lantana Garden, Dusun Labuapi Utara, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat telah merasakan banyak manfaat dengan menggunakan tong komposter untuk mengurangi sampah.

Hasilnya, selain mengurangi sampah organik rumah tangga, hasil komposter berupa pupuk juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman hidroponik warga.

Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah yang berkunjung ke komplek BTN Lantana Garden, Rabu (05/08/20) mengapresiasi kepedulian warga pada lingkungan.

Menurutnya, kepedulian dan semangat adalah modal utama untuk menjaga kelestarian alam.

“Kontribusi ini besar artinya untuk kita bersama sama mulai memperhatikan kelestarian alam daerah kita”, ujar Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Dikatakan Ummi Rohmi, melalui program NTB Zero Waste (bebas sampah), pemerintah berikhtiar untuk membangun dengan tetap menjaga kelestarian alam milik warga NTB ini.

Selain sebagai warisan bagi generasi di masa depan, lingkungan yang bersih dan lestari berkaitan erat dengan kesehatan. Dua hal yang saat ini makin jarang diperhatikan namun besar dampaknya bagi kehidupan masyarakat, khususnya di masa pandemi seperti saat ini.

“Warga masyarakat, Tokoh, Pegiat dan pemerhati lingkungan serta pemerintah, masing-masing punya peran dan tanggungjawab untuk bersama menjaga NTB yang Asri dan Lestari” himbau mantan Rektor Universitas Hamzanwadi tersebut.

Selanjutnya, Wagub mengingatkan untuk terus menerus disiplin dalam upaya menerapkan protokol kesehatan Covid 19. Warga di himbau dapat saling mengingatkan tentang kesehatan.

Seperti jika ada warga yang tidak menggunakan masker atau menjaga jarak. Menurut Ummi Rohmi, ini semua demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Senada dengan Wagub, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Madani Mukarom mengatakan, program Zero Waste yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB adalah upaya pengelolaan dan pengurangan sampah.

Targetnya 30 persen sampah akan berkurang pada 2023 dan 70 persen sampah terkelola menjadi energi dan daur ulang.

Salah satu strateginya adalah dengan memperbanyak sumur biopori dan kantong komposter. Sebanyak 5200 composter bag siap dibagikan kepada masyarakat dan komunitas serta pegiat lingkungan yang mendukung kegiatan ini.

Di BTN Lantana Garden, dibagikan 300 kantong komposter lengkap dengan barcode yang dapat dipindai untuk membaca cara penggunaannya. Dengan begitu, diharapkan target 22 persen pengurangan sampah pada tahun ini dapat terealisasi.

Salah seorang warga BTN Lantana Garden, Paox Iben Mudhaffar, yang juga pegiat lingkungan sekaligus budayawan mengatakan, motivasi sederhana agar senantiasa bersemangat menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari adalah karena kesehatan keluarganya.

Diakuinya, sungai kecil di sebelah rumahnya dahulu sangat kotor. Dengan tekad yang kuat dan semangat ingin terus hidup sehat, Paox Iben berhasil mengeruk sampah dari sungai hingga dua truk sampah.

Pekerjaan positifnya ini mendapat perhatian pemerintah yang mengirimkannya dua tong komposter sampah. Baru kemudian ia menanam sayuran hidroponik dengan pupuk cair yang dihasilkan tong komposter.

Dari aktifitas Paox Iben, beberapa tetangganya meniru dan melakukan hal serupa dengan membersihkan terusan sungai dari sampah kemudian memanfaatkan sampah untuk dimasukkan kedalam tong komposter.

Dari kebiasaan baik itu, sungai tersebut kini sangat bersih, bahkan warga memanfaatkannya dengan memelihara ikan.

Saat ini, hampir setiap kepala keluarga di dua RT memiliki tong komposter dan  kebun sayur hidroponik yang dapat dinikmati hasilnya.

“Ya Alhamdulillah, sempat diprotes warga karena dulu dikira ingin membendung sungai. Sekarang malah menginspirasi warga lainnya,” kata Paox Iben mengenang.

Turut hadir mendampingi Wakil Gubernur pada kesempatan tersebut, Asisten I, II dan III Setda NTB dan beberapa komunitas pecinta lingkungan.

jm/diskominfotik




Inspektorat Kabupaten/Kota Diminta Pantau Penggunan Bansos Covid-19

Masyarakat Diminta berani melapor, namun harus disertai dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan

MATARAM.lombokjournal.com — Inspektorat NTB meminta Inspektorat Kabupaten/Kota ikut memantau penggunaan dan penyaluran bantuan sosial (Bansos) Covid-19, untu menghindari penyimpangan. .

Seperti diketahui Aparat Penegak Hukum (APH) sedang mengusut delapan kasus dugaan penyelewengan dana Covid-19 di NTB.

‘’Iya, Inspektorat Kabupaten/Kota diminta memantau itu. Karena itu bagian dari pendampingan dan Instruksi Mendagri juga. Pemprov melalui Inspektorat Provinsi nanti akan  mensupervisi Inspektorat Kabupaten/Kota,’’ ujar Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH, M. Si, Rabu (05/08/20)

Menurut Ibnu, jika melihat banyaknya kasus dugaan penyelewengan penggunaan dana dan penyaluran Bansos Covid-19, Inspektorat kabupaten/kota diharapkan melakukan pemantauan secara intens.

“Inspektorat melakukan pendekatan dengan cara melakukan pendampingan dan memberikan saran serta masukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan,” kata Ibnu.

Terkait dengan penggunaan dana Covid-19, Inspektorat melakukan pendampingan. Termasuk dalam pelaksanaan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), juga dikawal oleh inspektorat.

Inspektorat juga melakukan post audit pelaksanaan JPS.

Mengenai delapan kasus dugaan penyelewengan dana Covid-19, Ibnu mengatakan belum mengetahui kasus detilnya.

Namun ia mengatakan kebanyaka terjadi di desa, kaitan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa.

Beberapa waktu lalu mencuat dugaan pemotongan  bantuan langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di beberapa desa di NTB.

Terkait dengan hal ini, ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar melakukan kontrol yang intensif.

‘’Karena itu bagian dari pengendalian dari OPD terkait.  Bentuk pengendaliannya melakukan pemantauan secara berkala dan berkelanjutan. Ndak cukup, begitu droping, ada berita acara langsung selesai, tapi harus dicek lagi,’’ katanya.

Terkait dengan dugaan penyimpangan bantuan Covid-19, ia meminta masyarakat berani melapor. Namun harus disertai dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

‘’Masyarakat harus berani melapor, jangan takut. Melapor itu tujuannya untuk meluruskan. Berdasarkan data, fakta yang ada. Bahwa betul kejadiannya seperti itu. Jangan justru menjadi fitnah,’’ ujar Ibnu

AYA




Masrun-Aksar Berpeluang Didukung PKB di Pilkada Lombok Tengah

Opsional penjaringan yang telah diatur oleh PKS-PKB ada tiga, yang pertama mengusung Bapaslon yang telah mendaftar di ke dua partai, ke dua mengusung masing-masing kader, ke tiga melakukan penjaringan ulang

MATARAM.lombokjournal.com — Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Pilkada Lombok Tengah H. Masrun-HL. Aksar Ansori, berpeluang mendapatkan dukungan PKB Kabupaten Lombok Tengah pada gelaran Pilkada bulan Desember 2020 nanti.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PKB NTB, HL. Hadrian Irfani saat dikonfirmasi LombokJournal.com, Rabu, (05/08/20).

Dijelaskan, saat ini PKB sudah memastikan kerjasama koalisi dengan PKS. Untuk tahapan selanjutnya, ke dua partai tinggal menentukan Bapaslon yang nantinya diusung sesuai dengan hasil survei yang tengah dilangsungkan.

Disinggung mengenai seberapa besar peluang Bapaslon Masrun-Aksar mendapatkan dukungan PKB, Hadrian menjelaskan jika sejauh ini peluangnya masih lebih besar dari Bapaslon lain yang juga mendaftar di PKB.

“Sampai saat ini, ndak tahu besok, Pak Aksar paling berpeluang,” katanya.

Terpisah, anggota Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) DPW PKS NTB Yek Agil menyatakan, jika semua Bapaslon yang mendaftar memiliki peluang yang sama untuk diusung koalisi PKS-PKB, tergantung dari hasil survei.

Adapun opsional penjaringan yang telah diatur oleh PKS-PKB ada tiga, yang pertama mengusung Bapaslon yang telah mendaftar di ke dua partai, ke dua mengusung masing-masing kader, ke tiga melakukan penjaringan ulang.

Tiga opsional tersebut dimungkinkan untuk dilakukan dengan alasan agar koalisi PKS-PKB menyodorkan figur terbaik yang paling diinginkan masyarakat Lombok Tengah.

“Kita cari figur yang paling diinginkan masyarakat Lombok Tengah,” kata Yek Agil

Ast




Ini rahasianya, Masyarakat Desa Kelayu Bisa Kurban 41 Ekor Sapi Di Masa Pandemi

Masing masing warga yang hendak berkurban menyerahkan uang senilai 2,5 juta rupiah, yang bisa dilakukan dengan cara dicicil atau ditabung pada panitia kurban selama 10 hingga 12 bulan

LOTIM.lombokjournal.com —  Rangkaian perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 Hijriah serentak dirayakan dengan semarak dan sukacita oleh warga masyarakat.

Salah satunya yakni dengan menyembelih hewan kurban yang merupakan tradisi tahunan warga sebagai simbolisasi kepatuhan kepada perintah agama (syariat,red).

TGH. Hudatulloh Muhibuddin Abdul Azis M.A

Pemandangan tak biasa terlihat di sebuah desa kecil di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Desa Kelayu Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Desa ini tiap tahun warga mampu mengumpulkan hewan kurban dengan jumlah terbanyak yang merupakan sumbangan swadaya masyarakat.

Pada Perayaan Hari idul Adha tahun 2020, tak kurang dari 41 ekor Sapi berhasil dikumpulkan masyarakat  yang diakomodir langsung  dalam kepanitiaan masjid setempat, yakni Masjid Al-Umary Kelayu.

Menariknya seluruh hewan kurban yang terkumpul bukanlah hasil sumbangan perusahaan atau pejabat daerah, melainkan merupakan hasil urunan masyarakat desa yang  menghajatkan turut berbagi kelebihan rezekinya dalam ibadah kurban dan Aqiqah yang tiap tahun digelar warga tersebut.

Caranya cukup sederhana, masing masing warga yang hendak berkurban menyerahkan uang senilai 2,5 juta rupiah, yang bisa dilakukan dengan cara dicicil atau ditabung pada panitia kurban selama 10 hingga 12 bulan.

Dan setelah terkumpul selanjutnya dibelikan hewan kurban untuk dipotong pada saat hari raya.

“Ini menjadi tradisi turun temurun warga desa Kelayu, dan sistem ini telah kita lakukan hampir 20 tahun. Kita melaksanakan kurban, hingga saat ini.  Alhamdulillah tetap terlaksana dan mendapat respon positif dari masyarakat,” ungkap  TGH. Hudatulloh Muhibuddin Abdul Azis M.A  kepada media ditemui di sela pelaksanaan ibadah kurban.

Selain sebagai wujud solidaritas dan dan  meningkatnya pemahaman beragama masyarakat, tradisi berkurban warga juga menjadi momentum bersama selalu merekan silaturahmi antar warga serta menjaga tradisi pendahulu agar tidak punah ditelan masa.

“Tak hanya sebagai simbol kepatuhan dalam  menjalankan syari’at, ini juga bentuk solidaritas dan tingginya jiwa sosial masyarakat yang sangat cinta kepada agama dan menjaga jiwa gotong royong di tengah kehidupan sosial mereka,” lanjutnya.

Khusus di masa Pandemi ini, seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah kurban dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, dengan mewajibkan masker bagi peserta dan juga  menerapkan jaga jarak (social distancing, red) dalam pelaksanaannya, dan tidak menggelar pembagian daging kurban di areal masjid untuk menghindari kerumunan.

“Kita laksanakan sesuai protokol kesehatan, seluruh panitia dan peserta kurban mengenakan masker, dan daging kurban kita bagikan langsung ke rumah warga melalui kepala lingkungan, jadi tidak ada kerumunan,”  ungkap Muhammad Yani M.Pd, Sekretaris Panitia Kurban Masjid Jami’ Al-Umary kelayu. AYA (*)




Pilkada Kabupaten Bima, Bapaslon H. Syafruddin HM Nur-Adi Mahyudi Optimis Peroleh Dukungan Partai Nasdem

Hingga saat ini DPD Nasdem Kabupaten Bima masih menunggu hasil survei sebelum mengeluarkan SK dukungan

MATARAM.lombokjournal.com – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) H. Syafruddin HM Nur-Adi Mahyudi di Pilkada Bima tetap optimis, pihaknya akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dukungan dari Partai Nasdem, partai besutan Surya Paloh tersebut.

Kendati beredar isu, DPD Nasdem Kabupaten Bima tidak memberikan dukungannya kepada Bapaslon tersebut, mengingat berdasar hasil survei menyatakan keunggulan Bapaslon Indah Damayanti Putri (IDP)-Dahlan M Noer. Hasil survey merupakan syarat dukungan dari Partai Nasdem.

Namun itu tak membuat optimisme  Adi Mahyudi susut. Ia tetap yakin, pihaknyalah yang akan mendapakan dukungan dari DPD Nasdem Kabupaten Bima.

“Insyaallah, Nasdem. Insyaallah,” ucapnya seraya tersenyum. Selasa (04/08/20).

Terkait beredarnya isu bahwa hasil survei Indah Dhamayanti Putri (IDP)-Dahlan di atas Syafruddin-Adi Mahyudi, hal tersebut dibantah Adi Mahyudi.

Sebab hasil survei sendiri tidak diedarkan ke publik oleh lembaga survei dan hanya diberitahukan kepada masing-masing Bapaslon.

“Siapa yang bisa lihat hasil survei itu. Sebab lembaga survei hanya memberikan ke Paslon (Pasangan Calon) masing-masing,” jelasnya.

Pasangan Syafruddin HM Nur-Adi Mahyudi — yang akrab disebut Syafa’Ad — mengakui pihaknya baru memegang SK DPD PAN Kabupaten Bima. Syafa’Ad pun membenarkan, hingga saat ini DPD Nasdem Kabupaten Bima masih menunggu hasil survei sebelum mengeluarkan SK dukungan.

Dukung peraih hasil survei tertinggi

Ketua DPW Raihan Anwar sempat mengeluarkan pernyataan tegas, jika dukungan Nasdem tetap menjadi milik peraih hasil survei tertinggi kendati bukan kader Nasdem. Sebab untuk apa melakukan survei jika pada akhirnya tetap mengutamakan kader.

Menjawab hal itu, Adi menyatakan sangat menghormati ketentuan tersebut.

Kendati begitu, pihaknya tetap optimis, dukungan Nasdem akan menjadi milik Syafa’Ad, sebab sajuh ini Adi Mahyudi  dan Syafruddin terus gencar mengupayakan peningkatan popularitas dan elektabilitas, guna bersiap menyongsong Pilkada Kabupaten Bima bulan Desember.

“Kalau tidak ada kerja-kerja maksimal dari masing-masing Paslon kondisinya akan tetap seperti itu hasil surveinya. Termasuk nanti bulan Juli ini. Insyaallah kita,” paparnya.

Terkait dengan gerbong koalisi partai pendukung selain PAN dan Nasdem, Adi juga menyebut tengah melakukan komunikasi politik dengan Partai Demokrat.

Tetapi untuk saat ini, pihaknya masih fokus dengan dua partai yakni PAN dan Nasdem, dimana pasangan Syafa’Ad masih tercatat sebagai kader Partai Nasdem.

“Kalau versi saya sih, Nasdem. Selain itu Demokrat. Yang ke dua Demokrat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah kursi PAN di DPRD Kabupaten Bima sebanyak enam kursi dan Partai Nasdem sebanyak empat kursi.

Jika dua partai tersebut resmi berkoalisi, maka syarat dukungan lebih dari cukup mengantarkan Bapaslon Syafa’Ad sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima periode mendatang.

Sebab sesuai peraturan KPU, syarat minimal untuk pengajuan Calon pada Pilkada Kabupaten/Kota harus memenuhi sembilan kursi di DPRD masing-masing Kabupaten/Kota.

Ast

 




Janji Kampanye Gubernur Zul Ditagih, Kapan Membuat ‘Embung’ di Kabupaten Bima

Saat memasuki musim kering, waduk kecil sebagai penampung air hujan menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar bagi petani di Kabupaten Bima

MATARAM.lombokjournal.com —  Anggota DPRD Provinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil)   VI Kabupaten Bima Abdul Rauf, ST, MM, menagih janji Gubernur NTB Dr. Dzulkieflimansyah  saat kampanye pemilihan Gubernur.

Janji DR Zulkieflimansyah saat kampanye untuk merebut kursi Gubernur NTB, antara lain akan membangun waduk- waduk kecil (Embung), di beberapa lokasi yang rentan mengalami kekeringan di Kabupaten Bima.

“Termasuk janji beliau di Wera di Ambalawi. Kita tagih janji Gubernur untuk memperbanyak embung-embung di Pulau Sumbawa,” ujar Abdul Rauf, Selasa, (04/08/20).

Dijelaskan Rauf, janji tersebut penting direalisasikan bukan semata-mata karena hutang politik. Tapi saat memasuki musim kering, waduk kecil sebagai penampung air hujan menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar para petani di Kabupaten Bima.

“Janji Gubernur (saat kampanye) untuk Pulau Sumbawa kan (pembuatan) embung-embung. Saat ini kita belum lihat pembangunan waduk-waduk itu,” ungkapnya.

Kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bima untuk penampungan air menjadi mendesak terutama dengan masuknya musim kemarau seperti saat ini.

Hal tersebut semakin diperparah dengan kenyataan menyusutnya jumlah pohon sebagai penyimpan ketersediaan air di hutan-hutan Kabupaten Bima, karena perluasan areal pertanian masyarakat.

“Makanya kita mau cek di DPA 2020-2021 ini, seberapa seriusnya Gubernur Zul membangun waduk-waduk di Pulau Sumbawa sesuai janjinya,” katanya.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, di Bima kebutuhan akan waduk air lebih mendesak dibandingkan dengan daerah lain.

Jika tidak segera direalisasikan, maka perluasan wilayah produksi pertanian jagung tidak akan menimbulkan manfaat apa-apa, sebab masyarakat petani tidak bisa melakukan proses tanam tanpa ketersediaan air.

“Apalagi dengan program jagung yang merambah begitu luas wilayah hutan,” terangnya.

Di luar itu, dalam penggunaan dana aspirasinya nanti, Rauf mengatakan akan berkonsentrasi kepada persoalan ketersediaan air, dengan program pembuatan beberapa sumur bor di wilayah yang terdampak kekeringan.

Selain untuk menjawab permintaan dari masyarakat petani di Kabupaten Bima, juga untuk memberikan kemudahan akses ketersediaan air bagi para petani.

Pihaknya pun berharap agar pemerintah melakukan upaya yang sama sehingga masyarakat di Kabupaten Bima benar-benar merasakan kehadiran pemerintahnya di tengah-tengah mereka.

“Saya sendiri di (APBD) Perubahan dan di (APBD) Murni banyak merencanakan pengeboran untuk petani. Banyak lahan-lahan untuk penanaman bawang itu untuk diproduktifkan,” tandasnya.

Ast