Pekerja Bergaji Kurang dari Rp5 Juta, Dapat Dana BLT
Program tersebut diproyeksikan dapat dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020 mendatang
MATARAM.lombokjourna.com — Program stimulus ekonomi Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja yang gajinya kurang dari Rp5 juta, digodok Pemerintah Pusat.
Bantuan tersebut guna menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah, saat ditemui Senin (10/08/20)
Wisamaningsih menyatakan, ia sudah menerima kabar ermberian BLT kepada para pekerja. Tetang penerapannya, pihaknya menunggu arahan dari pemerintah pusat.
“Ya kita sudah tau adanya program tersebut. Namun untuk penerapannya di daerah, masih menunggu arahan dari pusat nanti,” ujarnya.
Menururnya, jumlah pekerja se Indonesia yang akan mendapatkan BLT tersebut sebanyak 13,8 juta yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah pusat sendiri menyiapkan anggaran hingga Rp31 triliun untuk program tersebut. BLT akan disalurkan langsung per dua bulan ke rekening pekerja, dengan besaran bantuan diproyeksikan mencapai Rp2,4 juta per orang.
“Akan diberikan tiap bulan sebesar Rp. 600.000/Bulan selama empat bulan terhitung dari September – Desember,” jelasnya.
Menurut Wismaningsih, pelaksanaan teknis penyaluran bantuan tersebut memang masih digodok di tingkat pusat.
Sehingga pihaknya dalam posisi menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk penerapan di daerah.
“Makanya itu belum ada juknisnya. Kalau sudah ada, apakah diusulkan atau mengambil data yang kemarin Prakerja, ini masih kita cari informasinya,” jelasnya.
Program tersebut diproyeksikan dapat dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020 mendatang.
Menurut Wismaningsih, jika mengambil dari data BPJS Ketenagakerjaan jumlah pekerja yang akan mendapatkan bantuan tersebut di NTB terbilang cukup banyak.
Kalau yang dari (BPJS Ketenagakerjaan) itu di NTB kita sudah banyak yang terdaftar, tapi yang penerima BLT itu masih belum ada tindaklanjut.
Lain halnya kalau BLT yang JPS kemarin ada kriteria yang jelas, jelasnya.
Sebagai informasi, stimulus dalam bentuk BLT bagi pekerja tersebut diberikan dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Ada dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi. Pertama, memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat, termasuk untuk meningkatkan daya beli.
Kedua, dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya.
AYA
Soal Sanksi 500 Ribu Pelanggar Protokol Covid-19, Hazmi Hamzar; Masyarakat Tak Perlu Cemas
Hal penting dipahami masyarakat, aturan tersebut dibuat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19
MATARAM.lombokjournal.com — Anggota Komisi V DPRD NTB TGH. Hazmi Hamzar mengatakan, masyarakat NTB tak perlu cemaskan soal sanksi 500 ribu bagi pelanggar protokol Covid-19. Karena sanksi itu diberlakukan untuk kemaslahatan bersama.
“Itu untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya kepada LombokJournal.com, Senin (10/08/2020).
Selain itu, sanksi tersebut tentu tidak serta-merta diberlakukan. Ada aturan main yang harus dipatuhi petugas dalam menindak pelanggar protokol Covid-19.
Dijelaskan, pemerintah bersama DPRD Provinsi NTB tentu telah mempertimbangkan secara matang semua kebijakan terkait aturan Covid-19. Prinsipnya, sanksi dibuat untuk menjaga kesehatan masyarakat NTB.
Terkait dengan sosialisasi, pihaknya menyatakan dalam waktu dekat akan turun ke masyarakat untuk penyebarluasan informasi terkait Perda Penyakit Menular tersebut.
“Nanti kita turun,” katanya.
Hal penting dipahami masyarakat, aturan tersebut dibuat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Faktanya, masyarakat masih banyak yang tidak perduli betapa pentingnya menggunakan masker saat di luar rumah.
“Tidak ada aturan itu pun seharusnya masyarakat tetap harus pakai masker,” pungkasnya.
Ast
Selly-Manan Launching Program Internet Portable dan Guru Dokter Keliling
Melalui program peduli pendidikan dan kesehatan ini, Selly-Manan ingin berbagi kebahagiaan dan suka cita untuk Mataram Berkah dan Cemerlang
lombokjournal.com —
MATARAM; Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan H Abdul Manan (Selly-Manan) meluncurkan program internet portable dan Guru Dokter Keliling (GuDeK) di Kota Mataram.
Selain mendukung program Kampung Sehat yang digagas Polri, program Internet GuDeK ini juga untuk mentaati imbauan Mendagri agar para Calon Kepala Daerah peduli Covid-19.
Program Internet Portable sejatinya mengoptomalkan pola Smart City. Selly-Manan menyediakan sarana Internet Mobile di sejumlah lokasi strategis yang bisa diakses masyarakat di Lingkungan Kota Mataram.
Sementara untuk GuDeK, sejumlah tenaga pendidik, guru dan dosen, serta sejumlah tenaga medis dokter dan perawatan akan disiapkan melayani pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
“Kita siapkan 10 guru untuk tahap awal, untuk SD, SMP, dan SMA. Para guru ini akan keliling membantu layanan pendidikan di masa pandemi. Termasuk bagi siswa SLB yang ada di Kota Mataram,” kata Selly Andayani, Minggu (09/08/20)
Menurutnya, program guru keliling ini dihajatkan membantu proses belajar daring di masa pandemi. Hal ini juga bagian dari upaya memberikan edukasi secara tatap muka kepada anak-anak di semua tingkatan agar mudah diarahkan.
“Selain juga ini bagian dari upaya meringankan beban tugas orang tua murid dalam mendampingi proses belajar mengajar via daring yang kerap dikeluhkan orang tua,” katanya.
Sementara itu Calon Wakil Walikota Mataram Berkah dan Cemerlang, TGH Abdul Manan menambahkan untuk tenaga medis, Selly-Manan akan menyiapkan dua orang dokter dan 3 orang paramedis .
Aktivitasnya melayani pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis di setiap lingkungan di Kota Mataram. Terutama di lingkungan-lingkungan kantong kaum miskin Kota. Kegiatan akan dihadiri belasan orang saja, untuk mentaati protokol Covid-19.
TGH. Abdul Manan menyadari di tengah pandemi ini berdampak kepada ekonomi keluarga, terutama rumah tangga yang kurang mampu.
Melalui program peduli pendidikan dan kesehatan ini, Selly-Manan ingin berbagi kebahagiaan dan suka cita untuk Mataram Berkah dan Cemerlang.
“Semoga program ini bisa membantu meringankan beban keluarga dan mengurangi pengeluaran di masa pandemi ini,” katanya.
Ia menambahkan, program internet portable dan GuDeK ini juga diluncurkan untuk mendukung program Kampung Sehat dan mentaati imbauan Mendagri terkait Calon Kepala Daerah Peduli Covid 19.
Caranya dengan mengkreasikan protokol kesehatan dengan program-program kemasyarakatan yang sadar dan peduli terhadap bahaya covid 19 beserta pencegahan dan jalan keluarnya.
“Ya, termasuk untuk sektor pendidikan dan kesehatan yang kami lakukan lewat GuDeK ini,” tukasnya.
Me
Serap Aspirasi Penyintas Disabilitas, Selly Manan Gelar Dialog Interaktif
Beberapa kelompok disabilitas memberikan keluhan dan masukan terhadap Hj Selly
lombokjournal.com —
MATARAM; Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani menggelar dialog interaktif dengan kelompok penyandang disabilitas Tuna Rungu di Kota Mataram dan sekitarnya. Dialog digelar di kediaman Hj Selly di Jalan Panji Masyarakat, Kota Mataram, Sabtu (08/08/20) malam .
Selly secara langsung menyerap masukan dan keluhan dari penyandang disabilitas, terkait keluhan mereka selama ini dan sejauh mana mereka mendapatkan akses yang setara terhadap kehidupan mereka di Kota Mataram.
Dialog interaktif tersebut dipandu penerjemah, Ema Ramdani dengan menggunakan bahasa isyarat.
“Untuk menjadi calon Walikota bunda ingin menyerap aspirasi apa yang nanti akan bunda laksanakan kalau bunda terpilih menjadi Walikota. Kalau ada kurang puas bisa disampaikan ke bunda, Insyaallah kalau bunda terpilih maka bunda akan laksanakan,” kata Hj Putu Selly Andayani di hadapan belasan disabilitas yang hadir.
Selly juga mengungkapkan dirinya berpasangan dengan TGH Abdul Manan untuk maju di Pilkada Kota Mataram.
Ia mengatakan, akan menjadikan Mataram sebagai kota yang ramah dan inklusif terhadap kelompok disabilitas.
“Bunda ingin silaturahim ini terus berjalan sampai kapanpun,” imbuh calon Walikota Idola dengan jargon Mataram Berkah dan Cemerlang ini.
Turut hadir juga Ketua Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Geratin) NTB, Edi Suciarman dan Ketua Geratin Kota Mataram , Ahmad Fikri Hidayat.
Beberapa kelompok disabilitas memberikan keluhan dan masukan terhadap Hj Selly. Beragam masukan mereka berikan dengan menggunakan bahasa isyarat yang langsung diterjemahkan oleh penerjemah yang disediakan.
Mereka mengeluhkan sarana informasi seperti siaran televisi yang tidak menyiapkan subtitle atau teks penerjemah, membuat mereka kesulitan mengakses informasi maupun hiburan.
Banyak informasi yang cukup penting, namun justru tidak ramah bagi kelompok disabilitas seperti tunarungu karena tidak menyediakan penerjemah.
“Karena penderita tuna rungu mengandalkan visual. Untuk acara TV perlu ditambahkan subtitle agar kami bisa memahami dan menangkap pesan pesan siaran Televisi itu,” kata Zaini , seorang penderita tuna wicara ini.
Selain itu, soal pendidikan formal juga masih menjadi kendala bagi disabilitas. Mereka mengeluhkan soal akses pendidikan bagi penyandang disabilitas. Menanggapi itu, Bunda Selly berjanji akan memfasilitasi mereka menempuh pendidikan formal, sehingga hak mendapatkan pendidikan yang baik dapat terwujud.
“Jika kami (Selly-Manan) menang akan jadi perhatian khusus pendidikan formal kalian. Kumpulkan saudara-saudara kita (penyandang disabilitas) nanti kami yang menyiapkan fasilitasnya. Karena semua punya hak yang sama di NKRI ini,” ujarnya.
Selain itu, kelompok disabilitas juga menginginkan pekerjaan yang setara dengan masyarakat umumnya yang dapat mereka kerjakan. Mereka juga memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.
Berbagai keluhan disampaikan oleh kelompok disabilitas. Mereka ingin, Walikota Mataram terpilih nantinya juga menyediakan beasiswa bagi mereka untuk menempuh pendidikan. Karena, meskipun kondisi fisik mereka terbatas, namun semangat belajar tetap tinggi. Hal itu dibuktikan dari beberapa penyandang disabilitas yang lancar menggunakan bahasa Inggris.
Gawi , seorang penderita buta mengutarakan aspirasi para disabilitas dalam soal pendidikan ingin diperlakukan sama, termasuk kuliah di universitas negeri.
“Di Mataram ini , hanya IKIP menyediakan tempat kuliah untuk disabilitas, itupun beayanya mahal. Untuk saya berharap jika bunda selly kelak terpilih , perlu dipikirkan aturan yang membolehkan para disabilitas bisa kuliah di Universitas Negri dimataram dengan beaya terjangkau ,” ujar Gawi , seorang pelajar kelas 3 di SMAN 6 Mataram yang selalu juara kelas dan mahir berbahasa Inggris dengan grammar yang tertata dengan baik.
Sementara itu Fikri berharap kepada Selly Manan agar dirinya dan rekan rekannya sesama penderita disabilitas tuna rungu diberikan kepercayaan berjuang bersama Selly Manan.
“Karena Bunda Selly telah menunjukkan kepedulian kepada kaum disabilitas. Insya Allah kami akan mempromosikan ibu. Untuk itu mohon kami diberikan alat yang bisa dipakai sarana untuk mempromosikan Selly Manan,” tutur Fikri.
Terhadap semua masukan penderita Tuna Rungu ini, Selly Manan berjanji pada mereka untuk menyiapkan fasilitas pendidikan maupun pekerjaan yang layak untuk mereka.
Tidak hanya itu, Selly juga akan tetap membuka ruang dialog interaktif dengan penyandang disabilitas untuk mendengarkan setiap keluhan dan masukan mereka.
Me
Bang Zul dan Bunda Niken Dinobatkan Sebagai ‘Ayah dan Bunda Genre NTB’
Anak-anak muda NTB sejak dini harus memahami pentingnya kesejahteraan keluarga. Anak-anak muda NTB juga harus bisa menginspirasi di tengah revolusi industri 4.0 ini
LOBAR.lombokjournal.com — ‘Ayah dan Bunda Genre NTB’, penobatan gelar itu disandang Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah bersama Ketua TP PKK Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.
Penobatan itu dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB, saat acara pemilihan duta Genre di Hotel Kila Senggigi, Minggu (09/08/20).
Saat membuka acara tersebut, Gubernur Zul sangat mengapresiasi program Generasi Berencana (Genre) di Provinsi NTB, dan berharap anak-anak muda NTB menjadi garda terdepan dalam mewujudkan NTB Gemilang.
“Anak-anak muda menjadi aktor penting dalam membangun daerah,” kata Bang Zul.
Bang Zul bertutur sejak kecil dirinya sering mengikuti lomba pidato keluarga sejahtera.
Acara semacam itu sangat bagus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan anak dalam berbicara di depan umum.
Sehingga ia berharap aneka lomba yang melibatkan anak-anak muda perlu dibangkitkan kembali.
“Sejak muda dulu, saya pernah juara lomba pidato keluarga sejahtera, lomba-lomba seperti itu perlu di bangkitkan kembali,” ungkapnya.
Dengan begitu, anak-anak muda NTB sejak dini sudah paham tentang pentingnya kesejahteraan keluarga. Anak-anak muda NTB juga harus bisa menginspirasi di tengah revolusi industri 4.0 ini.
“Sejak dini, anak-anak muda NTB harus ditanamkan mental yang kuat, harus kreatif. Dengan begitu, kita optimis, generasi muda NTB menjadi contoh untuk anak-anak muda di daerah lainnya,” tutup Gubernur yang baru saja dinobatkan sebagai Ayah Genre ini.
Bunda Niken Jadi Juri Kehormatan
Bunda Genre NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah atau Bunda Niken juga diminta jadi juri kehormatan pada acara tersebut.
Satu persatu para peserta diberikan pertanyaan oleh perempuan yang dikenal rendah hati ini.
Masing-masing peserta diberikan satu pertanyaan serta waktu sepuluh detik untuk menjawab pertanyaan.
Berikut beberapa contoh tanya jawab Bunda Niken dengan sejumlah peserta;
“Bisakah anda jelaskan, mengapa pendidikan menjadi salah indeks pembangunan di Indonesia,” tanya Bunda Niken kepada peserta nomor urut 09.
“Pendidikan sangat penting, karena pendidikan bisa menjadikan kita sebagai manusia yang semakin berkualitas,” jawab peserta nomor 09 tersebut.
“Silahkan peserta nomor urut 04 untuk maju ke depan,” ujar bunda Niken memanggil peserta lainnya.
“Bagaimana anda dapat berkontribusi untuk meningkatkan kualitas remaja,” tambah Bunda Niken memberikan pertanyaan kepada peserta berikutnya.
“Saya berkontribusi melalui organisasi sekolah, dari organisasi tersebut saya sosialisasikan tentang bahaya napza, pernikahan dini dan lain-lain” jawab peserta asal Kabupaten Sumbawa tersebut.
“Menurut anda bagaimana remaja Genre dapat berkontribusi untuk NTB Gemilang,” ujar Bunda Niken memberikan pertanyaan kepada peserta selanjutnya.
“Remaja Genre harus menjadi salah satu bagian dalam pembangunan. Tak hanya itu, sebagai remaja, kita harus mampu berkontribusi untuk daerah,” jawab salah seorang peserta tersebut dengan lancar.
“Untuk peserta nomor urut 01, silahkan maju,” panggil bunda Niken. “Apa yang membuat anda yakin bisa terpilih menjadi duta genre Provinsi NTB tahun 2020,” ungkap Bunda Niken.
“Saya optimis, tahun ini saya bisa terpilih menjadi Duta Genre, karena saya percaya diri, usaha yang keras akan menghasilkan sesuatu yang terbaik,” jawabnya.
Putra Putri Duta Genre Provinsi NTB Telah Terpilih
Suasana tegang saat MC mengumumkan juara Duta Genre Provinsi NTB tahun 2020. MC membacakan pengumuman, perwakilan Kabupaten Sumbawa terpilih sebagai juara 1 Duta Genre Putra Provinsi NTB.
Namanya, M.Fadli Dwiyansyah, putra kelahiran Kabupaten Sumbawa terpilih sebagai pemenang juara 1 Duta Genre putra Provinsi NTB.
Laki-laki yang punya hobi membaca ini merasa bangga bisa diberikan pertanyaan serta hadiah langsung oleh Bunda Genre Provinsi NTB.
“Selain mendapat juara, yang paling berkesan adalah ketika diberikan pertanyaan dan hadiah langsung oleh Bunda Genre,” ujarnya.
Untuk Putri, Aminah Fira Sinta, terpilih sebagai juara 1 duta Genre Putri Provinsi NTB. Ia mengaku sangat berbahagia dan bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan dia amanah sebagai duta Genre Putri Provinsi NTB.
“Alhamdulillah, saya bersyukur, rasa haru juga pasti ada, saya bisa terpilih sebagai duta genre putri Provinsi NTB,” ujar Fira dari Kota Mataram.
Di akhir acara, Bunda Genre Hj.Niken memberikan semangat kepada seluruh peserta Duta Genre 2020. Dari atas panggung, Bunda Niken mengatakan, SDM adalah modal utama dalam pembangunan.
”Jika kita lihat, negara-negara yang besar adalah negara yang punya SDM yang baik dan berkualitas. Kita dorong, anak-anak muda NTB sejak dini memiliki SDM yang berkualitas,” harap Bunda Niken
Saat ini Indonesia menempati urutan yang ke 4 dari segi kepadatan penduduk. Tapi, itu semua tidak ada artinya jika tidak di dukung oleh SDM yang baik.
“Semua peserta adalah pemenang, kita optimis, jika pemuda mengisi kegiatannya dengan hal positif, Insya Allah NTB Gemilang bisa kita wujudkan bersama,” kata Bunda Niken.
AYA/HmsNTB
Gubernur Jadi Khatib Jumat di Masjid Nurul Huda, Sumbawa
Surah Al Ashr merupakan sebuah surat dalam Al-Qur’an yang banyak dibaca oleh kaum mulimin karena pendek dan mudah dihafal, sayangnya sangat sedikit yang dapat memahaminya
SUMAWA.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah menjadi khatib shalat Jum’at di Masjid Nurul Huda, usai menggelar pertemuan dengan para kades, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pemuda di Desa Labuhan Haji Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa Jum’at (07/08/20).
Di dalam khutbahnya, Gubernur mengutip surah Al-Ashr, pesan dalam surat tersebut yaitu semua manusia berada dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh.
“Allah SWT bersumpah dengan Al Ashr, yang dimaksud adalah waktu dan umur. Karena umur inilah nikmat besar diberikan kepada manusia. Umur Ini yang digunakan untuk beribadah kepada Allah. Karena sebab umur, manusia menjadi mulia dan jika Allah menetapkan, ia akan masuk surga,” ungkap gubernur mengutip surah ke-103 dalam Al-Qur’an tersebut.
Surah Al Ashr kata Gubernur merupakan sebuah surat dalam Al-Qur’an yang banyak dibaca oleh kaum mulimin karena pendek dan mudah dihafal.
Namun sayangnya, sangat sedikit di antara kita semua dapat memahaminya. Padahal, meski surat ini pendek, akan tetapi memiliki kandungan makna yang sangat dalam.
“Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka,” tutup Gubernur mengutip tafsir Ibnu Katsir.
Firman, selaku takmir masjid Nurul Huda menerangkan, pihak masjid baru diberitahu tentang kedatangan Gubernur sehari sebelumnya.
Dirinya mengaku hanya melakukan persiapan kecil untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Pemprov NTB tersebut.
“Baru tahu kemarin malam, tidak ada persiapan khusus, Hanya bersih-bersih biasa. Kalau saja kita tau kedatangan Gubernur jauh-jauh hari, mungkin banyak yang kami siapkan seperti makan hingga lokasi untuk berdialog dengan masyarakat,” ujarnya.
“Ini sebuah kehormatan, Gubernur NTB langsung menjadi khatib di masjid ini,” tutupnya.
AYA/HmsNTB
Kunjungi Pulau Moyo, Gubernur Ajak Masyarakat Dukung Investasi
Dalam dialog dengan masyarakat, Gubernur Zul menyerap aspirasi warga setempat
MATARAM.lombokjournal.com — Warga Desa Labuhan Haji Pulau Moyo Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa terlihat bahagia saat melihat Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah tiba di desa mereka, Jum’at (07/08/20).
Dengan ramah, masyarakat Desa Labuhan Haji mempersilahkan Gubernur untuk duduk dan beristirahat.
Gubernur Zul tampak lelah saat tiba di Labuhan Haji. Sebab butuh sekitar satu jam penyeberangan dengan gelombang laut yang cukup tinggi, untuk sampai di Pulau Moyo.
Gubernur Zukieflimansyah
“Silahkan istirahat pak Gubernur, selamat datang kembali di Desa Labuhan Haji,” ungkap Sofyan, Kades Labuhan Haji, sambil memberikan Gubernur kelapa muda segar.
Sambil duduk santai, Sofyan melaporkan, yang hadir pada acara silaturahmi ini adalah para Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda tokoh wanita se Pulau Moyo.
“Alhamdulillah banyak yang hadir pak, ada marbot masjid juga,” ujar Sofyan memulai dialog bersama masyarakat.
Keindahan alam Pulau Moyo ini membuat banyak orang datang untuk berlibur. Tapi, di pulau ini, masih banyak lahan-lahan kosong yang tidak dimanfaatkan. Lahan-lahan tersebut harus kita investasikan untuk anak cucu kita kedepan.
“Investasi tersebut membuat roda perekonomian kita jalan. Tapi, saya tidak ingin anak cucu kita menjadi penonton di tempatnya sendiri,” ujar Gubernur Zul di tengah dialog dengan masyarakat.
Dikatakan, lahan-lahan yang ada di Pulau Moyo ini harus bermanfaat, jangan sampai terus menerus dibiarkan kosong.
Jika sudah ada pembangunan, roda perekonomian berjalan lancar. Tentu, masyarakat kita menjadi semakin sejahtera.
“Kita optimis, jika pembangunan dan roda perekonomian seimbang. Masyarakat menjadi semakin sejahtera,” katanya.
Gubernur mengatakan, dalam waktu dekat investor kilang minyak akan melihat langsung potensi Pulau Moyo.
Jika mereka semua tertarik, masyarakat diajak menyambut baik kehadiran mereka dan memfasilitasi apa yang mereka butuhkan. Tentunya, itu semua akan mendorong berputarnya roda perekonomian.
“Kalau kilang minyak ini sudah dibangun di sini. Tentu, kesehatan, kesejahteraan, pengangguran serta putus sekolah bisa teratasi,” ungkap Gubernur singkat.
Menyambut Niat Gubernur Bawa Investor
Pulau Moyo ini sangat terkenal, bahkan mendunia. Tidak sedikit artis ataupun pesohor dunia datang ke pulau ini.
Meski pulau ini tersohor sampai di mancanegara, namun warga menilai pembangunannya tidak banyak yang berubah, bahkan banyak lahan-lahan kosong hingga kini.
“Sebagai masyarakat, kami sambut baik niat Pak Gubernur akan bawa investor, kami yakin tidak akan ada kendala,” ungkap Mardi, salah seorang tokoh agama di Pulau Moyo.
Jangan sampai tempat yang indah ini hanya bisa dinikmati oleh orang-orang luar. Tapi masyarakatnya tidak merasakan dampak apapun.
Harusnya, Pulau Moyo ini menjadi pulau yang sejahtera, tidak ada anak-anak putus sekolah, bahkan sampai menganggur.
“Pak Gubernur, para pesohor seperti David Beckham, Lady Diana beserta orang-orang besar lainnya pernah datang ke Pulau Moyo ini. Tapi, dari sejak Orde Baru, kami hanya bisa nikmati listrik saat malam hari. Kalau pagi dan siang, tidak ada listrik,” tambah tokoh agama moyo tersebut.
Dalam dialog tersebut, ada sejumlah hal yang memang disampaikan oleh masyarakat.
Salah seorang Kepala Desa menyampaikan aspirasi masyarakat tentang pembatasan pembelian BBM kepada nelayan.
Karena, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Jangan sampai, pembatasan pembelian BBM tersebut membuat masyarakat tidak bisa berusaha.
“Kami mohon bapak Gubernur semoga kuota pembelian BBM tersebut bisa ditambah,” ujar Rahman, Kades Sebotok.
Lain lagi Juprin, Kades Bajo Medang, yang mengaku kedatangan Gubernur ke Pulau Moyo ini menjadi kesempatan emas. Karena, banyak masalah desa yang belum bisa diselesaikan, terutama masalah pengangguran.
“Bapak Gubernur, banyak anak-anak kami di Desa Bajo Medang yang menganggur, salah satu penyebabnya adalah kendala biaya dan kurangnya lapangan kerja,” ujarnya.
Dia berharap, investasi atau pembangunan harus segera dilakukan di Pulau Moyo. Dengan begitu, pengangguran bisa teratasi.
“Kalau investasi atau pembangunan lainnya mendatangkan keuntaungan kepada masyarakat, mari kita bangun bersama,” ungkapnya.
Selain para kades dan tokoh agama yang banyak berbicara soal pembangunan daerah, para pemuda setempat banyak berbicara terkait kesehatan dan lingkungan.
Erwin, salah seorang pemuda di sana menceritakan panjang lebar masalah kesehatan yang ada di Pulau Moyo. Dia mengaku, selama pandemi Covid-19 di NTB, tidak ada masyarakat sekitar yang terpapar.
Namun ada satu penyakit berbahaya yang paling sering menyerang masyarakat yaitu malaria.
“Pak Gubernur, selama Covid-19 ini, kami bersyukur tidak ada masyarakat Moyo yang terpapar. Tapi, setiap minggu, ada penyakit ganas dan sering menyerang masyarakat, yaitu penyakit malaria. Karena itu kami sangat berharap di Pulau Moyo ini kami diberikan kendaraan ambulan atau kapal boat untuk mempermudah dan mempercepat masyarakat untuk berobat,” ujarnya.
Tidak hanya kesehatan, masalah lingkungan juga sangat penting untuk selalu diperhatikan oleh pemerintah. Dia berharap, meski ada pembangunan, jangan sampai merusak lingkungan.
“Kami dimanjakan oleh lingkungan. Kami berharap, apapun bentuk pembangunan yang akan dibuat di Pulau Moyo ini, jangan sampai nantinya merusak lingkungan yang merupakan pemberian dari Tuhan,” tutupnya.
Bantuan uang dan beasiswa
Usai menyarap semua aspirasi masyarakat, Gubernur Zul memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Telihat, empat desa diberikan bantuan yaitu Desa Labuhan Haji, Desa Bugis, Desa Sebotok serta Desa Bajo Medang.
“Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar Gubernur sambil memberikan bantuan berupa uang tunai.
Bantuan juga datang dari Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berupa beasiswa pendidikan. Rektor UTS Dr. Chairul Hudaya dalam kesempatan tersebut langsung memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa asal Pulau Moyo yang kuliah di UTS.
“Silahkan pak kades, tulis nama-nama anak kita yang kuliah ataupun yang akan kuliah di UTS, kita akan berikan beasiswa penuh kepada mereka,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Ia berharap, dengan pemberian beasiswa ini, mereka semua tidak takut menatap masa depan, dan bisa kembali berbuat banyak kepada masyarakat serta membantu keluhan warga yang ada.
“Saat pulang kampung nanti, mereka bisa mengatasi masalah listrik, masalah pengangguran denga cara menciptakan lapangan kerja, serta masalah-masalah lainnya,” ujar tutup Rektor UTS.
AYA/HmsNTB
PLN Minta Masyarakat Kalau Main Layang-layang Jauh dari Jaringan Listrik
Layang layang yang tersangkut ini dapat mengakibatkan gangguan listrik di masyarakat sekitar
MATARAM.lombokjournal.com — Beberapa bulan terakhir, layang layang menjadi primadona di hampir seluruh daerah di Lombok.
Tak hanya anak anak, bahkan orang dewasa pun turut memainkan permainan tradisional tersebut.
Namun, PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang, yang tersangkut di jaringan PLN.
Terkait hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga aset yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum, terutama listrik.
“Kalau listrik terganggu, aktifitas masyarakat juga terganggu. Jadi, mari kita jaga listrik dengan tidak bermain layang layang di dekat jaringan PLN.” jelas L. Gita pada Jumat (07/08/20).
Dony Noor Gustiarsyah, Manager PLN UP3 Mataram menjelaskan. frekuensi gangguan di Lombok yang meningkat karena layang layang.
“Dua bulan terakhir, sudah terjadi 26 kali pemadaman di masyarakat yang diakibatkan layang layang tersangkut di jaringan PLN.” Jelas Dony.
Pada saat suhu menjadi lembab, embun atau datang hujan, layang layang yang tersangkut ini dapat berubah menjadi objek atau bahan yang menghantarkan listrik atau konduktor.
Ketika jaringan saling terhubung, maka dapat menyebabkan arus hubung singkat, yang mengakibatkan gangguan listrik di masyarakat sekitar.
“Inspeksi rutin terus kami lakukan. Hampir setiap hari kami membersihkan layangan di jaringan. Dalam 1 minggu, kami bisa menemukan 20-25 layang layang yang berpotensi menyebabkan padam.” Jelas Dony.
Per Juli 2020, sistem kelistrikan Lombok memiliki 104 jalur utama untuk menyalurkan listrik ke masyarakat.
Total panjang jaringan distribusi 20 kV 6.500 kms dan panjang transmisi 150 kV 452,44 kms, yang semuanya harus dipastikan bersih dari layang layang atau objek apapun yang dapat mengganggu pasokan listirk.
“PLN tentunya dalam hal ini tidak bisa sendiri. Kami perlu peran serta masyarakat. Salah satunya adalah dengan tidak bermain layang layang di sekitar jaringan PLN.” Imbau Dony.
Sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat terkait bahaya layang layang ini. Terjun langsung ke masyarakat, kantor desa, media sosial dan juga berbagai cara yang lain.
“Kepada seluruh masyarakat, sekali lagi kami minta untuk tidak bermain layang layang di sekitar jaringan PLN. Selain berbahaya untuk diri sendiri, juga dapat mengganggu pasokan listrik untuk masyarakat sekitar.” tutup Dony.
AYA (*)
PPID NTB Siap Sambut Monev Keterbukaan Informasi Publik 2020
Selain menyediakan informasi yang tepat, murah, dan lengkap, PPID Perangkat Daerah untuk memperhatikan isi konten website dan sosial media
MATARAM.lombokjournal.com — Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Provinsi NTB, kembali menyiapkan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik 2020.
Hal ini untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan dan pengelolaan pemerintahan yang baik (good governance) di NTB.
“PPID wajib menyediakan informasi yang, tepat, murah dan cepat bagi masyarakat,” katas Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi.
Ia mengatakanya saat memimpin rapat teknis bersama para admin PPID Pembantu yang ada di tiap OPD NTB, Jum’at (07/08/20) di Aula Kantor Diskominfotik NTB.
Monev Keterbukaan Informasi Badan Publik sendiri digelar dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Komisi Informasi (KI) diberikan kewenangan melakukan Monev terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi badan publik serta menyampaikan hasil evaluasi dan mengumumkannya kepada publik.
Terkait keterbukaan informasi publik, Gede, panggilan akrab Kadis Kominfotik NTB menjelaskan, ini tentu bukan sekedar memenuhi kewajiban memberi informasi saja namun justru untuk memenuhi hak masyarakat atas akses informasi yang berkualitas.
Karena itu PPID harus mampu memberikan pelayanan informasi yang baik pada masyarakat.
“Fungsi PPID melakukan uji konsekuensi informasi, tidak semua harus diinformasikan. Harus dipilah sumbernya, kapasitas informan juga harus kapabel,” ujar Gede yang juga pernah menjabat sebagai Kabag Pemberitaan pada Biro Humas dan Protokol Setda NTB.
Selain menyediakan informasi yang tepat, murah, dan lengkap, Gede meminta PPID Perangkat Daerah untuk memperhatikan isi konten website dan sosial media.
Konten yang dibuat harus mengedepankan kualitas dan kesesuaian dengan kewenangan, serta tugas dan fungsi perangkat daerah.
Karena jika ada masalah tentang informasi yang disampaikan, maka akan ada konsekuensi hukumnya.
Untuk memantau konten yang dibagikan oleh PPID pembantu, Diskominfotik NTB juga telah membangun sebuah dashboard berbasis Web yang bekerja secara real time.
Dengan dipantaunya konten PPID yang dibagikan, maka kualitas serta kuantitas informasi yang disediakan untuk masyarakat bisa tetap terjaga.
Para peserta rapat tampak antusias mendengarkan materi yang diberikan dan rapat berlangsung interaktif. Beberapa pertanyaan dan masukan diberikan saat sesi tanya jawab.
Salah satunya adalah masukan dari RSUD Prov. NTB, agar para PPID Perangkat Daerah tidak mengejar kuantitas informasi, sehingga informasi yang diberikan kepada masyarakat monoton.
Di akhir rapat, para admin PPID Perangkat Daerah sepakat, masyarakat berhak diberikan informasi yang dibutuhkan dan berkualitas. Selain di sosial media, Informasi juga harus tersedia di Website.
Agar masyarakat yang ingin mengambil peran dalam pembangunan, bisa langsung melihat aktivitas pemerintah di portal PPID masing – masing Perangkat Daerah, tidak lagi harus bersurat atau datang ke kantor untuk mendapatkan informasi tersebut.
novita@diskominfotikntb
Ini Konsep Calon Bupati Idola Ciptakan Ekonomi Kreatif di Lombok Tengah
Selain menghidupkan ekonomi kreatif, model coffee shop center juga akan menjadi ruang ruang publik untuk diskusi dan sekadar kongkow para generasi muda
lombokjournal.com —
LOMBOK TENGAH ; Mengangkat potensi komoditi dengan memberikan nilai tambah menjadi salah satu visi Calon Bupati Idola Lombok Tengah, H Masrun.
Salah satu yang berpeluang dan mampu mendorong Lombok Tengah mendunia adalah komoditas Kopi.
H Masrun
Kopi asli Lombok terkenal citarasa dan variannya. Di Lombok Tengah, kopi Lantan desa Lantan , Kecamatan Batukliang Utara sudah sangat tersohor.
Di wilayah lain ada kopi Sembalun Lombok Timur, dan kopi Selelos Lombok Utara. Hanya saja, produksi kopi sebagian besar masih dipasarkan dalam bahan baku mentah.
Masih sedikit yang diberi sentuhan nilai tambah, hingga berbentuk kemasan.
Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun menilai, butuh effort dan semangat bersama untuk mengangkat komoditi unggulan ini dengan pengembangan, sentuhan teknologi, hingga ke pemasaran.
“Harus ada nilai tambah. Kopi kita dikelola dan dikembangkan didaerah. Diolah dan punya branding yang bisa memberi kesan lebih bagus,” kata H Masrun.
Ia mengatakan ini zamannya millennials, eranya industri 4.0 dimana bisnis dan usaha bisa dilakukan dengan mudah dan berpotensi bagus terutama di sektor ekonomi kreatif.
Menurut Masrun yang berpasangan dengan Mantan Ketua KPU NTB yang juga Sekretaris PW NU NTB , Lalu Aksar Ansori menambahkan , kesempatan ini harus ditangkap.
Lombok Tengah sebagai destinasi superprioritas dengan ikon KEK Mandalika, harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
“Lombok Tengah bisa memulai dengan pembentukan sebuah kawasan untuk Coffee Shop Center. Ini juga bisa dikembangkan di sejumlah desa wisata di kawasan penyangga KEK Mandalika,” imbuhnya
Karena itu, saat ini Haji Masrun dan Tim Kreatifnya berencana mengadakan pelatihan calon Barista untuk generasi muda Lombok Tengah yang berminat dan punya passion berbisnis mengelola coffee shop.
“Kita bisa coba 10 orang dulu untuk kita latih Barista. Jika mereka sudah mahir dan terampil kita bisa fasilitasi dengan coffee shop. Untuk tahap awal kita prioritaskan untuk desa-desa di kawasan penyangga KEK Mandalika,” urainya.
Coffee shop yang digagas Haji Masrun merupakan konsep sejenis gerai dari mini kontainer. Pola operasinya bisa lebih merakyat dengan pola Kaki Lima.
Namun desain dan produk kopi yang disajikan diramu dengan profesional dengan komoditi kopi lokal.
Selain menghidupkan ekonomi kreatif, model coffee shop center juga akan menjadi ruang ruang publik untuk diskusi dan sekadar kongkow para generasi muda.
“Saya ingin ekonomi kreatif kita tumbuh, IKM/UMKM harus mulai bisa bersaing dengan kemasan dan tampilan lebih modern. Apalagi peluang kita cukup besar karena Loteng ini destinasi wisata yang akan sangat ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara ke depannya,” tambah Masrun .
Mendukung Program Industrialisasi
Masrun yang digadang gadang diusung PKB dan PKS ini mengatakan, gagasan pengembangan coffee shop center sebagai nilai tambah komoditas kopi lokal, juga bisa mendukung program industrialisasi Pemprov NTB.
Apalagi saat ini Dinas Perindustrian NTB bersama STIP juga tengah mengembangkan industri mesin roasting kopi dan gerai Coffee Shop portable.
IKM dan UMKM kopi juga sudah mulai bergeliat sejak program JPS Gemilang NTB diluncurkan beberapa bulan lalu.
“Sehingga program di Lombok Tengah ini bisa mendukung dan terintegrasi dengan program industrialisasi di NTB,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pengembangan ekonomi kreatif seperti ini bukan hanya menciptakan manfaat bagi petani kopi, IKM dan UMKM pengolah kopi, tapi juga membuka peluang lapangan kerja.
“Petani fokus pada komoditasnya, IKM dan UMKM menjadi pasar mereka, kemudian pelaku ekonomi kreatif coffeshop menjadi pasar bagi IKM dan UMKM, dan wisatawan jadi pasar untuk coffeeshop. Ini menjadi rantai bisnis yang cukup bagus ke depan,” tukasnya.
Calon Bupati idola yang mengusung jargon Lombok Tengah Mendunia ini mengajak generasi muda di gumi Tatas Tuhu Trasna untuk bisa menangkap segala peluang di era digital saat ini dengan ide ide kreatifnya.