UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 12 Agutus 2020, Bertambah 13 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 48 Orang, Tidak ada Kasus Kematian

Ke depan trend kesembuhan diperkirakan akan terus bertambah. Tentu ini kabar menggembirakan untuk kita bisa segera keluar dari pandemi Covid-19 serta sukses menerapkan tatanan baru kehidupan

 MATARAM.lombokjournal.com —  Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 24 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 53 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Rabu (12/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 140 sampel dengan hasil 120 sampel negatif, 7 sampel positif ulangan, dan 13 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 48 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 13 kasus baru terkonfirmasi positif, 48 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (12/08/20) sebanyak 2.374 orang, dengan perincian 1.595 orang sudah sembuh, 132 meninggal dunia, serta 647 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 13 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 48  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2362, an. APAS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  2. Pasien nomor 2363, an. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 2364, an. FS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  4. Pasien nomor 2365, an. SH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  5. Pasien nomor 2366, an. OL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2349. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  6. Pasien nomor 2367, an. AX, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram;
  7. Pasien nomor 2368, an. SM, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2230. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  8. Pasien nomor 2369, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sekongkang;
  9. Pasien nomor 2370, an. SA, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  10. Pasien nomor 2371, an. S, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  11. Pasien nomor 2372, an. S, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2371. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  12. Pasien nomor 2373, an. EA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  13. Pasien nomor 2374, an. DR, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Buk Buk, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga.

Hari Rabu terdapat penambahan 48 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 537, an. NZ, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  2. Pasien nomor 991, an. AF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 1459, an. MM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 1508, an. NIH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1595, an. MHT, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1596, an. MSR, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1725, an. FB, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk ber-KTP di Sidoarjo, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 1824, an. MBS, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 1837, an. A, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 1871, an. HA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 1908, an. BMN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1909, an. WR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 1955, an. ZNF, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  14. Pasien nomor 1956, an. M, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  15. Pasien nomor 1998, an. RA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 2015, an. NI, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 2045, an. HS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 2046, an. DD, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  19. Pasien nomor 2047, an. N, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  20. Pasien nomor 2074, an. INB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 2076, an. IH, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Presak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 2106, an. WBF, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  23. Pasien nomor 2107, an. YP, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  24. Pasien nomor 2143, an. W, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Doromelo, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 2144, an. I, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 2145, an. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 2146, an. I, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 2147, an. H, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 2148, an. S, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu;
  30. Pasien nomor 2149, an. Y, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu;
  31. Pasien nomor 2150, an. I, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Huu, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu;
  32. Pasien nomor 2160, an. MA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  33. Pasien nomor 2189, an. Tn. AH, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.
  34. Pasien nomor 2190, an. LES, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  35. Pasien nomor 2204, an. BWOT, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  36. Pasien nomor 2239, an. LAR, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Beber, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah;
  37. Pasien nomor 2245, an. SKW, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  38. Pasien nomor 2278, an. MK, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  39. Pasien nomor 2279, an. YY, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  40. Pasien nomor 2280, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  41. Pasien nomor 2281, an. SB, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  42. Pasien nomor 2292, an. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  43. Pasien nomor 2293, an. Y, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  44. Pasien nomor 2310, an. AM, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  45. Pasien nomor 2311, an. SA, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  46. Pasien nomor 2314, an. BI, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  47. Pasien nomor 2315, an. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  48. Pasien nomor 2328, an. M, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), maka terdapat beberapa istilah baru yang sebelumnya belum pernah digunakan, antara lain probable dan discarded.

Probable adalah kasus suspek dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat atau gangguan pernafasan berat dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 namun belum ada hasil laboratorium swab RT-PCR.

Discarded adalah kasus setelah pemeriksaan laboratorium RT-PCR negatif Covid-19 atau karantina 14 hari dinyatakan bebas kasus Covid-19.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, beberapa hari terakhir trend kesembuhan terus meningkat dan dalam waktu-waktu.

Menurutnya, ke depan trend kesembuhan diperkirakan akan terus bertambah. Tentu ini kabar menggembirakan untuk kita bisa segera keluar dari pandemi Covid-19 serta sukses menerapkan tatanan baru kehidupan.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. Keberhasilan menjalankan tatanan baru kehidupan yang aktif dan produktif serta tetap aman dari Covid-19 terletak pada upaya kolektif kita bersama,” kata Lalu Gita Aryadi.

Karenanya, mari senantiasa berusaha mendisiplinkan diri kita sendiri serta saling mengingatkan dan saling melindungi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Desa Sengkol Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Metode BSF

Larva BSF mampu menguraikan nutrisi kompleks dalam sampah makanan dengan cepat. Pada prosesnya, tumpukan sampah organik dapat berkurang sebanyak 80 persen selama 24 jam

MATARAM.lombokjourna.com —  Desa Sengkol menjadi pilot project program pengelolaan sampah dengan metode Black Soldier Flies (BSF), dan Pembangunan fasilitas BSF secara Eco Friendly menggunakan bambu dari Lombok.

Wagub Hj Sitti Rohmi

Program pengelolaan sampah ini merupakan bantuan Tim ‘BSF GIZ-Renergii-Bambook’ guna mensukseskan Program Unggulan NTB, yakni ‘NTB Zero Waste’ dan ‘NTB Hijau’, yang diimplementasikan dalam bentuk pengelolaan sampah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sebagai piot project di Desa Senko.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengapresiasi program dari Tim BSF GIZ-Renergii-Bambook, mengingat NTB merupakan salah satu Provinsi yang sangat fokus menjaga kelestarian lingkungan.

Sebelumnya, metode BSF telah berlangsung di Desa Lingsar, Lombok Barat yang merupakan hasil kerjasama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dengan Kementerian Kehutanan Korea Selatan pada tahun 2018.

“Metode BSF merupakan salah satu proses yang sudah dipelajari dari dulu, tetapi kami sangat butuh orang – orang seperti anda untuk bisa merealisasikan hal tersebut, kami berharap Giz akan berkelanjutan dengan melakukan pendampingan” tuturnya pada Tim BSF GIZ Renergii Bambook, bertempat di ruang rapat ‘outdoor’ halaman Setda Provinsi NTB, (12/08).

Proses pengolahan sampah organik dengan menggunakan tehnologi biokonversi sendiri merupakan tekhnologi yang memanfaatkan pelahap larva dari lalat Hermetia illucens (dikenal dengan sebutan Black Soldier Flies atau BSF).

Larva BSF mampu menguraikan nutrisi kompleks dalam sampah makanan dengan cepat. Pada prosesnya, tumpukan sampah organik dapat berkurang sebanyak 80 persen selama 24 jam.

“Sampah makanan tidak harus menjadi sampah yang busuk dan menyebabkan penyakit, tetapi bisa juga menjadi uang, pakan ternak, menjadi pupuk, ini solusi dalam siklus yang dikatakan sebagai zero waste, kami sangat inginkan dan bahagia dengan metode ini,” ujar Umi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB.

Pengelolaan sampah dengan metode BSF diharapkan tidak hanya di Desa Sengkol saja, tetapi bisa juga diterapkan dibeberapa daerah wisata.

“Sampah Organik yang muncul dari pasar, hotel dan rumah makan harus ditangani, terimakasih kepada  Tim BSF GIZ-Renergii-Bambook karena telah membantu kita mempercepat proses dikawasan premuin internasional semoga ke depan bisa di tempat wisata lain seperti senggigi atau gili,” jelas Samsudin, S.Hut, M.Si Sekrertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutan Prov. NTB.

Selain itu, Kathrin Pape dari Giz mengungkapkan, Program yang berlangsung di Desa Sengkol telah menumbuhkan kesadaran diri dari masyarakat, untuk ikut serta sehingga secara tidak langsung terciptanya lapangan kerja yang berkelanjutan.

“Kami mengikutsertakan masyarakat dari Sengkol, para pemuda dan wanita yang dimana mereka bisa bekerja sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat” jelasnya.

Sementara itu, Paula dari Bambook menjelaskan alasan pemilihan bambu sebagai bahan baku pembangunan fasilitas BSF di Desa Sengkol.

“Semua project kita dari bamboo, karena lebih murah dan aman dari bencana alam gempa,” tuturnya.

Kepala Desa Sengkol, Satria sangat antusias dan sudah mempersiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, seperti lahan untuk pembangunan yang telah dihibahkan oleh warga.

“Kami berterimakasih karena hal ini sangat penting, semoga program ini dapat berjalan dengan baik ke depan,” katanya.

serly@diskominfotik




Kurangi Blank Spot, Diskominfotik NTB Programkan Desa Mandiri Internet

Disamping untuk membantu membuka area blank spot, diharapkan menjadi lahan pemasukan BUMDES di desa

MATARAM.lombokjourna.com —  Dinas Kominfotik NTB akan membangun Desa Mandiri Internet, yang akan dijadikan Pilot projet yaitu desa-desa yang jauh dari provider serta memiliki sinyal Lemah atau Blank Spot.

“Desa mandiri ini nantinya akan melibatkan BUMDES untuk membangun tower serta akan dilakukan pelatihan yang akan dilakukan oleh krmentrian Kominfotik dan Kominfo NTB,” ujar Kepala Dinas Kominfotik, Putu Gede Aryadi,  Rabu (13/08/20).

Menurut Gede Aryadi , Kementrian Komunikasi dan Informatika akan melakukan pelatihan. Dan nantinya akan dibangun usaha pelayanan internet.

Sehingga transaksi pengembangan bisnis, sosial, ekonomi termasuk pendidikan bisa jalan

“Kami Sudah berkomunikasi dengen kementerian kominfo karena disamping untuk membantu membuka area blank spot, kita harapkan ini menjadi lahan pemasukan BUMDES di desa. Karena kebutuhan internet ini sangat penting, orang jualan online, sekolah juga butuh paket kalau di desa ada bumdes  agen usahanya menyiapkn internet kan bisa mempermudah masyarakat,” kata Gede Aryadi.

Desa yang akan menjadi pilot projek diutamakan daerah – daerah yang pinggiran atau lemah sinyalnya kurang.

‘’Target ada pilot projek dulu. Kita lihat polanya seperti apa kita tawarkan dulu dan kementerian kominfo bisa memberikan pelatihan secara gratis,” kata Gede Aryadi.

Seperti diketahui, di NTB saat ini masih ada puluhan desa yang termasuk blank spot.

“Di NTB ada sekitar 46 Desa yng masuk dalam area blank spot,” jelasnya.

AYA




Penjabat Sekda KLU Menutup Project SEHATI

Proram ini untuk meningkatkan kapasitas pemerintah melalui Pokja AMPL menyangkut tatakelola Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta meningkatkan cakupan rumah tangga terhadap fasilitas sanitasi yang layak secara berkelanjutan

TANJUNG.lombokjournal.com — Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Drs. HR. Nurjati menutup Project SEHATI integrasi Deklarasi Desa STBM Kabupaten Lombok Utara (KLU) di aula kantor bupati, Selasa (11/08/20).

Project SEHATI itu mengusung tema “Komitmen untuk Keberlanjutan Sanitasi dan Hygiene untuk Mencapai SDG 2030 melalui Implementasi STBM 5 Pilar”.

HR Nurjati

Kegiatan dihadiri perwakilan dari Bapenas, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Bappeda KLU Heryanto, SP, Program Maneger YPII James Ballo, Camat se-KLU serta para Kepala Desa dan undangan lainnya.

Project SEHATI termasuk project 4,5 tahun, kerjasama Plan International Indonesia (PII) dan Yayasan Plan International Indonesia dengan SIMAVI disokong dukungan pembiayaan dari Kedubes Belanda (EKN), dan berlokasi di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Lombok Utara.

Tujuan proram ini untuk meningkatkan kapasitas pemerintah melalui Pokja AMPL menyangkut tatakelola STBM, serta meningkatkan cakupan rumah tangga terhadap fasilitas sanitasi yang layak secara berkelanjutan.

Nurjati menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) atas dukungan dan kerjasama dalam mengedukasi masyarakat guna mengimplementasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di bumi Tioq Tata Tunaq.

“Kami tidak ingin terputus hubungan dengan PLAN International ini. Kami mohon bisa didukung juga terhadap beberapa kegiatan-kegiatan yang sudah disampaikan,” ujarnya.

Komitmen Pemda KLU

Dalam pada itu, Program Manager YPII James Ballo menilai bahwa pencapaian STBM di Kabupaten Lombok Utara cukup baik.

Hal itu terlihat dari sekian banyaknya indikator penilaian capaian dengan angka yang diraih cukup tinggi, bahkan rata-rata di atas 90 persen.

“Di atas 90 persen itu biasanya kalau ngomong Key Performance Indicators (KPI) sudah warna biru, artinya sudah bagus,” ungkap James Ballo.

Melihat pencapaian itu, James kemudian mengklaim angka itu cukup merefleksikan Pemerintah Daerah KLU benar-benar punya komitmen dan maksimal dalam menjalankan peran untuk melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“Tentu apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan semua jajarannya. Tentunya termasuk temen-temen POKJA AMPL di level kabupaten,” katanya.

Menurut James, selain mendorong project STBM dapat berjalan di Kabupaten Lombok Utara, YPII dalam programnya juga telah mendorong wirausaha sanitasi supaya bisa hidup dalam rangka mendekatkan akses terhadap fasilitas sanitasi menjadi lebih murah.

“Sampai dengan saat ini, itu ada lebih dari 3500 unit closed yang sudah diproduksi oleh wirausaha sanitasi. Mereka ini masyarakat kita sendiri (masyarakat Lombok Utara-red),” beber James.

Menurutnya, dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini, intervensi yang dilakukan sejak tahun 2016 dengan pelaksanaan Project STBM seirama dengan kebutuhan masyarakat kabupaten terbungsu di NTB ini.

“Terutama dalam hal pencegahan penyebaran virus Corona, salah satunya dengan pilar 2 yaitu mencuci tangan dengan sabun,” katanya.

Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat Desa STBM kepada Desa Sigar Penjalin, Sambik Elen dan Desa Mumbul Sari.

Diisi pula dengan penandatanganan BAST dan handing over SEHATI disertai penyerahan sejumlah dokumen laporan, buku-buku serta data-data terkait project dari PLAN kepada Kepala Bappeda KLU.

Acara ditutup dengan foto bersama.

sas




Perwakilan Mahasiswa NTB di Jakarta Sampaikan Aspirasi di Kantor Penghubung NTB  

Kepala penghubung NTB Jakarta menyambut baik kehadiran mahasiswa sekaligus memberikan apresiasi terhadap kepedulian mahasiswa untuk mengawasi jalannya pemerintahan di NTB

JAKARTA.lombokjournal.com — Perwakilan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat Jakarta mendatangi kantor penghubung (Wisma NTB) di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (11/08/20).

Kehadiran beberapa perwakilan gerakan mahasiswa asa NTB itu untuk memberi masukan, menyampaiakan aspirasi, sekaligus bermaksud  membangun sinergi antara mahasiswa NTB yang sedang melakukan studi di jakarta dengan pemerintah daerah provinsi NTB.

Mahasiswa meyakini, perkembangan dan kemajuan NTB di masa yang akan dating, tidak bisa lepas dari ide dan peran aktif mahasiswa untuk ikut berpartisifasi sesuai dengan bidang dan keilmuan masing-masing.

“Selaku perwakilan Mahasiswa NTB di Jakarta kami merasa dipandang perlu melakukan Audiensi sekaligus berkoordinasi dan membangun sinergi dengan pemerintah provinsi NTB demi terwujudnya NTB gemilang”. ujar Burhan Hamdi alias Bung Han sapaan akrabnya, selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (GEMA NTB) Jakarta.

Mahasiswa juga menegaskan, agar Pemprov NTB memperhatikan kondisi mahasiswa di masa pandemi,

“Dalam kondisi sulit seperti ini, Perhatian pemerintah NTB kepada kami-kami yang belajar di luar daerah khususnya Jakarta, sangat kita harapkan sebagaimana perhatian Pemprov NTB kepada mahasiswa yang diberikan beasiswa keluar negeri,” ujar M. Zainuddin Salim, Ketua Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta.

Ahmad Yasin Jaelani, Ketua Gerakan Mahasiswa Lombok Timur (GEMA Lotim) Jakarta menyampaikan,  siap mendukung semua program pemerintah dengan catatan program itu pro kepada Rakyat kecil dan masyarakat NTB pada umumnya.

“Tetapi kami juga akan menjadi lawan pemerintah jika program yang dicanangkan tidak pro kepada rakyat kecil dan justru merugikan masyarakat NTB,” tegas Yasin.

Dalam sambutannya, Sahrir Rahman, Kepala penghubung NTB Jakarta menyambut baik kehadiran mahasiswa sekaligus memberikan apresiasi terhadap kepedulian mahasiswa untuk mengawasi jalannya pemerintahan di NTB.

Sahrir mengajak mahasiswa membuka cara pandang dan cara berfikir terhadap perubahan dan pradigma saat ini.

“Apa yang temen-temen mahasiswa sampikan telah kami catat dan ini akan saya teruskan ke-pemerintah daerah di NTB guna untuk tindak lanjut atas apa yang menjadi aspirasi mahasiswa,” ujar Sahrir.

 

Di akhir pertemuan, mahasiswa juga menyampaikan pasca silaturahmi ini, diharapkan pemerintah tetap menjalin komunikasi dan sinergitas dengan mahasiswa NTB yang ada di Jakarta. Sekaligus memberikan kepastian dan jawaban atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Rr




‘Masrun – Aksar’  Akan Berjuang, Usulkan  Tuan Guru Saleh Hambali Jadi Pahlawan Nasional

H Lalu Aksar Ansori  mengatakan, ikhtiar untuk mengusulkan TGH Saleh Hambali sebagai Pahlawan Nasional bukan hal mengada-ada. TGH Saleh Hambali benar-benar berjuang dan menjadi teladan bagi masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com —  Pasangan Calon Bupati dan Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun dan H Lalu Aksar Ansori menilai, sosok TGH Saleh Hambali sangat menginspirasi generasi muda saat ini.

Tokoh ulama kharismatik ini juga sangat layak menjadi Pahlawan Nasional dari Lombok, NTB.

H Masrun dan H Lalu Aksar Ansor

“TGH Saleh Hambali ini tokoh yang inspiratif dan bisa memotivasi semangat generasi muda kita. Kami Masrun-Aksar akan berjuang mengusulkan beliau menjadi Pahlawan Nasional,” kata Calon Bupati Idola , H Masrun,  Selasa (11/08/20) .

Bagi masyarakat Lombok, nama Tuan Guru H Saleh Hambali sudah tidak asing. Kiprah dan nama besar ulama NU, Tuan Guru H Saleh Hambali tercatat dalam sejarah sebagai tokoh ulama karismatik yang perannya sangat banyak bagi pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejak zaman penjajahan Belanda, Jepang dan perjuangan kemerdekaan, karisma dan pengaruh TGH Saleh Hambali sangat terasa.

Menurut H Masrun, akan menjadi sebuah penghormatan dan sekaligus kebanggaan masyarakat Lombok dan NTB secara umum jika TGH Saleh Hambali dinobatkan jadi pahlawan nasional.

Sehingga bertambah lagi pahlawan nasional dari NTB, setelah sebelumnya Pahlawan Nasional maulana syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

Ini cupikan riwayat TGH Saleh Hambali.

Dikutip dari buku Biografi TGH Saleh Hambali, karya Ahmad Zahroni, Tuan Guru Haji (TGH) Saleh Hambali lahir di Desa Bengkel, Lombok Barat, NTB pada hari Jumat 7 Ramadhan 1313 Hijriyah bertepatan dengan 1893 Masehi.

Hambali muda berkesempatan melanjutkan pendidikan ke Makkah selama sembilan untuk belajar pada ulama dunia hingga beberapa ulama Nusantara yang telah lama bermukim di Makkah.

Di antara guru beliau adalah, Syeich Said al-Yamani, Syeich Hasan bin Syeich Said al-Yamani, Syeich Alawi Maliki al-Makki, Syeich Hamdan al-Maghrabi, Syeich Abdusstar Hindi, Syeich Said al-Hadrawi Makki, Syeich Muhammad Arsyad, Syeich Shaleh Bafadhol, Syeich Ali Umairah al-Fayumi al-Mishra.

Selain ulama di atas, beliau juga belajar kepada ulama nusantara yang telah bermukim di Makkah, di antaranya, T.G.H. Umar (Sumbawa), T.G.H.  Muhammad Irsyad (Sumbawa), T.G.H.  Haji Utsman (Serawak), KH.  Muchtar (Bogor), KH. Misbah (Banten), T.G.H.  Abdul Ghani (Jemberana-Bali), T.G.H.  Abdurrahman (Jemberana-Bali), T.G.H. Utsman (Pontianak), T.G.H. Umar (Kelayu-Lombok), T.G.H. Abdul Hamid (Pagutan-Lombok), T.G.H.Asy’ari (Sekarbela-Lombok), T.G.H. Yahya (Jerowaru-Lombok).

Sekembali dari tanah suci, TGH Saleh Hambali langsung terjun ke tengah-tengah masyarakat melalui gerakan dakwah Islamiyah. Selain menggelar pengajian keliling ke kampung-kampung untuk memfokuskan gerakan dakwah dan pengajaran kepada masyarakat.

TGH Saleh Hambali mendirikan sebuah Pondok Pesantren yang diberi nama Darul Qur’an di Desa Bengkel pada tahun 1921. Santri yang mondok di pesantren Darul Qura’an bukan hanya dari masyarakat Desa Bengkel sekitar namun juga dari daerah Bali hingga daerah lainya.

Di tengah kesibuknya menjalankan dakwah dan mengurusi Pesantrennya yang telah mulai banyak santrinya,

TGH Saleh Hambali juga menelurkan karya berupa kitab yang ditulisnya dari berbagai sudut pandang disiplin keilmuan mulai dari ilmu fiqih, tasawuf, hadist, tauhid hingga do’a-do’a yang hingga kini masih menjadi referensi masyarakat Desa Bengkel dan diajarkan di pesantren-pesantren.

Beberapa kitab karya beliau yang hingga kini masih dapat ditemukan antara lain,  Ta’lim al-Shibyan Bi Ghayat al-Bayan, Bintang Perniagaan, Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Wasiat al-Musthafa, Mawa’idh al-Shalihiyah, Intan Berlian Perhiasan Laki Perempuan, Manzalul al-Amrad, Hidayat al-Athfal, Al-Lu’lu’ al-mantsur.

Pengaruh dan kharismanya di tengah umat terutama masyarakat Lombok secara khusus mengantarkan TGH Saleh Hambali menjadi orang pertama yang menduduki kursi Rois Suriyah Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat (NTB) 1952 – 1968.

Posisi yang beliau tempati di Organisasi Nahdlatul Ulama menjadi sebuah bukti, Tuan Guru Saleh Hambali merupakan seorang ulama yang cukup disegani dan mempunyai kharisma yang luar biasa di mata masyarakat.

Hingga sekarang orang-orang dari berbagai pelosok daerah Lombok masih berdatangan untuk ziarah ke makamnya yang terletak di Desa Bengkel terutama pada hari-hari besar Islam seperti Maulid dan bulan Safar.

Kharisma yang beliau pancarkan bukan hanya dikarenakan keilmuan yang beliau miliki, namun karena beliau juga merupakan seorang ulama yang welas asih dan sangat perhatian terhadap orang-orang yang kurang mampu.

Perhatian dan pelayanan terhadap masyarakat yang TGH Shaleh Hambali ajarkan masih terus dilestarikan oleh para murid beliau yang telah menjadi tokoh agama dan tokoh masyarakat di pulau lombok, seperti TGH. Turmudzi Badaruddin pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, NTB. Dan tentu saja masyarakat Bengkel pada umumnya.

“Karomah dan kharisma beliau juga dikenal dekat dengan Proklamator kita, Soekarno dan Hatta. Presiden Soekarno pernah ke Lombok di tahun 1950-an dan secara khusus menemui TGH Saleh Hambali, demikian juga Wakil Presiden Muhammad Hatta,” kata H Masrun.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Aksar Ansori  mengatakan, ikhtiar untuk mengusulkan TGH Saleh Hambali sebagai Pahlawan Nasional bukan hal mengada-ada.

Semua didasari dengan catatan sejarah dan bagaimana TGH Saleh Hambali benar-benar berjuang dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Bahkan pengaruh TGH Saleh Hambali hingga kini masih terasa di kalangan pimpinan pesantren dan tuan guru di Lombok, serta masyarakat.

Walau Tuan Guru Bengkel sudah wafat pada 1968 silam, namun pengaruh dan kharismanya masih melekat di hati sebagian tuan guru yang memiliki garis keilmuan dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di pulau Lombok.

“Dari sisi sejarah dan kapasitasnya beliau, Tuan Guru Saleh Hambali Bengkel juga sangat pantas dan layak menjadi Pahlawan Nasional,” kata Lalu Aksar.

Me.




DPRD Sulteng Belajar Penanganan Gempa dari NTB

Untuk mempercepat pemulihan pasca gempa, pemerintah terus menyapa pemerintah kabupaten/kota yang terdampak dengan tawaran kebijakan, kerja sama serta anggaran yang dapat meringankan beban mereka

MATARAM.lombokjourna.com —  Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terkait dengan penanganan bencana gempa yang melanda NTB tahun 2018, diterima Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2020).

Saat menerima Wakil Rakyat Sulteng, Gubernur didampingi Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB.

Gubernur Zul dan Budi Luhur Laringi

Provinsi Sulteng dan NTB sama-sama pernah dilanda bencana besar tahun 2018 lalu berupa gempa.

Di Sulteng, sejumlah daerah seperti Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong dilanda gempa, tsunami dan juga likuifaksi.

DPRD Sulteng melalui Pansus Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pancabencana Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong (Padagimo) mendatangi NTB dalam rangka dialog dan komparasi penanganan pascabencana.

Belajar dari NTB

Ketua Pansus Rehab Rekon Padagimo, Budi Luhur Laringi mengatakan, kunjungan ini untuk mengetahui pola pelaksanaan pemulihan pasca gempa di NTB.

Yang nantinya, DPRD Sulteng dapat melakukan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak gempa Palu Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Sehingga upaya yang diterapkan oleh Pemprov NTB selama ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempercepat pemulihan bagi empat kabupaten kota yang terdampak gempa bumi.

“Kami harus banyak belajar dari NTB terkait proses rehab rekon yang dilakukan selama ini,” jelasnya dihadapan Gubernur NTB.

Menurutnya, persoalan baru yang hadapi saat ini adalah terkait lahan yang banyak yang hilang. Desa, dusun banyak yang berpindah-pindah. Sehingga menyulitkan pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat.

Rumah-rumah warga yang telah dibangun kembali hanya sebanyak 10 ribuan unit dari 15 ribuan unit rumah yang rusak. Belum lagi infrastruktur yang banyak rusak yang membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Banyak hikmah

Sebelumnya Gubernur Zul mengatakan, bencana gempa bumi tahun 2018 menyisakan trauma panjang bagi masyarakat NTB yang terdampak.

Selain banyak korban jiwa dan luka-luka, banyak warga NTB kehilangan tempat tinggal dan mata pencahariannya.

Namun, bencana itu bukan untuk terus diratapi dan sesali, karena ada banyak hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk terus bangkit dan menata hidup yang lebih untuk ke depan.

“Semangat itulah yang membuat kami cepat bangkit dari musibah,” ungkap Doktor Zul di hadapan puluhan anggota DPRD Sulteng.

Ia menuturkan, sebelum dirinya dilantik jadi gubernur, gempa sudah lebih awal mengguncang NTB. Sehingga beban amanah yang harus dipertanggung jawabkan makin berat.

Meski demikian, tak menyurutkan semangatnya untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri serta masyarakat untuk bahu membahu saling menguatkan untuk segera bangkit dari bencana yang terjadi.

“Kenapa pemulihan pascagempa di NTB relatif cepat, bukan hanya membangun sinergi dengan pemerinta kabupaten/kota serta masyarakat, kami juga perkuat komunikasi dengan pemerintah pusat, para menteri maupun anggota DPR RI. Sehingga upaya kami untuk melakukan rehab rekon relatif lebih cepat,” jelasnya.

Selain itu, untuk mempercepat pemulihan pasca gempa, pemerintah terus menyapa pemerintah kabupaten/kota yang terdampak dengan tawaran kebijakan, kerja sama serta anggaran yang dapat meringankan beban mereka.

Ia mengatakan, Lombok dan Sumbawa memiliki potensi sumber daya yang begitu besar. Sama halnya dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, terobosan yang dilakukan pemerintah Provinsi NTB untuk segera bangkit, tidak hanya penguatan kesehatan tetapi juga ekonomi.

Melalui program JPS Gemilang katanya, Pemprov NTB memanfaatkan produk UKM/IKM lokal, seperti beras, minyak goreng, garam, ikan kering, abon dan lainnya. Selain itu,

“UKM di NTB juga sudah mampu membuat sabun, handsanitizer, dan juga masker sendiri”, ungkap Gubernur.

“Tentunya semua bencana ini pasti ada hikmahnya. Saya menekankan agar masyarakat menggunakan produk lokal NTB yang ternyata produk lokal tidak kalah bagus dengan produk luar NTB,” lanjut Doktor Zul.

Usai menerima kunjungan tersebut, Gubernur menunjukkan motor listrik buatan NTB. Setelah mendapat sedikit pemaparan para tamu langsung menjajal motor listrik tersebut.

AYA/HmsNTB




Menunggu Pemerintah Rampungkan Skema dan Kriteria Penerima BLT Tenaga Kerja

Pemerintah sedang memfinalisasi skema dan kriteria bantuan subsidi gaji, bagi pegawai swasta dan non BUMN, dengan peserta aktif dengan upah di bawah 5 juta

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) NTB  seluruh Indonesia, saat ini tengah fokus mendata nomor rekening dan nomor  kontak personal tenaga kerja yang aktif.

Mereka yang sudah terdata akan dihubungi langsung oleh Pemerintah Pusat.

Untuk mempercepat proses pendataan BPJAMSOSTEK sudah memiliki aplikasi khusus di tiap perusahaan, sehingga dengan mudah dan cepat melaporkan data terkini kepesertaan  untuk itu

Kepala Cabang BPJAMSOSTEK NTB, Adventus Edison Souhuwat yakin seluruh data yang dibutuhkan BPJAMSOSTEK pusat akan selesai dalam sepekan.

Ia menjelaskan,  proses pengumpulan data nomor rekening dapat dilakukan melalui berbagia cara  bagi perusahaan yang sudah menggunakan SIPP.

Proses pengumpulan data rekening menggunakan SIPP dengan versi yang sudah ada,  ditambahkan elemen data nama bank nomor rekening  dan nama rekening.

SIPP merupakan website pelaporan peserta online yang dikembangkan sebagai alat bantu perusahaan, untuk melakukan pengelolan data kepesertaan berupa data Perusahaan, data Tenaga Kerja, data upah dan penghitungan iuran secara cepat dan akurat.

BACA JUGA; Bantuan Langsung Tunai Akan Disalurkan untuk 51.200 Pekerja di NTB

Bagi perusahaan yang belum menggunakan SIPP, pelaporan dapat melalui format file excel. Yang akan dilampirkan pada email,  dan kemudian dapat dilengkapi nama bank, nomor rekening, dan nama rekening  pelaksaan program subsidi gaji tersebut, diupayakan tuntas bulan Agutus 2020.

“Saat ini pemerintah sedang memfinalisasi skema dan kriteria bantuan subsidi gaji, bagi pegawai swasta dan non BUMN, dengan peserta aktif dengan upah di bawah 5 juta rupiah di masa pandemi covid-19.  Pemerintah ingin mendorong belanja masyarakat untuk mempercepat menggerakkan kembali ekonomi nasional dan digunakan untuk keperluan belanja kebutuhan sehari-hari,” jelas Adventus.

AYA




Bantuan Langsung Tunai Akan Disalurkan untuk 51.200 Pekerja di NTB

BPJAMSOSTEK NTB tidak mengetahui secara pasti kriteria yang ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah itu

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJAMSOSTEK) NTB (sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan) melakukan validasi data para karyawan perusahaan, yang berpotensi mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 600.000 ribu rupiah per bulan dari Pemerintah Pusat.

Data sementara,  terdapat sekitar 51.200 karyawan perusahaan di Provinsi NTB yang berpotensi peroleh bantuan pemerintah selama empat bulan, untuk penanganan dampak Covid-19.

Kepala Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) NTB,  Adventus Edison Souhuwat mengatakan itu, didampingi Kepala Bidang Kepesertaan Korporasi Institusi dan Program Khusus BPJAMSOSTEK NTB,  Mansursyah di ruang kerjanya,  Selasa (11/08/20)

Menurut Adventus Edison, secara keseluruhan total pekerja aktif dan terdaftar di NTB sebanyak 91.800 orang. Para pekerja itu berasal dari 4.400 perusahaan di seluruh wilayah NTB.

Dari 91 ribu lebih pekerja di NTB yang saat ini tercatat aktif menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,   sebanyak 51.200 pekerja yang masih bergaji di bawah 5 juta rupiah per bulan.

Meski demikian,  BPJAMSOSTEK NTB tidak mengetahui secara pasti kriteria yang ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah itu.

BPJS Ketenagakerjaan hanya bertugas melakukan pendataan jumlah pekerja secara keseluruhan

“Peserta-peserta yang berpotensi mendapatkan BLT ini dilengkapi datanya  dari rekening aktif dan nomor kontak (HP) para pekerja,” jelasnya.

BACA JUGA; Menunggu Pemerintah Rampungkan Skema dan Kriteria Penerima BLT Tenaga Kerja

BPJamsostek bekerjasama dengan perusahaan terkait untuk validasi ini, ditargetkan selesai pada minggu ini dan datanya sudah terkirim ke pusat untuk diserahkan kepada pemerintah.

Seluruh Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) menjadi kewenangan Pemerintah Pusat .

“Dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan.  BPJamsostek di daerah hanya dibebankan untuk menyelesaikan data pekerja,” kata Edison.

AYA




Pengembangan SimpelDesa, Gubernur Minta Desa Labuan Jambu Jadi Pilot Project

SimpelDesa merupakan  sistem informasi pelayanan desa yang berbasis aplikasi, tujuannya menghadirkan jaringan internet cepat di desa-desa

MATARAM.lombokjournal.com  –Desa Labuan Jambu, di Kabupaten Sumbawa, diminta jadi lokasi pilot project pengembangan Sistem Informasi Pelayanan Desa (SimpelDesa).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu, saat menerima silaturahmi Kepala Desa se-Kabupaten Sumbawa, di Pendopo Gubernur NTB, Senin (10/08/20).

Diingatkan, agar Kades di NTB tidak hanya fokus meminta bantuan fisik saja, karena menurutnya hal itu akan membuat desa sulit maju dan berkembang.

Ia meminta agar para Kades juga aktif meminta bantuan untuk pengembangan sumber daya aparatur desa dan masyarakat.

Melalui bantuan pelatihan untuk peningkatan skill, sehingga aparatur desa dan masyarakat punya kemampuan untuk mengelola potensi sumber daya yang ada di desa setempat.

“Minta bantuan melalui Kadis Desa, untuk pelatihan dan pengembangan skill aparatur desa dan masyarakat, jangan hanya bantuan fisik saja yang diminta,” serunya.

Dijelaskan, SimpelDesa merupakan  sistem informasi pelayanan desa yang berbasis aplikasi. Pengelolaannya akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), yang bergerak dalam penyediaan jaringan internet kepada masyarakat.

Dedik Okdalima, selaku koordinator SimpelDesa di NTB menjelaskan, program yang ditawarkan ini bertujuan untuk menghadirkan jaringan internet cepat di desa-desa, terutama desa-desa yang masih belum tersentuh jaringan internet.

SimpelDesa ini akan dikelola sepenuhnya oleh Bumdes di desa setempat.

“Pemdes hanya perlu membayar 130 juta pertahun, dari sini desa bisa memperoleh pendapatan dari hasil pengelolaan jaringan internet. Program ini sudah jalan di berbagai tempat di Indonesia,” jelasnya.

Solusi 46 desa

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan statistik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB sangat mengapresiasi program SimpelDesa tersebut.

Menurutnya, hal ini akan menjadi solusi bagi 46 desa di NTB yang masih belum tersentuh jaringan internet.

“Pemerintah menuntaskan pada tahun 2021, desa-desa harus punya jaringan internet, ini sangat nagus kami siap bekerjasama sesuai arahan gubernur,” ujarnya.

Memanfaatkan momentum silaturrahmi tesebut, para kades juga meminta penambahan bantuan untuk masyarakat.

Seperti mesin perahu dan alat tangkap, seperti Jaring untuk nelayan.  Sedangkan untuk sektor pertanian, Kades meminta bantuan mesin Pompa air.

Sedangkan untuk peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat Desa, Kades meminta untuk penambahan jumlah buku untuk Perpustakaan Desa.

Selain itu, fasilitas komputer dan jaringan internet sebagai pendukung perpustakaan desa sebagai hal utama yang menjadi aspirasi para kades di Sumbawa.

Dalam silaturahmi tersebut, hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Desa dan Dukcapil Provinsi NTB, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Badan Perpustakaan Daerah Provinsi NTB dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB