Karo Humas Jadi Narasumber di Bimtek Komisi Irigasi NTB

Dibutuhkan teknologi untuk memepercepat serta memperkenalkan seluruh program kepada masyarakat luas

MATARAM.lombokjournal. com —  Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), Komisi Irigasi Provinsi NTB menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek), dengan tema Penguatan Kapasitas Pengelolaan Media bagi Sekretariat Komisi Irigasi Provinsi NTB.

Bimtek tersebut digelar tanggal 25-26 Agustus 2020, di Hotel Lombok Plaza, dan dibuka langsung oleh Sekretaris I Komisi Irigasi Provinsi NTB, Lalu Wirajaya Kusuma, ST.,MT.

Dalam Bimtek tersebut, Komisi Irigasi menghadirkan beberapa narasumber, salah satunya Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, pada Senin (26/08/20).

Kandidat Doktor Universitas Airlangga ini menyampaikan, Komisi Irigasi tidak boleh anti ataupun Gaptek (Gagap Teknologi) terhadap media sosial ataupun media online.

Menurutnya, di zaman sekarang ini, kita semua dituntut untuk terbiasa terhadap teknologi.

“Komisi Irigasi harus terbiasa terhadap teknologi, apalagi yang berada di bidang kesekretariatan, harus paham terhadap media online,” ujar Karo Humas yang terkenal rendah hati tersebut.

Dikatakatakan, jangan sampai , Komisi Irigasi tidak peka terhadap pentingnya media sosial. Terlebih, saat ini, kita berada di tengah pandemi Covid-19, semua kegiatan kita di batasi, bahkan rapat pun dilaksanakan secara daring.

“Bagaimana masyarakat bisa tau kegiatan kita, bagaimana masyarakat luas bisa tau serta mengawasi program dan kinerja kita jika tidak melalui media sosial yang kita posting,” tanya Karo Humas di hadapan ratusan peserta yang juga ikut secara virtual.

Tambah Najamuddin, dalam menjalankan tugas keseharian oleh Komisi Irigasi, dibutuhkan teknologi untuk memepercepat serta memperkenalkan seluruh program kepada masyarakat luas.

Dengan begitu, masyarakat betul-betul merasakan keberadaan Komisi Irigasi tersebut.

“Dimanapun kita berada, dalam kondisi apa pun, keberadaan kita harus tetap dirasakan oleh masyarakat, tentu itu semua di dorong oleh kekuatan teknologi,” tambah Mantan Komisioner Komisi Informasi tersebut.

Dicontoihkan,  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah sangat aktif menginfokan seluruh kegiatannya kepada masyarakat. Bahkan, tidak jarang Gubernur balas komentar masyarakat yang menyampaikan keluhan hingga harapan mereka.

“Contohnya Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, melalui media sosial, beliau banyak mendengar keluhan dan harapan masyarakat, bahkan langsung menyelesaikan masalah tersebut melalui media sosial,” sebut Najamuddin mencontohkan.

Ia menghimbau, sesibuk apa pun kita, jangan lupa sesekali memantau perkembangan media sosial. Memanfaatkan teknologi, agar keberadaan Komisi Irigasi bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

“Sesibuk apapun kita, melalui media online, kita bisa tetap menyapa masyarakat, memberikan mereka informasi, hingga menyelesaikan masalah masyarakat dalam bidang irigasi,” tutup Najamuddin.

AYA/HmsNTB




Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Terima SK Dukungan Partai Nasdem

Penyerahan SK DPP Partai Nasdem bersamaan diberikan untuk seluruh bapaslon yang didukung NasDem

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah menerima Surat Keputusan (SK) DPP sejumlah partai beberapa waktu lalu, kini bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa idaman masyarakat Sumbawa, yakni H Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi),  menerima SK DPP Partai NasDem dalam bentuk B.1-KWK, Rabu (26/08/20) di Mataram.

Berarti, pasangan yang memiliki tagline ‘Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban’ ini semakin mantap. Pasalnya, sejumlah parpol seperti, PKB, Berkarya, PKS bahkan sekarang NasDem telah membersamai pasangan Mo-Novi.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, parpol lainnya seperti Golkar, Hanura atau bahkan PDIP juga akan merapat bersama Mo-Novi.

Koalisi besar ini, akan memberikan dampak signifikan pada pertarungan Pilkada 9 Desember mendatang, di Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah, hari ini kami telah menerima SK DPP Partai NasDem dalam bentuk B.1-KWK secara langsung diberikan oleh Ketua DPW NasDem NTB yaitu Bapak H Muh Amin,” ujar Dewi Noviany.

“Tentunya ini menjadi semangat bagi kami. Terlebih dengan bergabungnya partai NasDem yang telah resmi membersamai kami. Insya Allah, dengan kita bersama kami (Mo-Novi) optimis (menjemput kemenangan),” imbuhnya singkat.

Senada, H Mahmud Abdullah selaku bakal calon Bupati Sumbawa yang tak lain pasangan dari Novi mengatakan, ia mengaku optimistis menjemput kemenangan secara bersama dengan sejumlah partai koalisi, begitu pun masyarakat di Sumbawa.

Menurutnya, sesuatu yang diperjuangkan bersama, tentunya akan dimenangkan bersama pula. Karena itu, ia berharap semua pihak agar bergandengan dan menyatukan langkah untuk mewujudkan apa yang nenjadi ikhtiar bersama mewujudkan Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban.

“Insya Allah, segala sesuatu yang kita perjuangkan bersama, maka tentu akan kita menangkan bersama. Dengan Bismillah, mari kita rapatkan barisan, bergandengan dan menyatukan langkah menuju Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban,” demikian pria yang kerap disapa Haji Mo ini.

Sebelumnya, Ketua DPW Partai NasDem NTB mengungkapkan, bahwa acara penyerahan SK DPP hari ini tidak hanya untuk Kabupaten Sumbawa, melainkan bersamaan untuk seluruh bapaslon yang didukung NasDem di tujuh kabupaten/kota lingkup NTB.

“Penyerahan SK sudah terlaksana, Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana. Dan kita harapkan agar semua kader memperjuangkan paslon bupati/wakil bupati ataupun walikota/wakil walikota di tujuh daerah sesuai instruksi partai,” tegas singkat mantan Wakil Gubernur NTB itu.

Sekedar informasi, di kesempatan ini Mo-Novi juga didampingi langsung oleh Ketua Tim Pemenangan Pilkada Daerah (TPPD) PKS Sumbawa, Sambirang Ahmadi, Ketua DPD Partai NasDem Sumbawa, H Asaat Abdullah, dan sejumlah pimpinan parpol lainnya.

SK DPP Partai Nasdem tersebut ditanda tangani serta cap stempel basah langsung oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai NasDem, Surya Paloh dan Jhonny G Plate. SK itu ditandangani di Jakarta pada tanggal 30 Juli 2020.

AYA (*)




Kisah Dua Kakek Lansia, Pembudidaya Kangkung Sungai Jangkok Kota Mataram

Di Mataram, khususnya di lingkungan yang dekat dengan Dasan Agung dan Pejeruk, terdapat banyak pembudidaya kangkung lain selain Haji Hasan dan Kakek Ibrahim. Mereka cekatan melihat celah usaha dengan memanfaatkan susutnya debit air sungai Jangkok di musim kemarau

MATARAM.lombokjournal.com

WAKTU menunjukkan pukul 17.30 WITA, saat lombokjournal.com menemui dua pembudidaya kangkung yang sedang asyik berbincang di dekat petak kangkung pinggir sungai Jangkok milik salah seorang dari mereka.

Pinggir sungai tempat pembudidayaan kangkung itu tidak jauh dari bawah jembatan di jalan Udayana. Berseberangan dengan perumahan dinas anggota DPRD Provinsi NTB.

Dua orang pembudidaya tersebut masing-masing bernama Haji Hasan Basri dan Kakek Ibrahim.

Haji Hasan sedang duduk beralaskan sandal jepit miliknya. Kakek Ibrahim tengah memanen kangkungnya.

Haji Hasan mengaku berusia 80 tahun. Warga lingkungan Dasan Agung Bawak Bagek. Usia Kakek Ibrahim sama dengan usia Haji Hasan–berdasarkan perkiraan sederhana.

Berasal dari Jenggik Lombok Timur, namun telah puluhan tahun berdomisili di Lingkungan Dasan Sari Kota Mataram.

Pemandangan dua Lansia pembudidaya kangkung yang sedang berbincang itu selain bisa disaksikan para pengendara yang berlalu-lalang di jalan raya, turut bisa disaksikan banyak warga yang sedang berlari-lari, yang sedang berjalan-jalan, pun yang sedang bersepeda santai menikmati suasana sore.

 

Tak seperti Haji Hasan, Kakek Ibrahim belum bergelar haji, “uwahn lalo umroh bareng seninen. Mauk langan usahe kangkung wah tie. (sudah berangkat umroh bersama istri. Berkat hasil usaha kangkung),” ujar Haji Hasan menggunakan bahasa Sasak Mentaram kepada LombokJournal.com. Minggu, (16/08/20).

Di masa mudanya, Haji Hasan pernah menghabiskan 35 tahun hidupnya menjadi mandor gudang rokok yang berlokasi di kawasan Ampenan. Tetapi karena perusahaannya bangkrut, ia pun menjajal beberapa pekerjaan lain sebelum menekuni budidaya kangkung di sungai Jangkok.

Wah bangkrut. Sang wahn bis mate toke-toke no (Sudah bangkrut. Mungkin tauke-taukenya sudah meninggal),” katanya.

Ia mengakui baru menekuni budidaya kangkung setelah menjajal beberapa pekerjaan selepas jadi mandor. Selain untuk mencari nafkah guna melanjutkan hidup, hasil budidaya kangkung dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Saat ini, ia telah memasuki durasi waktu selama puluhan tahun sebagai pembudidaya kangkung. Dimulai sejak Walikota pertama Mataram H. Muhammad Ruslan belum menjabat.

Saat itu, kondisi di pinggir sungai masih rimbun. Banyak pepohonan dan bambu yang tumbuh sepanjang bantaran sungai.

“Elek laek. Sendekman Haji Ruslan jari Walikota. Masih penok lolon tereng. (Sejak lama. Sebelum Haji Ruslan menjabat Walikota (Mataram). Masih penuh pohon bambu),” kenangnya.

Haji Hasan biasa memanen kangkungnya dua kali dalam sebulan. Tergantung kualitas pertumbuhan si kangkung. Sekali panen, Haji Hasan bisa menjualnya mulai dari harga 150 ribu rupiah hingga 300 ribu rupiah.

“Alhamdulillah,” syukurnya.

Tetapi budidaya kangkung di pinggir sungai Jangkok tidak bisa dilakukan terus-menerus. Kegiatan itu hanya bisa dilakukan saat debit air sungai menyusut karena kemarau seperti saat ini.

Jika musim hujan datang dan debit air menjadi besar, maka kangkung yang mereka miliki harus diikhlaskan hanyut ke pantai terbawa air. Kejadian yang sudah biasa mereka alami.

Saat demikian, pembudidayaan kangkung terpaksa dihentikan sementara, menunggu musim kemarau kembali datang.

“Kadang tulak ajin tereng. Separo eleh. Aget lacor wah (Kadang kembali harga bambu. Kadang hanyut. Untung rugi sudah), ” terangnya.

Di luar itu, yang menarik dari Haji Hasan adalah sikap energiknya kendati berusia lanjut. Kondisi fisiknya terpelihara: ingatannya terjaga, pendengarannya bagus dan tidak mengenakan kacamata.

Hanya kulit keriput jadi penanda telah banyak usia hidupnya.

Sementara Kakek Ibrahim. Yang membedakannya dengan Haji Hasan adalah, tak hanya menanam kangkung di pinggir sungai Jangkok.

Kakek Ibrahim yang juga telah puluhan tahun menggeluti usaha tersebut mengaku setiap tahun menyewa sawah warga di Lingkungan Moncok dengan biaya 12 juta rupiah per tahun.

Lek Moncok tiang nyewa, (Di Moncok saya mennyewa) 12 juta setahun,” tuturnya.

Selain itu, ia pun mengakui bisa panen lebih sering dari Haji Hasan, yakni dua kali sampai tiga kali panen dalam seminggu. Tergantung permintaan pasar dan juga kualitas kangkung.

Namun akhir-akhir ini, kangkungnya tidak tumbuh sempurna. Penyebab rusaknya kualitas pertumbuhan kangkung adalah hama serangga dan gangguan ikan-ikan kecil.

“Ya, Ite (kita) tetap bersyukur dan berusaha,” jelas Ibrahim yang mengenakan pakaian sederhana dengan kopiah berwarna putih tertutup topi anyaman bambu menghiasi kepala.

Di Mataram, khususnya di lingkungan yang dekat dengan Dasan Agung dan Pejeruk, terdapat banyak pembudidaya kangkung lain selain Haji Hasan dan Kakek Ibrahim. Mereka cekatan melihat celah usaha dengan memanfaatkan susutnya debit air sungai Jangkok di musim kemarau.

Terkait dengan dampak usaha karena pandemi Covid-19, Haji Hasan dan Kakek Ibrahim mengaku sempat khawatir usaha mereka terganggu oleh Covid-19.

Di awal pandemi, mereka merasakan dampaknya, namun setelah pandemi berjalan beberapa bulan, mereka mengakui penjualan kangkung kembali normal.

“Ya, cukup. Alhamdulillah,” jawab Haji Hasan sembari bangkit dari duduknya guna meminta diri untuk pulang sebab waktu telah menunjukkan pukul 18.00 WITA.

Silak, wah mulai peteng, (Mari, sudah mau petang,” pintanya.

Kakek Ibrahim masih dengan kesibukan memetik kangkung saat Haji Hasan meminta diri untuk pulang. Ia menenteng sandal jepitnya, lalu berjalan pelan menyeberangi sungai guna kembali ke rumahnya.

Dari pantauan lombokjournal.com saat di lokasi, terdapat beberapa petak-petak memanjang untuk pembudidayaan kangkung di sungai Jangkok, tepatnya di sungai yang membelah Lingkungan Dasan Agung Bawak Bagik dan Lingkungan Pejeruk.

Selain kangkung, terdapat juga keramba-keramba ikan di beberapa titik.

Ast




Bawaslu Mencium ‘Mahar Politik’ pada Pilkada Serentak di NTB

Bawaslu dalam tugas pengawasannya juga meminta kepada masyarakat agar proaktif memberikan informasi bahkan melaporkan ke Bawaslu jika ada temuan praktik politik uang

MATARAM.ombokjournal.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB mencium indikasi terjadinya praktik transaksi uang atau ‘mahar politik’, pada penyelenggaraan Pilkada serentak tujuh Kabupaten/Kota di NTB pada Desember 2020 mendatang.

Disampaikan, banyak terdengar transaksi tersebut beredar menjelang penyelenggaraan Pilkada.

Tetapi karena tidak adanya bukti kongkrit, maka asumsi tersebut tidak bisa ditindaklanjuti.

“Mahar politik, itu baunya ada tapi sangat sulit membuktikannya,” ujar Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid, S. Ag., MH ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jum’at, (14/08/20).

Bahkan, dalam banyak kejadian, laporan terkait kasus tersebut menguap begitu saja sebelum ditindak lanjuti.

Hal tersebut biasanya terjadi karena tidak adanya bukti kongkrit yang bisa dijadikan pegangan Bawaslu untuk melakukan penindakan.

“Harus bekerja sesuai fakta. Makanya kalau nggak kongkrit, agak susah,” katanya.

Dijelaskan, Bawaslu dalam tugas pengawasannya juga meminta kepada masyarakat agar proaktif memberikan informasi bahkan melaporkan ke Bawaslu jika ada temuan praktik politik uang.

Pihaknya akan menjamin keamanan identitas diri masyarakat pelapor tersebut.

“Sampaikan ke Bawaslu, dipastikan bukan dia (masyarakat) yang naik jadi pelapornya,” terang Umar Achmad Seth, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran.

Untuk diketahui, tujuh Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak Desember nanti adalah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Ast




Pengukuhan Paskibraka NTB Berlangsung Khidmat, Sekda Jadi Pembina Upacara

Penyelenggaraan upacara HUT RI ke-75 kali ini digelar secara terbatas dengan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Gita Ariadi bertindak sebagai pembina upacara, dalam Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Upacara pengukuhan itu berlangsung dengan khidmat, pengukuhan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Terbuka Halaman Kantor Gubernur NTB, Jumat (14/08/20).

Sekda mewakili Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah membacakan pernyataan pengukuhan paskibraka tersebut sebagai anggota Paskibraka. Dan mendoakan kelancaran dalam mengemban tugas yang akan dijalankan pada HUT Republik Indonesia ke-75, tanggal 17 Agustus 2020 mendatang.

“Dengan memohon ridho Allah yang Maha Kuasa, pada hari ini saya mengukuhkan saudara-saudara sebagai pasukan pengibar bendera pusaka yang akan bertugas di Provinsi NTB. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam tugas negara,” ucap Sekda.

Danish Krisna Wirayuda yang bertindak selaku pemimpin upacara sekaligus mewakili rekan-rekannya memegang bendera merah putih saat mengucapkan ikrar sumpah pemuda.

Berbeda dari tahun sebelumnya, penyelenggaraan upacara HUT RI ke-75 kali ini digelar secara terbatas dengan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga jumlah anggota Paskibraka yang akan bertugas nanti tidak sebanyak tahun sebelumnya.

Berikut nama-nama anggota Paskibraka yang akan bertugas pada 17 Agustus 2020 mendatang:
1. Lalu Muhammad Bagus Oktoru ( SMAN 1 Mataram);
2. Muhammad Bagus Lanang Pamungkas ( SMAN 2 Mataram);
3. Fitria Dylami ( MAN 2 Mataram);
4. Baiq Tiara Anindya Putri ( SMAN 2 Mataram);
5. Naufal Apriansyah Ralistyo (SMAN 2 Mataram); dan
6. Danish Krisna Wirayuda ( SMAN 2 Mataram).

AYA/HmsNTB




Bawaslu NTB Minta Masyarakat Proaktif Laporkan Praktik Politik Uang

Bawaslu menjamin keamanan identitas masyarakat selaku pelapor sehingga tidak diketahui publik

MATARAM.LombokJournal.com — Bawaslu Provinsi NTB melalui Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Umar Achmad Seth, SH., MH, minta masyarakat tidak takut melapor ke Bawaslu, bila terjadi praktik politik uang, pada penyelenggaraan Pilkada di tujuh Kabupaten/Kota di NTB pada Desember 2020 mendatang.

Dijelaskan, asumsi politik uang memang santer terdengar sering mewarnai praktik politik di Indonesia, khususnya di Provinsi NTB.

Namun karena sulitnya menemukan bukti, hal tersebut tidak bisa ditindak. Sebab dasar Bawaslu melakukan penindakan adalah adanya bukti kongkrit terjadinya pelanggaran.

Dikatakan, selain kesulitan menemukan bukti, fakta bahwa para politisi memiliki banyak alibi dalam praktik politik yang berurusan dengan uang juga jadi kesulitan lain.

Beberapa alibi yang sering dipakai adalah biaya penyelenggaraan acara dan biaya kampanye.

Terlepas dari itu, pihaknya meminta kepada semua pihak agar proaktif menyampaikan ke Bawaslu sekiranya menemukan praktik politik uang terjadi di sekitar mereka.

Bawaslu juga menjamin keamanan identitas masyarakat selaku pelapor sehingga tidak diketahui publik.

“Sampaikan ke Bawaslu, dipastikan bukan dia (masyarakat) yang naik jadi pelapornya,” katanya, Kamis, (12/08/20).

Senada dengan Umar, Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid, S. Ag., MH menyampaikan jika selama ini, lebih banyak mendengar persoalan politik uang tersebut dengan pendekatan asumsi.

BACA JUGA;

Ribuan Data Pemilih KPU 2019 dan 2020 Tidak Sinkron, Bawaslu NTB: KPU Tidak Bekerja dengan Benar

Ketika pendekatannya asumsi, maka sulit bagi Bawaslu mengambil tindakan. Sebab syarat utama pengambilan tindakan oleh Bawaslu ketika telah ditemukan bukti pelanggaran.

“Makanya kalau nggak kongkrit, agak susah. Asumsi itu belum tentu jadi fakta. Kita harus bekerja berdasarkan fakta. Tapi kita tetap monitor,” terangnya.

Ast




Ribuan Data Pemilih KPU 2019 dan 2020 Tidak Sinkron, Bawaslu NTB: KPU Tidak Bekerja dengan Benar

Jika KPU NTB bekerja benar sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, maka data pemilih 2019 mustinya sinkron dengan data pemilih 2020

MATARAM.lombokjourna.com — Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu Provinsi NTB kepada Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU untuk Pilkada tujuh Kabupaten/Kota, menjelang Pilkada serentak pada Desember 2020,  ditemukan ribuan data pemilih 2019 yang belum Disinkronisasikan KPU dengan Daftar Pemilih Pemilu Potensial (DP4) Pemilih 2020.

Berdasarkan audit tersebut, Bawaslu menemukan sejumlah 7.054 pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pada pemilu 2019, kembali terdaftar dalam Daftar Pemilih (A-KWK) KPU 2020.

Selain itu, ditemukan juga 1.766 Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019 yang tidak dicantumkan KPU pada Daftar Pemilih 2020.

Terkait hal tersebut, Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid, S. Ag, MH, mengaku menyayangkan kesalahan cara kerja KPU dalam hal sinkronisasi data pemilih.

“Yang disinkronisasi DPT yang mana dengan DP4 yang mana,” ujarnya. Kami (12/10/20).

Jika KPU NTB bekerja benar sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, maka data pemilih 2019 mustinya sinkron dengan data pemilih 2020.

“Yang tidak memenuhi syarat pada 2019 tapi dia masih muncul di A-KWK-nya. Mestinya kalau dilakukan sinkronisasi orang ini harusnya tidak ada,” terangnya.

Pihaknya cukup menyayangkan KPU NTB kembali mengulang kesalahan yang sama dengan Pemilu sebelumnya. Seolah-olah tidak menjadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran.

“Bisa jadi (hanya copy paste data pemilih 2019 saja),” ungkapnya.

Selaku lembaga pengawas pemilu, pihaknya menegaskan akan tetap memantau semua hal yang berkaitan dengan Pemilu. Guna terselenggaranya hajatan pesta demokrasi rakyat dengan baik dan benar.

Bawaslu Dilarang Mengakses Identitas Pemilih

Selain temuan tersebut, hal yang menjadi atensi Bawaslu NTB adalah adanya aturan KPU yang melarang Bawaslu mengakses identitas daftar pemilih dengan alasan data tersebut dikecualikan.

Dijelaskan, hal tersebut bisa menghambat kerja pengawasan Bawaslu terhadap KPU yang nantinya bisa berdampak tidak selesainya persoalan sinkronisasi data pemilih tersebut.

BACA JUGA;

Bawaslu NTB Minta Masyarakat Proaktif Laporkan Praktik Politik Uang

Khuwailid memberikan gambaran pada proses pIilkada 2019 yang lalu. Saat itu, akses Bawaslu terhadap data KPU begitu terbuka. Kendati begitu, masih juga terjadi ketidaksinkronan data pemilih.

Jika yang terbuka saja masih bisa terjadi kesalahan, maka besar kemungkinan kejadian yang sama akan kembali berulang pada Pilkada nanti.

“Sekarang ini akses itu tertutup. KPU tidak memberikan A-KWK kepada Bawaslu dengan alasan informasi yang dikecualikan. Kalau dalam keadaan yang terbuka saja begitu banyak masalahnya apalagi besok dalam keadaan yang tertutup,” tuturnya.

Ast




Sesuaikan Tata Ruang untuk Investasi, Gubernur Gelar Audiensi dengan Menteri ATR/BPN

Kementerian ATR/BPN mendukung sepenuhnya upaya pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat penyelesaian Revisi RTRW

lombokjournal.com

JAKARTA ;   Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah didampingi oleh Asisten dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, melakukan audiensi dengan Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil, di gedung Kementerian ATR/BPN, Kamis (13/08/20).

Saat audensi

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Zul didampingi Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah, MM, M.Sc, M.TP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Madani Mukarom, B.Sc,F, M.Si, Kepala Dinas PMTPST H, Moh Rum, MT, Kepala Bappeda Dr.H. Amry Rakhman dan Dirjen Tata Ruang dan Direktur Perencanaan.

Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah mengatakan, kunjungan ini untuk melakukan audiensi terhadap percepatan pembahasan persetujuan substansi revisi RTRW Provinsi NTB 2019-2029, sebagai upaya mengakselerasi beberapa investasi di Wilayah NTB, termasuk rencana KEK Teluk Santong.

“Kunjungan ini juga dilakukan pada beberapa kementerian terkait seperti Kementerian LHK, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi,” kata gubernur.

Hasil pertemuan tersebut, Kementerian ATR/BPN mendukung sepenuhnya upaya pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat penyelesaian Revisi RTRW, dan segera melakukan persiapan pembahasan lintas sektor sebagai syarat pemberian persetujuan substansi.

“Kementerian ATR/BPN juga mendukung Pemprov NTB mempercepat investasi dengan tetap mengacu pada peraturan yang ada,” kata Gubernur.

Selain itu ada beberapa persyaratan teknis yang akan segera disiapkan oleh Pemprov NTB dan pemerintah pusat untuk mendukung hal tersebut.

Sementara itu Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah mengatakan, penyesuaian tata ruang untuk kepentingan Investasi di NTB sangat penting mengingat dinamika kebutuhan pembangunan di NTB ke depan sangat menjanjikan.

Termasuk KEK Tanjung Santong sebagai KEK energi dan agro yang didalamnya direncanakan akan dibangun kilang minyak kapasitas 300 ribu barrel/ hari dan industri bio ethanol harus terakomodir dalam RTRW Provinsi.

“Terima kasih Pak Menteri atas waktu dan perhatiannya pada kami di NTB,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Selly-Manan Prioritaskan Ketersediaan Pemakaman Umum dan Hadirnya Kebun Binatang di Mataram

Seperti halnya warga yang hidup memerlukan rumah, mereka yang telah berpulang pun  memerlukan rumah pula. Bagi Selly, pemakaman adalah “rumah masa depan” bagi semua warga kota

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Masalah perkotaan bukan hanya berhadapan pada penataan ruang dan pemukiman semata. Soal Tempat Pemakaman Umum (TPU) juga lambat laun akan menjadi kendala bersama.

Susutnya lahan akibat alihfungsi dan semakin banyaknya kompleks pemukiman dan perumahan baru, membuat masalah TPU perlu menjadi perhatian.

Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (Selly-Manan) menjadikan masalah TPU ini sebagai salah satu prioritas pembangunan Kota Mataram.

Selly Andayani menegaskan, dalam hal memimpin bukan cuma mengurus soal hidup dan urusan dunia yang fana. Namun juga menunaikan tanggung jawab manakala warga berpulang ke hadirat Yang Kuasa.

Itu sebabnya, Selly selalu risau, manakala datang kabar padanya, ada warga sebuah kompleks perumahan tak diberi tempat untuk dimakamkan di perkampungan masyarakat yang terdekat.

Belakangan dalam hampir satu dekade ini, pengembangan kompleks perumahan di Kota Mataram memang dibangun minus ketersediaan fasilitas tempat pemakaman bagi warganya.

Akhirnya warga kompleks yang meninggal dunia harus dimakamkan di TPU pemukiman perkampungan.

Selama ini, pada Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain menjadi satu-satunya lokasi pemakaman bagi warga kompleks perumahan.

Terutama bagi warga Kota Mataram yang berasal dari luar daerah. Tapi, TPU karang Medain kini pun sudah hampir penuh. Hanya tersisa sisi ruang di bagian tengah.

Kondisi ini dilihat Selly Andayani, saat nyekar dan berdoa di TPU Karang Medain, Rabu (12/08/20). Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini melihat langsung bagaimana area pemakaman ini akan penuh dalam hitungan tahun.

“Harus ada solusi TPU jika di Karang Medain ini penuh. Ini jadi salah satu prioritas Selly-Manan,” katanya.

Ia memaparkan, seperti halnya warga yang hidup memerlukan rumah, mereka yang telah berpulang pun  memerlukan rumah pula. Bagi Selly, pemakaman adalah “rumah masa depan” bagi semua warga kota.

“Seperti firman Allah. Sesungguhnya setiap yang berjiwa, akan merasakan mati,” kata perempuan berhijab ini menukil Ayat Suci Alquran.

Sehingga menjadi kewajiban mereka yang hiduplah yang menyiapkan “rumah masa depan” tersebut.

Namun, manakala tidak kunjung memadai, maka kata Selly, pemerintahlah yang harus berada di garis depan.

Selly menegaskan, jika dirinya bersama TGH Abdul Manan mendapat amanah dari masyarakat Kota Mataram, maka tanggung jawab menyiapkan pemakaman umum yang memadai itu akan diambil sepenuhnya oleh pemerintah.

“Insya Allah, Tempat Pemakaman Umum adalah salah satu prioritas kami,” tandasnya.

Dalam desain yang disiapkan, Selly ingin solusi pemakaman untuk warga Kota Mataram tersebut bukan hanya untuk jangka pendek semata.

Melainkan untuk jangka panjang. Sehingga soal TPU untuk masyarakat Kota Mataram ini bisa menjawab tantangan untuk sepuluh, bahkan dua puluh tahun yang akan datang.

Sebagai birokrat mumpuni yang lama bergelut dengan keuangan daerah, Selly tahu betul, bahwa mewujudkan pemakaman ini bukanlah hal yang sulit bagi Pemkot Mataram.

Ia menandaskan, pemerintah Kota Mataram bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi untuk mewujudkan hal ini.

“Kuncinya ada pada niat dulu. Kalau sudah, pasti Allah akan menunjukkan jalannya. Allah akan memudahkan,” tandasnya.

Selain itu, para pengusaha properti di Kota Mataram juga akan diajak bicara. Agar setiap lokasi perumahan, selain menyiapkan ruang terbuka untuk warganya, juga perlu menyiapkan tempat ibadah dan juga pemakaman.

“Penyiapan ruang ibadah, dan pemakaman itu, tentulah akan menjadi ladang ibadah bagi para pengusaha, dan juga bagi pemerintah. Dan ini akan menjadi berkah bagi warga,” katanya.

Kebun Binatang

 Selain penyediaan TPU yang memadai, Selly-Manan juga akan berupaya mewujudkan impian generasi muda Kota Mataram akan hadirnya kebun binatang.

Menurut Selly, kebun binatang bisa jadi ada penanda sebuah kota yang maju. Kota-kota utama di Indonesia telah memilikinya. Bahkan, provinsi terdekat seperti Bali, memiliki dua kebun binatang dengan nama yang kesohor.

“Kami menyiapkan kebun binatang ini sebagai pusat edukasi untuk generasi muda,” kata Selly. Akan menjadi tempat penangkaran hewan-hewan langka. Hewan-hewan endemik dari Bumi Gora.

Selly mengatakan, banyak sekali anak-anak dan generasi muda Kota Mataram yang hanya tahu dan melihat aneka binatang cuma dari gambar atau tayangan televisi semata. Dia tak ingin tak ingin generasi milenial Mataram seperti itu.

“Anak-anak Kota Mataram layak mendapatkan lebih dari itu. Mendapatkan pengalaman yang jauh lebih berharga dalam hidupnya,” katanya.

Selly mencontohkan, gambar rusa sebagai lambang Provinsi NTB bisa jadi tidak semua generasi muda NTB pernah dan melihat langsung rusa tersebut.

“Jangan sampai rusa-rusa itu hanya ada tertempel di baju-baju dinas saja,” katanya.

Pun misalnya musang yang merupakan binatang endemik dari Gunung Rinjani. Tak banyak generasi muda NTB yang tahu hal tersebut, dan pernah melihatnya secara langsung. Padahal, musang endemik dengan nama latin Paradok Saurus Rinjanikus tersebut hanya ada di NTB.

Rencananya, kebun binatang Kota Mataram itu disiapkan berlokasi di lahan eks Bandara Selaparang di utara Kota Mataram.

Kelak, jika hal tersebut mewujud, kebun binatang ini tak akan cuma menjadi pusat edukasi bagi warga Kota Mataram, namun juga bagi seluruh warga Bumi Gora.

Selain sebagai pusat edukasi bagi generasi muda Kota Mataram, kebun binatang tersebut juga pastilah akan menjadi pusat rekreasi. Hal yang tentu dibutuhkan oleh masyarakat Kota Mataram.

Di sisi lain, paparnya, keberadaan kebun binatang ini akan menjadi ruang terbuka hijau.

“Sehingga akan menjadi salah satu paru-paru Kota Mataram. Yang akan memasok udara segar yang akan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Mataram,” tukasnya.

Bagi Selly, memang mesti ada pembenahan terhadap tata ruang kota. Mataram haruslah memiliki taman ikonik. Taman yang akan menjadi ruang publik, tempat bertemunya warga.

Selly mengatakan, di sejumlah Kota di Indonesia ketersediaan taman dan ruang terbuka hijau menjadi hal yang sangat sulit diwujudkan. Namun, dia tak ingin hal tersebut terjadi di Mataram. Sebab, dari tamanlah, warga kota Mataram memulihkan pancaindera.

“Taman dan RTH ini menjadi wahana yang bisa menjadi tempat rekreasi, olahraga, dan menyegarkan atmosfir kehidupan bagi warga Kota Mataram,” katanya.

Me




Kunjungi Dusun Kelana, Gubernur Zul Merasa Seperti di Singapura

Menurut gubernur, lingkungan yang bersih akan menghadirkan banyak manfaat

LOTENG.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah mengatakan kampung – kampung di NTB sudah mulai terlihat menawan, karena kebersihan lingkungan sudah mulai dirasakan manfaatnya.

Semangat gotong royong warga mewujudkan kampung sehat yang bersih dan lestari juga antusiasmenya sangat kental.

Bahkan secara khusus, Gubernur memuji Kampung Kelana “Ijo Berseri” yang menurutnya seperti di Singapura karena saking bersihnya.

“Saya berkunjung desa ini, ibaratnya saya mengujungi  desa-desa yang ada di Singapura. Karena saking bersihnya. Bahkan lukisan di temboknya sebagian besar menggunakan bahasa Inggris,” puji Gubernur saat melaunching Kampung Sehat Kelana “Ijo Berseri” Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (12/08).

Doktor Ekonomi Industri tersebut juga menekankan,  kebersihan dan keindahan adalah kebutuhan bersama. Gubernur berharap kebersihan dan keindahan yang sudah terbentuk saat ini dapat dipertahankan dan menjadi gaya hidup warga NTB di masa yang akan datang.

“Bukan karena ada lomba, inilah cara hidup terbaik bagi kita di masa yang akan dating,” harap gubernur.

Gubernur Zul mengapresiasi Kampung Sehat yang diluncurkan. Menurutnya, setiap sudut kampung telah tertata rapi, tempat sampah juga telah tersedia di setiap rumah-rumah warga.

Begitu juga dengan lukisan dan mural indah yang mengajak masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Tak hanya itu, tanaman bunga serta sayur-sayuran nampak asri dan lestari menyambut kedatangan gubernur beserta rombongannya.

“Saya sangat bangga, semoga kebersihan kampung ini menjadi contoh bagi kampung lain di NTB, ” tutur gubernur.

Di akhir sambutannya, Doktor Zul berpesan agar warga dapat mempertahankan kondisi lingkungan yang bersih. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menghadirkan banyak manfaat.

“Yang tidak kalah penting, bukan hanya lingkungan yang bersih. Tapi hati masyarakatnya juga harus bersih. Sehingga akan menghadirkan ketentraman dan kebahagiaan dalam hatinya,” pesannya.

Lingkungan hijau

Kepala Dusun Kelana Desa Sepakek, Suparlan menyebutkan, menyebutkan, Kampung sehat “Ijo Berseri” merupakan kolaborasi dari program kampung sehat. Ke depan bukan sekedar kebersihan lingkungan yang diwujudkan tapi lingkungan hijau juga akan terus dikembangkan.

Mulai dari tanaman bunga yang berseri-seri menyambut para pengunjung. Juga tanaman sayur-sayuran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri.

“Kalau semua itu dapat kita wujudkan, maka kita akan terus kembangkan menjadi desa angrowisata dengan segala potensi yang ada. Baik sumber daya alam yang mendukung maupun sumber daya manusia yang memadai,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sejak program kampung sehat mulai dilaksanakan, partisipasi masyarakat dan pemuda sangat luar biasa.

Saking antusiasnya masyarakat menyambut lomba kampung sehat ini, semua kebutuhan baik itu kayu, bambu, makanan dan lain-lain semua disediakan oleh masyarakat.

Pekerjaan nya pun swadaya dari masyarakat itu sendiri. Sehingga semangat pemerintah desa dan masyarakat untuk mewujudkan kampung sehat semakin tinggi.

“Alhamdulillah masyarakat kami sangat antusias dan merasa bangga menyambut program ini. Semoga kunjungan Gubernur kali ini memberi semangat baru kami untuk mewujudkan kampung yang sehat dan bersih,” ungkapnya bangga.

Setelah puas berkeliling desa, Gubernur NTB bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan sholat Dzuhur berjamaah dengan warga desa setempat.

Dalam kunjungan ini, Gubernur NTB turut didampingi oleh Camat Pringgarata, H. Masnum, Polsek Pringgarata serta beberapa kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

man/ricky@diskominfotikNTB