Pelaku Usaha Pariwisata Bersyukur Dapat Pembebasan Pajak dari Pemerintah KLU

Meski kehilangan pemasukan milyaran rupiah, Zacky belum merumahkan pekerjanya. Ia memilih terapkan sistem kerja bergilir

MATARAM.lombokjournal.com — Pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata Kabupaten Lombok Utara, bersyukur dengan kebijakan pemerintah KLU yang membebaskan pajak pendapatan selama pandemi Covid-19.

Manager Operasional Medana Bay Marina, Zaki Bachtiar

“Sebagai perusahaan, sangat terbantulah ya untuk pembebasan pajak. Untuk menejemen sangat terbantu,” terang salah seorang pelaku usaha pariwisata Zacky Bachtiar. Sabtu, (05/09/20).

Bagi Zaki, hal tersebut meringankan beban perusahaan mengingat minimnya pemasukan dari sedikitnya tamu berkunjung selama pandemi.

“Bulan ini, bulan sembilan (September) tahun kemarin itu, di sini ada sekitar 40 kapal dan di sini itu, mau siang mau malam mau pagi, restoran kita penuh terus,” kenangnya.

Tak tanggung-tanggung, usahanya mengalami kehilangan pemasukan hingga milyaran rupiah.

Meski kehilangan pemasukan milyaran rupiah, Zacky belum merumahkan pekerjanya. Ia memilih terapkan sistem kerja bergilir.

Hal tersebut dilakukan agar pegawai tidak kehilangan seratus persen sumber penghasilan.

“Pegawai saya yang dapat BLT hanya satu,” ujarnya.

Ast




Selly-Manan Bentuk Ghostbusters Squad,  Bantu Atasi Masalah Supranatural

Faktor kesehatan masyarakat tidak melulu dilihat dari sisi kondisi kesehatan fisik semata. Namun juga kesehatan mental dan spiritual keagamaan

Lombokjournal.com  —

MATARAM;  Gagasan menggebrak diluncurkan pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (Selly-Manan) untuk membangun Kota Mataram lima tahun ke depan.

Selain sejumlah program fisik dan pengembangan SDM yang ditawarkan melalui visi Mataram berkah dan Cemerlang, Selly-Manan juga akan membentuk tim metafisik, supranatural yang siap melayani keluhan dan permasalahan warga Kota Mataram.

Tim Satgas ‘Ghosbuster Squad’ Mataram yang akan membantu masalah metafisik dan supranatural gratis bagi masyarakat Kota Mataram tersebut segera dilaunching awal September mendatang.

“Harus kita akui bahwa selain masalah sosial yang kasat mata, beberapa masalah metafisik juga banyak dihadapi masyarakat. Nah Satgas Ghostbusters Squad ini akan membantu solusinya,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani di Mataram, Minggu Malam (30/08/20).

Masalah klenik dan metafisika memang terkadang tabu dibicarakan. Namun fenomena ini nyata adanya dan dirasakan sebagian masyarakat. Sebut saja, rumah berhantu, Penampakan-Penampakan wajah-wajah Angker,  kesurupan, dan lokasi-lokasi angker di kawasan strategis.

Di beberapa pemukiman menjadi hal bisa diceritakan bahwa rumah warga dikenal angker. Atau pun ada keluarga yang seringkali dihantui penampakan mahluk gaib.

Menurut Selly, ada saja masyarakat yang merasa tidak nyaman dan takut akibat gangguan energi negatif di rumah atau di lokasi tertentu. Hanya saja, karena hal ini masih tabu, akhirnya tidak terangkat ke permukaan.

Satgas Ghostbusters Squad Mataram ini akan beranggotakan terdiri dari para ustadz dan ahli rukiyah. Selain itu ada balian atau pemangku Hindu yang ahli Mecaru dan juga tokoh supranatural kristiani di Mataram, dan tentu saja beberapa pakar supranatural.

Tim nantinya akan dilengkapi Call Center atau Hotline Call yang siap melayani gangguan supranatural.

Misalnya, ada warga yang mendadak kesurupan, bisa ditangani dengan baik. Kemudian jika muncul penampakan-penampakan ghaib yang mengganggu perumahan, tim juga akan bekerja membereskan.

“Dengan tim ini diharapkan warga Mataram bisa nyaman dan aman baik dari segi keamanan yang kasat mata maupun dari gangguan ghaib dan supranatural,” ujarnya.

 

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan, gagasan pembentukan Satgas Ghostbusters Squad Mataram ini muncul dari aspirasi masyarakat.

Di lapangan banyak ditemukan fakta masih ada masyarakat yang mengalami gangguan secara supranatural. Sehingga tak jarang muncul istilah rumah angker, ketemuq dan lain sebagainya.

Selain itu cukup banyak potensi ‘orang pintar’ atau pakar supranatural di Kota Mataram yang perlu dilibatkan dalam program pembangunan di Kota Mataram.

“Ya kita hajatkan tim ini bisa bekerja melayani masalah-masalah tak kasat mata yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, faktor kesehatan masyarakat tidak melulu dilihat dari sisi kondisi kesehatan fisik semata. Namun juga kesehatan mental dan spiritual keagamaan. Apalagi ada banyak kasus orang sakit yang kemudian secara medis tak bisa diobati, namun sembuh dengan pengobatan alternatif non medis.

TGH Manan mengatakan, rencananya Satgas Ghostbusters Squad Mataram ini akan mulai aktif pertengahan September mendatang, setelah dilaunching resmi pada awal September nanti.

Ketua Tim Satgas Ghostbuster Squad Mataram HR Turmuzi mengatakan Tim Pemburu Hantu saat ini sedang tahap pembentukan komposisinya.

“Siapa saja anggota tim ini sedang kita kumpulkan. Ada dari Islam, Hindu, Kristen, dan Budha,” tuturnya.

Menurut HR Turmuzi, kinerja tim nantinya lebih kepada sisi kemanusiaan. Sebab banyak masyarakat yang tentu pernah mengalami hal hal supranatural, daerah simbit atau angker, dan juga adanya energi negatif dalam rumah.

Me




DPW Media Online Indonesia NTB Gelar Rakerwil, Sejumlah Program Kerja Dirumuskan

MATARAM.lombokjournal.com —  Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) bersama pengurus dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten dan Kota di NTB, di Mataram, Sabtu, (29/08/20).

Rakerwil turut dihadiri Ketua Harian DPP MOI Siruaya Ustamawan, Korwil MOI Bali – Nusra Abdul Sukur, Ketua DPW MOI NTB Lalu Fatah Prawira, Ketua DPC MOI se NTB, dan seluruh jajaran pengurus DPW MOI NTB.

Rakerwil dilaksanakan untuk menentukan program kerja MOI ke depan, baik menyangkut pengembangan organisasi maupun program peningkatan SDM anggota dalam bidang jurnalistik.

Ketua DPW MOI NTB,  Lalu Fatah Prawira

 

“Melalui Rakerwil kita ingin merumuskan rencana dan agenda program kerja ke depan, bagaimana pengembangan organisasi ke depan, termasuk peningkatan kapasitas SDM anggota,” kata Ketua DPW MOI NTB,  Lalu Fatah Prawira mengawali sambutannya.

Ke depan, MOI diharapkan tidak sekedar organisasi yang menaungi perusahaan media, tapi bisa lebih berkontribusi bagi kemajuan pembangunan daerah NTB, melalui produk jurnalistik berkualitas dan membangun.

Apalagi menyambut agenda Pilkada NTB yang akan berlangsung di tujuh kabupaten dan kota dalam beberapa bulan ke depan, sebagai pilar keempat demokrasi, media memiliki peranan penting dalam memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat.

“Kesuksesan pelaksanaan Pilkada juga tidak lepas dari peran media melalui produk jurnalistik dihasilkan,” katanya.

Dikatakan Fatah, peranan media sangat penting terutama media online yakni membantu menciptakan Pilkada damai, memerangi berita bohong melalui  informasi sehat dan mencerahkan.

Termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Korwil MOI Bali-Nusra, Abdul Sukur menyampaikan saat ini Indonesia menjadi negara nomor 3 di dunia yang masyarakatnya sangat intens menggunakan internet.

Ia menyoroti banyaknya berita bohong yang beredar. Dimana Indonesia berada diurutan nomor 7 penyebaran berita hoaks. Untuk itu Ia menekankan agar MOI hadir memberikan contoh dan edukasi dalam menyajikan informasi benar dan mendidik.

“Beri contoh kepada selain MOI untuk menjalin kekompakan dan menyajikan informasi yang benar,” ujarnya.

Kegiatan Rakerwil juga dirangkai dengan acara talk show dengan tema “Peran Media Online di Pilkada NTB 2020 Dalama Masa Pandemi”.

Hadir sebagai narasumber dari Polda NTB dan Dinas Komunikasi Informasi Teknologi (Diskominfotik) NTB.

AYA  (*)




DPW MOI NTB Akan Gelar Rakerwil

MATARAM.lombokjournal.com —  Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) bersama pengurus dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten dan Kota di NTB.

Ketua DPW NTB, Lalu Fatah Prawira Negara mengatakan, Rakerwil dilaksanakan untuk menentukan program kerja MOI ke depan, baik menyangkut pengembangan organisasi maupun program peningkatan SDM anggota dalam bidang jurnalistik.

“Melalui Rakerwil kita ingin merumuskan plaining dan agenda program kerja ke depan, bagaimana pengembangan organisasi, termasuk peningkatan kapasitas SDM anggota” kata Fatah di Mataram, Jum’at (28/08/20).

Kedepan MOI diharapkan tidak sekedar organisasi yang menaungin perusahaan media, tapi bisa lebih berkontribusi bagi kemajuan pembangunan daerah NTB, melalui produk jurnalistik berkualitas dan membangun.

Apalagi menyambut agenda Pilkada NTB yang akan berlangsung di tujuh kabupaten dan kota dalam beberapa bulan kedepan, sebagai pilar ke empat demokrasi, media memiliki peranan penting dalam memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat.

“Kesuksesan pelaksanaan Pilkada juga tidak lepas dari peran media melalui produk jurnalistik dihasilkan,” kata Fatah.

Fatah menambahkan, peranan tidak kalah media, terutama media online adalalah membantu menciptakan Pilkada damai, memerangi berita bohong, melalui i formasi sehat dan mencerahkan. Termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Panitia Rakerwil DPW MOI NTB Agus Apriyanto menambahkan, selain kegiatan Rakerwil, juga akan dirangkaikan dengan acara talk show dengan tema “Peran Media Online di Pilkada NTB 2020 Dalama Masa Pandemi”

Menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), unsur TNI dan Polri.

AYA (*)




Gubernur  Zulkieflimansyah Dampingi Menko PMK Serahkan 65 Ribu Rumah Korban Gempa

Menko PMK meyakini, di tengah musibah, di tengah kesulitan, pasti ada jalan untuk bangkit dan berlari menjadi daerah yang maju

LOTENG.lombokjournal.com — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi Gubernur Zulkieflimansyah, Jumat (28/08/20), menyerahkan bantuan Hunian Tetap (Huntap) kepada masyarakat Desa Teratak, Batukliang Utara, Lombok Tengah yang terdampak gempa bumi dua tahun lalu.

“Kedatangan kami kesini untuk memastikan progres pembangunan rumah tahan gempa, Alhamdulillah hari ini kami menyerahkan kunci rumah tahan gempa sebanyak 65 ribu,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menko PMK mengatakan, tugas masyarakat semua untuk segera menempati dan menjaga rumah yang telah diberikan oleh pemerintah.

Menurut Muhadjir, menjaga serta merawat lebih sulit daripada membuat rumah tersebut.

“Silahkan langsung ditempati, selanjutnya bapak-ibu jaga dan rawat rumah yang telah diberikan tersebut,” tambahnya.

Menko PMK meyakini, di tengah musibah, di tengah kesulitan, pasti ada jalan untuk bangkit dan berlari menjadi daerah yang maju.

Baginya, musibah menjadikan kita semakin kuat dan menaruh kita semua pada kedudukan yang semakin tinggi.

“Saat gempa dulu, tiga kali saya datang ke NTB, saya menyaksikan langsung rumah, tempat ibadah dan sekolah hancur rata karena musibah gempa tersebut. Hari ini, kita semua terdampak musibah global, seluruh dunia terdampak, saya bersyukur bisa datang kembali ke NTB,” ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut.

Pada kesempatan itu pula, Muhadjir mengutip surat Al-Insyirah yeng berarti tentang kelapangan, dalam surat tersebut.

Muhadjir mengutip ayat kelima yang artinya, sesungguhnya beserta kusulitan ada kemudahan.

“Dalam Al-Qur’an disebutkan, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, maka tetaplah optimis dan berharap pada pertolongan Tuhanmu karena sesungguhnya beserta kesulitan apapun pasti ada kemudahan yang menyertainya,” ungkap Menko PMK.

Menko PMK menyerukan agar warga NTB tetap berbaik sangka dan selalu bersyukur. Sebab, dengan cara itulah kita bisa menikmati apa yang Allah SWT telah diberikan kepada kita semua.

“Mari kita tetap bersyukur, musibah ini menguji kesabaran dan ketabahan kita semua,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur tersebut.

Menko PMK berterima kasih kepada Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimanysh atas kesabaran dan ketabahannya dalam memimpin NTB.

“Gubernur NTB ini teman dekat saya, kami kenal sudah sangat lama. Jaringan beliau bukan hanya nasional, tapi juga Internasional. Saya yakin, di tangan beliau, NTB pasti semakin maju. Masyarakat NTB harus bangga punya sosok pemimpin seperti Dr. H. Zulkieflimansyah,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah dalam sambutannya, mengucapkan banyak terimakasih kepada Menko PMK atas perhatiannya kepada provinsi NTB.

“Jazakallah pak menteri, semoga bapak selalu dalam kesehatan dan diberikan keafiatan oleh Allah SWT,” ungkap Gubernur.

Mewakili Pemerintahan Provinsi NTB beserta seluruh masyarakat NTB, Gubernur Zul mengucapkan banyak terima kasih kepada Menko PMK yang kembali berkenan hadir di NTB.

BACA JUGA ; 

Menko PMK Minta Masyaraakat Desa Rajumas Hidupkan Pasar Minggu

Gubernur berharap ini bukan kunjungan terakhir.

“Insya Allah seluruh bantuan, seluruh perhatian yang telah bapak berikan mendapat keberkahan untuk daerah kami tercinta,” ungkap Gubernur singkat.

AYA/HmsNTB




Menko PMK Minta Masyarakat Desa Rajumas Hidupkan Pasar Minggu

Jika cara ini diterapkan, NTB akan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pengelolaan kesejahteraan masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com – – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meninjau Kampung Sehat di Desa Rajumas yang menjadi binaan Polda NTB, usai melaksanakan pembagian masker dan Huntap di Desa Teratak, Batukliang Utara, Jumat (28/08/20).

Melihat produk-produk kerajinan dan produk olahan pangan khas Desa tersebut, Menko meminta masyarakat untuk menghidupkan Pasar Minggu agar perekonomian masyarakat di Desa Rajumas ini berjalan lancar.

“Kalau ini bisa digerakkan, saya yakin akan menjadi kekuatan yang luar biasa dalam rangka membangkitkan ekonomi kerakyatan dan juga untuk mendorong pariwisata di NTB,” terangnya.

Ia mencontohkan salah satu daerah yang pernah ia kunjungi di Inggris yang menerapkan sistem pasar Minggu, bukan hanya sekedar pasar minggu biasa. Namun, lebih diperkuat dengan aturan pemerintah setempat.

“Semua warga datang di suatu tempat yang sudah disediakan mayor (bupati, red), untuk mereka jualan, hari itu tidak boleh jualan selain warga, semua toko-toko tutup, sekarang ini waktunya jualan warga,” ungkapnya.

Ia mengatakan, jika cara ini diterapkan, NTB akan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pengelolaan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan Mandalika di Lombok Tengah, jangan sampai hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu yang memiliki modal di Mandalika. Tetapi, harus didorong agar wisatawan tidak hanya ke Mandalika, namun harus ke tempat lain seperti ini.

“Jadi bapak bupati juga harus berdialog dengan pihak pengelola Mandalika, untuk diberikan ruang, jangan hanya diberikan untuk jadi pedagang asongan saja, di sana, saya kira itu terlalu kecil,” tegas Menko ini.

Ia yakin pengelola Mandalika setuju jika program tersebut dijalankan karena hal itu termasuk dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. Sebelum beranjak, Muhadjir berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di desa ini.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan terimakasih kepada menteri koordinator PMK yang berkenan hadir di NTB.

Desa Sehat ini, lanjutannya, adalah salah satu program yang diinisiasi oleh Kapolda NTB sebagai sumbangsihnya untuk NTB.

BACA JUGA ; 

Gubernur  Zulkieflimansyah Dampingi Menko PMK Serahkan 65 Ribu Rumah Korban Gempa

“Inilah inovasi dari pak Kapolda, semua desa-desa kami menunjukkan keindahan masing-masing sambil pada saat yang sama protokol kesehatan dikedepankan,” ungkap Gubernur.

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini berharap, kedatangan Menko PMK dapat menjadi motivasi untuk NTB kedepannya agar menjadi salah satu provinsi yang lebih maju dari provinsi-provinsi lainnya.

AYA/HmasNTB




Kepengurusan PWI KLU Resmi Dilantik

PWI KLU senantiasa bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah

TANJUNG.lombokjournal.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Utara akhirnya terbentuk dan kepengurusannya resmi dilantik PWI Nusa Tenggara Barat (NTB) di Aula Kantor Bupati, Kamis (27/08/20).

Kepengurusan PWI Lombok Utara sempat vakum, dan akan aktif setelah pelantikan pengurus yang baru.

Ketua PWI NTB dan Ketua PWI KLU

Pelantikan pengurus ini dituangkan dalam Surat Keputusan bernomor: 056/PWI-NTB/VIII/2020, dengan Ketua Azrul Azwar, Sekretaris Rahman Hakim, Bendahara Marham ditambah dengan pengurus Divisi-Divisi.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dalam pointer sambutannya yag disampaikan oleh Plt. Asisten III Setda KLU Evi Winarni, M.Si mengungkapkan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merupakan lembaga profesi kewartawanan tertua di Indonesia.

“PWI sebagai wadah pengembangan kapasitas dan kompetensi wartawan yang diakui sekaligus dilisensi oleh Dewan Pers. PWI KLU sempat terbentuk, namun karena kepengurusan vakum, kini diaktifkan kembali,” tuturnya.

Ditambahkannya, pelantikan pengurus PWI KLU menandakan aktifnya kembali kiprah lembaga profesi kewartawanan di KLU. Menyinambungkan agenda program kegiatan kepengurusan PWI KLU sebelumnya.

“Harapan Pemda KLU, para wartawan KLU yang tergabung dalam PWI bisa bersinergi dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dan kemajuan KLU,” kata Evi yang juga Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum itu.

Pada kesempatan itu, Evi menyampaikan terima kasih kepada Ketua PWI Provinsi NTB dan jajarannya yang telah memprioritaskan dan memberikan atensi untuk PWI KLU.

Ia berharap supervisi dan saran-saran dari PWI NTB, agar PWI KLU senantiasa bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

“Bravo PWI, Jayalah Wartawan Lombok Utara, salut dan salam sinergi,” pungkasnya.

Mitra Pemerintah

Ketua PWI NTB H. Nasrudin Zain usai melantik dan prosesi penandatanganan berita acara pelantikan pengurus PWI KLU, mengatakan momentum pelantikan itu meskipun dengan sederhana namun khidmat itu, tidak mengurangi hikmah dan kiprah dari wartawan Lombok Utara.

“Satu hal yang menjadi catatan kami bahwa wartawan adalah mitra dari pemerintah, konteks kemitraan itu sejajar. Bagaimana mewujudkan kesejajaran itu, dengan kita saling melengkapi dan saling menyempurnakan, dan bukan dalam konteks mencari kesalahan,” terangnya.

Dijelaskannya, para wartawan, konteksnya saling menyempurnakan dan memperbaiki satu dengan lainnya.

“Konteks yang harus kita pikirkan bersama. Jadi, nantinya tanggung jawab moral sebagai wartawan di Lombok Utara adalah bagaimana ikut serta memberdayakan, tanggung jawab moral untuk memajukan Kabupaten Lombok Utara,” jelas Ketua PWI NTB dari RRI itu.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya pun mengimbau pengurus PWI KLU yang telah dilantik untuk “memposisikan” kode etik jurnalis sebagai kitab kuning. Sembari mengajak pengurus PWI untuk memahaminya secara saksama.

“Bisa membuat karya yang inspiratif dan bermanfaat. Kompetitor kita bukan antarwartawan. Hal yang mesti kita kedepankan adalah berpikir visioner,” pungkasnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama dan ucapan selamat kepada pengurus PWI KLU yang baru dilantik.

api




Realisasi Stimulus Permesinan Capai 50 Persen

Mesin-mesin yang diberikan sebagai stimulus ekonomi tersebut beberapa di antaranya telah melewati ahap test report atau uji kelayakan

MATARAM.lombokjournal.com — Pengadaan permesinan sebagai bagian stimulus ekonomi oleh Pemprov NTB disebut telah terealisasi hingga 50 persen.

Stimulus berupa penyaluran 1.650 unit mesin dengan 120 jenis berbeda tersebut ditujukan untuk menghidupkan produksi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

“Dari target ini sudah 50 persen teralisasi pada 17 Agustus kemarin. Sekarang tinggal setengahnya selesai di September mendatang,” ujar Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, Kamis (27/08/20).

Mesin yang disalurkan merupakan buatan dari Industri Kecil Menengah (IKM) lokal NTB.

Nurhayati menjelaskan, saat ini kapasitas produksi seluruh IKM yang terlibat mengalami peningkatan. Termasuk untuk pengerjaan antara IKM yang menjalin kemitraan dengan SMK.

Program tersebut diharapkan tepat sasaran. Mengingat mesin yang dihasilkan IKM juga disalurkan kepala pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Nanti masing-masing OPD yang akan memberikan kepada pelaku usaha yang terkena dampak covid ini,” ujar Nuryanti.

Berdasarkan catatan Dinas Perindustrian NTB, mesin-mesin tersebut antara lain terkonsentrasi di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), Dinas Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Koperasi dan UKM (Diskop), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil).

“Distanbun jumlahnya 442 dengan itemnya ada 19 jenis mesin mulai dari minyak kelapa, pengolah coklat, dan lain-lain. Diskanlut ada 9 jenis mesin, LHK ada 67 jenis mesin, Disnakeswan ada 3 mesin, Perindustrian 2 mesin, Ketahanan Pangan 1 mesin, Disdag 5 item mesin tapi jumlahnya yang banyak. Diskop 1 unit mobil lsitrik, DPMPD ada 13 item,” jelasnya.

Sebagai OPD yang memotori pengadaan stimulus permesinan tersebut, pihaknya sampai saat ini menyiapkan total 120 jenis permesinan untuk disalurkan. Pada 17 Agustus lalu 500 mesin dari total 1.650 telah disiapkan dan sebagian dipamerkan.

Kendati demikian, Nuryanti menerangkan seluruh mesin tersebut belum dapat diberikan secara langsung kepada pelaku usaha.

“Setelah dipemerkan kemarin itu dikumpulkan dan distandarisasi oleh STIP untuk quality control. Baru nanti diambil kembali, kemudian di-drop sesuai SK masing-masing OPD,” jelasnya.

Di sisi lain, mesin-mesin yang diberikan sebagai stimulus ekonomi tersebut beberapa di antaranya telah melewati ahap test report atau uji kelayakan. Sedangkan untuk yang belum melewati tahap tersebut telah diuji dan digunakan dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

“Kalau tes report hanya sebagian dari 120 ini yang belum. Kita sekarang sedang berusaha memperpendek jalur dan mendapatkan izin, agar fungsi STIP sebagai quality control. Agar tidak (melakukan test report) di luar lagi kedepannya,” katanya.

AYA




Hadiri Penyerahan Sertifikat Tanah Wakaf, Gubernur Minta BPN Permudah Pembuatan Sertifikat Tanah

Banyak tanah-tanah di negara berkembang yang terlantar, tidak bernilai dari segi keuangan hanya karena tidak memiliki sertifikat

LOTENG.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi program pembagian sertifikat tanah wakaf yang diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi NTB bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Provinsi NTB dan Kanwil BPN Provinsi NTB, yang berlangsung di Bencingah Agung Praya, Lombok Tengah, Kamis (27/08/20).

Menurut, Gubernur Zul, program ini sangat bermanfaat bagi masjid agar tidak mendapatkan masalah ke depan.

Selain masjid, Gubernur juga meminta kepada BPN agar memberikan kemudahan pembuatan sertifikat tanah untuk masyarakat luas.

Sertifikat tanah berguna sebagai agunan bagi masyarakat yang mempunyai potensi usaha khususnya petani.

Ia mengungkapkan, banyak tanah-tanah di negara berkembang yang terlantar, tidak bernilai dari segi keuangan hanya karena tidak memiliki sertifikat.

“Untuk mengejar ketertinggalan negara, strateginya sederhana, tanah di negara berkembang itu harus disertifikatkan maka ekonomi itu akan menggeliat dan orang miskin akan dapat akses permodalan,” ungkapnya.

Gubernur sangat setuju dengan Presiden Jokowi yang terus-menerus membagikan sertifikat gratis kepada petani dan nelayan, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengakses permodalan di perbankan.

“Sertifikat itu bukan untuk disimpan, bukan untuk ditaruh di lemari, dengan adanya sertifikat, mereka punya kemampuan finansial yang kuat,” kata Bang Zul.

Ia juga minta kepada pihak bank untuk mempermudah akses masyarakat yang ingin mengakses permodalan di bank, agar masyarakat tidak lagi mencari pinjaman ke rentenir yang justru menjerat masyarakat dengan bunga yang tinggi.

“Kadang orang lebih senang meminjam uang ke rentenir daripada bank karena gampang, walaupun bunganya sangat besar,” ujar Bang Zul.

Bang Zul mencontohkan, salah satu program pemerintah Provinsi NTB yakni Mawar Emas yang bertujuan menjauhkan masyarakat dari jeratan rentenir dengan memberikan pinjaman tanpa bunga.

Program ini dilaksanakan dengan bekerjasama dengan lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Kejelasan Tanah Wakaf

Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Nanag Sigit Yulianto mengukapkan terimakasihnya kepada Gubernur yang telah menyempatkan diri untuk menghadiri acara ini.

Kajati menyampaikan, program ini bertujuan untuk memberikan kejelasan terhadap tanah wakaf agar tidak menimbulkan masalah ke depan.

“Banyak tanah-tanah wakaf yang oleh pewakafnya meninggal dan ahli waris merasa tidak pernah ada wakaf dan akhirnya menjadi sengketa. Oleh sebab itu kami melakukan legalisasi kepemilikan dari lembaga yayasan terhadap tanah yang diwakafkan,” terangnya.

Ia mengatakan, program ini sudah berjalan dan kegiatan di Lombok Tengah ini adalah kegiatan yang ke dua setelah beberapa waktu lalu program ini dilakukan di Lombok Barat.

 

Dulu hanya 20 sertifikat, sekarang bertambah menjadi 125 sertifikat, dan Kajati  menargetkan pada tahun 2021 ini seluruh tanah masjid sudah bersertifikat.

Kegiatan ini akan terus dilanjutkan bersama dengan pemerintah provinsi, Kemenag NTB dan BPN NTB.

“Kami tidak bisa sendiri, kami hanya memfasilitasi saja, yang punya sertifikat adalah BPN, yang punya daftar tanah wakaf Kemenag, yang punya wilayah pak Gubernur, mudah-mudahan program ini terus berlangsung,” tuturnya.

AYA/HmsNTB




60 Tahun Desa Rempek, Bupati Najmul Lepas Peserta Jalan Sehat

Semangat semua elemen yang hadir pada hari bersejarah tersebut adalah semangat membangun

GANGGA. lombokjournal.com —   Bupati Lombok  Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH melepas peserta jalan sehat di lapangan Telaga Maluku Desa setempat, Rabu (26/08/20).

Jalan sehat itu merupakan salah satu dari sejumlah kegiatan dan lomba yang digelar Pemdes Rempek, memeriahkan peringatan HUT RI ke-75,  dan Ulang Tahun Desa Rempek ke-60 yang jatuh  pada 26 Agustus 2020.

Rangkaian kegiatan perayaan ulang tahun tersebut diikuti oleh anggota DPRD KLU, Debi Ariawan, Kepala Desa Rempek Budi Artono, tokoh agama dan masyarakat setempat yang tampak antusias memeriahkan HUT Desa Rempek.

Sebelum melepas kegiatan jalan sehat, Bupati Najmul mengatakan, semua lapisan masyarakat berkumpul pada momentum yang baik itu guna melakukan dua aktivitas, yaitu pertama menyehatkan diri. Kedua, mengingat sejarah terbentuknya Desa Rempek.

Satu bagian dari cara menghargai jasa para pendahulu, yaitu orang-orang yang telah berbuat untuk Desa Rempek, sebab seluruh lapisan masyarakat setempat pada momen itu memperingati hari jadi Desa Rempek ke-60 tahun.

“Ternyata usia Desa Rempek lebih tua dari usia Kebupaten Lombok Utara. Ini luar biasa,” cetus Bupati Najmul Akhyar.

Ditambahkannya, Desa Rempek merupakan salah satu desa yang telah melahirkan banyak tokoh, salah satunya adalah Siradip Arti BA.

“Beliau adalah orang tua kita. Sekarang tokoh muda kita dan Insya Allah menjadi tokoh masa depan kita hadir di Desa Rempek, yaitu saudara Debi Ariawan,” sebut Sekjen APKASI ini.

Menurut bupati, semangat semua elemen yang hadir pada hari bersejarah tersebut adalah semangat membangun. Hal yang dibutuhkan bersama adalah kebersamaan.

Di hari jadi ke-60 tahun tersebut semua pihak merefleksi, mengingat kembali, apa saja yang belum dilakukan di Desa Rempek. Ia pun lantas mengajak semua lapisan masyarakat untuk membangun secara bersama-sama.

“Kita siap membangun Desa Rempek ini menjadi salah satu desa yang maju di Kabupaten Lombok Utara. Selamat hari jadi Desa Rempek ke-60. Semoga makin maju dan membawa keberkahan,” tutup orang nomor satu di bumi Tioq Tata Tunaq itu.

sas