Sebelum akhir September, LPJ Pembangunan RTG Tahap I Harus Selesai

 Jumlah laporan yang masih harus diserahkan diproyeksikan sebanyak 158.000 LPJ yang tersebar di masing-masing kabuapten/kota

MATARAM.lombokjournal.com —  Rumah Tahan Gempa (RTG) untuk penanggulangan dampak bencana gempa 2018 di Nusa Tenggara Barat (NTB) ditargetkan pembangunannya selesai akhir tahun 2020.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi menyampaikan, dengan tambahan pengajuan rumah korban untuk pengerjaan tahap II, pembangunan RTG tahap I diharapkan dapat segera rampung akhir September.

Ahmadi menerangkan untuk penyelesaian pembangunan RTG tahap satu pihaknya masih menunggu pencairan anggaran sejumlah Rp80 miliar lebih.

“Pencairan tersebut mengalami kendala akibat rendahnya progres penyerahan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari fasilitator dan kelompok masyarakat (Pokmas),” ujarnya.

Menurutnya, dalam tahap satu ada sekitar 10.000 unit rumah yang sedang dalam proses pengerjaan rusak ringan.

Hanya saja masih kurang anggaran sekitar Rp80 miliar.

“Itu yang saat ini istilahnya kita menunggu dari BNPB. Itu yang kita bicarakan supaya segera juga (dicairkan). Cuma persoalannya karena progress LPJ kita sangat rendah di tahap satu itu.” ujar Ahmadi.

Diterangkan, pihaknya saat ini telah membuat fakta integritas dengan masing-masing pemerintah kabupaten/kota agar segera menyerahkan LPJ pembangunan RTG tahap I, sebelum akhir September mendatang.

“Fasilitator sudah mulai kerja sejak Juni. Sehingga proses pencairan jalan terus, termasuk untuk LPJ. LPJ ini sebenarnya hutang fasilitator dan pokmas, karena di 2019 itu sampai awal 2020 sangat rendah sekali progressnya,” jelas Ahmadi.

Menurutnya, Kementerian Keuangan membutuhkan LPJ tersebut paling tidak sebagai rujukan untuk melihat perkembangan pengerjaan RTG di NTB.

Untuk mencairkan sisa anggaran yang dibutuhkan, laporan yang diberikan paling tidak dapat menunjukkan progress hingga 60 persen.

Jumlah laporan yang masih harus diserahkan diproyeksikan sebanyak 158.000 LPJ yang tersebar di masing-masing kabuapten/kota.

“Kita punya target ini semua harus selesai di September ini supaya tidak menganggu yang tahap dua,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, BNPB telah menggelontorkan dana bantuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa NTB sebesar Rp5.7 triliun lebih.

Sesuai data BNPB, ada 226.204 unit rumah korban gempa bumi di NTB. Sampai dengan 1 September 2020, BPBD NTB mencatat total rumah yang sudah selesai dikerjakan pada tahap satu sebanyak 203.551 unit.

Sedangkan rumah dalam pengerjaan sebanyak 10.189 unit.

Sementara itu, untuk tahap dua telah diajukan 17.500 rumah korban gempa dengan kategori rusak ringan.

Di mana pemda kabupaten/kota telah menyerahkan data yang dibutuhkan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan peninjauan langsung ke lapangan.

“17.931 (unit rumah) usulan kita, tapi setelah divalidasi oleh BPNP itu menjadi 17.500. Kalau tahap dua ini data pun sudah disampaikan BPBD Kabuapaten/kota ke pusat, karena itu angkanya sudah ketahuan,” pungkas Ahmadi.

AYA




Sengketa Lahan di Kawasan MotoGP Diminta Diselesaikan Kekeluargaan

Polemik yang terjadi di kawasan tersebut Diminta segera dituntaskan

lombokjournal.com —

JAKARTA ; “Menyangkut masih adanya gugat menggugat atau pun sengketa lahan, kami berpendapat supaya dilakukan melalui jalur non litigasi. Seperti mediasi dan musyawarah mufakat. Jangan kita biarkan berlarut larut masalah tersebut,” kata Lalu Sudarmadi melalui siaran pers, Minggu (06/09/20).

Saran yang disampaikan Tokoh Masyarakat NTB di Jakarta yang akarab disapa Mik Tjuk itu, terkait  Sengkarut lahan MotoGP di Kawasan Mandalika, Lombok Tengah belum berkesudahan.

Masih beberapa warga yang tetap bertahan di lahan tersebut, meskipun saat ini PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyiapkan lahan seluas 2,5 hektare untuk relokasi warga.

Lalu Sudarmadi atau akrab disapa Mik Tjuck mengatakan, kawasan yang akan digunakan sebagai sirkuit MotoGP tersebut telah memasuki finishing, sehingga dia berharap agar semua pihak untuk memprioritaskan kepentingan NTB dari kepentingan-kepentingan pribadi.

“Kepada saudara saudara di NTB, Kita harus berpikir ‘NTB First’. Mendahulukan kepentingan NTB. NTB yang utama. Kami yakin banyak pihak yang merasa tersaingi dengan Kek Mandalika ini.

Yang akan senang jika Mandalika tersendak dan bahkan gagal. Untuk itu kita perlu jaga dan sukseskan proyek ini. Demi anak cucu kita. Demi kesejahteraan masyarakat NTB,” katanya.

Ia mengatakan, lahan di kawasan MotoGP itu tidak hanya soal perhelatan MotoGP semata, tapi juga sebagai prime mover atau mesin penggerak kebangkitan ekonomi daerah. Sehingga, dia meminta semua pihak melepas segala kepentingan pribadi demi NTB.

“Kawasan KEK Mandalika tersebut, akan dilaksanakan event internasional secara reguler, MotoGP. Ini adalah anugerah luar biasa bagi masyarakat Lombok NTB khususnya dan Indonesia Umumnya,” ujarnya.

“Akan ada berkah turunan lainnya yang akan diakibatkan oleh Moto GP tersebut. Mandalika kita bisa andalkan sebagai ‘prime mover’ kebangkitan ekonomi Nusa Tenggara Barat. Untuk itu kami berharap kita semua, saling bergandeng tangan, hand to hand mengawal proyek strategis tersebut,” sambungnya.

Mik Tjuck memberikan saran agar sengketa di kawasan MotoGP diselesaikan melalui jalur non litigasi yang mengedepankan musyawarah dengan nuansa kekeluargaan.

Mantan Sekjen Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sekaligus Mantan Komisaris Utama PT. ASDP ini sangat menggandrungi proyek super strategis nasional ini sukses. Dia meminta polemik yang terjadi di kawasan tersebut segera dituntaskan.

“Kami sangat setuju proyek strategis nasional tersebut harus segera selesai dan sukses, namun kita juga tidak mungkin membiarkan saudara saudara kita yang memiliki hak atas sebagian objek yang disengketakan kecewa. Untuk itu kepada pemerintah daerah baik propinsi ataupun lombok tengah bersama ITDC, kami sangat berharap untuk lebih agresif menuntaskan masalah masalah yang ada,” ulasnya.

Sementara, terkait dengan ultimatum Kapolda NTB yang akan mempidanakan provokator yang memicu sengketa lahan terus alot, Mik Tjuck sangat mendukung.

Ia meminta pihak kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang memperkeruh suasana.

“Bahwa terhadap langkah pemidanaan yang akan dilakukan oleh Polda NTB kami sangat mendukung dengan syarat sepanjang semua tahapan tahapan pemenuhan hak masyarakat telah dipenuhi,” katanya.

“Kami juga memahami pasti ada saja pihak pihak yang tidak memiliki kepentingan atas sengketa itu bisa saja bermain, memperkeruh situasi, terhadap hal itu kami sangat setuju Polda NTB untuk ambil langkah hukum,” tegasnya.

Me




HBK Minta Cakada yang Diusung Gerindra Bertarung Ksatria, Santun dan Demokratis

Pilkada bukan sekadar medan pertempuran menentukan pemenang, tapi wadah demokrasi untuk menentukan siapa yang layak memimpin rakyat ke arah kesejahteraan

lombokjurnal.com —

JAKARTA ;  Pilkada serentak 2020 sudah dimulai dengan masuknya tahap pendaftaran para calon, baik Bupati dan Wakil bupati  maupun Walikota dan Wakil Walikota.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD)  Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono menyampaikan apresiasi, selamat dan dukungan semangat kepada para Cakada jagoan Partai Gerindra.

Pria tegas yang kerap disapa Samurai Prabowo ini, meminta para calon Kepala Daerah (Cakada) yang diusung Partai Gerindra di wilayah NTB untuk bertarung dengan cara-cara yang ksatria, cara-cara yang santun, dan demokratis dalam merebut hati masyarakat dan meraih kemenangan.

“Bertarunglah secara ksatria, dan jangan halalkan segala cara. Rebut hati rakyat, dan dapatkan mandat mereka. Turun terus dan serap aspirasinya, wujudkan segera setelah kemenangan bersama kita,”  tegas HBK, Sabtu (05/09/20).

Petinggi Gerindra ini mengatakan, Partai Gerindra  sangat konsisten dalam mengusung dan mendukung para Cakadanya di Pilkada serentak tahun 2020 ini.

Partai Gerindra konsisten dan tetap berada pada track dukungan sejak langkah pertama, yaitu sejak para calon diusulkan oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB, hingga para Cakada mendapatkan SK B1.KWK.

“Kita patut berbangga bahwa kita telah menunjukan konsistensi kita dalam membangun komitmen dengan para Cakada yang kita usung. Mulai dari mereka ditetapkan sebagai bakal calon oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra Prov. NTB, sampai dengan keluarnya dokumen B1KWK. Tidak ada satupun Cakada yg bergeser, apalagi yang kita tinggalkan,” ujarnya Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Menurutnya, konsistensi  Partai Gerindra dalam berkomitmen dengan para Cakada yang diusung, telah memberikan kepastian dalam perjuangan mereka.

“Kepastian ini sangat penting dalam menjaga momentum dan memelihara semangat bertarung dalam mencapai keberhasilan Pilkada,” jelasnya.

HBK mengungkapkan, sepanjang proses usulan hingga penetapan dukungan, banyak lika liku dan tantangan serta godaan yang datang dengan berbagai tawaran.

Namun Partai Gerindra bergeming, dan konsisten dengan komitmennya.

“Begitu besar tantangan dan godaan yang kita hadapi di akhir-akhir penentuan Cakada mana yang akan kita dukung. Dan alhamdulillah, kita telah dapat melewati dan mengatasinya secara baik dan membanggakan. Tidak ada satu pun Cakada yang diajukan oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB ke DPP Partai Gerindra yang bergeser, yang kita tinggalkan apalagi yang kita main-mainkan. Kita sangat konsisten dalam mengawal keputusan2 kita,” urai HBK.

HBK menekankan, agar para Cakada jagoan Gerindra juga punya semangat dan komitmen yang sama.

Menurutnya, Pilkada bukan sekadar medan pertempuran menentukan siapa yang menang, tetapi wadah demokrasi untuk menentukan siapa yang layak memimpin dan membawa rakyat ke arah kesejahteraan.

“Tetaplah komit dan konsisten berbuat yang terbaik untuk rakyat. Sekali melangkah harus sampai tuntas menang, dan in syaa Allah kita bisa,”  tukas HBK.

Me




Parade Seni Budaya Multi Etnis Mengiringi Selly-Manan Daftar ke KPU

Iring iringan dan atraksi seni budaya itu juga untuk memastikan, pasangan Selly – Manan merangkul semua masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com — Parade seni dan budaya multietnis mengiringi pasangan Calon Walikota Mataram dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan saat mendaftar di KPU Kota Mataram, Sabtu (05/09/20) pagi).

Parade budaya multietnis itu di antaranya Bale Ganjur, Rudat, Hadrah, Cilokak, Perkusi dan Barongsai. Masing-masing atraksi seni budaya mewakili sebagian besar etnis di Kota Mataram.

Di belakang parade seni tradisi itu, ribuan massa pendukung dengan gembira mengawal Selly-Manan.

Kegembiraan dan keceriaan massa pendukung, kader partai pengusung, dan para relawan berbaur dengan pertunjukan seni budaya yang digelar khusus mengiringi Selly-Manan.

Selly-Manan berjalan kaki dari Kantor DPD PDI Perjuangan menuju Kantor KPU Kota Mataram di jalan

Selly menggunakan busana khas dengan jilbab hijau dibaluti pakaian putih. Begitu juga TGH Manan menggunakan busana putih penuh kharisma.

Pertunjukan atraksi seni budaya kemudian digelar di depan kantor KPU Kota Mataram, di saat Selly-Manan melakukan pendaftaran didampingi tim pemenangan.

Iringan parade budaya multietnis itu bukan tanpa alasan. Selly-Manan ingin agar kesenian di Kota Mataram bisa terus dilestarikan.

“Sebagai Kota yang penduduknya sangat heterogen, tentu Kota Mataram ini adalah Kota yang kaya seni dan budaya. Hari ini pertunjukan seni budaya ini sebagai penyemangat bahwa kita semua harus bisa melestarikan budaya,” kata Selly Andayani.

Selain itu iring iringan dan atraksi seni budaya itu juga untuk memastikan, pasangan Selly – Manan merangkul semua masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram, tak pandang latar belakang etnis dan agama.

Parade budaya multietnis dan atraksi Happening Art  di depan kantor KPU Kota Mataram juga dihajadkan untuk memberi hiburan dan tontonan kesenian bagi masyarakat dan relawan Selly-Manan yang ikut datang mengiringi pasangan ini mendaftar.

Hal ini bisa menjadi penyemangat baru sekaligus memberi kesegaran baru bagi masyarakat yang mengantar Selly-Manan mendaftar.

“Intinya mereka bisa menikmati tontonan atraksi budaya kita, sekaligus menghibur masyarakat. Apalagi kan sudah banyak kejenuhan masyarakat yang terbatas kemana-mana di masa pandemi Covid 19,” ujarnya.

Calon Wakil Walikota Mataram TGH Abdul Manan mengatakan, keberagaman etnis dan agama di Kota Mataram akan menjadi modal yang kuat dalam membangun kebersamaan sosial di Kota ini.

“Masyarakat kita sangat beragam, heterogen. Nah kebersamaan lintas etnis ini bisa direkat dengan seni dan budaya. Ini yang Selly Manan ingin tunjukan bahwa kami merangkul semua, karena konsep pembangunan partisipatif hanya bisa berhasil jika ada kebersamaan yang kokoh antar masyarakat,” katanya.

Parade dan atraksi seni budaya multietnis yang digelar mengiringi prosesi pendaftaran Selly-Manan ke KPU Kota Mataram menunjukan bahwa Pilkada tak melulu ansih soal politik yang kaku dan penuh manuver intrik.

Namun harusnya menjadi pesta demokrasi bersama yang santun dan menciptakan kegembiraan dan suka cita layaknya sebuah pesta.

Di tengah proses verifikasi berkas, Selly-Manan tidak lupa menghampiri ribuan massa pendukung di depan kantor KPU Kota Mataram.

Di atas kendaraan bak terbuka Selly mengucapkan terimakasih kepada para pendukung yang telah mengantarkan dirinya dan TGH Manan mendaftar.

“Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha esa mewujudkan ikhtiar kita. Allahuakbar!” Pekiknya.

“Semoga kemenangan ada di paket Salam (Selly-Manan) untuk menunjukkan Mataram yang berkah cemerlang,” imbuhnya.

Sementara TGH Manan dengan semangat berapi memekikkan semangat kepada para relawan. Ia juga memimpin doa bersama di sana.

“Hari ini kita sudah masuk di KPU. Semoga ikhtiar dan usaha menjadikan Kota Mataram berkah diijabah oleh Sang Maha Kuasa,” ujarnya.

Selly-Manan juga menggelar konferensi pers di tengah proses penelitian berkas oleh KPU. Ia mengatakan telah memiliki kursi yang cukup setelah didukung dua partai, yaitu PDIP dan PKS.

“Alhamdulillah pagi hari ini saya Hj Putu Selly bersama TGH Abdul Manan melaksanakan tugas pendaftaran. Alhamdulillah berkas sedang diteliti oleh KPU dan kami siap menanti untuk langkah selanjutnya,” katanya.

“Kami sepakat memberi nama paket Salam atau Selly-Manan. Semoga masyarakat Kota Mataram selalu mengingat Salam. Kami ingin mewujudkan Mataram berkah dan cemerlang. Kami didukung dua partai yaitu PDIP dan PKS dengan kuota kursi sudah cukup,” imbuh Selly.

Ketua KPU Kota Mataram, M. Husni Abidin, mengatakan setelah melakukan serangkaian penelitian berkas, akhirnya berkas Selly-Manan dinyatakan diterima.

“Berdasarkan pemeriksaan berkas maka KPU menyatakan Paslon Selly-Manan diterima. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologi,” katanya.

Me




Berziarah ke Makam para Aulia, Selly-Manan Ingatkan Manusia Bukan Saja Insan Dunia

Selly-Manan berziarah ke makam TGH Muhammad Amin, TGH Abdul Hamid Al Makki dan TGH Mustafa Faisal. Ketiga ulama tersebut adalah ulama dari Lombok yang lahir dan besar di Kota Suci Makkah

MATARAM.lombokjournal.com — Pagi ini, bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan akan mendaftar di KPU Kota Mataram.

Sehari sebelum mendaftar, di hari Sayyidul Ayyam, Jumat  (04/09/20), pasangan Selly-Manan (SALAM) menggelar ziarah ke makam para Aulia di Kota Mataram.

Selly-Manan mengawali ziarah ke makam TGH Abhar Muhidin, Pendiri Pondok Pesantren Darul Falah, di Pagutan.

Kedatangan Selly-Manan disambut hangat dan takzim oleh keluarga dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah.

Lantunan Salawat dari para santri juga mengiringi ziarah pada pagi Penghulu Hari tersebut.

Di dalam makam ulama kharismatik Nahdlatul Ulama yang berada di area utama Ponpes, TGH Abdul Manan memimpin dzikir.

Keduanya kemudian larut dalam doa yang khusyuk.

Usai berdoa, Selly-Manan beranjak ke pusara TGH Abhar Muhidin. Dan kembali memanjatkan doa.

“Ziarah ini untuk mengingatkan kami bahwa manusia bukan saja insan dunia. Tapi sebagai makhluk Allah yang pasti menghadap kematian,” kata Selly.

Ziarah ke makam para Aulia, kata Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini, adalah kewajiban bagi insan yang masih hidup.

Sejarah pula telah mencatat, semasa hidupnya para alim ulama dan orang-orang saleh tersebut telah berbuat banyak untuk umat. Hatinya mulia, perilakunya juga mulia.

“Kami ingin mendapatkan tabarruk. Ingin mendapatkan keberkahan,” imbuh Selly.

Usai ziarah, istri TGH Mustiadi Abhar, pengasuh Ponpes Darul Falah menghampiri Selly. Keduanya berbincang akrab dan berbagi salam. Rupanya tuan rumah sudah menyiapkan jamuan. Selly dan TGH Abdul Manan dirangkul untuk masuk ke dalam rumah. Berbincang dengan hangat.

Dari Ponpes Darul Falah, ziarah kemudian dilanjutkan ke Makam TGH Mustafa Kamal, salah seorang ulama kharismatik dari Sekarbela. Di makam ulama ahli Fiqih yang lahir pada pertengahan tahun 1700-san itu, Selly-Manan juga berdzikir dan berdoa dengan khusyuk.

Dari Sekarbela, ziarah berlanjut ke makam Datuk Asysyaikh TGH Ahmad Tretetet bin TGH Umar Kelayu di Karang Kelok.

Sejumlah warga sudah menunggu kedatangan Selly-Manan di sana. Mereka pun ikut berziarah dan berdoa di makam ulama yang wafat pada 19 Desember 1985 tersebut.

Usai dari Karang Kelok, ziarah lalu dilanjutkan ke Pejeruk, Ampenan. Di sana, Selly-Manan berziarah ke makam TGH Muhammad Amin, TGH Abdul Hamid Al Makki dan TGH Mustafa Faisal. Ketiga ulama tersebut adalah ulama dari Lombok yang lahir dan besar di Kota Suci Makkah.

Dalam catatan sejarah, TGH Muhammad Amin adalah ulama kharismatik dari Lombok yang mengajar di Masjidilharam dan memiliki murid dari berbagai belahan dunia.

Me




Paslon HARUM, H. Mohan Roliskana dan TGH. Muziburrahman, Resmi Daftar di KPU

Pendaftaran di hari Jumat merupakan hari spesial bagi Pasangan HARUM

MATARAM.lombokjournal.com — Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota H. Mohan Roliskana dan TGH. Muziburrahman, mendaftar untuk pilkada 2020 di KPU Kota Mataram, Jumat (04/09/20).

Saat pendaftaran Bapaslon Harum dimpingi tim dari partai NasDem, PPP, PBB, dan Golkar.

Lebih lagi, saat penyerahan dokumen tim ahli dari KPU Kota Mataram melakukan pemeriksaan berkas bapaslon HARUM.

  1. Mohan Roliskana saat jumpa pers mengatakan, pendaftaran di hari Jumat merupakan hari spesial bagi Pasangan HARUM.

“Kita memberikan edukasi politik, berwisata politik dan cara berpolitik yang baik kepada masyarakat” ujarnya.

“Terkait ASN yang ikut berpolitik, sudah disampaikan pengunduran dirinya sekaligus SWAB,” tambah Mohan.

Ketua KPU Kota Mataram, M. Husni Abidin saat menerima pendaftaran Bapaslon Walikota dan wakil walikota mataram HARUM mengatakan berkas bapaslon HARUM sudah resmi diterima.

“Bapaslon HARUM sah mendaftar dan mulai besok sudah mulai pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Mataram,”ujarnya

Untuk pengamanan pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota, Polresta Mataram menerjunkan 150 personil yang di bantu Polda NTB dan 30 personil TNI.

Kasat Sabhara Polresta Mataram, Kompol Taufik menjelaskan,  semua personil sudah di tempatkan di titik titik pengamanan selama pendaftaran berlangsung.

“Sepanjang jalan lingkar dari bundaran jempong kita tutup hanya roda dua yang bisa melintas sambil memberikan himbauan terkait protokol covid-19,” ujarnya.

Tak hanya itu, Taufik juga mengatakan, tim pengantar dari partai pengusung dibatasi mengingat pandemi covid-19.

AYA

 




Komunitas Pedagang Mutiara  Mataram Siap Menangkan Selly-Manan

KPEM Mataram akan berupaya memenangkan Selly-Manan di berbagai lingkungan yang menjadi sentra pedagang emas dan mutiara di Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com –

Para pedagang yang tergabung dalam Komunitas Pedagang Emas Mutiara (KPEM) Mataram mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon (Paslon)  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan.

KPEM akan meyakinkan seluruh pedagang emas   dan mutiara yang tersebar di sejumlah pasar-pasar tradisional di Kota Mataram agar mendukung Paslon Selly-Manan (Salam).

“Selly-Manan ini kami pandang adalah Paslon yang tepat untuk bisa membawa amanah para pedagang emas dan mutiara di wilayah Kota Mataram,” ujar Koordinator KPEM Mataram, Idul Adha saat membacakan deklarasi dukungannya, Kamis Petang (3/9).

Idul menjelaskan, alasan pihaknya memberikan dukungan kepada Selly-Manan.

Dari sejumlah figur para calon kepala daerah yang maju di Pilkada Mataram, hanya paslon yang diusung PDIP dan PKS yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk berpihak pada rakyat, khususnya para pedagang emas dan mutiara.

“Visi memajukan ekonomi kecil dengan pengembangan UKM melalui bantuan modal usaha. Yakni, mendekatkan perbankan di pasar adalah tepat. Program perekonomian yang pro pedagang kecil ini yang kami tunggu-tunggu. Syukurnya, paslon Selly-Manan melalui keberadaan Tuan Guru Manan akan jelas benar-benar berpihak pada rakyat kecil,” jelasnya.

Idul Adha memastikan, KPEM Mataram akan berupaya memenangkan Selly-Manan di berbagai lingkungan yang menjadi sentra pedagang emas dan mutiara di Kota Mataram.

“Alhamdulillah gerakan sosial ini merupakan kegiatan politik, tidak ada biaya dari manapun, ini mutlak biaya dari pedagang. Biarin aja banyak paslon lain yang pasang baliho keliling melingkari pasar dan lingkungan. Tapi kami ikhtiar berjuang agar para pedagangnya mendukung Selly-Manan,” tandasnya.

“Insyaallah kita akan berjuang memenangkan Selly-Manan. Apalagi, pak Tuan Guru Manan berasal dari wilayah Selatan Mataram, tempat pedagang emas dan mutiara banyak bermukim dan berjualan secara turun temurun,” sambung Idul Adha.

Me (*)




Pilkada Loteng: PKS Resmi Usung Paslon Masrun-Habib

PKS bersama dengan tiga partai koalisi berkomitmen berjuang habis-habisan memenangkan Masrun-Habib 

MATARAM.lombokjournal.com —

DPD PKS Lombok Tengah resmi menetapkan H. Masrun-Habib Ziady Thohir sebagai Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lombok Tengah 2020.

“Insha Allah PKS sudah final dan tetap mengusung paket Masrun-Habib di Pilkada Loteng, dan insha Allah sudah cukup kursi untuk mendaftar di KPU loteng,” ujar Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB, Yek Agil kepada lombokjournal.com, Kamis, (03/09/20).

Disampaikan, kepastian tersebut setelah empat partai pengusung Paslon Masrun-Habib yakni PKS, Hanura, PAN dan Berkarya telah resmi mengeluarkan surat B1 KWK atau surat keputusan pimpinan Parpol dari pusat tentang penunjukan calon yang  didaftarkan ke KPU.

“Sore tadi sudah dapat B1 KWK 10 kursi. PKS 6, Hanura 2, PAN 1 dan Berkarya 1,” katanya.

Dijelaskan, proses mendapatkan 10 Kursi syarat dukungan untuk Paslon Masrun-Habib tidaklah mudah.

Sebab itu, PKS bersama dengan tiga partai koalisi berkomitmen gerakkan semua mesin partai agar berjuang habis-habisan mengantar Masrun-Habib raih kursi Lombok Tengah satu.

“Khusus Lombok Tengah, dengan berbagai macam halangan yang dilalui dalam mendapatkan B1 KWK Parpol koalisi, alhamdulillah atas berkat rahmat Allah SWT, akhirnya paket Masrun-Habib insha Allah akan didaftarkan ke KPU Loteng. Dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemenagan kepada paket Masrun-Habib dan membawa Lombok Tengah lebih baik lagi ke depan. Lebih adil dan lebih sejahtera lagi,” terangnya.

Ast




APKLI Kota Mataram: Pemkot Ingkar Janji Akomodir PKL yang Lapaknya Digusur

Sebagian PKL nekat berjualan di lapak pinggir kali samping kantor Imigrasi dengan resiko sewaktu-waktu diusir Satuan Polisi Pamong Praja

MATARAM.lombokJournal.com — Pemerintah Kota Mataram dalam hal ini Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) pernah menjanjikan lokasi berjualan baru kepada 40 PKL yang lapaknya digusur untuk pembangunan gedung Bank NTB Syariah.

Sampai saat ini, janji Dinas Perkim tersebut belum juga direalisasikan.

Ke-40 PKL Kota Mataram tersebut menggunakan lahan milik Pemprov dengan perjanjian pinjam-pakai sampai pembangunan gedung Bank NTB Syariah dimulai.

Nantinya, Dinas Perkim yang kemudian mencarikan lokasi lapak baru untuk ke-40 PKL tersebut.

“Jangan masyarakat hanya dikasi angin,” ujar Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram M. Syahidin kepada lombokjournal.com, Kamis, (03/09/2020).

Dijelaskan Syahidin, APKLI Kota Mataram bersama beberapa perwakilan dari 40 PKL tersebut pernah duduk bersama dengan Dinas Perdagangan, Dinas Perkim dan Dinas PU Kota untuk mencari solusi permasalahan.

Dari pertemuan itu, Dinas Perkim selaku pemegang kebijakan pertamanan dan pemukiman di Kota Mataram menyampaikan agar ke-40 PKL dipindahkan ke Lapak-lapak kosong yang ada di Taman Udayana.

“Kadis Perkim hanya mengatakan silahkan pilih mana lapak yang kosong nanti saya yang tanggung jawab. Jangan kita dibenturkan sesama pedagang,” paparnya.

Ke-40 PKL sepakat dipindahkan dengan ketentuan harus ada langkah nyata dari Dinas Perkim, dengan menjembatani pertemuan ke-40 PKL dengan pemegang izin penggunaan lapak Taman Udayana yang saat ini kosong.

Hal itu penting dilakukan agar tidak muncul konflik sesama pedagang.

“Kita tunggu-tunggu tapi beliau-beliau tidak datang-datang. Akhirnya saya laporan kalau tidak ada yang menunjukkan, teman-teman akan berjualan lagi (di samping Kantor Imigrasi),” katanya.

Nekat Jualan di Lahan Sengketa

Perlu diketahui, saat ini 40 PKL tersebut sedang kebingungan mencari lokasi berjualan pasca penggusuran.

Sebagian dari mereka nekat berjualan di lapak pinggir kali samping kantor Imigrasi dengan resiko sewaktu-waktu diusir Satuan Polisi Pamong Praja.

Resiko pengusiran bisa terjadi sewaktu-waktu sebab tanah tempat bangunan lapak tersebut tengah bermasalah. Lapak tersebut dibuat oleh Pemkot Mataram di lahan milik Pemprov NTB. Selain itu, lokasi lapak di bantaran kali menyalahi aturan tata ruang.

“Dia nyuruh pindah Udayana. Udah ketemu rapat, janjinya jam 9 kita ketemu di Udayana. Tapi kita tunggu sampai jam 10, jam 11, sampai sekarang, ndak datang-datang dia,” papar salah seorang PKL yang berjualan di samping Kantor Imigrasi Mataram Joni Suhaidi beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, mereka menempati lapak yang yang bersengketa tersebut atas inisiatif pribadi guna tetap berlangsungnya kegiatan usaha.

Mereka terpaksa mengambil inisiatif tersebut karena janji pemerintah untuk memberikan lokasi usaha yang baru sampai saat ini tidak kunjung terealisasi.

“Kalau sudah urusan perut bagaimana pak. Masak kita mau jualan narkoba yang tidak perlu pakai tempat. Mau jualan, kita dipersulit,” ungkapnya.

Ast




Literasi Digital Penting untuk Tetap Aman dan Produktif Saat Pandemi

Literasi digital masyarakat penting, selain untuk keamanan data pribadi dan membuat masyarakat lebih produktif juga dapat membantu percepatan penangan bencana

MATARAM.lombokjournal.com —  Teknologi Informasi menjadi sarana vital di tengah pandemi Covid-19, yang mengharuskan masyarakat untuk banyak berkegiatan di rumah saja.

Pemanfaatannya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah semakin berkembang.

Dari 5,4 juta masyarakat NTB, 2,7 juta orang di antaranya merupakan pengguna aktif media sosial.

Ini menunjukan animo masyarakat cukup besar dan perlu dibarengi dengan literasi atau edukasi digital yang baik. Sehingga masyarakat bisa aman dan tetap produktif menggunakan sosial media di masa pandemi ini.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemerintah (Diskominfotik) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menyampaikann itu saat mengisi sekaligus membuka secara daring  Seminar Nasional dan Workshop Literasi Digital bertajuk “Aman dan Produktif Dengan Adaptasi Kebiasan Baru di Internet,,” di ruang kerjanya, Rabu (02/09/30) .

“Animo masyarakat menggunakan media sosial  di tengah pandemi ini besar. Kedepan perlu edukasi lebih luas cara memanfaatkannya yang efektif dan produktif,” jelas Gede, panggilan akrab Kadis Kominfotik NTB.

Mantan Kabag Pemberitaan pada Biro Humas dan Protokol Setda NTB tersebut menjelaskan, pentingnya literasi digital masyarakat selain untuk keamanan data pribadi dan membuat masyarakat lebih produktif juga dapat membantu percepatan penangan bencana.

Khususnya seperti saat bencana non alam pandemi covid-19 ini. Dimana, banyak disinformasi atau hoax beredar yang mengakibatkan masyarakat menjadi kurang disiplin hingga abai terhadap protokol kesehatan covid-19.

“Jika pemahaman literasi digital masyarakat baik. Masyarakat akan mencari informasi melalui sumber terpercaya. Karena itu, edukasi pentingnya literasi digital ini sangat penting,” jelasnya.

Lebih jauh, Gede menjelaskan, untuk mengedukasi masyarakat terkait literasi digital diperlukan kerjasama semua pihak, baik akademisi, praktisi, hingga komunitas penggiat tehnologi informasi.

Edukasi yang diberikan pun harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Seperti acara Seminar Nasional dan Workshop Literasi Digital yang digarap ICT Watch yang bekerjasama dengan Universitas Mataram, Kementerian Kominfo RI, dan berbagai stake holder tehnologi informasi terkait.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, Semuel A. Pangerapan, pada kesempatan yang sama juga menjelaskan pentingnya perlindungan data pribadi di era media sosial saat pandemi ini.

Namun, banyak masyarakat masih abai untuk melindungi data pribadinya. Dibuktikan dengan masih banyaknya warganet yang tanpa sadar membagikan data pribadi pada akun sosial medianya.

BACA JUGA ; Pemerintah Dorong Transformasi TV Digital

Pemerintah sendiri telah membuat Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk agar data pribadi masyatakat di sosial media bisa tetap aman.

“Perlindungan data pribadi menjadi isu penting di tengah pandemi. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang baik terkait hal ini,” jelasnya.

Acara ini diikuti lebih dari 400 peserta yang merupakan mahasiswa, ASN, komunitas, dan pelaku bisnis online se – NTB. Webinar ini juga menghadirkan pemateri dari perwakilan Kemkominfo RI, Facebook Indonesia, perwakilan organisasi masyarakat, hingga relawan TIK.

novita, @diskominfotikntb