Wagub; Penting Penguatan Pesan-pesan Perdamaian Melalui Media Sosial

Kita mesti melakukan kontra narasi radikalisme dan terorisme, yakni aktif menyuarakan pesan-pesan perdamaian di media sosial

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengemukakan pentingnya menyuarakan pesan-pesan perdamaian melalui media sosial.

Upaya itu perlu dilakukan guna mengimbangi penetrasi paham radikalisme dan terorisme di dunia maya.

“Di era internet dan media sosial dewasa ini, telah menghadirkan kemudahan akses informasi dengan intensitas tinggi, membuat penyebaran paham kekerasan dan berbagai konten negatif menjadi ancaman serius bagi masyarakat,” jelas Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Wagub menyampaikannya saat membuka seminar internasional secara virtual bertema “Countering Radikalism and Terrorism in The Digital Era : Reshaping a Global Peace Community”, di Pendopo Wakil Gubernur, Selasa (29/09/20).

Webinar ini diselenggarakan oleh Pusat Studi islamic culture and society bekerja sama dengan Program Study Sosiologi Universitas Mataram.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi mengatakan penetrasi paham radikalisme dan terorisme di dunia maya sulit dilenyapkan, karena sifatnya yang mudah meluas dan tak terbatas.

Menurutnya, kita mesti melakukan perlawanan balik. Salah satu caranya dengan melakukan kontra narasi radikalisme dan terorisme, yakni aktif menyuarakan pesan-pesan perdamaian di media sosial melalui konten-konten positif dan inspiratif.

“Melalui upaya tersebut, diharapkan dapat menggugah kesadaran siapa pun yang melihatnya, sehingga mereka sadar akan pentingnya hidup bersaudara, saling menghargai, demi menjaga perdamaian dan keharmonisan,” ungkap Umi Rohmi.

Umi Rohmi mengatakan, upaya lain yang penting untuk dilakukan ialah dengan membangun kolaborasi antar pengguna media sosial sebagai kekuatan bersama untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme.

“Secara online lewat berbagai platform media sosial, masyarakat dari berbagai daerah atau negara bisa berkumpul, membangun komunitas, dan saling berbagi dalam diskusi-diskusi dengan topik-topik strategis, demi membangun kekuatan melawan ideologi radikalisme dan terorisme,” jelas Umi Rohmi.

Peran mahasiswa selaku generasi milenial, diminta ikut tumbuh ketika internet dan derap informasi digital sedang gencar-gencarnya. Akses informasi, model komunikasi, dan segala jenis aktivitas kini dilakukan secara online.

Satu hal penting yang dimiliki milenial adalah karakternya yang cenderung suka berkolaborasi dan tumbuh dalam budaya berbagi.

“Media sosial saat ini membuat milenial selalu ingin terhubung satu sama lain, saling berbagi, berdiskusi, dan bekerja sama. Hal ini mesti dimaksimaklan kalangan milenial untuk membangun kerja sama dan kolaborasi positif untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian,” tutur Umi Rohmi.

Umi Rohmi berpesan untuk mengambil peran untuk berkolaborasi menyebarkan pesan-pesan perdamaian di dunia maya melalui gawai masing-masing guna menangkal keberadaan paham radikalisme-terorisme.

“Karena hanya melalui perdamaianlah, paham radikalisme dan terorisme itu bisa dicegah. Hanya dengan perdamaianlah benih radikalisme dan terorisme itu bisa dibasmi di era digital saat ini,” kata Umi Rohmi.

HmsNTB




Wagub; Pembangunan Pangkalan Bakamla Bantu Pengawasan Laut NTB

Saat ini Selat Lombok menjadi salah satu jalur perdagangan internasional, arena jalur laut kdi Selat Malaka sudah sangat penuh lalu lintas kapal

MATARAM.lombokjournal.com  —

Rencana pembangunan pangkalan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di wilayah perairan laut NTB, membantu dalam pengawasan wilayah perairan laut di NTB.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut positif pembangunan pangkalan tersebut.

Hal itu disampaikan Wagub saat menerima audiensi Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Tengah, Laksamana Pertama Bakamla Drs. Leonidas Braksan, M.M. di Ruang Kerjanya, Senin (28/09/20).

DaLam pertemuan itu Wagub didampingi Asisten II Setda Provinsi NTB, H. Ridwan Syah dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Yusron Hadi

“Kami menyambut baik rencana pembangunan Pangkalan Bakamla di NTB,” ujarnya.

Dikatakan,  saat ini Selat Lombok menjadi salah satu jalur perdagangan internasional. Karena jalur laut di Selat Malaka sudah sangat penuh untuk lalu lintas kapal perdagangan internasional.

Wagub meminta untuk dilakukan pembahasan dengan pihak-pihak terkait, dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB.

Agar rencana pembangunan Pangkalan Bakamla di NTB dapat diwujudkan.

NTB Paling strategis

Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Tengah, Laksamana Pertama Bakamla Drs. Leonidas Braksan, M.M. menilai wilayah NTB menjadi tempat paling strategis untuk pembangunan Pangkalan Bakamla.

Ia menjelaskan, jalur Selat Lombok sering dijadikan sebagai jalur lalu lintas keluar masuknya kapal-kapal asing. Untuk itu ia menilai kapal-kapal yang hilir mudik melewati Wilayah ALKI II dan TSS ini harus diawasi.

“Dan wilayah NTB menjadi tempat paling strategis untuk dibangun pangkalan Bakamla,” ungkapnya.

Untuk itu Leonidas meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Pangkalan Armada Kamla wilayah laut NTB.

“Karena saat ini untuk wilayah Selat Lombok kosong untuk pengawasan alur laut,” tutupnya.

HmsNTB.

 




Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM). Dukung Pilkada Sehat 2020 di Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Tim Pemenangan SALAM  akan bergerak mulai Sabtu (26/09/20) hingga sembilan hari ke depan untuk melakukan kampanye dan sosialisasi protokol kesehatan.

Menggunakan 15 unit kendaraan roda tiga jenis Viar, para relawan akan membagikan masker dan handsanitizer ke kampung – kampung disemua kecamatan kota Mataram.

“Gerakan Tim SALAM ini menggunakan 15 unit roda tiga ke semua titik kawasan di enam kecamatan . Selain mengedukasi dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19, SALAM  juga membagikan ribuan masker dan handsanitizer,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Sabtu (26/09)

Menurutnya, jumlah masker dan handsanitizer yang akan dibagikan totalnya mencapai  7500. Di mana masing-masing roda tiga SALAM membawa 500 paket masker dan handsanitizer.

Tim SALAM juga akan menggelar flash mob, atau lelucon singkat yang menggugah perhatian publik di beberapa kawasan strategis Kota Mataram. Materi flash mob akan diisi dengan imbauan tentang mentaati protokol kesehatan menuju Mataram Zona Hijau

Hj Selly mengatakan, kegiatan Tim SALAM ini dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama. Hal ini  sebagai bentuk dukungan kongkret SALAM bagi program gerakan Pilkada Sehat 2020.

“InsyaAllah ini bagian dari ikhtiar SALAM  meningkatkan  partisipasi warga  dalam pencegahan Covid-19 di Kota tercinta ini,” imbuhnya.

Seperti diketahui Gerakan Pilkada Sehat 2020 merupakan program terpusat secara nasional terutama di daerah-daerah Kota dan Kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun ini.

Mendagri Tito Karnavian juga beberapa kali meminta agar para calon kepala daerah, parpol, dan tim sukses paslon untuk terus menggelorakan Gerakan Pilkada Sehat 2020. Salah satu yang ditekankan adalah bagaimana tetap

mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan pada saat tahapan Pilkada Serentak tahun ini. Sehingga Pilkada 2020 berlangsung dengan sukses dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu Calon Wakil Walikota , TGH Abdul Manan menambahkan,  pasangan SALAM terus berkomitmen untuk Pilkada Sehat. Sebab, pesta demokrasi lima tahunan kali ini berjalan di saat pandemi.

“Perhelatan politik tetap berjalan, tetapi bagi SALAM kesehatan masyarakat juga harus menjadi fokus utama. Karena itu kami terus menerus dan tak bosan-bosannya untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan ini,” tuturnya.

Sebelumnya, SALAM juga meluncurkan operasional tiga unit Ambulance Guru Dokter dan Psikolog Keliling (GuDek), yang juga akan bekerja untuk melayani aspek pendidikan dan kesehatan masyarakat di Kota Mataram. Ambulance GuDek juga melakukan kegiatan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) termasuk melakukan fogging di lingkungan yang membutuhkan.

“Semua ikhtiar ini dilakukan SALAM untuk menjaga kesehatan warga Kota Mataram yang Berkah dan Cemerlang, agar terhindar dari Covid maupun penyakit lainnya,” tandas TGH Manan .

PDI Perjuangan bentuk Tim Penegak Protokol Kesehatan

Sementara itu DPP PDI Perjuangan (PDIP) membentuk Tim Penegak Disiplin Partai yang akan bertugas menegakkan disiplin protokol kesehatan COVID-19 pada pelaksanaan Pilkada 2020. Tim ini akan bertugas memantau gerak-gerik calon kepala daerah yang diusung PDIP, termasuk tim suksesnya.

“Kekuatan utama Tim Penegak Disiplin justru terletak pada sosialisasi dan pencegahan. Kalau banyak penindakan, artinya fungsi sosialisasi dan pencegahan gagal,” ungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat membuka rapat koordinasi khusus bidang kehormatan partai yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (25/09/20).

 dikutip dari ; news.detik.com




Pemprov NTB Sambut Baik Pembangunan Saluran Irigasi di Lotim, Bantuan UNDP

Rekonstruksi fasilitas infrastruktur ini akan menyediakan lapangan kerja dalam jangka pendek dan akan meningkatkan prospek masyarakat luas dalam jangka panjang

MATARAM.lombokjournal.com

Pemprov NTB menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) yang membantu masyarakat NTB, terutama di Lombok Timur (Lotim) dalam proyek rekonstruksi saluran irigasi.

Proyek tersebut dilaksanakan di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lotim. Saluran irigasi di wilayah tersebut terdampak bencana gempabumi tahun 2018 lalu sehingga berdampak bagi aktivitas pertanian masyarakat.

“Tentu kami di NTB merasa senang dan menyambut baik program UNDP yang melakukan rekonstruksi saluran irigasi di Desa Sajang. Kegiatan tersebut akan membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui aktivitas pertanian,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM Sabtu (26/09/20).

Pembangunan rekonstruksi saluran irigasi di Desa Sajang tersebut merupakan bagian dari proyek Program Bantuan Rekonstruksi Infrastruktur Gempa Bumi dan Tsunami (PETRA) UNDP. Proyek ini  dibiayai oleh Republik Federal Jerman melalui  bank pembangunannya, KfW.

Proyek tersebut telah bekerja di wilayah tersebut sejak 2018, bertugas membantu transisi dari respon dini ke pemulihan jangka panjang.

Antun Hidayat dari KfW mengatakan, proyek di Sajang bersamaan dengan kegiatan rekonstruksi jembatan gantung Tuva di Desa Tuva di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang juga terkena dampak gempabumi dan tsunami tahun 2018 lalu.

Acara peletakan batu pertama diadakan di lokasi saluran irigasi baru, yang merupakan jalur kehidupan bagi pembangunan ekonomi di Desa Sajang awal pekan kemarin.

Lebih dari 500 keluarga bergantung pada irigasi untuk mengairi pertanian mereka. Mereka terpaksa mengambil langkah-langkah sementara sejak gempa menghancurkan sistem irigasi.

“Bencana alam tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi beberapa keluarga di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. Melalui kemitraan kami dengan UNDP, kami berharap rekonstruksi infrastruktur penting ini dapat membantu masyarakat membangun kembali kehidupan mereka dan memungkinkan mereka untuk, mendapatkan kembali mata pencaharian mereka dan memulihkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan,” kata Antun Hidayat.

Selain kemunduran akibat bencana alam, kedua wilayah tersebut juga mengalami keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pembatasan perjalanan saat ini juga telah menghambat pasokan logistik ke kedua wilayah tersebut.

Rekonstruksi fasilitas infrastruktur ini akan menyediakan lapangan kerja dalam jangka pendek dan akan meningkatkan prospek masyarakat luas dalam jangka panjang.

“Proyek-proyek rekonstruksi ini, yang melibatkan partisipasi masyarakat lokal, akan membantu memastikan tidak seorangpun tertinggal dalam pemulihan mata pencaharian. Dalam membangun kembali daerah yang terkena dampak, UNDP berkomitmen untuk memastikan infrastruktur penting dibangun dengan prinsip ‘membangun kembali dengan lebih baik’ untuk mendukung masyarakat.” ujar Ms. Sophie Kemkhadze, Resident Representative, a.i. UNDP Indonesia.

Ia mengatakan, kemitraan adalah kunci kerja UNDP. Di Lombok, proyek ini terselenggara berkat bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia.

Kedua CSO telah membantu dalam proses desain dan perekrutan serta pelatihan pekerja konstruksi laki-laki dan perempuan. Pekerjaan akan dilakukan dengan mengikuti protokol pembatasan sosial yang ketat.

“Rekonstruksi infrastruktur penting ini akan bermanfaat bagi sekitar 500 rumah tangga di Lombok Timur. Dengan melibatkan masyarakat dalam prosesnya, kami terus memastikan tidak seorangpun tertinggal saat kami berupaya meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Christian Usfinit, Team Leader, Resilience and Reconstruction Unit UNDP Indonesia.

HmsNTB




100 Ribu Pedagang Kecil di NTB Diajukan Terima Bantuan Modal

Secara umum kondisi UMKM di seluruh Indonesia memang membutuhkan program-program stimulus agar dapat bertahan

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Pusat menyiapkan penyaluran bantuan modal sebesar Rp2,4 juta bagi 12 juta pedagang kecil se-Indonesia.

Khusus untuk NTB, sampai dengan pertengahan September Pemerintah Daerah telah mengajukan hingga 100 ribu usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Sebelumnya ada sebanyak 54 ribu, bertambah lagi hampir mencapai 100 ribu,” ujar Kepala Bidang KUKM  Dinas Koperasi dan UKM NTB, Chalid Tomasoang, jumat(25/09/20).

Sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait penyaluran bantuan tersebut.

Diterangkan, dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) yang diterima pihaknya telah dijelaskan, pelaku usaha yang memenuhi prasyarat menerima bantuan modal.

Kendati demikian, terkait penyaluran serta pengawasan masih belum ada perincian.

“Ini yang kami belum tahu pasti, tapi yang kita data itu usaha mikro. Termasuk pedagang bakulan, karena memang peruntukkan hanya untuk yang mikro saja.” jelas Chalid.

Di sisi lain, pihaknya juga menerima informasi terkait perpanjangan waktu pengajuan penerima bantuan tersebut. Dengan begitu, jumlah UKM yang diajukan diproyeksikan masih dapat bertambah.

Mengingat tidak ada kuota pasti untuk masing-masing daerah yang ditentukan Pemerintah Pusat.

“Untuk perpanjangan memang belum ada surat dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan tidak ada pembagian kuota untuk satu daerah berapa banyak. Yang kami ajukan belum ada yang dapat, karena penyaluran dari Kemenkop serta verifikasinya,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut memang sangat dinantikan oleh pelaku usaha. Terlebih pedagang kecil yang terdampak pandemi Covid-19 dan harus kehabisan modal usaha untuk bisa bertahan.

“Sekarang lagi verifikasi data, jangan sampai ada yang ganda namanya,” jelas Chalid.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Suntono, menerangkan secara umum kondisi UMKM di seluruh Indonesia memang membutuhkan program-program stimulus agar dapat bertahan.

Di antaranya bantuan tambahan modal dari pemerintah, keringanan pembayaran listri dan relaksasi pembayaran kredit.

Menurutnya, walaupun kondisi tersebut merupakan gambaran nasional, pelaku usaha di NTB sangat mungkin merasakan dan memiliki kebutuhan yang untuk bantuan pemerintah.

“Itu gambaran nasional bukan gambaran NTB, tapi NTB merasakan hal yang kurang lebih sama, sulit bertahan. Hanya referensi waktunya yang mungkin berbeda,” ujar Suntono.

AYA




Gubernur Minta Mahasiswa Diberi Ruang Awasi Pembangunan

Mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi masyarakat diminta dengan cara-cara yang baik

MATARAM.lombokjournal.com  —

Kepala Dinas terkait diminta tetap memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengawal pembangunan di NTB.

“Silahkan teman-teman mahasiswa awasi, kami sangat senang mendapat masukan dari anak-anak muda NTB,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Didampingi Sekda NTB, Gubernur Zulkieflimansyah menyampaikan tanggapan itu saat audensi dengan puluhan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) di ruang rapat halaman Kantor Gubernur, Jumat (25/09/20).

Sebelumnya, Ketua BEM Unram menjelaskan, audiensi tersebut dilakukan terkait banyaknya petani mengeluh karena tidak ada kehadiran Pemerintah Provinsi NTB dalam menjamin stabilitas harga pra dan pasca panen dalam bidang pertanian.

“Para petani banyak mengeluh, tidak ada keterlibatan pemerintah, banyak tengkulak yang bermain,” ungkap Irwan, membuka audiensi tersebut.

Pada Momentum Hari Tani Nasional ini, lanjut Irwan, Pemerintah NTB harus engedepankan kesejahteraan petani. Jangan sampai, di masa pandemi Covid-19 ini, petani yang harus diistimewakan malah tidak diperhatikan sama sekali.

“Orang-orang yang punya akses ke pemerintah saja yang menikmati manfaat pertanian tersebut. Sementara, para petani tidak bisa merasakan hasil keringat mereka sendiri,” tegas mahasiswa semester sembilan tersebut.

Ia meminta, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para petani, pemerintah juga harus memberikan banyak bantuan serta pupuk geratis demi menunjang kesehahteraan petani di masa pandemi.

“NTB ini dikenal sebagai lumbung padi, pemerintah harus banyak membantu masyarakat, terutama para petani,” ungkapnya tegas.

Tak hanya dalam bidang pertanian, Irwan juga meminta pemerintah mengedepankan hak asasi manusia dalam pembebasan lahan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Apapun alasan pembangunan, tidak boleh ada yang yang menyakiti masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengaku, proses pembebasan lahan sirkuit Mandalika tersbeut sangat fatal, sama sekali tidak mengedepankan dan memperhatikan perasaan serta perekonomian masyarakat.

“Masyarakat sedang susah karena Covid-19, jangan tambah derita masyarakat dengan digusurnya rumah mereka,” ungkapnya.

Tanggapan Pemprov

Gubernur mengapresiasi keberanian mahasiswa NTB dalam menyampaikan banyak aspirasi masyarakat.

“Silahkan sampaikan aspirasi masyarakat dengan cara-cara yang baik,” pinta Gubernur.

Saat itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi menyodorkan data tentang keterlibatan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan petani di NTB.

“Alhamdulillah Pemerintah Provinsi NTB banyak memberikan bantuan berupa peralatan, pupuk, sarana prasarana, untuk petani di NTB,” ungkap Husnul Fauzi sambil memperlihatkan jumlah bantuan untuk petani kepada BEM Unram.

Dikatakan, Pemprov NTB sesuai visi dan misi dalam RPJMD telah mencanangkan industrialisasi. Untuk mendukung hal tersebut. telah diundangkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Pemprov NTB juga telah membuat Peraturan Gubernur Nomor 43 tahun 2020 Tentang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui bela dan beli produk lokal dan sedang disusun Raperda tentang rencana pembangunan industri,” tutup Husnul Fauzi.

Menyinggung pembebasan lahan sirkuit MotoGP, Sekda Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, tidak ada masyarakat yang dirampas haknya oleh Pemerintah Provinsi NTB.

“Alhamdulillah tidak ada yang merampas hak masyarakat,” ungkap Sekda.

Sekda mengatakan, mengenai percepatan pembangunan KEK Mandalika, telah dilakukan sesuai dengan prosedur dengan mengedepankan pendekatan aspek sosial dan metode preventif.

“Apabila ada masyarakat yang merasa haknya dirampas, terbuka ruang yang sangat luas bagi mereka untuk mengajukan gugatan,” ungkap Sekda yang juga pernah menjabat sebagai Komisatir ITDC.

HmsNTB




Audiensi dengan iNews Jakarta, Gubernur Siap Tingkatkan Sinergi dengan Media

Kerjasama dengan media sangat dibutuhkan agar semua potensi yang dimiliki NTB mampu dioptimalkan

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi Direksi iNews Jakarta, di ruang kerja Gubernur, Kamis (24/09/20).

Saat audiensi Gubernur yang masih mengenakan rompi coklat usai mendampingi Menteri Kominfo Johnny G. Plate, didampingi oleh Sekda NTB, Kadis Kominfo NTB serta Kepala Biro Humas dan Protokol NTB beserta jajarannya.

Audiensi tersebut membahas pentingnya media televisi, cetak maupun online terus menjalin kerjasama dan sinergitas untuk membangun daerah.

Gubernur mengatakan, apa pun bentuk sinergi yang diinginkan, Pemprov NTB siap bekerjasama.

“Namun teman-teman harus punya gambaran untuk ke depan tentang kemajuan di dunia digital, sebab dunia digital begitu berkembang,” kata Bang Zul.

Jaka Susila perwakilan iNews Jakarta, yang saat itu hadir bersama Rina Ridson, Budi Santosa, Robhi Mulyadi juga H. Samiarto perwakilan iNews NTB, menyambut baik arahan Gubernur.

Menurut Jaka, selama ini televisi sudah terintegrasi dengan baik.

“Sekarang sudah saatnya, portalnya diintegrasikan bersama Pemerintah, kewajiban bagi kami untuk mengenalkan kepada masyarakat NTB. NTB memiliki potensi yang luar biasa”, tegas Jaka.

Ia mengatakan, kerjasama dengan media sangat dibutuhkan agar semua potensi yang dimiliki NTB mampu dioptimalkan, terlebih NTB memiliki daya tarik dan potensi yang luar biasa di banyak aspek, salah satunya ajang MotoGP yang akan dihelat pada 2021 mendatang.

iNews tidak hanya akan membuat portal khusus NTB, tetapi juga akan mengeksplorasi beberapa area spot adventure, sebab NTB memiliki keindahan gunung dan pantai yang menawan.

HmsNTB




Ambulance GuDek dan Berbagi Masker ala SALAM menuju  Mataram Zona Hijau

MATARAM.lombokjournal.com

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) menginisiasi program dan kegiatan untuk menekan angka kasus dan penyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

Setelah melaunching program internet portable  satu paket dengan  Guru, Dokter dan Psikolog Keliling (GuDeK) yang sudah berjalan, SALAM kembali meluncurkan Ambulance GuDek yang akan melayani kebutuhan pendidikan dan kesehatan masyarakat secara bergiliran di tiap lingkungan.

Pasangan jagoan koalisi PKS dan PDI-Perjuangan ini menyediakan tiga unit Ambulance Pendidikan dan Kesehatan GuDek, yang beroperasi melayani masyarakat Mataram selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Aspirasi dari masyarakat kota Mataram saat pandemi, umumnya serba sulit terutama untuk anak-anak sekolah dan aspek kesehatan. InsyaAllah dengan ambulance GuDek ini, SALAM berupaya membantu meringankan beban masyarakat sekaligus membantu menekan penyebaran corona menuju mataram zona hijau ,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Kamis (24/9).

Tiga unit Ambulance GuDek SALAM ini dilengkapi berbagai alat kesehatan untuk pertolongan darurat. Masing-masing ambulance nantinya akan beroperasi secara bergiliran di seluruh lingkungan yang ada di Kota Mataram.

Hotline Service dan One Stop System

Dilengkapi hotline service, ambulance juga akan selalu standby jika ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan transportasi ambulance menuju Rumah Sakit.

Selly mengatakan, setiap ambulance GuDek juga akan dilengkapi dengan dokter dan petugas medis. Uniknya, tiap ambulance beroperasi juga dilengkapi dengan tenaga didik atau guru yang siap membantu masyarakat terutama anak-anak sekolah yang belajar virtual dari rumah.

“Ambulance SALAM  untuk pendidikan dan kesehatan ibaratnya One Stop System,  Ada guru, dokter/ tenaga medis serta relawan SALAM dalam setiap operasinya ke lingkungan,” tuturnya.

Ia menambahkan selain melayani pendidikan dan kesehatan, operasional ambulance ke lingkungan-lingkungan juga akan disertai dengan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19. Hal ini sebagai bentuk komitmen kongkret SALAM dalam mendukung disiplin Protokol Kesehatan menuju Mataram Zona Hijau

“Ambulance dan petugas SALAM  membagikan puluhan ribu masker gratis untuk masyarakat, termasuk masker anak-anak , melakukan penyemprotan desinfektan maupun Foging untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah ,” beber Hj.Selly

Implementasi Visi misi SALAM

Ambulance GuDek merupakan salah satu implementasi visi misi SALAM menuju Kota Mataram Berkah dan Cemerlang. Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas, terutama di masa pandemi ini.

Program 1 Ambulance 1 Kelurahan juga akan didorong ke depan jika SALAM terpilih sebagai pemimpin Kota Mataram ini.

Selly mengatakan, peluncuran Ambulance GuDek dilakukan agar masyarakat Kota Mataram bisa merasa terbantu dan mudah mengakses kebutuhan pendidikan dan kesehatan.

Ia berharap keberadaan ambulance GuDek SALAM ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang memang membutuhkan.

“Sebab apapun kondisinya, ditengah pandemi ini,  pelayanan  pendidikan dan kesehatan. Masyarakat harus menerapkan disiplin protokol kesehatan.  Sementara di lain sisi, SALAM akan bantu fasilitasi dengan kemudahan Pelayanan Gratis, salah satunya dengan Ambulance GuDek ,” tukasnya.

Selain itu peluncuran Ambulance SALAM juga sebagai wujud komitmen SALAM dalam mentaati aturan protokol kesehatan selama Pilkada.

Mendagri Tito Karnavian juga sudah menerbitkan edaran untuk seluruh jajaran hingga para Camat agar menerapkan langkah pencegahan. Termasuk mengedukasi dan sosialisasi Perda NTB No 7 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian  Penyakit Menular.

Selain itu Selly menekankan, perang melawan Covid-19 ini hanya bisa sukses dilakukan jika semua masyarakat aware dan peduli, serta mau berpartisipasi aktif menerapkan protokol.

“Pola Kampung Sehat yang digagas Polda NTB juga sangat inspiratif. Jadi Ambulance GuDek SALAM ini juga membawa misi edukasi dan kesadaran kolektif masyarakat untuk sama sama menciptakan Kampung Sehat yang bebas Covid 19,” Pungkasnya.

Me




Ziadi-Aswatara Libatkan Partisipasi Warga Lewat “Perjuangan Berjamaah”

Memberi edukasi dan pencerahan politik kepada masyarakat, sekaligus mengubah image pemilihan dalam dunia politik yang kerab kali diwarnai dengan praktik politik uang

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH;  Setelah mendeklair akan mendorong program kesehatan 1 Dokter 1 Desa di Lombok Tengah, pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Lombok Tengah, Ahmad Ziadi dan Lalu Aswatara kembali bikin gebrakan konsep penggalangan dana kampanye swadaya.

Pola “perjuangan berjamaah” ini diharapkan mengedukasi masyarakat pemilih di Lombok Tengah agar mampu memilih dan memilah, serta mendukung calon pemimpin daerah yang memang bervisi dan misi paling realistis.

Selain itu untuk mendorong pelibatan partisipasi aktif masyarakat dalam pesta demokrasi di gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

“Perjuangan Berjamaah agar terjadi peneguhan komitmen  yang mengikutsertakan partisipasi warga dalam perjuangan bersama.  Harapannya lainnya, memunculkan kesadaran  kolektif dari rakyat mau secara sukarela  ‘berkontribusi’ secara mandiri,” kata Ahmad Ziadi (AHZ), Selasa,  (22/09/20)

Politisi muda Demokrat ini menjelaskan,  gagasan ini muncul dari semangat bersama dari para relawan dan tim pemenangan Ziadi-Aswatara. Pola penggalangan resources partisipatif ini akan cukup efektif menjadi penyemangat masyarakat dalam mendukung calon pemimpin idola mereka.

Konsep serupa ini juga pernah diterapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Pilkada Jabar 2018, demikian juga Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2018.

“Model keswadayaan politik seperti ini dalam praktek  tentu perlu penyesuaian maksud dalam merawat harapan dan kepercayaan masyarakat,” tambah Ziadi.

Lebih jauh Ziadi mengulas,  Bukan hanya sekadar membantu pasangan calon dalam pemenuhan kebutuhan dana kampanye, konsep ini diyakini akan merekatkan semangat demokrasi yang jujur dan transparan.

Dalam program perjuangan berjamaah Ziadi-Aswatara, para relawan, simpatisan dan masyarakat Lombok Tengah pada umumnya yang simpati dan mendukung visi dan misi pasangan ini, diberi ruang terbuka untuk berjuang bersama.

AHZ mengungkapkan, relawan dan simpatisan berasal dari banyak kalangan dengan beragam latar belakang. Mereka dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Bukan hanya dalam bentuk penggalangan dana, tetapi juga support kegiatan selama Pilkada berjalan.

Dukungan dalam perjuangan berjamaah juga akan tercatat secara transparan. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kampanye dan keperluan penyediaan saksi-saksi di TPS dalam Pilkada kelak.

“Dengan begini, kan, transparan dananya, masuk ke rekening kampanye, dilaporkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Masyarakat bisa lihat di website,” bebernya.

Menurutnya konsep perjuangan berjamaah Ziad-Aswatara ada nilai yang hendak diperjuangkan sekaligus merubah persepsi masyarakat terhadap makna Pilkada. Kedua ,  ‘Berjamaah’  merupakan konsep   membuka ruang bagi masyarakat yang menginginkan perubahan lebih baik di Lombok Tengah bisa ikut berjuang dan berkontribusi dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

“Pola ini bisa menjadi trigger  perekat semangat perjuangan bersama untuk meraih harapan dan cita cita perjuangan bersama,” ulasnya.

Di sisi lain, papar dia, konsep ini juga memberi edukasi dan pencerahan politik kepada masyarakat sekaligus mengubah image pemilihan dalam dunia politik yang kerab kali diwarnai dengan praktik politik uang.

“Setidaknya Ziadi – Aswantara melalui event pilkada serentak ingin memberikan pembelajaran,  bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika niat dan ikhtiar untuk melakukan perubahan tersebut bersinergi dengan  energi positif berjamaah dalam skala yang masiv,” tukasnya.

Me




Disebut Tak Efektif Cegah Covid-19, PenjuaLan Masker Scuba Merosot Drastis

Pedagang  tetap memilih jualan masker scuba karena sudah telanjur membeli dari pembuatnya

MATARAM.lombokjournal.com

Sejak ada imbauan penggunaan masker scuba, karena disebut tak efektif cegah virus CoVID-19, dampaknya penjualan masker scuba di Mataram merosot drastis.

Para pedagang masker scuba eceran yang sebelumnya bisa mendapatkan omzet rata-rata Rp 200-400 ribu per hari, kini omzetnya paling tinggi hanya mencapai Rp100 ribu per hari.

Salah satu pedagang masker scuba di Pejanggik Mataram, Zulfian Hidayat  mengaku sangat dirugikan,setelah ada imbauan tentang masker scuba yang dikatakan tak efektif cegah virus Corona.

“Bener-bener turun drastis pembelinya sekarang. Sebelumnya dulu saya dapat omzet Rp 200-400 ribu sehari , sekarang seharian dari pagi sampai malam jualan cuma dapat Rp 100 ribu,”  kata Zulfian saat ditemui di tempatnya berjualan, Kamis (24/09/20).

Zulfian mengaku sudah tahu informasi tentang masker scuba yang disebut-sebut tak efektif cegah virus Corona.

Namun demikian, ia tetap memilih jualan masker scuba lantaran sudah telanjur membeli dari pembuatnya.

“Kalau saya gak jualan, ya saya rugi. Terpaksa saya jual saja meskipun yang beli satu dua orang yang penting barang saya habis, larangan itu sangat berpengaruh, dulu awal-awal saya jual dengan harga 10-20 ribu sekarang diobral dengan harga Rp. 5 ribu saja” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh penjual masker scuba di Jalan Catur warga Mataram, Saifudin mengatakan jika omset jualannya juga menurun.

“Sepi sekali akhir -akhir ini, selain karena dilarang pemerintah juga sekarang  banyak yang jual Masker scuba ini”ujarnya

Ia menyatakan, stok masker yang dijualya skarang meruoakan sisa stok dari awal sebelum ada imbauan tak pakai masker scuba.

AYA