Kebakaran di Sigar Penjalin, Gubernur Salurkan Bantuan

Pemprov NTB koordinasi dengan Pemda KLU melalui Dinas Sosial dan BPBD,  segera melakukan perbaikan rumah warga yang rusak akibat kebakaran 

 KLU.lombokjournal.com

Sekitar 20 rumah warga dan satu masjid di Desa Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU) dimakan api, Sabtu (03/10/20) malam.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah langsung terjun ke lokasi kebakaran, Minggu (04/10/20) pagi. Saat meninjau dampak kebakaran tersebut, memberikan bantuan berupa 80 paket sembako, 4 paket peralatan dapur keluarga, 18 paket kebutuhan lansia dan 8 paket kebutuhan anak serta akan melakukan perbaikan pada rumah yang terdampak.

“Untuk bantuan sudah dimuat, sejauh ini masih tertangani dengan baik,” tuturnya.

Bng Zul berpesan, agar masyarakat tetap berhati-hati di musim kemarau ini, karena musim kemarau sangat rawan terjadi kebakaran.

“Pak Kades tolong diimbau masyarakat untuk berhati-hati di musim kemarau ini, gampang sekali terjadi bencana di musim ini,” pesannya.

Pemprov NTB akan melakukan koordinasi dengan Pemda KLU melalui Dinas Sosial dan BPBD, agar segera melakukan perbaikan rumah warga yang rusak akibat kebakaran .

“Untuk rumah, kita koordinasikan, karena kayu mudah terbakar jadi alternatifnya adalah seperti rumah tahan gempa itu,” terang Bang Zul.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik yang juga turut mendampingi Gubernur mengakatakan, untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi menyalurkan bantuan yang berisfat darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan alat rumah tangga yang pertama kita lakukan dan saya juga sudah berkoordinasi dengan Kalak BPBD. Kita akan drop air bersih, untuk beras selama kebutuhan masyarakat kita sudah tangani, siang ini akan dikeluarkan dari Bulog,” ungkapnya.

Kalak BPBD Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugiharta menyampaikan, BPBD akan menyesuaikan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang menjadi korban bencana kebakaran ini, kemudian disalurkan bantuan.

HmsNTB




Gubernur Silaturahim dengan Lombok Mercusuar dan Laskar Sasak

Bang Zul mengapresiasi Lombok Mercusuar yang telah menyatukan hati para tokoh-tokoh yang ada di Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturahim Tokoh Adat, Agama dan Budaya se-Pulau Lombok yang tergabung Lombok Mercusuar dan juga Laskar Sasak yang berlangsung di Pendopo Gubernur, Sabtu (03//10/20) siang.

Dalam acara silaturrahim itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi adat, kebudayaan dan juga agama.

Sehingga dimanapun berada, akar budaya menjadi hal yang tidak boleh dilupakan.

“Pengalaman kami berkelana kemana mana, Islam itu adalah agama sangat lentur dalam menghargai keragaman dan memberikan ruang adat untuk berkembang,” ucapnya.

Bang Zul membahas perhelatan internasional yang akan segera berlangsung di NTB, yakni MotoGP Mandalika 2021.

Ia memotivasi tokoh-tokoh yang hadir agar turut mendukung progres pembangunan sirkuit hingga kesuksesan gelaran tersebut  nantinya.

Bang Zul juga tak ingin anak-anak NTB kelak akan hanya jadi penonton di daerahnya sendiri. Hadirnya program Beasiswa Luar Negeri diharapkan dapat membuat anak-anak muda NTB lebih percaya diri dan memiliki wawasan yang luas.

“Percuma pakai pakaian adat panjang sampai semeter, dua meter tapi hatinya tidak berpihak pada lokal. Percuma kerisnya panjang-panjang kalau ternyata tidak punya keberanian juga membela masa depan anak cucu kita,” tegas Bang Zul.

Ia pun berjanji, pintu pendopo akan selalu terbuka untuk menyambut masyarakat demi ikhtiar membangun NTB yang Gemilang.

Bang Zul mengapresiasi Lombok Mercusuar yang telah menyatukan hati para tokoh-tokoh yang ada di Pulau Lombok.

“Kita yakin, dengan adanya Lombok Mercusuar kita punya tuntutan, kita punya arahan, sehingga kita punya tempat kembali guyub, duduk bersama, hidup tentram menghadirkan kesejahteraan kemakmuran bagi pulau Lombok, NTB, Indonesia bahkan dunia dimasa yang akan datang,” tutupnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K., M.H, menekankan akan pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal dan adat istiadat yang begitu beragam di Indonesia.

“Sangat luar biasa beraneka ragam, saya kaitkan dalam konsep kepolisian sebagaimana Polri didalam memelihara ketertiban, kami sangat tidak bisa lepas dari kearifan lokal tersebut,” ujarnya.

Begitu juga dengan Suku Sasak yang disebutnya telah eksis dari zaman nenek moyang dan dikenal berkat keakrabannya. Ia mengimbau agar masyarakat Sasak dapat terus menjaga keharmonisan dan kerukunan antar sesama suku dan juga suku-suku lainnya.

“Silaturahim itu penting, oleh karena itu Polri senjatanya bukan KUHP, bukan hukum, borgol, water cannon, bahkan pistol. Namun, senjata paling utama adalah silaturahim dan komunikasi dengan hati yang lurus,” jelas Iqbal.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB, Ir. Wahyudi Adi Siswanto M.Si, menyampaikan dua hal terkait pentingnya menjalin silaturahim dan kaitan seni budaya dalam penegakkan peraturan-peraturan daerah.

“Pentingnya silaturahim yang merupakan wujud dari kasih sayang ini, jadi sehebat apapun ilmu wujudnya adalah kasih sayang,” tutur Wahyudi.

Selain itu, Ia menyinggung peran seni dan budaya dalam mendukung penegakkan peraturan. Menurutnya, seni dapat menjadi media untuk mengkampanyekan hal-hal positif yang tentunya akan lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat.

Ia pun mencontohkan musik yang mengajak orang-orang untuk patuh memakai masker saat beraktifitas.

“Jadi memakai masker bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi persoalan kepatuhan terhadap adat dan dengan begitu maka kita sudah dibataskan atau dipagari dari hal-hal yang tidak baik,” pungkasnya.

Momen ini juga menjadi tempat para tokoh-tokoh untuk menyampaikan harapan dan juga aspirasinya. Dimulai dari Tokoh Adat, Budaya hingga Agama satu persatu menyuarakan rasa nasionalisme dari Bumi Lombok untuk Indonesia.

Di hadapan Gubernur yang juga turut didampingi Kapolda NTB, Kabinda NTB serta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, para tokoh-tokoh ini begitu akrab berdiskusi dan bertukar pikiran demi membangun daerah.

Perwakilan Tokoh Adat, Drs. Lalu Bayu Windia, M. Si, mengapresiasi era kepemimpinan Gubernur yang disebutnya sangat memberikan perhatian terhadap kebudayaan yang ada di NTB.

“Alhamdulillah pada era pak Gubernur, isu-isu kebudayaan mendapat perhatian yang proporsional, selain juga dengan isu-isu yang lainnya,” ungkapnya.

Melalui kesempatan ini, Ia berharap seluruh masyarakat dapat terus memberikan perhatian kepada adat budaya dan juga agama.

Senada dengan hal tersebut, Perwakilan Tokoh Budaya, H. Lalu Putria bertekad untuk terus menciptakan keamanan di daerah. Ia juga memuji para pimpinan daerah yang telah menunjukan kepeduliannya dalam mewujudkan keamanan di NTB.

 

“Alhamdulillah di Bumi Sasak Lombok Ini sudah ada Laskar Sasak, yang akan bersama-sama dengan masyarakat akan mewujudkan keamanan tersebut,” sebutnya.

Terakhir, TGH. Kudri Abdullah, MA., M. Si yang mewakili Tokoh Agama menyampaikan rasa terima kasihnya dapat menyapa dan bersilaturahim dengan  seluruh tokoh adat, budaya dan agama se-Pulau Lombok.

Bersama antar lintas tokoh, Ia bertekad menyatukan visi guna mengharmoniskan antara tokoh adat, tokoh budaya dan juga tokoh agama.

“Agama akan kuat kalau ditopang oleh adat dan budaya. Sebaliknya, adat dan budaya akan selamat kalau ditopang oleh agama,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ia berharap seluruh aspek tersebut dapat saling mendukung dan juga menguatkan. Dengan hal ini, Kudri yakin NTB dapat semakin harmonis dan menjunjung tinggi rasa kekeluargaan.

HmsNTB




Peringatan Ulang Tahun TNI, Gubernur Tanam Terumbu Karang di Senggigi

Gubernur minta penanaman terumbu karang masif dilakukan oleh semua lapisan

LOBAR.lombokjournal.com

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 TNI tanggal 5 Oktober mendatang, berbagai kegiatan telah dilakukan, salah satunya penanaman terumbu karang di pesisir pantai Senggigi, Sabtu (03/10/20).

“Jika terumbu karang rusak atau terganggu kondisinya, maka semua rantai makanan dan siklus kehidupan biota laut akan terganggu. Bahkan berpotensi menuju kepunahan. Di sini pentingnya upaya program pengelolaan terumbu karang,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah usai menanam terumbu karang.

Menyadari peran terumbu karang yang begitu besar dalam ekosistem laut, Gubernur minta penanaman terumbu karang masif dilakukan oleh semua lapisan.

Apalagi, terumbu karang punya manfaat lain, sebagai penghasil oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Menanam terumbu karang bukan hal yang sulit. Sangat mudah dilakukan, mudah-mudahan ini bukan yang pertama di pantai Senggigi,” harap Gubernur.

Selaku tuan rumah, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si menyampaikan, penanaman terumbu karang akan terus dilanjutkan, terutama di pantai Senggigi.

“Untuk mengajak orang kembali ke Senggigi, kami (Pemkab Lobar) menyiapkan banyak inovasi,” ungkapnya.

Tak hanya Senggigi, lanjut Bupati, banyak tempat wisata lainnya di Lombok Barat yang akan ditanami terumbu karang. Itu semua dilakukan untuk menarik kembali gairah sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

“Di Lombok Barat, kami berkomitmen, apapun kegiatannya, kami wajibkan patuhi protokol kesehatan,” tambah Bupati Fauzan.

Jangan sampai, lanjut Fauzan, niat untuk berwisata serta menikmati keindahan alam, tapi malah mendatangkan penyakit. Itu semua harus diantisipasi. Protokol kesehatan di tempat wisata akan dilaksanakan secara ketat.

“Silahkan nikmati keindahan alam, tapi ingat, wajib patuhi protokok kesehatan,” tambah Bupati.

Sementara itu, Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han mengucapkan terimakasih kepada suluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada BUMN, Nelayan, komunitas yang telah membantu kelancaran acara ini, semoga silaturrahim kita terus terjalin hingga masa mendatang,” ujarnya.

Jendral bintang satu tersebut bercerita, persiapan acara penanaman terumbu karang ini telah disiapkan satu bulan yang lalu, terhitung, sebanyak 750 terumbu karang di tanam di pantai Senggigi.

“Alhamdulillah, sebanyak 750 terumbu karang kita tanam hari ini,” ungkapnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol. M. Iqbal yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi rangkaian acara HUT TNI yang ke-75.

“Alhamdulillah, sebagai saudara kandung, kami apresiasi penanaman terumbu karang ini,” ungkap Kapolda.

Kegiatan tersebut, lanjut Kapolda, selaras dengan tagline HUT TNI ke-75 tersebut, yaitu Sinergi Untuk Negeri. Menurut Kapolda, seluruh kegiatan memang diperlukan kekompakan serta sinergi yang kuat.

“Dengan bersinergi, kita akan semakin kuat,” tutup Kapolda.

HmsNTB




Bus Khusus Penyandang Disabilitas, Pemprov Upayakan Ada di Tiap Kabupaten/Kota

Diharapkan mempermudah para penyandang disabilitas untuk ke sekolah, tempat kerja, bahkan ke tempat-tempat rekreasi

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan pelepasan First Riding atau ujicoba satu unit Bus Disabilitas NTB Gemilang di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Jum’at (02/10/20).

Dengan pelepasan itu, kini Provinsi NTB kini memiliki kendaraan yang diperuntukkan khusus bagi penyandang disabilitas.

Gubernur mengaku senang melihat kebahagiaan para penyandang disabilitas menyambut kendaraan umum yang akan mempermudah mobilitas yang kerap terhambat akibat transportasi.

Menurutnya, NTB adalah daerah yang ramah anak dan juga penyandang disabilitas.

“Mestinya ini suatu hal yang biasa, bahwa saudara-saudara kita yang kebetulan mengalami disabilitas itu punya fasilitas. Jadi bukan suatu hal yang istimewa tapi memang sudah menjadi haknya,” ucapnya.

Kehadiran bus ini diharapkan mempermudah para penyandang disabilitas untuk ke sekolah, tempat kerja, bahkan ke tempat-tempat rekreasi.

Pemprov akan mengupayakan agar bus seperti ini dapat hadir di setiap kabupaten/kota di NTB.

“Kita targetkan, mudah-mudahan ada caranya nanti, pas HUT NTB nanti kita tambah,” terang Bang Zul.

Ada tiga unit Bus Disabilitas yang siap beroperasi. Satu unit bus di Pulau Lombok, serta dua unit bus untuk Pulau Sumbawa yang mencakup Sumbawa dan KSB serta Dompu dan Bima.

Bang Zul pun mengapresiasi terobosan Dinas Perhubungan Provinsi NTB.

“Perjalanan panjang selalu harus dimulai dengan langkah pertama,” tutup Bang Zul.

Kedua di Indonesia

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si mengungkapkan, pengoperasian Bus Disabilitas merupakan yang kedua di Indonesia setelah Jawa Barat pada tahun 2019 lalu. Ia menyebut acara hari ini memiliki kesan tersendiri.

“Alhamdulillah hari ini kita menyelenggarakan sebuah acara yang cukup monumental, yaitu gladi rute atau tes rute untuk pemanfaatan Bus Disabilitas,” kata Bayu.

Bayu menerangkan, sejatinya bus ini akan secara penuh diresmikan pada peringatan HUT NTB pada bulan Desember mendatang.

Hal ini juga bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Selain dikhususkan untuk penyandang disabilitas, bus ini juga disebutnya sangat ramah anak.

Ia pun turut berharap kehadiran bus ini dapat memberi banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Terlihat raut wajah gembira para penyandang disabilitas yang akhirnya memiliki kendaraan umum yang dapat digunakan sehari-hari. Salah satunya, diungkapkan Munawar yang begitu bersyukur mendapat fasilitas dari Pemprov NTB.

“10 kursi roda dan 1 unit bus dapat menambah kebahagiaan kami, kami diperhatikan, kami dijadikan saudara oleh Gubernur,” aku Munawar.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB.

Saat itu, Dinas Sosial Provinsi NTB turut memberikan bantuan berupa 10 kursi roda kepada penyandang disabilitas.

HmsNTB




Dewan Riset Daerah Lombok Utara, Serahkan Rekomendasi Kegiatan 2020

Rekomendasi yang ada disesuaikan dengan kondisi daerah KLU dan sesuaikan pula dengan anggaran daerah

TANJUNG.lombokjournl.com

Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Lombok Utara bersilaturahmi bersama Plt Bupati H. Sarifudin, SH MH, sekaligus menyerahkan rekomendasi kegiatan riset tahun 2020.

Kgiatan itu dihadiri Kepala Bappeda Heriyanto SP, Kadis Dikpora Dr Fauzan M.Pd, serta unsur DRD KLU, perwakilan OPD lingkup Pemda KLU di Aula Bappeda, Kamis (01/10/20).

Kepala Bappeda KLU Heriyanto SP, dalam pengantarnya menyebutkan, sejak KLU terbentuk, masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), sementara Sumber Daya Alam (SDA) melimpah.

“Pemda membutuhkan pemikiran inovatif, maka pemda membentuk tim penyelaras menjadi Dewan Riset Daerah berjumlah 43 orang, kemudian sedikit penyesuaian terhadap anggota riset daerah,. Membantu perumusan rancangan perencanaan pembangunan. Tahun ini, fokus pada aspek kesehatan dan recovery pembangunan pascagempa,” tuturnya.

Plt. Bupati Lombok Utara, H. Sarifudin SH MH, dalam arahannya mengatakan rekomendasi DRD menjadi referensi acuan Pemda dalam menyusun KUA PPAS oleh Bappeda.

“Alhamdullilah, hasil rekomendasi DRD ini menjadi acuan, tentu dengan melihat kondisi Lombok Utara pascagempa dan pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Saat itu Sarifudin menjelaskan, Pemda KLU telah banyak melakukan hal strategis, baik secara finansial maupun secara sosial ekonomi.

“Tidak cukup hanya dengan memberi bantuan JPS, BLTD dan sebagainya, tetapi secara finansial psikologis terus menerus dilakukan, seperti trauma healing bagi masyarakat yang masih mengalami trauma terhadap keadaan yang melanda,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, terkait tugas dari pada DRD, Plt Bupati yang juga Wabup itu berharap setiap rekomendasi yang ada, disesuaikan dengan kondisi daerah KLU dan sesuaikan pula dengan anggaran daerah.

“Mana yang skala prioritas harus dilakukan. Misalnya, pada bulan 6, 7, 8, dan 9 pada tiap tahunnya masyarakat kita selalu mengalami kekeringan, perlu antisipasi dalam bentuk program kegiatan,” jelasnya.

Dikatakan,  kekeringan memiliki dampak yang luar biasa, terutama pada dua kecamatan yaitu di Kecamatan Bayan dan Kayangan yang wilayahnya memiliki lahan kering mencapai 60 persen. Diharapkan agar bisa dicarikan solusi.

Menurutnya, selain berbicara ekonomi, sosial, budaya, mesti berpikir bagaimana membangun infrastruktur.

“Mulai hari ini, Kepala Bappeda harus berpikir agar sesegera mungkin membuat rencana tata ruang final, karena ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan multipihak. Kita memiliki daerah tetapi belum memiliki ikon yang jelas. Untuk fokus pada perumusan Perda tentang Tata Ruang. Sebagai pondasi pembangunan kita di Lombok Utara 50 tahun ke depan,” urainya.

Pada tempat yang sama, Ketua DRD KLU Dr Suwandi SE M.Ec, menyampaikan, DRD menyerahkan rekomendasi tahun 2020, sebagaimana tugas DRD yang diamanatkan oleh SK Bupati untuk memberi masukan dan rekomendasi.

Terdapat lima aspek yang direkomendasikan yaitu, bidang kesehatan, ekonomi, pariwisata, pertanian dan hukum.

“Semua aspek itu, alhamdulillah telah berhasil disusun saran dan rekomendasi bagi pengembangan pembangunan,” urainya.

“Sekitar 50 poin lebih rekomendasi yang kami serahkan. Diantaranya, kami memberikan rekomendasi untuk mendirikan BUMD,” tandasnya.

sas




Dukungan untuk SALAM Makin Tak Terbendung di Kota Mataram

Dukungan untuk SALAM juga dinyatakan oleh belasan perwakilan pengusaha dan wirausahawan muda Kota Matam

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Fenomena Dukungan Warga kota untuk Pasangan  Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No urut 2,   Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) nampaknya tak terbendung dan makin seksi.

Hal ini terkait kreatifnya SALAM dalam mengemas isu yang mudah dipahami dan dirasakan langsung implementasinya  oleh Pemilih kota. Maka tak heran jika arus kuat dukungan warga ke SALAM makin tebal.

Gerakan SALAM yang masif mampu menarik perhatian dan simpati lebih banyak pemilih dari berbagai strata sosial kota Mataram .

Terutama dari kalangan pemilih cerdas, kelas menengah, milennials, perempuan, Kelompok minat dan hobby, wirausaha , pendidik,  dan lain lain.

Seperti kejadian semalam , Belasan orang Perwakilan Komunitas Pacuan Kuda Kota Mataram bertemu Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani, Rabu (30/09/20) malam di kediaman Selly di Panji Tilar 15, Kota Mataram.

Komunitas yang beranggotakan anak-anak muda pegiat olahraga berkuda ini, menyatakan dukungan untuk SALAM dan berharap pasangan SALAM bisa lebih memperhatikan kegiatan olahraga berkuda di Kota Mataram.

Menurut mereka, potensi atlit berkuda di Kota Mataram sangat besar. Apalagi Mataram sudah lama memiliki lapangan pacuan kuda di kawasan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Sayangnya lapangan pacuan Kuda justru beralih fungsi untuk medan balapan motor.

“Padahal kalau lapangan pacuan Kuda itu dimanfaatkan akan sangat berguna bagi kami. Karena itu kami berharap SALAM bisa memperhatikan hal ini ke depan agar Kota Mataram melahirkan atlit berkuda berbakat,” kata Muhammad Ahdari, pendamping Komunitas Pacuan Kuda Kota Mataram.

Ahdari mencontohkan, Habibie salah seorang anak pegiat olahraga berkuda. Habibie merupakan aset Kota Mataram yang kini lebih sering ikut pacuan Kuda di Lombok Tengah hingga Dompu dan Bima.

Prestasinya dalam olahraga berkuda justru mendongkrak nama daerah lain. Padahal Habibie warga Kota Mataram asli gubuk mamben sekarbela . Namun karena keterbatasan perhatian dan fasilitas pembinaan, ia justru lebih sering mengikuti event balap kuda atasnama kabupaten lain.

Ahdari menjelaskan, potensi atlit berkuda cukup besar di Kota Mataram. Tapi karena keterbatasan fasilitas, akhirnya mereka berlatih di Praya, Lombok Tengah.

“Sangat sayang sekali jika potensi dan prestasi atlit berkuda mataram  justru mengharumkan daerah lain. Harusnya  Kota Mataram bisa menunjukan  banyak talenta berbakat  berkuda yang handal,” tukasnya.

Hj. Selly Andayani menyambut baik semangat dan optimisme generasi muda dari Komunitas Berkuda Mataram ini. Menurutnya, SALAM akan memfasilitasi gagasan dan kegiatan yang positif bagi generasi muda Kota Mataram, termasuk di bidang olahraga berkuda.

“Tentu semua komunitas olahraga semua cabor yang ada perlu mendapat perhatian yang sama. SALAM akan melakukan hal ini, dan akan memaksimalkan fungsi lapangan pacuan Kuda nantinya,” katanya.

Ia optimis akan banyak prestasi anak-anak muda Kota Mataram yang cemerlang di bidang olahraga, jika saja kegiatan pembinaan dan penyediaan fasilitasnya dilengkapi oleh pemerintah daerah. Prestasi mereka tentu akan menoreh nama baik bagi Kota Mataram di tingkat nasional.

Ke depan, SALAM akan rutin menggelar event-event pacuan Kuda. Hal ini bukan saja mendorong animo untuk olehraga berkuda, tetapi juga bisa menjadi potensi destinasi wisata, atraksi baru di Kota Mataram ke depan.

Dukungan Pengusaha dan Wirausahawan Muda

Dukungan untuk SALAM juga dinyatakan oleh belasan perwakilan pengusaha dan wirausahawan muda Kota Matam yang tergabung dalam Lembaga Cipta Daya Wirausaha (LCDW).

LCDW merupakan gabungan pengusaha, wirausahawan dan pelaku UMKM di Kota Mataram dari berbagai bidang usaha.

Ketua LCDW John Fitriadi mengatakan, dukungan untuk SALAM karena figur Selly Andayani dikenal punya semangat luar biasa dalam penguatan dan pengembangan UMKM di Kota Mataram bahkan NTB.

“Kami ke buk Selly dan mendukung SALAM, karena beliau selama ini peduli dengan UMKM. Bisa dibilang buk Selly ini Bunda-nya UMKM,” kata John, Kamis (01/10/20) usai menggelar talkshow ekonomi kreatif di kediaman Selly Andayani , Jl Panji Masyarakat No 15 Mataram .

Dialog bisnis perwakilan LCDW dengan Selly Andayani membahas peluang dan tantangan sektor UMKM Kota Mataram di masa mendatang.

Selly mengungkapkan bagaimana teknologi harus mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari geliat ekonomi, termasuk UMKM.

Mantan Kadis Perdagangan NTB ini menjelaskan, bagaimana konsep e-commerce NTB melalui aplikasi I-Shop NTB mampu mengubah paradigma pasar produk UMKM NTB.

“Kota Mataram juga harus melakukan hal yang sama. Digitaliasasi harus mulai dilakukan di era ekonomi 4.0 ini,” tegasnya.

Selly menyemangati para pelaku usaha ini agar terus berkreasi dan inovasi, mengangkat potensi-potensi Kota Mataram ke depan.

Fenomena Dukungan SALAM

Fenomena dukungan untuk pasangan SALAM di Kota Mataram juga terus tumbuh dari kalangan masyarakat pemilih pemula. Hal ini juga nampak di kantong-kantong akar rumput yang sebelumnya apriori dengan Pilkada.

Kegiatan sosial kemanusiaan menggunakan kendaraan roda tiga yang dilakukan SALAM dengan berbagi masker dan sosialisasi pencegahan Covid-19 juga mendapat respons positif berbagai kalangan.

Selain itu lewat kegiatan Flashmob di sejumlah kawasan strategis juga mendongkrak nama SALAM. Kampanye simpatik dibarengi dengan pembagian masker oleh SALAM justru mendapat sambutan,  antusiasme dan di elu-elukan warga dikampung-kampung.

“Setiap hari ratusan masker SALAM kita bagi ke warga dikampung kampung tanpa pandang bulu agar terhindar dari bahaya covid sekaligus upaya SALAM mendorong kota Mataram menuju Zona Hijau,” kata Mahsan, SH , Relawan Selly Manan yang keliling keluar masuk kampung dengan kendaraan Viar Roda Tiga mengkampanyekan protokol kesehatan.

Me




Lomba Kampanye Sehat, Gubernur Apresiasi Terobosan Kapolda

Kampanye sehat kata Gubernur, tidak hanya menyehatkan fisik tapi juga menyehatkan rohani dan spiritual

 MATARAM.lombokjournal.com

Lomba Kampanye Sehat memperioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat dalam penyelenggaraan kampanye oleh Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah dalam Pilkada Serentak 2020 di Nusa Tenggara Barat.

Terobosan Lomba Kampanye Sehat yang diluncurkan oleh Polda NTB mendapat apresiasi dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Terobosan Kapolda NTB itu dinilai menjadi yang pertama di Indonesia.

Menurutnya, Polda NTB tidak berhenti terus melakukan inovasi.

“Alhamdulillah kampanye sehat ini merupakan satu terobosan yang saya kira yang perama di Indonesia, dan mudah-mudahan akan mendapat apresiasi juga,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur menyampaikan itu saat memberi sambutan sekaligus meresmikan langsung Lomba Kampanye Sehat, di Lapangan Tenis Mapolda NTB, Rabu (30/09/20).

Pada kesempatan itu, Gubernur berharap jajaran Polda NTB mengusut tuntas akun-akun media sosial yang kerap kali meresahkan masyarakat.

“Karena khawatirnya itu bukan akun dari paslon tertentu, tetapi malah akun dari konsultan sosial media yang dengan akun mesin sosial medianya itu bisa mengaduk emosi masyarakat kita,” ungkapnya.

Dengan adanya kampanye sehat kata Gubernur, tidak hanya menyehatkan fisik saja akan tetapi juga menyehatkan rohani dan spiritual.

“Terimakasih pak Kapolda dan pak Kasrem, aktivis-aktivis yang jadi pimpinan KPUD dan Bawaslu. Mudah-mudahan dengan seringnya kita bersama akan menghadirkan kondusivitas bagi masyarakat NTB,” kata Gubernur Zul. .

Kasrem 162/WB Kolonel Armed I Made Kariawan yang mewakili Danrem 162/WB, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap inovasi kampanye sehat.

“Kami di Korem 162/WB mendukung apa yang sudah diprogramkan, apa yang sudah direncanakan dan yang sudah diinisiasikan oleh Kapolda,” ungkap Kasrem memberi sambutan.

Apa yang telah diinisiasi oleh Kapolda NTB ini dinilai sebagai program yang baik, terlebih dalam menghadapi dan mencegah penyebaran Covid-19 pada ajang kampanye nanti.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi contoh dan tauladan bagi daerah lainnya,” ujarnya

KPU dan Bawaslu Provinsi NTB juga mengapresiasi terobosan Polda NTB itu.

“Saya dan teman-teman di Bawaslu sebetulnya merasa iri dengan bapak Kapolda, selalu punya cara untuk berinovasi, untuk bagaimana kemudian memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat NTB,” ungkap Ketua Bawaslu Provinsi NTB, M. Khuwailid

Tidak hanya itu, Khuwailid juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Paslon Kepala Daerah di tujuh Kabupaten/Kota di NTB yang melaksanakan Pilkada tahun 2020 atas komitmen menjalankan kampanye dengan memprioritaskan protokol kesehatan Covid-19.

Kapolda NTB Irjen Pol. M Iqbal mengemukakan,  menjadi tugas TNI dan Polri dalam melakukan berbagai upaya yang optimal bersama Pemerintah Daerah dalam memelihara keamanan dan ketertiban Pilkada serentak.

Kapolda menerangkan, kampanye sehat merupakan salah satu upaya bersama untuk menekan angka penularan virus Corona di NTB.

“Pilkada saat ini bukan Pilkada biasa, namun ini adalah Pilkada yang istimewa. Oleh karena itu perlu dilakukan juga langkah-langkah yang istimewa juga, pada 13 hari yang lalu di halaman ini juga melakukan deklarasi dan komitmen bersama bahwa siap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

HmsNTB




Tuntaskan Lahan Sirkuit, Komnas HAM Bersama Pemerintah dan Masyarakat akan Duduk Bersama

Posisi masyarakat yang melakukan pengaduan ke Komnas HAM, tidak dalam posisi menolak proyek pembangunan Sirkuit Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB bersama unsur Forkompinda dan pihak PT. ITDC menyambut baik

Keberadaan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam menuntaskan masalah lahan di Sirkuit Mandalika, disambut baik.

Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat menggelar rapat dengan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Rabu (30/09/20), yang dihadiri pihak ITDC.

Gubernur berharap, kehadiran Komnas HAM akan membantu menuntaskan masalah agar persoalan sengketa lahan ini tidak menimbulkan kegaduhan.

“Hal ini sesuai pesan dari Presiden, agar masalah selesai tapi tidak ada kegaduhan,” ungkapnya.

Diharapkan Komnas HAM  menjadi kanal, sehingga aspirasi dan pengaduan masyarakat dapat segera diselesaikan secara bersama-sama.

“Komnas HAM akan fokus menyelesaikan sengketa lahan Mandalika di NTB hingga tuntas,” tutupnya.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, mengatakan Komnas HAM akan menjembatani pertemuan antara pemerintah dengan masyarakat, untuk menuntaskan masalah lahan pembangunan Sirkuit Mandalika.

Langkah ini direkomendasikan Komnas HAM sebagai tindak lanjut dari adanya aduan masyarakat terkait masalah lahan di Mandalika.

Beka mengatakan, posisi masyarakat yang melakukan pengaduan ke Komnas HAM, tidak dalam posisi menolak proyek pembangunan Sirkuit Mandalika.

Namun masyarakat menginginkan adanya pemenuhan hak-hak oleh ITDC sesuai tuntutan berdasarkan alas hak yang dimiliki.

Ia menjelaskan Komnas HAM tidak dalam kontek memperlambat proyek strategis nasional tersebut.

Namun pihaknya dalam koridor menjalankan arahan Presiden agar semua proyek strategis nasional harus berlandaskan hak asasi manusia.

Beka menawarkan solusi agar pemerintah dan masyarakat duduk bersama berdiskusi menyelesaikan masalah lahan tersebut.

Komnas HAM akan menjembatani untuk menyandingkan data pengadu dan pihak ITCD, untuk kemudian didiskusikan terkait hak-hak berdasarkan alas hak lahan yang dimiliki.

Ia mendorong penuntasan masalah lahan di Mandalika tanpa menimbulkan ekses. Untuk itu Komnas HAM siap menjadi kanal pengaduan masyarakat yang akan menjembatani komunikasi dengan pemerintah dan pihak ITDC.

“NTB harus berbangga karena modal sosialnya luar biasa, dari pihak pengadu tidak ada yang menolak proyek strategis nasional itu, tapi hak masyarakat harus dituntaskan,” ujarnya.

Kehadiran Komnas HAM penting

Menanggapi hal tersebut, Kapolda NTB, Kajati NTB dan Ketua Pengadilan Tinggi NTB menilai, kehadiran Komnas HAM dalam penuntasan masalah lahan di Mandalika sangat penting. Menurutnya Komnas HAM bisa melakukan review terhadap masalah tersebut.

Untuk mendukung hal tersebut, pihak kepolisian akan membantu Komnas HAM semaksimal mungkin.

Selain itu Kapolda juga meminta agar pihak ITDC dapat bekerjasama dengan baik, sehingga masalah ini bisa cepat diselesaikan.

“Proyek strategis nasional Sirkuit MotoGP Mandalika harus jalan, namun kita harus menghormati dan melindungi hak-hak masyarakat sesuai ketentuan dan alas hak yang dimililiki,” pungkasnya.

HmsNTB

 




Ini Gagasan SALAM untuk Pemberdayaan Nelayan, Masyarakat Pesisir Kota Mataram

Dinas Kelautan dan Perikanan akan bekerja dengan prioritas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan

lombokjournal.com

MATARAM ;  Kunjungan lapangan menyapa warga masyarakat Kota Mataram terus dilakukan Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Berbagai aspirasi dan harapan masyarakat pun diserap dan akan diperjuangkan demi membangun Kota Mataram Berkah dan Cemerlang lima tahun ke depan. Termasuk harapan masyarakat pesisir dan para nelayan di Kota Mataram.

Pasangan Calon Nomor urut 2 di Pilkada Kota Mataram ini memang merangkul semua masyarakat. Tak peduli latar belakang, kemampuan ekonomi dan tingkat pendidikan.

SALAM menilai selama mereka adalah warga Kota Mataram harus mendapatkan hak dan pelayanan yang sama dari pemerintah Kota Mataram.

“Kita coba ubah mindset, jangan sampai masyarakat pesisir dan para nelayan ini terabaikan dari perhatian. Agar tidak hingar bingar melulu oleh pusat perbelanjaan.

Mataram punya garis pantai yang lumayan panjang dan di sana juga ada masyarakat pesisir dan nelayan yang punya hak yang sama untuk diperhatikan,” kata Hj Putu Selly Andayani, Senin sore (28/09/20), saat melihat  kawasan Pondok Prasi , Pantai Ampenan, Kota Mataram.

Awalnya usai melayat dirumah duka Relawan SALAM  dikawasan Pagutan Peresak dan Mengunjungi rumah Wakil Walikotanya , TGH. Abdul Manan.

Selly kemudian berkeliling ke sejumlah lokasi di perkampungan nelayan  Sesekali wanita ramah dan cerdas ini menyapa dan berdialog dengan masyarakat yang ditemui, tanpa melakukan kampanye terbuka maupun terselubung.

Bagi para nelayan, musim baik saat ini memang tengah ramai-ramainya hasil tangkapan ikan. Namun tak seperti komoditi lainnya, untuk komoditi ikan tangkapan, semakin banyak panen maka harga jualnya murah.

“Tangkapan  sedang rame karena musim ikan tongkol. Akibatnya harganya anjlok, karena stok berlimpah,” kata seorang nelayan pondok prasi yang ditemui Selly.

Sebagian ikan yang tidak terjual, akan diolah menjadi ikan asin atau pindang, sehingga daya tahannya bisa lebih lama dan bisa  laku di pasaran.

“Kalau musim cuaca buruk, bisa berbulan-bulan tidak melaut. Akhirnya tambal sulam berhutang di koperasi untuk bertahan hidup,” imbuhnya.

Sementara itu Hj. Selly Andayani mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat pesisir dan nelayan di Kota Mataram. Karena itu, SALAM menggagas program kelautan dan perikanan terintegrasi.

Menurut Selly, dalam konsep pembangunan Mataram Berkah dan Cemerlang, setiap OPD atau instansi terkait harus berbuat maksimal sesuai tupoksinya. Dinas Kelautan dan Perikanan akan bekerja dengan prioritas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Selly mengatakan, SALAM akan mengupayakan bantuan peralatan dan juga coldstorage untuk para nelayan maupun bantuan modal tanpa bunga untuk nelayan. Selain itu, peningkatan kapasitas dalam pengolahan produk kelautan dan perikanan akan ditingkatkan.

Diharapkan dengan demikian, produk kelautan dan perikanan tidak hanya dalam bentuk mentah tetapi olahan, seperti kerupuk ikan, abon ikan, atau minyak ikan nutrisi.

Konsep Kelautan dan Perikanan terintegrasi akan membuat sektor Kelautan dan Perikanan di Kota Mataram digarap bersinergi Dinas Kelautan Perikanan bersama Dinas terkait lainnya.

“Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan mendorong produk turunan ikan dan hasil laut lainnya. Sementara Dinas Pariwisata juga bisa memaksimalkan potensi pasar komoditas perikanan di destinasi wisata yang ada,” tegas Selly Andayani.

Bertemu dengan sejumlah masyarakat pesisir dan nelayan, Selly Andayani memberi motivasi. Selly menekankan bahwa Kota Mataram akan menjadi Kota yang besar jika semua potensi masyarakat dilibatkan dalam pembangunan.

Kehadiran Selly yang mendadak dan tanpa pemberitahuan itu membuat masyarakat mengaku terkejut. Namun mereka menyambut Selly dengan sumringah, karena bersedia mengunjungi mereka yang terkesan terabaikan.

“Iya kami sangat senang bu Selly mau mampir melihat kondisi kami di pesisir ini,” kata seorang ibu pedagang ikan pindang yang dagangannya dibeli Selly beberapa Trei.

Me




Pekerja Penerima BSU Baru 55. 755 Orang, Sekitar 22 Ribuan Belum Dapat

MATARAM.lombokjournal.com –-

Pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta telah menerima bantuan Subsudi Upah (BSU) jumlahnya mncapai 55.755 orang.

Sedangkan yang sudah terdata dan diajukan untuk menerima bantuan tercatat sebanyak 75 ribuan orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, T Wismaningsih, menjelaskan itu pada wartawan, Selasa (29/09/20).

“Kita ini ada sekitar 75 ribuan orang terdata sekarang baru 55. 755 orang sudah dapat. Jadi tinggal sekitar 22 ribuaan belum dapat. Itu tercatat diluar non ASN, kalau dengan non ASN lebih dari 75 ribu pekerja,” ujarnya.

Penerimaan BSU ini merupakan tahap ke IV diberikan kepada para pekerja. Tahap I diberikan pada 24 Agusutus sudah terealisasi sebanyak 1.311 orang, tahap II ada 15.048 orang.

Kemudian di tahap III sebanyak 20.505 orang dan pada tahan IV sebanyak 18.891 orang pekerja.

Pada tahap IV ini di tingkat provinsi sebanyak 10.107 pekerja sudah menerima BSU, Lombok Timur 1.608 orang, Lombok Tengah 2.185 orang, Sumbawa 2.846 orang dan Bima 2.145 orang.

“Sampai berapa tahap ini diselesaikan belum tau, tergantung terpenuhinya target yang sebanyak 15 juta orang secara keseluruhan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Kendati demikian, bagi yang belum terdaftar sebagai kepersertaa BPJamsostek kemungkinan bantuan tersebut akan diperpanjang oleh pemerintah pusat. Sehingga semua pekeraja yang ada di NTB mendapatkan bantuan tersebut ditengah kondisi seperti sekarang.

“Mudah-mudahan di perpanjang, misalnya contoh yang sudah mendaftar di Juli kemarin bisa dapat dia,” jelasnya.

Di sisi lain, penerima BSU juga akan diberikan bagi pekerja non ASN maupun honor, terutama yang terdaftar sebagai kepersertaan BPJamsostek.

NTB tercatat ada sebanyak 7000 lebih perkerja non ASN termasuk guru honor pada tingkat provinsi, namun yang baru terdafat di BPJamsostek 3125 orang.

“Kalau yang di daftarkan di provinsi 3125 orang dari 31 intasi yang sudah daftar. Dana preminya rencananya kita anggarkan di APBD,” katanya.

Untuk semetara itu, untuk yang sudah lama terdaftar premi dibayarkan oleh masing –masing intasi saat ini. Pasalnya, program tersebut  masih program baru sehingga anggarannya baru bisa di ajukan tahun depan.

“Beberapa kabupatan/kota sudah medaftarkan pekerjanya, mereka sudah menupayakan. Seperti kemarin KLU yang kita dapat informasi mereka juga akan membuat peraturan bupati (perbup) untuk jaminan sosial bagi pekerja,” terangnya.

Pasalnya, sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub)nomer 51  sudah dibuat dimana para pekerja harus mendapat perlindungan jaminan sosialnya. Mengingat selama ini mereka banyak belum terdaftar sebagai kepesertaan BPJamsostek.

“Makanya ini tugas kita untuk memberika perlindungan kepada mereka (pekerja , red). Kita harapkan di semua kabupaten/ kota di semua Disnaker, apakah dia menggunakan pergub atau ada turunannya,” kata Wismaningsih.

AYA