Plt Bupati Lombok Utara Bersama Kaban PPSDMP Kementan RI, Launching Model BPP

Sejak awal berdirinya KLU, dibutuhkan banyak teman-teman pertanian di lapangan

KLU.lombokjournal.com

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian RI (Kementan RI,) Prof Dedi Nursyamsi M Agr bersama Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH me-launcing Model Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kamis (22/10/20).

Acara itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat Ir Khusnul Fauzi MSi,  Kepala BPTP Mataram Dr Awaludin Hipi, Pj. Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Plt Kadis PPKP Ir Hermanto serta tamu undangan lainnya.

Prof Dedi Nursyamsi M Agr menyampaikan, pada masa pandemi Covid-19 ini ternyata kinerja pertanian meningkat tajam. PDP pertanian dalam arti luas meningkat 16,24 persen.

Kalau pertanian secaraspesifik peningkatannya 22,25 persen. Sementara sektor yang lain minus sampai 20 persen.

“Implikasinya pada seluruh kegiatan pertanian itu turun, pupuk turun, benih turun, tetapi petani kita tetap semangat sehingga produksi meningkat. Kami berpikir supaya ada peningkatan SDM petani. Oleh karena itu di Kementan, ada program yang disebut Komando Strategis Pertanian pada tingkat Kecamatan (Koslatani),” urainya.

Disampaikan, Koslatani sebenarnya adalah pemberdayaan BPP. Sejak zaman Presiden Soeharto dulu selalu dibangun, tetapi belakangan mati suri, dan kini dikembangkan lagi.

“Sejak tahun 1970 sampai 1984 swasembada pangan kita melejit sampai Indonesia mendapat penghargaan. Seiring Zaman Reformasi, BPP terlupakan. Kami ingin bekerjasama dengan Pemda KLU untuk sama-sama membangun SDM pertanian, khusus petani dan penyuluh melalui program Koslatani,” tuturnya.

Dijelaskannya, Program Koslatani tingkat kecamatan dikomandoi oleh camat, seluruh penyuluh disupport oleh Babhinkamtimas, Babinsa, toga, toma, dan tokoh perempuan. Tujuannya untuk memberdayakan penyuluh dan petani.

Kepada awak Prof Dedi Nursyamsi mengatakan, aktualisasi pembangunan sumber daya pertanian di KLU segera diimplementasikan melalui Program Koslatani pada tingkat kecamatan.

Baik itu bangunan fisik, sarana dan prasarana termasuk teknologi. Mulai dari pengolahan pertanian, permodalan sampai penjualan.

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH menyatakan sejak awal berdirinya KLU, dibutuhkan banyak teman-teman pertanian di lapangan.

“Berbicara anggaran tentu semua harus memahami, karena anggaran berkurang cukup besar, tetapi coba supaya Koslatani ini segera dibentuk. Kemudian terkait dengan SDM dan sarana prasarana juga akan kita coba realisasi menjadi PR kedepannya,” tandasnya.

Di sela-sela kegiatan Plt Bupati Lombok Utara, menjawab pertanyaan awak media mengenai program Kementan mengatakan, prinsipnya Pemda KLU menyambut baik dan melaksanakan apa yang menjadi harapan Pemerintah Pusat. Menurutnya, KLU sebagai sasaran program, tentu ada nilai plusnya.

“Melihat potensi Lombok Utara, tentunya memungkinkan untuk kita kerja sama. Supporting para petani kita,” pungkasnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan plakat dari Pemda KLU.

sas




REI NTB Soroti Tata Ruang Kota Mataram

Tata ruang di Kota Mataram saat ini masih belum konsisten. Kawasan yang dijadikan lokasi perkantoran justru berdiri pertokoan

lombokjournal.com —

MATARAM ;    ataram – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Mataram menggelar diskusi bertema Tata Ruang Kota Mataram, Kamis (22/10/20).

Diskusi ini menghadirkan pembicara Ketua DPD REI NTB, Heri Susanto.

Heri sapaan akrabnya memberikan beberapa catatan khusus mengenai tata ruang Kota Mataram.

“Tata ruang ilmu paling primitif yang kita tahu. Seorang kepala daerah jika tidak memiliki kemampuan tata ruang saya yakin daerahnya tidak tertata bahkan kumuh,” bukanya.

Ia menjelaskan, ilmu tentang tata ruang adalah ilmu yang sudah ada sejak zaman Babilonia. Kota Babilonia sudah tertata layaknya bagaimana Firaun di Mesir menata kotanya.

Ia juga menjelaskan di Arab, tata ruang dikaitkan dengan keimanan. Sehingga semua jalan di sana tertata dengan rapi. Jika tidak tertata maka akan menjadi sebuah simbol rendahnya keimanan seseorang.

“Di Arab, tidak ada jalan yang jelek, karena itu menandakan imannya rendah,” kelekarnya.

Kaitan dengan Kota Mataram, jelang Pilkada ia berhatap masyarakat betul-betul memilih figur calon yang memiliki kemampuan tata ruang yang baik. Itu untuk mengatasi kesemrawutan pembangunan dan banyaknya kawasan kumuh di kota.

“Kita kaitkan dengan kepala daerah, latar belakang visi-misi mereka. Apakah kepala daerah memiliki visi yang jelas. Kehebatan pemerintah ketika mampu buat tata ruang yang bertahan lama,” ujarnya.

Heri juga mencontohkan Dubai. Bagaimana Dubai bisa menyerap banyak investor, karena Dubai memiliki tata ruang yang dapat bertahan hingga ratusan tahun ke depan.

“Kenapa Dubai banyak investor, karena memiliki tata ruang sampai 150 tahun kemudian,” tuturnya.

Ingat, Kota Mataram kedepan akan menjadi kota internasional, hal ini berkaitan dengan dilaksanaknnya kegiatan internasional motor GP

Data REI NTB, pada tahun 2017 atau 2018 pernah ramai dibahas LP2B atau Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan. Aturan tersebut diturunkan menjadi Perda untuk menyelamatkan lahan pertanian abadi.

“Niatnya mulia, jika ditempatkan di suatu wilayah sangat tepat karena jarang orang menghuni wilayah tersebut. Pelaksanaannya justru dipukul rata untuk semua daerah, akhirnya Kota Mataram memiliki beban harus memiliki sawah di atas 1.000 hektare. Tapi justru sisa 800 artinya ada pelanggaran,” ungkapnya.

“Pertanyaannya apa iya di Mataram memiliki sawah. Segala sesuatu harus proporsional,” katanya. Harusnya ruang terbuka hijau, bukan sawah ..

Seperti diketahui tata ruang di Kota Mataram saat ini masih belum konsisten. Kawasan yang dijadikan lokasi perkantoran justru berdiri pertokoan.

Begitu juga kawasan pendidikan yang bercampur dengan kawasan ekonomi hingga perkantoran.

Begitu juga dengan masih banyaknya bangunan-bangunan yang berada dekat dengan bantaran sungai yang justru membuat kesan kumuh Mataram semakin terlihat.

Dalam closing statemennya Heri menegaskan, untuk Kepala Daerah Kota Mataram ke depan, tidak dibutuhkan orang yang hebat. Tetapi cukup orang yang peduli dan paham tentang tata ruang Kota.

“Yang bisa menata Kota dan punya visi misi jelas untuk jangka panjang. Untuk anak cucu kita,” tegasnya.

Me




Deversifikasi Pangan Diperlukan, Untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Agar menu makanan sehari-hari masyarakat hendaknya beragam, bergizi, seimbang dan aman untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas

LOBAR.lombokjournal.com

Provinsi NTB sebagai salah satu daerah penyangga lumbung padi nasional, memiliki tugas yang cukup berat untuk membangun ketahanan pangan.

Banyak program dan kegiatan yang telah dilakukan Provinsi NTB untuk ketahanan pangan tersebut.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu Diversifikasi Pangan Lokal 2020 Menuju NTB Gemilang.

Kegiatan ini dilaksanakan di Unram Farming, Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Kamis (22/10/20).

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Dr. H. Lalu Syafi’i menyampaikan, kondisi ketahanan pangan di NTB pada masa pandemi ini cukup stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2020.

“Seluruh pencapaian ketahanan pangan ini merupakan bukti bahwa kita memiliki sumber daya, kemampuan, pengetahuan dan semangat untuk maju. Saya yakin kita akan mampu menjawab seluruh tantangan pembangunan ketahanan pangan di masa depan,” kata Syafi’i.

Ke depan mungkin saja NTB akan menghadapai tantangan yang lebih berat lagi dari sebelumnya. Mengingat masih adanya daerah rawan pangan, pola konsumsi pangan masyarakat yang belum beragam dan keamanan pangan yang menjadi perhatian penting.

“Penganekaragaman konsumsi pangan harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko berbagai macam penyakit akibat mengkonsumsi bahan pangan sumber karbohidrat yang monoton, seperti beras,” ungkapnya.

  1. Syafi’i mengharapkan agar menu makanan sehari-hari masyarakat hendaknya beragam, bergizi, seimbang dan aman untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga mendukung percepatan diversifikasi konsumsi pangan di NTB.

Acara yang digelar dalam rangka memperingati hari pangan sedunia ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi dalam upaya membangun ketahanan pangan di NTB.

“Saya juga meminta kepada semua yang hadir untuk lebih menggencarkan sosialisasi akan pentingnya penyediaan pangan secara mandiri di rumah-rumah. Khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini,” tuturnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang menjaga ketahanan pangan, mulai dari petani dan seluruh stakeholder yang terlibat atas perhatian besar untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan daerah.

“Jika setiap jengkal tanah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya tanaman yang produktif, maka ketahanan pangan di NTB semakin meningkat,” jelasnya.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang dijumpai usai kegiatan mengatakan, Provinsi NTB tidak memiliki kekurangan dalam hal pangan, namun yang kurang dari diri kita yaitu perlu melakukan diversifikasi pada pangan yang masyarakat konsumsi.

“Terlalu banyak bergantung pada beras atau nasi, secara kesehatan tidak baik. Semakin bervariasi makanan yang kita asup akan semakin baik efeknya bagi kesehatan kita,” jelasnya.

Selain itu, gerakan diversifikasi lanjutnya merupakan salah satu upaya dalam melakukan sosialisasi sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung pada nasi. Harusnya, masyaakat juga membiasakan mebudayakan dan memperbanyak alternatif pangan yang lain selain nasi tadi.

“Ini tentunya bukan perkara mudah karna kita akan mengubah kebiasaan, tapi saya pikir ini bisa dilakukan dengan kita memperbanyak informasi dan sosialisasi tentang pentingnya diversifikasi pangan hari ini,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Drs. Fathul Gani mengatakan, acara ini gencar dilakukan khususnya di Provinsi yang memiliki beras yang berlimpah.

“Diharapkan kita mulai saat ini dan seterusnya untuk mengkurangi makan nasi atau konsumsi beras dan mulai menkonsumsi pangan yang mengandung karbohidrat selain nasi”, ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Provinsi NTB, Perwakilan Rektor Universitas Mataram, serta civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

Rr/HmsNTB




Pasangan SALAM Meneladani Pahlawan Nasional, Berziarah ke Makam Almagfurullah

’21 Oktober 23 tahun lalu, Almagrufullah Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid wafat. 21 Oktober 2020 kemarin, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan datang berziarah ke makam ulama kharismatik yang juga Pahlawan Nasional dari NTB tersebut’

lombokjournal.com

MATARAM ;   MELEPAS alas kaki, dengan takzim Hj Putu Selly Andayani berjalan ke area makam Almagfurullah Maulana Syaikh. Dan selanjutnya adalah khidmat.

Di depan makam yang terletak dalam kompleks Musala Al Abror, Pondok Pesantren Darunahdhlatain Nahdlatul Wathan tersebut, Selly bersimpuh. Calon Wali Kota Mataram tersebut khusyuk dalam dzikir dan doa.

Ziarah digelar sederhana. Selly hanya membawa rombongan kecil dari Mataram. Didampingi Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH Abdul Manan beserta isteri tercintanya dan keluarga inti.

Turut serta Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram Hj Istiningsih dan Sekretaris DPC PDIP Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Ziarah tersebut dilakukan tepat pada haul ke-23 Maulana Syaikh. Pendiri Madarasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) tersebut wafat pada Selasa, 21 Oktober 1997.

Hari yang akan selalu dikenang mengingat kehilangan dan duka mendalam yang dialami umat Islam Bumi Gora kala itu.

Bagi Hajjah Selly, ziarah ke makam Almagfurullah memiliki arti yang teramat penting. Bukan lagi sebagai kewajiban insan yang masih hidup. Atau wujud dharma bakti generasi penerus pada pahlawan kusuma bangsa. Tapi lebih dari itu.

Selly mendapat banyak wejangan dari sang suami H Rachmat Hidayat. Betapa Almagfurullah telah begitu banyak memberi pada keluarga besar mereka.

Mendiang mertuanya, Guru Ramiah dan Ratnasih di Rumbuk, Sakra, Lombok Timur, begitu dekat dengan Almagfurullah.

“Sebagai ulama, doa beliau diijabah oleh Allah. Apa yang kami capai sebagai keluarga hari ini, adalah karena doa dan karomah Almagfurullah,” kata Selly usai menjalani ziarah.

Semasa hidupnya, dalam setiap perjumpaan dan silaturahmi keluarga, Almagfurullah selalu memanjatkan doa untuk pencapaian terbaik suaiminya dan keluarga.

Selly diberitahu, bagaimana Almagfurullah memegang kepala suaminya yang masih muda kala itu dan meniup ubun-ubunnya di setiap penghujung doa.

Publik Bumi Gora kini mencatat, betapa Rachmat Hidayat memiliki karir politik yang gemilang. Saat ini adalah periode ketiga politisi berambut perak tersebut duduk sebagai Anggota DPR RI setelah sebelumnya berkarir panjang di DPRD kabupaten dan provinsi.

Selly mengungkapkan, Almagfurullah adalah qudwah hasanah. Teladan kebaikan bagi dirinya, sang suami, dan seluruh keluarga besar.

“Almagfurullah adalah panutan kami,” katanya.

Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini tahu, bagaimana Almagfurullah menjadi mercusuar pengembangan pendidikan Islam dan pendidikan umat di NTB.

Tiada hendak menafikan peran serta para aulia dan ulama kharismatik Bumi Gora yang lain, Selly menekankan betapa kecemerlangan dan kegemilangan dunia pendidikan Islam di NTB saat ini, atas sumbangsih besar Almagfurullah.

Sejarah mencatat, ulama kharismatik yang lahir pada 5 Agustus 1898 di Bermi, Pancor tersebut, selain sebagai ulama dan pejuang, juga adalah pelopor pendidikan di Pulau Lombok. Almagfurullah adalah orang pertama di NTB yang memperkenalkan penggunaan kursi dan meja dalam belajar agama.

Sistem ini diterapkan pada lembaga pendidikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniah Islamiyah dan Madrasah Nadhlatul Banat Diniah Islamiyah yang didirikannya selepas kembali dari menimba ilmu di Makkah pada 1937 silam.

“Dan itu dilakukan beliau dalam intimidasi penjajah kolonial Belanda,” kata Selly.

Karena itu, bagi Selly, Almagfurullah adalah pejuang agama dan juga pejuang negara. Sebab, lembaga pendidikan yang didirikan Almagfurullah pada akhirnya lebih dari sekadar tempat belajar ilmu keagamaan.

Madrasah NWDI dan Madrasah NBDI yang didirikannya digunakan sebagai basis perlawanan terhadap penjajahan. Bahkan saat perang revolusi kemerdekaan, Almagfurullah bersama para guru menginisiasi pembentukan “Gerakan Al-Mujahidin”.

Sejarah mencatat, bersama gerakan-gerakan rakyat lain di Pulau Lombok, Al-Mujahidin berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan Soekarno-Hatta di Jakarta.

Almagfurullah memimpin penyerbuan tanksi militer milik NICA, Tentara Sekutu, di Selong pada 7 Juli 1946. Dalam peristiwa tersebut, TGH Muhammad Faisal Abdul Majid, adik kandung Almagfurullah gugur.

Kemarin, selepas ziarah dari makam Almagfurullah, Selly bersama TGH Abdul Manan dan rombongan kemudian berziarah dan melakukan tabur bunga pula ke makam TGH Muhammad Faisal di Makam Pahlawan Rinjani di Selong. Almarhum TGH Muhammad Faisal adalah pejuang pertama yang dimakamkan di Makam Pahlawan tersebut.

Ziarah ke Makam Orang Tua

Sementara itu, sebelum ziarah ke makam Almagfurullah Maulana Syaikh, Selly terlebih dahulu nyekar ke makam mendiang orang tua sang suami, Guru Ramiah dan Ratnasih, di kompleks pemakaman keluarga besar di Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.

Di kompleks pemakaman tersebut, Hajjah Selly berdzikir dan memanjatkan doa dengan khusyuk agar kedua orang tuanya dan seluruh keluarga yang telah berpulang mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Turut mendampingi ziarah ke makam keluarga ini para keluarga besar yang ada di Rumbukdan sejumlah Tuan Guru.

Sementara itu, bersama TGH Manan, selepas dari Makam Pahlawan Rinjani, rombongan Hj Selly juga melihat dari dekat Tugu Nasional yang ada di Selong. Tugu ini adalah tugu pahlawan.

Tugu tersebut kini berada di depan kompleks kediaman resmi Bupati Lombok Timur. Tadinya, tempat di mana tugu ini berada, adalah lokasi makam pahlawan di Lombok Timur sebelum kemudian dipindahkan ke Makam Pahlawan Rinjani di lokasi sekarang. Selepas dari sana, rombongan kemudian kembali ke Mataram.

Silaturahmi dengan TGB

Di lain sisi, kemarin, awak media juga menyampaikan pertanyaan menggelitik ke Hajjah Selly. Ini terkait langkah dirinya yang tidak terlihat bersilaturahmi ke TGB HM Zainul Majdi, seperti sejumlah kandidat yang akan maju dalam Pilkada Kota Mataram.

Selly menuturkan betapa hubungan dan kedekatan dengan Gubernur NTB dua periode tersebut masih terjalin sangat erat. Komunikasi juga terjalin dengan sangat baik. Bagi Selly, TGB adalah sosok yang dijunjung tinggi dan akan selalu ditempatkannya sebagai pemimpin dan panutan.

“Beliau akan selalu seperti itu. Karena buat saya, tidak ada istilah mantan pemimpin,” kata Selly.

Dia menegaskan, TGB saat ini adalah milik seluruh umat. Milik seluruh masyarakat Bumi Gora. Bahkan, saat ini cucu pahlawan nasional Almagfurullah Maulana Syaikh tersebut bukan hanya tokoh Bumi Gora. Melainkan sudah menjadi tokoh nasional menyusul kiprah dan sumbangsihnya untuk Indonesia.

Karena itu, Selly tidak ingin mengkoyak-koyakkan hal tersebut. Apalagi dengan datang bersilaturahmi lalu berharap-berharap mendulang insentif elektoral dari hal tersebut. Dirinya tak mau seperti itu.

Buat Selly, sebagai pemimpinnya di lingkup birokrasi Pemprov NTB, TGB tahu persis kapasitasnya. Hafal kemampuan dirinya. Mengenal persis bagaimana cara dirinya bekerja. Mulai dari perencanaan hingga mengeksekusi dan mengevaluasi program di lapangan.

Bahkan TGB pula yang pada masa jabatannya sebagai Gubernur NTB menunjuk dan melantik dirinya sebagai Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015. Sebuah kepercayaan yang kemudian bertekad dibalas Selly dengan bekerja sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat Kota Mataram.

Me




Pelatihan Takmir Program Mawar Emas, Pemprov Fokus Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

 Masyarakat diharapkan tidak lagi mengambil risiko berhubungan dengan rentenir

MATARAM.lombokjournal.com

Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) yang tengah digaungkan Pemerintah Provinsi NTB mendapat banyak pujian dan respon positif dari masyarakat.

Hingga saat ini, program yang turut menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah serta Permodalan Nasional Madani (PNM) berhasil menarik perhatian jemaah dan takmir masjid untuk terlibat memajukan perekonomian yang berpusat dari masjid.

Hari ini, Program Mawar Emas kembali menggelar pelatihan takmir yang kelima kalinya semenjak diluncurkan bulan Agustus 2020 lalu.

H. Lalu Syafi’i

Pelatihan ini dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM bertempat di Wisma Tambora Kantor BPSDM Provinsi NTB, Rabu, 21 Oktober 2020.

Syafi’i yang mewakili Gubernur NTB dalam sambutannya menyampaikan, Pemprov NTB terus fokus dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itulah, Program Mawar Emas hadir guna berkontribusi memberdayakan perekonomian masyarakat yang berpusat dari masjid.

Syafi’i juga menyinggung masyarakat yang masih mengandalkan rentenir dalam mencari modal usaha ataupun pinjaman. Dengan kehadiran Program Mawar Emas, diharapkan masyarakat tidak lagi mengambil risiko berhubungan dengan rentenir.

“Mawar Emas ini hadir guna membantu masyarakat agar tidak terjerat oleh rentenir lagi,” ujarnya.

Syafi’i kemudian mengajak masyarakat agar terus semangat dalam bekerja demi terciptanya masyarakat yang sejahtera. Pemberdayaan ekonomi berbasis masjid kemudian diharapkan dapat berkontribusi mewujudkan NTB Gemilang, khususnya misi NTB Sejahtera dan Mandiri.

“Inilah pesan Gubernur, yang menginginkan supaya masyarakat NTB ini sejahtera,” tutupnya.

Farid Faletehan

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan mengatakan jika kehadiran Program Mawar Emas kedepannya akan semakin mempermudah akses masyarakat ke lembaga-lembaga keuangan.

Dengan hal ini, pemahaman masyarakat terhadap lembaga keuangan akan lebih baik dan tentunya akan menghindarkan mereka terjerat dari intaian rentenir.

“Mawar Emas ini tujuannya untuk membantu masyarakat, khususnya jemaah masjid, untuk menjangkau takmir-takmir masjid di berbagai daerah,” terangnya.

Farid kemudian mengapresiasi semua pihak yang telah bersama-sama menyukseskan jalannya Program Mawar Emas.

Ia yakin, ke depan akan semakin banyak lembaga keuangan yang akan turut berkontribusi dalam membangun perekonomian masyarakat yang jauh lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa memberikan pembekalan bagi semuanya, bahwa takmir masjid ini fungsinya sangat penting,” pungkas Farid.

Hj. Baiq Mulianah

Sebelumnya, Ketua Masyarakat Ekomomi Syariah (MES) NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah dalam laporannya mengungkapkan bahwa Program Mawar Emas telah berhasil mendapat respon yang positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini, dengan angkatan kelima ini, ada sejumlah 100 Masjid yang dilatih MES dalam tiga bulan terakhir ini,”

Mulianah kemudian membeberkan alasan mengapa masjid menjadi tempat dimulainya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia percaya, tagline “Dari Masjid-Nya, Kita Makmurkan Bumi-Nya” yang didasari dari sebuah Hadits Qudsi ini akan menghadirkan semangat tersendiri bagi para takmir masjid.

“Spirit ini bahwa kita bergerak dari masjid, melakukan pemberdayaan masyarakat, membangun peradaban dan membangun ekonomi umat dari masjid,” jelasnya.

Mulianah juga berharap program ini akan memicu kemandirian masjid. Sehingga, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat-tempat pemberdayaan perekonomian umat Islam sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

“Dalam tiga hari ke depan, bersama-sama kita akan membedah kenapa mesti masjid sebagai pusat dan episentrum gerakan pemberdayaan umat ini,” lanjut Mulianah.

Mewakili Pengurus Wilayah MES, Ia juga turut berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB dan OJK, Bank NTB Syari’ah, PNM serta lembaga terkait lainnya.

“Mudah-mudahan masjid bisa menjadi epicentrum untuk pemberdayaan umat dan kita mulai dari masjid untuk pengembangan ekonomi umat,” harap Mulianah.

Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari, tanggal 21 sampai dengan 23 Oktober 2020.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S. Sos., MM yang juga selaku Sekjen MES NTB dan juga Perwakilan Bank NTB Syari’ah.

Rr/HmsNTB

 




Desa di Loteng Disinergikan Jadi 1000 Sapi Mulai November

Sekarang sudah mulai gerakan menanam pakan

MATARAM.lombokjournal.com

Lima Desa di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) masing-masing desa Pengengat, Sukadana, Teruwai, Bangket Parak, dan Desa Mertak,  disinergikan menjadi desa 1000 sapi. Kelima desa itu yakni.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan,NTB, dalam hal ini Lombok Tengah, sebagai penerima manfaat dari program 1000 sapi tengah menyiapkan persediaan kandang,pakan serta pengembangan hijauan pakan ternak (HTP).

“Pengadaan dari pusat tidak ada dari kita ,kita penerima  manfaat saat ini kita  dalam proses  persediaan ,persiapan kandang persiapan pengembngan HTP sekarang sedang bimtek juga,” ujar Hj Budi Septian, Selasa (20/10/20).

Budi menyebut  persiapan sudah dilakukan hingga 80 persen, sekarang sudah mulai gerakan menanam pakan,  ada pendampingan dari Uiversitas Mataram.

“insyaallah jika tendernya berjalan lancar November mungkin sudah bisa sapi tersebut didatangkan ke petani ternak,” terangnya.

Kandang milik kelompok dan di masing-masing desa per kelompok dikasih 200 Ekor sapi, masing-masing kelompok harus menyiapkan 40 Hektare ,untuk Hijauan pakan ternak (HTP), kandangnya kurang lebih 60 are .

Budi menyatakan sudah ada bahan baku yang disiapkan, makanya NTB terpilih dalam proses calon petani calon lahan (CPCL) nya ketat.

“Insyalah November, karena begitu sapinya  datang  tentunya pakannya harus siap jadi persyaratan utama untuk penerima program harus ketersediaan pakannya terjamin,” katanya.

Aya




SALAM Jilbab Hijau Luncurkan Bidan SALAM Menyapa di Kota Mataram

Bidan SALAM Menyapa akan dilakukan bergilir dan berpindah tempat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Masalah Kesehatan Ibu Hamil, Balita dan Anak di Kota Mataram di masa pandemi, menjadi atensi pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Pasangan yang lagunya mulai ngetren dan akrab didengar warga kota yakni Salam Dua Jari  dengan tagline  Jilbab Hijau meluncurkan program Bidan SALAM Menyapa di Kota Mataram.

Program ini bertujuan membantu pelayanan edukasi / konsultasi kesehatan dasar untuk ibu hamil, balita dan anak-anak. Bidan SALAM Menyapa  bagian dari kampanye Pilkada Sehat di masa pandemi saat ini.

“Bidan SALAM Menyapa ini bertujuan untuk mencegah stunting pada balita maupun anak-anak ,” ujar Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Senin (19/10/20 )

Menurutnya, program ini digagas setelah menyerap aspirasi selama turun ke lapangan dan menyapa masyarakat Kota Mataram.

Salah satu masalah peliknya terkait edukasi kesehatan ibu hamil, balita dan anak. Penyebabnya karena aktivitas Posyandu yang berhenti memberikan layanan kesehatan rutin akibat pandemi.

“Penghentian  kegiatan Posyandu selama masa Pandemi Covid-19 amat dirasakan oleh ibu hamil dan ibu yang memiliki anak Balita. Dengan tidak adanya kegiatan Posyandu para ibu-ibu tersebut tidak dapat melakukan konsultasi dan mengikuti penyuluhan terkait cara menjaga kandungan dan cara merawat anak balita,” urai Mantan Kadis Perdagangan NTB yang pernah menempuh pendidikan di Belanda ini.

Menurut Selly, melalui Bidan SALAM Menyapa, Jilbab Hijau ingin  berbagi kehidupan  ditengah-tengah warga kota , khususnya yang kurang mampu/ miskin guna memberikan konseling /edukasi penyuluhan cara menjaga kandungan dan merawat anak Balita agar kelak tumbuh menjadi Generasi Cemerlang.

“Kegiatan ini bentuk  kepedulian SALAM untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Mataram. Para bidan dan relawan SALAM turun ke lapangan, terutama di kantong-kantong yang sulit mengakses layanan kesehatan,” ujar Selly.

Atensi Bidan dan Ibu Hamil

Marliana,  seorang ibu muda dengan balita berusia 2,9 bulan  tahun mengaku sangat terbantu dengan program Bidan SALAM Menyapa. Ia merasa lebih nyaman ketika ada layanan konsultasi  dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.

“Dengan Bidan SALAM Menyapa ini tentu kami terutama ibu ibu yang punya balita sangat terbantu, ” katanya.

Senada Devi Fitri , Warga Lingkungan Taman Seruni Kelurahan Taman Sari Ampenan menyampaikan terima kasih atas penyuluhan kesehatan yang diadakan SALAM karena membantu mengetahui perkembangan anak yang dihadapi oleh ibu ibu hamil.

“Kami berharap kegiatan penyuluhan kesehatan ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dimasa pandemi ini,” pintanya.

Sementara itu Tim  Bidan Salam Menyapa, Yesvi Zulfiana,S.Tr.Keb.,M.Kes mengatakan  para relawan  Bidan SALAM Menyapa  yang turun memberikan layanan kesehatan gratis ini  rata- rata berpendidikan Strata II (S2).

Diakui oleh Yesvi dengan penutupan posyandu akibat pandemi para ibu balita mengalami kesulitan memantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya , terutama masalah pola makan balita yang sesuai gizi berimbang, konsultasi stimulasi perkembangan balita dan penyakit yang sering dialami balita.

“Bidan Salam Menyapa termasuk  mensosialisasikan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pola asuh anak, dan edukasi pencegahan Covid 19,” tutur Yesvi

Yesvi menambahkan,  kegiatannya bersama timnya  memberikan layanan edukasi dan konsultasi  kesehatan gratis ini didorong oleh keterpanggilan kemanusiaan  akibat pandemi  ketika posyandu tidak beroperasi.

“Bidan Salam Menyapa akan bergerak door to door untuk memberikan layanan edukasi kesehatan secara berkala,” imbuh bidan yang berparas cantik ini.

Layanan Edukasi Kesehatan Online dan Off Line Ala Jilbab Hijau

Imam Budi Gunawan, Koordinator Ambulance GuDek  menambahkan, Bidan SALAM Menyapa ini spiritnya adalah Jilbab Hijau ingin fokus memberikan kemudahan pelayanan edukasi ataupun konsultasi kesehatan baik secara online ataupun off line atau tatap muka.

ia menambahkan tiga tenaga medis dan bidan disiapkan Jilbab Hijau dalam setiap kegiatan menggunakan Ambulance SALAM ini.

Bidan SALAM Menyapa akan dilakukan bergilir dan berpindah tempat. Setiap kali layanan dilakukan, maka tim Task Force Ambulance SALAM lainnya akan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dan fogging di lingkungan setempat.

“Penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi pandemi corona, sedangkan fogging dilakukan karena saat ini kan mulai masuk pancaroba ke musim penghujan. Tujuannya agar jentik nyamuk tidak berkembang dan meminimalisir penyakit DBD, di kota Mataram” ujarnya.

Sementara beberapa Tim Task Force Ambulance SALAM yang lainnya akan mensosialisasikan protokol kesehatan sembari mereka membagikan masker gratis untuk masyarakat.

Pria yang akrab disapa Wawan ini mengungkapkan, program Guru, Dokter dan Psikiater Keliling (GuDek) yang diluncurkan beberapa bulan lalu juga untuk mendekatkan layanan edukasi bidang pendidikan dan kesehatan.

Program Bidan SALAM Menyapa semakin memperkuat dan menyasar kelompok rentan yang lebih luas.

Me




Pegawai Honorer Pemda dapat Bantuan Subsidi Upah

MATARAM.lombokjournal.com

Sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020, pegawai honorer yang ada di kementerian dan lembaga serta Pemerintah Daerah juga mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT senilai Rp600 per bulan selama empat bulan.

“Pegawai honorer atau non ASN yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan bergaji di bawah Rp5 juta, akan mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), untuk pekerja dan buruh formal,” ujar Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang NTB, Adventus Edison Souhuwat, Senin (19/10/20)

Adventus menyebut, Bantuan subsidi Upah (BSU) Khusus untuk Non ASN yang ada di Kota Mataram jumlahnya sekitar tiga ribuan. Di antaranya  dari Dinas PU, Kesbangpol, Dinas Tenaga Kerja dan Rumah Sakit Kota.

Sedangkan  untuk non ASN di kabupaten/kota lainnya, pihaknya mengaku belum melihat update data riil.

“Untuk di kabupten/kota kita belum lihat dara riilnya ya, tapi untuk bulan Juli-Oktober sudah banyak non ASN yang sudah mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek),” terangnya

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 51, salah satunya mengatur tentang kepesertaan Non ASN dengan harapan apabila BSU diperpanjang, dalam periode kwartal pertama  2021 bisa mensapatkan BSU.

“Mungkin yang didaftar sampai bulan Juni sampai Desember mudah mudahan datanya bisa dipakai untuk penerimaan BSU kwartal pertama,” katanya.

Dikatakan, secara  keseluruhan 55.755 orang untuk Non ASN di Provinsi, belum ada. Sejak bulan Agustus – September sudah mulai daftar seluruh  non ASN, dari sekitar 45 OPD yang mengajukan.

“Mudahan dalam waktu dekat, saat penyerahan saya ingin secara simbolis gubernur yang memberikan langsung kepada non ASN,” kata Edison Souhuwat.

Aya




Gubernur Bantu Alfarizi,  Bocah PengidapTumor Ganas

Alfarizi segera ditangani Rumah Sakit Provinsi

LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah merespon informasi yang berkaitan dengan masalah sosial dan kesehatan dari media sosial.

Kali ini, Muhammad Alfarizi (4) bocah pengidap tumor kepala,  yang berdoisili di Rt 04 Dusun Bongo Desa Batu Nyale Kecamatan Praya tengah Kabupaten Lombok Tengah, diberikan bantuan sosial (bansos) tanggap darurat dan Covid-19 dari Dari Dinas Sosial Provinsi NTB.

Selanjutnya  pelayanan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi untuk pemulihan anak tersebut.

“Pagi ini kami serahkan bantuan dana untuk pemeriksaan kesehatan, bantuan tanggap darurat dan paket sembako Covid-19 sebagai bantuan awal untuk kebutuhan keseharian anak dan keluarga. Berikut telah diintruksikan Direktur Rumah Sakit Provinsi untuk menangani lebih lanjut untuk pemeriksaan pemulihan penyakit anak tersebut,”  ungkap  Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos MH, yang menyampaikan amanat Gubernur NTB, Senin (19/10/20) pagi.

Menurut Khalik, Gubernur sangat merespon pengaduan kondisi masyarakat, tanpa melihat sekat kepulauan, suku, ras dan agama.  Terutama isu yang berkenaan dengan kondisi sosial , ekonomi dan kesehatan.

Belakangan, banyak isu di media sosial yang mencuat dan dipandang penting untuk ditindaklanjuti bagi setiap perangkat daerah/Instansi yang berkaitan langsung.

Termasuk informasi yang menyinggung kondisi Muhammad Alfarizi. Anak dari pasangan suami istri, Juriati dan Busari, asal Dusun Bongor Desa Batu Nyala Lombok Tengah yang tidak berdaya di tempat tidur.

Kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, kepala bocah laki-laki itu membesar karena mengidap tumor ganas yang menyerangnya sejak empat bulan terakhir.

Sejak Minggu (18/09) malam, tim Pilar Pilar Sosial di Dinas Sosial Provinsi telah dikerahkan, baik Tagana, TKSK, Sakti Peksos, Satgas P3S dan Pendamping Keluarga Harapan,  untuk sesegara mungkin melakukan asessment kondisi ekonomi dan kesehatan bocah.

Selanjutnya, Senin (19/10) pagi Tim kembali turun membawa bantuan Gubernur NTB, baik dana untuk pemeriksaan kesehatan, bantuan tanggap darurat dan paket sembako Covid-19.

Bantuan itu untuk kebetuhan keseharian keluarga, kebutuhan nutrisi anak dan biaya proses pemeriksaan kesehatan.

 

“Sesuai perintah Pak Gubernur kepada Kepala Dinas Sosial dan  Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Hamzi Fikri, agar Alfarizi segera ditangani oleh Rumah Sakit Provinsi, dipersilahkan kepada orang tua Alfarizi  meminta rujukan di Rumah Sakit Umum Praya. Agar kemudian bisa melakukan pengobatan di Rumah Sakit Provinsi. Disana akan ditangani langsung oleh direktur Rumah Sakit Provinsi melalui tim medisnya,” saran Khalik.

Tumor ganas di kepala Muhammad Alfarizi

Juriati (35) ibu kandung Muhammad Alfarizi, menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTB. Ia dan keluarga kaget dan terharu didatangi Dinas Sosial Provinsi dan tim asessment.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Juriati ditemani suami tercinta Busairi (36), mencurahkan isi hatinya dihadapan Kepala Dinas Sosial pagi itu.

Muhammad Alfarizi adalah putera kedua, kelahiran tahun 2017 lalu. Sejak lahir, bocah lucu itu kondisinya normal seperti anak lainnya. Hingga, empat tahun kemudian, tepatnya empat bulan lalu kondisi badannya lemas dan keadaan kian memburuk.

Awalnya dikira penyakit types, kemudian keluarga merasa khawatir dan beberapa kali dibawa ke fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Waktu terus berjalan, kepala anaknya kemudian berubah menjadi membesar.

“Karena keadaan sangat kritis, pernah mendapatkan diagnosa oleh petugas medias, bahwa anaknya diserang tumor di kepalanya,” tuturnya.

Ia lantas, terus berusaha untuk melakukan pemeriksaan mandiri saat itu. Karena bukan peserta BPJS gratis. Namun, lambat laun, keadaan ekonomi kian terguncang di masa Pandemi, kemudian pasrah di rumah saja sembari diupayakan pengobatan tradisional.

“Hari ini kami terharu, kedatangan bapak-ibu sekalian. Terimakasih Pak Gubernur dan Pak Kadis Sosial. Semoga anak saya segera mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut,” harapnya.

Saat kunjungan, Kepala Dinas Sosial Provinsi didampingi Jajaran Kabid dan Kasi Linjamsos berikut Pilar Sosial Tagana, TKSK, Sakti Peksos, Satgas P3S, Pendamping Sosial PKH.  Lainnya, seperti Kepala Desa, babinkantibmas Polres Lombok Tengah dan relawan sosial lainnya.

Rr/HmsNTB




Bertemu Dengan Umat Hindu, Gubernur Ajak Dewasa Berdemokrasi

Kedewasaan berdemokrasi sangat penting, karena itu rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama harus tetap dijunjung tinggi

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kali ini menyapa dan bercengkrama dengan  umat Hindu di Geria Batu Bolong Pagesangan Selatan Kota Mataram, Sabtu (17/10/20).

Bang Zul melanjutkan kebiasaannya bersilaturahim, salah satu cara menghilangkan sekat-sekat antara pemimpin dan masyarakatnya.

Berbincag dengan umat Hindu, Bang Zul mengajak bertukar pikiran terkait banyak hal, di antaranya penanganan pandemi Covid-19, hingga menyambut Pilkada serentak mendatang.

Menurutnya, dalam membangun daerah dibutuhkan peran dari semua pihak. Untuk itu, tali silaturahim haruslah tetap terjalin dengan baik.

“Kedatangan kami malam ini, mudah-mudahan mengobati kerinduan dan menautkan hati kita semua,” ucapnya.

Seperti biasa, dalam suasana Covid-19, Bang Zul mengajak seluruh elemen masyarakat kompak berjuang agar segera terbebas dari virus Corona. Masing-masing masyarakat harus mengambil perannya dalam mengingatkan akan bahaya pandemi Covid-19.

“Ini perlu pendekatan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, bahwa ini penyakit tidak harus ditakuti, kalau memang ada gejala segera periksakan diri, kalau positif segera isolasi diri di rumah,” jelasnya.

Selain itu, Bang Zul juga turut menyinggung Pilkada serentak yang akan segera berlangsung di sejumlah daerah di NTB. Ia minta masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan keamanan selama berlangsungnya pesta demokrasi tersebut.

“Boleh beda partai, boleh beda paslon, tapi tidak boleh karena perbedaan membuat ada aura permusuhan sesama kita,” pesannya.

Kedewasaan berdemokrasi sangat penting, karena itu rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama harus tetap dijunjung tinggi.

“Mari kita jaga ibukota provinsi kita tetap hangat dan penuh kekeluargaan, walaupun ada kontestasi demokrasi, kita sikapi dengan jernih, kepala dingin dan tetap teguhi senyuman terindah yang kita miliki kepada saudara-saudara kita,” ajak Bang Zul.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, I Gede MandIa, M.Si mengungkapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur yang dinilai selalu merangkul semua kalangan masyarakat NTB.

Dalam setiap kegiatan, Gubernur disebutnya selalu menyempatkan diri hadir di tengah masyarakatnya.

“Baru kami rasakan sosok Gubernur yang begitu dekat dengan kami,” ungkapnya.

Gede MandIa kemudian mengajak masyarakat agar tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan. Ia menyebut keberagaman yang ada harus menjadi penguat didalam menyukseskan pembangunan di NTB.

Turut pula mendampingi Gubernur dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan Kepala Pelaksana BPBD NTB.

Rr/HmsNTB