Samsat Kapal Perikanan Diresmikan di Pulau Sumbawa

Kehadiran  Samsat Perizinan Kapal untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat khususnya para nelayan

SUMBAWA.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan NTB mulai mengoperasikan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) perizinan kapal di Pulau Summbawa.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan samsat laut itu didampingi Pjs. Bupati Sumbawa, Kadis Kelautan dan Perikanan NTB, Kadis Peternakan, Kadis Perindustrian dan Plt Kadis Perkim Prov NTB bertempat, di Kantor Pelabuhan Perikanan Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Selasa (27/10/20)

Gubernur NTB yang populer disapa Bang Zul tersebut mengatakan, kehadiran Samsat Perizinan Kapal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat khususnya para nelayan.

Dengan keberadaan Samsat ini, Pemerintah Provinsi NTB ingin memudahkan, mendekatkan, dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

“Kemaslahatan serta kebaikan masyarakat harus kita utamakan bersama,” ujar Gubernur saat meluncurkan Samsat perizinan kapal.

Ke depan, Samsat perizinan kapal tersebut akan diresmikan di Kabupaten Bima.

Menurut Bang Zul, keberadaan Samsat Perizinan Kapal ini akan membuat sistem pendataan akan lebih baik.

“Saya yakin, keberadaan Samsat perizinan kapal ini akan mempermudah serta membantu nelayan,” jelas Bang Zul.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Yusron Hadi mengatakan, Samsat Perizinan Kapal merupakan implementasi Peraturan Gubernur NTB nomor 44 tahun 2020.

“Keberadaan Samsat ini merupakan solusi atas persoalan panjangnya proses pelayanan perizinan kapal nelayan. Jauhnya akses pelayanan bagi nelayan dan waktu yang lama dibutuhkan bagi nelayan untuk mendapatkan izin kapal, saat ini bisa terbantu dengan semakin dekatnya pelayanan di Samsat ini,” katanya.

Dijelaskannya, Samsat Perizinan Kapal ini memberikan layanan berupa pengurusan perizinan kapal baik skala kecil  di bawah 5 GT maupun kapal-kapal skala 5-30GT.

Selain itu juga Samsat ini memberikan layanan SIUP atau surat izin usaha perikanan, SIPI surat izin penangkapan ikan maupun SIKPI surat izin kapal pengangkut ikan.

“Kemanfaatan Samsat ini mempercepat dan mempermudah prosesing pengurusan berbagai perizinan dalam satu atap layanan yang diberikan baik oleh KSOP, KUPP, Dislutkan, dan DPMPTSP. Selama ini proses perizinannya harus di Mataram, membutuhkan waktu yang lama. Nah, sekarang cukup datang ke Samsat pendaftaran baru maupun perpanjangan izin saat itu juga sudah bisa diselesaikan,” jelas Yusron.

Yusron mengungkapkan, Samsat Perizinan Kapal ini baru pertama kali di Indonesia.

Dengan keberadaaan Samsat ini masalah pendataan kapal penangkap maupun pengangkut ikan, dan juga usaha perikanan akan makin terdata dengan baik.

“InsyaAllah, keberadaan Samsat perizinan kapal ini mendorong kesejahteraan nelayan,” tutup Yusron.

Rr/HmsNTB

 




Harga Bawang Naik, Di Kisaran Harga Rp 28 ribu

Kenaikan bukan dipicu Maulid nabi Muhammad SAW, melainkan karena musim panen yang telah berakhir sehingga persediannya menipis

MATARAM.lombokjournal.com

Persedian kian menipis, Harga bawang merah mulai mengalami kenaikan meskipun belum melonjak.

Pasalnya, musim panen bawang merah terlebih di Bima mulai berakhir. Bahkan pada Desember hingga Januari mendatang tidak ada bawang.

“Bawang merah Rp 28-30 ribu perkilo naik harganya dari sebelumnya bulan September kemarin. Apalagi bulan 12 sampai bulan 1 itu tidak ada bawang,” ujar Inak Zaenap, seorang pedagang bawang merah di Pasar Induk Mandalika,Pada (26/10/20).

Saat ini bawang merah sudah mulai mengalami kenaikan. Bahkan di antaranya ada yang dikirim ke pulau Jawa. Nantinya jika persedian semakin menipis maka harganya bisa mencapai Rp 35-50 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut sama seperti tahun lalu di  mana harga bawang merah cukup tinggi.

“Apalagi masuk bawang Jawa, harga bawang Bima bisa lebih mahal lagi. Tapi kalau sekarang belum ada masuk bawang Jawa,” Ujarnya

Ia menilai, naiknya harga bawang merah saat ini bukan  karena maulid nabi Muhammad SAW. Melainkan karena musim panen yang telah berakhir sehingga persediannya pun mulai menipis.

“Panennya sudah tidak, sekarang orang (petani) lagi nunggu musim tanam,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Nunung,  harga bawang merah saat ini mulai naik berkisaran di harga Rp 28 ribu.

Terjadi kenaikan tersebut sejak satu bulan lalu, sebelumnya sempat turun namun kembali naik. Kendati demikia untuk persedian masih terbilang cukup.

“Bawang merah sekarang persediaan biasa saja.  Tapi nanti Bulan 12-1 itu tidak ada bawang, apalagi bulan 3 juga tidak ada.  Mungkin bulan 12 baru masuk bawang Jawa,” ujarnya.

Ia mengatakan, bawang merah suplaynya memang kebanyakan dari Bima. Namun jika kondisi barang tidak ada, maka bawang dari Jawa akan masuk untuk menekan tingginya harga bawang merah.

Kendati demikian, memasuki masa maulid nabi permintaan akan bumbu-bumbuan justru sepi .

“Sehari bisa laku cuma Rp 300 ribu, kalau tidak ada ya tidak ada. Karena corona sepi tidak ada yang lewat sini,” tuturnya.

Menurutnya, sejak terjadinya wabah virus corona membuat penjualannya menurun. Ditambah dengan kondisi permintaan yang ikut menurun.

Padahal, jika memasuki hari besar keagamaan akan banyak permintaan karena banyak digunakan.

“Biasanya ramai permintaan kalau maulid, tapi tahun ini sepi sekali,” pungkasnya

Aya




Aisyah, Anak Yatim Piatu Pengidap Tumor Dijenguk Gubernur

Bang Zul minta kepada seluruh pihak untuk membantu segala keperluan Aisyah

TALIWANG.lombokjournal.com

Aisyah (5 th). seorang anak yatim piatu, sejak dua tahun lalu mengidap penyakit tumor. Kini ia sudah empat hari terbaring lemas di RSUD Asy-Syifa, Taliwang, KSB.

Kedua orang tua Aisyaha telah wafat sejak ia berusia satu tahun. Sehari-hari, Aisyah tinggal dan dijaga oleh neneknya.

Uluran tangan, serta do’a dari masyarakat terus mengalir kepada Aisyah. Salah satunya dari Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah.

Di tengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan, Gubernur datang mendo’akan serta memberikan bantuan kepada Aisyah.

“Kita do’akan adik kita Aisyah cepat diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” ungkap Gubernur saat menjenguk Aisyah di rumah sakit, Minggu (25/10/20).

Secara khusus, Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut meminta kepada seluruh pihak untuk membantu segala keperluan Aisyah.

Dengan harapan, Aisyah bisa secepatnya sembuh dan bisa kembali belajar dan bermain layaknya anak-anak pada umumnya.

“Mari kita bantu bersama, InsyaAllah adik kita Aisyah cepat sembuh dan bisa bermain kembali,” harap bang Zul.

Nenek Aisyah yang sejak lama merawatnya merasa bersyukur dengan kedatangan orang nomor satu di provinsi NTB tersebut.

Menurutnya, kedatangan Gubernur menjadi bukti kehadiran pemerintah kepada masyarakat, terutama kepada cucunya yang sudah lama terserang penyakit.

“Ya bersyukur, kami diperhatikan,” ungkap Nenek Aisyah yang saat ini berusia 73 tahun.

Nenek Aisyah berharap, cucunya diberikan pelayanan yang terbaik serta mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang juga membantu cucunya tersebut.

“Alhamdulilah banyak yang bantu, syukur sekali rasanya,” ungkapnya penuh haru.

Rr/HmsNTB




Gubernur Pentingkan Modal Sosial, untuk Mengakselerasi Program Pembangunan

Pemimpin dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak ke arah bersatu padu, bahu-membahu mewujudkan visi daerah

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah aktif menyapa masyarakat, untuk membangun kebersamaan, menciptakan keteduhan, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara berbagai elemen masyarakat.

Modal  pembangunan bukan melulu dalam bentuk dana, yang jauh lebih penting adalah modal sosial. Bagaimana persatuan, rasa saling percaya, dan gotong royong semua elemen dikoordinasikan untuk mengakselerasi program pembangunan.

Hal itu selalu ditekannkan Bang Zul, tentang pentingnya silaturrahmi.

“Silaturrahim harus tetap kita jaga, semua pihak harus dirangkul, digalang persatuan, ciptakan keteduhan, dalam mewujudkan NTB Gemilang,” ungkap Bang Zul, saat silaturrahim bersama masyarakat Poto Tano, Minggu (25/10/20).

Bagi Bang Zul, pemimpin dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak ke arah yang sama, bersatu padu, bahu-membahu dalam mewujudkan visi daerah. Dengan cara itu, segala program pemerintah serta aspirasi masyarakat mampu dijalankan dengan baik.

“Kita sedang menghadapi tantangan kebinekaan dan ancaman perpecahan. Memperkuat silaturrahim menjadi solusi untuk menjaga kekompakan, kedamaian dan keakraban di tengah kebinekaan,” tegasnya.

Salah seorang masyarakat Poto Tano, Badaruddin, mengaku senang dan bisa jumpa kembali dengan Gubernur NTB.

Ia mengaku, tradisi silaturrahim yang dilakukan orang nomor satu di provinsi NTB tersebut membuatnya kagum serta menjadi ruang kesempatan untuk menyampaikan seluruh aspirasi.

“Tidak hanya silaturrahim, kita bisa berdialog sekaligus menyampaikan kondisi masyarakat,” ungkap pria berusia 42 tahun tersebut.

Kepada Gubernur, ia berharap silaturrahim yang telah dilakukan tersebut konsisten dilakukan di seluruh kalangan masyarakat. Badar meminta, dalam kondisi apa pun, silaturrahim harus tetap dilakukan secara merata.

“Pak Gubernur mengajarkan kami tentang makna hidup, dari beliau saya belajar banyak, terutama dalam menjaga persaudaraan,” tambah pria tiga anak tersebut.

Rr/HmsNTB




Menghentikan Kerusakan Hutan, Kesepakatan Forkopimda NTB

Seluas 53 persen dari keseluruhan  luas NTB merupakan kawasan hutan yang rusak

MATARAM.lombokjournal.com

Forkopimda NTB kompak menyuarakan komitmen untuk menghentikan laju kerusakan hutan di Nusa Teggara Barat (NTB).

Kesepakatan Forkopimda NTB itu terungkap setelah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait dengan perkembangan, perlindungan dan pengamanan hutan serta kondisi hutan di Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Kota Mataram, Sabtu (24/10/20) malam

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc. menyampaikan, pembalakan liar yang terjadi semakin masif, dibutuhkan sinergi semua stakeholder untuk menghilangkan pembalakan hutan di NTB.

Faktanya, sudah banyak hutan yang hilang dan sumber air menjadi berkurang.

“Kami juga melihat banyak dari masyarakat membuka lahan dengan membakar hutan dan ini sangat disayangkan, ketika kami menggunakan heli melihat hutan yang banyak dibakar,” ungkap Bang Zul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, BScF. M.Si, mengatakan, kawasan hutan di NTB seluas 53 persen dari keseluruhan  luas NTB merupakan kawasan hutan yang rusak.

Ini  akibat pembalakan dan kebakaran hutan yang mencapai 360.000 hektar sampai Oktober 2020.

“Kerusakan hutan terdiri dari illegal logging, peladangan hutan, penggarapan hutan adat, pembuatan pemukiman dan lain-lain,” paparnya.

Pemetaan kawasan hutan

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menyampaikan, perlu dilaksanakan apel gelar Muspida tentang saling menjaga hutan.

Selain itu perlu dilakukan pemetaan terhadap kawasan hutan yang digelar dengan peta topografi tentang kawasan yang boleh dan tidak boleh dimanfaatkan oleh masyarakat. Misalnya, untuk menanam jagung, serta penerapan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.

“Kita proses oknum-oknum yang ikut serta dalam pembalakan liar, dan kita juga harus mempedomani peta-peta yang boleh ditanam jagung dan mana yang tidak boleh ditanam jagung,” pungkas Danrem.

Demikian juga Wakapolda NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengatakan hal sama. Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto dan peserta rapat lainnya menyampaikan, perlu segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah kerusakan hutan yang berkelanjutan di NTB.

Serta membentuk Tim terpadu yang terkoordinasi melibatkan seluruh stakeholder agar dalam pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan baik dan lancar.

Dari pembahasan dalam rapat tersebut diperoleh beberapa kesimpulan penting, yang disampaikan oleh Gubernur NTB.  Pertama, melarang kayu keluar dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok untuk  pengiriman kayu terutama illegal logging.

Kedua, menugaskan Dinas LHK untuk membuat peta wilayah mana yang boleh dan tidak boleh ditanami jagung untuk menghindari penjarahan hutan yang berkelanjutan. Ketiga, Tim Gugus Tugas Kehutanan dan Illegal Logging diperkuat dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, organisasi pemuda dan lainnya.

Keempat, segera meminta masukan yang sistemik dan komprehensif dari para ahli dan aktivis lingkungan agar NTB dihijaukan kembali sehingga hutan kembali asri dan lestari.

Hadir mengikuti Rakor tersebut Dir Intel Polda NTB Kombes Pol Drs. Rahayu Irianto, Danlanud ZAM Kolonel Pnb Andry Gandhi, Sekda NTB Drs. Lalu Gita Aryadi, M.Si., Kasiintel Kasrem 162/WB Kolonel Inf Setiya Asmara, S.IP, Kasi Gakkum Dinas LHK Hastan Wirya, SH.

Rr/HmsNTB




Sembalun Seven Summits, Diresmikan Gubernur untuk Rayakan Hari Sumpah Pemuda

Sembalun Seven Summits yang diinisiasi oleh pemuda Sembalun ini diapresiasi Gubernur

LOTIM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB resmikan Sembalun Seven Summits guna gelorakan semangat kaum muda dalam menaklukkan 7 bukit tertinggi di Sembalun.

Sembalun Seven Summits diresmikan sebagai Perayaan Sumpah Pemuda, merupakan salah satu upaya dalam membangkitkan perekonomian masyarakat Sembalun di tengah pandemi.

Menurut Gubernur, momentum ‘Sembalun Seven Summit’ ini erat kaitannya dengan Pemuda. Dan sejarah peradaban manusia membuktikan peran pemuda.

“Semua inisiasi sebuah movement tidak akan bergerak, kalau tidak dilakukan oleh pemuda dan saya kira momentum pemuda hari ini luar biasa,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Ia mengatakannya saat memberikan sambutan perayaan Hari Sumpah Pemuda, Minggu (25/10/20) di Rest Area Sembalun, Lotim.

Sembalun Seven Summits yang diinisiasi oleh pemuda Sembalun ini mendapat apresiasi oleh Gubernur.

Gubernur berpesan agar gerakan ini juga dapat diikuti dengan sepenuh hati, sehingga dalam diri akan tumbuh rasa ketentraman.

“Saya kira kalau kita naik, kita akan lihat bulan, kita lihat bintang, kita lihat matahari. Semakin tinggi kita naik, menjelajahi, maka semakin dalam kita akan menjelajahi jiwa dan perasaan kita sendiri karena itu, selamat pada pencanangan acara ini, mudah-mudahan bisa bersinergi,” ungkap Gubernur Zul saatt meresmikan secara langsung Sembalun Seven Summits.

Ia berharap kegiatan ini  mendatangkan keberkahan buat daerah serta membantu ekonomi masyarakat.

“Dan membahagiakan kita semua. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim acara ini kita luncurkan, mudah-mudahan sukses di kemudian hari,” kata Gubernur.

Tantangan menaklukkan 7 gunung

Di sela acara, Plt. Kadispora NTB, Drs. H. Surya Bahari menjelaskan, meski pandemi Covid-19 masih terasa, tapi sebagai seorang pemuda dalam meniti masa depan harus tetap optimis.

Dikatakan, puncak acara Hari Sumpah Pemuda dilaksanakan di Sembalun yang dirangkai dengan kegiatan launcing Sembalun seven Summits.

“Konsep ini adalah konsep pertama di Indonesia yang bernuansa wisata petualangan, pendakian gunung berupa tantangan menaklukkan 7 gunung di kawasan Sembalun Lombok Timur,” ujarnya.

Melalui peringatan Sumpah Pemuda ini, menjadi titik balik untuk kembali mengejar peran pemuda untuk membangkitkan gairah dan semangat masyarakat untuk kembali beraktivitas, bekerja dan berwirausaha serta mengabdi meski di situasi pandemi seperti saat ini.

“NTB saat ini sangat membutuhkan karya-karya kreatif dan terbaik hasil olahan pikiran, rasa karsa pemuda-pemudanya, hasil karya-karya asli putra putri kita dalam berwirausaha, inilah yang nantinya  akan memperkuat daya saing daerah kita di kancah nasional, maupun internasional,” tuturnya.

Pada bidang kepemudaan, misi NTB sejahtera dan mandiri, dituangkan dalam program upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecukupan hidup pemuda. Khususnya industri olahraga dan industri kreatif, untuk mendukung event MotoGP yang akan dilaksanakan tahun 2021 mendatang.

“Kami menjadi pencetak wirausaha muda yang terstruktur, sistematis dan masif, menuju iklim kewirausahaan yang kondusif, dapat kami wujudkan mulai detik ini. Mari mulai saat ini kita berkontribusi menghasilkan karya-karya terbaik hasil olah pikiran dan jiwa kita,” ujarnya.

DIharapKn, semangat para pemuda 92 tahun yang lalu, harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia untuk bangsa dan tanah air tercinta.

“Keberhasilan pemuda terdahulu menyatukan hati dan fikiran bangsa indonesia terus harus oleh para pemuda Indonesia dengan meyakinkan harapan akan masa depan kita yang lebih baik dan lebih gemilang,” tutupnya.

Giat tersebut juga turut dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, Wakil Bupati Lombok Timur, Forkopimda Prov. NTB, Sekda Prov. NTB, Asisten I Prov. NTB, Dispar Prov. NTB, Dinas LHK dan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Rr/HmsNTB




SALAM Dorong Mataram Green City, Hidupkan Kembali Gerakan Apotik Hidup

Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, manfaat empon-empon dan herbal dari tanaman apotik hidup juga bisa bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh

lombokjournal.com —

MATARAM — Green City dengan konsep back to nature banyak dikembangkan di sejumlah kota besar dan maju.

Gaya hidup green life  atau kembali ke konsumsi yang alami juga menjadi bagian tak terpisah dalam konsep perkotaan ramah lingkungan.

Tanpa kesadaran bersama dan partisipasi masyarakat secara luas, konsep green city hanya akan menjadi konsep yang dibicarakan. Bakal sulit menjelma menjadi kenyataan yang bisa dirasakan, termasuk di Kota Mataram.

Untuk mendorong semangat bersama dan partisipasi masyarakat, pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2 , Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) menggagas Gerakan Apotik Hidup.

Dimulai dengan menanam tumbuhan berkhasiat obat-obatan di pekarangan/ halaman rumah,  aktivitas Apotik Hidup juga memberi income bagi menyokong ketahanan ekonomi dan kesehatan keluarga maupun  masyarakat setempat.

Calon Walikota Mataram yang familiar dengan sebutan Jilbab Hijau ini mengatakan, Apotik Hidup bisa menjadi wahana kegiatan produktif terutama bagi ibu-ibu di Kota Mataram untuk mengurangi pengeluaran domestik rumah tangga, khususnya terkait permasalahan kesehatan keluarga.

“Selain memberi kesan hijau dan asri, apotik hidup di pekarangan rumah juga punya nilai ekonomis, dan bisa dimanfaatkan fungsi herbalnya untuk kesehatan. Aktivitas berkebun ini juga baik untuk olahraga ringan,” kata Hj Putu Selly Andayani, Minggu (25/10/20).

Gerakan partisipasi Apotik Hidup pernah menjadi gerakan nasional melalui perkumpulan PKK di era 1980-1990an silam.

Apotik hidup adalah kegiatan memanfaatkan sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari maupun tindakan darurat  untuk mengatasi sakit ringan.

Umum diketahui, bahwa banyak obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Obat tradisional umumnya lebih aman karena bersifat alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obat kimia buatan pabrik.

Apotik Hidup dan Gaya Hidup Green Life

Saat ini gaya hidup green life kembali menjadi trend kekinian. Banyak orang di perkotaan lebih senang mengkonsumsi obat-obat tradisional dan herbal. Karena diyakini tanaman obat herbal secara jangka panjang tidak memilki effect samping bagi kesehatan tubuh.  Harganya pun seringkali lebih mahal ketimbang obat kimia atau non herbal.

Selly mengatakan, gerakan partisipasi Apotik Hidup digagas SALAM untuk meningkatkan awarness masyarakat Mataram tentang pentingnya green city. Konsep ini sudah dilakukan SALAM di beberapa kelompok di sejumlah lingkungan di Kota Mataram.

“Kita ajak ibu-ibu rumah tangga untuk beraktivitas positif dengan apotik hijau ini. Ada kegiatan yang menyenangkan tentu membuat pikiran juga refresh, daripada menghabiskan waktu hanya untuk gadget dan medsos,” tandas Selly yang halaman rumahnya ditanami aneka jenis tanaman obat.

Menurut Jilbab Hijau, musim pancaroba pergantian kemarau ke penghujan saat ini banyak berpengaruh pada kesehatan dan imunitas tubuh masyarakat.

Rentan masuk angin dan cepat lelah menjadi banyak keluhan, termasuk anak-anak yang rewel dan kurang enak badan. Jika saja ada apotik hidup di rumah sendiri, tentu masalah kesehatan ringan seperti itu dapat diatasi sendiri.

“Misalnya kita butuh wedang jahe untuk penghangat, tinggal ambil di pekarangan,” katanya

Dikatakan, dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, manfaat empon-empon dan herbal dari tanaman apotik hidup juga bisa bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh.

Dari sisi ekonomis, rumah tangga dengan apotik hidup juga bisa menghasilkan. Karena hasil tanaman apotik hidup bisa juga dipasarkan di skala lingkungan sekitar.

Hj Selly mengungkapkan, sejumlah jenis tanaman herbal yang bisa ditanam untuk apotik hidup. Antara lain Lidah Buaya atau aloevera yang sudah lama dikenal sebagai tanaman penyubur rambut. Manfaat lainnya adalah dapat meredakan batuk.

Kemudian Lengkuas. Selain sebagai bumbu dapur, lengkuas dapat menyembuhkan panu pada kulit. Temulawak yang bermanfaat mengatasi penyakit kuning. Jinten, yang daunnya bisa digunakan penurun panas dan melancarkan ASI bagi ibu yang sedang menyusui.

“Jahe, dapat digunakan untuk menyembuhkan batuk dan rematik karena menghasilkan rasa hangat. Kumis kucing dapat digunakan untuk meredakan sakit pinggang. Demikian juga manfaat seledri yang tak kalah pentingnya buat kesehatan.  Dan masih banyak lagi,” ulas Jilbab Hijau

Kadis Perdagangan NTB ini kemudian menuturkan, pemanfaatkan lahan sempit untuk Apotik Hidup agar tumbuh  tanaman-tanaman berkhasiat obat-obatan mudah  dan praktis. Cukup ditata dengan tanaman menggunakan polybag dan pot tanah liat.

“Apalagi jika susunan dan penataan tanaman apotik hidup tersebut dikombinasikan ddengan tanaman hias akan menambah keindahan pekarangan,” ujarnya

Peran Apotik Hidup dalam ketahanan Pangan dan Kesehatan Keluarga

Selly mengatakan,  SALAM akan senantiasa  memikirkan pembangunan Kota Mataram dari hal yang terkecil sekali pun. Termasuk soal memotivasi masyarakat untuk mulai memanfaatkan pekarangan untuk apotik hidup.

“Saya rasa gerakan apotik hidup ini masih konstektual dalam memotivasi masyarakat untuk kembali memanfaatkan herbal,” imbuhnya.

Selly menambahkan, kaum ibu di Kota Mataram jangan sia-siakan lahan atau pekarangan tidak terpakai. Harus dimanfaatkan agar produktif untuk menambah income.

Tidak hanya dengan berbagai tanamanan hias atau berbagai jenis bunga dan pohon buah, tetapi juga dapat membuat taman menjadi apotek hidup yang akan berguna untuk ketahanan pangan maupun kesehatan seluruh keluarga.

“Bayangkan, bila di dalam pekarangan tersedia tanaman obat yang dapat digunakan apabila salah satu anggota keluarga sedang sakit. Tentu hal menyenangkan. Kita tinggal mengambilnya kapan saja, bahkan malam hari sekalipun. Tidak perlu mengeluarkan uang dan terjamin kesegarannya karena langsung dipetik dari tanamannya,” tandasnya.

Tanaman obat tidak kalah cantiknya dengan tanaman hias. Dapat pula menanamnya diantara tanaman hias atau bunga-bunga yang ada. Selain itu tanaman obat umumnya lebih kuat menghadapi berbagai penyakit tanaman karena memiliki kandungan zat alami  untuk mengatasinya, sehingga tidak perlu memberikan pestisida.

Yang terpenting, tambah Selly, dengan memanfaatkan pekarangan sebagai apotik hidup masyarakat bisa turut berpartisipasi untuk ikut menghijaukan Kota Mataram dari rumah sendiri.

“Goal besarnya tentu pola hidup sehat, gaya hidup green life yang akhirnya mendukung konsep green city di Kota Mataram yang berkah dan cemerlang ke depan,” Tukas Selly Andayani.

Me




Bang Zul Harapkan Anak Muda Tumbuh di Lingkungan yang Baik

Anak-anak NTB didorong kuliah di luar negeri, agar menyadari betapa luasnya dunia, berapa jauhnya tertinggal, dan betapa banyaknya potensi yang kita miliki

MATARAM.lombokjournal.com

Meski memiliki talenta yang baik tapi jika tumbuh di lingkungan yang kurang baik, maka lambat laun talenta tersebut akan mati.

Anak muda NTB diharapkan dapat dipupuk dan tumbuh di lingkungan yang baik agar mampu berkembang dan memiliki potensi yang luar biasa.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu, saat menjadi narasumber pada program “Sabtu Untuk Semua” yang digelar secara virtual oleh Yayasan Pemberdayaan Nathan Indonesia (YPNI),  Sabtu (24/10/20)

Program tersebut mengangkat tema “Menyiapkan Masa Depan Anak Muda NTB”. Nathan Indonesiaadalah tempat berkumpulnya anak-anak muda untuk diberikan pelatihan tentang kepemimpinan dan pengembangan diri.

“Kita carikan lingkungan yang baik supaya bisa tumbuh dan dipupuk sebagaimana manusia agar bisa memiliki kesempatan kuliah dan kerja di luar negeri,” kata Gubernur.

Anak muda masa lalu dan masa yang akan datang, memiliki substansi yang sama, walaupun memiliki tantangan yang berbeda.

Menurut Gubernur, apa yang telah dilakukan oleh YPNI ini memberikan inspirasi dengan pengalaman yang telah dijalani, serta pendidikan dan sudut pandang yang berbeda.

“Mudah-mudahan potensi yang luar biasa di NTB ini bisa dididik untuk kemudian kita alirkan pada aliran yang dapat berkontribusi untuk NTB, Indonesia bahkan dunia,” tutur Bang Zul..

Lebih lanjut dikatakan, orang yang memiliki kemampuan di NTB sangat banyak. Anak muda NTB diminta untuk tidak takut bersaing. Karena sudah saatnya NTB menularkan satu cara berpikir untuk saling menjunjung win win situation.

“Lebih banyak anak muda yang kita berikan semangat dan inspirasi untuk kemudian lebih banyak orang yang hebat di kemudian hari berasal dari NTB, sehingga dengan sendirinya menularkan efek positif untuk daerah,” ujar Bang Zul.

Bang Zul sangat mendorong anak-anak NTB untuk kuliah di luar negeri, agar menyadari betapa luasnya dunia, berapa jauhnya tertinggal, dan betapa banyaknya potensi yang kita miliki.

“Era semakin terbuka dan akses kemana pun terbuka. Dengan ini kepemimpinan harus dimaknai lebih luas, bukan hanya pemimpin yang terlibat dalam bidang politik tetapi juga pemimpin di dunia bisnis,” kata Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Hj. Niken Apresiasi Pelaksanaan Kemah Dakwah Immawati

Dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih banyak berkontribusi membantu masyarakat untuk memberikan solusi-solusi atas masalah yang terjadi di masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah  menjadi keynote speaker kegiatan Kemah Dakwah Immawati di Universitas Muhammadiyah Mataram, Jumat (23/10/20).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menanamkan Nilai Tri Kompetensi Dasar Ikatan dalam Mewujudkan Immawati yang Mandiri, Loyal dan Berkemajuan”.

Hj. Niken mengapresiasi kegiatan Kemah Dakwah ini karena merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia terutama dari kalangan mahasiswi.

Pada masa pandemi ini sangat membutuhkan SDM yang mampu bertahan dan memberikan solusi atas apa yang terjadi serta dapat meningkatkan kualitasnya dari berbagai sisi seperti iman, ilmu dan amalnya.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para mahasiswi para Immawati untuk banyak belajar menerima ilmu dari senior-senior dari para tokoh-tokoh agar mereka bisa mendapatkan bekal yang baik,” jelasnya.

Hj. Niken mendukung para Immawati agar dapat memperbesar kapasitas diri belajar melaksankan tugas-tugas, dan belajar tentang tenggang rasa.

“Kita sedang memperbesar kapasitas diri kita, saya selalu mendukung semua ananda, anak-anak muda yang ingin belajar setinggi-tingginya,” tutur Hj. Niken.

Ia berharap dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih banyak berkontribusi membantu masyarakat untuk memberikan solusi-solusi atas masalah yang terjadi di masyarakat.

“Tentu saja harapan saya kegiatan kemah dakwah ini bisa dilanjutkan lagi dengan kegiatan-kegiatan amal sholeh yang bermanfaat bagi masyarakat karena mahasiswa adalah harapan masyarakat untuk bisa membantu mereka memberikan solusi-solusi atas masalah mereka,” tutur Hj. Niken.

Ketua Bidang Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berharap, Immawati sebagai kader perempuan dan penguat jati diri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Pembinaan Moral dapat tertanam dalam diri setiap anggotanya.

“Karena memang pada dasarnya, kita harapkan tertanamnya 3 nilai yang ada di dalam Immawati seperti intelektualitasnya, religiulitasnya dan humanitasnya,” tuturnya.

Hal tersebut demi terwujudnya organisasi Islam yang berakhlak mulia. Oleh karena itu, 3 hal tersebut harus ada dalam diri Immawati.

“Sebab ilmu tanpa agama itu buta dan agama tanpa ilmu itu pincang. Sebaik-baiknya manusia itu adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” serunya.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kota Mataram mengatakan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan terus maju dan berkembang ke depan untuk melahirkan kader-kader yang potensial untuk melanjutkan estafet keberlanjutan Muhammadiyah.

“Terima kasih banyak telah memberikan kesempatan dan membangun satu frekuensi yang sama untuk NTB yang berkemajuan,” katanya.

Rr/HmsNTB




Buka Kegiatan Literasi Media,  Plt Asisten III KLU: Media Digital Berikan Edukasi pada Masyarakat

Media menyampaikan informasi tentang penanganan Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTB menggelar acara kegiatan literasi media dengan tema “Bijak Bermedia di Era Kenormalan Baru”, di Tanjung Lombok Utara, Kamis (22/10/20), yang diikuti pengelola radio, kaum milenial, mahasiswa dan undangan lainnya.

Kegiatan itu dibuka oleh Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni MSi, didampingi Ketua KPID NT,B Yusron Saudi ST MPd, menghadirkan narasumber Wakil Ketua KPID NTB Andayani SE MM,  Komisioner KPID NTB, Sadhan SPd.

Evi Winarni MSi

Plt Asisten III Setda KLU Evi Winarni MSi mengatakan, melalui media digital dapat memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat. Agar di era pandemi tidak menjadi lemah, tetapi harus tetap berkarya dengan inovasi.

“Semoga acara ini sesuai dengan tujuannya, bagaimana menyaring informasi di media, memberikan informasi yang baik dan bermanfaat,” harapnya.

Dikatakannya, keberadaan media membantu situasi saat ini seperti di KLU. Menyampaikan informasi tentang penanganan Covid-19, harus disampaikan rilisnya kepada masyarakat.

Jika tidak ada media maka masyarakat tidak tahu. Lanjutnya, bagaimana menginformasikan kepada masyarakat secara reguler.

“Adanya intensitas media meliput dan menginformasikan, masyarakat bisa membedakan mana hoaks, mana informasi benar yang harus disampaikan ke publik atau kemudian informasi yang harus segera dilanjutkan ke masyarakat, mengenai regulasi dan lain-lain yang bermanfaat,” imbuhnya.

Diharapkan melalui ajang ini, bisa lebih kreatif, dan inovatif untuk ke depan ada pembentukan lembaga-lembaga penyiaran nantinya, sesuai aturan yang berlaku, tuturnya.

Plt Asisten yang juga Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan itu menyatakan, media dapat mempromosikan pariwisata, ritual adat, bahasa daerah termasuk hasil-hasil pertanian produktif yang bisa dijual ke daerah lain.

Ketua KPID Provinsi NTB Yusron Saudi ST MPd mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian Program Literasi Media dan Penyiaran Publik. Kegiatan yang dilakukan hampir pada seluruh kabupaten/kota di NTB.

Disampaikannya, bencana alam maupun non alam biasanya dibarengi dengan bencana informasi sehingga KPID merasa penting mengambil bagian, bagaimana mengurangi bencana informasi ini.

“KPID mengawasi seluruh radio dan televisi di NTB yang jumlahnya mencapai 67. Ada televisi nasional, Lembaga Penyiaran Publik, (LPP). KLU termasuk yang kita dorong untuk memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal, sudah beberapa kali Bagian Humas dan Protokol, konsultasi termasuk mendorong adanya regulasi perda,” tuturnya.

Dikatakannya, lembaga penyiaran swasta yang ada di KLU adalah Silver FM, sedangkan televisinya belum ada.

Kaum muda perlu produktif dan inovatif dalam membantu masyarakat dengan keberadaan lembaga penyiaran publik. Menuju penyiaran digital, yang membuka peluang dan usaha baru bagi milenial muda untuk lebih inovatif.

Usai foto bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para narasumber, guna peningkatan kapasitas pemahaman, terkait literasi media di era pandemi. Penyiaran publik yang sehat dan bijak dalam bermedia.

sas