Luas Panen Padi Tahun 2020, Mengalami Penurunan

Ada tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi terendah adalah Kota Bima, Kota Mataram, dan Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com

Pada tahun 2020,  luas panen padi diperkirakan sebesar 272,19 ribu hektar, yang berarti mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan 2019 sebesar 281,67 ribu hektar.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, penurunannya mencapai jumlah sebanyak 9,47 ribu hektar atau 3,36 persen. Hal itu lantaran awal periode panen sedikit mengalami pergeseran.

Kepala BPS NTB, Suntono menerangkan, berdasarkan hasil Survei KSA puncak panen raya pada 2020 masih sama dengan 2019, yakni pada bulan April.

Namun awal periode panen sedikit mengalami pergeseran. Pada 2019 panen raya dimulai sejak Maret dan berakhir pada Mei.

Sedangkan tahun 2020, panen raya dimulai pada April. Realisasi luas panen padi sepanjang Januari-September 2020 sebesar 250,63 ribu hektar, atau menurun sebesar 8,22 ribu hektar (3,17 persen) dibandingkan 2019 mencapai 258,85 ribu hektar.

“Potensi luas panen sepanjang Oktober – Desember 2020 sebesar 21,56 ribu hektar. Sehingga total potensi luas panen pada 2020 mencapai 272,19 ribu hektar, atau mengalami penurunan sekitar 9,47 ribu hektar,” ujar Suntono.

Luas panen tertinggi pada 2020 terjadi pada April, yaitu sebesar 82,51 ribu hektar. Sementara luas panen terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 4,96 ribu hektar.

Luas panen yang menurun tersebut berdampak pada hasil produksi padi menurun. Sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan  sekitar 1,19 juta ton (Gabang Kering Giling) GKG, atau menurun sebesar 83,98 ribu ton (6,58 persen) dibandingkan 2019 mencapai 1,28 juta ton GKG.

Potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 0,12 ton GKG.

“Produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 1,31 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 92,42 ribu ton atau 6,59 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 1,40 juta ton GKG,” terangnya.

Sementara itu, ada tiga kabupaten/kota dengan total potensi produksi padi GKG tertinggi pada 2020, yaitu Lombok Tengah, Sumbawa, dan Lombok Timur.

Kemudian ada tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi terendah adalah Kota Bima, Kota Mataram, dan Lombok Utara. Adapun kenaikan produksi padi GKG terbesar, selama Januari hingga Desember 2020 dibandingkan periode yang sama pada 2020, terjadi di Lombok Barat sebesar 8,28 ribu ton, Kota Mataram 1,29 ribu ton, dan Kota Bima 1,25 ribu ton.

“Untuk penurunan produksi  terbesar terjadi di Lombok Tengah sebesar 40,59 ribu ton, Lombok Timur sebesar 24,21 ribu ton, dan Kabupaten Bima sebesar 15,06 ribu ton,” jelasnya.

Jika potensi produksi padi pada 2020 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020, diperkirakan sebesar 742,13 ribu ton. Jumlah itu mengalami penurunan sebanyak 52,37 ribu ton atau 6,59 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 794,5 ribu ton.

Aya




MUI NTB Serukan Boikot Produk Prancis  

MATARAM.lombokjournal.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, serta MUI Pusat mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang beberapa waktu lalu terkait karikatur Nabi Muhammad SAW.

Menurut Ketua MUI NTB, Saiful Muslim, pernyataan yang dinilai melukai perasaan Seluruh umat muslim yang ada di dunia ini harus diberikan sanksi tegas dengan Seruan boikot produk Prancis seperti yang dilakukan di beberapa Negara.

“Menghina Nabi Muhammad bagi umat Islam harus dikecam. Sebagai umat Islam wajib membelanya ini merupakan hinaan bagi manusia yang di agungkan Tuhan,” ujar Saiful, Senin (02/11/20).

Dikatakan Saiful Musli, pernyataan yang disampaikaneh Presiden prancis dinilai merugikan hubungannya dengan Negara Lain.

“Ini kan memancing kemarahan umat yang lain, jadinya dia merusak komunikasi yang sudah bagus dengan negara lain,” katanya.

Menurutnya, dengan mengajak masyarakat untuk memboikot produk Prancis dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap Presiden Macron yang melecehkan Islam dan Rasulullah.

“Termasuk upaya boikot produk Prancis. Seruan itu satu komando dari MUI Pusat, kalau bisa gak usah di beli produknya” ujarnya.

Pidato kontroversi Macron bermula pasca insiden pemenggalan seorang guru di Prancis oleh muridnya akibat menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo

Presiden Macron kemudian memberikan pernyataan kontroversi, yang dinilai mendukung penerbit karikatur Nabi Muhammad di majalah, yng menyebut kRIKtur tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

Marcon juga mengeluarkan pernyataan, menyebutkan Islam saat ini adalah agama yang tengah mengalami krisis.

Serangan juga terjadi di Nice,, Prancis belum lama saat terjadi insiden pemenggalan guru. Tiga orang dikabarkan tewas dalam aksi tersebut.

Prancis juga telah mengumumkan keadaan darurat akibat aksi teror tersebut. Mereka melakukan pengamanan level tinggi pada kota-kota di sana.

Aya

 




Ini Perhatian Selly-Manan untuk Olahraga Bulu Tangkis di Kota Mataram

Penyediaan fasilitas olahraga untuk bulu tangkis dan olahraga lainnya di Kota Mataram harus dioptimalkan


lombokjourna;.com  —

MATARAM :      Seperti tahun-tahun sebelumnya, memeriahkan Maulid Nabi kali ini, warga Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram kembali menggelar event Maulid Open Tournament Badminton ke 6.

Tournament  secara resmi dibuka oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD kota Mataram, Nyayu Ernawati,  Minggu(01/11/20) malam, di lapangan bulu tangkis setempat. Diikuti 34 pasangan ganda putra perwakilan dari Babakan Kebon, Babakan Barat Selatan, Babakan Barat Utara, Babakan Timur Selatan, dan Babakn Sayo.

Nyayu Ernawati,

Ketua Panitia, Ahmad Juaini mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar secara swadaya setiap kali perayaan Maulid Nabi.

Tahun ini merupakan tahun ke-enam event ini dilaksanakan.

“Kita punya Babakan Badminton Club, dan event tournament ini digelar untuk mencari bibit atlit bulu tangkis,” kata Juaini yang juga merupakan mantan atlit Bulu Tangkis yang kini aktif sebagai pelatih.

Menurut dia, animo masyarakat terutama generasi muda Babakan sangat tinggi pada olahraga bulu tangkis. Sayangnya, kurang fasilitas dan pembinaan.

Di Babakan, hanya ada satu lapangan bulu tangkis, dari hibah seorang warga sejak 20 tahun lalu.

“Kegiatan ini digelar sebagai ajang pencarian bibit atlit di Babakan,” ujarnya sembari mengatakan kegiatan turnamen direncanakan berlangsung selama 16 hari ke depan.

Sementara itu dalam pidato sambutan membuka Turnamen Maulid Cup , Nyayu Ernawati mengatakan, secara umum, bakat dan bibit atlet olahraga badminton atau bulu tangkis sebenarnya cukup banyak di Kota Mataram.

Namun fasilitas publik untuk cabor olah raga satu ini masih sangat minim tersedia di ibukota NTB ini.

“Kita punya bibit-bibit atlet yang bagus-bagus untuk bulu tangkis, hanya saja belum tersedia banyak fasilitas untuk mereka,” kata Nyayu Ernawati.

Ia mengapresiasi warga Babakan yang secara swadaya mengadakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sebagai anggota dewan, pihaknya selalu siap membantu dan memfasilitasi kegiatan olah raga badminton di Babakan agar maju dan berprestasi.

“Event Maulid Open Tournament Babakan Cup ini harus dijadikan tempat untuk mencari talenta baru pemain badminton yang handal yang bisa mengharumkan nama Kota Mataram,” ujar Nyayu Ernawati.

Usai memberikan memberikan sambutan, Nyayu Ernawati di daulat oleh peserta untuk melakukan Long Service sebagai tanda dimulainya Turnamen Maulid Cup.

SALAM akan Perbanyak Fasilitas Olah Raga

Secara terpisah, Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, masalah fasilitas olahraga ini menjadi perhatian khusus pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

“Ini yang akan SALAM lakukan ke depan, memperbanyak sarana dan fasilitas olahraga untuk badminton di Kota Mataram,” kata Hj Putu Selly Andayani, Senin  (2/11), di  Mataram.

SALAM mengapresiasi setiap prakarsa dan inisiatif dari warga Kota Mataram yang secara swadaya dan gotong royong membangkitkan budaya sportifitas melalui pertandingan olah raga di setiap lingkungan.

Menurut Selly, kurangnya fasilitas gedung olahraga dan lapangan bulu tangkis untuk latihan membuat para anak-anak, remaja, dan bibit atlet bulu tangkis di Kota Mataram terpaksa memanfaatkan fasilitas apa adanya.

“Kita lihat di Mataram kan, untuk lapangan fustsal banyak tersedia baik yang disediakan Pemda maupun yang dikelola swasta. Sementara bulu tangkis masih terbatas. Ini yang akan kita dorong ke depan,” tuturnya.

Optimalisasi Sarana Olah Raga

Ia mengatakan, penyediaan fasilitas olahraga untuk bulu tangkis dan olahraga lainnya di Kota Mataram harus dioptimalkan. Agar ke depan makin banyak pretasi yang bisa diukir generasi muda Kota Mataram di bidang olahraga.

Selly menekankan, olahraga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat perkotaan termasuk di Mataram. Sehingga hal ini perlu terus didorong.

Sebab, selain menyehatkan, kebiasaan berolahraga juga menumbuhkan jiwa dan semangat sportivitas bagi generasi muda.

“Seperti lomba bulu tangkis ini. Boleh mereka berkompetisi, berlomba menjadi yang terbaik. Tetapi  setelah pertandingan usai,  mereka tetap sportif,  tetap berteman dan saling mensuport bakat masing-masing,” ujarnya.

Selly mengatakan, untuk memperbanyak fasilitas olahraga di Kota Mataram bukan hal yang tidak mungkin. Sepanjang ada goodwill dari pemerintah dan ada sinergitas dengan semua pihak termasuk masyarakat, tentu ini akan mudah diwujudkan.

“Prinsipnya SALAM ingin semua cabang olah raga di Mataram bisa maju dan berprestasi agar ada kebanggaan sebagai warga kota Mataram. Untuk itu SALAM akan memberikan fasilitas maupun reward/ penghargaan kepada setiap atlet yang berprestasi tanpa pengecualian,” tukas mantan Penjabat Walikota Mataram 2015 silam .

Me




Partai Gerindra Akan Tindak Tegas Kader Yang Tak Mengindahkan Keputusan Partai

Kader yang tidak loyal atau mbalelo akan diberikan tindakan yang sangat tegas

lombokjounal.com —

JAKARTA :     Berita tentang adanya sejumlah kader Partai Gerindra yang loncat gerbong mendukung pasangan lain di Pilkada KLU langsung disikapi Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

HBK menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan kepada siapapun, untuk menentukan pilihan politiknya di luar keputusan politik yang telah diambil Partai Gerindra.

Haji Bambang Kristiono (HBK)

“Tapi sebaiknya, jangan mengklaim atau mengaku-ngaku dirinya sebagai kader Partai Gerindra, apabila kemudian tidak bisa loyal dengan keputusan akhir yang telah diambil Partai Gerindra,” tegas HBK, Senin  (02/11/10).

Sebelumnya ramai diberitakan gerbong dan keluarga besar Wakil Bupati KLU, H Sarifudin mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wabup KLU, Najmul Akhyar–Suardi (NADI) dengan Nomor Urut-2.

Pernyataan dukungan disampaikan di rumah kediaman orang tua Sarifudin di Dusun Lokokrangan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Jumat (30/10).

Terkait hal tersebut HBK menegaskan, setiap orang memiliki hak yang dijamin oleh Undang-undang untuk menentukan pilihan politiknya secara bebas.

“Partai Gerindra memberikan kebebasan kepada siapapun untuk menentukan pilihan politiknya di Pilkada KLU 2020 ini, sesuai dengan hati nuraninya masing-masing dan itu dijamin oleh Undang-Undang. Jadi adalah hal yang biasa, wajar, dan sah-sah saja apabila kemudian antara satu orang dengan yang lainnya berbeda dalam pilihan politik,” tandasnya

Namun demikian, HBK kembali menegaskan, Partai Gerindra dengan segala kelebihan dan kekurangannya telah mengambil keputusan final untuk mengusung dan mendukung pasangan Djohan Syamsu-Danny K. Febrianto atau yang dikenal dengan pasangan Joda Akbar di Pilkada KLU 2020.

“Jadi, saya berharap tidak ada lagilah orang atau kelompok orang yang mengaku-ngaku dirinya sebagai kader Partai Gerindra, tapi sikap dan perilakunya tidak mencerminkan jadi diri sebagai kader Partai Gerindra”, katanya.

Menurutnya, sebagai Partai politik yang terbuka, dinamis, dan modern, Partai Gerindra memahami betul bahwa keputusan apapun yang telah diambil pastinya tidak akan memuaskan semua kader yang ada, tapi AD/ART Partai telah mengatur kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh segenap kader Partai.

AD/ART Partai telah dengan sangat jelas mengatur bahwa kader yang tidak loyal atau mbalelo akan diberikan tindakan yang sangat tegas.

Ia mengibaratkan, Pilkada ini adalah salah satu ujian dari pada komitmen dan kesetiaan seorang kader Partai dalam memperjuangkan kepentingan, agenda-agenda, dan kehormatan Partainya.

“Saya pastikan kepada mereka yang tidak segaris dengan kebijakan Partai akan menghadapi sanksi yang sangat berat, mulai dari teguran keras sampai dengan pemecatan,” sambung HBK.

HBK menekankan, bagi kader Partai yang tidak loyal, melawan dan tidak lagi sejalan dengan keputusan Partai, maka tanpa ada keraguan sedikitpun, Partai akan melakukan tindakan yang tegas.

Bisa berupa peringatan keras, atau pemecatan dari keanggotaan Partai.

“Untuk membesarkan Partai ini, kita butuh kader2 yang loyal serta memiliki integritas yang tinggi. Dan kepada mereka2 yang tidak sanggup untuk menjaga dan mempertahankan komitmen dirinya dengan perjuangan Partai, maka kami persilahkan untuk mengundurkan diri bahkan keluar dari keanggotaan Partai, sederhana saja tapi nggak usah lagi membawa-bawa nama Partai Gerindra,” pungkas HBK.

Me




Konvoi Mobile RodaTiga Srikandi  SALAM  Keliling Mataram Kampanyekan Pilkada Sehat dan Bagi-bagi Masker Gratis

Selain masker gratis tim juga memberikan APK berupa stiker dan leaflet yang berisi 9 langkah menuju Mataram Berkah dan Cemerlang

lombokjournal.com —

MATARAM :      Tim  Srikandi SALAM,  pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2,  Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan,  melakukan kegiatan unik dan kreatif di Kota Mataram, terutama untuk mendukung Pilkada Sehat.

Kali ini, Minggu (01/11/20) pagi , Tim Mobile Roda Tiga Srikandi SALAM melakukan konvoi berkeliling Kota Mataram, sambil mensosialisasikan protokol kesehatan dan membagikan masker gratis untuk masyarakat.

Beberapa tim terbagi dalam konvoi, masing-masing menggunakan 5 unit kendaraan Viar roda tiga. Mereka berkeliling terutama di lokasi keramaian seperti pasar dan tempat rekreasi umum di Kota Mataram.

Di pasar Kebon Roek, Ampenan, puluhan pedagang dan kusir cidomo nampak antusias ketika tim mobile roda tiga SALAM melintas.

“Kami berterimakasih, dapat Masker dan Stiker dari SALAM,” kata Amaq Kus (52), kusir cidomo di pasar Kebon Roek.

Menurut dia, untuk masyarakat berpenghasilan pas-pasan seperti kusir cidomo, membeli masker adalah hal yang sulit. Penghasilan harian mereka kadang-kadang hanya cukup untuk keperluan dapur dan kebutuhan anak-anak.

“Bukan tidak mau pakai masker, tapi kalau beli harganya mahal. Makanya kita senang kalau ada yang memberikan gratis seperti dari SALAM ini,” tutur seorang ibu pedagang bakulan pasar.

Selain di pasar Kebon Roek, suasana yang sama juga nampak di Pantai Ampenan, pasar Sweta,  pasar Cemara, pasar Cakra,  pasar Bertais hingga Mataram dan Sekarbela  yang dilintasi tim mobile roda tiga SALAM.

Tim Ambulance GuDek yang dipimpin Imam Budi Gunawan dan kawan kawan melakukan pembagian masker dan kampanye pilkada sehat di pasar Dasan Agung dan kawasan taman udayana.

Setelah itu mereka berkeliling ke kampung-kampung perkotaan yang terkesan luput dari perhatian melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

Aura keceriaan dan suasana bahagia juga mengiringi perjalanan konvoi tim mobile  Srikandi SALAM ini.  Flashmob dari kendaraan dan lagu-lagu bersemangat yang diputar membuat suasana meriah sepanjang perjalanan.

Meski demikian kegiatan dilakukan dengan tetap menjaga jarak dan tiap relawan tetap mengenakan Masker dan Face Shield sesuai aturan protokol kesehatan.

Juru bicara Mobile roda tiga Srikandi  SALAM, Nyayu Ernawati menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Sehat di Kota Mataram.

“Pilkada Sehat tentunya mengacu pada aturan protokol. Di lapangan kita lihat banyak masyarakat belum menggunakan masker. Bukan mereka tidak tertib, tetapi memang ada sebagain masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker. Karena itu SALAM terus menerus turun untuk mengkampanyekan gerakan bermasker untuk Pilkada Sehat di Kota Mataram,” kata Nyayu yang didampingi Nunike F.N , Maureen Wenas, Hj Nurjanah, Hj Endang, Ki Agus Krisna , Henny Sulistina, Dewi Siregar, Donna Adrian

Nyayu yang juga Sekretaris DPC PDIP Kota Mataram menjelaskan, selain masker gratis tim juga memberikan APK berupa stiker dan leaflet yang berisi 9 langkah menuju Mataram Berkah dan Cemerlang.

Diakui oleh Nyayu, elektabilitas pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) tercatat terus meningkat, terutama pasca Debat Publik Pilkada Kota Mataram yang digelar Kamis (29/10) lalu.

Menurutnya, tim pemenangan maupun relawan SALAM juga banyak mendapatkan feed back positif dari masyarakat Kota Mataram paska Debat Publik.

Baik secara individu maupun komunitas kelompok banyak memberikan dukungan untuk program SALAM yang dinilai implementatif dan kontektual dengan realita sosial masyarakat kota Mataram.

Masyarakat menilai SALAM merupakan pasangan yang terus turun lapangan dan memberikan kegiatan nyata berkaitan dengan gagasan mereka. Tidak banyak mengumbar janji, tetapi langsung action di lapangan.

“Ya alhamdulillah, visi misi dan gagasan Selly-Manan untuk Mataram Berkah dan Cemerlang dinilai realistis dan implementatif. Trend elektabilitas SALAM juga terus bergerak naik pasca Debat Publik,” tukas Nyayu.

Me




Rintik Hujan Tak Halangi Relawan SALAM Sosialisasi Pilkada Sehat  sembari Bagi Masker Gratis

Jika Pasangan SALAM kelak ditakdirkan  ALLAH SWT menjadi pemimpin Kota Mataram, akan melayani semua masyarakat, tidak hanya para pendukung saja yang diperhatikan

lombokjournal.com —

MATARAM:      Cuaca Mendung  di kawasan Kota Mataram sejak Sabtu pagi, dan hujan rintik juga turun di beberapa wilayah ibukota Provinsi NTB ini.

Namun cuaca kurang bersahabat tak menyurutkan semangat para relawan SALAM untuk The Show Must Go on giat  melakukan Kampanyekan Pilkada Sehat  sesuai Protokol Kesehatan sembari bagi Masker Gratis.

Para Relawan Ambulance GuDek SALAM sejak Sabtu pagi (31/10/20) menyebar ke sejumlah lokasi di Kota Mataram untuk mengkampanyekan protokol kesehatan, cara pencegahan Covid-19.

Di pasar tradisional Pagesangan misalnya, para relawan SALAM ini membagikan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar. Akhir pekan di masa libur panjang ini, suasana pasar nampak ramai.

Masyarakat yang tidak menggunakan masker menjadi sasaran pembagian masker sekaligus diberi edukasi tentang protokol kesehatan melalui pengeras suara yang dipasang di Ambulance GuDek.

“Ini bagian dari kepedulian relawan SALAM di masa pandemi ini. Kami terus bersosialisasi tentang protokol kesehatan dibarengi membagikan masker gratis untuk masyarakat. Terutama di lokasi rentan keramaian seperti pasar dan lain sebagainya,” kata Koordonator Relawan Ambulance GuDek SALAM, Imam Budi Gunawan, Sabtu (31/10/20) di Mataram.

Imam mengatakan, selain memenuhi  arahan pemerintah agar seluruh daerah penyelenggara Pilkada bisa menerapkan Pilkada Sehat 2020, kegiatan yang dilakukan relawan SALAM juga sebagai bentuk nyata kepedulian pasangan SALAM terhadap kesehatan masyarakat Kota ini.

Menurut dia, Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2,  Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) tetap berkomitmen melakukan kegiatan-kegiatan yang positif untuk masyarakat Kota Mataram.

“Gerakan relawan SALAM Jilbab Hijau juga tidak akan pilih-pilih. Baik yang mendukung SALAM atau mendukung paslon lain, sepanjang dia warga Mataram tetap kami bagikan maskernya. Kan kita nggak tahu juga di pasar itu pendukung siapa saja,” katanya.

Hal ini papar Imam, menunjukan jika Pasangan SALAM kelak ditakdirkan  ALLAH SWT menjadi pemimpin Kota Mataram, akan melayani semua masyarakat, tidak hanya para pendukung saja yang diperhatikan.

 

“Pesan Bunda Selly dan TGH Manan  yang sangat kami pegang dan membuat berkesan, adalah beliau mengatakan yang penting terus berbuat hal positif dan bermanfaat untuk semua, jangan pedulikan omongan orang,” tukasnya.

Aksi sosialisasi protokol kesehatan dan pembagian masker gratis SALAM juga digelar di lapangan Taman Sangkareang Mataram Sabtu (31/10) sore.

Para relawan SALAM membagikan masker kepada para pedagang kali lima dan pelaku UMKM yang ada di sana. Pengunjung yang sedang bersantai pun menjadi sasaran.

Menurut Imam, di Taman Sangkareang juga banyak warga Lombok Barat dan Lombok Utara yang sedang berekreasi, dijumpai dan diberikan masker gratis.

“Setidaknya dengan aksi positif seperti ini, semua masyarakat termasuk dari Kabupaten lain bisa tahu, bahwa warga Kota Mataram ini tertib menerapkan protokol kesehatan, dari hal terkecil seperti jaga jarak, cuci tangan, dan selalu menggunakan masker saat bepergian,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus dilakukan relawan Ambulance GuDek SALAM dengan lokasi lainnya di Kota Mataram.

Me




Tampil Elegan di Debat Kandidat, Program Pasangan SALAM Lebih Realistis dan Terukur

Dalam debat kandidat tersebut pemaparan program SALAM juga disertai video grafis pemetaan masalah sosial di Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM  ;     Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) tampil elegan dalam Debat Kandidat Pilkada Kota Mataram, Kamis malam (29/10/20) di Mataram.

Gagasan pasangan SALAM dinilai paling kongkrit dengan ide-ide program yang realistis dan terukur

Calon Walikota Mataram, Selly Andayani membuka pemaparan program SALAM dengan mengupas sejumlah permasalahan yang ada di Kota Mataram.

“Mataram hari Ini masih diselimuti dengan berbagai masalah. Akses pendidikan, kesehatan, kemiskinan, kesenjangan ekonomi,” katanya.

Selain itu, masih ada lebih dari 5 persen angkatan kerja yang menganggur, ribuan keluarga belum memiliki rumah. Bahkan masih ada balita yang kurang gizi.

“Mataram butuh perubahan. Butuh keadilan dan pemerataan pembangunan, serta rasa kebahagiaan warganya. Pasangan SALAM hadir sebagai solusi 5 tahun ke depan,” tegas Selly Andayani.

Untuk mengurai semua masalah itu, SALAM maju dengan visi yang jelas, yakni Menghadirkan Peradaban Baru Yang Maju, Berkah, dan Cemerlang, Berbasiskan Gotong Royong.

“Kami ingin hadirkan Mataram sebagai Kota Madani (Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur). Kota yang Maju, terdepan, terbaik, teladan, unggul di segala bidang. Dan setiap warganya hidup Sejahtera, Bahagia Lahir dan Batin,” katanya.

Ia menegaskan, pasangan SALAM bertekad menciptakan pemerintahan  terbaik, bersih dan terbuka.

“Kami pastikan semua birokrasi bekerja, jujur, ikhlas dan sungguh-sungguh, dengan kami memberikan contoh teladan,” tukas Selly.

Ia memaparkan, dengan semangat nilai kebajikan, SALAM akan menghadirkan Kebijakan Pembangunan di Kota Mataram yang melindungi semua warganya terutama berpihak pada Fakir Miskin, Lansia, Anak Terlantar, kamu Perempuan,  Penyandang Disabilitas.

SALAM akan berlaku adil bagi semua warga dengan menghadirkan Program 1 Keluarga 1 Sarjana, 1 Keluarga 1 Lapangan Usaha, 1 Warga 1 BPJS, 1 Lansia Pra-KS 1 Rantang Salam.

“Kami juga pastikan Generasi Muda memiliki wirausaha, berprestasi di segala bidang baik itu Agama, Seni Budaya, Olah Raga dan lainnya,” katanya.

SALAM akan terus berikhtiar mengembangkan sektor Industri, Perdagangan, Jasa, dan Pariwisata, serta UMKM yang tumbuh produktif dan berdaya saing.

“Kami tidak mau berdiam diri dengan keadaan saat ini. Kita perlu berjuang bersama untuk memastikan semua warga memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup, rumah yang layak huni, lingkungan yang bersih, asri, aman, dan kehidupan yang rukun dan damai di Kota Mataram ini,” tegasnya.

SALAM tidak ingin ada lagi warga yang mendapat perlakuan tidak adil. Karena itu SALAM berkomitmen menghadirkan kepemimpinan yang responsif dan sensitif terhadap persoalan warga, dengan pelayanan Inklusif dan Inovatif.

“SALAM akan mengatasi seribu masalah dengan seribu solusi dan inovasi. Kami akan turun tangan langsung dalam mengatasi masalah, Bukan lepas tangan atau tunjuk tangan. Kami siap mendengar dan melayani setiap saat. Kami tidak tunggu tapi kami jemput  aspirasi warga. Kami percaya, bersama rakyat dan doa rakyat kita bisa wujudkan Kota Mataram yang Cemerlang, bahagia warganya,  Berkah Kotanya,” katanya.

Dalam debat kandidat tersebut pemaparan program SALAM juga disertai video grafis pemetaan masalah sosial di Kota Mataram.

Sejumlah program bahkan sudah mulai dilakukan pasangan SALAM seperti Rantang Salam untuk lansia, gerakan Guru, Dokter dan Psikolog Keliling (GudeK SALAM), Bidan SALAM Menyapa, dan program lainnya yang sudah dilakukan SALAM sepanjang masa kampanye ini.

Memasuki sesi tanya jawab antara masing-masing calon, SALAM yang mendapat pilihan bertanya pada calon nomor urut 1, Mohan-Mujib (HARUM). SALAM bertanya bagaimana calon tersebut dapat mengupayakan kemandirian fiskal daerah, dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kami ingin bertanya kaitan dengan kontribusi PAD Kota Mataram terhadap APBD yang hanya 24 persen, artinya ada ketergantungan pada pusat 76 persen. Kami ingin strategi apa yang dilakukan sesuai visi kemandirian fiskal daerah?,” tanya Selly.

Sesi tanya jawab berlangsung serius antara dua calon yang memiliki pengalaman dalam mengelola roda birokrasi ini.

Profesionalisme Penanganan Sampah dan Terpadu

Tiba saat calon nomor urut 3, Makmur-Ahda bertanya pada Selly-Manan terkait solusi yang ditawarkan SALAM dalam mengurus permasalahan sampah seusai konsep green city dan zero waste.

Dengan cerdas Selly menjawab pertanyaan tersebut dengan sistematis dan disertai contoh kongkrit.

Selly menegaskan dia akan mempersiapkan Badan Usaha Milik Kelurahan atau BUMKel yang nantinya dapat mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis.

“Kami akan buat Badan Usaha Milik Kelurahan atau BUMkel untuk penanganan sampah di Kota Mataram. Kita ingin pusatkan di satu tempat. Sehingga permasalahan sampah dari rumah telah selesai diangkut oleh operator dan dikendalikan oleh Bumkel,” paparnya.

Menurut Selly, permasalahan sampah ini berkaitan dengan jumlah volume sampah setiap hari dan kemampuan daerah mengelolanya yang masih terbatas.

“Setiap hari 320 ton sampah diproduksi di Kota Mataram, separuhnya yang mampu terangkut ke TPS, TPA,” katanya.

Kehadiran BUMKel akan sangat membantu menyelesaikan masalah samah.  SALAM memprogramkan setidaknya ada 2 BUMKel yang akan dikelola profesional dibawah BUMD milik Kota Mataram nantinya.

“BUMD dan BUMKel ini akan dikelola profesional, jadi bukan tim sukses kami yang akan masuk. Dengan BUMKel ini kita bukan hanya menyelesaikan masalah sampah tetapi juga membuka lapangan usaha, ada nilai tambah untuk masyarakat. Selama ini Pemkot sudah bekerjasama dengan Bank Sampah, tetapi ini belum optimal,” tandasnya.

Ia juga menyoroti rendahnya honor pekerja pengangkut sampah di Mataram saat ini yang masih diberikan Rp500 per bulan. Pada konsep Bumkel ala SALAM, pekerja akan diberikan upah 3 juta. Ini adalah upaya peningkatan kesejahteraan sekaligus sebagai trigger atau pemicu kinerja pekerja.

“Di setiap lingkungan sudah ada motor roda tiga. Sehingga urusan sampah nantinya selesai dirumah tangga  karena penanganannya akan dikelola Operator yang profesional, bukan oleh tim sukses Salam,” tambahnya.

Selain itu, Selly menyampaikan SALAM akan mendorong Pengolahan Sampah Terpadu (Osamtu)

Pengolahan sampah terpadu ini akan bermuara pada Waste to Energi.

Asap dari sisa pembakaran sampah menjadi energi listrik dengan bekerja sama dengan PLN sebagai energi terbarukan. Potensi eneri listrik itu akan diberikan kepada masyarakat yang kurang sejahtera. Sehingga permasalahan sampah berkorelasi dengan kesejahteraan.

Tidak hanya itu, SALAM juga akan berkomitmen untuk mengejar dana CSR dari perusahaan yang memproduksi plastik botol bekas. Karena itu merupakan tanggung jawab perusahaan tersebut, tidak hanya menyisakan persoalan sampah.

Persoalan sampah di Kota Mataram, kata Selly juga akibat sampah kiriman dari hilir.

Sehingga jika terpilih menahkodai Mataram, ia akan memasang jaring di setiap hulu untuk mengantisipasi sampah kiriman. Kemudian membuat regulasi turunan dalam bentuk Peraturan Walikota terkait sampah.

Lebih unik lagi, Selly ke depan akan memasang kamera pengawas di beberapa sungai yang biasa digunakan masyarakat membuang sampah. Jika ada warga kedapatan maka tentu akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Kepemimpinan yang Melayani Masyarakat

Sementara itu, dalam closing statemen SALAM, Calon Wakil Walikota Mataram TGH Abdul Manan mengatakan, SALAM yakin dan percaya bahwa Kota Mataram mampu menjadi Kota Peradaban yang maju bersama SALAM.

“Mataram butuh kemajuan di segala bidang. Untuk itu Mataram butuh sosok pemimpin yang Kreatif, Inovatif, dan melayani semua warga. Pemimpin yang setia, melayani, dan hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Manan mengatakan, Mataram butuh pemimpin yang melindungi kelompok rentan seperti Fakir Miskin, Lansia, Penyandang Disabilitas dan lainnya. Bukan Pemimpin yang sekedar memberikan harapan tetapi pemimpin yang memberikan kenyataan.

“Mataram butuh pemimpin yang selalu mendatangi rakyat, bukan didatangi. Pemimpin yang selalu mendengar, bukan yang selalu ingin didengar. Pemimpin yang turun ke lapangan bukan pemimpin yang turun belakangan dan suka tunjuk tangan,” katanya.

Ia menegaskan, pasangan SALAM hadir untuk menjawab semua itu. Untuk mewujudkan Mataram sebagai Kota  yang  maju di segala bidang.

“SALAM hadir untuk semua kalangan, tua maupun muda, dan memberikan kesempatan kepada semua warga untuk menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.

Me




SALAM Persiapkan Kejutan untuk Debat Terbuka Pilkada Kota Mataram Malam Ini

Saat menjadi Penjabat Walikota Mataram selama enam bulan, Selly membuat gebrakan menaikan upah pasukan kuning di Kota Mataram, karena paham betul persoalan kebersihan sangat mendasar di Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Debat terbuka pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram akan digelar malam ini, Kamis (29/10/20), pukul 19.00 Wita.

Debat putaran pertama ini akan membahas tema “Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat,” dan akan berlangsung di Hotel Grand Legi Mataram dan disiarkan di Lombok TV.

Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) memastikan akan memberikan kejutan dalam pelaksanaan debat malam nanti.

SALAM telah menyiapkan materi debat berbekal pengalaman sebagai Penjabat Walikota Mataram tahun 2015,  mantan Kadis Perdagangan Provinsi NTB maupun serapan aspirasi masyarakat saat blusukan dan door to door

“Kalau bunda diamanatkan jadi Walikota Mataram tentu akan kita upayakan bagaimana membahagiakan warganya. Ukuran bahagia itu juga ukuran kesejahteraan. Kalau urusan perut terpenuhi pasti sehat, kalau sudah sehat ngapain ke dokter,” ujar Hj Selly di Mataram, Kamis,  (29/10/20).

Selly juga menyoroti banyaknya warga Mataram yang tidak memiliki rumah. Sebanyak 34 ribu kepala keluarga di Mataram belum memiliki rumah. Itu sangat besar dari jumlah warga Mataram yang lebih dari 400 ribu.

“Bahkan ada satu rumah yang diisi 10 orang. Itu sejahteranya bagaimana,” ujarnya.

Saat menjadi Penjabat Walikota Mataram selama enam bulan, Selly membuat gebrakan menaikan upah pasukan kuning di Kota Mataram, karena paham betul persoalan kebersihan sangat mendasar di Kota Mataram.

Gebrakan lainnya Selly juga melakukan penutupan Pasar Beras di Cakranegara yang kala itu menjadi sarang prostitusi.

Bukti kongkrit lainnya dalam menata kota, dapat terlihat di Tanjung Karang. Wilayah yang dikenal rawan banjir kala musim hujan kini aman dari genangan maupun banjir karena kebijakan normalisasi saluran di Tanjung Karang.

Selain itu Selly juga memberlakukan Tunjangan Kerja Daerah (TKD) lebih tinggi dan menaikkan gaji Kepala Lingkungan.

Bahkan saat menjabat Kadis Perdagangan Provinsi NTB, Selly membuat gebrakan pasar murah dengan bekerjasama dengan distributor tanpa menggunakan APBD. Pasar murah digelar di Lombok dan Pulau Sumbawa. Manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat.

Deretan prestasi tersebut membuat Selly paham betul dengan tema debat putaran pertama malam ini. Sehingga pasangan SALAM mempersiapkan kejutan untuk debat malam ini. Kira-kira apa kejutan SALAM?

Me




Kunjungi Desa Terpencil, Gubernur Peringati Sumpah Pemuda dan Merespon Permintaan Listrik  

GM PLN Wilayah NTB diminta untuk secepatnya memberikan perhatian berupa listrik kepada masyarakat di Desa Mungkin dan sekitarnya

 SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah bersama rombongan silaturrahim bersama masyarakat di Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa Rabu (28/10/20).

Kegiatan ini sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda ke 92 tahun 2020.

Di hadapan puluhan pemuda dan masyarakat Desa Mungkin, Gubernur Zul berp pesan pada masyarakat tidak boleh patah semangat, tidak boleh berpasrah meski berada di desa terpencil.

“Semangat pemuda itu tidak hanya dimiliki oleh masyarakat perkotaan, dimana pun kita berada, optimisme serta kekompakan tidak boleh hilang,” nasehat Gubernur.

Dari Desa Mungkin diharapkan banyak dilahirkan pemimpin hebat, pengusaha hebat, serta akademisi-akademisi hebat.

Menurutnya, semangat belajar masyarakat pedesaan sangat tinggi dan harus didukung oleh seluruh pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTB.

“Boleh saja kita terlahir di desa terpencil, tapi semangat belajar serta cara pandang kita tidak boleh kerdil,” tambah Bang Zul memberikan semangat pada pemuda.

Merespon aspirasi masyarakat

Ardian, salah seorang pemuda Desa Mungkin mengaku terharu, karena  baru pertama kali merayakan hari sumpah pemuda.

Karena menurutnya, hari Sumpah Pemuda itu hanya dirayakan oleh orang-orang yang bersekolah tinggi.

“Pandangan saya, sumpah pemuda hanya dirayakan oleh orang yang bersekolah,” ungkapnya dengan suara haru.

Pemuda  yang putus sekolah sejak SMA ini berharap, momentum hari Sumpah Pemuda Ini bisa dijadikan semangat pembangunan. Mulai dari membangun SDM hingga infrastruktur, terutama di daerah terpencil seperti Desa Mungkin.

“Jujur, salah satu penyebab saya putus sekolah adalah jalan yang susah, dari rumah seragam saya bersih, sampai sekolah kotor sekali,” ungkap pemuda berusia 18 tahun itu.

Kepala Sekolah SDN Karya Baru Taufik Andita berharap, kedatangan Gubernur ke Desa Mungkin tersebut mempunyai dampak positif terutama dalam pendidikan. Ia meminta ada kendaraan operasional yang bisa dipakai untuk mengajar muridnya dari rumah ke rumah.

“Saya kredit motor selama tiga tahun, belum lunas, sudah rusak,” ungkapnya.

Tak hanya kendaraan, ia meminta ada pagar sekolah. Itu semua demi keamanan serta kenyamanan proses belajar mengajar. Taufik bercerita, beberapa kali kuda dan sapi naik ke pagar sekolahnya.

“Pagar sekolah banyak yang rusak sama kuda dan sapi,” tambahnya.

Darwin, Kades Desa Mungkin bercerita, banyak petani yang mengeluhkan harga pupuk yang cukup tinggi. Darwin meminta, harga pupuk bisa dinormalkan atau diberikan bantuan khusus dari pemerintah.

“Masyarakat kami semuanya petani, semuanya mengeluhkan mahalnya harga pupuk,” ungkapnya.

Tak hanya pupuk, jalan pun begitu, satu meter pun tidak ada aspal. Semuanya berbatu, tanah dan lumpur. Ia merasa kasihan dengan masyarakat serta anak sekolah yang sangat jauh mencari nafkah dan menuntut ilmu melewati jalan terjal dan licin.

“Semoga ada perhatian lebih kepada kami yang berada di daerah terpencil seperti saat ini,” harapnya.

Merespon aspirasi tersebut, Gubernur meminta kepada GM PLN Wilayah NTB untuk secepatnya memberikan perhatian berupa listrik kepada masyarakat di Desa Mungkin dan sekitarnya.

“Kita ikhtiarkan bersama PLN, dalam waktu dekat listrik di desa ini nyala terus,” ungkap Gubernur.

Lasiran, GM PLN Wilayah NTB akan langsung menindaklanjuti permintaan Gubernur. Menurutnya, listrik belum sampai di Desa Mungkin ini bukan karena kurang perhatian, tapi pihaknya tidak mengetahui kalau ada desa di daerah tersebut.

“Karena sangat terpencil dan jauh, kami tidak tau ada desa di sini, beruntung pak Gubernur langsung mengajak kami ke Desa Mungkin,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Ummi Rohmi Ajak Milenial Tidak Pasrah Hadapi Pandemi

Di masa pandemi ini, Umi Rohmi ajak milenial jeli melihat peluang dan tidak pasrah  

MATARAM.lombokjournal.com

Provinsi NTB punya strategi tersendiri menghadapi situasi Covid-19. Bahkan, pandemi Covid-19 justru menghadirkan hikmah tersendiri di beberapa sektor dan program pemerintah.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar Nasional Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Barisan Muda Wirausaha Indonesia (DPW LBM WI) NTB bertema “Peran Pemuda Milenial Dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Nasional”, di Pendopo Wakil Gubernur, Selasa, (27/10/20).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, tepatnya tanggal 28 Oktober 2020.

Wagub mengapresiasi terselenggaranya Webinar LBM WI sembari mengajak kaum milenial turut berkontribusi menghadapi Covid-19. Di masa pandemi ini, Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut mengajak milenial untuk semakin jeli melihat peluang dan tidak begitu saja pasrah akan keadaan.

“Di Indonesia, khususnya NTB, tentunya tidak mau meratapi keadaan akan tetapi bagaimana kita mengambil opportunity atau celah daripada kondisi yang ada ini. Kita ambil hikmahnya dan yang terpenting adalah sinegritas, kerjasama yang baik seluruh pihak. Insya Allah dengan kebersamaan apapun kesulitan yang kita alami itu pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Peran milenial disebut Umi Rohmi sangat penting, mengingat jiwa muda dan rasa ingin tahunya yang  tinggi. Ia meminta agar momentum Covid-19 juga dapat dijadikan ajang untuk belajar dan menggali potensi diri.

Umi Rohmi mencontohkan beberapa program Pemerintah Provinsi NTB yang merupakan berkah tersendiri dari situasi pandemi Covid-19.

Salah satunya JPS Gemilang, dimana produk-produk bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 merupakan hasil dari buatan UKM/IKM NTB. Sehingga, memberikan efek yang besar untuk peningkatan kapasitas dan kualitas barang yang diproduksi.

Tak hanya itu, ada pula program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (MAWAR EMAS) yang disebutnya dapat membantu masyarakat dan UKM/IKM agar terhindar dari jeratan para rentenir.

UKM/IKM kemudian dapat diarahkan kepada lembaga keuangan yang terpercaya dan kompeten yang tentunya dapat meningkatkan usaha masyarakat kedepannya.

“Kita juga terus mendorong agar UKM/IKM ini bisa optimis, tumbuh di tengah kesulitan yang ada dan kita tahu dimasa pandemi ini banyak permasalahan yang dialami UKM kita, baik dari segi produksi, pemasaran, kemudian omzet jualan dan lain sebagainya,” jelas Umi Rohmi.

,Seluruh elemen dapat terus kompak dan semangat dalam menghadapi segala permasalah yang ada.

Dengan sinergi dan koordinasi, Umi Rohmi yakin apapun permasalahan dan kesulitan yang dihadapi dapat dilewati dan teratasi dengan baik.

Rr/HmsNTB