Selly Andayani Kunjungi Warga Nasrani Korban Kebakaran

lombokjournal.com —

MATARAM :    Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengunjungi warga nasrani korban kebakaran rumah di kawasan Taman Kapitan, Ampenan, Kota Mataram.

Kepada keluarga Gregorius Goleng, Selly menyampaikan empati atas musibah yang menimpa keluarga tersebut, Jumat (13/11/20).

Kunjungan Selly didampingi Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Mataram, Made Slamet dan  Roni Nelwan, berserta beberapa relawan SALAM.

Gregorius yang akrab disapa Oni nampak senang sekaligus terharu dengan kehadiran Selly Andayani dan rombongan. Dalam pertemuan ia pun menceritakan kronologi musibah kebakaran rumah yang menimpanya.

Rumah Gregorius dilalap api pada Rabu  (11/11) lalu. Diduga kebakaran akibat konsleting listrik dari stop kontak.

“Sehari sebelumnya memang sempat tercium bau  seperti kabel terbakar,” imbuhnya.

Terakhir ia mengingat sempat mengecas handphone kemudian mencabut cas-casan tanpa mematikan stop kontak.

Saat kebakaran terjadi, Gregorius sedang berada di luar rumah. Ia tahu rumahnya kebakaran setelah ada tetangga yang menghubungi.

Upaya pemadaman dilakukan warga sekitar dengan peralatan seadanya. Pihak Pemadam Kebakaran yang dihubungi terlambat datang.

Bantuan pertama datang dari Satuan Brimob Polda NTB. Namun api sudah terlanjur melalap seluruh rumah Gregorius.

“Semua habis, ludes terbakar, termasuk uang hasil usaha. Yang tersisa hanya Baju yang ada di badan,”  tuturnya.

Beberapa barang yang tersisa dari jangkauan api hanya perabotan dapur dan satu unit kompor gas berserta tabung elpiji 3Kg.

Sayangnya, barang-baranng itu juga ludes.Hilang diambil oknum yang tidak bertanggung jawab malam hari usai kejadian kebakaran.

“Ini yang kita sayangkan, di saat ada musibah justru ada yang memanfaatkan keadaan. Kompor dan tabung gas juga diambil bersama perabotan lainnya,” jelasnya.

Gregorius Goleng yang sehari-hari merupakan guru di salah satu SMP swasta di Kota Mataram, bersama istri dan anaknya kini harus mengungsi dan tinggal di tempat orang tuanya akibat kebakaran tersebut.

Calon Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani mendengar dengan sabar. Usai itu, ia menyampaikan rasa empatinya dan meminta Gregorius dan keluarga bisa sabar dan tabah menghadapi musibah tersebut.

“Bapak Gregorius Boleng dan Keluarga hendaknya tabah dan sabar atas cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa ya,” ujar Selly.

Gregorius didampingi ibunya  menyampaikan terimakasih dan rasa haru mereka dikunjungi Selly Andayani.

“Kami sangat berterima kasih Ibu Selly dan rekan-rekan lainnya mau membantu dan melihat kondisi kami,” tukas  Gregorius sembari menggendong anak semata wayangnya .

Peningkatan Fasilitas Tanggap Bencana

Dijumpai usai mengunjungi korban kebakaran, Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kejadian kebakaran di Taman Kapitan itu harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih waspada.

“Tiap kejadian pasti ada hikmah. Ya kita ambil hikmahnya bahwa masyarakat harus lebih waspada dengan musibah yang bisa saja terjadi. Kebakaran termasuk salah satu potensi musibah di perkotaan,” katanya.

Ia mengatakan, ke depan SALAM akan mendorong Kota Mataram lebih tanggap bencana. Baik itu banjir mapun kebakaran.

SALAM akan meningkatan kesiapsiagaan bencana dengan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat melalui Dinas terkait.

“Tentu fasilitas seperti pemadam kebakaran, dan juga ketersediaan hydran di pemukiman yang padat penduduk harus ditingkatkan. Ini untuk mengantisipasi bencana termasuk kebakaran,” katanya.

Selain pemukiman, kawasan lain yang rawan kebakaran seperti pasar dan pertokoan juga harus diantisipasi dengan penyiapan fasiitas pemadam yang memadai.

“Sehingga jika terjadi musbah kebakaran bisa cepat teratasi,” tukasnya.

Me




Respon Medsos, Gubernur Bantu Penderita Kanker di Dompu

DOMPU.lombokjournal.com –Aksi cepat dalam merespon informasi yang mencuat di media sosial (Medsos) kembali ditunjukkan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah.

Lasirudin (57) penderita pembengkakan disertai luka di bagian leher (gejala Kanker) asal Dumpu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima dibantu Gubernur. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan sejumlah dana untuk transportasi pemeriksaan kesehatan.

Setelah mendapatkan informasi di medsos  dari salah satu akun Facebook, aksi assesment di kediaman Lasirudin dilakukan pada Kamis (12/11/20) sore yang dilakukan oleh Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.

Selanjutnya tim mendapatkan bahan dan data, Pria kelahiran Dumu 1963 tersebut mengalami pembengkakan disertai luka di Leher bagian kanan.

Dalam keadaan tak berdaya, Lasirudin pernah menjalani pemeriksaan kesehatan hingga Ke Denpasar, Bali, namun, tidak membuahkan hasil. Kemudian ia kembali ke Bima untuk menjalani perawatan jalan dengan harapan bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Gubernur sangat prihatin dengan keadaannya. Untuk itu, Bang Zul meminta kepada Dinas Sosial Provinsi NTB melalui Pilar Sosial PKH melakukan assement kondisi untuk kemudian diberikan bantuan sembako dan sejumlah dana untuk biaya transportasi ke Rumah Sakit.

“Bantuan sembako dan sejumlah dana ini, dimaksudkan untuk membantu kelancaran Pengobatan Lasirudin,” ungkap Gubernur NTB melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos MH Jumat (13/11/20)

Menurutnya, Gubernur sangat konsen dengan kondisi Sosial dan Kesehatan. Melalui medsos sangat memungkinkan untuk dapat mengetahui langsung kondisi-kondisi yang belum disentuh bantuan.

Menurut Ahsanul Khalik, isu di media sosial harus segera ditangani dan tidak dibiarkan begitu saja, sepanjang informasi itu benar adanya.

Hanya saja, tidak semua informasi cepat ditindaklanjuti, pasalnya ada kendala pada jarak dan lainnya. Semisal seperti keadaan Lasirudin ini, adalah kondisi warga yang jauh dari perkotaan. Butuh waktu dalam penjangkuan dan pemberian bantuan.

“Semoga keluarganya dapat mendorong Lasirudin untuk menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan yang dimiliki,” ujarnya.

Lasirudin melalui Pendamping PKH Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Juliansyah mengucapkan rasa syukur atas bantuan dari Gubernur NTB.

Bantuan diberikan sangat bermanfaat dan dapat digunakan untuk biaya transportasi pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit.

“Terimakasih Pak Gubernur NTB dan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB. Bantuan sembako dan sejumlah dana telah diterima,” ujarnya.

Rr/HmsNTB




Penanaman Pohon di Kawasan Mandalika, Kepala BNPB Sumbang Bougenvil dan Flamboyan

Kawasan Mandalika harus dipenuhi bunga dan pohon, untuk Kurangi longsor dan banjir

LOTENG.lombokjournal.com

Aksi penanaman pohon Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng dilakukan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo di Kawasan Mandalika, Jum’at (13/11/20)

Gubernur mengaku kedatangan Kepala BNPB ke NTB selalu konsen terhadap penghijauan.

Ia mengharapkan dengan adanya penghijauan di kawasan Mandalika yang ditetapkan sebagai destinasi super prioritas nasional, menjadi langkah awal untuk mendukung perhelatan MotoGP tahun depan.

“Jadi nanti kita ajak anak-anak SMA/SMK untuk menghijaukan area ini. Saya kira anak-anak SMA/SMK akan senang sekali untuk hadir disini,” jelasnya.

Bunga bougenvil dan flamboyan

Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan dirinya sangat terkesan dengan kawasan Mandalika yang begitu indah. Ia sangat yakin dengan potensi yang dimiliki oleh Provinsi NTB ini akan mampu magnet yang dikenal dunia.

“Karena kawasan Mandalika adalah kawasan prioritas nasional dan ini tentunya tidak kalah dengan daerah lain,” jelasnya.

Doni mengatakan, pihaknya akan menyumbangkan sejumlah tanaman bunga seperti bougenvil dan flamboyan untuk memperindah kawasan Mandalika.

Dalam lima tahun ke depan, kawasan Mandalika harus dipenuhi bunga dan pohon untuk mengurangi risiko longsor dan banjir.

“Saya yakin orang semakin banyak datang ke Lombok karena menikmati keindahan alamnya,” jelasnya.

Kegiatan ini turut pula diikuti Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Asisten I dan II Setda NTB, sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov serta jajaran PT. ITDC.

Rr/HmsNTB




M16 Sindir KPUD Kota Mataram Soal Debat Putaran II

M16 juga menyoroti tidak diberi kesempatan media menyaksikan jalannya debat secara langsung. Padahal itu adalah bagian dari kebebasan pers

MATARAM.lombokjournal.com

KPUD Kota Mataram akan menyelenggarakan debat calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram putaran II pada tanggal 14 November 2020 mendatang.

Penyelenggaraan debat putaran II kali ini berbeda dengan debat perdana.

Banyak segmen yang berubah saat debat ke II nanti seperti Paslon Bertanya, Paslon Menjawab. Paling menonjol adalah batas waktu sesi bertanya dan menanggapi pertanyaan, sekaligus tanggapan atas jawaban calon.

Sesi untuk tanggapan terhadap jawaban calon dipotong menjadi satu menit.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik, M16 menanggapi perubahan segmen debat oleh KPUD Kota Mataram. Bambang Mei Finarwanto,  Direktur M16 menyayangkan banyaknya perubahan dalam debat putaran dua ini.

Pada putaran kedua nanti, calon tetap akan dapat bertanya kepada calon lainnya.

Namun berbeda dengan sebelumnya, tema pertanyaan akan ditentukan oleh KPUD Kota Mataram. Calon tidak lagi bebas bertanya secara mandiri.

“Biarkan para calon saling menguji kemampuan. Enggak usah ada pembatas. Kemarin ada sesion tanya jawab antara calon. Sekarang sudah ditentukan oleh KPU temanya. Jadi calon tidak bisa bebas lagi bertanya apa saja ke calon lainnya,” kata Didu sapaan akrab Direktur M16.

Dia menyayangkan durasi segmen debat yang sangat terbatas pada putaran kedua nanti.

“Di debat kedua waktu menanggapi jawaban calon cuma dikasi waktu satu menit. Apa yang mau ditanggapi. Kasi waktu lima menit apa sih repotnya, kok ruwet!” katanya.

Didu mengatakan, dalam debat Pilkada iklan layanan masyarakat jangan terlalu panjang. Dia meminta agar iklan layanan dipersingkat dan durasi waktu digunakan untuk para calon menguji kemampuan mereka.

“Kalau debat pertama ada enam sesion. Sekarang diduga  sesion dikurangi, waktu dikurangi. Iklan layanan enggak usah panjang-panjang, 1-2 menit cukup. Yang penting bagaimana kasi ruang untuk para calon untuk menguji kemampuan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar calon dalam sesi tanya jawab bebas menentukan siapa yang akan ditanya, baik calon Walikota atau calon Wakil Walikota.

“Dengan begitu orang tidak akan beranggapan kalau yang pintar itu calon Walikota saja,” katanya.

Direktur Mi6 melanjutkan harusnya KPU sebagai promotor debat cukup memfasilitasi debat beserta aturan main yang tidak terlalu rigid agar ada suasana entertain dan edukasi.

“Soal tehnis debat maupun materi biarkan para paslon adu kuat konsep maupun argumentasi tanpa diatur atur. Rambu rambunya tentu visi misinya Paslon untuk diperdebatkan sampai tuntas,” urainya .

Terakhir, M16 juga menyoroti tidak diberi kesempatan media menyaksikan jalannya debat secara langsung. Padahal itu adalah bagian dari kebebasan pers.

“Kalau alasan media dilarang masuk adalah kondisi pandemi, ya tinggal terapkan protokol COVID-19. Apa susahnya ?” sesalnya.

Me




M16 Sindir KPUD Kota Mataram Soal Debat Putaran II

M16 juga menyoroti tidak diberi kesempatan media menyaksikan jalannya debat secara langsung. Padahal itu adalah bagian dari kebebasan pers

MATARAM.lombokjournal.com

KPUD Kota Mataram akan menyelenggarakan debat calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram putaran II pada tanggal 14 November 2020 mendatang.

Penyelenggaraan debat putaran II kali ini berbeda dengan debat perdana.

Banyak segmen yang berubah saat debat ke II nanti seperti Paslon Bertanya, Paslon Menjawab. Paling menonjol adalah batas waktu sesi bertanya dan menanggapi pertanyaan, sekaligus tanggapan atas jawaban calon.

Sesi untuk tanggapan terhadap jawaban calon dipotong menjadi satu menit.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik, M16 menanggapi perubahan segmen debat oleh KPUD Kota Mataram. Bambang Mei Finarwanto,  Direktur M16 menyayangkan banyaknya perubahan dalam debat putaran dua ini.

Pada putaran kedua nanti, calon tetap akan dapat bertanya kepada calon lainnya.

Namun berbeda dengan sebelumnya, tema pertanyaan akan ditentukan oleh KPUD Kota Mataram. Calon tidak lagi bebas bertanya secara mandiri.

“Biarkan para calon saling menguji kemampuan. Enggak usah ada pembatas. Kemarin ada sesion tanya jawab antara calon. Sekarang sudah ditentukan oleh KPU temanya. Jadi calon tidak bisa bebas lagi bertanya apa saja ke calon lainnya,” kata Didu sapaan akrab Direktur M16.

Dia menyayangkan durasi segmen debat yang sangat terbatas pada putaran kedua nanti.

“Di debat kedua waktu menanggapi jawaban calon cuma dikasi waktu satu menit. Apa yang mau ditanggapi. Kasi waktu lima menit apa sih repotnya, kok ruwet!” katanya.

Didu mengatakan, dalam debat Pilkada iklan layanan masyarakat jangan terlalu panjang. Dia meminta agar iklan layanan dipersingkat dan durasi waktu digunakan untuk para calon menguji kemampuan mereka.

“Kalau debat pertama ada enam sesion. Sekarang diduga  sesion dikurangi, waktu dikurangi. Iklan layanan enggak usah panjang-panjang, 1-2 menit cukup. Yang penting bagaimana kasi ruang untuk para calon untuk menguji kemampuan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar calon dalam sesi tanya jawab bebas menentukan siapa yang akan ditanya, baik calon Walikota atau calon Wakil Walikota.

“Dengan begitu orang tidak akan beranggapan kalau yang pintar itu calon Walikota saja,” katanya.

Direktur Mi6 melanjutkan harusnya KPU sebagai promotor debat cukup memfasilitasi debat beserta aturan main yang tidak terlalu rigid agar ada suasana entertain dan edukasi.

“Soal tehnis debat maupun materi biarkan para paslon adu kuat konsep maupun argumentasi tanpa diatur atur. Rambu rambunya tentu visi misinya Paslon untuk diperdebatkan sampai tuntas,” urainya .

Terakhir, M16 juga menyoroti tidak diberi kesempatan media menyaksikan jalannya debat secara langsung. Padahal itu adalah bagian dari kebebasan pers.

“Kalau alasan media dilarang masuk adalah kondisi pandemi, ya tinggal terapkan protokol COVID-19. Apa susahnya ?” sesalnya.

Me




Plt. Bupati Lombok Utara Lepas Hasan Ghifari dan Ahlul Hijar, Ikuti MTQ di Padang

Dua orang perwakilan yang mengikuti MTQ tersebut diminta berjuang mengharumkan daerah Lombok Utara di tingkat nasional

TANJUNG.lombokjournal.com

Plt. Bupati Lombok Utara, H Sarifudin SH MH melepas keberangkatan dua kafilah asal KLU, Hasan Ghifari dan Ahlul Hijar, mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional XXVIII di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (11/11/20).

Hasan Ghifari akan bersaing mengikuti  mata lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran (MIQ dan Ahlul Hijar mengikuti mata lomba Qiro’at Al-Quran.

Sarifudin dalam arahannya mengaku bahagia mendengar kabar ada utusan KLU yang berangkat mengikuti MTQ tingkat nasional. Nyaris keduanya batal berangkat, karena keterbatasan anggaran.

“Saya agak sedikit sedih, oleh karena itu, saya minta untuk sama-sama mencari solusi, kalaupun tidak bisa berangkat dari dana provinsi, maka kita lah yang berusaha,” kata Sarifudin lega.

Menurutnya, dua orang kafilah KLU jika dilihat dari sisi jumlah memang sedikit dibandingkan utusan kabupaten lain. Sehingga harus diperjuangkan secara maksimal untuk bisa berangkat.

Menurutnya, KLU mungkin pertama mengirim utusan untuk cabang lomba MIQ dan Qiro’at Al-Qur’an, sehingga Pemda setempat berusaha memberangkatkan kedua kafilah.

Ternyata,  pengurus Baznasda bisa menyediakan anggaran untuk keberangkatannya.

“Akhirnya saya tidak terlalu gelisah. Alhamdulillah, kita tidak terlalu ribet dalam membuat pertanggungjawaban,” imbuhnya.

Pemda KLU berpesan kapada dua orang perwakilan yang mengikuti MTQ tersebut, agar berjuang mengharumkan daerah Lombok Utara di tingkat nasional.

“Tidak ada perjuangan untuk kalah. Niatkan bahwa perjuangan untuk Lombok Utara. Dukungan dari Pemda dan masyarakat Lombok Utara,” tandasnya.

Dikatakannya, dalam rentang 10 hari ini, tentu pihaknya tidak bisa memantau, tapi dirinya percaya dan yakin dengan Pemprov NTB.

“Hal-hal yang berkaitan dengan peserta kami percayakan kepada Pemprov NTB. Semoga adik-adik menang dan teruslah berjuang untuk masyarakat Lombok Utara,” pesannya.

Kabag Kesra Setda KLU Syamsudin, MM menyampaikan, pelepasan keberangkatan peserta dari Lombok Utara untuk mengikuti MTQ tingkat nasional di Padang Sumatra Barat akan berangkat hari Kamis (11/11/20) bersama Pemprov NTB.

“Peserta dari KLU diberangkatkan dan dilepas oleh Plt Bupati. Peserta diberikan uang saku dan transport kepada dua utusan KLU yang kita berangkatkan,” tuturnya.

Dijelaskan mantan Camat Tanjung itu, rencananya di Padang kedua peserta dari KLU mengikuti MTQ tingkat nasional selama sepuluh hari.

Persembahan bagi KLU

Salah seorang peserta MTQ tingkat nasional kafilah NTB, Hasan Ghifari kepada tim liputan Humaspro mengatakan, berdasarkan informasi sebelumnya terkait keterbatasan anggaran, Pemprov NTB berharap peserta minta biaya pada Pemerintah Daerah masing-masing.

“Dalam pikiran saya ini jelas tanggungjawab provinsi. Tak elok rasanya dibebankan pada pemerintah daerah. Saya tidak pernah membahasakan ke Pemda KLU. Akhirnya pak Plt Bupati menelepon mengatakan kenapa saya tidak menghubungi beliau, saya bilang itu bukan tanggungjawab kabupaten tapi provinsi,” cerita Hasan.

Hasan merasa momen tersebut kesempatan bagi dirinya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi KLU. Pada beberapa kali MTQ, sambungnya, KLU juga sering mengirim utusan mewakili Provinsi NTB dan juara.

“Untuk tingkat nasional tahun 2018, KLU mengirim 2 perwakilan ke tingkat nasional. Sebagai peserta kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pemda KLU,” ungkapnya.

Disinggung terkait pesan dan motivasi untuk pemuda-pemuda KLU lainnya, Hasan menuturkan selain kewajiban sebagai umat beragama, ternyata ruang-ruang seperti MTQ jika ditekuni bisa dijadikan prestasi.

“Belajar Alqur’an di samping keharusan, juga bisa dijadikan ajang prestasi untuk mengharumkan Lombok Utara pada kancah nasional,” pungkasnya.

apI




Wagub Apresiasi Program PETRA dan UNDP Yang Menyangkut Hajat Hidup Masyarakat

Di masa pandemi memiliki efek besar di berbagai sektor khususnya ekonomi dan lapangan pekerjaan

LOBAR.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri pertemuan Koordinasi Kegiatan yang diinisiasi oleh Programme For Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assitance (PETRA) NTB secara virtual, di Hotel Jayakarta, Kamis (12/11/20).

Ia menyambut baik seluruh program Petra NTB karena menyangkut hajat hidup yang sangat mendasar dan dibutuhkan oleh masyarakat.

“Saya melihat yang disasar itu memang hajat hidup. Hal-hal mendasar yang sangat kita butuhkan, seperti pembangunan Pustu, Sekolah, Puskesmas, dan Irigasi,” tuturnya.

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut menyampaikan Pemerintah Provinsi NTB menaruh perhatian besar pada hal-hal yang mendasar tersebut karena dari sisi kesehatan, pendidikan dan infrastruktur yang mendukung pembangunan di NTB kedepannya.

“Tentunya saya sangat berharap, program-program PETRA ini bisa dilaksanakan secara berkualitas,” jelas Umi Rohmi.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, yang memiliki efek besar di berbagai sektor khususnya ekonomi dan lapangan pekerjaan.

Harapannya, Pemerintah Provinsi NTB dalam mengerjakan program-program PETRA ini bisa memberdayakan tenaga kerja lokal untuk mendorong bangkitnya ekonomi di masa pandemi.

“Saya mengimbau untuk sungguh-sungguh memanfaatkan tenaga kerja lokal dan dibutuhkan sinergi dan kolaborasi sehingga dari segi kualitas bisa menghasilkan kualitas yang baik,” tuturnya.

Umi Rohmi mengucapkan terima kasih kepada PETRA dan UNDP. Ia berharap sinergi dan kolaborasi ini terus ditingkatkan untuk kepentingan dan bermanfaat bagi masyarakat NTB.

“Kita menata bersama-sama masa depan dengan optimis dan bergandengan tangan kita bisa memberikan yang terbaik,” katanya.

Rr/HmsNTB

 




Gubernur Kunjungi 4 Kecamatan Korban Angin Puting Beliung

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi ke lokasi musibah angin puting beliung yang menimpa warga di empat Kecamatan di Pulau Sumbawa.

Empat kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Alas Barat terdiri dari 12 rumah, satu sekolah (SMAN 1 Alba) dan satu puskesmas di Desa Lekong. Di Desa Labuhan Mapin 23 rumah, dan di Desa Usar Mapin, 30 rumah,

17 rumah juga tersapu angin di Desa Gontar, serta 15 rumah, satu masjid, satu mushalla di Desa Gontar Baru. Bahkan di Desa Usar Mapin terdapat dua rumah roboh.

Kemudian di Kecamatan Alas angin puting beliung menyebabkan Kantor Desa Marente roboh bagian depan. Di Kecamatan Buer satu rumah roboh, tiga rumah atap terangkat angin, satu rumah miring, dan enam rumah mengalami kerusakan dinding. Sedangkan di Kecamatan Labuhan Badas terdapat beberapa rumah rusak.

“Musibah ini bisa melanda siapa saja, dimanapun kita tinggal, kita semua harus tetap waspada,” ungkap Bang Zul, Kamis (12/11/20).

Bang Zul akan mengupayakan perlengkapan seluruh kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut.

“InsyaAllah, seluruh kebutuhan masyarakat akan kami penuhi bersama pemerintah kabupaten,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Korban Kebakaran Batu Rotok, Selain Rumah Juga Fasilitas Dasar Jadi Atensi Pemda

Dari semua keluhan masyarakat, yang paling utama adalah rumah

SUMBAWA.lombokjournal.com

Desa Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh, merupakan desa terpencil di Kabupaten Sumbawa. Akses jalan yang belum diaspal, penuh bebatuan serta terjal membuat siapa saja yang datang harus berhati-hati.

Selain akses jalan yang belum diaspal, Desa Batu Rotok belum ada aliran listrik. Sejumlah masyarakat menggunakan tenaga surya dan mikro hidro. Jadi kalau airnya surut, lampu akan meredup, bahkan mati.

Cerita keterbatasan fasilitas dasar di Batu Rotok tak henti sampai di situ, kebakaran hebat yang melalap ratusan rumah waga menambah derita mereka.

Bagaimana tidak, rumah tempat biasa mereka bercengkrama bersama keluarga, kini rata dengan tanah.

Dari dalam tenda, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mendengar berbagai keluh kesah masyarakat saat  orang nomor satu di NTB itu datang ke Batu Rotok, Selasa (10/11/20). Momentum kedatanagan Gubernur benar-benar digunakan untuk curhat oleh masyarakat.

“Pak Gubernur, kami hanya punya semangat. Rumah tidak ada, apalagi listrik dan sinyal internet,” ungkap Hariati.

Kepada Gubernur, Ibu rumah tangga tersebut meminta perhatian sepenuhnya kepada masyarakat Batu Rotok. Menurutnya, selain berdo’a, bantuan dari pemerintah menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat.

“Banyak anak kami putus sekolah gara-gara akses jalan yang rusak serta sekolah yang jauh,” tambah perempuan berusia 45 tahun tersebut.

Sementara itu, Makbullah, mengeluhkan jalan yang sejak ia lahir hingga sekarang tidak ada perubahan sama sekali. Menurutnya, akses jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu faktor penunjang kesejahteraan masyarakat.

“Jalan rusak, gelap, sebelah kiri dan kanan jurang, tiap hari jalan tersebut kami lalui,” ungkapnya sedih.

Selain jalan, Makbullah juga menceritakan masalah kesehatan. Laki-laki berusia 38 tahun tersebut mengatakan, penyaikit diare paling sering dirasakan masyarakat. Untuk berobat pun sangat jauh, lagi-lagi mereka harus melewati jalan yang cukup berbahaya.

“Kalau sakit, kadang pakai obat tradisional, kalau ke rumah sakit, jauh, bahaya,” tambahnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah akan terus mengikhtiarkan seluruh keluh kesah masyarakat tersebut. Dari semua keluhan masyarakat, yang paling utama adalah rumah.

“Dalam waktu dekat, perumahan untuk masyarakat terdampak kebakaran akan segera dibangun,” ungkap Bang Zul.

Ke depan, lanjut Bang Zul, masalah listrik, jalan, serta kesehatan akan terus diperhatikan.

BACA JUGA;

“Beberapa kepala OPD sudah kami bawa. Jadi, seluruh keluhan bapak ibu semua sudah di catat, dan saya minta untuk di tindak lanjuti,” tutup Gubernur di hadapan beberapa Kepala OPD yang juga ikut mendengat curhat warga dari bawah tenda.

Rr/HmsNTB




Gubernur Jadi Tumpuan Harapan, Bagi Korban Kebakaran di Batu Rotok

Pemerintah diharapkan secepatnya membangun rumah layak huni

SUMBAWA.lombokjournal.com

Masyarakat Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa korban kebakaran, menyambut gembira kedatangan Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah ke lokasi kebakaran, Selasa (10/11/20).

Kedatangan Gubernur menjadi pemberi harapan terkait masa depan mereka setelah rumah tempat tinggal mereka telah rata dengan tanah.

Salah seorang pemuda Batu Rotok, Ardyan, mengaku bersyukur didatangi sekaligus diberikan bantuan oleh orang nomor satu di Provinsi NTB tersebut. Menurutnya, Bang Zul sangat tanggap membantu masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran.

“Setelah kebakaran, kami bersyukur dapat bantuan dari pemerintah provinsi dan kabupaten,” ungkapnya dari bawah tenda terpal.

Ia membayangkan, jika tidak ada bantuan dari pemerintah dan pihak terkait lainnya, dia tidak tau lagi seperti apa kondisi masyarakat yang ada di desanya. Sebab, rumah dan isinya sudah ludes terbakar.

“Kami hanya mampu berdo’a, sejak kebakaran hari pertama, beberapa rekannya terpaksa tidur beralaskan bumi dan berdinding langit,” tutur pria berusia 22 tahun tersebut.

Lain lagi Hadijah, 34, ibu rumah tangga, berterimaksih atas bantuan yang telah diberikan oleh Gubernur NTB. Menurut Hadijah, bantuan tersebut sedikit tidak telah mengurangi rasa sedihnya sejak tertimpa musibah kebakaran.

BACA JUGA;

“Ya, tadi sudah dibawakan tenda, selimut, pakaian dan makanan, terima kasih pak Gubernur,” tuturnya.

Ia  berharap, pemerintah secepatnya membangunkan masyarakat rumah layak huni. Karena saat ini Desa Batu Rotok sudah mulai musim hujan, jangan sampai masyarakat berlama-lama tidur di tenda, apalagi ia sendiri punya anak yang masih kecil.

“Mudah-mudahan ada rumah layak huni,” pintanya saat ditemui disela-sela membersihkan puing-puing rumah kayu miliknya.

Rr/HmsNTB