Wagub Launching Lagu Difabel Gemilang, Saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020

Lagu difabel ini diharapkan bisa dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia dan dunia bahwa kaum difabel di NTB ini berprestasi

MATARAM.lombokjournal.com

Lagu Difabel Gemilang dilaunching Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 di Kantor Dinas Sosial Provinsi NTB, Kamis (03/12/20).

“Yang namanya disabilitas itu tidak berarti dia memiliki kekurangan, tetapi justru yang harus dilihat adalah kelebihannya.  Allah SWT sudah menganugerahkan seluruh makhluk hidup dengan kelebihan dan kekurangan masing – masing,” kata Wagub saat memberikan sambutan.

Mengenai lagu Difabel Gemilang yang diciptakan oleh salah satu pekerja sosial di Provinsi NTB, Wagub mengungkapkan bahwa lagu tersebut memberikan semangat yang luar biasa kepada penyandang disabilitas. Mereka bisa memberikan kontribusi dengan caranya masing-masing.

“Maka dari itu,mari kita buka hati kita untuk semakin mencintai saudara-saudara kita, dan mereka memberikan kontribusi yang besar juga untuk pembangunan di NTB. Terus kita berikan jalan dan motivasi supaya mereka  -benar merasakan bagian dari masyarakat NTB yang bisa memberikan kontribusinya dengan caranya sendiri,” kata Umi Rohmi.

Lagu difabel ini diharapkan agar bisa dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia dan dunia bahwa kaum difabel di NTB ini berprestasi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Hj, Fitriah mengatakan, ada 28.062 orang yang menyandang status disabilitas dari berbagai daerah yang ada di NTB.

“Acara ini, bertujuan mningkatkan kesadaran berbagai pihak terhadap berbagai permasalahan disabilitas sebagai bagian dari pemenuhan hak -hak disabilitas di NTB,” ujarnya.

Acara yang baru pertama kali dilaksanakan di NTB ini, diikuti oleh 100 orang dari berbagai lembaga, yayasan dan NGO dan dirangkaikan dengan launching lagu Difabel Gemilang serta penyerahan Kursi Roda secara simbolis dan penyerahan 100 paket sembako kepada setiap perwakilan secara simbolis.

Rr/HmsNTB




SALAM Bongkar Strategi Mengatur Mataram dalam Debat Putaran III

Saat para calon bertanya kepada SALAM, dengan lugas Selly dan TGH Manan menjawab dengan gagasan dan ide-ide cemerlang

lombokjournal.com —

MATARAM;     Debat Putaran III Pilkada Kota Mataram digelar KPUD Kota Mataram, Senin (30/11/20) malam.

Debat terakhir tersebut merupakan momen terakhir para calon mengadu gagasan membangun Kota Mataram sebelum pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM), tampil prima dengan gagasan segar di malam ini.

Segmen pertama debat adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator kepada masing-masing calon. Moderator memberikan pertanyaan kepada Selly Andayani, bagaimana keseriusan TGH Abdul Manan maju menjadi calon Wakil Walikota Mataram.

Selly dengan terstruktur menjawab pasangan SALAM lahir karena banyaknya masalah-masalah yang ada di Kota Mataram. Seperti APBD ganda, ketimpangan sosial dan ekonomi dan masih banyak lagi.

“Waktu itu ada persoalan hukum APBD ganda. Banyak masalah di Kota Mataram, sehingga saya memutuskan untuk maju, karena menyelesaikan itu tidak bisa enam bulan. Sehingga saya mengajak TGH Manan untuk maju. Karena beliau nasionalis sekaligus religius,” kata Selly.

Hal senada diungkapkan TGH Manan, ia mendampingi Selly karena melihat sosok Selly yang banyak pengalaman sebagai seorang birokrat dapat mampu menuntaskan permasalahan kota.

“Komunikasi beliau di provinsi sampai pusat sangat bagus. Insyaallah pasangan SALAM mampu memenangkan Pilkada Kota Mataram

Memasuki segmen kedua yaitu penajaman visi-misi, Selly-Manan diberikan pertanyaan oleh moderator. Pertanyaan yang bersumber dari lima guru besar sebagai dewan pakar tersebut, menanyakan soal ketahanan nasional. Apa yang akan dilakukan SALAM dalam mewujudkan ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional tertera dalam visi misi kami. Kita ingin nanti bagaimana perwujudan nasionalis dan religius menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” ujar Selly Andayani menjawab.

“Aparatur di Mataram perlu dimaksimalkan lagi. Heterogen Mataram luar biasa, konflik komunal pernah terjadi, sehingga kami ingin kemandirian ekonomi dan fisikal ditingkatkan, baik UMKM dan lainnya agar tidak ada gap di tengah masyarakat,” sambungnya.

Selly mengatakan kemandirian ekonomi adalah hal utama. Untuk mewujudkan itu SALAM mengeluarkan visi-misi 9 langkah untuk Mataram berkah dan cemerlang.

Segmen ketiga adalah segmen debat Paslon. Selly Andayani memberikan pertanyaan terhadap masing-masing Paslon bagaimana strategi untuk mengantisipasi konflik komunal di Mataram. Mengingat Mataram merupakan kota heterogen, sehingga bibit konflik bisa saja terjadi.

Bahkan saat para calon bertanya kepada SALAM, dengan lugas Selly dan TGH Manan menjawab dengan gagasan dan ide-ide cemerlang.

Pentingnya Ketahanan Keluarga

Soal maraknya pertemuan narkoba, Selly berencana akan membentuk Kampung Bersinar atau Bersih dari Narkoba. Pada kampung tersebut akan diberikan sosialisasi dan pembimbingan kepada anak muda agar jauh dari narkoba.

“Untuk pengguna, kita terus dorong melakukan rehabilitasi. Untuk pelaku kita minta hukum harus tegas,” tandasnya.

Selain itu, Selly juga menyoroti ketahanan keluarga di Mataram. Meningkatnya angka perceraian membuat banyak anak tidak terurus dan terjun ke dunia gelap narkoba. Sehingga mencegah narkoba, Selly mengutamakan membangun ketahanan keluarga dengan meningkatkan perekonomian mereka.

“Kita bentuk kampung buah, kampung sayur untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga ketahanan keluarga mereka kuat, jadi tidak ada anak terlantar dan terjerumus dalam narkoba,” imbuhnya.

Pada segmen keempat, moderator memberikan pilihan huruf pada para calon. Huruf tersebut merupakan urutan video-video tentang kondisi Mataram yang akan menjadi pertanyaan. Paket SALAM diberikan pertanyaan bagaimana mewujudkan iklim pendidikan tinggi lebih bersinergi.

Selly mengatakan, Kota Mataram juga merupakan kota pendidikan. Namun banyak mahasiswa selepas kuliah justru menganggur. Sehingga dia berupaya maksimal untuk membuka lowongan kerja.

Selly juga akan membangun kerjasama dengan semua kampus di Mataram untuk sama-sama membangun kota.

“Tugas Walikota cari uang, karena kita punya visi-misi kesejahteraan sosial. Kami ingin lansia diperhatikan jadi ada program Rantang SALAM. Kami ingin menempatkan lansia di tempat yang layak,” katanya.

“Saya keliling dari Ampenan dan Bertais tidak ada perhatian sama lansia. Saya ingin rusunawa untuk mereka para lansia agar merasa dihormati,” ujarnya.

Selly memaparkan kondisi riil Kota Mataram saat ini dari 2 juta langkah SALAM yang selama ini sudah dilakukannya.

Diakhir debat dalam segmen clossing statenent , Selly mengatakan  paket SALAM bukan tidak berani mencantumkan logo partai karena SALAM sendiri merupakan kader partai yang merupakan representasi  partai. “Sehingga tidak perlu pakai mahal  dan tidak perlu tersandera karena pasangan Salam ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa ,” imbuhnya

Kemudian Selly membacakan sebuah puisi yang merupakan kiriman dari relawan yang judulnya :

SALAM Dua Jari .

Muntuk Mataram yang terbukti.

Salam Dua Jari …. Selly Manan tidak menebar janji. Untuk mataram begitu dan begini. Tapi hadir untuk sebuah bukti.

Salam dua jari…

Tanggal 9 Desember sebentar lagi. Mari kita komitmen dengan diri mewujudkan ikrar janji

Tak bergeming dengan janji janji

 

Me

 




Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador,  Diminta Wagub Gaungkan Program Unggulan

Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador 2020 menggaungkan protokol kesehatan kepada keluarga, kerabat dan masyarakat di masa pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

10 Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador 2020 beraudensi dengan Wakil Gubernur NTB Dr Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertempat di Ruang Kerja Wagub yang didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol, Selasa (0 1/12/20).

Wagub menyambut hangat 10 Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador 2020 dan menyampaikan,  program Pemprov NTB harus digaungkan oleh para finalis tersebut.

Informasi yang harus disampaikan kepada masyarakat NTB, antara lain program NTB Zero Waste, NTB Hijau, Desa Wisata, Rrevitalisasi Posyandu dan lain sebagainya.

“NTB ini ibarat surga yang sangat luar biasa indahnya. Dan keindahan ini jika tidak kita sayangi, tidak dirawat dan dipelihara pasti akan hancur. Jadi kita semua harus memelihara karunia Allah ini dengan menjaga lingkungan seperti menjaga sampah dan mengupayakan bagaimana sampah ini bisa dikelola dengan baik dan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik menjadi pupuk atau barang lain yang memiliki daya jual,” tutur Wagub.

Ummi Rohmi juga menyampaikan harapannya,  agar Revitalisasi Posyandu bisa menjadi pusat edukasi, tidak hanya sekedar melayani  ibu anak saja. Tapi  sebagai pusat edukasi untuk seluruh masyarakat, baik remaja, lansia, dan masyarakat umum.

Ditekankan Wagub, agar para Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador 2020 menggaungkan protokol kesehatan kepada keluarga, kerabat dan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Masih banyak Program NTB Gemilang yang harus dipahami dan semua ini bisa dilakukan dengan melibatkan kalian para anak muda, karena anak muda memiliki peran yang sangat besar dalam mensukseskan semua ini dan yang bisa mengkomunikasikan kepada anak muda ya anak muda itu sendiri,” pesan Wagub.

Rr/HmsNTB




Libur Panjang Diprediksi Jumlah Penumpang Naik 10 Persen

Memprioritaskan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik untuk para petugas maupun para penumpang seluruh moda transportasi darat, laut, udara

MATARAM.lombokjournal.com

Memasuki liburan Natal dan tahun baru, Dinas Perhubungan provinsi NTB memprediksi jumlah penumpang akan naik 10 persen.

Hal itu dikarenakan aktifitas kedatangan orang dari berbagai pintu masuk mulai terlihat ada pergerakan, baik pintu masuk dari pelabuhan maupun bandara.

“Mudah-mudahan ada kenaikan sekitar 10 persen. Karena pasti akan datang banyak penumpang dari berbagai daerah, baik untuk liburan atau hal lainnya,” Ujar Kepala Dishub provinsi NTB, Lalu Bayu Windya, Senin (30/11/20).

  1. Bayu mengatakan, kenaikkan jumlah penumpang karena melihat dari trendnya belakangan ini terjadi kenaikkan dari sebelum-sebelumnya.

Terutama ketika kondisi pandemi Covid-19 sejak beberapa bulan lalu. Selain dari libur panjang akhir yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penumpang pada akhir November 2021 ini.

“Libur akhir tahun kemudian sekarang juga sudah dimulai kegiatan dari pusat dan daerah lain. Ada yang datang berkunjung banyak ke NTB baik dari pemerintah pusat maupun kabupaten kota lain,” terangnya.

Dikatakan sebelumnya sempat mengalami penurunan karena pandemi Covid-19, karena adanya penutupan pelabuhan maupun bandara untuk mengakut orang. Sehingga membuat pergerakan orang masuk ke NTB menurun drastis.

“Tapi sekarang trend beberapa bulan ini naik, baik dari pintu masuk di bandara maupun pelabuhan,” ucapnya.

Dalam penyelenggaraan nataru 2020-2021 ditegaskan, pihaknya memprioritaskan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik untuk para petugas maupun para penumpang seluruh moda transportasi darat, laut, udara. Sehingga membuat orang-orang berani untuk melakukan aktifitas di luar.

“Sekarang sudah lebih memahami protokol, seperti pertemuan yang berkerumun sudah dibolehkan tapi tentu dengan mengukiti protokol yang ada,” pungkasnya

Aya

[




Respon Medsos, Gubernur Bantu Warga Dompu

Gubernur banyak merespon pertanyaan dan permintaan masyarakat mulai dari masalah kesehatan, bantuan sosial serta persoalan lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Penderitaan Haerudin, pria kelahiran tahun 1991 warga Dusun Kuta, Desa Rasabou Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, yang  sakit berupa luka di bagian tenggorokan dan sakit-sakit di bagian telinga, dibagi oleh para netizen di media sosial (Medsos).

Informasi dari medsos itu mendapat respon cepat dari Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah

Gubernur melalui tim assessment pendamping PKH Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Dompu, langsung bergerak memberikan bantuan kepada Haerudin sesaat setelah informasi tersebut mencuat di media sosial.

Atas kesigapan dari tim assessment pendamping PKH Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Gubernur pun menyampaikan pujian dalam merespon adanya warga yang membutuhkan bantuan.

“Saya sampai kehabisan kata-kata melihat kesigapan para PKH kita di lapangan. Terima kasih Pak Kadis Sosial Provinsi dan Kabupeten/Kota serta tim-tim nya yang sampai ke pelosok-pelosok desa. Baru saja di keluhkan di sosmed langsung meluncur,” kata Gubernur, Minggu (29/11/20).

Iksan, salah seorang pendamping PKH Kecamatan Hu’u sebelumnya telah memberikan laporan kepada Gubernur dan ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTB, perihal kondisi Haerudin yang segera membutuhkan bantuan.

Untungnya Haerudin memiliki BPJS Kesehatan, sehingga diharapkan bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih baik lagi agar segera pulih.

Di media sosial, salah satunya Facebook, Gubernur memang banyak merespon pertanyaan dan permintaan masyarakat mulai dari masalah kesehatan, bantuan sosial serta persoalan lainnya.

Salah satu permintaan yang juga ditanggapi Gubernur yaitu dari pengguna dengan nama akun Dody Andi Hamda.

Ia melaporkan anaknya yang berusia 2,5 tahun yang bernama Galang Saputra yang kini menderita sakit berupa adanya cairan di kepala dan semua tubuhnya tidak ada yang berfungsi.

“Kalau bisa Pak Gubernur mohon bantuan untuk anak saya. Alamat Batu Alang Desa Leseng RT 10 RW 1 Kecamatan Moyo Hulu, Kabupeten Sumbawa,” kata Dody selaku orang tua dari Galang.

Gubernur langsung memberikan respon dengan menyanggupi permintaan netizen tersebut “Saya tindaklanjuti ya” kata Gubernur.

Rr/HmsNTB




Kegiatan Reguler Humas Pemda KLU, Kumpul Bareng Forum Pewarta 2020

Perlunya pemberitaan pilkada yang berimbang

 TANJUNG.lombokjournal.com

Bagian Humas dan Protokol Setda KLU mengadakan kegiatan reguler  Kumpul Bareng Forum Pewarta  tahun ketiga, bertajuk “Sinergi Membangun Daerah”   bersama pewarta atau awak media.

Kegiatan tersebut dihadiri pewarta media cetak, online, televisi dan radio dengan menghadirkan narasumber Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB), H Nasrudin Zain dan Pewarta Lalu Supriadi, Jum’at (27/11/20).

Kabag Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas MA menyatakan, acara Forum Pewarta tahun 2020 dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Meski sederhana tanpa mengurangi rajutan hati dan pikiran antara kehumasan dengan awak media.

“Gagasan ini sudah tahun ketiga. Dari tahun ke tahun dievaluasi untuk penataan dan perbaikan relasi kehumasan dengan para pewarta. Ada dinamika, sebagai bentuk relationship,” tuturnya.

Ketua PWI NTB H Nasrudin Zain dalam paparannya menyampaikan, perlunya pemberitaan pilkada yang berimbang, bagaimana pewartanya dan bagaimana kerja sama kelembagaan ke depannya.

“Dalam konteks pemberitaan pilkada, bagaimana pewarta dengan karya jurnalistiknya berperan mengurangi angka golput. Pada tanggal 9 Desember nanti, masyarakat Lombok Utara bisa menggunakan hak pilihnya di bilik suara,” imbuhnya.

Ia menyampaikan pesan kepada pewarta, mulai dari judul harus mencerminkan informasi yang memberdayakan, menghindari judul yang memojokkan atau motif keberpihakan.

Bagaimana masyarakat memahami demokrasi itu penting, menentukan pilihan itu tidak menjadi persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tugas kita untuk memberikan informasi yang bisa dicontoh untuk daerah NTB, outputnya untuk kebaikan dan kemanfaatan. Ini yang harus kita kedepankan, jadi contoh Lombok Utara untuk kabupaten lain di NTB yang menyelenggarakan pilkada,” tandasnya.

Dikatakan, fungsi peran dan tupoksi pers berpegang teguh pada UU Pers. Jangan karena suatu ketidaksenangan, kemudian bersikap tendensius dan berdampak pada konten liputan.

Pihaknya menekankan pula, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Ayo tanggal 9 besok kita datang ke TPS untuk menggunakan masker dan menyoblos,” ajak Nasrudin..

Narasumber lainnya, Lalu Supriadi menguraikan perjalanan daerah, pemerintahan di KLU yang telah berjalan 12 tahun pemerintahan di KLU. Dalam perspektif jurnalistik, jalannya pemerintahan berlangsung dinamis  sebagai  gerak dari roses dari pembangunan.

“Secara teknis, saya tidak bicara bagaimana jurnalistik dan jurnalisme itu. Proses dalam pemerintahan di KLU termasuk soal bagaimana mengawal proses pembangunan di KLU,” katanya.

Rangkaian acara berjalan santai dalam suasana keakraban. Selain diskusi tanya jawab diselingi dengan lantunan lagu, puisi, dan komedi tunggal dari peserta Forum Pewarta.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Kumpul bareng kehumasan dan awak media dalam Forum Pewarta menjadi stimulan kemitraan

Sas




Pemprov NTB Apresiasi Terbentuknya Kepengurusan JMSI NTB

Pihak pemerintahan baik itu Kepala Dinas, Kepala Bagian maupun Kepala Badan, baik yang berhubungan langsung dengan informasi maupun yang tidak, sesungguhnya menunggu uluran tangan dari media pers untuk bersinergi membangun NTB

KLU.lombokjournal.com  –

Dilantiknya Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi NTB Periode 2020 – 2025, mendapat ucapan selamat dari Pemerintah Provinsi NTB.

Kepala Biro Humas dan Protokol, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, saat membuka acara  pelantikan mewakili Gubernur NTB, di Hotel Medana Bay Marina, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (28/11/20),  menyampaikan harapannya.

Najamuddin Amy

“Kami yakin ke depan, kemitraan kita akan semakin langgeng, akan semakin kuat dan akan semakin baik,” ucap Najamuddin.

Kepala Biro Humas dan Protokol yang kerap disapa Bang Najam menjelaskan, media pers berada pada pilar demokrasi, menjadi bagian penting dalam membantu bangsa memberitakan kabar-kabar baik kepada masyarakat.

Dari kegiatan itu, Bang Najam melihat tiga makna, yakni spektrum, jaringan dan berkesinambungan.

“Spektrum itu sesuatu keadaan yang tidak terbatas pada suatu set harga atau kondisi tertentu, spektrum itu adalah sesuatu yang luas sekali. Maka kami pemerintah Provinsi ini ingin melihat JMSI ini sebagai sebuah spektrum yang berpadu prisma, menghasilkan pelangi,” tambahnya.

Bang Najam mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB,sangat mendukung, mengapresiasi serta merasa bangga atas terbentuknya, JMSI terlebih di NTB.

“Ini padahal baru saja dibentuk, dan saya lihat disini teman-teman sangat luar biasa,” ujarnya.

Lebih jauh, Bang Najam menjelaskan, pihak pemerintahan baik itu Kepala Dinas, Kepala Bagian maupun Kepala Badan, baik yang berhubungan langsung dengan informasi maupun yang tidak, sesungguhnya menunggu uluran tangan dari media pers untuk sama-sama  bersinergi membangun NTB.

“Kami ingin dikritik, namun kritik yang membangun Provinsi NTB, membangun Kabupaten Lombok Utara ini, membangun seluruh masyarakat kita ini. Karena bagaimanapun juga tanpa kehadiran teman-teman, tidak ada penyampai pesan yang baik, karena teman-teman inilah yang bisa mendidik dan mencerahkan masyarakat NTB,” imbuhnya.

Sekjen PP JMSI, Mahmud Marhaba mengungkapkan jika JMSI sendiri merupakan organisasi yang tergolong baru namun begitu cepat kemajuannya.

Bahkan, Pengurus Pusat JMSI baru saja dilantik beberapa waktu lalu secara langsung oleh Ketua MPR RI.

“Tentu ini tidak lepas dari dukungan semua daerah, termasuk pula Provinsi NTB dan juga tidak lepas dari dukungan pemerintah, baik itu provinsi maupun kabupaten/kota,” terangnya.

Selain itu, JMSI telah mendaftarkan diri sebagai Konstituen Dewan Pers Indonesia. Sehingga, Mahmud berharap JMSI segera akan menjadi perusahaan pers yang amanah dan tentunya profesional.

Mahmud juga menyampaikan, NTB telah masuk ke dalam 10 provinsi yang diverifikasi dari 29 provinsi yang ada di Indonesia. Ia kemudian memberikan beberapa wejangan dan masukan bagi media pers dan juga pemerintah.

Salah satunya yakni menjaga kode etik dan profesionalitas. Hal ini disebutnya dapat dibuktikan apabila media tersebut telah terdaftar di Dewan Pers. Karena itu, media juga diminta agar dapat membuat informasi dan berita yang berimbang dan sama proporsinya.

“Ke depan mari kita membangun secara bersama-sama wibawa dan marwah pers, dan itu ada di pundak teman-teman semua,” ajaknya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Lombok Utara, yang diwakili Sekda Kabupaten Lombok Utara, H. Raden Nurjati, menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus daerah JMSI Provinsi NTB.

Raden juga menuturkan rasa terima kasih JMSI atas dipercayakannya Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pelaksanaan Rakerda I JMSI Provinsi NTB tersebut. Hal itu akan menjadi citra positif, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Dengan acara ini akan membawa dampak yang positif bagi Kabupaten Lombok Utara, khususnya pada sektor pariwisata. Melalui pengurus daerah ini, kami memohon bekerjasama dengan baik, dalam kita memberikan pengertian yang baik kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Rr/HmsNTB




Inovasi dan Kolaborasi, Bawa NTB Jadi Pemprov Informatif 2020

Dalam penilaian oleh Komisi Informasi Pusat, Provinsi NTB memiliki berbagai inovasi dan layanan informasi publik diantaranya NTB Care, NTB Satu Data, SIAGA dan SIP Posyandu

MATARAM.lombokjournal.com

Pemprov NTB dinobatkan sebagai pemerintah provinsi (Pemprov) berkualifikasi informatif tahun 2020 oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia, Rabu (25/11) lalu.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfotik NTB, Iwan Sapta Taruna, SE berkomitmen, Pemprov NTB selalu berikhtiar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tentunya dengan berbagai produk pelayanan informasi yang dihadirkan.

“NTB sebagai badan publik senantiasa mengedepankan kolaborasi serta inovasi pada produk – produk pelayanan informasi publik. Kita berkomitmen penuh untuk terbuka dan hadir untuk masyarakat” ujar Iwan, usai kegiatan Hari Ikan Nasional, di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kamis (26/11/20).

Dijelaskan Iwan, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah terkenal aktif di sosial media, sehingga perangkat daerah juga terpacu dalam menyebarluaskan informasi pembangunan NTB.

Hal tersebut mencerminkan misi NTB yang terus berusaha untuk menjadi daerah yang bersih dan melayani dengan menerapkan prinsip Good Governance.

“Gubernur kita mencontohkan sosial media bisa digunakan sebagai wadah untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya dan berinteraksi melayani masyarakat dengan cepat” tutur Iwan.

Dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2020, Komisi Informasi Pusat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada seluruh 348 (tiga ratus empat puluh delapan) Badan Publik se Indonesia.

Tahapan monev dimulai tahapan sosialisasi, monitoring hingga evaluasi kepada semua badan publik dengan menggunakan kuesioner.

Terkait kuesioner tersebut terdapat beberapa indikator seperti, pengembangan website yang terkait dengan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi); dan Pengumuman Pelayanan dan penyediaan, Informasi Publik sehingga informasi publik, dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh masyarakat, dengan maksud agar masyarakat merasakan manfaat dari adanya Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam penilaian oleh Komisi Informasi Pusat, Provinsi NTB memiliki berbagai inovasi dan layanan informasi publik diantaranya NTB Care, NTB Satu Data, SIAGA dan SIP Posyandu.

NTB Care Aplikasi Mobile yang menjadi mata, telinga dan tangan Pemerintah Provinsi NTB untuk menangkap, memahami dan merespon pengaduan masyarakat, NTB Satu Data adalah Sistem Data Terbuka yang menyediakan data resmi Pembangunan NTB yang dihimpun dari berbagai sumber, SIAGA menjadi aplikasi mitigasi dan edukasi kebencanaan Dan SIP Posyandu adalah sebuah aplikasi yang mengintegrasikan data posyandu dan kesehatan hingga ke desa-desa di NTB.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan rasa syukurnya karena NTB bisa kembali mendapat penghargaan sebagai Badan Publik Informatif.

Ummi Rohmi panggilan akrabnya mengucapkan rasa terimakasihnya atas kerjasama yang luar biasa kepada KI NTB dan PPID Pemprov NTB hingga ke seluruh PPID pembantu yang ada di NTB.

“Ini capaian yang tidak mudah di saat kita dihadapi bencana yang bertubi-tubi. Dari gempa hingga pandemi covid-19. Tapi kita telah buktikan kita bisa. Ini kerja yang luar biasa!” jelasnya usai menerima penghargaan, Rabu (25/11).

Selain Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020, berbagai inovasi dan kebulatan tekad untuk menjalankan pemerintahan yang transparan, mengantarkan Provinsi NTB mendapatkan pujian dari komunitas Internasional, Global Open Government Partnership (OGP) di Washington, DC.

Kolaborasi Program pengembangan Open Government tersebut yang dilakukan di NTB sendiri senantiasa mendapat dukungan dari unsur pimpinan daerah, yakni Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah.

Dinas Kominfotik NTB berperan sebagai koordinator dalam perencanaan dan pelaksanaan program bekerja sama dengan 45 perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Komisi Informasi  Daerah dan Komisi Penyiaran Daerah juga memperkuat dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik dan menjamin kualitas informasi di media.

ikp, @diskominfotikntb




Wagub Berharap PLN Gencarkan Program Pengolahan Sampah Jadi pellet RDF

Pabrik RDF akan dibangun tahun 2021 untuk memperbesar volume pengolahan sampah menjadi pellet bahan bakar, namun masih terkendala lahan

 MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berharap, agar program pengolahan sampah menjadi bahan bakar yang dilakukan oleh PLN bisa semakin digencarkan di tahun depan.

Program  pengolahan sampah menjadi pellet RDF (Refuse Derived Fuel) akan menjadi substitusi bahan bakar batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Lombok Barat.

Audensi PLN

PLN melalui PT. Indonesia Power telah bekerjasama dengan Pemprov NTB untuk mengolah sampah menjadi pellet RDF yang berlokasi di TPA Regional Kebon Kongok. Pabrik pengolahan sampah yang bernama JOSS atau Jeranjang Olah Sampah Setempat itu diharapkan semakin optimal pemanfaatannya di tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi atau silaturahmi General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Ir. Lasiran di ruang tamu Wakil Gubernur, Jumat  (27/11/20).

Dalam kegiatan tersebut GM PLN juga  menyampaikan laporan program inovasi unggulan yaitu Command Center sebagai program yang melayani masyarakat dengan cepat.

Wakil Gubernur mengatakan, pabrik RDF rencananya akan dibangun tahun 2021 untuk memperbesar volume pengolahan sampah menjadi pellet bahan bakar. Namun saat ini masih terkendala oleh lahan.

“Lahannya yang masih kita cari, kalau lahannya cukup, kapasitasnya produksinya akan lebih besar,” ungkap Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Umi Rohmi mengatakan, program mengubah sampah menjadi pellet bahan bakar adalah satau satu program yang mendukung program Zero Waste.

Namun program Zero Waste itu tidak bisa hanya mengandalkan RDF saja, karena hal itu sebagai salah satu alternatif mendorong percepatan pemanfaatan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Komposisi  sampah yang masuk di TPA Kebon Kongok tinggi juga kayunya, jadi itu yang bisa dimanfaatkan ke RDF.Tapi yang sampah lain seperti plastik juga harus dipikirkan hilirisasinya mau kemana,” katanya

Menanggapi program lahirnya PLN Command Center ini, Umi Rohmi mengatakan, ini adalah solusi dari respon cepat terhadap masalah listrik yang dialami oleh masyarakat.

“Sudah saatnya ada program ini, karena listrik butuh respon cepat, selamat untuk PLN atas inovasinya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Provinsi NTB,” tutupnya.

Sebelumnya General Manager PLN  Unit Induk Wilayah NTB Ir. Lasiran menyampaikan sejumlah program yang sedang dilakukan oleh PLN. Di antaranya pengolahan sampah menjadi pellet bahan bakar ini.

Pellet RDF ini menjadi bahan campuran batu bara (co-firing) dalam proses pembakaran di PLTU Jeranjang, Lombok Barat.

“Kami sudah koordinasikan dengan pengelola di Jeranjang, kalau pemerintah daerah di NTB bisa bantu artinya permasalahan sampah bisa terselesaikan,”ungkapnya.

Lasiran dalam kesempatan tersebut menjelaskan terkait dengan program inovasi Command Center yang akan diresmikan tanggal 1 Desember 2020 yang berada pada tiga lokasi yaitu Lombok Command Center, Sumbawa Command Center dan Bima Command Center.

“Ini sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Jadi jika ada gangguan begitu diterima laporan langsung ditransfer ke petugas terdekat dan diselesaikan lebih cepat,”ungkapnya.

Rr/HmsNTB




Ragam Kebhinnekaan dalam 2 Juta Langkah SALAM di Kota Mataram

Masyarakat, terutama dari kelompok minoritas sejatinya tak mengharapkan apa-apa. Cukup dengan sentuhan perhatian dan menganggap eksistensi mereka itu ada sebagai warga Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM ;       Pilkada bukan sekadar ajang pertarungan politik merebut kekuasaan. Apalagi sampai memecah dan mengkotak-kotak masyarakat berdasarkan pilihan, dan rawan menimbulkan gesekan, disharmonisasi di Kota Mataram.

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) memaknai Pilkada sebagai pesta demokrasi untuk seluruh masyarakat Kota ini.

Apapun latar belakang etnis, agama, strata ekonomi dan pendidikan, selama warga Kota Mataram yang memiliki hak pilih harus merasakan kemeriahan pesta lima tahunan.

2 juta langkah SALAM membuka bagaimana keberagaman dan heterogenitas di Kota Mataram bisa tetap terpupuk dan terjaga sepanjang pesta Pilkada ini. Dan yang terpenting, masyarakat harus bersuka cita menyambut Pilkada, agar angka partisipasi pemilih di Kota Mataram bisa meningkat dibanding Pilkada lima tahun silam.

Menghargai dan merangkul masyarakat yang beragam di Kota Mataram sudah ditunjukan pasangan SALAM sejak mendaftar di KPU Kota Mataram, awal September 2020 lalu. Diiringi ratusan relawan pendukung, SALAM juga menggelar pertunjukan dan pawai lintas budaya dan Multi Etnik , sembari menunggu jalannya proses pendaftaran.

“Sejak awal maju dan mendaftar ke KPU, bu Selly dan TGH Manan memang sudah mengkampanyekan Pilkada Damai, merangkul semua warga masyarakat yang beragam dan heterogen,” kata Ketua Tim Pemenangan SALAM, Eko Anugraha Priyanto, Kamis ( 26/11/20) .

Menurut Eko , kepemimpinan Selly-Manan adalah kepemimpinan yang merangkul dan memperhatikan semua. Bagi SALAM, siapa pun orangnya, sepanjang dia warga Kota Mataram harus mendapatkan hak-hak dan pelayanan publik yang setara dan berkualitas.

SALAM ingin menciptakan Mataram sebagai Kota yang Madani. Pemerintahan yang tidak mengabaikan atau menganggap ringan kebutuhan dan aspirasi kelompok minoritas. Semua ini demi terciptanya kerukunan masyarakat lintas etnis, agama dan budaya di Ibukota NTB ini.

“Pesan pentingnya adalah SALAM akan menjadi pemimpin untuk semua, melayani semua masyarakat. Sebab kondusivitas daerah menjadi hal pokok dalam pembangunan daerah. Dan kondusivitas yang baik bisa muncul dari rasa persatuan dan persaudaraan antar masyarakat yang beragam ini,” ujarnya.

Di masa kampanye politik yang harus beradaptasi dengan kondisi pandemi ini, SALAM juga terus menanamkan nilai-nilai persatuan dan keberagaman tersebut.

Kegiatan flashmob beberapa kali dilakukan dengan tema-tema khusus seni dan budaya. Bahkan, kesenian barongsai juga sempat mengiringi flashmob SALAM sebagai apresiasi bagi warga keturunan tionghoa di Kota Mataram.

Selly-Manan juga sangat aktif turun menyapa masyarakat dan komunitas masyarakat. Sejumlah paguyuban diaspora Jawa hingga pedagang kaki lima kelas lalapan pecel lele ikut menjadi perhatian.

Tak heran jika dukungan untuk SALAM juga sangat signifikan dari kelompok perantau yang menjadi warga Mataram ini.

Suhartono, pria asal Lamongan yang sudah  enam tahun berjualan pecel lele di kawasan Cakranegara mengaku senang dan bangga pernah bertemu langsung dengan Calon Walikota Mataram, Selly Andayani.

“Pernah ketemu waktu bu Selly sedang kulineran. Orangnya bersahaja tapi kelihatan cerdas dan tegas. Kalau saya lihat mirip sosok bu Risma (Walikota Surabaya). Mudah-mudahan bu Selly bisa membangun Mataram lebih bagus lagi, seperti bu Risma mengubah Surabaya dulu,” katanya.

Suhartono menilai, gaya kulineran Selly tak sekadar kulineran biasa. Namun, sosok pemimpin itu juga melihat langsung kondisi dan geliat sektor UMKM di Kota ini. Hal ini bisa ditangkap dari setiap obrolan dan sapaan Selly kepada para pedagang di sekitar.

“Yang ditanya saat itu bagaimana usaha kita lancar tidak. Terus apa ada pungli atau tidak. Nah ini kan cara pemimpin memastikan bahwa masyarakatnya aman dan nyaman dalam beraktivitas, khususnya UMKM kayak saya ini,” ujarnya.

Sektor kuliner juga dimanfaatkan SALAM untuk mempererat persatuan dalam keberagaman. Selly-Manan seringkali blusukan sambil menyapa langsung warung dan resto masakan khas daerah di Kota ini.

Tim pemenangan lainnya, Ruslan Turmuzi  menegaskan, ada pesan penting dalam 2 juta langkah SALAM sepanjang kampanye Pilkada ini. Selain untuk mempererat persatuan dalam keberagaman juga sekaligus untuk mengedukasi dan sosialisasi bahwa Pilkada ini milik semua masyarakat Kota Mataram.

Kesadaran politik yang harus terus dibangun adalah agar seluruh masyarakat mau dan turut berpartisipasi memberikan suara mereka dalam Pilkada 9 Desember nanti.

“Selly-Manan tidak hanya turun dan bersilaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat saja, tetapi juga menyentuh langsung akar rumputnya. Kalau masyarakat sudah merasa bahwa menentukan pilihan dalam pesta demokrasi ini penting, maka inshaa Allah angka partisipasi pemilih kita bisa meningkat juga,” urai Striker Politisi PDI Perjuangan ini.

Pria Humble yang kerap disapa RT mengatakan, selama masa kampanye ini banyak feedback positif yang diterima dari masyarakat. Baik yang disampaikan secara individu maupun melalui kelompok komunitas.

Masyarakat, terutama dari kelompok minoritas sejatinya tak mengharapkan apa-apa. Cukup dengan sentuhan perhatian dan menganggap eksistensi mereka itu ada sebagai warga Kota Mataram.

“Dalam blusukan Selly-Manan, banyak kita temukan testimoni masyarakat yang merasa kurang mendapat perhatian, dan aspirasi mereka kurang didengar. Kepada Selly-Manan ini mereka berharap ada perubahan ke depan di Kota Mataram,” tuturnya.

Sementara itu, Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, apa yang dilakukan SALAM dan tim relawan selama ini merupakan cerminan program nyata yang akan dilakukan SALAM ke depan.

“SALAM berkomitmen tidak ada lagi perbedaan perlakuan dan pelayanan pemerintah untuk semua masyarakat Kota Mataram. Apapun latar belakangnya, setiap warga Kota ini harus mendapatkan jaminan dan hak-hak pelayanan yang setara,” katanya.

Menurutnya, keberagaman dan heterogenitas di Kota Mataram bisa menjadi modal yang kuat bagi keberlangsungan pembangunan Kota yang lebih maju.

Selain itu, pemunculan tema-tema seni dan budaya lintas etnis dan agama yang seringkali ditampilkan dalam kampanye flashmob juga dilakukan agar kemeriahan pesta demokrasi ini bisa dirasakan masyarakat.

“SALAM ingin Pilkada ini berwarna dan ceria penuh kegembiraan. Masyarakat boleh berbeda pilihan, namun harmonisasi sosial dan kerukunan antar warga harus tetap terjaga erat,” kata Mantan Penjabat Walikota Mataram tahun 2015 ini.

Hal yang sama disampaikan Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan. Menurutnya, konsep Rahmatan Lil Alamin harus bisa diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan, bersosial masyarakat di Kota Mataram.

Ulama yang sempat menjabat Ketua MUI Kota Mataram ini mengatakan, saat memimpin Kota Mataram maka pemimpin harus mengayomi semua masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga harmonisasi masyarakat kita yang beragam ini. SALAM akan menjadi pemimpin yang merakyat untuk semua masyarakat Kota Mataram,” ujarnya.

Ia mengatakan, bentuk kongkrit toleransi, persatuan dan merawat keberagaman yang dilakukan SALAM saat ini sebagai teladan masyarakat ke depan.

“Jika semua masyarakat rukun, bisa bersama membangun Kota Mataram ini secara partisipatif, tentu Mataram yang berlah dan Cemerlang akan bisa kita wujudkan,” katanya.

Me