Komitmen Pemprov untuk Percepat Target Administrasi Kependudukan di NTB

Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah administratif untuk menguatkan tata kelola data kependudukan di daerah agar tersinkronisasi dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si MEWAKILI Gubernur NTB membuka  virtual meetingkegiatan Inovasi Pelayanan Adminduk di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (10/12/20).

Sekda NTB menyampaikan apresiasi kepada Dinas PMDK Dukcapil dan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) atas kegiatan yang telah dilakukan dan minta agar sinergi dari kedua belah pihak mempercepat pencapaian target cakupan administrasi kependudukan di NTB.

Sebab, tata kelola data kependudukan yang akurat merupakan salah satu kunci keberhasilan berbagai program pembangunan.

“Pemprov NTB berkomitmen terus melakukan terobosan yang mengarah pada tertib administrasi kependudukan, sehingga dapat memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya identitas hukum ,” ujarnya.

Miq Gita, sapaan akrab Sekda NTB menyampaikan pentingnya akurasi data kependudukan serta koordinasi yang baik dalam memperoleh sumber data kependudukan.

Dan Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah administratif untuk menguatkan tata kelola data kependudukan di daerah agar tersinkronisasi dengan baik.

“Saya berharap kepada Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB selaku Leading Sector yang membidangi, terus mengoptimalkan perannya dalam mengawal dan memastikan terpenuhinya penyelenggaraan data kependudukan dan catatan sipil di wilayah provinsi NTB,” ungkapnya.

Sekda NTB mengungkapkan kesadaran masyarakat desa untuk memiliki dokumen kependudukan tergolong minim, dan perlu ditingkatkan melalui sosialisasi berkelanjutan.

Diharapkan ke depan dapat merubah paradigma masyarakat desa yang terkesan menyepelekan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan.

“Kita memang masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, memang bukan tugas mudah untuk diwujudkan, namun dengan kerjasama yang baik antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota, serta stakeholder terkait lainnya maka saya yakin semua tantangan ini akan dapat kita hadapi dan tuntaskan dengan baik,” kata Miq Gita.

Atasi Bencana

Unit Manager Bagian Kerjasama Pembangunan Kedutaan Besar Australia, Astrid Kartika, sebelumnya mengapresiasi kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, yang dinilai tangguh dan berkomitmen.

Dalam masa kepemimpinan Gubernur Zul, Provinsi NTB dilanda dua cobaan yang sangat besar.

Pertama, saat awal kepemimpinan NTB dilanda bencana alam gempa bumi 7.SR yang merenggut ratusan korban jiwa dan merusakkan bangunan perumahan, perkantoran, tempat ibadah dan infrastruktur ekonomi dan sebagaiya. Kedua, adalah bencana non-alam yang dialami juga oleh Indonesia dan dunia yaitu pandemi Covid-19.

Dari kedua tantangan besar tersebut, Provinsi NTB berkat kerja keras Gubernur NTB dan seluruh jajarannya, kini NTB mampu mengatasi tantangan tersebut. ,

Misalnya progres pembangunan kembali rumah yang hancur akibat gempa bumi sudah mencapai sekitar 94 persen. Dan saat pandemi Covid-19, Provinsi NTB dengan model JPS GEMILANG mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.

Ketepatan pemberian bantuan menjadi kunci keberhasilan JPS GEMILANG.

KOMPAK  bersama Pemerintah Daerah NTB, khususnya di empat (4) kabupaten (Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima) dan Mitra KOMPAK yaitu PUSKAPA-UI, telah menyusun model penjangkauan layanan adminduk, yang memudahkan dan mendekatkan layanan ke mayarakat.

 

Kemudian, Astrid menjelaskan pelayanan ini diprioritaskan oleh Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil untuk memberikan layanan adminduk bagi masyarakat miskin dan rentan yang tidak dapat menjangkau pusat layanan, yang intinya memberi kemudahan bagi masyarakat.

Model penjangkauan ini dinamakan Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa atau LABKD.  LABKD membantu Pemerintah Desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan (perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia) akan layanan adminduk.

LABKD mendukung program prioritas Kemendagri untuk menjangkau penduduk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Model LABKD yang didorong KOMPAK bersama Mitra Puskapa dan Pemerintah Daerah menawarkan solusi atas tantangan penjangkauan kelompok rentan dan mendorong pembaharuan data.

Untuk menyediakan layanan administrasi kependudukan yang menjangkau wilayah desa serta mendorong percepatan pelayanan publik. Pemerintah  bekerjasama dengan KOMPAK melakukan Inovasi yaitu Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Kewenangan Desa (LABKD).

Dalam kesempatan  sama, Kepala Dinas PMD Dukcapil NTB, Dr. H. Azhari memaparkan materi dengan judul Peran Provinsi NTB Dalam Mendorong Inovasi Percepatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Adminduk Melalui LABKD.

Kemudian H. Azhari menyampaikan, LABKD adalah penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan di desa dengan menggunakan kewenangan yang dimiliki oleh desa.

Dan program ini digunakan untuk mengatasi permasalahan jarak, biaya dan prosedur rumit.

Lebih lanjut Kepala Dinas PMD Dukcapil menjelaskan, LABKD memiliki 2 komponen penting yaitu Petugas Pencatatan Kependudukan di Desa (PPKD) dan Kelompok Kerja Adminduk (Pokja Adminduk) dan kegiatan lendataan penduduk ink merupakan salah satu kegiatan mencapai SDG’s Desa.

Dalam pertemuan via daring tersebut, salah satu narasumber Muhammad Cholifihani, Direktur Kepedudukan dan Jaminan Sosial Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan, LABKD sebagai strategi pelaksanaan Perpres 62/2019 tentang AKPSH.

Kepala Dinas DPMD Dukcapil NTB, dan paparan lainnya juga turut disampaikan dari LABKD di empat Kabupaten/Kota. Yaitu, melalui Kepala Disdukcapil Kabupaten Lombok Timur, Kepala Disdukcapil Kabupaten Lombok Utara, Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumbawa, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bima.

Rr/HmsNTB

 




Partai NasDem Kota Mataram Ucapkan Selamat atas Kemenangan Paket HARUM

Berdasarkan persentase quick count tanggal 9 Desember 2020, pukul 16.10 Wita, kemenangan paket HARUM sebanyak 34,36 persen

MATARAM.lombokjournal.com

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Kota Mataram, mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburahman (HARUM), yang memenangkan Pilkada Kota Mataram tahun 2020.

Ketua DPD Partai NasDem Kota Mataram, Lalu Fatahillah Prawiranegara menyampaikan, ucapan selamat atas paket HARUM itu mengacu hasil survey sampling dilakukan internal Partai.

Berdasarkan persentase quick count tanggal 9 Desember 2020, pukul 16.10 Wita, dengan jumlah suara sampling sebanyak 25.611 orang, mendapatkan hasil persentase kemenangan paket HARUM sebanyak 34,36 persen.

Disusul paket Hj Putu Selly Handayani – TGH Abdul Manan (SALAM) sebanyak 31, 43 persen, selanjutnya pasangan paket MUDA sebanyak 22,39 persen dan paket BARU sebanyak 9,84 persen.

“Angka itu didapat dari 103 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dengan total TPS se-Kota Mataram sebanyak 725 TPS,” ungkapnya, Rabu 9 Desember 2020, di Kantor DPD Partai NasDem Kota Mataram.

Berdasarkan hasil referensi sampling tersebut, dan tidak mendahului Nasib yang ditentukan Allah SWT, dirinya mengucapkan selamat atas kemenangan paket HARUM untuk Pilkada Kota Mataram.

“Dengan hasil referensi, dan tanpa mendahului nasib, selamat atas kemenangan HARUM. Semoga kota Mataram semakin maju, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram,” kata Fatahillah.

Aya (*)




Tempat Pengolahan Sampah, BUMDes Sengkol Manfaatkan Lalat Tentara Hitam

NTB Bersih dan Zero Waste bukanlah pekerjaan  mudah, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong untuk menyukseskan hal ini

LOTENG.lombokjournal.com –

Tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) diuncurkan di Dusun Kekale, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (08/12/20).

Saat meluncurkan tempat pengoahan sampah itu, Wagub menyebut, BUMDes Sengkol sebagai pelopor dalam pemanfaatan BSF ini.

BSF adalah jenis lalat yang bisa memberikan banyak manfaat bagi manusia. Khususnya dalam mengurai sampah organik.

Dalam alur kehidupannya, BSF yang awalnya berupa belatung, akan mengonsumsi material yang bersifat organik. Karenanya, keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk menekan jumlah limbah organik yang menjadi masalah serius di berbagai daerah di NTB.

BSF sangat lahap dalam mengonsumsi sampah organik. Diperkirakan, 10.000 larva BSF sanggup menghabiskan 1 Kg makanan organik dalam 24 jam.

Jika satu betina BSF dapat menghasilkan 500 telur, maka hanya dibutuhkan 20 ekor betina yang bertelur untuk menghasilkan 10.000 larva untuk mereduksi 1 Kg sampah organik setiap hari.

Kemampuan alamiah dalam BSF inilah yang kini mulai diadaptasi di NTB. Dan hadirnya tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan BSF tersebut sangat diapresiasi oleh Wagub.

Wagub menilai, ini merupakan cerminan tekad besar dalam memaksimalkan pengelolaan sampah.

Menurut Wagub, NTB Bersih dan Zero Waste bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong untuk menyukseskan hal ini.

“Alhamdulillah, Sengkol bisa dikatakan sebagai desa pertama yang BUMDesnya mengolah BSF. Ini akan berhasil kalau kita konsisten, maka dari itu jangan sampai tidak serius,” jelas Wagub.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengaku bersyukur, banyak orang yang peduli terhadap lingkungan dan ingin memperjuangkan hal tersebut.

Salah satunya, Desa Sengkol yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan sehingga hal ini mampu terwujud dengan baik.

“Ini adalah awal membuktikan bahwa dari desa bisa menyuarakan satu pesan yang luar biasa kepada dunia bahwa sampah itu bisa dikelola menjadi berkah bukan menjadi musibah,” tutur Umi Rohmi.

Terakhir, Umi Rohmi mengajak untuk membuktikan bahwa pilot project ini bisa berhasil dan mampu untuk menginspirasi tempat-tempat lain di NTB bahkan di Indonesia.

“Insya Allah kalau kita mau bergerak bersama, tidak ada yang tidak bisa. Ini tidak sulit tapi bukan sesuatu yang tidak akan terealisasikan dengan baik selama kita kawal bersama,” katanya.

Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya berharap Pemerintah Provinsi NTB dan semua pihak terkait mampu memberikan dukungan dan bantuan untuk berkarya khususnya pada program BSF agar berjalan dengan lancar.

“Tentunya ini adalah langkah kecil bagi kami untuk bisa membangun dan membantu harapan Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan NTB bebas sampah,” tuturnya.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Asisten II, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD dan Dukcapil Provinsi NTB serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

Rr/HmsNTB

 




Soal Penangkapan Edhy Prabowo, HBK : Pelajaran Berharga Untuk Seluruh Kader

Partai Gerindra sangat menghormati dan mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com

Petinggi Partai Gerindra H. Bambang Kristiono, SE (HBK) angkat bicara terkait penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh petugas KPK, terkait dugaan korupsi eksport Benih Bening Lobster (BBL) beberapa waktu lalu.

HBK sebagai Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra mengatakan, penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh petugas KPK sangatlah disesalkan, sangat disayangkan.

Selanjutnya HBK menghimbau kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra di seluruh Indonesia, untuk tetap tenang, tegar dan tidak terpengaruh dengan peristiwa ini.

Ia menegaskan, hal ini bisa terjadi kepada siapa saja, terutama kepada para pejabat publik yang khianat, yang tidak mampu memegang amanah pimpinan dan rakyatnya.

“Peristiwa seperti ini menurut hemat saya bisa terjadi kepada siapa saja, utamanya kepada mereka yang tidak amanah dalam menjaga kepercayaan pimpinan juga rakyatnya, terlebih dalam kehidupan masyarakat yang sudah berbalut materialisme seperti sekarang ini,” ujar HBK, Minggu (06/12/20)

HBK menegaskan, Partai Gerindra sangat menghormati dan mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kita juga percaya bahwa KPK akan bertindak benar, adil dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas serta kewenangannya dalam melakukan penindakan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Bagaimanapun, kita semua sebagai rakyat Indonesia masih sangat berharap kepada KPK untuk tetap eksis dalam penegakan hukum dan keadilan ditengah-tengah kehidupan rakyat kita,”  paparnya

HBK mengatakan, peristiwa ini sebaiknya dijadikan pelajaran yang sangat berharga, bahwa para pejabat publik itu sebaiknya harus selalu bermawas diri, waspada dan amanah dalam menjaga kepercayaan pimpinan serta rakyat kita dengan sebaik-baiknya.

Sebab jika tidak, mereka akan sangat rentan terjerumus kepada perilaku tindak pidana korupsi.

“Memang berat untuk menjadi seorang pemimpin di era seperti sekarang ini, dimana godaannya sangat menyilaukan mata, pikiran, juga hati kita,”  imbuh HBK.

Tertangkapnya Edhy Prabowo oleh KPK, menurut HBK sangat pahit dirasakan oleh seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra. Terlebih Partai Gerindra sedang mengalami trend kenaikan elektabilitas dan kepercayaan publik yang semakin meningkat.

“Beberapa saat sebelum peristiwa penangkapan sdr. Edhy Prabowo, Partai Gerindra telah dinilai publik sebagai Partai yang paling bersih dari tindak pidana korupsi. Kita sebagai kader dan pengurus Partai Gerindra harus mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa ini, bahwa kepercayaan pimpinan, kepercayaan rakyat, bukanlah warisan dari nenek moyang yang bisa kita pergunakan dan kita manfaatkan dengan sesuka hati,” tandas Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

Selanjutnya, anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok ini meminta dan mengimbau kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra NTB untuk tetap bersemangat, bekerja keras, dan terus berjuang bersama rakyat.

“Hendaknya kita tetap bersemangat, dan fokus mensukseskan agenda2 besar Partai kita yg salah satunya adalah memenangkan semua Pilkada di NTB pada tahun 2020 ini,” ujarnya.

Menurut HBK, peristiwa penangkapan terhadap Edhy Prabowo mengindikasikan bahwa perjuangan Partai Gerindra ke depan akan semakin berat dan semakin sulit.

“Tapi kita tidak boleh berkecil hati karena tindak pindana korupsi yang dilakukan oleh sdr. Edhy Prabowo sejatinya adalah perilaku perorangan, perilaku individu, yang menjadi urusan dan tanggung-jawab pribadinya sendiri, tidak ada kaitannya dengan kita (Partai Gerindra),” tegasnya.

HBK menegaskan, Partai Gerindra sangat anti terhadap praktik tindak pidana korupsi.

Bagi Partai Gerindra, perilaku korupsi adalah penghianatan terhadap nilai-nilai luhur yang tertuang dalam Manifesto Perjuangan Partai, dan peristiwa penangkapan terhadap sdr. Edhy Prabowo tidak patut dijadikan contoh karena telah mengajarkan hal-hal buruk kepada seluruh kader.

“Selama kita menjadi bagian dari perjuangan Partai ini, tidak pernah sekali pun, Partai ataupun pimpinan tertinggi Partai mengajarkan kita untuk berperilaku korupsi, menghianati cita-cita luhur perjuangan Partai sehingga mencederai hati segenap rakyat yang kita wakili,” jelas HBK.

Menurutnya, yang selalu menjadi instruksi dan arahan Partai juga pimpinan tertinggi Partai sampai saat ini adalah, bagaimana segenap kader Gerindra itu harus sanggup bekerja keras, konsisten menjaga dan mempertahankan kehormatan serta komitmen perjuangan Partai.

Serta menjadi contoh dan tauladan dalam dharma bakti dan pengabdiannya kepada seluruh elemen masyarakat yang diwakili.

“Partai maupun pimpinan tertinggi Partai selalu mengajarkan kepada kita untuk sanggup menjadi pejuang-pejuang Partai yang selalu rela berkorban dan bekerja keras untuk kemaslahatan, keadilan, dan kemakmuran rakyat, bukan mencuri apalagi merampok uang rakyat. Tapi biarlah, siapa yang menabur angin, Ia jualah yang akan menuai badai,” kata HBK.

Ia juga meminta kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra NTB untuk segera close case atau tutup buku dalam menanggapi peristiwa penangkapan Edhy Prabowo oleh petugas KPK.

Selanjutnya memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatannya di depan hukum.

“Kita memahami bahwa dampak lanjutan dari peristiwa ini akan sangat menyulitkan perjuangan Partai kita ke depan, persepsi publik kepada kita telah berubah akibat peristiwa ini. Jadi wajar, apabila para pimpinan Partai kemudian menjadi marah dan merasa dikhianati,” tegas HBK.

“Tetapi kita juga harus tetap yakin dan percaya, bahwa tidak semua kader dan pengurus Partai Gerindra itu brengsek, karena masih lebih banyak kader dan pengurus Partai Gerindra yang baik-baik di dalamnya,” kata HBK.

Me




Pemuda Lombok Tengah Tolak Ceramah Provokatif Rizieq Shihab

Ceramah-ceramah HRS yang provokatif sangat berpotensi memunculkan perpecahan di tengah pelaksanaan Pilkada serentak di seluruh Indonesia

PRAYA,lombokjournal.com

Puluhan pemuda di Kabupaten Lombok Tengah yang tergabung dalam Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah, menolak ceramah-ceramah provokatif yang kerap dilontarkan Habib Rizieq Shibab (HRS).

Hal demikian disampaikan Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah saat menggelar deklarasi menolak ceramah HRS yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami menentang segala bentuk ceramah HRS yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,  dan berpotensi memunculkan perpecahan di tengah masyarakat,” jelas Koordinator Forum Kedaulatan Pemuda Lombok Tengah, Saiful Darmawan, Minggu (6/12).

Di samping itu, pihaknya mendukung penuh upaya TNI-Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara. Aparat tidak perlu ragu dalam menindak segala bentuk ujaran kebencian di depan publik.

“Karena masyarakat bersama kalian dalam menghadapi para pemecah belah bangsa,” jelasnya.

Selain itu pihaknya berpandangan, ceramah-ceramah HRS yang provokatif sangat berpotensi memunculkan perpecahan di tengah pelaksanaan Pilkada serentak di seluruh Indonesia.

Termasuk menuntut agar pihak-pihak yang melanggar protokol Covid 19 pada momen kepulangan HRS agar diusut dan mendapat hukuman sesuai peraturan berlaku.

“Mendukung penuh upaya Satgas Penanganan Covid Pusat dalam penanganan Covid-19 di Indonesia,” demikian kata Saiful Dermawan menambahkan.

Aya (*)

 

 




Gubernur NTB Raih Penghargaan, Dinilai Sukses Membina Perpustakaan

  Pemprov NTB bersama kabupeten/kota berupaya meningkatkan literasi dan kegemaran membaca

MATARAM.lombokjournal.com –

Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah mendapatkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI,  karena Gubernur dinilai telah memberikan dedikasi dalam membina dan mengembangkan Perpustakaan dan kegemaran membaca di Provinsi NTB.

Pernghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando tersebut, merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan Perpusnas terhadap Gubernur NTB.

Selama ini Gubernur memberikan andil dalam pengembangan perpustakaan di daerah. Selain itu,  Pemprov NTB bersama kabupeten/kota berupaya meningkatkan literasi dan kegemaran membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip NTB Dr. Manggaukang Raba mengatakan, ada 10 kriteria penilaian Perpustakaan Nasional sehingga muncul penghargaan untuk Gubernur NTB.

Salah satu kriteria yaitu sudah semakin gencarnya perkembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di NTB. Ada empat kabupaten di daerah ini yang sudah mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi yaitu Kabupaten, Bima, Kabupeten Lombok Utara, KSB, dan Kabupeten Lombok Tengah.

“Ada juga indikator berupa prestasi yang diperoleh NTB dalam dua tahun terakhir. NTB tahun 2019 lalu juara 1 dan tahun ini dapat juara 3 Lomba Perpustakaan. Kita selalu dapat prestasi setiap tahun, sehingga itu yang dinilai,” kata Manggaukang Raba, Sabtu (05/12/20).

Ia mengatakan, selain kriteria tersebut, kriteria penyebarluasan informasi kegiatan Perpustakaan Daerah melalui media massa dan media sosial secara aktif dilakukan. Anggaran untuk Perpustakaan di NTB baik di Pemprov maupun di kabupeten/kota melalui APBD masing-masing daerah selalu terjadi peningkatan.

“Kriteria lainnya yaitu jumlah pustakawan yang merata di seluruh kabupaten/kota di NTB. Karena banyak daerah di luar NTB yang tak memiliki pustakawan yang merata,” ujarnya.

Kriteria lainnya yaitu adanya inovasi yang dibuat oleh sejumlah daerah di NTB telah memberikan dampak yang positif bagi masyakarat dalam hal peningkatan literasi.

Rr/HmsNTB




Lembaga Amil Zakat Berperan Penting Menekan Angka Kemiskinan

LAZ Dasi NTB diminta meningkatkan kemampuan SDM yang dimilikinya

 LOBAR.lombokjournal.com –

Lembaga Amil Zakat (LAZ), terlebih LAZ Dasi NTB berperan penting dalam menekan angka kemiskinan di NTB. Sebab LAZ memiliki pemahaman dan kesadaran lebih terhadap kebutuhan masyarakat.

Karena untuk mengatasi dan menentukan masalah yang utama yang dihadapi masyarakat, harus betul-betul menyatu dengan masyarakat.

“Memahami suasana batin dan denyut nadinya, sehingga apa yang disampaikan menjadi betul-betul kebutuhan dan keinginan masyarakat,” ujar Gubenur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Kerja 2020, LAZ Dasi NTB, di Montana Premier Senggigi, Sabtu (05/12/20).

Menurut Gubenur, memberi bukan hanya untuk mendapatkan pahala atau mensejahterakan orang lain semata, tapi dengan memberi kita juga mendapat sebuah kebagian dan kepuasan tertentu dalam diri seseorang.

“Orang sekarang, untuk mengatasi setres, menghampiri ketenangan, mencicipi kebahagian itu dianjurkan untuk lebih banyak memberi,” ucapnya.

Dengan memperbanyak memberi, menghadirkan senyuman pada orang lain, maka tingkat kebahagian seseorang akan lebih tinggi pula.

“Ini juga harus ditangkap oleh teman-teman Dasi, semua donatur itu hanya didoain dapat pahala saja, donatur ditepukin tangan saja, it’s not enough, musti ada hubungan psikologis, sehingga orang yang mendonasikan kekayaan hartanya kepada Dasi, dia juga merasakan kepuasan batin,” ujarnya.

Tugas yayasan, tugas Direktur dan para staf lanjut Gubernur, supaya meningkatkan perasaan ini, sehingga bukan hanya menjadi kewajiban, bukan hanya karena ditakut-takuti neraka, tapi seseorang itu menyumbang karena ia butuh.

“Sekarang harus dibalik, digali sedemikian rupa, sehingga mereka dengan memberikan donasi itu bukan karena di SMS, tapi karena dia punya kebutuan menyalurkan hartanya, untuk mensucikan kekayaannya, untuk kepuasan spiritualitasnya sendiri,” tambahnya.

Terakhir, Gubernur  meminta kepada LAZ Dasi NTB, untuk juga meningkatkan kemampuan SDM yang dimilikinya. Yakni dengan memberikan pendidikan atau besiswa, sehingga kedepan kualitas LAZ Dasi NTB semakin meningkat.

“Jadi, Dasi jangan sungkan-sungkan untuk mengirimkan stafnya untuk mengupgrade capacity, sekolah lagi supaya dapat link yang baru, ilmu yang baru, sehingga Dasi itu bisa menjelma menjadi organisasi  yang bukan hanya menolong orang NTB, tapi menolong orang Indonesia dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh dunia,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Direktur LAZ Dasi NTB, Tarsito berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan para donatur, atas bantuan dan dukungannya, sehinga LAZ Dasi NTB dapat menyalurkan bantuan-bantuan tersebut, setiap harinya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Lebih jauh, Tarsito menjelaskan bahwa pada tahun 2020 ini, penerima manfaat dari LAZ Dasi NTB sebanyak 440.167 orang. Selain itu, LAZ Dasi NTB memiliki lima program yakni, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah. “Lima program inilah yang akan kami terus kembangkan,” imbuhnya.

Yanti, Salah seorang pelaku usaha Oleh-oleh telur asin, merupakan salah satu penerima manfaat  dari LAZ Dasi NTB. Yanti menuturkan bahwa lembaga tersebut, telah banyak memberikan manfaat, terlebih pada usaha miliknya.

“Banyak manfaat yang saya dapatkan dari pelatihan LAS Dasi NTB, terimakasih saya ucapkan kepada LAZ Dasi NTB dan para donatur,” ujarnya.

Rr/HmsNTB




Meriah dan Berwarna, Pawai Budaya Tutup Kampanye SALAM di Kota Mataram

Konvoi pawai budaya yang digelar SALAM menunjukan betapa beragam masyarakat Kota Mataram namun tetap guyub dalam persaudaraan dan persatuan

MATARAM.lombokjournal.com

Masa kampanye terakhir Pilkada Kota Mataram, Sabtu (05/12/20) menjadi titik klimaks bagi pasangan Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Sejak pagi, atraksi flashmob SALAM Dua Jari dan pawai lintas budaya dilakukan ratusan relawan SALAM di sepanjang jalan utama Kota Mataram, dari Ampenan hingga Cakranegara.

Aksi simpatik ini menyedot perhatian warga masyarakat Kota Mataram. Selain menunjukan kecintaan mereka pada pasangan SALAM, kegiatan ini juga mempererat nilai-nilai persatuan dalam keberagaman di Kota Mataram.

Pawai budaya SALAM menampilkan pasangan muda-mudi yang mengenakan pakaian adat seluruh etnis yang ada di Kota ini.

“Sangat menarik, dan kita sebagai warga Kota Mataram cukup simpati dengan kegiatan kampanye SALAM ini,” kata Hendra, warga Cakranegara, Kota Mataram.

Hendra bersama istri dan dua anaknya, menyempatkan diri melihat flashmob, dan menunggu iring-iringan konvoi pawai budaya SALAM di kawasan Cakranegara , Kota Mataram.

Menurutnya, konvoi pawai budaya yang digelar SALAM menunjukan betapa beragam masyarakat Kota Mataram namun tetap guyub dalam persaudaraan dan persatuan.

Dukung Pilkada Sehat

Ketua Tim Pemenangan SALAM , Eko Anugraha Priyanto mengatakan, sepanjang aksi di Ampenan hingga Sweta , tim relawan SALAM juga membagikan masker dan mensosialisasikan protokol kesehatan.

“Kami prioritaskan untuk kampanyekan Pilkada Sehat, agar 9 Desember nanti Pilkada di Kota Mataram berjalan baik, aman, dan sehat dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Eko

Menurut Eko, kampanye hari terakhir ini benar-benar di luar dugaan. Paket SALAM ternyata sudah sangat populer di kalangan warga masyarakat Kota Mataram.

Sejumlah warga yang menonton bahkan tak segan ikut menyanyikan lagu SALAM Dua Jari, dan jingle-jingle kemenangan SALAM.

“Alhamdulillah, kecintaan masyarakat Mataram kepada SALAM bisa kita lihat dengan nyata di penutupan kampanye ini. Inshaa Allah, Selly-Manan akan memimpin Kota Mataram 5 tahun ke depan,” tukasnya.

Merawat Kebhinnekaan Kota Mataram

Pawai budaya yang dilakukan SALAM di hari terakhir kampanye, bukan tanpa pesan.

Koordinator pawai budaya SALAM, Nyanyu Ernawati mengatakan, konvoi menggunakan sejumlah kendaraan roda tiga ini dilakukan untuk menunjukan bahwa SALAM akan memimpin dan sekaligus melayani semua warga masyarakat Kota Mataram.

Pasangan muda-mudi yang dirias menggunakan pakaian adat dari sejumlah etnis di Kota ini, juga diambil dari pemuda-pemudi di tiap kawasan berbeda.

Pakaian adat yang ditampilkan antara lain, adat Sasak Lombok, Sumbawa dan Bima (Sasambo). Kemudian adat Bali, Jawa, Sumatera, Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor-NTT), Makassar – Bugis dan juga adat keturunan Tionghoa.

“Ini menunjukan apapun latar belakang agama, etnis dan budayanya, masyarakat Kota Mataram akan dilayani oleh SALAM ke depan,” katanya.

Tim pemenangan SALAM, Made Slamet mengatakan, flashmob akbar dan pawai budaya lintas etnis dilakukan SALAM sebagai penutup masa kampanye Pilkada agar masyarakat bisa memahami bahwa Pilkada Kota Mataram adalah wadah pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dengan riang gembira.

Namun, hingar bingar Pilkada tetap harus mengedepankan protokol kesehatan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Sehingga seluruh rangkaian kegiatan pun dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan,” ujar  Made Slamet yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram.

Sementara itu disela-sela konvoi pawai budaya,  tim parade budaya roda tiga viar dan Ambulance Gudek SALAM juga membagikan masker kepada warga dan pengendara di beberapa sudut kota Mataram .

“Ini salah satu bentuk komitmen SALAM dalam mendukung Pilkada Sehat sekaligus mengedukasi warga kota Mataram agar tetap memakai masker diera pandemi ini,” ujar Larasati, dara manis yang memakai baju adat Sumbawa.

Menang Bermartabat dan Melayani Masyarakat

Konvoi pawai budaya dilepas oleh Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dari kediamannya di kawasan Jalan Panji Masyarakat, Kekalik, Kota Mataram.

Sambutan masyarakat nampak antusias ketika pasangan Selly-Manan pun ikut turun menyapa.

Selly Andayani melambaikan tangannya penuh cinta pada masyarakat yang dilintasi. Begitu juga dengan TGH Abdul Manan yang menggunakan kendaraan berbeda.

Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kampanye penutup SALAM menghadirkan hak yang berbeda, untuk menggugah kesadaran bersama masyarakat tentang keberagaman yag harus terus dirawat di Kota Mataram.

“Kita lakukan hari ini dengan menampilkan pakaian adat dan budaya semua etnis yang ada di Kota Mataram. Kota ini adalah miniatur Indonesia yang multi agama, multi etnis dan multi golongan, tetapi tetap rukun dan bersatu. Itulah wujud nyata empat pilar kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Selly Andayani.

Menurutnya, flashmob SALAM dan pawai budaya juga menunjukan bahwa pasangan Selly-Manan hadir untuk melayani masyarakat.

Kepada para relawan,Selly juga mengingatkan untuk selalu menanamkan dalam hati semangat melayani masyarakat.

“SALAM hadir untuk melayani masyarakat. Tanamkan dalam hati bahwa kita ini adalah pelayan masyarakat. Layani masyarakat dengan hati yang tulus ikhlas, demi Mataram yang berkah dan cemerlang,” tandasnya.

Selly menegaskan, SALAM ingin meraih kemenangan di Pilkada Kota Mataram dengan cara-cara terhormat dan bermartabat. Ia meminta tim pemenangan dan para relawan untuk sama-sama berjuang dengan cara-cara yang sehat dan jujur dalam kontestasi politik lima tahunan ini.

“SALAM ingin menang secara terhormat dan bermartabat. Dengan cara-cara yang jujur. Karena dengan begitulah kita mendapat legitimasi yang kuat dari masyarakat Kota Mataram,” tegasnya.

Langkah Akhir Benar-benar Tak Terbendung

Flashmob akbar dan konvoi pawai budaya SALAM di Kota Mataram, Sabtu 5 Desember 2020 menjadi langkah akhir dari langkah panjang SALAM selama masa kampanye PIlkada Kota Mataram.

Sepanjang kampanye cukup banyak gerakan SALAM yang mampu menginjeksi kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram yang Madani, Berkah dan Cemerlang.

Gaya kampanye blusukan dan langsung mengaplikasikan program membuat Selly-Manan menjadi pemimpin yang tanpa sekat dengan masyarakat.

Rara Wazira, salah seorang relawan yang selalu mendampingi Selly Andayani saat blusukan, menceritakan potongan kesan bangganya.

“Sering kita sampai terharu bercampur bangga ketika bunda Selly turun ke masyarakat. Bunda tidak segan membersihkan wajah lansia dengan tisu dan memasangkan masker. Bahkan suatu ketika beliau juga menyuapkan makanan ke lansia yang ditemui. Ini pemimpin yang luar biasa perhatiannya, saya merinding kalau ingat,” kata Rara yang diamini oleh relawan tim 12 blusukan SALAM seperti Hj Nurjanah,  Haji Zakir,  Haji Adi Karang Genteng, Hitman , TGH Fikri,  Rozi Copok , dan lain-lain.

Haji Zakir Turide menambahkan, di beberapa lokasi kampanye blusukan, banyak juga masyarakat yang langsung menyambut dengan nyanyian SALAM dua jari, meski di wilayah tersebut bukan basis Selly-Manan dan belum pernah dikunjungi.

“Inshaa Allah, tinggal selangkah lagi SALAM akan memenangkan Pilkada Kota Mataram ini. 9 Desember nanti akan mencatat sejarah ini,” tukas pria humble yang akrab disapa Mamiq Jack ini.

Me




Forum Pimpinan Daerah-Pimpinan Media, Humas KLU Gelar Diskusi ‘Sinergi Membangun Daerah’

Forum diharapkan jadi katalis antara Pimpinan Media dengan Pemerintah Daerah

MATARAM.lombokjournal.com

Tema diskusi ‘Sinergi Membangun Daerah’ dipilih Humas dan Protokol Setda KLU, menandai jalinan kerjasama harmonis Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan beberapa media masa di NTB, dalam Forum Pimpinan Daerah dan Pimpinan Media.

Diskusi dengan moderator Kabag Humas dan Protokol, Mujaddid Muhas itu,  diformat dalam acara silaturahmi,  berlangsung di Hotel Amarvati, Malaka Pemenang Barat, Lombok Utara, Kamis (03/12/20) siang.

H. Agus Talino

Hadir sebagai narasumber Pelaksana Tugas (PLT) Bupati KLU H. Sarifudin, Penjabat Sekretaris Daerah KLU, H. Raden Nurjati dan wartawan senior yang juga pimpinan harian Suara NTB H. Agus Talino.

Dalam pengantarnya, Sarifudin menyampaikan, beberapa hal terkait dengan capaian pembangunan di KLU selama kurun waktu kepemimpinannya. Termasuk menyampaikan beberapa pekerjaan rumah (PR) di KLU yang ia harapkan pengerjaannya dilanjutkan oleh pemimpin KLU mendatang.

PR tersebut diantaranya angka kemiskinan yang masih tinggi dan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak proporsional dengan beban kerja, sehingga berdampak pada pendayagunaan tenaga kontrak yang justru membebani anggaran daerah.

“ASN 2600, kontrak 3800. Idealnya memiliki ASN di struktural maupun fungsional, idealnya 4000 ASN,” terang Sarifudin.

Raden Nurjati yang berbicara selepas Sarifudin memaparkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program-program yang menjadi program prioritas daerah yang musti mendapat sokongan anggaran, termasuk menurunnya estimasi pendapatan daerah disebabkan dua bencana beruntun yang menimpa KLU, yakni gempa bumi dan pandemi Covid-19.

“Pendapatan daerah kami mengalami banyak penurunan dibandigkan tahun-tahun sebelumya,” kata Nurjati.

Angka kemiskinan NTB

Agus Talino sebagai narasumber yang notabene mewakili perusahaan media lebih menekankan, bagaimana cara seorang pemimpin daerah dalam menjalankan roda organisasi pemerintahannya.

Pemimpin soyogyanya memiliki kemampuan istimewa. Ia menggambarkan bagaimana pada salah satu forum yang pernah dihadirinya di Jakarta, ia mendapat pemaparan bagaimana luar biasanya Gubernur NTB periode sebelumnya, Dr. TGH. Zainul Majdi, MA dalam menurunkan angka kemiskinan di NTB.

“Secara teori, sekedar mengapung, ikan mati juga bisa mengapung. Jadi, pemimpin itu harus ada sesuatu yang luar biasa,” terangnya memberi perumpamaan.

Terkait dengan sinergi membangun daerah sebagai tema, Agus menyampaikan bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa dikerjakan tanpa adanya kerjasama. Begitu pula dengan pembangunan di KLU. Harus selalu terjalin kerjasama yang harmonis antara pemerintah dengan media. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya profesionalisme masing-masing pihak dalam bekerja.

Agus mengingatkan, media yang diajak bekerjasama haruslah yang profesional. Untuk itu, pemerintah tidak boleh disalahkan jika tidak memilih jalin kerjasama dengan media yang tak memenuhi unsur profesionalisme.

“Kalau potensi KLU luar biasa. Tapi masih hanya potensi. Baru bisa berfaedah kalau sudah dikerjakan bersama. Termasuk kerjasama antara Pemda denga masyarakat pers,” paparnya.

Pada sesi diskusi, ada beberapa pimpinan media yang mengajukan saran, pendapat dan komentar. Beberapa di antaranya terkait kemiskinan di KLU yang berbanding terbalik dengan kekayaan alamnya.

Juga muncul pertanyaan bagaimana strategi Pemerintah Daerah menjawab tantangan pariwisata di masa pandemi, termasuk belum optimalnya pengelolaan pariwisata yang belum berbanding lurus dengan kekayaan potensi pariwisatanya. Juga muncul isu dampak pernikahan dini terhadap peningkatan kemiskinan di Lombok Utara.

Salah seorang peserta diskusi, memberikan masukan pentingnya menjadikan potensi kebudayaan sebagai tonggak perekonomian daerah, dengan penerbitan Perda yang mendukung praktek ekonomi berbasis budaya.

“Brem Bayan bisa jadi salah satu sumber pendapatan. Kalau Miras lokal dilarang beredar, kenapa minuman keras luar bebas beredar. Padahal sama-sama haram tetapi yang lokal diinjak-injak,” terang H. Adil dari Lombok Post.

Kegiatan silaturahmi Pimpian Daerah dan Pimpinan Media yang berlangsung di hotel Amarsvati itu  merupakan kegiatan ketiga dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Menurut Mujaddid Muhas, yang dikenal dekat dengan kalangan media, kegiatan forum itu diharapkan jadi katalis antara Pimpinan Media dengan Pemerintah Daerah.

Untuk menunjang hal tersebut, maka peserta yang diundang pun cukup lengkap dengan menghadirkan pimpinan media elektronik, cetak dan media online.

“Forum sudah tiga kali berjalan. Diinisiasi oleh Humas Protokol Setda KLU atas saran dari beberapa pimpinan media,” jelas Kabag Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas.

AST




Kilas Balik Jalan Panjang SALAM, Melangkah Menang di Pilkada Kota Mataram

Pasangan SALAM menyadari keberagaman, heterogenitas penduduk di Kota Mataram adalah modal sekaligus tantangan dalam pembangunan Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com

Gerakan pasangan Selly-Manan (SALAM) sepanjang masa kampanye Pikada Kota Mataram, bukan sekadar parade politik penuh kepentingan janji manis semata.

Kalaidoskop/ Kilas Balik Jejak kampanye jago koalisi PDIP – PKS ini juga memberi edukasi dan menginspirasi masyarakat dalam banyak aspek, baik politik, ekonomi, sosial budaya, nilai keberagaman, hingga penegakan protokol kesehatan di masa pandemi.

Sebagai pasangan penantang, SALAM mampu mendobrak “dinding tebal” gagasan usang perkotaan. Membawa gagasan berkah dan  cemerlang untuk Kota Mataram yang Madani, SALAM dinilai banyak pihak sudah memenangkan setengah pertarungan di masa kampanye.

Dan, 9 Desember nanti, SALAM diprediksi kuat akan memenangkan seluruh pertarungan di Pilkada Kota Mataram.

Jilbab Ijo Pemimpin Merakyat

Jilbab Ijo menjadi identitas yang akrab dan melekat untuk Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani. Ini mulai populer pertama kali saat Selly mengenakan Jilbab Ijo saat menghadiri perayaan HUT Provinsi NTB 17 Desember 2019 silam, saat Selly masih menjabat Kadis Perdagangan Provinsi NTB.

Memutuskan maju di Pilkada Kota Mataram 2020, dan resmi mendaftar ke KPU Mataram bersama pendampingnya, Calon Wakil Walikota, TGH Adbul Manan September 2020, Jilbab Ijo pun menjadi sebutan yang ear catching  bagi pasangan nomor urut 2 ini.tua Tim Pemenangan SALAM, Eko Anugraha Priyanto didampingi anggota Tim Pemenangan Ruslan Turmuzi mengatakan, feedback yang banyak diterima dari masyarakat bahwa jilbab ijo identik dengan gaya kepemimpinan yang merakyat.

“Sepanjang masa kampanye Jilbab Ijo terbukti makin familiar, dan pasangan Selly-Manan semakin dirasakan sebagai pemimpin yang merakyat, dengan gaya dan pola blusukannya,” kata Eko.

Selly memang tipe pemimpin merakyat dan apa adanya. Bertemu masyarakat seolah tanpa sekat. Mendengar keluhan dan memformulasikan solusinya.

Program Guru, Dokter, Psikolog Keliling (GuDeK) SALAM yang diluncurkannya di pekan pertama kampanye Pilkada Kota Mataram, bukan tanpa alasan. Semua berangkat dari aspirasi dan keluhan masyarakat yang merasakan dampak pandemi di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pelajar harus berhadapan dengan pembelajaran virtual menggunakan akses internet. Bagi keluarga yang kurang mampu, ini menjadi kendala. Selain harus menyediakan ponsel cerdas, biaya paket internet cukup mahal.

Dan cukup banyak warga yang menderita sakit namun khawatir jika harus berobat ke pusat pelayanan kesehatan dan juga rumah sakit. Kepahaman mereka tentang Covid-19 masih belum komprehensif, lebih banyak ketakutan akan terpapar.

Berjalan 3 bulan, program GuDeK SALAM banyak membantu masyarakat. Gagasan tanggap darurat SALAM untuk bencana non alam ini akan menjadi role model Pemkot Mataram mengelola kesiapsiagaan lima tahun ke depan.

Program Menyentuh Masyarakat

Ruslan Turmuzi menambahkan, program SALAM sepanjang kampanye Pilkada Kota Mataram menjadi semacam simulasi kepemimpinan Selly-Manan, nantinya saat menjabat Walikota dan Wakil Walikota Mataram.

Semuanya merupakan penjabaran Visi besar SALAM untuk membangun Kota Mataram Madani yang Berkah dan Cemerlang.

“Semua program dalam kampanye ini akan diwujudkan secara berkesinambungan. Semua merangkum 9 misi SALAM yang menyentuh masyarakat,” imbuh pria yang akrab disapa RT.

Program Bidan SALAM Menyapa diluncurkan SALAM untuk membantu kegiatan posyandu yang terkendala pandemi. Perhatian kesehatan untuk ibu hamil, bayi, dan balita diberikan SALAM.

Program Rantang SALAM diluncurkan Selly-Manan untuk membantu para lanjut usia (Lansia) kurang mampu di Kota Mataram. Kebutuhan dasar makanan dan makanan tambahan disuplai untuk para Lansia ini, agar derajat kesehatan masyarakat meningkat.

Setidaknya jangan ada lagi masyarakat, khususnya para lansia yang kelaparan di tengah kemajuan Kota Mataram ini.

Sepanjang kampanye, SALAM juga aktif membagikan masker dan mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan. Komitmen ini dipegang dan diimplementasikan secara konsisten, dan mendukung Pilkada Sehat 2020.

Mengedukasi protokol kesehatan, Selly Andayani kerab turun tangan sendiri. Ia bahkan tak canggung memasangkan masker pada anak-anak dan lansia yang dijumpainya.

“Ini membuktikan Bunda Selly sangat peduli dengan kesehatan masyarakat dan percepatan penuntasan pandemi korona di Mataram ini,” tambah Eko.

Sementara itu Kegiatan flashmob SALAM dilengkapi operasional roda tiga dan ambulance memperkuat komitmen SALAM mendukung Pilkada Sehat di masa pandemi.

Selanjutnya Tim Flashmob  SALAM , Hamid menambahkan kegiatan kampanye Pilkada Sehat melalui atraksi Flashmob oleh SALAM akan tetap dilaksanakan setiap hari sampai tanggal 5 desember 2020.

 

“Puncak kampanye Pilkada Sehat Pilwakot Mataram tanggal 5 Desember , Tim Flashmob SALAM akan membuat atraksi rantai manusia flashmob dari Ampenan sampai dengan Bertais – Swete sesuai protokol kesehatan yang bertujuan mengajak warga kota Mataram untuk mensukseskan Pilkada Sehat , damai dan Aman,” tandas Hamid.

Ekonomi dan UMKM

Aspek ekonomi juga menjadi perhatian SALAM sepanjang masa kampanye. Inspirasi dan motivasi banyak disampaikan Selly-Manan untuk masyarakat, pelaku UMKM, dan generasi muda.

SALAM beberapa kali menggelar kuliner bersama dan pameran jajanan lokal Serabi Mataram. Sasarannya adalah potensi-potensi kuliner lokal yang bisa dikembangkan ke depan.

“Bunda Selly kulineran di Nasi Selak atau pun ke rumah makan Sumbawa yang ada di Mataram, itu pesannya kuat untuk memotivasi pelaku UMKM kuliner kita,” kata Tim Pemenangan SALAM, Nyanyu Ernawati.

Sebelum maju menjadi Calon Walikota Mataram, Selly Andayani memang seperti itu. Jabatan tinggi di Pemprov NTB tak membuatnya berjarak dengan kuliner lokal dan tradisional.

Program nasional Bela-Beli UMKM diejawantahkan Selly dengan maksimal, bahkan sebelum program itu dicanangkan.

Semangat untuk memilih membeli produk lokal dan produk UMKM ini kemudian menjadi teladan bagi para ASN di Dinas Perdagangan NTB.

“Ini sikap yang luar biasa. Misalnya kalau ada tetangga kita punya warung makan, kenapa tidak sesekali kita belanja di sana.Jangan ke tempat mewah saja,” sambung Nyanyu yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan kota Mataram.

Aplikasi E-Commerce I-Shop NTB yang digagas Selly Andayani di Dinas Perdagangan NTB, juga akan diimplementasikan di Kota Mataram. Mataram I-Shop juga mendapat dukungan dari komunitas pelaku UMKM Kota Mataram.

Terkait ekonomi dan ketahanan pangan keluarga, SALAM juga menginspirasi dengan meluncurkan beberapa program.

Penataan pantai Batas Senja dan bantuan stimulan peralatan berdagang, memulai kiprah SALAM untuk mendorong sektor ekonomi di destinasi wisata Kota Mataram. Pola ini mengintergrasikan potensi perikanan dan kelautan dalam kehidupan masyarakat nelayan, dengan potensi kepariwisataan yang bisa dikembangkan.

Sementara destinasi ditata dan menarik pengunjung yang datang, para nelayan bisa mengembangkan kuliner ikan sehingga nilai tambah ekonomis lebih baik lagi dirasakan.

SALAM juga menginisiasi pembentukan Kampung Buah Cemerlang di Sindu Barat Kelurahan Cakra Utara, Kecamatan Cakranegara. Lingkungan nominasi program Kampung Sehat Polda NTB ini dikemas menjadi destinasi alternatif dengan potensi buah-buahan.

Nyanyu Ernawati mengatakan, inisiasi ekononomi kerakyatan seperti ini dilakukan SALAM untuk memotivasi masyarakat, khususnya di masa pandemi saat ini.

“SALAM juga mengaplikasikan program kelompok wanita pengembang hidroponik dan apotik hidup. Ini semua kegiatan ekonomi yang berbasis keluarga namun punya nilai ekonomi yang cukup baik. Motivasi-motivasi ini dilakukan agar masyarakat tetap tangguh dan produktif, tetap sehat dan berdaya saing di masa pandemi,” ulasnya.

Sosial dan Kemasyarakatan

Pasangan SALAM menyadari keberagaman, heterogenitas penduduk di Kota Mataram adalah modal sekaligus tantangan dalam pembangunan Kota Mataram.

Potensi konflik sosial bisa muncul kapan saja jika keberagaman tak dirawat dan dikelola dengan baik melibatkan partisipasi masyarakat. Karena itu, SALAM menginisiasi semakin seringnya pertemuan lintas masyarakat di Kota Mataram.

Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, pada dasarnya masyarakat Kota Mataram senang guyub, senang bertemu dan bersilaturahmi. Hal ini bisa menjadi perekat keberagaman dan menjadi penguat persatuan.

“Selama turun ke masyarakat, saya bisa rasakan bahwa masyarakat kita ini sebenarnya senang guyub dan berkumpul. Silaturahmi lintas masyarakat ini yang harus terus dipupuk untuk Mataram yang heterogen,” katanya, Kamis (0 3/12/20 )

Selly mengatakan, untuk mengantisipasi potensi konflik sosial maka SALAM menggagas pembentukan Bale Mediasi di tiap Kelurahan untuk mengantisipasi potensi tersebut.

Di mana di dalamnya terlibat unsur aparatur Kelurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda di lingkungan setempat.

Selain itu, ketahanan keluarga juga menjadi penting. Sebab menurut Selly, konflik sosial harus dilihat dari aspek yang holistik, tidak semata dipicu karena perbedaan dan keberagaman. Faktor kesenjangan sosial dan ekonomi biasanya menjadi pemicu yang juga harus diperhatikan.

Selly menegaskan, jangan sampai ada lingkungan yang bisnis kulinernya berjalan lancar sementara tetangganya kesulitan pekerjaan dan peluang usaha.

“Penguatan ketahanan keluarga dan pemerataan kesempatan usaha di tiap lingkungan juga menjadi bagian penting. Jika masyarakat guyub dan tidak ada masalah ketimpangan sosial, kami yakin konflik sosial bisa kita hindari,” papar Mantan Penjabat Walikota Mataram Tahun  2015 .

Gerakan SALAM dan para relawan sepanjang kampanye, juga mendorong persatuan dalam keberagaman. Pawai lintas budaya di masa pendaftaran ke KPU Mataram, dilanjutkan dengan atraksi budaya melalui flashmob SALAM.

SALAM ingin membuktikan bahwa kepemimpinan mereka di Kota Mataram adalah untuk mengayomi seluruh masyarakat, tak pandang latar belakang agama, etnis, pendidikan dan juga seni budaya.

Tata Kota dan Pemerintahan Efektif

Sepanjang masa kampanye, Selly-Manan dalam blusukannya menemukan masih banyak masalah tata kota di Mataram. Mulai dari pengelolaan sampah, transportasi publik yang mulai usang, penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), penataan pasar, pengelolaan parkir, hingga potensi sungai yang belum maksimal termanfaatkan.

ALAM menekankan, dengan pola pendekatan konvensional seperti saat ini, maka masalah pengelolaan sampah di Kota Mataram tak akan selesai. Volume produksi sampah selalu saja lebih besar dari kemampuan armada angkut Pemkot Mataram.

Pengelolaan Sampah Terpadu (Osamtu) digagas SALAM sebagai solusi penanganan sampah. Sampah dan kebersihan Kota ini harus diselesaikan dari tingkat Kelurahan. Semua dilibatkan dalam porsi tugas dan tanggungjawab masing-masing. Partisipasi publik juga ditingkatkan.

“Pemerintah tak mungkin bisa bekerja sendirian mengatasi masalah sampah, sehingga harus ada kerja kolektif yang terbangun dari kesadaran bersama,” tandas Selly Andayani.

Pasar sebagai salah satu pusat produksi sampah cukup besar, juga harus direvitalisasi. Termasuk pengelolaan parkir yang hingga saat ini masih terkesan sembrawut dan kurang transparan.

Pemerintahan SALAM ke depan akan membentuk sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola parkir, pasar dan sampah.

Menurut Selly, BUMD akan digerakan oleh tenaga profesional dan bukan menjadi tempat bagi pejabat yang akan pensiun atau pun para tim sukses Pilkada.

“Ciri kota yang maju iu salah satunya punya BUMD. Ini dikelola profesional sehingga PAD bisa maksimal dan tidak ada kebocoran-kebocoran,” tambahnya.

BUMD juga akan memiliki jejaring hingga di Kelurahan dengan BUM Kelurahan (BUMKel). Hal ini akan membuka cukup banyak lapangan kerja dan kesempatan usaha baru di tiap Kelurahan yang ada.

Koordinasi dengan pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat, juga akan terus dilakukan SALAM. Sementara di Pemkot Mataram, SALAM akan melakukan reformasi birokrasi untuk efisiensi dan efektifitas kinerja pemerintahan.

“Kita akan prioritaskan reformasi birokrasi, OPD yang kurang maksimal bisa digabung dengan yang lain. Pemerintahan yang baik itu ramping. Miskin struktur tapi kaya fungsi,” tegas Selly.

Sistem komunikasi dan keran aspirasi juga akan dibuka SALAM seluas-luasnya untuk publik.

Kelak ada ruang dan waktu khusus yang disediakan Walikota dan Wakil Walikota untuk selalu menerima masukan, saran, dan permasalahan masyarakat Kota Mataram.

2 Juta Langkah Penentu Kemenangan

Sementara itu Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan  menegaskan, konsep visi-misi dan program prioritas SALAM sudah seluruhnya disimulasikan sepanjang masa kampanye.

Inovasi, perhatian, dan motivasi program-program SALAM itu merepresentasikan kepemimpinan SALAM sebagai Walikota dan Wakil Walikota Mataram lima tahun ke depan.

“Itulah SALAM, kegiatannya selama kampanye sangat transparan. Dalam 2 Juta langkah terakhir, SALAM tidak memberikan janji, tetapi langsung bukti,” kata pria yang juga Ketua MUI Kota Mataram ini.

Istilah memilih “Kucing dalam Karung” benar-benar diretas gerakan SALAM. Tampil apa adanya, dan selanjutnya mencerahkan masyarakat pemilih untuk menentukan pilihan yang paling tepat.

Meningkatkan angka survay elektabilitas SALAM tak membuat paslon nomor 2 ini jumawa. Namun terus berusaha meyakinkan masyarakat Kota Mataram, bahwa pemimpin sejati adalah pemimpin yang mau dan bersedia setiap saat berada di tengah masyarakatnya.

“Gaya kepemimpinan Selly-Manan ini apa adanya, mau mendengar, dan selalu jemput bola,” imbuh Manan .

TGH Abdul Manan  mengapresiasi kinerja seluruh tim pemenangan, relawan, dan para simpatisan SALAM yang sudah bekerja demi masyarakat dengan cara-cara yang simpatik. Terutama di saat pandemi saat ini, seluruh kegiatan bisa terlaksana sesuai protokol kesehatan. Bahkan SALAM mampu meningkatkan awareness publik tentang protokol kesehatan ini.

Terakhir, Manan mengajak masyarakat Kota Mataram untuk sama-sama mewujudkan Mataram Madani, Berkah dan Cemerlang.

“Caranya dengan datang ke TPS 9 Desember nanti, dan tentukan pilihan. Bersama SALAM kita pasti bisa mewujudkan Mataram yang lebih baik,” katanya .

Me