Pekerja Rentan Terima 7.500 Kartu BPJamsostek

Peserta BPJamsostek dimminta selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menyerahkan secara simbolis sebanyak 7.500 Kartu untuk  perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan rentan bantuan Bank NTB Syariah.

Di kesempatan sama, juga dilakukan penyerahan sertifikat pemenang Penyelenggara Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) Award tahun 2020, dan bantuan perlindungan RS Risa Sentra Medika Mataram.

Mendampingi Wagub dalam kegiatan itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Kadisnakertrans Provinsi NTB, Kepala BPJS ketenagakerjaan NTB, Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Direktur RSDUP NTB dan Direktur RS Risa Centra Medik.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengajak kepada seluruh peserta BPJamsostek untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja, menaati aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Khususnya, di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Peserta harus mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker dalam beraktivitas. Kewaspadaan merupakan langkah paling efektif dalam menangkal penularan dan penyebaran pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian, Umi Rohmi mengapresiasi atas program bantuan yang diberikan oleh Bank NTB Syariah Kepada para pekerja rentan dan tugas BPJS untuk mengakomodir, agar pekerja di NTB terlindungi serta tugas pemerintah mengkampanyekan secara terus menerus agar pekerja di NTB terlindungi.

“Ke depan, agar BPJS terus meningkatkan manajemennya agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kita,” pungkasnya.

Wagub berharap, NTB semakin baik ke depan, dan mampu melewati masa pandemi ini secepat mungkin.

“Selamat bagi yang mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, semoga di NTB tersosialisasi dengan baik dan semua pekerja terlindungi dan mudah-mudahan NTB yang kita cintai ini akan semakin baik ke depan, dan kita bisa melalui masa pandemi ini secepat mungkin,” kata Wagub.

Rr/HmsNTB




Wagub; Mendukung Penyelamatan Lingkungan Melalui Insentif Fiskal Berbasis Ekologi

Masa depan sumber daya alam hutan di NTB, bergantung bagaimana semua pihak memperlakukan hutan, apakah melakukanpelestarian atau melakukan eksploitasi

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi Keynote Speaker pada kegiatan “Workshop Intensif Fiskal Berbasis Ekologi Untuk Mendukung Pencapaian SDG’s di Provinsi NTB” melalui video conference, Selasa (15/12/20).

DIkatakan, Pemerintah Provinsi NTB telah menggagas berbagai program unggulan yang diharapkan dapat mengakselarasi percepatan pebangunan di NTB. Hal ini sekaligus menjawab berbagai tujuan pencapaian pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional (SDG’s).

Kata Wagub, Pemprov NTB mendukung penuh segala bentuk misi penyelamatan lingkungan melalui insentif fiskal berbasis ekologi.

“Prinsip kita, warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk anak dan cucu kita adalah lingkungan yang lebih baik di masa yang akan datang,” kata Ummi Rohmi.

Seluruh jajaran Pemprov NTB juga harus sungguh-sungguh menyatukan mindset mengenai pembangunan berorientasi lingkungan,

“Kita tidak boleh main-main, ke depan seluruh pembangunan NTB harus orientasinya lingkungan, produktivitas berjalan tetapi tidak mengorbankan lingkungan,” ungkap Umi Rohmi.

Wagub menyampaikan, bahwa pihaknya memiliki enam misi utama pembangunan NTB lima tahun ke depan.  satunya adalah NTB Asri dan Lestari, yang diimplementasikan dalam bentuk program prioritas, NTB Hijau (Rehabilitasi Lahan Kritis) dan NTB Zero Waste (Penanganan dan Pengelolaan Sampah).

Untuk mengoptimalkan program tersebut, dibutuhkan komitmen yang kuat dan sinergi baik dari Pemerintah Pusat hingga ke Pemerintah Desa dalam proses pencapaiannya.

Karena itu, dibutuhkan seperangkat instrument yang mampu mendorong integrasi dan sinkronisasi tersebut, salah satunya dengan memberikan insentif fiskal kepada pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong program tersebut secara simultan.

Pelestarian atau eksploitasi

Sebelumnya Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. H. Amry Rakhman mengatakan, masa depan sumber daya alam hutan di NTB bergantung dari bagaimana semua pihak memperlakukan hutan tersebut, apakah akan melakukan perlindungan, konservasi, pelestarian atau justru melakukan eksploitasi.

Ia mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk melindungi hutan dengan baik, dan untuk memelihara dan menjaganya, membutuhkan keterlibatan semua pihak, yaitu baik pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

Pihaknya juga mendukung misi penyelamatan lingkungan melalui insentif fiskal berbasis ekologi dengan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang melindungi linkungannya terutama sumber daya hutan.

“Kalau dikaitkan dengan pembangunan berkelanjutan, secara umum ada tiga hal yang kita pertimbangkan, pertama pembangunan harus sesuai dengan lingkungan, kedua banyak masyarakat di sekitar hutan yang menggantungkan hidup dengan sumber daya hutan dengan mempertimbangkan sosial, ekonomi dan budaya, bagaimana keserasian diantara aspek pembangunan berkelanjutan itu yang menjadi penting untuk didalami”, tuturnya.

Kepala Bappeda berharap,  melalui workshop ini dapat mendukung percepatan pembangunan di NTB dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Rr/HmsNTB




Pertumbuhan IPM NTB Tahun 2020, Terendah Dibanding Tahun Sebelumnya

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  Provinsi NTB mengalami peningkatan, dari 68,14 di tahun 2019 menjadi 68,25 pada tahun 2020.

Provinsi NTB masih berada pada kategori capaian sedang.

“Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2020 mencapai 0,16 persen. Laju pertumbuhan IPM NTB tahun ini merupakan yang terendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPs NTB Suntono, Selasa (15/12/20).

Suntono menyatakan , dari dimensi Kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup, di tahun 2020 Provinsi NTB mencapai 66,51 tahun. Indikator ini meningkat sebanyak 0,23 tahun dibandingkan tahun 2019.

Dimensi Pendidikan digambarkan oleh indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

HLS Provinsi NTB di tahun 2020 Provinsi NTB mencapai 13,70 tahun, meningkat 0,22 tahun dibandingkan tahun 2019. Sedangkan RLS-nya sebesar 7,31 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,04 tahun dibanding tahun sebelumnya.

“Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2020 sebesar 10,35 juta rupiah per orang per tahun. Indikator ini menurun sebanyak 289 ribu rupiah dibandingkan tahun 2019,” kata Sunton.

Aya




Pilkada Sumbawa Memanas, DPW PKS NTB Siap Pasang Badan Hadapi Sengketa

Selain siap menghadapi gugatan kubu Djarot-Mukhlis, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan gugatan yang sama

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi menyatakan PKS NTB siap pasang badan menghadapi gugatan Paslon Djarot-Mukhlis terkait kemenangan tipis Paslon Mo-Novie selaku Paslon yang diusung PKS di Pilkada Kabupaten Sumbawa.

Dari tujuh titik Pilkada Serentak NTB 2020, Pilkada Kabupaten Sumbawa yang tensinya paling panas.

Dua Paslon yang meraih suara tertinggi, Mo-Novie dan Djarot-Mukhlis saling klaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat masing-masing tim.

Melihat fakta tersebut, Hadi yang dikonfirmasi lombokjournal.com mengaku siap pasang badan terkait kemungkinan penyelesaian sengketa hasil Pilkada di MK.

Penyelesaian sengketa pilkada di MK sendiri kemungkinan besar terjadi mengingat selisih suara dua Paslon tersebut yang tidak melebihi dari dua persen.

“Pelaksanaan sudah bagus ya, tinggal hal-hal temuan yang harus dibuktikan. Semua ya, tinggal nanti di MK seperti apa,” katanya. Senin, (14/12/20).

Ditambahkan Hadi, selain siap menghadapi gugatan kubu Djarot-Mukhlis, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan gugatan yang sama ketika dibutuhkan.

“Karena masih dalam perhitungan kami minta petugas, saksi partai mengawal sampai keputusan KPU,” ujarnya.

Sementara ini, Paslon PKS NTB hanya menang di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Untuk Kabupaten Sumbawa, Paslon usungan PKS masih harus menunggu pengumuman resmi KPU mengingat selisih kemenangan yang tak mencapai dua persen, sementara untuk kabupaten yang terakhir, Paslon PKS diuntungkan karena hanya melawan kotak kosong.

“Allah punya kekuasaan. Upaya ke arah sana sudah kita lakukan,” ungkapnya.

Ast




HBK Berharap, Pemenang Paslon Partai Gerindra  Pilkada NTB Bisa Pegang Amanah Rakyat

Ada 5 pasangan calon (Paslon) yang diusung Partai Gerindra yang sudah dipastikan unggul

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE (HBK)

menyampaikan ucapan selamat kepada para Paslon Pemenang di  Pilkada Kab/Kota se-Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB), baik yang diusung maupun yang tidak diusung oleh Partai Gerindra.

Samurai Prabowo ini berharap, para pemenang Pilkada bisa menjadi pemimpin daerah yang amanah, yang mampu menjaga kepercayaan rakyatnya, untuk waktu lima tahun ke depan.

“Pesta demokrasi sudah usai, Pilkada serentak 9 Desember 2020 kemarin sudah menunjukan pilihan dan mandat rakyat itu diberikan kepada siapa. Untuk selanjutnya, siapa pun yang menjadi pemenangnya, tentu itu adalah pilihan terbaik rakyat. Saya mengucapkan selamat untuk para paslon yang telah memenangkan Pilkada di 7 Kab/Kota yang berada di Prov. NTB”, kata HBK, Minggu (13/12/20) melalui keterangan tertulisnya dari Jakarta.

Berdasarkan hasil quick/real count KPU, ada 5 pasangan calon (Paslon) yang diusung Partai Gerindra yang sudah dipastikan unggul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 7 Kab/Kota di Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasangan Djohan Sjamsu/Danny Karter Febrianto (Joda) unggul di Lombok Utara, pasangan Ir. HW Musyafirin/Fud Syaifuddin unggul di Sumbawa Barat, pasangan Indah Damayanti Putri/Dahlan M. Noer unggul di Bima, pasangan Kader Jaelani/H. Syahrul Parsan unggul di Dompu, pasangan H Lalu Pathul Bahri/HM Nursiah unggul di Lombok Tengah, sementara pasangan Syarafudin Jarot/Mohklis masih bersaing ketat dengan pasangan Mo/Novy di Sumbawa.

HBK yang memimpin langsung pemenangan Pilkada serentak Partai Gerindra di NTB, menyampaikan apresiasi, penghormatan serta kebanggaanya kepada semua paslon yang diusung Partai Gerindra di Prov. NTB, atas perjuangan, militansi serta kerja kerasnya didalam mengambil hati serta mendapatkan mandat rakyat dalam perhelatan Pilkada serentak 2020 ini.

Setidaknya, dari 7 Pilkada Kab/Kota di Prov. NTB, jago-jago Partai Gerindra dipastikan telah berhasil tampil sebagai pemenang di 5 Kab/Kota, antara lain pasangan Djohan Sjamsu/Danny Karter Febrianto (Joda) di Lombok Utara, pasangan Ir. HW Musyafirin/Fud Syaifuddin di Sumbawa Barat, pasangan Indah Damayanti Putri/Dahlan M. Noer di Bima, pasangan Kader Jaelani/H. Syahrul Parsan di Dompu, pasangan H. Lalu Pathul Bahri/HM Nursiah di Lombok Tengah, sementara pasangan Jarot/Mokhlis masih bersaing ketat dengan pasangan Mo/Novi di Sumbawa.

“Partai Gerindra merasa bangga, dan menyampaikan apresiasi, terimakasih, serta penghormatan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan masyarakat NTB kepada para paslon yang diusung Partai Gerindra,” katanya.

Menurut HBK, kepastian kemenangan paslon Partai Gerindra di 5 Kab/Kota merupakan kemenangan bersama masyarakat. Hal ini sebagai wujud dari soliditas dan kerja keras para kader Partai, Tim Pemenangan, para Relawan dan simpatisan, serta masyarakat di Kab/Kotanya masing-masing.

“Kemenangan paslon dari Partai Gerindra adalah kemenangan bersama rakyat. Perjuangan kolektif dari paslon, kader Partai, Tim pemenangan, Relawan dan simpatisan, serta masyarakat Kab/Kota itu sendiri. Kemudian khusus untuk Pilkada Sumbawa, saya sudah turunkan Tim Pemenangan dari Partai Gerindra Prov. NTB untuk segera berada ditengah-tengah Tim pemenangan paslon Jarot/Mokhlis dalam rangka mempertahankan kemengannya, sekaligus mempersiapkan diri kalau-kalau harus berperkara sampai di MK,” ujar HBK.

Selain menyampaikan selamat untuk para pemenang di 7 Pilkada Kab/Kota di Prov. NTB, HBK juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para penyelenggara Pilkada, yaitu para petugas KPU dan Bawaslu.

Mereka sudah bekerja keras, amanah, dan profesional dalam mensukseskan terselenggaranya Pilkada yang damai, hidup, dan sehat di wilayahnya masing-masing.

HBK juga mengapresiasi kinerja jajaran Kepolisian dan TNI, khususnya jajaran Polda NTB dan Korem 162/WB, yang sudah bekerja profesional, tidak memihak, dan maksimal dalam menjaga ketertiban dan keamanan penyelenggaraan Pilkada di wilayah NTB.

“Saya mengapresiasi KPU, Bawaslu, TNI-Polri, serta semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada sehingga jalannya pesta demokrasi di NTB bisa berjalan dengan tertib, lancar dan aman, juga yang telah memenuhi Prokes (protokol kesehatan) dengan baik,”  paparnya

Terakhir, HBK mengimbau kepada seluruh peserta Pilkada, dan para pendukung serta simpatisan-simpatisannya untuk bisa kembali bersatu, saling mendukung dalam pembangunan di daerahnya masing-masing.

“Yang kemarin sempat berbeda pilihan politik, berbeda dalam dukungan paslon, saya kira sekarang ini sudah saatnya kita kembali bersama, kembali bersatu, dan bersinergi dalam membangun daerahnya masing-masing. Dan kepada paslon yang masih bersaing ketat, berjuang keras meningkatkan hasil perolehan yang ada, maka jalur hukum haruslah menjadi satu-satunya pilihan atau jalan dalam mencari keadilan. Saya nyatakan Partai Gerindra sangat siap, dalam mendukung dan mendampingi Paslonnya, kalau harus berperkara di MK,” tukasnya.

Me

 

 




Dukung NTB Hijau, Gerakan Pramuka Menanam Digelorakan

Pramuka terus turun di tiap wilayah, untuk melakukan pembinaan, memberikan edukasi serta mendroping aneka bibit tanaman

LOTIM.lombokjournal.com

Salah satu Program Unggulan Pemerintah Provinsi NTB yakni NTB Hijau, terus di gelorakan.

Tidak hanya mahasiswa dan ASN, gerakan pramuka juga terus berikhtiar menghijaukan NTB dengan ‘Gerakan Pramuka Menanam’ di seluruh wilayah NTB.

Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Daerah Kwarda Pramuka NTB, Minggu (13/12/2020) pagi di Desa Setungkeplingsar, Kecamatan Keruak, dan Desa Suka Damai Kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur.

Melanjutkan arahan Gubernur Zul, Pramuka NTB dengan sigap serta terorganisir melaksanakan terobosan positif tersebut, serta menggelorakan secara masif paramuka menanam agar diikuti seluruh kabupaten/kota di NTB.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si mengatakan, gagasan dari Gubernur Zul ini disambut baik oleh seluruh anggota Pramuka.

“Kegiatan ini juga sebagai Wujud Pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka”, papar Kak Fathul.

“Gerakan Pramuka Menanam tahun ini lebih diperluas target dan jenis tanaman yang ditanam. Bukan hanya tanaman pelindung, tapi mencakup berbagai jenis tanaman buah, sayur sayuran yang dibutuhkan setiap hari, dan bernilai ekonomis.

Kami akan terus turun di tiap wilayah, untuk melakukan pembinaan, memberikan edukasi serta mendroping aneka bibit tanaman.

Warga harus dibimbing tentang cara menanam yang baik, serta bagaimana memanfaatkan lahan yang ada, papar H. Fathul Gani yang juga merupakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) provinsi NTB.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., optimis target penanaman sejuta pohon melalui Gerakan Pramuka Menanam di tahun 2021 dapat tercapai.

“Salah satu hobi dan passion saya adalah menanam pohon. Ada kepuasan tak terkira melihat pohon yang kita tanam menjulang tinggi, membesar dan menghasilkan keteduhan, ” ucap Gubernur Zul di Bumi Perkemahan (Buper) Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (11/12).

ikp/diskominfotikntb




Gubernur Buka Mubes IKB Flobamora NTB

Pesan Bang Zul, pengambilan keputusan dengan cara yang baik pati akan menghasilkan keputusan yang baik juga

MATARAM.lombokjournal.com

Saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Keluarga Besar Flobamora NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bercerita seorang raja yang membunuh burung elang peliharaannya. Elang itu dianggap merendahkan martabatnya dengan menendang gelas minuman.

Sesaat Raja menyadari Ketika tahu, minuman tersebut telah bercampur dengan racun ular.

“Poin penting dalam cerita ini, jangan sekali-sekali membuat keputusan penting pada saat marah,” ujar Bang Zul, saat menyampaikan sambutan Mubes II Keluarga Besar Flobamora NTB, di Hotel Grand Legi Mataram, Sabtu (12/12/20).

Flobamora merupakan akronim dari Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

Bang Zul meminta kepada seluruh peserta Mubes ini, untuk membuat keputusan dalam keadaan yang baik. Tanpa ada unsur-unsur emosional yang berlebihan, agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.

“Buatlah keputusan-keputusan penting dalam forum ini dengan perasaan hati yang penuh suka cita, tidak boleh ada emosi, marah, apa lagi sampai lempar-lemparan kursi,” ungkap Bang Zul disambut dengan tawa peserta.

Ia menjelaskan, pengambilan keputusan dengan cara yang baik pati akan menghasilkan keputusan yang baik juga.

Selain itu, Gubernu yang jebolan Universitas Indonesia ini juga menyampaikan bahwa NTB dan NTT berpeluang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028.

Rencana tersebut sudah diajukan ke Kemenpora beberapa waktu yang lalu bersama dengan Gubernur NTT.

“Ketika bertemu dengan Gubernur NTT di Jakarta, kita sepakat bahwa sudah saatnya internasional event itu dilaksanakan di NTB dan NTT, salah satu yang akan segera kita realisasikan adalah menjadi tuan rumah bersama PON 2028,” ungkapnya.

Bang Zul meminta doa dan dukungan kepada semua peserta Mubes agar rencana ini berjalan dengan lancar demi kemajuan bersama

Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan salah satu semboyan yang sering didengar dari sahabat-sahabatnya yang berasal dari NTB.

“Mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengucapkan, katong samua basudara,” tuturnya disambut dengan tepuk tangan meriah.

Ketua IKB Flobamora NTB, Agus Balela menyampaikan terimakasihnya kepada Gubernur NTB yang telah menyempatkan diri untuk hadir pada acara Mubes ini. Ia meminta kepada segenap keluarga besar Flobamora untuk terus aktif dalam mengembangkan NTB.

Rr/HmsNTB




Covid-19 Pengaruhi Kalahnya Paslon PKS di Empat Titik Pilkada Serentak 2020

Paslon PKS NTB hanya menang di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 ditengarai pengaruhi partisipasi demokrasi masyarakat NTB pada Pilkada serentak di tujuh Kabupaten/Kota di NTB.

Minimnya partisipasi demokrasi masyarakat tersebut menyebabkan Pasangan Calon (Paslon) yang diusung PKS NTB mengalami kekalahan dalam Pilkada di empat Kabupaten/Kota.

“Evaluasi sementara karena Covid ya, penuh resiko. Covid ini mempengaruhi tingkat partisipasi demokrasi,” ujar Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi, Jumat (11/12/20).

Sementara ini, Paslon PKS NTB hanya menang di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Untuk Kabupaten Sumbawa, Paslon usungan PKS masih harus menunggu pengumuman resmi KPU, mengingat selisih kemenangan yang tak mencapai dua persen, sementara untuk KSB, Paslon PKS diuntungkan karena hanya melawan kotak kosong.

“Allah punya kekuasaan. Upaya ke arah sana sudah kita lakukan,” ungkapnya.

Hadi menyebut semua kader PKS di NTB sudah berjuang untuk memenangkan Pilkada di tujuh Kabupaten/kota. Hanya saja hasilnya belum maksimal.

“Kita sudah berjuang dan kader kita di lapangan luar biasa. Saya apresiasi, saya berterima kasih, ya hasilnya seperti yang kita lihat,” katanya.

Para Paslon PKS yang belum memenangkan kontestasi diimbau tidak jera berpolitik praktis. Menurutnya, apa pun hasil yang ada harus diterima sebagai konsekuensi dari sebuah proses berdemokrasi.

“Hasilnya seperti yang kita lihat. Tapi jangan pula patah hati. Kalau ada peluang ke depan, maju lagi,” pintanya.

Ast




Gubernur Serahkan 100 Ribu Bibit untuk Kwarcab Pramuka se NTB

Menanam pohon, diharapkan dapat menjadi kebiasaan masyarakat NTB, sehingga NTB menjelma menjadi rumah yang menyenangkan dan nyaman

MATARAM.lombokjournal.com

Menyambut musim penghujan akhir tahun, Gubernur NTB, Dr.H Zulkieflimansyah menyerahkan 100 ribu bibit pohon kepada Kwartir Cabang Pramuka Se-Nusa Tenggara Barat, Jum’at (11/12/20).

Penyerahan yang berlngsung di Bumi Perkemahan Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat itu untuk mensukseskan program Gerakan Pramuka Menanam.

“Menanam pohon bukan hanya untuk diri kita saat ini, namun juga untuk kehidupan penerus di masa yang akan dating,” kata Gubernur.

Apa yang dilakukannya bersama dengan Kwarda Gerakan Pramuka NTB ini merupakan sebuah langkah awal untuk perjalanan panjang mewujudkan NTB Hijau.

Gerakan Pramuka Menanam di tahun 2021 mendatang dengan target 1 juta pohon, Gubernur merasa optimis program tersebut akan terlaksana.

“Saya kira, sejuta pohon ini bukan angan-angan, kalau 100 ribu pohon tiap Kabupaten/Kota, saya kira sanggup mereka, asal bibit pohonnya disediakan,”ujar Bang Zul.

Menanam pohon, diharapkan dapat menjadi kebiasaan masyarkat NTB, sehingga NTB menjelma menjadi rumah yang menyenangkan dan nyaman.

“Di mana kita masih melihat burung-burung berterbangan,  menikmati harmonisasi alam semesta kita,” tambahnya.

Lebih jauh, Bang Zul menjelaskan bahwa bersinergi bersama Pramuka dinilai tepat dalam rangka pemulihan dan keasrian pohon-pohon, terlebih di dalam kawasan hutan NTB.

“Kenapa kita berikan kepada Pramuka, karena hanya Pramuka yang sangat militan dan sampai ke dusun hingga desa gerakannya,” puji Gubernur.

Kepada Pramuka, Gubernur mengucapkan selamat, yang bersemangat menghadirkan ketahanan pangan dari desa, dan dari masyarakat.

“Selamat pada Kak Fathul Gani dan teman-teman di Pramuka, mudah-mudahan perjuangan menanam pohon, menghijaukan NTB ini, diberikan imbalan yang setimpal oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” tutup Gubernur.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si menjelaskan, Gerakan Pramuka Menanam, merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksakan di penghujung tahun.

“Gerakan Pramuka Menanam ada gerakan rutin tiap tahun yang kami laksanakan. Untuk target tahun ini, InsyaAllah minimal 100 ribu bibit pohon,” jelasnya saat memberikan sambutannya.

Selain pohon, pihaknya juga menanam tanaman rumah tangga seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Rr/HmsNTB

 




Bocah Penderita Hidrosefalus di KLU Dapat Kursi Roda dari Gubernur

KLU..lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, meringankan beban keluarga kurang mampu dengan memberi kursi roda untuk Baiq Ulan Rahman (5) bocah penderita Hidrosefalus asal Rt 1 Dusun Sanggar Sari, Desa Sigarpenjalin Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Kursi roda baru itu dibawa langsung oleh Staf Dinas Sosial Provinsi NTB, Muhammad Hizam S.ST, Koordinator PKH NTB, Nurhasim, didampingi Kasi Jamsos Dinas Sosial dan PPA Lombok Utara, Nisanim. Lalu, ada Korkab PKH dan Pendamping PKH Lombok Utara, Kamis (10/12/20) siang.

Mendapat kiriman kursi roda, membuat kaget pasangan Suami- istri Lalu Fathur Rahman (33) – Nihayah (29) orang tua dari Baiq Ulan Rahman.

Nihayah menceritakan perjalanan perjuangan penyembuhan untuk anak perempuan kesayangannya. Ia yang merupakan salah seorang peserta Penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Kemensos) RI, melahirkan Ulan akrab disapa puteri keduanya yang lahir pada tanggal 12 Februari 2015.

Penyakit anaknya mulai muncul ketika usia empat bulan. Gejala awal, ada benjolan yang timbul di sekitar area pusar. Akibatnya, kondisi tubuh bocah itu lemas dan mulai mengurangi keceriannya.

Hingga sontak, inisiatif keluarga untuk memeriksa di Rumah Sakit di Mataram, bekal BPJS Gtatis dari Provinsi, biaya pemeriksaan dimudahkan.

Meski demikian dalam perjalan waktu, benjolan itu merambat hingga ke ubun kepalanya. Sehingga kepala adik dari  Baiq Nia Rahma Lestari itu membengkak.

Lantas, karena kondisinya cukup menguatirkan, ada saran dari tenaga medis agar  bocah malang itu harus dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi Sanglah Denpasar-Bali, untuk Mendapatkan penanganan serius.

Waktu terus berjalan, Nihayah mendaptkan informasi diagnosa medis,  bahwa anaknya diserang penyakit hidrosefalus. Akhirnya anaknya dipasang selang untuk memudahkan dan mencairkan dugaan benjolan yang menyerang area kepalanya.

Kemudian mereka kembali ke Lombok Utara, dalam keadaan demikian. Selanjutnya menunggu mukjizat yang kemudian hadir tak disangka menyembuhkannya untuk kembali normal. Sembari melakukan kontrol dan meminum obat sesuai saran tenaga medis.

“Atas perhatian Gubernur NTB dan Kepala Dinas Sosial Provinsi, saya atas nama keluarga menyampaikan terimakasih. Kursi roda telah diterima untuk meringankan kondisi anak saya, ” ungkapnya dengan mata berbinar.

Ia berharap, suatu saat, jika ada biaya yang memungkinkan. Akan kembali ke RSUP Denpasar, untuk mengontrol kembali. Saat ini belum bisa berbuat apa- apa, hanya hidup dengan bantuan sosial PKH untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Sebab, sejak virus Corona melanda, ia dan suaminya yang berprofesi sebagai buruh hanya mengangur di rumahnya.

Gubernur NTB, melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik, S.Sos, MH mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat di media sosial, Pemerintah Provinsi melalui Dinsos Provinsi akan berusaha maksimal untuk merespon kondisi sosial warga yang belum sempat disentuh kebijakan.

“Kursi roda untuk ananda tercinta Ulan merupakan bagian kami untuk memberikan atensi. Sekiranya, kursi roda ini dapat memudahkan dan meringankan beban keluarga, minimal dalam membantu kesehariannya mengurus ananda Ulan. Semoga Ulan lekas sembuh dan bisa hidup ceria seperti anak seusianya. Aamiin,” katanya.

Rr/HmsNTB