2,2 Miliar Bantuan Sosial Kemanusiaan PT. Pos Indonesia untuk NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Bantuan dari donatur konsumen PT. Pos Indonesia Sebesar Rp2,2 miliar disalurkan melalui PT. Pos untuk korban gempa di NTB pada tahun 2018.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M.Si, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTB, menerima bantuan sosial kemanusiaan dari PT. Pos Indonesia sebesar Rp 2,2 Milyar.

Penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Kerja Gubernur NTB, Rabu (23/12/20).

Bantuan ini sempat mengalami penundaan, karena adanya diskusi terkait penggunaan, lalu berlanjut dengan adanya wabah pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Alhamdulillah sampai akhir bulan September terkumpul dana sebesar Rp. 2.204.260.705,’ dari para donatur yang disalurkan melalui PT. Pos Indonesia,” ungkap Direksi Kelembagaan PT Pos Indonesia, Nezar Patria.

Menanggapi itu, Gubernur Zulkieflimansyah  menyampaikan ucapan terimakasih kepada PT. Pos Indonesia, yang telah peduli terhadap masyarakat NTB yang terdampak musibah gempa pada tahun 2018 lalu.

Dikatakan Gubernur, penyerahan dana bantuan ini merupakan wujud, bahwa Pemprov NTB dengan PT. Pos Indonesia telah membangun kerjasama yang baik. Terutama dalam hal sosial kemanusiaan.

Diharapkan momentum ini sebagai langkah untuk terus bersinergi membangun kerjasama yang baik dengan PT. Pos Indonesia.

“Semoga dana ini akan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan dapat dipertanggungjawabkan kepada para donatur yang telah menyumbang,” ujar Gubernur.

Proses penyerahan dilakukan langsung oleh Direksi Kelembagaan PT Pos Indonesia, didampingi Kepala Regional 8 PT. Pos Indonesia, Adi Sunanto dan Kepala Kantor Pos Mataram, Isnian Adiwijaya.

Rr/HmsNTB




PLN: Listrik di Libur Natal dan Tahun Baru Aman

MATARAM.lombokjournal.com

General Manager PLN UIW (Unit induk wilayah) NTB, Lasiran menyebut hingga kini Daya mampu pembangkit di Pulau Lombok sebesar 308 Megawatt (MW) dengan beban puncak malam 247 MW.

Sedangkan untuk sistem interkoneksi Sumbawa, daya mampu pembangkit sebesar 134 MW dan beban puncak 103 MW.

Menurut Lasiran, PLN sendiri masih memiliki cadangan listrik dari 60 sampai 90 MW sehingga untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun baru masih aman.
“dengan daya tersebut kita masih mampu” tegasnyapada Rabu (23/12)

Menurut Lasiran,Cadangan daya yang dimaksud sebesar 61 MW untuk sistem Lombok dan 31 MW untuk Sistem Sumbawa.

Dengan adanya daya tersebut dipastikan tidk akan ada lagi kejadian pemadaman seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.

Lasiran menyebut, kerusakan itu sudah berhasil diperbaiki dan sudah normal,pemadaman bisa saja terjadi jika jaringan putus yang diakibatkan oleh bencana alam.

“Kondisinya sudah normal. Secara teknis, dia pun menjamin kondisinya akan aman. Kecuali jika terjadi bencana yang menyebabkan jaringan putus,itu diluar kemampuan kami jadi bisa dimaklumi”jelasnya.

Lasiran meminta agar masyarakat di NTB bisa memberikan dukungan agar pihak PLN dapat meningkatkan kualitasnya.

Seperti diketahui Dari sisi SDM, per 18 Desember 2020 sampai 7 Januari 2021 nanti, PLN UIW NTB menyiagakan 900 personel per hari. Mereka standby di 72 posko yang tersebar di Lombok dan Sumbawa.

“Kami juga siapkan 20 buah genset yang akan standby di beberapa lokasi utama perayaaan Natal,” katanya.

PLN NTB juga menyiagakan 15 unit trafo mobile, 4 unit UPS mobile, dan 134 buah kendaraan, baik roda 2 ataupun roda 4. “Ini upaya PLN dapat merespons cepat apabila terjadi gangguan pasokan listrik,” pungkasnya

Aya (*)




PLN NTB Siapkan Kenaikan Beban Listrik Saat Natal dan Tahun Baru 2021

MATARAM.lombokjournal.com

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran mengatakan, PLN telah menyiapkan antisipasi apabila ada kenaikan beban listrik pada libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 karena memiliki daya mampu pembangkit yang cukup memadai

“Kami siagakan 900 personel untuk terus siaga selama Natal dan Tahun baru saat ini, mulai dari sisi pembangkit hingga pelayanan gangguan. Selain itu, kami juga siapkan 20 buah gen set yang akan stand by di beberapa lokasi utama perayaaan Natal,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran.

Sebanyak 29 lokasi perayaan Natal tahun ini telah diperiksa dan juga disiapkan pasokan listriknya untuk menjaga kekhidmatan umat nasrani menjalankan ibadah.

Selain itu, tak hanya personel, PLN NTB juga menyiagakan 15 buah trafo mobile, 4 buah UPS Mobile, dan 134 buah kendaraan, baik roda 2 ataupun roda 4. Hal ini tentu saja supaya PLN dapat merespon cepat apabila terjadi  gangguan pasokan listrik.

Tantangan menjaga keandalan listrik ini semakin meningkat seiring dengan cuaca yang ekstrim di beberapa hari terakhir.

“Dua hal ini menjadi tersendiri untuk PLN, pandemi Covid 19 dan cuaca. Namun, kami terus berusaha untuk memberikan yang terbaik,” ujar Lasiran.

Dari sisi pasokan daya pembangkit, per tanggal 19 Desember 2020, kondisi kelistrikan di pulau Lombok memiliki daya mampu pembangkit sebesar 308 MW dan beban puncak malam sebesar 247 MW.

Sedangkan untuk sistem interkoneksi Sumbawa, daya mampu pembangkit sebesar 134 MW dan  beban puncak sebesar 103 MW.

“Untuk daya mampu pembangkit, masih aman. Masih ada cadangan daya sebesar 61 MW untuk Sistem Lombok dan 31 MW untuk Sistem Sumbawa,” tutur Lasiran.

Selama masa siaga ini, PLN juga berkomitmen untuk tidak mengadakan pemeliharaan terencana. Meskipun demikian, gangguan listrik yang diakibatkan gangguan alam, faktor teknis ataupun gangguan lokal masih mungkin terjadi.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat NTB agar sistem kelistrikan semakin andal, dan supaya kami dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Lasiran.

Aya (*)




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 22 Desember 2020, Bertambah 22 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 23 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu)) Orang

MATARAM.lombokjournal.com —  

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR dan TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Kota Bima dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Selasa (22/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 538 (lima ratus tiga puluh delapan) sampel dengan hasil 516 (lima ratus enam belas) sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 22 (dua puluh dua) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 23 orag, kasus kematian 1 (satu) orang.

 Dijelaskan, adanya tambahan 22 (dua puluh dua) kasus baru terkonfirmasi positif, 23 (dua puluh tiga) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa ini (22/12/20) sebanyak 5.357 (lima ribu tiga ratus lima puluh tujuh) orang, dengan perincian 4.468 (empat ribu empat ratus enam puluh delapan) orang sudah sembuh, 274 (dua ratus tujuh puluh empat) meninggal dunia, serta 615 (enam ratus lima belas) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Tambahan 22 kasus positif Covid-19, Pasien Sembuh 23 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5336, an. HAM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3990. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  2. Pasien nomor 5337, an. MS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Rumbuk, KecamatanSakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5062. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  3. Pasien nomor 5338, an. HH, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  4. Pasien nomor 5339, an. HA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5080. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  5. Pasien nomor 5340, an. KA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5080. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  6. Pasien nomor 5341, an. MES, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R Soedjono Selong;
  7. Pasien nomor 5342, an. M, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R Soedjono Selong;
  8. Pasien nomor 5343, an. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  9. Pasien nomor 5344, an. S, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 5345, an. AR, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  11. Pasien nomor 5346, an. DH, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Kumbe;
  12. Pasien nomor 5347, an. B, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Kumbe;
  13. Pasien nomor 5348, an. PWA, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  14. Pasien nomor 5349, an. WS, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5303. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  15. Pasien nomor 5350, an. IRJ, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Kelungkung, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5351, an. SI, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Jorok, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Utan;
  17. Pasien nomor 5352, an. SM, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  18. Pasien nomor 5353, an. DH, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5179. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  19. Pasien nomor 5354, an. M, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5179. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  20. Pasien nomor 5355, an. F, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5179. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  21. Pasien nomor 5356, an. NS, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5179. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  22. Pasien nomor 5357, an. RHM, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5179. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa.

Hari Selasa terdapat 23 (dua puluh tiga) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3895, an. G, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4190, an. NKS, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4429, an. SW, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4503, an. HG, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 4548, an. AAA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 4557, an. L, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 4640, an. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 4735, an. EP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4746, an. S, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 4759, an. DS, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  11. Pasien nomor 4775, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 4793, an. R, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Pendem, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 4835, an. AP, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4934, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 4936, an. LK, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5001, an. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 5089, an. CWD, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 5091, an. NRH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 5095, an. YDP, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Moyo Mekar, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 5159, an. SMP, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  21. Pasien nomor 5161, an. SW, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 5165, an. LFA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 5206, an. PP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Suangi, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Selasa juga terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 5343, an. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119.




Perayaan Natal dan Tahun Baru, FKUB Sepakat Terapkan Protokol Covid-19

Harus dipastikan, kegiatan perayaaan Natal atau kegiatan lainnya harus benar-benar menerapkan protokol Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB untuk ‘Harmonisasi Sesama Umat Beragama dan Masyarakat melalui Toleransi’, berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban dengan menerapkan protokol Covid-19 pada perayaan Natal umat kristiani dan Tahun Baru 2021.

Menekan angka penyebaran dan penularan pandemi Covid-19 merupakan komitmen dan ikhtiar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Apalagi adanya perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

“Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, tentunya akan melibatkan banyak orang. Sehingga ketegasan dan keasadaran kita bersama harus dikedepankan menerapkan protokol Covid-19, mengikuti aturan dan himbauan pemerintah,” kata Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, Subhan Hasan, mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Selasa (22/12/20), di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB.

Menurutnya,  membangun harmonisasi sesama umat beragama dan masyarakat harus sinergi dan saling koordinadi. Sehingga terjalin melalui toleransi, salahsatunya mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan antar umat dan semua elemen masyarakat.

“Baik itu pemerintah, aparat keamanan, ormas dan masyarakat tentunnya,” jelasnya.

Sehingga sinergi dan saling koordinasi harus terus dijaga dan dibangun untuk menciptakan kondisi yang aman dan kobdusif di NTB.

Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong (PP) Provinsi NTB Drs.Tribudi Prayitno, M. Si menegaskan, sejak pandemi ini beberapa kegiatan yang melibatkan massa dan aktivitas berkerumun dibatasi oleh pemeribtah. Tujuannya jelas untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

“Sudah jelas sekali ada himbauan dari pemerintah, kalau biasanya dalam keadaan normal, kita dapat melaksanakan kegiatan baik sosial dan keagaan namun sejak Covid ada pembatasan masa demi kepentingan dan keamanan bersama,”kata Tri Budi.

Dikatakan, saat ini kata kuncinya adalah semua yang kegiatan dan aktivitas yang dilakukan harus aman dan produktif. Harus dipastikan, kegiatan perayaaan Natal atau kegiatan lainnya harus benar-benar menerapkan protokol Covid-19.

“Pergunakan masker dengan benar, menjaga jarakpun harus diterapkan fengan serius, serta mempersiapkan alat perlindungan diri juga. Termasuk penyemprotan disinfektan dan menyediakan alat cuci tangan,”himbaunya.

Diakuinya, memasuki liburan akhit tahun dan cuti bersama ini, harus benar-benar diwaspadai. Karena pergerakan orang mulai harus dijaga. Apalagi angka terpapar Covid-19 trend kurvanya meningkat akhir-akhir ini.

“Ini yang harus menjadi konsen dan perhatian kita bersama,” ucapnya.

Kasatpol PP juga mengapresiasi beberapa gereja, berdasarkan laporan Romo dan Pendeta, gereja membatasi umat saat beribadah. Dengan membagi beberapa sesi peribatan untuk menghindari kerumunan dan secara ketat menerapkan protokol Covid.

“Biasanya kapasitas gereja sebanyak 800 umat, saat ibadah natal hanya 300 umat yang ditampung dan membatasi lansia serta anak-anak,”ungkapnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Suryani Eka Wijaya, mewakili Kadishub mengatakan, untuk menjaga pergerakan masyarakat saat libur dan cuti bersama, telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan lintas OPD Kab/Kota untuk perketat pintu-pintu masuk di pelabuhan, baik yang masuk maupun keluar dari NTB.

“Begitupun dengan kegiatan perayaan Natal juga, Dishub NTB berkoordinasi dengan Aparat kepolisian, Satpol PP, Banser, pecalang dan elemen masyarakat lainnya, seperti di Pemkot Mataram, untuk menjaga malam Misa Natal dan Tahun Baru,”katanya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan dan pernyataan perwakilan MUI, Ketua PHDI (umat hindu) Ketua DEKENAT (umat katolik) Ketua PGIW (umat kristen pantekosta) Ketua Matakin (umat konghuchu) Ketua Walubi (umat budha),  Pemuda NW, Pecalang Darma Wisesa, berkomitmen dan siap bersama mendukung iktiar bersama menjaga kerukunan dan keamanan pada saat perayaan ibadah Natal dan Tahun Baru.

Pertemuan ini diikuti oleh Kadis Perhub, Kabag Pemberitaaan Humaspro Provinsi NTB, Bakesbangpoldagri Pemkot Mataram, Ketua MUI (umat muslim), Ketua PHDI (umat hindu), Ketua DEKENAT (umat katolik) Ketua PGIW (umat kristen pantekosta) Ketua Matakin (umat konghuchu) Ketua Walubi (umat budha), Kadis kesbang kota mataram, pemuda NW, Pecalang Darma Wisesa.

ikp@diskominfotik_ntb




Giliran Zainudin, Penderita Bocor Ginjal yang Dibantu Bang Zul

SUMBAWA.lombokjournal.com

Pengaduan kondisi Sosial dan Kesehatan masyarakat Kabupaten/Kota di Provinsi NTB ‘membanjiri’ laman media Sosial (medsos) seputar NTB.

Harapannya, ada sentuhan kebijakan langsung dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Respon progresif Bang Zul sapaan karib Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc, terus bergulir. Acap kali dengan tindaklanjut secara cepat dan nyata.

Terbukti sepanjang tahun 2020, langsug dilakukan pengecehkan di lokasi dan penyerahan bantuan. Dan  didukung jajarannya yaitu Dinas Sosial dan Dinas  Kesehatan Provinsi bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Respon cepat ini menumbuhkan semangat gotong royong para  abdi Negara dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang butuh uluran tangan.

Khususnya masyarakat yang belum disentuh kebijakan reguler pemerintah. Ini sejalan dengan visi dan misi  Pemerintahan Zul-Rohmi.

Hari Minggu (20/12) Debi Puspitasari, Anak Sumbawa Penderita Anemia dibantu Bang Zul dengan sejumlah dana, untuk meringankan beban keluarga anak berusia dua belas tahun tersebut. Kemudian pengaduan di medsos pun terus mengalir.

Bocor Ginjal, 8 bulan Lemas di RS

Hari Senin (21/12) Zainuddin (21) penderita Bocor Ginjal asal RT 007 RW 003 Dusun Bonto, Desa labuhan Bontong, Kecatamatan Tarano Kabupaten Sumbawa diberikan bantuan sejumlah dana.

Bantuan itu melalui Dinas Sosial Provinsi NTB yang diantar langsung oleh Pilar Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa yaitu Koordinator dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI di Sumbawa di Rumah Sakit Umum Daerah Sumbawa.

“Berdasarkan pengaduan di medsos, Gubernur langsung respon. Meminta Dinsos Provinsi melakukan assesment dan diberikan sejumlah dana untuk meringankan beban keluarga Zainuddin,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik S.Sos MH melalui siaran Pers Senin (21/12/20) siang.

Khalik mengatakan, bantuan diterima langsung oleh Orang tuanya bernama Muhtar yang saat itu mendampingi anaknya di ruang Perawatan RSUD Sumbawa.

Hasil assessment, Zainuddin adalah putra dari pasangan suami-istri (Muhtar -Nurjanah). Zainudin merupakan putera pertama yang lahir di Empang, 29 Maret 2001.

Khalik mantan Kalak BDBD Provinsi ini menuturkan dari cerita Keluarga, hasil Diagnosa Dokter Zainudin menderita  Bocor Ginjal dan mengalami pembengkakan di sekujur tubuh. Pernah mendapatlan penangan medis rawat ini di RSUD Sumbawa.

Karena kondisinya kian parah, Tim medis menyaranlan untuk dirujuk pengonatan lanjutan di RSUP –  Mataram. Hanya saja, keluarga belum bisa menindaklanjutinya karena kendala pada ekonimi kelurga.

“Hingga saat ini, Zainudin masih dirawat di RSUD Sumbawa. Terhitung delapan bulan terbaring lemas,” Kutip Pria pencetus buku JPS Gemilang ini.

Secara terpisah, Koordinator PKH Kabupaten Sumbawa, Mardinawan SE menuturkan,  Orang tua Zainudin merupakan salah-seorang penerima bantuan sosial PKH Kemensos RI dan BPJS Kesehatan. Namun bantuan PKH tidak cukup mendukung biaya pengobatan yang dengan biaya besar, meski BPJS kesehatan telah ikut membantu.

 

Bantuan dari Bang Zul telah diterima dengan baik oleh Muhtar selaku orang tua Zainudian. Keluarganya sangat terharu mendapat dukungan dari orang nomor satu di NTB itu.

“Terimakasih Pak Gubernur dan Kepala Dinas Sosial Provinsi. Bantuan telah diterima dan akan dimanfaatkan dengan baik ” tutur Mardinawan menceritakan ungkapan Orang tua Zainudin.

Rr/HmsNTB




Keindahan NTB Dipromosikan di Depan Ahli Geologi

Para ahli geologi diminta ikut menyosialisasikan keselamatan lingkungan khususnya pada sektor pertambangan liar

MATARAM.lombokjournal.com

Nusa Tenggara Bart adalah surganya dunia dan meminta para ahli tersebut untuk menceritakan keindahan ini ke seluruh dunia.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu di depan para ahli geologi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

“Saya atas nama pemerintah provinsi mengungkapkan terimakasih telah mengadakan even ke-49 di NTB, dan mudah-mudahan semua yang baik yang bapak ibu temui di sini itu, bisa diceritakan pada Indonesia dan dunia,” tuturnya saat memberikan sambutan pada acara pertemuan ilmiah tahunan IAGI di Killa Senggigi, Jumat (18/12/20).

Diceritakan, Provinsi NTB  terdiri dari dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa, serta lebih dari 400 pulau pulau kecil, yang biasa disebut gili.

Gili-gili di NTB memiliki alam yang masih terjaga. Selain itu, Tuhan juga menganugerahkan kandungan alam yang luar biasa banyaknya.

Umi Rohmi, sapaan akrabnya menuturkan, Pemerintah NTB sangat mengetahui, keindahan dan kekayaan alam di provinsi tercinta ini sangat luar biasa.

Pemerintah Provinsi dengan pemerintah kabupaten kota sangat gencar dalam melakukan perlindungan dan pelestarian lingkungan, mulai dari memasifkan pengelolaan sampah hingga penghijauan kembali hutan-hutan yang gundul.

“Kami di NTB ini paham betul bahwa daerah ini luar biasa indah luar biasa kaya, dengan sumber daya alam. Jadi kami paham bahwa pelestarian lingkungan ini menjadi suatu kewajiban yang harus betul-betul kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Melalui kesempatan ini, Umi Rohmi meminta kepada para ahli geologi untuk ikut menyosialisasikan keselamatan lingkungan khususnya pada sektor pertambangan liar yang marak terjadi dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Dalam kesempatan ini, saya tentunya ingin titip juga sama bapak ibu semua, yuk kita kampanyekan, supaya tidak ada tambang-tambang ilegal yang sangat membahayakan kehidupan kita. Karena kadang-kadang tambang ilegal yang kecil yang dikelola secara tidak bertanggung jawab, itu yang merusak citra secara keseluruhan,” ajaknya.

Perlu diketahui, pertemuan IAGI merupakan event ke-49 yang sangat dinantikan bagi para ahli geologi. Kalangan yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari akademi, praktisi dan birokrasi.

Pertemuan yang dibalut dalam nuasan kekeluargaan menjadi ajang silaturrahmi dan berbagi ilmu bagi para ahli geologi dengan bidang kerja yang berbeda-beda dan keahlian yang berbeda-beda pula.

Pertemuan IAGI kali ini menjadi spesial, karena bertepatan dengan ulang tahun IAGI yang ke-60.

Di umur yang sudah cukup mapan, tentunya IAGI dituntut sebagai organisasi profesi yang dapat memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa dan negara. Khususnya dalam bidang kebumian sehingga pembangunan yang berwawasan sumber daya dan bencana geologi dapat terlaksana.

Isu lingkungan menjadi isu yang sangat seksi akhir-akhir ini, mengingat meningkatnya jumlah penduduk yang meningkatkan kebutuhan akan komoditi geologi. Seperti bahan tambang dan kebutuhan akan ruang mengakibatkan isu-isu lingkungan semakin perlu untuk diperhatikan.

Rr/HmsNTB




Menag: Kerukunan Umat Beragama di NTB Sudah Paripurna

Kerukunan di Provinsi NTB sudah sangat baik harus dijaga bersama

MATARAM.lombokjournal.com

Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.IP, SH, MH,  didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja – Kota Mataram, Rabu (16/12/20).

Acara yang berlangsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat tersebut berlangsug di halaman kampus IAHN. Di hadapan tamu, Menteri mengapresiasi peralihan status Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri menjadi Institut Agama Hindu Negeri.

Menag Fachrul Razi

“Saya apresiasi, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk perkembangan IAHN,” ungkap Menag Fachrul Razi.

Kata Menag, IAHN harus mempu mencetak generasi muda yang bisa berkontribusi banyak untuk bangsa dan negara.

Karena menurut Menag, kontribusi kepada negara tersebut tidak memandang agama. Semua orang boleh dan sangat dianjurkan berkontribusi positif.

“Saya harap dengan beralihnya status kampus ini, mampu meningkatkan kualitas generasi bangsa tercinta,” tambah Menteri Agama.

Jendral Bintang Empat tersebut mengaku, kerukunan di Provinsi NTB sudah sangat baik, itu semua harus dijaga bersama. Mahasiswa hingga anak-anak muda NTB diharapkannya mampu menjaga kerukunan yang telah lama dibangun tersebut.

“Kerukunan umat beragama di provinsi NTB sudah paripurna, saya bangga, mari kita jaga bersama,” tutup Menag Fahrul Razi.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Kota Mataram atas peralihan statusnya. Status baru tersebut, menurut Gubernur harus menjadi pemacu untuk menjadi yang lebih baik.

“Jangan sampai, status kampus kita meningkat, tapi cara pandang kita masih kerdil,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kampus yang ada nuansa agama, tambah Bang Zul, harus menjadi contoh dalam menghadirkan ketenangan, menghadirkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

“Apapun agama kita, kerukunan harus kita junjung tinggi bersama,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Menteri Agama; Tugas Utama Kemenag Membangun Kerukunan

NTB sudah selesai dengan masalah kerukunan, tinggal menyebarluaskan ke tempat lain

MATARAM.lombokjournal.com

Usai meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melanjutkan kunjungannya ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTB, Rabu (16/12/20).

Menag menggelar silaturahmi dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Ormas dan juga ASN lingkup Kemenag Provinsi NTB.

Menteri Agama Fahrul Razi

Ia berpesan, agar masyarakat selalu menjaga dan merawat keberagaman. Sebab keberagaman yang ada bukanlah sebuah petaka, melainkan rahmat dari Allah SWT.

Ditegaskannya, tugas utama Kemenag yakni membangun kerukunan.

“Alhamdulillah selama ini bisa kita rawat dengan baik, saya bisa katakan NTB ini sudah selesai dengan masalah kerukunan, tinggal bagaimana mengkampanyekan atau menyebarluaskan makna kerukunan itu ke tempat lain,” ucapnya.

Fachrul Razi bahkan mengakui jika di setiap kunjungannya ke sejumlah daerah-daerah di Indonesia, Ia kerap menceritakan tentang NTB. Salah satu contohnya yaitu Bank NTB Syariah yang disebutnya sudah maju dan ternyata sebagian besar pegawainya ialah non-muslim. Hal ini membuktikan NTB begitu menjunjung tinggi kerukunan di tengah keberagaman.

“Menunjukan syariah itu adalah memang sebuah sistem yang diangkat oleh umat Islam, tapi tidak hanya bagi umat Islam, untuk siapapun yang bisa mengambil manfaat dari syariah itu dengan senang hati juga bisa,” ungkap Fachrul Razi.

Menag berharap kerjasama yang baik dapat terus ditingkatkan dalam menjaga kerukunan di Indonesia.

“Setiap orang harus merasa, dan harus yakin, bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling baik dan benar, tapi pada sisi lain, Ia juga harus menghormati orang lain yang punya pandangan yang sama terhadap agamanya, itulah kehidupan yang sangat harmonis,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat agar terus mengutamakan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Menurutnya, Covid-19 tidak boleh dianggap remeh terlebih telah banyak korban yang berjatuhan diakibatkan virus yang satu ini.

“Ini tidak bisa dianggap enteng, oleh sebab itu kesehatan harus bisa kita jaga dengan sungguh-sungguh,” tutur Fachrul Razi.

Senada dengan itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan terima kasih kepada para Tokoh Agama yang ada di NTB.

Ia menyebut Tokoh Agama berkontribusi dalam membangun daerah, terlebih dalam masa penanggulangan pendemi Covid-19 saat ini. Begitu juga dengan tokoh-tokoh lainnya, yang dikatakannya sangat penting dalam memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

“Karena kehadiran Tokoh Agama, banyak persoalan pelik yang dihadapi di NTB ini bisa selesai dengan baik, salah satunya itu masalah Covid-19,” sebut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu.

Bang Zul mengutarakan terima kasihnya atas atensi dan perhatian Menag bagi kemajuan di NTB.

Ia pun berharap kehadiran Menag dapat memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat NTB, khususnya di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB.

“Terima kasih pak Menteri, mudah-mudahan sering-sering berkunjung ke NTB,” tutupnya.

Moderasi beragama

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi NTB, Dr. H. M. Zaidi Abdad turut pula menyampaikan  apresiasi kepada Menag atas perhatiannya kepada Provinsi NTB.

Terlebih lagi, rentang waktu kunjungan Menag kali ini tidak terlampau jauh dari kunjungan yang sebelumnya.

“Ini merupakan suatu kebahagiaan bagi kami semua, karena tentunya tidak setiap provinsi bisa dikunjungi bapak Menteri Agama,” kata Zaidi.

Untuk itu, kehadiran Menag berpengaruh pula pada sinergi dalam membangun moderasi beragama di NTB.

“Bahwa keberagaman atau keragaman itu patut untuk disyukuri, keragaman tidak diminta melainkan pemberian Tuhan, bukan untuk ditawar-tawar tetapi untuk diterima, ditengah keberagaman Alhamdulillah Indonesia masih berdiri dengan kokoh dan bersatu terus bergerak maju mengejar negara-negara maju lainnya yang ada di dunia ini,” ujarnya.

Rr/HmsNTB




Penyebrangan Rute Banyuwangi-Lembar Segera Dibuka

Tiap hari akan ada 4-5 Kapal yang beroperasi pulang-pergi

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Perhubungan NTB L. Bayu Windia menyambut baik rencana Kementerian Perhubungan segera membuka rute pelayaran kapal penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju pelabuhan Lembar, Lombok, NTB, juga sebaliknya, 25 Desember mendatang.

Dibukanya jalur penyebrangan baru antara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ke Pelabuhan Lembar, Lombok dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Pulau Bali.

“Penyeberangan tersebut akan mengurangi kepadatan lalu lintas di Pulau Bali yang mengganggu kegiatan pariwisata disana. Selain itu, adanya penyebrangan baru ini dipastikan biaya yang akan dikeluarkan akan lebih murah karena kapal akan sekali saja bongkar muat dipelabuhan,” ujar Bayu, Rabu (16/12/20).

Pembukaan jalur penyeberangan Ketapang-Lembar akan dibuka tanggal 25 Desember 2020 ini juga dimaksudkan agar  masyarakat tidak perlu menggunakan jalur darat, karena sudah ada jalur laut yang ditempuh kurang lebih 12 jam.

Setiap harinya akan ada 4-5 Kapal yang akan beroperasi.

Aya