KPI Pusat Diminta Tegur TV yang Menayangkan Kasus Amoral Oknum Artis
MATARAM.lombokjournal.com —
Dalam temuan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB, diduga salah satu stasiun televisi Jakarta menayangkan secara berlebihan kasus tindak amoral oknum artis nasional yang kini ditangani pihak kepolisian.
Terkait itu, KPID NTB melayangkan surat ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI ) di Jakarta terkait temuan bidang pengawasan isi siaran terhadap program salah satu TV Sistem stasiun jaringan (SSJ) Jakarta.
“Banyak pasal dalam Peraturan KPI tentang Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran yang dilanggar oleh SSJ itu. Di antaranya pasal 9 tentang Penghormatan terhadap norma dan nilai kesopanan dan kesusilaan,” terang Sahdan, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID NTB, Selasa (12/01/21).
Selain dinilai tidak sopan, tayangan infotainment salah satu Lembaga Penyiaran Televisi itu juga diduga melanggar pasal tentang etika jurnalistik sebagaimana yang diatur dalam Peraturan KPI tahun 2012.
Senada dengan Kordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Yusron Saudi Ketua KPID NTB langsung bersurat ke KPI Pusat di jakarta untuk menindaklanjuti aduan Masyarakat dan temuan KPID NTB.
“Karena dugaan pelanggaran ini ditemukan di Televisi SSJ (sistem stasiun jaringan) di Jakarta maka kewenangannya ada pada KPI Pusat. Sehingga kami hanya bisa bersurat ke KPI Pusat untuk menindaklanjuti aduan dan temuan tersebut,” kata Yusron saat ditemui di kantornya, Selasa (12/1/2021) siang.
Ditambahkan, Ketua KPID NTB itu mengaku, pihaknya selama ini banyak mendapatkan aduan masyarakat terkait kualitas isi siaran Televisi Jakarta.
“Aduan yang kami terima lebih banyak terkait kualitas isi siaran TV Jakarta dibandingkan siaran TV Lokal” terang Yusron.
Yusron menunjukan beberapa aduan masyarakat yang di Screenshot dari media sosial milik KPID NTB.
Ano
Wagub Tekankan, Pekerja Migran Harus Legal
Dari 87 orang tenaga kerja migran yang mengalami kecelakaan, ternyata hanya 17 orang buruh migran yang legal dan mendapatkan bantuan serta santunan. Sisanya, 70 orang adalah pekerja ilegal
MATARAM.lombokjournal.com —
Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan guna meningkatkan perlindungan secara masif kepada seluruh tenaga kerja. Baik tenaga kerja dalam daerah maupun tenaga kerja migran
Perlindungan itu akan memberikan jaminan kecelakaan dan jaminan kematian bagi tenaga kerja yang sudah terdaftar sebagai anggota.
Wagub Ummi Rohmi
“Karena itu, saya minta kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan sosialisasi masif kepada seluruh masyarakat agar mereka memahami bahwa pentingnya pekerja mendapatkan jaminan kecelakaan maupun kematian setelah terdaftar sebagai anggota,” tegas Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.
Wagub mengatakannya pada acara penyerahan penghargaan pemenang PLKK Award 2020, Pemeberian Santunan JKN Pekerja Imigran dan penandatanganan PKS Dinas Koperasi UKM, di Aula Rinjani RSUP NTB, Selasa (12/01/21).
Ummi Rohmi sapaan akra Wagub menjelaskan, selain mendapatkan jaminan dan santunan, tenaga kerja akan terlindungi dari segala beban biaya perawatan.
Sehingga beban keluarga sangat terbantu ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan yang dialami oleh para pekerja itu sendiri.
Menurutnya, para pekerja dengan jenis pekerjaan yang berat tentu memiliki potensi kecelakaan bahkan kematian yang tinggi.
“Dengan potensi itu, maka para pekeja harus memiliki perlidungan yang lebih masif lagi. Salah satunya adalah mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS Ketenagarkerjaan. Karena keselamatan seluruh tenaga kerja di NTB harus ditingkatkan perlindungannya,” harap Ummi Rohmi.
Wagub juga mengingatkan kepada para pekerja migran atau buruh migran, untuk mengikuti prosedur yang ditentukan.
Jangan sampai menjadi buruh migran yang ilegal yang akan menyulitkan pemerintah untuk mendeteksi keberadaan buruh migran jika terjadi segala macam petaka yang dialami oleh pekerja itu sendiri.
Apalagi jika musibah yang dialami terjadi di negara orang, otomatis akan sulit dibantu oleh pemerintah maupun pihak terkait.
“Pekerja NTB yang keluar negeri harus yang legal. Ini yang menjadi ikhtiar kita bersama. Pemprov NTB juga sudah melakukan MoU dengan sepuluh kabupaten kota untuk membentengi pekerja migran yang ilegal,” jelasnya.
Dikatakan, pemerintah tidak pernah melarang masyarakat untuk mencarih nafkah di luar negeri, tetapi mencari nafkahnya harus dengan cara yang baik, yaitu dengan cara yang legal sesuai dengan prosedur yang ada.
Dari 87 orang tenaga kerja migran yang mengalami kecelakaan, ternyata hanya 17 orang buruh migran yang legal dan mendapatkan bantuan serta santunan. Sisanya, 70 orang adalah pekerja ilegal.
“Ke depan, kita harus mampu mencegah pekerja migran yang ilegal. Semua ini demi kebaikan dan keselamatan pekerja itu sendiri,” tegas Ummi Rohmi.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTB, Adventus Edison Souhuwat menjelaskan, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang masih aktif sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 11.900 anggota dari 18.000 anggota yang terdaftar.
Penurunan jumlah anggota aktif dan tidak aktif disebabkan oleh moratorium atau penundaan keluar negeri dikarenakan pandemi Covid-19.
“Terutama lock down yang ditetapkan oleh Negara Malaysia, karena 90 persen PMI asal NTB bekerja di negeri jiran tersebut,” katanya.
BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan jaminan kecelakaan dan kematian kepada pekerja dalam daerah maupu pekerja migran. Langkah ini sebagai upaya perlindungan kepada para pekerja baik kesehatan, keselamatan maupun kematian. Jaminan-jaminan itu tentu sangat membantu beban keluarga para pekerja.
Dalam acara tersebut, juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan pemenang PLKK award 2020 kepada RSUP NTB dengan tingkat keamanan kecelakaan terhadap pekerja.
Juga pemberian santunan kepada ahli waris keluarga yang meninggal sebagai pekerja migran serta penandatangan kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi UKM untuk meingkatkan perlindungan terhadap para pelaku UKM/IKM diseluruh NTB.
@Diskominfotikntb
Doa Bersama untuk Keselamatan Penumpang Sriwijaya Air SJ-282
MATARAM.lombokjournal.com –
Acara do’a Bersama untuk Keselamatan Penumpang Sriwijaya Air SJ-282 digelar di Taman Sangkareang Kota Mataram, dihadiri oleh semua OKP dan Jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, minggu malam (10/01/2021).
Doa bersama dimulai dengan yasinan dipimpin oleh Wasekjend PB HMI, Saeful Hadi dan dilanjutkan dengan do’a. Usai berdoa untuk keselamatan dilanjutkan dengan testimoni untuk Ketua PB HMI 2016-2018, Mulyadi P. Tafsir.
Moderator yang juga Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman BM mengatakan, Mulyadin P. Tamsir orang baik dan terakhir pertemuannya sekitar bulan Desember.
“Saat mendengar ada pesawat jatuh dan ada sahabat saya Mulyadi disana, saya pun menangis, beliau orang baik, malam ini kita berdoa untuk keselamatan semua penumpang dan sahabat kita Mulyadi P. Tamsir,” kata Karman.
Sekjend Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), Manimbang Kahariyadi mengungkapkan, sosok Mulyadi merupakan sosok yang cendekiawan dan bertanggungjawab.
“Adinda Mulyadi P. Tamsir merupakan sosok cendekiawan yang cerdas dan bertanggungjawab, kalau masalah kaderisasi jangan ragukan lagi, saya sering bertemu di acara LK 2, LK 3 dan acara HMI lainnya, Sangat komit,” ulas Manimbang.
Kapolda NTB, Irjen. Pol. H.M. Iqbal
Kapolda NTB, Irjen. Pol. H.M. Iqbal, S.I.K., M.H juga mengatakan, Mulyadi P. Tamsir merupakan sahabat dekatnya, Mulyadi pernah meminta restu kepadanya untuk maju DPR.
“Saya kenal dekat sama beliau, ia pernah minta restu untuk maju melalui Hanura dan saya restui, saya support. Beliau orang baik,” terang pria yang akrab dipanggil Kanda HMI (Haji Muhammad Ikbal) dikalangan Aktivis.
Sementara itu, Ketua Panitia Do’a keselamatan, Aziz Muslim mengatakan, duka yang dialami bukan duka Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saja tetapi duka semua aktivis Cipayung Plus.
“Kalaupun saya bukan kader HMI, tapi solidaritas Cipayung Plus harus tetap. Bukan hanya duka terhadap keluarga besar HMI tapi duka bagi Cipayung plus. Ia adalah generasi aset bangsa yang disayang Tuhan,” kata Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra.
Hadir juga dalam acara tersebut, Dirintelkam Polda NTB Kombes Pol Sutrisno, Kabid Propam Polda NTB Kombes Awan Hariono, Kapolres Kota Mataram Kombes Heri, Seku. KAHMI NTB Zaky Mubarok, Miftahul Khair Ketua DPD IMM NTB, dan beberapa perwakilan Cipayung Plus lainnya.
Me
UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 09 Januari 2021, Bertambah 68 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 49 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang
Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir, masyarakat diingatkan agar menjaga kekompakan dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19
MATARAM.lombokjournal.com –
Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 68 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.
Lalu Gita Aryadi
Dalam siaran pers, Sabtu (09/01/21), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 274 (dua ratus tujuh puluh empat) sampel dengan hasil 189 (seratus delapan puluh sembilan) sampel negatif, 17 (tujuh belas) sampel positif ulangan, dan 68 (enam puluh delapan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 49 orang, tidak ada kasus kematian.
Dijelaskan, adanya tambahan 68 (enam puluh delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 49 (empat puluh sembilan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (09/01/2021) sebanyak 6.136 (enam ribu seratus tiga puluh enam) orang, dengan perincian 5.033 (lima ribu tiga puluh tiga) orang sudah sembuh, 297 (dua ratus sembilan puluh tujuh) meninggal dunia, serta 806 (delapan ratus enam) orang masih positif.
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.
BERTAMBAH 68 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 49 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 6069, an. IGALTW, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6070, an. NL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6071, an. BZU, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6072, an. NPDEL, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6073, an. AJL, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6074, an. NH, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
Pasien nomor 6075, an. J, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
Pasien nomor 6076, an. MS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kota Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Risa Sentra Medika Mataram;
Pasien nomor 6077, an. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
Pasien nomor 6078, an. AK, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Risa Sentra Medika Mataram;
Pasien nomor 6079, an. HP, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6080, an. NM, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6081, an. IBEA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6082, an. IS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 6083, an. FHS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
Pasien nomor 6084, an. AAP, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6085, an. SC, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6086, an. BNDA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6087, an. PA, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6088, an. HIC, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
Pasien nomor 6089, an. MD, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
Pasien nomor 6090, an. HD, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
Pasien nomor 6091, an. IBPA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
Pasien nomor 6092, an. TP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 6093, an. DE, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 6094, an. MAM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 6095, an. NR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Kumbe;
Pasien nomor 6096, an. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
Pasien nomor 6097, an. FDQ, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5300. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
Pasien nomor 6098, an. PA, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
Pasien nomor 6099, an. AMS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
Pasien nomor 6100, an. UR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
Pasien nomor 6101, an. N, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
Pasien nomor 6102, an. FA, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5558. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 6103, an. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Rengsing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 5743. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 6104, an. BIW, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5558. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 6105, an. S, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima danPuskesmas Penanae;
Pasien nomor 6106, an. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
Pasien nomor 6107, an. M, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
Pasien nomor 6108, an. R, perempuan, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
Pasien nomor 6109, an. YE, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 6110, an. DH, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
Pasien nomor 6111, an. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 6112, an. IS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6031. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6113, an. ESW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 6114, an. AF, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 6115, an. ZH, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rite, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 6116, an. AAZ, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 6117, an. V, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
Pasien nomor 6118, an. M, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 6119, an. Z, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 6120, an. MR, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 6121, an. H, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 6122, an. M, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 6123, an. IRD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 6124, an. HAH, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 6125, an. AHB, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6124. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 6126, an. AHH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 6124. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 6127, an. J, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 6128, an. R, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6129, an. SSW, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6130, an. LVS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6131, an. BKLM, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6132, an. SLE, perempuan, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6133, an. SYI, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6134, an. BS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 6135, an. H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tebo, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 6136, an. E, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat.
Hari ini terdapat 49 (empat puluh sembilan) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :
Pasien nomor 4421, an. IW, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4422, an. H, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4427, an. A, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4499, an. AP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4509, an. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Buin Beru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4734, an. J, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4741, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 4777, an. MFR, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4791, an. S, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 4859, an. LP, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 4894, an. MJDB, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 4896, an. J, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
Pasien nomor 4933, an. A, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4943, an. HA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4945, an. I, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5066, an. U, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 5092, an. MNJI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5185, an. E, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 5327, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5336, an. HAM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 5376, an. DP, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5377, an. A, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5446, an. EK, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5488, an. ARZ, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5489, an. B, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5495, an. RA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5498, an. SH, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5499, an. J, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5501, an. F, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur;
Pasien nomor 5538, an. JP, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
Pasien nomor 5556, an. SM, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 5559, an. BM, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5563, an. SM, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5652, an. INN, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
Pasien nomor 5677, an. DDW, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
Pasien nomor 5678, an. ST, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
Pasien nomor 5679, an. IN, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
Pasien nomor 5687, an. N, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Keruak, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5688, an. SH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5701, an. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5704, an. SS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5705, an. RSZ, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5715, an. DA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5717, an. LCIP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5718, an. MN, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng,Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5743, an. MK, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Rengsing Barat, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5744, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5885, an. LDPD, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas,Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
Pasien nomor 5930, an. M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa.
Lalu Gita Aryadi mengingatkan, meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini, agar masyarakat menjaga kekompakan dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.
“Mari kita saling menjaga dan mengingatkan untuk memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
Rr/Aya
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.
Sebanyak 43.471 KK Tambahan Calon Penerima PKH untuk NTB
Pemrov telah menyurati Bupati/Walikota untuk segera melaksanakan verifikasi, validasi dan finalisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
MATARAM.lombokjournal.com –
Kuota tambahan calon Keluarga Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi NTB. sebanyak 43.471 Kepala Keluarga.
Data Kementerian Sosial RI tersebut akan divalidasi oleh Kabupaten/Kota melalui Pendamping Sosial PKH, sesuai jadwal mulai tanggal 8 Januari sampai 5 Februari 2021.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., dalam siaran persnya menyebutkan, tambahan kuota penerima PKH ini, sesuai dengan surat Kemensos yang diterima oleh Dinas Sosial Provinsi NTB tanggal 8 Januari 2021 dengan nomor 47/3.4/DI.01/01/2021 perihal Pemberitahuan dan Dukungan Pelaksanaan Validasi calon KPM PKH.
Hal ini juga dalam rangka pelaksanaan penggenapan KPM PKH 2021.
“Khusus untuk Provinsi NTB mendapatkan tambahan sebanyak 43.471 KPM,” sebutnya, Sabtu (-(09/01/21).
Bang Zul menjelaskan, rincian tambahan calon Penerima Manfaat PKH di Kabupaten/Kota, di antaranya,
Bima sebanyak 6.466 KK;
Dompu 2.366 KK, Kota Bima 1.220 KK;
Kota Mataram 3.430 KK;
Lombok Barat 3.885 KK;
Lombok Tengah 5.281 KK;
Lombok Timur 14.707 KK;
Lombok Utara 767 KK;
Sumbawa 4.002 KK;
Sumbawa Barat 1.347 KK.
Validasi data calon penerima PKH dilakukan Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota melalui Pendamping Sosial PKH dan Administrasi Pangkalan Data (APD) sebagai Sumber Daya Manusia Pelaksana PKH di Daerah.
Pelaksanaan dilaksanakan mulai tanggal 8 Januari sampai tanggal 5 Februari 2021.
Validasi pertama calon KPM PKH , adalah penerima sembako dengan mengisi informasi nomor Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), nomor rekening dan nama Bank Penyalur.
Teknisnya diisi melalui aplikasi elektoronik (e)- PKH pada block V komplementaritas Program. Selanjutnya, selanjutnya validasi calon KPM dari Non Sembako/BSP.
“Dengan ditambahkannya calon Penerima PKH ini, saya berharap Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota mendukung pelaksanaan validasi tersebut dengan memantau dan mengawasi pelaksanaannya di lapangan,” pesan Gubernur.
“Jangan lupa juga untuk diingatkan tetap memperhatikan protokol kesehatan, baik menjaga jarak (tidak berkerumunan), mencuci tangan, memakai masker,” katanya.
Gubernur menuturkan, sepanjang tahun 2020, dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kemensos RI untuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Sembako (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) sepanjang tahun 2020, yang tersebar di Kabupaten Kota se NTB, sebanyak RP. 5.1 Triliun Lebih.
Bang Zul mengatakan, per tanggal 4 Januari 2021, Kemensos telah meluncurkan bansos PKH tahap I 2021 di NTB kepada sebanyak 330.771 KPM, untuk termin pertama SP2D dengan nominal Rp 234.8 juta.
Selanjutnya, Provinsi/Kabupten Kota masih menunggu gelombang data sesuai termin lanjutan sebagai bentuk koreksi yang memungkinan untuk direalisasikan pada tahap I 2021.
“Kucuran dana yang banyak ini harus diatensi serius oleh kita semua. Untuk itu, diharapkan semua pihak untuk mengawasi secara bersama,” harap Bang Zul.
Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terus memperkuat komitmen untuk melakukan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara terstruktur dan terukur.
Pada tahun 2020 berhasil melakukan validasi yang hasilnya telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial pada bulan Oktober 2020 berdasarkan Kepmensos No. 19 Tahun 2020.
Untuk merawat komitmen dan mengantisipasi data eror, Pemrov telah menyurati Bupati/Walikota untuk segera melaksanakan verifikasi, validasi dan finalisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagaimana ketetapan Periode Maret 2021.
DiskominfotikNTB
Gubernur Lepas Satgas Zeni TNI yang Tangani Rekon Pasca Gempa
Tugas ke depan, meminimalisir penyebaran Covid-19
LOBAR.lombokjournal.com –
Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI yang telah melaksanakan proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Provinsi NTB, dilepas kembali ke satuannya masing-masing.
“Mewakili masyarakat NTB, saya ucapkan terimakasih atas dedikasi serta pengorbanan seluruh pasukan ZENI TNI,” tegas Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat acara pelepasan Satgas Zeni TNI, Jumat (08/01/20).
Dikatakan, di lapangan pasukan Zeni sangat dekat dengan masyarakat.
Selain bertugas membantu proses pembangunan rehap rekon, pasukan Zeni menunjukkan bahwa, dengan kebersamaan serta kekompakan, sesuatu yang berat aka terasa ringan.
“Kami do’akan, seluruh pengabdian prajurit Zeni TNI menjadi ladang ibadah, sekali lagi, kami ucapkan terimakasih,” kata Gubernur yang populer disapa Bang Zul.
Koordinator Staf Ahli BNPB RI, Mayjen TNI(Purn) Komaruddin Simandjuntak dalam amanatnya menyampaikan, pengabdian satgas Zeni TNI merupakan tugas mulia yang harus diapresiasi.
“Jadikan tugas di Lombok ini sebagai pelajaran untuk menyongsong tugas mulia lainnya, seorang prajurit tidak boleh patah semangat, prajurit harus tetap menyatu dengan masyarakat,” tegas alumnus akademik militer tersebut.
Tugas ke depan, meminimalisir penyebaran Covid-19. Ia minta seluruh pasukan untuk menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada.
“Sekarang ini, tugas kita memutus penyebaran covid-19, protokol kesehatan harus kita laku akan dimanapun berada,” katanya.
Salah seorang masyarakat Kabupaten Lombok Utara, Eka Putri, mengaku haru dengan pelepaan pasukan Zeni TNI tersebut
.Ia mengaku, selama berada di Lombok, seluruh pasukan sudah dianggap sebagai keluarga.
“Sangat sedih, rasanya seperti keluarga sendiri, pagi hingga malam membantu kami,” ungkap perempuan berusia 29 tahun tersebut dengan suara terbata-bata.
Dari awal, pasukan TNI sudah banyak membantu masyarakat, terutama keluarganya.
“Sudah sangat banyak membantu, terlalu banyak kenangan bersama pasukan Zeni,” tutupnya sambil berharap pasukan Zeni bisa balik lagi ke Lombok.
Rr/BiroAdpim
Warga Sasak Jangan Ributkan Nama Bandara, Ini Alasan Ali BD
LOBAR.lombokjournal.com —
Mantan Bupati Lombok Timur, Dr.H.Moch.Ali bin Dachlan mengatakan, masyarakat Sasak Jangan lagi meributkan soal nama bandara.
Suku bangsa Sasak sendiri menjunjung tinggi perbedaan dalam pepatah Sasak yang cukup populer, lain setuq lain jajak, lain gubuk lain adat.
Ali mengungkapkan itu saat mengisi materi launching empat buku yang diterbitkan LPPM Universitas Gunung Rinjani (UGR) di Hotel Jayakarta, Rabu (06/01/21).
Pada launching yang dihadiri Rektor UNU NTB, Baiq Mulyanah itu, Ali pun mensitir silang pendapat berkenaan dengan dipahlawankannya TGH Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) dan dimonumenkan dalam nama bandara.
Ia menegaskan, ZAM benar sudah melalui proses sebagai pahlawan.
Dijadikannya seseorang sebagai pahlawan, lanjut Ali, tidak harus mati bertempur di medan peperangan.
Ada bidang-bidang tertentu yang intens digeluti yang bisa memahlawankan seseorang. Ia menyebut Soekarno merupakan pahlawan di bidang pemikiran, pun terdapat sederet pahlawan di bidang lain yang berperan dalam meletakkan dasar-dasar pembangunan bangsa.
“TGH Zainuddin Abdul Madjid itu pahlawan dengan ribuan sekolah. Dia berjasa. Jangan katakan tak berjasa hanya karena tidak NW. Kalau begini kita tidak siap bernegara,” jelasnya, seraya menegaskan kembali agar orang Sasak jangan bertengkar lagi soal nama bandara karena hanya buang-buang waktu.
“Kalau orang Sasak terus seperti ini, orang luar akan tertawa,” lanjut Rektor UGR ini.
Ali menilai, selama ini orang Lombok sering ribut jika ada tokoh-tokoh di sekitarnya (yang kurang disukai) menonjol dan diajukan dalam jabatan tertentu. Seharusnya yang dikedepankan, kalau orang Sasak ada yang jadi menteri, adalah kebanggaan sebagai suku bangsa Sasak.
“Kapan mulai mendangkalkan kefanatikan pada kelompok?” cetus penulis kumpulan cerpen “Ibuku Sayang” ini.
“Jangan memuja kelompok karena kalau itu terjadi, kita ini belum maju.” imbuh Ali .
Menurutnya, kalau umat Islam selalu bertengkar maka akan selalu diadu.
“Jangan salahkan orang luar kalau kita alami kemunduran,” paparnya.
Me
Kunjungi Balai PUPR, Bang Zul Harapkan Seluruh Program Kedepankan Kepentingan Masyarakat
Tahun 2021 ini banyak event nasional digelar di NTB, jangan sampai masyarakat hanya menonton
MATARAM.lombokjournal.com –
Semua jajaran birokrasi lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta tetap meningkatkan sinergi dalam mewujudkan NTB Gemilang.
Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah menegaskan itu di hadapan lima Kepala Balai serta Kepala OPD, saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Balai Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wilayah Provinsi NTB, Selasa (05/01/21).
“Mewujudkan NTB Gemilang ini tidak mudah, perlu kekompakan serta sinergi yang kuat,” ungkap Bang Zul sapaan akrab Gubernur, di Ruang Rapat Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB.
Dikatakan, seluruh program yang ada harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Karena, tahun 2021 ini banyak event nasional yang digelar di NTB.
Pada Event tersebut, jangan sampai masyarakat hanya menonton tanpa merasakan dampak apapun.
“Jangan sampai ada yang mengeluh. Untuk itu, seluruh program yang ada harus bisa dirasakan oleh masyarakat,” harap Bang Zul.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB, Ika Sri Rejeki,ST.,MT menyampaikan sejumlah program BPPW, di antaranya program 100 persen air minum terpenuhi, 0 persen rumah kumuh, dan 100 persen sanitasi. Intervensi kawasan kumuh tersebut ditargetkan tuntas di tahun 2024 mendatang.
“Pak Gubernur, InsyaAllah seluruh yang kita kerjakan mampu mengubah wajah daerah serta mampu mendongkrak perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Sinergi BPPW NTB dengan Pemprov NTB menururutnya harus tetap harmonis. Karena dengan begitu, seluruh program bisa dikerjakan bersama.
“Kalau kita kerjakan sama-sama, InsyaAllah semuanya akan terasa ringan,” tutupnya.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Nusa Tenggara I, Rini Dyah Mawarty melaporkan bahwa, pembangunan sebanyak 915 Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) yang sebagian besar berada di sekitar KEK Mandalika semuanya hampir rampung.
“Alhamdulillah pembangunan Sarhunta sudah hampir rampung, seluruhnya kita bangun dengan design kearifan lokal, semoga apa yang telah kita bangun mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Sarhunta tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan menjelang gelaran MotoGP mendatang.
“Kita berharap, apa yang sudah dibangun bisa dijaga oleh masyarakat,” harapnya.
Dari total 915 Sarhunta tersebut, sebanyak 817 unit dibangun di Kabupaten Lombok Tengah, yakni dipasang di koridor masuk kawasan Mandalika sebanyak 517 dan 300 unit untuk Rumah Singgah dan Homestay serta usaha lainnya guna mendukung pariwisata. Sedangkan, sisanya sebanyak 98 unit dibangun di Kabupaten Lombok Utara.
“Total anggaran pembangunan Sarhunta di NTB adalah Rp 62,22 Milyar, kami harap, rumah-rumah yang dibangun tersebut bisa kita jaga bersama,” katanya di hadapan Gubernur.
Hadir pada kesempatan tersebut, Asisten II Setda Provinsi NTB, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB, Kadis Pariwisata NTB, Kadis LHK NTB, Plt Kadis Perkim NTB, Kepala BPPW NTB, Kepala BWS NT-I, Kepala BP2JK.
Rr/BiroAdpim
Pemerintah Siapkan Bansos 2021 Sebesar 110 Triliun, Gubernur: Negara Hadir Untuk Masyarakat
Utamakan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pangan keluarga
MATARAM.lombokjournal.com –
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi bantuan yang mulai diluncurkan oleh pemerintah pusat.
Menurut Gubernur, ini merupakan wujud kehadiran negara untuk masyarakat, baik bagi masyarakat miskin maupun masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
“Terima kasih kepada teman-teman yang menyalurkan bantuan, semoga NTB yang kita cintai diberi keberkahan oleh Allah SWT,” harap Dr. Zul usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat penerima bantuan, Senin (4/1) di Kantor Dinas Sosial Provinsi NTB.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menyalurkan bantuan tunai se-Indonesia 2021 secara virtual. Presiden mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 110 triliun. Dengan peluncuran ini maka bantuan tersebut mulai disalurkan ke-34 provinsi.
“Tahun 2021 ini penyaluran bantuan sosial akan terus kita lanjutkan, dan di dalam APBN 2021 telah kita siapkan anggaran sebesar Rp 110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote dalam rangka membantu masyarakat mengatasi dampak COVID-19. Artinya bantuan ini dimulai hari ini disalurkan ke 34 provinsi,” kata Jokowi dalam acara peluncuran.
Jokowi menjelaskan,, bantuan sosial yang diluncurkan ini berupa program keluarga harapan (PKH), program sembako, serta bansos tunai.
“Kita harapkan bantuan ini dapat meringankan keluarga masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Juga diharapkan menjadi pemicu penggerak ekonomi nasional dan memperkuat daya beli masyarakat,” harap Presiden.
Jokowi mengatakan, bantuan ini terbagi dalam beberapa tahapan. Untuk PKH terbagi dalam empat tahap yang penyalurannya dilakukan oleh Bank BUMN atau Himbara.
“Kemudian sembako akan disalurkan dari Januari-Desember 2021, nilainya tadi sudah disampaikan Bu Menteri Sosial Rp 200 ribu per KK per bulan. Kemudian bantuan sosial (bansos) tunai BST diberikan selama 4 bulan, Januari-Februari-Maret-April nilainya Rp 300 ribu per bulan per KK. Ini sudah jelas semuanya,” ujarnya.
Untuk itu, Jokowi meminta kepada kementerian terkait dan seluruh gubernur se-Indonesia agar mengawal sampai tuntas proses penyaluran bantuan dan berharap kepada masyarakat penerima bantuan untuk memanfaatkan bantuan secara tepat.
Utamakan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pangan keluarga.
“Saya juga menegaskan bahwa bantuan ini tidak ada potongan-potongan. Masyarakat harus menerima seutuhnya, karena bantuan ini langsung dikirim kepada masyarakat melalui bank-bank milik pemerintah dan kantor pos,” tegas Jokowi.
Man-ikp_diskominfotikntb
TP PKK Provinsi NTB Kenang 40 Hari Almarhumah Hj.Panca Yuniati
MATARAM.lombokjournal.com –
Tim Penggerak PKK Provinsi NTB melakukan doa bersama dalam rangka tahlilan 40 hari Almarhumah Hj.Panca Yuniati di kediamannya, di Perumahan Taman Sejahtera, Ampenan, Senin (04/01/20).
Almarhumah Hj. Panca Yuniati merupakan Wakil Ketua IV TP-PKK Provinsi NTB. Istri dari Dr. Agus Patria tersebut wafat pada tanggal 24 November 2020 lalu.
“Atas nama TP PKK provinsi NTB, kita semua berduka cita, kami bersaksi almarhumah orang yang baik,” ungkap Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dalam sambutannya.
Dikatakan, TP PKK provinsi NTB kehilangan sosok sahabat yang rendah hati dan memiliki jiwa sosial tinggi. Menurutnya, Hj. Panca dalam setiap kegiatan selalu semangat dan berada dalam barisan terdepan pada setiap kegiatan PKK Provisni NTB.
“Dalam setiap kegiatan, almarhumah selalu ikut berpartisipasi, semangat almarhumah patut kita contoh,” kenang Bunda Niken.
Bunda Niken menyerukan, untuk saling mendoakan, saling mengokohkan sesama manusia, sebangsa, setanah air.
“Dalam setiap doa, mari kita selipkan nama almarhumah. InsyaAllah di akhirat kelak, kita bisa kembali kumpul bersama,” pinta Bunda Niken di hadapan keluarga besar Hj. Panca Yuniati.
Mewakili keluarga, Dr. M. Agus Patria, SH, MH yang merupakan suami almarhumah Hj.Panca, hingga kini masih merindukan sosok almarhumah istrinya.
“Hingga sekarang saya masih sangat sedih, bukan karena tidak ikhlas, tapi terlalu banyak kenangan yang Almarhum tinggalkan,” ungkap Mantap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov NTB tersebut.
Bagi Mantan Pjs Bupati KSB tersebut, Almarhumah istrinya meninggalkan jutaan kenangan sebelum wafat.
“Almarhumah akan tetap menjadi seorang istri, seorang ibu yang akan hidup dalam ingatan kami,” tambahnya penuh haru.
Ia meminta doa agar dalam setiap sujud seluruh anggota TP-PKK Provinsi NTB, terselip doa untuk istrinya tercinta.
“Semoga setiap sujud kita, sujud seluruh anggota PKK, terselip doa untuk alhamarhumah istri saya tercinta,” tutupnya sambil berdoa semoga makam almarhumah dijadikan taman-taman surga.