Kebijakan Keamanan Laut NTB, Harus Berkoordinasi dengan Pemilik Wilayah

Keterbatasan sumber daya membutuhkan teknologi untuk “memelototi” perairan laut

MATARAM.lombokjournal.com

Tim Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bersama Pemerintah Provinsi NTB membahas rekomendasi kebijakan keamanan laut dan identifikasi isu wilayah.

Sebagai daerah kepulauan dengan bentang laut lebih luas dari daratan, NTB membutuhkan pengawasan maksimal.

Karena itu, kebijakan yang komprehensif diharapkan dapat membangun sinergi para pihak dalam menjaga laut.

Gontri Nopel

Kolonel Bakamla, Gontri Nopel, Kasubdit Perumusan Kebijakan Bakamla RI mengatakan, hasil evaluasi Bakamla, kebijakan keamanan laut harus berkoordinasi dengan pemilik wilayah.

“Dalam hal ini Pemerintah Daerah, agar rekomendasi yang akan disampaikan ke Presiden menjadi rumusan kebijakan yang komprehensif dan menuntaskan isu keamanan laut lokal,” ujarnya, di ruang rapat Sekretaris Daerah NTB, Rabu (17/03/21).

Gontri menambahkan, NTB termasuk dalam wilayah tengah laut RI yang secara nasional menjadi isu kehadiran keamanan perbatasan.

Luas laut yang demikian luas dengan beragam isu mulai dari kedaulatan sampai dengan isu penegakan hukum dan ekonomi dari hasil laut.

BACA JUGA:  Bahas Keamanan Laut, Penting Pahami Potensi Laut NTB

Selain menyerahkan daftar pertanyaan terkait isu keamanan dan kelautan NTB, Bakamla berharap koordinasi melalui komunikasi teknologi terus ditingkatkan, dalam hal pencegahan maupun penindakan.

Keterbatasan sumber daya membutuhkan teknologi untuk “memelototi” perairan laut. Utamanya,  menjaga kedaulatan sekaligus potensi sumber daya alam sebagai medan pertempuran baru di era globalisasi.

Misalnya, pemasangan menara sensor kemaritiman  oleh Bakesbangpoldagri di perairan perbatasan. Selain itu,tetu penting adanya aturan hukum mulai Undang Undang sampai dengan Peraturan Daerah, yang mengatur tentang laut dan kelautan yang dimiliki Pemerintah Provinsi.

Jm/Rr




Pemprov NTB Disarankan Gagas Lomba Karya Kreatif

Di masa pandemi harus diisi dengan semangat dan kreativitas

lombokjournal.com —

MATARAM — Pandemi Covid-19 setahun terakhir memang berdampak pada sektor ekonomi masyarakat secara nasional, dan khususnya di Provinsi NTB. Apalagi NTB merupakan daerah yang mengandalkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulannya.

Angka penularan Covid-19 yang masih terjadi, di saat perputaran ekonomi harus terus dipacu juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat NTB melalui masa sulit pandemi ini.

Namun, Lembaga Kajian Sosial dan Politik NTB, M16 menilai ada beberapa hal positif juga yang diraih daerah ini sepanjang masa pandemi ini. Banyak tumbuhnya wirausaha baru di bidang kuliner yang menerapkan pola promosi dan penjualan online menjadi salah satu indikatornya.

“Harus diakui, di masa pandemi ini justru kita lihat banyak usaha tumbuh, khususnya bidang kuliner ya. Ini artinya tantangan-tantangan di masa pandemi bisa terurai dan terjawab dengan inovasi-inovasi baru memanfaatkan teknologi digital,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH di Mataram, Selasa (16/03/21)

Menurutnya, hal itu bisa tumbuh karena ide yang muncul dari tantangan kondisi pandemi. Ini juga menunjukan sebenarnya banyak talenta-talenta tersembunyi yang ada di NTB ini.

Didu mengatakan, kuliner hanya salah satu indikator bagaimana ide dan inovasi bisa menjadi solusi di masa pandemi. Di bidang lain tentu banyak masyarakat dan generasi muda yang sudah mampu berkreasi di bidang lainnya. Muaranya ke industri ekonomi kreatif.

Ia mengatakan, untuk memunculkan talenta-talenta tersembunyi ini, M16 menyarankan agar Pemda NTB bisa menggagas kegiatan semacam lomba karya kreatif.

“Nah dengan lomba semacam itu, maka generasi muda kreatif yang selama ini berkarya bisa muncul ke permukaan. Semacam lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) zaman dulu lah,” katanya.

Divisi Litbang M16,  M Zainul Pahmi, M.Pd mengatakan, usulan M16 ini sangat masuk akal. Apalagi, di masa pandemi harus diisi dengan semangat dan kreativitas.

Menurutnya, Pemprov NTB bisa berkolaborasi dengan berbagai stakeholders terkait dalam lomba karya kreatif ini.

“Setelah itu para pemenang lomba yang produk dan gagasannnya menarik dan terbaik harus mulai dibina agar keunggulan NTB ini semakin nampak ke kancah nasional,” ujarnya.

Direktur M16, Didu mengatakan, bahwa lomba semacam itu juga penting dan menjadi bagian dari apresiasi pemda kepada masyarakat yang sudah mau inovatif dan berkarya di masa pandemi.

Me




Kompetisi Inovasi Penanganan Sampah Plastik se-Asean, Akan Dipusatkan di Mandalika

Kompetisi Penanganan Sampah Plastikdi Mandalikan diharapkan lahirkan inovasi pengolahan sampah plastik yang hebat

MATARAM.lombokjournal.com

Kawasan Mandalikan, Lombok Tengah, Provinsi NTB akan menjadi ajang penyelenggaraan kompetisi inovasi penanganan sampah plastik atau Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC)  tingkat Asia Tenggara.

Gubernur Zulkieflimansyah

Kabar tersebut mencuat dari soft Launching Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC) Fase II – Indonesia dan Talkshow “Ide 72 Ribu Dollar untuk Memerangi Sampah Plastik” yang diikuti Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Si., melalui virtual di ruang kerjanya, Selasa (16/03/21).

Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) dari 16 kementerian lembaga bersama UNDP, dengan dukungan dari Kementerian Luar Negeri Norwegia dan Norwegian Agency for Development Cooperation (Norad), akan menyelenggarakan kompetisi Ending Plastic Pollution Innovation Challenge (EPPIC) Fase II di Indonesia dan Filipina.

Diketahui,  EPPIC fase II di Indonesia akan dipusatkan di Mandalika, sejalan dengan program Zero Waste yang sedang gencar dilaksanakan Pemprov NTB.

EPPIC merupakan kompetisi di tingkat Asia Tenggara, tujuannya menjaring inovasi penanganan sampah plastik di laut. Kompetisi itu mengajak para inovator untuk membagikan ide-ide cemerlangnya menangani polusi plastik.

Melalui kompetisi itu, para inovaor diberi kesempatan untuk menerima pendanaan awal dan pelatihan inkubasi, untuk membantu mereka memaksimalkan keberhasilan inovasinya.

Program Zero Waste

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB saat ini giat-giatnya mewujudkan program unggulan Zero Waste. Program ini menekankan penerapan pola hidup sehat dan bersih, yang secara garis besar selaras dengan kompetisi EPPIC tersebut.

Diakui Gubernur, program itu gampang diucapkan tapi implementasinya tidak sederhana.

Berbagai kelompok kecil masyarakat telah memilah sampah hingga inisiatif menghadirkan bank sampah di berbagai lokasi di NTB. Namun, hingga saat ini, diakui Gubernur, dampaknya tidak cukup memberikan hasil efektif.

“Karena itu, dengan bantuan dari pihak penyelenggara kami sangat membutuhkan sebuah perusahaan atau teknologi yang serius mengolah sampah plastik ditempat kami sendiri. Sehingga pengelolaan sampah plastik segera diwujudkan guna menunjang keasrian dan kebersihan Mandalika sebagai kawasan superpriority,” ungkap Gubernur.

Mandaika sebagai destinasi super prioritas yang dikembangkan pemerintah, akan diselenggarakan event MotoGP pada akhir tahun 2021 yang akan menghadirkan ratusan ribu penonton dari seluruh penjuru dunia.

Menurut Gubernur, dengan jumlah tamu itu otomatis rentan juga terhadap jumlah sampah plastik yang akan mencemari kawasan, baik di darat maupun lautnya.

Karena itu, penyelenggaraan kompetisi EPPIC di Mandalikan diharapkan lahirnya inovasi pengolahan sampah plastik yang hebat.

“Sehingga perusahaan yang punya teknologi pengolahan sampah mau hadir di tempat kami. Kalau butuh tanah dan infrastrukturnya kami akan siapkan. Kalau pengolahan sampah plastik bisa dilakukan di NTB otomatis memberikan motivasi bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia,” sebut Gubernur.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenkomarves, Nani Hendiarti, mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi hasil laut yang melimpah.

Namun di balik potensi tersebut, ekosistem laut Indonesia memiliki tingkat kerentangan terhadap pencemaran sampah plastik yang berbahaya. Ancaman itu benar-benar berbahaya jika tidak ditangani dengan aksi nyata maupun inovasi-inovasi cemerlang dari semua pihak.

“Kompetisi ini merupakan bukti nyata keterlibatan negara-negara di Asean dalam menangani sampah plastik di laut. Sehingga diharapkan mampu menangani dan meminimalisir pencemaran sampah di laut,” ungkap Nani Hendiarti saat melauncing Launching acara EPPIC Fase II – Indonesia.

Kompetisi ini diharapkan melahirkan inovator-inovator masyarakat dan pemuda untuk menangani sampah plastik dengan teknologi yang berkembang. Sebab, kompetisi ini merupakan salah satu kunci utama untuk mengatasi masalah sampah plastik.

Manikp




Bupati Djohan Ajak Para Pejabat Beri Contoh Tunaikan Bayar Pajak

Diharapkan seluruh ASN menjadi motor penggerak kepatuhan wajib pajak

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH mengajak para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) memberi contoh pada masyarakat kewajiban membayar pajak.

“Berdasarkan ketentuan yang berlaku, wajib pajak menyampaikan laporan melalui e-filing SPT Tahunan. Oleh karena itu, para pejabat dan seluruh ASN memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban membayar pajak,” tuturnya.

Hal itu dikatakan Bupati saat membuka Pekan Panutan Pajak Penyampaian SPT Tahunan e-filing, Penghasilan Orang Pribadi Tahun Pajak 2020, di Aula Kantor Bupati, Senin (15/03/21).

Dalam acara itu Bupati didampingi Wabup Danny Karter, Kabid Penyuluhan dan Humas Kanwil DJP Nusa Tenggara, Dwi Joko Kristanto.

Bupati Djohan mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang berat, namun berkat kesungguhan, kerja keras dan sumbangsih seluruh elemen masyarakat dapat melewatinya dengan baik.

Semua pihak diajak bangkit bersama dengan memberikan berkontribusi nyata dari hasil yang paling kecil serta di mulai dari diri kita. Dalam bentuk mengikuti Pekan Panutan SPT Tahunan melalui e-filing di KLU.

Acara Pekan Panutan Pajak disambut baik Bupati, dan ditegaskannya warga negara agar memenuhi kewajiban membayar dan melaporkan pajak melaui e-filing kepada negara.

Kegiatan Pekan Panutan Pajak Kantor Pajak Mataram Timur bertujuan memberikan informasi dan bimbingan penggunaan e-filing, yang dapat menambah pengetahuan dalam menyampaikan SPT.

“Diharapkan seluruh ASN menjadi motor penggerak kepatuhan wajib pajak menyampaikan laporan SPT tahunan pajak. Pesan saya kepada ASN dapat mengikuti kegiatan,” tandasnya.

Pendapatan menurun

Kabid Penyuluhan dan Humas Kanwil DJP Nusra Dwi Joko Kristanto dalam sambutannya mengatakan, pandemi Covid menyebabkan banyak sekali usaha yang mengalami pemunduran. Pendapatan negara menurun, lantaran sebagian masyarakat menghentikan kegiatan usahanya.

“Menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Instansi Penghimpun Penerimaan Pajak di Provinsi NTB dan NTT, Kanwil DJP Nusra turut merasakan dampak yang disebabkan oleh Pandemi Covid. Namun dengan adanya dukungan dan kontribusi khususnya dari Pemda Lombok Utara, kami dapat menyelesaikan target penerimaan pajak tahun 2020,” imbuhnya.

Pihaknya mengapresiasi adanya pelaporan SPT tepat waktu. Sebagai bentuk terima kasih kepada Pemda KLU, DJP Nusra dan KPP Mataram Timur memberikan piagam kepada beberapa instansi Pemerintah Daerah KLU.

“Kami berharap sinergi yang telah dibangun dengan baik selama ini, dapat meningkatkan penerimaan negara dan daerah pada sektor perpajakan, khususnya di KLU,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan dilakukan pemutaran video testimonial pelaporan SPT Tahunan Bupati Lombok Utara serta pemberian piagam kepada Bupati, Wabup, Ketua DPRD, Kapolres, Pj Sekda dan Kepala Bank NTB Syariah Cabang Tanjung.

Penghargaan Instansi Bersinergi tahun 2020 kepada beberapa OPD, Pemdes, dan ASN/Instansi Pemda yang telah laporan e-filing 100 persen.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHi, Wabup Danny Karter Febrianto ST MEng,  Kepala KPP Mataram Timur Iteng Warih Patriati, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Para Asisten, Para Pimpinan OPD dan Para Camat lingkup Pemda KLU serta undangan lainnya.

sap




Bantuan 1 Ton Makanan Tambahan Disalurkan Yayasan HBK Peduli untuk Ibu Hamil di P. Lombok

Hari ini dan seterusnya, Yayasan HBK Peduli akan terus berjuang untuk melayani dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu

lombokjourrnal.com —

MATARAM :  H. Bambang Kristiono, SE (HBK), Wakil Ketua Komisi I  DPR RI, melalui Yayasan HBK PEDULI kembali menyalurkan bantuan berupa paket makanan tambahan penuh nutrisi untuk ibu-ibu hamil (Bumil) di P. Lombok.

Bantuan disalurkan melalui Yayasan HBK PEDULI di delapan Sekretariat HBK PEDULI yang tersebar di P. Lombok, bekerjasama dengan Posyandu-Posyandu, Jum’at (12/03/21) secara serentak.

“Sebelumnya kami sudah salurkan bantuan makanan pendamping (MP-ASI) untuk Balita dan anak-anak. Kali ini kami salurkan bantuan paket makanan tambahan untuk ibu-ibu hamil (Bumil) yang ada di P. Lombok,” kata Ketua Yayasan HBK PEDULI, Hj. Dian BK.

Istri tercinta HBK ini menyampaikan, jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak 1 ton paket makanan tambahan penuh nutrisi untuk ibu-ibu hamil.

“Penyalurannya dilakukan oleh Tim HBK PEDULI dengan menggandeng kader-kader Posyandu di masing-masing wilayah sasaran bantuan. Sehingga ibu-ibu hamil yang terdata bisa mendapatkan manfaat bantuan,” katanya.

Hj. Dian HBK menjelaskan, penyaluran bantuan untuk ibu-ibu hamil ini sebagai bentuk kepedulian  H. Bambang Kristiono, SE (HBK) dan Yayasan HBK Peduli terhadap kesehatan masyarakat di P. Lombok.

Menurutnya, asupan gizi dan nutrisi merupakan hal yang sangat penting bagi para perempuan terutama di masa kehamilan. Sementara di masa pandemi, banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

Bantuan paket makanan tambahan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terutama para ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi mereka.

Hj. Dian HBK mengatakan, tujuan pemberian makanan tambahan untuk ibu-ibu hamil ini dilakukan agar para ibu hamil bisa terjaga nutrisinya, imunnya tinggi, dan tetap sehat selama masa kehamilan hingga proses persalinannya nanti. Serta mampu atau kuat dalam menghadapi serangan pandemi Covid19 saat ini.

“Harapan kita agar ibu-ibu hamil di P. Lombok ini selalu sehat dan nutrisinya terjaga, sampai mereka melahirkan anak-anak yang sehat dan menjadi generasi penerus bangsa yang kuat dan sehat pula,” tutur Hj. Dian HBK.

Menurutnya, Yayasan HBK PEDULI juga bekerjasama dengan Posyandu-Posyandu yang ada. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan, dan juga mengurangi angka stunting di daerah ini.

  1. Bambang Kristiono, SE (HBK) mengatakan, dalam situasi sulit di masa pendemi sekarang ini hendaknya semua pihak atau elemen di P. Lombok bahu-membahu, bergotong-royong untuk membantu sesama.

Demikian juga diharapkan kepada segenap tokoh NTB untuk selalu menjaga soliditas dan kekompakan, bergotong royong dan saling meringankan.

“Pandemi Covid19 ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Banyak masyarakat yang hidupnya semakin sulit sekarang, termasuk ibu-ibu hamil ini. Dengan bantuan makanan tambahan yang penuh gizi dan nutrisi ini, setidaknya kita bisa membantu dan meringankan para ibu hamil (Bumil) yang tengah berjuang untuk tetap sehat sampai masa persalinannya nanti,” kata HBK.

Samurai Prabowo ini menjelaskan, saat ini dan in syaa Allah untuk seterusnya, pihaknya akan terus berjuang untuk melayani dan memberikan bantuan kepada masyarakat-masyarakat yang kurang mampu, atau yang lebih dikenal sebagai kelompok rentan sosial.

Sebab, papar HBK, salah satu fungsi dan tanggung-jawab sebagai Wakil Rakyat itu adalah menyerap dan mendengar keluh kesah dan kesulitan rakyat, kemudian bersikap dan berbuat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat tersebut.

HBK juga mengapresiasi dan berterima kasih pada Ketua Yayasan HBK PEDULI atas upayanya yang selalu peduli dan bersimpati terhadap anak-anak dan kaum perempuan di P. Lombok.

“Saya sangat berterimakasih kepada ibu Hj. Dian HBK, Ketua Yayasan HBK PEDULI yang telah terus mendorong dan mengingatkan saya untuk selalu peduli dengan kaum perempuan dan anak-anak P. Lombok,” tukas HBK.

Hari Jum’at ini juga, Yayasan HBK PEDULI melalui Tim HBK PEDULI Kab. Lotim, wilayah Utara telah menyerahkan bantuan tongkat, paket sembako, dan dana tunai untuk berobat kepada Bapak Muslah, seorang penyandang tuna netra di Desa Sapit, Suela, Kab. Lotim.

Me (*)




Wagub Puji Rehab Pasca Gempa Fasilitas Kesehatan di Lombok Utara

Pelibatan tenaga kerja lokal Lombok Utara yang mencapai 47 persen dalam kegiatan rehab rekon ini diapresiasi Wagub

KLU.lombokjounal.com

Rehabilitasi dan rekontruksi (rehab-rekon) pembangunan 14 fasilitas kesehatan dan sekolah di Kabupaten Lombok Utara (KLU), jadi contoh baik pembangunan pasca bencana.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan apresiasinya saat meninjau ke dua lokasi pembangunan sekolah di SMKN 1 Tanjung dan SMKN 1 Pemenang KLU, Selasa (09/03/21).

Proyek Program Bantuan Rekonstruksi Infrastruktur Gempa dan Tsunami (PETRA) itu dilaksanakan oleh UNDP, didanai Republik Federal Jerman melalui bank pembangunannya, KfW.

“Saya mengamati kegiatan PETRA menjadi contoh baik pembangunan pasca bencana,” kata Wagub.

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan dan Pendidikan itu didesain dan dikerjakan dengan sangat baik. Pembangunannya dirancang sejalan dengan tujuan build back better (membangun ulang lebih baik).

Ia didampingi Asisten 1 Setda Pemprov NTB, Kepala Bappeda NTB, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya NTB.

Ummi Rohmi juga mengapresiasi pelibatan tenaga kerja lokal Lombok Utara yang mencapai 47 persen dalam kegiatan rehab rekon ini.

Pemerintah Provinsi NTB, ditegaskan Ummi Rohmi, berkomitmen mengawal kegiatan rekontruksi agar dapat berjalan lancer dan tepat waktu.

“Saya juga mengapresiasi pelibatan tenaga kerja lokal Lombok Utara sebanyak 47 persen dalam pekerjaan rekontruksi pada 14 fasilitas kesehatan dan sekolah,” kata Wagub.

“Ini sangat berarti sekali bagi kami karena membantu meringankan beban ganda yang dirasakan oleh masyarakat NTB, yang belum pulih dari bencana gempa bumi dan sudah dihadapkan pada pandemi Covid-19,” tuturnya.

Zainudin, Koordinator Proyek PETRA NTB menjelaskan detail terkait proyek rekontruksi ini. Dari total 14 infrastruktur kesehatan dan pendidikan yang dibangun,  4 SMK Negeri di KLU, 8 puskesmas pembantu di KLU, 1 puskesmas pembantu di Lombok barat, dan 1 puskesmas di Lombok timur.

“Jadi total gedung yang dibangun secara keseluruhan mencapai sekitar 35 gedung di 14 lokasi tersebut,” tutur Zainudin.

Zainudin juga menjelaskan, prinsip rekontruksi yang dilakukan mengedepankan “build back better” atau “membangun ulang dengan lebih baik”.

Sebelum rekontruksi dilakukan telah dilakukan kajian geologis, untuk memastikan gedung yang dibangun tidak berada pada jalur patahan gempa. Bahan bangunan dan struktur bangunan juga telah memenuhi standard gempa.

“Sebelum kegiatan ini dimulai kita melakukan kajian geologis di semua lokasi untuk memastikan semua gedung ini betul-betul aman dari jalur patahan yang memungkinkan bisa bertahan ke depan,” jelasnya.

Pembangunan juga dilakukan dengan pendekatan yang inklusif untuk memastikan “tidak seorangpun tertinggal”.

Perempuan telah menjadi bagian utama dari proyek sejak tahap awal, memastikan fasilitas dibangun untuk memenuhi kebutuhan perempuan. Akses bagi penyandang disabilitas juga akan disediakan.

Zainudin menambahkan, sekitar 150 ribu warga di Pulau Lombok dan sekitarnya akan menerima manfaat dari rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) fasilitas pendidikan dan kesehatan ini.

Rr




Bantuan Jadup Mulai Disalurkan Oleh Bupati Djohan

Kepada Kementerian Sosial diusulkan sebanyak 75.551 Kepala Keluarga (KK), tapi untuk tahap pertama baru diberikan setengah dari yang  diusulkan, yaitu sebanyak 37.501 KK

PEMENANG.lombokjournal.com

Penantian Panjang terealisasinya bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yakni bantuan bagi masyarakat Lombok Utara yang terdampak gempa bumi 2018 dari Pemerintah Pusat, akahirnya bisa diberikan.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH menyerahkan bantuan Jadup untuk Warga Desa Pemenang Timur Selasa (09/03/21).

Turut hadir mendampingi Kadis Sosial PPA Drs Faisol MSi, Camat Pemenang Suhadman S.Sos Pihak Pimpinan Bank BNI Cabang Tanjung beserta Kepala Kepala Desa se-Kecamatan Pemenang.

Dalam sambutannya, Bupati Djohan menyampaikan agar masyarakat memaklumi atas keterlambatan turunnya bantuan tersebut, karena kondisi keuangan negara.

“Dan bukan hanya KLU saja yang terdampak, tetapi daerah lain di Indonesia. KLU baru bisa terealisasi pada tahun ke-3 setelah gempa. Oleh karena itu, terimalah secara ikhlas dan manfaatkan dengan baik. Adapun jumlah yang diterima satu bulan dengan jumlah bervariasi, mengacu pada banyaknya anggota keluarga,” tutur Bupati.

Kadis Sosial Drs Faisol MSi menyatakan, Jadup untuk korban bencana gempa tahun 2018. Jumlah yang diusulkan di Kementerian Sosial sebanyak 75.551 Kepala Keluarga (KK), tetapi untuk tahap pertama ini diberikan setengah dari yang  diusulkan, yaitu sebanyak 37.501 KK.

“Untuk di Kecamatan Pemenang jumlah penerimanya berjumlah 6.280 KK. Hari ini kita serahkan untuk Desa Pemenang Timur 1.350 KK,” kata Faisol.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan secara simbolis Buku Rekening Jadup oleh Bupati Djohan kepada perwakilan masyarakat penerima Jadup.

Rar

 




SPN Polda NTB Ciptakan Aplikasi E.SPNTB

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB), Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K, MH bersama seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, melaunching program E.SPNTB ini di Lapangan Tenis, Polda NTB, jalan Langko, Kota Mataram, Senin (08/03/21).

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K, MH menjelaskan bahwa, didalam aplikasi E-SPNTB Presisi ini terdapat beberapa fitur layanan yang berisi berbagai jenis informasi yang dibutuhkan oleh siswa SPN atau masyarakat luar SPN.

Siswa atau masyarakat bisa mengkritik atau memberi masukan kepada pihak SPN melalui aplikasi tersebut.

“Siapapun boleh mengunduh Aplikasi E.SPNTB ini, selain itu siapapun boleh mengkritisi segala sesuatu terkait SPN Polda NTB ini,” jelasnya

Kapolda sangat apresiasi pihak SPN Polda NTB yang mencetuskan aplikasi ini, Iqbal menilai aplikasi ini sangat bermanfaat baik untuk siswa maupun masyarakat.

“Perlu diviralkan ini, agar masyarakat tau tentang SPN Polda NTB,” katanya.

Kombes Artanto SiK, Msi, Kabid Humas Polda NTB menjelaskaan, aplikasi E.SPNTB Presisi diciptakan Sekolah Polisi Negara (SPN) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) guna meningkatkan pelayanan SPN Polda NTB bagi siswa dan masyarakat umum

Aplikasi tersebut berisi informasi dan layanan yang ada di SPN sendiri, termasuk informasi terkait kurikulum dan segala jenis informasi yang ada di SPN Polda NTB.

“Untuk mengunduh aplikasi E-SPNTB ini cukup mudah, untuk mendonwloadnya cukup buka aplikasi Play Store cari aplikasi E.SPNTB lalu install,” jelas Kombes Artanto melalui siaran pers yang diterima media, Senin.

Diterangkan, untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan membuka salah satu kolom yang ada didalamnya, kemudian pilih satu kolom yang terdapat di aplikasi E.SPNTB dan dapatkan informasi yang ingin diketahui.

Me

 




Inilah Robin Hood dari Kandang Banteng Lombok Tengah

Banyak politisi datang dan pergi di DPRD NTB. Terpilih sekali, lalu tak kembali. Tapi, H Ruslan Turmuzi adalah politisi yang langgeng selama lima periode. Masyarakat memang mendukungnya, karena ia gampang berderma, tanpa pernah memandang siapa

MATARAM.lombokjournal.com

TGH Muhammad Adam, Pimpinan Ponpes Mambaul Bayan, Kopang, Lombok Tengah suatu saat mengundang Anggota DPRD NTB H Ruslan Turmuzi untuk menghadiri acara santunan untuk anak yatim dan orang tua jompo.

 Sebagai sahibulbait, TGH Muhammad Adam memberi laporan, ada 43 anak yatim yang akan disantuni. Ditambah 17 orang tua jompo. Sehingga totalnya 60 orang.

Namun, pada hari pemberian santunan tiba, mendadak anak yatim dan orang tua jompo yang hadir jumlahnya 200 orang.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada beliau. Tapi, beliau malah tidak mempermasalahkan hal yang seperti itu. Semua anak yatim dan orang tua jompo yang hadir diberikan santunan,” tutur TGH Muhammad Adam, Minggu (07/03/21)

Mengenal Ruslan Turmuzi lima tahun silam, sesungguhnya TGH Muhammad Adam jarang bersua secara langsung dengan politisi PDI Perjuangan tersebut lantaran kesibukan masing-masing.

“Tapi kapan pun kami mengundang. Beliau akan selalu hadir,” kata TGH Muhammad Adam.

Padahal, kata ulama kharismatik ini, dirinya dan jamaah pondok pesantrennya bukanlah pendukung Ruslan Turmuzi untuk duduk di DPRD NTB.

Kecamatan Kopang, memang berada di daerah pemilihan utara di Lombok Tengah. Sementara Ruslan melenggang ke DPRD NTB dari daerah pemilihan Lombok Tengah selatan meliputi Kecamatan Peringgarata, Jonggat, Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, dan Kecamatan Praya Timur.

“Karena itu, buat kami, beliau adalah figur yang langka. Membantu masyarakat tidak pernah berdasarkan dapil. Beliau membantu dengan ikhlas,” katanya.

Semua dibantu dan Semua diurus

Maka, jadilah jejak-jejak masyarakat yang dibantu Ruslan Turmuzi pun terserak dimana-mana di Lombok Tengah. Aneka macam bentuknya.

Mulai dari bantuan untuk pondok pesantren, bantuan msyarakat petani, bantuan masyarakat untuk perbaikan jalan, perbaikan saluran irigasi, perbaikan jalan lingkungan, atau juga berbagai macam santunan.

Dan semua proses bantuan-bantuan itu kata TGH Muhammad Adam, tidak ada yang pakai lama. Semua dibantu, semua diurus.

“Hari ini kita sampaikan permasalahan masyarakat kepada beliau. Maka beliau sudah langsung action,” katanya.

Lain di Kopang, lain pula di Praya. Haji Muhammad Zakir, Bendahara Pembangunan Masjid Jamik Guru Bangkol, Praya, menuturkan bagaimana kontribusi Ruslan Turmuzi dalam pembangunan masjid di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

“Nyaris tidak terhitung berapa pembangunan masjid dimana Pak Ruslan memberi kontribusi,” kata Lalu Zakir.

Kontribusi terbesar Ruslan tentu saja pada pembangunan Masjid Jamiq, yang merupakan salah satu masjid tertua di Lombok. Masjid ini adalah masjid bersejarah. Dibangun pada tahun 1.800-san. Kini sedang dipugar. Dan sedikitnya akan menelan anggaran Rp 26 miliar.

Sebetulnya masjid tersebut adalah milik Pemkab Loteng. Oleh seluruh tokoh masyarakat, Ruslan kemudian didaulat menjadi ketua pembagunan. Kini, masjid tersebut hampir rampung dan sudah fungsional. Menjadi salah satu masjid yang megah di Pulau Seribu Masjid.

“Sangat banyak beliau membantu pembangunan. Bukan hanya kebutuhan uang dan anggaran. Yayasan bahkan dibantu mobil oleh Pak Ruslan,” katanya.

Haji Muhammad Zakir juga tahu. Bahwa Kecamatan Praya bukanlah daerah pemilihan Ruslan Turmuzi. Tali, masyarakat dapil utara dibantu. Masyarakat dapil selatan juga dibantu. Tidak dibeda-bedakan. Tidak dipilih-pilih.

“Saya rasa, hanya beliau anggota dewan yang begini. Kalau yang lain ini kan pilih-pilih. Beliau tidak,” kata Zakir.

Bahkan katanya, mereka yang baru kenal pun bisa langsung bisa dibantu. Jangankan yang sudah kenal lama. “Dengan spontan disiapkan. Bahkan tidak selalu pakai dana aspirasi. Beliau memakai dana pribadi,” katanya.

Masih di Praya. Salehudin Rais memberi cerita. Bagaimana SMA Ponpes Darul Muhajirin juga mendapat bantuan perangkat komputer dari Ruslan Turmuzi.

Bantuan komputer tersebut sungguh bermanfaat untuk para siswa di sana. Mengingat ujian nasional untuk para siswa saat ini memang berbasis komputer. Tidak lagi berbasis kertas dan pensil seperti sebelumnya.

Hal yang sama juga dirasakan Alimudin, pimpinan Ponpes di Desa Kabul, Lombok Tengah. Para siswanya sangat merasakan kemanfaatan bantuan yang diberikan Ruslan di pondok pesantren tersebut.

“Sungguh kami bersyukur dipertemukan dengan beliau,” kata Alimudin.

Ruslan bahkan kata dia, bukanlah figur yang susah ditemui. Bukan susah dihubungi. Bahkan untuk orang yang tidak dikenal sebelumnya bisa datang meminta bantuan. Bukan melulu soal uang. Sebab, Ruslan acap membantu dalam banyak hal. Semisal mereka yang tidak mampu tapi berkeinginan melanjutkan studi. Maka Ruslan mencarikan bantuan beasiswa.

Untuk membantu pondok pesantren juga begitu. Tidak ditanya apakah pondok pesantren tersebut milik Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan, atau Darul Muhajirin, atau Ponpes mana. Semua dibantu tanpa pandang bulu.

Pun begitu soal Ruslan yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Ruslan kata Alimudin, tidak hanya turun ke masyarakat saat reses.

“Hari-hari lain pun Pak Ruslan blusukan dan menyerap aspirasi masyarakat di Lombok Tengah,” katanya.

Dorong Kemandirian Ekonomi

Di periode-periode awal sebagai anggota dewan, sentuhan Ruslan Turmuzi ke tengah masyarakat melang lebih cenderungke charity, bantuan sosial. Namun dalam dua periode terakhir, konsep mendorong kemandirian ekonomi mulai didorong Ruslan dalam setiap kegiatannya.

Aktivis NGO senior Lombok Tengah, Yuli Harhari menilai Ruslan Turmuzi ialah wakil rakyat yang ideal, karena tidak memilih dan memilah sasaran programna.

“Beliau ini benar-benar menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat Lombok Tengah. Tidak lagi memandang yang mendukung atau tidak mendukung,” kata Yuli Harhari.

Bagi Yuli, Ruslan Turmizi adalah sosok pejabat publik selaku wakil rakyat yang amanah. Tak jarang, untuk mencarikan solusi dari masalah masyarakat, Ruslan menggunakan dana prbadinya untuk membantu secara spontan.Tidak menunggu program.

“Boleh ditanya di Utara juga, nama beliau pasti dikenal. Karena dia tidak pilih-pilih, siapa pun dia bantu, itulah kelebihan beliau yang jarang dan beda dengan (wakil rakyat) yang lain. Biasanya kebanyakan kan hanya memperhatikan pendukungnya saja,” katanya.

Yuli menjelaskan, Ruslan Turmizi juga sangat konsern mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Program yang kini digagas adalah pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber ekonomi multi bisnis. Modal yang diberikan kepada masyarakat berupa stimulan untuk modal usaha.

“Masyarakat bisa memanfaatkan pekarangannya sebagai sumber ekonomi multi bisnis. Jadi ada hidroponik, ada perikanan dan ayam kampung. Kita bentuk satu ekosistem di pekarangan, air dari hortukultura dan kotoran ayam bisa menjadipakan lele, dan seterusnya,” katanya.

Menurut Yuli, ini luar biasa. Sebab, berdasarkan data di Lombok Tengah ada lebih dari 3 ribu hektare lahan pekarangan masyarakat yang belum dimanfaatkan secara optimal sbagai sumber ekonomi keluarga.

“Kami kasih masukan ke pak Ruslan Turmuzi bahwa ke depan tidak hanya charity tetapi bagaimana setiap kegiatan beliau berorientasi ke kemandirian ekonomi. Nah, salah satu hasilnya adalah program yang kita laksanakan saat ini,” katanya.

Pembina Lembaga Dakwah NU Lombok Tengah, Lalu Muhammad Wildan Asyad juga menyatakan salut dan angkat topi untuk Ruslan Turmizi.

Ia menilai Ruslan Turmizi tipe pemimpin yang mau mendengar, memikirkan, dan benar-benar mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

“Beliau luar biasa. Selama ini belum ada anggota dewan yang bertahan lima periode seperyi pak Ruslan Turmuzi. Ini artinya perjuangan beliau tulus dan masyarakat memang mencintainya dengan tulus juga. InsyaAllah,” katanya.

Bapak Angkat

Setali tiga uang dengannya, tokoh masyarakat Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, H. Abdul Mannan, S.Ag, mengaku sangat mengagumi sosok Ruslan. Bahkan, warga desa di sana menganggap Ruslan Turmuzi sebagai bapak angkat mereka.

“Hampir semua masyarakat Pengenjek mengatakan Beliau (Ruslan) sebagai bapak angkat kami,” ujarnya.

  1. Mannan menceritakan, Desa Pengenjek pada musim kemarau sangat kesulitan air bersih. Apalagi masjid di sana perlu diairi. Singkatnya, terdapat mata air di tanah milik warga. Pengurus desa sepakat membeli, namun justru dihibahkan oleh pemiliknya.

Karena jarak sumber air ke masjid sekitar 1 Km, maka warga meminta Ruslan membantu membuat pipa penyalur. Tanpa pikir panjang, Ruslan membantu.

“Peran beliau sangat besar dari awal pembangunan masjid beliau berkontribusi baik secara langsung maupun melalui program,” ujarnya.

  1. Mannan yang juga menjabat Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Jonggat ini, mengatakan sumber air telah diuji lap dan layak minum. Kini PR ke depan akan menyalurkan ke tiap rumah warga. Ruslan pun akan membantu.

“PR kita tinggal menyalurkan ke masyarakat. Nanti pemasangan pipa kita sudah minta bantuan ke Pak Ruslan. Apalagi air ini bisa diminum langsung sudah diuji lap oleh Dikes dan layak diminum langsung,” katanya.

Bukan berlimpah materi

Sesungguhnya, Ruslan bukanlah orang yang berlimpah materi. Namun, dia memilih tidak menunggu berlimpah untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ruslan sudah duduk lima periode sebagai anggota DPRD NTB. Semenjak Pemilu tahun 1999. Berturut-turut dia tidak pernah absen terpilih menjadi wakil rakyat di Udayana, sebutan untuk Gedung DPRD NTB.

Pria asal Lombok Tengah ini bukan pula lahir dari keluarga politisi kondang. Dia adalah politisi yang berasal dari masyarakat kebanyakan. Masyarakat biasa. Namun, 25 tahun menjadi wakil rakyat, Ruslan bukannya memupuk kebahagiaan sendiri. Namun, membaginya kepada masyarakat.

“Dengan berbagi, kita memiliki banyak saudara,” kata Ruslan.

Dia tak hendak menghitung apa yang sudah dilakukannya untuk membantu masyarakat tersebut. Dia hanya percaya, bahwa kebahagiaan terlahir kembar. Manakala kebahagiaan dibagi, maka kebahagiaan lain sudah pasti akan tercipta.

Soal dirinya yang membantu tanpa membeda-bedakan masyarakat di daerah pemilihan, Ruslan mengaku, hal itu dilakukannya, karena dirinya semata ingin kesejahteraan masyarakat bisa merata di Lombok Tengah. “Selebihnya, biarlah Allah SWT yang menilainya,” katanya.

Jika rakyat inggris punya Robin Hood, figur legendaris yang suka membantu masyarakat tidak mampu, maka Lombok Tengah punya H Ruslan Turmuzi. Dia juga adalah Robin Hood milik PDI Perjuangan, Partai Banteng Moncong Putih.

Me (*)

 




Gubernur Lepas Penyu

Buang sampah sembarangan  merusak ekosistem laut, sehingga mempengaruhi kelestarian penyu

MATARAM.lombokjournal.com –

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc. bersama UMKM Pariwisata, melepas penyu sekaligus bersih-bersih pantai, hari Minggu (07/03/21), di tempat pelestarian penyu pantai Mapak Indah, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Kata Gubernur, dengan melepas penyu ke alam bebas akan menjaga ekosistemnya, dan penyu terus berkembang biak.

Keberhasilan konservasi penyu dan perkembangbiakannya, menurutnya, menandakan kelestarian lingkungan di sekitar terjaga dan terawat baik.

“Dengan beranak pinaknya anak penyu, menjadi sinyal berhasil atau tidak kita menjaga dan merawat kelestarian alam ini,” kata Gubernur.

Dikatakan, kegiatan ini (pelestarian penyu) juga menjadi wahana edukasi yang sangat menarik bagaimana menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup, khususnya bagi anak-anak.

Pengalaman menarik seperti ini, membuat mereka memahami, bersahabat dengan lingkungan seperti penangkaran dan pelepasan penyu merupakan bagian dari budaya hidup dan kehidupan di masa depan.

“Merekalah generasi penerus yang akan melestarikan alam ini,” harap Doktor Zul sapaan akrab Gubernur.

Doktor Zul menghimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, dapat merusak ekosistem laut, sehingga mempengaruhi kelestarian penyu.

Baru-baru ini ada laporan masyarakat bahwa ada penyu mati karena memakan masker.

“Jangan membuang masker sembarangan, karena implikasinya juga binatang-binatang laut lainnya menjadi korban,” tutup Gubernur.

Serius Jaga Penyu

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Yusron Hadi, mengatakan kehadiran Gubernur NTB merupakan keseriusan menjaga kelestarian penyu Mapak.

NTB memiliki potensi konservasi penyu. Pantai mapak merupakan salah satu tempat penangkaran penyu di NTB.

Dari ratusan jenis dan ragam penyu yang ada di dunia,  sekitar 5 jenisnya ada di NTB.

“ini yang harus terus kita lindungi, karena keberadaan penyu dengan proses kembangbiaknya di perairan laut kita, kegiatan konservasi perairan kita terukur dari itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, praktisi konservasi penyu Universitas Udayana, Windia Adyiana, mengaku bahwa Penyu Mapak merupakan jenis Penyu Lekang. Jenis ini tersebar luas di Indonesia, namun tidak begitu banyak.

Dijelaskannya, dari hasil konservasi penyu tahun 2020 lalu, jumlah sarang yang ditemukan ada 160 sarang, dengan jumlah penyu sebanyak 40-50 ekor. Untuk seekor penyu dapat bertelur sekitar 100-150 butir sekali telur.

Di perairan NTB ada beberapa jenis penyu, di antara ada penyu lekang, pipih dan hijau. Namun di beberapa tempat ditemukan juga penyu jenis lain namun sangat sedikit.

“Hanya 3 jenis penyu ini yang populasinya agak banyak dibanding yang lain,” pungkasnya.

Gotong royong dan pelepasan penyu diikuti kelompok masyarakat pengawas penyu, kelompok pariwisata Mataram Pokdarwis, kelompok pengawas pesisir laut dan masyarakat pengunjung pantai Mapak.

Rr