Ramadan, Umat Islam Diingatkan Jaga Prokes

“Marhaban Ya Ramadlan. Selamat menunaikan ibadah puasa. Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiiyamakum”

lombokjournal.com —

JAKARTA :

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas  usai menggelar Sidang Isbat  Awal Ramadan 1442H/2021M di Jakarta mengatakan, untuk kali kedua umat muslim Indonesia memasuki bulan suci Ramadan di tengah pandemi.

Karenanya umat Islam diingatkan, tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan  selama Ramadan.

“Ramadan tahun ini masih dalam situasi pandemi. Segala bentuk aktivitas ibadah selama Ramadan harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas),” pesan Menag Yaqut di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag.go.id, Senin (13/04/21).

Pesannya, kedisiplinan adalah bentuk pengendalian nafsu sebagaimana yang diajarkan oleh spirit Ramadan.

“Kedisiplinan dalam penerapan prokes juga menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan juga masyarakat,” tutur Menag.

Dengan keberkahan Ramadan, diharapkan pandemi Covid-19 ini segera berlalu.

Menag Yaqut telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 4 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021M.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19, Ini Panduan Ibadah Ramadan

“Panduan ini tidak berlaku bagi mereka yang berada di Zona Oranye dan Zona Merah. Bagi mereka yang berada di zona itu, harap beribadah di rumah saja,” ujar Menag.

Bagi mereka yang berada di Zona Kuning dan Zona Hijau silakan melaksanakan ibadah tarawih di masjid atau musala tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menag menyampaikan, Ramadan adalah bulan istimewa. Mereka yang mencintai kebaikan, lanjut Menag, diseru untuk bergembira, memanfaatkan berjuta keistimewaan yang ada di dalamnya.

BACA JUGA:

“Sebaliknya, mereka yang masih suka berbuat kejahatan dan keburukan, diseru untuk berhenti dan introspeksi diri. Ramadan adalah kesempataan untuk menata diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tutur Menag.

Umat diajak menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum pendidikan jiwa, agar menjadi umat beragama yang memiliki tepo sliro atas berbagai perbedaan, dan memuliakan sesama untuk Indonesia yang lebih baik.

BACA JUGA: Cinta Alquran, Indikator Kedekatan dengan Allah SWT

“Marhaban Ya Ramadlan. Selamat menunaikan ibadah puasa. Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiiyamakum. Semoga Allah menerima ibadah puasa, dan mengabulkan segala do’a kita,” ujar Menag.

Cc




Perpanjangan SIM Online Bisa Dari Rumah

Kedepan  permohonan SIM baru dan perpanjangan STNK juga online

lombokjournal.com –

JAKARTA:

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mewujudkan janjinya saat fit and proper test dengan melaksanakan transformasi Presisi yakni kelembagaan, operasional, pelayanan publik dan pengawasan.

Setelah meresmikan aplikasi SINAR (SIM Presisi Nasional), maka perpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) kini sudah bisa dari rumah.

“Polri harus mengikuti strategi perkembagan teknologi dan adanya pandemi COVID-19,” kata Sigit di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (13/04/21).

BACA JUGA:

Dengan kehadiran SIM online ini dapat memberikan pelayanan kepolisian yang humanis, dan menghindari kontak antara petugas dan masyarakat untuk menghilangkan penyalahgunaan wewenang.

“Sudah saatnya Polri menampilkan polisi lalu lintas (polantas) yang berwibawa dan disegani masyarakat tanpa menggunakan senjata,” kata mantan Kabareskrim Polri ini

Listyo Sigit mengapresiasi jajaran Korlantas Polri yang membuktikan penerapan teknologi dalam pelayanan masyarakat setelah adanya ETLE.

“Hari ini Korlantas membuktikan lagi setelah ETLE, kemudian mampu merubah pelayanan kepolisian yang selalu berinteraksi dengan masyarakat, dan hari ini pelayanan SIM yang bisa diakses dari rumah dan dimana saja,” kata mantan Kapolda Banten ini.

Dengan kehadiran SIM online, mantan Kapolda Banten ini menyebut masyarakat yang membutuhkan pelayanan perpanjangan SIM bisa dilakukan dari rumah.

Namun  mengenai permohonan SIM baru belum banyak disinggung. Padahal, yang sering menjadi keluhan masyarakat adalah terkait permohnan SIM baru

Meski demikian, Kapolri ke depan berharap permohonan SIM baru dan perpanjangan STNK juga bisa mengggunakan aplikasi.

BACA JUGA:

Untuk sekarang, dalam kemudahan pelayanan pembayaran PNBP SIM secara online, melalui Virtual Account (VA) dan PT Pos Indonesia untuk layanan pengiriman SIM hingga ke tempat tinggal pemohon .

“Cukup dari rumah pelayanan perpanjangan SIM bisa dilakukan dengan menggandeng kantor pos untuk melakukan delivery (pengiriman),” kata Kapolri.

cc

 




Pemprov NTB Atur Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan 1442 H di NTB, Masa Pandemi Covid-19

Wagub ingatkan target Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia yang belum signfikan

MATARAM.lombokjournal.com

Di tengah pandemi Covid 19 pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 M,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengeluarkan Surat Edaran Gubernur nomor 450.1/03/Fum, mengatur  beberapa hal terkait penyelenggaraan ibadah di bulan Ramadhan.

Sahur dan berbuka puasa  Bersama dilarang karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Ibadah Tarawih,  Shalat Fardhu, I’tikaf dan Tadarus serta Nuzulul Quran dan Shalat Idul Fitri dapat dilakukan berjamaah, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Yakni dengan menggunakan masker, menjaga jarak minimal satu meter, membawa sajadah dan mukena sendiri dan membawa kantong tempat alas kaki.

Surat edaran tersebut  juga membatasi durasi pengajian, tausiah, ceramah dan kultum maksimal selama lima belas menit, serta membatasi kapasitas masjid 50 persen dari jumlah jamaah.

Setiap masjid dan mushalla juga diwajibkan menunjuk petugas untuk memastikan penerapan protokol kesehatan. Begitu pula dengan pelaksanaan pemungutan zakat.

Sedangkan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan sesuai Fatwa MUI nomor 23/2021 dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya saat bulan Ramadhan.

Aturan pelaksanaan Puasa Ramadhan itu dibicarakan dalam rapat virtual bersama Pemerintah Daerah kabupaten/kota se-NTB, dari Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Senin (12/04/21),

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd., menegaskan,  agar masyarakat dapat bersama-sama menjaga pengendalian penularan Covid-19 sembari beribadah dengan khusyuk dan tenang di Bulan Ramadhan.

BACA JUGA:

“Agar kita tidak mengalami lonjakan angka tertular seperti Ramadhan dan Lebaran tahun lalu dan kita mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis RT,” ujar Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB, saat menggelar rapat virtual bersama kabupaten/ kota di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Senin (12/04).

Dalam rapat tersebut, Wagub juga mengingatkan tentang target percepatan vaksinasi Covid-19, terutama untuk lansia yang masih belum signifikan. Hal itu tertuang dalam instruksi Gubernur Nomor 180/ 2021 tentang Percepatan Pengendalian Penanganan dan Pencegahan Wabah Pandemi Corona,

Sedangkan terkait antisipasi menjelang Idul Fitri, Wagub berharap agar pada minggu ketiga dan keempat Ramadhan, Satgas kabupaten/ kota dapat mengantisipasi pusat-pusat perbelanjaan dan tempat keramaian yang biasa dikunjungi masyarakat, serta pintu-pintu masuk dalam mengantisipasi peraturan Menteri Perhubungan nomor 13 Tahun 2021 tentang larangan mudik.

jm




Gubernur: Musibah Banjir Bandang Menyadarkan Pentingnya Penghijauan

Kesejahteraan dari menanam jagung melenakan masyarakat, sehingga hutan terbabat habis

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menyampaikan apresiasinya atas sinergi pemerintah dan masyarakat yang bahu membahu membantu memulihkan masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Menurutnya, saat ini kondisi pasca banjir di Bima dan Dompu berangsur mulai pulih.

Gubernur mengungkapkannya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir di Provinsi NTB, melalui virtual, Sabtu (10/04/21), yang dipimpin Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Menurutnya, tidak dapat dipungkiri, kesejahteraan dari menanam jagung banyak masyarakat yang terlena, sehingga tanpa disadari banyak hutan-hutan habis terbabat.

“Musibah ini menyadarkan kita bahwa kegiatan penghijauan adalah kebutuhan untuk sekarang dan untuk masa yang akan datang,” jelasnya.

Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini menjelaskan, untuk menekan illegal logging, pihaknya sudah melakukan moratorium kayu dari pulau Sumbawa dan Lombok keluar untuk sementara waktu.

“Alhamdulillah kami mampu menekan ratusan kayu yang hampir tiap saat diseberangkan ke luar daerah. Karena ketegasan staf angkatan darat, apabila ada oknum yang melanggar akan dipecat,” ungkap Dr. Zul.

Gubernur berharap, kecintaan Kepala BNPB dengan program penanaman pohon bernilai ekonomis tersebut dapat mengembalikan hutan lindung, serta meminimalisir terjadinya banjir bandang di NTB.

Apalagi di sebagian wilayah di NTB khususnya kawasan Mandalika Lombok Tengah, akan dijadikan lokasi event internasional.

“Kami akan bersinergi dengan bupati dan walikota bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk melakukan gerakan penghijauan kembali,” kata Gubernur.

Program pasca banjir

Dalam kesempatan itu, Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri menyampaikan harapan terkait dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk mempercepat penanganan kawasan hutan penyangga debit air hujan.

Banjir bandang yang melanda 6 kecamatan di Kabupaten Bima disebabkan meluapnya air di Dam Pela Parado, karena intensitas hujan cukup tinggi menyebabkan hutan penyerapan air di sekitar kawasan rusak parah.

“Kami harapkan adanya program pasca bencana,” harapnya.

Sementara dalam penanganan infrastruktur, terutama jembatan yang putus, TNI dan Polri sudah mengerahkan pasukan serta kapal perang yang membawa peralatan untuk membangun jembatan di Desa Polo dan Rade yang menghubungkan akses keenam desa lainnya.

BACA JUGA:
Doni Monardo Sampaikan Solusi Meminalisir Banjir Bandang

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini TNI Polri bahwa pembangunan jembatan bisa langsung dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, kami juga telah menerima bantuan dari Bapak Presiden sebanyak 13 ribu paket sembako yang dibagikan ke kecamatan terdampak,” tutup Bupati Bima.

Dalam rapat penanganan banjir bandang tersebut, dihadiri oleh Walikota Bima, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Utara, Bupati Dompu, Danrem 162/Wira Bhakti, POLDA NTB, Lanal Mataram, Lanud Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) serta unsur pemerintah lainnya.

Manikp




Doni Monardo Sampaikan Solusi Meminimalisir Banjir Bandang

Alih fungsi hutan ke jagung secara ekonomi untung, dampaknya timbulkan bencana

MATARAM.lombokjournal.com

Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, menyampaikan beberapa solusi untuk meminimalisir potensi banjir bandang, serta mengatasi permasalahan hutan gundul yang dihadapi NTB, terutama di wilayah Kabupaten Bima dan Dompu.

Hal tersebut diungkapkannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir di Provinsi NTB, melalui virtual, Sabtu (10/04/21).

Dikatakannya, penanganan bencana banjir akibat alih fungsi hutan di Provinsi NTB memerlukan kebijakan yang tepat dan strategis.

Ia meminta pola penanganan hutan gundul harus diubah dengan melibatkan masyarakat dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Salah satu solusi yang dimaksudkan Doni, melalui pola penanaman kembali pohon-pohon dengan nilai ekonomis sekaligus berfungsi sebagai penyerap air hujan yang kuat. Seperti; kopi, alpukat, kelengkeng dan ada banyak jenis tanaman lain yang bisa dengan sistem tumpang sari dengan tanaman jagung.

Ia menyaksikan proses alih fungsi lahan, dari hutan ke jagung. Memang secara ekonomi untung, tapi dampaknya menimbulkan bencana berkepanjangan.

“Silahkan bertanam, bertani dan berkebun. Tapi harus ada dua aspek yang seimbang. Alam dijaga, alam juga akan jaga kita. Kita merusak alam, alam rusak kita,” tegas Doni.

Dalam menjalankan program ditekankannya, agar program yang berhubungan dengan ekosistem harus melibatkan rakyat, tidak boleh berorientasi proyek, karena akan gagal.
Harus berorientasi masyarakat dan kesadaran untuk memperbaiki lingkungan.

“Untuk langkah awal, kita pilih desa yang punya komitmen. Kepada para bupati mohon menunjuk salah satu desa yang dinilai mampu menjalankannya. Jika ini sukses, desa lain akan ikut. Kita butuh percontohan dulu. Dan bibit pohonnya kita berikan secara gratis kepada masyarakat,” ungkapnya.

Jika penanaman pohon-pohon bernilai ekonomis itu sukses dilakukan di hutan-hutan NTB maka harapannya, dalam 5 tahun kedepan, wilayah NTB secara keseluruhan bisa terhindar bencana banjir bandang.

BACA JUGA:
Gubernur: Musibah Banjir Bandang Menyadarkan Pentingnya Penghijauan

Selain meminimalisir datangnya bencana, masyarakat diharapkan tetap berpenghasilan, tapi juga tetap menjaga alam. Namun dalam menjalankan program tersebut, Doni meminta keterlibatan Universitas Mataram untuk melakukan riset terkait dampaknya.

Dalam rapat penanganan banjir bandang tersebut, dihadiri oleh Walikota Bima, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Utara, Bupati Dompu, Danrem 162/Wira Bhakti, POLDA NTB, Lanal Mataram, Lanud Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) serta unsur pemerintah lainnya.

Manikp




Lancar, Distribusi Bantuan dan Penanganan Fasilitas Publik Akibat Banjir Bandang di Bima

Bantuan logistik yang masuk langsung didata dan distribusikan

BIMA.lombokjournal.com –-

Penanganan distribusi bantuan korban banjir bandang, termasuk penanganan berbagai fasilitas publik di wilayah terjadinya bencana banjir bandang Kabupaten Bima, berjalan baik dan lancar.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Ir. Zainal Abidin menyampaikan itu di Posko Satgas Bencana Alam Banjir Kabupaten Bima, Minggu (11/4/2021) di Kantor Bupati Bima Godo, Kecamatan Woha.

Menurutnya, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, telah menghimbau untuk berkoordinasi dan sinergi dengan Pemkab Bima dan Satgas.

“Untuk mengawal bantuan dengan baik dan segera memperbaiki berbagai fasilitas publik pasca banjir,” kata Kalak BPBD Provinsi NTB tersebut.

BACA JUGA:

Tim BPBD Provinsi NTB sejak awal sudah di Bima untuk melakukan pendataan dan assessment. Hingga sekarang, bersama BPBD Kabupaten Bima dan Satgas, tim BPBD NTB terus meng-update data.

Ada 2 posko dalam penanganan bencana banjir bandang ini. Posko Logistik yang berada di kantor BPBD Kabupaten Bima, dan Posko Induk di kantor Bupati Bima.

Tiap bantuan logistik yang masuk langsung didata dan distribusikan.

“Termasuk bantuan langsung dari Presiden RI, berupa 17 truk paket, yang berisi 13.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak,” kata Zainal.

Edy




Banjir Bandang di Kabupaten Bima Mulai Surut

TNI kesatuan Zeni akan membuatkan jembatan darurat di Kecamatan Madapangga

BIMA.lombokjournal.com

Kondisi saat ini, banjir bandang sudah surut, termasuk di area yang dekat dengan bantaran sungai.

Masyarakat yang sempat menempati posko darurat di sekolah, kantor atau tenda sudah kembali ke rumah masing-masing. Aktifitas perkantoran, lalu lintas dan penerbangan berjalan normal kembali.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bima, Aris Munandar menyampaikan itu saat ditemui, Minggu (11/04/21).

“Mereka sudah kembali beraktifitas, beraktivitas di kantor, di sawah dan ladangnya,” tuturnya.

Tentang 3 Jembatan di kecamatan Madapangga dalam waktu 2-3 hari kedepan akan dibuatkan jembatan darurat oleh TNI kesatuan Zeni. Sedangkan fasilitas umum dan sosial lainnya akan direvitalisasi, bersama TNI/Polri, relawan, perangkat desa, dan komponen lainnya.

“Sehingga kami terus bersinergi dan berkoordinasi untuk merevitalisasi fasilitas umum, seperti jalan raya, puskesmas, kantor-kantor,” tandasnya.

Dijelaskan, masing-masing perangkat daerah lingkup Pemkab Bima juga ikut dilibatkan dan bertanggungjawab melakukan revitalisasi fasilitas umum dan sosial.

BPBD telah mendirikan 4 posko umum yang memiliki dapur umum maupun posko kesehatan, untuk menfasilitasi warga yang terdampak banjir.

Sejak awal, ketika banjir mulai surut pada Sabtu (3/4/2021) yang lalu, bantuan dan perhatian berdatangan terus. Pemerintah Provinsi NTB sudah 2 kali mensupport. Bahkan H+1, Gubernur NTB, langsung turun ke lapangan menemui warganya.

“Saat itu Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Bima, Hj. Dinda Damayanti Putri, bergerak cepat turun mensupport dan menyerahkan bantuan ke warga,” jelas Aris.

Bantuan datang dari berbagai komponen, dari Presiden RI, Kementerian Sosial RI,
Pemerintah Provinsi NTB, Pemkab Pemkab Bima, BUMN/BUMD, TNI/Polri dan Kabupaten/Kota lain yang ada di NTB.

“Yang lebih mengharukan adalah kepedulian saudara-saudara kita dari berbagai kecamatan untuk memberikan donasi berupa nasi bungkus, tempat tidur, air mineral dan lainnya, pada hari ke 2-3 hingga saat ini,” ungkap mantan kabid pada PUPR Pemkab Bima ini.

Dijelaskan, Bencana yang melanda Kabupaten Bima pada awal April lalu merupakan bencana Hidrometeorologi. Ada 3 bencana alam yang terjadi, yaitu pertama, bencana longsor di wilayah dataran tinggi tepatnya di kecamatan Parado.

Ke-dua, bencana abrasi pantai yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim di wilayah pesisir desa Sangiang kecamatan Wera, sehingga mengakibatkan gelombang air pasang.

Sedangkan yang ke-tiga, bencana banjir yang merendam 6 kecamatan yaitu, kecamatan Monta, Belo, Bolo, Palibelo, Woha dan Madapangga.

Dari 6 kecamatan ini, 1 kecamatan hanya terpapar di area pertanian yaitu kecamatan Belo. Selanjutnya yang terpapar area pertanian dan 2 desa yaitu di kecamatan Palibelo. Tapi tidak signifikan seperti 4 kecamatan yang lainnya.

Ada 4 kecamatan lainnya yang terpapar sangat parah. Bahkan area cakupannya hingga menggenangi 45 desa. Akibatnya, ada 10.185 kepala keluarga (KK) terdampak dan 31.369 jiwa terdampak. Dan meninggal 2 orang. Kerusakan rumah warga, ada 363 rusak berat, rusak sedang sebanyak 2.542 buah dan rusak ringan sebanyak 2.642 buah rumah.

BACA JUGA:

Kerusakan fasilitas umum dan sosial di antaranya ada 49 fasilitas pendidikan, 29 fasilitas kesehatan, 25 fasilitas ibadah, 30 perkantoran, 1 embung dan 5 ruas jalan. Jembatan beton ada 3 buah yang rusak berat, 10 buah yang rusak ringan. Jembatan gantung ada 2 yang rusak berat.

Kerusakan pada area pertanian sebanyak 4.415 Ha, tambak 1,112,5 Ha, ternak 8.522 ekor, rumah garam 59 buah, irigasi 56 unit.

Kerugian harta benda per tanggal 11 April 2021 pukul 18.00 Wita ditaksir sebesar Rp. 680 Miliar.

Edy




RTG Cepat Jadi Dilaunching Direktur PTI Kemenristek di Dusun Lokok Bengkok, Lombok Utara

Kemenristek serahkan rumah ramah gempa, pembuatannya 3 hari selesai

GANGGA.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH mendampingi Direktur Pengembangan Teknologi Industri (PTI) Kemenristek BRIN, BRIN Dr Eng Hotmatua Daulay MEng BEng melaunching Prototipe Rumah Tahan Gempa (RTG), di Dusun Lokok Bengkok Desa Segara Katon, Jum’at (09/04/21).

Sebeumnya, Bupati Djohan Sjamsu dan Wabup Danny Karter mendampingi Direktur PPTI Kemenristek BRIN membuka Fous Group Disccusions (FGD) dengan tema Inovasi Wisata Berbasis Potensi/Kekayaan Lokal.

Direktur PPTI Kemenristek BRIN Dr Eng Hotmatua Daulay MEng BEng mengatakan, hari ini dilakukan serah terima sementara, berupa rumah ramah gempa.

“Ini merupakan hasil riset antara Undip, BPPT, PT Terryham Proplas. Kegiatan kita tahun 2019, ada beberapa contoh rumah kita buat yang pembuatannya sangat cepat, 3 hari bisa jadi,” terangnya.

Dijelaskan pula, rumah ini tidak perlu dicat, kalau cukup kotor lap pakai sabun. Dan disarankan bagi tempat terdampak bencana karena cepat jadi. Ketika terjadi bencana masyarakat tidak tinggal di tenda.

BACA JUGA:

“Maka kami sarankan kepada Pemda untuk menginventaris modul supaya bisa dibikin cepat. Hari ini kita serahkan sementara dan sengaja kita pilih di sini agar bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Harapan kita bisa jadi tempat wisata. Ini (baru) satu-satunya dibuat di Indonesia,” harapnya.

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH memaklumkan bahwa rumah tersebut bukan rumah bantuan gempa, tapi rumah contoh yang dihasilkan oleh para ahli bekerja sama dengan Menristek.

Dikatakan juga oleh bupati dua periode ini, kenapa di tempat itu dijadikan lokasi prototipe supaya tidak terlalu jauh dengan jalan. Selain itu juga bisa digunakan untuk rumah tahan gempa bantuan Presiden.

“Saya rasa ini cukup bagus tinggal kita pesan di Semarang bahannya, tidak perlu berbulan-bulan cukup 4 malam selesai. Atas nama Pemda KLU berharap warga bisa tertarik dengan rumah ini. Lombok Utara masih sekitar 18 ribu rumah RTG yang belum jadi,” kata Bupati Djohan Sjamsu.

Dikatakannya, kemarin pihaknya mengutus Wakil Bupati Lombok Utara untuk menemui BNPB. Dari laporan Wabup, itu kesalahan daerah, karena daerah tidak pernah melaporkan kondisi obyektif pembangunan rumah ini.

Padahal 2,3 triliun uang negara sudah ditransfer ke Lombok utara. Ironisnya Lombok Utara tidak bisa menyelesaikan 18 ribu rumah, sampai hari ini masih belum terbangun.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur PPTI Kemenristek BRIN dan rombongan yang menyeponsori pembuatan bahan rumah sederhana dan sangat kuat dan tahan gempa,” pungkasnya.

Selain Wabup Danny Karter Febrianto ST MEng, hadir dalam kegiatan itu Kepala Balai Teknologi Polimer BPPT Dr Candra Liza, Wakil Rektor IV Unram Yusron Sa’adi PhD, Ketua LPPM Unram Muhammad Ali PhD, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Asisten II Setda KLU H Ir Rusdi MT serta para undangan lainnya.

BACA JUGA:

Rangkaian acara berjalan khidmat dan lancar dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19. Diakhiri serah terima rumah cepat mitigasi bencana oleh Direktur PPTI kepada Bupati Lombok Utara serta ramah tamah di Pendopo Gangga.

sap




Rehabilitasi Kantor Harus Dipercepat, Ini Harapan BPKAD KLU

Pihak BPKAD Lombok  Utara berharap, agar rehabiitasi gedung utama segera dilakukan rehabilitasi agar tidak menyebabkan dokumen di BPKAD rusak

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berharap rehabilitasi gedung (kantor) dapat dilakukan lebih cepat.

Desakan jajaran BPKAD itu bukan tanpa alasan. Sebab, cuaca yang tidak menentu menyebabkan kerawanan pada rusaknya berkas atau dokumen yang selama ini tersimpan di instansi kas daerah tersebut.

“Memang sempat kita khawatirkan dokumen basah, rusak dan sebagainya. Apalagi bagian atap juga ikut rusak akibat gempa,” kata Sekretaris BPKAD KLU, Adi Wibawa, S.Pt., Rabu (07/04/21).

Seperti kita ketahui, pascagempa 2018 silam, bangunan utama BPKAD KLU dinyatakan rusak sedang. Namun demikian, konstruksi atap bangunan utama cukup rawan.

Pihaknya khawatir, air hujan bisa merembes dan menyebabkan dokumen di BPKAD rusak.

Harapannya, banguna utama yang banyak menyimpan dokume itu bisa segera diperbaiki.

“Apalagi tamu Pak Kaban dari BPK, BPKP, DJPB dan instansi vertikal lain cukup banyak yang berhubungan dengan tugas BPKAD,” kata Adi Wibawa.

Ditemui secara terpisah, Plt. Kepala Dinas PUPR, Kahar Rizal, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Alfian Zubair mengakui, anggaran perbaikan gedung BPKAD berada di Dinas PUPR.

Anggaran yang disiapkan untuk merenovasi sejumlah Rp 600 juta, dimana tender proyek sedang berproses di ULP – Sekretariat Daerah.

“Kita perkirakan pertengahan bulan April, renovasi kantor sudah bisa dilakukan,” kata Alfian.

Dari hasil asesmen (penilaian) tim ahli konstruksi, gedung BPKAD kata Alfian dinyatakan rusak ringan. Diakui bagian atap rawan kebocoran, sementara pada konstruksi utama tidak mengalami kerusakan.

Pada proses perbaikan bangunan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPKAD dan pihak pelaksana kegiatan.

Belum diketahui, apakah gedung akan dikosongkan atau tidak jika mempertimbangkan gangguan selama pengerjaan.

Ast




NTB Diminta Waspada, Adanya Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Pemangku kebijakan di daerah diharapkan mengambil tindakan yang dianggap perlu guna mitigasi dan pengurangan risiko bencana

lombokjournal.com —

JAKARTA

Empat wilayah provinsi dI Indonesia yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali diminta waspada karena berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Peringatan itu disampaikan Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB berdasarkan Informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melalui siaran persnya yang diterima medai,  Kamis (08/04/21).

Disebutkan, berdasarkan prakiraan cuaca, adanya Siklon Tropis Seroja yang diprediksi mengalami peningkatan dalam 24 jam ke depan.

Selain hujan lebat, gelombang setinggi 2.5 – 4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Kemudian tinggi Gelombang 4.0 – 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa

Berdasarkan analisa BMKG pada Kamis (08/04) pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis Seroja telah berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali atau 16.3 LS, 112.6 BT, atau sekitar 890 kilometer sebelah selatan-barat daya Denpasar.

Bila dilihat dari perkembangan arah geraknya, siklon tropis ini cenderung bergerak menuju ke barat-barat daya dengan kecepatan 16 knots atau 29 kilometer per jam menjauhi wilayah Indonesia. Kekuatannya terpantau 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 995 hPa.

Selanjutnya, menurut prediksi BMKG dalam kurun waktu 24 jam atau pada Jumat (9/4) pukul 07.00 WIB, posisi Siklon Tropis Seroja akan berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali atau 18.7 LS dan 110.4 BT, atau sekitar 1.120 kilometer sebelah selatan barat daya Denpasar dan dipastikan menjauhi wilayah Indonesia.

Kekuatannya diperkirakan akan mencapai 55 knots atau mencapai 100 kilometer per jam dengan tekanan 982 hPa.

Melihat adanya hasil analisa dan prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG tersebut, maka pemangku kebijakan di daerah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan mengambil tindakan yang dianggap perlu guna mitigasi dan pengurangan risiko bencana untuk ke depannya.

Selain itu, masyarakat juga diminta waspada dan dapat mengantisipasi segala sesuatu dalam kaitan potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca tersebut.

Dalam hal ini, masyarakat diharapkan selalu memantau perkembangan data dan informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan mengikuti segala arahan dari pihak berwajib.

Rr