Benarkah ada Negara yang membenci Indonesia?

lombokjournal.com

MEMANG, sejauh ini tidak ada negara yang menjadi musuh dan secara resmi “membenci” atau bermusuhan dengan Indonesia. Konfrontasi antara Indonesia dengan negara lain (Malaysia) terakhir kali terjadi pada 1963. Dengan politik bebas aktif yang dianutnya, Indonesia mampu terhidar dari persaingan blok-blok ideologi.

Saya lantas mencari-cari jawaban atas pertanyaan, negara mana yang membenci Indonesia? Belum ada kajian khusus mengenai bagaimana negara lain memandang Indonesia. Padahal kajian serupa terhadap Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan sudah ada di Pew Research.

Saya kemudian mencoba untuk mencari dengan kata kunci yang lebih spesifik seperti negative view toward Indonesia dan how countries view Indonesia. Hasilnya saya menemukan dua buahbuku yang membahas mengenai bagaimana warga negara lain memandang Indonesia.

Buku pertama berjudul Stranger Nextdoor? Indonesia and Australia in the Asian Century, penyunting (editor)nya Tim Lindsey dan Dave McRae. Buku kedua berjudul Indonesia-Malaysia Relations, Cultural Heritage, Politics, and Labour Migrants karangan Marshall Clark dan Juliet Pietsch.

Buku pertama membahas mengenai hubungan dua negara bertetangga, Indonesia dan Austalia. Keduanya sama-sama membutuhkan satu sama lain dan sejak masa yang lama memiliki ikatan atau hubungan yang berkelindan.

Indonesia dengan populasinya yang besar adalah pangsa pasar produk-produk peternakan seperti daging dan susu serta gandum, yang banyak dihasilkan Australia. Bagi Indonesia, Australia adalah salah satu investor utama sekaligus negara penyumbang turis terbesar.

Namun, hubungan antara keduanya tidaklah benar-benar manis. Khususnya Australia, tidak banyak yang menganggap Indonesia sebagai negara yang disukai.

Hanya 43 persen saja yang mengaku menganggap Indonesia sebagai hal yang positif. Sisanya ada yang menganggap negatif, biasa saja, dan sebagian lain tidak tahu. Angka 43 persen ini cukup rendah bila dibandingkan negara-negara lain yang juga masuk dalam survei tingkat “kefavoritan” masyarakat Australia.

Jepang dan Singapura misalnya, 80persen dan 76 persen masyarakat Australia menganggap kedua negara sebagai hal yang positif. Malaysia dan Filipina pun mendapat angka yang lebih tinggi meskipun secara umum masyarakat Australia tidak lebih mengetahui kedua negeri  itu daripada mengetahui Indonesia. Skor yang didapat Malaysia dan Filipina masing-masing 58 persen dan 53 persen.

Kemudian timbul pertayaan, apa penyebab cukup rendahnya orang Australia yang memandang Indonesia secara positif? Dugaan kita mungkin akan mengarah pada ketidaktahuan orang Australia tentang Indonesia.

Namun, hal yang terjadi justru sebaliknya. Indonesia ternyata bisa dikatakan sangat dikenal di Australia. Hal yang berkontribusi pada rendahnya pandangan positif Australia terhadap Indonesia adalah Indonesia belum dianggap benar-benar penting dari segi ekonomi, dibandingkan Tiongkok atau Jepang misalnya. Menurut saya, eksekusi mati atas pelaku pengedaran narkoba asal Australia serta meningkatnya radikalisme Islam turut berkontribusi pada hal ini.

Buku kedua membahas hubungan Indonesia-Malaysia. Keduanya sering dijuluki sebagai negeri serumpun atau jiran (tetangga). Namun, selama hubungan kedua negara terjalin, banyak up dan down-nya.

Buku ini menyajikan data tahun 2007 dari Asia Barometer Survey. Menurut data tersebut 65 persen orang Indonesia menganggap Malaysia dan pengaruhnya sebagai hal yang positif. Sementara itu, sebaliknya hanya 39 persen saja orang Malaysia yang menganggap Indonesia dan pengaruhnya sebagai hal yang positif.

Malaysia

Usaha-usaha untuk mendekatkan kedua negara kelihatannya berhasil di tataran politik dan kenegaraan. Selain memiliki batas darat dan laut satu sama lain, keduanya sama-sama beragama mayoritas Muslim, sama-sama menggunakan bahasa Melayu (eventually menjadi bahasa Indonesia dan Malaysia), aktif di OKI dan ASEAN.

Namun, dalam tataran akar rumput, masyarakat kedua negara masih memiliki trust issues di antara mereka.

Penyebab pandangan Malaysia yang cenderung negatif terhadap Indonesia umumnya dialamatkan pada isu atau masalah seputar budaya. Dalam kasus ini pihak Indonesia serta warganetnya menyerang pihak Malaysia sebagai pengklaim dan pencuri budaya.

Keberatan dari pihak Malaysia adalah suatu budaya seharusnya dianggap sebagai milik bersama karena Malaysia dan Indonesia dahulu memiliki ikatan dan konektivitas yang sangat erat terutama antara Semenanjung Malaya dengan Sumatera (dan sedikit banyak Jawa dan Sulawesi Selatan). Wajar saja apabila ada kesamaan antara kedua negara.

Hal lain yang berkontribusi pada perasaan negatif serta perasaan benci orang Malaysia terhadap Indonesia adalah persoalan teritori yang belum terselesaikan, terutama Blok Ambalat.

Warganet Indonesia serta merta masih mempermasalah soal Pulau Ligitan dan Sipadan yang pada tahun 2000 telah ditetapkan oleh Mahkamah Internasional di Den Haag sebagai wilayah Malaysia dengan argumentasi seputar “efective control”.

Masalah asap yang kian mengganggu pun menimbulkan perasaan geram di antara masyarakat Malaysia.

Asumsi salah seorang teman saya di kampus, Malaysia memandang Indonesia sebelah mata bukan cuma karena permasalahn atau isu-isu yang telah disebutkan dalam jawaban ini.

Faktor utama mengenai buruknya hubungan dua negara ini adalah dugaan adanya sikap dan rasa merendahkan di kalangan masyarakat Malaysia yang menganggap bahwa Indonesia adalah negara budak, pengekspor pembantu, dan bergantung pada Malaysia untuk menafkahi warganya.

BACA JUGA: Puisi Bisa Meningkatkan Kesehatan

Jadi, tidak ada negara yang (benar-benar) membenci Indonesia. Tidak pula saya temukan data konkret mengenai tingkat kefavoritan Indoensia di mata negara lain selain Australia dan Malaysia. Semoga hubungan antarbangsa dapat menjadi lebih positif dan saling menguntungkan satu sama lain. Terima kasih, tabek!

Muhammad F. Agha Ansori

Quora




10 ribu Paket Sembako untuk Pesantren dari Presiden Jokowi

Para Penerima bantuan paket sembako adalah berasal dari pondok pesantren NU, Muhammadiyah, NW dan lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Presiden Joko Widodo memberikan 10 ribu paket sembako untuk masyarakat miskin yang terdampak Covid 19 dan bantuan Ramadhan.

Penyerahan simbolis oleh Perwakilan Sekretaris Negara, Yuliani, kepada Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah

“Bantuannya diserahkan ke 13 pesantren di NTB. Nanti pihak pesantren yang akan menyalurkannya bagi mereka yang membutuhkan”, ujar Yuliani, perwakilan Sekretaris Negara di kantor Gubernur, Selasa (04/05).

Paket berisikan beras sebanyak lima kg, 1 liter minyak goreng, biskuit, teh dan lainnya langsung diterima simbolis oleh Gubernur DR Zulkieflimansyah dan langsung diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren.

Dikatakan Yuliani, bantuan 10 ribu paket sembako untuk NTB, ini, adalah bagian dari agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur(NTT), yang juga menyerahkan bantuan sembako sebanyak 23 ribu paket. Para Penerima bantuan paket sembako adalah berasal dari pondok pesantren NU, Muhammadiyah, NW dan lainnya.

BACA JUGALombok Food Festival, 14 Hari 421 Juta Transaksi

Gubernur DR Zulkieflimansyah mengatakan bantuan sembako diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok selama Ramadhan.

jm




Lombok Food Festival, 14 Hari 421 Juta Transaksi

Lombok Food Festival diharapkan menjalin networking yang semakin luas, semakin dikenal dan diminati pasar

MATARAM.lombokjournal.com

14 hari penyelenggaraan Lombok Food Festival di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, menghasilkan transaksi senilai 421 juta rupiah.

Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menutup festival tersebut, Senin (3/5), mengatakan, semoga kegiatan Lombok Food Festival yang diselenggarakan oleh Lombok Womenpreneur Club (LWC) serta bekerjasama dengan berbagai pihak, ini, dapat menginspirasi perempuan-perempuan NTB untuk terus berkreasi dan berkarya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

Ia juga berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin networking yang semakin luas agar produk-produk olahan makanan hasil NTB dapat semakin dikenal dan diminati pasar.

“Melalui kegiatan Lombok Food Festival ini saya berharap akan ada banyak inspirasi yang lahir, akan terbangun juga networking yang semakin luas dan baik,” ucap Bunda Niken – sapaan akrab Ketua TP. PKK, ini.

Ke depan Bunda Niken juga berharap kegiatan ini dapat semakin terkonsep dengan baik dan semakin sukses.

BACA JUGA:

Sementara itu, Indah Purwanti selaku ketua panitia sekaligus Founder LWC, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival ini. Ia berjanji Lombok Food Festival ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan konsep acara yang semakin menarik.

“Insya Allah Lombok Food Festival akan dilaksanakan setiap tahun di Lombok Epicentrum Mall,” ungkap Indah.

Penutupan kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba fashion show anak, lomba mewarnai, lomba hafidz, cipta produk kreatif makanan, lomba rias kanvas, best millenial food, best tradisional food, dan lainnnya.

jm




Di Mareje, Penanganan Pandemi Covid-19 Berjalan Baik

LOBAR.lombokjournal.com

Pjs Kepala Desa Mareje, Subki merasa bangga karena desa yang begitu jauh dari perkotaaan dikunjungi oleh orang nomor satu di NTB.

Tentu ini merupakan kebanggaan yang sangat langka yang dirasakan oleh masyarakatnya. Ia mengakui, Desa Mareje hampir tidak pernah dikunjungan Kepala Daerah setingkat gubenur.

Penyerahan bantuan

“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih banyak kepada pak gubernur mau berkunjung ke desa kami yang jauh ini,” ungkapnya bangga..

ia juga menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 di desa berjalan sangat baik.

Bahkan selama pandemi mulai merebak di NTB, Desa Mareje merupakan salah satu desa yang tetap berada dalam zona hijau. Artinya, masyarakat tidak ada yang terpapar Covid-19.

Karena pihak Pemerintah Desa bersama Banbinsa, Banbinkamtibnas dan seluruh lapisan masyarakat bahu membahu mencegah penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah masyarakat desa kami tetap  bekerja dan berproduktif meski di tengah pandemi Covid-19. Sampai saat ini, kami masih zona hijau.” jelasnya.

Di sela-sela silaturahmi itu, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfotik, Karo Kesra lingkup Pemerintah Provinsi NTB juga menyerahkan bantuan sebanyak 50 paket sembako, 50 buah selimut dan sejumlah bantuan uang tunai untuk pembangunan masjid di desa tersebut.

Selain Kepala OPD lingkup pemprov NTB, kunjungan itu dihadiri oleh perwakilan anggota dewan Kabupaten Lombok Barat.

Manikp

@kominfo

Baca hal:  /

Baca hal sebelumnya: Di Desa Mareje, Gubernur Dr. Zul Semangati Warga di Tengah Pandemi




Gubernur Semangati Warga Mareje di Tengah Pandemi

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah masih menjadikan pelosok desa sebagai tempat favorit untuk dikunjungi dan betemu masyarakat.

Menyapa dan berdialog dengan warga desa merupakan salah satu cara untuk mendengar langsung berbagai masalah yang dikeluhkan masyarakat di tiap kunjungannya.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak, Doktor Zul sapaan akrabnya, memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat untuk tetap berproduktif di tengah wabah virus Corona.

Gubernur meyakini, pandemi ini akan segera berlalu dan masyarakat bisa menata hidup kembali yang lebih baik lagi.

“Kita tidak pernah menyangka bahwa pandemi ini akan berlangsung begitu lama. Untuk itu, mudah-mudahan kepala desa, tokok masyarakat, tokoh agama dan sebagainya tetap patuh menerapkan prokes di tingkat desa,” harap gubernur.

Itu dikatakannya saat bersilaturahmi bersama warga desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lmbok Barat, Senin (03/05/21).

Doktor Zul mengingatkan, terutama penerapan prokes menjelang hari raya Idul Fitri yang sebentar lagi disambut oleh umat muslim di seluruh pelosok.

Berkolaborasi bersama pihak terkait, baik TNI, Polri, tomat, toga dan seluruh elemen masyarakat agar tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Doktor Zul memuji suasana desa yang asri. Area persawahan yang menyejukkan dengan alam yang terbentang luas sebagai tanda, keharmonisan masyarakat dan kerukunan umat beragama begitu indah.

Tentu ini akan memberikan semangat untuk terus menjalin hubungan bersilaturahmi antara pemimpin dengan masyarakatnya.

Agar masalah yang dihadapi masyarakat dapat dibantu dan menemukan solusinya.

“Terus terang, pada masa-masa kampanye  kami telah berjanji kalau sudah jadi gubernur pasti kami akan mengunjungi kembali desa-desa. Semoga kebiasaan menyapa masyarakat desa terus kami dibiasakan. Jangan sampai kalau sudah jadi orang, kebiasaan bertemu dengan masyarakat hilang begitu saja,” ungkap Dr. Zul.

Berikutnya baca hal:  1  /  / Di Mareje, Penangan Pandemi Covid-19 Berjalan Baik

 

 

 

 




51 Warga Penyandang Disabilitas di Pemenang Terima Paket Sembako

PEMENANG.lombokjournal.com

51 warga di Kecamatan Pemenang penyandang disabilitas menerima bantuan Paket Sembako yang langsung diserahkan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Pemenang (03/05/21).

“Inilah hal yang dapat kami lakukan untuk polong rentenku (saudara-saudaraku) yang mengalami disabilitas. Mungkin tidak banyak, tetapi mudah mudahan dalam suasana puasa Ramadhan, ini bisa meringankan beban epe pada (kita semua) melaksanakan ibadah puasa,” tuturnya.

Bupati Djohan mengatakan kedatangannya bermaksud silaturahmi sekaligus memberikan bantuan Pemda Lombok Utara, sesuai anggaran yang diperuntukan, khusus bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Pemenang.

Para penyandang disabilitas diminta tetap bersyukur pada Allah SWT, karena masih diberikan kesehatan dan nikmat.

Dikatakan bupati, Pemda KLU berusaha memperhatikan kondisi masyarakat yang mengalami kekurangan secara fisik. Pihaknya berharap bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal.

“Alhamdulillah kahadiran tiang (saya) bersama jajaran menyerahkan bantuan sebagai sedikit upaya membantu masyarakat. Setidaknya lebih tenang menjelang Idul Fitri dan turut merasakan senang bersama. Semoga bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.

Pemda KLU sedang menghadapi bencana Covid-19 yang berdampak luar biasa. Cobaan dari Yang Maha Kuasa.

Sebelumnya juga telah dicoba dengan bencana alam gempa bumi yang dampaknya belum tuntas diselesaikan hingga saat ini.

Polong renten tiang (saudara-saudaraku) supaya tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan selalu menjaga jarak. Menularnya bisa melalui bersin dan bernafas. Lamun tokol rapet rapet (duduk berdekatan) bersentuhan bisa kena juga. Rajinlah cuci tangan,” tandasnya.

Pemda mengimbau dan meminta penegakan protokol kesehatan Covid-19 ditingkatkan.

“Lombok Utara sejak setahun silam hingga saat ini jumlah terpapar 253 orang, meninggal 15 orang, sembuh 218 orang dan yang masih rawat 20 orang. Jagalah diri kita, jagalah keluarga, jagalah tetangga dan lingkungan kita,” urainya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Drs Faisol menyampaikan tahun 2021, anggaran untuk penyandang disabilitas selama 6 bulan, bantuan sembako disesuaikan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA:

Pihaknya merinci Paket Sembako tersebut berisi satu tas beras 10 Kg, minyak 2 liter dan gula 2 Kg yang diterima sejumlah 51 warga di Kecamatan Pemenang.

Rangkaian acara berjalan lancar khidmat dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19. Diakhiri dengan pemberian bantuan Paket Sembako secara simbolis dari bupati kepada perwakilan beberapa warga penerima bantuan.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial PPPA Drs Faisol, Camat Pemenang Suhadman SSos, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Lalu Trimawan SH, serta para penyandang disabilitas dan wali dari penyintas.

wld




NTB Gemilang Dikritik Mahasiswa, Ini Respon Kadis Dikbud NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (Dikbud NTB), DR.H. Aidy Furqan, S.PD,M.PD seolah-olah sedang menghadapi aksi mahasiswa.

Dalam acara ‘Ngaji Refleksi’ BEM NTB Raya dan OKP se Kota Mataram, di Kedai Bawah Pohon, di Kekalik Mataram, Sabtu (01/05/21) malam, Aidy Furqan dihujani kritik tajam dan lugas yang disampaikan mahasiswa dari berbagai elemen OKP se Kota Mataram.

Sebelumnya, Korda BEM Raya NTB yang memandu dialog malam itu mengatakan, acara Ngaji Refleksi dihajatkan untuk mendialogkan isu-isu kedaerahan. Dan secara khusus mengevaluasi capaian-capaian enam program unggulan untuk mewujudkan tagline ’NTB Gemilang’.

Bukan sebatas sektor Pendidikan, kritik mahasiswa juga melebar ke ekonomi, Pariwisata, Kesehatan, lingkungan hidup, kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk perlakuan terhadap disabilitas.

Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), DR Safril yang malam itu juga menjadi nara sumber, menyebut beberapa program sebenarnya belum terlalu penting, misalnya program Zero Waste.

BACA JUGA: Pemprov NTB Minta SSJ Perbanyak Konten Lokal

Selain itu ia juga mempertanyakan apakah program sepeda dan motor listrik itu benar-benar dibutuhkan untuk saat ini di NTB. Sebab NTB bukanlah Jakarta yang tingkat polusinya sangat tinggi sehingga dibutuhkan kendaraan listrik.

“Apakah program itu memang dibutuhkan masyarakat, atau sekedar pencitraan,” kata Safril

Gubernur Zulkieflimansyah yang diharapkan hadir sedang melakukan perjalanan dinas ke Jawa Timur, salah satunya menemui keluarga dari salah satu prajurit yang menjadi korban musibah KRI Nanggala 402.

Sedang anggota DPRD NTB, Mori Hanafi, yang diundang juga tak kunjung datang tanpa penjelasan.

Ketidak hadiran keduanya memicu kritik, sebab mahasiswa menghendaki dialog langsung dengan Gubernur Zukieflimansyah. Rupanya ketidak hadiran gubernur itu memicu kekesalan mahasiswa.

“Saya harapkan gubernur yang malam ini menemui mahasiswa. Kita ingin menyampaikan langsung, bahwa NTB gagal gemilang. Yang berhasil hanya pencitraan,” kata mahasiswa yang mengaku dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Akhirnya H AIDY Furqan yang malam itu menjadi nara sumber mewakili gubernur, merespon mahasiswa yang mengevaluasi capaian progam-program strategis kepemimpinan Zul-Rohmi.

“Saya merasakan apa yang kini dirasakan adik-adik mahasiswa. Semua masukan itu akan menjadi rekomendasi,” kata Aidy Furqan yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Uniersitas Matara semasa menjadi mahasiswa FKIP.

Ia menjawab kritik tentang angka drop out SMA maupun program 100 cendekia dan bea siswa, dengan menyodorkan data-data capaian target Pendidikan. Furqan juga sempat menyinggung revitalisasi Posyandu Keluarga, termasuk memperhatikan masukan perlunya tempat ibadah yang ramah disabilitas.

Terkait tagline NTB Gemilang Aidy Furqan menjelaskan, bahwa itu menjadi pendorong semangat bahwa apa yang bisa dilakukan daerah, NTB juga bisa melakukan hal yang sama. NTB juga bisa.

“Kita mendorong, termasuk melalui program-program unggulan. Apa pun hasilnya, yang jelas saat ini kita sedang berproses. Karena itu, masukan-masukan yang baik itu, sampaikan secara tertulis,” kata Aidy Furqan.

Acara Ngaji Refeksi itu dihadiri perwakila OKP dari IMM, KAMMI, GMNI, HIMMA NW, HMI MPO, LMND dan BEM NTB Raya.

Rr




Gubernur Serahkan Bantuan untuk Istri Salah Satu Korban  KRI Nanggala 402

JAWA TIMUR.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyerahkan bantuan kepada salah satu istri dari 53 prajurit yang gugur bersama KRI Nanggala 402 yang tenggelam pada bulan lalu.

Auliana Marida asal Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Ia merupakan istri dari Sertu Kom Achmad Faisal yang telah gugur, yang dinikahi almarhum pada tahun 2018 dan dikarunia 1 orang anak.

Kunjungan orang nomor satu di NTB itu untuk memastikan, pemerintah hadir memberikan dukungan kepada keluarga korban agar tak berlarut dalam kesedihan.

Kunjungan itu berlangsung di kediaman istri korban di Perumahan Quality Riverside Blok BB 17 Kemasan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (01/05/21).

“Kami datang dari NTB untuk memberikan semangat kepada Auliana. Artinya, Aulia tidak sendiri menghadapi cobaan ini, banyak orang yang mendukung jadi harus tetap sehat dan mengikhlaskan yang sudah terjadi,” kata gubernur di hadapan ibu satu orang anak itu.

Pada moment silaturahmi itu, wanita asal kota Bima tersebut juga didampingi oleh mertua dan adik iparnya yang datang dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Pekalongan merupakan kampung halaman prajurit bangsa Ahmad Faisal.

Nampak jelas diraut wajahnya, Auliana belum siap menghadapi ujian yang menimpa dirinya dan anak semata wayang.

“Kita sama-sama dari NTB, kita adalah keluarga besar. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bertemu dengan mbak Aulia,” pinta Dr. Zul berusaha menyemangati istri korban.

Untuk membantu kehidupan istri dan anak korban tersebut, Gubernur menawarkan pekerjaan yang layak kepada mahasiswi Jurusan IT itu sebagai pegawai Bank NTB yang memiliki cabang di Jawa Timur.

BACA JUGA:

Pokoknya Pemerintah Provinsi NTB akan selalu membantu warga asal Kota Bima itu. Mengingat peristiwa itu merupakan yang pertama kali dalam sejarah kemaritiman TNI AL.

Kemudian gubenur menyerahkan buku tabungan dan sejumlah uang tunai kepada istri korban tersebut.

“Saya juga kaget, ternyanta istri dari salah satu korban itu adalah warga kami sendiri. Namun, segala sesuatu yang membuat kita sedih, pasti Allah akan membalas dengan kebaikan luas,” harap Dr. Zul yang didampingi Dirut Bank NTB Syaraiah, Kukuh Rahardjo.

Bahkan gubernur akan menyediakan beasiswa pendidikan bagi putra almarhum Ahmad Faisal melalui kerja sama dari Bank NTB Syariah.

Artinya, Pemerintah Provinsi NTB akan selalu terbuka bagi keluarga kecil almarhum.

Bahkan Bang Zul juga memberikan kesempatan untuk Mbak Aulia memulai karir kembali di bidang perbankan sesuai dengan pengalaman kerja yang sudah dimilikinya.

“Alhamdulillah Pemda NTB sedikit bisa membantu meringankan beban keluarga serta memberikan beasiswa untuk Putra beliau dari Bank NTB Syariah, ” tutur Bang Zul.

Menanggapi silaturahmi itu, Auliana Marida merasa semangat dan bangga ketika pertama kalinya dikunjungi oleh gubernurnya sendiri.

Diakuinya, duka dan air mata memang menjadi teman setiap saat dikala ia mengenang masa-masa bersama suaminya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada bapak gubernur NTB yang datang dari jauh untuk mengunjungi dan memberi semangat kepada saya,” ungkapnya.

Aulia mengakui, untuk beberapa bulan ke depan ia belum ingin pekerjaan apa pun. Apalagi ketika ia mengenang ketika suaminya melarang kerja sejak pertama kali mereka menikah.

Ditambah lagi dengan keadaan psikologisnya terguncang saat ini yang belum siap menerima ujian yang dialami suaminya.

“Setelah kami menikah, suami melaramg kerja dulu. Hingga saat ini, Belum ada niat kerja, masih duka,” akuinya.

Manikpa

@kominfo




Bupati Akhiri Safari Ramadhan 2021 di Tampes Selengen

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menyelenggarakan rangkaian Safari Ramadhan di Masjid Nurul Iman Dusun Tampes Desa Selengen Kayangan (30/04/21).

Hadir pula Koordinator Tim V Kepala BPKAD KLU Sahabudin MSi, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Kepala Kemenag Lombok Utara H Muhamad Ali Fikri MH, Kadis Kesehatan dr H Lalu Bahrudin, Kepala Bappeda Heryanto SP, Kepala Desa Selengen Sudarto bersama para Toga, Toma, serta jama’ah masjid setempat.

Bantuan untuk mesjid Nurul Iman

Rangkaian kegiatan safari dimulai dengan sholat tarawih berjama’ah, diimami sekaligus ceramah dari Komisioner KPU KLU Dr HM Zakki Abdillah Lc. Ia menyampaikan, pentingnya landasan hidup dengan iman, taqwa, dan rasa syukur, sebagai solusi menuntaskan permasalahan.

Bupati Djohan saat Safari Ramadhan akhir kali ini, menyampaikan Ramadhan telah memasuki malam ke-19. Semoga do’a dan ibadah yang dilakukan diterima Allah SWT.

Rentenku selapuq (saudaraku semua), Tim Safari Ramadhan ini lima tim. Masing-masing tim berkunjung ke masjid menghadiri sholat tarawih pada lima kecamatan, sehingga jumlah keseluruhan dua puluh lima masjid yang yang dihadiri. Malam ini safari yang terakhir di bulan Ramadhan kali ini,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, dipermaklumkan kepada masyarakat bahwa kondisi APBD agak berat.

Anggaran pendapatan dan belanja daerah, akibat Covid turun 300 miliar, pendapatan asli daerah pun turun lebih dari 50 persen.

Dari kisaran 250 miliar menjadi 116 miliar rupiah. Kendati demikian, Bupati Djohan mengajak masyarakat senantiasa bersyukur dan bersabar, terlebih dalam Bulan Ramadhan.

“Salah satu aspek puasa yang dilatih adalah bersikap sabar. Usainya Ramadhan nanti, mendapatkan predikat insan yang muttaqien. Kalau kita pandai bersyukur kepada Allah SWT, akan ditambah nikmatnya kepada kita. Sebaliknya jika kita kufur, adzab pedih yang akan menimpa,” urainya.

Dikatakan, Lombok Utara mengalami dua peristiwa besar. Bencana alam gempa bumi di awal Agustus 2018, kini telah memasuki tahun ke-3. Dampaknya rumah rusak berat 56 ribu lebih hingga saat ini RTG tersebut belum tuntas pembangunannya.

Ada yang rusak sedang dan rusak ringan. Dari total rumah yang dibangun, sisanya 18 ribu lebih rumah yang segera diselesaikan.

BACA JUGA:

Mengingat masa tanggap darurat selesai Bulan April 2021, maka menjadi hal yang tidak mungkin menuntaskan pembangunan tersebut.

“Saya telah mengutus Wakil Bupati bersama Kepala BPBD ke Jakarta menghadap kepada BNPB. Meminta perpanjangan waktu untuk kita membangun daerah akibat gempa serta menggurus dana yang masih tertahan,” tandasnya.

Bupati mengimbau masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan, disiplin menggunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak. Lombok Utara hingga hari ini (Jum’at) konfirmasi positif 19 orang, meninggal 15 orang, sedangkan sembuh melebihi 200 orang.

“Jangan sampai ada lagi Covid menular ke lain orang. Untuk itulah saya menekankan pakailah masker, bersihkan lingkungan lingkup masing-masing untuk mencegah semakin mendalamnya Covid-19. Sedangkan untuk Hari Raya nanti, sholat id dilaksanakan di masjid masing-masing, dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan,” katanya.

Kades Selengen Sudarto menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada bupati dan rombongan.

Adanya kegiatan tersebut, masyarakat dapat mendekatkan dan mengeratkan tali silaturahmi dan kekeluargaan antara pemerintah dan pimpinan daerah dengan pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat.

Harapannya agenda turun ke masyarakat lebih ditingkatkan.

“Terus terang masyarakat ingin kehadiran bupati. Tidak harus setiap hari, sesekali sambangi dan datangilah kami masyarakat. Teriring do’a, semoga Allah menganugerahi kesehatan, taufik hidayah agar bupati dapat membawa Lombok Utara lebih baik lagi. Jika ada kekurangan dalam tata cara penyambutan, sebagai mukim Tampes Selengen dihaturkan maaf,” kata Kades.

Kegiatan berlangsung khidmat, diakhiri dengan penyerahan bantuan untuk Masjid Nurul Iman Dusun Tampes Selengan dari Baznaz KLU oleh Bupati Lombok Utara serta penyerahan bantuan Alqur’an oleh Kepala Kemenag Lombok Utara.

wld




1.205 Bencana Alam Terjadi Dari 1 Januari hingga 30 April 2021

lombokjurnal.com

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) mencatat 1.205 bencana alam terjadi di Indonesia pada periode 1 Januari hingga 30 April 2021.

Bencana hidrometeorologi dengan bencana banjir paling dominan terjadi di Indonesia sepanjang Januari hingga April 2021.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa hujan sebagai salah satu pemicu banjir dan longsor, masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah pada Mei 2021.

Bencana banjir menjadi kejadian yang paling sering terjadi dengan 501 kali, disusul angin puting beliung 339, dan tanah longsor 233.

Sebagai catatan, pada awal April 2021, curah hujan dengan intensitas sedang hingga deras terjadi di Kabupaten Bima, NTB. Hujan deras kemudian memicu terjadinya banjir di 29 desa di empat kecamatan yaitu kecamatan yaitu Madapangga (6 desa), Bolo (8 desa), Woha Desa Naru (8 desa), dan Monta (7 desa).

Akibat banjir ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bima mencatat 2 korban meninggal dunia. Lalu, lebih dari 9.425 KK atau 27.808 jiwa terdampak.

Banjir serupa juga menerjang beberapa daerah di Kabupaten Dompu, demikian juga beberapa desa di Kabupaten Lomok Tengah terendam banjir.

Sebelumnya, bulan Januari, permukiman pengungsi Gempa di Lombok Utara terendam banjir akibat hujan deras disertai angin kencang. Puluhan kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir merendam rumah warga.

Jembatan yang menghubungkan dua dusun terputus, yakni Dusun Gerenggeng dan Dusun Dasan Tengak Pekatan Desa Jenggala, yang merupakan akses satu-satunya jalan keluar Dusun Gerenggeng ke desa ataupun ke kota kecamatan.

Selain itu, di Dusun Kerakas Desa Genggelang, sebanyak 34 KK dan 117 jiwa rumahnya terendam air pasang. Pengungsian Di Montong Dewa Dusun Karang Bedil Desa Gondang ada 71 KK dan 227 jiwa lokasi pengungsian warga terdampak gempa diporak-porandakan angin kencang disertai hujan lebat.

BACA JUGA:

Dilihat dari periode waktu tersebut, total jumlah kejadian mengalami kenaikan 1 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan korban meninggal, total jumlah mengalami kenaikan 1,83 persen.

Berikut ini rincian kejadian bencana alam pada periode 1 Januari 2021 hingga 30 April 2021.

Banjir 501 kejadian, angin puting beliung 339, tanah longsor 233, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 97, gempa bumi 18, gelombang pasang dan abrasi 16, dan kekeringan 1.

Rr