Warige dan Jangger Sasak Jangan Dilupakan

Mi6 dan Publik Institut NTB khawatir,  budaya seni Sasak masuki fase punah

MATARAM.lombokjournal.com

Budaya Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat mulai seni tari, pewayangan, alat musik tradisional hingga sistem penanggalan atau kalender, dikhawatirkan memasuki fase kepunahan.

Lalu Athari, Hendra Kesumah, Bambang Mei dan Ahmad SH

Sebab beragamnya budaya Sasak tapi tidak diimbangi literasi khusus kebudayaan Sasak, maupun mempromosikan secara aktif jenis-jenis kesenian tradisional tersebut.

Ancaman kepunahan pun menjadi semakin nyata seiring perubahan zaman. Milenial semakin melupakan kebudayaan asal.

Era teknologi menyeret khazanah Sasak tergerus di ambang pintu kepunahan.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik, Mi6 dan Publik Institut NTB , menyoroti tanggalan Sasak Warige yang sudah hampir tidak dikenal. Padahal, sistem penanggalan leluhur tersebut cukup berjaya tempo dulu.

Sistem kalender Sasak Warige merupakan penanggalan yang berdasarkan pengamatan peredaran bintang. Identik dengan bintang pleiades atau dalam bahasa Sasak disebut Bintang Rowot.

Bintang Pleiades atau Gugus Kartika adalah sebuah gugus bintang terbuka di rasi bintang Taurus. Gugus bintang tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang karena dekat dengan bumi.

Warige adalah penanggalan oleh masyarakat Sasak digunakan untuk menentukan hari baik dan buruk. Sehingga, untuk beraktivitas bertani, melaut maupun kegiatan kebudayaan dan keagamaan mengacu pada Warige.

Hal itu menjadi sorotan Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto didampingi  Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathulah, Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah dan Direktur Publik Institut NTB, Ahmad SH

“Warige itu menjadi rujukan oleh masyarakat Sasak dalam menentukan waktu yang baik atau waktu yang tidak baik,” ujar pria yang akrab disapa Didu, Sabtu (15/05/21) dini hari di Mataram.

Didu  mengatakan, zaman dulu tiap aktivitas masyarakat Sasak berpaku pada penanggalan Warige. Mulai dari bertani, melaut, acara budaya, acara hajatan atau yang berkaitan dengan keagamaan.

“Itu dulu. Tapi sekarang justru Warige mulai terlupakan. Bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan akan punah,” tuturnya.

Sekretaris Mi6, Lalu Athari  menambahkan, tanggalan Warige saat ini justru hanya digunakan pada acara Bau Nyale. Itu karena sudah banyak orang mulai lupa dan tidak mengetahui menggunakan Warige.

“Dari generasi ke generasi, kebudayaan Sasak mulai dilupakan. Warige salah satunya,” ujarnya.

NTB sebagai daerah pariwisata membutuhkan kesenian dan budaya sebagai bagian dari atraksi pariwisata. Untuk itu, campur tangan pemerintah diharapkan mampu mempertahankan budaya dan kesenian Sasak.

“Jika pemerintah hanya fokus pada pariwisata semata, tanpa merawat penunjang pariwisata yang menjadi bagian atraksi seperti seni dan budaya, itu sama aja bohong,” tandas Lalu Athari.

BACA JUGA: Optimisme IndustriaLisasi NTB di Masa BBI

Jangger Sasak, Simbol Perlawanan Perempuan

Baik Mi6 maupun  Publik Institut NTB melihat Seni tari Jangger Sasak juga mulai terlupakan.

Padahal, seni tari tersebut pada masanya selalu ramai digunakan saat acara hajatan baik pernikahan maupun sunatan.

Namun era saat ini, Jangger sudah mulai sepi peminat. Padahal, banyak nyawa bergantung hidup pada seni tari tersebut.

Direktur Publik Institut NTB, Ahmad SH menuturkan, saat ini  generasi milenial yang tidak paham arti sesungguhnya Jangger.

Banyak orang yang hanya melihat Jangger adalah sebuah hiburan erotis yang menampilkan perempuan dengan lekuk tubuh seksi menari di hadapan banyak pria.

“Padahal tarian Jangger Sasak ini memiliki filosofis yang justru sebagai bukti perempuan Sasak mempertahankan kehormatan mereka,” tambahnya.

Setiap gerakan Jangger memiliki filosofis yang menandakan perjuangan perempuan menjaga kehormatannya.

Biasanya, saat perempuan menari, akan datang seorang laki-laki yang ikut menari. Terkadang tangan nakal lelaki itu berusaha menjamah tubuh si penari perempuan.

Dari sanalah Jangger akan mengeluarkan gerak tari mempertahankan kehormatannya. Dia memiliki gerakan menangkis tangan nakal lelaki.

Baju penari juga cukup tebal untuk melindungi dirinya. Sementara di kepala si penari terdapat perhiasan yang berbentuk tajam, yang akan mengarahkan kepada si penyawer pria saat posisi si Jangger tertekan.

Gerakan Jangger seperti silat yang bersiap menangkis serangan. Di tangannya juga memiliki kipas yang akan menghalau penyawer nakal.

“Bahkan, gerakan kaki si penari berbentuk kuda-kuda dalam posisi siap siaga. Itu semua memiliki filosofis bentuk perlawanan perempuan menjaga kehormatan,”  tambah Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah.

Mi6 menyadari seni tari Jangger sudah mulai memasuki fase kepunahan. Itu karena peran pemerintah dinilai masih minim untuk terus mempertahankan budaya-budaya Sasak ini.

“Pemerintah kadang lupa, era modern yang membawa banyak teknologi dan industrialisasi, konsekuensinya tentu ada yang akan terlupakan. Yaitu seni-budaya tradisional kita. Itu juga akan tenggelam bersama kemajuan zaman jika tak terurus,” urai Hendra Kesumah.

Terkait adanya perubahan penari yang kerapkali berpenampilan seksi dalam seni tari tradisional maupun kontemporer Sasak, Ahmad SH  melihat itu hanya soal kedewasaan masyarakat dalam menikmati seni.

BACA JUGA: Gelombang Kedua Covid-19 di India

“Tidak perlu dikaitkan dengan religi. Seni itu murni ekspresi, bicara soal estetika. Religi itu ranah etik, sementara seni ranah estetik dan tidak berurusan dengan moral,” jelasnya.

Kesenian memang bukan kitab suci yang akan kekal sepanjang masa. Sudah menjadi hukum alam bahwa seni punya hak untuk lahir, berkembang dan mati.

Namun, menjadi kewajiban kehadiran pemerintah untuk mempertahankan seni dan budaya tetap terus hidup.

“Jadi jangan hanya dibuat mabuk dengan modernisasi dan industrialisasi, tapi seni budaya sendiri dilakukan. Itu ibarat anak kota yang tak tahu kampung asal jika seni dan budaya dilupakan,” tutur Ahmad SH yang juga aktivis Lingkungan dan  mantan pengurus teras di Walhi Nasional Jakarta.

Me




Idul Fitri, Bupati Ajak Warga KLU Bersatu

GANGGA.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menyampaikan momentum sholat Idul Fitri untuk mengajak bersyukur, lantaran rangkaian ibadah puasa ramadhan 1442 telah selesai dan terlalui dengan baik.

Bupati H Djohan Sjamsu

Hal itu dikatakannya saat Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaksanakan sholat Id di Masjid Ikhwanul Muttaqien Gondang Kecamatan Gangga (13/05/21). Masjid tersebut terdampak gempa tahun 2018, hingga kini memang belum rampung.

“Dua hal yang harus dilakukan guna mengakhiri Ramadhan. Pertama, berdo’a. Mudahan semua dipanjangkan umurnya dan diberikan keafiatan agar nantinya dapat melaksanakan puasa ramadhan 1443 yang akan datang. Kedua, menyelenggarakan sholat idul fitri setelah sebulan berpuasa. Semoga pula, ibadah dan seluruh amalan kita diterima oleh Allah SWT,” tuturnya.

BACA JUGA: Gubernur Sholat Idul Fitri di Lapangan Bumi Gora

Bupati Djohan pada  kesempatan tersebut memohon maaf secara pribadi, keluarga, maupun  Pemerintah Daerah Lombok Utara, seraya menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah.

Dikatakannya pula dampak setelah gempa belum terselesaikan secara keseluruhan. Lebih dari 18 ribu rumah belum terselesaikan. Lombok Utara terdampak pula Covid-19.

Menurutnya, seluruh polong renten (saudara-saudara semua) menyatakan berikan kesempatan sebaik-baiknya, seikhlas-ikhlasnya kepada Pemerintah Daerah untuk mengurai dan menyelesaikan persoalan satu per satu, dengan dukungan masyarakat.

“Semua persoalan, kalau dilakukan upaya bersama-sama akan mampu diselesaikan. Untuk diketahui bahwa yang menentukan nasib dan kemajuan Lombok Utara ke depan adalah masyarakat itu sendiri. Di dalam alqur’an dinyatakan Tuhan tidak akan mengubah nasib satu bangsa/kaum, sebelum bangsa/kaum itu mengubah nasibnya sendiri,” tandasnya.

Menurutnya, Pemerintah Daerah tidak akan mampu menyelesaikan sendiri persoalan Lombok Utara yang pelik tersebut, tidak bisa sepenuhnya mampu, kecuali bersatu padu kompak bersatu membangun daerah.

“Jika ada keliru mestinya diingatkan. Saya akan samiq’na waato’na insya Allah. Untuk itu dukungan kita semua rentenku, masyarakatku di Lombok Utara ini, kita sama-sama bangun daerah ini menjadi daerah yang  baldatun toyyibatun warobbun ghafur, dengan seadil-adilnya sebaik-baiknya. Kompak bersatu semua golongan membangun daerah,” urainya.

BACA JUGA: Usaha Online di Masa Pandemi

Khotib sekaligus Penghulu Desa Gondang, Saiful Wathon memaparkan meski dalam kondisi yang tidak biasa, dalam situasi Covid-19. Hari Raya Idul Fitri 1442, tidak mengurangi semangat masyarakat untuk hadir melaksanakan rangkaian sholat sebagai penyempurna ibadah puasa.

“Momentum Idul Fitri untuk meningkatkan kebaikan pada diri masing-masing dan kebaikan kita sinergikan untuk melahirkan amalan yang bermanfaat. Bagaimana ramadhan mendidik kita menjadi insan yang lebih baik,” imbuhnya.

Dikatakannya, ramadhan adalah semangat menanamkan nilai pada diri, baik nilai pengorbanan, keistiqomahan, kesabaran, ketaatan, kepedulian membangun dan berbagi karunia Allah SWT yang dilandasi iman dan amal.

BACA JUGA: Gelombang Dua Cvid-19 di India

Agar predikat insan muttaqien bisa diraih. Rangkaian acara Sholat Idul Fitri berjalan lancar khidmat dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19.

Hadir saat itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda KLU Simparudin SH, Plt Kadis Dukcapil Tresnahadi SPt, Kapolsek Gangga IPTU Remanto SH, tokoh agama, tokoh masyarakat beserta jama’ah masjid mukimin Gondang Gangga.

wld




Aktivitas Manusia Yang Merusak Lingkungan

Husnul Khatimah, mahasiswa Program Studi Administrasi Pubik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Ada dua hal yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup, yaitu karena peristiwa alam dan aktivitas yang dilakukan manusia. Di awah ini dijbarkan beberapa poin yang menggambarkan aktivitas manusia yang dapat menimbulkan resiko tersebut, di antaranya adalah:

  1. Penebangan Hutan (Deforestasi)

Aktivitas penggundulan hutan di Indonesia cukup tinggi. Dalam satu tahun, luas hutan yang mengalami deforestasi bisa mencapai 1,8 juta hektar. Jumlah ini setara dengan 21% dari 133 juta hektar hutan di Indonesia habis dibabat untuk kepentingan-kepentingan industri. Akibatnya, kelestarian flora dan fauna terancam, terjadi bencana alam, hingga penurunan kualitas udara bagi manusia.

  1. Pencemaran Udara, Air, dan Tanah

Masalah polusi tidak hanya terjadi di Jakarta saja. Pencemaran dialami oleh hampir seluruh wilayah Indonesia, meski memang daerah ibu kota memiliki angka tertinggi, baik untuk pencemaran air, tanah, dan udara.

BACA JUGA: Gelombang Kedua Covid-19 di India

Penyebab dari pencemaran ini bermacam-macam, seperti sampah di sungai, limbah pabrik ke lepas pantai, asap dari pembakaran pabrik, dan masih banyak lagi.

  1. Perburuan Liar

Aktivitas jual-beli hewan langka atau bagian tubuh hewan dapat merusak keseimbangan ekosistem. Akibatnya yang paling terasa adalah semakin langkanya hewan-hewan yang diburu secara liar dan organ tubuhnya diperdagangkan.

Organisasi sosial yang memberikan informasi dan analisis menganai status, tren, dan ancaman terhadapat spesies, dan mendorong mempercepat upaya konservasi, IUCN Redlist, menyampaikan keprihatinan. Sebab ada 76 spesies hewan Indonesia yang berstatus Critically Endangered, artinya kritis dan terancam punah.

Jika perdagangan ini dibiarkan begitu saja, maka hewan-hewan endemik Indonesia bisa hilang secara perlahan-lahan.

Yang dapat dan perlu kita lakukan adalah memperhatikan kelestarian lingkungan hidup tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga untuk hewan dan tumbuhan juga.

BACA JUGA: Tsunami Covid-19 Varian Baru di India

Apabila semuanya terjaga, maka keseimbangan kehidupan pun berjalan mengiringinya. Dengan begitu, sudah selayaknya bagi seluruh masyarakat Indonesia memperhatikan aktivitasnya agar tidak mengganggu kondisi lingkungan sekitar.***

 

 




Tsunami Covid 19 Varian Baru di India 

Irfan Nuri Sanjaya, mahasiswa Prodi Administrasi Publik,Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Tsunami Covid-19 di India bisa menjadi bencana global. Lonjakan kasus positif Covid-19 di India bisa juga terjadi di negara lain.

Sebelum Covid-19 di India mengganas, para ahli telah memperingatkan selama berbulan-bulan sebelumnya, India bisa menjadi ancaman yang semakin besar bagi perang global melawan virus corona. Dan sekarang ketakutan itu telah terwujud.

India telah digulung tsunami Covid-19 dengan melonjaknya jumlah kasus harian, meroketnya jumlah kematian, dan menipisnya pasokan medis. Para ahli memperingatkan, tsunami virus corona di India dapat berdampak besar bagi seluruh dunia sebagaimana dilansir New Zealand Herald, Rabu (28/04/21).

Pada Minggu (25/04/21), India melaporkan 352.991 kasus Covid-19 terbaru, jumlah kasus virus corona terbanyak dalam sehari dari seluruh negara di dunia.

Sehari setelahnya, pada Senin (26/04/21), India kembali melaporkan 323.000 kasus Covid-19 dan 2.771 kematian dalam sehari, tanpa tanda-tanda melambat.

BACA JUGA: Cerita Hidup Anak Rantau

Di sisi lain, di India terdapat produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India. Perusahaan tersebut menyediakan vaksin ke 92 negara di dunia. Namun, progres vaksinasi Covid-19 di India sendiri sangat lambat. Kini, India membatasi ekspor vaksin ke luar negeri untuk dialihkan ke kepentingan domestik.

Serum Institute of India, yang juga memproduksi vaksin AstraZeneca, menyatakan belum bisa memenuhi komitmen internasionalnya jika pasokan di dalam negeri tidak terpenuhi. Selain itu, Covid-19 terus bermutasi.

Para ahli khawatir mutasi terbaru virus corona yang akan datang dapat mendorong lonjakan kasus yang semakin parah di India. Mutasi tersebut turut memicu kekhawatiran bahwa situasi yang sama akan segera menyebar lebih jauh di seluruh dunia.

Media-media lokal melaporkan situasi Covid-19 di India semakin parah. Antrean pasien yang mengular di rumah sakit, kehabisan oksigen, dan penumpukan jenazah di krematorium menjadi berita sehari-hari.

Para ahli berpendapat, situasi mungkin tidak seburuk itu jika India lebih cepat mendistribusikan vaksin lokalnya dan tidak melonggarkan pembatasan jarak sosial.

Namun, pemerintah India lengah setelah melihat merasa mampu mengendalikan Covid-19 pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini.

“Banyak orang pada Desember dan Januari berpikir, ‘Oh, ini sudah terkendali’,” kata ahli epidemiologi dari Universitas Toronto, Prabhat Jha.

“Itu ternyata hanya keangkuhan. Beberapa orang, termasuk saya, telah memperingatkan bahwa virus itu benar-benar bisa menggigit balik,” sambung Prabhat Jha.

Di sisi lain, para profesional kesehatan menuduh Pemerintah India menyembunyikan jumlah sebenarnya kematian Covid-19 di seluruh negeri. Asisten Profesor di Universitas Kedokteran South Carolina, Krutika Kuppalli, memperingatkan bahwa jika India tidak mampu mengendalikan Covid-19, itu akan memengaruhi seluruh dunia.

“Kami dapat memberlakukan semua pembatasan perjalanan, tetapi itu tidak akan mencegah mutasi virus corona mencapai tempat lain,” tutur Kuppalli.

BACA JUGA: Gelombang Kedua Covid-19 di India

Kini, jumlah kasus Covid-19 di India sejak pandemi dimulai tercatat sekitar 17,6 juta kasus dengan angka kematian akibat virus corona sebanyak 198.000 jiwa.***




Gubernur Sholat Idul Fitri di Lapangan Bumi Gora

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur DR Zulkieflimansyah dan ratusan jamaah pria dan wanita melaksanakan Shalat Iedul Fitri 1442 H di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur dengan protokol kesehatan ketat, Kamis (13/05/21).

Pelaksanaan Sholat Iedul Fitri yang diikuti Sekda NTB, para Asisten dan para Kepala OPD itu diimami Ustad H Abdul Hamid.

Usai shalat Iedul Fitri, Pemerintah Provinsi NTB melalui khatib shalat Ied berpesan, agar warga masyarakat menaati kebijakan pemerintah, selama kewajiban itu untuk kepentingan masyarakat banyak. Terlebih di tengah pandemi yang angka terpaparnya masih fluktuatif.

BACA JUGA: Usaha Online di Masa Pandemi

Kepala Biro Kesra Setprov NTB, H Ahmad Masyhuri juga mengajak masyarakat agar beribadah dengan protokol kesehatan yang ketat.

Begitupula dengan budaya halal bil halal yang biasanya diselenggarakan saat Lebaran Idul Fitri sedapatnya ditiadakan.

Dikatakannya, dengan mengutip sebuah hadits nabi, esensi silaturahmi seperti halal bil halal sesungguhnya dengan membahagiakan hati saudara muslim yang lain.

Halal bil halal yang berpotensi kontak fisik seperti berkumpul dan bersalaman dapat menularkan virus Covid 19.

“Melakukan sesuatu yang banyak mudaratnya, patut dihindari,” ujar Masyhuri.

Sementara itu, Khatib DR Abdul Fatah, Dosen Universitas Islam Negeri Mataram menguraikan, puasa dan Idul Fitri di tengah pandemi selayaknya melahirkan sifat profetik atau kenabian. Seperti amanah, istiqomah dan salam.

Selain itu, penting membangun kepedulian sosial dan kasih sayang agar dapat mewujudkan insan sejati yang tabah menghadapi pandemi dan dampak yang diakibatkannya.

Seperti diucapkannya dalam khutbah, selaras dinamika yang ada, pemerintah sudah seharusnya terus menerus memegang prinsip memperjuangkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA: Gelombang Kedua Covid-19 di India

“Mari bersama sama menyadari pentingnya bersigap dan bertekad untuk ikut berpartisipasi membangun NTB, hidup produktif dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Jm

 

 

 

 

 




Satpol PP KLU Antisipasi Penyebaran Covid-19

KLU.lombokjournal.com

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) gelar operasi penegakan protokol Covid-19 jelang lebaran di wilayah perbatasan KLU-Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di wilayah Pusuk Desa Bentek Kecamatan Pemenang.

Kasat Pol PP KLU, Wartawan (kiri)

Berdasarkan pantauan lombokjournal.com di lokasi, terlihat petugas Pol PP bersama Polres KLU menghentikan beberapa pengguna jalan yang melanggar protokol Covid-19.

Kebanyakan dari pelanggar yang ditindak petugas tidak mengenakan masker saat berkendara.

“Mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa bahaya Covid ini sangat luar biasa,” kata Kasat Pol PP KLU kepada lombokjournal.com.

Untuk sangsi yang diberikan, masih sebatas ‘sangsi sosial’ seperti membersihkan sampah di sekitar lokasi razia.

Setelah diberi sangsi, para pelanggar dinasehati agar tak mengulang kesalahan. Selanjutnya petugas memberi mereka masker untuk dikenakan.

BACA JUGA: KLU Tanpa Pemudik, Polres Siagakan Pos Penyekatan Wilayah

Terkait sangsi berupa pembayaran denda, kepada Wartawan mengaku belum diberlakukan secara ketat.

Saat ini, pihaknya lebih memilih  menerapkan sangsi sosial, kecuali bagi yang ‘gengsi’ menjalankan hukuman bersih-bersih.

Selain bersih-bersih, pelanggar–yang masih pelajar–juga diberi hukuman dengan muatan edukatif. Salah satunya dengan menyebutkan butir-butir Pancasila.

Salah satu yang menarik ketika lombokjournal.com menyaksikan salah seorang pelanggar yang masih pelajar diminta petugas menyebut butir-butir Pancasila.

Entah karena takut pada petugas, atau karena tidak hafal, pelajar tak kunjung bisa menyelesaikan hukumannya. Butir-butir Pancasila yang disebutkan urutannya berantakan.

“Coba ulang itu ‘kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan’ masak nomor urut dua,” tegas salah seorang petugas Satpol PP.

BACA JUGA:  Gadget Pengaruhi Perkembangan Anak

Wartawan sendiri mengaku prihatin dengan sikap masyarakat yang terkesan menyepelekan protokol Covid-19.

Menurutnya, hal tersebut bisa menyulitkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus.

“Kita prihatin dengan masyarakat ini,” ungkapnya.

Ast




KLU Tanpa Pemudik, Polres Siagakan Pos Penyekatan Wilayah

KLU.lombokjournal.com

Polres Kabupaten Lombok Utara (KLU) siagakan Pos Penyekatan Wilayah di perbatasan Lombok Barat-KLU.

Ada dua lokasi tempat Pos Penyekatan Wilayah dipusatkan, salah satunya di wilayah perbatasan Pusuk Desa Bentek Kecamatan Pemenang.

Perwira Pengendali Posko Pengamanan Pusuk Lestari, Anak Agung Gede Rai / Foto: Ast

Disigakannya Pos Pusuk Lestari bertujuan untuk pengamanan wilayah, dan memastikan masyarakat yang tinggal di luar tidak melakukan mudik ke KLU.

“Dalam rangka penyekatan wilayah sebelum menuju Kabupaten Lombok Utara,” ujar Anak Agung Gede Rai, Perwira Pengendali Posko Pengamanan Pusuk Lestari ditemui lombokjournal.com, Selasa, (11/05/21).

Pengamanan masyarakat yang memasuki wilayah KLU jadi atensi petugas mengingat pada tahun ini pemerintah melarang kegiatan mudik untuk memutus penyebaran Covid-19.

Selain itu, pos pengamanan juga menjamin tidak adanya pelanggaran terhadap protokol kesehatan Covid-19.

BACA JUGA: Satpol PP KLU Antisipasi Penyebaran Covid-19 Perbatasan

Pengguna jalan yang tidak menaati kewajiban mengenakan masker dan  pembatasan sosial langsung ditindak tegas petugas keamanan.

Kaitannya dengan pengamanan secara umum, selain fokus pada pemudik dan pelanggar protokol kesehatan, petugas juga disiapkan untuk mengantisipasi kecelakaan lalulintas.

“Yang ke dua Pusuk ini rawan longsor, rawan kecelakaan itu yang kita antisipasi, itu tujuan pos ini,” katanya.

Selain Pos Pusuk, Pos Pengamanan Lebaran Polres KLU tahun ini dipusatkan di empat lokasi. Pos terpadu sebagai pos induk disiagakan di simpang empat Pemenang, Pospam di Teluk Nara, dan Pos Penyekatan di wilayah perbatasan Kelui.

Khusus untuk Pos Penyekatan Wilayah, petugas yang disiagakan akan memeriksa ketat masyarakat yang hendak masuk wilayah KLU dengan meminta mereka menunjukan KTP.

BACA JUGA: IKA Unram Rapat Persiapan Munas

Jika tujuan masyarakat untuk mudik maka dipastikan petugas akan langsung memintanya untuk ‘putar balik’.

“Kita himbau masyarakat jangan ada yang mudik,” terang Anak Agung.

Ast




GADGET Pengaruhi Perkembangan Anak  

Oleh: MAULIDIYAN FIRDAUS; Mahasiswa Administrasi Publik/Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Perkembangan media dan tekhnologi menjadi tantangan terhadap perkembangan anak. Banyak dampak negatif yaitu dapat mengganggu kesehatan, mengganggu perkembangan anak, rawan terhadap tindakan kejahatan.

Dan dapat mempengaruhi perilaku anak, sulit konsentrasi terhadap dunia nyata, terganggunya fungsi otak pada anak (Pre Frontal Cortex), dan dapat ketergantungan terhadap gadget (Introvert).

Sangat penting peran orang tua untuk mengawasi, mengontrol dan memperhatikan segala aktivitas anak untuk melihat perkembangan anak yang lebih baik.

Generasi bangsa sekarang terletak pada anak yang kemudian tumbuh menjadi pribadi pemimpin. Seorang pemimpin yang mampu memimpin dirinya adalah faktor yang paling utama. Hal yang perlu diperhatikan adalah pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini.

Pendidikan dalam keluarga yang akan menjadi dasar pondasi karakter dalam berprilaku dan bersikap dalam bermasyarakat. Akan tetapi dengan perkembangan media dan tekhnologi menjadi tantangan dalam sebuah pendidikan karakter.

Banyak orang tua yang memberikan keluasan yang sebebas-bebasnya terhadapa anaknya dengan membelikan gadget sejak usia dini. Mereka beralasan tindakan tersebut akan lebih aman dan mudah dalam pengawasan aktifitas buah hati.

Tapi mereka belum memikirkan bagamaiana pengaruh media terhadap perkembangan yang muncul dari kebiasaan memainkan gadget. Banyak dampak negatif yang akan muncul diantaranya: akan sulit bersosialisasi, lamban dalam perkembangan motorik, dan perubahan perilaku yang signifikan.

BACA JUGA:

Bahaya Bagi Pengguna Narkoba

Sehingga sangat penting peran orang tua untuk mengawasi, mengontrol dan memperhatikan segala aktivitas anak. Kemajuan teknologi sekarang ini sangat pesat dan semakin canggih. Banyak teknologi canggih yang telah diciptakan membuat perubahan yang begitu besar dalam kehidupan manusia di berbagai bidang.

Sepertinya gadget dapat memberikan dampak yang begitu besar pada nilai-nilai kebudayaan. Sekarang ini setiap orang di seluruh dunia pasti sudah memiliki gadget. Tak jarang kalau sekarang ini banyak orang yang memiliki lebih dari satu gadget. Ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor.

Sekarang ini pengguna gadget tidak hanya berasal dari kalangan pekerja. Tetapi hampir semua kalangan termasuk anak dan balita sudah memanfaatkan gadget dalam aktifitas yang mereka lakukan setiap hari.

Hampir setiap orang yang memanfaatkan gadget menghabiskan banyak waktu mereka dalam sehari untuk menggunakan gadget. Oleh karenanya gadget juga memiliki nilai dan manfaattersendiri bagi kalangan orang tertentu. Akan tetapi banyak dampak negatif yang muncul dalam pemanfaatan geadget bagi kalangan remaja, anak, bahkan balita.

Meskipun sebagian besar dari masyarakat memanfaatkan gadget untuk komunikasi, urusan pekerjaan atau bisnis, mencari informasi, ataupun hanya sekedar untuk mencari hiburan. Dewasa inisering sekali kita menemukan pemanfaatan gadget menjadi salah satu jalan pintas orang tua dalam pendamping sebagai pengasuh bagi anaknya.

Dengan berbagai fitur dan aplikasi yang menarik mereka memanfaatkannya untuk menemani anak agar orang tua dapat menjalankan aktifitas dengan tenang, tanpa khawatir anaknya keluyuran, bermain kotor, berantakin rumah, yang akhirnya membuat rewel dan mengganggu aktifitas orang tua.

Anak dengan lihai dapat mengoperasikan gadget dan fokus pada game atau aplikasi lainnya. Orang tua belakangan ini banyak yang beranggapan gadget mampu menjadi teman bermain yang aman dan mudah dalam pengawasan. Sehingga peran orang tua sekarang sudah tergantikan oleh gadget yang seharusnya menjadi teman bermain.

Padahal perlu diketahui bahwa periode perkembangan anak yang sangat sensitif adalah saat usia 1-5 tahun, sebagai masa anak usia dini sehingga sering disebut the golden age. Pada masa ini seluruh aspek perkembangan kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritual mengalami perkembangan yang luar biasa sehingga yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan selanjutnya.

Ketika anak berada pada the golden age semua informasi akan terserap dengan cepat. Mereka menjadi peniru yang handal, mereka lebih smart dari yang kita pikir, lebih cerdas dari yang terlihat dan akan menjadi dasar terbentuknya karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitifnya.

BACA JUGA:

Dampak Belajar ONLINE Bagi Mahasiswa

Maka jangan pernah kita anggap remeh anak pada usiatersebut. Sebenarnya gadget tidak hanya menimbulkan dampak negatif bagi anak, karena juga ada dampak positif, di antaranya dalam pola pikir anak yaitu mampu membantu anak dalam mengatur kecepatan bermainnya, mengolah strategi dalam permainan, dan membantu meningkatkankemampuan otak kanan anak selama dalam pengawasan yang baik.

Tapi di balik kelebihan tersebut lebih dominan pada dampak negatif yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Salahsatunya adalah radiasi dalam gadget yang dapat merusak jaringan syaraf dan otak anak bila anak sering menggunakan gadget. Selain itu, juga dapat menurunkan daya aktif anak dan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain.

Anak menjadi lebih dividual dengan zona nyamannya Bersama gadget sehingga kurang memiliki sikap peduli terhadap teman bahkan orang lain. Oleh karena itu, penting pemahaman tentang pengaruh gadget terutama bagi orangtua. Supaya anak dapat dibatasi penggunaannya dan daya kembang anak dapat berkembang dengan baik dan menjadi anak yang aktif, cerdas, dan interaktif terhadap orang lain.

Gadget memiliki fungsi dan manfaat yang realtif sesuai dengan penggunanya. Fungsi dan manfaat gadget secara umum diantaranya:

  1. Komunikasi

Pengetahauan manusia semakin luas dan maju. Jika zaman dahulu manusia berkomunikasi melalui batin, kemudian berkembang melalui tulisan yang dikirimkan melalui pos. Sekarang zaman era globalisasi manusia dapat berkomunikasi dengan mudah, cepat, praktis dan lebih efisien dengan menggunakan handphone.

  1. Sosial

Gadget memiliki banyak fitur dan aplikasi yang tepat untuk kita dapat berbagi berita, kabar,dan cerita. Sehingga dengan pemanfaatan tersebut dapat menambah teman dan menjalinhubungan kerabat yang jauh tanpa harus menggunakan waktu yang relatif lama untuk berbagi.

  1. Pendidikan

Seiring berkembangnya zaman, sekarang belajar tidak hanya terfokus dengan buku. Namun melalui gadget kita dapat mengakses berbagai ilmu pengetahuan yang kita perlukan. Tentang pendidikan, politik, ilmupengetahuan umum, agama, tanpa harus repot pergi ke perpustakaan yang mungkin jauh untuk dijangkau.

Berikut ini beberapa dampak negatif dari gadget untuk perkembangan anak:

  1. Sulit Konsentrasi Pada Dunia Nyata.

Rasa kecanduan atau adiksi pada gadget akan membuat anak mudah bosan,gelisah dan marah Ketika dia dipisahkan dengan gadget kesukaannya. Ketika anak merasa nyaman bermain dengan gadget kesukaannya dia akan lebih asik dan senang menyendiri memainkan gadget tersebut. Akibatnya anak akan mengalami kesulitan beriteraksi dengan dunia nyata berteman dan bermain dengan teman sebaya.

  1. Terganggunya Fungsi PFC

Kecanduan teknologi selanjutnya dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. PFC atau Pre Frontal Cortex adalah bagian didalam otak yang mengotrol emosi, kontrol diri, tanggung jawab, pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya. Anak yang kecanduan teknologi seperti games online otaknya akan memproduksi hormon dopamine secara berlebihan yang mengakibatkan fungsi PFC terganggu.

  1. Introvert

Ketergantungan terhadap gadget pada anak-anak membuat mereka menganggap bahwa gadget itu adalah segala-galanya bagi mereka. Mereka akan galau dan gelisah jika dipisahkan dengan gadget tersebut. Sebagian besar waktu mereka habis untuk bermain

Perkembangan teknologi dewasa ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Begitu banyakkemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan dalam penggunaan teknologi. Saat ini komunikasi dapat dilakukan dengan sangat real tanpa terhambat ruang dan waktu. Teknologi seperti gadget saat ini semakin canggih tidak hanya dalam mengirim suara untuk mengirim gambar lebih mudah tanpa mengeluarkan biaya yang sangat banyak.

Pengguna teknologi tidak dibatasi usia. Kini kehidupan sosial anak-anak lebih terpengaruh oleh teknologi. Lebih sering anak usia dini berinteraksi dengan gadget dan juga dunia maya mempengaruhi daya pikir anak terhadap sesuatu di luar hal tersebut, ia juga akan merasa asing dengan lingkungan sekitar karena kurangnya interaksi sosial.

Namun kemajuan teknologi juga dapat membantu daya kreatifitas anak jika pemanfaatannya diimbangi dengan interaksi anak-anak dengan lingkungan sekitarnya. Mereka tahu bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk memuaskan hasrat bermain mereka. Sebaiknya orang tua mengawasi ketika anak-anaknya bermain gadget agar mereka tidak terlalu tergantung dengan gadget dan tidak melupakan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.***

 

 

 

 




Menikmati Kopi Kartini di Bayan

BAYAN, salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok utara,  yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang banyak dan masih lokal yang terletak di bawah kaki Gunung Rinjani, salah satunya kopi lokal asli Bayan.

lombokjournal.com

Kopi yang dipetik langsung oleh masyarakat di kebun yang ada di pinggir hutan gunung Rinjani, pekarangan milik pemerintah atau tanah kawasan yang dikelola oleh masyarakat lokal  yaitu masyarakat asli bayan.

Coffee Kartini

Panen berlangsung satu kali setahun dan biasanya waktu panen kopi yaitu pada musim kemarau dan berjalan kaki dari rumah sampai kebun sekitar satu jam perjalanan, dengan membawa bekal berupa makanan dari rumah untuk mengganjal lapar selama satu hari di kebun.

Assudin, Salah satu masyarakat yang mengelola kebun kopi tersebut membuat usaha kopi tebu, kopi lokal asli dari Bayan yang diolah dengan cara tradisional tanpa bahan campuran ataupun bahan kimia, dengan rasa yang khas kopi tebu, kopi yang pahit bikin kamu jadi ketagihan.

Kopi yang diolah tanpa bahan campuran dan proses pembuatanya yang masih dengan cara tradisional dari zaman nenek moyang zaman dahulu, dengan menggunakan wajan yang dibuat dari tanah liat, dan menggunakan kayu bakar sebagai alat untuk pembuatan kopi tersebut.

“Assudin” salah satu pengusaha kopi tebu, kopi asli Bayan yang di beri merek “coffe Kartini” coffe yang diberi nama seperti nama pahlawan perempuan Indonesia, “Raden Adjeng Kartini”   ini membuat kita ingat kepada kata-kata yang ditulis dalam suratnya “habis gelap terbitlah terang”.

Ketika kita minum coffe Kartini, coffe yang memiliki ciri khas warna hitam mengkilat, setelah minum coffe yang  hitam maka terbitlah keindahan dengan rasa yang khas, seakan-akan minum coffe di puncak gunung Rinjani.

Kartini, nama yang tidak asing lagi terdengar di telinga, nama Kartini ini di ambil dari nama istri assudin yang bernama Kartini, sepasang suami istri ini yang membuat usaha kopi tebu yang diberi nama yang unik “coffe Kartini”, kopi yang dibandrol seharga 15 rb dengan isi 100 gram, dan 25 rb dengan isi 200 gram.

Septiadi, Mahasiswa Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammaadiyah Mataram

Dengan harga yang terjangkau dan bisa menenangkan pikiranmu dan dapatkan keindahan di setiap hirupan kopimu menjadikan masa depanmu menjadi lebih terang.

Habis gelap terbitlah terang minum kopi hitam terbitlah ketenangan pikiranmu…..!

    

                                                           




Ini Taushiyah MUI, Cara Rayakan Idul Fitri

lombokjournal.com

Menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan taushiyah hal-hal berikut:

  1. Mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M kepada seluruh umat Islam di Indonesia dengan diiringi doa taqabbalallahu minna wa minkum kullu ‘aam wa antum bi khair, semoga amal ibadah selama Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  2. Mengajak kepada seluruh umat Islam agar setelah menjalani serangkaian ibadah selama bulan Ramadhan dapat lebih meningkatkan kepatuhannya terhadap ajaran Islam dan kepeduliannya terhadap sesama, terutama kepada kaum dhuafa, fakir-miskin dan anak yatim-piatu terdampak Covid-19, dengan mengeluarkan zakat fitrah, zakat harta, Infaq, sedekah dan wakaf. MUI menghimbau agar dalam pembagian zakat, infak, sedekah dilakukan dengan menyalurkannya melalui lembaga yang resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat lainnya. Namun apabila hal itu tidak dapat dilakukan dapat disampaikan langsung kepada para mustahiq, dengan perencanaan yang baik dan benar, dikoordinasikan dengan aparat keamanan terkait, supaya tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan.
  3. Merujuk pada serangkaian kejadian melonjak dan tidak terkendalinya kasus penularan dan positif Covid-19 di berbagai wilayah dan belahan dunia secara luas, maka bersama ini MUI menyerukan seluruh umat Islam pada khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya untuk:                                                                                                    —  Tetap dan terus meningkatkan kewaspadaan diri terhadap ancaman pandemi Covid-19 dengan cara patuh memakai masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan semaksimal mungkin menjauhi kerumunan, meskipun sudah menjalani vaksinasi.        – – Menjalani seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dan hari raya Idul Fitri serta syi’ar Islam seperti takbir malam Idul Fitri dengan protokol kesehatan ketat.                        – – Tidak melakukan kegiatan mudik lebaran demi menjaga keselamatan jiwa diri sendiri, keluarga dan warga sekeliling.                                                                      d) –  —- – Melakukan pembatasan dan pengaturan yang ketat terhadap pelaksanaan shalat Idul Fitri di masjid atau di lapangan, khususnya di daerah yang memiliki potensi resiko tinggi penyebaran virus Covid-19 dan daerah rawan yang belum terkendali lainnya, sebagaimana telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 setempat, dianjurkan untuk shalat Idul Fitri di rumah.                                                                                                  — Hanya melakukan silaturrahim lebaran melalui sarana virtual, mulai dari phone call hingga video call bagi warga area yang tingkat potensi resiko penyebaran virus Covid-19 telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 setempat sebagai zona merah.
  4. Menghimbau kepada Pemerintah agar tidak ragu mengambil langkah tegas dan bijaksana untuk melindungi keselamatan seluruh warga melalui pembatasan mobilitas warga masyarakat.
  5. Menghimbau kepada umat Islam di Indonesia agar merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan senantiasa berdoa untuk keselamatan umat dan bangsa, mengedepankan perilaku terpuji, keamanan dan kenyamanan, menahan diri untuk tidak berperilaku tabdzir, tidak berkumpul dengan banyak orang dan bersilaturrahim yang tidak wajib, serta menjauhi sikap kurang terpuji.

Taushiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Menyambut Idul Fitri 1442 H, dengan Nomor: Kep-880/DP-MUI/V/2021, yang ditandatangani oleh Ketua Umum MU KH Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal H. Amirsyah Tambunan tertanggal 3 Mei 2021 atau 21 Ramadhan 1442 H

Rr

BACA JUGA: