Desa Senaru dan Malaka di KLU Kecipratan Dana Kemendes RI

TANJUNG.lombokjournal.com

Dua Desa di Kabupaten Lombok Utara kecipratan dana bantuan dari Kementerian Desa (Kemendes) RI, yaitu Desa Senaru di Kecamatan Bayan, dan Desa Malaka di Kecamatan Pemenang.

Bantuan Kemendes RI itu diperuntukkan membiayai pembangunan lima unit Home Stay untuk Desa Senaru Kecamatan Bayan, demikian juga peruntukan bantuan ke Desa Malaka.

Total bantuan yang didapatkan Desa Senaru sebesar Rp 600 Juta Rupiah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Senaru, Raden Akriabuana, saat dikonfirmasi wartawan via telpon, hari Jum’at (04/06/21).

BACA JUGA: Gili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi Terumbu Karang

Ia menuturkan, salah satu Desa di Kecamatan Bayan, yaitu Desa Senaru mendapat peringkat Desa wisata Nasional. Karena prestasi itu, pihak Kemendes RI mengucurkan bantuan untuk membangun home stay yag diharapkan menjadi aset desa yang produktif.

Akria Buana mengaku, terkait bantuan pebangunan home stay itu ia telah menandatangani MOU di Bogor, pada hari Rabu (02/06) lalu.

Arung Rinjani yang merupakan tanah kas Desa Senaru dengan luas sekitar 1,5 hektare, merupakan tanah kas Desa yang bakal menjadi tempat obyek wisata Baru, dan akan menjadi lokasi pembangunan home stay.

Dari tempat yang menawan ini, wasatawan dapat menikmati pemandangan atau view Rinjani, Sunerise dan view laut yang membentang dari ujung timur sampai ke barat.

BACA JUGA: Dinas Lingkugan Hidup Bersih-bersih di Pantai Sira Indah 

“Selain view Rinjani, Sunerise dan view laut Wisatawan bisa melihat bukit Pegasingan Sembalun,” tutur R. Akriabuana.

Selain Desa Senaru, Desa Malaka kecamatan Pamenang juga mendapatkan dana serupa dengan jumlah yang sama yaitu Rp 600 Juta.

Desa Malaka di Kecamatan Pemenang, yang terletak di wilayah pesisir dengan hamparan pantai yang menawan, juga kecipratan bantuan untuk pembangunan Home Stay dan Gazebo.

Wilayah Desa Malaka memang juga merupakan desa yang potensial dikembangkan sebagai resort wisata. Sebab Malaka letaknya tidak jauh dari daerah wisata Senggigi yang sudah lebih populer di kalangan wisatawan mancanegara.

Kucuran dana dari Kemendes sangat tepat untuk membangun home stay dan gazebo menunjang kesiapan menerima wisatawan. Home stay yang akan dibangun bakal menjadi salah satu pendapatan desa dari sektor pariwisata.

@ng




Wagub NTB Minta Pendamping Desa Memutahirkan Data Kemiskinan

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur , Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, meminta tenaga pendamping desa di Nusa Tenggara Barat (NTB) bersinergi melakukan pemutahiran data status sosial ekonomi dan demografi masyarakat, dalam upaya membantu pemerintah mengentas kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan pada kegiatan koordinasi program unggulan Pemrov NTB sekaligus diskusi dengan Kepala Dinas PMPD Kabupaten/Kota Se-NTB secara Online melalui zoom meeting, di pendopo Wagub, Kamis (3/6/2021).

“Pendamping desa harus ikut membantu pemerintah desa untuk memvalidasi data kemiskinan di pedesaan”, pesan Sitti Rohmi.

Dijelaskan Wagub, pembenahan dan pemutahiran data di desa untuk memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan pemerintah.

Sehingga masyarakat berkategori ekonomi cukup yang terdaftar dalam penerima manfaat program kemiskinan, bisa segera dialihkan kepada masyarakat yang lebih berhak dan sangat membutuhkan.

“Jangan sampai masyarakat yang mampu secara ekonomi memperoleh bantuan raskin, program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan lain-lain. Ini kan sangat disayangkan,” tegasnya.

Selain itu, sinergi dan kolaborasi serta komitmen pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam validasi data harus kuat. Apalagi verifikasi dan validasi ini harus dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Selanjutnya Wagub NTB menjelaskan bahwa tidak kalah pentingnya Dinas PMPD Provinsi,  Kabupaten/Kota dan Dinas Sosial juga harus duduk bersama untuk mencocokkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dulunya disebut Basis Data Terpadu (BDT).

“Ayo saya tantang Dinas PMPD dan Dinas Sosial untuk mem-final-kan dan meng-update data ini,” tutup Sitti Rohmi.

BACA JUGA: Dinas Lingkungan Hidup KLU Bersih-bersih Pantai Sira Indah

Sementara itu, Kepala Dinas PMPD DUKCAPIL NTB Dr. H. Ashari, SH., MH mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran tenaga ahli dan pendamping desa serta Dinas PMPD DUKCAPIL kabupaten/kota untuk memvalidasi data kemiskinan di NTB.

“Termasuk koordinasi dengan Dinas Sosial, untuk menyatukan pemahaman dan data tentang masyarakat berkategori miskin ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemprov NTB Teempuh Addendum Terkait Kontrak PT. GTI

Berdasarkan informasi dari Kabupaten/Kota, pendataan dan validasi di 10 Kabupaten/Kota terus dilakukan untuk memfinalisasi dan memutahirkan data-data tersebut.

Sehingga bantuan untuk masyarakat miskin di NTB merata, tepat sasaran dan tepat waktu kepada masyarakat.

edy@diskominfotik_ntb




Dinas Lingkungan Hidup KLU Bersih-bersih Pantai Sira Indah

TANJUNG.lombokjournal.com

Dinas Lingkungan Hidup kembali gelar aksi bersih-bersih pantai. Kini giliran seputar Pantai Sira Indah, Desa Sigarpenjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara jadi sasaran bersih-bersih, Jum’at (04/06/21).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU, M. Zaldy Rwhadian,ST, mengatakan, aksi bersih pantai itu selain melibatkan Babinkantibmas, pihak Kecamatan, Desa, Kadus dan masyarakat sekitar, juga diikuti Organisasi peduli lingkungan.

Kegiatan ini sebagai kelanjutan kegiatan sebelumnya yang di pusatkan di Pantai Sorong Jukung Tanjung, Rabu (02/06) lalu.

BACA JUGA:

Bupati Lombok Utara Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Zaldy berharap kepada masyarakat setempat, bersihnya pantai sangat penting menjaga keasrian, terlebih lagi di pantai Sira Indah ini yang cukup dikenal dunia sebagai tempat wisata dan berolah raga Golf.

Gotong royong massal dimulai dari jalan raya menuju Lapangan Golf dan sepanjang bibir pantai sekitar Sira Indah.

Target pihak Lingkungan Hidup untuk mengembalikan kebersihan dan keasrian sepadan pantai dan perkampungan warga setempat, sehingga ke depan menjadi daya tarik  wisatawan.

“Kita ingin mengembalikan kebersihan dan keasrian Seputar perkampungan dan khusus area pantai yang menjadi tujuqn wisata, ” kata Zaldy yang didampingi Plt. Sekdisnya, Sony.

Dalam kesempatan itu, Zaldy mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan raya dan pinggir pantai untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Imbauan tersebut juga disampaikan bagi masyarakat pengguna jalan, agar ketika melewati jalan menuju lapangan Gof tidak membuang sampah.

BACA JUGA:

Bumi Solah Adakan Diskusi Pengolahan Limbah

“Kita harap masyarakat ikut menjaga kebersihan Kota dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembaranga dan harus kita menjaga kebersihan sebagai upaya kita dalam melestarikan alam sekitar demi lingkungan yang nyaman, bersih, asri dan indah,” katanya.

Selanjutnya, Zaldy dan Sony akan melakukan penanaman pohon langka, dan pohon Kurma di seputaran halaman Kantor Lingkungan Hidup yang cukup luas, hari Jum’at.

@ng




Bumi Solah Adakan Diskusi Pengolahan Limbah

LOTENG.lombokjournal.com

Bumi Solah yang bergerak di usaha sosial bidang konsultasi lingkungan, menggandeng pegiat dan komunitas yang aktif di bidang lingkungan, pada ‘Diskusi Grup Terarah’ bertajuk Sistem Pengolahan Limbah di Desa Kuta dan Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Rabu, (02/06/21).

Presentasi peserta

Selain elemen pemerintah terkait, hadir beberapa komunitas masyarakat dan kelompok pengelola limbah seperti Komunitas Lombok Plastik Free, Yayasan Keep Kuta Clean, Bank Sampah Bintang Sejahtera, Usaha Sosial Plastik Kembali, Nasrudin El Manik Foundation, Bank Sampah Torok, dan Bank Sampah The Gade Clean & Gold.

Kegiatan itu merupakan rangkaian program peningkatan kapasitas ‘Waste Business and Management System’ yang berlangsung sepanjang bulan Juni 2021.

BACA juga:

Bupati Lombok Utara Buka Musrenbang RPJMD 2021-2026

Acara di Anda Restaurant itu bertujuan memetakan potensi dan kebutuhan institusi pengelola limbah di wilayah Kuta dan Sengkol. Untuk mencapai titik temu, agar masing-masing pegiat lingkungan mampu bersinergi dan berkolaborasi dalam penanganan sampah.

Dengan semangat ‘segregation, collection, transportation and processing’.

Dan terakhi,  menjadi agen yang akan mensosialisasikan program peningkatan kapasitas waste business and management system, guna menjaring lebih banyak peserta dan pemangku kepentingan lain.

Tiga hal pokok jadi perhatian peserta diskusi, pertama, kesadaran masyarakat terhadap pola memilah sampah organik dan tidak organik, kedua, minimnya alat transportasi pengangkut sampah yang menyulitkan mereka memobilisasi sampah, dan ketiga anggaran operasional yang belum jadi perhatian pemerintah.

Terkait kesadaran masyarakat, peserta diskusi sepakat bahwa edukasi ke masyarakat jadi akar masalah.

Hal tersebut ditambah kenyataan tidak seragamnya cara pemerintah dan pelaku pengelola sampah mentranformasi pengetahuan tentang pengelolaan sampah ke masyarakat.

Untuk penerapan regulasi, salah seorang peserta diskusi Syawal, menyebut pemerintah setengah hati menjalankan program penanganan sampah sesuai amanat Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Belum tersedianya ‘infrastruktur sosial’ penanganan sampah semakin menambah ‘kegagalan’ pemerintah. Sebab pemerintah selama ini hanya fokus penyediaan infrastruktur fisik. Padahal, infrastukrur fisik pun justru akan kembali jadi sampah.

“Kalau kita bicara tentang perintah undang-undang 18 (tahun 2008) saya yakin, saya katakan di tempat ini, seluruh elemen pemerintahan kita dengan sadar masih melanggar Undang-undang kalau masih melaksanakan kumpul, angkut, buang,” ujar Syawal.

Dikatakan, penerapan regulasi terkait pengelolaan sampah masih lemah.

Akibatnya, justru perusahaan-perusahaan penyumbang sampah plastik terbesar, tidak menunaikan tanggung jawab pasca produksi.

BACA JUGA:

Blue Economy Akan Kembangkan Mangrove di Mandalika

Jika mengikuti regulasi, seharusya perusahaan-perusahaan itu bertanggung jawab mengelola sampah hasil produksi perusahaannya. Jika tidak ada, sangsi yang dikenakan pemerintah.

“Produsen itu punya tanggung jawab dan pemerintah wajib menagihnya,” tegasnya.

Diuraikan, produsen seperti Danone, Unilever menghisap keuntungan di tengah-tengah masyarakat tapi mengabaikan sampah yang dihasilkan, mereka tidak perduli. P

“Padahal dalam undang-undang 18 (ada) kewajiban pasca produksi. Dan ini juga penting,” ungkapnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata seperti hotel dan lain sebagainya.

“Kalau kita bicara tentang ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan pola penanganan ITDC. Jelas itu dalam undang-undang baik undang-undang 18 dan Perda (Peraturan Daerah) mengatakan, mngelola sampah adalah tanggung jawab pengelola kawasan ITDC.

Menurutnya,sederhana cara mengevaluasinya itu. KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) yang menangani tempat ini, cukup meminta data dan progres pengelolaan sampah.

“Kalau tidak ada (kenakan) sangsi, tentu itu sesuai dalam undang-undang,” terangnya.

Untuk diketahui, terselenggaranya program diskusi tersebut menindaklanjuti proyek kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Jerman.

Tujuannya promosi peluang kerja yang diimplementasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) bersama pemangku kepentingan terkait.

AST




Bantuan Rp 456 juta Dari NTB Untuk Palestina

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyerahkan bantuan kepada masyarakat Palestina.

Bantuan berupa uang tunai sebanyak Rp 456 juta diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui lembaga Amal Bakti Dunia Islam (ABADI) di lapangan Bumi Gora kantor Gubernur NTB, Kamis (03/06/21).

Miq Gita sapaan Sekda NTB mengatakan, bantuan ini merupakan solidaritas dan dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi NTB untuk meringankan beban bangsa Palestina yang sedang dilanda konflik perang berkepanjangan.

Bantuan ini merupakan dana murni yang diberikan oleh ASN lingkup Pemprov NTB serta guru-guru di seluruh sekolah SMA/SMK se-NTB.

BACA JUGA:

Wagub NTB: Literasi Kunci Pengembangan SDM

“Alhamdulillah solidaritas kita kepada Palestina diimplemen: tasikan dalam bentuk nyata, ada gerakan donasi spontan oleh ASN. Termasuk dari sumbangan guru-guru SMA/SMK di seluruh NTB. Bantuan ini merupakan sumbangan murni dari kita untuk bangsa Palestina,” ungkap Sekda.

Miq Gita mengatakan, bantuan ini merupakan misi kemanusiaan bukan politik, agama maupun lain sebagainya.

Dalam perjalanan historis, negara Palestina merupakan negara yang pertama memberikan support kuat bagi kemerdekaan Indonesia. Sejarah memberikan motivasi dan menginspirasi untuk tetap peduli terhadap apa yang diperjuangkan oleh bangsa Palestina saat ini.

“Sejarah tidak boleh dilupakan, amanat pembukaan UUD 1945 kita juga tegas jelas menyebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus di hapuskan,” tegasnya.

Sekda NTB menyampaikan terima kasih atas partisipasi para ASN sehingga di tengah keterbatasan masih berkesempatan menyisihkan sebagian rizki yang diterima. Untuk menyampaikan rasa simpati dan dukungan moral kepada bangsa Palestina yang saat ini sedang berjuang menegakkan kemerdekaan.

Sementara itu, Ketua Majelis Al-Aqsho, TGH. Ahmad Mukhlis mengapresiasi atas kepedulian Pemerintah Provinsi NTB terhadap penderitaan yang dialami oleh masyarakat Palestina.

Meski bantuan itu merupakan sumbangan murni dari keikhlasan masing-masing ASN yang ikut memberikan bantuan.

BACA JUGA:

Wabup Lomok Utara Lepas Tukik di Pantai

“Dati hati yang paling dalam kami berterima kasih kepada pemprov NTB. Semoga bantuan ini sampai dan bisa mengurangi kesedihan yang dialami saudara-saudara kita yang ada di Palestina,” ungkapnya usai menerima bantuan.

Bantuan itu diterima oleh Ketua Lembaga ABADI, Lalu Lauhul Hamdi yang disaksikan oleh Ketua Majlis Al-Aqsho, TGH Ahmad Mukhlis, Para Asisten, Para Kepala Biro, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan ASN Setda Prov NTB.

Bantuan tersebut rencananya akan diserahkan kepada salah satu lembaga internasional yang ada di Turki pada 26 Juni mendatang.

Manikp

@kominfo




Wabup Lombok Utara Lepas Tukik di Pantai

TANJUNG.lombokjournal.com

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R ST MEng melakukan Pelepasan Anak Tukik di Pantai Sorong Jukung Desa Tanjung (02/06/21).

Hadir pula Kadis Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman KLU M Zaldi Rahadian ST, Kapolsek Tanjung AKP Wahono Brurie Cahyono SH, Kepala Desa Tanjung Budiawan SH, serta masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan dan roi pantai yang ada di Dusun Sorong Jukung dan sekitarnya.

Wabup Danny mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Dinas LH Perkim dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kegiatan bersih-bersih pantai menjadi langkah awal yang baik dan semoga tetap berjalan bukan hanya seremonial saja, tetapi bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan, agar kebersihan tetap terjaga,” tuturnya.

Sebagai catatan, untuk menggalakkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan diperlukan regulasi dan sarana prasarana agar lingkungan tetap bersih. Mengingat permasalahan sampah adalah klasik.

“Berdiskusi dengan temen-temen di provinsi, sebenarnya sampah bisa diolah untuk dijadikan bahan bakar dan sebagian dimanfaatkan masyarakat untuk diolah menjadi kompos serta kerajinan yang memiliki nilai jual,” tandasnya.

Untuk menjaga ekosistem baik flora maupun fauna, anak tukik atau penyu yang saat ini hampir punah menjadi tanggung jawab bersama, untuk melestarikan hewan yang dilindungi keberlangsungannya.

Selain itu, dibutuhkan pelestarian ekosistem sebagai daya tarik wisata.

“Berharap seluruh pembangunan infrastruktur, agar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” kata Wabup.

Sementara itu, Kadis LH Perkim M Zaldi Rahadian ST, saat diwawancara menyampaikan kegiatan ini adalah salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang jatuh pada hari Sabtu tanggal 5 Juni.

“Kegiatan ini bentuk kerja sama antara pemda dengan pelaku usaha pariwisata serta masyarakat. Untuk meningkatkan semangat masyarakat terkait sampah. Kiita bicara masalah sampah ini, terkait dengan prilaku dan kepedulian bersama di wilayah masing-masing. Banyak hal yang kita lakukan terkait dengan sampah seperti Pelayanan Sampah Keliling,” pungkasnya.

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan hari ini dimulai dari Sorong Jukung. Kemudian besok (3/6/2021) di Sire dan diakhiri dengan penanaman pohon.

rar




Pasien Positif Coovid-19 di NTB, Rabu, Bertambah 29 Orang

MATARAM.lombokjournal..com

Pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 406 sampel, hasilnya diketahui ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 29 orang, pada hari Rabu (02/06/21).

Pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan Laboratorium Antigen sebanyak 406  sampel.

Hasinya diketahui sebanyak 370 sampel negatif, 7 positif ulangan, dan 29  sampel kasus baru positif Covid-19.

“Hari ini terdapat 22 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, DRS. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, dalam press release hari Rabu (02/06).

BACA JUGA:

Gubernur NTB: Jangan Dipertentangkan Pancasila dengan Agama

Dengan adanya tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 22 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (02/06/21) sebanyak 13.628 orang,

Rinciannya,  12.512 orang sudah sembuh, 604 meninggal dunia, serta 512 orang
masih positif.

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.166 orang dengan perincian 231 orang (1,1%) masih dalam isolasi, 39 orang (0,2%) masih berstatus probable, 19.896 orang (98,7%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.135 orang, terdiri dari 2.766 orang (3,1%) masih dalam
karantina dan 85.369 orang (96,9%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.437 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.079 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.358 orang (99,1%).

BACA JUGA;

Wabup Danny Melepasliarkan Puluhan Anak Penyu

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pinta Lalu Gita.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Beasiswa NTB Juga untuk Penggiat NGO

LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah mengingatkan putra-putri NTB, termasuk aktivis maupun penggiat Non Goverment Organisation (NGO), untuk terus menempa diri. Melalui Program Beasiswa NTB, kesempatan menimba ilmu di berbagai belahan dunia terbuka lebar.

Hal tersebut disampaikan DR. Zul, di depan anggota NGO Laskar NTB dalam diskusi publik Memperingati Hari Lahir Pancasila Rabu (2/6/2021), di Hotel Grand Royal Batujai, Lombok Tengah.

Dr. H. Zulkieflimansyah & Agus Setiawan (red: dari kiri ke kanan)

“Jangan hanya berkiprah di sini, harus perkuat SDM sehingga bisa mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat lebih baik,” ujar DR. Zul.

Dalam diskusi tersebut, ketua Laskar NTB H.M. Agus Setiawan, SH, menegaskan siap mendukung semua kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang pro terhadap rakyat.

BACA JUGA:

“Namun apabila kebijakan pemerintah tidak berpihak terhadap rakyat, kami juga akan memberikan masukan kepada pemerintah,” jelas Agus.

Agus menegaskan, Laskar NTB siap ikut mensukseskan setiap program pembangunan di NTB. Dan siap untuk terus memutakhirkan ilmu serta pengalaman setiap anggotanya.

edy@diskominfotik_ntb




Laskar NTB Siap Dukung Kebijakan Pemprov NTB

LOTENG.lombokjournal.com

Dalam diskusi publik Memperingati Hari Lahir Pancasila, Ketua Umum Laskar NTB, H.M. Agus Setiawan, SH, menegaskan siap mendukung semua kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pro terhadap rakyat.

Hal tersebut disampaikannya di depan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc yang hadir membuka kegiatan diskusi, Rabu (2/6/2021) di Hotel Grand Royal Batujai Lombok Tengah.

“Namun apabila kebijakan pemerintah tidak berpihak terhadap rakyat, kami juga akan memberikan masukan kepada pemerintah,” jelas Agus Laskar sapaannya. Ia menegaskan, Laskar NTB siap ikut mensukseskan setiap program pembangunan di NTB.

BACA JUGAGubernur NTB: Agama dan Pancasila Jangan Dipertentangkan

Sementara itu, Gubernur NTB mengingatkan agar Laskar NTB terus menempa diri agar mengikuti perkembangan zaman. Sehingga memahami tentang birokrasi dan pemerintah seutuhnya.

DR, Zul berharap anak-anak Laskar NTB dapat terus memutakhirkan ilmu dan pengalaman. Melalui Program Beasiswa NTB, kesempatan menimba ilmu di berbagai belahan dunia terbuka lebar bagi putra-putri daerah. Termasuk bagi penggiat Non Goverment Organisation (NGO), agar mampu mewarnai Indonesia bahkan dunia.

“Jangan hanya berkiprah di sini, harus perkuat SDM sehingga bisa mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat lebih baik,” tutup Gubernur.

edy@diskominfotik_ntb




Gubernur NTB: Agama dan Pancasila Jangan Dipertentangkan

LOTENG.lombokjournal.com

Pancasila lahir sebagai dasar negara, berdasarkan nilai budaya dan ajaran agama. Karenanya, agama sama sekali tidak bertentangan dan tidak dapat dipertentangkan dengan Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. saat membuka diskusi publik Memperingati Hari Pancasila yang digelar Non Goverment Organisation (NGO) Laskar NTB, Rabu (2/6/2021) di Hotel Grand Royal, Batujai Lombok Tengah.

Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc

“Masyarakat Lombok dan NTB umumnya religiusitasnya bagus, sehingga sudah tidak tempatnya agama dan pancasila, terutama Islam dipertentangkan,” pesannya.

Oleh sebab itu, lanjut DR. Zul, kadang-kadang ada yang beranggapan bahwa kalau Pancasilais kurang beragama dan kalau beragama kurang Pancasilais. Untuk itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk tidak mengulang kesalahan tentang anggapan itu.

“Sehingga generasi bangsa ini perlu terus belajar memahami sejarah pendirian dan lahirnya Pancasila. Karena dalam kaidah dan nilai-nilainya sangat indah sekali,” pesan Doktor Zul.

BACA JUGALaskar NTB Siap Dukung Kebijakan Pemprov NTB

Sementara itu Ketua Umum Laskar NTB, H.M. Agus Setiawan, SH, mengapresiasi keluangan waktu Gubernur NTB untuk memberikan dukungan kepada generasi muda Laskar NTB.

“Kita sepakat bahwa Laskar NTB selalu taat dengan konstitusi, baik UUD maupun Pancasila sebagai ruh organisasi,” tegas Agus.

Mengusung tema, NGO dan Pancasila: dari Bumi Gora Bumikan Pancasila, diskusi panel ini menghadirkan pembicara, seperti; akademisi Unram Prof. DR. H. Kurniawan, SH., M. Hum., Dewan pembina DPP Laskar NTB DR. Syamsul Hidayat, tokoh majelis adat sasak  dan Ketua Umum Laskar NTB.

edy@diskominfotik_ntb