Posyandu Keluarga Berbasis Dusun Bisa Capai 100 persen

Pemerintah NTB optimis Posyandu Keluarga berbasis dusun dalam tahun 2021 bisa mencapai 100 persen, sebab itu butuh kerjasama dan kerja keras dari seluruh masyarakat terutama kepala desa dan kader posyandu.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dihadapan peserta Lokakarya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Pencapaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) di NTB di Santika Hotel Mataram, Jumat (25/6), Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menjelaskan, dari 7.561 jumlah posyandu se-NTB yang sudah menjadi Posyandu Keluarga sebanyak 4.100 lebih. Jadi sudah lebih dari 50 persen posyandu yang sudah menjadi Posyandu keluarga, dan diharapkan tahun 2021 ini bisa mencapai 100 persen.

Posyandu Keluarga
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Revitalisasi Posyandu di NTB hadir sebagai pusat edukasi berbasis dusun yang dihajatkan untuk bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan dan sosial kemasyarakatan.

Dengan penanganan berbasis dusun diyakini penanganannya akan lebih tepat sasaran karena lokus dan data-datanya jelas serta lebih komprehensif, maka permasalahan-permasalahan bisa didata, diatasi dan diedukasi sebaik-baiknya.

“Tanpa kader posyandu, pengelolaan posyandu tidak bisa berfungsi dengan baik, karena itu kita harapkan kader-kader kita untuk lebih bersemangat  dan bersama-sama untuk tetap menggairahkan Posyandu Keluarga bisa menjadi posyandu berbasis dusun,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGAKomunikasi Pemerintah dan Masyarakat Terjalin oleh NTB Care

herikp@diskominfotik




Wirausaha Mahasiswa di Santong, Mengolah Sampah Plastik

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan para mahasiswa ini selain merupakan aksi bersih desa dari sampah plastik, juga dimaksudkan membuka peluang wirausaha

SANTONG.lombokjournal.com ~ Ikatan Mahasiswa Desa Santong (IMDS) menginisiasi pengolahan sampah plastik, guna mengedukasi masyarakat pentingnya memilah sampah.

Pemilahan sampah organik dan non organik yang dilakukan dengan baik, akan memudahkan sampah tersebut didaur ulang dan bisa dimanfaatkan.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan akan dijadikan sebagai outlet biogas.

Habib Sulton, S.Pt salah satu penanggung jawab pengolahan sampah plastik itu menjelaskan, kegiatan pengolahan sampah plastik ini berguna untuk mengurangi limbah plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan. Teruama dalam penanganan sampah plastik.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan juga menjadi salah satu upaya mahasiswa dari Santong membuka peluang kewirausahaan khususnya bagi anggota IMDS. Dan diharapkan juga menjadi sumber KAS bagi IMDS ke depan.

“Pengolahan sampah ini selain mengatasi persoalan limbah plastik, kami juga memanfaatkan sebagai sumber penghasilan bagi IMDS untuk menunjang program-program ke depannya,” kata Habib saat ditemui lombokjournal.com, Jum’at (25/06/21).

BACA JUGA: Ummi Rohmi Dorong Indutrialisasi Pengolahan Sampah

Limbah plastik kerap menjadi masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dan di Desa Santong secara umum masih banyak ditemukan berbagai jenis sampah dibuang sembarangan di sekitar pemukiman, termasuk di saluran-saluran pengairan pertanian, juga di sungai.

Menyikapi persoalan sampa plastik itu, IMDS bergerak melakukan pembagian karung/kantong sampah ke setiap rumah warga, guna mengumpulkan sampah plastik. Dengan demikian sampah plastik tidak dibuang sembarangan, dan bisa dimanfaatkan.

Habib menjelaskan, mahasiswa yang bergabung dalam IMDS akan mendatangi rumah warga untuk minta khusus sampah plastik. Akan disiapkan di tiap rumah warga persediaan kantong sampah/karung sebagai wadah pengumpulannya.

BACA JUGA: 

Kader Posyandu Insentifnya 100 Ribu Sebulan, Wagub Sindir Kades

“Kami akan membagikan karung ke setiap rumah warga dan meminta sampah plastik mereka agar tidak dibuang sembarang. Harapan kami, agar tidak ada lagi sampah plastik terbuang sembarang di desa Santong ini,” kata Habib.

Pengolahan sampah plastik yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Desa Santong (IMDS) merupakan turunan dari salah satu program tahunan mereka yang berfokus kepada peningkatan kesadaran masyarakat desa Santong akan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu kegiatan pengolahan sampah plastik ini juga  bisa menjadi bahan pertimbangan pihak Pemerintah Desa Santong sebagai solusi penanganan sampah di Desa Santong.

“Program ini sejalan dengan agenda kami yaitu Santong ACC (Aktif, Creative, dan Clean Up) yang diselenggarakan tiap tahun, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dalam melestarikan lingkungan,” ungkap Habib.

Han




Wirausaha Muda Langkah Awal Wujudkan Industrialisasi NTB

Terus melahirkan wirausaha muda merupakan langkah awal untuk mewujudkan program industrialisasi demi NTB Sejahtera dan Mandiri.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Untuk itu, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Barisan Muda Wirausaha Indonesia (DPP LBM WI) siap membantu pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan target melahirkan minimal 100 wirausahawan muda setiap bulannya.

Hal tersebut diutarakan Ketua Umum DPP LBM WI, Samsul Hidayah, saat menemui Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, di pendopo, Jumat (25/6).

Gubernur, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Wirajaya Kusuma dan Sekretaris Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti, menyambut baik hal tersebut, sekaligus mengamini permintaan Samsul Hidayah untuk menjadi pembina DPP LBM WI.

“Pemprov NTB akan selalu mendukung wirausaha-wirausaha muda, dan lebih fokus pada produk olahan,” tegas Gubernur.

BACA JUGAKreatif Mengolah Bahan Baku, Agar Industrialisasi Terwujud

Ketua Umum DPP LBM WI, Samsul Hidayah, menuturkan organisasi yang dinahkodainya merupakan organisasi internasional, dengan jaringan yang terdapat di dalam dan luar negeri dapat memberikan sumbangsih dalam menggerakkan para wirausahawan di NTB.

“DPP LBM WI sudah terbentuk di 34 provinsi 200 Kota Kabupaten dan 164 negara,” jelasnya.

Samsul Hidayah menargetkan DPP LBM WI di NTB mampu melahirkan 100 Wirausahawan setiap bulannya.

Kadis Koperasi dan UMKM NTB berharap DPP LBM WI dapat membangun hubungan simbiosismutualisme dengan Pemrov NTB.

“Coba bantu yang ada di NTB dengan memanfaatkan jaringan DPP LBM WI. 1300 orang wirausahawan juga ditargetkan Dinas Koperasi. Kita bisa berkolaborasi dan berkerjasama,” ajak Kadis.

novita@diskominfotikntb




Kreatif Mengolah Bahan Baku, Agar Industrialisasi Terwujud

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, mendukung wirausahawan daerah lebih kreatif mengolah bahan baku lokal.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kreatifitas pengolahan bahan baku yang tersedia di daerah bisa adalah dukungan terwujudnya program unggulan, yaitu industrialisasi,dan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur, saat menerima kunjungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Barisan Muda Wirausaha Indonesia (DPP LBM WI), Samsul Hidayah, di Pendopo, Jum’at (25/6).

“Jangan sampai komoditas kita begitu kembali ke kita dalam wujud yang sudah diolah. Sudah saatnya, kita harus menjual yang sudah diolah,” pesan Zulkieflimansyah.

Gubernur berpesan kepada Ketua DPP LBM WI untuk membantu menggembleng pengusaha muda agar bisa fokus mengembangkan dan memasarkan produk olahan daerah.

Pasalnya, seringkali bahan baku dijual dengan harga murah oleh masyarakat, diolah oleh daerah lain dan kembali dengan harga yang lebih mahal dalam bentuk produk jadi.

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Wirajaya Kusuma, yang turut hadir, mengatakan, akan siap berkolaborasi dengan DPP LBM WI dalam membantu menciptakan wirausaha-wirausaha muda di NTB, dengan memanfaatkan jaringan DPP LBM WI.

Sementara itu, Samsul Hidayah, menyatakan akan mendukung penuh program-program NTB khususnya terkait bidang kewirausahaan dan industrialisasi. Karena hal tersebut,  merupakan bagian dari semangat organisasinya.

novita@diskominfotikntb




Ummi Rohmi Dorong Industrialisasi Pengelolaan Sampah

Ummi Rohmi minta agar 40 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang tersebar se-NTB, agar induatrialisasi di sektor pengelolaan sampah berjalan

GONDANG.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Jalillah menegaskan, sampah bisa menjadi sumber penunjang ekonomi.

“Buktikan kepada masyarakat bahwa sampah bisa jadi solar, pelet, bata, dan sumber penunjang ekonomi lainnya,” tutupnya.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB, mengatakan itu saat melihat pengelolaan sampah oleh KSM remaja Peduli Lingkungan”REPELI” Desa Gondang Kec Gangga Kab Lombok Utara, Kamis (24/6/2021).

Karena itu, ia minta agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) merevitaliasi sebanyak 40 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang tersebar se-NTB, agar induatrialisasi di sektor pengelolaan sampah berjalan.

BACA JUGA: Data Covid-19 Harus Sinkron dan Satu Pintu untuk Publikasi

TPS 3R merupakan pola pendekatan pengelolaan persampahan pada skala komunal atau kawasan. Ini melibatkan peran aktif pemerintah dan masyarakat, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.

“Keberadaan TPS3R dalam pengelolaan sampah dapat menjembatani masyarakat dengan bank sampah.” Kata Wagub,

Keberadaan TPS3R sangat efektif sebagai hilirisasi sampah dan pusat bank sampah. Apalagi banyak masyarakat yang mengeluh tempat pembuangan akhir sampah, yang sering tidak menampung volume sampah yang terus meningkat

Sebagai catatan, Kemenristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong ‘hilirisasi’ riset dan inovasi berbasis ekonomi sirkular yang rendah karbon. Konsep tersebut dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan di Indonesia.

Menritek Bambang Brodjonegoro mengatakan, ekonomi sirkular berfokus pada penggunaan optimal dari sumber daya dalam aspek produksi hingga konsumsi.

Konsep itu dapat menjadi solusi atas masalah sampah serta untuk memenuhi kebutuhan energi berbahan dasar limbah. (Sumber: mediaindonesia.com) 

Wagub menjelaskan apa yang harus dilakukan UPT TPS3R.

“Tugas UPT TPS3R ini membangun konektifitas dengan desa, bank sampah, sehingga semua sampah organik maupun non organik dapat dikelola disini,” jelas Wagub Hj Rohmi di depan Kadis LHK.

Tunjukan kepada masyarakat, komitmen dan keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan dengan mengelolah sampah. Sehingga Zero Waste terwujud, tambahnya

Kepala Dinas DLH Provinsi NTB, Madani Mukarom menjelaskan bahwa sebanyak 40 TPS3R yang tersebar di Kabupaten/Kota se NTB akan segera dimaksimalkan.

“Sehingga dalam pengolahan sampah organik maupun non organik dapat ditanggulangi,” jelas Madani.

BACA JUGA: Islamic Center Adalah Warisan Luar Biasa Bagi Masyarakat NTB

Di KLU, tempat pengelolaan sampah ada 4 buah. Ada 3 yang telah ada dan 1 sedang penyelesain pembangunannya. Keberadaanya, 1 gondang, 1 jenggala, 1 Bayan dan 1 betek yang sedang dibangun.

edy

 




Islamic Centre adalah Warisan Luar Biasa Bagi Masyarakat NTB

Islamic Centre (IC) yang sekarang menjadi destinasi wisata unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat menjadi daya tarik dan destinasi khas dalam rencana tur para wisatawan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menjelaskan di hadapan pengurus baru IC periode 2021-2026, Jumat, (25/06), bahwa IC adalah warisan luar biasa bagi masyarakat NTB, sehingga diharapkan pengurus baru dapat mengembangkan ikon pusat peradaban Islam itu.

Islamic Center
H. Zulkieflimansyah

“Memelihara memang tidak gampang tapi kalau fokus dikelola dan digarap dengan keseriusan, artinya pengurus IC yang baru ikut mewariskan pengembangan yang akan dilakukan”, ujar Gubernur di Gedung Graha Bhakti Praja.

Sementara itu, Sekretaris Daerah yang juga Ketua Dewan Pengurus IC, H.L. Gita Ariadi mengatakan, penataan dan pengembangan tiga fungsi utama IC segera akan dipetakan sebagai prioritas. Berbagai fasilitas dan kegiatan pendukung langsung dikoordinasikan, terlebih dengan adanya Unit Pengelola Teknis (UPT) Dinas Pariwisata sebagai destinasi wisata unggulan.

“Untuk pengelolaan fungsi tempat ibadah dan pemberdayaan umat, kita bisa belajar dari pengelolaan masjid-masjid besar di Indonesia. Penekanannya kita harus segera menyelesaikan fasilitas pendidikan dan budaya Islam,” ujar Lalu Gita.

BACA JUGAIslamic Center Sebagai Representasi Wajah Islam

Kepengurusan sekarang berbeda karena mengurusi tiga fasilitas, yakni Mesjid Hubbul Wathan, fasilitas pendidikan dan Masjid Raya At-Taqwa. Perbaikan dan pemeliharaan fasilitas akan langsung ditangani oleh pengurus ex-officio dari OPD terkait, begitupula dengan kegiatan keagamaan dan budaya dalam rangka memakmurkan mesjid.

Selain itu, menurut Lalu Gita, ada pula perubahan alih fungsi semula seperti ballroom dan kegiatan ibadah lain yang dipindahkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung Islam Center.

jm




Islamic Center Sebagai Representasi Wajah Islam

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) berharap pengurus yang baru dilantik mulai memikirkan pengelolaan Islamic Center sebagai representasi wajah Islam.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Selain mengajarkan agama dan keikhlasan, para pengunjung Islamic Centre juga bisa mendapatkan pengetahuan umum, seperti tentang teori filosofi, rumus Matematika, dan berbagai ilmu terapan lainnya, dengan begitu, Islamic Center kian menunjukkan wajah Islam bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Islamic Center
H. Zulkieflimansyah

“Karena orang yang menguasai Matematika di negara-negara maju ternyata banyak mempengaruhi karakter dan sikapnya dalam kehidupan”, ungkap Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, saat melantik pengurus baru Islamic Center di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Jumat (25/06).

Gubernur mencontohkan salah satu rumus percepatan atau akselerasi yang mengkalikan velocity (kecepatan) dengan time (waktu), ini, menyelesaikan banyak urusan besar dalam aktifitas sehari hari. Oleh karena itu, ia berharap pengurus yang baru dilantik dapat mulai memikirkan pengelolaan Islamic Center sebagai representasi wajah Islam selain peribadahan.

“Guru Matematika di IC harus bisa mengajarkan Matematika dengan menyenangkan agar menjadi pelajaran penting untuk semua ilmu,” tutur Gubernur.

BACA JUGAIslamic Centre adalah Warisan Luar Biasa Bagi Masyarakat NTB

jm




Kader Posyandu Insentifnya 100 ribu Sebulan, Wagub Sindir Kades

Meski mendapat insentif Rp.100 ribu/bulan, nmun Kader Posyandu di Lombok Utara tetp bekerj dengan iklas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Keluarga di Kabupaten Lombok Utara, mendapat intensif sebesar Rp.100 ribu/bulan.

Hal itu diungkapkan salah seorang kader Posyandu di Kader Posyandu Keluarga Ida Apriana (33) asal Posyandu Mentari di Dusun Santong Barat Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia tidak berani mengeluh kepada Kepala Desa (Kades), kendati insentifnya hanya Rp. 100.000,- per bulan.

Selama 4 tahun, Ida bekerja sepenuh hati. Karena menurutnya, amal perbuatan yang baik akan dibalas di tempat lain. Kalau sarana di posyandunya lumayan memadai. Pelayanan juga maksimal terus bersama kader lain.

BACA JUGA: Pesan Wagub Saat Kunjungi Posyandu Keluarga di KLU

“Kami hanya terima intensif 100.000 per bulan, harapannya seperti ketentuan, 150.000 lah per bulan,” ujarnya. Sebab aturan yang telah dikeluarkan Gubernur NTB, paling minimal insentif kader Rp. 150.000/ bulan.

Ida menyampaikan curahan hatinya kepada Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, yang sedang kunjungan kerja lapangan untuk meninjau perkembangan  Posyandu Keluarga, Kamis (24/06/21).

Kader Posyandu lain, Kalsum (35), lebih ‘makmur’ karena mendapat insentif lebih besar, Rp200.000/bulan.

“Menjadi kader posyandu ini, memang pekerjaan yang harus mengedepankan hati dan keihlasan,” ungkap Kalsum (35), salahsatu diantara 7 kader diposyandu keluarga Senumpeng Dusun Amor-Amor Desa Gumantar Puskesmas Kayangan Kabupaten Lombok Utara.

Mewakili rekan-rekannya, ibu 2 orang anak ini bercerita bahwa pilihannya menjadi kader posyandu adalah keinginan yang tulus.

Diakui ibu yang telah menjadi kader posyandu sejak 2012 ini, dengan intensif Rp. 200.000,- dirasa cukup. Kalau mengharap intensif besar dari Pemerinta DesA tidak mungkin. Maka ketulusanlah modalnya menjalani pekerjaan kemanusiaan ini.

“Kadang tidak kenal waktu, bahkan tengah malam pun kita bekerja. Misalnya mengantar ibu yang melahirkan ke puskemas,” ujarnya dengan nada semangat.

Bersama kader lain, ia tidak mengharap banyak kepada pemerintah. Cukup melengkapi sarana prasarana dan edukasi saja.

“Kami mohon dibantu dan didukung meja, kursi dan tempat agar nyaman kami bekerja,” ucapnya didepan Wagub Ummi Rohmi.

Termasuk pelatihan dan bimbimgan teknis untuk menjadi kader yang terampil dalam segala persoalan di desa. Sehingga bisa memberikan edukasi dan keyakinan yang pasti kepada masyarakat.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Indikator Sustainable Development Goals

Menjawab isi hati kader Posyandu Keluarga, Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi tegas mengatakan, sinergi dan kolaborasi sangat dibutuhkan untuk membantu para kader.

Ia menjelaskan selama ini untuk sarana prasarana itu tugasnya Pemerintah Desa dan Kabupaten. Sedangkan bimbingan teknis dan peningkatan SDM serta regulasi Pemerintah Provinsi yang mengawalnya.

Wagub yng akrab disapa Ummi Rohmi menegaskan, agar kader yang telah diberikan pelatihan dan sertifikat jangan sembarangan diganti. Pemerintah Desa juga harus memperhatikan insentif para kader.

“Ingat bapak Kepala desa, jangan seenaknya gonta ganti kader, karena melatih mereka butuh biaya. Dan jangan intensifnya dibawah 150.000,” dingatkan Wagub di depan Kades.

Di akhir kunjungannya, mantan Ketua DPRD Kabupten Lombok Timur ini mengingatkan kader, walaupun ini pekerjaan yang butuh keihlasan, berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Jangan lupa pak Kades, perhatikan para kader posyadu keluarga,” tutupnya.

edy

@diskominfotik_ntb




Posyandu Keluarga Indikator Sustainable Development Goals

Revitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga, harus diurus dan dikelola dengan baik, karena menjadi indikator Sustainable Development Goals (SDGs) untuk kelanjutan pembangunan di desa.

KLU.lombokjournal.com ~ Inilah pesan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, pada kunjungan lapangan Posyandu Keluarga, di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (24/6/).

“Aktifkan posyandu keluarga, maka target SDGs akan tercapai,”kata Sitti Rohmi.

Karena semua persoalan seperti cakupan indikator untuk menuju SDGs akan mudah diatasi, seperti persoalan pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, sosial dan lainnya.

“Jadi, kalau 995 desa se-NTB serius membangun Posyandu Keluarga maka semua persoalan di desa akan teratasi dan pembangunan berjalan sesuai rencana,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGAMadu Trigona, Bakal Ekowisata Baru di Pulau Sumbawa

Sementara itu, Kepala Desa Gumantar, kecamatan Kayangan, Japarti, mengatakan ikhtiar untuk merevitalisasi posyandu telah direalisasikan.

Keberadaan posyandu keluarga sangat dirasakan manfaatnya, karena selain untuk pelayanan KIA, remaja dan lansia juga menjadi alternatif warga, karena jauh dari puskesmas.

“Betul semua hal mulai dari lingkungan, kesehatan, pendidikan, pangan dan sebagainya kita dapatkan informasi dan solusi di pelayanan posyandu keluarga,” tuturnya.

Hal yang sama dinyatakan oleh Kepala Desa Santong, H. Muhammad Zaeni Anshori, mengakui Posyandu Keluarga di desanya sedang terus disegerakan keberadaannya.

edy@diskiminfotikntb




Madu Trigona, Bakal Jadi Ekowisata Baru di Pulau Sumbawa

Sentra Budidaya Madu Trigona, desa Pelat, kecamatan Unter Iwes dan kecamatan Batulanteh di kabupaten Sumbawa direncanakan menjadi ekowisata, dengan tujuan memaksimalkan fungsi hutan dan alam, serta memajukan ekonomi masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ “Sentra Madu Trigona ini bisa jadi bagian dari ekowisata,” seru Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, saat menerima Audiensi Tim Center for International Forestry Research (CIFOR), Tim Peneliti Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) KANOPPI, dan General Manager Geopark Tambora, terkait Pengelolaan Agroforestri Berbasis Bentang Alam untuk Peningkatan Ekonomi Petani dan UMKM, di Pendopo Gubernur, Kamis (24/6).

Madu TrigonaSentra Madu Trigona di Sumbawa yang dikembangkan menjadi ekowisata dapat menjadi contoh jika hutan dan alam bisa dimaksimalkan fungsinya.

Membudidayakan Madu Trigona berarti harus menjaga kelestarian ekosistem sekitarnya, begitu juga dengan menjadikannya sebagai ekowisata.

“Yang ada di mindset masyarakat kan seringkali hutan tidak boleh diapa-apakan. Padahal sangat bisa dimaksimalkan fungsinya dengan tetap menjaga keaslian ekosistemnya,” jelas Gubernur.

BACA JUGAKesehatan Keluarga Berkualitas dengan Turut dan Aktif KB

Sementara itu, Ani S. Adiwinata, Phd, selaku Socioeconomist and Policy Analist dari CIFOR menjelaskan, pengembangan Sentra Madu Trigona di Pulau Sumbawa menjadi pusat ekowisata pengerjaannya tengah dalam bproses bekerjasama dengan Geopark Tambora.

“Namun karena pandemi ini, kami juga sedang mengembangkan Virtual Tour bekerjasama dengan Geopark Tambora,” jelas Ani.

Ani menambahkam, Ecowisata yang akan dibentuk selain bekerjasama dengan pihak Geopark Tambora nantinya akan bekerjasama dengan pihak desa setempat.

Desa Batulanteh sendiri merupakan salah satu dari 99 desa wisata milik NTB. Ia dan timnya tengah mendorong adanya peraturan desa yang memungkinkan adanya bantuan dana desa untuk mendukung terwujudnya ekowisata.

Sementara ini budidaya madu trigona masih dipusatkan di learning center, namun tak sedikit juga dikembangkam di rumah warga. Menurut Ani, tidak perlu lahan besar yang penting penyediaan pakannya, seperti bunga-bungaan yang dapat ditanam dengan mudah oleh masyarakat.

“Dengan begitu diharapkan dapat terjadi peningkatan pendapatan masyarakat lokal, khususnya di masa pandemi ini,” jelasnya.

novita@diskominfotikntb