Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air

Mendapat bantuan dari Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Muhidin akan membuat kolam baru penangkaran penyu

TANJUNG.lombokjournal.comPenangkaran penyu secara swadaya di pantai Sedayu, Lekok, Desa Gondang, Lombok Utara, sudah ditekuni Muhidin sejak tahun 2014 silam.

Upaya menyelamatkan habitat penyu itu dimulainya dengan susah payah. Sebab penangkaran penyu yang dirintisnya sejak sekitar tujuh tahun silam itu bukan untuk mengejar keuntungan.

Tapi Muhidin melakukan penangkaran penyu semata-mata karena cinta lingkungan. Pria tua yang sederhana yag juga merupakan salah satu tokoh pejuang iklim itu mulai penangkaran penyu itu dengan sarana serba terbatas.

Penangkaran Penyu dapat bantuan

Misalnya, ia kerap mengambil air laut dengan ember untuk mengairi kolam-kolam penangkaran penyunya.

“Dulu saya mengambil air laut dengan menimba pakai ember,” tutur Muhidin.

BACA JUGA: Bantuan Painel Mesin Sumur Bor untuk Dusun Baru Murmas

Karena itu, ketika ia menerima bantuan dari Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Minggu (11/07/21), mata Muhidin berkaca-kaca.

Bantuan yang diterimanya berupa seperangkat mesin pompa air laut dan uang tunai sebesar Rp 16 juta tersebut disambut Muhidin dengan mata berkaca-kaca.

“Ini bantuan besar bagi saya, karena selama ini banyak yang menjanjikan bantuan, kemudian tak ada kabar. Tapi dari kawan-kawan inilah yang langsung terealisasi,” ujar Muhidi.

Muhidin mengaku, bantuan mesin pompa air laut tersebut akan sangat membantunya. Pompa air akan mempermudah pekerjaannya.

Sebab selama ini ia kerap mengambil air laut dengan ember secara manual untuk mengairi kolam-kolam penangkaran penyunya.

“Sekarang saya tak lagi ngambil air denga ember. Kita sedot dengan mesin pompa dai laut,” katanya.

Dan tentang batuan uang tunal Rp16 juta itu untuk apa?

BACA JUGA: Lombok Sumbawa Infinite Experience, Citra Baru Wisata NTB

Tidak ada lain rencananya, uang tunai bantuan itu pun akan dipergunakan untuk membuat kolam penangkaran baru. Selebihnya untuk merenovasi kolam lama yang sudah tidak memadai.

“Saya sangat terbantu dengan batuan ini,” kata Muhidin.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Garuda Mandiri Peduli (GMF Peduli), Kemas Omi Andrian mengaku, telah beberapa kali mengunjungi penangkaran penyu di tempat Muhidin.

Dari kunjungan tersebut ia menggali apa yang dibutuhkan oleh Muhidin, lalu melakukan penggalangan dana.

“Sudah beberapa kali kita ke sini, lalu menyerap apa yang menjadi kebutuhan beliau (Muhidin) dengan penangkaran penyunya, setelah itu kita komunikasikan dengan pihak pihak yang peduli untuk penggalangan dana,” ujar Kemas.

Ia dan pihaknya merasa senang karena telah berhasil menggalang dana dan langsung menyalurkan bantuan tersebut.

Sebab Muhidin telah melakukan aksi konservasinya secara swadaya. Sehingga menurutnya inilah yang menjadi perhatian.

Ia berharap semoga bantuan yang disalurkannya dapat bermanfaat dan menjadi motivasi agar Muhidin lebih bersemangat lagi.

“Semoga dengan bantuan ini Muhidin semakin bersemangat melakukan aksinya, Muhidin telah melakukan semua ini dengan swadaya, sehingga kami merasa ini perlu mendapat perhatian,” paparnya.

Memang masih ada kekurangan sarana lain yang menunjang kelancaran kegiatan Muhidin dalam penangkaran Tukik, seperti kolam yang standar, Tandon berukuran besar untuk menampung air.

Saat itu dilakukan pelepasan 100 tukik (bayi penyu), sebagai simbolisasi hidupnya konservasi di Lombok Utara.

@ng




Bantuan Painel Mesin Sumur Bor untuk Dusun Baru Murmas

Masyarkat Dusun Baru Murmas menerima bantuan panel mesin sumur bor, agar mesin itu berfungsi kembali untuk menarik air dari kedalaman tanah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sebanyak 2 (dua) painel mesin sumur bor bantuan dari PT. Tiara Citra Nirwana (TCN) Denpasar diserahkan ke Dusun Baru Murmas, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok, hari Minggu (11/07/21).

Bantuan Painel mesin sumur bor senilai kurang lebih Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) itu sangat dibutuhkan, untuk mengaktipkan tenaga listrik yang bekerja memompa air dari kedalaman ratusan meter di Dusun Baru Murmas.

Bantuan painen mesin

Karena itu, saat menyambut kedatangan Tim mekanik yang berjumlah 6 orang dari PT. TCN yang menyerahkan dua painel mesin sumur bor, pihak perwakilan tokoh pemuda Dusun Baru Murmas mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih,” kata Taufik mewakili tokoh pemuda.

Senada dengan ucapan tokoh pemuda, Kepala Dusun Baru Murmas, Artawadi, yang sekaligus Ketua Pamdus Gemulung Dusun Murmas mengatakan, bantuan 2 buah painel ini sangat berharga.

BACA JUGA: Tempat Ibadah Tidak Ditutup, Tapi Optimalkan Ibadah di Rumah 

“Saya bersyukur ada pihak PT.TCN sangat peduli dengan masyarakat Dusun Baru Murmas.

Dijelaskan, sumur bor yang selama ini dikelola masyarakat memang sering bermasalah dengan painel, yang fungsinya untuk menaktipkan tenaga listrik yang bekerja memompa air dari kedalaman ratusan meter di Dusun Baru Murmas.

“Masyarakat Dusun Baru Murmas memiliki satu satunya sumur bor, dan kalau terjadi kerusakan atau gangguan mesinnya, maka dipastikan air sulit di dapatkan,” kata Astawadi.

Ia bersukur masyarakat kedatangan donatur yang peduli dengan kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat Dusun Baru Murmas, yang memang sangat kesulitan dengan air bersih yang bersumber dari sumur bor yang ada.

BACA JUGA: Penerapan PPKM Mikro, Harus Berbasis Desa/Kelurahan

Terlebih lagi dengan kondisi masyarakat sekarang ini, jelas tidak mampu membeli kebutuhan sumur bor yang ada, lanjutnya.

“Warga kami kesulitan ekonomi karena mereka hanya mengandalkan buruh musiman perkebunan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Artawadi mengucapkan terima kasih kepada PT. TCN yang telah membantu perbaikan dan meluangkan waktu dan tenaga serta painel secara suka rela.

Perwakilan PT. TCN, I Gede Agus Artha Guna mengatakan, pihaknya sampai di Dusun Baru Murmas tidak lepas dari kkomunikasi yang dilakukan Kepala UPP Sahbandar Pamenang, Heru.

Gede Agus juga menyebut Ketua OPAL KLU, Jaharudin, yang sangat aktif mengkomunikasikan masalah yang dihadapi warga Dusun Baru Murmas.

“Karena kedua teman ini pula kami sampai ke dusun ini, dan syukur kami bisa datang ke tempat ini,” kata I Gede Agus.

Tim mekanik dari PT. TCN beberapa waktu lalu telah melakukan survey kerusakan mesin sumur bor yang dimaksud.

Terkait painel mesin yang rusak, Gede Agus menjelaskan kesulitan mendapatkan skema painelnya dan cukup lama menunggu, tak juga didapatkan.

Karena itu, pengerjaan mulai dari skema dan merakitnya pun dilakukan dengan penuh kehati hatian. Sebab posisi mesin sumur bor ada di dalam tanah.

Kendati demikian, pihak PT. TCN berusaha merangkai sendiri, sehingga merlukan waktu yang cukup lama. Penyebabnya, tim mekanik kesulitan mendapatkan sekema painel yang lama.

Selain butuh waktu yang cukup, juga pengerjaannya tidak bisa dilakukan sembarang orang. Tapi secara kebetulan pihak PT. TCN memang konsen pada perusahaan instalasi painel, jelas I Gede Agus.

“Kami hanya mampu membatu seadanya,” tutur Agus.

Pada saat yang sama PT TCN juga sedang membantu pembangunan gedung sekolah di Gili Terawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pamenang, KLU.

“Pihak perusahaan tidak maksud apa apa, selain membantu sesama kita tanpa melihat suku, ras maupun agama,” ungkap Gede Agus kepada warga Dusun Baru Murmas.

@ng




70 UMKM di Lombok Utara Disiapkan untuk Go Online

Pemerintah Daerah Lombok Utara mendorong 70 UMKM segeran go online melalui pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 hampir merubah seluruh tatanan hidup masyarakat, tak terkecuali dalam proses transaksi jual-beli.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah daerah mendorong masyarakat banyak berbelanja secara daring/online.

70 UMKM di Lombok Utara ikuti pelatihan DEA
H. Muhammad (kiri)

Potensi itu harus bisa direbut UMKM. Karena itu, Pemerintah Daerah Lombok Utara bersama Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo), Badan Litbang SDM Kementrian Kominfo, melalui Dinas Kominfo Lombok Utara, mendorong para pelaku UMKM di Lombok Utara segera Go-Online.

Caranya, dengan menggelar Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bertempat di Lesehan Sasak Narmada Tanjung, Sabtu (10/07/21).

BACA JUGA: Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air 

Pelatihan peningkatan keterampilan dan daya saing SDM UMKM di bidang teknologi informasi dan komunikasi ini, dibuka secara resmi Kepala Dinas Kominfo Lombok Utara H. Muhammad, S.Pd.

H. Muhammad dalam sambutannya menyambut baik program yang ditawarkan oleh BPSDMP Kominfo untuk mempersiapkan SDM yang unggul, dalam mendukung era revolusi industri 4.0.

Terlebih saat ini Kabupaten Lombok Utara telah dipilih sebagai 100 kabupaten di Indonesia menuju Smart city dari Kementerian Kominfo Republik Indonesia.

“Kami dari Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh Kominfo Pusat lewat BPSDMP,” ucap Kadis Kominfo Lombok Utara.

Sebelum dimulainya kegiatan DEA dari BPSDMP Kominfo tersebut, H. Muhammad berpesan kepada 70 peserta yang lolos seleksi, agar mengikuti kegiatan dengan serius.

Muammad berharap para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya.

“Saya mengucapkan selamat mengikuti kegiatan Digital Entrepreneurship Academy ini, Mudah-mudahan bapak-ibu mendapatkan ilmu yang berkah dan nanti dimanfaatkan untuk kebaikan dan kelancaran usahanya,” ucapnya.

BACA JUGA: Premium 169, Beras NTB Diolah Cara Modern dan Industri

Potensi pasar e-Commerce

Sementara itu, dalam sambutan Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya, Eka Handayani, SE., MM yang dibacakan oleh staf BPSDM Surabaya memaparkan, potensi pasar e-Commerce di Indonesia pada tahun 2020 telah mencapai sekitar 1.850 triliun rupiah.

Jumlah itu naik sekitar 9 kali lipat dari transaksi yang terjadi di tahun 2015. Menurutnya, hal tersebut adalah peluang untuk para UMKM agar bisa segera Go-Online.

Eka Handayani mengungkapkan, ada beberapa alasan UMKM harus beralih ke perdagangan secara online. Di antaranya bisa menjangkau pasar yang luas, memangkas biaya operasional, tidak harus ada lokasi dan potensi pendapatan tidak terbatas.

UMKM yang lebih banyak menggunakan teknologi digital menjadi lebih kompetitif secara internasional.

Dikatakan Eka, tahun ini, program Digital Talent Scholarship (DTS) menargetkan pelatihan peningkatan kompetensi bagi 100.000 peserta.

Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi, sebagai bagian dari program pembangunan prioritas nasional.

“Salah satu skema program DTS adalah Program Digital Entrepreneurship Academy yang merupakan program beasiswa untuk mencetak Digital Entrepreneur baru dengan target sejumlah 22.000 orang,” jelasnya.

Melihat pentingnya kegiatan DEA tersebut, salah seorang peserta asal Kecamatan Bayan, Denda Suria Sari  mengaku bersyukur karena mendapat kesempatan untuk belajar bersama dengan pelaku UMKM yang lain.

Ia mengaku, kegiatan DEA sangatlah positif terutama dalam pengoptimalan pemanfaatan jaringan online sebagai salah satu media pemasaran yang efektif.

“Ini bukan seremonial tapi nyata bisa saya aplikasikan langsung dalam penjualan online. Memang waktu dua hari tidak cukup tetapi dengan penyampaian yang baik oleh narasumber, maka saya dan semua peserta bisa membuat konten-konten yang baik, bagaimana membuat foto yang menarik bisa dilakukan,” tutur Suria Sari.

Usai mengikuti kegiatan DEA, mewakili teman-teman UMKM Denda berharap, agar kegiatan semacam ini rutin diagendakan oleh pemerintah.

Baik Pemerintah Pusat, Provinsi ataupun Kabupaten dengan turut menggandeng BUMN yang nantinya bisa membantu dalam hal permodalan.

“Ke depan mewakili kawan-kawan yang lain, kegiatan seperti ini bukan hanya sekali, tapi UKM didampingi sampai bisa mandiri dalam dunia digital dan jangan lupa mengandeng BUMN yang bisa membantu permodalan untuk UMKM,” harapnya.

@ng




Tempat Ibadah Tidak Ditutup, Tapi Optimalkan Ibadah di Rumah

Secara khusus terdapat revisi terkait Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 yang berkaitan dengan penutupan tempat ibadah dan pelaksanaan dan resepsi pernikahan

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Ada revisi aturan terkait Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kementerian Dalam Negeri mengubah aturan tempat ibadah semua agama yang semula ditutup selama  masa PPKM Darurat Jawa Bali berlangsung, menjadi hanya meniadakan kegiatan keagamaan.

Memang secara khusus, revisi itu yang berkaitan dengan penutupan tempat ibadah dan pelaksanaan resepsi pernikahan.

BACA JUGA: Penerapan PPKM Darurat Harus Berbasis Desa/Kelurahan

Dalam revisi aturan PPKM Darurat itu, tempat ibadah tidak lagi ditutup dan resepsi sepenuhnya ditiadakan.

Perubahan itu tertuang dalam instruksi Mendagri Tito Karnavian Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Bunyi revisi instruksi Mendagri 19/2021 sebagi berikut:

“Dalam rangka tertib pelaksanaan PPKM darurat COVID-19 di Jawa dan Bali, perlu dilakukan perubahan, khususnya pada diktum ketiga huruf g dan huruf k instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19.”

BACA JUGA: PPKM di NTB, Ketentuan yang Ditetapkan dan Harus Dipatuhi

Bunyi huruf g dan k pada instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 semula seperti ini:

g. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara;

k. resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang

Kemudian direvisi menjadi seperti ini:

I. Huruf g, tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM darurat, dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah

II. Huruf k, pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat.

Instruksi Mendagri 19/2021 itu tertulis aturan baru ini berlaku mulai 10 Juli sampai 20 Juli 2021. Instruksi baru ini sudah diteken oleh Mendagri Tito Karnavian.

Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi, membenarkan instruksi Mendagri itu.

Pada intinya, menurut Jodi, revisi aturan terkait auran rumah ibadah adalah meminta warga mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

“Tetap mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah. Karena imbauan ini untuk kebaikan kita sendiri, keluarga dan masyarakat secara luas,” kata Jodi seperti dikutip detiknews, Sabtu (10/7/2021).

Rr

detiknews




Pandemi Belum Usai, Organda NTB Menjamin Transportasi Sehat

Faktor penting guna mewujudkan transportasi yang aman dan sehat di masa pandemi adalah dukungan Organisasi Angkutan Darat (Organda), baik segi legalitas izin operasi, kapasitas, kebersihan, fasilitas, maupun sarana prasarana lainnya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dukungan ini demi terwujudnya pelayanan yang maksimal di masa pandemi maupun untuk mensukseskan event internasional yang akan digelar di Provinsi NTB.

Pandemi Belum UsaiHal ini ditegaskan oleh Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB, Junaidi Kasum, dalam acara Bincang Gemilang, bertema “Penguatan Kolaborasi dan Sinergi Perhubungan menuju Transformasi Gemilang, di halaman kantor Dinas Perhubungan NTB, Jumat (09/07).

Menurut Junaidi Kasum, Organda akan ikut membantu, mendorong dan melindungi teman-teman pengusaha yang bergerak di bidang transportasi di NTB agar memberikan pelayanan yang maksimal.

“Keamanan transportasi di NTB tentu akan terus kita pertahankan. Selain itu, tantangan lain yang harus kami wujudkan adalah mendata semua kendaraan yang punya kapasitas demi mensukseskan World Superbike pada November 2021 dan event MotoGP pada Maret 2022 mendatang,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder terkait bagaimana memastikan semua transportasi darat yang aman dan layak bagi para penonton serta pengunjung yang akan menyaksikan berbagai event yang segera digelar di NTB.

BACA JUGAPPKM di NTB: Ketentuan Yang Diterapkan dan Harus Diikuti

manikp@kominfotikntb




Layak Ada Pemekaran Dusun Luk Barat dan Luk Timur

Dalam musyawarah desa dengan agenda persetujuan Pemekaran Dusun Luk Barat dan Luk Timur, pemekaran dusun itu dikatakan layak karena sesuai standar regulasi

TANJUNG.lombokjournal.comPemerintah Desa (Pemdes) Sambik Bangkol (Samba) berpandangan layak dan wajar Dusun Luk Barat dan Luk Timur melebarkan wilayah.

“Tentu (pemekaran itu harus) sesuai koridor ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada,” ungkap Pjs Desa Samba, Sarjono, S.Kom.

Layak ada pemekaran
Pjs Kades dan BPD

Hal itu dikatakannya musyawarah desa (musdes) dengan agenda persetujuan Pemekaran Dusun Luk Barat dan Luk Timur yang diselenggarakan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Samba, Kecamatan Gangga, Lombok Utara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambik Bangkol (Samba), Kecamatan Gangga, Lombok Utara, di aula desa hari Rabu  (07/07/21).

Menurut Sarjono, musdes yang diselenggarakan itu termasuk tahapan keempat dalam mekanisme formal pemekaran.

Ia berharap ditindaklanjuti oleh BPD dalam keputusan secara kelembagaan terkait persetujuan pemekaran dusun tersebut.

BACA JUGA: RTG Dusun Lias Desa Genggelang Diresmikan Wabup Danny

Diharapkan, berdasarkan evaluasi BPD yang disampaikan dalam pemberian pandangan terkait kelayakan dan kepatutan kedua dusun dimekarkan menjadi dusun baru.

“Dalam proses menyusun kelengkapan dokumen, kami imbau panitia selalu berkoordinasi dengan anggota BPD setempat, kepala dusun dan para tokoh di dusun masing-masing demi kelengkapan administrasi dan peta batas. Ini memang krusial sehingga harus dipenuhi terlebih dahulu,” tandas Sarjono.

Menurutnya, sesuai amanat regulasi hendaknya Pemrakarsa dan Panitia Pemekaran melakukan pendekatan partisipatif sampai lini paling bawah (tingkat RT). Hal itu untuk menghindari konflik dan sengketa yang mungkin saja timbul saban hari.

Tak hanya itu, panitia mesti menyelesaikan semua ornamen batas di lapangan dengan tetap mempedomani ketentuan perundang-undangan yang mengatur khusus batas wilayah.

“Berdasarkan dokumen perbaikan dalam proposal nantinya, Pemdes akan mengkonsultasikan kepada Pemerintah Kecamatan untuk dasar mengeluarkan kebijakan penetapan panitia pelaksana pemekaran dusun oleh Pemdes,” tukas lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi UIN Yogyakarta ini.

Selain kelengkapan dokumen, kata Sarjono, koordinasi di desa perlu dilakukan lebih intens agar mencapai hasil maksimal.

Hal itu berarti pemekaran dusun dalam wilayah administratif Desa Samba mesti diiringi dengan semangat membangun dusun dan desa yang kondusif.

Dipaparkan Kasubbag Humas pada Bagian Humas dan Protokol KLU ini, pada Pasal 13 Perdes Samba Nomor 5 tahun 2020 tentang Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa disebutkan adanya klausula pemekaran dusun.

BACA JUGA: Kelompok Peternak di Dangiang Bertekad Merubah Nasib

“Saya yakin dan percaya, masyarakat dua dusun punya keinginan yang kuat meningkatkan kesejahteraannya pada masa yang akan datang. Tapi hal yang terpenting adalah ketelitian dan kejelian panitia dalam mewujudkan pemekaran dusun,” tutupnya.

Sesuai standar regulasi

Sebelumnya, Ketua BPD Samba, Madhan, mengatakan, setelah memverifikasi proposal pemekaran serta mendengar aspirasi masyarakat dalam rapat dengar pendapat (RDP), BPD menganggap usulan pemekaran Dusun Luk Timur dan Dusun Luk Barat sudah sesuai dengan standar regulasi.

“Dengan berpatokan pada jumlah KK dan jumlah jiwa, telah melebihi ketentuan yang ditentukan dalam rancangan Perbup. Luas wilayah 25 ha, lokasi dusun sudah bisa diakses kendaraan, serta adanya aspirasi masyarakat yang disampaikan secara lisan maupun tulisan,” imbuhnya.

Faktor yang menjadi pertimbangan BPD, di antaranya mempercepat pelayanan masyarakat, mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah dusun, dan mempercepat pembangunan SDM.

“Kami sampaikan rekomendasi BPD Nomor 2/BPD-SB-7-2021, maka kami BPD Sambi Bangkol memandang sudah memenuhi persyaratan untuk dimekarkan. Kami berharap Pemdes membentuk panitia dengan masa kerja 6 bulan, lalu membetuk dusun pemekaran menjadi dusun persiapan, menaikkan status dusun persiapan menjadi dusun definitif, dan masa status dusun persiapan menjadi dusun definitif 17 bulan,” pungkas Madhan.

Dalam musdes itu, hadir Ketua dan Anggota BPD, Penjabat Kepala Desa beserta perangkat desa setempat, perangkat kewilayahan Luk Barat dan Luk Timur, Babinsa Samba Peltu Zainal Abdi Koko, para pemrakarsa dan panitia pemekaran, serta para tokoh dari kedua dusun.

@ng




RTG Dusun Lias Desa Genggelang Diresmikan Wabup Danny

Permasalahan tanah dalam pembangunan RTG atau Rumah Tahan Gempa bisa diselesaikan dengan semangat mempolong merenten masyarakat

GANGGA,KLU.lombokjournal.com ~ Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) warga Dusun Lias, Desa Genggelang, Kec Gangga, Lomok Utara yang sempat terhambat karena permasaahan hak tanah kini sudah terbangun.

Peresmian RTG itu dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST., M.Eng, di pemukiman relokasi warga RT. 3 Mekar Katon Dusun Lias, Desa Genggelang, Rabu (07/07/21).

RTG Dusun Lias RTG Dusun Lias

Wabup Danny menyampaikan terima kasih kepada pihak terkait yang telah menyelesaikan permasalahan tanah tersebut.

“Permasalahan ini bukan persoalan yang mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Permasalahan tanah seperti ini tidak hanya terjadi di sini saja tetapi masih banyak tempat yang lain memiliki persoalan yang sama, ” ucapnya.

Danny juga mengucapkan selamat kepada warga Dusun Lias, hari itu akan diresmikan rumah tahan gempa (RTG). Wabup mengucapkan terimakasih kepada BPBD yang telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga pembangunan ini bisa terlaksana dengan baik.

BACA JUGA: Kelompok Peternak di Dangiang Bertekad Merubah Nasib

“Walaupun rumah sudah dibangun tapi memang banyak PR yang harus dikerjakan di sini. Kami minta kepada bapak Kades, Kadus dan pihak terkait, bukan hanya membangun rumah tapi setelah itu perlu dipikirkan juga untuk sanitasi, penalutan serta menanam pepohonan. Sehingga masyarakat bisa tinggal dengan nyaman di tempat ini,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Wabup mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan sabar dalam menghadapi musibah yang dialami saat ini, terlebih di Lombok Utara sudah diguncang dengan gempa bumi yang merusak semua fasilitas.

Belum tuntas mengatasi soal gempa bumi, kini disambut lagi dengan wabah Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Genggelang Almaududi S.Pd menyampaikan rasa syukur yang mendalam, karena bisa menyelesaikan tahapan awal dari proses penyelesaian kasus tanah di Dusun Lias.

“Ada beberapa catatan penting yang bisa dijadikan hal yang sangat menarik bagi penyelesaian permasalahan tanah di Dusun Lias ini. Kita bersama-sama, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui bagian hukum, Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) beserta masyarakat bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada, tanpa ada pihak ketiga. Hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ucapnya.

Kades Genggelang menyampaikan, jika melihat persoalan tanah di berbagai Daerah sulit sekali dalam proses penyelesaian. Dudi sangat bersyukur di Kabupaten Lombok Utara dengan semangat mempolong merenten masyarakat bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik.

BACA JUGA: Petani Peternak di KLU Mulai Sulit Cari Pakan Ternak

“Adapun sisa lahan masyarakat yang belum direlokasi, menjadi PR bersama untuk bisa menyelesaikan secara kekeluargaan agar warga yang belum direlokasi, akan segera dilakukan pembahasan untuk pencabutan lot, mengingat masih banyak warga kita yang belum mendapatkan tanah,” ungkapnya.

Dudi juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui bagian Hukum  tetap mendampingi Pemerintah Desa dalam memfasilitasi permasalahan warganya.

@ng




Kelompok Peternak di Dangiang Bertekad Merubah Nasib

Nasib kelompok ternak tidak akan berubah, kalau seluruh anggotanya tak berkomitmen untuk merubah nasib

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengukuhan Kelompok Ternak “Beriuk Bangkit” Dusun Dangiang Barat, Desa Dangiang Kecamatan Kayangan, Lombok Utara bertujuan dan berkomitmen merubah nasib dengan cara beternak sapi.

Hal ini disampaikan pembina kelompok di Dusun Dangiang, Murdi,SH, di depan para anggota dan Petugas Penyuh Lapangan (PPL) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KLU dan UPTD Kecamatan Kayangan, Selasa (07/07/20).

Kelompok peternak di Dangiang

Murdi,SH, selain sebagai pembina kelompok ternak sapi dan unggas, sekaligus sebagai Ketua BPD di Desa Santong Mulia.

Menurut dia, nasip kelompok tidak bisa berubah, jika semua anggota tidak merubah nasipnya sendiri. Dan membangun komitmen bersama, dan patuh serta bersatu padu dalam melaksanakan kegiatan kelompok.

Hal sama juga disampaikan, mantan ketua kelompok, Rapidep (55). Ia mengatakan jika suatu kelompok ingin maju, maka segala kegiatan harus dilaksanakan secara bersama sama.

BACA JUGA: Petani Peternak di KLU Mulai Sulit Cari Pakan Ternak 

“Dan tidak hanya mengandalkan pengurus saja,” ungkapnya.

Rapidep mengakui, kelompoknya terbentuk sejak tanggak 5 Januari 2019. Namun karna anggotanya masih konsentrasi perbaikan rumah masing masing akibat gempa bumi 2018, berpengaruh pada kegiatan kelompok yang jadi kurang aktif.

Namun saat ini kelompoknya kembali bangkit setelah di resufel.

Pengukuhan kelompok di laksanakan hari Selasa (07/07/21), dan langsung dibuatkan badan hukum ke Notaris dan PPAT, kata Rapidep.

Ia sendiri mengundurkan diri sebagai ketua, lantaran dipilih sebagai Ketua P3A di kelompok tani.

Kepala UPTD Kecamatan Kayangan, Lalu. Pujiatim,S.Pi mengatakan, kelompok ini diharapkan lebih aktif dalam kegiatan untuk sebuah tujuan tertentu, sebagaimana yang diharapan sesuai nama kelompok yaitu “Maju Bangkit”.

“Jangan lupa bahwa tujuan kita berkelompok adalah untuk menyatukan dan membangun sebuah sekuatan, memiliki kekuatan dalam melaksanakan kegiatan kelompok. Disamping sebagai wadah bersama dalam bermusyawarah untuk mufakat,” kata L. Pujiatim.

Sementara itu, Kabid Peternakan DKPP KLU, Raden Adi Dharmawangsa, SPt, menekankan, kelompok harus memiliki semangat untuk berinovasi.

“Kondisi daerah saat ini belum bisa sepenuhnya membantu petani lantaran keuangan daerah yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum bisa diandalkan untuk membantu parakelompok tani. Beban daerah sehubungan dengan kondisi Covid 19 dan lain sebagainya belum bisa maksimal membantu kelompok,” jelas Raden Adi.

Oleh karena itu kelompok harus mampu berinovasi dan menjalankan kegiatan kelompok.

Untuk merubah nasib, disarankan tidak hanya berkutat pada ternak saja, namun juga pada pemanfaatan lahan yang ada. Selain tanaman pokok, juga harus ada tumpang sarinya, kata R. Adi.

Kemudian yang berkaitan dengan kesehatan ternak, sudah tersedia Petugas IB dan PPL yang mencakup semua kecamatan masing masing.

Jika ada permaslahan anggota kelompok, kami berharap segera berhubungan denga PPL maupun petugas IB di wilayah masing masing.

“Jangan sampai dalam kelompok ada tujuan lain” tandas Raden Adi.

@ng




Petani Peternak di KLU Mulai Sulit Cari Pakan Ternak

Di kawasan dataran rendah di wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), petani peternak mulai merasakan dampak musim kemarau

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Petani ternak di sekitar Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara mulai kesulitan mendapatkan pakan ternak saat memasuki musim kemarau.

Pengamatan yang dilakukan wartawan hari Selasa (07/07/21) pagi sekitar pukul 08.00  terlihat kerumunan para petani ternak di tengah sawah untuk mendapatkan jerami untuk pakan ternak mereka.

Mereka mengaku sudah muali kesulitan mendapatkan rumput lantaran musim kemarau mulai dirasakan di Kabupaten Lombok Utara, khususnya di kawasan dataran rendah.

Para petani ternak tidak jarang mereka mencari pakan daun ketela, daun nangka dan lain lain sebagai alternatif menanggulangi kebutuhan ternak mereka.

BACA JUGA; Mataram, Kota Non Jawa Bali Kena Pengetatan PPKM Mikro 

Saat sebagian persawahan di wilayah Kecamatan Tanjung mulai panen padi, mereka berdatangan sejak pukul 5 usai Sholat Subuh hingga siang hari. Petani ternak tak tanggung-tanggung ikut membantu panen hanya sebatas mendapatkan limbah jerami untuk makanan ternaknya.

Tidak jarang pula mereka yang tidak kebagian limbah jerami harus rela mencari di tempat lain meski harus menempuh jarak puluhan kilometer dengan mengendarai sepeda motor.

Para petani itu bersama isrtri mereka harus meninggalkan tugas rumah tangga lainnya demi mendapatkan pakan ternak.

Sejak beberapa bulan terakhir, rumput di ladang-ladang tempat penggembalaan hewan mulai langka akibat kemarau. Bahkan, kelangkaan rumput pun mulai merata ke sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut, diketahui mayoritas terjadi di kawasan dataran rendah di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Sebagian lagi, petani masih bisa mencari pakan alternatif alami, misalnya dengan dedaunan dari semak belukar di kebun penduduk dan seputar perbukitan.

“Tapi, setelah kemarau berbulan-bulan, semak belukar mengering. Makanya, pakan ternak masih kurang tercukupi,” kata seorang petani

BACA JUGA: Telur dan Daging Bisa Sasembada Bila Ada Pabrik Pakan

Para peternak akhirnya ada yang berombongan menyewa mobil bak untuk berangkat mencari rumput ke tempat yang jauh, selain dengan kendaraan sepeda motor yang kapasitasnya terbatas.

@ng




Taman Pendidikan Qur’an di KLU Dapat Akta Notaris Gratis

Akta Notaris gratis yang dibagikan kepada beberapa Taman Pendidikan Qur’an, membantu syarat adminisrasi untuk memperoleh bantuan pemerintah

KLU.lombokjournal.com ~ Lima belas Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) mendapatkan akta notaris gratis dari program Karang Taruna Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara,

Serah terima akta notaris kepada beberapa pengurus TPQ di Kabupaten Lombok Utara itu digelar Karang Karuna Desa Dangiang, Selasa (06/07/21).

“Akta notaris yang diberikan diberikan secara gratis kepada beberapa TPQ tersebut merupakan hasil dari program pembuatan akta notaris atas kerja sama Karang Taruna Ddesa Dangiang dengan Yayasan Pasir Putih dan LazisNU,” jelas Ahmad Rosydi S.Sos, Ketua Karang Taruna Desa Dangiang.

BACA JUGA: Vaksin-19, Partisipasi Warga Tiap Hari Meningkat

Tercatat ada beberapa TPQ yang mendapat akta notaris, yaitu delapan TPQ di desa Dangiang, tiga TPQ di desa Santong, dua TPQ di Pemenag Barat, satu TPQ di Kediri Lombok Barat, dan satu TPQ di Desa Gumantar.

TPQ yang bisa mendapatkan akta notaris dari program tersebut ialah TPQ dengan pengurus yang bukan dari satu kepala keluarga, tapi pengurus TPQ harus dari kepala keluarga yang berbeda.

“Perlu diketahui oleh teman-teman bahwa program ini merupakan hasil kerja sama dari tiga lembaga yakni Karang Taruna Desa Dangiang, Yayasan Pasir Putih, dan LazisNU.” kata Rosydi.

Program pembuatan akta notaris ini merupakan kepedulian terhadap TPQ yang masih perlu mendapatkan perhatian atau bantuan. Untuk mendapatkan bantuan, syaratnya adalah lembaga yang sudah mempunyai akta notaris.

Pengurus TPQ yang hadir dalam penyerahan akta notaris tersebut merasa terbantu dengan program tersebut. Karena tiap bantuan yang perlu mereka jemput memiliki persyaratan berupa akta notaris.

Dengan adanya akta notaris akan mempermudah urusan administrasi para pengurus TPQ saat mengajukan proposal atau permohonan bantuan dari pemerintah.

“Program ini merupakan respon kami terhadap permasalahan dari beberapa TPQ yang sudah punya izin oprasional namun belum memiliki akta notaris. JAdi sulit untuk mendapatkan bantuan,” ungkap Rosydi.

Program pembuatan akta notaris gratis ini banyak menerima respon dari berbagai TPQ, sayangnya pihak penyelenggara hanya bisa memberikan kuota untuk lima belas TPQ.

Masih banyak TPQ yang belum memiliki akta notaris yang belum terakomodir dalam program ini.

Menurut pihak penyelenggara, hal ini karena terbatasnya kuota pembuatan akta notaris tersebut.

BACA JUGA: Rinjani Geopark Youth Forum Resmi Terbentuk

“Banyak TPQ yang mengajukan untuk mendapatkan akta notaris, tapi kami saat ini hanya bisa menyediakan kuota untuk lima belas TPQ saja, jadi semoga TPQ yang saat ini sudah memiliki akta notaris dapat dipermudah segala urusan administrasinya,” kata Rosydi.

Han