Paket Sembako Untuk Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  membagikan 1300 paket sembako kepada masyarakat terdampak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Paket sembako yang dibagikan kepada ojol (ojek online), pedagang asongan, kaki lima dan masyarakat miskin lainnya, tersebut, berupa beras dan kebutuhan harian lain.

“Hari ini di seputaran Pondok Prasi, Ampenan bagi keluarga nelayan”, ujar Asisten III, Nurhandini Ekadewi, di Mataram, Senin (19/7).

Nurhandini mengatakan, kegiatan ini inisiatif spontan dari para kepala OPD yang peduli dengan cara mengumpulkan dana. Selama masa PPKM banyak sektor ekonomi yang terdampak terutama bagi mereka yang harus mencari nafkah harian.

Paket SembakoAsisten II, Ridwansyah didampingi beberapa kepala OPD saat menyerahkan bantuan mengatakan agar bantuan dapat dimanfaatkan sebaik baiknya.

“Semoga bermanfaat. Tetap jaga kesehatan dengan protokol kesehatan”, ucap Ridwansyah.

Sementara itu, Hamdan, juru parkir Pasar Kebon Roek, mengaku senang dengan bantuan yang diterimanya. Sedangkan, ibu Nafiah, pedagang ikan di Pondok Prasi, menghimbau agar bantuan bisa merata diperoleh warga lain.

“Masih banyak yang belum dapat. Mudah mudahan besok bisa dikunjungi lagi”, ujarnya.

BACA JUGAPenanganan Covid-19; Melihat dengan Mata Lebah Atau Lalat

jm




Pembangunan Desa Samba Prioritaskan Dusun Hasil Musdes

Dusun yang akan mendapatkan jatah pembangunan berdasarkan kebutuhan utama (prioritas) yang lebih dulu disepakati melalui musyawarah dusun

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pola pembangunan terutama pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Sambik Bangkol (Samba), Kecamatan Gangga, Lombok Utara mulai tahun 2022, mengalami perubahan.

Pemdes Sambik Bangkol hanya memprioritaskan sasaran dua atau tiga dusun saja alam pembangunan fisik setiap tahun. Tujuannya agar pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Pendapat tersebut mengemuka saat Penjabat Kepala Desa Samba melakukan silaturrahmi ke Lokok Piko Dusun Jugil Barat, Jumat (16/07/2021).

BACA JUGA: Mahasiswa Unram Latih Wirausaha Ibu-ibu di Santong

Dalam kunjungan ittu hadir Kasi Pelayanan, Aridah, Kaur Keuangan, Syekh Abdullah, dan Para Staf Desa setempat. Kehadiran Pj Kades disambut langsung Perangkat Kewilayahan Jugil Barat, Efendi, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua Ikatan Mahasiswa Desa Sambik Bangkol (IMDSB), Gito Saputra, serta warga dusun setempat. Kegiatan diawali shalat Jumat bersama.

Penjabat Kepala Desa Samba, Sarjono, mengatakan, perubahan pola pembangunan akan diltetapkan setelah dibahas dengan BPD dan para stakeholder terkait melalui musyawarah desa (musdes).

“Kita cermati, kebutuhan masyarakat di setiap dusun itu berbeda-beda sesuai potensi dusun yang bersangkutan. Nantinya kita akan sepakati bahwa setiap dusun akan mendapatkan jatah pembangunan berdasarkan kebutuhan utama (prioritas) yang lebih dulu disepakati melalui musyawarah dusun,” tuturnya.

Dijelaskannya, cara yang akan ditempuh untuk menunjuk dusun mana yang akan diprioritaskan, pihaknya akan melakukan kajian dengan matang terlebih dahulu sesuai skala prioritas masyarakat.

“Penentuan dusun mana yang dapat ditetapkan seperti arisan. Ya akan kita kocok, dusun mana yang mendapat pembangunan pada tahun anggaran 2022 dan seterusnya,” terang Sarjono.

Pada anggaran perubahan tahun 2021 nantinya, Pemdes Samba akan memprioritaskan penataan muka desa setempat, seperti pantai Luk atau Pantai Jugil.

BACA JUGA: Pembagian Sembako untuk Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

“Nanti akan kita bahas pada Musrenbangdes bersama BPD dan unsur-unsur masyarakat, bahwa yang akan ditata pada perubahan anggaran tahun 2021 adalah muka desa kita. Kita niscaya make up muka Samba agar tampak bersinar dan merona,” ucap dia.

Pria yang beken disapa bung Jono ini menilai, pemerataan pembangunan itu sebetulnya harus fokus pada dua atau tiga sasaran saja, serta tidak perlu menyasar banyak dusun setiap tahun.

Logika pemerataan pembangunan itu tidak mesti dilakukan dalam satu tahun anggaran, tetapi bisa dihitung selama satu periode kepemimpinan seorang kades.

“Jadi, jika kita patok setiap tahun itu cukup dua atau tiga dusun saja, sehingga pembangunannya juga akan bisa maksimal. Saya yakin ini konsep pemerataan pembangunan menurut regulasi. Bukan anggaran dibagi seperti bagi-bagi biji kacang,” tegasnya.

Ia mencermati permasalahan pembangunan di Samba selama ini belum mengedepankan skala prioritas sesuai dokumen RPJMDes 2018-2024.

Sebab anggaran desa yang jumlahnya milyaran itu setiap tahun hampir dibagi habis perdusun. Dampaknya, tidak pernah terlihat adanya keberhasilan dalam membangun desa. Tapi yang justru terlihat itu hanya penampakan saja.

“Jangankan kita bicara manfaat, terlihat nyata saja tidak kok. Kedepan tidak boleh kita maknai pemerataan hanya sebatas semua dapat, tapi juga harus memperhatikan keadilan. Sebab adil itu bicara manfaat bagi masyarakat,” ungkap Pj Kades ini.

Protokol keehatan

Dalam kesempatan itu, Pj Kades juga mensosialisasikan penting bagi semua warga mematuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Langkah bersama ini untuk membentengi diri dan semua orang dari bahaya nyata pandemi virus Corona.

“Agenda kami juga sosialisasi terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Upaya kita mencegah penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah kita. Sebagai warga negara yang baik, mari bersama-sama kita patuhi apapun yang menjadi instruksi pemerintah. Ini semata-mata demi kenyamanan kita semua,” kata Sarjono.

Dalam ajang silaturrahmi itu, pihaknya juga menyampaikan informasi pemilihan Kepala Desa dengan sistem pergantian antar waktu (PAW). Pihaknya mengajak warga setempat untuk kompak menyongsong PAW pemimpin Samba ke depan.

“Mari kita kedepankan persatuan dan kesatuan. Pemilihan Kades PAW ini rencananya akan kita gelar bulan Oktober atau Nopember. Mari bersama-sama kita sukseskan pemilihan nakhoda Samba yang baru. Saya yakin kebersamaan itu kuncinya. Ibaratnya berdampingan dalam keberagaman. Ini roh dari kohesi sosial kehidupan bermasyarakat,” kata Sarjono.

ang




Sembako dan Hewan Qurban untuk Anggota HBK PEDULI

Bantuan sembako dan hean korban melengkapi bantuan untuk keluarga kurang mampu yang dimuai sejak awal Juli

MATARAM.lombokjournal.com ~ Yayasan HBK PEDULI milik anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE atau yang lebih dikenal dengan sebutan HBK,  menyalurkan bantuan sembako dan hewan Qurban kepada keluarga anggotanya yang tersebar di seluruh P. Lombok.

Penyaluran bantuan sembako dan hewan korban itu, dimulai sejak hari Minggu (18/07/21).

Bantuan untuk keluarga para anggota HBK PEDULI itu merupakan bagian dari gerakan berbagi menyambut Hari Raya Idul Adha, yang akan dirayakan seluruh Umat Islam pada Selasa, 20 Juli 2021.

BACA JUGA: Penanganan Covid-19; Melihat Dengan Mata Lebah atau Lalat

“Pembagian sembako dan hewan Qurban kepada keluarga anggota HBK PEDULI ini, untuk melengkapi penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang kurang mampu di P. Lombok, yang telah dimulai sejak tanggal 1 Juli yang lalu dan masih akan terus berlangsung hingga akhir bulan ini,” kata Ketua Yayasan HBK PEDULI, Hj. Dian HBK lewat sambungan telepon, Ahad (18/07/21).

Bantuan paket sembako untuk ribuan masyarakat kurang mampu di P. Lombok diketahui sedang disalurkan selama sebulan penuh di bulan Juli ini.

Sasarannya adalah mereka yang kurang mampu, khususnya para fakir miskin, para dhuafa, para orang yang sakit permanen, serta orang-orang yang hidup sendiri karena tidak memiliki keluarga lagi.

Hj. Dian HBK mengatakan, berbarengan dengan penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat yang kurang mampu di P. Lombok, akan disalurkan juga bantuan sembako dan hewan Qurban untuk keluarga anggota HBK PEDULI berupa delapan ekor sapi untuk 8 Tim HBK PEDULI yang tersebar di P. Lombok.

Kemudian tiga ekor kambing untuk di kantor perwakilan HBK PEDULI yang berada di Jalan Kulintang, Kota Mataram.

Bantuan untuk keluarga anggota HBK PEDULI ini merupakan wujud rasa syukur dan penghormatan Yayasan HBK PEDULI. Atas seluruh sumbangsih, pengorbanan, serta dedikasi yang telah diberikan dengan sepenuh hati oleh segenap anggota HBK PEDULI dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat.

Kata Hj Dia, mereka adalah relawan-relawan kemanusiaan yang berada di garis depan dan menjadi tulang punggung pergerakan HBK PEDULI, dalam seluruh ikhtiar perjuangannya memberikan layanan kepada masyarakat Pulau Seribu Mesjid dengan semangat cinta, silaturahmi, dan kesetiaan.

BACA JUGA: Peringkat NTB Naik Terus Dalam Ajang IGA 2021

“Kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas sumbangsih, pengabdian, dan pengorbanan seluruh anggota HBK PEDULI dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat.

Tentu saja ini akan menjadi memomentum yang sangat berharga bagi kami di HBK PEDULI untuk terus memupuk semangat kebersamaan dalam berbagi kepada sesama,” kata Hj. Dian HBK.

Ucapan syukur, rasa bangga, dan terima kasih juga disampaikan oleh H. Bambang Kristiono, SE (HBK) kepada seluruh anggota HBK PEDULI yang tersebar di P. Lombok.

Pria yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo Subianto ini menegaskan, pembagian sembako untuk keluarga para anggota HBK PEDULI akan terus dijaga, dipertahankan untuk menjadi tradisi yang baik di internal anggota dan pengurus Yayasan.

“Kerja-kerja kemanusiaan Yayasan HBK PEDULI untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di P. Lombok tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan penuh, partisipasi aktif, dan keikhlasan para anggota dan pengurus-pengurusnya,” kata pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

HBK memastikan, ke depan HBK PEDULI akan meningkatkan kontribusinya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di P. Lombok. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini belum jelas kapan akan berakhir.

Dalam situasi sulit seperti saat ini, sudah seharusnya semua saling menguatkan dan saling berempati terhadap sesama.

Setelah penyaluran paket bantuan sembako ini berakhir, maka mulai bulan Agustus HBK PEDULI akan mulai menyalurkan paket bantuan telur ayam sebagai pengganti penyaluran bantuan Makanan Siap Saji (MSS) yang ditujukan kepada ibu-ibu dan anak-anak.

“In syaa Allah mulai bulan Agustus nanti, HBK PEDULI akan mulai menyalurkan paket bantuan telur ayam untuk menaikan imun serta menjaga pasokan nutrisi ibu-ibu dan anak-anak. Ribuan telur ayam akan disalurkan dan dibagikan kepada warga yang kurang mampu disetiap harinya, menyasar kelompok ibu-ibu dan anak-anak di P. Lombok,” katanya. (*)

Me




Penanganan Covid-19; Melihat dengan Mata Lebah Atau Lalat

Bencana pandemi Covid-19 sangat kompleks, pemerintah seolah-olah kehilangan akal dalam penanganan penularan virus yang berlangsung lebih setahun ini

LOTENG.lombokjournal.com ~ Penanganan bencana alam seperti gempa, banjir atau tanah longsor misalnya, bisa lebih lebih obyektif dan perencanaannya bisa lebih terukur.

“Tapi pandemi Covid-19 merupakan bencana non alam yang karakternya unik dan msiterius,” kata HL Gita Ariadi, Sekda yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada lombokjournal.com di kediamannya di Puyung, Lombok Tengah, Sabtu (17/07/21).

Saat ini tengah berlangsung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di desa dan kelurahan. Ini kelanjutan dari skenario Pemerintah menekan Covid-19, yakni dengan senjata ampuh menjalankan protokol kesehatan secara sempurna dan konsisten.

BACA JUGA: Bunda Niken: Edukasi Pneumonia Harus Ditingkatkan

Penanganan Covid-19

Tapi masih terjadi lonjakan penambahan pasien yang positif Covid-19. Di NTB, pada hari Sabtu, terdapat pasien yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh sebanyak 106 orang. Namun pasien yang dinyatakan positif bertambah 315 orang. Bahkan pasien yang meninggal hari Sabtu 7 orang.

“Bayangkan, berapa banyak penambahan pasien positif kalau pemerintah tidak menerapkan PPKM,” kata miq Gita. Diterapkannya PPKM karena ada trend lonjakan pasien positif jelasnya.

Melihat trend kenaikan itu, tak berlebihan kalau Lalu Gita memprediksi pandemi ini bisa berlangsung panjang. Harus diakui bahwa Pemerintah belum menemukan jurus efektif dalam penanganan Covid-19.

“Ada faktor ketidakpastian. Ini bencana misterius, karena itu penanganannya trial and error,” katanya.

Miq Gita menjelaskan skenario penanganan Covid-19 yang telah diupayakan pemerintah.

Di antaranya, mandat kolektif nasional untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes),  memakai masker menutup hidung dan mulut secara sempurna. Dengan menjaga jarak minimal 1 meter saat beraktivitas di luar rumah. Serta mencuci tangan sesering mungkin.

Penanganan Covid-19

Selain itu, Pemerintah juga melakukan vaksinasi secara nasional. Dalam pelaksanaan vaksinasi di NTB, sampai hari Sabtu DOSIS 1 baru mencapai 549.462 (16,27%) dan DOSIS 2 mencapai 207.497 (6,14%).

Kemudian upaya berikutnya, karena adanya trend peningkatan penyebaran Covid-19, akhirnya Pemerintah menerapkan PPKM Darurat. Semula hanya berlaku di Jawa-Bali, kemudian melebar ke kota dan daerah lain di luar Jawa-Bali.

Untuk di NTB, beberapa kriteria yang ditetapkan akhirnya Kota Mataram termasuk salah satu daerah di luar Jawa-Bali yang juga menerapkan PPKM. Tapi saatnya ini penerapan PPKM di NTB berlangsung ke semua kabupaten/kota.

Penerapan PPKM  harus diikuti penanganan maksimal di tingkatan desa/kelurahan oleh Satgas atau Posko Desa/Kelurahan. Posko di tingkatan desa/kelurahan akan membantu warga suspek COVID-19 dan keluarganya

Pemerintah daerah diminta benar-benar memahami urgensi posko di tingkat desa/kelurahan, karena posko berfungsi memastikan di wilayah kerjanya mendata dan memantau warganya melakukan isolasi mandiri.

“Semua itu ihtiar yang dilakukan pemerintah untuk menangani Covid-19. Tapi selalu ada orang yang melihat dengan mata lebah, atau di pihak lain ada melihat dengan mata Lalat. Selalu ada orang yang menanggapi positif atau sebaliknya menanggapi negatif,” kata Lalu Gita.

BACA JUGA: Konsultasi Pemprov ke Banyak Pihak, Addendum Sudah Tepat

Ibarat itu disampaikannya menanggapi pihak yang pro dan kontra semua ihtiar yang dilakukan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Tentang ibarat itu dijelaskan, orang yang melihat dengan mata lebah terbiasa dengan yang baik, misalnya bunga. Orang jenis ini selalu melihat dari sisi baiknya.

Sebaliknya, mata lalat selalu menyukai sampah atau barang yang busuk. Maka orang yang memandang dengan mata lalat, selalu berkomentar buruk tiap ihtiar yang dilakukan

Misalnya, vaksinasi secara nasional baru mencapai sekitar 90 juta padahal penduduk Indonesia jumlahnya 200 juta lebih.

“Negara kemampuannya seperti itu. Tapi yang jelas, ada ihtiar sungguh-sungguh untuk menangani Covid-19,” kata miq Gita.

Rr

 




Bupati Lombok Utara Serahkan Bantuan Kursi Roda Untuk Isnadi

Penyandang disabilitas, Isnadi, menerima satu set kursi roda dari Bupati Djohan, agar produksi sandal yang ditekuninya meningkat

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Isnadi (30 tahun) penyandang disabilitas asal Kayangan yang sehari-hari sebagai pengrajin sandal, menerima bantuan satu set kursi roda dari Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH.

Bupati Lombok Utara serahkan kursi roda

Penyerahan kursi roda itu berlangsung di Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis (15/07/21).

Dengan bantuan tersebut, Bupati Djohan berharap meringankan beban Isnadi yang seorang pengrajin sandal. Diharapkan produksi sandal yang ditekuninya meningkat.

 

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Bersama Wabup Launching Unit Transfusi Darah 

Bupati Djohan menuturkan, bantuan sosial dari program rutin Pemda KLU memberikan bantuan tiap satu kali dalam tiga bulan, bagi para penyandang disabilitas di KLU.

Pihaknya telah menyiapkan anggaran khusus, agar penyandang difabel di KLU bisa dibantu, bersama masyarakat lansia dan anak-anak terlantar fakir miskin.

BACA JUGA: Lombok Utara Berpotensi untuk Pengembangan Tembakau

Penyandang disabiitas yang menerima bantuan kursi roda, Isnadi, merasa senang dan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Djohan. Ia berharap pada ulang tahun ke -13, Pemda KLU bisa lebih maju.

jfs




Budidaya Madu Trigona Hingga Kawasan Wisata Desa di KLU

Masyarakat Dusun Rangsot Barat baru melakukan panen budidaya madu trigona, dan desa itu telah dinisiasi menjadi kawasan Wisata Desa

TANJUNG.lombokjournal.com ~ 25 Kepala Keluarga (KK)Warga Dusun Rangsot Barat, Desa Sigar Penjalin, Kecamaan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, telah melakukan panen raya Madu Trigona hari Selasa (13/07/21).

Panen raya itu merupakan hasil pendampingan kolaborasi, antara Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN NTB bersama Lombok Eco International Connection (LEIC), selama empat bulan.

Budidaya madu trigona

Kolaborasi dalam kemitraan itu dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat dengan produk unggulan budidaya lebah trigona “Cahaya Asri”, serta optimalisasi pengolahan sumber daya lokal jambu mete.

Pendampingan dalam program budidaya lebah madu trigona dimulai sejak Maret 2021. Kepada masyarakat diserahkan 250 stup/kotak lebah madu trigona ke 25 Kepala Keluarga (KK). Tiap KK hanya menerima 5 stup untuk dibudidayakan, selebihnya dibudidayakan di pondok lebah madu “Cahaya Asri”.

Setelah pendampingan empat bulan dan tiga bulan budidaya lebah madu, akhirnya program ini berhasil melakukan panen raya madu trigona, hari Selasa.

BACA JUGA: Panen Raya Madu Lebah Trigona di Lombok Utara 

Ketua Ketua Kelompok Trigona Cahaya, Saonah mengaku, masyarakat diuntungkan  dengan budidaya lebah madu ini. Selain untuk mengisi kegiatan sehari hari, tentu saja menambah penghasilan tiap bulan.

“Dalam sebulan, dari 5 stup yang di budidaya, bisa memperoleh uang ratusan ribu rupiah, dan itu belum termasuk penambahan penghasilan dari kelompok,” kata Saonah, Selasa (13/07).

“Kegiatan yang sangat membantu di tengah kondisi seperti daerah sedang dilanda bencana Covid 19 sekarang ini,” ujar Saonah, selaku Ketua KUC Cahaya Asri.

Satu kali panen, komunitas ini bisa menghasilkan 12.5 liter madu dari 125 koloni trigona, dan panen bisa dilakukan setelah 2-3 bulan pemeliharan budidaya lebah madu.

Hasil panen madu trigona telah dipasarkan hingga ke luar NTB, seperti ke Jakarta.

Kawasan wisata

Dusun Rangsot Barat, selain dikembangkan budidaya lebah trigona, juga diinisiasi menjadi kawasan wisata yang menawarkan pemandangan alam pedesaan yang menawan.

Dilengkapi dengan homestay, camping ground dan tentunya spot foto yang unik dan menarik bagi pengunjung.

Terkait program budidaya lebah madu trigona dan pengembangan kawasan wisata, Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan mengapresiasi YBM PLN NTB.

Ia mengatakan, sinergi semua pihak sangat diperlukan untuk memutar perekonomian masyarakat.

BACA JUGA: Akun Medsos Kini Sering Dibajak, Masyarakat Harus Hati-hati

“Madu trigona dan kawasan wisata ini akan bisa memutar dan menggerakkan perekonomian, khususnya di Dusun Rangsot Barat,” tutur Danny.

Danny juga menyampaikan akan membantu di tengah keterbatasan, mulai dari proses pendampingan, pembibitan, perawatan, panen hingga kepada pemasarannya.

Budidaya madu trigona Budidaya madu trigona

General Manager PLN UIW NTB, Lasiran menjelaskan,  dua program ini merupakan salah satu bentuk komitmen YBM PLN NTB untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat, khususnya di NTB.

“YBM merupakan yayasan pengelola zakat dari penghasilan pegawai PLN. Kami sangat berharap, seluruh program yang telah kami laksanakan dapat bermanfaat dan juga memberikan keberkahan untuk masyarakat”, tutur Lasiran.

Sebelumnya, YBM PLN juga telah melakukan pendampingan untuk program serupa di Dusun Rangsot Timur. Jadi, total stup yang diserahkan adalah sebanyak 500 stup yang dibagikan untuk 50 KK selama dua tahun program ini berjalan.

Mereka menyampaikan ucapan rasa terimakasih kepada Pemda KLU saat kehadiran Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto, baik dari Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli, Ketua LEIC, Aisyah Odist selaku mitra Ds. Cahaya YBM PLN, Bang Slesh Apis selaku teknisi perlebahan yang mendampingi proses budidaya, serta Pokdarwis Gumi Rangsot selaku penyelenggara agenda Panen Raya.

@ng




Lombok Utara Berpotensi untuk Pengembangan Tembakau

Petani tembakau di Lombok Utara perlu dibekali pengetahuan cara mengatasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman tembakau, termasuk memahami anomali iklim

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengembangan tanaman tembakau, saat ini menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lombok Utara.

“Budidaya tembakau memiliki prospek yang menjanjikan di Kabupaten Lombok Utara. sampai saat ini pasokan produksi yang sudah ada masih belum mencukupi kebutuhan yang diminta oleh pasar. Harga komoditas tembakau ini relatif cukup tinggi sehingga dapat dijadikan salah satu komoditas pilihan untuk dibudidayakan,” kata Sugiartadi, SP, Plt. Kabid Perkebunan dan hortikutura mewakili DKPP KLU.

Sugiartadi menyampaikan itu di tengah kegiatan praktik Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), di Dusun Sentul, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Rabu (14/07/21).

Lombok Utara berpotensi Lombok Utara berpotensi

Di kalangan Petani tembakau di Lombok Utara kerap terdengar sebutan untuk tembakau sebagai mutiara hijau. Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu daerah penghasil tembakau, yang mempunyai potensi cukup besar untuk budidaya tanaman ini.

BACA JUGA: Sekolah Lapang di Dusun Sentul, Antisipasi Hama Penyakit Tembakau

Potensi tembakau di kabupaten KLU tersebar di 5 kecamatan, tapi 3 kecamatan yang  potensi tembakaunya lebih besar yakni di Kecamatan Pamenang, Kayangan dan  Kecamatan Bayan.

Namun Sugiartadi mengakui, tanaman tembakau sangat rentan terhadap situasi dan kondisi cuaca yang buruk, misalnya terjadi anomali iklim. Selain itu, juga adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman tembakau.

Dengan adanya OPT tembakau yang lepas dari pantauan petani, akan berdampak terjadinya serangan yang bisa menimbulkan kerugian yang besar.

Pelatihan SLPHT

Sugiartadi, SP yang didamping salah satu stafnya, Moh. Ayusi dan nara sumber, Tukul Sumardiono,SP, menambahkan, adanya permasalahan OPT tersebut maka para petani  tembakau perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan mengantisipasi serangan OPT tersebut.

“Kami melihat kebutuhan petani akan pengetahuan tentang OPT tanaman tembakau,” kata Sugiartadi.

Saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara mengadakan SLPHT melalui Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku, Kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Pekebunan Tembakau Tahun 2021, ,

“Dinas pertanian KLU,saat ini sedang berlangsung pendampingan kegiatan sekolah lapang di Dusun Sentul Desa Pendua Kecamatan Kayangan,” kata Sugiartadi.

Metode pembelajaran pada kegiatan ini menggunakan metoda pembelajaran orang dewasa (andragogi). Dalam metode ini, petani diharapkan aktif dan tidak hanya mendengarkan saja. Petani melihat laagsung dan melakukan praktik teknik-teknik pengendalian OPT pada tanaman tembakau.

Dijelaskan, konsep pembelajaran orang dewasa yaitu mencipatakan suasana belajar yang menyenangkan, terjadinya multi komunikasi, peran serta warga belajar diutamakan.

“Pendapat harus dihormati, dan membangkitkan motivasi yang berasal dari materi yang disampaikan, termasuk keseluruhan proses dari budidaya sampai dengan pasca panen yang tidak terlepas dari cara pengendalian hama terpadu (PHT),” jelas Sugiartadi.

Secara langsung peserta diterjunkan ke lokasi yang terbagi dalam lima kelompok, untuk praktik pembelajaran pengamatan di lapangan dan pembahasan/diskusi di ruangan atau di alam terbuka, tentang permasalahan-permasalahan yang ditemui di lahan kemudian dicari solusinya sesuai kearifan lokal.

BACA JUGA: Telemedicine Sebagai Fast Respon, Saat Penerapan PPKM di NTB

“Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas tembakau,” katanya.

Petani Lombok Utara diharapkan semakin mahir dalam pengembangan budidaya tanaman tembakau, termasuk bisa mengantisipasi serangan hama yang menyerang, tambahnya.

@ng




Sekolah Lapang di Dusun Sentul, Antisipasi Hama Penyakit Tanaman Tembakau

Penting menyeelenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu, karena Lombok Utara rawan adanya serangan hama penyakit tanaman tembakau.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lombok Utara menyelenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), di Dusun Sentul, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Selasa (12/07/21).

“Kegiatan SLPHT dibayai Rencana Anggaran Kas (RAK) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bidang Perkebunan Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2021,” kata Kasi Pembenihan dan Perlindungan, Moh. Ayusi, saat membuka acara.

Sekolah Lapang di Dusun Sentul

Selain itu, sumber aggaranya pada Program Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian pada kegiatan penanganan Dampak Perkebunan Iklim (DPI) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan. Melalui DPA Rincian Belanja Pengendalian dan Penanggulangan Rencana Pertanian Kabupaten/Kota.

BACA JUGA: Panen Raya Madu Lebah Trigona di Lombok Utara

Pelatihan SLPHT dipilih penyelenggaraannya di Dusun Sentul, mengingat dusun ini berpotensi untuk pengembangan tanaman tembakau.

Karena itu, Plt Kabid Perkebunan, Sugiartadi, SP mengatakan, peserta diharapkan lebih aktif mengikuti Sekolah Lapang. Baik dalam mengikuti penyampaian materi (teori) maupun praktik lapangan.

“Dengan melihat langsung proses dan temuan di lapangan itu, menjadi salah satu bahan diskusi kelompok,” jelas Sugiartadi.

Di Dusun Sentul Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara dinilai cocok untuk pengembangan tanaman tembakau.

Meski dalam luasan lahan tanamnya lebih sedikit dibanding dengan daerah lain, namun dari hasil getahnya saja cukup membantu kontribusi kepada daerah sendiri.

Luasan tanam tembakau di Kecamatan Kayangan melebihi 50 hektar, yang sudah ditanam  rata rata berkisan 60-100 cm. Belum lagi yang ada di Kecamatan Bayan yang mencapai 100 hektar, belum lagi yang ada di Kecamatan Pemenang serta Gangga dan Kecamatan Tanjung.

“Jenis yang paling dikenal adalah varitas Kasturi, Virginia, Paroka dan jenis tembakau bandung/katik sebutan petani,” jelas Sugiartadi.

Sugiartadi yang mewakili Kepala Dinas DKPP Kabupaten Lombok Utara saat ditemui di lokasi menjelaskan, pentingnya diselenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu, karena adanya serangan hama penyakit tanaman tembakau.

“Tanaman tembakau sangat rentan terhadap situasi dan kondisi yang buruk, misalnya terjadi anomali iklim dan adanya serangan organisme penganggu tanaman (OPT) tembakau,” jelasnya.

Lebih lanjut Sugiartadi menuturkan, SLPHT yang diselenggarakan delapan kali pertemuan, agar diikuti peserta secara aktip dan semangat. Mengingat serangan organisme penganggu tanaman (OPT) tembakau tersebut.

Jika dibiarkan bisa berakibat fatal, yakni merugikan petani sendiri, jelasnya.

Menurutnya, adanya permasalahan OPT tersebut, sangat dibutuhkan suatu pembinaan dan pelatihan bagi petani tembakau seperti yang dilakukan saat ini.

“Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyelenggarakan Sekolah Lapang ini  diharapkan mampu mengatasi serangan hama,” ujarnya.

BACA JUGA; Cabang Olahraga E-Sport Diapresiasi KONI Lombok Utara

Selain itu, lanjut Sugiartadi, adanya pelatihan ini para petani mampu meningkatkan produksinya, serta menghasilkan kualitas bahan baku tembakau yang bermutu tinggi, tegasnya.

Dalam mengikuti kegiatan SLPHT, para petani tampak antusias, selain dipandu oleh pemandu lapang juga didukung oleh instruktur dari mantan petugas penyuluh lapangan DKPP KLU.

@ng




Panen Raya Madu Lebah Trigona di Lombok Utara

Dengan berangsungnya panen raya madu lebah trigona itu, membuka peluang ekonomi masyarakat Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Panen Raya Madu Lebah Trigona berlangsung di Dusun Rangsot, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Selasa (13/07/21).

Kegiatan panen raya itu dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto R ST MEng, bersama Direktur Komunikasi PT PLN Persero NTB, Kukuh Amukti.

Panen raya madu Trigona

Panen raya madu Trigona

Di tegah kegiatan panen itu Wabup Danny mengatakan, budidaya madu trigona dapat menjadi salah satu peluang masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

Wabup mengatakan, Pemda Lombok Utara siap membantu masyarakat proses pembibitan, panen, dan pemasaran Madu Trigona tersebut.

BACA JUGA: Cabang Olahraga E-Sport Diapresiasi KONI Lombok Utara

Dalam kesempatan itu Wabup Danny juga meminta masyarakat pembudidaya Madu Trigona menjaga standar mutu, supaya konsumen merasakan manfaat yang maksimal dari madu.

“Terlebih di masa pandemi ini, madu sudah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjaga ketahanan tubuh. Jangan lupa untuk menjaga kualitas Madu Trigona. Pengiriman pertama dan selanjutnya kualitas harus tetap terjaga,” harapmya.

Manager Komunikasi PT PLN Persero NTB Kukuh Amukti menceritakan awal mula komunitas petani Madu Trigona di Dusun Rangsot.

Pihaknya mengakui, pascagempa banyak menemukan hal-hal yang bisa dikembangkan, salah satunya Madu Trigona. Pihaknya melakukan pembinaan yang bersifat berkelanjutan.

Dijelaskannya, potensi Madu Trigona bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Lombok Utara.

“Progam ini diharapkan bisa membuka pintu rezeki baru bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan berjalan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan panen madu dan foto bersama.

BACA JUGA: PPKM di NTB, Ini Pedoman Kerja OPD Lingkup Pemprov

Hadir pada acara tersebut Sekban Bappeda KLU Yuni Kurniati Maesarah SPt, Kepala Desa Sigar Penjalin Zawil Fadli beserta tamu undangan lainnya.

jfs




Pembinaan P3A Santong untuk Menguatkan Kelembagaan Petani Pemakai Air

Pembinaan yang menguatkan kelembagaan P3A diperlukan, karena menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan

Santong, KLU.lombokjournal.com ~ Masyarakat Sejongga, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, merupakan Daerah Irigasi Santong yang berpartisipasi memelihara jaringan Irigasi dengan mengedepankan budaya gotong royong.

Penyediaan air irigasi bagi tanaman padi dengan mengedepankan budaya gotong royong itu, menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan.

Pembinaan P3A Santong

Terjaminnya penyediaan air irigasi bisa diupayakan melalui peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

“P3A mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier dan mencari solusi secara mandiri, terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani,” kata pengamat pegairan Kecamatan Kayangan, Djohan Asmadi dalam acara tasyukuran sekaligus musyawarah dan diskusi 3A lingkup Santong dan Sejongga, Senin (12/07/21).

BACA JUGA: Cabang Olahraga E-Sport, Diapresiasi KONI Lombok Utara

Menurut Djohan, saat ini penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai menjadi fokus dalam peningkatan produksi pangan.

“Peningatan produksi pangan itu, di antaranya melalui pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan atau pencetakan sawah baru dan penyediaan alat mesin pertanian,” kata Djohan di hadapan petani dalam yang bernaung di P3A se Kecamatan Kayangan.

Djohan menjelaskan, penyediaan sarana dan prasarana, secara kuantitas mengalami peningkatan. Termasuk dengan pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah dilaksanakan, mampu memberikan kontribusi perluasan coverage area tanaman yang terairi.

Namun, menurut Djohan, saat ini yang masih perlu ditingkatkan dalam penyediaan dan pengelolaan air irigasi adalah bagaimana pengelolaan, pemanfaatan serta pemeliharaan jaringan irigasi berjalan secara berkelanjutan.

“Sehingga bisa terus berkontribusi terhadap peningkatan produksi tanaman pangan,” ujarnya.

Peran P3A

Djohan Asmadi dalam kegiatan pembinaan petani itu menjelaskan, P3A merupakan salah satu lembaga atau kelompok petani di pedesaan yang handal dan berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi.

Lembaga ini secara khusus mewadahi para petani yang terkait dengan tata kelola air irigasi di tingkat usaha tani. Sekaligus pengelolaan sumber daya air lainnya dengan tetap mengedepankan budaya gotong royong.

BACA JUGA: Penangkaran Penyu di Lombok Utara Dapat Bantuan Mesin Air

“Jadi wajar jika kemudian kita merasakan betapa perlunya melakukan upaya penguatan atau pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air tersebut. Karena menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi pangan dan pencapaian swasembada pangan,” kata Johan.

@ng