Ribuan Telur Segar dari HBK Peduli, untuk Jaga Imun Perempuan dan Anak

Tim HBK PEDULI yang tersebar di delapan titik di P. Lombok akan bagikan ribuan telur segar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Yayasan HBK PEDULI menggelar aksi sosial kemanusiaan di P. Lombok.

Setelah satu bulan lebih menyalurkan bantuan sembako kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu, Yayasan milik anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) ini bakal menyalurkan bantuan telur ayam segar kepada ibu-ibu dan anak-anak di Pulau Seribu Masjid.

“Penyaluran akan kami mulai pada bulan Agustus ini,” kata Ketua Yayasan HBK PEDULI Hj. Dian HBK di Mataram, Jumat (30/7/2021).

BACA JUGA: Bansos Polda di Tengah Pandemi, Gubernur Beri Apresiasi

Dia mengatakan, program penyaluran bantuan telur ayam segar ini adalah pengganti program bantuan Makanan Siap Saji (MSS) yang pernah digelar Yayasan HBK PEDULI beberapa waktu sebelumnya.

“Penyaluran telur ayam segar ini merupakan ikhtiar kami untuk membantu kaum perempuan dan anak-anak di P. Lombok untuk menaikkan imun tubuh serta meningkatkan pasokan gizi dan nutrisi,” katanya.

Bantuan telur ayam segar dipilih oleh pihaknya karena telur ayam bukan hanya bahan makanan sumber protein. Namun, telur ayam juga mengandung aneka zat gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini dimana masyarakat sangat memerlukan imunitas tubuh agar tak terpapar pandemi Covid-19.

Telur ayam segar setidaknya mengandung sebelas vitamin dan nutrisi berbeda. Seperti Vitamin B2 yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan metabolisme energi, perkembangan sel darah merah untuk daya tahan tubuh dan juga membantu memperbaiki penglihatan.

Telur ayam juga mengandung vitamin D yang memiliki peran penting bagi tubuh dalam penyerapan kalsium dan fosfor. Ada juga kandungan vitamin E, vitamin B12, dan vitamin A. Dan umumnya vitamin-vitamin tersebut tidak dapat disimpan oleh tubuh karena itu butuh asupan dari luar.

Rencananya kata Hj. Dian HBK, secara bergantian atau bergiliran, ribuan telur ayam segar akan disalurkan setiap harinya melalui Tim-tim HBK PEDULI yang tersebar di delapan titik di P. Lombok.

BACA JUGA:

Satgas Investasi Minta Kedua Pihak Patuhi Aturan dan Keputusan

Berdayakan Usaha Kecil

Terkait pengadaan ribuan telur ayam segar ini, HBK PEDULI membelinya langsung dari para peternak ayam petelur yang berada di wilayah Lombok Timur.

HBK telah menunjuk Muallani, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur untuk menjadi penanggung jawab pembelian dan penyiapan ribuan telur ayam segar di setiap harinya.

“Pak HBK meminta saya untuk mencari dan menyiapkan sekitar 1.500 telur ayam segar disetiap harinya. Tentu saja, saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar HBK PEDULI, dan akan mendukung sepenuhnya dari program yang sangat merakyat ini,” kata Muallani.

Gagasan menyalurkan telur ayam segar untuk masyarakat P. Lombok ini kata dia, diungkapkan langsung oleh pak HBK saat zoom meeting persiapan penyaluran hewan kurban pada perayaan Idul Adha yang lalu.

Dan sedari awal kata Muallani menjelaskan, HBK memang menginginkan agar telur-telur segar yang akan disalurkan menjadi paket-paket bantuan kepada ibu-ibu dan anak-anak di Pulau Lombok ini harus dibeli langsung dari para peternak lokal.

Tujuannya agar menggairahkan UMKM ditengah-tengah kelesuan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Rino Sugiarto, salah seorang peternak yang produksi telurnya dibeli Yayasan HBK PEDULI menyebut bahwa program aksi kemanusiaan yang digagas HBK dengan membeli telur dari para peternak lokal sebagai hal yang sangat luar biasa.

“Program beliau yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil dibawah telah berdampak langsung kepada kami para peternak kecil yang menggeluti usaha ternak ayam,” katanya.

Rino mengungkapkan bahwa program sosial kemanusiaan anggota DPR RI yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo Subianto ini telah membuat para peternak ayam petelur di Lombok Timur kini menjadi sangat bersemangat.

“Kami sekarang tidak perlu pusing-pusing lagi mau jual telur produksi kami kemana,” tuturnya.

Me




Witel NTB Serahkan IndiHome Charity 2021 di Tiga Lokasi

Witel NTB menyerahkan IndiHome Charity 2021 di tiga lokasi berbeda, yaitu Pondok Pesantren Muhammadiyah Sumbawa, Panti Asuhan Dharma Laksana Mataram dan Pesantren Raudatul Azhar Masbagik.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pada masa pandemik seperti saat ini, kepedulian terhadap sesama adalah hal yang begitu diperlukan. Seperti yang diketahui bersama bahwa tidak sedikit masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun lebih.

Witel NTBWilayah Usaha Telekomunikasi (Witel) NTB menunjukan wujud kepedulian terhadap sesama tersebut dengan melakukan penyerahan IndiHome Charity 2021 di tiga lokasi berbeda, yaitu Pondok Pesantren Muhammadiyah Sumbawa dengan menyerahkan bantuan berupa alat ibadah dan sembako senilai Rp 3 juta, Panti Asuhan Dharma Laksana Mataram dengan menyerahkan bantuan berupa APD dan sembako senilai Rp3 juta, dan Pondok Pesantren Raudatul Azhar Masbagik dengan menyerahkan APD dan sembako senilai Rp4 juta.

Penyerahan charity untuk Pondok Pesantren Muhammadiyah Sumbawa, dilakukan oleh Kakandatel Sumbawa Eko Agus Makhrus. Khusus untuk Panti Asuhan Dharma Laksana Mataram dan Pondok Pesantren Raudatul Azhar Masbagik, diminta untuk mendatangkan perwakilan dari masing-masing yayasan.

Dra. Ni Ketut Kurniwaty selaku Ketua Panti Asuhan Dharma Laksana, dan Yusri Hamzani, selaku Sekretaris Pondok Pesantren Raudhatul Azhar, menghadiri undangan tersebut pada pukul 14.00 Wita di Graha Merah Putih Witel NTB untuk dilakukan penyerahan charity secara simbolis via zoom dari Management TR 5. Kegiatan ini berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Mas Ipung selaku GM Witel NTB dan para senior leader menyambut kedatangan Ni Ketut Kurniwaty dan Yusri Hamzani selaku perwakilan dari masing-masing yayasan. Mas Ipung berharap penyerahan charity ini bisa menjadi penyambung kebahagiaan oleh para penerimanya di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung.

Seluruh perwakilan dari masing-masing yayasan juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Telkom Witel NTB dan berharap kegiatan seperti ini dapat dirasakan oleh yayasan lainnya yang juga membutuhkan.




Bansos Polda NTB di Tengah Pandemi, Gubernur Beri Apresiasi

Polda NTB memberikan bansos (bantuan sosial) kepada masyarakat yang terkena dampak pamdemi Covid-19, di antaranya adalah kusir cidomo dan ojek.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah memberikan apresiasi kepada Kapolda NTB, Irjen Pol. Moh Iqbal, atas pemberian bansos kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkabtimnas), Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga), dan Lurah se-Kota Mataram.

Bansos Polda NTB“Kami memberikan apresiasi kepada Polda NTB atas bantuan sosial yang diberikan. Satu apresiasi yang kadang kala lupa diberikan, padahal sesungguhnya mereka adalah orang – orang yang selalu memberikan kebaikan kepada kita semua,” kata Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan dalam apel pendistribusian Bantuan Sosial dalam rangka memperingati pengabdian ke – 30 Tahun Alumni Akademi Kepolisian Angkatan 91 Batalyom Bhara Daksa Polda NTB, di Lapangan Baha Daksa Polda, Kamis (29/7).

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Moh Iqbal, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendarmabaktikan pengabdian dengan melakukan berbagai kegiatan sosial.

“Kami ingin mendarmabaktikan sisa-sisa pengabdian kami hari ini dengan simbol-simbol di masa pandemi, setidaknya kami ikut serta membantu, melaksanakan vaksinasi masal yang sudah tervaksin sebanyak 1.054 masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGAPandemi Covid-19 Picu Penurunan PAD Kabupaten Lombok Utara

Ia juga menuturkan bahwa Polda NTB telah memberikan bansos kepada beberapa masyarakat yang terkena dampak pamdemi Covid-19, seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), kusir cidomo, ojek, tukang parkir dan sebagainya, yang totalnya 2.500 bansos.

“Menyempatkan diri datang ke RSUD Provinsi NTB memberikan semangat kepada Nakes , memberi kue dan bunga, kami ingin memberikan simbol respek kepada masyarakat dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

ser




Anak Mesti dijaga Kesehatan Fisik dan Mentalnya di Masa Pandemi

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, di masa pandemi penting menjaga anak tetap sehat fisik dan mental, sebab itu suara anak harus didengar.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hj. Niken menekankan pentingnya akses vaksinasi bagi anak sekolah sebagai perlindungan. Ia berharap Forum Anak yang telah mengerti pentingnya vaksinasi dapat mendorong dan mendukung dilakukannya vaksinasi bersama di setiap tempat tinggal secara mandiri bagi anak ataupun orang dewasa yang belum mengerti.

Anak Mesti dijaga Kesehatan“Kebutuhan anak tidak sama dengan orang dewasa. Dimasa pandemi ini banyak juga anak yang terpapar virus karena kelalaian prokes atau belum mendapatkan vaksinasi”, ujar Hj. Niken saat Webinar bersama Forum Anak NTB, di pendopo, Rabu (28/7).

Selama dua tahun ini banyak pelajaran berharga yang dapat dihimpun saat kesulitan dalam bermain, belajar dan beribadah. Untuk itu penting bagi anak memiliki jejaring sendiri di lingkungan mereka untuk membahas dan menyuarakan konteks yang riil dengan lingkungan sekitar.

“Anak adalah generasi yang cerdas dan rasional yang bisa diharapkan menjadi generasi tangguh di masa depan”, tuturnya.

BACA JUGANTB Raih Program OGP, Pelayanan Publik harus Dioptimalkan

Sementara itu, wakil PLAN NTB, Rizki Mahardika yang kerap bekerjasama dengan Forum Anak NTB, mengapresiasi upaya yang dilakukan agar anak dapat terus berkarya sekaligus menjaga anak anak di masa pandemi.

Dikatakannya, Forum Anak yang digelar Juni lalu dalam rangkaian Hari Anak Nasional menghasilkan beberapa poin suara anak yang ingin disampaikan kepada pemerintah. Diantaranya, penanganan serius eksploitasi anak dan narkoba, fasilitas ramah anak dan rumah rehabilitasi bagi anak pelaku kriminal.

“Kami berharap suara anak dapat dipertimbangkan sebagai kebijakan khusus yang berpihak kepada anak”, kata Rizki.

jm




Tim Khusus Permudah Komunikasi Petani Tembakau ke Pengusaha

Tim khusus dibentuk untuk mempermudah komunikasi petani tembakau dengan perusahaan besar, sehingga petani tembakau sejahtera.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah meminta kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB bersama petani tembakau membentuk tim khusus dalam mempermudah solusi yang dihadapi oleh para petani tembakau selama ini.

Gubernur menyatakan hal tersebut saat menerima kunjungan Koalisi Bersama Petani Tembakau Lombok, di ruang kerjanya, Rabu (28/7).

Tim Khusus“Tim khusus itu nantinya diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam meningkatkan bahan baku tembakau maupun pengadaan pupuk dan lain sebagainya,” ujar Zulkieflimansyah.

Selain itu, Zulkieflimansyah juga meminta kepada para petani untuk mengubah kegiatan oven tembakau yang sebelumnya menggunakan kayu bakar agar beralih ke oven yang memanfaatkan teknologi. Upaya ini untuk meminimalisir pemakaian kayu dalam skala besar yang merusak ekosistem hutan di beberapa daerah.

BACA JUGAGili Trawangan Dimaksimalkan untuk Masyarakat Setempat, Ini Sikap Gubernur dan Bupati Lombok Utara

Sementara itu, Ketua Koordinasi Koalisi Bersama Petani Tembakau Lombok, Sarjan Lepak berterima kasih terhadap respon cepat gubernur atas permohonan bersilaturahmi melalui akun facebook pribadi gubernur.

“Alhamdulillah semua petani tadi di respon baik sama pak gubernur. Pak Gubernur juga akan siap membantu para petani tembakau baik memperkuat hubungan dengan perusahaan perusahaan besar pemasok tembakau kita,” tuturnya.

manikp@kominfo




Oksigen dan Obat Dijamin Tersedia, Masyarakat Jangan Cemas

Gubernur meminta masyarakat tidak cemas dan panik, sebab pemerintah menjamin ketersediaan oksigen dan obat-obatan untuk pasien Covid-19.

MATARAM.lombok.com ~ Untuk memastikan ketersediaan oksigen aman dan tercukupi di masa pandemi Covid-19, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, mengunjungi 2 lokasi produsen oksigen, Jumat (23/7).

Oksigen“Masyarakat diharapkan tenang. Insya Allah di NTB tidak ada kelangkaan oksigen,” ujar Zulkieflimansyah, saat melihat pengemasan dan persiapan proses pengiriman oksigen ke pulau Sumbawa, oleh CV. Bayu Bangun Sakti (BBS Oxygen), di Jalan Lingkar Selatan, Mataram.

Pada kesempatan itu gubernur menegaskan, demi menjaga stok yang aman di NTB, hasil produksi oksigen sepenuhnya guna memenuhi kebutuhan daerah, sehingga untuk sementara perusahaan tidak memenuhi permintaan dari provinsi lain.

“Ketersediaan oksigen yang diproduksi oleh CV. Bayu Bangun Sakti Mataram dan PT. Samator Gas di Gerung, Lombok Barat, sangat cukup. Bahkan permintaan dari provinsi lain tidak dilayani, demi menjaga stok yang aman bagi NTB,” jelasnya.

BACA JUGAPemda KLU Harus Aktifkan Kembali Satgas Covid-19 Satu Pintu 

Sementara itu, owner CV. Bayu Bangun Sakti, Max Suparta, mengaku bahwa stok oksigen untuk provinsi NTB, aman dan terkendali. Saat ini kapasitas produksi bulanannya sebanyak 220 ton oksigen, sedangkan kebutuhan sebelum pandemi hanya 80 ton oksigen.

“Artinya ada peningkatan hingga 50 persen,” kata Max.

Terkait adanya isu kelangkaan oksigen di Pulau Sumbawa, Max membantah bukan karena tidak ada stok oksigen, tetapi sebab proses pendistribusiannya. Pengiriman oksigen ke Bima, Dompu dan Sumbawa membutuhkan waktu tempuh yang agak lama.

BACA JUGAOksigen Untuk Terapi Pasien Covid-19, Stoknya Masih Aman

Menurut Max, hingga kini harga oksigen tetap stabil, tidak ada kenaikan, masih dengan harga Rp. 16.500/kg. Untuk Rumah Sakit (RS) yang menggunakan liquid tidak terjadi kelangkaan, karena kontinuitas stoknya terjaga, terutama di Pulau Lombok.

Guna menjaga ketersediaan pasokan di RSUD se-Pulau Sumbawa, pihaknya juga akan memasang tangki penyimpan oksigen Microbulk sistem oksigen cair di RS H.L. Manambai Abdulkadir yang berkapasitas 3 ton, RSUD Kota Bima 1 ton, dan RSUD Asy-Syifa 2 ton.

diskominfotikntb




Tugu Sembalun 7 Summits Dipasang di Puncak Gunung Anak Dara

Pemasangan Tugu Sembalun 7 Summits sebagai persiapan event Rinjani Geopark Sembalun 7 Summits

LOTIM.lombokjournal.com Tugu Sembalun 7 Summits berhasil didirikan di puncak Anak Dara pada hari Minggu (22/07/21).

Pemasangan tugu dilakukan oleh Komite Sembalun 7 Summits berkolaborasi bersama KPH Rinjani Timur, Geopark Rinjani, Pengelola Bukit dan Perwakilan pendaki seluruh pulau Lombok. Ada 37 orang yang ikut terlibat dalam pendirian tugu tersebut.

Pemasangan tugu ini merupakan bagian dari persiapan event Rinjani Geopark Sembalun 7 Summits, yang akan diselenggarakan tanggal 25 – 28 Oktober 2021.

Kegiatan pendirian tugu ini dilepas oleh Camat Sembalun, Martawi. Dalam sambutannya ia menyampaikan harapan kepada perwakilan pendaki agar tetap menjaga kelestarian alam, salah satunya kelestarian alam Sembalun.

Pukul 2 siang, tim memulai perjalanan menuju Gunung Anak Dara melalui jalur tanjakan cinta.

Setiap pendaki dibekali dengan pasir yang telah tercampur semen masing-masing 1 kg.

Selain itu, pendaki yang tidak mendapat jatah pasir akan dititipi air untuk membantu proses pengecoran di atas puncak Gunung Anak Dara.

“Teman-teman akan dikenang sebagai bagian dari pendirian tugu ini kelak, walaupun hanya sebagai pembawa pasir 1 kg,” kata Kang Rudi, Komite Sembalun 7 Summits menyampaikan motivasi sebelum keberangkatan peserta.

Kegiatan ini dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Sebelum keberangkatan, panitia melakukan pengecekan suhu setiap pendaki.

BACA JUGA: Masyarakat Sembalun Musyawarahkan Awiq-awiq Kearifan Lokal

Selain itu, satu hari sebelumnya panitia sudah mengingatkan agar membawa perlengkapan untuk diri sendiri, termasuk penggunaan satu tenda yang hanya dibolehkan untuk satu orang. Begitu pula untuk perlengkapan alat masak dan lainnya.

Selain bertujuan untuk mendirikan tugu, kegiatan ini juga melahirkan komunitas “Semeton Sembalun” batch 1. Pembentukan komunitas ini bertujuan untuk saling menginfluence dengan berbagai pendaki lain agar lebih menyadari kode etik pendakian.

Komunitas ini juga membentuk kode etik pendakian yang lebih spesifik, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan setempat.

Ke depannya diharapkan kode etik ini akan menjadi pegangan bagi para pendaki, agar lebih aware dengan sesama pendaki serta terhadap kelestarian alam.

Moment ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan kawasan KPH Rinjani Timur, dan tentu saja pengenalan Geopark Rinjani Lombok.

Fathul Rakhman, selaku salah satu Manager Geopark Rinjani menjelaskan, tentang dasar dibentuknya Geopark termasuk penyadartahuan tentang UNESCO Global Geopark yang diberikan kepada Geopark Rinjani Lombok pada tahun 2018 lalu.

“Geopark Rinjani Lombok mendapat status Global Geopark dari UNESCO karena ternyata sisa letusan gunung Samalas (Rinjani Tua) menyisakan bentang geologi yang khas dan unik yang tidak ada di tempat lain,” Jelas Fathul.

BACA JUGA: Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Diutamakan di Masa PPKM

Setelah peresmian pendirian tugu serta pengucapan ikrar kode etik pendaki, tim turun melalui jalur tanjakan poligami.

Harapan ke depan, tim pendaki menjadi pioneer untuk memberikan contoh perilaku yg baik terhadap alam.

Han




Belanja Pemerintah, Jadi Penopang Daya Tahan Ekonomi NTB

Di tengah terpuruknya ekonomi di masa pandemi, harapan yang tersisa saat ini adalah belanja pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih berdampak besar bagi pelaku usaha.

“Banyak UMKM kita yang kini terpuruk,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, H Wirajaya Kusuma.

Hal itu diungkapkannya dalam dialog interaktif yang digelar ESPE Sydicate di Mataram, Kamis (22/7/2021) sore hingga petang.

Diskusi menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan. Antara lain, Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 NTB HL Gita Ariadi yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) NTB. Lalu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB H Wirajaya Kusuma. Ketua KADIN NTB H Faurani. Ketua PW NU NTB Prof H Masnun Thahir dan Pengamat Ekonomi Firmansyah.

Dialog interaktif yang dimoderatori Ahmad, Direktur Publik Institut NTB, dibuka dengan pemaparan H Wirajaya Kusuma. Dia memaparkan kondisi terakhir para pelaku UMKM di NTB.

Pandemi yang sudah berlangsung lebih dari setahun telah menyebabkan pendapatan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di NTB anjlok. Omzet mereka turun drastis lantaran permintaan yang menurun drastis pula.

BACA JUGA: Oksigen untuk Terapi Pasien Covid-19, Stoknya Masih Aman

Penurunan permintaan itu juga mengindikasikan makin rendahnya daya beli masyarakat.

Hal senada diungkapkan Ketua Kadin NTB H Faurani, bagaimana kalangan dunia usaha di NTB kini terpuruk, kondisinya menyedihkan.

“Dampak pandemi sangat memukul dunia usaha,” katanya.

Faurani mengatakan, para pelaku usaha kini berharap peranan pemerintah yang cepat dan tepat. Terutama dari sisi kebijakan dan regulasi.

Banyak perusahaan yang kini berhenti beroperasi. Jika pun masih ada yang beroperasi, mereka harus merumahkan sebagian karyawan mereka.

Faurani mengakui, situasi ini berkontribusi meningkatnya jumlah pengangguran di NTB. Masyarakat sekarang sedang kebingungan.

“Karena itu, sangat penting kita bicara soal daya tahan di sini,” katanya.

Menurut dia, bagi masyarakat yang masih memiliki tabungan, tatkala ada pembatasan di tengah PPKM Darurat, atau PPKM Level IV yang diberlakukan pemerintah saat ini, mereka  tidak mengeluh. Namun, hal sebaliknya terjadi pada masyarakat yang tidak punya saving sama sekali.

Belanja Pemerintah

Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram Firmansyah mengungkapkan, masyarakat kini sedang dihadapkan pada situasi dilematis. Semua berharap pandemi cepat selesai.

Dia mengungkapkan bagaimana situasi terkini NTB, banyak pekerja harian sedang tiarap. Berbicara mengenai ketahanan ekonomi suatu daerah, Firmansyah mengungkapkan kalau hal tersebut ditopang oleh empat hal, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.

Untuk saat ini, mengharapkan ketahanan ekonomi dari konsumsi rumah tangga, tentulah menjadi sangat sulit. Yang terjadi malah sebaliknya.

Banyak masyarakat mengerem belanja. Mengharapkan sektor investasi juga sama sulitnya. Sebab, para investor ramai-ramai menahan diri.

Begitu pula pada ekspor komoditi. NTB akan sangat sulit mendongkrak ekonomi dengan mengandalkan sektor ekspor.

Satu-satunya harapan yang tersisa saat ini adalah belanja pemerintah. Sektor ini akan menjadi penopang utama menjaga denyut ekonomi daerah di masa pandemi.

Yang menggelitik, Firmansyah sempat menyampaikan usulan unik. Di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti seperti saat ini, dia menyarankan pemerintah perlu membentuk semacam Satgas yang tidak hanya memantau penularan Covid-19.

Namun, perlu juga Satgas yang memantau tingkat pendapatan masyarakat. Satgas ini kata Firman, dapat memberi gambaran utuh pada pemerintah soal kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Karena ada memang masyarakat yang kondisinya sangat terpuruk sekali,” tandasnya.

Firman memaparkan,  banyak UMKM di NTB yang kondisinya kini tiarap. Sebab, banyak di antara UMKM NTB yang produk mereka bukanlan produk primer. Melainkan produk sekunder.

Sehingga, manakala daya beli masyarakat sedang melemah seperti saat ini, mereka memilih membelanjakan uangnya hanya untuk kebutuhan primer.

“Mereka wait and see untuk belanja di luar kebutuhan primer,” katanya.

Di sisi lain, untuk untuk mengurangi dampak pandemi yang sangat dalam terhadap ekonomi masyarakat, Firman menyarankan agar pemerintah perlu memberikan subsidi bagi harga-harga kebutuhan pokok.

Mekanisme pemberian subsidi harga ini tentu kata Firman bisa disiapkan pemerintah.

Namun begitu, subsidi harga kebutuhan pokok ini tidak perlu diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Namun, hanya diberikan di daerah tertentu, dan kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya.

Pemerintah juga disarankan menggalang dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau dana CSR. Dana tersebut bisa diarahkan untuk membantu masyarakat yang ekonominya terimpit.

“Kalau disuruh memilih, masyarakat kita pasti ingin beraktivitas dengan protokol ketat ketimbang pembatasan seperti saat PPKM sekarang ini. Tabungan masyarakat sekarang sudah nyaris habis,” katanya.

Upaya Pemerintah

Sekda NTB HL Gita Ariadi menjelaskan, sejumlah langkah yang sudah diambil oleh pemerintah Provinsi NTB. Saat ini kata Gita, sudah mulai disiapkan upaya menggairahkan NTB dengan Nurut Tatanan Baru.

Pemerintah sedang memadukan bagaimana gas diinjak dan rem dilepas. Atau sebaliknya, gas dilepas dan rem diinjak.

Ditegaskannya, saat ini pemerintah memprioritaskan penanganan kesehatan dan penyelawatan jiwa masyarakat.

BACA JUGA: Masyarakat Sembalun Musyawarahkan Awiq-awiq Kearifan Lokal

Tapi, di sisi lain, pemerintah juga ingin agar masyarakat dan seluruh pelaku ekonomi dapat tetap produktif.

Dari sisi regulasi, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan dan aturan. Mulai dari terbitnya Surat Edaran di tingkat Kepala Daerah. Sampai juga ada instruksi dari para menteri yang menjadi acuan.

Pemeirntah juga saat ini terus memberikan berbagai upaya dan stimulus untuk membantu masyarakat. Yang terbaru misalnya bagaimana upaya Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengambil inisiatif dengan menyerap beras lokal dari petani.

Kemudian beras itu menjadi bagian dari komponen tujangan kepada para pegawai, sehingga mereka tidak hanya menerima tunjangan dalam bentuk uang semata.

Langkah ini, kata Gita, untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Sehingga ekonomi masyarakat kecil tetap berdenyut.

Sedagkan dari sisi penanganan kesehatan, Gita menyebut, rumah isolasi akan disiapkan sebagai tempat penanganan mereka yang terinfeksi Covid-19 tapi tanpa gejala.

Bansos juga mulai dicairkan untuk menggairahkan ekonomi. Ada Bansos Tunai dari Kemensos untuk masyarakat di daerah yang memberlakukan PPKM Darurat. Ada pula penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang sudah dilakukan dalam dua hari terakhir.

Bantuan beras juga sedang disiapkan Bulog NTB. Total ada 5.200 ton Cadangan Beras Pemerintah yang siap disalurkan.

“Kita butuh saling pengertian. Tapi di sisi lain, kita harus sama-sama tegakkan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua PW NU NTB, Prof H Masnun Thahir menekankan pentingnya masyarakat NTB butuh suasana harmoni. Jangan ada keributan-keributan yang tidak perlu dan menguras energi. Masyarakat harus dibuat banyak tersenyum.

Secara khusus, Prof Masnun menyoroti sejumlah pihak yang kini justru dengan bangga mengemukakan bagaimana mereka menolak vaksin. Bahkan mengajak masyarakat yang lain untuk melakukan penolakan serupa.

Adalah menjadi hak mereka untuk menolak vaksin. Namun, sertidaknya, jika mereka menolak vaksin, harusnya mereka juga tidak menolak vaksin sosial.

Apa itu vaksin sosial? Yaitu menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

“Kita manusia berikhtiar dan berdoa. Kalau manusia angkat tangan, maka Allah yang akan turun tangan,” tandasnya.

Menjaga kesinambungan ekonomi

Founder ESPE Syndicate, Sirra Prayuna mengatakan, dialog interaktif digelar untuk menghadirkan solusi bagi upaya-upaya menjaga ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat NTB, di tengah situasi sulit akibat pandemi.

Sirra menegaskan optimismenya, seluruh ikhtiar yang dilakukan pemerintah dalam upaya menangani pandemi Covid-19 saat ini, pada akhirnya akan berbuah manis.

Termasuk upaya-upaya untuk mencegah warga terpapar Covid-19 yang kini sudah memiliki varian dengan penularan sangat cepat.

Namun begitu, kata Sirra, di tengah-tengah upaya penanganan kesehatan tersebut, yang tidak kalah pentingnya juga adalah bagaimana menjaga kesinambungan ekonomi masyarakat, pedagang kaki lima, usaha mikro kecil dan UMKM.

“Karena itu, perlu rangkaian sousi dari semua pihak. Di balik kegalauan, jangan sampai terjadi pesimisme masyarakat. Jangan sampai ada pembangkangan sosial. Ini semua menjadi ujian yang harus kita sadari sama-sama,” kata Sirra.

Me




Masyarakat Sembalun Musyawarahkan Awiq-awiq Kearifan Lokal

Kepedulian masyarakat Sembalun menghidupkan nilai kearifan lokal di lingkar Rinjani, untuk mengatur transisi menuju Quality Tourism

LOTIM.lombokjournal.com ~ Sangkep Beleq Awig-awig Kepaeran Sembalun dihadiri oleh 48 peserta dari enam desa yang mewakili seluruh elemen masyarakat dan Pentahelix pariwisata termasuk tokoh perempuan dan pelaku UMKM, berlangsung di Hotel Nusantara Desa Sembalun, Kamis ((22/07/21).

Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi mengapresiasi usaha dan kepedulian masyarakat Sembalun, yang membantu Pemerintah menghidupkan kembali nilai budaya dan kearifan lokal di lingkar Rinjani.

“Sembalun sebagai salah satu Paer di lingkar Rinjani, harus bisa menghidupkan kembali budaya lokal untuk meningkatkan dampak ekonomi pariwisata,” Rumaksi (22/07/21)

Acara ini juga dihadiri oleh stakeholder kunci dalam Tata Kelola Pariwisata Sembalun, di antaranya KPH Rinjani Timur, Geopark Rinjani-Lombok, Sembalun 7 Summits, Kepolisian Sektor Sembalun, Danramil dan lain lain.

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari tiga lembaga, yaitu Pemerintah Kecamatan Sembalun, DMO Sembalun dan Majelis Adat Pemangkuan Khusus Sembalun yang merasa bahwa kebutuhan akan regulasi di destinasi sudah tidak bisa menunggu lagi.

Camat Sembalun, Martawi, S.Pd. mengemukakan, harus ada pranata atau awig-awig sebagai pedoman yang mengatur hubungan masyarakat dengan wisatawan dan pelaku industrI, dan antara ketiganya dengan lingkungannya.

Awig-awig ini diharapkan menjadi bentuk kristalisasi dari ajaran agama.

Tokoh budaya Sembalun H. Purnipa mengingatkan kembali pentingnya hubungan emosional antara masyarakat kepaeran Sembalun dengan Rinjani.

“Jika kita tidak kembali kepada kearifan lokal kita, maka generasi yang akan datang kehilangan informasi tentang identitas mereka,” kata H. Purnipa.

Pendapat ini dikuatkan  Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan,  Ketua Bale Mediasi NTB yang juga mendukung inisiasi ini.

“Jika kita gagal mempertahankan kearifan lokal lingkar Rinjani, generasi berikutnya akan menyalahkan kita atas kegagalan itu,” katanya.

Ia menyampaikan kepada forum, Awig-awig mempunyai posisi yang sangat kuat di mata hukum formal karena diakui keberadaannya oleh UUD 1945.

Antusiasme peserta sangkep mengindikasikan, masyarakat mendukung usaha para pihak di Sembalun untuk transisi menuju Quality Tourism.

Diskusi Sangkep yang berlangsung sehari ini, menghasilkan rekomendasi yang akan dikompilasi oleh Tim Penyusun draft, yang kemudian dibahas kembali pada forum terbatas terdiri dari para ahli yang mengawal penyusunan Awig-awig ini.

Dengan pendampingan dari fasilitator, peserta sangkep menginventarisir Awig-awig tidak tertulis yang pernah ada kemudian disesuaikan dengan keadaan saat ini.

Komponen dalam Awig-awig mencakup aspek lingkungan, sosial dan ekonomi yang akan mengikat seluruh elemen kepariwisataan termasuk masyarakat, wisatawan dan pelaku industri.

Untuk memastikan ditegakkannya peraturan bersama ini, Lang-lang Desa dan Lang-lang Paer akan dibentuk setelah pengesahan, termasuk mekanisme pelaporan dan penanganan pelanggaran.

Dokumen ini direncanakan akan dapat disahkan dan diundangkan dalam waktu dekat serta berlaku efektif selambat-lambatnya tahun depan.

HmsDMO




Sholat Idul Adha di Masjid Darul Istiqomah Gangga, Bupati Serahkan Hewan Qurban

Usai sholat Idul Adha bupati serahkan hewan qurban kepada Masjid Darul Istiqomah

GANGGA.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melaksanakan Sholat Idul Adha 1442 Hijriah di Masjid Darul Istiqomah Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga (20/7/2021).

Bertindak sebagai Khatib Ustadz Taqiudin, sedangkan Imam Ustadz Sodiqin, diikuti jamaah masjid setempat.

Sholat di masjid Darul Istiqomah

Bupati Djohan menyampaikan suasana Idul Adha kali ini dalam suasana prihatin, lantaran daerah dan seluruh dunia masih dirundung Covid-19. Termasuk dalam dua tahun terakhir, jamaah haji belum bisa berangkat ke tanah suci.

“Kita harus sabar, inilah ujian dari Allah SWT,” tutur bupati.

Selain itu, Lombok Utara juga terkena dampak dari Covid-19, berakibat anggaran pendapatan dan belanja daerah menurun drastis. Hal itu, menyebabkan belum terselesaikannya pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG).

Saat ini RTG yang belum dituntaskan masih berkisar 18 ribu rumah.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Sumbang Sapi Simentak untuk Kurban di NTB 

Bupati Djohan berharap keadaan kembali normal seperti sediakala, agar bisa melanjutkan apa yang kita cita-citakan, pembangunan yang berkelanjutan.

Pesannya, semua masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan sebagainya.

“Sebagai pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, hadir membersamai Bupati Lombok Utara, Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH beserta jajaran, berkomunikasi sejenak, setelah rangkaian pelaksanaan Sholat Idul Adha.

BACA JUGA: Mahasiswa Unram Latih Wirausaha Ibu-ibu di Santong

Pemda KLU menyerahkan pula hewan qurban kepada Masjid Darul Istiqomah berupa seekor sapi untuk dibagikan kepada warga sekitar.

sjn