300 Tukik Dilepasliarkan Di Pantai Bangsal

Pelepasan 300 tukik itu merupakan kerjasama beberapa lembaga cinta lingkungan sebagai upaya konservasi penyu yang ditunjang keberadaan pantai Bangsal Pemenang

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sebanyak 300 lebih tukik dilepasliarkan di pantai Bangsal Pamenang, Rabu (18/08/21). Kegiatan itu menandai peringatan Hari Lahir Kabupaten Lombok Utara dan Hari Kemerdekaan RI Ke 76.

Kendaraan yang akan mengangkut 300 Tukik yang akan dilepas Persiapan pelepasan 300 tukik di Pantai Bangsal

Dan kegiatan itu merupakan kerja bareng Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Pamenang, KLU, Persatuan Komunitas Tionghoa (INTI NTB), yang diwakili H. Rudi, Jaringan Media Siber (JMSI NTB), Boy Mashudi dan Sastro, Barasiaga Pamenang dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis – Sakir).

Selain pelepasan tukik, juga diserahkan sejumlah sembako dari INTI NTB kepada anak-anak panti asuhan yang ada di Pamenang, sebagai ujud kebersamaan di masa Covid 19 saat masyarakat mengalami himpitan ekonomi.

Kepala UPP Kelas II Pelabuhan Pemenang, Heru Supriyadi, SH.MH yang akrab disapa mas Heru  ini mengatakan, Penyu sudah terancam punah.

Menurutnya, tugas dan kewajiban bersama untuk memastikan upaya konservasi penyu ini yang ditunjang dengan pantai Bangsal Pemenang, yang merupakan dari kesatuan dab termasuk dalam kawasan konservasi perairan daerah KLU yang berpusat di Gili Terawangan.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Hadiri Peringatan HUT ke 76 RI 

“Pelepasliaran yang dilakukan bersama kelompok masyarakat sekitar, merupakan bentuk komitmen UPP Kelas II pemenang dalam melakukan upaya perlindungan dan pelestarian penyu di habitat alaminya,” ungkap Mas Heru.

Ia mengungkapkan, semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. 106 tahun 2018 tentang Jenis dan Satwa yang Dilindungi.

Mas Heru menambahkan, untuk perlindungan dan pelestarian penyu di Indonesia, KKP juga telah menerbitkan Surat Edaran No. SE 526 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya

“Penyu sudah terancam punah, maka tugas dan kewajiban kita bersama untuk memastikan upaya konservasi penyu ini. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI AL, pihak Kepolisian, dan NGO, serta seluruh elemen masyarakat harus bersinergi mengelola ekosistem pesisir dan laut,” katanya.

Hal senada dari Ketua Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL KLU)  Jaharudin,S.Sos

“Penyu juga termasuk dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan masuk dalam apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES),” katanya.

Jaharudin yang akrab di panggil Ang,  menerangkan, tukik yang dilepasliarkan merupakan mutasi   penangkaran salah seorang rekan sekampungnya (Muhidin) asal Dusun Lekok yaitu Pantai Sedayu Desa Gendang Kecamatan Gangga.

Menurut  dia, selain melakukan pelepasliaran tukik, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perlindungan dan pelestarian penyu di sepanjang pantai di Kabupaten Lombok Utara ini, paparnya.

Ia berharap semua pihak untuk tetap menjaga kelestariannya, dan alhamdulillah di Pantai Sedayu Lekok telah ada masyarakat yang peduli disediakan hatchery di pos monitoring sebagai tempat relokasi telur penyu.

“Telur penyu yang berhasil menetas menjadi tukik, yang kemudian hari ini kita saksikan bersama melepasliarkan sekutar 300 san lebih tukik hasil penangkaran,” jelasnya.

Ke depan juga diharapkan di sepanjang Pantai KaBupaten Lombok Utara menjadi habitat peneluran penyu.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Rampung, Wujud Optimisme NTB Gemilang

“Upaya perlindungan dan pelestarian penyu ini tidak akan bisa berjalan dengan efektif jika belum ada kesadaran dari seluruh kalangan masyarakat akan pentingnya peran penyu dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut,” kata Heru.

@ng




Bupati Lombok Utara Hadiri Peringatan HUT ke-76 RI

Selaku Inspektur Upacara, Bupati Djohan Sjamsu mengajak kesadaran komunal menangguhkan ego kesukuan, ego agama, ego ras, ego etnik, dan ego golongan untuk menyatukan Indonesia

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH menjadi Inspektur Upacara Pengibaran Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia di Lombok Utara,  di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung KLU (17/08/21).

Bupati Djohan selaku Inspektur Upacara HUT RI ke 76
Bupati H. Djohan Sjamsu

Hadir pula mendampingi bupati, Ketua DPRD KLU Nasrudin SHI, Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Perwira Penghubung Lombok Utara Dandim 1606 Mataram Mayor Inf Jalal Shaleh, Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, unsur Kejaksaan Negeri Mataram Kasi Datum Bayu Novriandinata SH, Para Asisten, Para Staf Ahli, unsur

Pimpinan OPD, para Camat se-KLU, Tokoh Agama Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian upacara dikomandani oleh Danramil Kecamatan Bayan Kapten Akhmad Baidawi, diawali dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, dan UUD 1945.

Bupati Djohan selaku inspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia sebagai momentum bersejarah yang patut disyukuri dan dijadikan semangat dan spirit kebangsaan membangun totalitas pengorbanan dan perjuangan.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Rampung, Wujud Optimisme NTB Gemilang

“Diperlukan kesadaran komunal menangguhkan ego kesukuan, ego agama, ego ras, ego etnik, dan ego golongan untuk menyatukan Indonesia,” tuturnya.

Mengingat tema HUT ke-76 RI tahun 2021 Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh dengan menanamkan nilai-nilai ketangguhan semangat pantang menyerah. Maju bersama untuk masa depan Indonesia lebih baik.

“Selain itu untuk menjadikan Indonesia Tangguh dibutuhkan disiplin aparatur disiplin kinerja disiplin keuangan dan disiplin pertanggungjawaban serta disiplin kinerja,” imbuhnya.

Situasi Covid di Lombok Utara saat ini, pertanggal 15 Agustus 2021 total kasus 503 jiwa, sembuh 432 meninggal 17 jiwa dan konfirmasi positif 34 jiwa.

“Pentingnya penerapan protokol kesehatan pada masa pandemi memakai masker mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir menerapkan physical distancing (jaga jarak), menghindari kerumunan serta melakukan pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya, pelepasan 1000 burung merpati persembahan dari Persatuan Olah Raga Merpati Tanjung, yang dilanjutkan dengan mengikuti detik-detik proklamasi secara virtual di Aula Kantor Bupati Lombok Utara.

Adapun Upacara Penurunan Bendera, dalam rangka HUT ke-76 RI, bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH.

BACA JUGA: Prestasi di Tengah Pandemi, Isyaratkan Kita Terus Berjuang

Pada akhir acara dilakukan parade Paralayang menyambut HUT. Tampak bendera merah putih berkibar di angkasa dengan spanduk ucapan selamat HUT RI.

Parade Paralayang lepas landas di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung dengan lancar. Semua kegiatan berlangsung khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

wld




Prestasi di tengah Pandemi, Isyaratkan Kita Terus Berjuang

Masyarakat NTB harus terus berjuang, berinovasi dan mengukir prestasi di segala bidang dalam menghadapi pandemi Covid-19.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar di Lapangan Bumi Gora, kantor gubernur, Selasa (17/8).

“Meski hidup sedang sulit, namun itu tidak boleh menjadi alasan untuk kalah dan berhenti berjuang,” kata Sitti Rohmi.

PrestasiDi tengah berbagai duka nestapa yang dilahirkan pandemi ini, tampilnya salah seorang putra NTB, Lalu Muhammad Zohri, di pesta olah raga, Olimpiade Dunia, di Jepang tahun 2021, sangat membanggakan NTB dan Indonesia. Begitupun perjuangan Greysia Poli dan Apriyani Rahayu yang mempersembahkan medali emas bulu tangkis.

Pemerintah dari tingkat pusat, hingga ke daerah, sudah melakukan langkah-langkah yang membuat pandemi ini semakin bersahabat dan tidak semakin terpuruk. Pendekatan kesehatan yang diimbangi dengan pendekatan ekonomi yang diambil pemerintah dalam kebijakan penanggulangan pandemi, terbukti mampu mempertahankan dan mendorong perputaran roda ekonomi dengan baik.

“Tentu berbagai kebijakan serba darurat yang ditempuh pemerintah tidak dapat memuaskan semua pihak secara sekaligus. Namun memang diperlukan kebesaran hati untuk memikirkan kebutuhan yang lebih besar, yaitu untuk kepentingan bangsa ini,” ujar Sitti Rohmi.

Hal yang sama pernah diteladankan oleh para pejuang bangsa, ketika mengesampingkan kepentingan-kepentingan kecil dan primordial mereka, sehingga mereka mampu menggalang semangat persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan untuk melawan penjajah.

BACA JUGAHUT Kemerdekaan RI ke-76, Wagub NTB Pimpin Upacara

Hadir dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI, adalah, Sekda NTB, Kejati, Kepala Pengadilan, Danlanal, Danlanul, Jajaran TNI/Polri, Asisten 1,2 dan 3, Kadis Kominfotik, Kepala DLHK, Kadisos, Kadis Dikbud, Kadis Perindustrian dan sejumlah lingkup pemprov.

edy




HUT Kemerdekaan RI ke-76, Wagub NTB Pimpin Upacara

Wagub NTB memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dengan mengenakan kebaya berbalut tenun khas Lombok, dalam peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bertempat di lapangan Bumi Gora kantor gubernur, Selasa (17/8), Wakil Gubernur, Hj, Sitti Rohmi Djalilah, didampingi Gubernur, H. Zulkieflimansyah yang mengenakan pakaian adat Samawa.

HUTUpacara yang dihadiri pula oleh Kapolda NTB, Irjen. Pol.M. Iqbal, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan sejumlah pejabat, itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu mengenakan masker, menjaga jarak, dan dengan jumlah peserta atau perangkat upacara yang terbatas.

Pada perayaan HUT RI kali ini, Wagub menyampaikan bahwa HUT RI tahun 2021, masih dihadapkan dengan pandemi covid-19 yang setahun lebih melanda dunia. Kini, kemerdekaan kembali diuji dengan musuh yang tidak terlihat yaitu covid-19.

“Kita tidak lagi berperang mengangkat senjata seperti yang para pahlawan lakukan tempo dulu,” kata Wagub.

Akibat wabah pandemi, membawa dampak pada semua lini kehidupan, baik kesehatan, ekonomi, pendidikan maupun dampak lainnya. Namun hal ini yang mampu mendorong masyarakat untuk terus beradaptasi, berinovasi dan bekerja keras.

“Sehingga para pakar akhirnya menemukan vaksin, serta merekomendasikan penerapan protokol kesehatan, sebagai solusi yang terbukti mujarab untuk menghadapi wabah ini,” tegas Sitti Rohmi.

Meski demikian, hadirnya ancaman baru berupa varian-varian dari virus corona, harus menjadi alarm agar lebih berhati-hati dan mawas diri, sembari tetap disiplin dalam menerapkan aturan protokol kesehatan yang berlaku, demi keselamatan semuanya.

“Walaupun kita tengah menghadapi kondisi yang cukup sulit ini, kita tetap selalu bersyukur bahwa dalam perjalanan satu tahun lebih kita menghadapi pandemi covid-19 ini, negara kita masih menunjukan ketahanan, baik secara ekonomi maupun sosial,” jelasnya.

BACA JUGAPaskibraka NTB dikukuhkan Menjelang Peringatan HUT RI ke-76

edy




Paskibraka NTB dikukuhkan Menjelang Peringatan HUT RI ke-76

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) mengukuhkan Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) Provinsi NTB menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Berlangsung di pendopo, Senin (16/08), Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, berharap agar seluruh paskibraka dapat menjalankan tugas dengan baik.

Paskibraka“Pada hari ini saya mengukuhkan saudara-saudara sebagai pasukan paskibraka yang akan bertugas besok pada tanggal 17 Agustus 2021, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmatnya dan kemudahan menjalankannya dengan baik,” sambut Zulkieflimansyah.

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) NTB, Muhammad Syaiful Rahman, menuturkan bahwa formasi yang akan digunakan adalah formasi yang disesuaikan dengan protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan oleh 24 Paskibraka.

“Tahun lalu kita menggunakan formasi lumbung, namun sekarang karena pandemi kita menggunakan formasi sesuai dengan prokes,” tuturnya.

Selain itu, seleksi paskibraka dilaksanakan pada bulan Juli di seluruh kabupaten/kota dan yang terpilih sebanyak 24 Paskibraka. Adapun pasukan yang akan melakukan pengibaran bendera merah putih, adalah I Komang Widiantara sebagai posisi pembentang dari SMAN 1 Tanjung, Lalu Agung Surya Maulana sebagai posisi di tengah dari SMAN 1 Selong, Imanuel Cornelis Putra Rossi Funay sebagai posisi pengerek dari SMAN 3 Sumbawa.

Selanjutnya pasukan yang akan melakukan penurunan bendera merah putih adalah Adryan Putra sebagai posisi pembentang dari MAN 1 Bima, I Wayan Agus Bayu sebagai posisi tengah dari SMAN 2 Mataram dan Waliyudin sebagai posisi pengerek dari MAN 2 Kota Bima.

ser




Komunitas RGOG Serahkan Bantuan Sosial ke Pemprov NTB

Komunitas Road Glide Owners Group (RGOG) menyerahkan bantuan sosial ke Pemprov NTB untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bantuan sosial sebanyak 1.500 paket tersebut diserahkan secara langsung oleh Komunitas RGOG kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, di pendopo gubernur, Minggu (15/8).

KomunitasSelanjutnya, pemprov bersama Polda dan Korem 162/Wb akan menyalurkan bantuan sosial itu kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pemprov akan menyalurkan sebanyak 500 paket, Polda sebanyak 500 paket dan Korem sebanyak 500 paket.

“Kami dengan hati sangat terbuka menyambut kedatangan sahabat semua dan berterima kasih atas seluruh bantuannya,” ucap gubernur kepada Komunitas RGOG.

Zulkieflimansyah mengajak seluruh anggota RGOG untuk dapat berpartisipasi memeriahkan pergelaran MotoGP dan Superbike di sirkuit Mandalika.

“Kita baru menyelesaikan sirkuit Mandalika 100% dan sekaligus dalam acara ini kami mengundang Panglima dan kawan kawan untuk hadir memeriahkan sirkuit Mandalika seminggu sebelum acara ini,” ujarnya.

BACA JUGASirkuit MotoGP Mandalika Telah Rampung Pengaspalan

Sementara itu Panglima RGOG Indonesia, Yovie M. Santosa, menuturkan bahwa RGOG merupakan komunitas pecinta motor gede (moge) Harley-Davidson jenis Road Glide yang ada di Indonesia.

Dalam rangka memperingati HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2021, komunitas RGOG melakukan riding dan charity ke NTB.

“Banyak rekan-rekan LSM atau masyarakat yang tetap menginginkan kalau kami datang, termasuk di wilayah pariwisata. Sehingga pemerintah NTB mengizinkan kami hadir dengan tetap menerapkan prokes, sebanyak 15 Moge datang ke pendopo,” ujar Yovie.

Yovie berharap agar kegiatan yang dilakukan komunitas RGOG dapat menjadikan suatu keberkahan untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga besar kecilnya dapat bermanfaat diterima dengan bahagia dengan bangga oleh mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

ser




Sulis Malam Ini di TOP 6, Mohon Masyarakat NTB Beri Dukungan

Sulis bakal tampil 2 hari non-stop di atas panggung, setelah dipastikan melaju ke babak 6 Besar Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021.

LOTIM.lombokjournal.com ~  Oleh karenanya, Tim Sulis Official Management mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemerintah untuk memberikan support kepada Duta Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sedang berjuang menjadi bintang dan mengharumkan nama baik daerah.

Sulis, kontestan LIDA 2021 asal Lombok Timur, ini pada pembagian grup Top 6 berada pada Group 2, sehingga dijadwalkan tampil malam ini (Sabtu, 14/8) dan besok malam (Minggu, 15/8) di panggung Indosiar.  –

Asisten Manager, Ishak Baedhowi, mengatakan bahwa memasuki 6 besar LIDA 2021 membuat persaingan semakin ketat untuk memperebutkan lolos ke babak TOP 4 dan masuk sebagai peserta 3 besar. Pasalnya Sulis berada di group 2 bersama Iqhbal dan Anting (Yogyakarta), di mana Iqbal dan Anting memiliki kualitas cukup bagus dan selalu menjadi peserta yang mendapatkan poling sms tertinggi.

“Mari kita satukan kekuatan, untuk mengawal generasi NTB menuju kemenangan juara LIDA 2021 di Indosiar. Kita sudah saksikan bersama kualitas Sulis seperti apa, menguasai banyak genre dan penghayatan dalam membawakan lagu yang luar biasa. Sangat layak untuk diberikan support.” ungkap Ishak.

Sekitar 1 bulan yang lalu sempat ramai dukungan dari pemerintah dan seluruh warga NTB, dengan keluarnya Surat Edaran dari Gubernur dan memposting dukungannya melalu akun medsos pribadinya. Tapi karena masa itu beberapa peserta LIDA Positif Covid-19 membuat LIDA TOP 9 ditunda hingga hari ini, akibatnya dukungan juga ikut sepi.

“Dan kami dari tim sudah jauh hari membangun komunikasi kembali dengan seluruh pihak untuk dapat memberikan dukungan, tak terkecuali orang nomor 1 dan 2 di NTB,” ujar Ishak.

Persaingan di TOP 6 ini tentunya semakin berat untuk para peserta. Jadi mari vote dan SMS sebanyak-banyaknya, sebab vote dan SMS tertinggi akan aman. Untuk Sulis Duta NTB, ketik LIDA (Spasi) SULIS kirim ke 97288. Untuk vote di aplikasi Shopee sebanyak-banyaknya.




M16 Sarankan Pemprov NTB Buat Gebrakan di tengah Pandemi

Lembaga Kajian Sosial dan Politik, M16, menilai mutasi berulang kali yang dilakukan selama pandemi justru mengundang pertanyaan publik.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB kembali menggelar mutasi, Kamis 13 Agustus. Ini adalah mutasi kesekian kali selama virus corona-19.Pada mutasi terbaru, empat pejabat eselon II dan enam eselon III bergeser posisi.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 menilai mutasi berulang kali yang dilakukan selama pandemi justru mengundang pertanyaan publik. “Situasi saat ini itu sedang prihatin. Lagi susah, urgensi mutasi terus menerus itu apa?,” tanya Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, SH , Jumat ( 13/8 )

Dikatakan, berdasarkan informasi dan serapan lapangan justru disaat pandemi organisasi perangkat daerah (OPD) sedang sibuk mengencangkan ikat pinggang program.

Pasalnya, sejumlah kegiatan harus dikurangi bahkan dipangkas karena refocusing anggaran. Jadi, siapapun kepala dinasnya tetap akan mengalami kesulitan disaat pandemi.

“Memang diputer-puter, terus kemudian program di OPD jalan. Tidak juga, kondisinya memang anggaran terbatas. Bukan hanya pemprov, kabupaten/kota pun sama,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Didu ini menilai, era kepemimpinan Zul-Rohmi telah berada di tahun ketiga. Ketimbang menyajikan program yang membumi, justru paket Zul-Rohmi lebih condong terlihat hobi bongkar pasang pimpinan OPD.

“Dinas ibarat gerbong kereta, kepala adalah masinis. Manakala masinis sering diminta turun atau pindah kereta, lalu dibawa kemana kereta bernama Zul-Rohmi ini,” tanya Didu lagi.

“Lama-lama kereta ini salah jalur dan tersesat tanpa tujuan,” imbuhnya.

Mantan ED Walhi NTB ini melanjutkan, mutasi semestinya menjadi arena bagi badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) mengatur dan menentukan leader sesuai dengan kemampuan.

Berikutnya memberi ruang bagi kepala dinas tersebut bekerja dalam tempo tertentu. Kinerjanya kemudian diukur, baru ketika tidak tercapai dinilai.

“Ujungnya bila program tak tercapai, baru mutasi. Jangan mutasi ini sekadar jadi ajang membagi jabatan,” tegasnya.

Fokus Program Covid Bukan Hanya Bagi Bantuan

Didu mengatakan, kondisi masyarakat dalam pandemi nyaris memasuki dua tahun. Ada istilah saat ini memasuki era baru. Segala macam aspek mengalami penyesuaian.

Ia menilai, tidak cukup dinas hanya berkutat soal membagi-bagi bantuan semata. Perlu ada langkah lebih progresif. “Ya, kasih ikan saja tak cukup. Berikan kailnya, supaya masyarakat memancing sendiri,” katanya.

Didu menjelaskan, OPD harusnya berimprovisasi program-program disaat pandemi. Seperti dinas lingkar hijau, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, maupun Dinas Perikanan bersinergi memberdayakan masyarakat.

Sektor yang terbukti ampuh menahan gelombang pandemi adalah pertanian, perkebunan, dan perikanan. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) koreksi terdalam dialami sektor jasa dan perdagangan.

“Ini waktu yang tepat menggaungkan produk alam. Kembali kepada alam. Mengelola alam bukan hanya orang desa, orang kota juga bisa,” bebernya.

Hal lain, kata Didu, peran kinerja dari Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM memiliki momentum mengatur ulang program dan kinerja. Kedua dinas ini mulai mengajarkan cara mengolah produk, mengemas produk, hingga teknik promosi digital yang menarik. Disaat pandemi, terbukti usaha-usaha berbasis digital mengalami pertumbuhan.

“Elaborasi, dinas-dinas ini datangkan saja pakar kemasan. Hadirkan digital marketer kenamaan, ajari pelaku usaha kita,” tandasnya.

Ditambahkan, improvisasi program di tengah pandemi ini pun berlaku di dinas-dinas yang lain. Dengan keterbatasan anggaran saat ini, perlu ada penyesuaian program. Menurutnya, kurang begitu urgen menggonta-ganti kepala dinas, yang urgen adalah inovasi programnya.

“Sekarang ini kesempatan memunculkan kreativitas. Pemprov NTB harus jeli melihat segala potensi dan peluang disaat New Era,” tukasnya.




Medsos untuk Penanganan Covid Secara Cepat dan Tepat

Badan publik mesti mampu memanfaatkan teknologi seperti medsos guna mendistribusikan informasi terkait penanganan Covid secara cepat dan tepat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan dalam webinar dengan tema “Bermedia Sosial, Keamanan Informasi dan Informasi yang Dikecualikan di Tengah Pandemi Covid 19”, yang diselenggarakan olek Komisi Informasi (KI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (12/8)

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan instansi seperti; Kejati, Binda, Kominfotik, anggota DPRD, Polda NTB, pengamat Cyber Crime dari Universitas Mataram dan dimoderatori oleh Baihaqi Alka.

Ketua KI NTB, Suaeb Qury, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa semua orang harus dapat mengakses setiap informasi dan badan publik harus menyampaikannya dengan memperhatikan sejumlah informasi yang dikecualikan di tengah pandemi.

“Kita harus sama-sama mendorong keterbukaan informasi karena publik wajib dapat mengakses informasi di tengah Covid-19. Semua lembaga publik juga wajib menyampaikannya,” ungkap Suaeb Qury.

MedsosSementara itu, Kabid Humas Polda NTB, menyampaikan bahwa untuk menjaga keamanan, masyarakat harus mampu menyebarkan informasi positif agar stabilitas keamanan tetap kondusif.

Hal yang sama juga disampaikan, Sandy, selaku Kabid Teknologi Binda NTB. Ia menegaskan bahwa Badan Intelejen Daerah memiliki banyak informasi yang dikecualikan, meski ia mengaku Binda memiliki website yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada publik terkait pandemi.

“Binda punya banyak informasi yang dikecualikan dan bersifat rahasia karena berhubungan dengan keamanan. Mesti demikian Binda juga menyampaikan informasi yang memang dapat dibuka ke tengah publik,” ungkap Sandy.

BACA JUGANTB Terus Berupaya Beri Perlindungan Kepada PMI

Anggota DPRD NTB, Akhdiyansya, menyampaikan bahwa terdapat persoalan disinformasi dan miskomunikasi baik terjadi di level pemerintahan maupun di masyarakat sendiri terkait Covid-19. Hal ini menjadi keresahan sejumlah kalangan.

“Di era media sosial seperti saat ini, informasi bisa disampaikan secara langsung, namun jangan sampai terjadi disinformasi dan miskomunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Akhdiyansyah.

Sedangkan, Kadis Kominfotik NTB, Najamudin Amy, menyampaikan pengalamannya selama menghadapi Covid yang menurutnya informasi terkait pandemi harus disampaikan secara cepat dan akurat. Hal tersebut mesti disampaikan hingga ke pemerintahan di desa.




Webinar “Ngobrol Bareng Legislator”, HBK Sapa Konstituennya di Lombok

HBK menggelar dua kali pertemuan webinar, tiap pertemuan dihadiri oleh 150 orang peserta/konsituen di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) bersilaturahmi dan berinteraksi dengan para konsituennya di Dapil NTB-2/P. Lombok melalui diskusi webinar, Kamis (12/08/2021).

Silaturahmi virtual ini menjadi cara HBK untuk bisa tetap hadir dan menyapa para konstituennya di tengah pembatasan ketat pertemuan fisik akibat pandemi Covid-19.

“Hari ini kita menggelar dua kali pertemuan webinar. Masing-masing dihadiri oleh 150 orang peserta,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut.

Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), yang merupakan mitra kerjanya di Komisi 1, webinar ini mengangkat tema “Internet sebagai Sarana Edukasi Anak”.

Mereka yang hadir adalah para aktivis dan pegiat sosial, komunitas masyarakat, dan kaum milenial di P. Lombok.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Mekarsari, Bisa Jadi Contoh Buat Loteng

Selain HBK, tampil sebagai narasumber lain adalah Dirjen Aptika Kemenkominfo Samuel A. Pangarepan dan Praktisi Media Teguh Setiawan Usis.

Mengemuka dalam webinar tersebut hasil penelitian Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyampaikan bahwa riset di pertengahan 2019, menemukan pengguna internet terbanyak ada pada usia 15 hingga 19 tahun.

Bahkan di Indonesia sekarang ini, anak-anak umur 5 hingga 9 tahun juga telah menggunakan internet, bahkan jumlahnya mencapai 25,6% dari keseluruhan sampel yang berada pada umur tersebut.

Di hadapan para peserta webinar, HBK menekankan bahwa anak adalah karunia Allah SWT yang harus dijaga dan diperlakukan dengan sebaik-baiknya, sebab mereka adalah generasi penerus keluarga, investasi dunia akhirat, dan merupakan sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia. Saat ini jumlahnya mencapai sekitar 80 juta orang.

Penggunaan internet oleh anak telah membawa banyak manfaat,” kata HBK.

Antara lain, internet untuk kepentingan pendidikan. Internet juga memudahkan anak dalam menyusun kreativitas. Selain juga internet menjadi media hiburan untuk anak.

“Tapi disini, peran orang tua juga sangatlah penting khususnya dalam pengawasan, karena beberapa dampak negatif dari internet banyak mempengaruhi sikap mental dan kepribadian anak, dan yang sangat menonjol adalah tindak bullying dan pornoaksi,” kata politisi Partai Gerindra yang dikenal sebagai Samurainya Prabowo Subianto ini.

BACA JUGA: Merawat Generasi Penerus Bangsa

Banyak tanggapan dan pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta webinar. Samsul Wardi dari Lombok Tengah misalnya. Dia menanyakan masih bebasnya pemakaian internet oleh anak-anak di bawah umur. Dia mempertanyakan mengapa hal tersebut tidak dibatasi saja.

Menjawab pertanyaan tersebut, HBK menekankan, di era industri 4.0 seperti saat ini, pembatasan internet bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Sebab, kita memang sudah hidup berdampingan dengan sinyal internet.

“Yang perlu dilakukan sebenarnya bukanlah pembatasan. Tapi lebih kepada program pengawasan karena seberapapun besarnya upaya kita membatasi internet ini, Ia akan selalu hadir dan punya cara untuk terus hadir di tengah-tengah kita lewat berbagai media,” katanya menekankan.

Dalam webinar ini, seluruh peserta mendapat apresiasi berupa dana pengganti pulsa, serta doorprize bagi para peserta yang aktif diskusi dan bertanya kepada para narasumber.

“Komisi 1 DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong mitra kerjanya yang dalam hal ini Kemkominfo RI agar terus mengedukasi dampak negatif dari internet, ancaman kejahatan cyber, dan mendorong literasi digital kepada masyarakat secara keseluruhan,” tutupnya.

Me