Cafe Literasi, Inovasi untuk Meningkatkan Minat Baca

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB melakukan inovasi berupa perpustakaan keliling yang disebut Cafe Literasi.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bedanya, mengadopsi gaya hidup milenial, mobil perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan menyuguhkan kopi gratis bagi 50 pembaca pertama.

“Sasarannya terutama memang kaum milenial. Mobil cafe literasi akan mengunjungi keramaian dan beroperasi setiap hari”, ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah, di kantor gubernur, Rabu (25/8).

Kendaraan Cafe Literasi menyediakan 400 judul buku bacaan dan literasi dengan beragam disiplin ilmu. Inovasi ini diharapkan dapat merubah minat baca masyarakat NTB. Dikatakan Julmansyah, kopi gratis bagi pengunjung Cafe Literasi adalah bentuk fasilitas layanan selain peminjaman buku melalui aplikasi eLib.

“Koleksi buku di mobil Cafe Literasi di-update sesuai minat dan kebutuhan. Ada juga bacaan ringan sampai bacaan untuk anak-anak”, jelas Julmansyah.

Perpustakaan daerah saat ini memiliki 10.000 judul buku dan literasi lokal. Koleksi ini juga terus dilengkapi agar kaum milenial mengenal daerah melalui bacaan.

BACA JUGALiterasi untuk Wisatawan, Mandalika akan ada Perpustakaan

jm




Mutasi Pejabat Lombok Utara Di Awal Bulan September 2021

Mutasi dan rotasi pejabat di Kabupaten Lombok Utara segera dilakukan untuk segera menangani turunnya APBD dan semangat berkreasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH menegaskan, mutasi dan rotasi pejabat di Kabupaten Lombok Utara harus dan segera di awal bulan September minggu pertama tahun 2021.

Hal itu dikatakan bupati menjawab pertanyaan wartawan usai launching Desa Sejahtera Astra, di Aula Kantor Bupati Lombok Utata, Senin (23/08/21).

“Kita sudah banyak memberikan saran dan motivasi serta seruan baik lewat pertemuan pertemuan disamping melalui publikasi,” lanjutnya.

Namun seperti apa kerja organisasi perangkat daerah (OPD) saat ini bisa dilihat dan rasakan bersama, tambahnya.

BACA JUGA: Sulis LIDA Raih Juara 2, Persembahan untuk NTB dan Pendukung

“Demikian halnya kesempatan untuk berkreasi bagaimana menangani kekurangan akibat APBD yang turun drastis yang seharusnya menambah semangat kita untuk berbuat, berkreasi lebih baik lagi. Kenyataannya, malah semakin tidur,” tukas H Djohan.

Meski demikian dikatakan bupati, mutasi pejabat mengikuti pansel, tambahnya

Sebelumnya, Bupati Djohan Syamsu, SH mengatakan, pihak Pemda wajib mendukung program petani porang bekerja sama dengan Kementerian Desa dan perguruan tinggi Universitas Mataram. Khususnya dalam  pengembangan maupun pemasaran hasilnya.

Menurutnya, mengenai pemasaran porang itu tidak perlu di khawatirkan, karena melibatkan pengusaha yang sudah cukup berpengalaman mengenai pemasaran.

Harapan Bupati kepada Kepala Desa agar lebih inten baik dalam memberikan motivasi kepada kelompok-kelompok tani maupun pengawasan.

Hal itu sebagai dorongan moral dalam meningkatkan sumberdaya serta ekonomi masyarakat petani porang, maupun komoditi lainnya.

Menyinggung momen besar pelaksanaan World Superbike di bulan November dan MotoGPP tahun 2022 di Mandalika, bupati berharap kecipratan wisatawan yang bakal berkunjung ke Lombok NTB.

Karena jumlah wisatawan yang datang diperkirakan mencapai puluhan ribu. Tentu membutuhkan akomodasi, sarana prasarana yang banyak, ungkapnya.

Kebutuhan akan penginapan, restauran dan sarana teransportasi untuk antar jemput tidak sedikit, belum lagi untuk teransportasi ke obyek-obyek wisata di Lombok Utara.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Desa Sejahtera Astra di Gangga

“Karena itu pelaku pariwisata di Lombok Utara diharapkan mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan wisatawan mulai dari sekarang,” kata bupati.

@ng

 




Sulis LIDA Raih Juara 2, Persembahan untuk NTB dan Pendukung

Sulis LIDA asal Nusa Tenggara Barat (NTB), usai melewati proses panjang akhirnya berhasil meraih juara 2 pada kompetisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021.

LOTIM.lombokjournal.com ~ Dalam Konser Kemenangan LIDA yang disiarkan secara langsung oleh Indosiar dari Minggu malam (22/8) hingga Senin dini hari, Sulis Nusa Tenggara Barat berhasil meraih Juara 2 LIDA 2021 dengan polling 32,97 % pada audisi dangdut terbesar di Tanah Air.

Sulis LIDAIshak Baedhowi selaku Asisten Manajer Sulis Official Manajament menuturkan, ini kali pertamanya Duta NTB masuk Grand Final dan langsung meraih Juara 2 dan berhak mendapatkan uang tunai Rp 300 juta. Adapun Juara 3 diraih Ratna-Kalimantan Selatan dengan polling 31,81 %. Kemudian Juara 1 diraih Iqhbal-Sumatera Barat dengan polling 35,22 %.

“Warga NTB pasti bangga dengan kualitas dan prestasi yang diraih Sulis, karena ini sejarah pertama bagi NTB bisa masuk Grand Final dan mendapatkan juara 2, tentu ini semua atas izin Allah dan dukungan seluruh lapisan masyarakat.” ungkapnya.

Ishak melanjutkan, seluruh Tim Sulis Official Management sampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjuangan Sulis di LIDA 2021.

BACA JUGASulis LIDA 2021 didukung Gerakan Gotong Royong OPD

Pasalnya perjuangan menemani karir Sulis bersaing di LIDA tidaklah mudah, bersaing dengan 72 peserta di babak penyisihan TOP 70 menuju menjadi bintang juara 2 butuh perjuangan yang besar.

“Khususnya Pemerintah Provinsi NTB, seluruh OPD Terkait, Pemda Lombok Timur dan kabupaten/kota lainnya, DPRD Provinsi dan Kabupaten, Kampus Universitas Hamzanwadi, Fans Sulisious se-Indonesia yang di dalam negeri maupun luar negeri, spesial untuk seluruh masyarakat NTB dan para pihak yang tidak bisa kami sebut satu persatu.” tuturnya.

Apa yang di raih Sulis pada malam Grand Final semalam tersebut, tiada lain dipersembahkan kepada semua pendukung dan fans, seluruh pihak yang telah memberikan support sehingga bisa mendapatkan juara 2.

“Sekarang bisa dikatakan Sulis sudah menjadi artis di Indonesia, punya nama dan terkenal. Hal tersebut bisa berdampak besar bagi daerah dan anak-anak muda NTB khususnya, ke depan Sulis bisa ikut berkontribusi memajukan parwisata NTB dan sektornya lainnya, bisa merubah nasib atau kondisi orangtunya agar lebih baik, butuh tim manajemen yang artinya dengan kehadiran Sulis dapat membuka lapangan kerja baru, berdampak pada mengurangi angka kemiskinan pada daerah, menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya untuk tetap semangat untuk meraih dan mewujudkan impian besarnya, Sulis sudah membuktikan berasal anak tukang ojek bisa menjadi artis top Indonesia dan banyak dampak positif lainnya.” ujarnya.




Optimalisasi NTB Satu Data dan SIP Posyandu, Percepat Penanganan Pernikahan Anak dan Stunting

Dengan optimalisasi NTB Satu Data dan edukasi dan sosialisasi yang masif, penyelesaian masalah pernikahan anak dan stunting juga dapat dilakukan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada masalah kesehatan dan sosial ekonomi, juga berdampak terhadap angka pernikahan anak di Provinsi NTB.

Dibutuhkan kerjasama ekstra dari berbagai pihak, optimalisasi penggunaan aplikasi NTB Satu Data dan SIP Posyandu sangat diperlukan untuk memperoleh data yang valid.

Agar penanganan berbagai masalah, seperti pernikahan anak dan stunting dapat diselesaikan dengan efisien dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd, saat menjadi pembicara dalam Webinar Nasional dengan tema “Pernikahan Dini Bukan Solusi yang Tepat di Masa Pandemi” merupakan Rangkaian Kegiatan dari UNRAM MIRACLE WOMEN, di Pendopo Wagub, Minggu (22/08/21).

“Melalui NTB Satu Data dan SIP Posyandu, data valid bisa kita dapatkan sehingga pemetaan dan penanganan masalah bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” jelas Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi menambahkan, selain dengan data yang valid, penyelesaian masalah pernikahan anak dan stunting juga dapat dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi yang masif.

BACA JUGA: Menjaga Ketahanan UMKM di Masa Pandemi Merupakan PR Besar

Sosialisasi dan edukasi tersebut dapat dilakukan di setiap dusun melalui Posyandu Keluarga yang saat ini semakin menjamur baik di Lombok maupun di Pulau Sumbawa.

Selain Posyandu Keluarga, Pemerintah Provinsi NTB juga terus mendorong terbentuknya aplikasi NTB Satu Data di kabupaten/Kota di NTB.

Begitu juga dengan pembentukan shelter perlindungan anak, terus didorong 100% agar Kabupaten dan Kota se-NTB memilikinya.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati menambahkan, sosialisasi dan edukasi di setiap dusun melalui Posyandu Keluarga tersebut harus dikawal oleh para mahasiswa yang merupakan agent of change.

Mahasiswa dapat hadir tak hanya memberikan sosialisasi atau edukasi se arah saja, melainkan mengajak masyarakat berdiskusi tentang dampak buruk pernikahan anak.

Agar mindset baru masyarakat bisa terbentuk.

BACA JUGA: Mandalika Go Green, Masyarakat Antusias Ikuti Vaksinasi

“Mahasiswa harus turut membantu kegiatan sosialisasi dan diskusi untuk merubah mindset masyarakat terkait pernikahan anak. Tak cukup dengan sosialisasi, tetapi juga dengan diskusi,” tandasnya.

diskominfotikntb




Gubernur Temui Warga di Tengah Kawasan Sirkuit Mandalika

Bang Zul megakui, masyarakat yang berada di tengah sirkuit, terbatas akses jalan keluar maupun masuk ke pemukimannya

LOTENG.lombokjournal.com ~ Setelah viral berita sejumlah warga Dusun Embunut, Desa Kuta, Lombok Tengah, NTB, yang merusak pagar pembatas di kawasan lintasan Sirkuit MotoGP Mandalika untuk dijadikan akses jalan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, tanpa protokoler mengunjungi warga setempat, Minggu (22/08/21).

Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB, mengaku penasaran dan ingin melihat langsung keadaan masyarakat

“Saya penasaran ingin melihat secara langsung keadaan masyarakat yang viral dan jadi berita nasional karena terjebak di tengah sirkuit MotoGP Mandalika,” kata Bang Zul didampingi sang istri yang juga Ketua PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati.

BACA JUGA: Menjaga Ketahanan UMKM di Masa Pandemi Merupakan PR Besar

Bang Zul berpenampilan sederhana, jauh dari kesan formalitas layaknya pejabat umumnya, dikenal masyarakat selalu blusukan dan menemui warganya tanpa terikat dengan protokoler.

“Saya ingin mendengarkan langsung keluhan masyarakat di lapangan, sambil ngobrol dan ngopi dengan warga,” ujarnya.

Sejak menjadi anggota DPR RI, Bang Zul dikenal senang menyerap langsung suara masyarakat kecil. Ia mengaku memang senang bertemu langsung dengan masyarakat.

“Jadi seperti hobi, ada keasyikan tersendiri,” ujarnya.

Selain itu ia mengakku ingin mengerti dan meresapi langsung situasi di lapangan. Menurutnya, silaturahmi dengan masyarakat tanpa protokoler akan terkesan santai dan lebih diterima oleh masyarakat.

Diakuinya, warga ternyata memang perlu mendapat perhatian walaupun tidak seheboh yang diberitakan.

BACA JUGA: Sulis Lida 2021, Didukung Gerakan Gotog Royong OPD

Masyarakat yang berada di tengah sirkuit, setelah aspal sirkuit rampung 100 persen, kesulitan dan terbatas akses jalan keluar maupun masuk ke pemukimannya.

Penyebabnya, pihak pekerja sirkuit sedang fokus menyelesaikan deadline serta load pekerjaan yang banyak, sehingga menyebabkan pekerjaanya menjadi sangat extra ketat.

Apalagi yang bertanggungjawab terhadap project banyak, mulai dari WIKA, PP, ITDC, MGPA dan lain-lain.

“Hal ini salah satu penyebab sehingga akses jalan keluar masuk masyarakat sempat terabaikan,” ungkapnya.

Mantan anggota DPR RI ini berharap, ITDC sebagai pengelola KEK MAndalika dan sirkuit harus memperbaiki pola komunikasi dengan kontraktor-kontraktor di lapangan.

“Agar hal-hal seperti kemarin tidak terjadi lagi akibat miskomunikasi,” kata gubernur.

Ada 2 akses keluar masuk untuk warga yang berada di tengah sirkuit yaitu Tunnel (terowongan) 1 dan Tunnel 2.

Persoalan beberapa hari yang lalu terjadi karena terowongannya dipenuhi air akibat rembesan, sehingga susah dilewati masyarakat.

Gubernur minta agar pihak ITDC atau kontraktor yang bertanggubgjawab terhadap hal tersebut, harus segera mengatasi masalah terowongan yang di penuhi air ini.

“Supaya tidak lagi terjadi hal yang sama,” katanya.

Setelah mengunjungi dan melihat serta ngobrol dengan para pekerja di lapangan, tampaknya sudah ada upaya untuk memasang pompa di bagian utara dan selatan utk mengeringkan terowongan yang dipenuhi air.

Namun, apabila terowongan tidak bisa dikeringkan maka harus dibuat akses dan jalan yang lain.

“Alhamdulillah kalau pompa ini dipasang dan berfungsi dengan normal, Insya Allah akses keluar masuk warga setempat tidak lagi jadi masalah,” harap gubernur.

Selain itu, lokasi di dalam sirkuit Mandalika, tempat pemukiman warga memang indah banget. Pemandangan laut yang indah serta menghadap sirkuit MotoGP memang menghasilkan sensasi dan pesona tersendiri.

“Jadi kalau ITDC, mau menjadikannya sebagai pemukiman memang sangat masuk akal,” kata Bang Zul.

Warga yang ada di area sirkuit juga mengaku, apabila tanahnya sudah di bayar, ingin segera pindah.

Oleh sebab itu, kata Bang Zul, kalau ITDC, karena keterbatasan dana akibat Covid tidak mampu membayar ganti rugi tanah warga, maka solusi jangka pendeknya harus segera ditemukan.

Namun, kalau ITDC ingin tetap mempertahankan masyarakat yang ada di dalam sirkuit, maka harus segera ditata dan diberdayakan segera, sehingga indah dan elok dilihat, menjadi bagian yang berpartisipasi aktif dalam events di Mandalika.

“Bukan terasing di atas tanahnya sendiri,” tegas gubernur.

Kalau masih tersisa masalah-masalah, harus segera diselesaikan dengan penuh kekeluargaan dan dengan mengedepankan musyawarah, serta dialog yang penuh kehangatan dan persahabatan.

Sirkuit Mandalika adalah kebanggaan masyarakat semua. Ini etalase yang membanggakan, bukan hanya bagi NTB tapi juga bagi bangsa Indonesia.

Usai menemui dan ngobrol dengan warga, Bang Zul meninjau terowongan dan sejumlah pekerja.

Hari libur ia sempatkan untuk santai dan menikmati suasana pantai Mandalika bersama istrinya. Ia juga mengendarai motor dan hanya ditemani ajudannya.

edy




Sulis LIDA 2021 didukung Gerakan Gotong Royong OPD

Sulis LIDA 2021 mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan gerakan gotong royong antar organisasi perangkat daerah (OPD).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh  perjuangan Sulis, Duta NTB pada ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021. Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengatakan perlunya gerakan gotong-royong antar OPD untuk sama-sama mendukung Sulis agar dapat point maksimal.

Sulis LIDA“Bagaimana caranya agar semua terus mendorong, seluruh OPD juga bisa gotong royong bersama mendukung perjuangan putri daerah NTB,” kata Sitti Rohmi saat menerima Sulis Management di pendopo wagub, Sabtu, (21/8).

Sitti Rohmi memastikan agar berbagai kebutuhan Sulis di Jakarta dapat terus terpenuhi.

“Pemprov NTB akan terus memastikan berbagai kebutuhan Sulis di Jakarta,” tuturnya.

Sitti Rohmi juga menuturkan bahwa dirinya selalu mendukung Sulis melalui SMS, sehingga diharapkan seluruh masyarakat juga dapat mendukung agar Sulis dapat menjadi juara.

BACA JUGASulis LIDA 2021, Harumkan Nama NTB di Kancah Nasional

Sementara itu, Lina Komala Sari, Manager Sulis, sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah, baik itu berupa sosialisasi maupun langkah konkret.

*Alhamdulillah setelah bu Wagub memasifkan dukungan kepada Sulis, semoga pemprov dan seluruh OPD sudah mulai bergerak untuk sama-sama mendukung Sulis,” ujar Komala.

ser




Seminar Adat dan Budaya, Sambut Hari Jadi Desa Sesait

Acara seminar adat dan budaya yang diselenggarakan Karang Taruna merupakan bentuk silaturrahmi para tokoh adat dan budaya Desa Sesait

SESAIT.KAYANGAN.lombokjournal.com ~ Karang Taruna Desa Sesait menggelar acara seminar adat dan budaya Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, dengan tema “Melawan Lupa”.

Seminar tersebut berlokasi  di Pondok Pesantren Al-ikhwan, di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, hari Jumat (20/08/21), yang dihadiri oleh para tokoh adat Desa Sesait.

Para tokoh adat itu secara historis memiliki peran dalam pembangunan dan pertumbuhan Desa Sesait. Tokoh yang menghadiri seminar tersebut antara lain, Penghulu Desa Sesait, Jintaka, mangku bumi Desa Sesait, dan tokoh-tokoh adat lainnya.

Agenda seminar adat dan budaya ini merupakan bentuk silaturrahmi para tokoh adat, Pemerintah Desa dan tokoh pemuda menyambut hari jadi Desa Sesait ke-126, yang tercatat pada tanggal 21 Agustus merupakan tanggal terbentuknya Desa Sesait.

Kepala Desa Sesait Susianto, M.Pd, memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar adat dan budaya Desa Sesait tersebut.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada Karang Taruna Desa Sesait yang telah menginisiasi seminar adat dan budaya desa Sesait tersebut. Menurut Susianto selaku Kepala Desa Sesait menyampaikan, generasi muda sangat harus mendapatkan pengetahuan lebih terkait adat dan budaya yang ada khususnya di desa Sesait.

“Terima kasih kepada Karang Taruna Desa Sesait yang telah menggelar seminar adat dan budaya desa Sesait ini, acara seperti ini memang sangat diperlukan bagi generasi muda saat ini.” kata Susianto.

BACA JUGA; PPI NTB Lantik Ketua dan Pengurus PPI KLU

Seminar tersebut banyak dibahas perihal keberagaman adat dan budaya di Desa Sesait secara umum, kemudian sejarah berdirinya Desa Sesait juga tidak luput menjadi pembahasan yang pada kesempatan itu dipaparkan oleh H. Djekat selaku narasumber.

Desa Sesait terbentuk sejak masa pendudukan pemerintahan Hindia-Belanda menurut catatan pemerintah Desa Sesait.

Pada sesi diskusi, H. Djekat menyampaikan, sangat dibutuhkan pemahaman yang lebih dalam mengartikan apa itu adat, tradisi, maupun budaya, terutama yang berkaitan dengan desa Sesait.

H.Djekat selaku narasumber menyampaikan, seluruh element masyarakat haruslah bisa menghargai setiap perbedaan dalam aspek adat, tradisi, maupun budaya yang ada di kabupaten Lombok Utara.

Menurut Djekat, menghargai keberagaman adalah hal yang utama yang perlu ditanamkan sebagai penunjang keharmonisan dan kerukunan dalam bermasyarakat.

BACA JUGA: Motivasi Untu Atlet NTB Jelang PON ke 20 di Papua 2021

“Kita tidak bisa menyeragamkan adat bagi setiap orang, justru kita harus menjunjung tinggi keberagaman, karena itu yang tertera dalam undang-undang dasar.” kata Djekat

Han




PPI NTB Lantik Ketua dan Pengurus PPI KLU

Pelantikan pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) Lombok Utara dengan melibatkan OPD terkait, diharapkan nantinya bersinergi dalam menurunkan Stunting di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati, melantik Ketua dan Pengurus PPI KLU masa bakti 2021-2026 di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (20/08/21).

Hadir pula Ketua PPI KLU, Hj Galuh Nurdiyah, Kepala Dinas DP2KBPMD KLU Drs H Kholidi MM, Jajaran Pengurus PPI NTB, PPI KLU, Anggota Forum Genre Lombok Utara beserta tamu undangan lainnya.

Pengurus PPI KLU usai pelantikan

Ketua PPI Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati menyatakan, PPI merupakan bagian dari Global White Alliance atau Aliansi Pita Putih yang terdiri dari 145 negara di dunia yang memiliki kepedulian pada tingginya angka kematian ibu dan bayi lahir.

BACA JUGA: NTB Rancang Pergub, Lindungi Anak Korban Jaringan Terorisme

Hingga saat ini, terdapat 22 perwakilan PPI Provinsi di Indonesia, NTB salah satunya.

Dalam perkembangannya PPI melibatkan berbagai latar belakang pengurus yang memiliki kepedulian keinginan dan kemampuan untuk berkontribusi menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan Stunting.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengikutsertakan PPI sebagai Ormas yang bertugas menuntaskan permasalahan stunting di beberapa daerah di Indonesia. PPI Provinsi NTB diberikan tugas untuk menangani Stunting di KLU. Saya merasa berkepentingan memastikan program kita ini lancar dan baik. Bersinergi dan bekerja sama dengan PPI KLU dalam penanganan stunting,” tuturnya.

Dijelaskannya, melihat tren kematian ibu di NTB sampai tahun 2019, terdapat sejumlah 97 kasus, sedangkan bayi dan balita berkisar 863 kasus, serta Stunting mencapai 7069 kasus yang bersumber dari informasi kesehatan 2019.

“Hal ini tantangan yang besar, semuanya ini kita hadapi secara bersama-sama. Pemerintah tak bisa melakukan sendiri, semua mesti bersinergi ini. Kini bukan saatnya bekerja berdasarkan egosentris lembaga, organisasi dan lainnya. Kita bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang ada,” imbuhnya.

Dalam pada itu, Kadis DP2KBPMD Drs H Kholidi MM mengatakan dengan telah dilantiknya Pengurus PPI KLU menjadi tonggak membangun sinergi secara bersama-sama.

Meneguhkan komitmen dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Lombok Utara,” tandasnya.

“DP2KBPMD membangun sinergi dengan pihak lain. Mengupayakan penanganan stunting di Lombok Utara bisa menurun. Hingga kini angka Stunting relatif banyak pada 20 desa. Tingkat capaiannya berkisar 32,68 persen artinya prosentase balita stunting masih cukup tinggi,” urainya.

Dikatakannya, sinergi antar OPD dan stakeholder lain termasuk Forum Genre diharapkan angka pernikahan di bawah usia menurun.

“Semoga amanah ini, bisa kita laksanakan secara bersama sehingga kesehatan ibu dan anak termasuk remaja, serta penanganan Stunting berhasil di Lombok Utara,” harapnya.

Adapun Ketua PPI KLU Hj Galuh Nurdiyah menyampaikan adanya pelantikan dan terbentuknya Pengurus PPI KLU menjadi langkah awal peran aktif meningkatkan pola hidup sehat, bagi masyarakat Lombok Utara.

“Tugas yang kita emban ini akan menyadarkan kita, betapa pentingnya keikutsertaan kita merubah pola pikir masyarakat bahwa betapa berharganya hidup sehat,” tuturnya.

Diuraikannya, penanganan stunting mesti dimulai sejak 1000 hari. 270 hari berada pada masa kehamilan ibu, sedangkan 730 hari pada masa tumbuh-kembangnya. Bila tidak diperhatikan dengan baik, berakibat stunting. Oleh karennya, kesehatan ibu dan anak menjadi perlu diperhatikan.

Ketua PPI KLU menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya organisasi PPI di Lombok Utara dengan melibatkan OPD terkait yang nantinya bisa bersinergi dalam menurunkan Stunting di Lombok Utara melalui optimalisasi Posyandu Keluarga, Dasa Wisma, dan Forum Genre KLU.

“Wadah-wadah inilah yang kita harapkan dapat menggerakkan Posyandu. Selain kiprah TP PKK pada seluruh jenjang, begitu juga forum genre nantinya menjadi garda terdepan memotivasi masyarakat dengan kesadaran sendiri datang ke Posyandu,” jelasnya.

BACA JUGA: Peran PPI Strategis: Tekan Stunting, Kematian Ibu dan Bayi

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi arahan kepada pengurus terkait percepatan penanganan penurunan Stunting di Lombok Utara.

Acara berlangsung lancar dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19, dilanjutkan dengan foto bersama.

wld




Sinergi Penguatan Psikososial Anak di Daerah Rawan Bencana

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB), membangun sinergi penguatan psikososial anak di daerah rawan bencana.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sinergi yang dibangun adalah berupa Pelatihan Pemberian Dukungan Psikososial bagi Lembaga Layanan Berbasis Masyarakat di Kawasan Kebencanaan, yang digelar di Hotel Golden Palace Mataram, Kamis (19/8). Kegiatan ini dilaksanakan di NTB sebab merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

SinergiMenurut Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kementerian PPPA, Dra. Elvi Handraeni, bahwa setidaknya terdapat 5 sampai 9 potensi bencana yang ada di NTB. Untuk bisa mempersiapkan keadaan darurat terutama terkait perlindungan terhadap anak maka diperlukan upaya pencegahan, yang salah satunya dengan meningkatkan kewaspadaan.

“Hari ini bapak ibu sekalian kita semua mendapatkan bimbingan teknis, bagaimana nanti kita jika ada bencana, bapak ibu sekalian dapat melakukan perlindungan terhadap kelompok rentan. Dimana salah satu kelompok rentan selain perempuan di dalam bencana adalah anak,” ujar Elvi, dalam paparannya.

Elvi melanjutkan bahwa di dalam suatu bencana, anak mempunyai banyak sekali kebutuhan yang harus diperhatikan, di antaranya adalah masalah keselamatan, pendidikan dan psikologisnya. Selain itu, salah satu dampak bencana lainnya terhadap anak adalah masalah perkawinan anak dan trafficking.

“Mereka mudah sekali trauma, dan kita lah yang akan mengurangi trauma mereka,” tegas Elvi.

BACA JUGAWorld Superbike 2021 dan MotoGP 2022, Pemerintah Berbenah

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin, yang menjadi fasilitator kegiatan ini, mengungkapkan bahwa Provinsi NTB selain sebagai daerah dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi, saat ini juga dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap anak.

Oleh karenanya, untuk mencegah penularan dan dampak kesehatan dari Covid-19 terhadap anak, pemerintah terus berupaya mempercepat serapan vaksin terhadap anak, terutama yang berusia antara 12 sampai 18 tahun.

Ia melanjutkan, terdapat sekitar 533.491 anak yang harus divaksin di NTB. Namun hingga saat ini baru 19.698 yang telah divaksin dosis I, dan 8.650 yang telah divaksin dosis II. Pemerintah Provinsi NTB akan terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi termasuk akan melakukan kegiatan vaksin massal, sehingga seluruh pihak dapat ikut membantu memberikan pemahaman yang menyeluruh terhadap pentingnya vaksinasi Covid-19 kepada anak.

“Sekitar awal bulan september, bekerjasama dengan dikbud dan pramuka kita akan mencoba melakukan kegiatan vaksin masal kepada para siswa,” ujarnya.

Husnanidiaty juga berharap agar pelatihan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta dari relawan lembaga layanan berbasis masyarakat dan beberapa perangkat daerah terkait serta diikuti juga oleh peserta dari Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan Maluku Utara.




HUT RI Ke-76 Dirayakan di dalam Laut oleh Penyelam BUMN NTB

Para Penyelam BUMN di NTB memeriahkan HUT RI Ke-76 dengan menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di dalam laut Pantai Senggigi.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-76, diving club BUMN di NTB yang terdiri dari Telkom, Angkasa Pura I, BNI, Taspen, Kimia Farma dan Garuda Indonesia, melakukan kolaborasi dengan Mandalika Dive Lombok. Mereka menggelar upacara pengibaran bendera merah putih dan lomba khas HUT kemerdekaan di dalam laut Pantai Senggigi, dengan penerapan protokol kesehatan, Selasa (17/8).

Berbagai Lomba khas tersebut, yaitu tarik tambang, tebak kata, memindahkan bola dan memindahkan bendera tidaklah mudah untuk dilakukan, sebab dilakukan di kedalaman laut kurang lebih enam meter, yang menjadi tantangan tersendiri.

Upacara pengibaran bendera merah putih yang dilaksanakan langsung dari bawah laut menjadi acara puncak dari rangkaian kegiatan kolaborasi antar BUMN di NTB ini. Pantai Senggigi dipilih karena merupakan salah satu destinasi wisata yang sudah mendunia.

General Manager Telkom NTB, Syaiful Rohman, sebagai salah satu peserta upacara menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara dari bawah laut ini sekaligus dapat mengenalkan kembali potensi laut maupun destinasi wisata khususnya di Lombok.

”Ternyata tidak hanya daratan Lombok yang cantik, bawah lautnya pun tidak kalah menarik. Saya juga yakin jika dikemas dengan baik dapat menarik perhatian untuk dieksplor oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, karena venue-nya indah, atraksi menarik, akomodasi lengkap serta higienis ditambah masyarakatnya ramah” ucap Syaiful.

Pada upacara pengibaran bendera, GM Angkasa Pura, I Lombok Nugroho Jati, bertindak sebagai pemimpin upacara sekaligus sebagai pembaca teks proklamasi. Seluruh peserta mengikutinya dengan khidmat dan upacara berjalan dengan lancar. Upacara pengibaran bendera merah putih ini diakhiri dengan defile atau arak-arakan dari seluruh peserta upacara sambil membawa bendera masing-masing instansi.

BACA JUGAHUT RI ke-76, Gubernur Serahkan Remisi Kemerdekaan Bagi WBP

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Kominfo NTB, Najamuddin Amy mengapresiasi kegiatan kolaborasi tersebut sebab kegiatan ini tidak sekedar memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI saja, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk selalu menjaga dan mencintai lingkungan maupun kekayaan alam kita yang berlimpah-limpah.