Target Zero Waste, Kuncinya adalah Pemilahan Sampah
Pemanfaatan sampah menjadi sumberdaya harus mulai dikerjakan dari hulu, dan didukung inndustrialisasi di hilir, untuk mempercepat tercapaiya target program NTB Zero Waste
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pengelolaan sampah berbasis desa sangat efektif. Penanganan sampah konvensional harus ditinggalkan karena sampah dapat diolah menjadi produk bermanfaat.
Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mengataan itu dalam webinar seri ketiga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan bertajuk Desa Merdeka Sampah untuk NTB Bersih, Selasa (31/08/21) di pendopo Wagub.
“Di hilir pemanfaatan sampah menjadi sumberdaya dan berharga harus mulai dikerjakan dari hulu. Tata kelola sampah ini juga upaya mengatasi masalah lingkungan,” ujar Wagub
Menurutnya, dengan dukungan industrialisasi di hilir, tata kelola ini akan menghidupkan sirkular ekonomi baru di desa. Ini akan mempercepat target tercapainya program unggulan NTB Zero Waste.
Kepala Dinas LHK, Madani Mukarom mengatakan, desa merdeka sampah harus berani dideklarasikan. Mengelola sampah tanpa menunggu inisiasi dari pemerintah akan menghasilkan kemandirian dan penghargaan tersendiri bagi dunia.
Ia menyebut Singapura dan desa Panglipuran di Bali yang memproklamirkan diri sebagai tempat terbersih di dunia membuatnya menjadi magnet bagi masyarakat dunia.
“Di NTB juga sudah mulai tumbuh inisiatif untuk menjadi desa terbersih“, ujar Madani.
jm
Desa Mandiri Meningkat, Cikal Bakal NTB Asri dan Lestari
Pegelolaan sampah yang diakukan desa mandiri, dimulai pemilahan dari rumah tangga yang dikumpukan petugas dan dibeli oleh Bumdes
MATARAM.lombokjournal.com ~ Desa desa maju dan mandiri yang kian meningkat, merupakan cikal bakal yang akan menjadikan NTB Asri dan Lestari.
Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, dengan dukungan desa maju dan mandiri itu, maka program unggulan NTB Zero Waste optimis tercapai.
“Surga ini yang akan kita wariskan pada anak cucu kita nanti dan saya optimis target kita akan tercapai dua tahun lebih cepat,” ujar Wagub.
Itu disampaikannya dalam webinar seri ketiga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Desa Merdeka Sampah untuk NTB Bersih, Selasa (31/08/21).
Salah satu yang berhasil mengelola sampah secara mandiri adalah Desa Kembang Kuning, Sikur, Lombok Timur.
Kepala Desa Kembang Kuning, HL Sujian mengatakan, salah satu strategi awal adalah aturan desa agar masyarakat dapat bergerak bersama.
“Tapi kesadaran sebagai desa wisata membuat pengelolaan sampah adalah keharusan,” ungkap Sujian.
Pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga dan sekolah yang dikumpulkan oleh petugas sampah dua kali seminggu, yang akan dibeli oleh Bumdes.
Sedangkan siswa sekolah ditukar dengan alat alat sekolah seperti buku dan alat tulis.
Di pengolahan sampah milik desa, para pekerja ibu ibu rumah tangga mengolahnya menjadi produk yang dijual ke pengepul dalam bentuk biji plastik dan lain lain yang dibayar Rp 3000 per kilo sampah.
Lalu Supratman, pengelola TPS3R di Desa Lendang Nangka, Masbagik, Lombok Timur menjelaskan, sejak 2009 pengelolaan sampah dimulai dengan pengumpulan sampah oleh masyarakat yang ditukar dengan secangkir beras.
Tahun 2015, desa nya mendapat bantuan dana Rp 500 juta untuk tempat pengolahan sampah. Sejak itu masyarakat dibayar Rp 5000 per kilo sampah. Rata rata per bulan, TPS ini mengolah tiga ton sampah per bulan.
Hasil pemilahan sampah organik dan anorganik itu dibeli oleh bank sampah mandiri. Ada pula pemilahan sampah mandiri dari rumah yang hasil penjualannya disedekahkan bagi yang kurang mampu.
“Butuh enam bulan untuk memberikan pemahaman tentang pengumpulan dan pengolahan sampah,” kata Supratman.
Ada pula strategi pengolahan sampah perkotaan.
“Kata kuncinya penanganan berbasis rumah tangga,” kata Sri Sulistyawati, Lurah Mataram Timur.
“Mayoritas sampah perkotaan berasal dari rumah tangga, pasar dan industri yang belum mengerti tentang pengelolaan,” sebut Sri.
Membangun kesadaran dari sumbernya langsung yakni rumahtangga, dimulai dengan partisipasi 3R dan penutupan TPS liar.
Pengolahan di tingkat kelurahan dengan pemilahan dan pengelolaan saat ini menggunakan metode biopori, maggot sampai kerajinan tangan yang menghasilkan rupiah.
Sementara itu, Alokasi Dana Desa untuk kegiatan pengelolaan sampah tak hanya digelontorkan dalam program lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Namun juga dialokasikan dalam program kesehatan dan ekonomi menunjang program unggulan Zero Waste.
Dr H Azhari, Kepala Dinas PMPD mengatakan, perencanaan prioritas tergambar dalam 18 tujuan SDGs. Salah satunya adalah bank sampah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa.
“Dari 1005 desa sudah ada 988 Bumdes nantinya seluruhnya dilengkapi unit bank sampah yang juga terintegrasi Posyandu Keluarga dari yang ada sekarang sebanyak 200 unit,” jelas Azhari.
jm
Semangat dan Tetap Tingkatkan Usaha Meski Masa Pandemi
Wakil Gubernur memberi semangat dan mengingatkan IWAPI NTB agar tetap tingkatkan usaha meski pandemi Covid-19 masih melanda.
MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalillah memberikan semangat untuk tetap meningkatkan usahanya meski masa pandemi kepada para pengusaha wanita yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI) NTB, saat menerima kunjungan mereka di kantor wagub, Selasa (31/8).
Sitti Rohmi memberikan apresiasi terkait akan diselenggarakannya IWAPI Trade Fair (ITF) NTB yang rencananya berlangsung di Atrium Epicentrum Mall, Mataram, dari tanggal 4 hingga 5 September 2021 mendatang. Sitti Rohmi meminta agar pelaksanaan kegiatan ITF harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
“Di masa pandemi jangan sampai kita tidak menerapkan protokol kesehatan covid-19, hal ini harus dilakukan pada saat berlangsung,” pesan Sitti Rohmi.
Ketua DPD Iwapi NTB, Baiq Diyah Ratuganefi menuturkan, sebanyak 68 stand UMKM sudah siap menyambut kegiatan ITF. Berbagai UMKM akan ikut serta berpartisipasi, antara lain UMKM kuliner, fashion, otomotif dan Kesehatan.
“Semoga dengan adanya pameran ini kita bisa meningkatkan UMKM untuk terus berjualan, mewujudkan kepercayaan bahwa IWAPI ini akan terus membantu untuk promosi, jualan dan pameran seperti ITF,” tutur Diyah Ratuganefi.
Diyah juga mengatakan bahwa kegiatan ITF sebagai bentuk sinergitas IWAPI NTB dengan pemprov untuk sama-sama mendukung seluruh UMKM.
“Semoga pameran ini dapat bermanfaat bagi seluruh UMKM,” ujarnya.
diskominfotik
Media Siaran Lokal Jadi Harapan Sajikan Konten Berkualitas
Media siaran lokal didorong sajikan informasi berkualitas tapi juga diminati masyarakat, agar memahami realitas sosial yang terjadi sekaligus mengabarkan kehadiran pemerintah
MATARAM.lombokjournal.com ~ Tayangan media penyiaran publik lokal didorong menyajikan informasi yang berkualitas dan diminati masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dr. Najamudin Amy, mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB tetap memerankan media program televisi Berugaq, di TVRI NTB, Senin (30/08/21).
Sebagai bentuk dukungan pemerintah, pihaknya juga mendorong kolaborasi dan memperkaya sinergi agar menghasilkan konten tayangan berkualitas tapi juga diminati masyarakat.
“Misalnya publikasi program program unggulan di tiap organisasi perangkat daerah agar masyarakat mengetahui kerja dan kehadiran pemerintah,” ujar Bang Najam yang hadir sebagai narasumber dalam program televisi Berugaq, di TVRI NTB, Senin (30/08/21).
Jika persoalannya soal kreatifitas konten, Bang Najam mencontohkan layanan pengaduan masyarakat NTB Care, bisa dibuat tayangan reality show. Misalnya, saat pemerintah langsung hadir dan turun tangan menyelesaikan persoalan.
Masyarakat bisa memahami realitas sosial yang terjadi sekaligus mengabarkan kehadiran pemerintah. Begitupula segmen pendidikan yang bisa dibuat sebagai acara televisi dengan konsep lebih kreatif.
Agus Purbatin Hadi, Ketua Program Studi Komunikasi Universitas Mataram menyarankan, jurnalisme warga juga dapat menarik minat masyarakat menyimak tayangan televisi lokal terutama kaum milenial.
“Inklusi media digital terus bersaing dengan media terestrial. Tuntutan migrasi digital ini juga peluang dan tantangan agar televisi tetap eksis dengan pesan TV lokal juga milik mereka,” ujar Hadi.
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi NTB, Afifudin Adnan mengatakan, lembaganya selain bertanggungjawab mengawasi konten siaran juga memastikan eksistensi televisi lokal dapat terus bertahan.
Selain dari sisi konten tayangan yang dinilainya sudah mewakili kebutuhan masyarakat, keberpihakan pemerintah dan stakeholders lain dalam pengembangan televisi lokal harus diperkuat.
“Bisnis media televisi tidak murah. Konvergensi media juga solusi untuk bersiaran dan mencari dana iklan untuk produksi tayangan,” kata Afif.
Selain itu, Afif menambahkan, secara regulasi pihaknya terus mendorong agar Siaran Sistem Jaringan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Mulai soal kebijakan jam tayang dan anggaran produksi konten lokal.
jm
Anggur Varian ReBaKong (RBK), Dikembangkan Bakti Haryono di Dusun Rebakong
Karena Bakti Haryono tinggal dan menekuni tanaman anggur di Dusun Rebakong, maka Bupati Dohan Sjamsu mengusulkan nama anggur varian Rebakong (RBK)
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bakti Haryono,SE, 37, perintis sekaligus penggerak Kampung Anggur, di Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.
Bakti mengembangkan anggur berbagai varian di halaman rumahnya yang arealnya seluas sekitar 30 meter persegi.
Berawal dari pengembangan seluas 30 M persegi, Bakti pun mampu mendorong semangat warga yang lain, dan bahkan hingga ke luar di desa kemudia meluas sampai ke luar Kecamatan Kayangan.
Tidak jarang warga yang tidak dikenalnya datang untuk membeli bibit yang di kembangkan. Selagi sedang berbuah, pembeli bibit langsung melihat dan bahkan mencicipi rasa masing masing varian.
Meski dengan biaya seadanya Bakti menekuni kegiatan sehari hari bersama keluarga dan orang tuanya.
Menurut Bakti memanfaatkan halaman rumah memberi nuansa kesejukan di samping keindahan dan bernilai ekonomi tinggi, lantaran harga dan peminatnya cukup banyak hingga Ia harus memperbanyak pembibitan.
Berbagai warna buah anggur Rebakong (RBK) dengan ukuran tandanannya mencapai kurang lebih seberat 1/5 kg.
Batangnya tumbuh ke atas kemudian menjalar di atas para baja ringan yang dipasang membentuk atap di seputaran halaman rumah dan terkesan teduh dan indah meski di musim kemarau.
Dikunjungi bupati
Di halaman rumahnya Bakti mendirikan para para yang ditanami anggur dan sudah berkali kali berbuah. Ketekunan dan keberhasilannya mengembangkan anggur, menarik perhatian Bupati LombokUtara, H Djohan Syamsu untuk berkunjung bersama isterinya Ibu Galuh Nurdiah, yang Ketua PKK KLU, Minggu (29/08/21).
“Usaha saya untuk menanam anggur sekitar sepuluh tahun,” tutur Bakti kepada Bupati Djohan Sjamsu bersama Ibu Galuh Nurdiah.
Bakti yang didampingi Kepala Desa Kayangan Mijono, S. Sos, menceritakan awalnya menanam anggur lokal, tetapi hasilnya kurang memuaskan.
Sejak awal menekuni tanaman anggur, banyak orang di desa kala itu yang menganggap usahanya bakal sia-sia. Namun Bakti tidak patah semangat, dan terus belajar menekunni cara budidaya pohon anggur.
Puncaknya pada saat bencana Gempa Bumi 7.0 skr 2018, Bakti mengganti pohon anggur lokal dengan anggur Ninel dari Ukraina pada 2014.
Pohon anggur hibrida ini lebih mudah perawatannya dan buahnya lebih manis. Benar saja, hasil panen pohon anggurnya memuaskan. Masyarakat sekitar pun mulai tertarik untuk menanamnya.
Bakti kemudian mengajak saudara ipar dan keluarga yang lain untuk belajar sendiri budidaya tanaman anggur Ninel, tanpa pengalaman dan bantuan dana dari siapa pun saat itu.
Semakin hari, Bakti semakin bersemangat karena dibantu istri dan keluarga yang lain hingga berhasil menciptakan puluhan Varian.
“Saya berharap mereka yang menanam punya rasa memiliki sehingga mau merawat dengan baik dan benar,” katanya. Jika bibit diberikan gratis, si penerima kemungkinan akan malas-malasan untuk merawatnya.
Singkat cerita, kehadiran Bupati dan Ibu membuat dirinya semakin semangat. Terlebih lagi Bupati Djohan Syamsu melahirkan nama Varian ReBaKong (RBK) hari Minggu itu.
Tidak sampai di situ saja, Bakti rencana mengusulkan sertifikat nama Varian RBK sebagai bukti inovasinya mengembangkan berbagai varian Anggur.
Bakti mengaku, hasil dari tanaman anggur cukup menguntungkan. Setiap pohon mampu menghasilkan sekitar 12 kilogram anggur, dalam setahun bisa sampai tiga kali panen.
Bakti menjual anggur Rp100 ribu per kilogram, sedangkan bibitnya dijual Rp antara 200.000 hingga 3.000.0000 lebih yang sudah berbuah.
“Sedangkan untuk perawatan pemberian pupuk saya cukup dengan organik dan air kelapa muda,” tuturnya di depan Bupati dan tamu lainnya.
Bakti pun mengaku kuwalahan menghadapi banyaknya permintaan. Ia pun berharap ada bantuan Green house dari pemerintah terkait pendampingan pertanian untuk tempat pembibitan, agar tidak ada gangguan binatang maupun di saat musim kemarau berkepanjangan.
Pasalnya, sekarang semakin banyak wisatawan lokal yang datang, terutama saat panen.
Bupati Djohan Syamsu menyarankan agar kegiatan budidaya anggur Varian RBK ini tetap dijalankan dan dikembangkan.
“Perkara kebutuhan Green house nanti kita pikirkan, yang penting semangat berinovasi jangan sampai pudar dan kembangkan usaha ini hingga kebituhan masyarakat Kabupaten Lombok Utara tidak lagi datangkan buah dari luar daerah,” saran bupati.
“Kami punya rencana melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sudah launching program agroforesti yang dipusatkan di Dusun Rebakong Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan,” kata Djohan Syamsu.
CATATAN/Ralat: Berita ini sekaligus klarifikasi penulisan yang menyebutkan alamat yang salah yaitu Dusun Rebakong Desa Pendua. Yang benar adalah Dusun Rebakong Desa Kayangan.
@ng
Agama Bisa Jadi Solusi Selesaikan Masalah Kekinian Manusia
Agama bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan kekinian manusia, seperti di masa pandemi sekarang ini banyak jiwa yang gelisah dan sakit.
MATARAM.lombokjournal.com ~ Spiritualitas menjadi “agama” terbesar di dunia modern saat ini di tengah krisis yang terjadi dan kemajuan ilmu pengetahuan. Sebagai negara beragama, krisis jiwa dan moral manusia Indonesia harus dimulai kembali dengan implementasi deklarasi pengakuan atas kesucian, kebesaran dan kekuasaan Tuhan sebagai penentu segala sesuatu.
Hal itu dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah dalam kegiatan Majelis Taklim Bulanan almamater Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1990, secara daring, di pendopo gubernur, Sabtu (28/8).
“Di tengah pandemi seperti sekarang banyak jiwa yang gelisah dan sakit. Agama bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan kekinian manusia”, jelas gubernur.
Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Zulkieflimansyah menyoroti Islam dan Kemanusiaan dalam sudut pandang sederhana tentang ucapan pengakuan bahwa Allah Maha Segalanya namun gagal dimaknai dan mewujud dalam tindakan tapi sebatas ekspresi keagamaan.
” Ucapan Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah seharusnya bisa membuat orang memaafkan kesalahan orang lain karena yang luput dari kesalahan itu hanya Allah”, jelas Zulkieflimansyah.
Lalu ucapan Alhamdulillah yang bermakna segala pujian bagi Allah akan menenangkan dan menentramkan jiwa dan batin dengan kemampuan menyimpulkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah kehendak Allah. Ucapan terakhir adalah Allahu Akbar bermakna Allah Maha Besar.
“Lisan kita seringkali mengucapkan Allah Maha Besar tapi sejatinya dalam perbuatan, kita membesar besarkan sesuatu yang lain selain Allah. Padahal dalam kaidah spiritual Islam, sekali orang membesarkan atau mencintai selain Allah maka saat itu juga kegelisahan akan menyelimuti”, urainya.
Peduli Lingkungan, Mahasiswa Melepasliarkan Tukik di Lekok
Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) melakukan aksi peduli lingkungan dengan gerakan bersih pantai, penanaman seratus pohon pelindung dan melakukan pelepasliaran tukik
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ikatan Mahasiswa Gondang (IMG) mengadakan kegiatan melakukan Bersih Kampung, Penanaman Pohon dan lepasliarkan tukik di Pantai Sedayu Lekok, Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupeten Lombok Utara.
Kegiatan IMG itu menggandeng kerjasama dengan Komunitas Tionghowa – INTI, OPAL, dan Pokdarwis setempat.
Sebelumnya, serangkaian kegiatan yang telah dilakukan IMG antara lain berupa pembibitan anggur, lomba seni melukis tembok, pembibitan, dan berbagai kegiatan lainnya dalam rangka memeriahkan HUT KLU Ke 13 dan HUT RI Ke 76 tahun 2021.
Kegiatan itu merupakan tindak lanjut kegiatan sebelumnya.
Hari Sabtu (28/08/21), Ikatan Mahasiswa Gondang melakukan gerakan bersih pantai, penanaman seratus pohon pelindung dan melakukan pelepasliaran tukik. Dalam kegiatan ini IMG memina Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu untuk memimpin kegiatan itu.
Dalam acara seremonial, IMG sekaligus penyampaian laporan pertanggung jawaban kegiatan, penyerahan kenang kenangan untuk bupati, penyerahan hadiah pemenang Lomba, sekaligus penyerahan 300 paket sembako untuk anak yatim piatu, lansia, orang tua jompo dan fakir miskin.
Bupati dilibatkan dalam aksi peduli lingkungan
Kegiatan IMG yang diselenggarakan di Pantai Sedayu, Dusun Lekok, Desa Godang, berlangsung selama dua hari, dimulai tanggal 27 Agustus hingga 28 Agustus 2021.
Penanaman pohon selain berfungsi sebagai pelindung, juga untuk memperindah seputaran lokasi Pantai Sedayu yang merupakan salah satu tujuan wisata di Gondang. Lokasi itu digunakan sebagai pusat penangkaran penyu pertama dan terbesar di kabupaten Lombok Utara.
“Kegiatan ini diharapkan berlanjut secara kontinyu dan dapat ditiru oleh mahasiswa yang lain serta masyarakat luas. Menjadi upaya bersama memelihara dan mengawasi apa yang telah dilakukan secara bersama sama untuk kepentingan bersama. Itu akan melahirkan kader kader lingkungan,” kata pihak pengurus IMG dalam pernyataannya, Sabtu (28/08/21).
Pihak IMG juga berharap dukungan pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Dan menyerukan masyarakat luas akan pentingnya gerakan peduli lingkungan untuk kehidupan semua mahluk.
Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, yang hadir dalam kegiatan di Pantai Sedayu itu mengatakan, kehadirannya sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan.
“Penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan yang merupakan salah satu program perintah,” kata bupati.
Ia berdiharap kegiatan yang diakukan IMG yang didukung lembaga yang peduli lingkungan lainnya, dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang rawan Abrasi, longsor, banjir dan kekeringan di wilayah Kabupaten Lombok Utara.
“Terlebih lagi di Pantai Sedayu yang merupakan pusat penangkaran penyu yang sudah terdaftar di Kantor BKSDA NTB,” ungkap bupati.
Bupati Djohan mengapresiasi para Donatur Komunitas Tionghoa, Organisasi Lingkungan dan segenap peserta kegiatan penghijauan.
“Walaupun di tengah situasi Pandemi Covid-19, kita masih dapat melaksanakan kegiatan ini, ” katanya.
Usai pembersihan dan penanaman, Djohan Syamsu, melepasliarkan 300 tukik, membagikan paket sembako dan penyerahan hadiah pemenang lomba dalam kegiatan dalam rangka HUT KLU Ke 13 dan HUT RI ke 76 -2021.
(@ng)
BPD Santong Tolak Bantuan Pangan non Tunai untuk Istri Kades
Temuan adanya bantuan yang diperuntukkan kedua istri Kepala Desa ini merupakan hasil koordinasi BPD Santong dengan beberapa pihak terkait Bantuan Pangan non Tunai (BPNT)
SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, memasalahkan dua rekening bantuan sosial di Desa Santong yang terindikasi ada penyimpangan, yakni diterima kedua istri Kepala Desa.
Pihak BPD Santong menyampaikan kepada pihak bank untuk tidak menyerahkan dua nama penerima bantuan sosial, yang diketahui teryata adalah istri dari Kepala Desa Santong.
Menurut pihak BPD, hal tersebut merupakan kekeliruan yang tidak bisa dibiarkan, mengingat masih banyak masyarakat Desa Santong yang lebih membutuhkan.
Seperti diketahui, bantuan sosial yang disebut bantuan pangan non tunai (BPNT) merupakan bantuan untuk masyarakat miskin dan berpenghasilan di bawah satu juta.
Bantuan tersebut diharapkan tepat sasaran, dan jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat Desa Santong.
Hersuna Subarkah, salah seorang anggota BPD Santong menyampaikan, ada kekeliruan pada pendataan penerima bantuan sosial tersebut.
Pihak BPD Santong sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan berharap tidak lagi terjadi agar setiap bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran.
“Dalam hal ini BPD Desa Santong berinisiatif untuk meminta kepada pihak TKSK dan pihak bank BRI untuk tidak memberikan kartu dan rekening BPNT Kepada istri pertama dan kedua dari Kepala Desa Santong, tujuannya agar penerima manfaat tepat sasaran.” ujar Hersuna, Jum’at (27/08/21)
Temuan adanya bantuan yang diperuntukkan kedua istri Kepala Desa ini merupakan koordinasi BPD Santong dengan beberapa pihak, terkait penyaluran bantuan kepada warga miskin di Desa Santong.
Dari beberapa klarifikasi dan penelusuran data penerima bantuan tersebut, pihak BPD mendapat temuan nama istri Kepala Desa Santong tercatat sebagai penerima bantuan sosial tersebut.
Hersuna menjelaskan, seharusnya bantuan-bantuan sosial dalam bentuk apa pun harus benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
Pendataan penerima bantuan sosial juga diharapkan lebih selektif dan tidak asal-asalan dalam melakukan pendataan.
BPD desa Santong juga menjelaskan, seluruh anggota BPD akan tetap mengawal setiap hal yang berkaitan dengan hak masyarakat Desa Santong.
“Sebelumnya BPD berkordasi dengan pihak perangkat kewilayahan terkait nama-nama penerima manfaat BPNT, dan di sana ditemukan nama istri Kepala Desa.” ujar Hersuna.
Han
Kawasan Budidaya Udang dan Lobster Terintegrasi akan Dibangun di NTB
Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur sudah menyiapkan lahan untuk pengembangan kawasan budidaya Udang dan Lobster terintegrasi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Kawasan budidaya udang Vaname dan lobster terintegrasi (shrimp estate) akan dikembangkan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa.
Gubernur Zulkieflimansyah
Dalam pengembangan kawasan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur dan Sumbawa.
Gubernur NTB Dr. H. Zulikieflimansyah, SE., M.Sc., menyambut baik rencana
“Kesempatan ini jangan sampai terlewatkan dan disia-siakan,” kata Gubernur H. Zulikieflimansyah, yang menyambut baik rencana tersebut.
Gubernur Zul mengungkapkan itu saat rapat koordinasi tindaklanjut program pembangunan Shrimp Estate di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Timur.
Rapat itu dihadiri Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Dr. TB Haeru Rahayu, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi dan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud H. Abdullah, Jum’at (27/08/21) di ruang kerja Gubernur NTB.
Gubernur menekakan, semua persyaratan untuk rencana itu harus sudah siap. Untuk persediaan lahan sesuai kebutuhan program tersebut, lahan seuas 1.000 Ha sudah ada di Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur.
“Pada prinsipnya, lahannya sudah clear and clean, selanjutnya secara administrasi saja yang akan dilengkapi,” tegas gubernur, Jum’at (27/08/21).
Diharapkan saat pelaksanaan event MotoGP Maret 2022, Presiden Jokowi akan langsung bisa meninjau pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut.
“Yang lebih utama membuka lapangan pekerjaan dan mensejahterakan pemilik lahan atau tambak, udang dan lobster, serta masyarakat,” jelas Gubernur Zul.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP, Dr. TB Haeru Rahayu, A. Pi., M. Sc mengapresiasi kesiapan Pemerintah Privinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa, khususnya keseriusan menyiapkan lahan menyambut program ini.
“Harus jadi inspirasi bagi NTB, dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah kedepan kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat pesisir,” katanya.
Untuk Kawasan di Sumbawa akan dibudidayakan udang Vaname, dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi. Sedangkan Lombok Timur, dikembangkan lobster dan kampung nelayan yang telah ada tetap dipertahankan.
Menurutya, Shrimp Estate merupakan skema budidaya udang berskala besar di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan.
Program ini juga merupakan terobosan Kementerian KKP dalam pengembangan perikanan budidaya tujuannya meningkatkan ekspor, menambah devisa untuk daerah maupun negara dan kesejahteraan masyarakaat.
“Proses produksi didukung teknologi dan terintegrasi dengan pendekatan konsep hulu-hilirseperti pabrik pakan dan sebagianya, korporasi perikanan budidaya berbasis Kawasan,” jelasnya.
Dijelaskan, kawasan tersebut akan tetap menjadi hak masyarakat pemilik tambak atau lahan. Hanya pengelolaanya saja oleh pemerintah dengan skema pembagian hasil berdasarkan luas kepemilikan. Bahkan pemilik lahan dapat menjadi tenaga kerja.
Sementara itu Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi menyatakan kesiapan lahan dan dukungan masyarakat sudah siap. Bahkan masyarakat menyambut baik budidaya udang atau lobster terintegrasi.
Menurutnya, ada 2 lokasi yang telah disiapkan, yaitu di wilayah kawasan Telong Elong dan Teluk Ekas, dengan total lahan sekitar 1.000 Ha lebh.
“Lahan tersebut sedang kita tata, akhir 2021 akan selesai,” tutupnya.
Senada dengan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud H. Abdullah mengaku, lahan untuk pengembangan kawan tersebut sudah siap, dengan total lahan seluas 1.121 Ha.
“Ada di tiga desa di wilayah Kecamatan Moyo Utara. Yakni Desa Penyaring, Desa Kukin, dan Desa Baru,” katanya.
Upaya pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan sedang terus dilakukan, dengan memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST.,M. Si mengatakan, persiapan untuk mewujudkan shrimp estate ini, tahun 2021 ini adalah clearing lahan, sehingga Tahun 2022 adalah ground breaking dan 2023 atau 2024 sudah bisa beroperasi.
“Tahun 2021, lahan dan syarat administrasi serta proses lainnya sudah rampung. Tahun depan sudah ground breaking dan pak menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono sudah sampaikan langsung ke pak gubernur Zul,” tutupnya.
Hadir juga dalam rakor tersebut, Staf Khusus Menteri KKP Victor G. Manoppo, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Direktur Perbenihan, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok.
300 paket sembako yang diserahkan Komunitas Tionghoa Lombok kepada Pemda KLU, ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, menerima secara simbolis penyerahan bantuan tersebut di ruangan bupati, Jumat (27/8). Bupati Djohan berterima kasih kepada perkumpulan warga Tionghoa Lombok, khususnya pada PSBM, PSMTI dan INTI NTB dalam membantu masyarakat Lombok Utara yang terdampak Covid- 19.
Bantuan berupa paket sembako tersebut rencananya disalurkan ke masyarakat Desa Gondang yang terdiri dari empat dusun dan para yatim piatu.
Sementara itu, Wakil Ketua INTI NTB, S. Wijanarko, menyampaikan bahwa bantuan paket sembako yang berjumlah 300 paket terdiri dari; beras, minyak, dan mie instan, tersebut, untuk meringankan beban warga Lombok Utara yang terdampak Covid-19 dan PPKM.
Komunitas Tionghoa Lombok yang terdiri dari PSBM, PSMTI dan INTI juga telah mengadakan kegiatan sosial dalam bentuk penanaman pohon di Buani Bentek. Rencananya Sabtu esok (28/8) akan turut berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan yaitu pelepasliaran tukik atau penyu di Pantai Sedayu.