Agar World Superbike jadi terseenggara di Mandalika tahun ini, Kapolda NTB kejar target vaksin 41 ribu per hari di Lombok Tengah (Loteng)
MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam percepatan program vaksinasi, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) ditargetkan 41 ribu per hari.
Terget ini dikejar guna mencapai 70 persen masyarakat Loteng harus sudah divaksin. Sebab ini jadi syarat agar World Superbike (WSBK) bisa digelar di Sirkuit Mandalika November tahun ini.
Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan itu, saat rapat percepatan vaksinasi bersama Gubernur dan Wagub NTB di Ruang Rapat Utama, Senin (20/09/21).
“Untuk mencapai target itu semua elemen masyarakat, pemerintah dan TNI Polri harus bergerak,” kata Kapolda.
Kapolda menuturkan, mulai hari Sabtu dan Minggu kemarin ia bersama Danrem mulai mencapai target itu, bayangkan saja selama sebulan terakhir, Loteng hanya mampu 7000 mencapai target.
“Tapi setelah kami dorong sehingga vaksin bisa mencapai 15 ribu vaksin. Ini menjadi bukti bahwa semua harus bergerak,” ungkap Kapolda.
Untuk mengejar target itu, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi NTB sudah membentuk 150 tim paramedis yang terdiri dari petugas screening, vaksinator, dan observasi.
Dari ratusan tim tersebut semua disebar di 139 desa di 12 kecamatan di seluruh Kabupaten Lombok Tengah.
“Kalau sampai 15 Oktober target ini selesai di Loteng, maka manajemen percepat vaksinasi akan kita geser ke Lombok Barat, Lombok Timur dan seterusnya. Sekaligus kami akan berikan kado kepada hari ulang tahun TNI pada 5 Oktober dari Kabupaten Lombok Tengah jika tercapai 70 persen,” katanya.
man
diskominfotikntb
Perkemahan Sabtu Minggu, Semarakkan ToT Kwarda NTB
Penyelenggaraan Perkemahan Sabtu Minggu berlangsung di tengah giat Training of Trainers (TOT) agar para peserta bersemangat mengikuti materi yang diberikan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dilaksanakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTB, agar para peserta Training of Trainers (TOT) bersemangat.
Puslitda Kwarda NTB menyelenggarakan ToT sejak tanggal hari Jum’at tanggal 17 hingga hari Minggu 19 September 2021 di Bumi Perkemahan Jakamandala, Mataram.
Ketua Kwarda NTB Drs. H. Fathul Gani, M. Si berharap dengan diselenggarakan kegiatan ini, para peserta TOT dapat semakin bersemangat dalam mengikuti berbagai materi yang diberikan.
Selain itu kegiatan Persami kali ini juga tetap diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang tertib.
“Alhamdulillah kegiatan persami ini bisa terlaksana dengan prokes yang baik. Semoga dengan kegiatan ini para peserta ToT makin bersemangat,” ujar Kak Fathul sapaan akrabnya.
Menurut Kak Fathul, TOT ini sangat penting dilakukan, khususnya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas para pelatih sehingga terbentuk tim pelatih Puslitda NTB yang tangguh dan mantap.
“Selain untuk upgrading capacity, kegiatan Ini juga kami hajatkan dalam rangka percepatan peningkatan jumlah Pramuka Garuda di masing masing Kwartir Cabang,” jelas Kak Fathul sapaan akrabnya.
Pramuka Garuda sendiri merupakan tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka. Pramuka Garuda diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 038 tahun 2017 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda.
Kegiatan TOT ini sendiri diselenggarakan atas amanat Jukran No.048 th 2018 tentang Sistem Pendidikan Pelatihan dan Materi kegiatan antara lain Growth Main set, andragogi, Best Practise, Pendidikan Abad 21, pembelajaran digital, metode kepramukaan dan lain-lain.
Dalam kegiatan tersebut diampu oleh Nara sumber dari Pusdikltada Kwarda NTB antaran lain Kak Agus Fathurrahman, Kak Sutikno, Kak Aminullah dan Pelatih lainnya.
Turut hadir beberapa Andalan serta Waka Binawasa, Waka Abdimasgana, Kapusdiklatda, Kapuslitbangda dan jajaran Humas Kwarda NTB.
nn
PMI KLU ke-76, Bupati Harap Lahirkan Jiwa Kemanusiaan
Dalam peringatan Hari PMI ke-79, Bupati Djohan Sjamsu berharap ke depan lebih semangat setelah banyak memberikan sumbangsih kepada masyarakat baik saat terjadi bencana
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Palang Merah Indonnesia di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diharapkan melahirkan putra dan putri yang punya jiwa kemanusiaan.
Siap bertugas untuk Negara maupun daerah yang sering dilanda bencana, baik bencana alam maupun non alam seperti yang saat ini melanda Lombok Utara.
H. Djohan Sjamsu
Harapan itu disampaikan Bupati Djohan Sjamsu saat menghadiri acara peringatan HUT PMI Kabupaten Lombok Utara ke 76 bersama Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto, Jum’at (17/09/21).
Sejarah hari lahirnya PMI tak lepas dari campur tangan kolonial Belanda. Dilansir dari laman resmi PMI, bahwa PMI eksis sejak sebelum Perang Dunia II. Saat itu, tanggal 21 Oktober 1873, PMI masih dikenal dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai).
Nama tersebut dipelopori Pemerintah Belanda. Namun perjalanan Nerkai terhenti, karena dibubarkan saat pendudukan Jepang.
Sejak saat itu, perjalanan PMI dalam mempertahankan eksistensinya terus bergejolak hingga akhirnya bisa berdiri dengan nama Palang Merah Indonesia (PMI).
Sebelumnya Bupati Djohan sempat menyinggung peringatan hari PMI yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak banyak orang.
Namun PMI masih mampu berbuat untuk memperingati kelahiran Hari PMI khususnya di Lombok Utara.
Kepada segenap pengurus dan relawan Palang Merah Indonesia, diucapkan selamat ulang tahun ke- 76.
“Mudah-mudahan peran serta PMI ke depan lebih semangat lagi setelah banyak memberikan sumbangsih kepada masyarakat baik di saat gempa bumi 7,0 SR, maupun saat bangsa dan bahkan dunia sedang di landa Covid 19,” kata bupati.
Ketua PMI Lombok Utara maupun Provinsi Nusa Tenggara Barat sebelumnya menjelaskan serangkaian kegiatan kemanusiaan yang sudah dilakukan oleh PMI di KLU.
Bupati mengapresiasi kiprah PMI yang sangat positif, diharapkan ke depan tugas-tugas kemanusiaan ini harus diperbanyak.
“PMI mendidik dan menggerakkan anak-anak bangsa untuk aktif dalam kegiatan kemanusiaan,” kata Djohan.
PMI diminta berperan aktif, termasuk bekerja sama dengan RSUD Tanjung yang baru diresmikan, terutama berkaitan dengan donor darah.
Kalau diperlukan regulasi, akan dibuat bentuk kerjasama antara PMI dengan pihak Rumah Sakit Umum dan Pemerintah Daerah Lombok Utara.
“Ini saya bilang perjuangan yang membutuhkan keikhlasan dalam melaksanakan tugas dan fungsi-fungsi Palang Merah,” katanya.
Saat ini PMI dituntut kerelaan menyisihkan waktu berbuat untuk kepentingan masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.
“Alhamdulillah hari ini kita melihat kantornya cukup bagus, dan kantor ini harus dikelola sebaik-baiknya dan jangan sekedar berdiri megah. Yang penting adalah pemanfaatannya untuk membantu masyarakat,” kata Bupati Djohan, yang sempat meninjau ruangan Sekretariat PMI KLU.
@ng,
Vaksinasi 5.000 Warga Lombok, HBK Berharap Ekonomi Pulih
Perjuangan HBK untuk memberi layanan kesehatan konstituennya, akan vaksinasi 5000 warga Lombok. Ini juga merupakan upaya pulihkan ekonomi
MATARAM.lombokjornal.com ~ Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/Pulau Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) melalui Yayasan miliknya HBK PEDULI, akan menggelar vaksinasi masal gratis bagi 5.000 warga di 5 Kabupaten/Kota di Pulau Lombok.
Vaksinasi ini bagian dari ikhtiar dan perjuangan HBK untuk memberi pelayanan dan jaminan kesehatan bagi warga Pulau Seribu Masjid.
“Vaksinasi akan kami mulai pada 19 September dari Kab. Lombok Timur, terus berlanjut ke Kab/Kota yang lain, sampai 5.000 kuota vaksin yang selesai digelar,” kata Sekretaris Yayasan HBK PEDULI, Rannya Agustyra Kristiono, Kamis (16/09/21).
Vaksinasi tidak dipungut biaya, semua lapisan masyarakat bisa mengikuti vaksinasi massal ini.
Baik mereka yang sama sekali belum menerima suntikan dosis pertama, ataupun masyarakat yang sudah menerima suntikan dosis pertama, dan sudah saatnya berdasarkan jadwal menerima suntikan dosis kedua.
Rannya mengungkapkan, pihaknya menentukan secara proporsional kuota vaksinasi untuk masing-masing Kab/Kota. Kab. Lotim sebagai daerah yang memiliki populasi terbesar di Pulau Lombok akan mendapat kuota terbesar. Kab/Kota lainnya kemudian menyesuaikan.
Dengan vaksinasi masal ini dimulai di Kab. Lotim, Rannya berharap capaian vaksinasi di Gumi Patuh Karya bisa terus meningkat.
Merujuk data Satgas Covid-19 NTB, vaksinasi di Kab. Lotim memang masih lebih rendah dibanding capaian vaksinasi tingkat Provinsi yang sudah mencapai 22,32 persen dari target untuk suntikan pertama dan 11,27 persen untuk suntikan kedua.
Hingga saat ini, baru 159.897 warga Kab. Lotim yang telah menerima suntikan vaksin dosis pertama. Jumlah tersebut setara dengan 16,47 persen dari total target vaksinasi. Sementara untuk suntikan dosis kedua, baru diterima 70.963 warga, atau 7,45 persen dari target.
“Vaksinasi masal ini adalah bagian dari ikhtiar dan kontribusi kami dari HBK PEDULI untuk turut membantu pemerintah memberikan pelayanan, dan jaminan kesehatan untuk masyarakat,” kata Rannya.
Dara yang gemar berorganisasi ini menekankan, vaksinasi ini juga bisa menjadi pintu untuk kembali menggerakkan ekonomi masyarakat di Pulau Lombok di tengah perlambatan akibat pandemi Covid-19.
Para pengusaha kecil, pelaku UMKM, pedagang pasar, para pekerja informal, dan semua pihak, kata Rannya, akan bisa bertransaksi secara aman dan nyaman, karena telah menerima suntikan vaksin.
“Menjadi kebahagiaan kami dari HBK PEDULI, manakala vaksinasi masal ini bisa memberi kontribusi dalam upaya pemerintah menggairahkan kembali ekonomi daerah dan percepatan pencapaian herd immunity,” ucap mahasiswa Brunnel University, London, Inggris ini.
Sementara itu, HBK mengungkapkan, vaksinasi saat ini menjadi cara yang paling ideal untuk menghindari bahaya Covid-19, selain tentu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam setiap aktivitas.
Dalam banyak interaksinya secara langsung dengan masyarakat di Pulau Lombok, HBK memang mendapat aspirasi langsung dari masyarakat yang menyampaikan betapa mereka juga ingin segera mendapat suntikan vaksin.
“Penyelenggaraan vaksinasi masal di lima Kab/Kota ini, bagian dari ikhtiar dan upaya HBK PEDULI dalam menjawab aspirasi masyarakat tersebut,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.
Di sisi lain, NTB memang saat ini sedang berupaya terus meningkatkan capaian vaksinasinya. Hal ini mengingat posisi NTB yang akan menjadi tuan rumah ajang balap motor paling akbar di dunia yakni MotoGP Maret tahun depan, dan penyelenggara WSBK yang akan digelar November tahun ini.
HBK menekankan, selain bisa menahan laju penularan Covid-19, vaksinasi ini juga menjadi cara untuk meningkatkan kepercayaan diri masyarakat terhadap perlindungan dari Covid-19.
Dengan begitu, masyarakat akan mulai merasa aman, mulai merasa sehat, dan dengan sendirinya imunitas tubuh juga akan kian meningkat.
Politisi Partai Gerindra ini pun mengetuk hati pihak terkait, untuk juga bisa menggelar langkah serupa sehingga bisa turut serta mempercepat peningkatan capaian vaksinasi di NTB dan Pulau Lombok khususnya.
“Saatnya kita terus bergandengan tangan untuk membantu memberikan jaminan kesehatan untuk semua saudara-saudara kita di Pulau Lombok ini,” tutup HBK.
Me
Komitmen Vaksinasi Lengkap, Mi6 Gelar Vaksinasi Dosis Kedua
Vaksinasi dosis kedua digelar MI6, ini merupakan komitmen memastikan yang telah ikut vaksinasi pertama tanggal 18 Agustus lalu, mendapatkan suntikan vaksin secara lengkap
MATARAM.lombokjournal.com ~ Lembaga kajian sosial dan politik Mi6 menggelar vaksinasi masal gratis untuk suntikan kedua, Rabu (15/09/21) di Coffee Shop Tuwa Kawa, Mataram.
Vaksinasi suntikan kedua diikuti lebih dari 100 orang. Mereka yang hadir datang dari beragam profesi.
Antara lain sejumlah pejabat pemerintah, para aktivis, dan juga para jurnalis. Vaksin dilayani vaksinator dari RSUD Provinsi NTB.
“Vaksinasi suntikan kedua ini menjadi komitmen kami untuk memastikan teman-teman yang telah ikut vaksinasi masal Mi6 18 Agustus lalu, mendapatkan suntikan vaksin secara lengkap,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto di sela vaksinasi.
Menurutnya, Mi6 ingin memberi kontribusi terhadap berbagai upaya pemerintah untuk memastikan NTB dapat mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.
Terlebih vaksinasi menjadi syarat utama menyusul posisi NTB sebagai tuan rumah ajang balap motor internasional WSBK pada November tahun ini, dan MotoGP tahun depan.
Suntikan vaksin lengkap, kata Didu, sapaan akrab Bambang Mei, akan menjadikan imunitas tubuh juga semakin membaik dan tentu akan berkontribusi terhadap pencapain kekebalan komunitas masyarakat dari Covid-19.
Vaksinasi dimulai pukul 09.00 Wita. Semenjak pagi, mereka yang telah menerima suntikan dosis pertama 18 Agustus lalu sudah berdatangan ke lokasi vaksinasi.
Namun begitu, rupanya yang datang kali ini tidak hanya mereka yang sudah menerima suntikan dosis pertama saja. Sebab, sejumlah warga yang belum pernah menerima suntikan vaksin Covid-19 juga datang untuk mendaftar.
“Alhamdulillah, seluruhnya terlayani. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat NTB terhadap pentingnya vaksinasi sudah kian meningkat,” kata Didu.
Penyuntikan vaksin terus dilayani hingga pukul 14.00 Wita. Menurut Sekretaris Mi6 Lalu Athari Fathullah, khusus bagi warga yang baru menerima suntikan vaksin dosis pertama kemarin, masing-masing sudah mendapat pemberitahuan untuk mendaftar vaksinasi kedua secara mandiri di RSUD Provinsi NTB.
“Vaksinasi kedua untuk mereka akan dilakukan pada awal Oktober di RSUD Provinsi NTB,” kata Athar.
Dia mengatakan, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada RSUP NTB untuk dukungan vaksinasi masal ini.
Termasuk juga kepada owner Coffe Shop Tuwa Kawa, yang telah menyiapkan tempat, sehingga proses vaksinasi bisa berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan.
“Mi6 senang bisa turut berkontribusi terhadap terus meningkatnya capaian vaksinasi di NTB,” kata Athari menekankan.
Hingga kemarin, capaian vaksinasi NTB memang masih lebih rendah di bawah capaian vaksinasi secara nasional. Total baru 872.665 orang warga NTB yang telah menerima vaksinasi dosis pertama.
Jumlah tersebut setara 22,32 persen dari target. Sementara untuk suntikan vaksinasi dosis kedua baru 440.536 orang atau setara 11,27 persen dari target. Sementara kalau secara nasional, capaian sudah di atas 36,08 persen.
“Kita ingin seluruh NTB segera menjadi zona hijau. Vaksinasi ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mencapai hal tersebut selain tentu kepatuhan kita secara kolektif dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Athar.
Me
Kunker Wantannas, Puji KLU Dalam Penanganan Pasca Gempa
Dalam kunjungan kerja (kunker) Wantannas ke Lombok Utara terungkap, penanganan pasca gempa yang sagat bagus di Lombok Utara akan menjadi acuan secara nasional
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) yang melkukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Lombok Utara, memuji Pemda KLU Dalam Penanganan Pasca Gempa.
Pujian itu disampaikan Deputi Wantannas Bidang Politik dan Strategi, Irjen Pol Drs Sukma Edi Mulyono MH dalam acara penerimaan oleh Bupati H. Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto di aula Kantor Bupati, Rabu (15/09/21).
Menurut Deputi, hal menjadi perhatian Wantannas di KLU yaitu penanganan pasca Gempa Bumi 2018. Dari laporan banyak pihak, memang penanganan rumah masyarakat belum tuntas.
Namun di sisi lain fakta yang didengar, bukan hanya di pusat tapi negara lain pun mengancukan jempol pola penanganan Gempa di Lombok Utara yang sangat bagus. Ke depan akan menjadi acuan secara nasional.
“Hal itulah kami datang menyerap aspirasi dan mekanisme kegiatan yang di lakukan pemda bersama TNI dan Polri termasuk tokoh masyarakat dalam hal penangan bencana di KLU,” ujarnya.
Solusi pembangunan RTG
Sebelumnya, Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH yang dalam acara penerimaan itu didampingi Wakil Bupati Danny karter Febrianto R ST MEng, mengungkapkan terima kasihnya atas kedatangan robongan kunker pihak Watannas.
Dan Pemerintah Daerah mengucapkan selamat datang di Gumi Tioq Tata Tunaq Lombok Utara.
“Potensi yang dimiliki KLU ini didominasi oleh pertanian dalam arti luas, dan pariwisata dengan tiga gilinya. Dua hal inilah menjadi sumber PAD kami,” ungkap bupati.
Bupati menuturkan, gempa bumi terjadi tahun 2018 silam yang meluluh lantakkan Lombok Utara. Lebih 56 ribu rumah mengalami rusak, baik rusak berat, sedang dan ringan. Hingga kini tersisa sekitar 14 ribu rumah lebih yang belum terbangun.
“Harapan saya, kedatangan Wantannas mampu memberikan solusi dalam rangka percepatan pembangunan RTG (rumah tahan gempa, red) dan fasiltas lainya,” harap bupati.
Di saat Pemda Lombok Utara mulai membangun kembali pascagempa, tahun 2020 Pandemi Covid-19 giliran menghantam sampai hari ini.
“Alhamdulillah untuk di Lombok Utara kasus Positif Covid mulai menurun,” tuturnya.
Ditambahkan, guna mempercepat pembangunan RTG sudah dilakukan komunikasi dengan BNPB. Bahkan sudah tiga kali mengutus Wabup ke Jakarta bertemu langsung dengan Kepala BNPB, termasuk meminta perpanjangan masa transisi darurat sampai bulan November mendatang.
“BNPB memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana baik di pusat maupun di daerah, jadi tidak bisa institusi ini digabung dengan Kementerian lain alangkah bagusnya di tingkatkan lagi,” ujar bupati.
Deputi Wabtannas menangapi soal BNPB atau di daerah disebut BPBD. Ada isu-isu yang DIterima bahwa institusi ini akan diperkecil menjadi bagian dari Kementerian Sosial.
Di sisi lain, Wantannas mengkaji BNPB seharusnya diperbesar termasuk BPBD di daerah-daerah, mengingat tugas-tugas dalam penanganan bencana begitu berat.
Kegiata itu dihadiri Dandim 1606 Mataram Kolonel (Arm) Gunawan SSos, Wakapolres Lotara, Kompol Setia Wijatono SH, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan H Simparudin SH, Para Asisten Setda KLU, Kalaksa BPBD KLU M Zaldy Rahadian ST serta undangan lainnya.
Acara diakhiri dengan tukar plakat dan dilanjutkan dengan diskusi kemudian diakhiri dengan peninjauan lapangan di Dusun Lekok Desa Gangga
@ng
Pabrik Pengolahan Limbah Beracun Berbahaya Hadir di NTB
Dengan diresmikannya pabrik pengolahan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) yang dapat mengolah limbah medis sebanyak 300 kg/jam dan beroperasi selama 24 jam
LOBAR.lombokjournal.com ~ Setelah puluhan tahun, NTB akhirnya memiliki pabrik pemusnah limbah medis B3 (Bahan Beracun Berbahaya).
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan fasilitas incinerator khusus limbah medis mulai beroperasi di Dusun Koal, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Senin (13/09/21).
Dikatakan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PLB3), Rosa Vivien Ratnawati, yang hadir pada kesempatan tersebut, selama ini sebagian besar limbah medis NTB diekspor ke Jawa dan menggunakan jasa pemusnah limbah medis disana.
“Pabrik ini sudah punya izin dan bisa menerima limbah medis. Kementerian juga sudah menyiapkan anggaran khusus untuk operasional pengumpulan limbah selain bantuan tiga kendaraan operasiona,” jelasnya diacara peresmian pabrik pengolah limbah ini.
Saat ini, kemampuan incinerator dapat mengolah limbah medis sebanyak 300 kg/jam dan beroperasi selama 24 jam ditambah lagi fasilitas pendingin (cold storage) yang dapat menyimpan limbah selama 90 hari sebelum diolahmusnahkan.
Karena itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd., yang juga hadir pada acara tersebut, menginginkan nantinya limbah medis se-NTB bisa diolah disini.
Namun demikian, Wagub mengakui bahwa terdapat beberapa kendala yang harus segera diselesaikan.
“Kendalanya ketersediaan listrik, air, bahan bakar, sinyal komunikasi dan akses jalan yang akan diperbaiki,” sebut Wagub.
Wagub menargetkan limbah sebanyak 7,2 ton sehari bisa diolah ditempat ini setelah seluruh fasilitas pendukung tadi terpenuhi.
jm
KPP Pratama Mataram Distribusikan Paket Sembako di Tanjung
Atas nama Pemda KLU, Bupati Djohan Syamsu berberterima kasih atas sumbangsih KPP Pratama Mataram Timur yang meringankan masyarakat dengan berbagi 100 paket sembako
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Daerah Lombok Utara bersama Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mataram Timur (Matim) membagikan paket sembako Program Matim Berbagi, di Dusun Sorong Jukung Desa Tanjung, Jumat (10/09/21).
Kegiatan bagi sembako itu dihadiri Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH, yang didampingi Perwakilan KPP Pratama Mataram Timur, Muhammad Abadi dan Plt Kadis Sosial P3A Faturrahman SST, Kades Tanjung Budiawan SH, beserta sejumlah warga penerima sembako.
Bupati Djohan Sjamsu mengatakan, kehadirannya untuk bersilaturahmi sembari membagikan paket sembako. Program atensi KPP Pratama Mataram Timur berbagi dan bersedekah untuk warga dusun setempat.
“Kami memilih Dusun Sorong Jukung karena tempat ini daerah pesisir pantai,” katanya.
Orang nomor satu di KLU ini mengimbau warga, agar senantiasa mematuhi dan menaati protokol kesehatan Covid-19, utamanya menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak karena ancaman Covid-19 masih ada.
“Tetaplah disiplin Prokes, memelihara diri sendiri, sebab upaya ini berarti memelihara keluarga dan orang lain,” pungkasnya.
Atas nama Pemda KLU, Djohan Syamsu berterima kasih atas sumbangsih KPP Pratama Mataram Timur yang membantu memberikan 100 paket sembako. Bupati bersyukur ada institusi yang peduli dan memberi dengan ikhlas.
“Ini kedua kalinya setelah sebelumnya di Desa Gondang. Harapan saya semoga sembako ini bermanfaat dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan, akibat dampak Covid 19 sedang melanda daerah dan negara,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kasubbag Umum KPP Pratama Mataram mengatakan, Kantor Pemungutan Pajak (KPP) Mataram Timur menginisiasi program Matim Berbagi.
Diakuinya, kegiatan itu sebagai kegiatan rutin yang khusus menyasar wilayah kerja Lombok Utara dan Lombok Barat.
“Dananya murni dari teman-teman KPP Mataram Timur yang dihimpun dari zakat, infaq dan shodaqoh, kita serahkan dalam bentuk paket sembako,” tuturnya.
@ng
Monolog Aktor Lanang Surya dari Nusa Tenggara Barat
Dalam panggung prosenium yang dibentuk dengan layar hitam, pertunjukkan monolog terasa lebih dekat menonton pentas panggung
Catatan: Rudolf Puspa
JAKARTA.lombokjournal.com ~ Di hari ke 12 pentas monolog urutan ke 13 datang dari NusaTenggara Barat.
Bale Solah Agung menyutradarai aktor Lanang Surya memainkan karya Beny Yohanes berjudul BIN. Judul membawa kejutan karena mirip lembaga tinggi negara yang bertugas mengamati seluk beluk keamanan negara melalui kegiatan intelejen.
Namun tidak perlu berkelanjutan keterkejutan baca judul sebab memiliki arti dan maksud jauh dari arti yang umum sudah ketahui.
Salah satu daya kejut lewat judul termasuk cara penulis menarik perhatian.Tentu pertama kepada para pelaku teater Indonesia yang mendapat keyakinan akan banyak penonton ketika membaca poster baik yang ditempel di tempat-tempat umum atau lewat medsos yang lebih evisien masa kini.
Dalam hal ini aku selalu suka pada judul-judul drama karya Beny yang banyak sudah aku baca.
Pengamatan kepada kehidupan sosial politik sangat kental dan mampu menyampaikan dalam bahasa yang jelas dan cepat ditangkap. Istilah kerennya berbahasa yang baik dan benar. Tarji bilang bahasa yang baik dan benar itu yang mudah dipahami orang lain. Terima kasih bung Beny Yohanes.
Bung Bale Solah Agung menyiapkan monolog dalam panggung prosenium yang dibentuk dengan layar hitam. Sederhana dan menguntungkan ketika harus mengatur tata cahaya yang tak perlu warna warni. Kameramen sepertinya juga lebih banyak merekam dengan mempertahankan pentas teater panggungnya.
Maka penciptaan pertunjukkan monolog terasa lebih dekat menonton pentas panggung. Set prop kasur sprei hijau dan bantal serta selimut di ruang kanan atas dan meja kayu yang diatasnya ada cangkir, diktat, buku-buku, teko plastik di tengah kiri. Terkesan kamar kos mahasiswa yang rapi.
Mungkin tempat penyimpanan pakaian di ruang lain karena di ruang sempit ini tak ada almari pakaian. Jika mengikuti garis prosenium yang berbentuk trapesium dimana depan lebar dan belakang lebih kecil maka teorinya mengatakan kasur dan meja ditata agak miring.
Kasur menjadi ke arah diagonal ke pojok kiri depan dan meja kearah pojok kanan depan. Dengan demikian maka penonton dari kiri dan kanan panggung akan mendapat porsi yang kuat dalam melihat wajah aktor. Sebab otomatis ketika duduk di bangku dan kasur akan mengarah diagonal. Namun karena ini virtual maka barangkali sutradara punya konsep lain.
Istilah panggungnya posisi tiga perempat. Garis merah dibagian depan bisa dipahami adalah dinding dan ada satu pintu. Taktik yang pandai setidak2nya untuk menjaga agar pemain tidak melewati dinding yang abstrak. Garapan yang apik ini akan menjadil lebih “meledak” ketika ada klimaks yang mengejutkan bahwa BIN adalah nama seorang mahasiswa. Mahasiswa yang bicara tentang sejarah yang mengingatkan aku kepada teriakan Albert Camus melalui Caligula di akhir pertunjukkannya :”masuki sejarah”. Salam jabat sadar sejarah bung Bale Solah Agung.
Lanang Surya mahasiswa yang tampak tenang sehingga tidak memerlukan tenaga lebih untuk menjadi stress lalu meledak-ledak berbicara. Walau banyak sinisme tentang diktat, tentang joki ujian, foto copy skripsi teman, yang tentu semuanya adalah karakter keluarga korup dilingkungan kampus yang semestinya tempat pendidikan menjadi intelektual.
Barangkali juga termasuk aktivis yang punya kegiatan untuk melawan, memberontak terhadap hal-hal yang menurutnya beserta kelompoknya tidak seide di kampusnya. Memang kurang terasa apa si BIN ini aktivis atau bukan.
Yang terasa adalah ia akan menghadapi ujian dan harus siap walau kesal karena apa gunanya kerja keras menyiapkan ilmu sementara beli saja gampang? Potret lama yang sering sudah bukan rahasia umum lagi walau benakku bertanya apa masa kini masih berlangsung? Kadang perlu juga ada tanda2 tentang kapan kejadian ini berlangsung.
Ruang yang abstrak dengan pintu abstrak menantang sang aktor untuk menjadi teliti sehingga akan menguasai secara betul setinggi, lebar daun pintu, gagang pintu, seret atau tidak, pakai kunci atau tidak sehingga ketika acting membuka dan menutup aku bisa melihat pintu dan merasakan sedang menarik dan mendorong pintu.
Ada baiknya sering-serig ketika buka tutup pintu beneran disadari diperhatikan sehingga lama-lama akan hafal betul geraknya. Bisa juga belajar lewat pantomim dan tetap ingat tidak sedang bermain pantomim yang segala gerakkannya memang terkesan dilebihkan. Phrasing kalau dalam istilah dialog. Harus tetap dijaga wajar dan indah.
Percayalah segala bisa asal mau dan anda kuyakin punya kemauan untuk menciptakan seni akting yang wajar dan indah walau dilakukan secara abstrak. Terlalu sering ketika berdialog menengadah sehingga berakibat mata menjadi sipit. Mungkin tidak disadari karena barangkali sudah pembawaan sehari-hari? Hal ini perlu diingat dan diperhatikan karena mata sangat berarti sebagai alat penyampaian suasana emosi dibalik dialog yang diucapkan.
Akan membantu irama suara sang aktor dalam berdialog. Dalam menakar emosi anda cukup teliti sehingga lonjakan emosi dari awal hingga mencapai klimaks dapat terukur. Walau dijalan datar perlu dicari kerikil atau batu tajam yang membuat sang aktor menampilkan gerak yang tidak datar saja seolah2 tak terjadi apa2.
Penajaman emosi, diksi, phrasing, timing, tempo tentu akan menjadi pengikat hati yang tersentuh hingga ikut merasakan suasana yang sedang terjadi dihadapan kita yakni aktor yang sedang berperan.
“Sejarah” dalam imajinasi BIN yang merupakan klimaks dari apa yang dicita2kan perlu lebih merupakan ledakkan besar untuk menjawab kekecewaannya terhadap kampus lebih dahulu meledak. Cari terus kesempatan manggung dimanapun sehingga berada di panggung terasa “at home”.
Berada dirumah akan mengenal hingga sedetail2nya tata ruang seisinya sehingga berada di titik manapun tidak canggung atau kaku. Selamat berlayar mengarungi gelombang yang tak berkesudahan. Merdeka berkarya.
Di setiap catatan yang aku tulis tak henti-hentinya aku ingatkan, bahwa aktor harus selalu memulai mempelajari peran dengan menjawab pertanyaan “apa, siapa, mengapa, kapan, dimana dan bagaimana”. Dengan demikian kita bisa melihat dan merasakan secara utuh pemain dipanggung ini siapa sedang berada di mana dan kapan lalu apa sih yang sedang terjadi pada dirinya kemudian bagaimana menyampaikan.
Mungkin di naskah tak ditulis umur berapa, tempat tinggal di mana, masih punya orang tua atau tidak, adik kakak atau masih bujangan, masih sekolah atau sudah kerja dan kerja apa, profesinya apa dan seterusnya seperti umumnya tiap kita punya catatan biografi. Jika di naskah tak ada maka aktor wajib mencari tau dan menetapkan sendiri. Jika ada akan menjadi bahan sangat kuat yang sangat berguna bagi menunjukkan karakter sang peran.
Parade monolog merupakan pestanya para seniman teater di Indonesia untuk berkiprah dan menjadikan pijakan kuat untuk tinggal landas menuju teater Indonesia seutuhnya bukan hanya bagi sesama seniman namun bagi seluruh bangsa Indonesia.
Syukurlah bila berhasil merangkul yang tadinya tidak tau teater jadi kenal dan merasa membutuhkannya. Jadi mari ingat selalu bahwa penonton adalah bagian dari kerja seniman teater.
Selamat berkarya.
Jakarta 29 Agustus 2021.
Email: pusparudolf@gmail.com
Partisipasi PAUD NTB di atas Rata-rata Nasional
Bunda PAUD NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyatakan, partisipasi warga NTB dalam mengikutsertakan anaknya dalam pendidikan usia dini cukup tinggi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Partisipasi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) cukup tinggi, bahkan angkanya di atas rata rata nasional.
Hj Niken Hj Niken Saptarini Widyawati
Sedikitnya 37 persen dari orang tua yang memiliki anak usia PAUD berminat memasukkan anaknya ke PAUD.
Pernyataan itu disampaikan Bunda Niken selaku Bunda PAUD NTB di Pendopo Gubernur, Kamis (09/09/21).
Namun diakuinya bahwa angka ini masih selalu fluktuatif.
“Alasan orangtua memasukkan anaknya ke PAUD belum stabil dari tahun ke tahun,” ujar Bunda Niken.
Ketua TP PKK NTB ini menambahkan, di masa pandemi menjadi catatan khusus karena situasi. Namun demikian, Bunda Niken berharap peran Bunda PAUD dapat menaikkan angka partisipasi ini selain peningkatan kualitas PAUD holistik integratif sebagai investasi generasi masa depan.
Ia berharap pada Bunda PAUD kabupaten/ kota agar setidaknya minimal satu PAUD HI di tiap desa.
Sekretaris Daerah, HL Gita Ariadi mewakili Gubernur mengatakan, komitmen kuat untuk melandaikan pandemi tetap menjadi prioritas. Sektor pendidikan dengan belajar tatap muka harus tetap dalam pengawasan dan evaluasi.
“Begitu juga dengan penyelenggaraan PAUD dapat tetap terkontrol,” ujar Sekda.
Sebanyak sembilan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kabupaten/kota dilantik dan dikukuhkan oleh Bunda PAUD NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah. Mereka adalah Kepala Daerah dan istri Kepala Daerah.