Panen Jagung Nusantara Merata Di Kabupaten Lombok Utara

Bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional, di Kabupaten Lombok Utara berlangsung Panen Jagung Nusantara yang dipusatkan di Kecamatan Gangga

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam tahun 2021 melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dqn Perikanan (DKKP) KLU melaksanakan kegiatan Panen Jagung Nusantara, yang berlangsung merata di seluruh Kabupaten Lombok Utara di lahan seluas sekitar 975 hektar, Selasa (29/09/21).

Dinas DKPP selenggarakan panen jagung nusantara

Acara Panen Jagung Nusantara itu  bertepatan dengan “Hari Tani Nasional” yang jatuh pada hari Selasa.

DKPP KLU menyelenggarakan kegiatan panen jagung Nusantara itu berlangsung secara serentak, yang dipusatkan di Dusun Sembaro, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kqbupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Dinas DKPP KLU Selenggarakan SLPHT Tindak Lanjut

Kepala Dinas DKPP KLU, Tresna Hadi, SP tampak didampingi Sekdis DKPP, Raden Adi Dharmawangsa, SPT, Kabid Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Abdul Gafur, SP, Kabid Ketahanan Pangan, Sugiartadi, SP, dan Kepala UPTD masing-masing Kecamatan.

Di hadapan penyuluh dan kelompok tani ‘SP Sembaro’, Kepala Bidang DKPP KLU, Abdul Gafur, SP mengungkapkan, acara Panen Jagung Nusantara tahun ini mencakup lahan yang cukup luas di seluruh Lombok Utara,

“Tidak menutup kemungkinan dalam tahun-tahun berikutnya, akan dikembangkan lebih luas lagi. Sehingga tidak ada keraguan lagi akan kekurangan ketersediaan pakan ternak serta kebutuhan lainnya,” ungkap Abd. Gafur.

Di acara yang sama,  Kepala Dinas DKPP Kabupaten Lombok Utara,Tresna Hadi, SP. membenarkan apa yang disampaikan Abdul Gafur, terkait luas lahan tanaman jagung dan produksi yang mencapai delapan (8) ton per hektar.

“Itu pun belum hasil dari tanaman tumpang sari, seperti, cabe, sayuran dan biji bijian,” katanya.

Untuk ke depan, Tresna Hadi berharap kepada petani untuk menambah anggota tani serta luas lahan untu tanam jagung.

“Agar ke depan kita tidak kekurangan, terutama untuk ketersediaan pakan ayam dan sebagainya,” ujar Tresna Hadi.

Pada Peringatan Hari Tani Nasional yang dirangkai dengan Panen Jagung Nusantara secara serentak itu, juga dilakukan zoom meeting yang diikuti oleh para petani dari berbagai daerah di indonesia.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Dinilai Lebih Baik dari yang Diduga

“Ini merupakan motivasi kita untuk lebih semangat dalam berinovasi,” kata Tresna Hadi

@ng




Dinas DKPP KLU Selenggarakan SLPHT Tindak Lanjut

Penyelenggaraan SLPHT Tindak Lanjut yang dilaksanakan DKPP KLU merupakan proses pembelajaran yang azasnya belajar dari pengalaman, dan pendidikan orang dewasa (andragogi)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) merupakan salah satu metode penyuluhan dalam penerapaan PHT untuk peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani dalam pengelolaan OPT.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP), Tresna Hadi, SP mengatakan itu di depan 25 anggota kelompok Tani, “SP. Sembaro” desa Segarakaton, Kecamatan Gangga, Selasa (29/09/21) yang mengikuti kegiatan SLPHT.

Dinas DKPP yang menyelenggarakan SLPHT Tindak Lanjut Diskusi SLPHT Tindak Lanjut yang diselenggarakan Dinas DKPP

Saat itu Kadis DKPP yang didampingi Kepala Bidang, Abdul Gafur, SP.

“SLPHT berupaya mewujudkan petani sebagai ahli PHT, yaitu sebagai manajer yang mampu mengatasi segala permasalahan di lahan usaha taninya secara mandiri,” kata Tresna Hadi.

BACA JUGA:

Pelantikan Penjabat Sekda KLU, Bupati: Dibutuhkan Orang Berintegritas

Dipilihnya SLPHT sebagai metode pemberdayaan petani karena memiliki kelebihan-kelebihan.

Kelebihan dimaksud di antaranya; berprinsip pada pendidikan orang dewasa, cara belajar lewat pengalaman, perencanaan partisipatoris, keputusan bersama anggota kelompok, petani sebagai manajer usahataninya.Dan materi pelatihan berdasarkan kebutuhan lapangan/kurikulum rinci dan terpadu.

Selain itu, pelatihan tesebut dilaksanakan selama satu siklus perkembangan tanaman/satu musim tanam.

Kegiatan SLPHT kali ini di ikuti oleh 125 orang petani yang terbagi dalam lima (5) kelompok, yakni Kelompok Tani SP, Sembaro, Telabah Tengak, Karang Kendal, Kelompok Lendang Pawang Sankukun, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga.

Sementara dua (2) Kelompok lainnya yaitu, Patuh Merenten, Kelungkung Desa Senaru, serta Kelompok Tani Makmur Jaya, Golmunjit, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan.

Tesna Hadi mengatakan, penyelenggaraan SLPHT adalah usaha menciptakan dan memperkuat petani sebagai manajer usaha tani. Dan tidak bisa lepas dari peran pemandu yang mampu menfasilitasi mereka dalam kegiatan SLPHT.

Dijelaskan, pemandu lapang PHT haruslah sosok yang memiliki ketrampilan dalam hal kepemanduan, kepemimpinan dan seluk beluk pelatihan partisipatoris, yang berazaskan pada proses belajar dari pengalaman, dan pendidikan orang dewasa (andragogi).

Pemandu lapangan PHT bisa berasal dari petugas ataupun petani alumni SLPHT.

Menurutnya, SLPHT dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keahlian petani/kelompok tani dalam menganalisa data dan informasi agroekosistem.

Kegiata itu juga memasyarakatkan dan melembagakan penerapan PHT dalam pengelolaan usahatani. Sekaligus meningkatkan pengamanan produksi terhadap gangguan OPT dalam pencapaian sasaran produksi, produktivitas dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ketentuan dalam pelaksanaan SLPHT, lokasi merupakan sentra produksi tanaman pangan dan endemis serangan OPT.

“Sehingga petani harus dilatih dan sungguh sungguh mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan selama 10 hari berlangsung,” tegasnya.

Peserta adalah petani, diupayakan komposisi laki-laki 60 persen, sedang perempuan 40 persen. Peserta diharuskan aktif dalam kegiatan pertanian dan sanggup mengikuti SLPHT selama satu musim tanam.

Peserta diharapkan responsif terhadap inovasi teknologi, berjiwa kooperatif, berasal dari satu hamparan usaha tani dan diutamakan generasi muda.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Safari Jum’at di Dusun Mumber

Pemandu SLPHT adalah pemandu yang memiliki kualifikasi tertentu dalam kepemanduan, seperti pemandu senior Tukul Sumardion oSP, Agus Setiawan, SP dan Ibu Darsih SPKp.

Tresna Hadi menambahkan, asas dan metode pelaksanaan SLPHT mengacu pada Pedoman Penerapan PHT.

SLPHT Tindak Lanjut

Sedikit berbeda dengan SLPHT tersebut di atas, SLPHT Tindak Lanjut lebih mendalam dalam proses pembelajaran serta tujuannya.

SLPHT Tindak Lanjut merupakan pemberdayaan dan pendayagunaan alumni SLPHT sebagai upaya pemasyarakatan PHT secara lebih mendalam, melalui studi/sain petani untuk mendukung pengamanan produksi dan peningkatan produktivitas.

Upaya fasilitasi SLPHT Tindak Lanjut diharapkan mampu mendorong bergulirnya proses penyelenggaraan SLPHT swakarsa dan swakarya yang bermuara pada penerapan PHT Skala Luas,katanya.

SLPHT Tindak Lanjut dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan dan menguatkan peran petani alumni SLPHT dalam penerapan konsep dan prinsip PHT di lahan usaha taninya.

Juga mendorong proses pemasyarakatan PHT ke petani lain, dan meningkatkan pengamanan produksi dan kualitas hasil pertanian, jelas Trena Hadi saat membuka kegiatan SLPHT Tindak Lanjut..

@ng




Pramuka NTB Tanam Pohon dan Clean Up di Tetebatu

Kwarda Gerakan Pramuka NTB melakukan penghijauan atau penanaman pohon seta bersih-besih atau lazim disebut clean-up di Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur

LOTIM.lombokjournal.com ~ Desa Wisata Tete Batu Kabupaten Lombok Timur maju dalam lomba ajang Best Tourism Village yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-bangsa (UNWTO).

Kwartir Daerah (Kawarda) Gerakan Pramuka NTB mendukung penuh Desa Tetebatu.

Gerakan Pramuka akan tanam dan bersih-bersih di Tetebatu

Wujud dukungan itu, hari Sabtu (25/09/21), Ketua Kwarda Gerakan Pamuka NTB, Fathul Gani bersama para Andalan Daerah, DKD NTB, anggota Pramuka Penegak dan Pandega Lombok Timur termasuk Saka Wanabakti dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, melakukan penghijauan atau penanaman pohon disertai kegiatan bersih-bersih atau yang kini akrab dengan sebutan clean up.

“Ini ikhtiar dan dukungan nyata gerakan pramuka untuk Desa Tetebatu yang mendunia,” ucap Fathul Gani saat ditemui di Ulem-ulem yang merupakan titik lokasi kegiatan.

Menurut Fathul, saatnya semua stakeholder bahu membahu, berkontribusi memberikan sumbangsih mendukung Desa Tetebatu yang mengikuti lomba dari UNWTO.

BACA JUGA: Vaksinasi untuk Anak adalah Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Selain itu, penanaman dan bersih-bersih merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pramuka dalam menjaga alam NTB.

“Kegiatan ini juga mendukung program NTB Hijau dan Zero Waste Pemerintah Provinsi NTB. Juga ikhtiar menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar kita yang indah ini,” tambah Kak Fathul sapaan akrabnya.

Jumlah bibit pohon yang ditanam sebanyak 300 bibit, rinciannya 200 bibit ditanam hari ini, dan 100 bibit diserahkan ke pihak desa dan Pokja Ulem-ulem.

BACA JUGA: Pilpres 2024, Siapa Kandidat Kuat yang Akan Maju

Bibit yang diserahkan itu akan dimanfaatkan sebagai bagian dari Kampanye NTB Hijau dan Cinta Lingkungan.

Nn




Bupati Lombok Utara Safari Jum’at di Dusun Munder

Selain melakukan silaturahmi dalam Safari Jum’at, Bupati Djohan juga menyerahkan bantuan pembangunan masjid

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melakukan Safari jum’at di Masjid Nurul Jannah Dusun Munder, Desa Mumbul Sari, Jum’at (24/09/21).

Hadir pula dalam kegiatan itu, Wakil Ketua II DPRD KLU Mariadi SAg, Kepala OPD, Camat Bayan Denda Peniwarni SE,serta lainnya

Bupati Djohan usai melaksanakan sholat Jum’at menyampaikan, Safari Jum’at ini kegiatan rutin dilakukan dengan tujuan untuk silaturahmi dengan masyarakat.

Lebih lanjut kata Bupati Djohan, Pemerintahan yang dipimpinnya saat ini baru berjalan beberapa bulan, tentu belum banyak hal yang bisa di lakukan untuk masyarakat, terlebih saat ini masih mengerjakan program pemerintah sebelumnya.

BACA JUGA: Pemda KLU Gelar Bimtek Dewan Hakam MTQ IX KLU

Dikatakan, saat ini kewajiban semua warga KLU untuk membangun kembali daerah pasca bencana gempa. Masih banyak RTG belum terbangun, disusul dengan pandemi Covid 19 masih melanda.

Bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19 mengakibatkan laju pembangunan terhambat, namun harus tetap optimis menuju KLU ke depan lebih baik.

“Saat ini trend pasien positif Covid-19 kian menurun, namun kita tidak boleh lengah dan tetap mematuhi Prokes,” ungkapnya.

Terkait pembangunan sarana tempat ibadah khususnya Masjid yang belum banyak terbangun, Pemda terus berupaya bagaimana fasiltas ibadah ini bisa terbangun semuanya di KLU.

Bupati Djohan pada kesempatan itu menyerahkan bantuan dana untuk membangun masjid.

“Manfaatkan dana ini sebaik mungkin untuk membangun masjid, hanya ini yang mampu Pemda berikan,” tuturnya.

BACA JUGA: Mata Air di Lombok Utara Harus Segera Diselamatkan

Di Desa Mumbul Sari ini ada dua masjid yang mendapatkan bantuan, yaitu Nurul Hikmah sebesar Rp.40 Juta dan Nurul Jannah Rp.20 Juta.

Selain penyerahan dana pembangunan Masjid di tempat yang sama juga diserahkan bantuan berupa kursi roda untuk Disabilitas dan Paket Sembako.

@ng




Pemda KLU Gelar Bimtek Dewan Hakam MTQ IX KLU

Bimtek Dewan Hakam MTQ IX Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang digelar Pemda diikuti 50 orang Dewan Hakam pada cabang Tilawah dan Tahfiz

TANJUNG, lombokjournal.com ~ Ketua LPTQ yang juga Plt Sekda, Drs H.Nurjati membuka Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara yang penyelenggaraannya dilaksanakan panitia yang dikordinasikan Kabag Kesra, Alwi Agusto, S.Si., M.Pd dipusatkan di Yonaris Cafe, Sabtu (25/09/21).

Menurut Raden Nurjati, pelatihan ini dimaksudkan agar para hakam di dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prinsip dasar seorang hakam.

Penyelenggaraan bimtek Dewan Hakam MTX IX oleh Pemda

Pemda gelar Bimtek Dewan Hakam MTQ IX KLU

“Yaitu keadilan profesionalisme dan tidak pandang bulu dengan mengedepankan kualitas dan perofesionalitas untuk mencapai hasil yang maksimal,” kta Nurjati.

Sebelumnya, Panitia Bimtek MTQ tingkat Kabupaten Lombok Utara, Alwi Agusto mengatakan, bimtek Dewan Hakim MTQ IX Kabupaten Lombok Utara ini merupakan kegiatan tahunan.

Merupakan agenda utama dalam pembinaan ahlakul karimah menuju masyarakat religius. Selaras dengan Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, yaitu “Lombok Utara Bangkit Menuju Kabupaten Yang Inovatif, Sejahtera, dan Religius”.

Khususnya misi yang ke 2  yakni Meningkatkan Kualitas Pendidikan Menuju Sumber Daya Manusia (SDM) yang Cerdas, Berbudaya, Berakhlak Mulia dan Relijius”, ungkapnya.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Sampaikan Nota Keuangan RAPBDP 2021

Dalam mewujudkan Visi dan Misi ini, peranan MTQ sangat menentukan sebagai sarana untuk membumikan Al Qur’an, sebagai pedoman dasar dan panduan dunia akhirat ke dalam jiwa manusia Lombok Utara.

“Al Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, namun melalui membacalah sebagai awal peresapan hidayah ilmu ke dalam hati sanubari sebagaimana firman Allah dalam surat al Alaq,” tutur Alwi di depan para undangan.

Tahap awal kegiatan ini, memberikan Bimtek Dewan Hakam, yang terdiri dari 50 orang Dewan Hakam pada cabang Tilawah dan tahfiz, di Yonaris Café pada hari Sabtu.

Penekanan dalam kegiatan ini, adalah mengukur perkembangan peserta Lombok Utara untuk berjuang di tingkat yang lebih tinggi di level provinsi maupun internasional.

Sehingga bisa menentukan metode pembinaan secara efektif dan berkesinambungan baik dari tingkat Desa, Kecamatan maupun Kabupaten.

MTQ tingkat kabupaten akan digelar pada tanggal 11 -15 Oktober 2021, dengan pelenggaraan secara sangat sederhana, dengan mematuhi ketentuan penerapkan protokol Covid-19.

Sedangkan pelaksanaannya nanti lebih ketat dari sebelumnya, terutama pada perlombaan yang akan dibagi dalam 7 (tujuh) arena yaitu di Masjid Baiturrahim Islamic Center, Masjid Borok Samaguna dan Masjid Al Muttaqin Kandang Kaoq, (TPQ Nurul Hidayah).

Sementara 3 (tiga) arena lainnya akan di pusatkan di SMPN 1 Tanjung. Para peserta musabaqah nantinya tidak ada yang menonton melainkan di ruangan itu, hanya bersama kafilah dan Dewan hakam dan paniteranya.

Selebihnya masyarakat nantinya bisa menyaksikan melalui link atau zoom atau melalui youtube channel yang disiapkan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara.

“Meskipun pelaksanaannya sederhana, kita berharap kualitas hasil yang memuaskan dengan mengedepankan keadilan dan profesionalitas,” kata Alwi.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Safari Jm’at di Dusun Munder

Turut dihadirkan dalam kegiatan ini antara lain, TGH.M.Zaini,SH (cabang Tilawah), TGH.Basyirun M. Sholeh, M.Si (cabang Tahfiz), TGH. DR. L. Muksin Efendi, MA (cabang Tilawah) dan TGH. Akhyar Muhsin,MM (cabang Tahfiz).

@ng




Ujian SKD CPNS Bisa Dipantau Melalui Livescore Medsos YouTube BKD NTB

BK Provinsi NTB memastikan pelaksanaan ujian SKD CPNS 2021, untuk menunjukkan bahwa seleksi itu berjalan jujur dan transparan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB, H. Muhammad Natsir menjelaskan masyarakat dapat memantau langsung hasil sementara Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) melalui media sosial Badan Kepagawian Daerah Provinsi NTB.

Kepastian masyarakat dapat memantau pelaksanaan ujian SKD CPNS 2021, untuk menunjukkan bahwa seleksi itu berjalan jujur dan transparan.

Nasir mengatakan, masyarakat atau keluarga para peserta ujian SKD CPNS 2021 Provinsi NTB, bisa langsung melihat hasil tes melalui akun youtube BKD Provinsi NTB, https://www.youtube.com/watch?v=IFwfw_ochJI.

“Masyarakat dapat melihat hasil tes langsung dari aku youtube BKD Provinsi  NTB,” kata Natsir saat meninjau dan memberikan pengarahan pada peserta SKD CPNS Provinsi NTB yang berlangsung di Kantor BKD Provinsi, Kamis (22/09/21).

BACA JUGA; Kejati NTB Tetapkan 12 Tersangka Kasus Korupsi

Dipastikan, seluruh proses seleksi penerimaan CPNS menggunakan sistem digital. Mulai dari pendaftaran, pelaksanaan tes hingga pengumumannya nanti yang dilakukan secara live melalui akun youtube BKD Provinsi NTB.

Ia juga memastikan 7.843 peserta seleksi CPNS 2021 Provinsi NTB menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Mulai dari syarat peserta harus mengantongi keterangan negatif hasil rapid antigen dan 3M,”tambah Kepala BKD.

Tes SKD CPNS Provinsi NTB Tahun 2021 akan dilaksanakan mulai Kamis 23 September hingga 19 Oktober 2021. Setiap hari dibagi 4 sesi. Sesi 1, jam 08.00-09.40 Witta, Sesi 2, jam 10.30-12.30, sesi 3, jam 13.00-14.40 dan sesi 4, jam 15.30-17.10 Witta.

BACA JUGA:

Anies Baswedan Dinilai Gagal Pimpin Jakarta, Tak Layak Jadi Presiden

Pelaksanaan SKD CPNS yang dilaksanakan di gedung Computer Assisted Test (CAT) BKD Provinsi NTB, pihak panitia juga menyiapkan sarana dan prasarana seperti tempat cuci tangan, penyimpanan barang (loker), penyiapan ruang pengarahan dan ruang CAT sesuai standar protokol kesehatan (Prokes).

edy




Mata Air di Lombok Utara Harus Segera Diselamatkan

Gerakan menanam pohon yang dilakukan untuk menyelamatkan mata air di Lombok Utara yang hanya tersisa belasan, sebelumnya jumlahnya lebih dari seratus sumber mata air

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara (KLU) sekitar sepuluh tahun silam memiliki 112 titik sumber mata air, tapi kini hanya tinggal belasan yang tersisa.

Penyelamatan belasan sisa sumber mata air ini tujuan gerakan penanaman pohon yang dilakukan oleh Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL) KLU bersama dengan Komunitas Tionghowa INTI – NTB dan didukung Pemda KLU dan masyarakat Desa Bentek Kecamatan Gangga, Kamis (23/09/21).

Upaya penyelamatan mata air  dengan gerakan menanam pohon Bupati serukan penyelamatan mata air dengan menanam pohon

Bahkan di tengah pandemi Covid-19 penanaman pohon dilaksanakan pada berbagai tempat, termasuk peremajaan kembali hutan adat Buani, Desa Bentek Kecamatan Gangga.

Memang, cukup banyak gerakan menanam pohon dalam upaya penyelamatan sumber mata air di Kabupaten Lombok Utara, seperti Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia yang diperingati setiap 10 Januari.

Ada Hari Menanam Pohon Nasional (HMPI) yang diperingati setiap 28 November yang dirangkai dengan Bulan Menanam Nasional (BMN).

BACA JUGA: Kejati NTB Tetapkan 12 Kasus Kasus Korupsi

Di luar itu, masih beragam aksi sejenis lainnya, termasuk di tingkat komunitas dan warga, sebagaimana yang dilakukan hari Kamis (23/09/21) di Hutan Adat Buani Desa Bentek Kecamatan Gangga.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, yang hadir saat penanaman pohon berpesan, gerakan penanaman harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi iklim aspek-aspek keilmuan, mulai dari pemilihan jenis, penentuan lokasi, hingga pemeliharaan.

Djohan menyerukan seluruh masyarakat agar melakukan penanaman pohon baik di hutan, kebun milik sendiri atau di pekarangan.

Menurutnya, selain penyedia udara bersih, penanaman pohon juga merupakan salah satu upaya rehabilitasi hutan adat dan pemulihan lahan lahan kritis dan pekarangan, sebagai pelindung saat musim kemarau.

Begitu substansialnya pohon bagi kehidupan semesta alam, tahun sebelumnya OPAL KLU beserta masyarakat juga inten melakukan gerakan penanaman secara swadaya.

Dan di tahun 2021 OPAL KLU dan INTI NTB ini sudah di lakukan penanaman di Hutan Adat Baru Murmas, Bangsal Pamenang, Pantai Sedayu Lekok, dan pada hari ini di Hutan Adat Buani di Desa Bentek, Kecamatan Gangga.

Di kesempatan mendatang ada rencana penanaman di Pantai Himpos Karang Anyar, Tanjung.

Bupati menegaskan,  orang menanam pohon berarti juga menanam doa dan harapan untuk keberlanjutan generasi mendatang.

Selain memperbaiki lingkungan, menanam juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Program ini akan saya ikuti terus, kalau baik akan kita kembangkan di walayah Kabupaten Lombok Utara,” ungkap Bupati Djohan. .

Langkah mitigasi dengan penanaman pohon merupakan salah satu upaya mengurangi emisi karbon, untuk menahan laju kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 2 derajat Celcius atau sedapatnya menekan hingga 1,5 derajat Celcius.

Manfaat pohon bagi kehidupan bisa dirujuk dalam Petunjuk Teknis Penanaman Spesies Pohon Penyerap Polutan Udara, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar, dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1.500 penduduk/hari dan menyerap 2,5 ton karbon dioksida/tahun.

Kemampuan pohon untuk menyerap CO2 merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi perubahan iklim.

Penyebab utama dari perubahan iklim adalah peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia (antropogenik).

CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca utama pemicu perubahan iklim. Melalui proses fotosintesis, pohon menyerap CO2, menyimpan karbon dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.

“Saya Mengajak Warga Lombok Utara Untuk Melakukan Gerakan Penanaman Pohon di semua wilayah KLU,” kata bupati.

Perlu terus digaungkan kepada semua pihak untuk menanam DAN memelihara pohon yang sangat berarti bagi kehidupan.

Bahkan saat sedang pandemi COVID-19, yang tentu saja dibarengi dengan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan OPAL tetap berjalan meskipun terdampak pandemi COVID-19.

Walau di rumah saja, masyarakat KLU bersama Bupati Djohan Syamsu dapat tetap berpartisipasi dalam aksi peduli lingkungan, caranya dengan menyumbangkan minimal satu bibit pohon.

BACA JUGA: Santong, Kerajaan Air Terjun di Lombok Utara

Bupati berharap semoga kalangan muda makin tergerak dan mencintai bumi.

Acara menanam pohon itu dihadiri Anggota DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, tokoh agama dan rokoh adat, serta Mahasiswa Universitas Muhamadiyan Mataram, Universitas NW yang sedang KKN dan masyarakat Desa Buani.

@ng




Santong, Kerajaan Air Terjun di Lombok Utara

Dari pemetaan potensi wisata di Desa Santong, ternyata jumlah air terjun di desa ini mencapai 30 air terjun bahkan lebih

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Alam Santong (PAS) melakukan pemetaan potensi wisata alam di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, kabupaten Lombok Utara.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pemetaan spot-spot wisata air terjun, pendataan flora dan fauna, hingga pemetaan jalur-jalur menuju setiap spot wisata yang ada di desa Santong.

Air terjun yang ditemukan di Desa Santong
Air Terjun ‘Sandar Nyawa’, salah satu yang elok

Pemetaan spot wisata di desa Santong diawali dengan ekspedisi hingga puncak Gunung Kondo sebagai destinasi wisata paling ujung di desa Santong.

Dari pemetaan itu diketahui, ditemukan spot wisata air terjun di Desa Santong mencapai 30 (tiga puluh) spot air terjun. Itu belum termasuk beberapa sumber mata air yang bisa dimanfaatkan.

Malkam Hadi, Ketua Pokdarwis Pesona Alam Santong (PAS) mengatakan, Santong memiliki wisata air terjun terbanyak di Kabupaten Lombok Utara. Tidak salah kalau Pokdarwis Pesona Alam Santong memberi nama “Kingdom Of Waterfall Santong“, karena banyaknya air terjun yang di desa itu.

BACA JUGA: Seleksi CPNS Pemprov NTB, Mulai Kamis 23 September 2021

“Kami mendata jumlah air terjun yang ada di jalur wisata desa Santong ini sekitar tiga puluh air terjun, bahkan mungkin lebih. Kami berani membuat julukan Kingdom Of Waterfall Santong (Santong, Karajaan Air Terjun, pen),” ujar Malkam

Agenda pemetaan wisata alam di Desa Santong dilakukan pihak Pokdarwis Pesona Alam Santong sebagai awal mengembangkan pariwisata di Kecamatan Kayangan, khususnya di Desa Santong.

Pendanaan kegiataan pemetaan yang dilakukan pun masih swadaya alias merogoh kantorng sendiri.

Karena itu, Pokdarwis PAS berharap pihak Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten memberi dukungan kegiatan pemetaan potensi wisata selanjutnya.

“Ekspedisi dalam rangka pemetaan setiap unsur wisata yang ada di Desa Santong sementara kami lakukan dengan swadaya. Semoga ada perhatian lebih dari pihak-pihak pemerintah dalam mendukug pemetaan potensi wisata ini,” harap Malkam.

Pokdarwis PAS saat ini melakukan upaya kolaborasi dengan tiap komunitas maupun lembaga yang mempunyai kesadaran dalam pembangunan dan pengembangan daerah wisata.

Kolaborasi yang dilakukan diharapkan dapat membuat suatu gebrakan besar, meningkatkan perhatian setiap unsur dalam melestarikan wisata alam.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga, Sentral Edukasi dan Solusi Masalah Sosial

“Kami mengusung wisata yang berbasis lingkungan. Jadi selain berwisata juga kita bisa melestarikan kekayaan alam yang ada. Untuk mewujudkannya kami mengusahakan melakukan kolaborasi dengan semua pihak yang memang ingin terlibat, pasti kami rangkul.” ujar Malkam.

Han




Gojek Tokopedia Bantu Pemda NTB Oksigen Concentrator

Gojek Tokopedia sudah memberikan warna di NTB, membuka peluang dan lapangan pekerjaan di sektor jasa tranportasi, juga menggerakan sektor UMKM.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah, meminta agar GoTo (Gojek-Tokopedia) lebih memaksimalkan perannya untuk ikut serta berkontribusi membangun dan membangkitkan ekonomi NTB. Hal ini disampaikan Zulkieflimansyah saat menerima bantuan 10 unit Oksigen Concentrator kapasitas 10 liter dari GoTo, yaitu holding group dari PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Tokopedia dan GoTo Finance, di pendopo, Selasa (21/9).

Gojek“Banyak sekali peluang dan potensi yang ada di NTB untuk dikembangkan, sehingga bisa ikut berkiprah membangun perekonomian di NTB,” kata Zulkieflimansyah.

GoTo sudah memberikan warna di NTB, khususnya membuka peluang dan lapangan pekerjaan di sektor jasa tranportasi, selain juga menggerakan sektor UMKM seperti kuliner dan lain sebagainya. Keberadaan UMKM juga harus dapat didukung oleh GoTo, baik dari segi kapasitas SDM, produk hingga penguatan marketnya.

“Terima kasih dukungan dan bantuannya, kami tunggu kontribusinya demi membangun NTB Gemilang,” tutur Zulkieflimansyah

Sementara itu, Kepala Bidang Divisi Stategis Perusahaan Gojek Indonesia, Leo Wibisono Arifin, menjelaskan bahwa Program Bangkit Bersama ini merupakan upaya mempercepat kebangkitan Indonesia dari segala sisi, dari sisi kesehatan akibat pandemi sehingga bisa membantu penanganan Covid di NTB. Program ini adalah program yang diinisiasi oleh GoTo yang merupakan perusahaan holding, bekerjasama juga dengan Yayasan Anak Bangsa Bisa.

“Bantuan 15 unit Oksigen Concentrator kapasitas 10 liter itu, 10 unitnya untuk pemprov dan 5 unit untuk pemkot Mataram,” jelas Leo.

edy




Monev KI Penting Berkelanjutan Tapi Belum Didukung Anggaran

Komisi Informasi (KI) NTB akan menggelar Monev dari September hingga Oktober, namun masih terdapat kendala yaitu belum didukung anggaran.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah, menilai Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Informasi (KI) NTB penting dilakukan secara berkelanjutan. Sitti Rohmi mengakui berbagai prestasi membanggakan yang kerapkali diraih NTB di tingkat nasional dalam hal Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menjadi kebanggan daerah.

Monev“Apalagi kita ke depan ingin menjadi Provinsi Informatif terbaik di tingkat nasional tentu haruslah bekerja keras untuk mewujudkan hal itu. Dan terkait anggaran Monev yang masih menjadi kendala KI NTB, kita akan perjuangkan agar Monev yang akan dilaksanakan ini nantinya bisa terlaksana dengan baik sesuai target yang sudah ditentukan,” ujarnya saat menerima audiensi anggota Komisioner KI NTB, di ruang kerja wagub, Senin (20/9).

BACA JUGAVaksinasi Digencarkan Guna Hindari Kluster Baru Jelang WSBK

Sebelumnya, Ketua KI NTB, Suaeb Quri, melaporkan bahwa pihaknya sudah melaksanakan Pra Monev KI terhadap Badan Publik di NTB. Pihaknya akan kembali menggelar Monev di seluruh OPD pada bulan September hingga Oktober ini. Hanya saja yang masih menjadi kendala saat ini adalah belum ada support anggaran guna pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Karena itu nantinya melalui APBD Perubahan bisa kami diperjuangkan untuk penganggarannya agar Monev sebagai kegiatan utama dari KI NTB bisa terlaksana tepat waktu dan tepat sasaran dan capaian target bisa terpenuhi. Kami berharap agar pemprov bisa mensuport kami dengan anggaran,” tutur Suaeb.

her