Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria KLU Dibuka Bupati
Rapat koordinasi atau rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Lombok Utara merumuskan banyak hal berkaitan tugas pokok gugus tugas reforma agraria
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2021, di aula Kantor Bupati, Senin (11/10/21).
Hadir pula dalam rakor tersebut, Pj. Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, Kepala BPN KLU, H. Supardi, SH, MH, para Kepala OPD, Camat Bayan Denda Peniwarni SE, serta para undangan.
Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, menyambut baik Rakor GTRA itu, salah satu tugas yang dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga terkait.
“Sebagai kepala daerah tentu saya menyambut baik rapat koordinasi yang diagendakan hari ini, dalam rangka merumuskan banyak hal berkaitan dengan tugas pokok gugus tugas reforma agraria” ungkapnya.
Bupati mengingatkan,reforma agraria itu tugas yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui hal yang berkaitan dengan pertanahan.
Maka atas dasar itu, terangnya, telah dibentuk tim di seluruh lini pemerintah yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional.
“Melalui kegiatan ini kita bisa menghindari konflik masalah pertanahan yang sering terjadi,” jelas bupati.
Dijelaskan pula, Gugus Tugas Reforma Agraria tersebut menunjukkan kehadiran negara atas berbagai permasalahan terkait aspek agraria, sosial, ekonomi, politik maupun pertahanan dan keamanan, bertujuan menata aset dan akses
“Saya mengharapkan hasil dari kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pedoman, di samping aturan yang berlaku mengingat masih banyaknya wilayah yang belum tersentuh oleh pensertifikatan lahan di KLU,” pungkasnya.
Semantata itu, Kepala BPN KLU H. Supriadi, SH, MH mengungkapkan, ada dua kegiatan besar GTRA yaitu legalisasi aset, dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai sekarang
Dan telah menerbitkan sebanyak 28.807 bidang tanah bersertifikat dan ada 23.800 bidang tanah yang belum terdaftar atau bersertifikat sesuai data DHKP KLU tahun 2017.
“Dengan roadmap penyelesaiannya ditargetkan selesai pada tahun 2025, maka rata-rata penerbitan sertipikat per tahun sebanyak 5.950 bidang, sehingga seluruh bidang tanah yang ada di KLU sudah terdaftar seluruhnya,”pungkasnya.
Kegiatan lain, menurut Supriadi, penataan akses, melalui program pemberdayaan masyarakat dilakukan pada tahun 2018 di Desa Genggelang dengan komoditi durian Channe, pengembangan dan labeling bibit durian jenis unggulan lainnya, sehingga dapat dijadikan ikon Argowisata Lombok Utara kedepan.
@ng
Irigasi Tetes, dan Hamzah Emiter
Dengan EMITER, irigasi tetes dan program smart farming, ke depan bertani tidak hanya bisa dilakukan di lahan subur yang kaya air. Di lahan kering dan marginal, sektor pertanian dapat juga tumbuh dan berkembang.
Oleh: Lalu Gita Aryadi, Sekda NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketika di medsos ramai pro-kontra, bahkan ada yang turun demo menyoal irigasi tetes, saya teringat seorang teman kala di Bappeda Provinsi NTB.
Namanya Pak Hamzah. Pria kelahiran Jereweh tahun 1960. Kini sudah pensiun dengan pangkat IV/b. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala BPTP Dinas Perbunan Provinsi NTB.
15 tahun lalu, ketika menjadi Sekretaris Bappeda Provinsi NTB, Saya mulai kenal Pak Hamzah ini. Pak Hamzah EMITER, begitu kami sering memanggilnya.
Pak Hamzah dalam kesehariannya hanyalah staff yang tampak biasa-biasa saja. Tapi cobalah ajak bicara EMITER, ia tiba-tiba berubah ‘tidak biasa-biasa saja’. Mantan penyuluh pertanian, alumni SPMAN Mataram (1980), Alumni APP Malang (1991) dan alumni Universitas Muhammadiyah Mataram (2007) ini menjadi seseorang yang spesial. Ia tia-tiba berubah menjadi Staff yang luar biasa dengan basis ilmu yang cukup mendukung.
Dia faham ilmu tanah, ilmu kimia juga ilmu pertanian. Ditambah dengan kepeduliannya pada kondisi alam lingkungan. Ini yang membuat saya terkesan dengannya. Hingga kini.
Pak Hamzah, penemu dan tokoh penting dalam pengembangan EMITER. EMITER akronim dari Evavorasi (penguapan di permukaan tanah), Material (bahan/media), Infirtrasi (hilang air ke bawah tanah), Transformasi (diteteskan dengan infus ), Evavotranspirasi (hilang air dari tanah dan Resfirasi (pernapasan tanaman, perbandingan air dan udara dalam tanah).
EMITER merupakan alat untuk menyalurkan nutrisi, air, hormon, dan protein carrier pada bagian batang tanaman dengan sistem diffusi (facilitated Diffusion). EMITER dipasang pada pipa lateral yang berfungsi mengatur keluarnya tetesan air pada durasi dan tekanan tertentu. EMITERnya Pak Hamzah tidak butuh tekanan air yang tinggi. Cukup dengan gravitasi saja. Rahasianya di komposisi bentonit (lumpur tanah liat) dengan bahan lain dan proses pembuatannya.
Bahan EMITER dibuat dari campuran liat serbuk dan tepung yang berasal dari bagian tanaman yang bersel hidup yang mempunyai kandungan asam abisat.
Dengan EMITER, tidak ada ketergantungan pada musim berbuah. Nilai jual hasil tanaman buah dapat meningkat. EMITER telah diuji coba dan dikembangkan diberbagai tempat untuk berbagai komoditi buah-buahan seperti: buah manggis, durian, rambutan, klengkeng, mangga, salak, jeruk, coklat, kelapa, cengkeh juga mete. Kini melalui Yayasan Santiri sedang kerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB mengembangkan jahe merah menggunakan EMITER.
EMITER yang sudah dikembangkan dengan berbagai produk turunannya ini, diawali tahun 1991 di kecamatan Woha Kabupaten Bima. Dilakukan serangkaian uji coba selama 3 tahun. Tahun 1994 diaplikasikan di beberapa tempat, khususnya di lahan kering oleh GTZ. EMITER adalah sebuah inovasi dan solusi bertani di lahan kering. Efisien dalam penggunaan air – Drip Irigation, dapat merangsang pembuahan di luar musim, pengaturan panen (off session), pembibitan tanaman tahunan (media anti stress) serta perbaikan lingkungan dengan mikro organisme yang menguntungkan (bio aktivator).
Tahun 2002 inovasi EMITER terdaftar dan diakui menjadi anggota Ashoka – sebuah lembaga yang concern pada inovasi untuk masyarakat. Ashoka berkedudukan di Arlington Virginia USA.
Pak Hamzah sebagai penemu tehnologi EMITER telah mendapatkan berbagai bentuk penghargaan dari dalam dan luar negeri. Sosok dan kiprahnya pernah menjadi bahan liputan berbagai media cetak dan elektronik nasional. Dalam buku Leading social entrepreneurs (Ashoka, 2004, halaman 168-170), mengulas Pak Hamzah EMITER sebagai sosok “changing the world“.
Pak Hamzah EMITER, kini sudah pensiun dengan tenang. Dari temuannya itu, Pak Hamzah EMITER sudah mendapatkan hak royalty sebagai kompensasi hasil kekayaan intelektualnya.
“Dari royalty itu saya membangun laboratorium yang kini kemudian menjadi rumah saya. Juga bisa membeli lahan untuk tempat riset saya. Waktu itu, Masih ada sisa uang sebanyak Rp.48 juta. Saya bagikan ke semua teman-teman staff di Bappeda,” katanya dengan senyum sumringah ketika berkesempatan bernostalgia dengan Pak Hamzah EMITER beberapa waktu lalu.
Dalam nostalgianya, Pak Hamzah tidak lupa menceritakan andil seorang temannya yang membantu menghitung dan menyusun formula dalam riset-risetnya. Teman saya itu adalah Pak Ir. Muhammad Riadi MSc, yang kini diberi amanah sebagai Kadis Pertanian dan Perkebunan, katanya bangga.
Karenanya terkait pro kontra berita di medsos dan beberapa kali demo tentang irigasi tetes, saya sudah meminta Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB untuk atensi, memberi pencerahan dan memastikan pogram irigasi tetes sudah on the good track.
Seperti dilaporkan Kadis Pertanian dan Perkebunan ke Sekda NTB, secara tehnis irigasi tetes di areal lahan kering Desa Akar-akar Kabupaten Lombok Utara tetap berfungsi dan dimanfaatkan petani. Keberadaan jagung yang segera dipanen merupakan bukti berfungsinya irigasi tetes. Secara administrasi, mesin irigasi tetes telah diserahkan kepada kelompok tani penerima bantuan dengan berita acara serah terima barang yang lengkap.
Dari aspek pengadaan mesin irigasi tetes, sudah melalui mekanisme sesuai dengan peraturan yang ditentukan, kata Kepala Biro Pengadaan Barang Jasa Setda NTB – Ir. H. Sadimin MM. Bapak Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE. MSc., melalui akun facebook-nya turut memberikan respon dengan mempersilahkan masyarakat mengadukan secara hukum bila menemukan ada hal-hal yang dirasakannya janggal.
Irigasi tetes dan inovasi dalam pertanian modern akan terus terjadi. Pada tanggal 30 Mei 2021, ketika mewakili Gubernur NTB dalam acara penandatangan kerjasama ekonomi dengan Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil (Kang Emil), saya berkesempatan menyaksikan Smart Farming di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut Jawa Barat. Sambil meninjau smart greenhouse yang menggunakan tehnologi hidroponik, Kang Emil saat itu sekaligus mencanangkan program petani milenial juara.
Dengan adanya EMITER, irigasi tetes dan program smart farming, ke depan bertani tidak hanya bisa dilakukan dilahan subur yang kaya air. Di lahan kering dan marginal, sektor pertanian dapat juga tumbuh dan berkembang. Bertani di lahan kering dengan menggunakan EMITER dan irigasi tetes, prinsipnya adalah memberi minum tumbuhan pada waktu yang dibutuhkan. Bukan memandikan dan merendam akar tumbuhan dengan grojokan air yang berlimpah yang akhirnya mubazir. Akar tumbuhan bila direndam air berlebihan yang tidak seimbang dengan kebutuhan oksigennya juga tidak baik. Akibatnya pohon bisa menguning lalu mati.
Dengan sentuhan tehnologi pertanian akan mendukung meningkatnya kesejahteraan petani kita. Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. ***
Kail dan jala cukup menghidupimu.
Tiada badai tiada topan kau temui.
Ikan dan udang menghampiri dirimu.
Wassalam
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong
Kegiatan sosialisasi perkawinan di bawah umur memberi contoh generasi muda agar saling mengingatkan akan bahaya pernikahan di bawah umur
SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Karang Taruna Desa Santong, berkolaborasi dengan Duta Genre KLU, menggelar agenda sosialisasi pencegahan pernikahan dini atau di bawah umur dengan sasaran siswa sekolah, di aula Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, Minggu (10/10/21).
Sosialisasi itu menggaet peserta dengan antusias tinggi dari dua lembaga pendidikan, antara lain Pondok Pesantren Albaqiyatusshalihat NW Santong, dan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong.
Hadir juga sebagai tamu undangan, Kepala UPT BLUD Puskesmas Santong, Baiq Nirmala Sari S,Sos., yang memberikan apresiasi sosialisasi tersebut.
Nirmala menjelaskan, agenda sosialisasi tersebut sejalan dengan program dari Puskesmas Santong, tentunya sangat membantu dalam hal menyuarakan bahaya pernikahan di bawah umur.
“Kami sangat mengapresiasi agenda semacam ini, karena sejalan dengan program kami di Puskesmas Santong. Agenda ini juga dapat menjadi contoh untuk generasi muda agar saling mengingatkan bahaya pernikahan di bawah umur.” jelas Nirmala
Agenda yang bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak Dan Pendewasaan Usia Pernikahan”, mengingatkan bahwa kalangan pemuda harus ikut mengkampanyekan bahaya pernikahan di bawah umur.
Pihak Karang Taruna Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara menjelaskan, agenda tersebut merupakan salah satu rangkaian dari beberapa program Karang Taruna Desa Santong dalam bidang sosial dan pendidikan.
Antoni Pratama, Wakil Ketua Karang Taruna Desa Santong menjelaskan, selain untuk memberikan edukasi dan pembinaan, agenda ini didasari fenomena maraknya pernikahan di bawah umur di kabupaten Lombok Utara.
“Berkaca dari banyaknya pernikahan di bawah umur, kami menggelar agenda sosialisasi ini agar adik-adik yang masih dibangku sekolah bisa memahami bahaya atau resiko dari pernikahan di bawah umur,” jelas Anton
Dijelaskan, Karang Taruna akan terus menggelar agenda pembinaan maupun edukasi terkait masalah kepemudaan.
Harapannya dapat memberikan dampak positif bagi pemuda maupun warga Karang Taruna yang ada di desa Santong.
“Kami dari pihak Karang Taruna belum berani memutuskan apakah akan ada agenda lanjutan, karena kami juga harus menyesuaikan dengan anggaran kami pada masa pandemi. Harapannya semoga pihak pemerintah desa dapat memprioritaskan anggaran untuk operasional kami di tahun 2022 nanti, agar banyak hal-hal positif yang dapat kami berikan untuk desa Santong,” kata Anton.
Han
Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan
Lomba Kebun Gizi diapresiasi Ketua TP-PKK, karena sangat membantu PKK dalam penangann masalah gizi, khususya masyarakat desa di Lombok Utara
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hj. Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu menghadiri lomba Kebun Gizi yang diadakan oleh Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM) di Kecamatan Bayan, Minggu (10/10/21).
Hadir pula Koordinator JAAM Project YNLM, Firman Laela, Officer Kebun Gizi YNLM Maselina Sedo, para juri serta lainya.
Kebun gizi merupakan salah satu suatu program alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya.
Selain untuk meyediakan bahan pangan, kebun gizi menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga dengan menjual hasil kebun dan ditukarkan.
Ketua TP-PKK KLU, Hj.Galuh Nurdyiah menyampaikan, dengan keberadaan YNLM, sangat membantu PKK terutama dalam pengembangan kebun gizi, khususnya di empat desa di wilayah Kecamatan bayan.
“Kami dari PKK mengucapkan terimakasih dan mengapreasiasi, kegiatan ini sangat membantu PKK khususnya di Pokja III yang menangani masalah gizi, kebun gizi ke depa tidak hanya di empat desa tetapi semua desa di KLU,” ungkapnya.
Dikatakan, lomba kebun gizi yang diadakan YNLM merupakan program sangat bagus untuk motivasi para kader dalam pengembangan kebun gizi.
Ke depannya, diharapkan pengembangan kebun gizi berkelanjutan, tentunya tidak lepas dari pendampingan dari YNLM maupun dari para kader.
“Kader-kader Champions kebun gizi sangat luar biasa bekerja maksimal di lapangkan. Masukkan dari para juri bisa menjadi catatan, kemudian disempurnakan ke depa,” tuturnya.
Menurutnya, program pendampingan yang dilakukan YNLM di wilayah Bayan ini sangat luar biasa mulai dari pembinaan dan pendampingan
Hj Galuh mengatakan, apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, sehingga baik kesehatan maupun gizi keluarga tetap terpenuhi.
“Tentu ke depannya, YNLM tidak hanya melakukan pendampingan tentang gizi saja, tapi juga program pendampingan lainya. Dan bisa berlangsung tidak hanya di Bayan, tapi JUGA di kecamatan lain, dan mudah-mudahan dengan program yang lebih banyak,” harap Hj. Galuh.
Mulai 2017
Officer Kebun Gizi YNLM, Maselina menuturkan, YNLM mulai masuk sejak 2017. Pada awalnya melakukan asesmen, dan mulai aktif menjalankan program di Tahun 2018.
Namun karena gempa 2018, program YNLM sempat terhenti dan lebih fokus pemberian bantuan pada masyarakat yang terdampak gempa.
“Program yang kami berikan pada masyarakat berkaitan dengan kebutuhan nutrisi, untuk peningkatan status gizi pada anak usia 0 sampai 3 tahun. Dalam projek peningkatan gizi anak ada tiga program yaitu kebun gizi, tumbuh kembang anak dan nutrisi sendiri,” tutur Maselina.
Kebun gizi sendiri sasarannya semua dusun yang ada di empat desa di Kecamatan Bayan yaitu Loloan, Anyar, Sukadana dan Baturakit.
“Keterlibatan PKK dalam hal ini untuk peningkatan gizi pada anak, jadi setiap pengolahan pangan lokal PKK dilibatkan selain juga di PAUD HI,”ungkapnya
Lomba Kebun gizi tingkat kecamatan merupakan apresiasi pada kader Champions kebun gizi YNLM dan orang tua sasaran, yang memiliki status anak BGM dan GK dengan 3 Indikator Penilaian Kelembagaan, Input dan Output.
Kegiatan Penilaian selama dua hari di empat desa dengan tim juri dari PKK, Dikes, DP2KBPMD, DKPPP dan Bagin Kesra.
Hasil dari penilaian para juri menetapkan Juara 1 Desa Sukadana, Juara 2 Desa Batu Rakit, Juara Tiga Desa Loloan serta Empatnya Desa Anyar.
@ng
Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan
Setelah Pengurus PAPPRI KLU dikukuhkan, diharapkan bisa menjadi mewadahi dan mendorong perkembangan musisi lokal
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepengurusan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Cabang Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang dipimpin Sully Rahayu Nirmala, S.Pd, dikukuhkan Asisten 1 KLU, Drs HR Nurjati di Tanjung, Jum’at (08/10/21).
Drs HR Nurjati
Raden Nurjati mengatakan, sedianya Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu hadir dalam pelantikan, namun karena padatnya kegiatan Kepala Daerah tiap Hari Jum’at, pengukuhan dimandatkan kepada Asisten 1, Drs HR Nurjati.
Nurjati berharap, agar DPC PAPPRI Lombok Utara yang pertama kali terbentuk secara definitif, dapat melaksanakan kegiatan sebagaimana diharapkan.
“PAPRI harus bisa bersaing dengan daerah lain hingga ke tingkat Nasional,” harap Nurjati.
Diakuinya, keberadaan seniman musik di daerah KLU masih jauh tertinggal dibandingkan daerah-daerah lainnya, khususnya di NTB.
Berkaitan dengan dukungan Pemda, Raden Nurjati menyebutkan, belakangan ini kondisi daerah masih berkosentrasi dalam penanganan paskagempa dan pandemmi Covid 19 yang butuh penanganan serius.
Wadah seniman musik
Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) didirikan dengan tujuan menjadi wadah yang menampung aspirasi para seniman musik, pencipta lagu, penyanyi, penata musik, pemusik.
Keberadaan wadah “PAPPRI” sebagai tempat kegiatan baik dalam pembinaan maupun tempat berkreasi sesama pecinta seni musik, serta sebagai sarana komunikasi dan melindungi kepentingan mereka.
Keberadaan PAPPRI diharapkan menjadi motivator yang melindungi industri musik lokal, nasional maupun global, agar berkembang menjadi profesional dan unggul dalam industri musik.
Menurut Uly, (panggilan akrab) PAPPRI secara resmi terbentuk pada Bulan April 2021, meski secara individual PAPPRI KLU sudah terlebih dulu ada, namun secara kelembagaan belum didefinitifkan.
PAPPRI juga memiliki fungsi sebagai wadah bersama dalam memberikan perlindungan kepada anggotanya atas hak-hak ekonomi dan hak moral karya ciptanya.
Acara pengukuhan pengurus PAPPRI KLU di bawah kepemimpinan Sully Rahayu Nirmala, S.Pd, dihadiri pewakilan OPD Dikbudpora, OPD Pariwisata dan segenap perwakilan seniman se Kabupaten Lombok Utara.
Menurut Sully, saat ini keberadaan para seniman dan musisi yang semakin berkembang di Kabupaten Lombok Utara.
“Karena itu pembentuk wadah PAPPRI sangat dibutuhkan, khususnya bagi seniman musik,” jelasnya.
Di Lombok Utara, kegiatan bermusik tidak asing lagi bagi masyarakat berbagai kalangan, dan sekarang ini ada berbagai macam jenis musik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
Kenikmatan Estetis Musik berfungsi memberikan ketenangan jiwa kepada pendengarnya dengan keindahan yang ada di dalam musik. Seseorang akan merasa senang apabila mendengarkan musik kesukaannya.
“Fungsi musik merupakan media penyampaian nilai-nilai kebaikan melalui melodi maupun lirik lagu, dari pencipta musik kepada para pendengarnya,” jelas Sully
Struktur Pengurus DPC PAPRI KLU
Ketua, Sully Rahayu Nirmala, S.Pd.
Wakil Ketua I; Lukman As’ari,
Wakil Ketua II; Fahrurrozi, S.Pd,
Sekretaris; Lita Nirmalasari
Bendahara: Aricca Kurnia kartini.
@ng
Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU
Workshop dilaksanakan untuk mengidentifikasi penduduk miskin di KLU, permasalahan yang dihadapi, dan cara mengatasinya dengan program-program di Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Workshop Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dan Diimplementasikan dalam RKA 2022 untuk mengidentifikasi sasaran penerima program kemiskinan.
Selain itu untuk menentukan intervensi apa yang akan dilakukan sesuai permasalahan kemiskinan, serta menentukan target intervensi yang akan dimasukkan ke dalam RKA 2022.
Plt. Sekertaris Bappeda Kabupaten Lombok Utara, Parihin,S. Sos, mengatakan itu saat menyampaikan sambutan kegiatan Workshop Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan dan Diimplementasikan dalam RKA 2022 Kamis (07/10/21).
Menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 sebesar 26,99%, masih berada di atas rata-rata kabupaten/kota lainnya di NTB.
Sehingga harus dilakukan percepatan penurunan angka kemiskinan yang komprehensif, efektif dan efisien. Serta mengidentifikasi penduduk miskin di Kabupaten Lombok utara, permasalahan yang mereka hadapi, dan bagaimana cara mengatasinya dengan program-program yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Ketepatan sasaran program sangat penting untuk percepatan penurunan angka kemiskinan. Jika yang disasar bukan orang miskin, maka penurunan angka kemiskinan tidak tercapai,” kata Parihin.
Kegiatan worshop ini diikuti peserta sebanyak 64 orang, terdiri atas Asisten 1 dan 2, Narasumber penanggap dari akademisi dan praktisi, Kepala Perangkat Daerah beserta Kasubag Program terkait, Kabid terkait serta Bidang Perencana Bappeda.
Peserta yang melaksanakan presentasi pada hari pertama hadir seacara langsung, sedangkan peserta pada hari kedua hadir secara daring melalui zoom.
“Kami apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan narasumber atas dukungan dan partisipasinya dalam mensukseskan Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan ini,” kata Parihin.
@ng
Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani
Klinik pertanian di Desa Jenggala satu-satunya di Lombok Utara, berdirinya dilandasi besarnya potensi pertanian serta kompleksnya masalah yang dihadapi
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaunching klinik pertanian sekaligus mengukuhkan kelompok Taruna Tani melenial Desa Jenggala di Halaman Kantor Desa setempat, Kamis (07/10/21).
Hadir pula Camat Tanjung, Reselim SSos, Kepala Desa Jenggala Fakhruddin SPd, serta undangan lainnya.
Bupati H. Djohan Sjamsu
Bupati Djohan menyampaikan, klinik pertanian ini merupakan satu-satunya di KLU. Diharapkan, ke depan klinik pertanian itut dikelola dengan baik, dan harus berkelanjutan untuk mendukung.
Karena itu, perlu kerjasama dengan Bumdes serta lainya demi kepentingan masyarakat, mengingat Desa Jenggala punya potensi luar biasa.
“Saya mengapresiasi dilaunchingnya klinik pertanian, serta selamat atas di kukuhkannya kelompok tani milenial Desa Jenggala,” ungkap bupati.
Dengan dikukuhkannya petani melenial, mereka anak-anak muda bersemangat dan enerjik yang memiliki ilmu pertanian, akan berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian.
“Harapan saya kalian anak-anak mudalah yang mengambil peran sebagai petani biarkan yang tua istirihat,” kata bupati.
Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin menyampaikan, hampir 80 persen potensi pertanian yang dimiliki Desa Jenggala. Besarnya potensi yang dimiliki serta permasalahan kompleks di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga panen, hal itu yang mendasari berdirinya klinik Pertanian.
Ke depan, klini pertanian akan menunjang kebutuhan para petani, sebagai salah satu wadah para petani berkonsultasi masalah pertanian.
“Harapan kami pada pengurus Bumdes nantinya bisa kerjasama dalam membangun sinergi serta menjalin komunikasi dengan baik dengan Pemda, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” harap Fakhruddin.
Ditambahkan, terbentuknya kelompok Taruna Tani milenial, bertujuan membantu mewujudkan program Pemda KLU yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.
@ng
Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia
Pusat Evakuasi Masyarakat yang pembangunannya didanai Yayasan Sheep Indonesia juga akan menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat
SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM), Kamis (07/10/21), dilakukan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu di Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara merupakan perkembangan menggembirakan pembangunan di Kecamatan Kayangan.
Andrea Subiyono
Petakan batu pertama itu dihadiri Wakil ketua DPRD Lombok Utara, Kepala BPBD Lombok Utara, Direktur Yayasan Sheep Indonesia, dan Camat Kayangan.
Pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini merupakan dukungan Yayasan Sheep Indonesia (YSI) dari pendanaan hingga perancangannya dengan tujuan untuk memberikan bantuan perlindungan kepada masyarakat saat situasi darurat bencana.
Andrea Subiyono, Direktur Yayasan Sheep Indonesia menjelaskan, pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut dirancang secara khusus oleh arsitek senior dengan melakukan pengkajian struktur area dan menyesuaikan dengan kemungkinan bencana yang bisa terjadi.
Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) dijelaskan, juga bisa menjadi ruang alternatif bagi setiap agenda pemberdayaan masyarakat dalam bidang sosial.
Pembangunan PEM menelan biaya 3,1 Milyar dan diakomodasi sepenuhnya oleh Yayasan Sheep Indonesia (YSI).
“Pusat Evakuasi Masyarakat ini didesign untuk sistem mitigasi desa, dan kami menganggarkan hingga 3,1 Milyar untuk pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) ini.” kata Andrea
Dijelaskan, bangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) tersebut bisa juga difungsikan untuk kegiatan bidang kebudayaan dan edukasi bagi anak-anak dan masyarakat umum.
Pembangunan pun akan dilakukan selama minimal 10 bulan dan dengan memberdayakan pekerja lokal di Desa Santong Mulia, dengan tujuan untuk memberikan edukasi atau pengalaman baru bagi pekerja konstruksi bangunan dengan sistem yang baru dan lebih modern.
“Pengerjaan pembangunan ini membutuhkan waktu minimal 10 bulan dan kami menggunakan jasa tukang atau pekerja lokal agar kami bisa memberikan transfer ilmu terkait pembangunan dengan struktur-struktur baru.” jelas Andrea
Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Yayasan Sheep Indonesia (YSI) terkait pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM).
Peran pihak YSI dalam pengembangan berbagai bidang di kabupaten Lombok Utara telah terbukti dapat membantu kerja pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat secara umum.
“Saya sebagai kepala daerah sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada yayasan sheep indonesia, dengan dana 3,1 Milyar terbilang sangat luar biasa dan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” jelas Bupati Djohan.
Han
Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati
Kegiatan workshop penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas diperlukan warga Desa Sambi Elen, setelah ada pendampingan dari Paluma dan UNDP
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan workshop penyampaian hasil implementasi program Local Economic Development (LED), kolaborasi kelompok dan masyarakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH, di Aula Bupati, Rabu (06/10/21).
Bupati H Djohan Sjamsu
Hadir pula Para Staf Ahli Bupati, Perwakilan PALUMA Yogyakarta, Perwakilan UNDP,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Sambik Elen Muhammad Katur serta undangan lainnya.
Menurut Bupati Djohan, acara workshop penting bagi masyarakat utamanya yang berada di Sambik Elen. Khususnya dalam penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas di wilayah paling ujung timur KLU, di bawah binaan UNDP dan Paluma.
“Pemda sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PALUMA dan UNDP dalam rangka pendampingan dan membina UMKM yang ada di Desa Sambik Elen,” tuturnya.
Pemulihan pasca gempa 2018 meluluh lantahkan seluruh sarana perasarana di KLU yang hingga kini belum seluruhnya terbangun kembali. Terlebih pada Tahun 2020, terjadi bencana non alam yakni pandemi Covid-19.
Kondisi ini memberikan dampak cukup signifikan bagi proses pembangunan di daerah.
Pandemi juga berdampak pada UMKM dan perekonomian daerah mengalami keterpurukan, hanya yang masih bertahan sektor pertanian.
“Harapan saya untuk masyarakat yang ada di Desa Sambik Elen, program pendampingan yang dilakukan oleh Paluma dan lainnya tidak berhenti, dan bisa berkelanjutan,” harapnya.
Pemda mendukung sepenuhnya program yang bertujuan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali berusaha dan berikhtiar membangun ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarga serta lainya.
Menurut bupati, potensi Desa Wisata di KLU sangat bagus, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan ke depan produk UMKM bisa dipasarkan.
Kepala Desa Sambik Elen, Muhammad Katur dalam laporannya menyampaikan, kehadiran PALUMA selama dua tahun mampu memperlihatkan dampak positif bagi masyarakat Sambik Elen.
“Berkat pendampingan dari Paluma dan UNDP, banyak hal yang masyarakat kembangkan mulai dari pembinaan UMKM, SDM, sumber daya alam serta lainnya yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami,”ungakpya.
Semua UMKM Desa Sambik Elen mengikuti workshop, dan ke depa kita memerlukan sistem pengelolaan pembangunan yang baik khususnya di desa.
Peran pemda di dalamnya sangat penting, karena pendampingan dari PALUMA, di Desa Sambik Elen telah melahirkan setidak ada 6 Perdes yang bertujuan untuk mendukung kegiatan serta pelaksanaan programnya.
Malam kian gelap gulita
Rembulan pun berselimut awan
Tiba-tiba hujan turun begitu deras
Merenung, mendengarkan
Dalam fisik tiada kesempurnaan
Keterbatasan ini tidak akan
Membuat semangatku hancur
Dan tidak akan menghalangiku
Dalam menggapai cita-cita
Memang…..
Mereka memandang aku
mahluk rendah
Mahluk yang hanya
Bisa menyusahkan orang lain
Terutama ibu dan keluargaku
Aku yakin, tapi, aku yakin
Tuhan tidak tidur
Tuhan melihatku dengan elok
Dan aku yakin akan rencananya
Karena hati kunci keutamaan
Dibalik segala keterbatasan
Terselip kelebihan
Yang Tuhan berikan
Ketika kaki tak mampu berjalan
Namun hati mampu lahirkan puisi
Untuk dimanapun teman berada
Tetap semangat dan terus berkarya
Untuk meraih masa depan
Demi wujudkan NTB gemilang
***
PUISI di atas adalah puisi yang ditulis Herdi Purwanto. Yang dibacakan sendiri oleh Herdi Purwanto. Seorang disabiltas tuna daksa. Tak mampu berjalan. Hingga usianya kini 20 tahun, berkebutuhan khusus, setia di kursi roda.
Musikalisasi puisi yang menghanyutkan. Ekspresi pembacaan yang sepenuh hati, menyergap batin pendengarnya. Dengan nafas terengah dan terbata-bata, tangan dan kaki Herdi meronta seakan mengungkapkan dorongan bathin yang menggelegak. Melawan keterbatasan fisiknya. Tak terasa bulir air menetes hangat dari tiap mata yang menyaksikannya.
Jumat, 1 Oktober 2021, Herdi yang pernah juara 2 cipta dan baca puisi FLS2N tingkat Nasional tahun 2019, tampil memeriahkan acara Bincang Gemilang (BG) yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Sosial Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Sejatinya, BG bukanlah panggung kesenian. BG adalah panggung dialog yang digagas Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) untuk sosialisasi program pembangunan di NTB. Forum ini polanya two way traffic communication, sekaligus menyerap aspirasi rakyat tentang kualitas layanan publik yang diberikan oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTB.
Hadir sebagai guest star biasanya adalah Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE, MSc., dan Ummi Rohmi sapaan akrab Wakil Gubernur NTB – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah MPd. Nara sumber bergilir kadang Sekda atau pejabat yang kompeten, Kepala OPD dan juga mitra strategis OPD terkait.
Topik BG edisi awal oktober 2021 itu adalah Penanganan Masalah Sosial di NTB. Karenanya relevan Kadis Sosial, Bung Akhsanul Khalik (AKA) menampilkan Herdi, juga Ervin seorang tuna netra sebagai penyanyi pembuka acara yang mengaduk-aduk emosi peserta yang menghadiri BG secara offline maupun online.
Herdi, Ervin dan lebih dari 28.650 penyandang disabilitas tersebar di seluruh NTB. Terbesar di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 7.500 an orang. Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara masing-masing sekitar 3.500 an orang. Yang lainnya dalam jumlah yang lebih kecil.
Ada berbagai jenis penyandang disabilitas yang dialami baik yang bersifat fisik, mental, fisik dan mental, tuna grahita, tuna rungu, tuna netra, autis, tuna daksa dan lain sebagainya.
Dinas sosial melalui panti maupun non panti memberikan perhatian melakukan rehabilitasi sosial dengan dana bersumber dari APBN, APBD, bantuan CSR, Baznas dan sumber pembiayaan lain yang sah. BG menjadi menarik karena berbagai aduan masyarakat mengemuka dan mendapatkan respon yang memadai.
Masalah sosial yang terjadi di NTB berkembang sedemikian kompleks. Terlebih di era pandemi Covid-19 yang memukul sendi-sendi perekonomian masyarakat. Muaranya, terjadi PHK, angka pengangguran bertambah, angka kemiskinan bertambah, permasalahan sosialpun meningkat.
Pemerintah melalui program keluarga harapan (PKH) antara lain senantiasa berupaya mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan tarap hidup masyarakatnya melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial yang lebih baik. Berupaya mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan. Berupaya menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat.
Berdasarkan catatan BPS, pada Maret 2021 jumlah penduduk miskin di NTB sebanyak 14,14% menurun 0,09% dari kondisi bulan September 2020 sebesar 14,23%. Sebelumnya pada bulan Maret 2020, jumlah penduduk miskin di NTB sebesar 13,97%. Year on Year (YoY) periode Maret 2020 dengan periode Maret 2021 terjadi peningkatan angka kemiskinan 0,17%.
Pandemi Covid-19 membuat jumlah penduduk miskin di Indonesia naik signifikan. Meski terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin, jika dibandingkan dengan 34 propinsi di Indonesia, NTB berada di urutan 9 dari 10 besar propinsi yang mampu menahan laju pertambahan kemiskinan dengan baik.
Penanganan kemiskinan dengan basis data yang lebih berkualitas, efektifitas pemberian bantuan sosial dengan DTKS yang lebih baik, adanya program JPS Gemilang dengan pemberdayaan UMKM menjadi hal yang boleh jadi sebagai penetrasi pertambahan laju kemiskinan.
Berbagai jenis bantuan sosial telah diberikan pemerintah kepada masyarakat seperti : Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Rehabilitasi Sosial Lansia, BST Lansia, BST Dana Desa, JPS Gemilang, JPS Kabupaten/Kota, JPS Gotong Royong Pemprop NTB dan sebagainya.
Dalam penyaluran berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat, masih menghadapi berbagai tantangan. Tidak semua penerima bansos memiliki NIK Elektronik sehingga saat pemadanan NIK tidak terekam. Masih adanya penerimaan bansos ganda. Belum adanya kesadaran dari keluarga miskin untuk melaporkan perbaikan KTP Elektronik serta adanya oknum yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari program bansos.
Oleh karenanya terhadap masyarakat yang merasa dirugikan hak nya untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah atau mengetahui modus operandi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mempermainkan bantuan sosial dengan tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu, tidak tepat jumlah dan sebagainya dapat menyampaikan aduan dan laporan melalui media sosial facebook, instagram maupun email kedinasan baik melalui aplikasi NTB Care yang dapat diunduh melalui play store dan berbagai laman lainnya yang tersedia.
Membahas permasalahan sosial, semakin di kupas semakin banyak permasalahan yang akan terkuak yang menyisakan keprihatinan.
Ibarat mengupas bawang merah, semakin dikupas kulitnya tanpa sadar akan menimbulkan percikan air yang bisa memerihkan mata. Keperihan karena keterbatasan kemampuan untuk segera mengatasi berbagai masalah yang ada. Seperti perihnya Herdi yang memberontak atas keterbatasannya melalui sebuah puisi.***