Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

Kegiatan workshop penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas diperlukan warga Desa Sambi Elen, setelah ada pendampingan dari Paluma dan UNDP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan workshop penyampaian hasil implementasi program Local Economic Development (LED), kolaborasi kelompok dan masyarakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH, di Aula Bupati, Rabu (06/10/21).

Bupati membuka woekshop penyampaian hasil pendampingan
Bupati H Djohan Sjamsu

Hadir pula Para Staf Ahli Bupati, Perwakilan PALUMA Yogyakarta, Perwakilan UNDP,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Sambik Elen Muhammad Katur serta undangan lainnya.

Menurut Bupati Djohan, acara workshop penting bagi masyarakat utamanya yang berada di Sambik Elen. Khususnya dalam penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas  di wilayah paling ujung timur KLU, di bawah binaan UNDP dan Paluma.

“Pemda sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PALUMA dan UNDP  dalam rangka pendampingan dan membina UMKM yang ada di Desa Sambik Elen,” tuturnya.

Pemulihan pasca gempa 2018 meluluh lantahkan seluruh sarana perasarana di KLU  yang hingga kini belum seluruhnya terbangun kembali. Terlebih  pada Tahun 2020, terjadi bencana non alam yakni pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Pelatihan Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kondisi ini memberikan dampak cukup signifikan bagi proses pembangunan di daerah.

Pandemi juga berdampak pada UMKM dan perekonomian daerah  mengalami keterpurukan, hanya yang masih bertahan sektor pertanian.

“Harapan saya untuk masyarakat yang ada di Desa Sambik Elen, program  pendampingan yang dilakukan oleh Paluma dan lainnya tidak berhenti, dan bisa berkelanjutan,” harapnya.

Pemda mendukung sepenuhnya program yang bertujuan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali berusaha dan berikhtiar membangun ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarga serta lainya.

Menurut bupati, potensi Desa Wisata di KLU  sangat bagus, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan ke depan produk UMKM bisa dipasarkan.

Kepala Desa Sambik Elen, Muhammad Katur dalam laporannya menyampaikan, kehadiran PALUMA selama dua tahun mampu memperlihatkan dampak positif bagi masyarakat Sambik Elen.

“Berkat pendampingan dari Paluma dan UNDP, banyak hal yang masyarakat kembangkan mulai dari pembinaan UMKM, SDM, sumber daya alam serta lainnya yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami,”ungakpya.

Semua UMKM Desa Sambik Elen mengikuti workshop, dan ke depa kita memerlukan sistem pengelolaan pembangunan  yang baik khususnya di desa.

Peran pemda di dalamnya sangat penting, karena  pendampingan dari PALUMA, di Desa Sambik Elen telah melahirkan setidak ada 6 Perdes yang bertujuan untuk mendukung kegiatan serta pelaksanaan programnya.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

“Terimakasih kepada Paluma dan UNDP serta lainya, yang selama ini melakukan pendampingan pada masyarakat kami,” kata Muhammad Katur.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan peninjauan stand Pameran UMKM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

@ng

 




Puisi Keterbatasan: Herdi, Ervin dan Kita

Membaca puisi Herdi seperti membahas permasalahan sosial, semakin dikupas semakin banyak permasalahan yang akan terkuak yang menyisakan keprihatinan

Membaca puisi Herdi
Oleh: Lalu Gita Ariadi, Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~

Malam kian gelap gulita
Rembulan pun berselimut awan
Tiba-tiba hujan turun begitu deras
Merenung, mendengarkan
Dalam fisik tiada kesempurnaan

Keterbatasan ini tidak akan

Membuat semangatku hancur
Dan tidak akan menghalangiku
Dalam menggapai cita-cita

Memang…..
Mereka memandang aku
mahluk rendah
Mahluk yang hanya
Bisa menyusahkan orang lain
Terutama ibu dan keluargaku

Aku yakin, tapi, aku yakin
Tuhan tidak tidur
Tuhan melihatku dengan elok
Dan aku yakin akan rencananya
Karena hati kunci keutamaan

Dibalik segala keterbatasan
Terselip kelebihan
Yang Tuhan berikan
Ketika kaki tak mampu berjalan
Namun hati mampu lahirkan puisi

Untuk dimanapun teman berada
Tetap semangat dan terus berkarya
Untuk meraih masa depan
Demi wujudkan NTB gemilang

***

PUISI di atas adalah puisi yang ditulis Herdi Purwanto. Yang dibacakan sendiri oleh Herdi Purwanto. Seorang disabiltas tuna daksa. Tak mampu berjalan. Hingga usianya kini 20 tahun, berkebutuhan khusus, setia di kursi roda.

Musikalisasi puisi yang menghanyutkan. Ekspresi pembacaan yang sepenuh hati, menyergap batin pendengarnya. Dengan nafas terengah dan terbata-bata, tangan dan kaki Herdi meronta seakan mengungkapkan dorongan bathin yang menggelegak. Melawan keterbatasan fisiknya. Tak terasa bulir air menetes hangat dari tiap mata yang menyaksikannya.

Jumat, 1 Oktober 2021, Herdi yang pernah juara 2 cipta dan baca puisi FLS2N tingkat Nasional tahun 2019, tampil memeriahkan acara Bincang Gemilang (BG) yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Sosial Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Sejatinya, BG bukanlah panggung kesenian. BG adalah panggung dialog yang digagas Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) untuk sosialisasi program pembangunan di NTB. Forum ini polanya two way traffic communication, sekaligus menyerap aspirasi rakyat tentang kualitas layanan publik yang diberikan oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTB.

Hadir sebagai guest star biasanya adalah Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB – Dr. H. Zulkieflimansyah SE, MSc., dan Ummi Rohmi sapaan akrab Wakil Gubernur NTB – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah MPd. Nara sumber bergilir kadang Sekda atau pejabat yang kompeten, Kepala OPD dan juga mitra strategis OPD terkait.

Topik BG edisi awal oktober 2021 itu adalah Penanganan Masalah Sosial di NTB. Karenanya relevan Kadis Sosial, Bung Akhsanul Khalik (AKA) menampilkan Herdi, juga Ervin seorang tuna netra sebagai penyanyi pembuka acara yang mengaduk-aduk emosi peserta yang menghadiri BG secara offline maupun online.

Herdi, Ervin dan lebih dari 28.650 penyandang disabilitas tersebar di seluruh NTB. Terbesar di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 7.500 an orang. Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara masing-masing sekitar 3.500 an orang. Yang lainnya dalam jumlah yang lebih kecil.

Ada berbagai jenis penyandang disabilitas yang dialami baik yang bersifat fisik, mental, fisik dan mental, tuna grahita, tuna rungu, tuna netra, autis, tuna daksa dan lain sebagainya.

Dinas sosial melalui panti maupun non panti memberikan perhatian melakukan rehabilitasi sosial dengan dana bersumber dari APBN, APBD, bantuan CSR, Baznas dan sumber pembiayaan lain yang sah. BG menjadi menarik karena berbagai aduan masyarakat mengemuka dan mendapatkan respon yang memadai.

Masalah sosial yang terjadi di NTB berkembang sedemikian kompleks. Terlebih di era pandemi Covid-19 yang memukul sendi-sendi perekonomian masyarakat. Muaranya, terjadi PHK, angka pengangguran bertambah, angka kemiskinan bertambah, permasalahan sosialpun meningkat.

Pemerintah melalui program keluarga harapan (PKH) antara lain senantiasa berupaya mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan tarap hidup masyarakatnya melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial yang lebih baik. Berupaya mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan. Berupaya menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat.

Berdasarkan catatan BPS, pada Maret 2021 jumlah penduduk miskin di NTB sebanyak 14,14% menurun 0,09% dari kondisi bulan September 2020 sebesar 14,23%. Sebelumnya pada bulan Maret 2020, jumlah penduduk miskin di NTB sebesar 13,97%. Year on Year (YoY) periode Maret 2020 dengan periode Maret 2021 terjadi peningkatan angka kemiskinan 0,17%.

Pandemi Covid-19 membuat jumlah penduduk miskin di Indonesia naik signifikan. Meski terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin, jika dibandingkan dengan 34 propinsi di Indonesia, NTB berada di urutan 9 dari 10 besar propinsi yang mampu menahan laju pertambahan kemiskinan dengan baik.

Penanganan kemiskinan dengan basis data yang lebih berkualitas, efektifitas pemberian bantuan sosial dengan DTKS yang lebih baik, adanya program JPS Gemilang dengan pemberdayaan UMKM menjadi hal yang boleh jadi sebagai penetrasi pertambahan laju kemiskinan.

Berbagai jenis bantuan sosial telah diberikan pemerintah kepada masyarakat seperti : Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Rehabilitasi Sosial Lansia, BST Lansia, BST Dana Desa, JPS Gemilang, JPS Kabupaten/Kota, JPS Gotong Royong Pemprop NTB dan sebagainya.

Dalam penyaluran berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat, masih menghadapi berbagai tantangan. Tidak semua penerima bansos memiliki NIK Elektronik sehingga saat pemadanan NIK tidak terekam. Masih adanya penerimaan bansos ganda. Belum adanya kesadaran dari keluarga miskin untuk melaporkan perbaikan KTP Elektronik serta adanya oknum yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari program bansos.

Oleh karenanya terhadap masyarakat yang merasa dirugikan hak nya untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah atau mengetahui modus operandi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mempermainkan bantuan sosial dengan tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu, tidak tepat jumlah dan sebagainya dapat menyampaikan aduan dan laporan melalui media sosial facebook, instagram maupun email kedinasan baik melalui aplikasi NTB Care yang dapat diunduh melalui play store dan berbagai laman lainnya yang tersedia.

Membahas permasalahan sosial, semakin di kupas semakin banyak permasalahan yang akan terkuak yang menyisakan keprihatinan.

Ibarat mengupas bawang merah, semakin dikupas kulitnya tanpa sadar akan menimbulkan percikan air yang bisa memerihkan mata. Keperihan karena keterbatasan kemampuan untuk segera mengatasi berbagai masalah yang ada. Seperti perihnya Herdi yang memberontak atas keterbatasannya melalui sebuah puisi.***




Dinas Sosial KLU Tempel Stiker di Rumah Penerima PKH

Setelah melakukan penempelan stiker di rumah warga penerima PKH, pihak Dinas Sosial juga melakukan kunjungan di rumah penderita tumor ganas

KAYANGAN.lombokjournal.com ~ Penempelan stiker secara simbolis pada rumah warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Senin (04/10/20).

Dinas Sosial bantu penderita tumor
Kujungan ke psien tumor

Kepala Dinas Sosial KLU, Fathurrahman S.T saat melakukan penempelan stiker itu didampingi Kepala Kecamatan Kayangan, Siti Rukaiyah, Nisanim, S,IP, Kepala bidang Rehabilitasi sosial, Korkap PKH, Raden zulkarnaen, S.Pdi.

Penempelan stiker di rumah warga penerima PKH itu kemudian akan dilanjutkan oleh pendamping di setiap desa.

BACA JUGA; Kampanye Negatif Tentang Rokok, Rugikan Petani Tembakau

“Penempelan stiker secara simbolis kita lakukan hari ini dengan ibu Camat kayangan, kemudian nanti akan dilanjutkan oleh teman-teman pendamping ke desa yang lain, karena masing-masing desa ada pendampingnya,” kata Fathurrahman.

Agenda Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara selanjutya mengunjungi rumah pasien penderita tumor ganas yang ada di desa Santong.

Pasien tersebut telah menjalankan operasi dengan lancar dan saat ini dalam proses pemulihan. Pasca operasi pasien, kontroling tetap dilakukan oleh pihak kesehatan guna membantu pemulihan pasien yang saat ini sudah kembali di kediamannya.

Pihak Dinas Sosial melalukan kunjungannya yang kedua guna memberikan bantuan sembako, makanan siap saji dan perlengkapan tempat tidur untuk pasien.

“Pada kunjungan pertama, kami membujuk pasien untuk mau mengikuti prosedur kesehatan guna mengobati penyakitnya, dan alhamdulillah pada kunjungan kedua ini kami bisa mengantarkan beberapa kebutuhan untuk membantu masa pemulihan pasien.” jelas Fathurrahman.

Pasien penderita tumor ganas merupakan salah satu warga yang berdomisili di Desa Santong. Pasien tersebut telah mendapatkan penanganan dari RSUD Tanjung, dengan bantuan pendanaan dari Dinas Sosial dan santunan dari berbagai pihak yang telah melakukan penggalangan dana, yang langsung didonasikan sebagai biaya pengobatan pasien.

BACA JUGA: Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OHT

Saat menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan tempat tidur, Fathurrahman menghimbau, agar pihak keluarga bisa konsisten melakukan kontroling pasien ke tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat.

“Kontrol pada masa pemulihan sangat perlu diperhatikan agar pasien dapat segera sehat seperti biasa,” ujar Fathurrahan.

Ha




Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OPT  

Pemasyarakatan dan pengolahan PHT melalui SLPHT yang benar akan mempengaruhi atau mengurangi pertumbuhan OPT

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada dasarnya memanipulasi agroekosistem sedemikian rupa, sehingga tidak cocok untuk perkembangan OPT dan mendorong faktor lain yang menghambat perkembangannya.

Makin luas hamparan atau kawasan pertanaman yang dikelola secara benar, kondisi agroekosistem akan makin stabil. Dan makin luas hamparan yang pengolahan PHTnya benar, maka makin tampak atau terasa pengaruhnya terhadap pertumbuhan OPT.

Pengolahan PHT akan mengurangi pertubumhan OPT Pemasyarakatan pengolahan PHT akan kurangi peningkatan OPT

Hal ini disampaikan Kepala UPTD Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Lombok Utara, Sawaludin, S.sos di depan sejumlah 25 anggota petani tembakau “Makmur Jaya ” Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Senin (04/10/21).

Pemasyarakatan pengendalian hama terpadu (PHT) melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT), biasanya lebih ditekankan pada pemahaman petani tentang PHT dan pengaruhnya pada skala kecil dan bukan pada skala luas, sehingga dampak ekonomi dan ekologinya kurang menonjol.

BACA JUGA: Bupati Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah, Pemenang 

Sehubungan dengan itu, maka perlu dilaksanakan SLPHT skala luas, pada daerah endemik OPT serta sudah pernah dilaksanakan kegiatan SLPHT atau yang serupa.

Kabid Pertanian, perkebunan dan Holtikultura, Abdul Gafur, SP menambahkan, tujuan dari pelaksanaan SLPHT ini adalah, meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, meningkatkan kemauan petani dalam mengendalikan hama secara kelompok, disamping menambah ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.

Manfaatnya untuk peningkatan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, dan petani mau untuk mengendalikan hama secara kelompok, disamping peningkatnya ketrampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.

Penyuluhan yang sedang berlangsung saat ini dilakukan di empat (4) Kecamatan, yaitu Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga dan Kecamatan Pamenang.

Masyarakat tani Kecamatan Bayan masih memiliki beberapa budaya yang masih dilakukan hingga saat ini.

Budaya tersebut seperti gotong royong yang melibatkan petani igu sensiri dan tokoh adat dengan pola kepemimpinan yang masih sangat menghormati pemimpin mereka baik pemimpin secara formal maupun non formal.

Namun demikian, keadaan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara masih sangat mudah untuk menerima kehadiran orang luar. Kemauan untuk menerima sesuatu yang baru pun sangat baik.

Bahkan mereka sangat respek terhadap teknologi pertanian yang baru. Setiap ada teknologi pertanian baru banyak petani yang menginginkan untuk mencoba.

Menurut Gafur,  kemampuan penyuluh dalam menyampaikan materi ini adalah penyuluh telah memahami SLPHT sacara umum.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di Lombok Utara Dipasangi Stiker

Dalam menyampaikan materi kepada semua peserta menggunakan bahasa yang sederhana, lugas dan tidak kaku sehingga mampu menarik minat serta membuka peluang terjadinya dialog.

Materi yang ada tidak semuanya diberikan dengan cara kuliah, namun lebih pada menjelaskan secara langsung pada saat berada di lapang, ungkapnya.

@ng




Wabup Danny Jadi Irup Apel Hari Kesaktian Pancasila

Apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan Inspektur Upacara Wabup Danny Karter, merupakan penghormatan para Pahlawan Revolusi yang telah gugur

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021 lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (01/10/21).

Bertindak sebagai Inspektur upacara, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng dengan pemimpin upacara Kapten (Inf) Ahmad Baidawi.

Wabup Danny Karter Jadi Irup Kesaktian Pancasila
Wabup Danny Karter

Hadir pula dalam dalam upacara Ketua DPRD KLU Nasrudin SHi, para anggota Forkopimda KLU, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda KLU, Kepala OPD, para ASN di antero KLU,

Seperti diketahui,  peringatan Hari Kesaktian Pancasila dimaksudkan untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa.

Melalui peringatan ini pula masyarakat diharapkan mampu menjadikannya sebagai cermin dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA: Bupati Djohan Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah, Pemenang

Selain itu, hari kesaktian Pancasila juga dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap para Pahlawan Revolusi yang telah gugur.

Upacara berlangsung hikmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA; Musda Asdeksi NTB, Sekretaris DPRD Kabupaten Satukan Persepsi

Selepas upacara, Bupati dan Wakil Bupati serta unsur Forkopimda melanjutkan Upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila secara Virtual Zoom dengan Inspektur upacara Presiden Republik Indonesia.

@ng




Dana TPP untuk ASN Masih Terkendala Kebijakan di Kemendagri

Realisasi dana Tambahan Penghasilan Pegawai ata Dana TPP para ASN di Kabupaten Lombok Utara diharapkan pada minggu-minggu ini

KLU.lombokjournal.com ~ Kepala BKAD KLU Sahabuddin menjelaskan, terkait penundaan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Seperti diketahui terhitung sejak Juli 2021, yang mestinya sudah terealisasi pada bulan Juli, namun hingga tiga bulan kemudian belum juga cair.

Keterlambatan itu sempat menjadi pertanyaan di kalangan ASN di Lombok Utara, sebab pada masa pandemi Covid-19 tambahan penghasilan tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan tak terduga.

Namun keterlambatan realisasi DanaTPP itu tentu bukan daerah yang menjadi kendalanya. Sama sekali tidak disebabkan kendala tehnis administratif di daerah.

BACA JUGA: Rumah Penerima PKH di KLU Ditempeli Stiker

Ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/09/21), Sahabuddin menyampaikan penjelasan, keterlambatan ini karena memang banyak hal yang belum tuntas di Pusat, khususnya kendala terkait kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kemendagri, tiap semester mengadakan review, itu yang belum selesai dari kemarin-kemarin, sehingga kita tidak bisa menerima dana TPP dari pusat,” jelas Sahabuddin pada wartawan.

Tapi bisa dipastikan ketelambatan itu tidak terus berlarut-larut, sebab kini review tersebut kabarnya telah selesai dilakukan Kemendagri.

Kalau yang berkaitan dengan review itu selesai, termasuk teknis administratiF lainnya, dalam waktu dekat ini dana TPP untuk para ASN di KLU segera terealisasi.

Menurut Sahabuddin, dalam waktu dekat dana TPP segera cair.

“tinggal menunggu surat dari Kemendagri saja, jika suratnya sudah sampai maka saya akan langsung hubungi semua OPD,” jelasnya.

Kalau surat dari Kemendagri itu bisa diterima pada minggu ini, sehingga para ASN di KLU dapat menerima TPP pada Senin depan (4/10/2021).

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Kabupaten Lombok Utara

“Perkiraan saya, minggu ini semoga surat itu sudah kita terima, sehingga Senin depan kawan-kawan sudah menerima TPP itu,” pungkasnya. ***

Ist




Bupati Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah, Pemenang

Meski baru pertama mengunjungi Masjid Husnul Khotimah, saat Safari Jum’at Bupati Djohan Sjamsu menyerahkan bantuan pembangunan masjid yang diterima ta’mir masjid

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH melakukan Safari Jum’at di Masjid Husnul Khotimah Dusun Bentek Desa Menggala Kecamatan Pemenang, Jum’at (01/10/21).

Bupati serahkan bantuan pembangunan masjid

Turut mendampingi dalam safari itu, antara lain Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs H Raden Nurjati,Plt. Kaban Kesbangpol KLU Muldani, Kabag Kesra Alwi Agusto MPd, Camat Pemenang, Datu Aryanata Bayuaji SIP, Pjs Kades Menggala Suburudin SAg.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Seluruh Lombok Utara

Usai Sholat Jum’at berjamaah dengan khatib Ustadz Zajri, Bupati Djohan menyampaikan bahwa sejak menjabat sebagai Kepala Daerah, baru hari jum’at ini bersilaturahmi dengan jama’ah disini.

“Saya menjadi Kepala Daerah sudah beberapa bulan, namun belum begitu banyak bisa dilakukan dalam membangun. Karena  anggaran saat ini lebih difokuskan untuk pemulihan pacsa bencana Gempa 2018 silam dan penanganan Covid 19,” ungkapnya.

Saat ini kewajiban semua pihak adalah membangun kembali daerah pasca bencana gempa. Sebab masih banyak RTG belum terbangun. Kemudian ditambah Pandemi covid 19 yang masih melanda hingga kini.

BACA JUGA: Kampanye Baca Gawai, Sadar Liteasi Saat Bahan Bacaan Minim

Bencana itu mengakibatkan laju pembangunan terhambat, namun bupati minta masyarakat tetap optimis menuju KLU ke depan yang lebih baik.

Bupati Djohan juga berpesan untuk kompak bersatu membangun daerah. Pembangunan tidak mungkin dilaksanakan bupati sendirian, tanpa adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat, untuk memelihara ketertiban dan keamanan.

“Polong rentenku (saudara-saudaraku) semuanya, mari bersabar menghadapi persoalan bencana ini. Kita terus berupaya, bagaimana caranya kita mendorong laju pembangunan daerah,” imbuhnya.

Terkait dengan dana pembangunan masjid, Pemda terus berupaya bagaimana Pasiltas ibadah ini bisa terbangun. Pada kesempatan itu Bupati Djohan menyerahkan bantuan dana yang dari APBD KLU.

Bupati Djohan menyerahkan bantuan masjid yang diterima ta’mir masjid setempat.

@ng




Karang Taruna Kecamatan Kayangan, KLU Memilih Ketua Baru

Ketua Karang Taruna terpiLih mengemban tugas baru, selain menggalang sinergi dengan pemuda setempat, juga diminta memahami permasalahan sosial yang ada di wilayahnya

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Acara “Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Kayangan” diselenggarakan pihak Pemerintah Kecamatan Kayangan, Lombok Utara bersama pihak Karang Taruna di wilayah itu, untuk pembentukan pengurus baru Karang Taruna Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (30/09/21).

Karang Taruna Kecamatan memilih Ketua Baru
Sinarto (kiri) bersama Sekcam Kayangan

Pengurus Karang Taruna Kecamatan perlu segera dibentuk demi meningkatkan geliat para pemuda yang terjaring sebagai pengurus maupun warga Karang Taruna, agar lebih semangat melakukan kegiatan sosial.

Hadir dalam agenda itu, Sinarto selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara, Yartip, A.Md.Kep selaku Sekretaris Kecamatan Kayangan dan perwakilan tokoh Karang Taruna dari seluruh desa di Kecamatan Kayangan.

BACA JUGA: Rumah Penerima Bantuan PKH di KLU Dipasangi Stiker

Sekretaris Kecamatan Kayangan menyampaikan, peran Karang Taruna harus lebih ditingkatkan terutama pada bidang sosial, demi meningkatkan masyarakat yang lebih produktif di Kecamatan Kayangan.

“Setiap permasalahan sosial yang ada di Kecamatan Kayangan ini sangat perlu perhatian dari kita semua, teman-teman yang ada di kepengurusan Karang Taruna perlu menjalin sinergi dengan semua unsur kepemudaan dan kemasyarakatan, demi meningkatkan semangat gotong royong kita khususnya dalam bidang sosial.” ungkap Yartip.

Sinarto selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara menegaskan,  setiap agenda dari Karang Taruna khususnya pada tingkat desa, haruslah mendapat perhatian lebih dari setiap Pemerintah Desa.

Kegiatan-kegiatan sosial dan pemberdayaan akan sangat membantu setiap tugas dari pemerintah dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang ada di setiap desa, kecamatan dan Kabupaten Lombok Utara secara umum.

Karang Taruna juga dihimbau agar senantiasa menjalin sinergi yang baik dengan seluruh organisasi kepemudaan yang ada di desa masing-masing. Karena sejatinya Karang Taruna adalah wadah setiap organisasi kepemudaan yang ada di tingkat desa  sesuai dengan permensos no.25 tahun 2019.

“Karang taruna merupakan mitra desa dalam rangka mengembangkan potensi-potensi yang ada dimasing-masing desa, dan negara menitipkan anggaran untuk karang taruna melalui dana desa. Tinggal bagaimana Karang Taruna bisa menjalin sinergi dengan simpul-simpul kepemudaan atau kemasyarakatan dalam melaksanakan agendanya.” ungkap Sinarto.

Sinarto juga memberikan arahan terkait prosedur Pemilihan Ketua Karang Taruna Kecamatan yang pada kesempatan tersebut harus bisa menyesuaikan dengan aturan protokol kesehatan.

Sehingga dibentuk tim formatur dengan perwakilan dari Karang Taruna setiap desa di Kecamatan Kayangan, dan juga para tokoh masyarakat.

BACA JUGA: Dinas DKPP KLU Seleggarakan SLPHT Tindak Lanjut

Melalui musyawarah dan diskusi seluruh perwakilan tokoh Karang Taruna dan tokoh masyarakat, akhirnya Ketua Karang Taruna Kecamatan Kayangan terpilih dari salah satu perwakilan tokoh Karang Taruna, yaitu Fikhan Ghazali, S. Pd.

Fikhan panggian akrabnya, yang berdomisili di Desa Santong dan diberikan hak untuk menyusun kepengurusan bersama dengan tim formatur.

Han




Rumah Penerima PKH di KLU Dipasangi Stiker

Di tiap rumah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dipasangi stiker menandai bahwa keluarga tersebut sebagai penerima manfaat

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melakukan pemasangan stiker atau labelisasi bagi rumah warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Utara.

Bupati usang pasang stiker di rumah warga penerima manfaat PKH

Pemasangan stiker secara simbolis itu diawali dari Dusun Gubuk Baru, Desa Tanjung, Kecamaan Tanjung, hari Kamis  (30/09/21).

BACA JUGA: Panen Jagung Nusatara Merata di Lombok Utara

Turut mendampingi bupati dalam pemasangan stiker itu, antara lain Plt. Kadis Sosial PPPA Faturrahman SST,Plt. Kadis Kesehatan dr.H Abdul Kadir, Pendamping PKH KLU, Kepala Desa Tanjung, Budiawan SH.

Dalam kegiatan itu, Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan, pemasangan stiker  merupakan tanda bahwa warga adalah keluarga penerima manfaat PKH di Lombok Utara.

“Khususnya di KLU penerima dana PKH sendiri berjumlah 21.169 KPM,” tuturnya.

Bantuan PKH tidak selamanya diberikan pemerintah kepada masyarakat. Bantuan itu pada saatnya  akan berakhir.

Karenanya masyarakat memanfaatkan dana yang diberikan dengan sebaik mungkin untuk keberlangsungan kehidupan keluarga.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Ajang MotoGP, Ini Komentar Marquez dan Rossi

“Ke depan, akan ditinjau kembali jika selama menerima bantuan PKH kehidupan sudah mengalami perubahan ke lebih baik. Maka bantuan selanjutya akan diberikan pada yang lebih membutuhkan,” jelas Bupati Djohan.

@ng




Pemda dan BNPB Serahkan Bantuan Pendampingan Pascabencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyerahkan bantuan barang pada Pengelola Museum Desa Genggelang, dan Pemda diharapkan bisa meneruskan upaya pemulihan sosial

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Daerah Lombok Utara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan stimulan berupa barang kepada Kelompok Pengelola Museum Desa Genggalang, bertempat di Aula Kantor Camat Gangga, Rabu (29/09/21).

Pemda KLU akan teruskan pemulihan sosial

Kegiatan dihadiri Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH didampingi Kasubdit Peningkatan dan Pemulihan Sosial Direktorat PPSE dan SDA BNPB Tri Hartatiningsih, SE, M.Si, Pendamping Sosial Universitas Mataram Dr. Moh. Taqiuddin, S.Pt, M.Si, Sekcam Gangga Ni Nyoman Kartini dan para undangan lainnya.

BACA JUGA: Panen Jagung Nusantara Merata di Lombok Utara

Stimulan barang yang diserahkan di antaranya 2 buah tempat tombak dan 3 buah karpet bludru. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati kepada penerima manfaat.

Dalam sambutannya Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan terima kasih kepada BNPB dan Unram, telah memberikan bantuan kepada Kelompok Museum Desa Genggalang.

“Saya berharap kepada Kelompok Museum Desa Genggalang untuk memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan yang telah diberikan oleh BNPB. Ke depan bila dirasa perlu Pemda akan memberikan pembinaan kepada kelompok museum ini,” harapnya.

Dikatakan lebih lanjut, gempa bumi yang menimpa Lombok Utara memang sudah berlalu, tapi dampak bencana alam tersebut masih terasa hingga sekarang.

Terlebih lagi, ungkap bupati, masih banyak pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang belum terealisasi hingga kini.

“Memang, gempa bumi itu terjadi 3 tahun lalu, tapi dampaknya masih sangat kita rasakan sampai hari ini,” tutur bupati.

Sementara itu, Kasubdit Peningkatan dan Pemulihan Sosial BNPB, Tri Hartatiningsih, SE, M.Si, menuturkan, kegiatan itu menitikberatkan pada sektor pendampingan sosial terutama bagi masyarakat pedampak gempa tahun 2018.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Ajang MotoGP, Ini Komentar Marques dan Rossi

“Kegiatan ini adalah kegiatan sektor sosial, meliputi Pranata Adat, Pengelola Museum, PAUD serta Karang Taruna. Melalui sub-sub ini diharapkan bisa membangkitan kehidupan sosial saudara-saudara kita yang terdampak gempa tahun 2018,” katanya.

Menurutnya, BNPB hanya memberikan bantuan stimulan sembari mengharapkan Pemerintah Daerah bisa meneruskan upaya pemulihan sektor kehidupan masyarakat, sehingga kegiatan serupa bisa berkesinambungan serta membangkitkan kehidupan sosial masyarakat setempat.

@ng