Toleransi Diperkuat pada Perayaan Idul Fitri-Nyepi 2026

Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menghadirkan contoh nyata toleransi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu yang berdekatan dengan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri umat Islam,menjadi tantangan dalam perkuat toleransi umat beragama.

NTB sejak lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi
Gubernur NTB, mIQ iQBAL

Mengingat kedekatan waktu perayaan keagamaan itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) , Lalu Muhamad Iqbal melakukan rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Tinjau Pergerakana penumpang di BIAM

Selain itu juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (16/03/26).

Rakor tersebut digelar untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman, tertib, dan tetap mencerminkan upaya perkuat toleransi masyarakat NTB.

Gubernur Iqbal menegaskan, secara umum situasi keamanan dan kerukunan masyarakat di NTB dalam kondisi kondusif. Meski demikian tetap perlu dilakukan langkah antisipatif karena dinamika yang terjadi di daerah lain dapat mempengaruhi psikologi masyarakat.

“NTB sejak lama dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Kita ingin memastikan bahwa perayaan dua hari besar keagamaan ini justru menjadi momentum untuk menunjukkan wajah kerukunan dan kebersamaan masyarakat NTB,” ujar Gubernur.

Menurutnya, pengamanan dan pengelolaan kegiatan keagamaan tersebut merupakan tanggung jawab seluruh pihak, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, maupun masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menghadirkan contoh nyata toleransi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Salah satu contoh yang disepakati adalah penghentian sementara musik atau sound system pawai ogoh-ogoh ketika waktu adzan tiba. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada umat Islam yang sedang menunaikan ibadah.

BACA JUGA : Pelabuhan Lembar : Arus Kedatangan Meningkat 20 persen 

Sebaliknya, ketika kegiatan pawai takbiran melintasi kawasan permukiman umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian, peserta takbiran juga diimbau tidak menggunakan pengeras suara berlebihan.

“Kita ingin toleransi itu tidak hanya menjadi slogan, tetapi terlihat nyata dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Timeline Perayaan Keagamaan

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan timeline pelaksanaan kegiatan keagamaan, yaitu:

  • 18 Maret: Pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi
  • 19 Maret: Hari Raya Nyepi (Catur Brata Penyepian)
  • 19 atau 20 Maret malam: Pawai takbiran menjelang Idul Fitri
  • 20 Maret: Idul Fitri bagi warga Muhammadiyah, dan
  • 21 Maret: Kemungkinan  Idul Fitri Fitri sesuai hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

Karena sebagian wilayah di NTB belum terbiasa dengan tradisi ogoh-ogoh, terutama di beberapa kawasan di Pulau Sumbawa, Gubernur meminta agar dilakukan sosialisasi dan pengamanan yang lebih intensif.

Dalam rapat tersebut, unsur Forkopimda juga menyoroti munculnya sejumlah narasi di media sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kabinda NTB mengingatkan bahwa sejumlah narasi yang berkembang di media sosial terkait dinamika perayaan keagamaan di daerah lain berpotensi memicu sentimen negatif jika tidak disikapi secara bijak.

Karena itu, Gubernur Miq Iqbal menekankan pentingnya mengimbangi narasi negatif dengan pesan-pesan toleransi dan kebersamaan.

“Saya minta kita semua aktif membangun narasi positif bahwa NTB adalah daerah yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama,” ujar Gubernur Iqbal.

Disiplin pelaksanaan dan pengawasan beberapa kesepakatan penting yang dihasilkan dalam rapat tersebut antara lain,

pelaksanaan kegiatan harus disiplin terhadap waktu sesuai kesepakatan bersama.

Perlu dilakukan sosialisasi luas kepada masyarakat Hindu dan Muslim di seluruh wilayah NTB mengenai kesepahaman bersama dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban, seperti konsumsi minuman keras di ruang publik saat kegiatan ogoh-ogoh, tidak diperkenankan.

BACA JUGA : Angkutan Lebaran di Terminal Mandalika

Penguatan pengawasan dan koordinasi di wilayah yang belum terbiasa dengan kegiatan ogoh-ogoh.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan dan distribusi BBM serta dukungan pasokan listrik selama berlangsungnya rangkaian perayaan keagamaan.

Indeks Kerukunan NTB Tergolong TInggi

Dalam rapat tersebut, FKUB NTB juga memaparkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama di Provinsi NTB yang menunjukkan angka 73,84, masuk kategori tinggi dan menuju sangat tinggi.

seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman, tertib, dan tetap mencerminkan upaya perkuat toleransi masyarakat NTB
Rapat Koordinasi Forkopimda, FKUB DAN gUBERNUR ntb

Rinciannya meliputi : 

  • Indeks toleransi: 87,44 (sangat tinggi)
  • Indeks kesetaraan: 81,19 (tinggi), 
  • Indeks kebersamaan: 52,88 (masih perlu diperkuat).

Data tersebut menunjukkan, secara umum masyarakat NTB memiliki tingkat toleransi yang sangat baik, meskipun masih perlu terus diperkuat dalam aspek kebersamaan sosial.

Gubernur Iqbal juga  meminta agar sejumlah kesepakatan yang telah dibahas segera ditindaklanjuti dalam bentuk surat edaran, dan langkah-langkah koordinatif di tingkat daerah.

Gubernur Iqbal minta agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memperkuat penyebaran pesan-pesan toleransi kepada masyarakat.

“NTB harus menjadi contoh bagaimana masyarakat yang berbeda agama dapat hidup rukun dan saling menghormati. Ini adalah warisan sosial yang harus terus kita jaga,” ujar Gubernur Iqbal. 

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, antara lain Wakapolda NTB, Kabinda NTB, perwakilan Korem 162/WB, Lanal Mataram, Lanud ZAM, Ketua FKUB NTB, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia NTB, Kapolres Mataram, Asisten I Setda Kota Mataram, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

ALiF/he

 

 




Pelabuhan Lembar, Arus Kedatangan Meningkat 20 Persen

Peninjauan Pelabuhan Lembar dilakukan Gubernur NTB sebagai bagian dari pemantauan kesiapan transportasi laut menjelang arus mudik Lebaran 2026.

LOBAR.LombokJournal.com Hasil peninjauan dan laporan dari pengelola pelabuhan, arus penyeberangan yang keluar dari Pulau Lombok saat ini masih relatif normal. Meski demikian, terjadi peningkatan cukup signifikan pada arus kedatangan ke Pulau Lombok.

Hal itu dilaporkan pengelola Pelabuhan Lembar saat Gubernur NTB tinjau kondisi arus penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Ahad (15/03/26).

BACA JUGA :  Angkutan Lebaran di Terminal Mandalika

Peningkatan tersebut tercatat mencapai sekitar 20 persen, baik pada pergerakan barang, kendaraan, maupun penumpang. Lonjakan paling terlihat pada kendaraan roda dua serta kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah. 

Peninjauan Pelabuhan Lembar dilakukan Gubernur NTB sebagai bagian dari pemantauan kesiapan transportasi laut menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Mayoritas arus kedatangan tersebut berasal dari Padangbai, Bali, yang menjadi salah satu jalur utama penyeberangan menuju Lombok.

Arus keberangkatan dari Pelabuhan Lembar, Lombok menuju Bali masih terpantau stabil dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. 

BACA JUGA :  Gubernur NTB Tinjau Pergerakan Penumpang di BIZAM

Diperkirakan lonjakan arus keluar dari Pelabuhan Lembar baru akan terjadi setelah Hari Raya Idulfitri, seiring dimulainya arus balik masyarakat.

Terkait pengaturan lalu lintas penyeberangan, pemerintah akan memberlakukan sistem buka tutup penyeberangan yang menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) serta regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali, khususnya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan keagamaan di Bali.

Berdasarkan pengaturan tersebut, penyeberangan dari Pelabuhan Lembar menuju Bali akan ditutup pada 18 Maret hingga pukul 09.00, kemudian kembali dibuka pada 20 Maret pukul 04.00 dini hari. Sementara itu, dari arah Bali menuju Lombok, penyeberangan akan mulai ditutup pada 19 Maret.

BACA JUGA :  Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan pengaturan arus penyeberangan berjalan tertib, aman, dan lancar selama periode angkutan Lebaran tahun ini. diskominfotikntb




Angkutan Lebaran di Terminal Mandalika

Variasi fasilitas pada layanan angkutan bus membuat harga tiket yang beredar di masyarakat juga menjadi beragam

MATARAM.LombokJourna..com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga meninjau Posko Angkutan Lebaran serta aktivitas keberangkatan penumpang di Terminal Mandalika, Ahad (15/03/26). 

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan angkutan atau transportasi darat serta pengawasan terhadap harga tiket bus menjelang arus mudik Lebaran.

Saat peninjauan itu, Gubernur NTB menjelaskan, terdapat perbedaan persepsi di masyarakat terkait harga tiket bus. 

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Tinjau Pergerakan Penumpang di BIZAM

Hal ini disebabkan oleh perbedaan kelas layanan angkutan  bus yang beroperasi, sementara harga yang diatur pemerintah sebenarnya berlaku untuk kelas ekonomi.

“Tadi kami juga membahas mengenai bus. Memang ada banyak perbedaan persepsi terkait harga tiket. Hal ini karena harga yang diatur sebenarnya berlaku untuk kelas ekonomi, sementara kelas layanan bus memiliki banyak variasi,” ujar Gubernur.

Menurutnya, variasi fasilitas pada layanan angkutan bus membuat harga tiket yang beredar di masyarakat juga menjadi beragam.

BACA JUGA :  Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Meski demikian, Pemerintah Provinsi NTB bersama aparat penegak hukum telah menegaskan kepada seluruh perusahaan bus agar menjual tiket angkutan atau transportasi sesuai dengan ketentuan harga tertinggi yang telah ditetapkan.

Gubernur juga menjelaskan bahwa persoalan yang kerap muncul bukan sepenuhnya disebabkan oleh perusahaan bus, melainkan dari mekanisme pembelian tiket yang dilakukan melalui pihak ketiga.

“Banyak pembeli yang tidak membeli langsung melalui perusahaan bus, tetapi melalui pihak ketiga. Di situlah potensi masalah bisa muncul,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan angkutan penumpang di terminal saat ini cukup ketat sehingga perusahaan bus memiliki risiko besar apabila menjual tiket melebihi ketentuan. 

Namun dalam praktiknya terdapat oknum yang menjual kembali tiket dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan komisi.

Karena itu, praktik tersebut menjadi perhatian serius dan akan ditertibkan agar tidak merugikan masyarakat.

Selain meninjau sistem penjualan tiket, Gubernur juga melihat langsung kondisi fasilitas di Terminal Mandalika. 

Secara umum, fasilitas terminal dinilai sudah cukup baik, namun masih diperlukan optimalisasi fungsi serta penataan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal.

Ke depan, pengaturan area terminal juga akan ditata lebih baik, dengan memisahkan area publik yang dapat diakses masyarakat umum. 

BACA JUGA :  Hilang di Lotin, ABK Kapal Terbalik Ditemukan di Pulau Sumbawa

Dan area khusus bagi penumpang yang telah memiliki tiket, sehingga sistem pelayanan dapat berjalan lebih tertib dan nyaman.

Pemerintah Provinsi NTB berharap melalui berbagai evaluasi yang dilakukan setiap tahun, penyelenggaraan angkutan Lebaran di NTB dapat terus meningkat kualitasnya. 

Sehingga memberikan pelayanan angkutan mudik lebaran yang aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat. diskominfotikntb

 




Gubernur Iqbal Tinjau Pergerakan Penumpang di BIZAM

Gubernur Iqbal  menyampaikan catatan penting terkait aspek keselamatan penerbangan, termasuk mengenai kesehatan kru pesawat

LOTENG.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung trafik keberangkatan penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Ahad (15/03/26). 

Peninjauan itu dilakukan Gubernur Iqbal sebagai bagian dari pemantauan kesiapan transportasi menjelang arus mudik Lebaran.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Iqbal menerima paparan dari manajemen bandara terkait perkembangan jumlah penumpang. 

BACA JUGA : Desa Berdaya untuk Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang pada H-4 Lebaran tercatat lebih tinggi dari prediksi awal.

“Awalnya diperkirakan sekitar 8.000 penumpang pada H-4, namun ternyata sudah mencapai sekitar 9.000 penumpang,” ujar Gubernur Iqbal.

Menurut keterangan General Manager Bandara, angka prediksi tersebut kemungkinan akan direvisi karena terjadi peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. 

Gubernur Iqbal berharap peningkatan pergerakan penumpang ini juga menjadi indikator membaiknya kondisi perekonomian.

BACA JUGA : Wagub NTB Buka Bazar Ramadhan BPR NTB

“Semoga ini juga menjadi tanda bahwa kondisi ekonomi kita semakin membaik, karena tahun lalu pergerakan penumpang memang terasa lebih rendah,” tambahnya.

Puncak arus penumpang diperkirakan akan terjadi pada H-3 menjelang Idulfitri. Adapun rute penerbangan yang paling banyak diminati hingga saat ini adalah tujuan Jakarta dan Surabaya.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, pihak maskapai dan pengelola bandara telah menyiapkan tujuh penerbangan tambahan (extra flight).

Penerbangan internasional

Sementara itu, untuk penerbangan internasional, pergerakannya masih dalam kondisi normal. Kedatangan maupun keberangkatan penumpang dari negara seperti Malaysia dan Singapura masih berada pada angka yang stabil.

Pada periode ini biasanya juga terjadi peningkatan pergerakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke daerah asal menjelang Lebaran. Namun hingga saat ini jumlahnya masih terpantau dalam kondisi normal.

BACA JUGA : Gubernur NTB Dorong Penguatasn Produksi Holtikultura

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal  juga menyampaikan catatan penting terkait aspek keselamatan penerbangan, khususnya mengenai kesehatan kru pesawat. 

Mengingat jadwal penerbangan yang semakin padat menjelang Idulfitri, ia menyarankan agar dilakukan pemeriksaan kesehatan kru pesawat.

Hal ini dinilai penting untuk memastikan seluruh kru pesawat tetap dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas secara optimal selama periode padat penerbangan.

Gubernur Iqbal menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan pelayanan transportasi udara selama periode mudik Lebaran berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. diskominfotikntb

 

 




Mudik Gratis Kuotanya Meningkat Dua Kali Lipat

Program Mudik Gratis ini sebagian besar diikuti oleh mahasiswa asal Pulau Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Lombok

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis bagi masyarakat yang hendak pulang ke Pulau Sumbawa menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Tahun ini, sebanyak 400 peserta diberangkatkan dari Pulau Lombok menuju berbagai daerah di Pulau Sumbawa, mulai dari Kabupaten Sumbawa Barat hingga Kota Bima. 

BACA JUGA : Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Program mudik gratis ini digagas sebagai bentuk pelayanan pemerintah dalam memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan terjangkau.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan,jumlah peserta mudik gratis tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Peningkatan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan warga Pulau Sumbawa yang berada di Pulau Lombok.

BACA JUGA :  Wagub NTB Buka Bazar Ramadhan BPR NTB

Tahun lalu Pemprov NTB bisa memberangkatkan 200 orang. 

“Tahun ini alhamdulillah kita bisa membe rangkatkan 400 orang untuk mudik gratis, mulai dari ujung barat Pulau Sumbawa sampai ujung timur Pulau Sumbawa, dari Kabupaten Sumbawa Barat sampai Bima,” ujar Gubernur Iqbal, saat melepas pemudik di depan Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (14/03/26) Maret 2026.

Gubernur juga memastikan, kondisi jalur utama Trans Pulau Sumbawa dalam keadaan baik dan siap dilalui para pemudik. 

Sejumlah titik jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan telah diperbaiki oleh tim dari Dinas PUPR dan Balai Jalan sehingga tidak akan mengganggu kelancaran perjalanan.

“Tadi pagi saya baru saja tiba dari Pulau Sumbawa setelah Safari Ramadhan dan minggu lalu juga saya melintasi jalur utama dari Sumbawa Barat sampai Sape. Alhamdulillah kondisi jalur utama InsyaAllah sangat baik. Beberapa titik yang mengalami kerusakan sudah dipersiapkan dan diperbaiki oleh teman-teman dari PUPR dan Bale Jalan sehingga InsyaAllah perjalanan Trans Pulau Sumbawa akan berjalan lancar,” jelasnya.

BACA JUGA : Dokter Jack Selamat Jalan ~ Dokter Happy

Selain memastikan kesiapan infrastruktur, Pemprov NTB juga memberikan perlindungan tambahan bagi seluruh peserta mudik gratis melalui fasilitas asuransi perjalanan. 

Para peserta juga mendapatkan layanan konsumsi untuk berbuka puasa selama perjalanan agar tetap nyaman hingga tiba di daerah tujuan masing-masing.

Program Mudik Gratis ini sebagian besar diikuti oleh mahasiswa asal Pulau Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Lombok. 

Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pelayanan agar lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Semua yang ikut dalam bus mendapatkan asuransi, jadi tidak hanya terberkahi perjalanannya tetapi juga terlindungi. Kami berharap ke depan jumlah bus yang disediakan bisa lebih banyak sehingga bukan hanya mahasiswa, tetapi masyarakat umum juga bisa memanfaatkan program mudik gratis ini,” tutup Gubernur Iqbal. nov/her

 

 




Desa Berdaya Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Melalui Desa Berdaya Pemprov NTB melakukan intervensi persoalan tingkat desanya, dan juga intervensi persoalan di tingkat KK.

SUMBAWABARAT.LombokJournal.com ~ Konsep Desa Berdaya yang digaungkan Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Iqbal Dinda di pulau Sumbawa tidak hanya bergelut di pembangunan fisik, tapi juga tentang penguatan sumber daya manusia

Kelompok Tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dan pemuda dilibatkan aktif dalam perencanaan dan pengelolaan potensi lokal.

BACA JUGA : Gubernur NTB Dorong Penguatan Produksi Hortikultura

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dalam kunjungannya ke Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat,pada Jumat (13/03/26), mengungkapkan konsep Desa Berdaya.

Diungkapkannya, Desa Berdaya merupakan solusi menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa hingga dusun, termasuk kemiskinan ekstrim.

“Semua harus bottom up, berbasis identifikasi masyarakat desa itu sendiri. Desa berdaya hadir, sebagai sebuah program solutif  yang miliki dua karakter, yakni orkestratif dan kolaboratif,” jelas Iqbal. 

Memaksimalkan potensi desa juga menjadi fokus Desa Berdaya. Gubernur Iqbal menilai potensi Sumbawa Barat sangat melimpah untuk menjadi motor penggerak ekonomi. 

BACA JUGA : Wagub NTB Buka Bazar Ramadhan BPR NTB

Diharapkan, sebagai roda penggerak desa beserta sumber dayanya harus memaksimalkan potensinya secara kolektif. 

Pendekatannya kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat sehingga fondasi ekonomi berbasis lokal semakin kuat.

Arahnya, melalui Desa Berdaya kita intervensi persoalan tingkat desanya Dan juga intervensi persoalan di tingkat KK.

“Sehingga harapannya setiap KK dalam setahun ke depan  sudah punya mandiri sudah punya income,” katanya.

Gubernur Iqbal juga mengungkapkan, insentif seperti bantuan modal usaha juga tetap diberikan kepada warga yang memiliki usaha kecil. Ini  sebagai dukungan keberlanjutan kegiatan ekonomi keluarga.

Dukungan melalui Desa Berdaya diharapkan dapat memperkuat usaha yang dijalankan. Dapat meningkatkan pendapatan, serta mendorong kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. 

Ia menambahkan, penyaluran bantuan harus lebih tepat sasaran. Baik dalam bentuk bantuan konsumtif bagi warga yang tidak berdaya, maupun bantuan produktif bagi masyarakat yang masih memiliki potensi usaha.

BACA JUGA : Biogas TPA Kebon Kongo Disalurkan untuk Penduduk Sekitar

Target melalui Desa Berdaya  bukan sekadar memberikan bantuan. 

“Tapi memastikan masyarakat dapat berdaya dan hidup lebih sejahtera,” tutupnya. Rab/her

 




Wagub NTB Buka Bazar Ramadhan BPR NTB

Wagub NTB menegaskan, Baar Ramadhan untuk memastikan kebutuhan sembako masyarakat tersedia dan harganya tetap terjangkau,” kata Wagub NTB

MAYATAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, secara resmi membuka kegiatan Bazar Ramadhan dan Pasar Murah Sembako yang diselenggarakan oleh PT BPR NTB Perseroda di Kota Mataram, Jumat (13/03/26).

Bazar Ramadhan merupakan upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan suci Ramadhan.

BACA JUGA : Gubernur NTB Dorong Penguatan Produksi Holtikultura

Wagub NTB menekankan pentingnya peran lembaga perbankan di daerah untuk terus meningkatkan profesionalisme serta menjaga persaingan yang sehat. 

Hal tersebut dinilai penting guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan, khususnya lembaga yang berada di bawah naungan Pemerintah Daerah.

“Seluruh lembaga perbankan di NTB harus mampu bersaing sehat dan profesional, agar masyarakat makin percaya kepada lembaga perbankan yang ada,” ujar Wagub.

Menurutnya, keberadaan perbankan daerah memiliki kontribusi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA : Dokter Jack Selamat Jalan ~ Dokter Happy

Termasuk melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Wagub NTB  juga mengapresiasi inisiatif sosial yang dilakukan oleh lembaga perbankan seperti Bazar Ramadhan dan pasar murah,  hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama pada periode Ramadhan yang tahun ini berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

“Tujuannya memastikan kebutuhan sembako masyarakat tersedia dan harganya tetap terjangkau,” kata Wagub NTB.

Sementara itu, Direktur Operasional PT BPR NTB Perseroda, Lalu Didi Januardi, menyampaikan bahwa Bazar Ramadhan ini merupakan kegiatan besar pertama yang digelar setelah proses konsolidasi lembaga sejak tahun 2022. Melalui kegiatan ini, BPR NTB juga ingin semakin mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi BPR NTB untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.

BACA JUGA : Biogas TPA Kebon Kongo Disalurkan untuk Penduduk Sekitar

Kegiatan bazar tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, serta sejumlah mitra usaha lainnya. 

Selain menyediakan sembako dengan harga terjangkau, bazar ini juga menghadirkan berbagai produk UMKM yang dapat dinikmati masyarakat. kominfotikntb/biroadpim

 




Hilang di Lotim, ABK Kapal Terbalik Ditemukan di Sumbawa

 Amirudin asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dilaporkan hilang dan dilakukan upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Operasi SAR terhadap Amirudin 50 tahun yang dilaporkan hilang di perairan Kaliantan resmi berakhir. 

Korban yang hilang itu ditemukan di perairan Tanjung Menangis, Kabupaten Sumbawa pada Selasa (11/03/26) siang.

BACA JUGA : Biogas TPA Kebon Kongo Disalurkan untuk Penduduk Sekitar

Berdasarkan laporan dari Kantor SAR Mataram, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (05/03)sekitar pukul 17.30 WITA saat kapal dalam perjalanan pulang dari Perairan Kaliantan menuju Labuan Lombok. 

Kapal dihantam gelombang. Kapten kapal tidak dapat mengendalikan kemudian dan akhirnya terbalik, menyebabkan seluruh ABK kapal tenggelam.

Dari lima orang ABK yang berada di atas kapal tersebut, empat orang berhasil selamat. Sementara satu orang lainnya bernama Amirudin asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dilaporkan hilang dan dilakukan upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

BACA JUGA :  Ramadhan akan Datang 2 kali di Tahun 2030

Setelah beberapa hari dilakukan upaya pencarian, korban ABK kapal terbalik yang hilang akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sekitar perairan Tanjung Menangis, Kabupaten Sumbawa. 

Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Sumbawa untuk proses penanganan lebih lanjut.

“Setelah dilakukan konfirmasi oleh pihak keluarga, jenazah tersebut dipastikan merupakan Amirudin yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Kaliantan,” ungkap Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis mewakili Kepala Kantor SAR Mataram. 

BACA JUA :  Dokter Jack Selamat Jalan ~ Dokter Happy

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.dan

 

 




Biogas di TPA Kebon Kongok Disalurkan Untuk Penduduk Sekitar

 Pemerintah Desa diminta melakukan manajemen risiko dan menerapkan prinsip keadilan dalam distribusi program biogas di lapangan

MATARAM,LombokJournal.com -~ Dibalik bau anyir air lindi ternyata tersimpan energi alternatif berupa biogas yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga dan industri pengolahan lainnya.

Karenanya, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB bersama Yayasan Rumah Energi dan stakeholder terkait telah melakukan riset pengembangan air lindi sampah di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Kebon Kongok sejak tahun 2025. 

BACA JUGA : Ramadhan akan Datang 2 Kali di Tahun 2030

Hasil riset ini menunjukkan bahwa sampah tidak selamanya menghadirkan aneka musibah, mulai dari polusi tanah, air dan udara serta wabah penyakit hingga bau yang menyengat. Namun, dibalik setiap musibah, selalu saja ada berkah. 

Dari hasil riset berhasil menciptakan prototype mesin pengolah limbah air lindi menjadi biogas dan pupuk cair organik.

BACA JUGA : Jemaah Umarah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dengan volume limbah air lindi di TPA Kebon Kongok yang mencapai 50 M3 per hari, akan menghasilkan biogas yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan energi puluhan hingga ratusan masyarakat yang ada di sekitar TPA Kebon Kongok. 

Hal ini jika diolah menggunakan teknologi dan mesin tepat guna.

Selain biogas untuk mendukung usaha ekonomi produktif, air lindi yang dihasilkan dari riset tersebut juga dapat menghasilkan pupuk cair organik yang bisa dimanfaatkan untuk para petani.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi mengimbau agar pemerintah desa melakukan manajemen risiko dan menerapkan prinsip keadilan dalam distribusi program biogas di lapangan. 

Biogas tersebut ditargetkan untuk lokasi yang terdampak langsung dari adanya aktivitas TPA, serta untuk mendukung fasilitas-fasilitas pendidikan, sosial, dan ibadah yang ada di sekitar lokasi.

“Riset air lindi di TPA Kebon Kongok adalah satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini dan akan menjadi percontohan bagi wilayah lain,” ujar Gede Putu Aryadi, Selasa 10 Maret 2026.

BACA JUGA : Dana Guru non ASN dan Honorer Madrasah Sudah Cair

Kepala Desa Sukamakmur, H Selamet menyampaikan dukungan terhadap program ini. Pihaknya akan melakukan musyawarah desa guna memastikan pemanfaatan program dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat di setiap dusun.dan

 




Terseret Arus Pantai, Rustan Ditemukan Meninggal Dunia

Korban terseret arus ditemukan sudah meninggal dunia sekitar 700 meter ke arah timur dari lokasi kejadian (LKP), 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rustan (45), warga Dusun Torok Aik Beleq, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah hilang terseret arus di Pantai Torok Aik Beleq, Sabtu (07/03/26)

Pada Sabtu 7 Maret 2026 sore, korban yang terseret arus itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

BACA JUGA : Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Peristiwa bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WITA. Korban bersama anaknya dan rombongan yang berjumlah sekitar 15 orang sedang mencari nyale poto di pesisir pantai. 

Nahas, saat sedang beraktivitas, anak korban melihat ayahnya tiba-tiba terseret arus laut yang kuat. 

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Kantor SAR Mataram pada pukul 07.18 WITA oleh Camat Praya Barat.

BACA JUGA : Tiga Bibit Siklon Penyebab Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Tim rescue dari Unit Siaga SAR Kuta Mandalika dikerahkan menuju lokasi pada pukul 07.45 WITA.

Pencarian dilakukan dengan membagi personel menjadi empat tim, yaitu tiga tim melakukan penyisiran perairan menggunakan rubber boat dan dua perahu nelayan, dan satu tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, melalui Koordinator Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Arya Made Kresna, menyatakan setelah penyisiran korban yang terseret arus selama beberapa jam, titik terang akhirnya ditemukan. 

Sekitar pukul 17.00 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban di Pantai Selong Belanak.

“Korban terseret arus ditemukan sekitar 700 meter ke arah timur dari lokasi kejadian (LKP). Setelah dievakuasi, korban diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Arya Made Kresna dilansir Instagram resmi Kantor SAR Mataram.

BACA JUGA : Tiket ke Rinjani Bisa Dipesan, Pendakian Mulai 1 April

Keberhasilan Operasi SAR ini menemukan korban terseret arus ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. 

Di antaranya Tim Rescue Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Damkartan Lombok Tengah, Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Montong Ajan, masyarakat/nelayan setempat dan