Silaturahmi Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar ke Gedeng Gede Singasari Puyung, Loteng
Pj Gubernur NTB Miq Gite menerima simekrama atau silaturahmi dengan Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar Bali-Anak Agung Ngurah Udanyadnya, Bali
LOTENG.LombokJournal.com ~ Kedatangan Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar Bali – Anak Agung Ngurah Udanyadnya dan rombongan dari Bali dan Keluarga dari Karang Buleleng Cakranegara, diterima Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si di Gedeng Gede Singasari Puyung, Minggu (28/01/24) siang.
Simekrama atau sillaturrahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain rombongan dari Bali dan keluarga Karang Buleleng Cakranegara, simekrama atau silaturrahmi diikuti juga perwakilan anak cucu Baiq Sriwulan (Almarhumah) dari Rempung Lombok Timur.
“Dalam simekrame, Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar bercerita banyak hal. Mulai dari kisah Sri Aji Kepakisan, cerita tentang kiprah dan keberadaan Dharma Putra Mahotama Ki Anglurah Jelantik, juga cerita tentang topeng Gajah Mada yang tersimpan di Puri Agung Blah Batuh,” jelas Miq Gite, sapaan Gubernur.
Miq Gite juga menjelaskan, Penglingsir Puri berjanji ingin silaturrahmi ke Rempung Lotim dan tak lupa mengundang peserta simekrame untuk berkunjung ke Puri Agung Blah Batuh Gianyar Bali.
Selain simekrame ke Puyung, sebelumnya Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar, ke Lombok untuk menghadiri Pujewali Pura Penataran Agung Gedong Blahbatuh Pelangan Sekotong Lombok Barat, hari Senin tanggal 29 Januari 2024. ***
Pelatihan Kader PD Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Mataram
Pelatihan kader pemula Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Mataram untuk meningkatkan kualitas kader
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Mataram (PD Aman Mataram) gelar Pelatihan Kader Pemula Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Mataram, yang berlangsung tanggal 26-27 Januari 2024 di Taman Wisata Loang Baloq, Kota Mataram.
Pelatihan Kader pemula PD Aman itu mengangkat tema ‘ Meningkatkankualitas kader Masyarakat Adat Nusantara di Era Milenial.
Ketua PD Aman Mataram, L. M. Iswadi Athar menyatakan pentingnya pelatihan kader, karena organisasi itu ruhnya adalah pengkaderan.
“Tentunya kader yang akan melanjutkan estafet leadership di PD Aman Mataram ke depannya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adatNusantara Mataram di Kota Mataram,” kata Iswadi
Peserta pelatihan kader pemula PD Aman Mataram itu berasal dari komunitas Adat Nusantara di Mataram
Pelatihan itu dihadiri PW Aman NTB yang membuka acara, Ketua OKK PW AMAN NTB, Abdul Majid.
“Pengkaderan pemula ini penting dan direkrut dari komunitas-komunitas Adat di PD AMAN Mataram,” ujarnya.
Dalam pelatihan itu menghadirkan pemateri dari tokoh adat Nusantara Mataram di Kota Mataram, yakni H.L. Mahdaraen, H. L. Sri Muhlisin, Ida sekariani, dan Abdul Majid dari OKK PW AMAN NTB
Iswadi menjelaskan,. Kota Mataram itu uniq, sebuah kota besar namun memiliki masyarakat adat yang masih lestari.
“Mari kita lestarikan adat dan budaya kita, tentunya dengan kita memiliki kader yang aktif di Mataram akan menjadi generasi yang akan melestarikan adat nusantara di Kota Mataram,” kata Iswadi. ***
Pj Gubernur dan PHDI NTB Bahas Upacara Sad Kertih
Pentingnya harmonisasi di NTB, Pj Gubernur NTB tegaskan berbagai agama dan kepercayaan berperan penting membangun kerukunan dan toleransi
Upacara Sad Kertih Upacara Danu Kertih (mulang pakelem) akan dilaksanakan di danau Segara anak Gunung Rinjani, tanggal 24-29 Oktober 2023.
Pertemuan Pj Gubernur dan PHDI NTB membahas berbagai persiapan dan koordinasi terkait perayaan Sad Kertih, salah satu upacara keagamaan Hindu yang penting.
Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Kerja PJ Gubernur itu, perwakilan dari PHDI NTB disambut hangat.
Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Aryadi menyatakan pentingnya harmonisasi di daerah NTB, berbagai agama dan kepercayaan memiliki peran penting dalam membangun kerukunan dan toleransi.
“Pentingnya harmonisasi di NTB, berbagai agama dan kepercayaan memiliki peran penting dalam membangun kerukunan dan toleransi untuk mewujudkan wilayah kita yang Baldatun toyyibatun” ujar Miq Gite sapaan akrab Pj Gubernur NTB.
Pj Gubernur Miq Gite menekankan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung perayaan Sad Kertih, dan Miq Gite yang akan hadir di acara pembukaan acara tersebut.
Miq Gite berharap selama pelaksanaan acara tersebut diberikan kelancaran dan saling menjaga satu sama lain. Upacara ini menjadi salah satu wujud keanekaragaman budaya dan agama yang ada di NTB, dan pemerintah berusaha untuk menjadikannya sebagai ajang perayaan yang berkesan dan aman.
“Saya sangat respek dan mendukung kegiatan seperti ini, kemudian selama pelaksanaan ya berjalan lancar, dan saling menjaga,” katanya.
Perwakilan dari PHDI NTB menyampaikan terima kasih atas dukungan dari pemerintah provinsi dan berkomitmen untuk menjalankan upacara Sad Kertih dengan khidmat.
Mereka juga menyampaikan harapan agar upacara ini dapat menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragamadi NTB
“Terimakasih atas sambutan yang begitu hangat dari pak Gubernur, semoga ini menjadi ajang untuk saling mempererat tali persaudaraan antar umat beragama di NTB,” ujar Mangku Made, Ketua Panitia Pelaksana Upacara sad kertih tahun 2023.
Dalam semangat kerjasama dan toleransi antar agama, Pj Gubernur NTB dan perwakilan dari PHDI NTB sepakat untuk terus berkoordinasi dalam mempersiapkan dan melaksanakan Upacara Sad Kertih dengan sukses dan damai.
Upacara ini dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dan masyarakat NTB pun dapat ikut serta merayakannya dalam semangat harmoni dan persatuan.***
Kearifan Lokal di TVRI NTB, Tumbuhkan Kecintaan Budaya
Kadis Kominfotik NTB Najamuddin Amy menilai, konten kearifan lokal dalam siaran TVRI NTB merupakan upaya agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budaya
MATARAM.LombokJournal.com ~ Kepala Stasiun TVRI NTB mendapat apresiasi karena membuat ‘meja kerja’ yang berbeda yaitu meja kerja budaya dengan mengangkat kearifan lokal.
Hal itu dinilai akan menumbuhkan kecintaan pada budaya, membangkitkan adat istiadat, yang semuanya itu ditampakkan dalam layar dan ditonton milenial sebagai generasi penerus.
Apresiasi terkait siaran budaya itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy saat membuka secara resmi kegiatan Rapat Pola Acara yang diselenggarakan TVRI NTB di Hotel Jayakarta, Lombok Barat (23/09/23).
“Ini dilakukan sebagai upaya jangan tercerabut dari akar adat istiadat Sasambo di NTB,” ujar Bang Najam sapaan akrab Kadis
Ditambahkan Bang Najam, Kepala Stasiun TVRI NTB berhasil mengkreasi filosofi budaya terkait ‘NTB boleh mendunia, tetapi NTB tetap menapakkan kakinya di bumi NTB’.
“Generasi muda NTB itu, boleh saja melanglang buana tetapi harus diingat tapak kakinya itu jelas untuk NTB yang tulus memberikan pengabdian bidaya untuk kemajuan NTB,” katanya.
Dengan komitmen berkhidmat dengan kearifan lokal, TVRI NTB menampilkan gaya elegan, banyak kearifan lokal yang bisa ditularkan dan bisa dihadirkan di dunia global.
“Dengan cara seperti itu, NTB bukan hanya menjadi milik bersama, tetapi menjadi harta karun dan milik dari dunia itu sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala TVRI NTB Saktiono Wahyujati mengatakan, kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas acara di era transformasi digital.
“Fungsi publik bagaimana melayani informasi hiburan dan konten-konten kreatif mengacu pada potensi kearifan lokal yang ada di NTB,” ungkapnya.
Diharapkan informasi publik yang diberikan TVRI NTB, mencerminkan potensi wisata, budaya dan berbagai potensi kearifan lokal lainnya di NTB.
Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan bersama MoU antara TVRI NTB dengan Kepala Museum Negeri dan Ketua Majelis Adat Sasak. ***
Rakerda dan Penyusunan Renstra AMAN Kota Mataram
Acara Rakerda dan penyusuan Renstra AMAN di Mataram untuk rumuskan program kerja 5 tahun ke depan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kota Mataram (PD AMAN Mataram) Kota Mataram gelar rencana strategis (Renstra) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan di Aula Kota Mataram, Sabtu (29/30/23).
Ketua Alansi Masyarakat Nusantara Mataram, L. M. Iswadi mengatakan, acara Renstra dan Rakerda AMAN ini mengangkat tema ‘Masyarakat adat bangkit bersatu, berdaulat, mandiri dan bermartabat di era milienial’.
Tujuan rakerda AMAN, mempertahankan eksistensi masyarakat adat di era milenial yang menjadi titik point, sehingga adat dan budaya kita bisa tetap lestari di setiap komunitas adat.
“Kta akan rumuskan dan petakan program kerja kita dalam kurun waktu 5 tahun ke depan yang tentunya program AMAN Mataram kita akan sinergikan dengan pemerintah daerah di Kota Mataram beserta stakeholders adat dan budaya kita,” kata Iswadi
Acara Renstra dan Rakerda AMAN dibuka oleh Walikota Mataram yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf S.Pd.
Yusuf menyampaikan selamat atas terselenggaranya acara Renstra dan Rakerda AMAN Mataram.
Ia berharap kegiatan ini menghasilkan program kerja yang bermanfaat bagi kelangsungan masyarakat adat, khususnya di Mataram dan Nusa Tenggara Barat.
“Insya Allah, AMAN mampu mewujudkan kehidupan Masyarakat adat yang berdaulat, adil, sejahtera, bermartabat dan demokratis. Saya berharap berbagai program kerja AMAN kali ini mampu menjadi pengejewantahan dari keberadaan AMAN sebagai himpunan masyarakat adat untuk melindungi haknya,” tegas Yusuf.
Ia berharap dalam kegiatan ini, peserta dapat memberikan ide-ide dan membuat berbagai program yang dapat memajukan AMAN khsusnya di Kota MataraM.
“Mari kita terus bergandengan tangan, serta menjaga persatuan dan kesatuan, dan hasilkan kegiatan yang baik dan dapat dilksanakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ajak Yusuf. .
Dalam acara tersebut hadir dari PW AMAN NTB, Lalu Prima Wiraputra, Damanas AMAN Regional Bari Nusra, Dende Suia Sari.
Kadir juga para Ketua Komunitas adat Nusatara Se-Mataram, dan beberapa undangan dari Pemerintah Daerah, Aktifis, akademisi, TNI&POLRI, Tokoh adat, Pemuda, dan Tokoh Masyarakat.***
Ritual Adat Selamatan Mata Air Tibu Bunter Desa Jurit Baru
Menghadiri ritual adat Selamatan Mata Air Tibu Bunter, HBK disambut ratusan masyarakat dengan dua barungan gendang geleq,
LOTIM.LombokJournal.com ~ Politisi Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menghadiri acara ritual adat selamatan mata air, yang disebut masyarakat Otaq Aiq Tibu Bunter, di Dusun Banok, Desa Jurit Baru, Kec. Pringgasela, Kab. Lombok Timur, Minggu (16/07/23).
Ritual adatturun temurun ini dilaksanakan secara rutin setahun sekali menjelang selesainya musim hujan.
Kedatangan HBK menghadiri ritual adat itu disambut ratusan warga dengan tabuhan Gendang Beleq.
Usai pengalungan selendang dan penyambutan selamat datang dari para tokoh agama, tokoh masyarakatdan perwakilan pengurus Desa setempat, HBK mengikuti rombongan masyarakat ke lokasi ritual adat, di mata air yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi penyambutan.
Sebagian besar jalan yang dilewati merupakan pematang sawah, di beberapa bagian cukup terjal yang mengharuskan para peserta berjalan perlahan.
Sepanjang perjalanan, rombongan dihibur oleh riuh tetabuhan dari dua barungan (kelompok) Gendang Beleq yang mengiringi di bagian belakang.
Di lokasi ritual adat itu, ratusan masyarakat sudah berkumpul menyambut kedatangan rombongan. Tak lama kemudian acarapun dimulai dengan didahului ritual do’a dan dzikir.
Tradisi ini merupakan ajaran leluhur untuk bersyukur dan terus menjaga sumber mata air yang mengalir sepanjang tahun.
Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok ini mengatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas undangan dari masyarakat Desa Jurit Baru.
“Alhamdulillah, kebahagiaan dan rasa syukur saya telah diundang di acara ritual adat selamatan mata air ini.
Sepanjang perjalanan, pemandangannya indah sekali, hijau dan sejuk sekali,” ungkap HBK saat membuka sambutannya.
Lebih lanjut politisi yang dikenal humble ini mengapresiasi semangat gotong royong warga yang tetap terbangun ditengah gempuran modernisasi.
“Gotong royong merupakan salah satu warisan, dan akar budaya asli Indonesia yang harus dipelihara dan dikembangkan, sebagai modal sosial kita untuk membangun bangsa,” kata HBK.
Menurutnya, budaya gotong royong telah mampu menjadi semangat untuk memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan masyarakat Desa Jurit Baru.
“Untuk menjaga kelestarian sumber mata air yang menjadi sumber air bagi ratusan kepala keluarga di sepanjang sungai ini,” katanya.
Menyampaikan aspirasi
Kepala Desa Jurit Baru, Athar Junaidi menyampaikan aspirasinya berupa usulan pembangunan dan perbaikan bak penampungan mata air dan drainase di sekitar lokasi untuk mencegah longsor.
“Kami laporkan ke pak HBK, kemarin dari anggota DPRD Kab. Lombok Timur dari Partai Gerindra sudah membantu kami membangun bak penampungan di area samping mata air, juga membantu pemipaan ke rumah-rumah warga,” kata Kepala Desa
Ia berharap HBK bisa membantu memperbaiki bak penampungan utama yang sudah mulai rusak, terutama drainasenya.
Menjawab hal tersebut, HBK mengatakan akan berikhtiar mencari dukungan dana melalui program aspirasinya.
Ia juga mengatakan akan mengusahakan pengadaan pohon keras tanaman produktifuntuk ditanam di sekitaran lokasi mata air.
“Insyaa Allah, akan saya upayakan juga pengadaan pohon-pohon keras produktif untuk ditanam sekitar lokasi sumber mata air, agar area sekitaran sumber air tidak mengalami longsor terutama di tebing-tebing dijalur menuju mata air,” ungkap HBK.
HBK mengajak semua warga yang hadir untuk sama-sama menjaga sumber mata air. Karena merupakan sumber air utama bagi ratusan kepala keluarga. Air ini, selain menjadi sumber kehidupan juga merupakan perekat kebersamaan antar warga.
Bantuan TIK di MTs Yadinu
Selesai menghadiri acara selamatan mata air, HBK menghadiri acara serah terima bantuan peralatan multimedia dan TIK dari kader Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur, M. Badran Achsyid kepada MTs Yadinu Banok, Desa Jurit Baru, Kec. Pringgasela, Kab. Lombok Timur.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh HBK didampingi oleh anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kab. Lombok Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah, perwakilan Wali murid, dan anggota Komite Sekolah.
Kepala Madrasah sangat berterima kasih dan menyampaikan apresiasinya karena selama ini, Madrasah masih kekurangan peralatan TIK dan multimedia.
“Ini adalah bentuk nyata dari kepeduliankader-kader Partai Gerindra dalam upaya mencerdaskan anak bangsa agar mimpi besar kita semua, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar bisa dicapai,” kata HBK.
Konsolidasi Partai Gerindra dan NW
Usai kegiatan di daerah Jurit Baru, HBK kemudian bergerak ke kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Maulana Syaikh TGKH. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani, LC, M.Pd.I di Anjani.
HBK mengatakan, pertemuan empat mata dengan cucu pahlawan nasional tersebut dinilainya sangat penting untuk membangun soliditas dan kekompakan khususnya terkait kerjasama Partai Gerindra dengan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW).
“Apalagi momen Pemilu 2024 sudah semakin dekat, pertemuan ini dinilai sangat penting untuk memperkuat kerjasama terutama pada kerja-kerja politik,” jelasnya.
Selesai menggelar pertemuan empat mata dengan tokoh sentral PBNW, selanjutnya HBK menyempatkan diri untuk menonton pertandingan uji coba klub sepakbola Lombok FC melawan PS. Sikur Hebat.
Di lapangan tempat pertandingan, sudah menunggu istri tercinta, Hj. Dian A. Kristiono didampingi putrinya yang sekaligus CEO dari klub sepakbola Lombok FC.
Usai menonton langsung pertandingan sepakbola, HBK bergerak melanjutkan kegiatannya di Kota Mataram.
HBK di mata air Tibu Bunter
Ia sudah ditunggu beberapa calon anggota legislatif (Caleg) potensial yang akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) di Partai Gerindra.
“Sudah ada beberapa Caleg potensial yang akan maju di Dapil-dapil yang potensi kursinya bisa lebih dari satu. Kehadiran mereka berjuang bersama Partai Gerindra, membuat kami semakin optimis bisa meraih kursi maksimal di semua daerah pemilihan,” kata HBK.
Target Partai Gerindra di Pemilu 2024, selain mengantarkan Prabowo Subianto menjadi Presiden RI, juga menjadi Ketua DPRD Prov. NTB.
Tentu saja Partai Gerindra harus mempersiapkan caleg-calegnya yang bagus-bagus untuk meraih target ini.
Namun HBK enggan menyebutkan nama-nama Bacaleg yang akan ditemuinya. Dia hanya menyebutkan, mereka-mereka yang akan bergabung, merupakan tokoh-tokoh politik yang cukup mumpuni di Dapilnya masing-masing. ***
Festival Budaya Bau Keke, Festival Tangkap Kerang Laut
Berbaur dengan Masyarakat, Bang Zul ikut meramaikan festival budaya mencari kerang laut sepanjang pantai Serpiq, Lombok Barat
LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah membuka Festival Budaya Bau Keke di Pantai Serpiq Dusun Kebon Bongor Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat, Minggu (16/07/23).
Dalam festival budaya itu, Bang Zul juga sapaan akrab Gubenur NTB ikut berbaur bersama masyarakat mencari kerang laut di sepanjang pantai Serpiq, Lombok Barat.
Kehadiran orang nomor satu di NTB menambah kehangatan bagi masyarakat setempat mengikuti riang gembira dalam bingkai festival budaya menangkap kerang laut.
“Selamat kepada Pak Kepala Desa yangg luar biasa bersemangat dan inovatif. Semoga kegiatan festival budaya terus dilestarikan dari tahun ke tahun,” harap Bang Zul.
Bunda Niken sapaan Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati mengatakan itu saat membuka pameran bersama kain tenun bertajuk “Ragam Motif Wastra NTB” bertempat di Aula Samalas Museum Negeri NTB, Rabu (05/07/2023).
“Ini menjadi referensi yang berharga sebagai pemilik dari budaya. Sebagai warisan Wastra atau kain tenun ini bisa lebih memahami dan lebih bangga apa yang kita miliki,” ungkap Bunda Niken.
Ia mengajak kepada tamu undangan untuk hadir dalam kegiatan Lombok Internasional Modest Fashion Festival (LIMOFF).
LIMOFF akan berlangsung tanggal 6-9 Juli 2023. Sebagai tuan rumah diajak mensukseskan dan menyambutnya dengan penuh kebanggaan.
Sementara itu, laporan Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, SH., MH., mengatakan, pameran bersama kain tenun dilakukan museum ini dengan 6 orang pencinta, pelestari dari kain tenun yang ada di NTB.
“Dari 6 orang pencinta kain tenun di NTB itu di antaranya Hj. Lale Prayitne, Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, Ir. Baiq Rahmayati, Hj. Maskahyangan, Dra. Nuraida dan Noning Ismawati. Ini adalah perwakilan dari kelompok masyarakat di NTB,” tuturnya.
Disebutkan juga kegiatan ini adalah rangkaian dari event LIMOFF yang akan dimulai dari tanggal 6-9 Juli 2023. Diharapkan ini menjadi konektivitas dari kegiatan strategis yang dilakukan oleh Pemprov NTB.
“Ini adalah partisipasi museum NTB dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki,” pungkasnya.***
Seru! 2023 Penenun Sukarara Siap Menenun Seharian
Lombok International Modest Fashion Festival (LIMOFF) akan diramaikan dengan 2023 penenun dalam event Begawe Jelo Nyesek
MATARAM.LombokJournal.com ~Desa Sukarara, Lombok Tengah, yang selama ini dikenal sebagai desa tenun, akan melakukan atraksi dengan ribuan penenun.
Sesuai dengan tahun berjalan, sebanyak 2023 penenun asal Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, mulai anak-anak sampai orang tua, siap menggelar Begawe Jelo Nyesek, tanggal 7-8 Juli 2023 untuk pecahkan rekor MURI.
“Begawe Jelo Nyesek siap memecahkan para penenun Desa Sukarara akan pecahkan rekor Muri,” ungkap Ketua BPPD NTB, Baiq Ika Wahyu Wardhani.
Ia menyampaikan itu saat mengikuti Rapat Koordinasi Lombok International Modest Fashion Festival (LIMOFF) 2023 di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (27/06/23).
Event Begawe Jelo Nyesek merupakan acara Kelima kalinya di Desa Sukarara, yang semula akan menampilkan 1500 penenun.
“Namun, untuk mencapai target rekor Muri maka penenun yang dihadirkan pun sebanyak 2023 sesuai dengan tahun diselenggarakan,” kata H Saman Budi, Kepala Desa Sukarara. ..
Kades juga menjelaskan, di Desa Sukarara sendiri terdapat 3200 penenun. Sebanyak 2023 penenun yang diterjunkan nanti siap menenun seharian penuh.
“Event ini akan menjadi penyemangat dan membangkitkan gairah para penenun lokal kita harapnya. ***
Gubernur NTB: Dewan Kebudayaan Harus Berpikir Besar
Pengurus Dewan Kebudayaan Daerah NTB yang dikukuhkan Gubernur NTB, diminta berpikir besar dan mampu berkiprah global
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap kebudayaan masyarakat Nusa Tenggara Barat dikenal luas dan menjadi bagian penting dari peradaban dunia.
Hal itu dikatakannya saat mengukuhkan pengurus Dewan Kebudayaan Daerah NTB periode 2023-2028, di pendopo Gubernur, Jumat (16/06/23).
“Dewan Kebudayaan Daerah harus berpikir besar. Bisa berkiprah di dunia global dengan identitasyang melekat sebagai orang NTB”, ujar Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul.
Ditambahkannya, setiap orang harus memiliki peran penting dalam kepengurusan agar kebudayaan NTB tetap terjaga sebagai citra orang NTB.
Fairuzzabadi, SH, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah NTB mengatakan, strategi utama adalah pemajuan kebudayaan.
“Artinya, seluruh perilaku kebudayaan kita harus mampu menyesuaikan dengan kekinian tanpa meninggalkan tradisi atau menafikan perubahan zaman,” jelasnya.
Dikatakannya, mempertahankan tradisidan mengembangkan kebudayaan di era teknologi digital membutuhkan kearifan.
Strategi kebudayaan menurut Fairuz adalah pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.
Dewan Kebudayaan akan mengelola kekayaan budaya yang ada. Selebihnya adalah tugas kelompok kelompok masyarakat yang bekerja atas dasar kebudayaan, seperti tata kelola pertanian, perkebunan, transportasi, kesenian dan lain lain tetap memelihara tradisi yang baik.