HBK Semangati Pasukan Gagak Hitam, Lombok Bisa Lebih Maju dan Sejahtera

Keunggulan kompetitif pertanian dan pariwisata Lombok juga akan menjadi jawaban kongkrit terhadap problematika pengangguran yang ada

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH — Petinggi Partai Gerindra yang juga Caleg DPR RI Dapil NTB-2/Lombok, H. Bambang Kristiono atau yang akrab disapa HBK mengatakan, Lombok dengan segala potensi pertanian dan pariwisatanya, bisa segera bangkit dari keterpurukan pasca bencana gempa bumi beruntun.

H Bambang Kristiono

Potensi pertanian di Lombok, bahkan bisa menjadikan Lombok sebagai Lumbung Pangan Nasional yang diperhitungkan ke depan.

“Saya punya mimpi besar, untuk menjadikan Lombok sebagai salah satu Lumbung Pangan Nasional, dan bumi Lombok yang subur bisa menjadi jawaban real terhadap ketergantungan impor pangan Negara kita,” tegas HBK, dalam pidatonya saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Krame Dise Gagak Hitam, Rabu (26/9) di kawasan pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah.

Apel gelar pasukan yang dihadiri oleh sekitar 1000 orang pasukan Gagak Hitam, sekaligus memperingati HUT ke-3 Gagak Hitam.

Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, H Pathul Bahri, dan Ketua Umum sekaligus Panglima Gagak Hitam, Ir H Jidan Hadi.

HBK mengatakan, meskipun Lombok baru saja dilanda bencana, namun apabila semua pihak terutama masyarakat Lombok bisa bekerja sungguh-sungguh untuk mengembangkan segala potensi daerahnya yang ada, maka Lombok akan segera bangkit dan keluar dari semua kesulitan yang dihadapinya, khususnya kesulitan pasca Lombok diguncang gempa.

Menurutnya, sektor pertanian akan menjadi salah satu pilihan unggulannya ke depan yang akan terus dikembangkannya, selain pariwisata.

“Sebagai Negara agraris yang berada di bawah garis khatulistiwa, semestinya kita bisa mandiri dan meproduksi sendiri kebutuhan-kebutuhan  pangan kita,” katanya.

Keunggulan kompetitif pertanian dan pariwisata Lombok juga akan menjadi jawaban kongkrit terhadap problematika pengangguran yang ada.

Ia mencontohkan, komoditas bawang yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Lombok dan NTB secara umum. Namun di sisi lain, potensi ini  belum digarap secara maksimal hingga menjadi produk unggulan kualitas ekspor.

“Saya sedih sekali, waktu saya mendampingi istri saya belanja, membeli kebutuhan dapur di negeri Belanda, ternyata harga bawang putih disana bisa lebih murah dari harga bawang putih yang ada di Jakarta, padahal bawang putih tidak bisa tumbuh disana,” tukas HBK.

Hal ini menjadi ironis, karena Belanda juga mengimpor dari jauh, yaitu dari negara Suriname yang berada di Amerika Selatan, yang dulu juga adalah bekas negara jajahannya seperti Indonesia.

“In shaa Allah kalau Tuhan menghendaki, dan saya dipercaya mewakili masyarakat Lombok di Gedung Parlemen nanti, saya akan bekerja keras dan meyakinkan semua teman-teman  di DPR-RI maupun teman-teman yang ada di Pemerintan nanti untuk mengembangkan pertanian dan parawisata menjadi sektor2 unggulan yang bisa meningkatkan kesejahteraan Lombok dan masyarakatnya, dan kita bisa,” kata HBK.

Bagi HBK, Lombok sangatlah istimewa, pantai dan juga gunung-gunungnya memiliki pesona dan pemandangan yang sangat luar biasa.

“Dan masyarakatnya yang ramah dan agamis, membuat saya jatuh cinta”, katanya.

Pasukan Gagak Hitam Harus Solid

Dalam Apel Gelar pasukan tersebut, HBK yang juga selaku Ketua Pembina Pasukan Krame Dise Gagak Hitam menegaskan, agar seluruh pasukan Gagak Hitam bisa terus bekerja keras,  menjaga soliditas, meningkatkan silaturahmi, dan berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan, kemudian ikut mengembangkan pertanian dan pariwisata Lombok ke depan.

“Kita harus ikut ambil bagian, jangan hanya jadi penonton, libatkanlah diri kita sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Dan akan selalu ada jalan, kalau ada kemauan,” katanya.

HBK mengatakan, keberadaan pasukan Gagak Hitam ini menjadi kebanggaan tersendiri.

Purnawirawan Perwira Korps Baret Merah ini pun mengaku, mengingat masa mudanya di militer dulu.

“Berdiri di depan pasukan yang pemberani dan memiliki esprit de corps yang tinggi, mengingatkan saya ke masa-masa  20 tahun yang lalu, ketika saya masih muda dan menjadi Komandan Batalyon di satuan Sandi Yudha, Korps Baret Merah Kopassus,” katanya.

Ia mengatakan, jika dulu yang selalu berada di hadapannya adalah prajurit-prajurit berbaju loreng darah mengalir dan berbaret merah, namun yang ada sekarang juga adalah pasukan yang tak kalah pemberaninya.

“Yang bersama-sama saya sekarang juga adalah pasukan-pasukan yang tidak kalah pemberaninya, dengan baju dan ikat kepala yang kesemuanya berwarna hitam. Hitam untuk saya adalah lambang dari pekerja keras, militan dan pemberani yaitu mereka-mereka yang rela berjuang sampai mati dalam mempertaruhkan keyakinan dan harga dirinya,” tegas HBK disambut tepuk tangan yang riuh dari seluruh pasukan yang hadir.

Sementara itu,  Ketua Umum sekaligus Panglima Gagak Hitam, Ir H Jidan Hadi mengatakan, Pasukan Gagak Hitam adalah pasukan adat Sasak – Lombok, yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat, dan akan berperan sebesar-besarnya untuk mengamankan kehidupan dan keseharian masyarakat.

“Gerakan Gagak Hitam adalah membangun persaudaraan dan kebersamaan di bidang pengaman, dengan pendekatan pemberdayaan bakat dan kemampuan di bidang pengamanan,” katanya.

Menurut dia, Gagak Hitam akan membangun sistem keamanan dengan pengamanan yang utuh, menyeluruh, berbasis dusun, dan berkesinambungan dengan mengedepankan kearifan lokal.

“Gagak Hitam akan selalu bekerja sama baik dengan penguasa maupun pengusaha untuk mengembangkan potensi Lombok ke depan,” tukasnya.

Ia mewakili jajaran pasukan Gagak Hitam mengapresiasi kesediaan hadir sosok penting  seperti HBK dalam kegiatan Apel Gelar pasukan dalam rangka HUT Gagak Hitam ke-3nya.

Termasuk amanat dan pengarahan yang membangkitkan semangat bagi anggota dan masyarakat Lombok secara umum, untuk mau terus bangkit dan mengembangkan potensi lokal di daerah ini.

“Kami salut dan mengapresiasi Bapak HBK yang sudah mengobarkan semangat juang kami, demi pembangunan daerah lebih baik ke depan,” katanya.

Me




HBK Miliki Jaringan Luas Untuk Percepatan Pembangunan NTB

Kini bangsa dan negara RI membutuhkan pemimpin politik yang tegas, dengan semangat nasionalisme yang tinggi, bersih dan bervisi kerakyataN

lombokjournal.com —

MATARAM — Ketua Badan Pengawas dan Disiplin ( BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono, atau HBK adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki Partai Gerindra. Dan diberikan mandat oleh Prabowo Subianto, sang Ketua Umum sebagai Calon Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/Lombok.

HBK dengan multi talentanya adalah sosok yang memiliki kapasitas, kapabilitas dan loyalitas kuat dan mumpuni yang pantas menduduki posisi tersebut di Partai Gerindra, mengingat tugas, wewenang dan tanggung-jawabnya yang sangat besar.

Sebagai Partai yang berbasiskan kader, maka posisi strategis haruslah dipegang oleh kader terbaik Partai. Sosok tegas, cakap dan konsisten yang ada pada diri HBK, hasil didikan dan pengalaman militer yang matang, membuahkan kedisiplinan, ketegasan dan kemampuan manajerial yang bisa diandalkan.

Demikianlah diutarakan Wakil Ketua Partai Gerindra Lombok Timur, Budi Wawan, SH melalui siaran pers, Senin (24/09).

BW, panggilan akrab Budi Wawan mengatakan, dengan latar belakang militer, pengusaha, kemudian beliau menjadi kader dan pejuang Partai yang loyal dan militan tak perlu diragukan lagi semangat patriotisme dan Nasionalisme HBK.

“HBK telah memberi suri tauladan kepada seluruh kader Partai Gerindra untuk terus berbuat dan berperilaku atas dasar aturan dan disiplin Partai. HBK adalah pengayom sekaligus penegak disiplin kader-kader Partai Gerindra,” ungkap BW yang juga Caleg No urut 2 Dapil 4 (Masbagik, Pringgasela dan Aikmel) DPRD Kabupaten Lombok Timur .

Lebih jauh BW mengulas pada era dimana semangat patriotisme dan nilai-nilai nasionalisme kebangsaan mengalami degradasi dan dekadensi yang sangat menghawatirkan, dibutuhkan figur yang memiliki jiwa patriotisme dan nasionalis sejati sebagaimana layaknya HBK .

“Sosok HBK di partai Gerindra menjadi Obor Pencerahan di mata para kader dan fungsionaris Partai Gerindra. Dedikasinya dalam membesarkan partai telah menjadi spirit bagi semua komponen partai Gerindra untuk bersatu dan bergandengan tangan mengemban amanat dan cita-cita Gerindra,” bebernya .

BW menambahkan kini bangsa dan negara Republik Indonesia membutuhkan pemimpin politik yang tegas, bersih dan bervisi kerakyatan dengan semangat nasionalisme yang tinggi.

“Hadirnya Prabowo dan HBK dengan Partai Gerindranya, akan menjadi antitesis kepemimpinan hari ini makin memperkuat visi kerakyatan agar tidak terjebak pada dominasi kepentingan modal. Disinyalir saat ini kepentingan asing dan modal telah bersinergi dan bermetamorfosis menjadi elit komprador yang mengebiri hak-hak rakyat kecil,” ulas BW

Selanjutnya Budi Wawan menegaskan, sosok HBK pantas menjadi pilihan wakil rakyat masyarakat NTB dalam mengartikulasikan dan penyambung lidah masyarakat NTB dalam memperjuangkan kepentingan pembangunan jika kelak dipercaya dan terpilih menjadi anggota DPR RI dapil Lombok .

Menurut Budi, sebagai representasi dari kepentingan pembangunan masyarakatnya NTB , HBK memiliki integritas dan komitmen yang tinggi dalam memperjuangkan akselerasi pembangunan daerah NTB kedepan.

“Kita butuh orang-orang yang mampu bekerja keras, dan memiliki jaringan yang kuat untuk percepatan pembangunan NTB dan masyarakatnya,” pungkasnya.

Me




HBK : Gempa Lombok, Tonggak Memperkuat Solidaritas Sosial

Bambang Kristiono meyakini,mMasyarakat Korban Gempa Lombok Akan Bangkit Dari Puing-puing Keterpurukannya

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, atau yang lebih dikenal dengan panggilan HBK atau Haji Bambang mengatakan, bencana gempa bumi dasyat yang melanda Lombok membuat kerusakan luar biasa.

Tapi di sisi lain, telah memberikan hikmah dan pelajaran yang sangat berharga kepada masyarakat Lombok terdampak gempa.

HBK yang mendapat arahan dan tugas khusus dari Prabowo untuk berkeliling Lombok, mewakilinya untuk menyampaikan salam takzim, keprihatinan dan rasa simpati Prabowo kepada masyarakat Lombok terdampak gempa, sebelum Prabowo kembali dari kunjungannya ke Lombok beberapa waktu yang lalu.

“Saya diminta beliau untuk tinggal di tempat, berkeliling dan menyampaikan pesan-pesan beliau kepada warga masyarakat terdampak gempa,” ujarnya.

Bencana gempa Lombok yang telah menimbulkan kerugian harta benda dan korban jiwa tersebut, membuatnya prihatin, berduka tapi juga menjadikannya lebih dekat lagi dengan masyarakat Lombok secara keseluruhan.

“Tapi saya yakin, masyarakat Lombok yang kuat ini, akan segera bangkit dari segala keterpurukannya”, kata Haji Bambang usai kunjungannya ke beberapa daerah terdampak gempa di Lombok, Selasa (18/09).

Haji Bambang mengatakan itu, setelah mengunjungi beberapa desa terdampak gempa di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Ia mengaku sangat prihatin dan sangat bersimpati atas segala penderitan yang harus ditanggung warga Lombok yang terdampak gempa.

Orang dekat dan loyalis Calon Presiden Prabowo Subianto itu, selain mengirim bantuan, juga banyak berdialog dengan para korban untuk mendengar keluh-kesah serta mendengarkan saran-saran dan masukannya untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi mereka dalam situasi yang serba kekurangan ini.

“Sebagian besar korban nyaris kehilangan semuanya, tapi mereka tetap semangat dan tidak kenal menyerah. Mereka masih optimis dan penuh keyakinan untuk membangun kembali masa depannya. Karena itu sebaiknya pemerintah, selain memberi bantuan untuk kebutuhan saat ini, juga tak kalah pentingnya adalah membantu mereka menata kembali masa depannya,” tutur Haji Bambang.

Menurutnya, masyarakat Lombok sangat tabah dan kuat dalam mengahadapi situasi sulit dan serba kekurangan ini.

Buktinya, di tengah derita kehilangan harta benda yang mereka miliki, bahkan ada yang anggota keluarganya yang meninggal dunia, tetapi warga masyarakat yang ditemui di dusun-dusun yang dia kunjungi, mereka masih menunjukkan kehangatan dan keramah-tamahannya.

Selain itu, Haji Bambang juga mengaku sangat mengagumi sikap religius masyarakat Lombok, serta masih kuatnya kegotong royongan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

“Di tengah penderitaan diri sendiri, mereka juga tetap saling membantu dan memikiirkan nasib orang-orang di sekitarnya. Karena itu, bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok juga telah menjadi tonggak yang memperkuat solidaritas sosial,“ ujarnya.

Haji Bambang juga meyakini, salah satu masalah yang harus menjadi prioritas penting dalam penyelesaian terdampak gempa ini adalah anak-anak yang menjadi korban terdampak.

Lebih lanjut diungkapkannya, Haji Bambang dengan relawan yang mendampingi kunjungannya pada masyarakat terdampak gempa, memberi perhatian khusus kepada masa depan keluarga korban.

Salah satu perhatian yang menjadi prioritasnya adalah kehidupan anak-anak di lokasi terdampak.

“Kalau tidak mendapat perhatian khusus, anak-anak ini akan mengalami trauma, mengalami putus asa, merasa frustasi dan kehilangan harapan,” ujarnya disela-sela kunjungannya ke dusun-dusun di Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah maupun Lombok Utara.

Haji Bambang dan tim relawan yang mendampinginya juga melakukan kegiatan untuk menghibur anak-anak.

Ia mulai memikirkan program trauma healing  (pemulihan trauma) yang diperlukan anak-anak, sehingga mereka bisa meninggalkan rasa takut dan bisa berpikir positif tentang masa depannya.

“Mereka harus disembuhkan dari pengalaman buruk yang dialaminya, dan kembali dalam kehidupan normal,” ujarya di tengah-tengah anak-anak yang dihiburnya di Lombok Tengah.

Profile HBK

Sebagai informasi, Haji Bambang dikenal oleh orang-orang dekatnya sebagai sosok yang keras, tegas, commited, dan tidak bertele-tele. Dan salah satu dari sedikit orang yang menginisiasi dan membidani lahirnya Partai Gerindra.

Sekarang ini, Haji Bambang menjadi salah satu “Pintu Masuk” untuk menembus dan mengakses langsung Ketua Umum/KDP Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

HBK adalah kader senior dan didikan langsung Prabowo Subianto, baik ketika mereka sama-sama bertugas di militer, menjadi Direksi di Perusahaan-perusahaan milik Prabowo setelah keduanya pensiun, kemudian menjadi Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) di Partai besutan Prabowo Subianto.

Kalau Haji Bambang berhasil menjadi anggota DPR-RI, dan Prabowo menang dalam perhelatan Pilpres 2019, maka Lombok akan memiliki seorang Legislator yang memiliki akses langsung kepada Presiden RI.

“Jadilah kamu wakil masyarakat Lombok yang bisa dipercaya dan diandalkan. Berjuanglah dengan sepenuh hati, dan bawalah manfaat, kebaikan yang sebesar-besarnya buat mereka. Kamu adalah Samurai saya,” nasehat,  pesan dan perhatian Pabowo Subianto kepadanya sebagai Caleg DPR-RI Partai Gerindra, nomor urut-1 dari Dapil Lombok.

Lombok akan mendapatkan manfaat yang besar, bila berhasil memberangkatkan Haji Bambang menjadi anggota DPR-RI di Senayan nanti, karena dengan kapasitas dan jaringan yang dimilikinya, Haji Bambang dinilai banyak pihak, akan mampu untuk merebut salah satu kursi pimpinan di DPR-RI.

Me




Masa Akhir Sebagai Gubernur, TGB Ajak Jaga Kebersamaan Membangun NTB

TGB mengaku akan tetap mengabdi pada NTB dan Indonesia dalam hal apa pun

MATARAM,lombokjournal.com  — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), M Zainul Majdi mengajak seluruh masyarakat NTB menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam membangun NTB, termasuk dalam menghadapi musibah gempa bumi.

“Jadikan daerah kita yang dalam keadaan apapaun bisa tetap menginspirasi kebaikan,” ujar TGB panggilan akrab Zainul Majdi  saat sambutan perpisahan masa akhir jabatan sebagai Gubernur NTB di Islamic Center NTB, Senin (17/09).

TGB menilai, masyarakat NTB diuji dengan cobaan yang begitu hebat, dengan gempa berturut-turut yang terjadi sejak akhir Juli hingga Agustus. Dia berharap masyarakat mengambil hikmah dari ujian yang diberikan Allah SWT.

“Jarang-jarang satu daerah dicoba dengan cobaan panjang, mudah-mudahan itu tanda bahwa orang-orang NTB disiapkan untuk hal yang hebat di masa mendatang. Kita ingat dalam ungkapan ulama, bahwa sebesar cobaan maka seperti itu pula hasil yang kita dapatkan,” katanya.

Pengalamannya menjabat sebagai gubernur, memberikan bukti bahwa rasa kebersamaan dan solidaritas yang kuat pada masyarakat membuat NTB mampu berjalan ke arah yang lebih baik.

“Seluruh kebersamaan NTB itu yang menjadi hal terbesar yang bisa mendorong pembangunan kita bisa sampai titik seperti ini. Saya pesan untuk kita semua, jaga kekompakan dan kebersamaan sebagai masyarakat NTB,” ungkapnya.

Disinggung mengenai langkah setelah tidak lagi menjabat sebagai gubernur, TGB mengaku akan tetap mengabdi pada NTB dan Indonesia dalam hal apa pun.

“Tetap bekerja untuk NTB, untuk Indonesia dan ruang perkhidmatan dan pengabdian itu sangat luas,” katanya.

AYA

 

 




Rohmi Ajak Jamaah NW Bersyukur, Ditetapkannya Nama Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Tuan Guru Bajang (TGB), Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA, selalu menerapkan apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh pahlawan nasional dari NTB tersebut, dalam membangun NTB

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB terpilih, Dr. Sitti Rohmi Djalilah, mengajak seluruh jamaah Nahdlatul Wathan (NW) bersyukur, digantikannya nama Bandar Udara Internasional Lombok (BIL) di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, pada Rabu, 5 September 2018.

Hal itu disampaikannya dalam peringatan awal tahun baru Islam 1440 H, di Aula Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor, Lombok Timur, Selasa, (11/09).

“Alhamdulillah Wasyukrulillah, belum lama ini, kita mendapatkan kabar gembira bahwa nama guru kita, pahlawan nasional pertama di NTB, Almagfurullah Maulanasyeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid dijadikan sebagai nama badara Lombok yaitu Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid,” kata Rohmi, dalam pidatonya di hadapan para jamaah yang hadir.

Atas nama Ketua Umum Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat NW, Rohmi menambahkan, Zainuddin Abdul Madjid telah banyak berjuang bagi bangsa dan negara Indonesia serta memberikan kontribusi yang terbaik bagi ummat  hingga akhir hayatnya.

“Sebagai murid, benihan, pecinta dan anjum NW kita  senantiasa harus banyak belajar dari Almagfurullah Maulanasyei kh,” ucapnya, kepda seluruh jamaah NW.

Selanjutnya Rohmi menilai, Tuan Guru Bajang (TGB), Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA, selalu menerapkan apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh pahlawan nasional dari NTB tersebut, dalam membangun NTB.

“Alhamdulillah, kita melihat dan merasakan pesatnya kemajuan di NTB selama 10 tahun kepemimpinannya,” sebutnya.

“TGB tidak pernah mengajak kita untuk melakukan hal-hal negatif. Beliau selalu menebarkan oftimisme dan energi positif kepada masyarakatnya, jamaahnya, dan kepada siapa pun yang berjumpa dengan beliau. Tak heran jika kehadiran beliau selalu ditunggu-tunggu baik di NTB, Indonesia, bahkan di luar negeri,” jelas Rohmi lagi.

Sebagaimana diketahui, masa jabatan TGB di NTB segera berakhir. Kemudian digantikan oleh pemimpin yang baru, yaitu Dr. Zulkieflimansyah dan Dr Sitti Rohmi Djalilah. Yang rencananya akan dilantik tanggal 17 September 2018.

“Mohon do’a semoga kami bisa melaksanakan amanah masyarakat NTB dengan sebaik-baiknya. Dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian yang diraih NTB selama era kepemimpinan TGB,” tutup Rohmi, yang merupakan kakak dari TGB, sekaligus cucu dari pendiri organisasi NW, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

Razak




Silaturahim TGB Bersama Media Nasional

Keberhasilan Gubernur NTB membangun daerah, selama dua periode kepemimpinannya menjadi hal menarik bagi sejumlah media nasional

lombokjournal.com —

JAKARTA :  Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa dengan sapaan Tuan Guru Bajang (TGB) makin kerapp mendappat undangan dari media nasional.

Setelah kemarin diundang Media Televisi SCTV, menyampaikan pembangunan terbaru NTB, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi kembalai diundang jajaran media Transcorp, di Kantor Transmedia, Jakarta, Rabu (04/07).

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu, diterima langsung oleh Komisaris Utama Transcorp, Ishadi SK, Pimpinan Redaksi Trans7 dan CNN Indonesia, Titin Rosmasari dan sejumlah crew Transcorp.

Dalam pertemuan itu, Gubernur TGB Usai menyampaikan terima kepada seluruh jajaran Transmedia, yang selama ini telah menyebarkan berita-berita baik tentang NTB.

Menurut TGB, media merupakan salah satu pilar pembangunan yang mengontrol, sekaligus mendorong pemerintah untuk melakukan yang terbaik bagi daerah dan masyarakat. Kunjungannya, diharapkan semakin mengeratkan silaturrahim antara pers atau media dengan seluruh jajaran pemerintah daerah serta masyarakat di NTB.

Dan diharapkannya, berbuah kerja sama ataupun sinergi saling menguntungkan dan penuh manfaat ke semua ranah ke depannya. Sebelum pertemuan itu, Gubernur diundang untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman selama membangun NTB, dalam program Alfito Dinova (AFD) Now.

Pada program yang dipandu Alfito Dinova tersebut, Gubernur menyampaikan sejumlah hal terkait pembangunan di NTB, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial, partisipasi politik masyarakat, serta nilai-nilai yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat NTB.

Keberhasilan Gubernur NTB membangun daerah, selama dua periode kepemimpinan menjadi hal menarik bagi sejumlah media nasional, termasuk Program AFD Now ini.

Rr/Humas NTB




TGB Didampingi Ustadz Somad Bicara Tentang Persaudaraan dan Kesatuan

Kalau ingin bangsa lain di dunia ini manaruh wibawa dan hormat kepada negara kita, tidak ada kata lain bangsa seluruh anak bangsa, selain bersatu padu membangun Indonesia, tanpa melihat perbedaan

lombokjournal.com —

BANTEN :   Ribuan masyarakat dengan antusias menyambut Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Soma  di Kampus Al-Mu’in, Kota Tangerang,  Banten, Sabtu (30/06).

Kehadiran dua tokoh nasional tersebut untuk memberikan tausiyah pada acara Tabligh Akbar, Tausiyah Keumatan dan Kebangsaan, di kampus tersebut.

Pada kegiatan yang bertema “Dari Persaudaraan, Menuju Kebangkitan” itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) itu menegaskan agar rasa persaudaraan dan persatuan menjadi modal kuat untuk membangun Bangsa Indonesia.

Sebab menurut TGB, tanpa persaudaraan, maka akan sulit untuk meraih kesuksesan. Perbedaan suku, agama, rasa, golongan, adat istiadat, lanjut Gubernur, bukanlah alasan untuk saling berselisih dan berpecah belah.

“Meskipun kita berasal dari daerah yang berbeda, namun kita bersatu dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia,” jelas TGB.

Karena itu, TGH mengajak seluruh anak bangsa untuk menghindari perselisihan dan perpecahan di antara sesama anak bangsa. Sebab, perselisihan dan perpecahan itu dapat mengakibatkan sejumlah kerugian. Yaitu, menyebabkan seluruh perjuangan anak bangsa tidak akan mengalami kesuksesan.

Selain itu menurut TGB, perpecahan itu juga akan menyebabkan hilangnya kehormatan dan kewibawaan bangsa di mata dunia.

“Kalau kita ingin bangsa Indonesia maju, maka kita sebagai anak bangsa harus kompak dan bersatu,” ungkap TGB di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.

Maka kata TGB, kalau ingin bangsa lain di dunia ini manaruh wibawa dan hormat kepada negara kita, maka tidak ada kata lain bangsa seluruh anak bangsa, selain bersatu padu membangun Indonesia, tanpa melihat perbedaan yang ada.

Rr/Humas NTB




TGB, Dinilai Sebagai  Tokoh Lokal Berkapasitas Nasional

Di kawasan Mandalika, Lombok Tengahi akan dibangun hotel berkapasitas 10 ribu kamar, yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 500 ribu orang. Dan semuanya anak- anak NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) adalah sosok yang berhasil membangun NTB.  Bahkan TGB dinilai sebagai tokoh lokal yang memiliki kapasitas kepemimpinan nasional.D

Hal itu ditegaskan Pempinan Redaksi, The Jakarta Post, Nezar Patria saat diwawancara usai menerima kunjungan Gubernur NTB di Kantor Redaksi The Jakarta Post, di Jakarta, Senin (25/06).

Nezar Patria menyampaikan, indikator keberhasilan Gubernur TGB membangun daerah NTB terlihat dari pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat serta kehidupan sosial masyarakat yang bersama pemerintah membangun daerah.

“NTB, sepuluh tahun terakhir, kita bisa menyaksikan pertumbuhan-pertumbuhan yang sangat signifikan. Baik dari ekonomi, sosial, budaya maupun ukuran-ukuran pertumbuhan yang sangat terasa,” ungkapnya saat itu. Karenanya, Ia berharap Gubernur NTB terus mengabdikan dirinya ke pengabdian yang lebih luas.

Sebelumnya, Nezar Patria didampingi Managing editor Evi Marian dan Managing Editor, Damar Harsanto menerima Kunjungan Gubernur NTB di ruang rapat Kantor Redaksi The Jakarta Post.

Saat itu, Ia berdialog dengan Gubernur terkait pembangunan dan kemajuan NTB sepuluh tahun terakhir. Yaitu pembangunan ekonomi, pertanian, pariwisata, budaya serta pembangunan sosial.

Termasuk di dalamnya keberhasilan TGB membangun daerah di tengah keberagaman suku, agama dan ras di NTB.

Gubernur mengawali pertemuan tersebut dengan membahas penanganan konflik yang ada di daerah. Menurutnya, salah satu cara untuk mengatasi konflik adalah dengan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Termasuk berdialog dalam bentuk pendekatan keIslaman dengan seluruh komponen masyarakat.

Kemudian, TGB menyampaikan kemajuan NTB di bidang pariwisata. Khususnya brand Halal Tourism. Awalnya, TGB ditawar oleh Menteri Pariwisata untuk membangun wisata halal di NTB.

Dengan penuh optimis Gubernu menerima tantangan tersebut. Sehingga, saat ini NTB telah berhasil meningkatkan angka kunjungan wisatawan, baik domestik maupun manca negara, di atas tiga juta wisatawan.

Bahkan manfaat kebijakan tersebut tidak hanya oleh umat Islam. Saudara-saudara kita yang non muslim merasakan manfaat luar biasa dengan kunjungan wisatawan tersebut.

“Ini merupakan pembuktian bahwa daerah yang berpenduduk mayoritas muslim bisa berkembang pariwisatanya dan berkontribusi untuk Informasi,” Jelas TGB. Gubernur menjelaskan tentang KEK Mandalika yang menjadi salah satu destinasi unggulan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Di kawasan ini akan dibangun hotel berkapasitas 10 ribu kamar. “Ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 500 ribu orang. Dan semuanya anak- anak NTB,” jelas TGB.

Kemudian TGB menjelaskan, bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yaitu dengan membangun infrastruktur yang lebih baik. Terutama Infrastruktur jalan.

Sebab, dengan infrastruktur jalan yang baik, maka titik-titik pertumbuhan ekonomi masyarakat akan terhubung dengan baik.

“Infrastruktur sangat nyata perannya di NTB,” ungkapnya seraya menjelaskan bahwa untuk mempercepat pembenahan infrastruktur tersebut adalah dengan mengeluarkan kebijakan pendanaan multi years, melalui Perda.

Tidak lupa juga TGB menjelaskan keberhasilan NTB membangun keharmonisan di tengah keberagamaan etnis, budaya, suku dan agama di NTB. Bahkan NTB menjadi salah satu contoh dunia tentang keberagaman yang terjalin kuat di NTB.

“NTB perlu dipotret tentang keberagamannya. ini yang akan terus dirawat,” ungkapnya.

Dari sudut pertanian, Gubernur menjelaskan sejumlah komoditas unggulan NTB. Yaitu Sapi, Jagung, Rumput laut. Bahkan untuk komoditas jagung, NTB berhasil mengekspornya puluhan ribu ton jagung ke luar negeri, seperti Thailand dan Filipina.

Kemajuan itulah yang menurut TGB mempengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2017, mencapai 7,01 persen tanpa tambang.

“Saat ini anak-anak muda NTB semakin optimis menatap masa depan,” jelasnya.

Re/Humas NTB

 

 

 




TGB: Nilai Kebangsaan Tertanam Kuat di Pondok Pesantren

Kalau Indonesia membutuhkan kemandirian, maka para santri diajarkan tentang kemandirian sejak mereka pertama kali berada di pesantren

MATARAM.lombokjurnal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi memenuhi undangan Silaturahmi Nasional (Silatnas), Ikatan Keluarga Abituren At-Taqwa (IKAA) Tahun 2018, di Pondok Pesantren Attaqwa Putra Ujungharapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/06)

Pada acara yang mengambil tema, Satukan Hati, Eratkan Silaturrahmi dan Jalin Kerjasama dari Alumni untuk Negeri, Gubernur dan istri disambut, Pimpinan Yayasan At-Taqwa, KH. Muhammad Amin Nur, MA. Serta ribuan masyarakat Kabupaten Bekasi yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Di hadapan ribuan undangan yang hadir itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Babang (TGB) itu menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan telah dibekali dan ditanam kuat pada diri seorang santri di pondok pesantren.

Nilai nilai kebangsaan seperti cinta tanah air, rela berkorban, kemandirian telah menjadi jati diri para alumni pondok pesantren. Pondok pesantren menurut Gubernur merupakan tempat persemaian cinta tanah air yang paling subur di tanah air ini. Kalau Indonesia membutuhkan kemandirian, maka para santri diajarkan tentang kemandirian sejak mereka pertama kali berada di pesantren.

“Saya yakin pondok pesantren, insya Allah tidak akan kurang kader pejuang bangsa di masa yang akan datang,” tegas TGB dengan menggambarkan perjuangan pendiri ponpes Attaqwa, sekaligus Pahlawan National, KH. Noer Ali. Yaitu, KH. Noer Ali tidak hanya berjuang untuk Islam.

Namun juga mengangkat senjata serta mengobarkan semangat perjuangan kepada seluruh muridnya pada saat itu.

Karena itu, TGB yakin, para Abituren atau alumni ponpes, khususnya Attaqwa dimanapun ranah pengabdiannya akan tetap menjadi kader bangsa yang kuat. Tentu juga akan diberi kesuksesan yang senantiasa memberi contoh terbaik kepada masyarakat.

Sebelumnya, Pimpinan Yayasan At-Taqwa, KH. Muhammad Amin Nur,  MA menyampaikan selamat datang kepada Gubernur dan istri di Ponpes Attaqwa.

Dirinya sengaja mengundang TGB pada acara tersebut untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi seluruh keluarga ponpes Attaqwa. Sebab, jarang dijumpai seorang ulama yang merangkap menjadi umara.

“Kita doakan semoga beliau sukses, sehat dan menjadi pemimpin kita di masa depan,” katanya.

 




Gubernur TGB kuatkan Silaturrahmi dengan Ponpes Az-Ziyadah Jakarta

Menyambung silaturrahmi itu menjadi kewajiban, apalagi dari segi keilmuan memiliki satu pohon. Sehingga, meskipun memiliki cabang, namum akarnya sama

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi bersilaturrahmi dengan jajaran pengurus Pondok Pesantren Az – Ziyadah di Klender, Duren Sawit, Klender, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Minggu (24/06).

Gubernur dan istri mengawali silaturrahmi tersebut dengan berziarah dan berdoa di makam KH. Ahmad Jayadi Muhajir, pendiri Ponpes tersebut. Kehadiran Gubernur dan istri disambut istri almarhum KH. Ahmad Jayadi Muhajir, Umi Siti Fatimah Hasbiallah beserta putra-putranya.

Di ponpes yang terletak di jalan balai rakyat 3 No.1, RT.4/RW.9, Klender, Duren Sawit itu, Gubernur menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi dengan seluruh jajaran ponpes tersebut. Sebab menurutnya, menyambung silaturrahmi itu menjadi kewajiban, apalagi dari segi keilmuan memiliki satu pohon. Sehingga, meskipun memiliki cabang, namum akarnya sama.

“Atas dasar ini kami menyambung silaturrahmi ke keluarga besar ponpes Az-Ziyadah ini,” ungkap Gubernur.

Selain itu lanjut Gubernur, silaturrahmi ini untuk menguatkan gerakan-gerakan dakwah yang telah dibangun oleh para ulama terdahulu.

“Beliau beliau ini merupakan penggerak dakwah. Tidak hanya untuk mengalimkan diri sendiri, namun juga berusaha menjadi muslih, yaitu memperbaiki masayarakat di sekitar,” jelas Gubernur.

Atas dasar itulah, antara Maulana Syeikh, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dan KH. Ahmad Jayadi Muhajir memiliki hubungan yang kuat.

Istri almarhum KH. Ahmad Jayadi Muhajir, Umi Siti Fatimah Hasbiallah menyampaikan rasa syukur yang dalam atas kehadiran gubernur dan istri di ponpesnya. Bahkan, Ia dan seluruh keluarga besar ponpes Az-Ziayadah sudah lama menginginkan gubernur untuk hadir di ponpes tersebut.

Rr/Humas NTB