Fitnah berupa ucapan banyak macamnya. Hujatan, ghibah, dan umpatan. Ghibah diumpamakan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri
TGB HM Zainul Majdi
lombokjournal.com —
SOLO ; Persaudaraan dan menghindari fitnah perlu dijaga oleh umat Islam Indonesia. Modal utama kehidupan adalah takwa kepada Allah, dan modal ini harus dijaga dengan baik.
Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia, TGB HM Zainul Majdi mengatakan itu dalam Kkhutbah Jum’at di Masjid Tegalsari, Solo-Jawa Tengah (19/07) 2019.
Hidup selalu ada pasang surut. Namun nikmat Allah tidak ada yang bisa menghitungnya.
Ukuran sesuatu itu dikatakan penting atau tidak tergantung bagaimana Al Quran membahasnya. Bila dibahas tegas maka nikmat itu maha penting.
“Dan ingatlah perintah ini berlaku untuk kita semua, ketika dalam keadaan bermusuhan kemudian Allah mendekatkan hati kalian. Kalian semua bersaudara dengan nikmat Allah,” katanya.
Dalam ayat tersebut, pentingnya menjaga ukhuwah (persaudaraan). Itu nikmat dari Allah.
“Karena Allah hati kita tertaut satu sama lain. Dalam Firman Allah, kalaupun kamu punya harta sebanyak bumi ini, lalu kamu bayar untuk hati mereka, maka tidak akan bisa. Maka Allah yang mendekatkan satu sama lain,” lanjutnya.
Islam sendiri membahas peradaban, kemauan pasar, dan memperkuat persaudaraam Muhajirin dan Ansor. Kemudian akhirnya membuat piagam persaudaraan Madinah berkomitmen menjaga kota Madinah apapun agamanya.
“Dalam Islam dilarang melemahkan persaudaraan, apalagi merusak,” tegasnya.
Dalam Surah An Nur, ada sepuluh ayat menceritakan berita bohong. Kalau berita bohong serta fitnah dilontarkan akan melemahkan dan merusak persaudaraan.
Fitnah berupa ucapan banyak macamnya. Hujatan, ghibah, dan umpatan. Ghibah diumpamakan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.
“Jangankan melakukan itu (memakan bangkai), membayangkan saja sulit,” ucapnya.
Di Indonesia sebagai umat Islam paling besar di dunia, di tengah masyarakat banyak masih tersebar, ghibah, umpatan, serta hujatan. Tak sadar, akibat itu semua membuat persahabatan menjadi renggang.
“Karena fitnah berupa ucapan yang merusak,” tandasnya.
Me/Tim TGB
TGB Harus Didukung Jadi Menteri, Karena Sudah Milik Indonesia
Banyak hal luar biasa yang sudah dilakukan untuk NTB. Dari mulai soal peningkatan SDM, pengembangan pariwisata, pemberdayaan ekonomi, sampai sektor pertanian dan kelautan
MATARAM.lombokjournal.com —TGB (Tuan Guru Bajang) sapaan akrab mantan Gubernur NTB, HM Zainul Majdi, dinilai layak mengisi posisi menteri.
Penilaian itu disampaikan Lembaga Kajian Publik dan Politik, M16, menilai Gubernur NTB sudah saatnya TGB ini menjadi milik Indonesia.
“Saya nilai sudah saatnya TGB ini menjadi milik Indonesia. Bukan lagi milik NTB semata,” kata Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, Rabu (10/07). 2019.
Didu sapaan akrab Bambang Mei Finarwanto mengatakan, TGB terbukti sanggup berselancar dalam kerasnya pertarungan politik Pilpres 2019.
Bahkan, Koorbid Keummatan DPP Partai Golkar itu menjadi salah satu komunikator Jokowi-Ma’ruf Amin yang handal. Publik yang tak percaya dan cenderung apatis pada Presiden bisa mendapat penjelasan yang tepat.
“Ketika ada isu soal agama, TGB mendinginkan situasi. Salah satu pernyataannya yang cukup baik adalah jangan sampai kontestasi politik merusak persaudaraan,” ucapnya.
Karena kata TGB, persaudaraan adalah aset tak terlihat milik Indonesia.
Didu menyebut, mengikuti pemberitaan aktivitas TGB mulai dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, bahkan hingga Pulau Sulawesi. Ajakan TGB untuk meletakkan politik secara wajar itu sudah tepat.
“Jangan lagi ada pembelahan di masyarakat. Ini kan pesta demokrasi lima tahunan, bagi yang kalah masih ada kesempatan lima tahun lagi. Jangan dibuat ruwet,” bebernya.
Lanjut Didu, Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan (PBNW) sanggup berjejaring dengan bagus ketika bertemu ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, ataupun organisasi masyarakat lainnya.
Dengan lintas agama juga seolah tidak ada sekat. Pertemuannya dengan banyak ulama sepuh, mengisyaratkan TGB bisa diterima semuanya.
“Dan jangan lupa, TGB ini ketua ikatan alumni Al Azhar Indonesia. Ada puluhan ribu alumni di Indonesia,” imbuhnya.
Dari sisi kecakapan memimpin, diakui Didu, TGB sudah teruji. Selain pernah menjadi anggota DPR RI, ia dua periode memimpin NTB. Banyak hal luar biasa yang sudah dilakukan untuk NTB. Dari mulai soal peningkatan SDM, pengembangan pariwisata, pemberdayaan ekonomi, sampai sektor pertanian dan kelautan.
“Jadi wajar ketika saya ke Jawa kemudian ditanya, dari mana? Ketika saya jawab NTB, orang akan menjawab, oh TGB ya,” urainya.
Sebagai tokoh politik, TGB diakui oleh Didu memiliki visi pembangunan yang jelas. Ulama yang memahami tata kelola pemerintahan yang baik. Programnya bisa mengena sasaran.
“Sosok TGB yang saya kenal itu model politikus apa adanya. Tak terlalu mengumbar pencitraan, fokus pada kerja nyata,” terangnya.
Mantan ED Walhi NTB ini menyebut, TGB sebagai permata bagi NTB, namanya sanggup menarik perhatian seluruh Indonesia. Dan warga NTB secara tidak langsung bisa dikenal karena TGB.
“Semestinya kita warga NTB satu suara mendukung TGB masuk dalam pemerintahan Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf Amin,” ujarnya.
Diakui Didu, politik memang selalu menghasilkan momentum tak terduga, kadang yang berkeringat justru kurang diperhatikan. Sebaliknya yang santai, justru dielu-elukan.
“Itulah pentingnya kita suarakan, ini kebanggaan bersama,” tegasnya.
Ada modal bagus yang harus dilanjutkan oleh TGB dalam merawat keberagaman di Indonesia yaitu konsep Wasathiyatul Islam atau islam di tengah. Mempererat kembali ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathoniah yang terbelah usai Pilpres.
“TGB memiliki kelebihan dalam merajut persaudaraan,” tandasnya.
Me
DR Iqbal, Putra NTB Yang Jadi Dubes Indonesia Untuk Turki, Bertemu Gubernur Zul
LSM, pelaku seni budaya dan pelaku-pelaku media kita punya kesempatan besar untuk mengunjungi dan belajar dari Turki
MATARAM.lombokjournal.com — Salah satu putra terbaik NTB, DR Lalu Muhammad Iqbal, tanggal 1 Juni 2019 mulai bertugas di Ankara memulai tugasnya sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah Selasa (28/05) pagi menerima Dubes Indonesia untuk Turki, Dr. Lalu Muhammad Iqbal mngungkapkan, ia bersahabat lama dengan The Rising Star yang merupakan putra NTB itu.
“Kami bersahabat sejak kami kecil dulu. Ikut berkompetisi bersama mewakili NTB di berbagai arena,” tutur Gubernur Zul.
Dikatakannya, apa yang dicapai DR Iqbal mudah-mudahan ini menjadi inspirasi anak-anak muda NTB.
“Untuk tidak hanya menjadi tokoh lokal, tapi juga tokoh nasional dan tokoh dunia,” ungkap Gubernur.
Dan gubernur pun berharap, semoga saatt Iqball menjadi Dubes di Turki, banyak hal yang bisa disinergikan.
“Anak-anak kita akan terbuka peluang lebih besar untuk kuliah di Turki..LSM, pelaku seni budaya dan pelaku-pelaku media kita punya kesempatan besar untuk mengunjungi dan belajar dari Turki. Dan alhamdulillah mas Iqbal akan dengan senang hati membantu kita semua,” kata Gubernur Zulkieflimansyah.
Rr/HMS Pemprov NTB
Gubernur NTB Jadi Imam Salat Magrib Para Tokoh Muda Indonesia
Pascapilpres semua pihak menghormati seluruh mekanisme prosedural yang saat ini tengah berjalan di Pilpres 2019. Kalaupun ada persoalan hukum, para tokoh bersepakat untuk mempercayakan kepada aparat penegak hukum
Najamudin Amy
lombokjournal.com —
BOGOR ; – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mendapat kehormatan untuk memimpin salat berjamaah para tokoh muda Indonesia yang hadir dalam Silaturahmi Bogor untuk Indonesia di Museum Balai Kirti Bogor, Rabu (15/05) sore.
Sejumlah tokoh muda yang hadir antara lain, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.
Selain itu juga hadir, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Walikota Tanggerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan Walikota Bogor, Bima Arya.
Bima Arya selaku tuan rumah, dalam konferensi pers di hadapan para wartawan mengutarakan latar belakang pemikiran yang menjadi pendorong digelarnya pertemuan para tokoh muda Indonesia tersebut.
Bima Arya menegaskan, para tokoh tersebut berasal dari latar belakang politik yang berbeda-beda, namun semua melebur dalam komitmen yang sama untuk mendorong kemajuan Indonesia. Karenanya, dalam pertemuan, topik yang dibahas pun tidak mengarah pada hal-hal yang menajamkan perbedaan.
“Jadi tidak ada bicara-bicara yang menjurus perbedaan. Kadang-kadang saya lupa, Pak Zul (Gubernur NTB) ini partainya apa. Mas Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) ini sekarang partainya apa? Tapi kepemimpinannya, sikapnya, kita hafal,” ujar Bima Arya.
Suasana pertemuan juga semakin cair dengan serangkaian agenda bersama yang mempererat persatuan di antara para tokoh tersebut. Selain berbuka bersama, para tokoh juga menyempatkan salat magrib berjamaah. Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menjadi imam salat berjamaah tersebut.
“Setelah buka tadi kita solat berjamaah, dipimpin oleh Gubernur NTB, yang qomat Gubernur Jawa Tengah. Suasana menjadi lebih sejuk,” ujar Bima Arya.
Bima Arya juga menjelaskan sejumlah poin penting yang menjadi benang merah pertemuan tersebut.
Poin pertama adalah, semua tokoh yang hadir, dipersatukan oleh pandangan kecintaan terhadap Indonesia dan keinginan menjaga perdamaian di Indonesia.
“Kita ingin Indonesia yang damai. Seluruh pembicaraan tadi, diwarnai oleh semangat optimisme bagaimana membangun Indonesia dengan cara yang damai, kebersamaan,” ujarnya.
Poin kedua, para tokoh muda tersebut berdiskusi terkait kondisi tanah air hari ini Pascapilpres 2019. Terhadap topik ini, semangat semua tokoh yang hadir sama.
Semangat tersebut adalah menghormati seluruh mekanisme prosedural yang saat ini tengah berjalan di Pilpres 2019. Kalaupun ada persoalan hukum, para tokoh juga bersepakat untuk mempercayakan kepada aparat penegak hukum.
Poin ketiga dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan dan upaya mengembangkan semangat pertemuan ini.
“Kita juga membangun gagasan ke depan, yaitu fokus kepada gagasan-gagasan kebangsaan. Fokus kepada nation building. Banyak gagasan untuk kita mengedukasi rakyat Indonesia agar semuanya siap untuk berdemokrasi secara sehat. Banyak gagasan ide ke depan,” ujarnya.
Di masa yang akan datang, semua pihak sepakat untuk terus mempertahankan silaturahmi, dan memperluas jaringan yang telah terbangun saat ini.
Pertemuan-pertemuan ini juga tidak hanya dibatasi saja dalam konteks politik. Tapi juga di dalam banyak hal. Tujuannya adalah untuk membagikan optimisme dan harapan Indonesia yang lebih baik.
“Kami juga menyepakati selama hari-hari menjelang 22 Mei nanti, untuk mengokohkan kebersamaan kita, meminimalisir ruang-ruang yang memungkinkan terjadinya perpecahan. Kita menunggu proses yang berjalan sesuai dengan konstitusi. Kita hormati apapun sebagai keputusan dalam konteks konstitusi. Kita melihat harus diserahkan dalam proses hukum positif di Indonesia,” ujarnya.
Bima Arya menegaskan pula harapan agar pertemuan ini tidak berhenti hanya sampai di kesempatan tersebut.
“Ada semangat untuk terus berlanjut ke daerah. Insya Allah akan ada teman-teman yang lain yang akan bergabung, berlanjut dari forum di Bogor pada hari ini,” ujarnya.
Setelah buka tadi kita solat berjamaah, dipimpin oleh Gubernur NTB, yang qomat Gubernur Jawa Tengah. Suasana menjadi lebih sejuk.
Kita menyepakati instiusi negara ini mengurus proses. Ada saatnya berkompetisi, ada saatnya saling mengisi. Menjaga persahabatan demi keutuhan republik Indonesia ini.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, mengutarakan, bagi NTB, kehadiran Gubernur bersama deretan tokoh muda terkemuka di Indonesia ini menjadi kesempatan emas untuk mengkomunikasikan kemajuan NTB di bawah kepemimpinan tokoh muda.
Sekaligus, ini merupakan pengakuan bahwa Gubernur NTB merupakan satu tokoh muda yang diperhitungkan di pentas nasional.
Sebagai tokoh muda, Gubernur kelahiran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 ini memang telah menorehkan pencapaian dalam banyak hal.
Sejak SMA, sosok yang akrab disapa Bang Zul ini telah meraih banyak prestasi akademis maupun non akademis. Pada 1989, ia terpilih mewakili NTB pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia.
Selama setahun, Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman bersekolah di negara lain membuat ia terkesan dan lebih terpacu untuk menjelajahi dunia.
Di jenjang perguruan tinggi, Bang Zul pun meraih banyak hal. Salah satunya, diangkat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UI, atau yang sekarang akrab disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
Sebelum terjun ke politik pada 2004, Bang Zul meraih pengakuan sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia (bidang ekonomi & manajemen) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Sederet prestasi diperolehnya di dunia penelitian. Ia pernah menjadi Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University di Amerika Serikat, menjabat sebagai Direktur Riset Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan diberi kepercayaan sebagai Pemimpin Program Extension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Pada 2004, saat usianya baru 32 tahun, Bang Zul terpilih sebagai Anggota DPR RI dan kembali terpilih untuk dua periode berikutnya sebelum mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur NTB di Pilkada 2018 lalu. (*)
Najamuddin Amy, Kepala Biro Humas Dan Protokol Setda NTB
Hadiri Temu Tokoh Muda Indonesia di Bogor, Gubernur Zul Bisa Kampanyekan Kemajuan NTB
Hadirnya Gubernur NTB merupakan pengakuan sebagai salah satu satu tokoh muda yang berpengaruh di pentas nasional.
MATARAM.lombokjournal.com — Kehadiran Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama deretan tokoh muda terkemuka di Indonesia dalam pertemuan bertajuk ‘Silaturahmi Bogor untuk Indonesia ‘di Museum Balai Kirti Bogor, Rabu (15/05) sore, jadi kesempatan emas mengkampanyekan kemajuan NTB di bawah kepemimpinan tokoh muda.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, terkait kehadiran Gubernur Zul yang juga dihadiri sejumlahtokoh muda terkemuka di Indonesia.
Sejumlah tokoh muda yang sudah mengonfirmasi kehadirannya, antara lain, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.
Selain itu, juga dipastikan hadir Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Walikota Tanggerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan Walikota Bogor, Bima Arya.
Menurut Najamuddin Amy, terkait hadirnya Gubernur NTB merupakan pengakuan sebagai salah satu satu tokoh muda yang berpengaruh di pentas nasional.
Sebagai tokoh muda, Gubernur Zul kelahiran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 ini memang telah menorehkan pencapaian dalam banyak hal.
Banyak Prestasi
Sejak SMA, sosok yang akrab disapa Bang Zul ini telah meraih banyak prestasi akademis maupun non akademis. Pada 1989, ia terpilih mewakili NTB pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia.
Selama setahun, Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman bersekolah di negara lain membuat ia terkesan dan lebih terpacu untuk menjelajahi dunia.
Di jenjang perguruan tinggi, Bang Zul pun meraih banyak hal.
Salah satunya, diangkat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UI, atau yang sekarang akrab disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
Sebelum terjun ke politik pada 2004, Bang Zul meraih pengakuan sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia (bidang ekonomi & manajemen) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Sederet prestasi diperolehnya di dunia penelitian. Ia pernah menjadi Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University di Amerika Serikat, menjabat sebagai Direktur Riset Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan diberi kepercayaan sebagai Pemimpin Program Extension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Pada 2004, saat usianya baru 32 tahun, Bang Zul terpilih sebagai Anggota DPR RI dan kembali terpilih untuk dua periode berikutnya sebelum mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur NTB di Pilkada 2018 lalu.
AYA (*)
Bawaslu Lotim Kaji Pelanggaran Kunjungan Surya Paloh di Pancor
Kunjungannya tersebut untuk memberikan Kuliah Umum Kebangsaan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor
LOTIM.lombokjournal.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sedang mengkaji adanya pelanggaran atas kunjungan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Pancor, Selong, beberapa hari lalu.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati, saat dihubungi lombokjournal.com, Selasa (18/12) pagi.
“Saat ini sedang kaji potensi pelanggaran kunjungan Ketum Nasdem ke Pancor kemarin (15/12),” ujarnya.
Retno menyebutkan, bahwa memang ada ditemukan potensi pelanggaran di lapangan yang tidak sesuai aturan.
Misanya penggunaan atribut partai yang melanggar peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Salah satunya seperti bendera yang dipasang tidak sesuai pada tempatnya.
“Di lapangan kemarin ada potensi misalnya memasang bendera depan sekolah tapi langsung kita koordinasi dengan pengurus partai untuk dicabut dan dipindahkan,” tuturnya.
“Oleh panitia langsung dilaksanakan perintah bawaslu sebelum acara dimulai,” tambah Retno.
Itu artinya, tugas pencegahan sudah dilakukan dan dilaksanakan oleh Bawaslu Lotim.
“Tugas bawaslu pencegahan, pengawasan dan penindakan,” beber Retno singkat.
Selanjutnya ditanya apa saja bentuk pelanggarannya? Retno mengatakan, sampai saat ini Bawaslu masih mengumpulkan bukti-bukti yang ada di lapangan.
“Belum menyimpulkan ada pelanggaran karena sedang kita kumpulkan hasil pengawasan dari lapangan,” jelasnya.
Sebelumnya diketahui, Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor di Selong, Lotim, Sabtu (15/12) lalu.
Kunjungannya tersebut untuk memberikan Kuliah Umum Kebangsaan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor.
RAZAK
TGB Sebut Surya Paloh Sebagai Tokoh bangsa, Ini Alasannya
Keberadaan NasDem tidak terlepas dari perjalanan panjang dan merupakan hasil renungan untuk memajukan Indonesia
LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Muhammad Zaenul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) merupakan salah satu tokoh bangsa Indonesia.
TGB mengatakan, saat memberikan sambutan pada acara Kuliah Umum Kebangsaan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor, Selong, Sabtu (15/12) siang.
Menurutnya, Surya Paloh telah lama berkhitmat untuk kemajuan negara Republik Indonesia, sebelum mendirikan partai NasDem.
“Karena rekam jejak beliau (Surya Paloh) , sesungguhnya penghidmatan beliau kepada Indonesia itu dimulai jauh sebelum mendirikan parati Nasional Demokrat ini,” ucapnya.
Dikatakan cucu pendiri organisasi NW ini, perjalanan Surya Paloh dalam membangun Indonesia sudah dimulai sejak lama bukan setelah partai NasDem didirikan.
“Berkhidmat di banyak-banyak tempat dan berkiprah diberbagai tempat untuk membangun bangsa Indonesia,” sebut TGB.
Mantan Gubernur NTB dua periode ini juga menilai, adanya partai NasDem tidak terlepas dari perjalanan panjang dan merupakan hasil renungan untuk memajukan Indonesia.
“Maka beliau memilih dan langsung mendirikan satu entitas partai politik yaitu Nasional Demokrat,” katanya.
Razak
Di Pancor, Surya Paloh Sebut NKRI Mahakarya Pendiri Bangsa
Diingatkan, bangsa Indonesia hatus mempertahankan dan menjaaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa kecuali
LOTIM.lombokjournal.com – Saat menyampaikan Kuliah Umum Kebangsaan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor, Sabtu (15/12) sekitar pukukl10.00 Wita, H. Surya Paloh, mengajak para santri dan santriwati dan jamaah NW tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu menyebut Negara Republik Indonesia merupakan sebuah maha karya yang berasal dari ide-ide besar para pendiri bangsa.
“Para pendiri bangsa melahirkan satu pemikiran besar. Hal itulah yang menjadi kekuatan kita dalam membangun bangsa kedepan yaitu ideologi,” ucapnya di hadapan jamaah NW.
Menurut Surya Paloh, suatu bangsa akan cepat hancur jika tidak memiliki ideologi yang kuat.
“Bangsa yang tidak mengindahkan ideologi dan tidak memiliki ideologi, amat sukar dipastikan keberlangsungan akan berlangsung lama,” ujarnya.
Katanya, para pendiri bangsa juga melahirkan suatu alat sebagai pemersatu yang dinamakan Bineka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia terdiri dari bukan hanya satu suku, bukan hanya satu agama, namun sangat beragam.
“Bineka Tunggal Ika itu yang memberikan penegasan, perbeda-beda namun satu jua. Itulah Indonesia,” ungkap Surya Paloh. Sampai hari ini diakui Pancasila itu sebagai ideologi, sebagai falsapah hidup, pandangan hidup kita, tambahnya.
Lebih lanjut Surya Paloh menegaskan, tanah Indonesia yang sangat subut telah memberikan dan mendatangkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Singkong yang kita tanam, singkong yang tumbuh. Pohon karet yang kita tanam, karet yang tumbuh. Sawit kita tanam, sawit yang tumbuh,” terang Surya Paloh.
Diingatkan, bangsa Indonesia hatus mempertahankan dan menjaaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa kecuali.
“Tidak ada NKRI tanpa Pancasila, dan tidak ada Pancasila tanpa NKRI,” ingatnya.
Disamping memberikan Kuliah Umum, Surya Plaoh juga berziarah ke makam pahlawan Indonesia sekaligus pendiri organisasi Nahdlatul Wathan di NTB.
Ia ditemani oleh mantan Gubernur NTB dua periode, Muhammad Zaenul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Ketua DPW NasDem NTB, H. Muhammad Amin dan politisi NasDem lainnya.
Razak
TGB Sebut Santri dan Santriwati Sebagai Pemimpin Masa Depan
Terwujudnya agama Islam sebagai rahmat seluruh alam pun tergantung para santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam
LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Para santri dan santriwati merupakan generasi muda yang akan memimpin bangsa dan Negara Indonesia di masa depan.
TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan, dalam acara Pengajian Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriyah dan Pengijazahan Doa Ujian Santri/Santriwati NW di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor, Selong, Selasa (20/11) siang
Mantan Gubernur NTB dua periode itu di depan ribuan santri dan warga ponpes NW, TGB menegaskan, kondisi dan keadaan negara Indonesia ke depan akan ditentukan oleg santri dan santriwati sebagai generasi muda.
“Keadaan-keadaan negara kita dimasa akan datang, kalian (para santri) yang akan menentukan wajah dan bentuknya,” ujarnya.
Bahkan maju atau mundurnya negara Indonesia, semuanya tergantung dari generasi muda saat ini.
“Apakah Indonesia betul akan semakin maju dan hebat ataukah sebaliknya menjadi negara yang jauh kebelakang dari bangsa-bangsa lain,” ingat TGB.
Dikatakannya, terwujudnya agama Islam sebagai rahmat seluruh alam pun tergantung para santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam.
“Apakah Islam akan nyata menjadi rahmatan lil alamin atau justru cahaya Islam itu sulit di rasakan oleh manusia, anak-anakku (para santri) saat ini, kalianlah yang akan menentukan,” terangnya.
Menurut TGB, dengan adanya generasi muda yang hebat, mempunyai cita-cita yang tinggi dan pemahaman agama yang kuat, maka negara Indonesia akan lebih maju.
“Insya Allah bangsa kita akan jauh lebih baik dimasa-masa yang akan datang,” cetusnya.
Cucu pendiri organisasi NW ini berharap, seluruh santri dan santriwati yang ada di ponpes NW agar menjadi orang-orang yang beruntung.
“Sudah ada harapan dari guru-guru kalian, termasuk saya hanya satu yaitu mudah-mudahan kalian semua sukses dan berhasil,” sebutnya.
Razak
KH Ma’ruf Amin Harapkan Santri Mengambil Bagian Seperti Ulama
Ma’ruf menyampaikan pergerakan para ulama untuk merebut kemerdekan, salah satunya peran yang diemban pendiri dari organisasi NW di NTB
LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — K.H. Ma’ruf Amin, mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, di Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jum’at (26/10) sekitar pukul 09.00 Wita.
Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI, nomor urut 01 dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menghadiri Pengajian Silaturrahim di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor.
Selain ke Pancor, Ma’ruf juga dijadwalkan mengunjungi Ponpes NW Anjani, di Desa Anjani Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.
Di depan ratusan santri dan warga Ponpes NW Pancor, Ma’aruf menyebut pentingnya peran santri dalam mengambil bagian seperti para Ulama.
“Santri dituntut untuk mebgambil bagiaan seperti ulama. Membangun kemaslahatan, menghilangkan kerusakan dan kemudaratan,” ujar Kyai Ma’ruf.
Dalam kesempatan itu, Ma’ruf mengatakan, santri harus bisa membaca situasi dan berbagai kondisi kebangsaan, baik politik, ekonomi, sosial budaya dan sebagianya.
Bahkan, menurut nya, santri harus bisa mneguraikan dan memecahkan berbagai masalah kebangsaan ditengah modernitas sekarang ini.
“Santri zaman now harus lebih siap menyikapi berbagai permasalahan. Hingga kedepan memiliki kade- kader handal,” jelas Cawapres yang berpasangan dengan Jokowi ini.
Menyinggung peran santri dalam mengambil bagian seperti Ulama, Ma’ruf menyampaikan pergerakan para ulama untuk merebut kemerdekan. Salah satunya peran pendiri dari organisasi NW di NTB.
“Pendiri NW ( TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid) memiliki perhatian dan tanggung jawab kenegaraan dan kebangsaan, sehingga membentuk yang namanya Nahdlatul Wathan,” bebernya.
Pada akhir abad ke- 19 terjadi pemberontakan – pemberontakan untuk mengusir penjajah dari tanah air.
“Yang memberontak di Indonesiq adalah orang-orang yang belajar di tanah suci (Makkah). Dengan mendirikan pesantren dan madrasah-masdrasah,” terang Ma’ruf.
“Bersama santri membangun pergerakan. Sehingga peran ulama di Indonesia dalam membangun negeri sangat penting,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, negara Indonesia dibangun atas dasar kesepakatan yaitu Pancasila. Pancasila merupakan kesepakatan dan titik temu.
“Begitu juga UUD 45 merupakan kesepakatan. Sehingga Indonesia adalah negara kesepakatan,” cetusnya.