Tokoh Perbukuan Islam 2018 Untuk Gubernur NTB

Penghargaan tersebut bukan hanya untuk Gubernur NTB melainkan juga untuk generasi muda bangsa, khususnya NTB

lombokjournal.com —

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dianugerahi penghargaan sebagai tokoh perbukuan Islam 2018.

Gubernur didampingi istri, Hj. Erica Zainul Majdi menerima penghargaan tersebut saat 17th Islamic Book Fair, yaitu pameran buku Islam terbesar se-Asia Tenggara bertempat di Jakarta Convention Center Senayan Jakarta, Rabu (18/04).

Hadir juga saat itu, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua IKAPI Jakarta, Hikmat Kurnia.

Pada kegiatan yang mengusung tema meraih kejayaan Islam melalui literasi, IKAPI memilih Gubernur sebagai peraih penghargaan tersebut karena sejumlah penilaian. Yaitu, Gubernur Tuan Guru Bajang merupakan sosok yang gemar membaca dan menularkan hasil bacaannya tersebut kepada masyarakat luas.

Selain itu, Gubernur TGB dinilai sebagai gubernur inspiratif bagi generasi bangsa, dengan sederet prestasi, baik sebagai ulama, maupun sebagai kepala daerah. Menurutnya juga, TGB merupakan kepala daerah yang berhasil mengangkat dan membangun NTB ke level yang membanggakan. Bahkan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain yang lebih dahulu maju.

“Penghargaan ini kami berikan kepada Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi,” Jelas Sekretaris IKAPI Jakarta saat membacakan profil Gubernur TGB.

Gubernur NTB, peraih ratusan penghargaan itu, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Gubernur menyampaikan, masih banyak tokoh-tokoh lain yang juga harus mendapatkan penghargaan tersebut, sebagai bentuk penghargaan atas karya-karya besar mereka dalam bentuk literasi.

Menurutnya, IBF tersebut merupakan milestone bagi generasi muda. Bahwa kalau ingin bangsa ini maju dan kuat, maka literasihya harus kuat.

Lebih jauh lagi, TGB menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya untuk dirinya melainkan juga untuk generasi muda bangsa, khususnya NTB.

“Penghargaan ini untuk anak-anak muda NTB,” ungkapnya yang sambut tepuk tangan para undangan yang hadir.

Selain tokoh perbukuan Islam 2018, IKAPI Jakarta juga menyerahkan penghargaan kepada para penulis dengan kategori Buku Islam terbaik kategori fiksi dewasa, Buku Islam terbaik kategori non-fiksi anak, Buku Islam terbaik kategori non-fiksi dewasa, Buku Islam terbaik kategori Terjemahan, Buku Islam dengan Desain Sampul Terbaik dan Buku Islam dengan Ilustrasi Terbaik

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh ikatan penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta.

Ketua Panitia, Muhammad Anis Baswedan melaporkan menjelaskan IBF tahun ini merupakan wahana dan salah satu ajang untuk wisata literasi Islami. Sekitar 151 penerbit dan 53.000 judul buku serta 15.000.000 eksemplar buku dipamerkan dalam IBF tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan digelarnya pameran buku tersebut agar para generasi muslim menyadari pentingnya membaca dan menguatkan diri dengan literasi.

“Harapan kami pengunjung datang ke pameran ini sebagai kegiatan wisata yang indah nyaman dan menyenangkan,” ungkapnya.

AYA/Hms




Zul-Rohmi, Pasangan Berpendidikan Tinggi Namun Rendah Hati

Baik Dr Zul maupun Dr Sitti Rohmi, selalu akrab melebur tanpa sekat dengan masyarakat perkampungan yang mereka kunjungi

lombokjournal.com–

MATARAM ;  Pepatah semakin padi berisi semakin merunduklah tangkainya, kiranya tepat disematkan pada sosok Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB dalam Pilgub 2018.

Meski mengenyam dan mampu menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi, turut berkiprah membangun pendidikan, dan menjabat di sejumlah posisi strategis, pasangan Zul-Rohmi tetap menunjukan sikap yang sangat rendah hati.

Setidaknya, hal itu dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), baik di Lombok maupun di Sumbawa, yang sempat dikunjungi Zul-Rohmi Dalam tiap kampanye blusukan keduanya di tengah masyarakat sepanjang masa kampanye ini.

Baik Dr Zul maupun Dr Sitti Rohmi, selalu akrab melebur tanpa sekat dengan masyarakat perkampungan yang mereka kunjungi. Bahasa yang mereka sampaikan saat memapar visi dan misi kinerja kepemimpinan pun dengan bahasa sehari-hari yang merakyat.

“Bahasa yang disampaikan sangat sederhana, seperti masyarakat biasasaja, sehingga kami pun mudah memahami. Ini yang membuat kami merasa lebih dekat, merasa lebih mengenal dan juga dikenal oleh pak Zul dan bu Rohmi. Program-programnya sangat cerdas,” kata Mustaan, warga Bayan, Lombok Utara.

Perpaduan Hobi Menulis Dan Membaca

Dari sisi pendidikan, pasangan Zul-Rohmi memang calon pimpinan yang sangat mumpuni. Bukan hanya berpendidikan tinggi, kepedulian keduanyauntuk sektor pendidikan pun tak bisa diragukan.

Ibarat sudah ditakdirkan, pasangan Zul-Rohmi juga memiliki hobby yang berbeda namun saling melengkapi. Dr Zul yang hobby menulis, dan Dr Sitti Rohmi sangat suka membaca.

Dr H Zulkieflimansyah Ph.D atau akrab disapa Bang Zul, lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972. Pendidikan dasar hingga SMA ditempuhnya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, hingga tamat SMA pada 1989.

Selepas SMA, Zulkieflimansyah mengambil S1 Ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta. Gelar Sarjana Ekonomi diperolehnya tahun 1995 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) tempat di mana ia mengajar di program S1, S2 dan S3.

Postgraduate programme-nya ditamatkan di Strathlyde Business School, University of Strathclyde di United Kingdom (UK).

Pada tahun 1997 memperoleh gelar MSc in International marketing dari Department of Marketing. Tahun 1998 mengikuti program Master kembali dalam bidang Industrialization, Trade and Economic Policy di Department ofEconomics dan selanjutnya menyelesaikan program Doktoralnya di Departemen yang sama pada tahun 2001.

Sederet prestasi telah diukir Dr Zul sejak kanak-kanak. Berbagai perlombaan dan prestasi di menangkannya di Sumbawa Besar, tempat dimana ia dibesarkan.

Puncaknya ia terpilih mewakili propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia selama hampir setahun pada tahun 1989.

Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman tinggal bersama keluarga Australia yang melakoni bisnis Outback Freight Business Service memungkinkan dirinya mengenal Australia sangat dalam sampai ke pedalaman dan berinteraksi dengan suku asli aborigin yang mengesankan.

Ketika kuliah di UI berbagai aktivitas dan prestasi juga ditorehkan. Mahasiswa berprestasi UI di bidang penalaran diperolehnya di tahun 1994 serta menjadi Pemenang pertama lomba menulis Mahasiswa bidang ekonomi tingkat Nasional.

Bang Zul juga menjadi pemenang di lomba menulis mahasiswa  dalam Bahasa Inggris yang di selenggarakan oleh Japan Airlines (JAL) baik di tingkat Universitas Indonesia maupun di Tingkat Nasional.

JAL kemudian mensponsorinya untuk belajar di Sophia University Tokyo, Japan tentang Comparative Asian Industrial System. Bang Zul tak hanya bergulat dengan buku di kampus, tapi juga berinteraksi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai aktivis kampus.

Periode 1994-1995 Bang Zul dipercaya oleh  Mahasiswa UI sebagai KetuaSenat Mahasiswa tingkat Universitas yang kini menjelma menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI).

“Belajar adalah kebutuhan untuk senantiasa meningkatkan kapasitas,”kata Bang Zul.

Selain degree programme yang ditempuhnya di Glasgow, Bang Zul juga menempuh pendidikan lanjutannya di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland).

Saat ini, Bang Zul sebagai Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University, USA. Ilmu tak dipendam sendiri. Bang Zul membagikan keilmuannya dengan menjadi dosen terbang di sejumlah perguruan tinggi nasional, bahkan beberapa diantaranya di luar negeri.

Ia juga mendedikasikan ide, pemikiran, dan biaya serta tenaga untuk membangun UTS di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sebuah perguruan tinggi yang sejak beberapa tahun lalu mulai mencetak sumber daya manusia NTB yang andal dan berdaya saing.

Karir bang Zul semakin moncer sejak 2004. Pria ramah dengan senyum khas ini masuk ke panggung Politik Senayan sebagai anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kepercayaan publik padanya sangat kuat, ia bahkan menjadi anggota DPR RI selama tiga periode.

Bagi bang Zul, pendidikan menjadi sektor yang penting, karena ini akan berkaitan dengan akselerasi pengembangan sektor lainnya. Jika sumber daya manusia suatu daerah sudah maju dan mampu bersaing di tingkat global, maka bisa dipastikan kemajuan daerah itu akan sangat pesat.

NTB sebagai daerah yang secara natural sudah sangat kaya dengan sumber daya alam, akan semakin maju juga dengan didukung SDM yang berdaya saing untuk mengelolanya.

Menurut Zul, NTB sangat banyak potensi SDA-nya, dan kelak pasti pembangunan dan investasi di berbagai bidang akan masuk ke sini.

“Kami bertekad agar masyarakat jangan sampai hanya menjadi penonton di daerah sendiri, sehingga pendidikan juga menjadi hal utama yang harus terus didorong untuk meningkatkan SDM di NTB,” kata Bang Zul, dalam sebuah kesempatan blusukan di Lombok Utara.

Me (*)




Winengan Jadi Warga Kehormatan Betawi

Lalu Winengan dalam orasinya secara khusus menyampaikan kondisi dan hiruk-pikuk berbangsa saat ini, justru akibat tidak adanya kearifan dalam berkomunikasi dan berinteraksi para elitnya

lombokjournal.com —

JAKARTA —  Kepala Dinas Pertamanan dan Tata Kota Lombok Barat, H. Lalu Winengan, yang dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Sasak, dikukuhkan dan diberikan penghargaan sebagai tokoh kehormatan Betawi bersama belasan tokoh lainnya.

Pengukuhan itu berlangsung saat kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan Forum Pemuda Betawi bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di Jakarta, Kamis (05/04).

Tahun ini adalah tahun ke-17 Bamus Betawi menyelenggarakan kegiatan serupa dengan memberikan penghargaan dan penghormatan kepada tokoh-tokoh luar Betawi, yang dinilai memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasan terkait isu-isu kearifan lokal untuk penguatan kebangsaan.

Kegiatan pemberian penghargaan berlangsung di salah satu hotel di Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB. Hadir pada kegiatan ini sejumlah tokoh Betawi.

Peenerima penghargaan ada juga dari kalangan pengusaha dan aparat penegak hukum. Di akhir sesi, masing-masing penerima penghargaan diberikan kesempatan menyampaikan orasi.

Lalu Winengan secara khusus menyampaikan kondisi dan hiruk-pikuk berbangsa saat ini, justru akibat tidak adanya kearifan dalam berkomunikasi dan berinteraksi para elitnya. Ia misalnya secara khusus menyindir pidato salah satu tokoh nasional yang meramalkan bubarnya Indonesia pada tahun 2030.

Pidato ini kata Winengan, jika disampaikan dengan data yang jelas serta dengan maksud mengajak banga waspada, maka itu bermakna positif. Tetapi bila pidato ini digunakan hanya untuk kepentingan politik jangka pendek, maka yang muncul hanya kegaduhan di akar rumput.

Kedua, dia juga memberi contoh kecerobohan salah satu tokoh yang menyampaikan hal kontroversial yang justru melukai perasaan Umat Islam. Yang ia maksud adalah puisi Sukmawati Soekarnoputri yang berujung pada protes warga.

Winengani secara garis besar menyampaikan pentingnya bangsa Indonesia melakukan taubat nasional.

“Ada banyak kejadian buruk di Indonesia yang justru terjadi karena kecerobohan para tokohnya, yang tidak menjaga etika saat berbicara di hadapan publik, sehingga menimbulkan kegaduhan,” ujarnya

Oleh karena itu, menurutnya saat ini yang kita butuhkan adalah sama-sama bertaubat. “Tokoh-tokoh harus bertaubat.  Saya minta Forum Pemuda Betawi menggelar gerakan salat taubat nasional supaya dosa-dosa kita diampuni Tuhan,” ungkap mantan Ketua DPD KNPI NTB ini.

Sambutan di antaranya juga disampaikan tokoh Betawi H. Lulung Lunggana yang sekarang menjadi salah watu Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Lulung menyampaikan kegiatan ini adalah cara warga Betawi bersilaturahmi dengan komunitas lain untuk menguatkan peran kebangsaan.

Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda Betawi, Rahmat HS dalam penyampaiannya mengemukakan, pemberian status warga kehormatan ini sudah diadakan sejak tahun 2002.

Hingga penyelenggaraan tahun ini, ada sekitar 200 tokoh yang diberikan penghargaan baik itu mereka yang duduk di lingkungan pemerintahan di pusat maupun di daerah.

“Tahun ini dari puluhan tokoh yang kita seleksi, muncul 17 nama. Mereka adalah orang-orang yang bagi masyarakat Betawi berjasa di sektor publik lewat kiprah mereka masing-masing,” ungkapnya.

“Mereka yang terpilih adalah orang-orang pilihan yang kami tahu kiprah mereka selama ini. Selamat,” ungkap Wakil Ketua Bamus Betawi ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semula akan mengadiri di kegiatan ini. Namun karena ada kegiatan dinas, ia diwakili pejabat dinasnya.

Usai acara, Winengan menganggap penghargaan ini adalah bentuk apresiasi serta semangat untuk berbuat lebih baik lagi.

Me (*)

 

 

Foto :  WARGA KEHORMATAN : H. Lalu Winengan saat pemberian penghargaan dan status warga kehormatan Betawi oleh Bamus Betawi di Jakarta kemarin.




TGB Sharing Ke Tokoh Lintas Agama, Tentang Keberhasilan Toleransi Di NTB

TGB diundang tokoh lintas agama untuk berbagi gagasan dan pengalaman membangun kehidupan yang toleran di daerah

lombokjournal.com–

JAWA TENGAH ;

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah yang berhasil membangun kehidupan toleransi di Indonesia. Berbagai suku, ras, agama dan golongan hidup rukun dan saling membantu, untuk kepentingan daerah dan bangsa.

Bahkan, NTB merupakan contoh kerukunan hidup antar umat beragama di dunia.

Kesuksesan masyarakat dan pemerintah NTB membangun kerukunan dan toleransi tersebut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi diundang tokoh lintas agama Jawa Tengah untuk berbagi gagasan dan pengalaman membangun kehidupan yang toleran di daerah yang dikenal Bumi Seribu Masjid tersebut.

Acara itu dikemas dalam bentuk Sarasehan, dengan tema “Toleransi Beragama/Berkeyakinan Di Indonesia, Fakta Dan Prosoeknya” di Kampoeng Percik, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (28/03).

Pada acara yang dihadiri unsur kepolisian, Pemda dan tokoh lintas agama dan dikemas santai itu, Gubernur yang akran disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menjalaskan sejumlah program unggulan pemerintah daerah selama kepemimpinannya, yang memiliki kaitan langsung dengan toleransi kehidupan beragama.

Salah satunya, sektor pariwisata yang selama ini dikembangkan  memiliki dua makna.

Pertama lanjut TGB dari sisi ekonomi, sektor tersebut akan mendorong perekonomian dalam menunjang kesejahteraan masyarakat. Kedua adalah makna yang sangat dalam, jika dilihat dari  toleransi dan kedewasaan beragama.

Makna tersebut dapat terlihat dari Sekian juta turis yang datang ke NTB dan berbaur dengan masyarakat.

“Tidak satupun  insiden yang menimpa para turis yang berbeda keyakinan tersebut,” jelas TGB.

Bahkan TGB mencontohkan saat terjadi event sekelas MTQ Tingkat Nasional yang diselenggarakan di NTB beberapa waktu tahun 2016 lalu, tidak sedikit komunitas yg berbeda agama menawarkan sumbangan moril dan meteriil untuk mensukseskan event tersebut.

“Sebenarnya di dalam masyarakat kita sudah terdapat kedewasaan beragama dengan pondasi yang jauh lebih  kokoh dari yang kita bayangkan,” tegas TGB.

Selain itu, di bawah kepemimpinan TGB, Pemerintah NTB untuk pertama kali dan yang pertama di Indonesia telah mengeluarkan perda BALE MEDIASI. Perda tersebut mengatur, segala masalah yang di tengah masyarakat terkait toleransi diselesaikan secara kekeluargaan.

Terakhir TGB menyampaikan, pluralisme di dunia adalah skenario Tuhan Yang Maha Esa yang kalau dipungkiri maka kita termasuk ingkar terhadap ajaran agama.

AYA/HMS




TGB Disambut Antusias Di Salatiga

Al-Qur’an telah cukup bagi zaman kini dan zaman akan datang, Al-Qur’an juga telah berkecukupan dimana pun kita berada

lombokjournal.com —

SALATIGA ;

Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi memenuhi undangan dari sejumlah elemen masyarakat dan pemerintah daerah serta beberapa institusi perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, di Provinsi Jawa Tengah, Rabu  (28/03).

Mengawali kegiatan tersebut, Gubernur NTB yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) memenuhi undangan IAIN Salatiga sebagai narasumber pada seminar nasional di hadapan ratusan mahasiswa kampus setempat.

Bersama Novelis ternama, Habiburrahman El-Shirazy atau yang lebih akrab disapa Kang Abik itu, TGB disambut antusias jajaran akademika kampus itu.

Bahkan, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Rahmat Hariyadi menyampaikan, kehadiran dua alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi keluarga besar IAIN Salatiga.

“Ini (TGB) bukan gubernur sembarang gubernur, ini gubernur penghafal Alquran,” ujar Rahmat saat sambutan yang disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Rahmat berharap, TGB bisa memberikan motivasi dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa IAIN Salatiga

Kemudian, TGB didaulat untuk mengupas tema “Arah Baru Penafsiran Al-Qur’an di Indonesia” pada seminar tersebut.

TGB menjelaskan, Al-Qur’an telah cukup bagi zaman kini dan zaman yang akan datang. Di samping itu Al-Qur’an juga telah berkecukupan dimana pun kita berada, baik di indonesia maupun di belahan lain di bumi Allah ini.

“Tantangannya adalah bagaimana menemukan kecukupan yang dimaksud dalam Al-Quran itu dapat dibumikan dalam kehidupan kita,” jelas TGB.

Sebab lanjutnya, banyak atribut yang disematkan pada Al-Quran, dan atribut yang paling tinggi adalah Al-Quran sebagai “hudallinnas” (petunjuk bagi manusia) dalam kehidupan.

Pada bagian lain TGB juga berpesan kepada mahasiswa IAIN Salatiga utk terus menggali ilmu Al-Quran. TGB mengatakan bahwa kekuatan suatu bangsa bukan hanya pada pengusaan tentara dan kekuatan militer.

Tetapi juga dari generasi yang dibekali dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang berkecukupan terhadap semua bidang dapat dijadikan media sebagai dakwah Islam dimanapun muslim berada.

Terkait pertanyaan beberapa peserta seminar seperti tafsir mana yang paling cocok di Indonesia, dengan piawai TGB menjelaskan, memberi atau menafsirkan Al-Quran dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa ibu (budaya) setempat, namun jangan sampai budaya dijadikan pedoman dalam menafsirkan, itu sangat berbeda dan berbahaya.

AYA/HMS

 

 




TGB PeringatI Isra’ Mi’raj di Kabupaten Soppeng

Kehadiran Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) ini sangat spesial bagi masyarakat Soppeng

lombokjournal.com —

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi memenuhi undangan pimpinan Pondok Pesantren Al Irsyad Pattoja, dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam di Lapangan Desa Rompegading, Kecamatan Liliaraja, Kabupaten Soppeng, Minggu (25/03).

Kegiatan itu digelar Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama masyarakat Desa Rompegading, dengan tema “Menggali Nilai-nilai Spirit Isra’ Mi’raj dalam membangun peradaban yang damai”.

Kehadiran Gubenur yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) ini sangat spesial bagi Bupati Soppeng, H. A Kaswadi Razak SE. Baginya ini merupakan sebuah keberkahan.

“Gubernur ini lain daripada yang lain. Beliau Gubernur sekaligus ulama. Ini luar biasa. Maka saya tidak mau lama-lama, mau mendengarkan ceramah beliau,” ungkap Bupati saat menyampaikan selamat datang di hadapan ratusan masyarakat Desa Rompegading,  Soppeng. Saat itu Bupati hadir ditemani istri.

TGB pun berbalas pujian. Pertemuan dan silaturrahim ini menurutnya begitu istimewa. Sebab, antara NTB dan Masyarakat Bugis memiliki hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin lama. Maka, kehadirannya ibarat bertemu keluarga sendiri.

“Saya undang bapak Bupati, ibu Bupati untuk juga datang ke NTB. Saya yakin, kalau bapak ibu ke NTB, maka ibarat sedang berada di rumah sendiri,” ungkapnya disambut tepuk tangan.

Kemudian TGB menguraikan tausyiah tentang ke-Islaman seorang muslim. TGB menjelaskan bahwa  salah satu ciri seseorang  itu Islamnya baik, maka mereka akan selalu menebarkan kebaikan, saling membantu, mengucapkan dengan perkataan baik.

“Kalau dia membuat orang di sekelilingnya nyaman, maka itu tanda Islamnya baik”, jelas TGB.

Ciri lain yang dijelaskan  TGB adalah senantiasa menjalin  dan membangun kasih sayang antar sesama. Dan yang terakhir adalah selalu menebarkan keberkahan. Yaitu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

AYA/Hms




TGB Sampaikan Prinsip Tasawuf Pada Jama’ah Shalat Jum’at

Sifat Rasulullah penuh dengan cinta kasih, tidak senang melihat umat tertimpa kesulitan dan kehadirannya selalu mencarikan solusi

lombokjournal.com –

LAMPUNG : Dalam kunjungan ke Lamppung, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi didaulat menjadi khotib pada shalat Jumat di Masjid Agung Al-Furqon Bandar Lampung, Jum’at (23/03/2018).

Di hadapan ribuan jamaah shalat jumat, TGB membahas materi terkait dengan prinsip-prinsip yang ada dalam ilmu tasawuf.

Prinsip pertama tasawuf, berbicara tentang kebersihan hati bagi diri seseorang.  Memastikan agar hatinya dilingkupi dengan kebaikan.

“Yang penting apa yang keluar dari mulut kita. Agar hati menjadi mulia,” ujar gubernur..

Prinsip ilmu tasawuf Kedua, apa yang  kita kerjakan diorientasikan hanya  mencari ridho Allah SWT.

“Mari kita oreintasikan apa yang kita lakukan hanya berharap ridho Allah,” Ajak TGB.

Prinsip ketiga, menggantungkan seluruh hidup hanya kepada Allah. Kita tidak akan pernah tenang dan senang kecuali kemurahan Allah.

“Kalau anda ingin mendapatkan ketenangan, maka bersandar hanya kepada Allah,” kata gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu.

Keempat, tanamkan dalam diri kita, cinta dan kasih sayang hanya kepada Allah. Mari kita teladani apa yang dicontohkan oleh Rasulullah.

“Sifat Rasulullah penuh dengan cinta kasih. Tidak senang melihat umat tertimpa kesulitan. Hadir untuk mencarikan solusi. Di dalam hatinya penuh dengan benih kasih sayang,” ujar TGB.

Prinsip kelima, berislam tidak hanya berkomitmen dalam kata, tidak hanya mengikhlaskan lidah kita dengan istighfar.

“Namun tercermin dalam perilaku dalam kehidupan kita,” tegas TGB.

AYA/Hms




TGB Beri Kuliah Umum Di Bandung

TGB mengungkapkan, bangsa Indonesia sungguh-sungguh meletakkan harapan besar kepada ITB, akan lahirnya pemimpin-pemimpin bangsa

lombokjournal.com —

BANDUNG ;  Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menaruh  s harapan  besar pada Institut Teknologi Bandung (ITB), akan lahirnya para calon pemimpin bangsa yang memiliki komitmen membangun negeri yang besar ini.

Gubernur menyampaikan itu saat mengisi kuliah umum dengan tema “Menerapkan Nilai Ketuhanan dan Nasionalisme dalam Menjalankan Kepemimpinan yang Berintegritas dan Profesional” di Auditorium Sekolah Bisnis dan Management ITB, Jumat (16/3).

Menurut gubernur yang akrab disapa TGB, mahasiswa ITB memiliki kredibilitas yang sangat baik dan bisa diandalkan. Bahkan di ITB, tempat lahirnya tokoh-tokoh besar di Indonesia, mulai Presiden pertama Soekarno dan Presiden ketiga BJ Habibie.

“Kami semua, Bangsa Indonesia kepada ITB meletakan sungguh-sungguh harapan besar, dari kampus ini akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa,” ucap TGB.

TGB banyak memaparkan tentang perkembangan NTB dalam sektor pertanian dan pariwisata.

Sebelum menguraikan harapan tersebut, terlebih dahulu TGB memberikan  paparan dengan contoh kasus. Yakni jika suatu hari putrinya dilamar oleh dua laki-laki dengan latar belakang berbeda. Laki-laki pertama memiliki empat unit ruko, sedangkan laki-laki kedua adalah mahasiswa ITB semester akhir.

“Saya dengan penuh kemantapan hati memilih anak ITB,” kata TGB yang disambut tepuk tangan meriah mahasiswa ITB.

Menurut TGB mahasiswa ITB memiliki kredibilitas yang sangat baik dan bisa diandalkan.

Pernyataan TGB tersebut menjadi topik yang menarik bagi mahasiswa pada sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa, Aziz, yang gaya perkenalan dirinya mengundang decak tawa mahasiswa lainnya.

“Saya Aziz, saya sebenarnya mahasiswa tingkat akhir pak,” kata Aziz.

Perkataan Aziz ini dianggap ‘modus’ oleh mahasiswa lainnya mengingat TGB di awal tadi akan memilih anak ITB sebagai calon menantunya.

“Nah, soal yang awal-awal bapak bilang tadi lebih memilih anak ITB, itu beneran pak?” kata mahasiswa tersebut yang kembali disambut gelak tawa mahasiswa lain.

TGB mengatakan, pernyataannya itu sebenarnya hanya menguji bagaimana respon mahasiswa ITB.

“Memang anak ITB cerdas-cerdas, memang enggak bisa kita pancing dikit, anak ITB punya respons yang sangat cepat,” canda TGB.

AYA




Akun Demokrat ‘Diserbu’ Warganet, Dorong SBY Usung TGB

Ada niteizen yang berharap SBY legowo dan menjadi king maker untuk Tuan Guru Bajang(TGB), dan mengusungnya menjadi Capres atau Cawapres pada 2019

lombokjournal.com —

JAKARTA — Pidato politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjudul “Pidato Politik @agusyudhoyono sebagai Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat”, menuai sambutan beragam.

Pidato AHY itu disiarkan secara langsung salah satu stasiun televisi swasta, di akhir Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Ahad (11/03.

Sampai hari Senin (12/3) pukul 18.30 Wib, unggahan ini mendapat tanggapan 406 komentar dan sudah dibagikan sebanyak 114 kali.

Menariknya, beragam komentar yang muncul justru berisi harapan dari warganet kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), agar memilih Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai calon Presiden atau Wakil Presiden pada 2019.

TGB yang telah menjabat sebagai Gubernur NTB selama dua periode merupakan kader Partai Demokrat.

“Semoga Bapak SBY yang terhormat legowo dan menjadi king Maker untuk Tuan Guru Bajang(TGB) Dr. Muhammad Zainul Majdi Lc.Ma. Seorang Umara, Ulama, Gubernur termuda 2 periode, Doktor ahli tafsir Al qur’an, Masih usia sangat produktif dan matang cara berpikirnya, jauh dari korupsi dan penghargaan begitu banyak yang beliau hasilkan selama memimpin NTB. Insyaallah dia sangat dicintai dan disegani Umat. Umat sangat merindukan sosok seperti beliau ini,” tulis akun bernama Dino Paparazi.

Akun lain, Muhammad Bustomi Jauhari, mengatakan, TGB adalah kader terbaik Demokrat dan salah satu pemimpin terbaik bangsa.

“Salah satu ulama terbaik negeri ini dan beliau idaman seluruh rakyat di penjuru nusantara,” tulis Muhammad Bustomi.

Harapan serupa juga disuarakan akun bernama Sadrul Pahmi, yang menuliskan, “Kami sebagai rakyat yang ingin merasakan keberkahan di negeri tercinta, kita sangat mengharapkan kepada yth Bapak Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengusung Tuan Guru Bajang (TGB) untuk menjadi capres 2019. Dengarkan suara rakyat pak,” tulis Sadrul.

Akun bernama Reza Ardiantori juga menyebut TGB lebih berpengalaman dalam hal menjalankan pemerintahan, lantaran sudah dua periode menjadi Gubernur NTB, dan terbukti telah memajukan NTB.

“Semua orang bisa melihat NTB sekarang perbuahan yang dibawa TGB di NTB. Silahkan ke NTB Anda akan melihat hasil kerja nyata TGB. TGB seorang ulama, hafal quran, ahli hadist, penceramah, guru, dsbnya. Kita semua mengharapkan Indonesia di pempin oleh TGB,” tulis Reza.

Me




Imigrasi Mataram, Dilengkapi Ruang Pelayanan Paspor Ramah HAM

Bisa dijadikan percontohan bagi kantor imigrasi lainnya, agar menyediakan ruangan yang khusus ditujukan bagi difabel, lansia, anak-anak dan ibu menyusui

Penandatanganan nota kesepahaman dengan Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar

MATARAM.lombokjournal.com — Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM RI, Ronny F Sompie meresmikan Ruang Pelayanan Paspor Ramah HAM di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Rabu (7/3).

Peresmian secara simbolis dilangsungkan dengan pemotongan pita. Ruang Pelayanan Paspor Ramah HAM ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Dalam sambutannya di sela-sela peresmian, Ronny mengapresiasi peluncuran Ruang Pelayanan Paspor Ramah HAM.

“Ini bisa dijadikan percontohan bagi kantor imigrasi lainnya agar menyediakan ruangan yang khusus ditujukan bagi difabel, lansia, anak-anak dan ibu menyusui,” kata Ronny.

Ronny mengatakan, kantor imigrasi harus berlomba dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain peningkatan pelayanan berbasis online, kantor imigrasi juga harus memikirkan untuk menambah pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh pemohon di tempat.

“Seperti halnya Ruang Pelayanan Ramah HAM gagasan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram bisa melengkapi pelayanan online yang sudah digagas sebelumnya,” kata Ronny.

Tempat pelayanan yang diberikan petugas berada di ruangan khusus dan dibedakan dengan pelayanan paspor pada umumnya. Fasilitas yang diberikan meliputi ruangan bermain untuk anak di bawah dua tahun, sofa nyaman, televisi, dan air mineral disediakan gratis untuk pengunjung.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar, A.Md.Im, S.Sos, M.Si mengatakan, peluncuran ruangan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengedepankan pelayanan yang berbasis hak asasi manusia. Oleh karenanya kami berinisiatif untuk mendirikan ruangan ini,” kata Dudi Iskandar.

Peluncuran Ruang Pelayanan Paspor Ramah HAM ini berangkat dari sulitnya kaum difabel saat mengakses layanan paspor. Selain itu, dalam permohonan paspor tidak sedikit yang sudah lanjut usia (lansia).

“Ada pula ibu membawa anaknya yang masih berusia di bawah dua tahun terlihat kepayahan menunggu layanan paspor. Sementara, anaknya menangis karena kurang nyaman. Dari sinilah kami akhirnya berpikir untuk bagaimana memberikan pelayanan khusus kepada kaum difabel, lansia, dan ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun,” jelas Dudi.

Penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda dimudahkan ketika berjalan menuju Ruang Pelayanan Paspor Ramah HAM karena ada jalan khusus. Akses menuju ke toilet juga dipermudah dengan turunan yang landai sehingga aman bagi kaum difabel.

Dudi Iskandar mengungkapkan, ada petugas khusus yang akan mendampingi pemohon selama di Ruang Pelayanan Paspor Ramah HAM.

Pintu gerbang sebagai titik masuk pemohon khusus ini juga dibedakan dengan pemohon umum. Ini diharapkan agar memberikan kemudahan bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus.

“Kami berharap keberadaan Ruang Pelayanan Paspor Ramah HAM ini bisa memberikan nilai positif dan yang paling penting kami bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Dudi.

Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) penguatan kelembagaan Unit Pengawasan Keimigrasian di Kabupaten Lombok Utara.

“Gili Trawangan sebagai destinasi wisata pelancong mancanegara perlu pengawasan ekstra, utamanya dalam hal potensi pelanggaran izin tinggal warga negara asing. Berangkat dari hal itulah kami menggandeng jajaran Kabupaten Lombok Utara untuk sama-sama memperkuat pengawasan keimigrasian di wilayah tersebut,” kata Dudi Iskandar.

Dudi menambahkan, pihaknya sangat menyadari bahwa kerja pengawasan ini tanpa dibantu pihak terkait tidak bisa berjalan dengan baik. Oleh karenanya pelibatan sumber daya di wilayah setempat menjadi penting.

“Sinergi ini akan terus dibangun. Nantinya aparat dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan masyarakat dapat melaporkan kepada petugas imigrasi apabila melihat adanya dugaan pelanggaran izin tinggal oleh orang asing,” terang Dudi Iskandar.

AYA