Puja Syarma dan Ustad Hadi, Setelah Shalawatan Di Loteng Akan Dilanjutkan di Desa Keruak

Dalam kesempatan Bulan Syawal, menjadi tanggung jawab moral bagi para pasangan calon yang akan berkontestasi di tingkat provinsi maupun kabupaten mengimbau pilkada damai

Persiapan panitia

ombokjournall.com —

LOMBOK TIMUR ––  Artis sekaligus qori asal Aceh, Puja Syarma bersama jebolan dai televisi swasta Ustad Hadi, setelah menggelar shalawatan di Lapangan Bundar, Lombok Tengah, Rabu sore besok ( 20/06), akan shalawatan di Keruak, Kecamatan Lombok Timur.

Acara shalawatan akan digelar di Lapangan Desa Keruak, Kamis lusa  (21/06), sejak  pukul 16.00 Wita. Shalawatan di Keruak rencananya  akan diisi tausiah oleh TGB HM Zainul Majdi.

Acara ini sekaligus menjadi ajang halalbihalal dengan warga Kecamatan Keruak dan sekitarnya.

“Sekaligus mengajak masyarakat terlibat pilkada secara bergembira. Jangan ada permusuhan,” kata Sekretaris Panitia Acara, Abdul Rajab kemarin.

“Beda pilihan kan biasa yang penting persaudaraan tetap kokoh,” sambungnya.

Kemasan acara, lanjut pria yang akrab disapa Cecep ini, lebih condong ke nuansa agamis. Mengingat saat ini masih dalam situasi Bulan Syawal. Acara sekaligus mengajak masyarakat bershalawat bersama.

“Kami mengundang masyarakat umum secara terbuka,” terangnya.

Dalam acara tausiah, halalbihalal, dan shalawatan nantinya menghadirkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB nomor urut 3 Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi).

Turut mengundang juga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur nomor urut 4 H Syamsul Lutfi-H Najamuddin (FIDDIN).

“Pasangan Calon Gubernur-Wagub serta Calon Bupati-Wakil Bupati Lotim bisa dikatakan sekaligus sapaan pamungkas di masa kampanye untuk daerah Lombok Timur bagian selatan,” terangnya.

Ditambahkan, dalam kesempatan Bulan Syawal, menjadi tanggung jawab moral bagi para pasangan calon yang akan berkontestasi di tingkat provinsi maupun kabupaten mengimbau pilkada damai.

Selain itu para calon ini sekaligus memohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan di masyarakat.

“Bila ada yang dirasa kurang di hati masyarakat, kesempatan untuk meminta maaf,” imbuhnya.

Kehadiran Puja Syarma dan Ustad Hadi ini, diharapkan bisa membuat gembira masyarakat Kecamatan Keruak dan sekitarnya.

Puja Syarma memiliki puluhan juta penggemar. Artis yang dikenal pertama melalui youtube ini memiliki suara yang indah. Lantunan shalawatnya banyak mengisi radio dan televisi.

Demikian pula Ustad Hadi, jebolan acara dai salah satu televisi swasta ini memiliki suara indah, disebut seperti suara Ustad Jefri Al Buchari alias Uje. Puja Syarma dan Ustad Hadi kerap menerima undangan menteri, kepala daerah, maupun tokoh nasional.

“Semoga ini menjadi kado lebaran bagi masyarakat Lombok Timur,” tukas Cecep.

Sementara itu, Penanggung Jawab Promosi Acara Ripaal Pahrurrozi mengatakan, untuk acara Puja Syarma dan Ustad Hadi di Desa Keruak sudah dipromosikan melalui radio, media cetak, maupun media sosial.

Harapannya gaung acara bisa meluas di Lombok Timur.

“Respon dari masyarakat cukup bagus, apalagi tahu acaranya shalawatan,” kata Ripaal.

Acara di Desa Keruak ini sekaligus membuktikan, bila untuk mendatangkan artis lokasinya tak harus di tengah kota. Semua daerah layak dan mampu menjadi lokasi acara artis.

“Panitia memilih Desa Keruak, tentu sudah dipertimbangkan dengan baik,” ucap Paal.

Me (*)




Sitti Rohmi dan Syamsul Luthfi Dampingi TGB Hadiri Halal Bihalal Bersama Keluarga Besarnya di Kampung Jawa Selong

TGB sapaan akrab TGH M  Zainul Majdi pada ratusan keluarga besarnya yang hadir saat itu mengungkapkan, rasa rindunya untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarga yang ada di Cirebon, Jawa Barat

lombokjournal.com —

SELONG–LOMBOK TIMUR :   Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Muhammad Zainul Majdi, MA didampingi  Sitti Rohmi dan Syamsul Luthfi  menghadiri acara Halal Bihalal dan silaturrahmi bersama keluarga besarnya di Kampung Jawa Kelurahan Sandubaya Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Senin (18/06).

Acara silaturrahmi dan Halal Bihalal yang juga diisi dengan tausyiah serta ziarah makam keluarga besar TGB KH Zainul Majdi ini, rutin dilakukan setiap tahun atau beberapa hari setelah lebaran Idul Fithri.

“Ini merupakan kegiatan tahunan kita dari keturunan TGB yang masuk dalam silsilah H. Moh. Saleh. Jadi, kita semua berkumpul disini setiap tahun,” kata Ketua Panitia Silaturrahmi Keluarga TGB, H. Saiful Bachri Hasan sebelum membuka acara yang dihadiri ratusan keluarga keturunan TGB.

Pada kesempatan itu, H. Saiful Bachri Hasan menuturkan, pernah berkunjung ke keluarga keturunan H. Muhammad Saleh di Jambe, Cirebon beberapa waktu lalu.

Kunjungannya tersebut untuk mencari dan menelusuri silsilah keturunan H. Moh. Syafi’i asal Cirebon, Jawa Barat yang ditangkap pada masa penjajahan Belanda. H. Moch. Syafi’i merupakan anak paling bungsu dari H Moh. Saleh yang kini banyak tinggal di Kampung Jawa Selong, Lombok Timur.

Halal Bihalal keluarga besar TGB Zainul Majdi di Kampung Jawa Selong, Lombok Timur

  1. Muhammad Syafi’i dalam perjalannya dibuang ke Surabaya dan menikah disana dengan keturunan asal Banyuwangi. Setelah itu, H. Muhammad Syafi’i sampai di Ampenan, Mataram.
  2. Muhammad Saleh juga memiliki putra sulung yakni H. Nawawi yang memiliki 5 orang anak, salah satunya adalah Ummi Hj. Johariyah yang kemudian menikah dengan Almagfurulahu Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri NWDI, NBDI dan NW.

Salah seorang putri HM Syafi’i yakni Hj. Syukriati menikah dengan TGH Yusuf Makmun.

Salah seorang putri Almagfurulahu Maulana Syeikh yakni Ummi Hajjah Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid menikah dengan HM. Jalaluddin, dan memiliki beberapa anak di antaranya Ummi Hj. Sitti Rohmi Djalilah, HM Syamsul Luthfi dan TGB H. Muhammad Zainul Majdi.

“Dari sepenggal silsilah ini sudah jelas bahwa TGB bukan hanya berasal dari NTB, tetapi juga sudah ada titisan darah Jawa, yakni Cirebon,” papar H. Saiful Bachri, seraya menambahkan Keluarga Besar TGB yang berada di Kampung Jawa Selong merupakan garis keturunan dari H. Muhammad Saleh.

Tausiah TGB

Sementara itu, TGB KH. Zainul Majdi dalam tausyiah singkatnya mengharapkan seluruh keturunannya seperti bangunan yang  kokoh dan  terus berdiri tegak, yang satu sama lainnya saling menguatkan, dan saling memperkokoh hingga tidak bisa digoyahkan.

“Setiap bagian dari bangunan-bangunan tersebut harus klik, harus saling menguatkan. Dan silaturrahmi seperti ini merupakan lem perekat sosial yang paling kuat dan sangat dimuliakan oleh Allah SWT,” ujar TGB Zainul Majdi.

Gubernur NTB dua periode itu juga menyerukan agar seluruh keluarga besarnya tetap istiqomah dan selalu mengamalkan kalimat “sakti” yang diwariskan oleh Rasulullah SAW yang akan membawa keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

“Kalimat Sakti itu adalah, lafaz “Laailaha illalloh, Muhammadurrosulullah” artinya Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu adalah utusan Allah,” kata TGB Zainul Majdi.

TGB sapaan akrab TGH M  Zainul Majdi pada ratusan keluarga besarnya yang hadir saat itu juga mengungkapkan rasa rindunya untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarga yang ada di Cirebon, Jawa Barat.

“Saya secara pribadi juga sangat merindukan untuk berkumpul dan bersilaturrahmi seperti ini dengan keluarga yang ada di Jawa. Mudah-mudahan suatu saat nanti ada kesempatan untuk kita berkumpul bersama seperti ini,” kata Zainul Majdi.

Diakuinya, bersama Tim Pencari Fakta Silsilah keturunan TGB H. Saiful Bachri Hasan pernah bertemu dengan sekitar 20 orang keluarganya di Indramayu, dan saat pertemuan itu TGB merasa terharu dan sangat merasakan ikatan kasih sayang yang begitu mendalam.

Usai Tausyiah, acara dilanjutkan dengan Halal Bihalal dan ziarah makam keluarga yang berada di Kampung Jawa atau belakang pendopo Bupati Lombok Timur.

Me (*)




Dekatkan Dengan Masyarakat, Keluarga Besar TGB Buka Open House

Open House ini juga dimanfaatkan oleh warga masyarakat yang hadir untuk berfoto, bersama TGB juga paslon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Fiddin) dan Calon Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah serta para ulama yang hadir

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR :  Ribuan masa masyarakat dari segala penjuru daerah, datang silih berganti di kediaman Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi, Desa Gelang Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu (16/06).

Moment open house Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1439H, menjadi ruang silaturahmi bagi keluarga besar TGB dengan masyarakat.

“Di hari ke 2 Syawal 1439 H ini, saya dan keluarga kembali bisa mengadakan open house yang dipusatkan di kediaman pribadi adinda Tuan Guru Bajang Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA Pancor Lombok Timur NTB,” ucap Sitti Rohmi Djalilah kakak TGB saat dikonfirmasi.

Sitti Rohmi yang merupakan Wakil Calon Gubernur NTB ini juga mengatakan, open house ini menjadi kegiatan rutin untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Menjalin silaturahmi yang baik sekaligus menghimpun harapan masyarakat tentang NTB periode setelah TGB berikutnya.

“Open house ini merupakan kegiatan rutin yang kami lakukan sebagai upaya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Alhamdulillah, tiap tahun masyarakat yang hadir selalu terlihat antusias berdatangan dari berbagai Desa dan Dusun di NTB,” katanya.

Menurut pantauan lokasi, pintu kediaman TGB tetap terbuka lebar menyambut kedatangan warga masyarakat yang bersilaturahmi dengan tertib sejak pukul 08:00 wita pagi tadi.

Bahkan sejumlah ulama yang datang juga tak lepas dari perhatian dan sambutan masyarakat untuk bersalaman langsung. Tampak dilokasi pasangan Calon Bupati Lombok Timur Syamsul Luthfi yang merupakan kakak dari TGB, juga datang bersama pasangan Wakilnya Najamuddin Mustafa.

Tak hanya bersalaman, Open House ini juga dimanfaatkan oleh warga masyarakat yang hadir untuk berfoto, bersama TGB juga paslon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Fiddin) dan Calon Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah serta para ulama yang hadir.

Open House silaturahmi Lebaran ini, merupakan yang kedua digelar TGB setelah sebelumnya membuka silaturahmi/ open house di Islamic Center usai melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center.

Dalam kesempatan ini, silaturahmi digelar dengan dua tahap yakni TGB juga sekaligus menggelar rapat terbatas bersama para ulama yang datang.

Me




Dr Zul Minta Generasi Millenial Buat Peta Masa Depan

Saat ini tingginya sekolah tidak menjamin bisa punya uang lebih banyak karena zamannya berbeda

lombokjournal.com –

MATARAM :  Seminar Motivasi Nasional yang dilaksanakan oleh DPD Wirausaha Muda Nusantara NTB, Jumat (08/06), di Ballroom Hotel Grand Legi Mataram, menghadirkan Motivator Nasional Muda Safii Efendi.

Acara seminar yang pesertanya mencapai 1.050 oang itu berlangsung meriah. Selain dihadiri motivator nasional, kegiatan ini mengundang tokoh muda NTB yang juga Calon Gubernur NTB nomo3, yang bertindak sebagai Keynote Speaker, Dr H Zulkieflimansyah.

Ketua DPD Wimnus NTB,  Lalu Athar menyampaikan, sukses itu tidak mengenal waktu. Sukses itu tidak mengenal berapa lama dia bekerja, dan sukses itu milik siapa saja.

Athar kemudian membeberkan cerita sukses Ketua Umum Wimnus Safii Efendi dan Calon Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah.

Nurhandini Eka Dewi, MPH, Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan yang mewakili Gubernur NTB, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia Penyelenggara Seminar Motivasi Nasional yang bertemakan membangun kemandirian secara mental, keuangan dan wawasan.

“Bahwa di era millineal saat ini anak muda harus terus berpacu untuk mengembangkan jati dirinya dalam rangka menyambut persaingan bebas, kegiatan seminar motivasi ini tentu akan memberikan dampak positif bagi generasi Muda NTB, untuk berfikir kreatif menjadi wirausaha,” kata Eka.

Calon Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah merasa bahagia bisa hadir dan menjadi Keynote Speaker dalam seminar tersebut.

Menurutnya, waktu mudanya dulu tidak ada yang memberikan motivasi seperti sekarang. Waktu mudanya bagaimana agar anak muda NTB sekolah setinggi mungkin, tidak diajar untuk jadi orang kaya atau jadi wirausaha.

Tapi bagaimana sekolah setinggi mungkin di Universitas terkenal, untuk kemudian dapat pekerjaan bagus di Ibukota.

“Jalan itu yang saya tempuh waktu muda,” katanya.

Menurutnya, saat ini tingginya sekolah tidak menjamin bisa punya uang lebih banyak karena zamannya berbeda. Paradigma lama, salah satu adagium yang disepakati, kalau kita bukan anak orang kaya, kalau kita bukan anak pengusaha, kalau kita berada di negara berkembang, salah satu cara untuk memperoleh akses ekonomi adalah melalui dunia politik. Ini merupakan paradigma lama.

“Zaman sekarang dengan revolusi teknologi tidak membuat teori seperti tadi kekal adanya. Sehingga anak siapapun kita, apapun background kita, kalau opportunity itu ada, Insya Allah kita punya kesempatan yang sama untuk menjadi wirausaha yang sukses di masa yang akan datang. Apapun pilihan kita, mau jadi politisi, mau sekolah ke luar negeri, maka kita perlu punya peta jalan menuju masa depan,” ungkapnya.

“Nggak peduli peta itu benar atau salah, yang penting peta itu bisa memancing dan meng-incurred kita untuk bergerak, Insya Allah kita akan menemukan jawabannya sendiri,” tambahnya.

Dahulu ketika Zul kuliah, ia sudah membuat peta hidup masa depan seperti apa. Jelas dan lancar saja menggapainya.

“Sekarang buatlah peta jalan hidup Anda menuju masa depan. Tidak penting petanya benar atau salah, yang penting peta itu akan membuat kita bersemangat untuk menjalani sisa-sisa usia kita,” tutupnya.

Motivator muda yang meraih dua kali Rekor Muri,  dan penulis tujuh Buku Safii Efendi ini dalam penyampaiannya di hadapan peserta, generasi millenial akan menjawab semua tantangan kedepan.

“Syaratnya adalah merela harus berani merubah nasib dari sekarang,  dan berani mengambil keputusan untuk jadi orang sukses di masa muda. Dengan meninggalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif,” katanya.

Me (*)




Dr Zul, Sosok di Balik Keberhasilan Hidayat Nurwahid Jadi Ketua MPR RI 2014

Adalah Dr Zul. Dr Zul diminta khusus melobi Ibu Moeryati Soebidyo Anggota DPD yang memiliki banyak pengikut dan pendukung di DPD

MATARAM :  Dr Zulkieflimansyah yang akrab disapa Dr Zul, memang dikenal sebagai sosok yang sering menentukan walaupun sering berada di balik layar.  Ternyata kiprah di balik layarnya bukan hanya di NTB tapi juga di berbagai peristiwa politik nasional.

Hal ini diungkap Dr. HM. Hidayat Nur Wahid MA yang mengomentari kiprah Dr Zul di kancah politik Nasional, ketika menjadi pembicara pada acara Dialog Kebangsaan dengan 1000 Tokoh, di DPW PKS NTB, Sabtu (02/06) kemarin.

Dr Hidayat—demikian tokoh PKS ini dipanggil bercerita bahwa sosok Dr Zul lah yang berhasil dengan lobbynya memuluskan dirinya menjadi Ketua MPR 2004-2009. Perebutan Ketua MPR 2004-2009 merupakan perebutan yang sangat dramatis karena kubu Koalisi Kerakyatan yang mendudukkan Dr Hidayat Nurwahid sebagai Ketua MPR hanya unggul 2 suara dari Koalisi Kebangsaan yang dimotori PDIP dan Golkar.

“Dr Zul adalah sosok yang telah menjadikan sesuatu yang awalnya tidak mungkin itu menjadi mungkin dan berhasil,” tandas Dr Hidayat Nurwahid saat menghadiri acara di DPW PKS NTB, kemarin.

Dr Hidayat melanjutkan ceritanya, di atas kertas Koalisi Kebangsaan akan unggul mudah karena jumlah anggota DPR yang lebih besar. Tapi MPR bukan hanya DPR dan DPD.

“Nah, yang ditugaskan untuk melobby DPD oleh Koalisi Kerakyatan adalah Dr Zul. Dr Zul diminta khusus melobby Ibu Moeryati Soebidyo Anggota DPD yang memiliki banyak pengikut dan pendukung di DPD. Jadi posisi Bu Moeryati ini sangat menentukan pendulum kemenangan. Dalam 1 x 24 jam dengan lobby yang piawai akhirnya Ibu Moeryati Soedibyo berhasil bergabung dengan kubu kami dan akhirnya saya yang jadi Ketua MPR 2004-2009,” kenangnya.

Karena itu, Dr. Hidayat Nurwahid meyakini bahwa Dr Zul menjadi Gubernur NTB. Ia memuji pengalaman politik Dr. Zul di tingkat nasional dan internasional sudah lebih dari cukup.

Jaringan dan koleganya banyak. Dr Hidayat optimis jika NTB di bawah kepemimpinan Dr Zul akan terus maju dan sejahtera.

Me

 




GP Ansor NTB Sematkan Anggota Luar Biasa Kepada Beberapa Tokoh.

Pemberian anggota luar biasa  ini sebagai penghargaan kepada para tokoh tersebut karena sudah  berbuat maksimal di bidangnya untuk bangsa, negara dan masyarakat

BONDER-LOMbOK TENGAH :  Disela-sela acara Launching penanaman 100 ribu Ha Jagung rangkaian Ultah GP Ansor ke 84 di ponpes Ta’limussibyan Bonder, Sabtu (12/5), GP Ansor  memberikan  keanggotaan luar biasa   kepada beberapa tokoh.

Tokoh-tokoh yang dimaksud, yakni  Menteri  Pertanian yang diwakili Direktur  Tanaman  Pangan  Ir.H.Jamil MP.PHd, Deputi Penindakan KPK RI, Irjen Pol.Drs.Firli,M.SI, Kapolda NTB di Wakili Wakapolda NTB, Kombes Pol.Drs.Tajudin dan Kabinda NTB,Tarwo Kusnarno,SE,MSI.

Di atas panggung, Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, H Haerul Amri didampingi sejumlah pengurus GP Ansor, termasuk Ketua GP Ansor NTB Zamroni Aziz menyematkan dan memakaikan Jaket Kebesaran Ansor kepada tokoh tersebut .

Menurut Ketua GP Ansor NTB Zamroni Aziz, pemberian anggota luar biasa  ini sebagai penghargaan kepada para tokoh tersebut karena sudah  berbuat maksimal di bidangnya untuk bangsa, negara dan masyarakat.

“Bagi Ansor sudah selayaknya memberikan apresiasi sebagai anggota luar biasa di Harlah Ansor yang ke 84 ini,” tambahnya.

Acara Launching penanaman jagung 100 ribu Ha berlangsung meriah. Tercatat ribuan massa rakyat, kaum petani  dan jamaah NU memadati lokasi acara hingga usai.  Tampak sejumlah tokoh dan tamu undangan penting hadir, termasuk Gubernur NTB , TGH M Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB.

Dalam keterangannya, Direktur Pengembangan Pertanian Kementan RI, Ir. H. Ali Jamil menegaskan, NTB berpotensi sebagai lokasi proyek nasional itu. Apalagi, ke depan, pemerintah berupaya tidak lagi menginpor jagung dari luar negeri, tetapi berencana melakukan ekspor ke sejumlah negara.

“Produksi jagung di NTB selain untuk menjaga stabilitas kebutuhan nasional, juga dicanangkan agar jumlah jagung impor nasional di Indonesia menurun,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, TGH. Zainul Majdi atau TGB dalam sambutannya mengatakan, pemerintah harus mengawal ketat program ini. Termasuk dengan membeli hasil tani berupa jagung dari para petani dengan harga yang pantas.

Dia menghitung, jika pemerintah berani membeli jagung petani dengan harga Rp. 3.100 per kilogram, sementara jumlah hasil jagung petani NTB mencapai 800.000 ton, maka hasil yang akan didapat tidak kurang dari Rp. 2,4 Triliyun.

“Jadi bapak dari Kementerian Pertanian, jangan merasa tugas bapak itu selesai sampai kasih bibit saja, dan selesai sampai penyuluhan saja, tapi dampingilah para petani kita,” tegas TGB.

Di akhir acara , Deputi penindakan KPK, Irjen Pol,  Firli mengatakan dirinya hadir di acara ini semata- mata karena kecintaannya kepada Ansor/NU.  Dan datang dengan beaya sendiri tidak memakai fasilitas kantor.

Me




TGB : Pesantren Benteng Pertahanan Bangsa

Dengan nilai yang mulia dan ilmu, maka pondok pesantren menjadi benteng pertahanan yang kuat bagi bangsa dan umat

lombokjournal.com –

SERANG :  Pondok pesantren Modern Daar El Istiqomah Kota Serang bekerjasama dengan Organisasi Alumni Al Azhar Indonesia dan Internasional, Conference of Islamic Scholars mengadakan Kuliah Subuh bertema “Pesantren Benteng Pertahanan Umat” di Masjid Abu Hurairah komplek Ponpes Modern Daar El Istiqomah, Jum’at (04/05).

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi diundang untuk mengisi kuliah umum yang juga dihadiri Wali Kota Serang, H. Haerul Jaman.

Pimpinan Pondok drs. KH. Sulaeman Ma’ruf mengatakan, Gubernur NTB diundang untuk memotivasi para santri yang ada di Daar El Istiqomah.

“Beliau adalah contoh dari Umara yang juga Ulama. Kami undang untuk memberikan semangat pada anak-anak santri kami,” jelas Sulaeman.

Pada tausiyahnya di hadapan para santri, gubernur pesantren pesantren sebagai tempat anak bangsa dididik dengan nilai-nilai yang mulia serta ilmu yang mumpuni.

Dengan nilai yang mulia dan ilmu tersebut, maka pondok pesantren menjadi benteng pertahanan yang kuat bagi bangsa dan umat. Apalagi jumlah Pesantren di Indonesia itu mencapai puluhan ribu. Sehingga, ada sekian juta anak bangsa menuntut ilmu di pesantren, tapi sedikit sekali yang tawuran.

“Karena di pondok pesantren itu ditanamkan nilai. Sehingga kontestasi, persaingan hanya dilakukan untuk kebaikan. Fasthabiqul khairat,” jelas gubernur yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) itu.

Menurut TGB, Zaman sekarang ini disebut sebagai jaman yang cepat berubah. Menurut para ahli,  menghadapi zaman yang cepat berubah ini dibutuhkan sikap resiliensi atau daya tahan yang tinggi. Hal ini diajarkan di pesantren.

“Para santri di ponpes diajarkan kesederhanaan dan keistiqomahan. Sumber daya insani di pesantren adalah mereka yang siap dalam keadaan apapun. Diajak susah siap. Apalagi diajak senang,” jelasTGB.

Karena itu, TGB mengajak seluruh keluarga pondok pesantren untuk bersyukur karena telah menjadi bagian pesantren. Bangsa ini bisa berdiri tegak juga berkat kesungguhan dan kegigihan para ulama dan santri memperjuangkan kemerdekaan itu.

“Wajib bagi para santri untuk meneladani perjuangan para ulama terdahulu dengan terus menjaga dan mempertahankan bangsa ini,” teegasnya.

Me (*).

 

 




Presiden Bertemu Calon Pemimpin Terbaik Di Masa Depan

Presiden juga mengajak para pelajar untuk berani bercita-cita menjadi pemimpin terbaik di masa mendatang

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah pesan terkait kepemimpinan kepada para Ketua OSIS dari SMA berprestasi se-Indonesia, yang pagi ini, Kamis (03/05), berkumpul di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Sambil berdialog santai, Kepala Negara mendiskusikan syarat-syarat yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin.

“Menjadi pemimpin itu memang harusnya bisa memberikan semangat, memberikan dorongan, memberikan inspirasi, memberikan contoh, memberikan teladan, bisa mengayomi,” ujar Presiden kepada para pelajar.

Di samping itu, keberanian juga menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Mengingat banyaknya cobaan dan rintangan yang akan dihadapi di masa mendatang.

Untuk itulah, Presiden mengapresiasi dan mendukung para pelajar untuk mengikuti kegiatan ‘Kawah Kepemimpinan Pelajar Tahun 2018’ tersebut. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan tersebut, tertanam jiwa kepemimpinan bagi para pelajar yang turut serta.

“Anak-anak harus memiliki rasa kebanggaan terhadap negara dan bangsanya sehingga mereka dipertemukan dalam kawah candradimuka kepemimpinan pelajar tahun 2018 ini,” ucap Presiden.

Presiden juga mengajak para pelajar untuk berani bercita-cita menjadi pemimpin terbaik di masa mendatang.

“Yang ingin jadi bupati silakan, ingin jadi wali kota silakan, ingin jadi gubernur silakan, ingin jadi menteri silakan, ingin jadi pengusaha silakan, ingin jadi dokter silakan, ingin jadi presiden silakan,” tutur Presiden.

Sebelumnya, Presiden sempat mengajak 272 pelajar dari 34 provinsi tersebut untuk berkeliling Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Kesempatan tersebut digunakan Kepala Negara untuk menjelaskan aneka informasi seputar Istana Kepresidenan yang dibangun Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1745.

“Saya juga cerita bahwa di istana ini kita memiliki 460 rusa, 13 ekor kambing, dan lain-lain. Saya jelaskan semua secara detail,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Me

(Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)

 




TGB Bicara Tentang Kepemimpinan Ideal

Kepemimpinan memiliki fungsi yang sangat penting bila mampu menghadirkan satu keteladanan yang baik

lombokjournal.com —,

JAKARTA : Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) diundang Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI di Balai Samudera, Kelapa Gading Jakarta, Kamis (26/4), untuk berbagai gagasan dan pengalaman terkait konsep kepemimpinan

Keberhasilan TGB memimpin NTB menjadi daerah yang maju dan mampu bersaing dengan daerah lain, mampu menata pengelolaan pemerintahan yang baik, membuat Kementerian Dalam Negeri menobatkan sebagai Kepala Daerah terbaik se-Indonesia, beberapa waktu lalu.

Selama memimpin NTB, Gubernur Alumni Al-Azhar itu memiliki pengalaman dan gagasan yang utuh tentang kepemimpinan.

Di kampus di kawasan Kelapa Gading Jakarta itu, TGB menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Kepemimpinan Nasional yang Berakhlak dan Unggul Guna Mendukung Daya Saing Bangsa”.

Di hadapan ratusan wisudawan yang hadir, TGB menyampaikan kalau  ingin membangun peradaban bangsa ke arah yang lebih baik, maka yang diperlukan adalah Sumber Daya Alam serta Sumbar Daya Manusia yang mumpuni.

Namun dari dua hal itu, terdapat satu faktor penting untuk memajukan suatu peradaban, yaitu kepemimpinan yang efektif.

“Kepemimpinan yang efektif tidak kalah pentingnya dalam menentukan maju mundurnya suatu peradaban,” tegas Gubernur.

TGB menegaskan kepemimpinan memiliki fungsi yang sangat penting apabila kepemimpinan itu mampu menghadirkan satu keteladanan yang baik.

Dalam konsep Islam, kepemimpinan harus memiliki tiga muatan, pertama muatan humanisasi yaitu kepemimpinan yang mampu menghadirkan dan senantiasa mentradisikan kebaikan. Kedua, kepemimpinan yang liberatif, yaitu kepemimpinan yang berusaha bersama-sama bekerja untuk menghilangkan hal-hal yang bersifat destruktif untuk kemanusiaan.

Misalnya melawan bebaskan manusia dari penjajahan. “Dari awal kita setting bangsa ini untuk ikut bekerja membebaskan manusia dari hal-hal dekstruktif, seperti penjajah, ketimpangan, kezaliman atau apapun yang merusak nilai kemanusiaan,” Jelas TGB.

Kemudian ketiga lanjut Gubernur, semua hal-hal yang kita lakukan, termasuk dalam aspek kepemimpinan bukan kontrak yang sekadar tanda tangan atau sumpah jabatan di depan manusia, tapi tali kontrak kita juga kepada Allah SWT.

“Apabila kualitas kepemimpinan dapat kita bangun sama-sama, maka saya yakin ke depan bangsa kita akan mampu lewati tantangan apapun,” optmis TGB.

TGB menegaskan, pembicaraan kepemimpinan memiliki tempat yang penting dalam suatu peradaban. Salah satu sumber kearifan kita dalam berbangsa ialah beragama.

Sebagai muslim ketika buka Al-Qur’an, salah satu sentrum perhatian yang dibahas panjang lebar dalam Alquran ialah manusia dalam dimensi kepemimpinan.

Ada ayat yang sangat terkenal yakni Ayatul Khilafah, ketika Allah sampaikan seluruh makhluknya tetapkan manusia sebagai khalifah atau pemimpin dalam kehidupan dunia, dia diberikan tugas oleh Allah untuk mengganti Allah dalam dunia ini bagaimana memajukan, memakmurkan dengan nilai-nilai mulia, yaitu dirangkum dalam Asmaul Husna.

“Maka kepemimpinan seseorang dalam kehidupan ini tergantung sejauh mana dia mampu mengaplikasikan kemuliaan-kemuliaan yang ada di Asmaul Husna,” ungkap TGB seraya menyontohkan sifat Ar-rahman dan Ar-rahiim,  yang memberikan pesan bahwa kepemimpinan harus penuh dengan nilai-kasih sayang.

AYA/HMS




Dr Zulkieflimansyah Beberkan Visi Besar UTS, Di Depan 528 Calon Mahasiswa

Zul mendirikan UTS. mengundang dosen-dosen muda terbaik. Dosen-dosen muda ini diibaratkan elang yang akan mengerami telur bukan hanya telur elang, tapi beraneka ragam telur. Harapannya, telur-telur yang dierami, kelak bisa menetas, tumbuh, besar, dan bisa terbang ke angkasa

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR ;  Dr. H. Zulkieflimansyah, pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), bertemu calon mahasiswa baru UTS yang akan mengikuti tes masuk jalur beasiswa Tau Samawa, Minggu (22/04).

Di hadapan 528 calon Mahasiswa Baru (MaBa), Doktor Zul menjelaskan visi UTS. Kampus yang dijuluki ‘Kampus Elang’ ini memiliki visi “Menjadi Rumah Pembelajaran yang Nyaman dan Menyenangkan untuk Tumbuh Utuh Sebagai Manusia dan Bermanfaat bagi Semesta Alam”.

Mengapa UTS disebut ‘Kampus Elang’?

Kampus Elang filosofinya terinspirasi dari cerita seorang petani yang menemukan telur elang. Telur tersebut dierami ayam milik petani.

Kemudian menetas, seiring berjalan waktu anak elang pun tumbuh besar seperti elang-elang pada umumnya, namun ada yang aneh. Elang tersebut tidak bisa terbang.

Dia tidak pernah mengepakkan sayapnya. Dia mati dalam keadaan tidak bisa terbang.

Sendainya elang tersebut berusaha mengepakkan sayapnya, jangankan dua atau tiga pulau, lautan, samudra akan mampu ia taklukkan. Bahka dapat melayang terbang tinggi ke angkasa.

Sayangnya, telur elang yang dierami ayam, besar bersama ayam dan hidup di lingkungan ayam ini tidak pernah satu kali pun mengepakkan sayapnya. Ia pun mati meninggalkan nama seekor elang yang tidak bisa terbang.

Doktor Zul terinspirasi dari cerita tersebut, mengapa UTS dinamakan Kampus Elang.

Menurutnya, di Sumbawa perlu ada satu tempat khusus mengerami telur elang. “Jangan sampai telur-telur elang dierami ayam, hidup dan besar di lingkungan ayam,” katanya.

Karenanya, Zul mendirikan UTS. Ia mengundang dosen-dosen muda terbaik. Dosen-dosen muda ini diibaratkan elang yang akan mengerami telur bukan hanya telur elang, tapi beraneka ragam telur. Harapannya, telur-telur yang dierami, kelak bisa menetas, tumbuh, besar, dan bisa terbang ke angkasa.

Doktor yang pernah menjadi Peneliti Terbaik Indonesia Bidang Ekonomi dan Manajemen ini menjelaskan misi UTS merekrut dosen-dosen muda terbaik dan berbakat. Karena tugas Dosen bukan hanya sekedar mengajar, tetapi tugas dosen memberikan inspirasi, mendustribusukan harapan, sehingga yang dieram tumbuh berkembang, bisa mengepakkan sayapnya dan mampu terbang.

“Kenapa itu penting, karena UTS punya cita-cita mulia. Bisa melahirkan para pemenang. Kalau jebolan UTS bukan pemenang, kalau tidak berani meretas jalan baru, mustahil akan bisa bertahan dalam segala ujian kehidupan,” katanya.

Visi UTS sebagai Learning Comunity, sebagai rumah pembelajaran. Pembelajaran adalah inti kehidupan. Orang kalau tidak belajar sebebarnya sudah mati.

“Setiap hari, kita saksikan kehidupan di sekeliling kita, pohon yang tadinya kecil tumbuh besar, terus berubah menjadi tempat yang nyaman disinggahi oleh siapa pun. Itu merupakan proses pembelajaran. Bagaimana dengan kita, sudah berubah atau belum. Apa yang sudah kita berikan buat kehidupan,” bebernya.

Rumah pembelajaran itu maknanya dalam. UTS adalah rumah yang nyaman dan menyenangan bagi siapapun.

UTS baru dikatakan nyaman kalau dosen, para staf, mahasiswa dan siapun yang ada di lingkungan ini merasa betah dan enggan pulang. Di UTS menghadirkan kebahagiaan bagi siapa pun.

“Karena kita bertemu orang yang selalu tersenyum, kita bertemu orang yang ramah, kita bertemu orang yang bersahabat. Di UTS kita bertemu teman-teman dari seluruh Indonesia, di UTS kita berjejaring, di UTS kita belajar dan tumbuh bersama dalam kebahagiaan,” kata Zul.

Kemudian Doktor Zul menegaskan, siapa pun yang berada dan belajar di lingkungan UTS, harus tumbuh utuh sebagai manusia. Di UTS, siapa saja, para Dosen, Staf, Mahasiswa, harus tumbuh.

Tapi jangan hanya tumbuh fisiknya, kematangan spiritualnya harus tumbuh, intelektualnya juga harus tumbuh. Fisiknya prima, staminanya ok, intelektualnya juga hebat.

“Tiga hal ini yang harus tumbuh, Fisik ok, Intelektual ok, dan spiritual juga ok,” tegasnya.

Terakhir, selain tumbuh utuh sebagai manusia juga bermanfaat bagi semesta alam. Jadi, UTS ini menjadi rumah pembelajaran yang menyenangkan bagi siapa saja sehingga mampu melahirkan mahasiswa yang dapat menghadirkan bermanfaat bagi semesta alam, bukan hanya buat sesama manusia tapi juga buat makhluk hidup yang ada di sekeliling manusia.

Untuk diketahui tes jalur beasiswa Tau Samawa dilaksanakan selama 3 Hari, yakni minggu hingga selasa (22-24 April 2018). Beasiswa Tau Samawa adalah beasiswa yang diperuntukkan bagi siswa-siswi Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang ingin mengembangkan diri dan memiliki tekad membangun dan berkontribusi bagi daerah Sumbawa, khususnya dan Indonesia umumnya.

Tahun ini, beasiswa Tau Samawa diikuti oleh 528 calon mahasiswa baru UTS. Yang akan diterima hanya 300 mahasiswa. Jadi ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya menerima 200 mahasiswa khusus beasiswa tau samawa. Disamping itu, UTS juga menerima mahasiswa baru jalur Beasiswa Nusantara, yang membuka peluang bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk bisa kuliah di UTS.

Me (*)