Maestro Tari NTB, Mengangkat Tradisi Mampu Mendunia

Birokrat yang juga Maestro Tari ini menekankan pentingnya menghidupkan kreativitas, semangat menghasilkan karya=karya kreatif tak boleh padam

MATARAM.LombokJournal.com ~Lalu Suryadi Mulawarman, SSn. MM merupakan satu-satu seniman yang diakui sebagai Maestro tari dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Karya tarinya selain mengisi seremoni berbagai event nasional hingga internasional, hingga acara muhibah ke berbagai negara.

BACA JUGA : Puisi ke Nada, Perjalanan Karya dalam Ampenan Groove

Lalu Suryadi Mulawarman

Ratusan karya tari sudah dihasilkan dan dipresentasikan dengan SAK SAK DANCE, kelompok tari yang didirikan dan dipimpinnya sejak tahun 2001. 

“Baru 24 karya tari yang mempunyai sertifikat hak cipta,” tutur sang Maestro, saat dijumpai di ruang kerjanya, Jum.at (27/03/26) siang.

Karya-karyanya mulai yang ditarikan kelompok anak-anak dalam lomba seni pelajar tingkat nasional, hingga pra penari yang diminta mengisi seremoni berbagai event tingkat nasional hingga internasional.  

Baginya, pengakuan pemerintah yang menetapkannya sebagai Maestro bukan membuatnya menjadi tinggi hati. Justru menurut koreografer yang selalu hangat itu, ia menerima tanggung jawab besar untuk mendorong para seniman daerahnya agar terus berkarya dengan mengangkat khasanah tradisi NTB. 

Dengan rendah hati ia mengakui, di NTB baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, selain kaya dengan khasanah seni tradisi. Selain itu, juga terdapat seniman-seniman pencipta seni tradisi yang layak mendapat apresiasi tinggi. 

Para seniman sepuh itu memiliki dedikasi. Dan merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menyebarkan karyanya menjadi warisan generasi penerus di daerahnya. 

BACA JUGA : Literasi Global, Ranadhan Menguatkan Kolaborasi Internasional

Contohnya, di seni tari ada Amaq Raya, di seni pedalangan ada dalang kondang Lalu Nasib, atau di seni teater tradisi Cupak Gurantang ada Amaq Yusuf, ketiganya sudah almarhum.

“Mereka itu semua merupakan maestro seni tradisi. Tapi untuk diakui pemerintah sebagai Maestro, mereka harus mempunyai portofolio karya-karyanya…,” tutur Surya

Mengikuti jejak para perintis pencipta seni tradisi di daerahnya, Surya menekankan pentingnya menghidupkan kreativitas. Semangat untuk menghasilkan karya=karya kreatif tak boleh padam. 

Kreativitas merupakan api yang harus terus dihidupkan. Ini salah satu cara mengangkat khasanah seni tradisi NTB ke jenjang lebih tinggi dan luas. 

Seni yang tumbuh dan hidup di lokal, harus diangkat agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan ke tingkat internasional (dunia).

“Kreativitas kita harus mengangkat khasanah lokal (tradisi) bisa mendunia,” tegas Surya.

Memilih Dunia Kreatif

Sejak muda, Lalu Suryadi Mulawarman, telah menekuni dunia tari. Semula ia belajar dari guru tari kondang di Lombok, yaitu H. Hamid. Dari guru tari yang piawai mengulik tari lokal itu, ia mulai banyak mengenal tari yang digali dari khasanah tari tradisi.

Namun minatnya yang besar di dunia tari, membuatnya terdorong belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta.

Selesai belajar di IKJ tahun 2001, Surya memutuskan untuk kembali ke daerah di Lombok. Mendarmabaktikan ilmunya untuk kemajuan seni tradisi  Sejak tahun 2001 ia mendirikan SAK SAK DANCE, tempat ia merekrut anak-anak muda berbakat, melatihnya, untuk menghasilkan karya seni tari yang berangkat dari khasanah seni tradisi.

“Setidaknya, terhitung setelah saya selesai di IKJ tahun 2001, berarti sudah 25 tahun saya intens mencipta di dunia kreatif,” tutur Surya.

BACA JUGA : Toleransi Dipekuat Perayaan Idhul Fitri – Nyepi 2026

Sejak itu pula ia mengajak anak asuhnya menggelar tarian di berbagai event. Tiap event penting, baik tingkat nasional maupun internasional yang berlangsung di NTB, selalu menampilkan kelompok tari SAK SAK DANCE. Harus diakui hanya kelompok tari ini yang siap untuk tampil di ajang event besar. 

Dalam perayaan Hari Kemerdekaan tahun 2025, SAK SAK DANCE yang mewakili NTB untuk menampilkan tarian di Istana Kepresidenan. 

Surya selama kuliah IKJ sUdah 3 kali tampil di Istana Kepresidenan. Meski bukan tampil yang pertama di Istana, tapi kebanggan tersendiri membawa rombongan tim kesenian NTB tampil di Istana.. 

Tim kesenian darr masing-masing  Provinsi yang akan tampil di Istana Negara melalui kurasi yang ketat darr TIM Kepresidenan Sekretariat Negara. Mulai dari materi karya yang ditampilkan, kostum dan properti, semua harus sepengetahuan dan persetujuan dari Tim Kurator

“Penunjukan NTB juga Karena kesuksesan saat Opening Ceremony  dalam pelaksanaan FORNAS VIII 2025 yang melibatkan 500 talent, inilah salah satu tonggak kami diundang,” cerita Surya

Kreativitas tari yang ditampilkan itu juga mengambil khasanah seni tradisi Sasak (Lombok). 

Lalu Suryadi Mulawarman saat ini menjadi Kepala Taman Budaya NTB, dan maestro ini merupakan satu-satunya Kepala Taman Budaya yang berangkat sebagai pelaku seni.

Sehingga ia dalam tugasnya ia sangat dekat dengan seniman. Ia sangat memahami apa yang harus dilakukan, sesuai aspirasi seniman.

“Wilayah kerja Taman Budaya itu laboratorium seni, yaitu meningkatkan kualitas seni,” ujar Surya.

Karena itu ia sangat menikmati memimpin lembaga pemerintah yang bertugas meningkatkan kualitas karya seniman. 

“Saya tidak berambisi menduduki jabatan-jabatan yang membuat tenggelam dalam tugas-tugas, tapi menjauhkan saya dari dunia kreativitas seni. Sebab pilihan hidup saya di dunia kreatif,” tegas Surya. lbj




Dokter Jack Selamat Jalan — Dokter Happy

Dokter Jack yang kesehariannya selalu happy bahagia, sangat pintar membuat teman-temannya juga merasakan kebahagiaan

Penulis : Lalu Gita Ariadi, Sekretaris Daerah XIII Prov NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Jumat 6 Maret 2026 saya satu pesawat ke Jakarta dengan dokter Jack. Pelita Air flight 141 pukul 10 wita.

dokterr Jack, naik pesawat menggendong putra kecilnya yang sangat manja (kemboq) dengannya. Mik katanya menyapa. Sambil cerita akan bawa anaknya pulang ke Jakarta.

Bijem niki milu belombok. Lamun te bilin leq Jakarta, sakit demam dia. Kata dokter Jack. Saya paham maksud dan situasinya. Walau sejenak, tapi kami sempat ngobrol, belauq bedaye. Seperti biasanya.

Tiba di cengkareng saya turun lebih awal. Gopoh-gopoh kejar acara akan segera dimulai. Tidak bertemu dokter Jack. Dalam perjalan ke arah Cilandak, saya telpon dr Jack yang tadi saya tinggalkan turun belakangan.

BACA JUGA : Jemaah Umarah Masih Banyak Belum Pulang

Sama sekali saya tidak menduga dan tidak melihat tanda apa pun. Bahwa itulah pertemuan dan percakapan kami yang terakhir. Selamat jalan dr Jack.

Saya bersaksi bahwa dokter Jack orang baik. Lama kami bersama. Sejak usia anak-anak hingga sama-sama menua.

Kami terlahir dari rahim keluarga besar PN PERTANI. Mamik saya (HL Purwagita) adalah anak buah mamiknya dr Jack (HL Muhamad Thohir). Di BUMN yang dulu punya kuasa mengurus pupuk, saprodi, benih pertanian di NTB.

Saya, Jack kecil dan saudara-saudaranya yang lain saling kenal. Waktu kecil sering di ajak ikut arisan atau halal bihalal PN PERTANI. Saya kenal Lalu Heri Prihatin, Baiq Heni Marfiatun ( teman TD84 SMANSA Mataram), juga adik-adiknya wawan dan mumung.

BACA JUGA : Balita Hilang Saat Bermain di Genangan Air

Kami tumbuh dan besar bersama di Karang Jangkong Cakranegara. Kadang sering bermain bola atau nonton pacuan kuda di lapangan Karang Jangkong ( kini jadi lokasi Mataram Mall ).

Bersama teman-teman dari Karang Jangkong dan Karang Kemong kami nonton pacuan kuda dengan lompat tembok dari gudang Perhutani yang banyak tumpukan kayu besar. Prof. Asikin dan teman-temannya dari Karang Tatah juga sering lompat tembok dari lokasi yang sama.

Setamat dari SMANSA Mataram, saya dan dr. Jack, dipertemukan kembali di Kota Malang. Sebelum dr Jack pindah kuliah ke FK Universitas Hang Tuah Surabaya.

Meski kuliah di Surabaya, tapi tiap alhir minggu dr Jack selalu di Malang. Kumpul bersama teman-teman sepermainan di Mataram yang banyak kuliah di Malang. Malang – Surabaya jalur rutin yang sangat sering di lintasi dr Jack.

Saking seringnya di malang, ada teman yang nyeletuk penuh canda. Kok dokter ini sering bolos dan di malang terus ?

Besok kalau sudah jadi dokter saya takut dan tidak mau jadi pasiennya. Takut malpraktek karena dokter sering bolos kuliah. dr Jack dan teman-teman ngakak bersama sambil jawab, sundrik ente.

Fakta kemudian bicara lain. Apa yang dicandai teman-teman di malang dulu itu, faktanya berbalik 180 derajat ketika kini kami sama-sama kembali ke Mataram.

BACA JUGA :  Dana Guru Non ASN dan Honorer Madrasah Sudah Cair

Kini, teman-teman kami itu justru kalo ada sedikit gangguan kesehatan, langsung kontak dr Jack. Reseppun keluar. Apapun sakit nya kalo sudah di tangani dr Jack, lahir bathin teman-teman itu pasti sembuh dan happy.

Itulah The Power of Mr Jack. Kata teman-teman berseloroh. Dokter Jack yang kesehariannya selalu happy bahagia, sangat pintar membuat teman-temannya juga merasakan kebahagiaan.

Saya dan dr Jack dulu waktu masa-masa kuliah sering menanti kedatangan Pak Badri. Pak Badri, orang Dasan Tapen ini, sahabat mamik-mamik kami. Sebagai mitra PN PERTANI dalam suplay pupuk, saprodi dan benih. Pak Badri sering bolak balik Jawa – Lombok.

Pak Badri inilah kadang sering dijadikan “jasa titipan kilat” oleh mamik-mamik kami untuk titip sangu bulanan kami di rantauan.

Biasanya Pak Badri ke Surabaya dulu jenguk dan antarkan sangu untuk Lalu Heri Prihatin ( kakak dokter Jack yang kuliah di ITS ) dan sangu dr Jack. Baru lanjut ke Malang antarkan sangu saya. Beda dengan anak kost zaman now yang serba mudah main transfer.

Setelah tamat kuliah, tidak diduga, kebersamaan saya dan dokter Jack masih berlanjut. Sama-sama berkarier sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Walau awalnya dr Jack di jajaran Pemkot Mataram dan saya di Pemprov NTB.

Waktu saya menjabat sebagai Sekda NTB, Gubernur NTB – Dr Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah sangat butuh type Direktur RSUP yang lebih progresif.

Tangan dingin dokter Jack yang sukses mengelola RS Kota Mataram jadi dasar pertimbangan untuk memberi panggung dan tanggung jawab yang lebih besar kepada dokter Jack sebagai Direktur RSUP NTB.

Alhamdulillah, seperti kata pepatah, pucuk dicinta ulampun tiba. Kehadiran dr Jack sebagai direktur RSUP yang baru sesuai expektasi pimpinan. dr Jack melakukan pembenahan administrasi pelayanan rumah sakit yang lebih profesional, proporsional dan humanis.

Semua staff rumah sakit dan tenaga medik dituntut kerja keras dan bekerja dengan hati. Pahami derita pasien dan keluarganya. Perlahan namun pasti langkah-langkah pembenahan berbuah nyata.

Tidak hanya administrasi pelayanan rumah sakit yang dibenahi, peningkatan SDM, peralatan dan inprastruktur RSUP terus ditingkatkan kualitas dan kapasitasnya. Kini gedung RSUP NTB berdiri dengan megahnya.

Waktu musibah covid 19 melanda NTB bahkan dunia RSUP NTB melaksanakan tugas dengan sangat baik. dokter Jack yang tidak terlalu takut dengan Covid 19, kadang sering beda sikap dengan kami di satgas Covid 19.

Menurut dr Jack, tidak perlu takut berlebihan dengan Covid 19. Yang penting itu hati bahagia. Happy pasti imun jadi kuat.

Demikian juga untuk mendukung perhelatan motogp, peran dan keberadaan dr Jack sebagai direktur RSUP yang hobby offroad / otomotif dan ketua IMI NTB sungguh sangat tepat. Hobby dan tugas profesionalnya dikerjakan dengan baik.

Kecelakaan yang terjadi di lintasan motogp tidak sampai merenggut korban jiwa. Korban kecelakaan dapat di tangani oleh dr Jack dan tim medisnya dengan standar operasional dan prosedure tingkat dunia. dr Jack dan tim mediknya pernah berangkat dan belajar menangani trauma motogp ke italia dan tempat-tempat lain yang jadi tuan rumah motogp.

Saya memang sering diskusi dengan dr Jack selaku direktur RSUP dan juga dengan staff-staff pelayanan dalam kapasitas saya sebagai ketua dewan pengawas RSUP NTB.

Untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan RSUP NTB sudah sesuai SOP dan berharap zero complain. Waktu rubut-ribut tentang polemik rumah singgah dan isu pegawai siluman, juga kami diskusikan secara intens.

Diantara sekian rentetan kenangan dan kebersamaan, saya akan selalu ingat dr Jack. Dia berjasa dan berhasil meyakinkan saya dan keluarga untuk berani operasi mata. Sehingga kini saya bisa terbebas dari kaca mata.

Dengan kondisi kacamata minus 12 dan 13, sering kali mata saya terasa kurang nyaman dalam melaksanakan tugas kedinasan. Tumpukan surat menyurat yang harus di baca dan di tuntaskan Sekda selaku penanggung jawab dapur bitokrasi, kadang mata terasa kurang mendukung. Sering mata lelah, kabur dan berair.

Hingga suatu hari dr Jack sarankan dan vonis untuk operasi mata. Saya keget, takut, tapi juga butuh. Perasaan jadi nano-nano tak menentu. Sudah lama dan sudah banyak teman yang sarankan operasi lasix. Sempat berani tapi begitu tiba di Jakarta Eye Centre tiba-tiba nyali ciut.

dr Jack beri saran dan jelaskan operasi mata kini tidak sakit. Tyang niki pembalap. Butuh pandangan presisi. Kabur sedikit saja, maut di depan mata. Tyang sering operasi mata kalo penglihatan agak kabur.

Kata dr jack serius beri sugesti. Saya menyerah. Ikuti kata dr Jack dan alhamdulillah dengan koordinasi dan pengawasannya bersama direktur RS Mata NTB operasi mata yang saya jalani berlangsung lancar dan benar tidak sakit seperti ketakutan semula.

Bisa jadi dengan segala amal kebaikannya, dr Jack sudah siapkan bekal untuk perjalanan pulangnya yang panjang.

Tapi ketahuilah, sesungguhnya masih banyak saudara, jiran tetangga, sahabat, kerabatnya yang belum siap untuk ditinggalkan. Mereka masih ingin berbahagia dalam kebersamaan. Namun, kini ajal dan taqdir telah menjemputmu.

Tiada kata selain ikhlas dan doa-doa terbaik kami panjatkan mengiringi butir-butir pasir dan tanah menutup jasadmu.

Terima kasih dr Jack. Selamat jalan di bulan yang penuh berkah dan magfirah ini.

Karang Medain, 11 Maret 2026




Pengajian TGB Hangatkan Hati Diaspora Indonesia di Taiwan

Dalam acara pengajian yang digelar di Taiwan itu, TGB menyampaikan tausiyah bertema Islam, Adab, dan Kebangsaan

TAIWAN.LombokJournal.com ~ Ribuan diaspora Indonesia di Taiwan berkumpul dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan pada acara Pengajian Akbar yang digelar di pusat kota Chiayi, Taiwan, Minggu (12/05/25). 

Kegiatan pengajian itu ditutup dengan doa bersama dan permintaan warga agar kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan

Pengajian akbar yang dilakukan ulama terkemuka dari NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapan Tuan Guru Bajang atau TGB. Sekaligus menghadirkan Qari Internasional Syamsuri Firdaus, yang disambut antusias oleh berbagai elemen masyarakat Indonesia di Taiwan, termasuk PCNU Istimewa Taiwan, ranting Chiayi, dan kepala Salter Daerah Khousiung.

BACA JUGA : Kunjungan ke Ponpes Modern Internasional Dea Malela

Sejak kedatangan TGB dan rombongan di Bandara, disambut hangat oleh jamaah dan diaspora Indonesia. Malam harinya, TGB berkesempatan bersilaturahmi di Mushalla Kota Chiayi dalam suasana yang akrab dan mengharukan.

“Lain kali kalau kalian undang saya ke sini lagi, cukup siapkan tempat saja. Jangan pikirkan soal hotel atau transportasi. Saya yang urus sendiri. Jangan sampai saudara-saudara saya di Taiwan jadi repot,” ungkap TGB dalam ramah tamah, sebagaimana dituturkan oleh Saibi, salah satu panitia. Pernyataan itu membuat banyak jamaah terharu dan meneteskan air mata.

Dalam acara pengajian yang digelar keesokan harinya, TGB menyampaikan tausiyah bertema Islam, Adab, dan Kebangsaan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga syariat, adab, dan semangat cinta tanah air di manapun WNI berada. 

“Islam dan kebangsaan adalah satu nafas. Di manapun berada, jaga syariat, jaga adab, dan bawa nama baik Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Syamsuri Firdaus membuka acara dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dan menggugah hati para peserta. Qari muda asal Bima, NTB ini merupakan juara MTQ Internasional di Istanbul (2019) dan Kuwait (2024), dan pernah menerima apresiasi langsung dari Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

BACA JUGA : Delegasi IGS Kujungi Kota Tua Ampenan dan Museum NTB

TGB, yang saat ini menjabat sebagai anggota Majelis Hukama Ulama Dunia, dikenal sebagai tokoh Islam Wasathiyah yang konsisten menyuarakan moderasi beragama.

TGB mempunyai pengalaman menyampaikan pengajian tidak hanya berlangsung di Nusantara, tetapi juga mendunia, seperti saat menjadi pembicara utama di Muktamar IMSA-MISG di Denver, Amerika Serikat, dan Konferensi PPI Sedunia di Inggris.

Dalam kesempatan itu, TGB juga menyapa salah satu jamaah bernama Hardianto, warga NTB asal Praya, Lombok Tengah, yang telah empat tahun bekerja di Taiwan dan baru saja menikah. 

Dalam pengajian yang dihadiri jamaah di Taiwan asal Indonesia itu TGB berpesan untuk menjaga keluarga dengan nilai Islam dan tanggung jawab sosial.

“Ini bukan sekadar acara keagamaan, tapi momentum penguatan spiritual, nasionalisme, dan rasa kebersamaan sesama WNI di luar negeri,” ujar Ketua PCINU Istimewa Taiwan dalam sambutannya.

Kegiatan pengajian itu ditutup dengan doa bersama dan permintaan warga agar kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan. 

BACA JUGA : Buruh Merupakan Sahabat Seperjuangan Bangun Daerah

Banyak peserta menyampaikan apresiasi dan harapan besar untuk kehadiran lebih banyak tokoh bangsa dalam membina dan menyapa diaspora Indonesia di luar negeri. (*)

 




Perayaan Ultah Bang Zul, Disambut Antusiasme Publik

Sejumlah kalangan menyatakan akan hadiri acara perayaan ultah Bang Zul yang akan digelar Mi6

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rencana perayaan hari ultah atau ulang tahun Gubernur NTB periode 2018-2023, Dr. H. Zulkieflimansyah, menuai respons dan antusiasme publik yang sangat tinggi. 

Ide perayaan ultah yang diinisiasi Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 tersebut banjir apresiasi.

BACA JUGA : Kesiapsiagaan Bencana, Sirine Dibunyikan Serentak se Indonesia 

Sejumlah tokoh, lembaga, dan figur sentral dari berbagai kalangan profesi di NTB, menghubungi langsung Mi6 untuk hadir dan siap memberikan testimoni. 

Padahal undangan parayaan ultah itu belum secara resmi diedarkan.

”Tidak ada yang diminta, tidak ada yang diperintah. Tapi semua ingin datang dengan sukarela. Sebagai pihak yang menginisiasi perayaan ini, kami benar-benar merasa terhormat,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Jumat (25/04/2025) malam.

Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode 1996 s.d 2002  yang karib disapa Didu ini mengatakan, perayaan ulang tahun Bang Zul ini memang jauh dari kepentingan-kepentingan. Tak ada pula tendensi politik apapun.

”Perayaan ultah Bang Zul ini murni rasa hormat dan syukur kami karena pernah dipimpin oleh seseorang yang tahu bagaimana rasanya menjadi rakyat kecil,” ucap Didu.

Aktivis senior NTB ini mengungkapkan, dirinya telah dihubungi secara langsung oleh sejumlah tokoh-tokoh sentral di NTB. Mereka menyatakan keinginan untuk hadir secara langsung. Figur-figur sentral dari beragam profesi juga telah menyampaikan kehendak untuk hadir. Bahkan ketika mereka tidak diundang sekalipun.

BACA JUGA : Harga Jagung dan Keprihatinan Petani di NTB

Sejumlah pentolan aktivis di NTB juga tidak hanya ingin hadir semata. Tapi ingin melibatkan diri sebagai panitia sukarela. Bahkan siap untuk urunan pembiayaan perayaan ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi NTB , Amri Nuryadin telah menyatakan keinginan untuk hadir dan akan memberikan testinomi

WALHI adalah organisasi lingkungan hidup yang independen, non-profit  dan  bagian dari jaringan Friends of the Earth International dan berperan sebagai penggerak utama dalam isu lingkungan hidup di Indonesia.

”Tidak banyak pemimpin yang meninggalkan jejak di hati rakyat. Kami tahu, Bang Zul salah satunya. Respons dan antusiasme luas dari berbagai kalangan untuk perayaan ini, menunjukkan mereka yang hadir bukan karena undangan. Tapi karena rasa terima kasih yang tulus,” kata Didu.

Didu menjelaskan, Mi6 sendiri telah menyiapkan 250 undangan untuk perayaan yang akan digelar di Tuwa Kawa Coffee & Roastery, pada 18 Mei 2025 pukul 20.30 Wita tersebut. Namun begitu, tak sekalipun Mi6 ingin membatasi kehadiran. Karena itu, siapapun dipersilakan datang.

Soal pembiayaan, Didu mengungkapkan, semuanya akan ditanggung bersama. 

Sudah ada kesepakatan dan kesanggupan secara sukarela dari berbagai kalangan untuk ikut urunan dan berbagi tanggung jawab. Hal yang membuat Didu bahkan sempat merinding.

”Sungguh, ini benar-benar rasa terima kasih kolektif yang diekspresikan secara nyata,” kata Didu.

Dia pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas respons dan antusiasme publik yang luar biasa tersebut. 

Menurut Didu, antusias menyambut rencana perayaan ultah itu adalah wujud kerinduan terhadap Bang Zul, dan simbol penghargaan non-formal dari masyarakat. 

BACA JUGA : Hari Kartini, Keterwakilan Perempuan Harus dengan Prestasi

Semacam penghargaan masyarakat yang tulus, jauh dari seremoni resmi.

”Kita mungkin sering bicara soal pemimpin hebat. Antusiasme dan respons yang luar biasa ini menunjukkan masyarakat NTB tidak sekadar mengenang Bang Zul, tapi juga merawat memori dengan kehangatan yang luar biasa,” tutup Didu.***

 

 

 




Jusuf Kalla Menyinggung Pengelolaan Masjid Di NTB

Jusuf Kalla mengingatkan peran dan fungsi masjid sebagai pusat peradaban masyarakat harus makmur

MATARAM.LombokJournal.com ~ HM Jusuf Kalla, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) melantik pengurus baru Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Nusa Tenggara Barat, di Hotel Lombok Garden Mataram, Selasa (03/12/24).

BACA JUGA : Penanggulangan Kemiskinan, Menuju NTB Tanpa Kemiskinan

Jusuf Kalla sudah mengurus Dewan Masjid Indonesia sejak 2009
Ucapan selamat untuk pengurus baru DMI NTB

Dalam kesempatan itu Jusuf Kalla menyinggung, NTB yang sudah memiliki hampir 10.000 masjid ini memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan masjid. 

“Kecenderungannya banyak jamaah mendirikan masjid sebagai simbol kemakmuran atau sebagai hadiah (hibah, wakaf dan lain lain) sehingga letaknya kadang berdekatan.”, ungkapnya. 

Namun demikian, JK mengingatkan peran dan fungsi masjid sebagai pusat peradaban masyarakat harus makmur dan memakmurkan lingkungan sekitarnya. 

Untuk itu ia berharap para pengurus baru DMI NTB dapat membuat program dan regulasi yang memaksimalkan fungsi tadi demi kemakmuran jamaah masjid. 

Salah satunya adalah memperbanyak fungsi dan peran muamalah seperti edukasi tentang ekonomi maupun mendirikan sekolah sekolah untuk anak di komplek masjid sehingga tak ditinggalkan oleh jamaah. 

BACA JUGA : Infrastruktur dan Kesiapan Bencana Jadi Tema Baktu PU ke 79 

Pj Gubernur NTB, Hassanudin yang hadir menyaksikan pelantikan itu mengapresiasi kiprah Jusuf Kalla dan organisasinya

“Pak JK sudah mengurus DMI sejak 2009 terimakasih sudah berkunjung ke NTB juga untuk komitmen dan konsisten memakmurkan mesjid kita,” ujar Pj Gubernur NTB.  

Sementara itu, Ketua PW DMI NTB terpilih, H  Muzihir juga mengakui jumlah masjid yang mencapai puluhan ribu tersebut harus mendapatkan perhatian dari pengurus, pengelola maupun masyarakat sekitar untuk berkomitmen memakmurkannya. 

“Ini wadah mencari ketenangan dan ridho Allah bagi saya dan saya berharap para pengurus juga memiliki motivasi yang sama dalam menjalankan organisasi untuk jamaah dan masyarakat,” ucapnya. 

Pelantikan pengurus PW DMI NTB periode 2024 – 2029 langsung dikukuhkan oleh Ketua  Umum dengan 53 orang pengurus dari berbagai disiplin ilmu untuk berbagai bidang. 

BACA JUGA : Peringatan Hakordia, Sekda NTB; Korupsi itu Pengkianatan

Dihadiri oleh pemgurus DMI se kabupaten/ kota dan beberapa pejabat dan kepala OPD terkait lingkup Pemprov NTB. jm

 

 




Lalu Ivan Indaryadi Didaulat Jabat Ketua DPRD Lobar Sementara 

Politisi muda Partai Golkar, Lalu Ivan Indaryadi, yang meraup suara signifikan remi duduk sebagai anggota DPRD Lombok Barat 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Lalu Ivan Indaryadi, Politisi muda Partai Golkar,  didaulat sebagai Ketua DPRD Lombok Barat sementara. Putra mantan Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun dan Lalu Daryadi, merupakan salah satu politisi termuda dengan usia 28 tahun. 

BACA JUGA : MotoGP Siap Sukses, Pemprov NTB Gelar Rakor

[Politisi muda Partai Golkar itu didaulat menjadi Ketua DPRD Lobar sementara
Lalu Ivan Indaryadi
Sepak terjang Lalu Ivan di dunia politik memang patut menjadi contoh generasi muda ke depan. Ini merupakan jabatan ke dua kali bagi Lalu Ivan menduduki kursi legislatif. Dia meraih 20.799 suara pada pemilu legislatif 2024 lalu. 

“Ini merupakan amanat rakyat sekaligus amanat Partai Golkar untuk mengawal proses pemerintahan di Kabupaten Lombok Barat ini,” Ujar Lalu Ivan Indaryadi kepada wartawan di Lombok Barat (21/08/24). 

Lalu Ivan dilantik bersama 44 anggota DPRD Lombok Barat periode 2024 – 2029. Pelantikan berlangsung di Gedung DPRD Lombok Barat. 

Sebagai mitra eksekutif, wakil rakyat dituntut lebih peka terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. 

BACA JUGA : Deklarasi Pilkada Damai 2024, NTB Harus Jadi Role Model Nasional 

Artinya, sinergisitas antara legislatif dan eksekutif harus semakin masif yang bermuara pada kesejahteraan rakyat.

 “Sebagai anggota legislatif tentu kami harus menjalankan tanggung jawab sesuai  fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan sebaik-baiknya,” tegas Ivan. 

Sebagai orang yang pernah menjabat anggota legislatif, Ivan sangat paham dengan tugas dan tanggung jawabnya. 

Ikut serta mengawasi peningkatan kualitas layanan publik, perluasan akses pendidikan dan kesehatan, penciptaan layanan pekerjaan yang layak dan penanggulangan kemiskinan. Semua itu akan dikawal semaksimal mungkin menuju kemajuan yang lebih baik.

Namun, saat ini tugas yang paling dekat yang harus segera dituntaskan, menurut Lalu Ivan Indaryadi adalah mempersiapkan alat kelengkapan dewan dan lainnya.

BACA JUGA : Politisi Muda PDIP, Ahmad Amrullah, Resmi Jadi Anggota DPRD Lotim

 “Paling lama sepekan ke depan akan kami siapkan alat kelengkapan dewan terlebih dulu, ” tegasnya. me

 




Gaya Kepemimpinan Terbuka dari Pj Gubernur NTB

Gaya kepemimpinan Dr Hassanudin menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam menjalankan pemerintahan. 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Mayjen TNI (Purn) Dr. Hassanudin, S.IP., MM., telah memulai masa jabatannya dengan menunjukkan gaya kepemimpinan yang terbuka dan mudah diakses. 

BACA JUGA : Optimis, NTB akan Raih Hasil Maksimal di PON Aceh 2024

Sejak dilantik, ia menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, dan warga NTB.

Dalam berbagai kesempatan, gaya kepemimpinan Dr. Hassanudin menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam menjalankan pemerintahan. 

Menurutnya, keterbukaan adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

“Sebagai Pj Gubernur, saya ingin memastikan bahwa roda pemerintahan berjalan dengan transparan dan terbuka,” ujarnya seperti dikutip dari laman Media Sosial Facebook DLHK NTB, Jum’at  (05/07/24).

Gaya kepemimpinan  terbuka Dr. Hassanudin terlihat jelas saat ia menerima para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di sela-sela kegiatan olahraga tenis lapangan di Halaman Kantor DPRD Provinsi NTB. 

BACA JUGA : Event MotoGP Mandalikan Harus Dipersiapkan dengan Baik

Salah satu OPD yang ditemuinya adalah Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Julmansyah, S.HUT., M.A.P. 

Mereka membahas beberapa isu penting, termasuk kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok pasca penutupan sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2024.

Selain itu, Julmansyah melaporkan proses pelepasan kawasan hutan seluas 52 hektar untuk pembangunan UIN Bima dan perluasan landfill untuk melayani sampah tahun 2025. 

“Mendiskusikan kondisi TPA Regional Kebon Kongok pasca penutupan sejak 29 Juni-3 Juli 2024,” jelas Julmansyah.

Menanggapi laporan tersebut, Pj Gubernur Hassanudin menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama dalam penanganan sampah. 

Ia menekankan bahwa kolaborasi intensif diperlukan untuk memastikan pelayanan pemerintahan dan masyarakat tetap berjalan dengan baik. 

BACA JUGA : Rute Penerbangan Lombok-Balikpapan Diresmikan di BIZAM

“Pentingnya terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota, termasuk dalam penanganan sampah,” ujarnya. pnd/dyd

 




Ulang Tahun Bang Zul ke-52: Berupaya Selalu Berlapang Dada 

Bang Zul pada perayaan ulang tahun ke 52 menyampaikan ajakan romantis, agar Bunda Niken selalu setia mendampinginya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Doktor Zulkieflimansyah alias Bang Zul memang menjadi idola dan dirindukan banyak orang. Acara bertajuk “Monolog & Dirgahayu Bang Zul ke-52: Wujudkan Mimpi Bersama Idola Kita Semua” dihelat di Tuwa Kawa Cafe Mataram, pada Sabtu (18/05/24) malam.

Acara yang dikemas dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bang Zul ke-52 diinisiasi oleh para sabahat Bang Zul bersama Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6. Acara berlangsung santai, hangat, meriah serta merakyat. 

BACA JUGA : Mobil Hias NTB Meraih Juara Harapan 3 di Solo

Pada ulang tahun Bang Zul, diingatkan pesannya, dimana ada kemauan di situ Allah pasti membuka jalan

Pada momen bahagianya, Bang Zul tetap bersama rakyat.

Tak hanya dihadiri para sahabat dan kolega Bang Zul, turut hadir dalam kesempatan tersebut juga puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan anak-anak yatim piatu. Bang Zul datang bersama istri, Bunda Niken Zulkieflimansyah. 

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Dewan Pendiri Mi6 Hendra Kusuma. Dalam sambutannya, Hendra mengaku pihaknya turut bersyukur atas bertambahnya usia Bang Zul.

“Kami sebagai sahabat dan kolega Bang Zul, mengucapkan selamat ulang tahun. Ini tidak ada kaitan dengan Pilkada. Tapi kami ingin menjadikan acara semacam ini sebagai tradisi yang baik dan penghormatan, apresiasi terhadap beliau dalam konteks kemanusiaan. Beliau telah berjasa untuk segenap masyarakat NTB,” katanya. 

Mi6, kata Hendra, berharap agar segala harapan dan cita-cita Bang Zul ke depan dapat terwujud. Mi6, menurutnya adalah kawan setia Bang Zul. Siap selalu dan bersama Bang Zul. 

BACA JUGA : Nilai Ekspor NTB April 2024 Naik 112,40 Persen

“Kami tentu berharap, apapun jua yang menjadi harapan dan tujuan Bang Zul ke depan. Ini harapan kita semua. Sekali lagi, Bang Zul adalah tokoh panutan kita semua, idola kita semua. Masyarakat NTB bangga dan memanggil kembali Bang Zul untuk mengabdi kembali bagi masyarakat NTB,” terangnya.

Monolog Bang Zul bersama Bunda Niken

Acara kemudian dilanjutkan dengan acara Monolog yang disampaikan Bang Zul. Lantaran hari ulang tahunnya hampir bersamaan dengan hari ulang tahun sang istri, Bang Zul mengajak Bunda Niken untuk setia mendampinginya. 

Dalam monolognya, Bang Zul yang dikenal humble dan rendah hati itu mengucap syukur. Dirinya juga berterima kasih kepada para kerabat dan koleganya yang telah menginisiasi digelarnya acara tersebut. 

“Saya bersama Ibu Niken tidak memiliki alasan untuk tidak mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kami banyak sekali nikmat dan banyak sekali kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat. Mudah-mudahan apa yang kami rasakan juga dapat dirasakan oleh kita semua,” ucap Bang Zul. 

Bang Zul sempat menyinggung soal kontestasi politik yang akan dirinya hadapi dalam waktu dekat. Bang Zul mengaku selalu berupaya melakukan yang terbaik dengan segala kerendahan hati. Bang Zul mengaku ‘nothing to lose’ menghadapi perhelatan politik berikutnya.

Lebih jauh, Bang Zul mengaku mengenal sahabat-sahabatnya di Mi6 sudah cukup lama. Salah satu hal yang paling dirinya ingat adalah Mi6 selalu riang gembira menghadapi situasi kehidupan apapun.

“Saya mengenal Mi6 cukup lama, satu hal yang membuat kami terpesona dengan teman-teman di Mi6 ini adalah orang-orangnya awet muda. Jadi hidupnya bahagia dan penuh keceriaan,” jelas Bang Zul. 

Di tempat yang sama, Bunda Niken mengucapkan selamat dan menyematkan doa di momen bertambahnya usia Bang Zul. Bang Zul menurutnya adalah seseorang yang memiliki jiwa lapang.

“Selamat ulang tahun dulu kepada Bang Zul. Semoga senantiasa dianugerahi kesehatan, dijaga oleh Allah SWT dan menjadi orang yang berjiwa lapang sebagaimana yang selalu beliau sampaikan,” bebernya. 

Bunda Niken mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi para sahabat yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan acara ulang tahun ke-52 Bang Zul. Ia berharap, suasana kebahagiaan dapat ditularkan kepada semua orang.

“Terima kasih banyak kepada teman-teman yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga semuanya berada dalam suasana bahagia malam ini. Untuk semua masyarakat NTB,” ujarnya.

Kepada para anak yatim piatu, Bunda Niken memberikan spirit untuk terus bersemangat mengejar cita-citanya. Ia menukil kalimat yang sering disampaikan Bang Zul yakni “where there is a will there is a way”.

“Semoga adik-adik tetap semangat, bisa terinspirasi untuk selalu belajar dan mengejar cita-cita kalian. Bang Zul selalu mengatakan where there is a will there is a way. Di mana ada keinginan, Allah SWT pasti mudahkan jalan,” pesan Bunda Niken.

BACA JUGA : Rapim Polda NTB Dorong NTB Siapakan Pemilukada 2024

Usai monolog, acara dilanjutkan dengan acara tiup lilin dan pemotongan tumpeng. Tak hanya itu, acara tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada Puluhan anak Yatim  PKL.***

 

 




HW Musyafirin: Potret Calon Kuat Pemilihan Gubernur NTB 2024

Pengalaman eksekutif HW Musyafirin yang mengantongi dukungan PDI Perjuangan,  modal penting dalam kampanye Pilgub NTB 2024

MATARAM.LombokJournal.com ~ Analisis dari Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 bersama politisi senior PDIP NTB, H Ruslan Turmuzi, memprediksi bahwa Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, akan menjadi figur kunci dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB tahun 2024. 

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto menegaskan bahwa Musyafirin memiliki rekam jejak yang kuat dan mentereng selama dua periode kepemimpinannya.

BACA JUGA : Apel Siaga Amankan Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan di NTB 

Rekam jejak impresif HW Musyafirin dalam pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan inovasi kebijakan menunjukkan kapasitas kepemimpinannya yang efektif. 

Analis politik, Didu, menekankan bahwa pengalaman eksekutif Musyafirin telah membekali dirinya dengan pemahaman mendalam akan dinamika politik dan tata kelola pemerintahan.

BACA JUGA : Pendidikan di Sumbawa Barat Raih Banyak Prestasi

Selain itu, dukungan yang diterima Musyafirin dari PDI Perjuangan, yang diungkapkan oleh Ruslan Turmuzi, menjadi modal penting dalam kampanye Pilgub NTB 2024. Kesuksesan dalam Pemilu Legislatif sebelumnya juga menciptakan momentum politik yang berharga bagi Musyafirin.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Didu menyarankan agar Musyafirin tidak hanya fokus di Pulau Sumbawa, tetapi juga harus aktif di Pulau Lombok untuk meraih dukungan yang lebih luas. 

Merebut panggung politik dan membangun kesadaran publik tentang visi dan gagasannya menjadi kunci dalam menghadapi kontestasi yang sengit.

Selain itu, sinergi dengan berbagai lapisan masyarakat menjadi strategi penting dalam meraih dukungan elektoral yang kuat. Peningkatan keterwakilan dan representasi juga diperlukan untuk meningkatkan legitimasi dan kredibilitas seorang kandidat.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, strategi komunikasi yang efektif menjadi krusial. Didu menyoroti pentingnya desain dan pesan baliho yang representatif dan menarik perhatian pemilih.

BACA JUGA : Pj Gubernur NTB Tinjau Gerakan Pangan Murah di Pulau Sumbawa

Dengan segala modal dan tantangan yang dihadapinya, HW Musyafirin diprediksi akan menjadi salah satu figur kunci dalam upaya meraih kemenangan dalam Pilgub NTB 2024.***

 




Indra Jaya Usman Perluas Pengabdian ke DPRD Provinsi

Indra Jaya Usman (Iju) melakukan pengabdian di DPRD Lobar tiga periode tiada Henti, kini perluas pengabdian ke DPRD Provinsi

LOBAR.LombokJournal.com ~ Indra Jaya Usman atau akrab disapa Iju kini mulai memilih memperluas ladang pengabdian politik ke.DPRD Provinsi.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB tiga periode yang telah melakukan pengabdian di DPRD Lombok Barat itu, kini mencalonkan diri sebagai anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan Lombok Barat dan Lombok Utara. 

BACA JUGA: Tak Ada Waktu Berleha-leha untuk Pj Gubernur NTB

Iju perluas pengabdian ke DPRD Provinsi
Indra Jaya Usman

Dedikasi, integritas, pengabdian dan komitmen Indra Jaya Usman untuk melayani publik, tak terbantahkan.

“Tanggung jawab sebagai wakil rakyat adalah panggilan untuk melayani dan melakukan pengabdian. Menjadi sebuah keharusan bagi saya untuk terus mendengar, bertindak, dan memperjuangkan kepentingan konstituen dengan sepenuh hati,” ucap Indra Jaya Usman, Jumat (06/10/23). 

Satu setengah dekade mewakili konstituen di Gumi Patut Patju, bukanlah waktu pengabdian yang pendek. Tak banyak politisi muda yang mampu mempertahankan pencapaian pengabdian seperti yang telah ditorehkan Iju, begitu Indra Jaya Usman karib disapa.

Rekam jejak Iju, menunjukkan bagaimana tokoh muda kelahiran Narmada tahun 1980 tersebut memang selalu menjadikan konstitueni panduan dalam mengambil setiap keputusan.

“Ketika diberi kepercayaan oleh masyarakat, saya sadar saya tidak hanya menjadi wakil mereka di lembaga legislatif, tetapi juga mitra dan pembela setia mereka,” ujarnya.

BACA JUGA: Pelantikan Pj Sekda NTB, Ada Pejabat Eselon 2 Telat Datang

Iju terpilih pertama kali sebagai Anggota DPRD Lombok Barat pada Pemilu tahun 2009, dan terpilih kembali pada pemilu-pemilu setelahnya. 

Di DPRD Lobar, Iju adalah Ketua Fraksi Partai Demokrat semenjak tahun 2009 hingga saat ini. Dia juga pernah menjadi pimpinan Komisi II DPRD Lobar. Iju juga menjadi Ketua Bapemperda selama 2 periode selama jadi DPRD Lombok Barat. 

Dan pengakuan atas pencapaian dan kinerjanya, tidak hanya datang dari daerah pemilihannya, namun juga datang dari seluruh NTB. Sehingga mengantarkannya memangku amanah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTB.

Dalam Musyawarah Daerah Partai Demokrat NTB yang digelar akhir 2021, sidang pleno Musda kala itu menetapkan dua kandidat Ketua DPD. Selain Iju, ada nama Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy. 

Pengabdian tiada terkira kepada masyarakat dan dedikasi tinggi kepada partai, menjadikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan seluruh jajaran eksekutif partai di tingkat pusat, tanpa ragu menjatuhkan pilihan kepada Iju.

Pembela Masyarakat

Jejak pengabdian Iju kepada masyarakat memang jauh terentang panjang. Sebelum menjadi Anggota DPRD Lombok Barat, Iju adalah aktivis pembela masyarakat tulen. Ia aktif di sejumlah lembaga non pemerintah. Antara lain Institut Studi Krisis dan Perdamaian (InSKRIP) NTB, Lembaga Advokasi Rakyat untuk Demokrasi (LARD), hingga LeSA Demarkasi. Iju juga aktif dalam organisasi yang sepenuhnya melayani umat yakni Gerakan Pemuda Ansor dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lombok Barat.

Kiprahnya yang luar biasa dalam mengadvokasi masyarakat yang termarjinalkan melalui organisasi nirlaba yang digawanginya, menjadikan nama Iju begitu harum di kalangan masyarakat dan aktivis. 

BACA JUGA: Hj Faturrahman Dilantik Jadi Pj Sekda NTB

Ketika Iju memutuskan untuk bergabung dalam partai politik dan ikut bertarung dalam Pemilu pada tahun 2009, banyak rekan-rekannya sesama aktivis menentang hal tersebut. Stigma tentang banyaknya sisi gelap dalam politik membuat mereka khawatir.

Sejarah membuktikan, Iju tak berubah. Menjadi anggota legislatif malah menjadikan komitmen dan dedikasi Iju dalam membela masyarakat tak pernah surut. Malah kian kuat dan menjangkau masyarakat lebih luas. 

Sarjana Aqidah Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini tak pernah membeda-bedakan masyarakat yang hendak dilayaninya.

Pernah suatu waktu, rekannya mempertanyakan kiprah Iju yang tetap memperhatikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di suatu desa, padahal di desa tersebut, Iju hanya memperoleh tak lebih dari 20 suara dalam Pemilu 2009. Namun, Iju bergeming. Aspirasi masyarakat di desa tersebut tetap dilayani dan diperjuangkannya. Manakala Pemilu tahun 2014 digelar, suara dan dukungan untuk Iju dari desa tersebut juga tidak bertambah signifikan. Tak lebih dari 30 suara saja. Toh, Iju tak meradang.

”Saya menganggap diri saya sebagai wakil rakyat, bukan penguasa rakyat. Karena itu, tanggung jawab saya untuk terus berjuang memenuhi harapan dan kebutuhan mereka,” kata Iju tetang langkahnya melayani tanpa membeda-bedakan konstituen tersebut.

Maka, ketika masyarakat desa tersebut datang kembali kepada Iju untuk membawa aspirasi pemekaran desa, Iju memperjuangkan aspirasi itu dengan sungguh-sungguh. 

Hingga akhirnya pemekaran tersebut berhasil. Kiprah Iju yang tanpa pamrih itu, telah membuka mata masyarakat dua desa hasil pemekaran tersebut, sehingga dalam Pemilu 2019, Iju meraih dukungan yang sangat besar dari masyarakat dua desa itu.

Untuk masyarakat, Iju memang selalu meluangkan waktu. Ia mendengarkan dan berkomunikasi secara aktif terkait masukan, masalah, dan kebutuhan konstituennya. Iju aktif menggelar pertemuan dengan konstituen, merespons surat tertulis, atau telepon dari mereka dengan menjalin komunikasi yang terbuka.

Iju juga tak pernah ragu untuk terlibat menyelesaikan masalah yang melibatkan individu, selain mengatasi masalah dan kepentingan umum. 

Mulai dari masalah yang terkait dengan pelayanan publik, seperti perumahan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. 

Iju juga mengedukasi konstituennya dengan berperan sebagai pendidik. Memberikan informasi tentang isu-isu penting, program pemerintah, dan hak-hak yang dimiliki konstituen.

Dalam hal kebijakan, Iju juga berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan pemerintah dengan aktif mengajukan usul-usul inisiatif, memberikan masukan, dan bahkan berdebat demi menciptakan kebijakan yang lebih baik untuk masyarakat. 

Dalam pengambilan keputusan, Iju tak sungkan untuk melibatkan konstituen. Ia mengadakan rapat umum, dialog publik, atau forum partisipasi warga. Sebuah hal yang telah membuat masyarakat berpartisipasi dan ikut serta dalam proses politik.

Itu mengapa, masyarakat konstituennya begitu mendukung Iju dengan tanpa ragu. Dan manakala mendengar Iju ingin memperluas ladang pengabdian dengan mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD NTB pada Pemilu tahun 2024, dukungan pun mengalir deras. Mereka tahu, Iju adalah tambatan harapan untuk memperjuangkan masyarakat dan juga Lombok Barat di level provinsi.

Menjadi Anggota DPRD Provinsi, konstituen tahu Iju akan memiliki peluang lebih besar untuk mempengaruhi kebijakan dan perubahan yang berdampak pada masyarakat dan daerah. 

BACA JUGA: Sport Tourism Jadi Pemantik Makin Melaju

Kualitas pelayanan publik juga akan diyakini menjadi lebih baik manakala Iju bisa duduk level provinsi. Sebab, dengan menjadi anggota DPRD Provinsi, Iju dapat memperjuangkan dana dan sumber daya tambahan yang diperlukan untuk meningkatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Gumi Patut Patuh Patju.

Dengan bekal itulah Iju memantapkan hati. Dukungan dari masyarakat Lombok Barat, telah menguatkan tekadnya. Dan manakala seluruh ikhtiar telah dilakukan, apapun yang terjadi kelak, Iju tak akan pernah berhenti melayani.

“Melayani konstituen adalah kehormatan besar. Saya akan menjalani tanggung jawab ini dengan rasa hormat, tekad, dan dedikasi penuh. Saya akan menjalankannya dengan keberanian yang tak tergoyahkan,” ucap Iju.(*)