Gubernur  Zulkieflimansyah: Ramadhan Momentun Untuk Bersyukur

Harta yang melimpah dan uang yang banyak bukan jaminan untuk hidup bahagia. Maka,  rasa syukur terhadap apa yang ada merupakan bentuk kebahagiaan sejati

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat Safari Ramadhan di Masjid Agung Al-Mujahiddin,  Selong, Kamis (16/05) 2019.menegaskan, bulan Ramadhan merupakan saat mensyukuri  karuni AllahSWT.

Orang yang beriman mesti mensyukuri karunia kesehatan, keimanan dan segala rezeki yang dilimpahkan selama hidupnya.

“Bulan Ramadhan merupakan momentum bagi kita untuk bersyukur,” ka Gubernur Zul.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu menceritakan, selama menjadi Anggota DPR RI lalu, memungkinkan dirinya berinteraksi dengan berbagai latar belakang manusia.

“Ada orang yang penghasilannya empat sampai lima miliar per bulan. Namun oleh dokter ia dilarang makan nasi, dilarang makan daging, dilarang makan makanan yang enak. Yang diizinkan makan hanyalah obat,” cerita Doktor Zul.

Karena itu, ia menegaskan harta yang melimpah dan uang yang banyak bukan jaminan untuk hidup bahagia. Maka,  rasa syukur terhadap apa yang ada merupakan bentuk kebahagiaan sejati.

“Jadi Camat syukuri, jadi Kepala Dinas syukuri,” katanya.

Gubernur memuji lancarnya proses demokrasi di Lombok Timur. Dengan jumlah penduduk terbanyak, tidak menghalangi kelancaran dan keamanan Pemilu tersebut.

Ia  juga memuji proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Lombok Timur yang berlangsung cepat.

Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah serta anggota TNI/Polri di Lombok Timur yang membantu prossa tersebut.

Sehingga, tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh mengenai lambannya pemerintah menangani rehab rekon itu.

Bupati Lombok Timur, H. M. Sukisman Azmy melaporkan keadaan Lotim dalam situasi kondusif. Bahkan, tidak ada satupun terdengar suara mercon, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Hanya saja, masih terdapat minuman keras, seperti tuak yang beredar di masyarakat. Ironisnya, produk-produk itu datang dari luar kabupaten yang dipimpinnya.

Bupati Sukisman meminta arahan Gubernur untuk menangani dan menyelesaikan masalah tersebut. Selama ini, ia bersama anggota Polisi, TNI, SatpolPP telah berusaha untuk mengantisipasi peredaran Miras itu.

Di akhir acara, Gubernur NTB menyerahkan bantuan berupa dana pembangunan untuk masjid, perlengkapan ibadah, peralatan budidaya perikanan, bibit-bibit pohon serta modal usaha untuk masyarakat Kabupaten Lombok Timur.

AYA/Hms Pemprov NTB

 




Gubernur Sampaikan 6 Raperda Dalam Rapat Paripurna Pertama DPRD NTB

Kebudayaan NTB sangat banyak dan harus diperhatikan, selain NTB itu juga sebagai salah satu destinasi wisata yang luar biasa untuk Indonesia dan dunia

MATARAM.lombokjournal.com —  Enam buah Raperda Eksekutif disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah dalam Rapat Paripurna Pertama DPRD Provinsi NTB di Gedung DPRD Provinsi NTB, Rabu (14/05).

Selain itu, terdapat pembentukan Perangkat Daerah Baru yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) akan dipisahkan menjadi Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan dipisahkan menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan.

Sedang 6 Buah Raperda Prakarsa Eksekuitf Gubernur NTB sebagai berikut :

  1. Raperda Tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Dan Batubara;
  2. Raperda Tentang Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah;
  3. Raperda Tentang Perubahahan Atas Perda Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan     Susunan Perangkat Daerah Provinsi Ntb;
  4. Raperda Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Penggabungan Dan Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Nusa Tenggara Barat Menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Nusa Tenggara Barat;
  5. Raperda Tentang Pembubaran Perusahaan Daerah Pt. Daerah Maju Bersaing; Serta;
  6. Raperda Tentang Percepatan Pembangunan Dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan Provinsi Dengan Pola Pembiayaan Tahun Jamak.

“Kita lhiat kebutuhan, seperti lingkungan hidup hampir semua daerah bukan hanya provinsi tapi kabupaten/kota, kecamatan sampai desa memiliki masalah dengan sampah. Walaupun lingkungan hidup bukan hanya tentang sampah, tapi lingkup kerja yang besar itu menjadi tanggung jawab yang besar,” tutur Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc usai mengikuti Rapat Paripurna Pertama DPRD Provinsi NTB.

Gubernur NTB juga menilai, kebudayaan NTB sangat banyak dan harus diperhatikan, selain itu juga NTB sebagai salah satu destinasi wisata yang luar biasa untuk Indonesia dan dunia.

“Kalau ternyata setelah pemisahan menghasilkan income yang lebih dari itu, kenapa tidak? Namun jika dipisah ternyata menghasilkan pemborosan maka kita berpikir kembali,” tuturnya.

 ely – TM/KOMINFOTIK NTB




Rencana Kerjasama Dengan Argentina Dibicarakan Gubernur Zul

Hubungan kerjasama dengan negara-negara di dunia ini tidak hanya terkait pendidikan, Tapi juga termasuk pariwisata, pertanian, olahraga, industri serta bidang yang menjadi fokus program pemerintah NTB

Gubernur Zul, Father Marcin dan Ariel Torrado

MATARAM.lombokjournal.com  — Saat menerima Kunjungan Father Marcin dari Torun-Polandia dan Ariel Torrado dari Argentina, di Pendopo Gubernur, Minggu (12/05) 2019,  Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan rencana kerjasama dengan Argentina.

Menyambut kedatangan Ariel Torrado yakni Penasehat Paus Fransisco – Vatikan itu, Gubernur menegaskan,  tugasnya bersama seluruh jajaran pemerintah untuk memastikan kerjasama dengan para investor dari berbagai negara, termasuk Argentina.

“Penasehat di Vatikan ini datang untuk menjamin kolaborasi dengan kita. Ini menunjukkan bahwa menjalin persahabatan dan komunikasi itu tidak hanya pendidikan saja, tapi juga bidang-bidang lainnya,” tutur Doktor Zul.

Ditegaskannya, kolaborasi atau hubungan kerjasama dengan negara-negara di dunia ini tidak hanya terkait pendidikan. Tetapi juga termasuk pariwisata, pertanian, olahraga, industri serta bidang yang menjadi fokus program pemerintah NTB saat ini.

Dalam  waktu dekat akan segera menkonkritkan kemungkinan kerjasama itu. Hanya saja ia belum mau menjanjikan hal-hal muluk terkait kolaborasi tersebut.

“Banyak kemungkinan yang bisa kita Kerjasamakan. Kita akan coba konkritkan satu-satu,” katanya.

Sementara itu, Ariel Torrado sekaligus penasehat Vatikan itu menyambut baik apabila pemerintah Provinsi NTB membangun kerjasama dengan pemerintah Argentina.

Ia meminta pemerintah Provinsi NTB untuk menkonkritkan itu.

Diingatkan,  Argentina merupakan negara yang terkenal dengan sepak bola. Sehingga, bisa saja yang dikerjakasamakan ke depan, selain pendidikan, adalah sepak bola.

Bentuknya, bisa dengan mengirim anak-anak NTB yang berminat mendalami ilmu sepak bola ke Argentina. Sebab, Argentina memiliki banyak akademi sepak bola yang telah mendunia.

Ariel Torrado sempat menyampaikan kesannya terhadap kehidupan yang harmonis antar umat beragama di NTB dan Indonesia umumnya.

Ia berharap agar kerukunan ini terus dijaga. Sehingga tidak ada lagi konflik yang mengatasanamakan agama.

Agama itu harus hadir dalam kehidupan sehari-hari manusia, kata Aiel Torrado.

AYA/Hms Pemprov NTB




Safari Ramadhan, Gubernur Zul Ajak Ciptakan Demokrasi Beraklak

Bukan memilih karena imbalan, tapi karena melihat visi dan misi  calon pemimpin. Karena korupsi tidak bisa dihilangkan, selama “ongkos” menjadi pejabat publik itu mahal

Wlikota Mataram, H Akhyar Abduh

MATARAM.lombokjournal.com —  Mengawali Safari Ramadhan 1440 H di Masjid Baitul Amin Lingkungan Pejeruk Kecamatan Ampenan, Sabtu (11/5), Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. berharap,  masyarakat NTB dapat menunjukan kematangan berdemokrasi pada Pilpres dan Pileg yang diadakan pada April bulan lalu.

Pesta demokrasi tahun ini berjalan lancar dan aman, yang tak lepas dari kerja keras TNI, Polisi dan KPUD.

“Sehingga NTB bisa menjadi contoh buat seluruh Provinsi lain, bahwa Nusa Tenggara Barat memilih pemimpin tidak harus anarkis, dengan segala kekurangan dan kesederhanaan kita, kita hasilkan NTB yang Gemilang. Menuju Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghafur,” kata gubernur.

Masyarakat NTB merupakan salah satu yang aktif menggunakan media sosial. Sehingga tantangan ke depan, bagaimana agar masyarakat dapat menyikapi berita-berita yang masih simpang siur atau tidak benar.

“Banyak berita yang belum tentu benar, tapi gampang meracuni masyarakat kita. Kadang-kadang kita susah sekali, mencari, menyortir mana yang benar,” tuturnya.

Kalau ‘Ongkos’ Jadi Pejabat Mahal

Gubernur mengajak masyarakat untuk menciptakan demokrasi yang sehat dan demokrasi yang berakhlak. Dimulai dengan mengubah mindset agar menjadi pemilih yang cerdas.

Bukan memilih karena diberikan imbalan tetapi memilih karena melihat visi dan misi dari calon pemimpin. Karena korupsi tidak bisa dihilangkan, selama “ongkos” menjadi pejabat publik itu mahal.

Dalam safari itu, Gubernur Zul didampingi Isteri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc beserta Kepala OPD Lingkup Provinsi, Walikota Mataram, Wakil Walikota Mataram, Pimpinan DPRD, Pimpinan DPR Provinsi, DANREM, dan Kapolda melaksanakan sholat Isya dan Tarawih bersama masyarakat.

“Dengan spirit ramadhan, kita bermunajat kepada Allah agar dihadirkan pemimpin-pemimpin yang amanah, yang betul-betul mencurahkan hatinya kepada masyarakat,” kata Gubernur Zul.

Ia akan terus bersilaturahim untuk menyapa masyarakat, agar masyarakat tidak menilai, pemimpin datang karena ada maunya.

“Buat para pemimpin, jangan menyapa masyarakat karena ada maunya saja. Tapi raih suara masyarakat, peluk bathinnya dengan keharuan. Bahwa kita hadir disini, karena mengabdi pada Allah untuk menghadirkan ketenangan dan keberkahan bagi masyarakat”, tutupnya.

Bersamaan dengan itu, Walikota Mataram Ahyar Abduh berterima kasih dan menyambut baik kedatangan Gubernur Zul beserta rombongan di lingkungan Pejeruk tersebut.

“Kepada Bapak Gubernur, terima kasih setinggi-tingginya atas kunjungan silahturahim Bapak beserta rombongan pada malam hari ini, semoga kita semua mendapat ridho dan rahmat Allah SWT,” tuturnya.

Pada safari Ramadhan perdana ini,  Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan berbagai bantuan dan stimulus untuk masyarakat berupa bantuan untuk pembangunan masjid, dana kegiatan pemberdayaan pekarangan dan kegiatan desa mandiri pangan, modal usaha bagi fakir miskin, bibit tanaman, serta alat-alat pengolahan ikan.

AYA/Hms Pemprov NTB

 




Buka Latihan Dasar CPNS, Gubernur Zul Berkisah Petani Dikejar Harimau

Gubernur mengingatkan, untuk memilih menjadi aparatur sipil negara, bukan karena diminta ibu bapak, bukaN diminta pasangan, tapi betul-betul pilihan sendiri untuk menentukan arah hidup di masa depan

Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com —  Pendidikan dan latihan dasar (Latsar) calon pegawai negeri sipil golongan II dan III, lingkup Provinsi NTB tahun 2019 berlangsung di Aula Rinjani, Kantor Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB, Rabu, (08/05).

Pembukaan Latsar itu dilakukan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., Ph.D.

Gubernur Zulkieflimansyah memberi arahan 402 CPNS yang akan menempuh latihan dasar selama 3 bulan itu, dengan cerita penuh inspiratif dari Negara Thailand.

Diceritakan, ada seorang petani yang dikejar seekor Harimau dan untuk menyelamatkan dirinya harus melompat ke dalam sebuah lubang.

Ketika sang petani melompat ke dalam lubang itu, ia berusaha bergelantungan di sebuah batang pohon yang ternyata di bawahnya ada seekor ular besar yang siap menggigit tubuhnya.

Di tengah usaha menyelamatkan diri dari terkaman Harimau dan gigitan Ular di dasar lubang, tiba-tiba muncul Tikus dengan Gigi tajamnya menggerogoti kayu tempat petani bergelantungan.

Sementara di atas ada Harimau yang kelaparan dengan penuh nafsu mendorong sebatang pohon, yang ternyata di ujung pohon tersebut, terdapat sarang lebah yang sangat besar.

Dalam posisi diantara Harimau, Ular, Tikus dan Lebah yang siap menerkam, menggigit dan tikus yang mematahkan kayu tempat bergelantungan, serta lebah yang akan menyengat tubuhnya, sang petani menengadahkan pandangannya ke atas.

Dan tiba-tiba lebah meneteskan madunya tepat di mulut sang Petani, dan Sang Petani mengatakan, “Alangkah manisnya hidup ini”.

Doktor Zul mengatakan, sekilas tidak ada yang menarik dari cerita tersebut, namun yang membuat cerita tersebut menarik, bangsa Thailand tidak pernah menulis akhir dari cerita tersebut.

Ia memberikan kebebasan pada masyarakat Thailand untuk menulis akhir dari cerita tersebut sebagai sebuah motivasi apakah mau berakhir dengan kematian karena gigitan binatang buas, sedih atau bahagia.

“Itulah sebabnya Thailand yang bangsa kecil, namun tidak pernah dijajah bangsa lain,” ungkapnya.

GUbernur memberikan motivasi kepada seluruh CPNS untuk menulis akhir dari jalan cerita tersebut untuk masa depan mereka.

“Anda semua memiliki kesempatan untuk menulis kesimpulan dari cerita itu sendiri,” ujarnya.

Di akhir arahannya gubernur mengingatkan bahwa kesimpulan untuk memilih menjadi aparatur sipil negara, bukan karena diminta ibu bapak, buka diminta pasangan, tapi betul-betul pilihan sendiri untuk menentukan arah hidup di masa akan datang.

“Mudah-mudahan masa depan yang lebih baik mampu kita tuliskan. Hal besar selalu dimulai dari langkah pertama untuk menjadi orang hebat di masa yang akan datang,” kata Gubernur Zul.

AYA/Hms Pemprov NTB

 




Aparat Gabungan Amankan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Pemilu 2019

Meski Pemilu di NTB sangat kondusif potensi kerawanan tetap ada

MATARAM.lombokjournal.com — Guna mengamankan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi NTB, yang berlangsung mulai dari tanggal 7 hingga 9 Mei 2019, telah disiagakan ratusan aparat gabungan baik//TNI/Polri.

Aparat gavbungan yang sebagian besar dari personel kepolisian itu dibantu puluhan personel dari TNI  telah bersiaga di tempat berlangsungnya Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Pemilu 2019, selama tiga hari

“Kami siagakan 554 personel kepolisian dibantu 60 personel dari TNI selama tiga hari,” jelas Kapolda NTB, Brigjen Pol Nana Sujana, Selasa (07/05) di Mataram.

Dinngkapkan, situasi maupun kondisi NTB selama proses pemilu serentak terbilang kondusif. Kendati demikian potensi kerawanan tetap ada.

Menurut Kapollda, Salah satu bentuk kerawanan tersebut, yaitu adanya unjuk rasa dari berbagai pihak yang tidak puas terhadap hasil rekapitulasi suara.

“Tapi kita sudah maksimalkan pengamanan di rapat pleno terbuka ini,” kata Kapolda.

AYA




KPU NTB Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Dan Penetapan Hasil Perhitungan Suara

KPU NTB tetap melaksanakan pleno  meski KPU kabupaten/kota masih belum semua menyelesaikan proses rekapitulasinya

MATARAM.lombokjournal.com – Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat Provinsi NTB pemilu 2019, tanggal 7 hingga 9 Mei mendatang, digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB.

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, yang didampingi oleh para Komisioner dan Sekretaris saat membuka Rapat pleno itu mengatakan, dengan digelarnya  rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara merupakan proses akhir dari pemilu 2019 di NTB.

Rapat Pleno Terbuka  diikuti oleh KPUD Kabupaten/Kota, Bawaslu dan saksi dari Capres Cawapres, Partai Politik dan saksi DPD RI.

Mantan Ketua KPUD Sumbawa ini menjelaskan, setengah dari KPU kabupaten Kota masih ada yang belum tuntas melaksanakan rekapitulasi suaranya.

“Rapat pleno terbuka ini dilakukan setelah setengah dari KPU kabupaten/kota menyelesaikan tahapannya,” ucapnya ketika membuka rapat pleno.

Pihak KPU NTB tetap melaksanakan pleno  sembari menunggu proses KPU kabupaten/kota menyelesaikan rekapitulasinya.

KPUD Kabupaten/Kota yang sudah menyelesaikan rekapitulasi suaranya, yaitu KPUD Sumbawa Barat, kemudian KPUD Sumbawa, KPUD Dompu, KPUD Lombok Barat, KPUD Lombok Utara dan KPUD Lombok Timur.

“Nanti  dalam rapat pleno akan membacakan hasil rekapitulasi suaranya  sesuai dengan urutan yang terlebih dahulu menyelesaikan rakapnya,” katanya.

AYA




Ahsanul Khalik Masih Pelajari KondIsi Dalam BPBD NTB

Soal uang senilai Rp 100 miliar lebih yang sebelumnya mencuat salah sasaran akan didalami dengan baik.

MATARAM.lombokjournal.com – Usai Gubernur NTB, Zulkieflimansyah didampingi Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah baru saja melakukan mutasi terhadap 21 pejabat yang terdiri dari Eselon II dan III lingkup Pemprov, Senin (06/05) 2019,  ada yang jadi sorotan

Dalam mutasi kali ini,  yang menyita perhatian. Betapa tidak, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Mohammad Rum kini digeser menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan.

Sedangkan posisi Haji Rum sebelumnya, kini digantikan oleh H Ahsanul Khalik sebagai Kalak BPBD Provinsi NTB.

Ahsanul Khalik atau pria yang akrab disapa dengan panggilan Bang AKA ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB. Sebagai Kepala Pelaksana BPBD NTB yang baru, Bang AKA mengaku siap mengemban amanah yang diterimanya.

Terkait kekurangan maupun persoalan yang dihadapi BPBD NTB sebelumnya, ia mengaku masih mau mempelajari lebih dulu situasi dan kondisinya.

Termasuk pula, soal uang senilai Rp 100 miliar lebih yang sebelumnya mencuat salah sasaran akan didalami dengan baik.

“Kita pelajari dulu kondisi di dalam. Termasuk persoalan 100 miliar lebih salah sasaran. Inikan perlu kita dalami dengan baik,” ucapnya.

“Saya pikir kawan-kawan di BPBD cukup bagus (bekerja). Karena Pak Rum selama ini sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Saya tinggal melanjutkan saja,” tambah AKA.

Menurutnya, ketika ditemukan masih ada persoalan yang kurang dalam melaksanakan tugas oleh pejabat sebelumnya adalah hal yang manusiawi.

“Ketika ada yang kurang itu manusiawi. Nah, inilah bagian saya untuk memperbaiki seperti perintah pak Gubernur tadi,” tegasnya.

BACA JUGA ;  

Lebih jauh dikatakannya, dalam menangani persoalan bencana tidaklah mudah. Karena diperlukan kerja ekstra serta mengedepankan sikap koordinasi dengan semua pihak termasuk berkolaborasi.

“Intinya saya akan berkoordinasi dengan dengan Kabupaten/Kota, kita akan kolaborasi d ilapangan,” demikian Ahsanul Khalik.

AYA




Pergantian Pimpinan BPBD NTB, Karena Tantangan Potensi Bencana

Penanganan bencana membutuhan orang yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan pengalaman teritorial

MATARAM.lombokjournal.com —  Pergantian pimpinan BPBD NTB dilakukan merupakan upaya penyegaran, karena NTB sedang menjalani masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa serta menghadapi tantangan potensi bencana ke depan.

Gubernur Zulkieflimansyah menegaskan itu usai melantik 21 Pejabat Struktural di lingkup Pemprov NTB, Senin  (06/05),

Pemprov NTB memprioritaskan penanganan bencana yang dilakukan BPBD NTB. Hal ini tak lepas dari tingginya potensi bencana di NTB.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah. telah melakukan mutasi terhadap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum yang menjadi staf ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur, dan Pembangunan.

Posisi Rum digantikan Ahsanul Khalik yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial NTB.

Sebagai staf ahli, kata Zul, Rum nantinya juga akan tetap mendukung kerja-kerja yang dilakukan BPBD NTB.

“Saya kira perlu ada penyegaran juga karena ribet urus bencana  Saya kira (Rum) jenuh dan perlu diberi tantangan lain,”ujarnya usal pelantikan (06/05).

Gubernur Zul menyebut, berdasarkan laporan BMKG, jumlah gempa yang melanda NTB pada dua bulan terakhir mencapai 2.117 gempa. Angka tersebut hampir sama dengan kurun waktu setahun pada 2018.

“Sebenarnya kita mengalami gempa yang luar biasa, belum lagi masalah banjir dan longsor. Kita akan betul-betul prioritaskan BPBD,” ungkata Gubernur Zul.

BACA JUGA  ; 

Zul menambahkan, penanganan bencana membutuhan orang yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan pengalaman teritorial.

Zul optimistis Ahsanul yang pernah menjadi pelaksana tugas (plt) Bupati Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial NTB mampu mengemban amanah dengan baik sebagai Kepala Pelaksana BPBD NTB.

“Selama ini kan sebagai Kadis Sosial juga ikut terlibat dalam penanganan bencana,” katanya.

AYA




Masukan masyarakat, Modal Penting Pembangunan NTB

Sikap keterbukaan dan menjadi pendengar, serta responsif  terhadap berbagai aduan dan masukan  oleh Pemerintah Provinsi,  merupakan perubahan iklim demokrasi yang positif

MATARAM.lombokjournal.com —  Wagub NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, saat menghadiri Workshop Pelaksanaan Pendampingan Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Pemerintah Provinsi NTB menegaskan, pendampingan bagi masyarakat merupakan hal penting yang harus terus diupayakan.

Dan masukan, aduan dan informasi dari masyarakat yang diterima langsung oleh para pemangku kepentingan di pemerintahan, akan menjadi bagian terpenting dalam membangun NTB ke depan.

“Jangan takut menerima kritik, masukan, jangan takut untuk mendengar, Insyallah segala sesuatu tidak ada yang sulit, yang menjadi sulit ketika kita takut untuk dikritik,” kata wagub

Workshop tersebut digagas oleh Ombudsman RI Perwakilan NTB, berlangsung di hotel Santika, Kamis (02/05) pagi.

Hj. Rohmi juga menyampaikan, untuk layanan pengaduan masyarakat, NTB kini memiliki aplikasi NTB Care. Aplikasi itu merupakan Mobile App yang menjadi mata telinga dan tangan Pemerintah Daerah di NTB.

Aplikasi itu dimaksudkan untuk menangkap, memahami dan merespon pengaduan masyarakat kepada Pemerintah secara langsung (real time) tanpa melalui prosedur protokoler yang dapat menghemat waktu.

“Pemerintah NTB sendiri dapat melihat dan mendengar dan menanggapi secara langsung,  persoalan dan pengaduan di tengah masyarakat, dengan melihat postingan foto yang telah di unggah di aplikasi NTB Care. Selain itu, pemerintah juga dapat memperoleh pencapaian penyelesaian masalah, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTB,” ujar Hj. Rohmi.

Sikap keterbukaan dan menjadi pendengar, serta responsif  terhadap berbagai aduan dan masukan  oleh Pemerintah Provinsi,  merupakan perubahan iklim demokrasi yang positif, yang sangat diharapkan oleh masyarakat.

Masyarakat sangat membutuhkan wadah yang nyaman dan tepat sasaran untuk menyampaikan masukan, aduan dan harapan-harapannya.

“Mudah-mudahan Workshop ini, mampu menjawab harapan masyarakat, dan menghasilkan output yang tepat, dalam membangun masa depan NTB gemilang kedepannya. Jangan sampai NTB Care isinya hanya aduan saja, tapi follow up nya tidak ada,”  tegas Hj Rohmi.

Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty, yang s membuka acara tersebutmenyampaikan, ada empat hal yang menjadi pilar tujuan kita dalam bernegara, satu di antaranya adalah melayani publik, sebab negara memang hadir untuk melayani masyarakat.

“Ombudsman ditugaskan untuk mengawasi, dan saya sangat berharap NTB Care efektif menjadi saluran bagi masyarakat NTB,” ucap Lely.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB, Adhar Hakim, S. H., MH mengatakan, acara ini ditujukan bagi operator pengelola kelompok pengaduan.

Pengelolaan pengaduan adalah kesempatan kedua memperbaiki pelayanan publik, jika pada pelayanan pertama tidak bisa dikelola dengan baik.

Acara ini diikuti tiga puluh lima (35) operator pengelola. Turut hadir, Prof. Dr Gatot Dwi Hendro, S. H., M.Hum selaku Guru Besar Fakultas Hukum Unram, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda. Prov. NTB dan Kepala Dinas Kominfotik Prov. NTB.

AYA/Hms Pemprov NTB