Bertemu Tim Facebook, Gubernur Minta Tebarkan Optimisme Melalui Teknologi Informasi

Keberadaan media sosial bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi saja, namun lebih dari hal itu, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi masyarakat dengan pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com —  Tim Facebook beraudensi dengan Gubernur Zulkieflimansyah, terkait terkait Program Laju Digital untuk Kelas Pelayanan Masyarakat untuk Pemerintah Daerah dan Kelas Bisnis (UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital) oleh Facebook.

Kesempatan tu digunakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta kepada Tim Facebook terkait Program Laju Digital, untuk membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam memanfaatkan potensi media sosial guna  menebarkan optimisme kepada masyarakat melalui kemajuan Teknologi Informasi (TI).

Demikian disampaikan Gubernur yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., M.M, saat menerima audiensi Tim Facebook di Ruang Kerjanya, Selasa (8/10/2019).

Audiensi digelar terkait Program Laju Digital untuk Kelas Pelayanan Masyarakat untuk Pemerintah Daerah dan Kelas Bisnis (UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital) oleh Facebook.

Menurutnya, tingginya angka penggunaan media sosial di kalangan masyarakat harus dimanfaatkan secara positif. Selain menebarkan optimisme, juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program pemerintah, mulai dari tingkat pemerintah desa, provinsi hingga pemerintah pusat.

Tingginya angka pengguna media sosial, khususnya facebook akan menjadi sarana strategis untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan program kerja pemerintah dalam mewujudkan Visi NTB Gemilang.

Gubernur berharap, keberadaan media sosial bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi saja, namun lebih dari hal itu, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi masyarakat dengan pemerintah.

Dengan adanya media sosial, komunikasi masyarakat dan pemerintah hampir tidak memiliki sekat.

“Semoga dengan kedatangan tim ini dapat memberikan kontribusi dalam ikhtiar memajukan generasi muda di NTB,” ujarnya.

Sementara itu pimpinan tim, Noudhy Valdryno menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Provinsi NTB dalam penyelenggaraan Program Laju Digital untuk kelas pelayanan masyarakat untuk pemerintah daerah dan kelas bisnis (UMKM, kelas komunitas dan kelas literasi digital).

Menurutnya, peminat yang telah mendaftarkan diri  dalam program ini begitu tinggi yaitu mencapai 570 orang. Hal ini tak terlepas dari dorongan dari pemda. “Untuk kelas UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital, pendaftarnya 570 orang, ini cukup tinggi dan luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan program pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi komunitas-komunitas pengguna media sosial di NTB. Khususnya dalam hal bermedsos yang positif, serta dapat digunakan optimal untuk sosialisasi program strategis pemerintah, seperti program Zero Waste yang sedang gencar dilakukan Pemprov NTB.

AYA/HmsNTB

.




Sudah Ditutup Pendaftaran Calon Sekda NTB

“Hasil pansel  selanjutnya disampaikan kepada gubernur pada 19 oktober 2019 ”

MATARAM.lombokjournal.com — Panitia Seleksi (Pansel) jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda NTB secara resmi menutup pendaftaran Calon Sekda, Jum’at (04/10) 2019 Lalu.

“Dari tujuh pelamar yang mendaftar secara online hanya lima orang yang dinyatakan melengkapi berkas persyaratan, sementara dua orang pelamar dinyatakan gugur karena tidak melengkapi berkas persyaratan,”ujar Kepala BKD, Fathurahman, Senin (07/10) 2019.

Dari tujuh pelamar yang sudah mendaftar, ungkap Fathurrahman, hanya lima orang yang  melengkapi berkas persyaratan sampai batas waktu yang telah ditetapkan

Mereka adalah H. iswandi (yang sekarang sebagai Plt sekda), Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih (Asisten I Pemerintahan dan Kesra), H. Husnul Fauzi yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian NTB,  H. Ridwansyah (Asisten II Ekonomi dan Pembangunan), dan H.L. Gita Ariadi ( Kepala DPMPTSP).

Sedangkan dua pelamar yang tidak melengkapi berkas adalah H. Akhmad Helmi Hidayatullah dan Ibnu Salim, karena tidak melengkapi berkas persyaratan .

Menurut Fathurahman, setelah masa pendaftaran ditutup 4 Oktober lalu, selanjutnya akan dilakukan seleksi administrasi pada 7 Oktober, dan pengumuman hasil seleksi administrasi tanggal  8 Oktober.

Kemudian 8-9 Oktober dilakukan uji kesehatan kejiwaan dan bebas narkoba bagi pendaftar yang telah lulus seleksi administrasi.

Sedangkan untuk tes kompetensi manajerial psikologi  dijadwalkan pada 14 Oktober 2019.

“Setelah itu penulisan makalah dilaksanakan pada 15 Oktober, presentasi dan wawancara pada 16-17 oktober penelusuran rekam jejak dilakukan sejak 8 – 17 Oktober, dan penetapan hasil seleksi pada 18 Oktober. Selanjutnya hasil pansel tersebut selanjutnya disampaikan kepada gubernur pada 19 oktober 2019 mendatang,” terang Fathurahman.

AYA




Soliditas Antara TNI dan Polri Dalam Acara ‘Panggung Prajurit’

“Kehadiran seluruh Prajurit TNI dan Polri bersama masyarakat NTB malam ini dapat merasakan bagaimana TNI di NTB telah mengabdikan diri kepada masyarakat”

Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com – Banyak pejabat yang memiliki pangkat tinggi dan gelar yang banyak, namun salah satu kekurangannya yakni ketidakmampuan manusia untuk mencari sahabat sejati.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.,M.Sc mengatakan itu saat menghadiri acara Panggung Prajurit yang diinisiasi oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) di Taman Sangkareang Mataram, Minggu (06/10) 2019.

Malam ini, kita menjadi saksi bahwa Polda Nusa Tenggara Barat dalam rangka merayakan hari jadi TNI ke 74, mungkin tidak bisa memberikan uang yang banyak, Kapolda mungkin tidak bisa memberikan harta yang melimpah, tapi Alhamdulillah dari tutur katanya, dari pancaran wajahnya, Kapolda NTB malam ini memberikan ketulusan persaudaraannya buat TNI dan kita semua,” ungkap Gubernur.

Acara ini membuktikan sinergi antara TNI dan Polri sangat erat dan soliditas antara keduanya masih sangat tinggi.

Dikatakan gubernur, NTB adalah provinsi yang mencita-citakan NTB yang Gemilang. NTB Gemilang mensyaratkan menjadi daerah yang aman bagi orang yang berkunjung ke provinsi ini.

NTB yang gemilang pada saat yang sama mensyaratkan kebahagiaan warganya.

“TNI Polri di tempat ini belum terlihat memiliki harta yang melimpah, namun mereka siap menawarkan persaudaraan yang sejati untuk kita semua. Selamat menikmati panggung prajurit, mudah-mudahan kita tetap solid demi NTB Gemilang di masa yang akan datang,” katanya.

Kapolda NTB Irjen. Pol. Drs. Nana Sudjana, MM menjelaskan, acara Panggung Prajurit diselenggarakannya sebagai apresiasi dan kebanggaan kepada prajurit dan juga sebagai bentuk sinergi dan soliditas TNI Polri dan Pemda beserta segenap komponen masyarakat NTB.

Dengan harapan, Kamtibmas di wilayah tetap terjaga sehingga proses pembangunan terus berjalan menuju NTB yang gemilang.

“Kehadiran seluruh Prajurit TNI dan Polri bersama masyarakat NTB malam ini dapat merasakan bagaimana TNI di NTB telah mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara, seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat gempa menimpa NTB tahu lalu, TNI hadir dan tampil mulai tanggap darurat sampai dengan tahap rehab rekon seperti sekarang ini,” ungkap Jenderal Bintang Dua ini.

Danrem 162/WB, Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani memberikan penghormatan kepada Kapolda NTB atas inisiasinya menggelar panggung Prajurit beserta jajaran, sembari langsung memimpin penghormatan kepada Kapolda NTB yang sedang duduk bersama Forkopimda NTB.

 

“Kepada seluruh jajaran TNI di NTB lakukan yang terbaik untuk bersinergi dengan Polda dan jajaran,” tegasnya.

Sejak masuk sebagai Kapolda NTB, sudah banyak Irjen Pol Nana Sudjana memberikan masukan kepada Korem, terutama menjelang Pileg dan Pilpres karena NTB dianggap rawan secara nasional, namun ternyata NTB daerah teraman secara nasional.

AYA/HmsNTB




Projo NTB Siap Hadang Upaya Penjegalan Pelantikan Presiden

“Demokrasi ini adalah mandat rakyat, seharusnya tidak ada yang boleh punya rencana mengusik pelantikan”

MATARAM.lombokjournal.com —  Projo (Pro Jokowi) NTB akan bergegas menuju Jakarta untuk mengawal jalannya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019 – 2024.

Tekad tersebut merupkan reaksi atas isu miring tentang upaya penggagalan pelantikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo – H. Ma’ruf Amin.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo NTB, Imam Sofian, SH.,MH, ada puluhan bahkan ratusan relawan dari NTB akan berdatangan ke tempat pelantikan untuk memastikan bahwa Presiden pilihan rakyat itu berjalan aman dan lancar.

“Pak Jokowi terpilih secara konstitusional, maka tidak boleh ada yang mengusik itu. Kami Projo NTB akan datang secara khusus ke Jakarta untuk mengawal langsung jalannya pelantikan,” ujar Imam Sofian.

Menurut agenda yang sudah ditetapkan, pelantikan akan berlangsung Tanggal 20 Oktober 2019 mendatang di gedung MPR/DPR Jakarta. Memang, kata dia, ada aparat dari unsur TNI dan Polri yang akan menjadi garda pengaman jalannya pelantikan.

Kendati demikian, kehadiran relawan Projo NTB bersama relawan daerah daerah lain yang dipastikan hadir, adalah bentuk militansi kepada presiden ke 7 Indonesia itu.

“Kami mengawal sejak proses pemilihan sampai dengan pelantikan, bahkan terus mengawal ketika pak Jokowi menjalankan pemerintahan lima tahun mendatang,” tandas lawyer berambut gondrong ini.

Tidak boleh ada upaya inkonstitusional untuk menggagalkan pelantikan, apalagi itu dilakukan oleh anak bangsa karena akan dianggap tidak menghargai proses demokrasi yang sudah menguras energi dan biaya besar.

“Demokrasi ini adalah mandat rakyat, seharusnya tidak ada yang boleh punya rencana mengusik pelantikan. Karena bisa saya pastikan, tidak saja berhadapan dengan instrument keamanan negara, tapi juga rakyat,” tegasnya.

Ditambahkan Imam, relawan Projo NTB akan bertolak beberapa hari jelang pelantikan hingga H-1 pelantikan.

Tidak hanya pengurus dan relawan di DPD, juga para pengurus dari tingkat DPC se kabupaten dan kota.

AYA (*)          




Bupati dan Wabup KLU Bantu Kebutuhan Dasar Kaum Difabel

Tahun ini bantuan yang diberikan berupa sembako, untuk tahun depan direncanakan dalam bentuk uang tunai

lombokjournal.om —

TANJUNG   ;  80 penyandang disabilitas menerima bantuan kebutuhan dasar untuk penyandang disabilitas, masng-masing 40 orang di Kecamatan Pemenang dan 40 orang di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Kamis (03/10) 2019.

Bantuan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu disalurkan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Penyaluran bantuan diserahkan oleh Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dan Wabup H. Sarifudin, SH, MH.

Hadir juga bersama Bupati dan Wakil Bupati, antara lain para kepala OPD dan Camat Lingkup Pemda KLU serta tamu undangan lainnya.

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar kepada para penerima bantuan mengatakan, bersama H. Sarifudin ingin bersilaturrahmi dengan warga disabilitas di KLU.

“Saya dan bapak wakil bupati bersilaturrahmi dengan saudara semua. Alhamdulillah pemerintah menyampaikan sedikit bantuan untuk saudara semua, mudah-mudahan walaupun ini tidak banyak tapi bermanfaat untuk saudara semua,” ucap Najmul menggunakan bahasa setempat.

Dikatakan Najmul, Pemda KLU menganggarkan bantuan untuk penyandang disabilitas, untuk tahun ini diberikan dalam bentuk sembako. Dijanjikan, tahun 2020 akan memberikan bantuan uang kepada warga penyandang difabel.

“Kami minta doa dari saudara semua. Mudah-mudahan kami melayani saudara semua tetap diberikan kesehatan oleh Allah, saudara sekalian pun semoga tetap sehat),” pinta Sekjen Apkasi ini.

Kepada awak media Bupati najmul menyampaikan, inti silaturrahmi yang diadakan itu untuk berbagi melihat kondisi masyarakat Lombok Utara. Maka hal seperti itu bukan sesuatu yang istimewa lantaran hal itu memang menjadi kewajiban pihaknya sebagai pemerintah dan pengayom.

“Saya dan bapak wakil bupati menginginkan ini dianggarkan sampai akhir tahun nanti dan insya Allah di tahun berikutnya kita akan berikan dalam bentuk uang sehingga bisa dibelanjakan sesuai kebutuhan mereka. Kita harus juga ingin fokus. Atensi semacam ini bukan hanya tahun ini tetapi pada tahun-tahun sebelumnya, kami juga sudah menganggarkan. Harapan kami ingin mendorong kemandirian mereka,” tutupnya.

Di sela-sela penyerahan bantuan, Kadis Sosial PPA KLU Drs. M. Faisol, M.Si mengungkapkan, tahun 2019 ada  200 penyandang disabilitas di KLU yang akan mendapatkan bantuan, masing-masing 40 orang di tiap kecamatan.

Mekanisme penyaluran batua tersebut direncanakan dilakukan tiap bulan.

“Untuk tahun ini yang kita berikan berupa sembako dan untuk tahun depan Insya Allah dalam bentuk uang tunai,” tuturnya.

Faisol mengharapkan, dengan adanya bantuan tersebut para penyandang disabilitas nantinya diharapkan bisa mandiri.

Selain itu, Dinsos PPA KLU bekerja sama dengan pemerintah Provinsi NTB juga akan memberikan pelatihan pengembangan diri kepada kaum difabel di KLU.

sta/humaspro




Sosialisasi NTB Gemilang Makin Masif Di Desa Dan Dusun

Kebersihan dan  kelestarian lingkungan dengan Desa wisata merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan

Demp Program Zero Waste

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR   ;

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) menggelar pesta rakyat yang dikemas dalam pertunjukan rakyat Gendang Belek dan Tari Tradisional Sasak, di Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulya  Kabupaten Lombok Timur. Kamis, (03/10) 2019.

Kegiatan ini merupan upaya Pemerintah Provinsi NTB melalui Diskominfotik terus emasifkan sosialisasi program unggulan NTB Gemilang kepada masyarakat di berbagai desa dan dusun.

Sebelumnya, Diskominfotik menggelar sosialisasi bertajuk Pesta Rakyat Tahun 2019 di sejumlah desa dan dusun di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat

Kaki ini, sosialisasi itu dipadukan dengan demo pengolahan sampah menjadi barang-barang yang mendatangkan berkah ekonomi bagi masyarakat.

Mewakili Kepala Dinas, Kepala Seksi Publikasi Kominfotik NTB Dudut Eko Juliawan, SKM. MPH menyampaikan, Pemprov. NTB melalui visi NTB Gemilang dengan 6 Misi yang dijabarkan dalam 60 program unggulan.

Salah satunya adalah NTB Asri dan Lestari  melalui program  Zero Waste (Bebas Sampah), yakni memilah dan mengolah sampah menjadi bermanfaat.

Program Zero Waste digagas agar  masyarakat NTB menjaga lingkungan dengan mengelola sampah, sehingga tidak mendatangkan musibah.

“Mendengar kata sampah, biasanya kita jijik. Namun dengan cara memilih dan memilah sampah organik dan non organik, ternyata memiliki nilai ekonomis, dapat menghasilkan uang,” kata Dudut di depan masyarakat Dasan Lekong.

Mantan Kasi Promkes pada Dikes NTB ini menjelaskan, Zero Waste dilakukan untuk mereduksi sampah. Mengelola sampah dan minimalisir sampah, sehingga lingkungan terjaga.

“Nanti di hadapan Bapak dan ibu akan ada demo atau praktek bagaimana sampah bisa kita olah menjadi barang-barang yang bisa jual untuk menghasilkan uang,” kata Dudut.

Misalnya sampah plastik bisa diolah menjadi paving blok, dan barang- barang berharga lainnya.

Kemudian disamping pengolahan sampah,  Program lain yang tidak kalah pentingnya adalah program pembangunan dan pengembangan 99 desa wisata.

Kebersihan dan  kelestarian lingkungan dengan Desa wisata merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Syarat Desa wisata adalah sapta pesona, yakni bersih, indah, aman nyaman, lestari, sehat disamping juga masyarakatnya harus ramah serta industri dan seni budayanya berkembang dengan baik, ujar dudut.

Demikian juga kesehatan. Hidup sehat harus dimulai dari budaya dan perilaku hidup bersih dan sehat. Itu harus diwujudkan dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, tetangga, dasa wisma, dusun dan desa hingga kecamatan dan seterusnya.

Dikatakannya program revitalisasi Posyandu di setiap desa yang akan dikembangkan menjadi posyandu keluarga.

Posyandu tidak saja berfungsi untuk pelayanan kesehatan balita saja. Tapi sekaligus tempat mengatasi masalah-masalah lansia dan remaja lainnya. Seperti pencegahan dan penyuluhan bahaya narkoba, gizi buruk, perkawinan dini, termasuk penanganan masalah sampah dan lingkungan hutan.

Menurut Dudut, untuk mewujudkan anak-anak NTB yang cerdas dan agar kelak menjadi generasi yang profesional, sukses dan mandiri, juga telah disediakan sejumlah program  pendidikan.

Di antaranya, beasiswa pendidikan luar negeri, pengembangan pendidikan vokasi dan pendidikan kejuruan lainnya, untuk menghasilkan SDM terampil dan mandiri.

Kasi Dokumentasi Informasi Tarmidzi, S.Kom., ME menambahkan, tentang maraknya berita bohong di Media Sosial saat ini.

Istilahnya hoax atau berita berupa informasi bohong yang sengaja dibuat untuk memecah dan membuat keresahan di masyarakat kita.

“Makanya kenali berita atau informasi itu dengan baik dan teliti, karena berita yang beredar di internet dengan menggunakan media sosial banyak yang hoax,” kata pria akrab disapa Ajik ini.

Kuncinya adalah bijak dalam bermedia soaial, saring informasi sebelum di sharing atau bagikan kepada orang lain.

Desa Bebas Sampah

Kepala Desa Dasan Lekong Lalu Muhammad Rajabul Akbar, yang bangga desanya dipilih sebagai media publikasi program NTB Gemilang, mengaku sudah menggagas program bebas sampah sejak awal 2018.

Sejak dilantik sebagai Kades ia bersama masyarakat berkomitmen mengangkat isu lingkungan.

Kades bersama elemen masyarakat lainnya terus memberikan edukasi dan menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan mengolah sampah.

Komitmen ini diwujudkan dengan membentuk BUMDes yang memilki unit Bank Sampah yang diberi nama, Bank ‘Dampah Inges’, kepanjangan dari Indah Nyaman Gemilang dan Sejahtera.

Masyarakat Dasan Lekong menyadari, sampah memiliki manfaat yang mampu menghasilkan nilai ekonomis.

Disamping dijual di bank sampah, sisa limbah ini juga dapat dimanfaatkan untuk hal yang bernilai ekonomi kreatif.

“Pada awal 2018, Ibu Wagub sempat hadir saat lounching bang sampah disini, kini desa kami bebas sampah,” tuturnya.

Sedangkan Camat Lalu Muh. Irwan, yang diwakilkan Sekcam Lalu Rihiman Ramli, mendukung penuh BUMDes Dasan Lekong dengan program Bank Sampahnya.

“Desa Dasan Lekong, kini terbangun dari tidur panjannya, mulai menata dan membangun desa dengan baik. Desa kita inipun Viral di Medsos karena program Zero Waste, Desa yang didaulat dengan desa terbersih sebagai percontohan,” kata Sekcam.

AYA/HmsNTB




M16: NTB Butuh Gebrakan, Bukan Pencitraan

“Terlalu dini mengklaim hal tersebut lantaran sangat debatable, toh realita di lapangan tak sebombastis yang terpampang di headline koran”

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Sitti Rohmi Djalillah, dinilai lemah dan dalam setahun kepemimpinannya belum memenuhi janji-janjinya .

Sorotan atas kepemimpinan Zul-Rohmi itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto,  Rabu (02/10) 2019.

“Sudah lebih dari setahun memimpin, masih banyak janji yang belum terpenuhi,” ujar Direktur M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, NTB,

Berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, pria yang akrab disapa Didu, menyebut baru empat dari total 15 indikasi strategis dalam RPJMD yang dicapai pasangan Zul-Rohmi.

Didu mengatakan, tiga indikator strategis seperti penurunan angka kemiskinan, indeks kebermanfaatan infrastruktur, dan gini ratio tidak mencapai target.

Di tengah sorotan dan kritikan tajam, kata Didu, Zul-Rohmi justru mengambil jalan pintas dalam hal pencitraan yakni mamerkan klaim di sebuah harian lokal di NTB dengan judul “Ekonomi Bersinar, Kemiskinan Memudar”.

“Terlalu dini mengklaim hal tersebut lantaran sangat debatable, toh realita di lapangan tak sebombastis yang terpampang di headline koran,” tukasnya.

Menurut Didu, sudah sepantasnya Kepala Daerah mendapatkan kritik dan seharusnya bisa menerimanya dengan lapang dada.

Namun yang terjadi, kata Didu, kepala daerah justru tampak baper dan menggunakan cara-cara yang akan memancing perdebatan.

“Tidak usah jauh-jauh, bagaimana proses penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi gempa yang belum juga rampung, fokus itu dulu,” katanya .

Belum usai penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, kebijakan Zul-Rohmi soal beasiswa juga menjadi sorotan.

Didu mengaku setuju dengan program-program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk pemberian beasiswa. Namun, menurut Didu harus dilakukan dengan baik agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari.

“Pemimpin itu yang dipegang omongan dan kebijakan, kalau omongannya sudah tidak konsisten, bagaimana kebijakannya,” imbuhnya

Persoalan beasiswa ke luar negeri, kata Didu, bukti nyata tidak konsistennya Zul. Awalnya, Zul mengklaim program beasiswa tidak berasal dari APBD dan menggunakan dana dari sponsor. Namun, kata Didu, Zul enggan membuka data-data terkait nama sponsor dan model kerja samanya.

“Transparasi ini penting, kami (M16) sudah berkali-kali mendorong Pemprov NTB membuka data sponsor tapi tidak dihiraukan,” kata Dir Mi6 yang juga mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode1996 s.d 2002.

Kekhawatiran Didu terbukti tatkala mulai terdengar ada yang tidak beres dengan program beasiswa. Bahkan, lanjut Didu, Ombudsman NTB sampai turun tangan dan melakukan investigasi yang mengungkapkan adanya persoalan pada program beasiswa.

Hal lain yang juga dalam sorotannya ialah arah pengembangan sektor pariwisata NTB.

Didu menyampaikan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Lombok melalui Bandara Internasional Lombok pada Januari-Agustus 2019 hanya sebanyak 80.232. Penumpang atau turun 27,94 persen dibandingkan Januari-Agustus 2018 yang sebanyak 111.342 penumpang.

Memang, masih ada pintu masuk lain bagi turis asing seperti jalur laut. Meski begitu, penurunan kedatangan wisman yang menggunakan moda pesawat menjadi indikator belum benar-benar pulihnya sektor pariwisata NTB.

“Tahun lalu mungkin wajar ada penurunan wisman karena sedang ada musibah gempa, namun tahun ini kok belum ada perbaikan yang signifikan, malah menurun,” tukasnya .

Me




Pengaduan Di Medsos Wajib Ditanggapi OPD

Masih banyak OPD yang belum memaksimalkan publikasi dan menjawab semua keluhan dan pertanyaan masyarakat di Media Sosial

Najamuddin Amy

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) bersama Biro Humas dan Protokol menyelenggarakan bimbingan Teknik (Bimtek) Kehumasan tentang Pengelolaan Media Sosial Untuk Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemrov) Nusa Tenggara Barat (NTB) , Rabu (25/09) 2019 di komplek kantor Gubernur.

Bimtek dimaksudkan untuk memaksimalkan peran Pemerintah dalam mempublikasikan program NTB Gemilang dan  kegiatan serta menjawab keluhan dan pengaduan masyarakat lewat media sosial,

Asisten III Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM Mewakili Gubernur NTB,  mengapresiasi kegiatan pelatihan dan bimtek  bersinergi untuk lebih mengenal media sosial dan memanfaatkannya untuk publikasi program NTB Gemilang.

Menurutnya di era revolusi Industri 4.0 ini perkembangan teknologi informasi sudah tidak dapat dibendung lagi. Sehingga arus informasi mengalir begitu cepat.

Pemerintah Provinsi NTB harus tanggap terhadap fenomena dunia digital ini. Semua masyarakat mengakses informasi lewat dunia maya.

“Masing-masing kita memiliki Smartphone, jangan hanya dipakai untuk menposting status, namun manfaatkan bermedia social ria untuk memberikan informasi terkait kegiatan kantor pemerintahan, masing-masing OPD wajib tanggapi pengaduan dan masukan dan ide masyarakat di Medsos,” tegas Hj. Hartina

Menurutnya, Bimtek sinergi bermedia sosial ini kegiatan strategis sekali, sebab berkembangnya informasi tidak terbatas. Tidak ada batasan untuk mengaksesnya.

Namun ada dua sisi informasi yang perlu cermat dan bijak untuk memahaminya. Informasi yang bernilai positif dan negatif .

“Ini yang perlu dicermati dan dipelajari dalam bemedia sosial atau berfacebook ria,” singgunnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Najamuddin Amy, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk sinergiritas untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Bimtek ini bukan hanya menjadi kebutuhan OPD atau Badan di lingkup Pemrov. NTB, namun lebih penting dipahami, sesungguhnya untuk kebutuhan dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, saat ini informasi dan data sudah menjadi kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat di era digital. Oleh sebab itu pemerintah harus menyajikan informasi yang cepat dan mudah diakses masyarakat.

“Informasi ini bukan hanya sebagai hak asasi tetapi juga sebagai pemenuhan dari pelaksanaan undang-undang Keterbukaan Informasi Publik nomor 14 tahun 2008, di mana peran dari seluruh OPD selaku badan publik ini harus melaksanakan keterbukaan informasinya terutama Informasi Publik dalam melaksanakan pelayanan public,” jelas mantan Komisioner KI NTB ini.

Tim Biro Humas bersama Dinas Kominfotik NTB telah ikut mengawasi dan memantau Media social sebanyak 46 OPD lingkup Pemrov. NTB.

Masih banyak OPD yang belum memaksimalkan publikasi dan menjawab semua keluhan dan pertanyaan masyarakat di Media Sosial.

Ia memaparkan Biro Humas juga memilik tim yang bertugas memantau isu dan topik apa saja yang ada di NTB.

Salah satu instrumen yang digunakan di Biro Humas dan Protokol dalam manajemen operasi berbasis aplikasi.

“Kami memantau dan mempelajari isu atau percakapan publik di tiga media social, yang dipakai oleh warga atau netizen yang ada di area Nusa Tenggara Barat, jumlah terbesar adalah Facebook, yang kedua Instagram dan ketiga Twitter,” kata Najamuddin.

Harapannya OPD ikut aktif mempublikasikan seluruh informasi dan kegiatan OPD dan tanggap terhadap setiap pengaduan dan pertanyaan masyarakat di Media Sosial.

Karena tidak semua masyarakat dapat menyampaiakan langsung ide, masukan dan keluhan serta pengaduan lewat media yang tersedia.

Karena keterbatasan dalam segala hal, akhirnya media social dimanfaatkan untuk menyampaikan isi hatinya.

“Ini perlu sigap dan cepat kita tanggapi dan jawab,” ajak Najamuddin

Pemerintah provinsi tidak berhenti bekerja setiap waktu. Setiap hari kita melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.

Inilah yang kemudian diberikan apresiasi oleh warga netizen, yang dilakukan oleh pimpinan daerah, mengunjungi dan mendatangi sampai ke desa-desa memberikan pelayanan langsung kepad

AYA/HmsNTB

 




Satu Tahun Zul-Rohmi, Enam Program Strategis NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com  – Tepat pada tanggal 19 September 2019, Kepemimpinan Gubernur Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) sudah berjalan satu tahun. Zul-Rohmi mengusung tagline “NTB Gemilang”.

Untuk mewujudkan tagline tersebut, Zul-Rohmi telah menyiapkan program strategis NTB Gemilang 2019-2023.

Pertama, pariwisata handalan dan strategis. Kedua, industrialisasi. Ketiga, pengembangan daya saing SDM. Keempat, NTB ramah investasi. Kelima, pengembangan konektivitas dan aksesibilitas wilayah NTB. Keenam, NTB bersih dan berkelanjutan.

Pertama, program pariwisata andalan dan strategis NTB. Program ini yang terus berperan aktif mendorong peningkatan pendapatan, membuka lapangan kerja, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif.

“Program ini meliputi, pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil (Gili), Mandalika dan MotoGP, Global dan Nasional Geopark, Wisata Halal, hingga program pengentasan kemiskinan melalui pendekatan Desa Wisata,” ujar Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis 19 September 2019.

Selanjutnya, program industrialisasi. Program ini meliputi pembangunan smelter, industri pengolahan, industri permesinan dan STIP, serta pengembangan kawasan terpadu Sakosa (Sape, Komodo, Sangiang).

Program ketiga, lanjut Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB yaitu peningkatan Sumber Daya Manusia Manusia (SDM).

Program ini meliputi Beasiswa dalam maupun luar negeri, Rumah Bahasa, Revitalisasi Posyandu hingga Revitalisasi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

“Pemerintah NTB sampai saat ini telah memberangkatkan sebanyak 265 orang penerima beasiswa ke banyak negara berkembang,” tuturnya

NTB Ramah Investasi merupakan program keempat. Gubernur menegaskan bahwa Pemprov NTB berkomitmen untuk membuka peluang investasi bagi para investor. Seperti mega proyek yang saat ini sedang berjalan yakni pembangunan Global Hub Bandar Kayangan dan Pengembangan Kawasan Samota (Teluk Saleh, Moyo dan Tambora).

Program kelima, mengembangkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah NTB. Program ini meliputi pengembangan jalan bypass penghubung Lembar-Mataram-Labuhan Lombok.

Kemudian longdistance ferry pada pelabuhan, Direct Flight, pembangunan jembatan laut Lombok-Sumbawa serta pengembangan bandara dan pelabuhan.

Program terakhir, NTB bersih dan berkelanjutan. Program ini meliputi Zero Waste atau nol sampah. Zero waste ini merupakan model pengelolaan sampah yang memperlakukan sampah sebagai sumber daya.

“Zero Waste merupakan penerapan konsep pengelolaan sampah berbasis pengurangan jumlah sampah, daur ulang sampah, penggunaan kembali dan mengubah sampah jadi rupiah,” tutur bang Zul

Ditambahkannya, untuk mewujudkan NTB aman asri dibutuhkan penataan taman-taman kota dan ruang terbuka untuk menciptakan keindahan kota dan kesan asri.

“Hutan lestari sebagai upaya kita untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi kawasan hutan yang rusak akibat ilegal logging,” Pungkasnya.

AYA/HmsNTB

 




NTB GEMILANG; Pemprov NTB Bangun “Learning Center” Teknologi Water Drips Intervensi Lahan Kering

Pengembangan lahan kering menjadi mimpi tidak hanya Pemda Lombok Utara, tetapi juga Pemprov NTB

TANJUNG.lombokjournal.com — Pemprov NTB terus bersemangat mensejahterakan masyarakat petani, salah satunya melalui sentuhan Industrialisasi Pertanian mulai digalakkan.

Tepat 1 tahun kepemimpinan Zul – Rohmi di NTB, 19 September 2019, sasaran industrialisasi pertanian itu menyasar lahan kering di Lombok Utara.

Di area 200 hektar lahan kering di Dusun Batu Keruk, desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Pemprov NTB membangun “Learning Center” budidaya Jagung teknologi water drip (irigasi tetes)..

Teknologi itu dibiayai dari dana APBD NTB senilai Rp 19,697 miliar. Proyek tersebut sedang ditangani oleh PT. Daya Santosa Rekayasa, asal Jakarta.

Di lokasi, sekaligus dilakukan demonstrasi penanaman bibit jagung menggunakan kendaraan traktor. Jagung yang ditanam telah melalui proses mekanisasi dengan pupuk yang telah disesuaikan dengan PH tanah.

Cara ini berbeda dengan cara konvensional di mana petani melakukan penumpukan setelah bibit tumbuh. Melalui cara baru ini, petani diproyeksikan bisa menanam 3 kali setahun dengan hasil panen meningkat 20 persen.

Keterangan yang disampaikan anggota tim teknisi irigasi, Fikri, dalam 1 hektar lahan dibutuhkan 1 rol selang air setara 1.200 meter.

Selang efektif dipergunakan selama 3 tahun bahkan lebih jika air dari penampungan difilter untuk menghindari penyumbatan.

“Teknologi ini lebih ekonomis, sejak saja dipasang setelah itu bisa digunakan bertahun-tahun. Kalau sebelumnya berat di biaya karena tenaga kerja manual, dengan cara ini tidak karena pupuk cair bisa dialirkan lewat selang,” ujar Fikri.

Teknologi ini dirasakan akan sedikit mahal terutama oleh petani. Petani harus membeli 1 rol selang, dan memiliki atau menyewa traktor untuk menanam bibit jagung hasil  mekanisasi.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, memiliki pandangan tersendiri terhadap lahan kering Lombok Utara. Ia optimis, lahan kering di KLU akan menghasilkan secara ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Saya lihat di negara maju banyak tempat yang terkenal, Botanical Garden Perth, berisi tanaman indah dari berbagai negara,” kata Wagub memberi inspirasi.

Pengembangan lahan kering menurut dia menjadi mimpi tidak hanya Pemda Lombok Utara, tetapi juga Pemprov NTB. Keberadaan lahan kering tidak hanya menjadi tontonan, melainkan diolah dengan fasilitas yang disediakan pemerintah.

“Dengan sentuhan teknologi apa yang tidak bisa. Daerah lain dengan teknologi jauh dibelakang, kita lihat masih bisa, kenapa kita tidak. Teknologi ini tidak saja intensifikasi tetapi juga ekstensifikasi, lahan diperluas dan hasil lebih baik,” sambungnya.

Ia meyakinkan, di areal 200 hektar ini petani lahan Kering Akar-akar akan bisa menanam tiga kali dalam setahun. Hanya saja, sebagai sebuah inovasi baru petani memerlukan sumber daya kapital yang sedikit lebih besar pada proses awal.

Pemprov dan Pemda KLU bisa lebih intens duduk bersama mencari solusi untuk membantu petani.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Namun Akhyar, SH. MH., mengungkapkan luas areal pertanian teknis dan non teknis di Lombok Utara sejumlah 80.953 ha. Dari jumlah itu, 41.000 hektar lebih merupakan lahan kering.

“Sangat memungkinkan digunakannya teknologi produksi pertanian. Kita sadari, teknologi sangat penting. Di era sekarang, tidak kenal dan tidak memanfaatkan teknologi, maka kita tidak hanya tertinggal tapi mempercepat ketertinggalan,” ujar Najmul.

Ia pun ikut memotivasi semangat masyarakat petan, Pemda Lombok Utara telah memfasilitasi ketersediaan pasar pertanian melalui sektor pariwisata.

Hotel-hotel yang banyak di Lombok Utara diharapkan bisa menyerap hasil pertanian masyarakat.

AYA/HmsNTB