Aduan masyarakat terkait kenaikan harga semen telah direspon cepat, melalui Dinas Perdagangan NTB
MATARAM.lombokjournal.com — Layanan aduan NTB Care telah menerima 38 aduan dari masyarakat, selama kurun bulan Oktober 2019.
Hal itu diugkapkan Pelaksana Tugas Dinas Komunikasi Informatika Statistik provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH ,
“Sampai akhir bulan oktober, sudah hampir 38 aduan yang kami terima melalui layanan aduan NTB Care.” ungkap mantan Irbansus Inspektorat Provinsi NTB ini di kantornya, Rabu (23/10) 2019.
Gde Aryadi menerangkan, sejumlah aduan masih berkutat di sektor yang sama seperti bulan sebelumnya, seperti masalah air bersih, sampah, layanan publik serta masalah yang akhir-akhir ini menyedot perhatian yakni tentang kenaikan harga semen.
Aduan masyarakat terkait kenaikan harga semen telah direspon cepat, melalui Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama Disperindag Kabupaten/Kota, yang melakukan sinergi untuk mengantisipasi dan mencari solusi tepat, termasuk melakukan operasi pasar.
Seperti diketahui, belum lama ini Disperindag NTB telah melakukan operasi pasar bersama distributor semen se pulau Lombok, dengan tujuan memastikan harga semen dapat dijangkau warga dan juga untuk menstabilkan harga.
Misalnya di Kabupaten Lombok Utara, hari Selasa (12/10), telah dilakukannya opersi pasar. Itu untuk menjawab keluhan masyrakat, di sisi lain warga juga sangat membutuhkan semen, selanjutnya digunakan membangun rumah pasca gempa.
Aduan selanjutnya datang dari ujung timur Lombok, tentang sampah yang berserakan di area pantai Labuhan Haji Lombok Timur.
Dalam aduannya warga meminta pihak berwenang dalam hal ini Pemkab Lotim untuk melakukan pengawasan dan tindakan tegas terhadap oknum tak bertanggung jawab yang melakukan pembuangan sampah di area pantai.
Terlebih saat ini pantai Labuhan Haji dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari andalan bagi warga di wilayah Lombok Timur. Maka dibutuhkan perhatian khusus terkait permasalahan sampah tersebut.
Selanjutnya, di wilayah Kabupaten Lombok Barat warga menginginkan adanya perhatian dari pemerintah untuk kaum muda setempat.
Warga minta agar pemerintah memberikan ruang dan kesempatan hingga memfasilitasi kelompok/komunitas muda berbentuk program kegiatan untuk mengembangkan kemampuan diri, potensi ataupun kreatifitas agar lebih produktif di usia emas mereka.
Plt. Kepala Dinas Kominfiotik NTB I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendesain fitur platform berbasis laman daring (website) yang terintegrasi langsung di website resmi dikominfotik NTB. Tujuannya untuk menampung kreatifitas komunitas atau kaum muda NTB, Khususnya di bidang penulisan.
Pihaknya tengah merancang satu tools portal berita di website resmi bertajuk “Jurnalisme Warga dan Millenial”.
“Yang nantinya akan difungsikan untuk menampung karya terbaik dari putra putri NTB berbentuk tulisan,” jelas Aryadi.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan adanya penambahan tools/layanan menu ini, diharapkan anak muda NTB dimana pun dapat menginformasikan apa pun termasuk progres pembangunan NTB.
“Bahkan mereka juga dapat mengabarkan kemajuan, inovasi, kreatifitas, ataupun potensi desa mereka sendiri,” kata Aryadi.
AYA
Gerindra Haruskan Calon Kepala Daerah Mendaftar di Desk Pilkada
“Yang pasti, bakal calon yang mendaftar di Gerindra harus bebas dari kasus korupsi, taat pajak dan bebas narkoba”
MATARAM.lombokjournal.com — DPD Partai Gerindra Provinsi NTB membentuk Desk Pilkada. Pembentukan Desk Pilkada Gerindra ini agar dapat fokus dalam pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak tahun 2020.
Hal ini disampaikan Sekretaris DPD Gerindra NTB Ali Utsman Ahim melalui siaran pers, Selasa (22/10) .
Diketahui, tujuh kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima.
Ali mengaku, menyangkut pelaksanaan Pilkada di tujuh kabupaten/kota di NTB, maka persiapan awal oleh DPD Gerindra NTB, yakni pembentukan Panitia Desk Pilkada untuk membuka pendaftaran sekaligus menjaring bakal calon kepala daerah.
“Sesuai jadwal pembukaan kita mulai pada 25 Oktober hingga 15 November 2019,” ujarnya.
Ali menuturkan kepanitian Desk Pilkada Gerindra selain dirinya yang ditujuk sebagai Ketua juga terdiri dari Lalu Ridwan Indra selaku Sekretaris dan Imam WP selaku Bendahara.
Menurut dia, pihaknya membuka kesempatan pada siapa pun warga NTB yang ikut berkompetisi pada Pilkada kali ini untuk melakukan pendaftaran.
Terkait kader Gerindra. Ali menegaskan, tidak akan ada perlakukan khusus. Mengingat, mereka juga diwajibkan melalukan pendaftataran pada Desk Pilkada yang sudah dibentuk oleh partai.
“Pokoknya, Gerindra itu terbuka pada siapa pun. Syaratnya, selama dapat bekerjasama dengan partai dalam upaya memajukan peradaban melalui perjuangan politik, maka mereka kita perkenankan mendaftar lewat Gerindra,” jelas Ali.
Ia menjelaskan, usai proses pendaftaran rampung, maka sesuai mekanisme Desk Pilkada Gerindra NTB akan melakukan survei.
Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui respon masyarakat terkait tingkat elektabilitas masing-masing kandidat yang sudah melakukan pendaftaran itu.
“Yang pasti, bakal calon yang mendaftar di Gerindra harus bebas dari kasus korupsi, taat pajak dan bebas narkoba,” ucap Ali.
Me
Dijajaki Kerja Sama Bisnis dan Pendidikan Dengan Denmark
Dubes Rasmus, ia sudah mendengar banyak potensi kerja sama di bidang energi terbarukan dan pengelolaan sampah di NTB, terutama dari Head of Environmental Cooperation Morten Holm van Donk, yang sudah beberapa kali ke NTB
lombokjournal.com —
JAKARTA ; Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan pertemuan dengan Yang Mulia (YM) Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia,
Rasmus A. Kristensen Dan Gubernur Zul
bersama jajarannya yang berlangsung di kediaman dinas Dubes Denmark di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/10) 2019.
Dalam pertemuan Didiskusikan potensi kerja sama dalam sejumlah bidang. Mulai dari investasi untuk program energi terbarukan (renewable energy), pengelolaan sampah (waste management), hingga pariwisata dan pendidikan.
“Paradigma Pemerintah Provinsi NTB saat ini adalah ramah investasi dan ramah kepada komunitas bisnis. Kami sangat terbuka dengan setiap langkah kerja sama dan penanaman modal atau investasi dari manapun, baik domestik maupun internasional, swasta maupun institusi negara. Kami mengajak Denmark untuk ikut meramaikan investasi dan kerja sama berbagai bidang yang saling menguntungkan di NTB,” kata Gubernur Zul yang didampingi Staf Khusus Bidang Investasi dan Waste Management, Lutfiya Al Qarani .
Portofolio Denmark di bidang teknologi pengembangan energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Angin/ Bayu, cocok dengan kondisi lahan di NTB, baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Begitu juga dengan yang lain, misalnya tenaga surya ataupun biomass.
Menurut gubernur, dua pulau besar NTB, Lombok dan Sumbawa punya potensi besar untuk investasi di bidang pengembangan energi terbarukan, misalnya pembangkit listrik tenaga angin yang sudah maju di Denmark.
“Untuk pembangkit listrik tenaga surya, kami sudah punya 3 PLTS di Sengkol, Selong dan Pringgabaya yang masing-masing berkapasitas 7 MWp atau totalnya 21 MWp. Sementara untuk biomass, kami punya ladang jagung yang produksinya mencapai lebih dari 2 juta ton berdasar data 2018 lalu,” kata Gubernur Zul.
Untuk kebijakan Zero Waste Province, Doktor Zul mengaku tertarik dengan Denmark karena negara kerajaan itu sudah punya punya Undang-Undang Perlindungan Lingkungan sejak tahun 1973.
Dengan teknologi Zero Waste Management yang sudah dikembangkan oleh Denmark selama puluhan tahun itu, ia yakin bisa diadopsi dan dikembangkan sesuai kondisi di NTB.
“Kami sediakan segala infrastrukturnya, mulai dari lahan, kemudahan survei, hingga fasilitas penunjang teknis dan lain-lainnya. Dari birokrasi, kami bantu kemudahan perizinan dan dukungan sumber daya yang ada. Intinya, NTB is a community business and investment-friendly,” lanjut Doktor Zul.
Dubes Kerajaan Denmark YM Rasmus A. Kristensen yang didampingi Head of Energy Cooperation Thomas Caprla Henriksen dan Head of Environmental Cooperation Morten Holm van Donk, menyambut baik peluang kerja sama tersebut.
Menurut YM Dubes Rasmus, ia sudah mendengar banyak potensi kerja sama di bidang energi terbarukan dan pengelolaan sampah di NTB, terutama dari Head of Environmental Cooperation Morten Holm van Donk, yang sudah beberapa kali ke NTB.
“Saya sudah dengar dari Pak Morten dan timnya yang bisa dibilang sudah tak asing dengan Lombok dan Sumbawa, serta bertemu dengan sejumlah kepala dinas terkait lingkungan dan energi terbarukan. Potensi kerja sama investasi bidang pembangkit listrik tenaga biogas dan biomass dengan NTB sangat menarik. Apalagi setelah mendengar langsung penjelasan Bapak Gubernur hari ini,” ujar YM Dubes Rasmus.
Thomas dan Morten memiliki kapabilitas dan kapasitas yang tepat untuk merealisasikan kerja sama di bidang energi dan pengelolaan sampah antara Provinsi NTB dengan Denmark.
Selain dua bidang utama itu, bidang yang lain juga sangat terbuka untuk dijadikan lahan investasi, baik pariwisata, infrastruktur hingga pendidikan.
Yang paling penting untuk menyegerakan kerja sama itu, adalah data sharing dua pihak terkait kompetensi dan kapasitas.
“ Maksud saya kompetensi sumber daya manusia dalam pengembangan teknologi serta infrastrukturnya, dan kapasitas atau volume dari masing-masing bidang, seperti data kapasitas panen jagung atau bambu untuk biomass, dan volume sampah atau gas bumi untuk sumber daya biogas,” kata Rasmus.
Menurut Dubes Rasmus, bisa diawali dengan pengiriman tim untuk transfer teknologi dan pengetahuan terlebih dulu, baik tim dari NTB untuk belajar atau kursus ke Denmark ataupun sebaliknya, pengiriman tenaga ahli atau pakar dari Denmark untuk memberikan training di NTB.
“Hal itu perlu sebagai bagian dari feasibility study untuk memastikan teknologi yang dikembangkan di Denmark, cocok dan sesuai dengan kondisi dan situasi lapangan di NTB. Transfer teknologi dan data juga penting untuk memastikan kesinambungan kerja sama ini bisa berjalan dalam jangka panjang,” ujar YM Dubes Rasmus.
Terkait kerja sama pendidikan, Gubernur Zul menyampaikan soal program beasiswa 1000 pelajar NTB ke luar negeri. Ia menyatakan tertarik untuk mengirimkan anak-anak muda Lombok dan Sumbawa ke Denmark, sebagai negara yang menempati rangking ke-5 tertinggi dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Dunia.
“Kami sudah mengirimkan 46 mahasiswa untuk kuliah S2 di Polandia dari akhir tahun lalu hingga saat ini. Mereka kebanyakan juga belajar sains bidang energi dan lingkungan, dan akan terus bertambah. Kami berharap Denmark juga menjadi negara tujuan dari program beasiswa NTB, apalagi dengan kualitas pendidikan Denmark yang memadukan pengembangan kurikulum pendidikan dengan teknologi digital, namun tetap dengan mempertahankan nilai-nilai budaya. Sangat cocok dengan apa yang kami upayakan di NTB,” imbuh Gubernur Zul.
Di akhir perjumpaan tersebut, kedua belah pihak bersepakat bakal mengadakan pertemuan teknis sebagai tindak lanjut pada awal November 2019.
Gubernur Zul juga mengundang YM Dubes Rasmus dan jajarannya yang akan berkunjung ke NTB, untuk sekalian berwisata menikmati seluruh keindahan Lombok dan Sumbawa.
AYA/HmsNTB
Gubernur : Semua Calon Sekda Baik, Hasilnya Tetap Tunggu Pansel
Dari diskusi yang diselenggarakan M16, gubernur mengaku mendapat banyak masukan soal Sekda ideal
lombokjournal.com —
MATARAM; Ada fenomena baru dalam pemilihan Sekda NTB kalli ini, sebab ada ruang keterlibatan masyarakat memberikan masukan terkait Sekda NTB yang baik.
Hal itu terlihat dalam diskusi yang diselenggarakan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, dalam diskusi Kamisan bertajuk “Sekda NTB Idola” di De-Lima Cafe, Kota Mataram, Kamis (17 /10) 2019. Diskusi tersebut melibatkan banyak kalangan.
Perserta diskusi dari berbagai kalangan
Dalam diskusi yang dipimpin Ahmad SH tersebut dihadiri puluhan mahasiswa, aktivis, politisi hingga awak media.
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah hadir sebagai pembicara utama, selain itu sejumlah tokoh yang menjadi narasumber utama seperti, Lesa Demarkasi Hasan Masat, Anggota DPRD NTB Ruslan Turmuzi, Aktivis PMII Lombok Timur Taufik Hidayat , Aktivis LSM SUAKA , Bustomi Taifuri dan Wakil Direktur Mi6, Nasib Ikroman
Anggota Dewan Pendiri Mi6 , Hendra Kesumah membuka acara diskusi Kamisan mengatakan Mi6 mengapresiasi keterbukaan dan demokratisasi di era pemerintahan Zul-Rohmi, termasuk membuka diskursus tentang Pemilihan Sekda NTB.
“Mi6 mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan atensi Pak Gubernur NTB yang bersedia hadir mendengarkan masukan dalam forum Kamisan ini,” kata Hendra.
Gubernur di awal diskusi mengatakan, mengenal dengan baik lima calon Sekda. Kendati demikian, dia berharap melalui diskusi, gubernur mendapat informasi tambahan soal calon Sekda.
“Walaupun gini-gini gubernur punya peran menentukan Sekda. Lima calonnya hebat-hebat. Tapi saya perlu mendengar informasi dari teman-teman,” katanya.
Gubernur berharap Sekda NTB ke depan dapat sejalan dengan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
“Saya butuh Sekda minimal orang yang tidak punya agenda berbeda dengan gubernur. Semua orang saya kenal baik dan semua bisa kerjasama,” ujarnya.
“Kita ini manusia biasa dalam proses mengambil keputusan, oleh karena itu saya ingin dengar siapa sebenarnya yang disuarakan,” katanya.
Ruang pendapat publik
Hasan Masat dari Lesa Demarkasi, mengatakan, panitia seleksi (Pansel) calon Sekda NTB harus bekerja dengan profesional. Dia berharap Pansel tidak memilih Sekda berdasarkan keterwakilan wilayah.
“Pansel jangan sampai karena keterwakilan wilayah memilih Sekda. Saya berharap Pansel dan Gubernur jangan sampai Sekda itu keterwakilan,” ucapnya.
Dia berharap agar pendapat publik dapat didengar untuk memberikan masukan terkait calon Sekda.
“Pendapat umum harus diberikan ruang siapa figur yang tepat. Figur penting dan saya berharap nantinya gubernur bijaksana memilih yang memiliki fungsi pelayanan dan reformasi birokrasi,” ungkapnya.
Taufik Hidayat, Perwakilan KNPI Lombok Timur, dalam diskusinya mengatakan sepakat jika Pansel tidak mendukung calon berdasarkan kewilayahan, namun dia juga meminta Pansel tidak mendukung Sekda berbasis organisasi kemasyarakatan.
“Sekda ini pejabat administratif yang sekiranya mengakomodir pelayanan publik di NTB. Melihat Sekda tidak hanya melihat wilayah, tapi perlu dicermati jangan juga Sekda dilihat dari perspektif Ormas. Kita sepakat lima tokoh adalah orang hebat dan baik,” terangnya.
Opik sapaan akrabnya secara terang menyebut nama calon yang dijagokan, yaitu Assisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah.
“Ridwansyah ASN senior dan saya yakini mampu bisa jadi bawahan dan mengartikulasikan kepentingan daerah, tentunya NTB gemilang dapat diraih dengan cepat,” ungkapnya.
Bustomi Taifuri dari LSM Suaka, dalam diskusinya memberikan kritikan pada pemerintahan Zul-Rohmi. Beberapa catatan kritiknya dilontarkan langsung di hadapan Zulkieflimansyah.
“Di kepemimpinan gubernur saat ini saya lihat compang-camping dalam perjalanan, misalnya memburuk eksekutif dan legislatif, kurang baiknya hubungan pemerintah provinsi dan kabupaten Lombok Tengah. Kemudian ada beberapa persoalan seperti KEK. Apalagi penilaian Ombudsman soal maladministrasi,” cetusnya.
Anggota DPRD NTB Fraksi PDIP, Ruslan Turmudzi, lebih bersikap netral dalam menyikapi eforia pemilihan Sekda. Dia menyadari penentuan Sekda tidak dapat diintervensi.
“Saya lihat ada Pansel di luar Pansel. Saya selaku anggota DPRD Fraksi PDIP tidak akan meminta karena saya dulu bukan pendukung Pak Gubernur,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan pemilihan Sekda bukan merupakan hak prerogatif gubernur. Melainkan pemerintah pusat.
“Pansel akan mengusulkan tiga orang, tentu yang terbaik dari lima orang. Tapi hati-hati ini bukan hak prerogatif gubernur. Gubernur akan usulkan ke Mendagri. Mungkin Mendagri akan diganti karena sebentar lagi presiden akan dilantik,” ungkapnya.
Ruslan menegaskan, lima cakon Sekda memang figur pejabat yang berkompeten. Namin hal ini tidak menafikan kiprah mereka masing-masing.
Ia sempat menyebut dua nama yakni Dr H Iswandi dan H Ridwansyah. Dua figur ini menurutnya punya nilai lebih.
Iswandi yang saat ini Penjabat Sekda dinilai punya kontribusi dalam pembangunan NTB, meski hanya sebagas pejabat sementara.
“Iswandi ibaratnya sudah berdarah-darah. Hal ini tentu akan jadi pertimbangan juga,” kata Ruslan.
Wakil Direktur M16, Nasib Ikroman, mengkritisi seorang senior dalam dunia politik yang ikut bermain dalam politik NTB masa kini.
Meskipun dia tidak menyebut siapa yang dikritisi, namun Achip sapaan akrabnya merasa keterlibatan seorang senior dalam dunia politik justru merusak iklim politik dan demokrasi di NTB.
“Visi Sekda bagaimana sukseskan visi gubernur. Sehingga saya pikir yang mendukung Sekda agak gak masuk, cuma satu hal yang saya keberatan, kok ada orang yang sudah lama pensiun kok ikut buka lapak. Saingan dengan yang lain, itu agak mengganggu kita sebagai generasi saat ini,” jelasnya.
Sementara, tokoh pemuda NW, yang juga menjadi sahabat sejati gubernur, Fihiruddin, dengan tegas mendukung Iswandi sebagai Sekda NTB.
“Saya adalah orang paling dekat dengan Gubernur. Kita mengkritisi gubernur bukan kita benci, tapi kita cinta,” ujarnya.
“Lima calon Sekda putra-putri terbaik NTB, terlepas dari masa lalu. Saya yakini apa yang dilakukan Pansel berjalan baik. Saya satu-satunya orang yang mendukung Iswandi. Saya menitip Pak Iswandi sama gubernur,” katanya.
Di akhir diskusi, Gubernur NTB berterimakasih pada M16 yang menyelenggarakan diskusi tersebut. Menurutnya, dari diskusi tersebut dia mendapat banyak masukan soal Sekda ideal.
“Saya terimakasih apa yang disampaikan sebagai informasi yang luar biasa. Kalau hasil Pansel ditetapkan tinggal kita serahkan di pemerintah pusat dengan pertimbangan gubernur. Terimakasih pada M16 yang juga menyelenggarakan diskusi ini,” ucapnya.
Me
Wagub NTB: Kami Buka seluruh Akses Komunikasi Publik Agar Cepat Melayani
Mulai dari komunikasi langsung hingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk media sosial sudah dibuka
Bersama Tim Evaluator
lombokjournal.com —
JAKARTA ; Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd mengungkapkan keterbukaan informasi publik di NTB dalam 2 tahun ini terus diperkuat dan dibuka selebar-lebarnya.
Dikatakan wagub, sudah dibuka seluruh kanal komunikasi dan arus informasi dua arah, sehingga interaksi pemerintah daerah dan rakyat tidak ada jarak.
“Tidak hanya secara aktif menyampaikan informasi, program dan kebijakan pembangunan NTB Gemilang, tetapi juga kami terbuka menerima kritik, saran dan mendengar beragam informasi, termasuk apa-apa kebutuhan rakyat, sehingga dapat direspon, dilayani dan ditangani dengan cepat,” terang Wagub.
Hl itu disampaikan Umi Rohmi pada acara Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2019, di hadapan tim evaluator, dari Komisi Informasi (KI) pusat, di Ruang Matraman Hotel Mercury, Jakarta Batavia Kamis (17/10) 2019.
Menanggapi sejumlah pertanyaan dari Tim Evaluator yang terdiri dari para pakar, komisioner KI, praktisi dan tenaga ahli terkait inovasi dan kolaborasi mewujudkan keterbukaan dan pelayanan publik di NTB, Wagub Umi Rohmi menjelaskan hampir semua Kanal komunikasi dibuka dan terbuka bagi publik.
Mulai dari komunikasi langsung hingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk media sosial.
Saat itu wagub hadir didampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos. MH
Inovasi layanan publik
Sejak dilantik setahun lalu, pihaknya sudah menggagas 3 inovasi layanan publik yang dijadikan sebagai program unggulan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani.
Pertama, program Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi yang rutin digelar setiap hari jumat pagi.
Program itu, kata wagub merupakan implementasi Konsep silaturahmi dan dialog antara pemerintah dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi, menyerap aspirasi, kritik dan saran secara langsung.
Sehingga forum itu sangat bermanfaat, tidak saja sebagai media penyampaian aspirasi, kritik dan saran oleh masyarakat secara langsung kepada Gubernur/Wakil Gubernur. Tetapi juga diseminasi dan klarifikasi informasi.
Juga diskusi dan tanya jawab untuk menyempurnakan kebijakan dan program Pemerintah. Sekaligus Pemecahan masalah & solusi cepat yang terjadi di masyarakat bersama aparatur Perangkat Daerah sesuai tugas & fungsinya.
Karena pada forum itu tidak hanya dihadiri oleh OPD, tetapi Kolaborasi antara Pemerintah dengan pakar, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan lintas generasi. Dan dilaksanakan secara bergilir dan rutin di Kabupaten/Kota se-NTB atau tempat khusus (misal di kampus, dan lain lain)
Kedua, layanan publik melalui aplikasi NTB Care, yakni kanal komunikasi dan sharing informasi berbasis mobile antara Pemerintah dan masyarakat sekaligus media penanganan pengaduan yang cepat dan mudah.
Aplikasi itu diadakan, kata wagub karena komunikasi langsung, hampir tidak mungkin dapat menjangkau seluruh masyarakat. Terlebih NTB merupakan provinsi kepulauan.
“Dan kami ingin memberikan layanan yang secepat-cepatnya”, terang Wagub.
Sehingga dengan aplikasi NTB care, pihaknya dengan cepat mendapatkan beragam informasi dari warga.
Wagub juga menjelaskan bahwa di aplikasi NTB telah tersedia halaman khusus (whistle blowing system) untuk menampung pengaduan masyarakat yang ditangani secara cepat oleh instansi teknis terkait.
Tidak itu saja, Wagub Umi Rohmi menyebut layanan melalui aplikasi NTB Care telah diintegrasikan dengan sejumlah kanal komunikasi lainnya.
Seperti NTB SMS Center/0811391300, Website dan media sosial resmi Pemerintah Daerah di NTB, sehingga semua informasi dari masyarakat dengan cepat dapat diktahui.
Ketiga, Pemda NTB juga menyediakan layanan informasi melalui portal NTB Satu data. Melalui Portal itu, kata wagub memudahkan publik mengakses data strategis dan statistik sektoral pembangunan daerah serta informasi terkait kebencanaan.
“Ini sebagai alternatif media diseminasi data dan informasi pembangunan daerah,” ungkapnya.
Semua kanal komunikasi publik itu, terang Umi Rohmi dikelola secara kolaborasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Misalnya Pemanfaatan Forum Data yang melakukan pertemuan tiap bulan untuk updating data dan informasi yang akan dipublikasikan di Portal NTB Satu Data. Anggota Forum Data adalah seluruh OPD dan dibina oleh BPS. Forum Data Provinsi juga melakukan sinkronisasi data informasi dengan Forum Data Kabupaten/Kota se-NTB sehingga terwujud layanan NTB Satu Data yang update dan akurat.
NTB Care
NTB Care dikelola secara bersama pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Desa dan instansi pengelola layanan dasar lainnya.
NTB juga telah memiliki aplikasi RAPI (Repository Agency Public Information) sebagai media pengumpulan dan sharing infomasi secara kolaborasi antar Perangkat Daerah Provinsi NTB, sehingga informasi publik yang dibutuhkan masyarakat, secara cepat dapat terkumpul dan dipublikasikan.
Juga program pemberdayaan Desa. Sejak 2016 melaksanakan program DBip (Desa Benderang informasi publik) yang saat ini memasuki tahap ke-3, merupakan kolaborasi Komisi Informasi Provinsi, PPID Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Desa.
“Dari 956 desa di NTB, tinggal 80 desa saja yang belum memiliki Website, karena desa-desa itu masih blank spot. Insyallah tahun 2020 nanti, kami berkomitmen seluruh desa blank spot akan bisa dituntaskan,” tuturnya.
Tidak itu saja, NTB juga sudah mengintegrasikan website resmi Badan Publik Provinsi dan Badan Publik Perangkat Daerah dengan media sosial (Facebook, Twitter, dan WA Group).
Serta diseminasi informasi melalui inspiratif Expo serta pergelaran seni budaya dan pertunjukan rakyat bekerja sama dengan pekerja seni, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Desa.
AYA/HmsNTB
Gubernur Zulkieflimansyah Akan Jadi Keynote Speakers Diskusi Bertajuk ‘Sekda NTB Idola’
“Masing-masing narsum nanti boleh mendukung Calon Sekda NTB idolanya untuk dipromosikan”
lombokjournal.com —
MATARAM : Diskusi Kamisan M16, hari Kamis (17/10) malam pukul 20.30 wita, yang bertajuk ‘Sekda NTB Idola’ akan dihadiri Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sekaligus sebagai Keynote Speakers.
Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH mengatakan, kehadiran gubernur juga akan menyampaikan informasi-informasi up to date terkait dinamika yang sedang berlangsung, khususnya soal konstestasi Calon Sekda NTB maupun informasi lainnya.
“Mi6 berharap Pak Gub bisa mengikuti diskusi kamisan Mi6 hingga usai sekaligus bertukar pikiran positif dengan audiens maupun para tokoh yang hadir,” kata lelaki yang akrab disapa Didu, Kamis (17/10) 2019.
Mantan Direktur Eksekutif Walhi NTB ini mengatakan, Kamisan Mi6 nanti akan berlangsung meriah karena hadirnya sejumlah tokoh yang menjadi Narasumber utama yakni, Mesir Suryadi, (Mantan Ketua PMI NTB) , Hasan Masat (Lesa Demarkasi), Taufik Hidayat, Chris Parangan, Ruslan Turmuzi (Anggota DPRD NTB ), Nasib Ikroman ( Wakil Direktur Mi6), Bustomi Taifuri ( Suaka ), Abdul Majid (Aktivis NU/PMII).
Moderator Diskusi Ahmad SH, mantan Deputi Direktur Walhi Nasional dan moderator cadangan Wahidjan, aktivis Serikat Tani.
“Delapan Narasumber tersebut akan menyampaikan ide dan gagasannya terkait konstestasi pemilihan Sekda NTB,” ujar Didu didampingi oleh Sekretaris II Mi6, Budi Wawan dan salah satu pendiri Mi6, Moh Fihirudin.
Diskusi Kamisan Mi6 sengaja didesign menjadi forum adu gagasan antar Narasumber baik pro atau kontra, kritik oto kritik tanpa harus melakukan black campaign terhadap salah satu kandidat calon Sekda NTB.
“Masing-masing narsum nanti boleh mendukung Calon Sekda NTB idolanya untuk dipromosikan,” katanya.
Mi6 akan menayangkan diskusi tersebut secara live Kamisan Mi6 via FB maupun publikasi secara berkala via media online, baik lokal dan nasional, termasuk media cetak maupun elektronik.
Sekretaris Mi6, Lalu Athari menambahkan, diskusi Kamisan Mi6 kali ini diperkirakan akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di NTB karena isunya sedang jadi trading topic yakni pemilihan Sekda NTB.
“Mengenai tehnis acara diskusinya sifatnya cair dan tidak kaku. Misalnya moderator bisa minta time out atau istirahat diganti oleh moderator cadangan. Demikian juga dengan narsum tidak harus duduk di depan berderet yang kesannya formal dan kurang interaktif,” kata Lalu Athari sembari mengatakan Mi6 akan mengedepankan aspek entertain agar suasana diskusinya lebih rileks
Athari menambahkan, hasil diskusi kamisan Mi6 akan dibuatkan notulensinya dalam bentuk summary report yang akan disampaikan keberbagai pihak yg terkait sebagai bahan masukan.
“Mengenai hasil akhir siapa yang lolos tiga besar sebagai calon Sekda NTB hasil seleksi Pansel , Mi6 mempercayakan sepenuhnya kepada Pansel maupun Gubernur NTB untuk memutuskannya karena itu sudah domain atau kewenangannya,” tukas Athari.
Me
Sekda Rasa Pilkada, Pansel Jangan Kendor
“Ya, jangan sampai nanti kayak robot. Sekda tanpa kreativitas dan inovasi. Pansel harus lebih dalam saat menelusuri rekam jejak”
lombokjournal.com —
MATARAM ; Tahapan presentasi dan wawancara calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB maupun penelusuran rekam jejaknya berlangsung hingga 17 Oktober, besok. kemudian Panitia Seleksi (Pansel) akan melaporkan kepada Gubernur 19 Oktober mendatang.
“Proses-proses yang telah berjalan sudah sesuai jadwal. Saya melihat perhatian publik terhadap calon Sekda NTB ini luar biasa,” kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto, Rabu (16/10) 2019.
Diakui pria yang akrab disapa Didu ini, lima orang calon Sekda NTB masing-masing Asisten I Setda NTB Dra Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, MSi, Kepala Distanbun NTB Ir H Husnul Fauzi, MSi, Kepala Bappenda NTB, Dr Ir H Iswandi, MSi, Kepala DPMPTSP NTB, Drs HL Gita Ariadi, MSi,dan Asisten II Setda NTB, Ir H Ridwansyah, MM, MTP memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Memiliki pengalaman birokrasi panjang dan terukur.
“Itulah sebabnya penuh dinamika di publik. Beragam komentarnya,” sambungnya.
Diakui Didu, muncul opini pemilihan Sekda Provinsi NTB saat ini tak jauh beda dengan pilkada. Masing-masing memiliki tim sukses yang seolah-olah kampanye di darat ataupun online. Beragam cara jualan ke publik sekda versi mereka.
“Ramai sekali memang. Saya baca ada komentar-komentar seperti kampanye kepala daerah,” ujarnya.
Menurut Didu Itu bagus, hal itu menandakan ada perhatian dan partisipasi publik. Selama ini soal sekda tidak banyak yang pedul.
Meski begitu, Didu yakin, panitia seleksi (pansel) sekda bekerja dengan baik dan profesional. Periode penelusuran rekam jejak sejak 8 Oktober lalu maupun presentasi dan wawancara dicatat secara objektif. Ia pun tak yakin ada main mata soal nama tiga besar yang bakal dibawa ke gubernur.
“Setelah itu nama-nama bakal dibawa ke Kemendagri. Yang jelas, pansel jangan kendor. Fokus saja meski banyak manuver,” imbuhnya.
Bagi Didu, Sekda NTB mendatang bukan individu yang cuma berada dalam top off mind publik atau kepala daerah. Lebih dari itu, sekda dengan kemampuan mengakselerasi program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
Termasuk di dalamnya terlibat dengan baik dalam urusan tata birokrasi. Sanggup memerankan diri sebagai leader bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi NTB.
“Ya, jangan sampai nanti kayak robot. Sekda tanpa kreativitas dan inovasi. Pansel harus lebih dalam saat menelusuri rekam jejak,” imbuhnya.
Didu mengingatkan, nama tiga Sekda Provinsi NTB yang telah diputuskan dibawa ke pusat 18 Oktober mendatang prosesnya tetap akan dinamis.
Bisa jadi yang namanya paling disebut publik tak terpilih, sebaliknya yang kurang disebut justru menjadi pilihan. Seandainya pun ada intervensi dari kepala daerah, bukan jaminan.
Seperti terjadi di Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, Sekda Provinsi Kalimantan Timur yang diputuskan pusat tak sejalan dengan yang diinginkan kepala daerah.
Dampaknya, Gubernur Kalimantan Timur tidak mau melantik sekda pilihan Kemendagri. Akhirnya pusat memutuskan untuk melantik sekda tersebut di Jakarta.
“Kejadian seperti itu juga terjadi di daerah lain. Di Provinsi NTB potensi itu bisa saja terjadi,” tandasnya.
Didu mengakui, riuh-riuh suara dukungan yang berkembang hanya sekadar penggembira. Hanya ikut meramaikan nama top leader ASN Provinsi NTB semata.
Bukan menjadi tolak ukur dan patokan pasti dilantik.
“Kita lihat saja nanti. Yang penting catatan saya prosesnya sudah berjalan dalam rel yang tepat,” tutupnya.
Me
Pimpinan DPRD NTB Dilantik, Diharapkan Sinergisme Untuk NTB Gemilang Terus Terjaga
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah beserta Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengucapkan selamat kepada empat Pimpinan DPRD NTB atas dilantiknya secara definitif.
Gubernur Zul (tengah) dan Wagub Hj Rohmi dan Ridwan Hidayat (Gerindra)
DPRD NTB diharapkan bisa terus bersinergi dalam melaksanakan program-program pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di wilayah NTB.
Gubernur Zul menyampaikan ucapan itu usai Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Provinsi NTB Masa Jabatan 2019-2024 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD, Kamis (10/10) 2019.
“Mudah-mudahan sinergi kerjasama yang sudah baik terbangun selama ini, dengan hadirnya pimpinan definitif dan banyaknya darah-darah segar sebagai anggota DPRD Provinsi, akan lebih baik untuk mewujudkan NTB Gemilang,” harap Gubernur.
Pengucapan sumpah Pimpinan DPRD Provinsi NTB masa jabatan 2019-2024 dipandu oleh Ketua Pengadilan Tinggi NTB yang diwakili oleh Hakim Tinggi Miniardi, SH, MH.
Empat pimpinan NTB DPRD NTB difinitif yaitu Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH., MH. sebagai Ketua DPRD Prov. NTB, serta H. Mori Hanafi, SE., M.Comm, Drs. H. Muzihir dan H. Abdul Hadi, SE., MM sebagai Wakil Ketua DPRD NTB.
Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda menyampaikan ucapan terimakasih kepada pimpinan partai dan semua pihak yang memberikan kepercayaan untuk menjadi pimpinan DPRD Provinsi NTB masa jabatan 2019-2024.
“Kami memandang tugas pimpinan lembaga legislatif sebagai tugas mulia karena kami menyadari memimpin tugas Ketua DPRD NTB sangat sulit untuk mendapat kepercayaan masyarakat dalam menjalankan amanah rakyat semata,” ungkapnya.
FKPPI diminta mengambil peran terdepan dalam pencapaian program mewujudkan NTB Gemilang tersebut
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah mengajak seluruh pengurus dan keluarga besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI) terus memperkuat toleransi beragama dan simpul-simpul kebersamaan dalam membangun dan memajukan NTB yang selama ini sudah terjalin baik.
FKPPI juga diminta gubernur untuk aktif mengedukasi masyarakat, khususnya kaum milenial agar tidak mudah terpapar paham-paham radikal serta tidak mudah percaya dan terpancing terhadap informasi atau isu-isu hoax di media sosial yang bertujuan memecah belah negara.
Ajakan itu disampaikan gubernur dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, Muh. Rum pada acara pembukaan rapat kerja Daerah (Rakerda) I PD XXV PB FKPPI di gedung Sangkareang, Selasa (08/10) 2019.
“Untuk mengatasi persoalan berbangsa dan bernegara saat ini, cukup pegang teguh 3 hal ini. Yakni amalkan nilai-nilai Pancasila, kembali pada UUD 1945 dan NKRI harga mati,” tegas Gubernur Zul
Untuk mewujudkan cita-cita besar menuju NTB Gemilang, kuncinya adalah peran aktif dan dukungan dari semua pihak.
Ia meminta FKPPI mengambil peran terdepan dalam pencapaian program mewujudkan NTB Gemilang tersebut.
Hal senada disampaikan Kasrem 168/WB Letkol Inf. Endarwan Yansori. Ia berharap FKPPI dapat membangkitkan semangat dan kesadaran generasi muda untuk memiliki rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta setia pada Pancasila dan UUD 1945.
“Berikanlah yang terbaik untuk mengawal dan membangun negeri ini. Sehingga kedaulatan NKRI tetap kokoh,” pesannya kepada segenap pengurus cabang KB FKPPI se-NTB usai dilantik oleh Ketua Pengurus Daerah Keluarga Besar FKPPI NTB, Endah Yuliastuti,SE.
Selain melantik pengurus cabang, juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda ucapan ulang tahun ke-41 FKPPI yang jatuh pada 12 September 2019 lalu.
AYA/HmsNTB
Asisten I Launching NTB Gemilang PR Ambassadors Challenge 2019
PR Ambassadors yang nantinya terpilih dapat berkontribusi dalam pencapaian target dari program-program NTB Gemilang
MATARAM.lombokjournal.com — Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si melaunching kegiatan NTB Gemilang Public RelationAmbassadors Challenge 2019 yang sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran logo dan buku panduan PRCC (Public Relation Command Center).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini berlangsung di Taman Budaya Mataram, Senin (07/10) 2019.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh seluruh jajaran dan staf Biro Humas dan Protokol Setda NTB serta mahasiswa/mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di NTB.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB menjelaskan makna dari visi NTB Gemilang, dan keenam misinya.
Ia mengatakan, untuk mewujudkan NTB Gemilang dibutuhkan dukungan dan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah.
“Untuk mencapai visi NTB Gemilang dengan enam misi tersebut, tidak hanya bisa dilaksanakan oleh aparat provinsi NTB saja, tetapi ini juga membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat termasuk di dalamnya adalah adik-adik mahasiswa,” jelas Eva.
Eva menyinggung terkait penyebaran informasi dan perkembangan media sosial pada zaman sekarang yang begitu cepat.
Ke depannya, Public Relation (PR) diharapkan dapat memiliki kreativitas dan kemampuan komunikasi yang baik serta dapat menjadi good influencer untuk orang lain.
“Inilah salah satu kecanggihan yang harus tetap ikuti, tidak memusuhi dan menjauhi tetapi kita harus dekat dengan yang namanya IT. Dalam konteks inilah penting strategisnya keberadaan PR ambassadors ini menemukan relevansinya sebagai penyampai informasi terkait program-program pembangunan daerah,” sambungnya.
Terakhir, Ia berpesan kepada PR Ambassadors yang nantinya terpilih dapat berkontribusi dalam pencapaian target dari program-program NTB Gemilang.
“Oleh karena itu saya berharap kepada PR ambassadors yang terpilih nantinya dapat menjadi inspirator dan motor penggerak yang dapat menjadikan dan menularkan semangat pada masyarakat untuk ikut mensukseskan NTB Gemilang sebagai tujuan kita bersama menjadi NTB yang lebih baik,” pungkas Eva.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM dalam sambutannya menjelaskan pentingnya diselenggarakan PR Ambassadors Challenge 2019.
Menurutnya, perkembangan teknologi, informasi dan sosial media sudah semakin pesat, anak-anak zaman sekarang mampu mendapatkan informasi begitu cepat cukup dari Handphonenya saja.
“Jadi begitu gencarnya sekarang, apa yang kami harus lakukan di pemerintah provinsi ini, di Biro Humas dan Protokol maka semenjak tanggal 7 Februari 2019 kami melaunching apa yang kami sebutkan dengan PRCC,” ungkap Bang Najam sapaan akrabnya.
Bang Najam menjelaskan, Public Relation Command Center (PRCC) merupakan sebuah branding baru dan pendekatan baru yang mengintegrasikan dua fungsi utama, yaitu fungsi kehumasan dan juga fungsi protokol.
Kedua fungsi tersebut kemudian dikombinasikan sehingga terbentuklah PRCC.
“Hari ini kami punya enam aplikasi dan dari enam aplikasi itu, empat sudah memiliki hak atas kekayaan intelektual, apa itu enam? GSMH, DPS, MAPS, SENDOK PLATE, RAPI DAN OLDS,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Najam juga memperkenalkan logo dan buku panduan PRCC.
Di hadapan mahasiswa, Ia menjelaskan makna dari logo tersebut. Logo dan buku panduan PRCC juga telah dipromosikan pada seminar internasional yang diselenggarakan oleh Hamzanwadi dan diikuti oleh lima negara.
“Yang jurusan ilmu komunikasi dan IT sekarang bisa belajar ke Humas setiap hari, kalau di kampus belajar konsep, maka di Biro Humas dan Protokol, kalian belajar konsep dan praktiknya,” tutupnya.