Gubernur Zul Bicara Mundurnya Irnadi

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB ,Zulkiefliemansyah akhirnya angkat bicara terkait Irnadi Kusuma, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri.

Zulkieflimansyah menyatakan jika pihaknya tidak memberhentikan Irnadi sebagai Kepala Biro Pemerintahan seperti yang diberitakakan beberapa waktu lalu. Melainkan Irnadi lah yang dengan suka rela mengundurkan diri.

“Kalau mengundurkan diri itu kan ada persoalan pribadi saja.  Kalau misalnya nanti diberhentikan, kalau ada apa-apa nanti karirnya  jadi lambat, ” ujar Gubernur Zul,  Jumat (10/01/2020).

Gubernur mengatakan, bila masalahnya sudah selesai.  Kemudian yang bersangkutan punya kapasitas,  maka bisa diangkat lagi menduduki jabatan tertentu.

“Kalau diberhentikan kan kasihan.  Kalau mau jabatan tertentu,  lama lagi urusannya, ” kata Zul.

Seperti diketahui karena alasan ingin mengurus Ibunya yang durawat di RSUP NTB, Irnadi akhirnya mengajukan surat pengunduran diri pada tanggal 30 Desember 2019, dan surat Kuasa (SK)  Gubernur Zul atas pengunduran dirinya itu terbit pada tanggal 8 Januari 2020.

AYA




Safari Subuh, Gubernur Dengar Curhat Warga Bertais

“Masjid tidak hanya jadi tempat kita beribadah, tapi mari kita jadikan masjid sebagai pencetak seribu pengusaha baru di NTB ini”

MATARAM.lmbokjournal.com  —   Selain menjadi kewajiban tiap muslim untuk salat subuh berjamaah, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah juga memanfaatkanya untuk melakukan Safari Subuh, yang menjadi  ajang silaturahmi pimpinan daerah dengan masyarakatnya.

Hari Kamis (09/01/2020) Gubernur  Zul melakukan Safari subuh dilakukan di masjid Nurul Yaqin, Jl. Sandubaya No.31, Bertais, Sandubaya, Kota Mataram.

Safari Subuh menjadi agenda rutin Gubernur Zul, yang sudah dilaksanakannya sejak beberapa bulan lalu. Ia mengatakan, dengan cara ini dapat menyapa masyarakat, dan menginformasikan program kerja pemerintahan. Selain juga menyerap aspirasi masyarakat.

“Silaturahmi adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Dan pembangunan yang kita lakukan juga harus didasari dengan silaturahmi yang kuat,” kata gubernur.

Bang Zul ini sapaan akrab Gubernur Zul,  meminta masyarakat tetap kompak serta menjaga persatuan dan kesatuan. Kondusivitas daerah harus dijaga agar masyarakat bisa senantiasa hidup tenteram, aman dan nyaman.

“Dengan memakmurkan masjid, kebangkitan ekonomi umat bisa terwujud di daerah kita tercinta ini,” serunya.

Bang Zul berharap, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah. Tapi dari masjid, kita bisa mencetak ribuan pengusaha baru di daerah kita tercinta ini.

“Masjid tidak hanya jadi tempat kita beribadah, tapi mari kita jadikan masjid sebagai pencetak seribu pengusaha baru di NTB ini,” katanya.

Berdialog dengan masyarakat

Setelah Kultum dan sambutan Safari Subuh, Bang Zul memberikan kesempatan kepada seluruh jamaah Safari Subuh untuk menyampaikan aspirasinya. Dengan begitu, hubungan masyarakat dengan pelayan masyarakat (Pemerintah) bisa menjadi lebih dekat.

“Silahkan bapak ibu semua sampaikan aspirasi atau keluhannya kepada kami, InsyaAllah kami akan atensi dan berikan solusi,” kata Bang Zul.

Sukardi, salah seorang warga Bertais mengangkat tangan dan bertanya secara langsung kepada Gubernur NTB.

Menurutnya, pertemuannya dengan pemimpin daerah adalah kesempatan yang berharga untuk menyampaikan segala keluhannya yang telah lama ia pendam.

“Pak Gubernur, seperti kita ketahui bersama, Bertais ini adalah wajah dan gerbang Kota Mataram. Tapi, jika kita lihat Bertais ini sendiri masih terlihat kumuh, seperti aliran airnya belum di tata rapi, kami mohon atensi pak Gubernur selaku pimpinan kami,” ujar Sukardi kepada gubernur .

Bang Zul menanggapi unntuk secepatnya meberi atensi, dan akan mengkoordinasikan dengan dinas terkait di kota Mataram.

“Tapi tentunya, itu semua tidak bisa sepenuhnya dikerjakan oleh pemerintah. Itu semua butuh kerjasama dengan masyarakat, jangan sampai kita mengeluh kepada pemerintah, tapi kita sebagai masyarakat belum sadar tentang pentingnya kebersihan lingkungan itu sendiri,” jawab Bang Zul.

Pemerintah Provinsi NTB memberikan bantuan fisabilillah kepada pengurus masjid Nurul Yaqin Bertais, disaksikan langsung oleh gubernur beserta seluruh jemaah Safari Subuh.

AYA/HmsNTB




Kepala OPD Diajak Tetap Kompak dan Bekerja Keras

“NTB ini adalah rumah kita bersama, mari kita tetap kompak dan berkerja keras untuk NTB lebih baik”

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB, khususnya yang baru dilantik, diajak tetap menjaga kekompakan dan selalu bekerja keras untuk NTB yang lebih baik ke depan.

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dan Ketua DPRD Provinsi NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

menyampaikan pesan itu saat mengambil sumpah pejabat tinggi pratama dan pejabat fungsional lingkup Provinsi NTB di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Rabu, (08/01/2020).

Gubernur Zul juga memberikan pesan khusus kepada Ir. Hj. Hartina, yang melanjutkan pengabdiannya sebagai Widyaiswara Ahli Utama di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB.

Kepada Hj Hartina minta terus menularkan semangat yang dimiliki kepada generasi muda NTB.  Dengan menjadi Widyaiswara akan menjadi tempat untuk dapat terus berkontribusi lebih besar dalam pembangunan NTB.

Di akhir sambutannya, Gubernur Zul mengajak seluruh pejabat untuk memaknai dinamika mutasi sebagai yang biasa. Tujuannya memacu dan meningkatkan kinerja bersama.

“NTB ini adalah rumah kita bersama, mari kita tetap kompak dan berkerja keras untuk NTB lebih baik,” kata gubernur.

Di antara pejabat yang dilantik antara lain, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, sebagai Asisten III Provinsi NTB dan Nuryanti, SE., sebagai Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Sedangkan Ir. Hj. Hartina menjadi Widyaiswara Ahli Utama di BPSDM Provinsi NTB.

AYA




Dibangun di Atas Keberagaman, NTB Menata Kehidupan Lebih Baik

“Masa kepemimpinan yang otoriter itu sudah lewat masanya”

SUMBAWA.lombokjournal.com  — Karena dibangun di atas keberagaman, warga Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menata kehidupan menjadi lebih baik.

Semua terlihat indah, etnis yang hidup dan berkembang di NTB saling menyatukan kekuatan untuk membangun, dan menata kehidupan yang lebih baik.

Keberagaman harus terus dirawat agar NTB terus melaju kencang, tIdak lagi mempertentangkan perbedaan atau menonjolkan primordialisme.

Namun, yang dilakukan adalah kerendahan hati, saling menghargai perbedaan, tanpa harus melihat latar belakang agama, suku, ras, golongan, warna rambut dan bentuk mata.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu, saat menggelar pertemuan dan silaturahim dengan Forum Lintas Etnis Kabupaten Sumbawa, di Villa Matahari, Kabupaten Sumbawa, Minggu (05/01/2020) malam.

Sekitar 13 perwakilan etnis yang hadir pada kegiatan tersebut. Diantara etnis yang hadir yaitu Bali, NTT, Batak, Jawa, Madura, Tionghoa, Sasak, Minang, Bugis Makassar, Sunda, Papua dan Sumbawa sendiri.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu juga mengingatkan, pembangunan sebuah daerah ditentukan oleh faktor kepemimpinan.

Kepemimpinan yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah sosok yang rela berkorban, mau melayani dan mau diketuk pintu rumahnya setiap saat serta bersahabat dengan siapa saja.

“Masa kepemimpinan yang otoriter itu sudah lewat masanya,” ungkap Bang Zul.

Ketua Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) Sumbawa, Deny Wardani menjelaskan, kehidupan seluruh masyarakat Sumbawa yang berasal dari berbagai etnis, selama ini terlihat rukun. Hal ini berkat komunikasi yang baik dengan seluruh unsur.

“Kalau ada masalah, kita selesaikan secara adat,” ungkapnya usai kegiatan.

Ia menambahkan, rasa memiliki terhadap daerah juga menjadi kunci terciptanya kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski mereka lahir dan berasal daerah lain di Indonesia, namun mereka sudah merasa menjadi warga Sumbawa. Mempunyai tanggung jawab untuk menjaga, membangun dan membantu pemerintah daerah menjadi kewajiban yang harus dilakukan.

Deny Wardani menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB yang senantiasa mendukung seluruh program yang dilakukan forum komunikasi lintas etnis, baik itu di Sumbawa maupun di Lombok.

Bersama  seluruh jajarannya ia akan terus mendukung berbagai program yang digagas Pemerintah Provinsi NTB, seperti zero waste, Industrialisasi dan NTB Hijau.

Bahkan, dalam waktu dekat ia dan jajarannya akan menanam pohon di sejumlah lahan dan jalan yang gersang.

AYA/Hms

 




NTB Gemilang = Ramah Investasi Dan Industrialisasi.

“Investasi ada untuk membuka lapangan kerja baru, investasi hadir untuk membantu daerah dalam  menggapai kesejahteraan serta kemakmuran masyarakatnya”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengajak Seluruh jajaran pemerintahan Pemeritah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat diajak benar-benar mewujudkan NTB sebagai daerah yang nyaman bagi investor.

Ajakan itu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah, sebab makna penting NTB Gemilang  adalah menciptakan NTB yang ramah bagi investor.

“Investasi menjadi prioritas karena tidak mungkin NTB bisa mencicipi kemakmuran kalau tidak bersahabat dengan investasi,” kata Gubernur Zul yang akrab disapa Bang Zul, saat acara pisah sambut kepala Kejaksaan Tinggi NTB, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (02/01/2020).

Tidak ada Negara manapun yang bisa makmur dengan hanya mengandalkan sektor pertanian yang masih bersifat konvensional dan tradisional. Maka perlu inovasi terbaharukan melalui pengembangan industrialisasi untuk meningkatkan produktifitas.

“Investasi ada untuk membuka lapangan kerja baru, investasi hadir untuk membantu daerah dalam  menggapai kesejahteraan serta kemakmuran masyarakatnya,” ujar Bang Zul.

Gubernur juga sempat menyinggung arahan presiden Joko Widodo kepada Para Gubernur, Bupati/Walikota, Para Kajati/Kajari, Polda/Polres, dan TNI dari pusat hingga daerah untuk memberikan kenyamanan bagi pengembangan investasi untuk Indonesia maju.

“Tugas Pemerintah Daerah, tugas jaksa dan polisi serta  TNI adalah memberikan kenyamanan untuk berinvestasi, Sehingga tidak ada lagi investor atau pengusaha yang merasa takut dan ragu datang ke NTB,” tegas Gubernur Zul.

Terkait hal itu, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB yang baru, Nanang Sigit Yulianto, S.H., M.H. menyampaikan komitmennya untuk mendukung serta mensukseskan semua program yang digalakkan Pemprov NTB.

“Saya tinggal meneruskan program  pak Arif (Kajati NTB sebelumnya). Saya lihat NTB  sudah maju, akan berbuat sekuat tenaga untuk membantu program yang dicanangkan Pemprov NTB sesuai leading sektor kami,” kata mantan Wakil Kajati DKI Jakarta tersebut.

Sebelumnya mutasi dan promosi pejabat struktural di lingkungan Korps Adhyaksa tersebut ditindaklanjuti dengan pelantikan dan serah terima jabatan antara Kepala Kejaksaan Tinggi yang lama Arif, S.H., M.M. dengan Kepala Kejaksaan Tinggi NTB yang baru  Nanang Sigit Yulianto, S.H., M.H. pada tanggal 27 Desember 2019 di Jakarta.

Dalam acara lepas sambut itu, hadir sejumlah petinggi dari  Polda NTB, Korem 162 WB, Bupati dan Kajari se NTB serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




Obrolan Demokrasi Bupati Najmul Akhyar Bersama Aktivis Mahasiswa Lombok Di Jakarta

Bupati Najmul Akhyar

“Pada alam demokrasi, tiap orang berhak menyatakan apa saja (sesuai koridor), tetapi kita berkewajiban untuk berbuat baik kepada siapa saja”

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH. bersama Obrolan puluhan aktivis mahasiswa Lombok di Jakarta, menyelenggarakan obrolan demokrasi sembari ngopi di Kedai Kopi Sentral Jakarta, Sabtu (28/12/2019).

Obrolan sambil minum kopi itu bertajuk refleksi akhir tahun dan silaturrahmi guna curah gagas ‘Lombok Utara Bangkit’.

Bupati Najmul menyambut baik acara obrolan untuk makin sehatnya cara berdemokrasi. Di antara poin yang disampaikan terkait Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan dan pengembangan pariwisata.

“Musrenbang punya terobosan, ada pramusrenbang untuk mahasiswa, pelajar, perempuan, anak, dan kaum difabel yang dicanangkan secara partisipatif,” kata bupati.

Dicontohkannya, siapa pun mahasiswa yang mau meningkatkan potensi Bahasa Inggrisnya, Pemda KLU memfasilitasi pelatihan TOEFL di Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Kebijakan bagi mahasiswa untuk persiapan sebagai pengusaha pemula. Tahun depan, hampir 400 mahasiswa yang siap turut serta kolaborasi program. Disamping adanya peningkatan beasiswa melalui jalur prestasi dan umum di Lombok Utara secara bertahap terus dilakukan dari tahun ke tahun,” jelas bupati.

Kini di Lombok Utara, bayi yang baru lahir  langsung mendapatkan Akta Kelahiran. Ada pula terobosan dari kewenangan Bupati di kabupaten yang dilimpahkan ke Kecamatan dan Dinas, dengan memastikan biaya dan waktu layanan publiknya.

Terobosan wewenang ini termasuk layanan perizinan.

“Bagaimana memaksimalkan layanan publik pada aspek kesehatan, dengan mengadakan sarana ambulans dan layanan Dokter Desa (dokter bina wilayah). Kita membuat program Kartu Lombok Utara Sehat, selain adanya kepesertaan BPJS, untuk menopang masyarakat yang tidak mampu,” tuturnya.

Dari capaian tersebut, tentu merupakan anugerah bagi pemda dan masyarakat Lombok Utara.

Ditambahkannya, Pemda Lombok Utara mendapatkan pula predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut. Termasuk penilaian tingkat kepatuhan layanan publik oleh Ombudsman yang meningkat dari zona merah ke zona hijau.

Obrolan demokrasi

Terkait kehidupan berdemokrasi Bupati Najmul mengatakan, kritik dan saran bisa diterima selama disampaikan dengan cara yang baik.

“Pada alam demokrasi, tiap orang berhak menyatakan apa saja (sesuai koridor), tetapi kita berkewajiban untuk berbuat baik kepada siapa saja,” kata bupati.

Narasumber pembanding dari kalangan Aktivis Mahasiswa Lombok di Jakarta adalah Saiful Hadi, yang mengapresiasi berbagai pencapaian aspek pembangunan dan kemasyarakatan Pemkab Lombok Utara.

Misalnya, pariwisata bisa pulih dalam waktu singkat serta spirit toleransi beragama yang bersemai dalam kehidupan bermasyarakat.

“Banyak agenda pariwisata yang berpotensi dikembangkan. Bila perlu ada Balai Wisata yang dibangun sebagai daya tarik pemahaman wisatawan serta mampu menyosialisasikan spot destinasi pariwisata Lombok di Jakarta,” tutur mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Sasak Jakarta itu.

Selain itu, diharapkan perhatian pemda kepada mahasiswa di pentas nasional, sehingga bupati perlu meneruskan niat baiknya menjalankan amanah kepemimpinan Lombok Utara.

Dalam pada itu, aktivis mahasiswa lainnya Parwadi mengatakan perlunya kematangan sikap dalam berdemokrasi, antara isu dan realitanya.

“Kita ketahui bahwa KLU sedang ada agenda pilkada. Jangan sampai ada isu yang menopang berbagai peristiwa. Misalnya Dermaga dan lainnya. Tapi saya yakin, tak ada kaitannya dengan bupati,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, aktivis mahasiswa Sarjan mengemukakan, pentingnya Pemda KLU dalam  penyeleggaraant event kebudayaan, perlu ada output yang jelas. Sehingga efektif dan berdampak positif bagi pengembangan pariwisata dan masyarakat.

Respons yang disampaikan Bupati Najmul pada obrolan sembari ngopi sore itu, terdapat pola-pola partisipatif dalam kebijakan pembangunan.

Bahkan untuk perizinan terukur, transparan dan terdapat pendelegasian kewenangan pada tingkat Kecamatan dan Dinas dari Kabupaten.

dyd/humaspro




Memupuk Visi NTB Gemilang Sampai ke Desa-Desa

Seluruh element masyarakat dapat bekerjasama mewujudkan visi besar NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com – ‘Ikhtiar Mewujudkan NTB Gemilang’ merupakan judul buku teranyar yang merangkum satu tahun kepemimpinan Gubernur, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Sitti Rohmi Djalilah.

Ahmad Efendi, M.Si

Buku yang ditulis oleh Ahmad Efendi, M.Si, pemuda asal Rensing Lombok Timur ini bertujuan untuk mensosialisasikan visi besar NTB Gemilang kepada masyarakat NTB.

Agar pemprov NTB dan masyarakatnya memiliki pemahaman visi yang sama, buku ini direncakan akan didiskusikan sampai ke Kabupaten, Kota, dan di Desa-Desa di NTB.

Mengawali langkah tersebut, Pemprov NTB bekerjasama dengan Bank NTB Syariah dan Sinergi NTB mengadakan seminar dan bedah buku Ikhtiar Mewujudkan NTB Gemilang bertempat di Hotel Madani Mataram pada Kamis, (26/12/2019).

Seminar dan Bedah buku tersebut dibuka oleh staf ahli gubernur, Dr. H. Lalu Syafii, diisi langsung oleh penulisnya, Ahmad Efendi, M.Si didampingi oleh Dr. Ufran, SH. MH akademisi Hukum Unram, dan di moderatori oleh Zaky Mubarok, S.IP selaku Ketua Perhumas NTB.

“Dengan membangun Budaya diskusi di kalangan masyarakat mengenai visi dan misi NTB Gemilang, terutama mengenai program unggulannya, akan memantik masyarakat untuk memberikan andilnya dalam mewujudkan mimpi besar daerah kita menjadi NTB yang Gemilang,” tutur Lalu Syafii.

Sementara itu, dalam Buku Ikhtiar Mewujudkan NTB Gemilang tersebut, Ahmad Efendi selaku penulis menuturkan ada tiga garis besar yang dirangkumnya mengenai visi dan misi NTB Gemilang.

Ketiga garis besar tersebut adalah silaturahmi Zul-Rohmi yang tiada putusnya kepada masyarakat NTB, pendidikan, serta industrialisasi.

“Saya menangkap setidaknya ada tiga point besar mengenai visi dan misi NTB Gemilang. Semuanya saya jabarkan dalam buku ini,” ungkap lulusan S2 Ilmu Politik Universitas Gajah Mada Jogjakarta tersebut.

Lebih jauh Efendi menuturkan mengenai ketiga point tersebut, pertama mengenai silaturahmi yang tiada putus.

Zul-Rohmi sedari kampanye hingga satu tahun pemerintahnya tidak pernah putus mengunjungi masyarakat sampai ke Desa-Desa. Gubernur dan Wakil Gubernur membuka diri untuk menerima semua pihak untuk bekerjasama membangun NTB.

Point kedua yaitu pendidikan, sejak baru dilantik pemerintahan Zul-Rohmi sudah gencar menggaungkan program 1000 Cendikia. Mengirimkan Putra-putri terbaiknya untuk bersekolah ke berbagai belahan dunia. Hal tersebut demi membangun Sumber Daya Manusia di NTB.

Dan point terakhir yaitu, industrialisasi. Pemerintahan Zul-Rohmi ingin mengembangkan perekonomian NTB menjadi masyarakat yang mandiri.

Tak hanya menjadi daerah penghasil berbagai bahan baku tetapi juga sebagai daerah pengolah bahan baku tersebut. Sehingga masyarakat NTB tak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen.

“Kita bersyukur memiliki gubernur yang komunikasinya terbuka. Sebelumnya Saya tidak pernah merencanakan untuk menuliskan buku ini. Tapi melihat bagaimana  komunikasinya yang begitu terbuka baik di sosial media maupun secara langsung, Saya pun berinisiatif menuliskannya,” jelas Ahmad Efendi.

Pemuda yang pernah besar di Panti Asuhan NW Rensing tersebut berharap, buku yang ditulisnya ini dapat membuat masyarakat NTB semakin mengenal sosok Gubernur dan Wakil Gubernur beserta seluruh programnya dengan lebih baik.

Dengan begitu seluruh element masyarakat dapat bekerjasama mewujudkan visi besar NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB




Gubernur Bicara Industrialisasi, Wagub Jelaskan Posyandu Keluarga

Dengan kerja keras, dengan jejaring yang luas maka NTB akan menjadi salah satu Provinsi yang paling maju di Indonesia

MATARAM.ombokjournal.com —  Industrialisasi merupakan tema besar yang saat ini terus dilakukan  untuk mensejahterakan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Industrialisai bukanlah teori dan narasi belaka dari Zul-Rohmi, tapi gerakan yang harus dilakukan oleh suatu daerah seperti NTB jika ingin mencicipi kemakmuran.

Gubernur Zulkieflimnnsyah yang akrab disapa Bang Zul mengatakan itu saat memberikan sambutan pada malam tasyakuran atas peringatan HUT ke 61 tahun 2019, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Rabu (18/12/2019).

Menurutnya, tidak mungkin NTB dalam usianya yang ke-61 hanya bergelut dengan produk pertanian saja. Harus berani menggunakan industri-industri pengolahan dari hasil pertanian.

“Industrialisasi adalah jawaban bagi kemakmuran masyarakat NTB,” tegs Bang Zul.

Dengan industrialisasi,  ungkap pria yang pernah sekolah di berbagai negara ini, akan membuka banyak lapangan kerja baru, sehingga penggangguran dan kemiskinan dapat diatasi.

Pada saat itu, Gubernur Zul mengajak Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, naik ke atas  panggung. Wagub Sitti Rohmi Djalilah sudah dikenalnya sejak tahun 2008, jauh sebelum menjadi pasangan gubernur.

Dan sejak itu sudah menjadi partner dan rekan diskusi bersama membangun NTB.

“Saya mengenal Hj. Sitti Rohmi Djalilah ini bukan saja saat maju bersama di kontestan Pilkada NTB, namun beliau ini sahabat lama saya yang luar biasa,” ungkap Doktor Zul seraya meminta Wagub Umi Rohmi memaparkan sejumlah program unggulan dalam pencapaian visi-misi NTB Gemilang.

Gayung bersambut, Wagub Umi Rohmi-pun langsung mengawali penjelasannya dengan program Revitalisasi Posyandu dan NTB Bebas Sampah (Zero Waste).

Ia kembali mengungkapkan, Posyandu merupakan program yang sudah ada sejak dulu. Program ini dilaksanakan setiap bulan di tiap desa di dusun-dusun seluruh Indonesia.

“Pemerintah Provinsi NTB ingin mengintervensi itu,” tegas wanita yang dinobatkan menjadi Wanita Inspiratif Indonesia ini.

Ia menjelaskan akan merevitalisasi Posyandu agar lebih berdaya menjadi Posyandu Keluarga. Tidak hanya untuk promotive-preventif masalah kesehatan. Tapi juga menangani masalah-masalah sosial seperti pernikahan dini, buruh migran, narkoba dan lainnya dapat di edukasi melalui Posyandu Keluarga.

“Ada sekitar 7000 Posyandu di NTB akan direvitalisasi menjadi Posyandu Keluarga, yang melayani anak, remaja, desawa hingga lansia,” terangnya.

Sedangkan program di bidang lingkungan hidup, kata Wagub, pihaknya bersama seluruh Kabupaten/Kota se-NTB berkomitmen untuk mewujudkan lingkungan bebas sampah yang dikenal dengan program Zero Waste.

Program itu, intinya adalah bagaimana menjaga lingkungan kita sebagai karunia yang begitu indah agar bebas dari sampah. Dengan cara memanfaatkan dan mengelolah sampah dengan baik.

Mari kita hijaukan NTB dengan menanam pohon-pohon pada lingkungan dan hutan yang gundul di daerah kita, bersama dan bersinergi menghijaukan kembali NTB,” katanya.

Optimis kemajuan NTB

Gubernur DKI Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. yang hadir menjadi tamu istimewa pada Malam Tasyakuran itu.

Mantan Menteri Dikbud RI ini menegaskan, di bawah kepemimpinan pasangan  berlatarbelakang ternokrati, yakni Gubernur Dr. H. Zulkieflimansayah, SE., M. Sc dan Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, ia nengaku optimis NTB akan tumbuh menjadi provinsi yang jauh lebih maju lagi.

“Mereka memiliki jejaring yang luas, kemampuan pengelolaan sitem yang baik,” tegasnya.

Menurutnya, Usia 61 bagi sebuah Provinsi adalah usia yang masih sangat muda. Harapan dan asa ke depan masih panjang untuk diwujudkan ke depan, tuturnya.

Ia mengaku yakin, NTB ke depan memiliki peluang kemajuan sangat luar biasa.

Karena dengan kerja keras, dengan jejaring yang luas maka NTB akan menjadi salah satu Provinsi yang paling maju di Indonesia.

Anis juga menjelaskan kedatangannya ke NTB untuk melihat langsung bantuan hibah Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan sekolah di Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur yang rusak karena gempa setahun yang lalu.

Hadir pula sebagai tamu istimewa saat itu, Konjen RRC bersama istri dan Direktur Air Asia Veranita Yosephine Sinaga serta sejumlah tamu undangan lainnya.

AYA/HmsNTB




Malam Tasyakuran, Bang Zul dan Ummi Rohmi Ceritakan Program NTB Pada Anies Baswedan

“Kami di NTB ini ingin bagaimana Posyandu itu lebih berdaya, tidak saja untuk promotif preventif untuk kesehatan, tetapi juga masalah-masalah sosial”

MATARAM.lombokjournal.com —  Malam tasyakuran Rangkaian HUT  Ke-61 Provinsi Nusa Tenggara Barat (HUT NTB, di Kantor Gubernur NTB, di Kota Mataram, Rabu (18/12/2019), dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam malam tasyakuran tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berdiri satu panggung,  kompak menyampaikan program-program NTB di hadapan Gubernur DKI Jakarta.

“Terimakasih kepada pak Anies Baswedan menyempatkan hadir di acara ini, di balik kesibukannya, beliau menyempatkan diri datang. Saya kalau berbicara NTB ini sejarahnya sangat panjang, dan saya ingin berbagi panggung untuk bercerita tentang NTB kepada saudara saya yang menjadi partner diskusi,” kata Gubernur NTB.

Bang Zul, mempersilakan Wakil Gubernur untuk naik panggung selaku partner diskusinya dalam membangun NTB. Ia meminta Wakil Gubernur menyampaikan secara singkat program-program yang sedang dijalankan saat ini.

“Bapak ibu, pak Anies, ada beberapa program yang sedang kami jalani, bapak ibu pasti sudah sering mendengar kata industrialisasi. Industrialisasi ini bukan teori kami bukan narasi dari Zul-Rohmi, tapi memang suatu keniscayaan yang harus dilalui oleh sebuah daerah seperti Nusa Tenggara Barat ini untuk mencicipi kemakmuran,” terang Bang Zul.

Wagub Ummi Rohmi dengan lantang menjelaskan, beberapa program prioritas yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah, di antaranya program Zero Waste dan program Revitalisasi Posyandu.

“Saya jelaskan sedikit tentang Posyandu, kita tau Posyandu ini dilakukan di seluruh wilayah Indonesia setiap bulan. Kami di NTB ini ingin bagaimana Posyandu itu lebih berdaya, tidak saja untuk promotif preventif untuk kesehatan, tetapi juga masalah-masalah sosial,” ungkapnya.

Bagi Pemprov NTB, masalah-masalah sosial di antaranya pernikahan anak, buruh migran, masalah narkoba dan lainnya dapat teratasi melalui Posyandu.

Posyandu ini disebut Posyandu keluarga yang melayani dari anak-anak sampai Lansia.

Terkait dengan program lainnya, Zero Waste, Ummi Roohmmi bersykur respon dari program ini sangat luar biasa. Salah satunya di Lombok Timur yang memiliki 250 lebih desa.

“Semuanya komit membuat bank sampah minimal satu di desanya untuk membawa NTB ini bersih asri dan lestari,” terangnya.

Masyarakat NTB diinta menjaga keindahan dan kehijauan alam NTB agar dapat dinikmati generasi selanjutnya. Ia berterimakasih kepada seluruh pihak yang ikut mendukung program-program Pemprov NTB hingga berjalan lancar seperti ini.

Acara tasyakuran ditutup dengan pemotongan tumpeng bersama.Berbagai pagelaran seni, memeriahkan acara malam tasyakuran tersebut.

Mulai dari pagelaran busana oleh Dekranasda NTB, musik tradisional hingga tarian-tarian tradisional yang berasal dari berbagai daerah di NTB.

AYA/HmsNTB




Dilantik Sebagai Sekda, Lalu Gita Diminta Segera Sukseskan Pembangunan Di Mandalika

“Selamat kepada sekda yang baru, banyak tugas yang menanti, pembangunan KEK Mandalika dan lainnya juga masih menanti”

MATARAM.lombokjournal.com — Lalu Gita Aryadi dilantik Gubernur Zulkieflimansyah menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/12/2019).

Terpilihnya Lalu Gita di antara caon lainnya telah melalui berbagai pertimbangan dan melalui Tim Penilaian Akhir (TPA) serta masukan dari berbagai pihak.

Dan sesuai Keputusan Presiden (Keppres) nomor 171/TPA/Tahun 2019 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, maka keptusan terpilihnya Lalu Gita merupakan piihan Presiden RI.

Gubernur Zul menyatakan itu, dalam sambutannya saat melantik Lalu Gita sebagai Sekda Definitif, hari   Kamis (19/12/2019).

Dr. Zul juga mengatakan, NTB menjadi salah satu daerah yang sulit memutuskan Sekda karena ketiga calon yang masuk dalam tiga besar memiliki kualitas yang merata.

“Iya NTB menjadi salah satu daerah yang cukup sulit di tentukan siapa yang menjadi sekda, pemerintah pusat harus menerima berbagai masukan dan penilaian akhir siapa yang menduduki posisi sekda, karena ketiganya orang hebat semua,” ujar gubernur.

Lalu Gita sendiri kepada wartawan saat ikonfirmasi, hari Rabu (18/12), mengungkapkan terpilihnya dirinya bukan karena terbaik dari calo lainnya, tapi merupakan proses dan kebutuhan daerah.

“Mari tutup buku masa lalu, mari tatap ke depan, masih banyak tantangan dan kerjaan yang harus dituntaskan tahun 2020,” kata Lalu Gita.

Dalam sambutannya Gubernur Zul berharap, kepada sekda yang baru untuk segera bekerja terutama membantu tugas gubernur untuk mensukseskan pembangunan di Mandalika dan persiapan pagelaran MotoGP.

“Selamat kepada sekda yang baru, banyak tugas yang menanti, pembangunan KEK Mandalika dan lainnya juga masih menanti,” kata gubernur.

AYA