Pilkada KLU: Djohan-Danny Targetkan Dukungan Koalisi Besar

Kendati belum terbit SK, Sudirsah memastikan jika dukungan PDI-P sudah menjadi milik Joda Akbar

MATARAM.lombokjounal.com — Pasangan Djohan Sjamsu-Danny Carter Febrianto Ridwan (Djohan-Dani) atau yang akrab disebut Joda Akbar dipastikan mengantongi Surat Keputusan (SK) dukungan tiga partai politik (Parpol), yakni PKS, PKB dan Partai Gerindra.

Belum puas dengan dukungan tiga partai tersebut, paket Joda Akbar targetkan koalisi besar dengan menanti Surat Keputusan (SK) dari partai Golkar dan Nasdem.

Momentum terbitnya SK dari dua partai terakhir ditunggu Joda Akbar sebelum mereka melakukan deklarasi.

“Ya Joda Akbar akan deklarasi setelah ada kepastian dukungan dari Golkar dan Nasdem,” ungkap ketua DPC Partai Gerindra, Sudirsah Sujanto.

Disampaikan, pihaknya tengah mengintensifkan lobi-lobi politik terhadap dua Parpol tersebut. Sudirsah pun optimis bahwa arah dukungan partai Golkar dan Nasdem akan tertuju kepada pasangan Joda Akbar.

Hal tersebut disampaikan Sudirsah berdasarkan komunikasi politik yang telah dibangun dengan dua partai tersebut.

Ia menilai, telah ada kesepahaman dan kecocokan antara paket Joda Akbar dan dua parpol itu terkait kepentingan bersama di Pilkada KLU.

Dengan bergabungnya dua parpol itu ke gerbong koalisi pendukung Joda Akbar, maka semakin menegaskan besarnya peluang menang.

“Target kita bangun koalisi besar,” terang anggota DPRD NTB Dapil Lobar-KLU tersebut.

Ditegaskan, sebenarnya saat ini paket Joda Akbar sudah final diusung koalisi empat Parpol. Yakni PKS, PKB, Gerindra dan PDI-P.

Terkait PDI-P, kendati belum terbit SK, Sudirsah memastikan jika dukungan sudah menjadi milik Joda Akbar.

“Pak Djohan dan Danny saat ini sedang di DPP PDI-P. Mereka diundang terkait rencana penerbitan SK dukungan di Pilkada KLU,” paparnya.

Anggota desk Pilkada DPD PDI-P NTB, Raden Nuna Abriadi saat dikonfirmasi wartawan membenarkan,  DPP PDI-P sedang memangil kandidat Bakal Calon (Balon) Pilkada yang berpeluang didukung dan diusung di lima Pilkada Kabupaten/Kota di NTB.

Lima Pilkada Kabupaten/Kota itu, yakni Pilkada KLU paket Joda Akbar, Pilkada Loteng paket Dwi-Normal, Pilkada Sumbawa paket Haji Mo-Novi, Pilkada Dompu paket Ruslan-Nasaruddin dan Pilkada Bima paket Irfan-Herman Edison.

Arah dukungan PDI-P di lima pilkada itu kemungkinan besar akan diumumkan pada pengumuman tahap ketiga.

Terkait kapan pengumuman dilakukan, Nuna mengaku belum bisa memastikan.

“Soal kapan diumumkan, kita masih tunggu kepastian dari DPP,” pungkasnya.

Ast




Gubernur Zulkieflimansyah Jemput Langsung Aspirasi Masyarakat

Gubernur mempersilahkan seluruh Kades yang hadir dalam pertemuan itu untuk mencari Kadis atau kepala OPD yang sesuai dengan kebutuhan

DOMPU.lombokjournal.com —  Selama kegiatan kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah selalu  bersilaturahim dengan para Kepala  Desa (Kades) dan masyarakat.

Setelah melakukan silaturrahim dengan Kades dan masyarakat di Kabupaten Bima, Gubernur melanjutkan kegiatan silaturahimnya ke Kabupaten Dompu.

Acara pertemuan dengan masyarakat dikemas dengan santai sambil duduk lesehan. Suasana pun penuh keakraban.

Untuk menjemput aspirasi masyarakat di Pulau Sumbawa, tak tanggung-tanggung, sebanyak 37 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diboyong oleh Gubernur.

Di Kabupaten Dompu, Gubernur menggelar pertemuan di Aula Pendopo Bupati Dompu pada Jum’at (31/07/20).

Seperti biasa, setelah memberikan sambutan, Gubernur mempersilahkan seluruh Kades yang hadir dalam pertemuan itu untuk mencari Kadis atau kepala OPD yang sesuai dengan kebutuhan.

Gubernur meminta seluruh Kades menyampaikan keluhan ataupun masalah desanya kepada Kadis terkait.

“Silahkan cari Kadis yang sesuai dengan permasalahan di desa. Jangan tegang-tegang, sodorkan saja proposal desa masing-masing, setelah itu, pijit kaki beliau,” ujar Gubernur disambut riuh tawa dari para Kades dan tamu undangan lainnya.

Tanpa menunggu lama, sejumlah Kades langsung berdiri dan mencari Kepala OPD yang sesuai dengan permasalahan di desanya. Terlihat, beberapa kepala OPD yang banyak ditemui seperti Kadis PUPR dan Karo Kesra.

“Rata- rata aspirasi masyarakat masalah jalan dan pembangunan tempat ibadah,” ujar Fadly, salah seorang Kades di Dompu.

Fadly mengatakan, tradisi baru Gubernur NTB tersebut sangat mempermudah masyarakat, terutama para Kades yang berada di Pulau Sumbawa.

Karena, mereka bisa langsung bertemu dengan para kepala OPD dan berdiskusi terkait dengan program pembangunan daerah.

“Kalau harus ke Mataram, kita butuh biaya, butuh waktu, butuh tenaga banyak. Alhamdulillah Pak Gubernur langsung bawakan kami para kepala OPD ke sini, jadi sangat terbantu,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Pilbup Loteng 2020, PKS dan PKB Resmi Berkoalisi

PKS dan PKB dalam seleksinya nanti akan tetap mengutamakan figur yang paling diinginkan masyarakat Lombok Tengah untuk dijadikan Calon Bupati dan Wakil Bupati

MATARAM.lombokjournal.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Lombok Tengah melakukan pertemuan bersama, guna meresmikan koalisi PKS-PKB jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah  bulan Desember 2020 di Hotel Aston Mataram, Sabtu, (01/08/2020).

“Penanda tanganan kerjasama koalisi PKS-PKB untuk Pilkada Loteng di hotel Aston sore ini,” terang Ketua Bidang Pembinaan Pejabat Publik, sekaligus anggota Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB Yek Agil kepada LombokJournal.com. Sabtu, (01/08/20).

Disampaikan, PKS dan PKB yang masing-masing memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Lombok Tengah sudah memenuhi syarat pengajuan calon.

Untuk tahapan selanjutnya, PKS dan PKB tinggal melakukan seleksi di internal masing-masing guna menentukan siapa yang nantinya mewakili koalisi PKS-PKB maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati.

“PKS dan PKB masing-masing enam kursi, total dua belas kursi, sudah lebih dari cukup untuk mengusung calon Bupati/wakil (Bupati). Tahapan selanjutnya adalah seleksi bersama calon yang akan diusung,” katanya.

Terkait apakah kader PKS atau PKB yang akan menempati posisi calon bupati, Yek Agil mengaku optimis jika Calon Bupati akan menjadi milik kader PKS.

Terlepas dari itu, PKS dan PKB dalam seleksinya nanti akan tetap mengutamakan figur yang paling diinginkan masyarakat Lombok Tengah untuk dijadikan Calon Bupati dan Wakil Bupati.

“Insyaallah. Dengan dipastikan koalisi parpol sudah fix, maka koalisi ini akan lebih mudah mendapatkan calon bupati yang berkualitas, sesuai keinginan dan kebutuhan masyarakat lombok tengah, dan juga lebih berpeluang menang,” terangnya.

Untuk diketahui penandatanganan kerjasama koalisi tersebut selain dihadiri oleh pengurus partai di tingkat kabupaten Lombok Tengah, turut hadir beberapa pengurus PKS dan PKB di tingkat provinsi NTB.

Hal yang menurut Yek Agil menjadi bukti kesungguhan PKS dan PKB untuk memenangkan pemilihan bupati dan wakil bupati Lombok Tengah 2020.

“Di samping pengurus DPD PKS Lombok Tengah dan DPC PKB Lombok tengah, penanda tanganan juga dihadiri oleh pengurus wilayah masing-masing partai. Ini menunjukkan keseriusan dari koalisi yang dibangun ini,” jelasnya.

Ast




Kades dan Toma Sumbawa Besar, Apresiasi Sikap Bersahaja Gubernur NTB

Orang nomor satu di provinsi NTB sampai di lokasi, beliau langsung duduk bersila di terpal dan berbaur bersama masyarakat

SUMBAWA BESAR.lombokjournal.com — Tradisi Gubernur NTB berbaur langsung dengan masyarakat mendapat banyak apresiasi.

Salah satunya dari Kades Orong Bawak, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa Besar.

Menurutnya, tradisi yang dilakukan Gubernur NTB ini merupakan momen langka dan harus dihadiri.

“Saya kaget, tiba-tiba datang undangan silaturrahim bersama gubernur, biasanya camat yang undang, sekarang gubernur, hebat pokoknya,” ujar Rosihan saat menghadiri acara silaturrahim Gubernur NTB bersama tokoh agama, tokoh masyarakat serta kepala desa di Taman Mangga, Kabupaten Sumbawa Besar pada Sabtu (01/08/20).

Dituturkan, sampai di lokasi, tak henti-hentinya dia kaget. Karena, saat sampai di lokasi, hanya ada satu terop biasa beserta terpal dan karpet, tempatnya biasa-biasa saja.

“Pas sampai di taman mangga, saya ragu kalo gubernur hadir, masak gubernur duduk bersila di terpal,” ujar Rosihan keheranan.

Kedatangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimanysah ke lokasi acara membayar rasa penasaran dan keraguannya.

Bagaimana tidak, orang nomor satu di provinsi NTB sampai di lokasi, beliau langsung duduk bersila di terpal dan berbaur bersama masyarakat.

“Ternyata benar pak gubernur hadir, saya sempat ragu, acaranya seperti kita zikiran di kampung-kampung, pakai terpal dan karpet biasa,” ujarnya sambil senyum bahagia.

Rosihan berharap, kegiatan seprti ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Dengan begitu, rasa saling memiliki, rasa kekeluargaan sangat terasa antara masyarakat dan pemimpin.

“Mudah-mudahan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun,” tutupnya.

Lain lagi, H. Rahman, Tokoh Agama Kabupaten Sumbawa Besar.

Dia datang khusus ingin melihat langsung Gubernur NTB beserta 37 Kepala OPD lainnya. Katanya, momentum Idul Adha menjadi momen yang baik untuk bersilaturrahim dengan pemimpin.

“Alhamdulillah ini momen yang baik, saya datang bersama camat, ingin sampaikan masalah masjid,” ungkapnya.

Ia bersyukur bisa berbicara langsung dengan gubernur NTB. Seluruh keluhan ia sampaikan. Ia tiidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Saya langsung diarahkan ke Biro Kesra Provinsi NTB, Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” tutupnya penuh semangat.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Dengar Keluhan Warga Kabupaten Bima Bersama Kepala OPD

Sekarang zamannya kita bersinergi, tidak lagi kita saling menyalahkan, kaa Gubernur Zul

KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com — Tiap kunjungan kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke Kabupaten/Kota, Gubernur selalu membawa seluruh kepala OPD.

Itu semua dilakukan dalam rangka meningkatkan solidaritas dan mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi masyarakat.

“Hari ini saya didampingi puluhan kepala OPD Provinsi NTB. Jadi, apapun keluhan dan aspirasi masyarakat, bisa disampaikan langsung Kepala Dinas terkait,” ujar Gubernur di hadapan kades, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kabupaten Bima, sambil memperkenalkan seluruh kepala OPD, Kamis (30.07/20).

Gubernur Zul menilai, keinginan masyarakat NTB sesungguhnya sederhana saja. Mereka hanya menginginkan pemimpinnya hadir, mau menyapa dan mengunjungi mereka untuk saling mendengar.

Gubernur tidak menghendaki jika alasan kesibukan menjadi penghalang silaturahmi antara para pemimpin dengan warganya.

“Alhamdulillah puluhan kepala OPD ikut, keluh kesah masyarakat bisa di dengar dan ditindaklanjuti langsung,” tambah Bang Zul.

Sesibuk apa pun kita, lanjut Bang Zul, jangan sampai lupa dengan yang namanya silaturahim. Gubernur menegaskan, dirinya tidak ingin ada kepala dinas ataupun pejabat lainnya yang enggan turun langsung mendengar masyarakat.

“Kita ini terkadang senang dicari. Masyarakat kita capek nyari, tapi malah tidak bisa ketemu. Sekarang tradisi itu kita balik, kita sendiri yang turun mencari masyarakat,” harap Bang Zul.

Gubernur menegaskan, masyarakat dan pemimin, serta semua pihak harus bersinergi, saling membantu. Persoalan yang bisa diselesaikan oleh pemerintah kabupaten, silakan diselesaikan oleh kabupaten. Demikian juga dengan persoalan yang bisa dibantu oleh Pemprov NTB, tentu akan dibantu oleh Pemprov NTB.

Demikian halnya dengan pemerintah pusat.

“Sekarang zamannya kita bersinergi, tidak lagi kita saling menyalahkan,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Dijadwalkan Jadi Khatib Salat Iedul Adha di Bima

Di Bima, Gubernur Zul dijadwalkan akan menghadiri silaturahim dengan toga, toma, dan masyarakat serta menyerahkan bantuan pembangunan di sejumlah Masjid

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah dijadwalkan menggelar sholat Idul Adha di Lapangan Besar Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Jumat (31/07/20).

Gubernur akan menjadi khatib pada pelaksanaan sholat Ied tersebut.

Usai sholat Ied, Gubernur Zul akan menyerahkan hewan kurban ke panitia kurban Desa Doridungga berupa satu ekor sapi exotic jenis simental seberat 1.050 Kg.

Pelaksanaan salat Idul Adha di Kabupaten Bima ini dirangkaikan dengan kegiatan kunjungan kerja (kunker), serta silaturahim dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat di Pulau Sumbawa yang dimulai dari tanggal 30 – 31 Juli.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, pada tanggal 30 Juli besok Gubernur dijadwalkan bertolak dari BIZAM menuju Bandara Sultan Salahuddin Bima pukul 09.50 Wita.

Di Bima, Gubernur Zul dijadwalkan akan menghadiri silaturahim dengan toga, toma, dan masyarakat serta menyerahkan bantuan pembangunan di sejumlah Masjid.

Hari Kamis (30/07/20), Gubernur Zul dijdawalkan tiba di Masjid Nurul Iman, Dusun Lewidewa, Desa Lewintana, sekaligus agenda penyerahan bantuan pembangunan masjid yang akan diterima oleh pengurus masjid setempat. Agenda berlanjut ke Masjid An Nur Dusun Bajo Selatan, Desa Bajo Kecamatan Soromandi.

Beberapa masjid lainnya yang akan didatangi oleh Gubernur dan sekaligus menyerahkan bantuan pembangunannya yaitu Masjid Al Hidayah Dusun Rade, Desa Punti Kecamatan Soromandi, Masjid Al-Fatah Dusun Teh, Desa Kananta Soromandi, Masjid Baburrahman Dusun Riando, Desa Sai Soromandi, Masjid Nurul Iman Dusun Saba.

Selain itu, juga Desa Sampungu, Masjid Sholihin Dusun Wadulancang, Desa Wadukopa Soromandi, dan Masjid At Taqwa Dusun Manggenae Desa Doridungga, Kecamatan Donggo.

“Gubernur dijadwalkan bermalam di Masjid At Taqwa Dusun Manggenae Desa Doridungga, Kecamatan Donggo pada Kamis malam,” kata Bang Najam.

Usai kunker di Kabupaten Bima, Gubernur melanjutkan perjalanan ke Pendopo Bupati Dompu pada hari Jumat 31 Juli 2020 pukul 13.00 Wita.

Di sana Gubernur dijadwalkan akan bersilaturahim dengan Kades se Kabupaten Dompu beserta Bupati Dompu dan OPD Kabupaten Dompu. Usai kegiatan silaturahim di Kabupaten Dompu, Gubernur akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sumbawa.

“Silaturrahmi dengan Kades Se Kabupaten Sumbawa beserta Bupati Sumbawa dan OPD Kabupaten Sumbawa akan digelar pada hari Sabtu 1 Agustus mendatang,” tambah Bang Najam.

Pada kegiatan Kunker dan silaturahmi di Pulau Sumbawa kali ini, Gubernur didampingi oleh 37 pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai dari tiga orang staf ahli, asisten serta puluhan kepala OPD seperti Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kadis PUPR, Kadis Perkim, Kadis Tanbun, Kadis DPMPTSP, Kadis Sosial, Kadis Dikbud, Kadispora.

Gubernur Zul akan didampingi juga oleh Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Pariwisata, LHK, Kadis Nakeswan, Kadis Perpustakaan dan Arsip, Kadis ESDM, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Perhubungan, Kadiskominfotik,  Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kalak BPBD, Kasat Pol PP, Karo Hukum, Karo Ap dan LPBJP, Karo Organisasi, Karo Kesra, Karo Ekonomi, Karo Umum, Karo Humas & Protokol dan Karo Kerjasama.

AYA/HmsNTB

 




E-Kinerja Dilengkapi Pengisian Program Unggulan, Kinerja Lebih Terukur

Dengan mengisi formulir A.3 pada e-Kinerja, dapat mempererat komunikasi dalam internal perangkat daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi E-Kinerja dengan Metode Balance Scorecard (BSC).

Metode ini dapat meningkatkan dan mempercepat tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang fokus pada pencapaian indikator RPJMD NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Sebagai penyempurnaan, kini aplikasi E-Kinerja dilengkapi dengan pilihan pengisian program unggulan dengan formulir A.3.

Dengan mengisi formulir A.3 ini, program strategis dan unggulan setiap OPD beserta kinerja pimpinan dan turunannya bisa lebih mudah dievaluasi secara terukur dan objektif.

“Mengisi formulir A.3 ini seperti kita menjalankan program JPS Gemilang. Awalnya ini ribet tapi lama-lama karna biasa jadi mudah,” jelas Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, saat memimpin rapat evaluasi umum formulir A.3 Program Strategis dan Unggulan NTB, Selasa (28/7/ 2020) di Kantor Bappeda NTB.

Rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalilah, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. SI, para asisten dan seluruh Kepala perangkat daerah Provinsi NTB.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur, memberikan semangat kepada seluruh perangkat daerah dalam mengisi formulir A.3. Meski dirasa sulit, namun Bang Zul berharap agar seluruh OPD tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri.

“Saya ingin OPD ini menjadi learning organizations. Organisasi yang terus belajar. Diisi oleh manusia yg punya kesadaran dan kerendahan hati untuk belajar,” harapnya.

Lebih jauh, Bang Zul menjelaskan, dengan mengisi formulir A.3 pada e-Kinerja, dapat mempererat komunikasi dalam internal perangkat daerah.

Dengan adanya komunikasi yang baik dari Pimpinan dan Kepala Bidang serta Kepala Seksi dan Staf yang bertugas akan semakin memperkuat suatu organisasi.

Sehingga target kerja yang sudah ditetapkan bisa diselesaikan dengan baik dengan indicator capaian yang terukur.

“Tidak mungkin akan ada learning tanpa komunikasi. Tidak mungkin ada komunikasi tanpa ada alat. A3 ini alatnya,” pungkasnya.

Memahami materi dari formulir A.3

Wagub NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, meminta kepada setiap perangkat daerah untuk benar-benar memahami materi dari formulir A.3 yang diisi.

Hal tersebut agar saat evaluasi program strategis dan unggulan dihadapan Gubernur bisa lebih mudah dan terukur. Ummi Rohmi juga meminta agar formulir A.3 setelah ditandatangani oleh Gubernur dapat dikawal dengan ketat.

“Setelah ditandatangani dokumen A.3 ini harus dikawal betul-betul agar evaluasinya bisa terkontrol dengan baik,” pinta mantan General Foreman di PT Newmont NTB tersebut.

Penandatangan perdana dokumen A.3 ini direncanakan dilakukan pada Senin  3 Agustus 2020 mendatang. Bertempat di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, penandatangan tersebut akan dihadiri oleh seluruh OPD lingkup Provinsi NTB.

novita, @diskominfotikntb




Diskusi Webinar, Ormas Keagamaan Minta DPR Dengarkan Aspirasi

Prof. Saiful Muslim minta DPR tidak ngotot memaksakan kehendak dengan melanjutkan pembahasan RUU ini

MATARAM.lombokjournal.com — Ormas keagamaan di NTB meminta agar DPR mendengarkan aspirasi masyarakat atas bergulirnya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang kini berubah jadi RUU BPIP.

Dalam diskusi Webinar yang digelar DPW Syarikat Islam NTB, Rabu (22/07/20) malam,  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. H. Saiful Muslim, mendorong agar lembaga legislatif itu bijak mendengar suara masyarakat dan ulama, dengan tidak melanjutkan pembahasan RUU yang menuai kontroversi itu.

Webinar yang menghadirkan sejumlah pembicara mulai dari Ketua MUI NTB, Koordinator Aliansi Nasional Anti Komunis NTB, Lembaga Dakwah NU, dan penanggap dari Ketua HMI Cabang Mataram, Ketua BEM Unram dan MASIKA ICMI NTB, berlangsung dialogis.

Prof. Saiful Muslim minta agar DPR tidak ngotot memaksakan kehendak dengan melanjutkan pembahasan RUU ini. Namun lebih bijak mendengar aspirasi masyarakat.

Selain itu dia minta agar pemerintah lebih transparan.

Ketua DPW Syarikat Islam NTB, H. Zainul Aidi, menyatakan dukungan terhadap Pancasila. Pancasila sudah final sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Sehingga tidak perlu diutak-atik lagi.

“Bagi Syarikat Islam Pancasila ialah konsensus nasional dan sifatnya final,” terang

Meski diakui Zainul, perubahan situasi yang begitu demokratis dan liberal tidak bisa dinafikan terjadi, sehingga memberikan ruang yang sangat terbuka bagi berlangsungnya pertukaran ide dan gagasan.

“Pancasila itu adalah dasar bernegara konsensus nasional yang sudah terbukti dan itu hadiah terbesar umat islam untuk bangsa Indonesia,” paparnya.

AYA




Kado 12 Tahun KLU, 10 Penjabat Kepala Desa Definitif Dilantik

Penyerahan kode desa menandakan definitifnya sepuluh desa tersebut, dan dalam waktu dekat akan mendapatkan pengesahannya melalui pengundangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com –– Peremian dan pelantikan 10 Penjabat Kepala Desa pada Desa yang didefinitifkan di Kabupatn Lombok Utara (KLU), berlangsung dalam puncak peringatan HUT KLU ke-12 di halaman kantor bupati, pada Selasa (21/7) kemarin.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH melakukan peremian dan pelantikan itu di hadapan Direktur Toponimi dan Batas Antar Daerah Indra Gunawan, SE, MPA beserta tamu undangan lainnya.

Pelantikan Penjabat Kepala Desa 10 Desa definitif itu dituangkan dalam Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor 347 s/d 356/23 s/d 32/PEM/2020 tentang Pemberhentian Penjabat Kepala Desa persiapan dan Pengangkatan Penjabat Kepala Desa Definitif di Kabupaten Lombok Utara.

Sepuluh penjabat Kepala Desa tersebut adalah Bahrain Fahmi sebagai penjabat Kepala Desa Menggala Kecamatan Pemenang, Asmar Penjabat Kepala Desa Segara Katon Kecamatan Gangga, Eko Sekiadim Penjabat Kepala Desa Santong Mulia Kecamatan Kayangan, Budi Hartono Penjabat Kepala DEsa Sama Guna Kecamatan Tanjung, Sumarto sebagai Penjabat Kepala Desa Rempek Darussalam Kecamatan Gangga,

Kemudian Lidep Penjabat Kepala Desa Selelos Kecamatan Gangga, Kayadin, Penjabat Kepala Desa Pansor Kecamatan Kayangan, Raden Sri Gede Penjabat Kepala Desa Andalan Kecamatan Bayan, Atsah Penjabat Kepala Desa Gunjan Asri Kecamatan Bayan, dan Raden Hery Karsana Penjabat Kepala Desa Batu Rakit Kecamatan Bayan.

Bupati Lombok Utara dalam sambutan upacara HUT ke 12 KLU mengatakan, pihaknya menyerahkan “kode desa” dari pemerintah Kabupaten Lombok Utara kepada 10 (sepuluh) desa persiapan sebagai kado perayaan hari bersejarah bagi Lombok Utara tahun 2020.

Penyerahan kode desa itu menandakan definitifnya sepuluh desa tersebut, dan dalam waktu dekat akan mendapatkan pengesahannya melalui pengundangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“Penyerahan kode desa ini dirangkaikan dengan pelantikan penjabat Kepala Desa pada masing-masing desa pemekaran yang didefinitifkan,” cetus Bupati Najmul.

Menurut orang nomor satu di KLU itu, kebijakan yang mengatensi usulan desa definitif merupakan bentuk responsif Pemerintah Pusat terhadap eksistensi pemerintahan desa. Pasalnya, usulan 10 pemekaran desa di Lombok Utara telah menjadi kenyataan.

Pihaknya juga mengapresiasi program kampung sehat yang dapat memacu siklus masyarakat melakukan pola hidup bersih dan sehat serta terhindar dari pandemi Covid-19, guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Lombok Utara maju di era baru, sehat cemerlang, dan tangguh bencana.

“Kami sampaikan terima kasih yang tulus kepada instansi, lembaga, donatur, dan pemerintah daerah yang berkontribusi bagi kemanusiaan. Memberi bantuan kepada pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk menunjang percepatan penanganan Covid-19 di antero gumi Tioq Tata Tunaq,” pungkas Sekjen APKASI itu.

api




Puncak Peringatan 12 Tahun KLU, Cinderamata Untuk Mantan Sekda dan Penghargaan bagi ASN

Bupati Najmul mengajak seluruh lapisan masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq menjadi pejuang Covid-19 guna menyongsong tatanan era kenormalan baru

TANJUNG.lombokjournal.com —  Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperingati hari ulang tahun (HUT) KLU ke-12,  hari Selasa tanggal 21 Juli 2020,  yang digelar secara virtual di aula Kantor Bupati, yang  diikuti  seluruh  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lombok Utara, Selasa (21/07/30).

Bupati Lombok Utara, DR H. Najmul Ahyar, SH, MH mengatakan, momentum peringatan HUT ke-12 Kabupaten Lombok Utara, Pemerintah Daerah menyampaikan penghargaan dan apresiasi luhur atas pengunduran diri Sekretaris daerah sebagai aparatur sipil negara (ASN) karena memasuki masa pensiun.

“Tiada ucapan yang patut kami persembahkan selain terima kasih yang setulus-tulusnya atas kiprah, pengabdian, perkhidmatan, serta dharmabakti saudara selama memangku amanah sekretaris daerah Kabupaten Lombok Utara,” kata Bupati Najmul.

Menurut bupati, banyak kenangan yang bisa dikenang selama berinteraksi selama ini, terutama pada masa ketika bersama-sama memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Lombok Utara 2008 silam.

“Sebagai salah satu tokoh dari sejumlah pejuang pemekaran, beliau banyak memberi kontribusi bagi terbentuknya Kabupaten Lombok Utara,” imbuhnya.

Bupati Najmul juga mengapresiasi tiga atlet nasional kebanggaan Lombok Utara, Lalu Muhammad Zohri, Sudirman Hadi, dan Mirawan, atas prestasi dan kiprahnya mengharumkan Kabupaten Lombok Utara dan Provinsi Nusa Tenggara Barat di kancah nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan bersejarah itu, Pemerintah Daerah juga memberi penghargaan kepada ASN lingkup Kabupaten Lombok Utara kepada Zaenal Idrus, SH mantan Inspektur Inspektorat KLU.

Zaenal, dianggap layak mendapat penghargaan lantaran selama memangku amanah di Inspektorat KLU telah mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya.

Jasa, dharmabakti dan kiprah luhur Zaenal membuahkan hasil mengantarkan KLU mendapat penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 6 kali berturut-turut sejak tahun 2014-2019.

“Pak Zaenal telah bekerja maksimal. Tahun 2018 KLU masuk kategori salah satu daerah zona hijau di Indonesia berdasarkan penilaian Ombudsman RI. KLU dinilai memiliki tingkat kepatuhan tinggi oleh Ombudsman dalam pelayanan publik,” terang Sekjen APKASI itu.

Sementara Sukardi, S.Pd.SD ASN pada Dinas Dikpora juga diberi penghargaan karena telah menunjukkan pengabdian total dalam dunia pendidikan.

Begitu pula drh. Sarudi, ASN pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga diberikan penghargaan sebagai apresiasi atas nilai tertinggi yang diperolehnya dalam ujian kedinasan.

Datu Aki Kertajati layak mendapat penghargaan atas kiprah luhurnya sebagai tokoh kebudayaan KLU, di mana sampai akhir hayatnya tetap berkomitmen mengelola kebudayaan.

“Hari ini sembilan hari beliau wafat (Aki Kertajati-red), mari kita bacakan alfatihah” ajak bupati.

Tak hanya itu, Pemda Lombok Utara memberikan santunan kepada ASN yang telah menunjukkan kinerja optimal, pengabdian dan kiprah total pada instansi masing-masing, yaitu Brora Bildi ASN Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU, serta Zahid Muharram ASN Satpol PP dan Damkar di KLU.

Bupati Najmul mengajak seluruh lapisan masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq menjadi pejuang Covid-19 guna menyongsong tatanan era kenormalan baru.

Pemerintah Daerah memberikan apresiasi seraya berterima kasih yang tulus kepada para perintis pemekaran KLU, para sesepuh dan pini sepuh, para mantan bupati, pimpinan dan segenap anggota DPRD KLU, pimpinan dan segenap jajaran TNI/Polri, para kepala OPD, para camat dan para kepala desa.

“Kami sampaikan terima kasih yang tulus kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan ormas, pimpinan organisasi wanita, pimpinan media, nakes, guru, pemuda, mahasiswa dan pelajar, petani, peternak, nelayan karena telah berkontribusi membangun daerah,” tutup lulusan Doktor Hukum Unibraw Malang ini.

Rangkaian upacara HUT KLU ke-12 dipimpin oleh AKP Tedi tersebut, diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dan cenderamata kepada mantan Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH oleh Bupati didampingi Wabup dan Ketua DPRD KLU.

Hadir dalam peringatan HUT ke-12 KLU tersebut, Direktur Toponimi dan Batas Antar Daerah, Indra Gunawan, SE, MPA, Unsur Forkopimda Provinsi NTB, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, Wakil Bupati H. Sarifudin, SH, MH, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin, SHI, Forkopimda KLU, Perintis dan sesepuh KLU yang juga mantan Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, dan para pejabat eselon II serta tamu undangan lainnya.

api