Bupati Lombok Utara Pimpin Upacara Paripurna Perpisahan

Bupati Najmul juga mengajak saatnya bersatu padu membangun Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, DR H Najmul Akhyar menjadi  Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara paripurna yang biasa diselenggarakan tanggal 21 tiap bulan oleh Pemda Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU)

Karena Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH dan Wabup H Sarifudin SH MH akan berakhir pada tanggal 16 Februari 2021, maka upacara paripurna yang  ajang  pamitan dan saling memaafkan itu dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2021, di halaman kantor bupati.

Upcara itu dihadiri unsur Forkopimda, Staf Ahli, Para Asisten, Kepala OPD, Camat Se-KLU dan ASN lingkup Pemda KLU.

Bupati Najmul, di hadapan para ASN menyampaikan,  upacara kali ini adalah terakhir pada periode pemerintahannya. Sesuai perundang-undangan, pada 17 Februari 2021, ia mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati Lombok Utara periode 2016-2021.

Dikatakan, 10 tahun ia berkhidmat di Lombok Utara, lima tahun sebagai Wabup dan lima tahun sebagai Bupati.

Dalam kurun waktu itu, terukir gagasan, obrolan, torehan kebijakan, serta perjuangan bersama seluruh komponen masyarakat. Bergaul, berinteraksi, dan bertungkus lumus baik dari kalangan pemerintahan, kalangan akademisi, kalangan lembaga swadaya masyarakat, kalangan pers, kalangan tokoh dan berbagai lapisan masyarakat.

Semua terasa mengesankan sekaligus memberikan kehangatan persahabatan yang dirinya kenang sebagai jalan persaudaraan.

Dalam masa itu ada dinamika, ada perbedaan friksi yang mengemuka, ada titik singgung yang berkelindan, itu semua merupakan keniscayaan berpemerintahan serta konsekuensi berdemokrasi.

“Mengabdikan diri pada Lombok Utara tercinta, dari dalam dan luar pemerintahan, relatif sama indahnya. Karena itu, mari kita retas perbedaan, kita satukan tujuan, kita padukan harapan untuk membangun Lombok Utara,” katanya.

Bupati Najmul juga mengajak saatnya bersatu padu membangun Lombok Utara, daerah yang perekonomiannya harus maju, infrastrukturnya tidak cukup hanya kokoh, tapi harus ramah bencana.

“Alhamdulillah, pemilukada telah usai, terima kasih kepada Masyarakat Lombok Utara yang tingkat partisipasinya relatif tinggi yaitu 87,73 persen. Dengan selesainya pleno KPU, menetapkan orang tua kami Bapak H Djohan Sjamsu SH dan adinda Danny Karter FR ST MEng sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara tahun 2021, untuk kita dukung bersama,” tuturnya.

Ditambahkannya, pemilukada bukan persoalan siapa yang kuat dan siapa yang lemah, tapi pemilukada adalah persoalan siapa yang memang sudah dicatat dalam takdir Allah SWT untuk memimpin Lombok Utara saat ini.

“Saya mengajak seluruh masyarakat KLU, polong renten tyang, ina aman tyang, polong jarin tyang, juga mamiq-mamiq tyang dan seluruh masyarakat KLU yang saya hormati dan saya cintai, mari kita cintai KLU ini dengan penuh suka cita, kita tunjukkan dengan cara bersatu padu membangun Lombok Utara. Dengan harapan mudah-mudahan Lombok Utara ke depan terus lebih baik dan lebih berkah, sebagaimana tujuan kita berotonomi,” urainya.

Ia  dan Wabup Sarif menyampaikan terima kasih yang tulus serta apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, yang telah memberi dukungan penuh terhadap pelayanan dan perkhidmatan selama memimpin di KLU.

“Apabila ada kebaikan-kebaikan dalam pemerintahan yang kami lakukan selama ini, maka semoga dapat dilanjutkan, dan apabila ada kekurangan, kekhilafan, tentu saja melalui momen ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat KLU, yang saya cintai. Faidza farogh tafanshob, apabila engkau telah selesai pada ruang perkhidmatan yang satu, maka beralihlah pada ruang pengabdian lainnya,” tandasnya.

Disampaikan pula kondisi terkini pencapaian pemerintah Lombok Utara dalam pemulihan pascabencana gempa bumi 2018 silam dengan indikator ketuntasan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan masyarakat.

Pemerintah Daerah juga memberikan penghargaan kepada Desa Tanjung Kecamatan Tanjung dan Desa Anyar Kecamatan Bayan atas prestasinya sebagai Desa Berkinerja dalam pelaporan dana desa tahun 2020.

“Penghargaan ini diberikan semata-mata sebagai apresiasi kepada kedua desa dikarenakan telah menunjukkan kesungguhan dalam melaksanakan pengelolaan anggaran desa sesuai dengan regulasi penatakelolaan keuangan desa yang diberlakukan oleh pemerintah secara berjenjang,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya bupati berharap, semuanya selalu dalam keadaan sehat wal’afiat, terhindar dari bahaya Covid-19 yang tengah melanda. Ia jua berterima kasih kepada TNI/Polri yang telah bersama pemerintah KLU dalam pemulihan pascabencana gempa bumi 2018 maupun pada masa bencana non alam Covid-19 saat ini.

“Saya merasakan keikutsertaan TNI/Polri dengan dukungan penuh membantu proses pengabdian dan pelayanan kami selama ini. Akhirnya, semoga Allah SWT Tuhan yang Maha Esa, senantiasa menyertai dan menuntun kerja, karya serta kinerja kita dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Wakil Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH menyampaikan kata-kata perpisahan kepada seluruh ASN seluruh masyarakat Lombok Utara yang telah secara bersama-sama mempercayakan amanahnya.

Tentu seperti apa yang disampaikan banyak sekali kekurangan yang mungkin belum bisa memuaskan seluruh masyarakat Lombok Utara, para ASN, dan honorer selama mendedikasikan diri sebgai pemimpin di Lombok Utara.

“Kami dengan tulus menyerahkan semua kepada Allah SWT. Saya juga menyampaikan ucapan maaf yang sebesar-besarnya terutama kapada bapak bupati selama mendampingi beliau mungkin ada yang kurang berkenan dan juga kurang berkenan di hati para ASN dan pegawai kontrak. Maka lewat kesempatan ini saya secara pribadi atas nama keluarga minta maaf yang sebesar-besarnya, semoga apa yang telah saya lakukan baik sengaja ataupun tidak sengaja, dimaafkan,” tutur Wabup.

Pada akhir upacara paripurna tersebut bupati Lombok Utara menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis SK PPPK tahap I Tahun 2019 dan penyerahan hibah kendaraan kepada Pemdes se KLU. Dilanjutkan dengan ramah tamah purna tugas Bupati dan Wabup Lombok Utara, periode 2016-2021.

Pertemanan panjang

Pada acara ramah tamah Wakil Ketua II DPRD Lombok Utara, Mariadi SAg mewakili pimpinan dan anggota DPRD Lombok Utara menceritakan kedekatan dan perjalanan karier politiknya bersama Bupati dan Wabup.

“Saya pun juga seperti itu, pasca saya bertarung bersama beliau tahun 2015,  lima tahun yang lampau, saya kembali kepada pekerjaan berdagang. Ternyata fakta politik selama 4 tahun itu membuat saya sedikit bicara,” gurau politisi Golkar itu.

Lebih lanjut Mariadi mengatakan pertemanan yang panjang membuat catatan dirinya melihat figur yang ramah, santun dan tidak membedakan orang.

“Saya lihat pada diri saudara saya Bupati dan Wabup Lombok Utara, baik berhubungan antara eksekutif dan legislatif,” tandasnya.

Pihaknya juga mengatakan, siapapun pemimpin bisa diukur dengan catatan keberhasilan dari kepemimpinannya, seberapa banyak yang dihasilkan untuk rakyat. Memang sejak tahun 2018 sampai saat ini adalah pilihan sulit. gempa sudah meluluhlantakkan keadaan di Lombok Utara.

“Konsentrasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat kini adalah pembangunan RTG yang masih tersisa sekitar 12000 unit,” pungkasnya.

Acara berjalan khidmat, lancar penuh keakraban, diselingi dengan pemutaran dokumentasi video kiprah dan pengabdian periode 2016-2021.

Dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari Forkopimda KLU, Pj Sekda dan Kepala OPD kepada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara didampingi Ketua TP PKK dan Ketua GOW diakhiri dengan santap siang bersama.

sap




Ahyar Abduh Husnul Khotimah Memimpin Kota

Wasiat Khalifah Ali untuk mengingatkan Ahyar Abduh, yang pernah mengemban 10 tahun sebagai Walikota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com

Purna Tugas Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh berakhir husnul khotimah.

Pasalnya, dalam penyampaian hasill kerja Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2020, dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan 2016-2021 di ruang sidang DPRD Kota Mataram, Senin (15/02/21) malam, Pansus menyatakan menerima LKPJ Walikota Mataram, H Ahyar Abduh.

H Didi Sumardi

“Dengan diterimanya LKPJ Walikota, beliau berdua (Walikota dan Wakil Walikota) husnnul khotimah dalam memimpin kota Mataram.” kata Didi Sumardi, Ketua DPRD Kota Mataram.

BACA JUGA: 

Ahyar dan Mohan Hadiri Sidang Paripurna Terakhir Sebagai Walikota-Wakil Walikota 2016-2021

Sebelumnya Walikota Mataram H. Ahyar Abduh mengaku menyimak sungguh-sungguh atas catatan dan rekomendasi yang disampaikan Pansus.

Ahyar menyampaikan beberapa faktor penghambat pertumbuhan ekonomi Kota Mataram, seperti bencana gempa bumi tahun 2018 dan pandemi Covid-19 yang berdampak antara lain merosotnya kunjungan wisatawan dan terhentinya investasi.

Kota Mataram yang semula pertumbuhan ekonominya tinggi, di luar prediksi tiba-tiba merosot drastis.

Menurutnya, ke depan Kota Mataram masih harus menghadapi tantangan berat itu. Dan Walikota Mataram berikutnya harus menjawab catatan dan rekomendasi yang disampaikan Pansus.

“Catatan dan rekomendasi yang disampaikan Pansus itu akan menjadi tantangan Walikota berikutnya, yaitu Pak Mohan Roliskana. Saya sudah merdeka,” ujar Ahyar Abduh.

Seperti diketahui, Ahyar Abduh akan purna tugas pada 17 Februari 2021. Dan tugas Walikota Mataram berikutnya di pundak H. Mohan Roliskana sebagai Walikota Mataram terpilih dalam Pikada serentak 2020.

Namun Ahyar Abduh optimis, Kota Mataram di bawah pemimpin baru punya harapan mampu menciptakan kesejahteraan bagi warganya.

Wasiat silaturrahmi

Soal silaturrahmi bisa menjadi ukuran kuat atau lemahnya seseorang. Kalifah Ali Bin Abi Thalib dalam kitab Nahjul Balaghah menyampaikan wasiat, “Orang lemah bukan mereka yang tak berdaya menghadapi lawan, tak berharta, atau tidak memiliki kedudukan. Tapi orang yang paling lemah adalah mereka yang tak dapat menjalin tali persahabatan dengan orang lain, dan yang lebih lemah darinya adalah orang yang mudah melepaskan persaudaraan dengan sahabatnya.”

Wasiat itu Kembali disampaikan Ketua DPRD Kota Mataram, Didi Sumardi, usai mendengar pidato terakhir Ahyar Abduh dalam Sidang Paripurna di DPRD Kota Mataram. Selepas itu, Ahyar Abduh tak lagi akan berpidato di sidang dewan sebagai Walikota, mengingat sudah berakhir masa jabatannya.

“Dua hari lagi saya sudah tidak disebut sebagai walikota,” kata Ahyar Abduh

Meski Walikota dan Wakil Walikota berakhir tanggal 17 Februari 2021, namun Wakil Walikota justru berlanjut menjadi Walikota periode berikutnya.

Karena itu, wasiat tersebut untuk mengingatkan Ahyar Abduh, yang pernah mengemban 10 tahun sebagai Walikota Mataram.

Semoga Pak Ahyar yang ‘Pintar Merasa’ tidak melepaskan persaudaraan dengan sahabatnya di legislatif Kota Mataram yang selama 10 tahun menjadi mitra kerjanya yang kooperatif.

Rr




SK Walikota/Bupati Terpilih Belum Turun, Pemprov Siapkan Antisipasi

Jika SK tidak keluar hingga tanggal 17 mendatang, Sekda selaku Ketua Harian diminta untuk memilih Pelaksana Harian ( PLH) agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di daerah

MATARAM.lombokjournal.com

Rencana pelantikan Kepala Daerah terpilih yang akan dilaksanakan pada 17 Februari mendatang, masih menemui jalan buntu .

Pasalnya hingga kini Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) hingga saat ini belum menentukan jadwal pelantikan kepala daerah pemenang Pilkada Serentak 2020.

“Kita sedang konsul terus ke Kemendagri mengenai SK pelantikan Walikota/Bupati terpilih, jadi komunikasi kita terakhir dengan Kemendagri tunggu arahan tetaii SK pengangkatan sedang berproses ” ujar Kepala Biro Pemerintahan NTB, L. Abdul Wahid, pada Senin (15/2)

L.Abdul Wahid menegaskan, SK pengangkatan belum keluar hingga malam ini, pihaknya melalui Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan segala antisipasi

“Pemeritah Provinsi mengantisipasi segala kemungkinan, artinya bahwa persiapan pelantikan kita dari beberapa hari sudah mempersiapkan,” terangnya

Pihaknya sudah menyiapkan undangan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang akan dilantik. Namun jika SK tersebut tidak keluar hingga tanggal 17 mendatang, kita sudah meminta Sekda selaku Ketua Harian untuk memilih Pelaksana Harian ( PLH) agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di daerah yang masih melakukan sengketa.

“Ada antisipasilah kan menghindari kekosongan  tidak boleh ada kekosongan, Misalnya kalau yang 4 definitif ini tidak sengketa di Mahkamah Konstitusi dan turun SKnya, berarti kan dilantik. Yang belum kan yang masih dalam sengketa ini,” tutur Abdul Wahid/

Pemerintah Provinsi NTB sudah menyiapkan semua,  usulan penyiapan sudah disiapkan draf untuk pelaksana  harian juga sudah kita siapkan .

Pelantikan akan direncanakan di Graha Bhakti,dan melalui proses mprotokol covid.

“Kita tunduk dan patuh dengan satgas untuk melakukan acara ini, Undangan sekitar 100 sesuai dengan relugasi maksimal daru unsur yang dilantik Forkopind Kabupaten dan dari provinsi termasuk penyelenggra KPU dan Bawaslu,” jelas Abdul Wahid.

Aya




Bupati Najmul Pamit Akhir Pengabdian di Kecamatan Gangga dan Tanjung

Hal yang berkesan dan tak terlupakan bahwa KLU 5 kali berturut-turut mendapatkan WTP

TANJUNG.lombokjournal.com

Hari ketiga Roadshow menjelang akhir pengabdiannya Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH bersama Ketua Tim Penggerak PKK KLU Hj Rohani SPd silaturahmi ke Kecamatan Gangga dan Tanjung (10/02/21).

Saat menyampaikan sambutan, Bupati Najmul menyampaikan segala ikhtiar telah dilakukan, masyarakat diajak selesaikan proses pilkada dengan bersatu padu kembali untuk Lombok Utara tercinta.

“Saya pikir kawan-kawan bijak menyikapi dan tyang yakin ke depan Lombok Utara akan semakin baik dan semakin berkah berkat persatuan dan kesatuan kita semua,” tuturnya.

Pada akhir masa berkhidmat, ia berterima kasih kepada semua ikhtiar-ikhtiar yang telah  dilakukan yang mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Kesemuanya, menunjukkan kesungguhan selaku masyarakat maupun aparatur di KLU ikut membantu program

Kepala Dinas DP2KBPMD Drs H Kholidi MM mewakili unsur kepala OPD menyampaikan perjalanan panjang bersama bupati mulai sejak wakil bupati, banyak hal yang pada prinsipnya menjadi motivasi.

“Pada tahun awal menjabat sebagai bupati, ada enam BUMDes Mart yang kita hadirkan sebagai sebuah embrio untuk menumbuhkan ekonomi di KLU, tapi memang takdir berkehendak lain. Gempa yang terjadi pada tahun 2018 lampau menghancurkan seluruh bangunan, termasuklah BUMDes Mart tersebut,” tandasnya.

Sampai saat ini, retail modern tidak ada yang masuk di KLU. Adapun BUMDes Mart di Desa Anyar dan Kayangan yang masih eksis berdiri di tengah-tengah masyarakat, kendati terkendala keterbatasan anggaran.

Hal lainnya, ikhtiar untuk melanjutkan 10 desa pemekaran yang terealisasi menjadi desa definitif.

Saat roadshow di Tanjung, Inspektur Inspektorat KLU H Zulfadli SE mengatakan hal yang berkesan dan tak terlupakan bahwa KLU 5 kali berturut-turut mendapatkan WTP.

Anugerah ini tidak semua kabupaten bisa mendapatkannya. Berkat WTP, Lombok Utara memperoleh Dana Insentif Daerah.

Mantan Kepala Dispenda KLU itu menjelaskan, beberapa program yang mungkin tidak terpikirkan tetapi berkesan yaitu Jumat Bedah Rumah yang diterima masyarakat sebelum gempa.

Ditambahkannya, pada saat peristiwa gempa bumi, Kantor Dispenda bisa dijadikan markas pasukan Brimob untuk penanggulangan gempa bumi. Selain dalam waktu dua tahun terakhir menyelesaikan lebih dari 30 ribu RTG.

Plt Camat Gangga Parihin SSos di hadapan Bupati Najmul menjelaskan, Kecamatan Gangga baru melakukan pemekaran desa dan sudah definitif, kini menjadi delapan desa.

Proses desa pemekaran sudah melaksanakan tugasnya dengan baik seprti pembentukan BPD, perangkat desa dan lembaga desa lainnya.

Selanjutnya kondisi wilayah Kecamatan Gangga saat sekarang ini kondusif. Disamping itu pula pihaknya kerap berkunjung ke rumah-rumah kepala kewilayahan (Kadus) dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.

“Pelaksanaan pemerintahan di Kecamatan Gangga sudah berjalan dengan baik. Apabila ada kekurangan, maka menjadi atensi kami untuk evaluasi ke depannya. Berkaitan dengan Covid-19, kami di sini kunjungan ke desa, guna sosialisasi dampak Covid-19,” tandasnya.

Camat Tanjung Samsul Bahri MSi menyampaikan. pihaknya sedang melakukan vaksinasi tenaga kesehatan di Puskesmas Tanjung dan telah 90 persen divaksinasi.

Selain tenaga kesehatan juga memvaksin aparat keamanan dan seluruh jajaran, tinggal perangkat kecamatan yang menunggu jadwal. Harapannya sasaran pelayanan vaksin untuk masyarakat bisa pula dilaksanakan.

Dalam silaturrahmi itu hadir Plt. Camat Gangga Parihin Ssos, Kapolsek Gangga Iptu Remanto SH, Camat Tanjung Samsul Bahri MSi, Kapolsek Tanjung AKP Wahono Brurie SH.

Hadir pula unsur Pimpinan OPD, Para Kades se-Kecamatan Gangga dan Tanjung, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya.

sap




Ir HF Ditetapkan Tersangka, Pemprov Belum Tunjuk Plt Distanbun

Setelah ada surat penetapan tersangka dari Kejati, baru akan diusulkan Plt Kadistanbun ke Gubernur

MATARAM.lombokjournal.com

Setelah Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) NTB, Ir. HF ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan benih jagung oleh Kejaksaan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB belum menunjuk pejabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadistanbun NTB.

Pemprov  masih menunggu surat penetapan tersangka dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

Pemprov memastikan pelayanan publik di instansi tersebut tetap berjalan.

“Tentu ada mekanisme-mekanisme internal yang menjamin dan memastikan bahwa apa pun yang terjadi di suatu instansi, tidak akan mempengaruhi kinerja pelayanan publik,” kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi pada Kamis (11/02/21)

Sekda mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah agar program dan kegiatan di Distanbun NTB tetap berjalan.

“Tentu kami sudah menyiapkan jurus-jurusnya. Antara lain, harus ada tetap menjadi komando pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Gita mengatakan, pihaknya memberikan dukungan semangat kepada Kepala Distanbun NTB yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan bantuan benih jagung tahun 2017.

Sehingga, yang bersangkutan diminta berkonsentrasi menghadapi persoalan hukum yang sedang dijalani.

“Sebagai ungkapan simpati dan memberikan dukungan semangat kepada kolega kami. Tentu kami akan mendorong beliau berkonsentrasi menyelesaikan permasalahannya,” kata Gita.

Sekda berkomunikasi intens dengan Ir. HF, dan yang bersangkutan menyampaikan, apa yang menjadi temuan kerugian negara dalam kasus tersebut sudah dikembalikan oleh penyedia jasa.

“Itu laporan yang beliau sampaikan ke saya. Dan saya terus berkomunikasi sebelum-sebelum ini (ditetapkan sebagai tersangka). Dan memesankan juga hal-hal administratif, proses itu disimpan, dilengkapi. Dan saya tanya, beliau mengatakan sudah ada,” tutur Sekda.

Ketika ditanya apakah Pemprov akan memberikan bantuan hukum? Sekda mengatakan, sebagai bentuk empati untuk menguatkan semangatnya untuk fokus menyelesaikan permasalahan dihadapi.

“Dan selama ini kami koordinasi. Beliau melaporkan kepada kami dan kita diskusikan berbagai langkah-langkah,” tandasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. Muhammad Nasir mengatakan, setelah ada surat pemberitahuan mengenai penetapan tersangka dari Kejati, baru pihaknya akan mengusulkan Plt Kadistanbun ke Gubernur.

“Kami minta surat penetapan (tersangka) dari Kejati dulu. Baru kami usulkan calon pejabatnya (Plt) ke pimpinan,” katanya

Aya




Roadshow Pamitan Bupati Najmul di Kecamatan Pemenang

Bupati mengajak bersama-sama bersatu mendukung penuh pemerintahan mendatang

PEMENANG.lombokjournal.com

Roadshow dan silaturahmi hari kedua Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH yang didampingi Ketua TP PKK Hj Rohani SPdI, berlangsung di Lapangan Futsal Kecamatan Pemenang, Selasa (09/02/21), berlangsung khidmat dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Bupati H. Najmul Akhyar

 

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH menyatakan, pada tanggal 16 Februari 2021 Bupati beserta Wakil Bupati Mengakhiri pengabdiannya secara formal sebagai pimpinan daerah.

Ia mengajak merefleksikan tiap proses yang dijalani dengan optimis. Semua merupakan perjalanan dalam proses demokrasi yang dilaluinya dengan baik.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada masyarakat Lombok Utara atas partisipasi di TPS relatif tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di NTB yaitu 87 persen. Menurutnya, ia telah 10 tahun  mengabdikan diri dan berkhidmat di Lombok Utara.

“Bersama istri, 10 tahun yang lalu dipercayakan sebagai Wakil Bupati, istri menjadi Ketua GOW. (lima tahun yang lalu) tyang diamanahkan menjadi Bupati, beliau Ketua TP PKK. Telah berikhtiar sebaik-baiknya dalam melakukan pengabdian, berkhidmat untuk masyarakat,” tuturnya.

Diakuinya, sebagai manusia tentu ada keterbatasan dan kekhilafan yang dilakukan. Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Sekaligus ia berterima kasih kepada seluruh masyarakat Lombok Utara, khususnya di Kecamatan Pemenang, lantaran telah menjalin kebersamaan yang luar biasa.

“Selama melaksanakan amanah ini, banyak tantangan-tantangan. Namun alhamdulillah di antara tantangan itu do’a pelungguh samiqlah yang memberi kekuatan dalam memimpin dan melayani Lombok Utara. Sekiranya bukan karena do’a dan dukungan epe pada (semua), tentu tak kuat menghadapi cobaan yang luar biasa, gempa begitu besarnya. Pada saat kita sedang menangani masalah gempa, ada wabah pandemi Covid-19,” tandasnya.

Ditambahkannya, inilah sejarah perjalanan, pada saatnya nanti dengan pimpinan yang baru. Bupati mengajak bersama-sama bersatu mendukung penuh pemerintahan mendatang.

Sementara itu, mewakili unsur OPD  Kepala Bappeda KLU Heryanto SP menyampaikan dinamika perjalanan pemerintah, jangan dilihat dari dalam KLU, tetapi lihatlah dari luar KLU.

Di dalam daerah diburu, difitnah sedangkan di luar mendapatkan capaian-capaian dan penghargaan. Penghargaan yang didapat itu ada indikatornya.

Salah seorang tokoh masyarakat Pemenang TGH Sueb Yusuf menyampaikan kesan yang baik terhadap Bupati Najmul.

“Beliau tidak membedakan siapa pun dan dimana pun, selain sebagai pemimpin beliau sebagai sahabat, sebagai kerabat. Saat ada masalah beliau selalu ada, ini menunjukan bahwa kepemimpinan beliau tidak ada batasnya dengan rakyatnya,” imbuhnya.

Kepemimpinan seperti ini lanjutnya, akan diingat oleh masyarakat, kalau bukan saat ini suatu saat akan dirindukan oleh masyarakat.

sebagai Ketua Baznas KLU, TGH Sueb Yusuf mohon do’a kepada bapak ibu semoga hal yang baik itu dapat diteruskan oleh pemimpin berikutnya,” harapnya.

Dalam pada itu, Camat Pemenang Suhadman SSos mewakili seluruh komponen masyarakat Kecamatan Pemenang mengungkapkan isi hati mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

Lantaran setelah sekian lama bupati membersamai seluruh masyarakat KLU pada umumnya,  khususnya di Kecamatan Pemenang dari menjadi wakil bupati hingga menjadi bupati.

“Beberapa hal yang telah diraih bapak Bupati dan Wakil Bupati serta OPD akan kami catat sebagai sejarah dan sangat kami rasakan, khususnya di Kecamatan Pemenang. Sudah banyak infrastruktur yang terbangun dan tentu itu membantu masyarakat kita,” pungkasnya.

Rangkaian acara diakhiri penyerahan hibah kendaraan roda empat oleh bupati kepada Ketua Baznas KLU disaksikan hadirin tamu undangan roadshow kecamatan.

Hadir pada acara tersebut, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Evi Winarni MSi, Kepala Bappeda Heryanto, Ketua Baznas KLU TGH Sueb Yusuf, serta Para Pimpinan OPD dan Para Kabag Lingkup Setda KLU.

Hadir pula Kepala UPT KKP Pemenang Heru Supriyadi SH, Kapolsek Pemenang IPTU Lalu Iskandar Zulkarnain, Para Kader TP PKK Kecamatan, Kades se-Kecamatan Pemenang serta tamu undangan lainnya.

sap




Roadshow Pamitan Bupati Najmul di Kecamatan Bayan

Dalam melaksanakan tugas ingin melakukan terbaik, namun Bupati Najmul mengakui tentu ada kekurangannya

BAYAN.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar SH MH melakukan roadshow pamitan di wilayah Kecamatan Bayan, berlangsung di Aula Kantor Camat Bayan (08/02/21).

Bupati H. Najmul Akhyar

Dalam kunjungan itu Bupati Najmul didampingi unsur pimpinan OPD. Hadir pula Perwakilan TNI Polri dari Koramil dan Polsek Bayan, Perangkat Kecamatan Bayan, Kepala Desa se-Bayan dan undangan lainnya.

Bupati Najmul mengajak bersyukur bisa bertemu silaturahmi, lantaran dalam beberapa hari lagi menyelesaikan tugas dan pengabdiannya sebagai Bupati KLUperiode 2016-2021.

Dalam kapasitas sebagai Pimpinan Daerah, terhitung sejak menjadi Wakil Bupati satu periode, Bupati Najmul sudah 10 tahun mengabdikan diri di KLU.

“Tentulah di tengah-tengah perjalanan banyak kenangan yang baik juga sebaliknya, maka perlu satu momentum untuk kita saling memaafkan, saling mengikhlaskan. Kita membangun KLU, sesuai dengan amanah,” tuturnya.

Disampaikannya, mengenang lima tahun perjalanan memimpin daerah, pada tahun-tahun terakhir banyak hal yang ingin  diikhtiarkan dan banyak juga yang sudah dapat terlaksana.

“Mungkin juga ada yang tertunda atau tidak bisa terlaksana dengan maksimal. Allah menyapa kita dengan bencana yang semua kita rasakan yakni gempa bumi, banjir, kebakaran dan pada tahun 2020 dengan covid-19. Musibah yang menimpa,” imbuhnya.

Mengenang bagaimana berjibaku bersama-sama, melakukan hal-hal yang terbaik bagi masyarakat, sehingga ujian di tengah-tengah gempa yang melanda bisa dilalui. Namun diakuinya, ada yang masih belum tuntas,  ribuan RTG semoga bisa diselesaikan.

Bupati Najmul mengatakan, perjalanan melakukan pengkhidmatan kepada masyarakat KLU cukup panjang, dalam kesempatan itu ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak karena sudah berupaya melakukan tugas sebaik-baiknya.

Dalam melaksanakan tugas, tentu ingin melakukan yang terbaik, tetapi tentu pula ada kekurangannya.

“Saya berharap kita bisa memaklumi dan apabila ada kekurangan bisa dievaluasi, agar bisa diperbaiki ke depan,” urainya.

Penghargaan selama memimpin

Pada kesempatan itu, bupati mengungkapkan beberapa penghargaan pada periodenya kepemimpinannya. Di antaranya sebagai kebupaten peduli terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), kabupaten yang memenuhi kepatuhan tinggi, baik dari Ombudsman, Menteri Keuangan, maupun dari Presiden RI sebagai kabupaten dalam perencanaan pembangunan terbaik kedua se-Indonesia, dan beberapa yang lain.

Menurutnya, semua itu merupakan prestasi bersama untuk masyarakat KLU.

“Pahit getir sudah kita rasakan, saya hanya ingin kita bersyukur, pilkada sudah selesai. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lombok Utara atas partisipasi dalam pilkada,” tandasnya.

“Pada  tanggal 17 Februari yang mendatang Bapak Djohan Sjamsu dan Bapak Danny Carter Febrianto Ridawan menakhodai KLU. Tyang mengajak semua memberikan dukungan penuh terhadap pimpinan yang akan datang. Yakin, apa yang dianggap baik akan diteruskan dan bila ada yang perlu dievaluasi maka akan dievaluasi,” jelasnya.

Plt Camat Bayan Muslihin SSos menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lombok Utara dan rombongan.

Disampaikan pula undangan yang disebarkan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan dan seluruh kepala desa, tetapi karena harus taat Prokes Covid-19, maka peserta dikurangi.

Ia memaparkan, di Kecamatan Bayan yang semulai jumlah desanya sebanyak 9 desa dan ditambah 3 desa pemekaran pada periode ini, maka jumlah desa yang ada di Kecamatan Bayan kini berjumlah 12 desa.

Rangkaian acara berjalan lancar dilanjutkan dengan sesi dialog dan santap siang.

sap




Interpelasi DPRD NTB Sebatas Retorika dan Naif, Ini Penilaian M16

Kecil kemungkinan DPRD bisa menyoal program unggulan yang sudah dibahas Bersama, dan masuk dalam RPJMD

MATARAM.lombokjournal.com

Hak interpelasi yang akan digunakan kalangan DPRD NTB untuk menyoal Gubernur NTB, dinilai hanya sebatas quasi wacana retorika yang sulit terealisasi.

Selain dasar alasannya, juga karena objek yang dipersoalkan adalah beberapa program unggulan daerah, dan bukan kebijakan atau keputusan-keputusan pribadi Gubernur.

“Wacana interpelasi untuk Gubernur Zul, hanya manuver politik  sesaat dari politisi  Udayana untuk sekadar test the water, ” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH.

Didu sapaan akrab Bambang  Mei, yang saat itu didampingin Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathulah, SE dan Kepala Litbang Mi6,  Zainul Pahmi, M.Pd menilai, alasan wacana interpelasi itu tentang ketidakberhasilan sejumlah program unggulan Pemprov NTB.

Sebelumnya, sejumlah angota DPRD NTB mewacanakan rencana interpelasi kepada Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah. Beberapa program unggulan, termasuk program Industrialisasi, dinilai dewan gagal dan tidak membuahkan hasil.

“Alasan interpelasi tersebut sangat naif!” tegas Didu.

Menurutnya,  program Industrialisasi maupun program unggulan lainnya merupakan program daerah yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB.

Tentu saja juga melalui persetujuan dewan.

“Industrialisasi, Zero Waste, dan lainnya yang menjadi unggulan, kan sudah masuk dalam RPJMD NTB, sehingga ini menjadi produk yang disepakati bersama eksekutif dan legislatif di NTB. Ini sudah menjadi program harapan masyarakat NTB, bukan lagi milik atau gagasan pribadi Gubernur,” kata Didu dengan nada tinggi.

Mengupas tentang program daerah Didu mengatakan, hal tersebut juga sudah tertuang dan diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, yang mengatur tentang hubungan Pemerintah Daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Didu memaparkan, fungsi pemerintah daerah adalah sebagai eksekutif dan DPRD sebagai badan legislatif daerah. Adanya fungsi tersebut diharapkan dapat mewujudkan mekanisme cheks and balance menuju tercapainya tata pemerintahan yang baik (good governance).

“Adapun kedudukannya setara dan bersifat kemitraan yang saling mendukung, bukan merupakan lawan atau pesaing satu sama lainnya,” papar Didu.

Menurutnya, dengan bersandar pada hal tersebut maka sangat kecil kemungkinan DPRD bisa menyoal program unggulan yang sudah dibahas Bersama, dan masuk dalam RPJMD.

Sebab, terkait anggaran dan pembiayaan program pun sudah diketok DPRD melalui APBD setiap tahunnya.

“Artinya Industrialisasi ini kan menjadi kerja bersama Pemda dan DPRD. Pemda melaksanakan dan DPRD mendampingi dan mengawasi. Kalau ini disoal, maka dewan juga membuka kinerja mereka yang kurang baik juga,” urainya.

Anomali

Sementara itu Sekretaris Mi6 , Lalu Athari menambahkan program unggulan NTB Gemilang, termasuk industrialisasi dan zero waste adalah program jadi yang gagasan dan perencanaannya sudah melalui mekanisme pemerintahan daerah.

Sudah disetujui DPRD yang menjadi representasi masyarakat NTB. Sehingga program-program ini menjadi program bersama yang harus dikawal keberhasilannya.

“Kalau alasan interpelasi adalah menyoal program unggulan, ya masyarakat juga sudah cerdas menilai. Ini saya pikir ada muatan politis, lebih sekadar menyoal keberhasil program. Apalagi pemerintahan Dr Zul ini kan baru 2 tahun lebih, nggak fair jika diukur untuk keberhasilan program yang punya jangka 4-5 tahun,” tegasnya.

Athari meyakini, wacana interpelasi DPRD untuk Gubernur Zulkieflimansyah hanya sekadar wacana penghangat konstelasi dan pesan  politik semata yang harus dipahami maksudnya.

“Karena proses interpelasi juga nggak bisa langsung sekejab mata. Ini ada prosesnya, ada pengusulan ada kesepakatan bersama di dewan, baru bisa terlaksana,” katanya.

Ia mengatakan, dugaan politisasi di wacana interpelasi bisa nampak dari anomali yang muncul. Di mana partai Demokrat sebagai partai pengusung pasangan Zul-Rohmi justru gencar mewacanakan interpelasi ini.

Me




Bupati Lombok Utara Lantik Perpanjangan Pj Sekda HR Nurjati

Terkait dengan Sekda definitif itu, nanti akan ada pembahasan setelah bupati terpilih dilantik

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH kembali melantik dan mengambil sumpah Drs H Raden Nurjati sebagai Penjabat Sekretaris Daerah  Kabupaten Lombok Utara (Pj Sekda KLU), bertempat di Aula Kantor Bupati setempat, Rabu (03/02/21).

Pelantikan Pj Sekda KLU ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor  65/103/BKDPSDM/2021.

Kegiatan itu diawali penandatanganan berita acara pelantikan disaksikan Inspektur Inspektorat KLU H Zulfadli SE, dan Kepala BKDPSDM H Muhammad Najib MPd, serta hampir seluruh pimpinan OPD menghadiri acara dimaksud,.

Dihadiri pula Para Asisten Setda KLU, Para Kabag, Para Camat lingkup Pemda KLU.

Bupati Najmul mengatakan, hari Rabu (03/02) ia melantik atau memperpanjang masa jabatan Pj Sekda KLU.

“Sejak awal saya berkomitmen bahwa demi melaksanakan pemerintahan dengan baik dan benar, melalui komunikasi yang baik, maka segala proses pemilihan atau pengangkatan Sekda KLU akan kami serahkan kepada bapak bupati yang akan datang,” tuturnya.

Ditambahkannya, setelah semua ini dengan niat baik demi masyarakat Lombok Utara, bupati terpilih H. Djohan Sjamsu nanti yang berwewenang mengelola seluruh proses berkaitan mekanisme pemilihan Sekda KLU.

Menjelang akhir masa berkhidmatnya, menyatakan bangga apa yang dilakukan selama lima tahun ini, sesungguhnya dilakukan bersama-sama.

“Saya dan wakil bupati menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua dukungan, semua hal yang secara bersama-sama pada masa berkhidmat. Banyak hal yang kita bisa capai dan bermanfaat bagi masyarakat Lombok Utara,” imbuhnya.

Menurutnya, masa-masa perjuangan pemerintahan ini tak mudah, pada saat diberikan amanah, diberikan cobaan. Mulai dari musibah gempa bumi kemudian pandemi yang kini sedang melanda. Berkat kerja sama yang baik, lanjutnya, dapat menghadapi segala ujian dan tantangan tersebut.

“Alhamdulillah dapat kita laksanakan dengan baik, tetapi tentu saja ada tantangan sehingga Insha Allah, saya yakin pada saatnya nanti dilanjutkan apa yang baik dan bila ada yang kurang akan dievaluasi, diperbaiki pada masa-masa yang akan datang,” tandasnya.

Pj Sekda KLU yang baru dilantik, Drs H Raden Nurjati kepada awak media mengatakan, dalam kondisi apapun kita patut bersyukur kepada Allah SWT.

Karena sampai saat ini masih dipercaya oleh Kepala Daerah, untuk melanjutkan tugas-tugas sebagai Pj Sekda KLU sampai di tunjuknya Sekda yang baru oleh pemimpin yang baru.

Terkait dengan Sekda definitif itu, nanti akan ada pembahasan setelah bupati terpilih dilantik. Bagaimana teknisnya tergantung bupati yang baru.

“Saya sementara ini melanjutkan tugas-tugas rutin saja, yang pertama terkait dengan melaporkan kepada bupati baru untuk percepatan, karena

pengaruhnya kuat bagaimana menggerakkan roda pemerintahan terutama berhubungan dengan kepentingan masyarakat. Diantaranya yang berkembang seperti RTG menjadi prioritas penanganan,” pungkasnya.

Rangkaian acara berjalan lancar, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

sap




Kunker Bupati Karangasem ke KLU, Studi Pengelolaan Media dan Komunikasi Pimpinan Daerah

Media telah memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat, apa yang dilakukan pemerintah selama memimpin

TANJUNG.lombokjournal.com  —

Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH menerima Kunjungan Kerja Bupati Karangasem Provinsi Bali I Gusti Ayu Mas Sumantri SSos MAP dalam rangka Studi Komparasi Penguatan  Pengelolaan Media dan Komunikasi Pimpinan Daerah di Lombok Utara, di Bale Jukung Tanjung (02/02/21).

Mendampingi Bupati Lombok Utara, yakni Kadis Kominfo H Muhammad SPd, Kepala BKDPSDM HM Najib MPd serta jajaran birokrat Pemda KLU. Dari Pemda Karangasem, hadir Kadis Dukcapil Ni Ketut Puspa Kumari SH MSi, Kabag Prokopim Drs Edi Setiadi Dwijantoro  beserta insan pers yang ada di Kabupaten Karangasem.

Bupati Najmul menyampaikan terima kasih, karena Bupati dan jajaran Pemda Karangasem serta insan pers memilih Lombok Utara sebagai lokasi studi komparasi bagaimana pemerintah menjalin kerja sama yang baik dengan media. Tentu ada faktor media relationship yang baik.

Menurutnya, media selama ini telah memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat terhadap apa yang dilakukan pemerintah selama memimpin.

“Tanpa kerja sama yang baik antara pemerintah dan media sekaligus tanpa keinginan yang baik dari media untuk bersinergi dan membangun daerah maka media-media mainstream itu bisa kalah dengan media sosial. Perlu berimbang supaya masyarakat dapat pemahaman komprehensif terhadap pembangunan yang dilakukan pemerintah dan daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri SSos MAP menyampaikan, kunjungan kali ini bersama media dan jajaran Prokopim  berkaitan dengan penguatan media yang ada di Karangasem seperti media cetak, elektronik serta online.

Studi komparasi dilakukan agar ke depan media-media beerjasama membangun daerah.

“Media memiliki peran penting yang luar biasa, karena itu kita berikan apresiasi karena tanpa media, kita tidak ada apa-apanya,” imbuhnya.

Sebelumnya Karangasem memiliki IPM terendah, tapi ketika media sudah terkemas dengan baik dan memberikan informasi aktual pemerintah kepada masyarakat, muncul kesadaran terwujud kesejahteraan. Saat ini, percepatan IPM Kabupaten Karangasem tertinggi di antara kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata serta souvenir oleh kedua bupati, diakhiri dengan ngobrol rileks dan ramah tamah.

rar